Destiny [ 2 of 2 ]


wpid-tara+jiyeon.png

Tittle : Destiny

Author : Margareta Isabela

Type : Two Shoot

Rating : -17

Genre : Sad, Romance, Friendship

[ Main Cast : Park Ji Yeon , Choi Minho, Im Jaebum ]

[ Other Cast ] : All

***

 

 

Minho meminum sebotol Wine dihadapannya dengan tatapan yang terlihat menyedihkan. Rambutnya acak-acakan dan jas yang ia pakai sudah entah kemana. Minho melipat tangan bajunya lalu memijit kepalanya dengan pelan. Ia teringat kembali pada Ji Yeon dan Jaebum. Saat Ji Yeon tersenyum tulus dengan Jaebum.

Minho merasa sangat sakit dan ia tidak mengerti. Bagaimana bisa ia merasa sesakit ini?

Biasanya jika sedang dalam masalah yang memusingkan , Minho akan merayu banyak yeoja dan membawa yeoja itu keranjangnya.

Tetapi sekarang? Ia bahkan tidak berniat untuk menyentuh yeoja manapun. Hanya Ji Yeon, hanya Ji Yeon yang ingin ia sentuh sekarang.

Wajah Ji Yeon selalu terbayang dibenaknya dan itu membuatnya merasa frustasi.

“Pergi! Mengapa kau terus berada dipikiranku! Pergi”

***

Ji Yeon memencet bel apartement Minho berulang kali tetapi tidak ada sahutan dan jawaban. Ji Yeon yakin Minho sedang bersenang-senang dengan salah satu yeoja saat ini.

“Yang benar saja namja ini! Ia ada pertemuan penting hari ini” Ji Yeon menghela nafas lalu masuk kedalam apartement Minho karena ia tahu password apartement namja itu. Ji Yeon berjalan dengan pelan dan langkahnya terhenti saat melihat Minho yang tertidur sambil memeluk sebotol Wine.

Ji Yeon menatap sekitar aparment Minho dan tidak menemukan siapapun disana.

“Tumben sekali ia tidak membawa yeoja” Celetuk Ji Yeon pelan lalu berjalan kearah Minho. Ji Yeon menepuk pipi Minho pelan.

“Sajangnim, bangunlah.. hari ini kau mempunyai pertemuan penting dengan pemegang saham dari China”

“Kau ini menggangguku. Kepalaku masih sangat sakit, kau saja yang bertemu dengan mereka” Minho menutup wajahnya dengan tangannya. Jiyeon berdecak kesal lalu kembali menepuk pipi Minho membuat namja itu perlahan membuka matanya.

“Aigoo Jiyeon-ah”

“Kau harus profesional Choi Minho sajangnim. Mereka sudah datang jauh-jauh dan kau malas bertemu dengan mereka? Ya! Kau mau mereka mencabut inventasi mereka dari perusahaan?”Omel Ji Yeon.

“Biarkan saja, lagipula uang ku masih sangat banyak. Jika mereka membatalkan kontrak ya sudah..”

“Aish! Jangan menganggap sesuatu semudah itu “

“Biarkan aku tidur satu jam lagi. Ini semua salahmu, kau yang membuatku menjadi seperti ini. Kau seperti seorang hantu yang selalu ada didalam bayangan pikiranku! Kau memakai mantra apa?”

“Yak! Kau kira aku penyihir” Kesal Ji Yeon tetapi kemudian ia terdiam. Lalu tersenyum dengan amat manis

‘Kau memikirkanku?’ Batin Ji Yeon

***

Ji Yeon menyisir rambut Minho lalu memasangkan dasi namja itu. Minho hanya diam seperti patung dengan wajah cemberut. Ia benar-benar kesal karena Ji Yeon membangunkannya. Padahal ia sedang bermimpi saat itu, bermimpi yang tidak biasa.

Minho menatap Ji Yeon dengan tatapan aneh dan membuat Ji yeon menjadi salah tingkah.

“Wa..Wae?”

“Aku tadi bermimpi”

“Bermimpi apa?”

“Didalam mimpiku kau memakai gaun putih lalu tersenyum kearahku dan tiba-tiba saja aku merasa kau dan aku berdiri diatas altar. Haha, mimpi yang sangat unik. Bagaimana bisa aku bermimpi menikah denganmu” Minho terkekeh, sedangkan Ji Yeon malah terdiam.

“Mungkin semua itu akan menjadi kenyataan”

“Percaya diri sekali kau”

“Heheh” Ji Yeon terkekeh.

“Jiyeon-ah.. aku mempunyai penawaran untukmu” Ucap Minho sambil menatap Ji Yeon dengan serius.

“Bagaimana kalau kita menjadi sepasang kekasih. Tetapi tidak terikat pernikahan. Kau akan memilikiku dan aku akan memilikimu. Lagi pula apa artinya pernikahan..?”

“Anni..”

“Wae?”

“Aku menginginkan pernikahan Minho-ah, aku tidak ingin menjalani sebuah hubungan tanpa kejelasan. Walaupun aku mencintaimu, aku tidak akan mau menjadi yeoja murahan yang mengantarkan tubuhku padamu. Aku tahu kau bermaksud menyentuhku, tetapi semua itu ada harganya. Dan harganya adalah pernikahan” Minho terdiam mendengarkan ucapan Ji Yeon.

“Aku masih menawarkan kesempatan itu padamu JiYeon-ah”

***

“ Minho” Wajah Minho mengeras saat ia melihat seorang namja berdiri didepannya. Namja yang terlihat tampan walaupun umurnya bisa dikatakan sudah tidak muda lagi. Ji Yeon yang berdiri disamping Minho juga menatap namja didepan mereka dengan tatapan kaku. Ji Yeon langsung menatap kearah Minho.

Minho dan JiYeon berencana untuk makan malam bersama setelah melalui rapat-rapat yang memakan waktu berjam-jam. Tetapi hal yang tidak pernah diharapkan terjadi, mereka bertemu dengan namja yang selama ini tidak ingin ditemui oleh Minho, Appanya.

Ji Yeon melirik dua yeoja yang memeluk mesra lengan Choi Jae Wook –Appa Minho- dengan mesra.

‘ Ahjussi tidak pernah berubah , tetap suka bermain dengan para yeoja. Pantas saja ahjumma choi meminta bercerai dan pergi dari negara ini’ Batin Ji Yeon.

“Lihatlah dirimu sekarang, kau menjadi seorang Pengusaha muda kaya raya yang sangat terkenal dibanyak kalangan. Woah! Aku tidak pernah menyangka kau akan sangat terkenal seperti itu”

“Itu karena aku cerdas! Tidak sepertimu yang hanya bisa mengandalkan uang eomma”

“jaga bicaramu”

“wae? Apakah aku salah bicara? Apakah kau lupa appa? Kau bisa kaya seperti sekarang karena kekayaan eomma. Walaupun eomma sibuk dan mungkin ia bersikap seperti appa yang tidak pernah menganggapku ada selama ini, aku masih menyayanginya karena ia pernah membuat sesuatu yang indah untukku. Tetapi kau ! kau membawa kenangan yang sangat pahit dan begitu menyakitkan untukku, 15 Tahun yang lalu. Kau bercinta dengan seorang yeoja yang sangat asing didepan mataku dan eomma! Apakah kau kira itu tindakan terhormat!”

PLAK!

“ Dimana sopan santun mu”

“Apakah kau lupa! Sopan santun ku padamu sudah hilang dari dulu! Aku tidak akan pernah mau bersikap sopan pada namja brengsek sepertimu” Minho berjalan pergi meninggalkan Ji Yeon yang terdiam sambil menatap Jae Wook didepannya dengan tatapan aneh. Ji Yeon berlari mengejar Minho yang sudah berjalan menjauh.

***

“Minho-ah” Ji Yeon mengatur nafasnya saat ia berhasil mengejar Minho, namja itu berjalan dengan langkah yang sangat cepat dengan kaki panjangnya.

Jiyeon menatap Minho yang kini tengah mencengkram erat kunci mobil ditangannya dengan mata yang sudah memerah. Beginilah Minho jika sudah bertemu dengan appanya, ia akan sangat sensitive.

Kenangan pahit yang ingin sekali ia lupakan itu muncul kembali seperti hantu yang selalu menghantui pikirannya.

“Argh!!”

“Minhoo.. Minhoo.. tenang” Ji Yeon langsung memeluk Minho, seakan tahu apa yang harus ia lakukan. Ji Yeon sudah mengenal Minho bertahun-tahun dan ia sudah sangat mengenal bagaimana keluarga Minho dan juga semua hal tentang Minho.

“Ia tidak pernah berubah! Bagaimana bisa ada namja bajingan sepertinya!” Tubuh Minho bergetar hebat didalam pelukan Ji Yeon. Ji Yeon tahu bahwa Minho sangat merasa trauma , sejak kejadian dimana ia memergoki appanya tengah bercinta dengan selingkuhannya didepannya dan eomma.

Minho menyaksikan sendiri bagaimana appanya menyiksa eommanya lalu eommanya menangis dan memutuskan untuk menyibukkan diri dan malah melupakan Minho karena kesibukannya dan akhirnya memilih untuk bercerai.

Bayangan masa kecil yang kelam membuat Minho takut akan pernikahan, ia hanya tidak ingin kelak anaknya akan bernasib sama sepertinya. Minho cukup sadar bahwa ia adalah seorang bajingan dan sejak kecil Minho sudah bertekat untuk tidak menikah dengan siapapun, walaupun sekarang mungkin tekat itu sudah hancur.. karena kedatangan Ji Yeon yang selalu ia tolak padahal hatinya terbuka lebar..

***

“Aku tidak akan bisa menjadi seorang appa yang baik, karena hal itu aku tidak ingin menikah. Kau tahu sendiri bahwa buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya. Begitu juga denganku, sifatku pasti menuruti appa yang benar-benar seorang bajingan” Ucapan Minho membuat Ji Yeon sedikit merasa bersedih. Tetapi ia tidak mau menunjukkan kesedihan itu pada Minho.

“Biarpun begitu, aku yakin kau bisa berubah” Ucap Ji Yeon sambil menatap mata Minho.

“Hahaa.. aku tidak akan berubah”

“Kau bisa berubah, seburuk apapun dirimu dan apapun masa lalumu kau bisa melupakan semuanya jika kau menemukan orang yang berarti dihidupmu dan menerimamu apa adanya”

“Kau pantas mendapatkan yang terbaik Ji Yeon-ah, tetapi orang itu bukan aku. Aku tidak akan pernah menikah sampai kapanpun. Mianhae”

“Tapi-“

“Aku akan dengan senang hati datang ke Jepang untuk menghadiri pernikahanmu dan Im Jaebum”

“Kau..kau-“

“Mianhae, aku sudah berpikir dan memang sebaiknya kau bersama Jaebum. Ia yang terbaik untukmu karena aku tidak mungkin akan berubah, aku sudah memegang teguh keputusanku”

“a..arra.. jika kau memang berpikir begitu aku akan menerima Jaebum.. aku yakin pendapatmu yang terbaik untukku” Ji Yeon tersenyum dengan air mata yang sudah memenuhi kantung matanya.

“Aku harap kau bahagia “ Minho menatap Ji Yeon dengan senyum dibibirnya..

“kalau begitu aku pulang dulu. Aku harus mengerjakan beberapa tugas kantor” Ji yeon bangkit lalu berjalan keluar dari apartement Minho. Minho menatap punggung Ji Yeon dengan wajah sedihnya.

‘Aku tidak pantas untuk yeoja baik sepertimu, saranghae’ Batin Minho.

***

( Ji Yeon Pov )

 

“Kau yakin?” Aku mengangguk sambil menatap Jaebum.

“Apa yang Minho katakan padamu? Hingga membuatmu setuju dengan pernikahan kita?” Aku menghapus air mataku pelan kemudian menceritakan semuanya pada Jaebum. Kecuali tentang keluarga Minho.

“Ia yang memintamu?”

“Nde, Minho yang memintaku” Aku mendengar Jaebum menghela nafas kemudian tersenyum.

“Baiklah kalau begitu, aku akan dengan senang hati menikah denganmu. Aku harap kau akan mencoba untuk mencintaiku” Aku tersenyum kecil kemudian mengangguk. Tuhan, semoga saja aku bisa melupakan Minho.

“Tetapi kau harus tahu bahwa aku masih bisa merelakanmu bersama Minho”

“Kau terlalu baik Jaebum-ah”

“Aku tahu bahwa hanya Minho yang bisa membahagiakanmu”

“Kau namja yang baik”

Jaebum tersenyum padaku lalu mengelus rambutku pelan , Jaebum selalu bersikap baik padaku dan itu adalah sisi yang istimewa dari Jaebum menurutku. Jaebum, kau namja yang sangat-sangat baik. Aku terlalu bodoh karena tidak bisa mencintaimu.

***

*Sebulan Kemudian*

Matahari pagi membangunkanku. Sungguh melelahkan, akhir-akhir ini banyak pekerjaan kantor yang menguras tenaga. Aku tidak membayangkan bagaimana nasib Minho jika tidak ada aku, pasti ia benar-benar akan sangat kelelahan.

Aku menatap kalender dan hari ini sampai lusa, kantor diliburkan. Akhir-akhir ini Minho jarang berada dikantor dan ia melimpahkan semua hal padaku. Ia sering mabuk-mabukkan dan juga lingkaran hitam terlihat jelas dibawah matanya. Apakah ia masih merasa frustasi setelah bertemu appanya? Bukankah hal itu sudah sebulan yang telah lewat.

“Yoboseyo” Aku mengangkat panggilan telepon saat merasakan ponsel ku berdering

“Ah Jaebum, wae?”

“Mwo?”

“Nde, arra.. aku akan menemuimu di Cafe tempat kita biasa bertemu” Aku dengan segera bangkit dari kasurku lalu meraih jaketku.

Sesampai di Cafe itu , aku melihat Jaebum yang tengah duduk sendiri sambil menikmati segelas kopi didepannya. Aku duduk dihadapan Jaebum dan ia tersenyum padaku. Aku sedikit meringis melihat wajahnya yang babak belur

“Apa yang terjadi dengan wajahmu?”

“Ini? Ini semua ulah Minho”

“Mwo”

“Karena aku mengejeknya , ia malah menghajarku. Aku hampir mati ditangannya, sekarang ia lebih mudah terpancing emosi” Aku menatap wajah jaebum dengan tatapan khawatir. Minho benar-benar tidak terkendali akhir-akhir ini, sekarang ia jarang berada dikantor dan juga aku sering menemukannya dalam keadaan mabuk dan tidak sadarkan diri di apartementnya.

“Begini..” Jaebum mulai bercerita

( Flashback -)

 

“Hahaha.. kemana saja kau? Sekarang kami jarang melihatmu” Jaebum hanya tersenyum menanggapi ucapan teman-temannya.

“Aku tidak ada waktu kemari, aku ingin berubah demi seorang yeoja”

“Mwo? Kau sedang jatuh cinta”

“Sepertinya begitu, setelah berjanji padanya bahwa aku akan berubah. Tubuhku terasa berat untuk pergi kemari, aku kemari hari ini pun hanya karena ulang tahunmu.. Jung Sik-ah”

“Aku juga ingin merasakan jatuh cinta… haha” Semua teman Jaebum tertawa. Tapi tawa Jaebum terhenti saat tatapannya terarah pada seorang namja yang terlihat duduk dikursi seberang mereka dengan ditemani 2 yeoja seksi dan cantik dan juga para bodyguard yang terlihat mempunyai wajah menyeramkan. Jaebum menghela nafas..

“Kau mau kemana?”Tanya Teman Jaebum saat melihat Jaebum bangkit.

“Aku ada urusan sebentar dengan choi Minho” Jawab Jaebum lalu berjalan kearah meja Minho. Jaebum tersenyum kecut saat melihat wajah Minho dan dandanan Minho yang sudah terlihat urak-urakkan dan juga baju yang basah karena tumpahan alkohol

“Annyeong”Minho menatap Jaebum dengan tatapan tidak suka

“Aku tidak menerima kehadiranmu dimejaku, sebaiknya kau pergi sebelum aku menghajarmu. Aku tidak ingin ribut sekarang”

“Waeyo? Ah aku tahu, kau sedang patah hati? Karena Ji Yeon”

“DIAM!” Bentak Minho.Jaebum melirik dua orang yeoja yang duduk disamping kanan dan kiri Minho dengan senyum yang kembali kecut.

“Sebenarnya aku rasa kau bisa menjadi suami yang baik untuk Ji Yeon, asalkan kau menjauhi kehidupan gelapmu ini”

“Apa maksudmu”

“Aku hanya memberikanmu kesempatan”

“Aku tidak akan menikah dan aku tidak menginginkan Ji Yeon sama sekali” Ucap Minho sambil meneguk wine nya dalam sekali teguk. Jaebum sedikit kagum dengan kuatnya Minho meminum wine itu.

“Jeongmalyo? Aku sudah memberikanmu kesempatan dan pikirkan baik-baik”

“Aku sudah bilang aku tidak akan menikahi Ji Yeon!” Minho tiba-tiba bangkit lalu menarik kerah baju jaebum dan hantaman keras mengenai pipi Jaebum membuat Jaebum terjatuh menghantam tanah.semua chingu jaebum hanya bisa terdiam, mereka tidak akan berani membela Jaebum karena mereka tahu bahwa Minho adalah namja yang sangat berkuasa. Dua Bodyguard Minho menyeret jaebum keluar..

 

( Flashback Off-)

“Aigoo.. ayo ke apartementku, aku akan mengobati lukamu. Minho benar-benar” Aku menatap jaebum dengan wajah meringis. Baru kali ini aku melihat wajah jaebum yang memar seperti itu.

Jaebum mengangguk dengan senyum kecil dibibirnya..

***

“Kau harus membawa Minho pulang, ia sudah hampir mati disana. Setiap malam ia datang dan selalu pulang pagi dan dalam keadaan tidak sadarkan diri” Ucap Jaebum membuatku menatapnya terkejut

“Mwo? Jeongmal”

“Nde, namja itu benar-benar tidak waras”

“Aish!”

“Jika kau terus membiarkannya mabuk-mabukkan ia bisa sakit dan meninggal..”

“Arra.. aku akan pergi kesana..”

“Aku akan menemanimu..”

“Tidak perlu, aku tidak ingin Minho menghajarmu lagi.. Malam nanti kau kirimkan alamat club nya dan aku akan menyeret namja nakal itu pulang” Jaebum mengangguk dengan tersenyum paksa.

“tetapi aku akan terus mengawasimu karena tempat itu berbahaya untukmu”

“Aku bukan anak kecil jaebum”

“Aku tahu, tapi aku menghawatirkanmu” Aku tersenyum sambil memegang tangan Jaebum.

“Gomawo”

“Cheonmaneyo Ji Yeon-ah”

***

Aku merapatkan jaketku sambil menatap kesana kemari. Suara kebisingan mendominasi ditempat ini dan lampu disko yang berkerlap kerlip membuat kepalaku terasa sakit. Aku tidak biasa pergi ke tempat seperti ini, Minho kau dimana?

Aku menatap ngeri beberapa yeoja yang menari dengan pakaian terbuka. Apakah mereka tidak malu?

Aku harus segera menemukan Minho dan keluar dari tempat ini secepatnya.

“ Choi Minho benar-benar, bagaimana bisa ia memesan Rian terlebih dahulu? Rian itu adalah yeoja incaranku”

“Kau seperti tidak tahu saja, choi minho membayar yeoja-yeoja disini dengan sangat mahal dan aku sangat merasa dia beruntung bisa mendapatkan Rian yang sangat terkenal dan seksi itu”

“Aku yakin ia mengeluarkan banyak uang untuk membeli rian” Aku menguping pembicaraan dua namja itu lalu berjalan menghampiri mereka dengan ragu.

“Kau mengenal Choi Minho?”Tanyaku. dua namja itu menatapku sebentar

“Dia ada diruangan 7, jangan katakan kau adalah isterinya. Suamimu sekarang sedang bersenang-senang dengan Rian, yeoja tercantik dan terseksi di club ini. Sebaiknya kau pulang karena suamimu tidak akan dapat meninggalkan rian yang cantik itu” Aku tidak memperdulikan ucapan namja itu . aku dengan cepat berjalan kearah ruangan yang dimaksud dan aku membukanya..

***

( Author Pov )

Cklek!

“Minho” Ji yeon memanggil namja yang terlihat sedang bermesraan dengan dua yeoja disamping kanan dan kirinya dan seorang yeoja yang terlihat sudah berjalan menghampirinya-Minho- dengan keadaan yang hampir naked.

‘Jadi itu yeoja bernama rian’batin Ji Yeon.Ji Yeon menghela nafas cemburu.

“Siapa kau” Yeoja yang Ji Yeon yakini bernama Rian itu menatap Ji Yeon dengan tatapan tidak suka karena telah menganggu kegiatannya. Padahal sebentar lagi ia bisa merasakan ciuman Choi Minho, namja tampan kaya raya yang selalu ia idamkan. Tetapi Ji Yeon datang dan menggagalkan semuanya.

“Ji Yeon-ah” Minho tiba-tiba bangkit dan tidak memperdulikan Rian yang terus mencoba menggodanya dan memeluk tubuhnya dengan intim.

“Lepaskan aku jalang!” Marah Minho lalu melepaskan pelukan Rian dan berjalan kearah Ji Yeon yang masih terkejut dengan pemandangan didepannya. Ji yeon dapat melihat dengan jelas mata merah Minho, ia yakin namja itu sedang mabuk. Yeoja-yeoja yang bersama Minho tadi saling berbisik dan melemparkan tatapan mematikan pada Ji Yeon.

“apa yang kau lakukan disini, disini sangat berbahaya bagimu” Minho menggenggam tangan Ji Yeon sambil menatap Ji Yeon dengan lembut.

“Kau sedang mabuk dan sebaiknya kita pulang” Ji Yeon mencoba menarik tangan Minho tetapi namja itu hanya diam. Minho menggeleng tidak mau dan itu membuat Ji Yeon menghela nafas untuk kesekian kalinya.

“Kemarilah, bersamaku sejenak” Minho menarik tangan Ji Yeon untuk duduk dikursi yang terlihat empuk dan nyaman. Minho memberi aba-aba untuk para yeoja itu minggir dari tempat duduk itu.

“Apakah kau kedinginan” Minho menyelimuti Ji Yeon dengan jaketnya dan itu membuat Ji Yeon hanya bisa menatap Minho dengan tatapan tidak mengerti. Ji Yeon yakin namja ini sudah benar-benar mabuk hingga tidak sadar dengan apa yang ia lakukan.  Minho memeluk Ji Yeon dan hal itu membuat Ji Yeon menegang.

“Akhirnya aku bisa merasa lega” Minho terdengar menghela nafas dan semakin memeluk Ji Yeon dengan erat.

Dua orang yeoja yang bersama Minho tadi menatap Rian dan Ji Yeon secara bergantian. Mereka hanya merasa sangat terkejut, bagaimana bisa Minho mengabaikan seorang Rian yang begitu seksi dan memilih memeluk Ji Yeon yang hanya memakai baju tidur dengan jaket teddy bear?

***

Minho terbangun dan menatap sekelilingnya. Sekarang ia sudah berada diapartementnya. Ia menatap sekitarnya mencari Ji Yeon.

‘Apakah aku berhayal lagi? Apakah mungkin hanya hayalanku Ji Yeon datang dan membawaku pulang?’ Batin Minho sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.

“Kau sudah bangun”

“Ji Yeon”

“Makanlah..”  Jiyeon duduk disamping ranjang Minho sambil mengaduk bubur ditangannya.

“Apakah kau berniat untuk bunuh diri..? Jika aku tidak menjadi sekertarismu lagi, kau harus berjanji tidak akan membuat kesehatanmu bertambah buruk dengan minuman-minuman itu dan satu hal lagi, jangan membuang uangmu untuk hal yang tidak berharga” Omel Ji Yeon lalu menyuapi Minho.

“Minumlah susu ini, ini bisa membuat sakit kepalamu berkurang”

“Kapan kau akan menikah dengan Im Jaebum?”

“Mungkin beberapa minggu lagi, jadi..” Ji Yeon menarik nafas dalam..

“Besok aku berencana untuk menyerahkan surat pengunduran diri” Ucap Ji Yeon dengan yakin. Membuat Minho terdiam pelan, matanya memancarkan rasa sakit yang dapat dilihat dengan jelas oleh Ji Yeon.

“Tenang saja, aku berjanji tidak akan melupakan boss sebaik dirimu. Kalau kau pergi ke Jepang kau bisa bertemu denganku , aku tidak akan melupakanmu” Ji Yeon tersenyum dengan paksa tidak membayangkan hal itu akan terjadi.

“Bagaimana jika aku mau menikahimu” Ji Yeon menghentikan adukannya dibubur yang sedang ia pegang. Ia terdiam sebentar lalu menatap Minho yang sudah menatapnya dengan tatapan yang sangat serius.

“Apa maksudmu”

“Aku akan menikah denganmu”

***

( Ji Yeon Pov )

“Aku akan menikah denganmu” Jantungku terasa berhenti berdetak, sebuah perasaan lega dan bahagia merasuki jantungku. Aku sudah tidak bisa berkata apapun sekarang, yang ku tahu sekarang Minho sedang menggenggam tanganku dengan hangatnya.

“Aku sudah memikirkan hal ini, dan aku memang tidak bisa melepaskanmu. Aku tidak bisa hidup tanpamu dan aku tidak bisa melihatmu bersama namja lain”

“Minho”

Minho bangkit dari kasurnya dan membuka lemarinya lalu mengambil kotak kecil berwarna hitam dan tiba-tiba saja berlutut didepanku.

“Aku tahu bahwa aku brengsek selama ini karena telah mempermainkanmu dan juga membuatmu menangis dengan kata-kataku , tetapi aku sadar bahwa hanya kau yang menyayangiku dengan tulus dan hanya kau yang ku cintai. Jadi, mau kah kau menikah denganku” Aku menatap wajah pucat Minho dengan senyum senang lalu mengangguk dengan bahagia.

“Aku mau..aku mau”

Minho menggenggam tanganku lalu membuka kotak itu, sebuah cincin berlian yang begitu indah. Minho mengambil cincin itu lalu memasangkannya dijari manisku lalu mencium tanganku dengan lembut.

“Berjanjilah padaku bahwa kau akan selalu berada disisiku” Minho menatapku dengan tatapan yang sangat lembut

“aku berjanji Minho-ah, aku berjanji” Minho tersenyum lalu memelukku dengan erat.

“Aku mencintaimu Ji Yeon-ah”

***

“Kau akan menikah dengan Minho” Aku mengangguk pelan.

Jaebum terlihat tersenyum kecil..

“Aku sudah tahu apa yang akan terjadi. Untung saja namja itu menyadari perasaannya tepat waktu”

“Mianhae Jaebum-ah”

“Gwenchana” Jaebum menggenggam tanganku dengan lembut. Aku tahu bahwa ia sekarang sangat sakit dengan kabar ini, tetapi aku yakin bahwa Jaebum akan mendapatkan yeoja yang lebih baik dibandingkan diriku.

“ehmm..ehmm.. sudah lebih dari 30 Menit, sekarang aku harus membawa kekasihku pergi” Ucap Minho yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Jaebum melepaskan genggaman tangannya dariku kemudian bangkit berdiri.

“Jagalah Ji Yeon, ia sangat berarti untukku. Aku akan selalu memperhatikan kalian, aku akan membunuhmu jika kau menyakitinya” Ancam jaebum. Minho hanya bisa tersenyum kecut.

“Aku tidak akan menyakitinya”

“Aku akan memegang janjimu Choi Minho”

***

( Author Pov )

“Kau ingin pernikahan kita diselenggarakan di Korea?” Tanya Ji Yeon.

“Nde, bagaimana menurutmu?” Minho memeluk Ji Yeon dari belakang sambil ikut memandang pemandangan seoul melalui balkon Apartement miliknya.

“Tidak begitu buruk. Aku akan mengatakannya pada eomma” Ucap Ji Yeon dengan senyumnya lalu memegang tangan Minho yang melingkar diperutnya.

“Apakah kau akan mengundang appamu”

“Aku tidak akan mengundangnya, lagi pula walaupun aku mengundangnya ia tidak akan pernah datang”

“lalu eommamu?”

“Aku saja tidak tahu dimana ia sekarang”

Ji Yeon berbalik lalu menatap wajah Minho yang sudah menampakkan ekspresi terluka dan sedih.

“Jangan sedih Minho-ah, aku berjanji aku tidak akan meninggalkanmu dan melukaimu dan kau juga harus berjanji padaku akan berubah” Ji Yeon tersenyum dengan tulus pada Minho lalu mencium leher Minho membuat Minho terkekeh geli. Bibir Ji Yeon berpindah ke Bibirnya lalu melumat bibir Minho pelan dan melepaskannya.

Jiyeon tersenyum nakal..

“Dari mana kau belajar menggoda namja” Minho terkekeh lalu memeluk Ji Yeon.

“Jangan membuatku kehilangan kendali sebelum pernikahan kita sayangku”

***

“Eumm.. hmm..” Ji Yeon membuka matanya perlahan , merasakan hidungnya yang terasa gatal. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah Minho tengah tertawa sambil memegang tisu ditangannya. Ji Yeon memegangi hidungnya gatal.

“Minho.. kau mengerjaiku”

“Hehehe, bangunlah sayang.. hari ini adalah hari yang sangat cerah..” Ucap Minho dengan bersemangat, sedangkan Ji Yeon hanya bisa tersenyum dengan wajah yang mengantuk. Minho menarik tangan Ji Yeon untuk membantu Ji Yeon bangun.

“Ada apa Minho-ah”

“aku akan mengajakmu memancing bersama”

“Nde”

“Kajja.. mandi dan ganti bajumu”

“Tapi-“

“Ayolah” Ji Yeon tersenyum kecil kemudian mengangguk menyetujui keinginan Minho.

***

“Hentikan.. ya..ya” Ji Yeon berteriak geli saat Minho dengan sengaja menunjukkan ulat kecil pada Ji Yeon. Ji Yeon berlari sambil tertawa begitu juga dengan Minho yang masih mengejar Ji Yeon. Beberapa orang yang berada ditempat pemancingan itu menatap mereka dengan senyum. Dua pasangan yang saling mencintai..

“Cukup..cukup” Ji Yeon memegang perutnya ngos-ngosan sedangkan Minho hanya bisa tertawa.

“Kau membuat kita menjadi pusat perhatian Minho-ah”

“Hahaha.. ekspresimu begitu menggemaskan sayang”

Ji Yeon berjalan mendekati Minho lalu melingkarkan tangannya di lengan Minho.

“Jangan menakut-nakutiku dengan itu Oppa”

“Oppa”

“Ada yang salah?”

“Anni , hanya saja baru kali ini kau memanggilku dengan panggilan itu” Kekeh Minho.

“Kau lebih tua dariku dan memang seharusnya aku memanggilmu dengan panggilan itu”

“Aku lebih suka kalau kau memanggilku dengan panggilan Yeobo”

“Itu menggelikan Oppa”

“Hahaha..”

***

Jaebum tersenyum pilu , ia duduk sambil menatap pemandangan sungai han dimalam hari. Hatinya terasa sangat sesak dan ia merasa hampir mati karena kesesakkan yang ia rasakan saat ini. Jaebum mengacak rambutnya frustasi, begitu sangat kehilangan Ji Yeon. Senyum Ji Yeon yang manis, sangat sulit untuk ia lupakan.

“Hei”

“Rian” Jaebum menatap yeoja didepannya yang kini tengah duduk disampingnya

“Aku sudah lama tidak melihatmu di Club, kemana saja kau”

“Aku ada sedikit urusan” Jawab Jaebum, Rian tersenyum kecil..

“Jaebum-ah, apakah kau memiliki pekerjaan yang bisa diberikan untukku”

“Waeyo? Bukankah gajihmu sangat besar di Club?”

“Aku merasa ingin berhenti dari pekerjaan itu, aku ingin menjadi yeoja baik-baik dan mendapatkan namja yang benar-benar mencintaiku.. Aku ingin menjadi yeoja yang lebih baik” Ucap Rian.

“Bagaimana jika kau bekerja sebagai sekertarisku? Kebetulan sekertaris lamaku mengundurkan diri karena akan melahirkan”

“Ah.. Arra.. Gomawo Jaebum-ah”

“Cheonmaneyo”

Rian terdiam sejenak lalu menatap wajah Jaebum yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. Rian tersenyum kecil kemudian menepuk pundak Jaebum.

“Apa yang sedang kau pikirkan eum? Hingga kau terlihat tersiksa?” Tanya Rian pelan, Jaebum tersenyum kecil kemudian menatap Sungai Han.

“Yeoja yang aku cintai akan menikah dengan namja lain”

“Mwo”

“Hehehe.. Aku tidak apa selagi ia bahagia, aku yakin kebahagiaannya adalah bersama namja itu. Aku melepaskannya demi kebahagiaannya”

***

Ji Yeon terbangun dan menemukannya tertidur dipelukan Minho. ia menatap wajah Minho yang terlihat amat tenang saat tertidur. Ji yeon tersenyum dengan amat lembut, ia tidak pernah menyangka Minho akan melamarnya dan bersedia menikah dengannya. Ia tidak pernah menyangka Minho akan mencintainya mengingat namja itu benar-benar seorang playboy.

Ji Yeon memainkan tangannya dihidung mancung Minho dan dada bidang Minho dengan lembut.

“Kau membuatku merasa terangsang” Bisik Minho yang entah sejak kapan terbangun. Ji Yeon tersenyum menggoda dan malah terus meletakkan tangannya didada Minho. Minho menutup matanya erat dengan tangan kekarnya yang mengelus punggung Ji Yeon.

“Hahaha, kau begitu lucu Minho-ah”

“Apakah kau ingin aku kehilangan kendali sebelum pernikahan kita?”

“Hahaha” Bukannya menjawab, Ji Yeon malah tertawa. Melihat reaksi Minho terhadap sentuhannya.

Ji Yeon mendekatkan wajahnya ke leher Minho lalu menciumnya lembut. Well, Ji yeon lebih berani dari yang kelihatan. Minho benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, Ji Yeon membuatnya sangat gila. Ji Yeon membuatnya benar-benar gila sekarang.

“He…Hentikan” Terdengar desahan dari nada suara Minho. Ji Yeon benar-benar menyiksanya. Ji Yeon terus menghujani leher minho dengan ciuman-ciumannya seakan ia ingin mempermainkan Minho.

Minho membalikkan tubuhnya membuatnya sekarang berada diatas tubuh Ji Yeon. Minho menatap mata Ji Yeon dengan matanya yang sudah menggelap menahan sesuatu yang sebentar lagi mungkin akan membuatnya tidak bisa menahan diri.

Minho mencium bibir Ji Yeon dengan lembut. Tangannya bergerak untuk menyentuh perut Ji Yeon dan hal itu membuat Ji Yeon menjadi tegang dan merasa panas diperutnya. Ciuman Minho turun ke Leher jenjang milik Ji Yeon.

“Cukup.. cukup” Desah Ji Yeon

“Ah.. Kau benar-benar gadis nakal” Minho melepaskan ciumannya lalu menatap mata Ji Yeon. Ji Yeon menatap Minho dengan tatapan polos dan tidak bersalah lalu terkekeh kecil.

“Jangan membuatku hamil Minho” Ucap Ji Yeon

“ Aku tidak akan membuatmu hamil saat ini sayang tetapi setelah menikah, kau akan memberikanku anak-anak yang lucu dan akan mewariskan ketampananku” Minho bangkit dengan senyum dibibirnya.

“Ji Yeon-ah, aku mencintaimu”

“Aku juga mencintaimu Minho “ Ji Yeon memeluk Minho dengan sangat erat

 

 

 

-Selesai-

 

 

Know Yourself : Love Me? [ Part 2 ]


 1391659_630781880340107_6223247633956075140_n

Tittle : Know Yourself

Author : margaretaisabela

Type : Chaptered

Rating : -16

Genre : Romance , Marriage, School

 

Main Cast : Park Ji Yeon, Oh Sehun ]

[ Other Cast : ALL]

 

—–

Annyeong ^^ Author Back membawa Fanfiction ini hehe.. Gomawo atas Komentar di part sebelumnya ^^ Dan untuk FF Destiny dan Say You Love Me Oppa, mungkin Lusa author Post ^^ Gomawo

——

( Author Pov )

 

Di Bandara kedatangan Seoul, terlihat seorang yeoja berjalan dengan anggunnya sambil menarik kopernya . Ia membuka kacamatanya lalu menghirup udara Seoul dengan wajah yang terlihat sangat ceria.

‘Eomma kembali sayang’ Batin Yeoja lalu menutup matanya. Hingga sebuah suara sedikit mengejutkannya..

“Ahjumma” Panggil Seorang namja tampan

“Minhyuk-ah” Ucap Yeoja itu lalu berjalan kearah namja tampan itu lalu memeluknya.

“Ahjumma.. kau bertambah cantik” Puji namja itu

“Ah Kau bisa saja.. Gomawo sudah mau menjemputku” Yeoja itu tersenyum dengan amat cantik.

“Cheonmaneyo Ahjumma.. ahjumma sudah aku anggap sebagai eommaku sendiri”

“Kau bisa saja Minhyuk-ah.. kajja.. aku sudah tidak sabar bertemu dengan eomma dan appamu..”

 

***

 

Jiyeon menatap Sehun dengan sedih, sedari kemarin namja itu terlihat sangat bahagia dan terlihat berbalas pesan dengan seseorang. Jiyeon berjalan kearah Sehun dengan langkah pelan.

“Sehun-ah, makan malam sudah siap” Ucap Jiyeon

“Kau duluan saja, katakan pada eomma bahwa aku tidak lapar” Ucap Sehun tanpa melepaskan tatapannya dari ponselnya. Jiyeon hanya mengangguk lemah lalu berjalan menjauhi sehun dengan perasaan yang campur aduk..

“Kemana Sehun” Tanya Taeyeon saat tidak melihat keberadaan puteranya. Jiyeon hanya dapat menggeleng lemah

“ia mengatakan tidak lapar eommonim”Jawab Jiyeon lalu duduk didepan Taeyeon sambil mencoba menyembunyikan kerasahan hatinya.

“Arraseo.. berarti hanya kita berdua yang makan malam.. “ Ucap Taeyeon sambil menyendokkan beberapa lauk pauk untuk Jiyeon..

“Gomawo eommonim” Sopan Jiyeon.

“Tidak usah sungkan..” Taeyeon tersenyum dengan amat lembut pada Jiyeon..

Jiyeon membalas senyum taeyeon ..

“Jiyeon-ah” Panggil Taeyeon,

“Ne eommonim?” Jawab Jiyeon dengan wajah polosnya membuat Taeyeon tersenyum.

“ Bagaimana sehun?” Tanya Taeyeon membuat Jiyeon sedikit menyerit,

“ Apakah ia memperlakukanmu dengan baik?”Tanya Taeyeon sambil menatap Jiyeon mencari kepastian.

“Sehun memperlakukanku dengan baik eommonim” Bohong Jiyeon

“Kau tidak perlu berbohong Jiyeon-ah.. Aku tahu Sehun tidak memperlakukanmu dengan baik. Bocah itu seperti belum menyadari perasaannya padamu. Kau harus percaya Jiyeon-ah, Sehun mencintaimu.. hanya saja, hatinya sedang bimbang saat ini” Ucap Taeyeon sambil menatap Jiyeon dengan tatapan yang sulit diartikan

 

***

 

Jiyeon duduk dihadapan Sehun sambil menyiapkan beberapa buku. Sehun membuka buku-buku yang ada dihadapannya.

“Yang mana yang tak kau mengerti?”Tanya Sehun

“Semuanya “Jawab Jiyeon dengan wajah polosnya. Sehun menghela nafas kecil lalu mulai menjelaskan soal-soal yang menurutnya sangat mudah. Jiyeon mendengarkan Sehun dengan wajah serius..

“Kau mengerti?”

“Nde”Jawab Jiyeon bersemangat

“Bagus”

Sehun tersenyum kecil kemudian menjelaskan soal-soal yang lain..

 

***

Sehun berjalan melewati Koridor dengan wajah dinginnya. Hingga tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang namja.

“Yak!” Teriak namja yang ditabrak Sehun tanpa sengaja. Tetapi namja itu langsung terdiam saat melihat siapa yang ia tabrak. Sehun menatap namja itu dengan tatapan datar dan dingin

“wae?”

“A..aniyo Sunbae”

“Kau membentakku” Sehun mencengkram dengan kuat kerah baju namja itu . membuat namja itu bergetar hebat.. Jiyeon yang berada dibelakang Sehun hanya dapat diam sambil menatap Namja itu dengan tatapan kasihan..

Terlihat banyak murid yang mengerumbungi Sehun dan Namja yang sudah terlihat mengeluarkan keringat dingin.

BUGH! Sehun meninju wajah namja itu, membuat Namja itu langsung terjatuh dengan posisi tersungkur dilantai. Terdengar tawa dari orang-orang, begitu juga sehun yang tersenyum puas.

“Cu..Cukup” Ucap Jiyeon dengan suara nyaring, ia tidak sanggup melihat penyiksaan itu terjadi didepan matanya. Jiyeon dengan segera membantu namja itu berdiri. Sedangkan Sehun terlihat menatap Jiyeon dengan tatapan tajam lalu menarik tangan Jiyeon dengan keras

“Apa yang kau lakukan? Membantunya.. “ Bentak Sehun.

“Kau mau bernasib sama sepertinya” Lanjut Sehun sambil mencengkram erat tangan Jiyeon membuat yeoja itu meringis kesakitan dan itu membuat murid-murid yeoja tersenyum puas. Mereka benar-benar menunggu hari dimana Sehun membully Jiyeon..

“Aku tidak takut lagi padamu Oh Sehun!! Kau namja yang tidak memiliki perasaan!” Ucap Jiyeon dengan nada bergetar dan mata yang berkaca-kaca. Sehun membuang nafas kasar lalu menyeret Jiyeon untuk keluar dari sekolah itu..

 

***

BRAK! Sehun menutup pintu kamarnya dan Jiyeon dengan kencang. Sehun memutuskan untuk membawa Jiyeon pergi ke Apartement yang mereka tempati sebelum mereka pindah ke kediaman keluarga Oh.

Sehun berbalik lalu menarik pergelangan tangan Jiyeon untuk mengikutinya. Jiyeon terus mengerang kesakitan dengan perlakuan sehun padanya.

“Lepas..Lepaskan aku”

Sehun memojokkan Jiyeon kedinding kamar itu lalu menatap Jiyeon dengan penuh amarah..

“APA HUBUNGANMU DENGAN NAMJA ITU?? SEHINGGA KAU BERANI MELAWANKU!! KAU MENYUKAINYA!! NAMJA INGUSAN ITU!!” Bentak Sehun dengan amarah yang menggebu-gebu. Jiyeon hanya dapat menutup matanya kemudian kembali menatap Sehun..

“NDE!! AKU MENYUKAINYA!! KAU PUAS!! “ Balas Jiyeon membentak. Sehun sedikit terkejut, sekarang Jiyeon berani melawannya.

Sehun melepaskan cengkramannya dari pundak Jiyeon lalu berjalan menjauh.

“Aku akan memberi perhitungan pada bocah ingusan itu.. ia kira, ia lebih hebat dariku” Ucap Sehun dengan sinis lalu menutup pintu Apartement itu dan menguncinya.

“Brakk..Brak.. OH SEHUN!! BUKA!! BUKA PINTUNYA!!” Teriak Jiyeon sambil menggedor pintu yang dikunci dari luar oleh sehun. Jiyeon menangis sambil memeluk lututnya.

 

***

“Dimana Puteriku” Seorang yeoja menatap namja didepannya dengan tatapan marah dan benci. Namja itu hanya dapat tertawa kecil melihat raut wajah yeoja didepannya.

“Bocah tidak berguna itu? Ia tidak ada disini, aku sudah menukarnya dengan sejumlah uang ”

PLAK!!

“KAU APAKAH PUTERIKU!! PARK AH JUNG” Bentak Yeoja itu dengan wajah terkejut sekaligus murka.

“Apa yang kau lakukan pada puteriku! Kau benar-benar gila.. Jika aku tahu, aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hak asuhnya “ Teriak yeoja itu yang sudah menangis dengan wajah amat menyesal dan kehilangan. Ah Jung hanya dapat tersenyum sinis.

“Yeoja itu, puterimu banyak menghasilkan uang.. seperti dirimu dulu”

“Kau..apakah kau..” Ucap Yeoja itu dengan nada terkejut dan gagap..

“Aku menjualnya, aku menjualnya untuk pengusaha Kaya Raya.. mungkin sekarang ia menjadi yeoja simpanan.. sangat malang, mengapa nasibnya sama sepertimu?Menjadi yeoja simpanan..” Kekeh Ah Jung dengan suara merendahkan..

PLAK!!

“DIAM KAU!!”

“Bagaimana kalau aku pergi menemui Park Yoochun? Ah, mungkin ia bisa memberiku tambahan uang jika aku mengatakan bahwa Bocah itu adalah anak kandungnya yang kau sembunyikan”

“JIYEON ADALAH PUTERIKU!! AKU MELAHIRKANNYA, AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN YOOCHUN MEREBUT PUTERIKU!!” Bentak Yeoja itu lalu berjalan menjauh dengan isakan..

 

***

-Kediaman Keluarga Kang

 

“Sudahlah Tae Hee, aku yakin Ah Jung tidak benar-benar dengan ucapannya”

“Tetapi , Apa yang ia katakan benar.. Yoochun pasti akan mengambil puteriku dan mungkin ia akan membunuhku jika tahu akan menelantarkan Jiyeon dan meninggalkan Jiyeon untuk tinggal bersama ah jung” Tangis Tae Hee dengan wajah yang murung.

“Anni.. kau tidak menelantarkannya, Semua itu karena hak asuh yang jatuh ke tangan orang yang salah seperti Ah Jung.. Yoochun juga tidak akan bisa mengambil Jiyeon .. karena ia tidak mempunyai bukti apapun.. bukankah Jiyeon lahir saat kau sudah menikah dengan Ah Jung.. jadi semua orang akan mengira Jiyeon adalah anak kandung dari Ah Jung”

“Kau tidak tahu bagaimana Yoochun, Bo Young-ah. Yoochun adalah namja yang keras dan berambisi.. Ia akan mendapatkan apa yang memang miliknya.. termasuk puterinya..” Isak Tae Hee lalu memeluk Yeoja didepannya..

“Minhyuk-ah” Panggil Yeoja bernama Bo Young pada Namja yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Nde eomma?”

“Bisa kah kau mengambil segelas air mineral untuk Tae Hee ahjumma”

“Nde eomma..”

 

***

Tae Hee duduk dengan perasaan bercampur aduk sambil menatap bintang diatas sana. Ingatannya kembali pada masa-masa ia mengenal Yoochun dan akhirnya menjadi simpanan Yoochun dan mengandung Jiyeon, hasil buah cintanya bersama Yoochun..

(-Flashback /20TahunYangLalu-)

Tae Hee berjalan dengan gontai sambil memegang beberapa dokumen ditangannya. Ia menghela nafas pelan. Sudah seharian ia mencari pekerjaan.. tetapi tidak ada satupun perusahaan yang menerimanya dan itu membuat Tae Hee merasa putus asa..

Hingga..

Matanya terpaku pada seorang namja yang keluar dari sebuah perusahaan dengan gaya Bijaksananya.

“Tampan” Gumam Tae Hee. Tetapi ia membuyarkan lamunannya, akhirnya ia memutuskan untuk mencoba mendaftar diperusahaan itu. Siapa tahu ia akan diterima..

***

Tae Hee dengan wajah ceria berjalan ke Arah perusahaan besar dihadapannya dengan riang..

“Annyeong”

“Annyeong”

“Annyeong” Tae Hee menyapa beberapa Pegawai yang berjalan disampingnya. Tetapi ia malah diberikan tatapan aneh. Tae Hee menghela nafas kecil kemudian kembali berjalan… Hingga langkahnya terhenti sejenak dan menatap bajunya.

‘Bajuku ternyata baju yang paling kumuh disini’ Batinnya..

Tetapi ia tidak memperdulikannya, ia tetap menampilkan senyumnya dan masuk kedalam perusahaan itu..

***

“Kau Bekerja menjadi Sekertaris dari Direkut Utama.. Mengingat kau adalah lulusan dari Universitas Biru, kami merasa kau cukup pintar”

“Ah,nde.. Gomawo”

Tae Hee duduk dengan canggung dimeja kerjanya sambil menatap ruangan mewah dan megah itu dengan menga-nga. Ia yakin, pemilik perusahaan ini memiliki sangat kaya raya. Ia merasa sangat beruntung bisa bekerja ditempat itu..

Cklek.. Pintu terbuka menampilkan seorang namja tampan tengah menenteng tas kerjanya. Tae hee sedikit tersentak kaget. Melihat reaksi Tae Hee yang berlebihan membuat namja itu tersenyum geli.

“Sajangnim..”

“Kau sekertaris baru itu?”

“Nde, Kim Tae Hee Imnida..”

“Aku Park Yoochun..”

“Senang bisa berkenalan denganmu” Ucap Yoochun dengan senyum lembutnya. Tae Hee tersenyum kecil melihat senyum Yoochun..

 

***

Hari-hari berlalu, Tanpa mereka sadari.. Benih-benih cinta mulai tumbuh dihati mereka. Yoochun akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya pada Tae Hee dan dengan senang hati Tae Hee menerimanya.

Hubungan itu berjalan dengan seiringnya waktu.. Hingga..

Suatu hari, Tae Hee duduk didepan meja riasnya dengan wajah kalut. Air mata sudah jatuh dari mata indahnya. Ia benar-benar terpukul menerima kenyataan bahwa selama ini Yoochun telah menikah dan ia hanyalah yeoja simpanan dari namja itu..

PLAK!! Terdengar suara tamparan keras menggema disebuah ruangan. Seorang namja terlihat memegangi pipinya yang telah terlihat memar dengan seorang yeoja yang menatapnya dengan pandangan Sayu..

“Op..Oppa kau tega..”

“Mian..”

“Oppa..aku mencintaimu”

“Mian, kau harus pergi.. pergi menjauh dari kehidupanku”

“Kau kejam oppa..”

“Aku bilang kau harus pergii!! Aku akan memberikan uang dalam jumlah yang sangat besar untukmu..”

“Oppa.. aku ingin tetap bersamamu..”Isak Tae Hee

“Seharusnya kau sadar! Sejak awal kau hanya mainanku!! Bukankah kau sudah tahu bagaimana sifat asliku!!”Bentak Yoochun membuat Tae Hee diam membeku lalu terduduk dilantai..

“Aku pergii..” Yoochun pergi begitu saja, meninggalkan Tae Hee ditengah kesunyian malam..

“Oppa.. Kajima”
***

“Kau akan dijodohkan dengan Park Ah Jung..” Tae Hee seketika membeku mendengar ucapan appanya.

“Appa”

“Aku tidak ingin menanggung malu , apakah kau mau jika anakmu lahir tanpa adanya seorang ayah!!” Bentak Tuan Kim dengan wajah yang tidak senang. Tae Hee hanya dapat menunduk sambil terisak..

“Besok aku akan mengantarmu untuk memilih gaun pengantin.. “

“Kau benar-benar membuatku sangat kecewa Tae Hee-ah”

Akhirnya, Tae Hee menikah dengan namja yang dijodohkan dengannya.. Pernikahan mereka berjalan hampir satu tahun. Tetapi Tae Hee akhirnya meminta untuk bercerai saat Ah Jung dengan kasarnya terus menyiksanya..

Saat perceraian itu sudah diputuskan, tae hee benar-benar sangat terpukul saat hak asuh Jiyeon puterinya, jatuh ke tangan Ah Jung..

 

( Flashback Off )

 

***

( Jiyeon Pov )

 

Aku terbangun dengan kepala yang terasa berat dan sakit. Aku menatap sekelilingku dan tidak menemukan Siapapun. Apakah sehun belum kembali. Aku berjalan kearah tirai dan membukanya, ternyata hari sudah malam. Apa yang ia lakukan pada namja itu??

Cklek..

Sehun berdiri dengan wajah dinginnya.

“Kajja.. kita pulang”

Aku berjalan dibelakangnya sambil membawa tasku dengan ragu. Aku ingin bertanya, tetapi aku takut jika ia mengamuk..

Sesampai dirumah –Kediaman Keluarga Oh- Sehun hanya diam dan langsung masuk begitu saja tanpa menegur eommoni yang terlihat menatapnya dengan aneh. Aku hanya dapat tersenyum kecil pada eommonim.

“Kau sudah makan?”Tanya eommonim dengan nada perhatian. Aku menggeleng kecil.

“Kajja.. kita makan.. Sepertinya Sehun sedang ada masalah, ia paling tidak suka diganggu Jika sudah seperti itu” Ucap Eommonim yang sangat hapal dengan sifat sehun.

 

***

Aku berjalan menyusuri koridor dengan Sehun yang berjalan dibelakangku. Entah mengapa, ia malah memintaku berjalan didepannya. Aku merasa kikuk dengan tatapan orang-orang padaku..

Hingga langkahku berhenti dan mematung saat melihat Hobae yang kemarin dihajar oleh Sehun, kini berjalan melewatiku dengan wajah babak belur dan terlihat lebih parah dari kemarin.

Ia menatapku dan sehun dengan tatapan takut dan langsung pergi begitu saja. Aku berniat mengejarnya. Tetapi Sehun mencengkram tanganku dengan sangat erat membuatku meringis pelan.

“aku akan membunuhnya jika kau berani mendekatinya!” Bisik Sehun dengan suara yang lembut tetapi menyeramkan..

 

***

( Hyerin Pov )

 

Aku menatap bekal ditanganku dengan gugup. Aku harap sehun menerima bekal buatanku.

‘Deg’ Jantungku berdetak dengan amat kencang saat melihat sehun muncul dengan senyum kecil dibibirnya dan ia sedang menatapku. Aku membalas senyumnya dengan senyuman manis andalanku.

“Selamat pagii”

“Selamat pagii juga” Balasnya lalu duduk didepanku. Aku menatapnya dari belakang dengan tatapan jatuh cinta. Baru kali ini aku merasa sesuka ini pada seorang namja, sehun mempunyai daya pikat yang luar biasa..

 

***

Lonceng istirahat tengah berbunyi. Aku dengan senyum dibibirku memberi bekal itu untuk Sehun. Awalnya ia menatap bekalku dengan tatapan datar kemudian tangannya terangkat untuk mengambilnya..

“Gomawo” Ia tersenyum padaku.

“Ne Cheonmaneyo” Jawabku dengan senyum. Sehun bangkit dari duduknya ..

“Kau ikut?”Tanyanya

“Kemana?”

“Tentu saja ke kantin” Jawabnya, aku mengangguk lalu berjalan disampingnya. Aku melihat yeoja yang kemarin tengah berdiri didepan kelasku dan Sehun. Entah mengapa aku merasa yeoja itu memiliki perasaan pada Sehun dan aku merasa tidak menyukai yeoja itu..

“Berjalan tepat didepanku” Perintah Sehun dan yeoja bernama Jiyeon itu dengan sigap mematuhinya. Ia sepertinya sangat patuh akan perintah sehun..

 

***

( Jiyeon Pov )

 

Aku bangkit untuk memesan minuman untuk Sehun, aku dan Hyerin. Sayang sekali, padahal aku juga sudah menyediakan bekal untuk Sehun.. Tetapi sepertinya bekal yang dibuat oleh Hyerin lebih lezat dari pada yang ku buat..

Karena terlalu asik melamun, aku tidak melihat orang didepanku dan tanpa sengaja aku menabraknya.

“AISH!” Terdengar suara desahan kesal. Aku menatap orang yang ku tabrak dan menemukan Bae Suzy sudah menatapku dengan tatapan membunuh dengan wajah yang tidak suka padaku.. Bajunya terlihat kotor karena tumpahan minuman..

“Mi..Mian” Ucapku dengan nada tidak enak..

Aku dengan segera mengambil sapu tangan yang ada dikantungku dan berniat membersihkan bajunya yang kotor.

“Jauhkan tanganmu dariku! Kau menjijikkan.. Dasar yeoja miskin!” Suzy dengan kasarnya menghempas tanganku membuatku sedikit tertegun dan kembali memungut sapu tanganku yang terjatuh..

Buk! Suzy mendorongku hingga aku terduduk..

Syurr!! Tubuhku terasa dingin, Suzy menumpahkan Minuman yang ia bawa keatas kepalaku. Aku mendengar suara tawa yang mengejek. Aku menatap kearah meja tempat Sehun duduk bersama Hyerin tadi. Tetapi aku tidak menemukan mereka, kemana ia?

“Hahahaha”

“Rasakan kau”

“kau tidak pantas sekolah ditempat ini..”

Syur!! Aku terkejut saat tiba-tiba Sehun datang lalu menumpahkan minuman yang ia bawa keatas kepala Suzy membuat Suzy berbalik dan berniat memarahi Sehun, tetapi suzy langsung terdiam kaku saat tahu itu adalah Sehun.

 

***

( Author Pov )

 

“Bae Suzy, aku dengar kau belum membayar uang sekolahmu selama 5 Bulan ini. Ah,, aku lupa.. bukankah perusahaan appamu sedang mengalami krisis” Ucap Sehun dengan nada tajam dan dengan cepat membuat wajah Suzy memucat.

Terdengar bisikan-bisikan para murid yang mengejek Suzy. Tubuh Suzy bergetar hebat..

“Kau tahu? Kau lebih menjijikkan dibandingkan Park Jiyeon” Ucap Sehun lalu menarik tangan Jiyeon pergi dari tempat itu. Jiyeon hanya dapat diam sambil menunduk..

Jiyeon sedikit terkejut saat Sehun tiba-tiba saja merangkul tubuhnya.. ini pertamakalinya sehun merangkulnya didepan banyak orang..

“Kau kedinginan”

“Yeoja itu benar-benar” Ucap Sehun lalu mengelus pelan pundak Jiyeon..

“Sebaiknya kita pulang..” Ucap Sehun..

Hyerin berdiri dengan tatapan kecewa sambil menatap bekalnya yang ditinggalkan begitu saja oleh Sehun. Hyerin menghela nafas kasar kemudian berbalik dan membuang makanan itu kedalam bak sampah..

 

***

Jiyeon keluar dari kamar mandinya dengan rambut basah dan tubuh polosnya yang hanya dilapisi handuknya. Ia menatap Sehun yang tengah berbaring diatas ranjang mereka sambil menutup matanya.

Jiyeon berjalan kearah lemari pakaiannya ..

Beberapa menit kemudian..

Jiyeon berjalan pelan kearah Sehun lalu membaringkan tubuhnya disamping Sehun dan tanpa ragu memeluk Sehun. Entah mengapa, ia tiba-tiba sangat ingin memeluk suaminya itu.

Sehun membuka matanya, tanpa ia sadari senyum kecil muncul dibibirnya. Perlahan tangan Sehun terangkat untuk memeluk Jiyeon. Ia mengelus lembut rambut basah Jiyeon..

“Bagaimana bisa Bae Suzy memperlakukan isteriku seperti itu? Ia benar-benar menyebalkan” Gumam Sehun memunculkan senyum kecil dibibir Jiyeon. Jiyeon sangat bahagia jika sehun bersikap lembut seperti itu padanya. Sehun benar-benar namja yang tidak dapat ditebak, kadang ia menjadi lembut dan kadang menjadi sangat menyeramkan untuk Jiyeon..

“Sehun-ah”

“Nde?”

“Mianhae, kemarin aku telah lancang melawanmu. Aku hanya berbohong saat aku mengatakan aku menyukai Hobae itu” Ucap Jiyeon

“Aku tahu” Jawab Sehun sambil tersenyum kecil..

 

***

( Sehun Pov )

 

Aku menatap wajah polos Jiyeon yang tertidur didalam pelukanku dengan amat tenang. Apakah aku bisa menyembunyikan kecantikannya selamanya..? Aku tahu bahwa aku terlalu berlebihan, aku sangat takut kehilangannya..

Apakah ini Cinta?

Apakah aku mencintainya?

Semua membuatku bingung, disisi lain aku merasa sangat mencintai dan menyayanginya dan disisi lainnya juga. Aku merasa tidak ingin mencintainya..Aku tidak percaya akan yang namanya cinta setelah kematian Hyungku beberapa tahun lalu karena seorang yeoja licik yang dengan tega meninggalkannya dan mencampakannya demi namja lain. Setelah kematian dari Hyung-ku Aku menjadi namja yang sangat suka bermain-main dengan yeoja dan aku tidak pernah serius dengan semua yeoja yang pernah ku kencani..

Setelah kehadiran Jiyeon dihidupku, aku tidak bisa melepaskan mataku darinya dan tubuhnya. Hanya Jiyeon yang dapat membuatku terangsang hanya karena menatap matanya dan mencium wangi tubuhnya atau bersentuhan dengannya. Jiyeon adalah yeoja yang memiliki pesona yang sangat besar dan aku menyadari hal itu saat pertama kali bertemu dengannya.

“Eomma” Tiba-tiba saja Jiyeon terisak membuatku langsung menatapnya. Ia menangis dengan mata tertutup. Apakah ia bermimpi?

“hikz..” Ia tiba-tiba saja menangis. Aku menghapus air matanya pelan lalu menatap wajahnya. Apakah ia sangat menderita? Apakah semua yang ku lakukan padanya salah? Apakah aku harus membalas kata cintanya? Tetapi bagaimana dengan Hyerin? Aku merasakan aku mempunyai perasaan khusus untuknya.. entah perasaan apa itu?

 

***

(JiyeonPov )

 

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah dengan langkah pelan. Aku datang bersama-sama sehun, tetapi saat sampai diparkiran sekolah. Hyerin muncul dan menarik sehun dan mengatakan ada hal yang ia ingin katakan pada Sehun. Aku tahu bahwa sekarang bukan saatnya untuk cemburu dan takut, tetapi aku benar-benar merasa terancam dengan adanya Hyerin .. aku rasa ia menyukai Sehun.

Aku memutuskan untuk berbalik lalu berlari menuju parkiran. Tetapi saat aku sampai diparkiran , langkahku terhenti dan jantungku terasa tertusuk beribu jarum tajam. Sekarang Sehun tengah memeluk Hyerin dalam keadaan membelakangiku.

“Aku menyukaimu Sehun-ah” isak Hyerin yang masih dapatku dengar..

“Aku juga menyukaimu..”

Kakiku terasa sangat lemah..

Dengan perlahan aku berbalik ..

Aku tidak sanggup, aku tidak sanggup dengan kesakitan yang kini kurasakan. Sehun menyukai Hyerin? Pantas saja ia tidak membalas perasaanku. Seharusnya aku sadar bahwa sejak awal sehun hanya menyukai tubuhku bukan diriku..

 

TBC

Bagaimana? Jika kalian gak suka :( Author gak bakal ngelanjutin FF abal-abal ini, Mianhae jika tidak sesuai dengan keinginan kalian :( RCL Nde!

[ TwoShoot ] Destiny [ 1 Of 2 ]


wpid-tara+jiyeon.png

 

 

Tittle : Destiny

Author : Margareta Isabela

Type : Two Shoot

Rating : -17

Genre : Sad, Romance, Friendship

 [ Main Cast : Park Ji Yeon , Choi Minho, Im Jaebum ]

[ Other Cast ] : All

 

—————————

 

Annyeong ^^ Author kembali dengan membawa Fanfiction terbaru XD Ide dalam fanfiction ini author dapatkan saat author sedang membaca sebuah Novel. Tetapi tidak semua cerita dari novel itu author ambil bahkan mungkin author cuman mengambil sifat tokoh dalam novel itu kekek :D

Yaudah dari pada banyak bicara , lebih baik langsung cusss.. ke FF

—————————-

 

( Author Pov )

 

 

“Choi Sajangnim .. bangunlah, kau ada rapat hari ini” Seorang yeoja dengan pakaian rapi berusaha membangunkan namja dihadapannya yang sedang tertidur pulas. Yeoja itu menatap yeoja yang tidur disamping namja itu. Yeoja berpakaian rapi bernama Park Jiyeon itu menghela nafas pelan melihat kelakuan boss nya yang semakin menjadi.

‘Ia merayu yeoja lagi?’ Batin Jiyeon sambil menggeleng pelan.

Minho membuka matanya pelan dengan wajah kesalnya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Jiyeon, Asisten sekaligus sekertarisnya sedang berdiri dihadapannya dengan setumpuk berkas. Minho mendengus kesal, seharusnya pagi harinya yang indah ia habiskan bersama yeoja yang ia rayu semalam hingga mau tidur bersamanya. Ya, walaupun Minho tidak sepenuhnya menyentuh yeoja itu. Ia membuat yeoja itu terangsang tetapi ia tidak pernah memasukkan miliknya pada yeoja manapun. Mungkin ia hanya mencium dan tidak lebih.

“Aish! Ji Yeon-ah, apakah kau tidak bisa pergi sendiri. Aku sangat lelah hari ini..” Minho menutup wajahnya menggunakan selimut. Jiyeon menghela nafas lagi lalu menatap yeoja yang tertidur disamping Minho dengan tatapan tidak suka. Yeoja itu langsung memungut baju-bajunya dan keluar dari Apartement Minho.

“Ya Park Ji Yeon! Kau mengusir yeojaku! Sampai kapan kau terus merecoki kebahagiaanku” Kesal Minho. Jiyeon hanya tersenyum kecil kemudian menarik tangan Minho untuk bangun. Jiyeon sudah mengenal Minho selama 6 Tahun sejak SMA. Saat SMA Minho adalah Sunbae jiyeon dan selama itu juga Ji Yeon menyukai Minho. Namja tampan itu membuatnya selalu terpesona sekaligus sakit hati.

***

“Pasangkan dasiku” Jiyeon meletakkan berkas ditangannya lalu berjalan kearah Minho. Ji Yeon dengan lincah memasangkan dasi untuk Minho. Minho adalah pengusaha Muda kaya raya yang manja dan juga Playboy dan Ji Yeon tidak habis pikir, bagaimana bisa ia menyukai namja itu.

“Bagaimana dengan mobilmu yang sebulan lalu aku belikan?” Tanya Minho , membuat Jiyeon langsung menatap namja itu.

“Mobil mahal itu masih bagus dan masih terparkir didepan rumahku bersebelahan dengan banyak mobil yang kau belikan untukku. Choi Sajangnim, sebaiknya kau tidak membuang uang-uangmu”

“Tetapi aku hanya ingin membelikanmu mobil baru, aku dengar ada mobil keluaran terbaru dan aku berniat membelikannya satu untukmu dan satu untukku”

“Sajangnim, kau lupa bahwa mobil yang baru kau belikan untukku sebulan yang lalu seharga 20  M itu masih dalam keadaan mulus”

“Aish! Arra, arra.. aku tidak akan membuang uang untuk hal yang tidak penting” ucap Minho dengan kesal.

***

Minho dan Ji Yeon memasukki ruang rapat. Minho yang selalu tidak serius menjadi serius jika sudah memasukki ruang rapat. Mungkin Minho menunjukkan sisi lain dari dirinya hanya pada Jiyeon. Minho yang dingin, Tegas dan Bijaksana ternyata hanyalah namja cerewet, pemaksa dan Playboy dihadapan Jiyeon. Kadang Ji Yeon bingung, bagaimana bisa namja itu mempunyai dua kepribadian berbeda.

Minho memulai rapat dan semua orang sangat menyukai apa yang di usulkan oleh Minho. Minho adalah namja yang sangat-sangat cerdas.

Ji Yeon tidak bisa melepaskan tatapan matanya pada namja itu, setiap detik terasa berharga bagi Jiyeon. Ia takut suatu saat, ia tidak akan lagi menjadi sekertaris Namja itu. Ya, Ji Yeon memutuskan untuk pergi Ke Jepang beberapa bulan lagi. Ia merasa, ia telah membuang-buang waktu dengan bersama Minho dan mengharapkan namja itu selama 6 Tahun.

Ji Yeon merasa bahwa ia harus sadar diri bahwa ia tidak akan mendapatkan Minho dan ia tidak yakin Minho akan berubah. Ji Yeon berharap dalam waktu beberapa bulan ini, Minho bisa menyukainya dan melarangnya pergi. Ji Yeon sudah berumur 23 Tahun saat ini dan seharusnya ia sudah akan menikah tetapi ia terlalu serius untuk menunggu seorang Choi Minho. Jadi Ji Yeon berjanji pada eomma dan appanya, jika dalam waktu 6 Bulan ia tidak bisa mendapatkan namja yang ia cintai, ia harus menerima perjodohan yang akan dibuat oleh orang tuanya.

***

“Menyebalkan! Untung saja aku cerdas” Minho melonggarkan dasinya dengan wajah kesal. Ji Yeon yang berjalan dibelakangnya tersenyum

“Wae?”

“Kau Lupa? Namja brengsek itu, Im Jaebum. Ia memojokkanku tadi. Ia kira ia siapa? Ia bahkan tidak lebih kaya dariku! Ia bahkan Playboy dan lebih parah dariku..” Gerutu Minho. Ji Yeon tertawa kecil dibelakangnya.

“Jeongmalyo? Padahal aku merasa bahwa kalian sama didalam urusan yeoja. Walaupun aku harus akui bahwa kau lebih kaya dibandingkan dirinya”

“Mwo! Kau mau ku pecat”

“Haha.. silahkan saja” Jiyeon terkekeh kecil sambil berjalan melalui Minho yang sudah mulai mengeluarkan kata-kata kesalnya.

“Aku tidak bercanda Park Ji Yeon” Ancam Minho dan membuat Ji Yeon tertawa dengan bertambah nyaring. Sudah hampir berpuluh-puluh kali ia mengancam Ji Yeon seperti itu dan ia tidak akan pernah bisa memecat Ji Yeon karena Ji Yeon adalah sekertaris paling bisa mengerti dan bisa menjaga rahasianya.

***

( Ji Yeon Pov )

 

Aku menatap namja didepanku dengan wajah datar. Im Jaebum, ialah namja yang akan di jodohkan denganku dan ia selalu berusaha mendekatiku. Aku merasa muak dengannya tetapi aku sadar bahwa seharusnya aku harus mendekatkan diri padanya karena aku sudah tidak percaya bahwa aku bisa mendapatkan Minho. Mungkin Jaebum bisa berubah karena ia menyukaiku.

Well, akhir-akhir ini ia memang membuktikan perkataannya bahwa ia akan berubah demiku dan ia akan menjadi tunangan yang baik untukku walaupun kami belum bertunangan. Jaebum sekarang sangat jarang bahkan tidak pernah terlihat bersama yeoja lagi dan ia bahkan setiap hari mengirimkan bunga mawar untukku. Seandainya saja minho bisa menyadari perasaanku.

“waktumu hanya tersisa 4 Bulan Nyonya, dan kau akan menjadi milikku jika kau tidak bisa mendapatkan namja yang kau maksud selama ini” Jaebum tersenyum dengan penuh kemenangan. Sebenarnya aku sudah mengenal Jaebum jauh sebelum aku mengenal Minho, bisa dibilang Jaebum adalah teman masa kecilku karena rumah kami bersebelahan saat di Jepang.

Ya, walaupun kami adalah warga korea kami menetap di Jepang karena urusan bisnis appa dan aku pindah ke Seoul untuk tinggal bersama Halmeoniku dan Halmeoniku meninggal 3 Tahun yang lalu karena penyakit yang ia derita.

***

Aku berjalan memasukki Apartement Minho. Namja ini benar-benar senang sekali membuatku menderita. Ia kira sekarang sudah jam berapa? Sekarang sudah hampir tengah malam dan ia mengambil waktu tidurku. Aku masuk dan menemukannya tengah duduk dengan yeoja-yeoja disamping kiri dan kanannya.

Hey! Apakah ia berniat membuatku menangis dan memamerkan yeoja-yeoja itu padaku..? Napeun Namja..

“Annyeong Sekertaris Park” Sapanya , aku hanya tersenyum kecut kemudian berjalan masuk.

“Wae?”

“Anniyo.. aku hanya perlu sedikit bantuanmu” Ucapnya. Aku sedikit menyerit bingung kemudian aku tahu apa yang ia maksud. Namja ini -_-

“Permisi nona-nona, sepertinya kalian harus pulang sekarang karena aku ingin membicarakan suatu hal dengan Namja chinguku” Ucapku , yeoja-yeoja itu saling menatap kemudian menghela nafas dan dengan kesal mereka keluar dari Apartement Minho.

“Yeoja-yeoja itu mengerikan. Yang benar saja? Mereka mengerubutiku dan menciumku” Celetuk Minho.

“Kau memanggilku tengah malam hanya karena ini? Aish!! Aku sudah pernah mengatakannya padamu Sajangnim bahwa jika kau ingin yeoja , kau harus memilih salah satu diantara mereka.”

“Aku bosan . Tidak ada dari mereka yang bisa membuatku betah” Aku mendengar helaan nafas Minho. Aku duduk disampingnya seperti biasa, walaupun ia bos ku aku sudah sangat dekat dengannya. Bahkan aku tidak takut untuk memarahinya. hehehe

“Mungkin jika suatu saat kau menikah dan mencintai seorang yeoja. Kau akan tahu bagaimana rasanya mempunyai seorang pasangan dan aku berani bertaruh bahwa kau tidak akan pernah merasa bosan” Celetukku tanpa berpikir.

“Jeongmalyo? Tetapi sayangnya aku tidak tertarik dengan yang namanya pernikahan. Aku lebih menyukai hubungan sebagai sepasang kekasih..”  Ucap Minho, ia lalu mengambil berkas ditanganku dan membukanya.

“Bagaimana jika kau mencintai seorang yeoja? Apakah kau tetap tidak ingin menikahinya?”Tanyaku dengan pelan. Perlahan Minho mengangkat wajahnya dan menatapku.

“Tergantung, kau tahu? Aku tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Sama sekali tidak pernah” Ucapnya. Aku hanya mengangguk. Tidak pernah jatuh cinta? Yang benar saja?

“Kau tidak akan bisa selamanya bermain dengan para yeoja Minho-ah. Kau harus mencari seorang yeoja yang akan menjadi yeoja yang selalu ada disampingmu. Apakah kau tidak pernah membayangkan , saat kau terbangun kau melihatnya disampingmu dengan senyum diwajahnya. Apakah kau tidak pernah membayangkan mempunyai anak-anak yang berlarian sambil memanggilmu appa?” Ada apa denganku? Mengapa aku malah tersulut emosi begini

“Aku ingin seperti itu, tetapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa menikah. Aku tidak ingin jika suatu saat aku memiliki seorang anak, aku tidak bisa membahagiakannya. Aku tidak ingin ia bernasib sama sepertiku. Aku tidak ingin ia merasa sendiri karena eomma dan appanya yang sibuk. Kau tahu bukan bagaimana kehidupanku, itu terlalu kelam” Aku menghela nafas mendengarkannya. Apakah aku tidak punya kesempatan lagi? Apakah aku tidak bisa membuat Minho mau menikahiku?

***

Hari ini aku dan Minho menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh Tuan Kim. Minho terlihat sangat tegas dan sangat serius jika ada pesta seperti ini, tidak seperti dirinya yang biasa ia tunjukkan didepanku.

Beberapa orang penting menyapa Minho dan Minho balik menyapanya. Hingga seorang yeoja muncul dengan gaun biru laut dengan bagian punggung yang terbuka berjalan dengan sangat anggun kearah kami. Yeoja itu bernama Kim Seung Ah , ia adalah anak dari Tuan Kim. Aku dengar ia adalah lulusan dari New York dan sekarang menjadi seorang desainer ternama.

Minho menatap Seung Ah dengan tatapan nakal. Jangan katakan ia berniat merayu seung ah? Namja ini benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak merayu yeoja. Ckck..

“Annyeong Minho Sajangnim”

“Haha.. kau tidak perlu berbicara se-formal itu padaku. Bukankah kita seumuran “ Minho terkekeh dan Seung Ah terlihat terdiam sambil menatap Minho dengan tatapan terpesona. Minho benar-benar mempunyai kharisma yang besar. Aku harus pergi dari sini, karena aku tahu bahwa ujung-ujungnya aku akan diacuhkan seperti yang terjadi sebelumnya.

Aku berjalan pergi dan menyapa beberapa pengusaha yang memang mengenalku karena aku adalah sekertaris Minho. Aku menghela nafas saat melihat Jaebum yang tengah tersenyum lebar sambil melambai kearahku dengan menampakan gigi putihnya. Huft, seharusnya aku tidak kemari. Namja itu mengapa juga harus hadir, ah aku lupa bahwa jaebum adalah pengusaha yang lumayan penting.

“Annyeong Sekertaris Park” Sapa Jaebum dengan senyum bodohnya. Aku hanya membalas senyumnya dengan terpaksa

“Annyeong Im Sajangnim” Jawabku dengan sopan.

“Maukah kau berdansa denganku?” Aku menatap sekelilingku dan benar saja, sekarang adalah pesta dansa dan aku tidak menemukan Minho ditempat ia berdiri tadi. Pasti ia sudah mengajak Seung Ah ketempat yang gelap lalu melancarkan aksinya.

Aku mengangguk pelan menerima permintaan Jaebum. Aku tidak tega melihat wajahnya yang menyedihkan itu. Perlahan aku mendekatkan tubuhku pada Jaebum dan ia tiba-tiba saja menarikku kedalam pelukannya dan aku dapat mendengar dengan jelas degup jantungnya.

“Kau sangat cantik Chagiya, dengan balutan baju putih yang mempesona” Minho yang membelikanku gaun ini walaupun harus ku akui bahwa Minho namja yang Yadong. Ia membelikanku Gaun yang terbuka dengan lebar dibagian punggung dan mungkin menampilkan punggung putihku. Tetapi aku rasa milik Seung Ah lebih terbuka dari milikku.

Alunan lagu terdengar sangat lembut membuatku terasa sangat rileks. Aku merasa melayang diatas udara dan aku menutup mataku. Jaebum masih memelukku dengan erat. Saat aku membuka mataku, wajah jaebum sudah berjarak beberapa senti dari wajahku hingga.

Seseorang menarik tanganku dan ternyata itu adalah Choi Minho! Hei, apa yang ia lakukan disini? Apakah ia tidak menyesal meninggalkan Seung Ah yang seksi itu sendiri..?

“Sekertaris Park, kau tahu? Aku sudah hampir 1 Jam memutar tempat ini mencarimu . ternyata kau disini bersama namja brengsek itu” Minho menarik tanganku menjauh dari Jaebum yang hanya diam sambil menatap Minho dengan tidak suka. Minho terus menarikku hingga kami sampai didalam mobilnya

“Bukankah bersama Seung Ah tadi? Aku hanya tidak ingin menganggumu melancarkan aksimu”

“Aku memang berniat merayunya tetapi aku langsung khawatir saat tidak menemukanmu dimanapun. Kau tahu bahwa banyak namja berhidung belang disana dan kau berdansa bersama salah satu dari mereka” Omel Minho. ada apa dengan namja ini?

“Memang kau bukan?”

“Tetapi tetap saja, aku tidak suka kau berdekatan dengan Jaebum ia bukan namja yang baik untukmu”

“Biarpun kau berkata begitu, aku pasti akan bersamanya” Aku menghela nafas

“Mwo! Jangan katakan kau berpacaran dengannya”

“Aku tidak berpacaran dengannya tetapi aku akan bertunangan dengannya. Eomma dan appaku akan menjodohkanku dengan Im Jaebum” Seketika Minho menekan rem secara mendadak membuatku hampir terlempar ke depan. Aku langsung menatap Minho yang juga terlihat menatapku.

“Kau bercanda?”

“Aku serius. Sebenarnya aku tidak menyukainya tetapi ia adalah pilihan terakhirku. Aku tidak mau menjadi seorang perawan tua” Ucapku dengan wajah lelah.  Aku menghela nafas pelan

“Apakah kau yakin dengan pilihanmu?” Minho bertanya dengan wajah yang serius.

“Tentu saja. Jika eomma dan appaku memilihnya, berarti ia adalah namja yang baik” Jawabku.

“Arra. Tetapi aku hanya ingin memberimu nasihat. Jaebum bukan namja yang baik untukmu”

“Kau sok Tahu”

***

Aku duduk disamping Minho sambil menatap layar Laptopku. Hari ini aku harus lembur menemaninya menyelesaikan beberapa proposal. Melelahkan sekali, tetapi aku sangat menyukai saat dimana aku bersama dengannya.

“Im Ji Yeon, bisa kah kau buatkan untukku Capuccino?”

“Mwo? Im Ji Yeon?”

“Nde wae? Bukankah kau sebentar lagi akan menjadi Isteri dari Im Jaebum. Haha, aku tidak menyangka bahwa kau akhirnya menikah setelah sekian lama tidak mempunyai pasangan” Aku menatapnya dengan kesal lalu bangkit berjalan menuju kearah dapur, ia masih tertawa dengan suara nyaring.

***

( Choi Minho Pov )

“Nde wae? Bukankah kau sebentar lagi akan menjadi Isteri dari Im Jaebum. Haha, aku tidak menyangka bahwa kau akhirnya menikah setelah sekian lama tidak mempunyai pasangan” Aku tertawa tetapi bukan tawa yang biasanya. Kali ini aku merasa memaksakan tawaku.

Mengapa terasa begitu berat memanggilnya dengan panggilan Im Ji Yeon. Tetapi Jiyeon lebih bagus jika dipanggil dengan sebutan Choi Ji Yeon. Apa yang aku pikirkan ! Haha, sepertinya aku mulai tidak waras. Tetapi ia memang lebih cocok jika menggunakan marga milikku. Tetapi aku tidak mungkin menikah dengan Ji Yeon, yang benar saja ! Haha.. Jiyeon sama sekali tidak memiliki body.. Tunggu.. Dia mempunyai body dan mengapa aku baru menyadarinya sekarang. Jiyeon sudah tumbuh menjadi wanita dewasa.

“Ini”

“Gomawo” ucapku saat ia meletakkan secangkir Cappucino didepanku. Ia mengikat rambutnya keatas dan menampakkan leher putih nya yang jenjang! Hey! Ada apa denganku!

“Apakah kau yakin?”

“Kau sudah menanyakannya dua kali Choi Min-“ Aku tidak menyadari bahwa sekarang wajahku dan wajahnya berdekatan hingga saat ia menoleh, otomatis bibir kami bersentuhan. Ia membelalak matanya. Aku ingin menjauhkan bibirku darinya tetapi hatiku tidak bisa bekerja sama dengan pikiranku.

Aku menahan tangan Jiyeon saat ia mencoba mendorongku. Bibirnya terlalu manis untuk dilewatkan. Aku dengan lembut melumat bibir merahnya, kemana saja aku? Bagaimana bisa aku melewatkan yeoja mempesona ini selama ini. Aku tidak pernah merasa menginginkan sesuatu selama ini dan sekarang aku sangat menginginkan Ji Yeon. Aku menginginkannya ditempat tidurku.

Aku ingin merasakan kulit lehernya yang jenjang dan juga aku ingin menciumi setiap inci tubuhnya. Aku menginginkan Ji Yeon.

Ciumanku berpindah ke Pipi lalu telinganya. Aku menggigit kecil pipinya dengan lembut lalu beralih ke telinganya dan ia mendesah. Hentikan desahanmu Ji Yeon, aku sudah tidak bisa mengendalikan diriku. Kau yeoja pertama yang membuatku merasa gila seperti ini dan aku rasa aku sudah tidak bisa berhenti.

“Ahh..” Jiyeon mendesah dengan sangat nyaring saat ciumanku turun ke leher putihnya. Oh Tuhan, aku tidak bisa berhenti.

Tanganku bergerak untuk membuka kancing bajunya. Dalam waktu kurang dari semenit, Ji Yeon sudah hampir naked. Aku menggendong tubuhnya kearah sofa lalu membaringkannya. Aku kembali menciumi lehernya dengan liar hingga..

Aku berhenti, tubuhku berhenti dengan sendirinya. Aku menatap wajah Ji Yeon yang sudah memerah. Apa yang ku lakukan pada Ji Yeon? Ji Yeon perlahan membuka matanya dan mata kami saling bertatapan

“Wae?”

“Mianhae Ji Yeon-ah, seharusnya aku tidak begini. Mianhae, aku hampir saja merusakmu” Aku dengan cepat bangkit lalu berjalan mengambil selimut dan menutupi tubuhnya. Ji Yeon menatapku dengan wajah yang kecewa.

“Jika hal ini terjadi , aku takut aku akan meninggalkanmu dan bukannya bertanggung jawab. Kau harus mencari namja yang lebih baik. Aku tahu kau menyukaiku selama ini tetapi aku tidak pantas untukmu dan aku masih tidak ingin menikah sampai kapanpun. Aku harap kau mengerti. Sebaiknya kau pergi dari Apartementku” Aku berbalik dan aku dapat mendengar isakkannya

“Kau mengetahui tentang perasaanku dan kau hanya diam? Mengapa kau tidak menolakku sejak awal!! Mengapa malah membuatku seperti orang bodoh yang menunggumu!” Jiyeon memasang bajunya sambil terisak. Aku hanya dapat diam sambil menunduk

“Mian”

“Hikz.. Aku membencimu Choi Minho!!” Ji Yeon menatapku dengan tatapan marah dan entah mengapa tatapannya membuat hatiku terasa tertusuk sesuatu. Apa yang terjadi padaku?

Sebelum ia keluar ia berhenti sejenak

“aku harap kau datang di acara pertunanganku Tuan Choi yang terhormat” Ji Yeon berlari pergi. Ada apa denganku? Mengapa aku merasa kacau? Bukankah aku sering melihat yeoja yang menangis didepanku karena aku tinggalkan. Mengapa aku merasa sakit sekarang?

***

( Author Pov )

Ji Yeon berjalan dengan langkah gontai kearah Apartementnya. Air mata terus menetes dari mata indahnya. Wajahnya terlihat sangat tidak bersemangat. Ji Yeon terjatuh sambil berlutut. Mengapa ia harus jatuh cinta pada Minho? namja yang tidak tahu arti cinta yang sesungguhnya? Mengapa ia harus sangat mencintai Minho? Ji Yeon terus menyalahkan takdir yang mempertemukan mereka hingga membuatnya jatuh cinta pada namja itu.

“Aku harus membencimu tetapi mengapa kata hatiku selalu bertolak belakang dengan apa yang ada dipikiranku. Pikiranku selalu memintaku untuk melupakanmu sedangkan kata hatiku selalu memintaku untuk mempertahankan cintaku” Isak Ji Yeon.

Ji Yeon menekan pasword Apartementnya dengan tangan lemah. Bahkan ia merasa tidak bertenaga saat ini. Ucapan Minho terus terngiang dikepalanya, ia tidak menyangka bahwa namja itu menyadari semuanya dan malah memutuskan untuk diam. Ji Yeon merasa benar-benar kecewa pada Minho , namja itu sudah membuatnya berharap lalu menjatuhkannya.

“Aku benci kau!”

***

“Jiyeon”

“Mian Sajangnim, aku harap kau tidak membahas masalah kemarin. Anggap hal itu tidak pernah ada dan aku akan berusaha melupakanmu” Ji Yeon menatap Minho dengan wajah datar kemudian ia tersenyum dengan terpaksa.

“Arra”

“Aku akan bersikap profesional sekarang jadi aku harap kau tidak mengingatkanku dengan kejadian semalam. Bersikap seperti biasanya akan lebih baik” Ucap Ji Yeon sambil membuka berkas-berkasnya lalu memberikannya pada Minho

“Hari ini kau ada rapat dengan beberapa pemegang saham”

“Arra”

“Baiklah, rapat akan dimulai 2 Jam lagi. Apakah kau ingin atau makan sesuatu Sajangnim” Tanya Ji Yeon. Minho menggeleng pelan.

“Arraseo. Kalau begitu aku kembali ke ruanganku” Ji Yeon berlalu dari hadapan Minho dan Minho langsung menghela nafas pelan. Ia mengacak rambutnya dengan frustasi, ia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi padanya? Mengapa ia merasa kehilangan Ji Yeon? Bukankah Ji Yeon sama seperti yeoja lainnya? Yeoja yang menyukainya? Anni, Ji Yeon berbeda. Ji Yeon mempunyai sebuah tempat khusus dihatinya dan Minho tidak menyadari itu.

Ji Yeon adalah yeoja yang selalu menemaninya saat ia sedih beberapa tahun belakangan ini. Ya walaupun kadang ia menghabiskan waktunya dengan bermain dengan para yeoja. Tetapi Minho benar-benar tidak mengerti, bagaimana Ji Yeon bisa tahan melihatnya dikelilingi para yeoja? Seharusnya yeoja itu marah, tetapi Ji Yeon hanya diam dan tersenyum.

***

Minho menatap Ji Yeon dengan tatapan penuh arti. Ji Yeon menyadari bahwa Minho tengah menatapnya tetapi ia memutuskan untuk tetap diam. Saat ini mereka sedang berada disebuah restaurant untuk makan malam.

Tiba-tiba pandangan mereka teralih pada dua orang yeoja dan satu namja yang duduk tepat di meja yang berada dibelakang meja mereka.

“Lihatlah namja itu dan lihatlah yeoja yang sedang hamil itu. Sepertinya namja itu adalah suami dari ibu hamil itu tetapi mengapa namja itu malah memeluk yeoja yang berambut blonde itu? Dan lihat wajah ibu hamil itu terlihat sedih tetapi mengapa ia malah tersenyum” Minho mengoceh mengomentari dua yeoja dan satu namja itu. Jiyeon menghela nafas kemudian menatap Minho

“Kau ini. Itu lah yang namanya Cinta. Walaupun ia sakit, ia akan bahagia jika melihat namja yang ia cintai bahagia walaupun itu membuatnya sangat sakit” Ucap Ji Yeon dengan bijaknya.

“Tetapi namja itu sudah kurang hajar. Bagaimana bisa ia tidak peka dengan perasaan Isterinya? Napeun namja”

“Hehehe, ternyata kau bisa perduli pada orang?”

“Tentu saja”

“Begitu juga aku..”

“Nde?”

“Karena aku mencintaimu, aku akan tersenyum walaupun aku merasa sangat sakit saat melihatmu menciumi yeoja-yeoja itu dan saat aku mendengar desahan mereka dikamarmu” Celetuk Ji Yeon dengan nada santai. Minho hanya dapat diam lalu berdehem kecil.

“Walaupun aku merasa marah padamu. Aku masih menyimpan perasaan itu Minho-ah. Aku masih menunggumu karena manusia hidup berpasangan. Aku akan menerimamu apa adanya. Aku akan melupakan masa lalumu”

“Tetapi aku tidak ingin menikah. Kau tahu itu Ji Yeon-ah, aku minta maaf tetapi aku tidak bisa membalas perasaanmu” Ji Yeon menunduk dengan sedih kemudian menatap Minho dengan air mata yang sudah hampir keluar.

“Arra, aku tahu. Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa aku akan menunggumu “ Ji Yeon tersenyum dengan air mata yang sudah menetes. Minho hanya diam dan memandang Ji Yeon tanpa ekspresi.

***

“Apa yang kau lakukan diruanganku Im Jaebum” Minho menatap namja didepannya dengan wajah tidak berteman dan tatapan tajam.

“Anniyo. Aku hanya ingin meminta ijin padamu untuk membawa Ji Yeon pergi. Aku ingin mengajaknya untuk memilih cincin pertunangan kami. Ah, aku benar-benar tidak menyangka Ji Yeon akan bertunangan denganku. Untung saja namja bodoh yang disukai oleh Ji Yeon, menolaknya. Jika namja itu menerima cinta Ji Yeon, pasti Ji Yeon aka menolakku” Jaebum terkekeh dengan wajah bahagia

“Sepertinya kau benar-benar mencintai sekertaris Park” Sindir Minho dengan wajah yang masih datar dan dingin

“Nde, awalnya aku hanya menyukai kecantikannya. Tetapi aku sadar, aku telah jatuh cinta bukan hanya pada kecantikannya tetapi pada hatinya. Ia adalah sosok eomma dan isteri yang baik dan aku rasa aku akan menyesal jika menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku berubah karena Jiyeon. Ia membuatku hanya terfokus padanya dan cinta mengubahku menjadi namja yang lebih baik” Jaebum tersenyum dengan amat bahagia

“Arra. Bawa dia pergi”

“2 Bulan lagi pesta pertunangan kami dan aku hanya ingin memberitahukan sejak awal untukmu. Ji Yeon akan berhenti menjadi sekertarismu jika ia sudah bertunangan denganku. Aku dan Ji Yeon akan menetap di Jepang dan aku berencana membangun sebuah Villa dipegunungan dan kami akan hidup bersama “

“Kau berhayal terlalu tinggi”

“Itu bukan hayalan Choi Minho. Aku akan mempunyai anak dengan Ji yeon dan kami akan bahagia bersama. Baiklah, kalau begitu aku akan membawa Ji Yeon pergi. Gomawo” Jaebum keluar dari ruangan Minho. Minho menggenggam pulpen nya dengan sangat keras. Hingga terdengar bunyi patahan, darah segar keluar dari tangannya.

“Arghhh” Minho berteriak dengan frustasi.

***

“ Choi Sajangnim bukankan itu sekertaris Park?” Celetuk salah satu karyawan pada Minho saat Minho membawa para karyawan dikantornya untuk makan bersama. Minho dengan cepat menoleh dan benar saja, Ji Yeon terlihat tersenyum kearah namja didepannya, im jaebum.

“Apakah mereka berkencan?”

“Sepertinya mereka memang berkencan”

“Sekertaris Park benar-benar beruntung”

“Ia selalu dekat dengan para namja tampan” terdengar celetukkan para Karyawan yeoja. Minho memalingkan wajahnya . Para karyawan mengikuti langkah Minho menuju meja yang memanjang yang memang sudah dipesan oleh Minho.

Selama makan malam, Minho tidak bisa melepaskan tatapannya dari Jaebum dan Ji Yeon. Jaebum dan Ji Yeon terlihat serius membicarakan sesuatu dan kemudian Ji Yeon tertawa. Minho menatap garpu ditangannya dengan kesal

‘Ada apa denganku! Bukankah aku tidak menyukainya? Tetapi mengapa sekarang aku merasa tidak suka? Aish! Jeongmal!!’ Batin Minho sambil menghela nafas. Beberapa karyawan melihat wajah Minho yang tidak bersemangat hanya bisa saling menatap.

***

( Ji Yeon Pov )

“Tetaplah bersama Minho, kau menyukainya bukan?” Aku menatap Jaebum dengan wajah terkejut. Ia mengetahuinya?

“Jaebum-ah Mianhae”

“Nan Gwenchana. Aku akan membantu mu, aku rasa namja itu menyukaimu. Hanya saja ia terus menolak perasaannya. Aku rela, walaupun aku harus tersakiti. Aku rela, demi kebaikan dan kebahagiaanmu. Karena aku mencintaimu , aku ingin kau bahagia” Jaebum menatapku dengan air mata yang hampir terjatuh

“Kau namja yang baik. Mianhae aku tidak bisa membalas perasaanmu. Mianhae Jaebum-ah” Aku menatap Jaebum dengan wajah menyesal.

Jaebum menggenggam tanganku dengan lembut lalu menciumnya.

“Aku harap aku mendapatkan yeoja seperti dirimu”

Jaebum mengelus tanganku dan aku tersenyum padanya. Tetapi tiba-tiba mataku bertemu dengan mata seseorang yang tengah menatap kami dengan sangat tajam.

Sedang apa Minho disini? Bersama para karyawan? Ah, aku lupa. Kemarin Minho memang berencana membawa para karyawan untuk makan malam bersama sebagai ucapan terimakasih.

“Minho disini” Bisikku pada Jaebum. Jaebum mengikuti arah pandanganku lalu ia tersenyum.

“Kau lihat? Ia bahkan menatap kita tajam. Tenang saja Ji Yeon-ah, dalam waktu 2 Bulan ia akan berlutut melamarmu” Jaebum tersenyum padaku dengan senyuman tulus. Aku mengangguk dengan bahagia

TBC

Know Yourself : Why? [ Part 1 ]


1391659_630781880340107_6223247633956075140_n

Tittle : Know Yourself

Author : margaretaisabela

Type : Chaptered

Rating : -16

Genre : Romance , Marriage, School

 

[ Main Cast : Park Ji Yeon, Oh Sehun ]

[ Other Cast : ALL]

 

—————–

 Ini Fanfiction terbaru author dengan cast namja Sehun Exo :D Author lagi Love-love ama sehun jadi buat FF ini deh :D Kalau banyak yang menyambut  baik ini FF. Pasti bakal author post part selanjutnya dengan cepat. O iya disini ada perubahan umur nde ^^

—————-

 

 

( Author Pov )

 

Terdengar kicauan burung bernyanyi dengan indah, membangunkan seorang yeoja cantik dari tidur lelapnya. Ia membuka matanya perlahan lalu menatap sekelilingnya dan bangkit dari tidurnya sambil mengucek matanya.

“Hoam..” Jiyeon melirik tempat disampingnya

‘Ia sudah bangun?’ batin Jiyeon lalu mengikat rambutnya ke atas.

Ia bangkit berdiri dan berjalan kearah kamar mandi dengan langkah santai. Wajah cantiknya terlihat sangat bersinar kala ia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian rapi.

Ia menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan..

Ia berjalan kearah kaca yang berada tidak jauh darinya lalu menutup matanya pelan kemudian membukanya.

Dalam hitungan menit, ia menjadi seorang yeoja kutu buku dengan kacamata burung hantunya dan kepang dua. Jiyeon yang cantik , kini menjadi yeoja buruk rupa..

“Huft”

 

***

Jiyeon turun dengan langkah pelan dan menemukan seorang namja tampan dengan tubuh tinggi dan kulit putihnya tengah berdiri sambil menatapnya. Namja itu Oh Sehun, suaminya..

Mereka menikah beberapa bulan lalu karena perjodohan , anni lebih tepatnya appa Jiyeon dengan teganya menjual Jiyeon pada keluarga Oh. Jiyeon adalah anak yang sangat penurut, jadi ia menerima apa yang appanya lakukan , walaupun hatinya sangat kecewa menerima kenyataan bahwa appanya sangat-sangat kejam dengan menjualnya.

Sampai saat ini, Jiyeon belum pernah melihat rupa eommanya. Jiyeon pernah bertanya siapa eommanya, tetapi dengan tegas appanya menjawab bahwa Jiyeon tidak perlu mengetahuinya dan appa Jiyeon mengatakan bahwa eomma Jiyeon hanyalah seorang yeoja yang tidak punya malu dan juga sangat kejam. Tetapi Jiyeon tidak pernah percaya dengan ucapan appanya, karena dari dalam lubuk hatinya.. ia yakin bahwa eommanya adalah yeoja yang baik .. walaupun ia tidak pernah melihatnya..

 

***

“ Bawa tasku” Perintah Sehun dengan dinginnya sambil melemparkan tasnya pada Jiyeon yang berjalan dibelakangnya layaknya seorang pembantu.

Jiyeon dengan cepat menuruti perintah Sehun. Beberapa yeoja yang melewati mereka terlihat memandang Jiyeon dengan tatapan tidak suka. Mereka sangat tidak menyukai Jiyeon yang selalu ada didekat Sehun.

Sehun dan Jiyeon bersekolah ditempat yang sama, yaitu Kirin Art School. Sekolah Internasional yang sangat terkenal dengan kepintaran dan kecerdasan murid-muridnya. Appa Sehun adalah pemilik dari sekolah Kirint Art School..

Sehun sangat ditakuti disekolah itu, selain ia adalah anak dari pemilik sekolah, sehun sangat jago Taewondo. Ia tidak segan-segan menghajar siapapun yang membuatnya merasa marah..

 

***

“Aigoo namja itu, bagaimana bisa ia memperlakukan isterinya seperti ini. Kau juga! Kau terlalu bodoh menuruti peraturannya. Bagaimana bisa ia memintamu berdandan seperti seorang yeoja cupu? Aku benar-benar tidak habis pikir dengannya” Celetuk seorang yeoja cantik sambil mengomeli Jiyeon dengan gaya khasnya. Jiyeon hanya dapat tersenyum pada Jieun.. sahabat dekatnya.

Jiyeon dan Jieun bersahabat sejak kecil, jadi Jieun sangat tahu bagaimana kehidupan Jiyeon dan juga tentang pernikahan Jiyeon dan sehun.

“kau tahu sendiri bukan? Appa telah menjualku dan itu berarti, aku dengan sepenuhnya milik mereka. Walaupun Sehun membunuhku, itu hak miliknya.. sekarang aku adalah milik sehun dan aku tidak bisa menolak peraturannya.. aku tidak akan bisa mengembalikan uang yang telah diambil oleh appa yang entah pergi kemana sekarang” Gumam Jiyeon pelan sambil berusaha tersenyum.

“Apakah kau merasa bahagia denga pernikahanmu? “

“Nde, walaupun aku merasa menderita dengan sikapnya. Aku merasa aman didekatnya dan aku merasa hangat didekatnya. Setidaknya sehun tidak menyiksaku seperti appa menyiksaku..”

 

***

 

Jiyeon berjalan dengan langkah cepat kearah Cafe sekolah. Baru saja Sehun menghubunginya dengan suara yang terdengar murka. Jiyeon lupa memberitahukan pada sehun bahwa ia dan Jieun ditugaskan untuk menyusun buku diperpustakaan. Sesampai di Cafe sekolah, Jiyeon menemukan Sehun tengah duduk disebuah kursi ditemani oleh beberapa namja yang tidak lain adalah teman yang cukup dekat dengan sehun.

“Mianhae , aku-“

“Cukup!.. “ Sehun pergi begitu saja sebelum mendengar penjelasan Jiyeon. Jiyeon menatap kepergian Sehun dengan wajah sedih..

‘Ia pasti akan sangat murka dan mungkin akan menghukumku setelah pulang nanti’ batin Jiyeon sedikit takut. Karena menurutnya, jika sehun sedang murka.. sehun terlihat lebih menakutkan dari appanya.

 

***

Bruk! Sehun mendorong tubuh Jiyeon hingga Jiyeon terhempas keatas ranjang King Size mereka. Jiyeon meneguk liurnya dengan susah payah saat sehun merangkak naik keatas tubuhnya lalu menindihnya.

“Sudah berapa kali aku mengatakan padamu untuk tidak berdekatan dengan namja-namja yang ada disekolah! Kau tahu bukan? Apa yang sudah menjadi milikku , tidak akan pernah pergi dariku. Begitu juga kau.. sekarang kau adalah milikku dan kau tidak bisa mengubah hal itu” Ucap Sehun dengan nada yang terdengar sangat menyeramkan ditelinga Jiyeon.

“A..aku tidak pernah berdekatan dengan namja disekolah.. bukankah kau tahu ? Bahwa aku selalu berada didekatmu saat disekolah? Jadi tid-“

“Diam!”

“Kau kira aku bodoh? Apa yang kau lakukan bersama Lee Joon? Ia mengacak rambutmu dan kau membiarkannya” Geram sehun. Jiyeon menghela nafas, ternyata hanya karena masalah spele.

“Ayolah.. Lee Joon memang  begitu, ia adalah namja yang ramah pada semua orang.. aku dan lee joon tidak mempunyai hubungan khusus, kau seharusnya mendengar penjelasanku dulu” Ucap Jiyeon mencoba memberanikan diri untuk menasehati Sehun.

“Jadi sekarang kau membelanya? Jangan-jangan kau menyukainya!! Cih, namja itu.. aku akan memberi perhitungan padanya!!” Sehun bangkit hendak mengambil ponselnya. Melihat hal itu, dengan cepat Jiyeon menarik lengan sehun.. membuat namja itu kembali menghimpitnya.

Cup! Jiyeon terkejut dengan apa yang ia lakukan. Ini adalah pertama kalinya ia mencium Sehun lebih dahulu..

‘Apa yang ku lakukan? Aish! Aku harus mengalihkan perhatian Sehun.. aku tidak ingin hanya karena kesalah pahaman ini.. lee joon yang malang akan berhadapan dengan sehun’ Batin Jiyeon yang masih mengalungkan tangannya dileher Sehun.

“ahh..” Terdengar desahan Jiyeon saat tangan Sehun dengan nakalnya masuk kedalam rok sekolahnya.

“Sehun-ah..”Panggil Jiyeon dengan suara desahannya. Ciuman Sehun turun ke leher jenjang milik Jiyeon.

 

***

( Jiyeon Pov )

 

Aku menutup mataku setelah melalui aktifitas yang melelahkan. Untung saja Sehun tidak mengeluarkannya didalam..

Aku merasakan, tangan kekarnya membelai punggungku lembut lalu menciumnya membuatku sedikit mendesah.

“Sehun-ah, kau tidak lelah” Tanyaku pelan

“Aku tidak pernah lelah untuk menciummu.. “jawabnya dengan suara pelan.

Aku tersenyum mendengarnya. Walaupun aku tidak tahu bagaimana perasaannya padaku, dengan berada didekatnya .. membuatku merasa sangat nyaman..

“ Kau lelah eum? Kajja , tidurlah” Ucapnya lembut. Aku membalikkan tubuhku yang hanya tertutup selimut lalu memeluk tubuhnya dengan erat. Walaupun Sehun suka seenaknya dan terlihat sangat suka menyiksaku.. ia mempunyai sisi lembut yang hanya muncul kadang-kadang.

Aku mencintainya~

***

Aku menatap nilai ulangan Matematika ku dengan wajah masam. Untuk kesekian kalinya aku mendapatkan nilai merah..

Apa yang harus ku lakukan? Apa aku mencari tutor saja? Aish.. tetapi percuma.. sehun tidak akan mengijinkannya. Atau.. anni.. itu tidak mungkin. Sehun tidak akan mau mengajariku, tetapi bukankah ia sangat cerdas? Apa salahnya aku mencoba meminta  padanya.

Saat Lonceng istirahat berbunyi, aku berjalan kearah kelas Sehun dan menemukannya yang tengah berdiri didepan kelasnya menungguku. Setelah melihatku, ia berjalan kearah kantin dan dengan cepat aku mengekor dibelakangnya.

Kami duduk disalah satu meja yang ada dikantin itu. Aku duduk disampingnya dan itu membuatku selalu mendapatkan tatapan membunuh dari yeoja-yeoja penggemar Sehun.

Aku berdiri untuk memesan makanan untuk sehun.

Perhatianku mengarah pada sebuah minuman. Minuman itu dinamakan Minuman Cinta, minuman yang sangat sering dibeli oleh pasangan kekasih disekolah ini. sudah lama aku ingin merasakan rasanya. Tetapi percuma saja, minuman itu hanya dapat dibeli oleh sepasang kekasih. Jika aku membelinya untuk diriku sendiri, itu bisa membuatku ditertawakan dan dipermalukan.

Setelah selesai memesan makanan, aku kembali berjalan kearah meja tempat sehun berada..

 

***

‘Jiyeon-ah, bukankah hari ini adalah hari libur? Bagaimana kalau kita pergi ke Mall.. ‘ Aku membaca pesan singkat dari Jieun dengan ragu. Aku ingin sekali pergi ke Mall, tetapi Sehun tidak akan mau mengijinkanku.

Tetapi , aku juga tidak sanggup terus berada dirumah. Aku juga  butuh hiburan untuk menghilangkan rasa bosanku.  Apa sebaiknya aku mencoba untuk bertanya.. siapa tahu ia mau mengijinkanku pergi.

Dengan langkah pelan aku berjalan kearah ruang tamu dan menemukan Sehun sedang menonton televisi dengan wajah datarnya. Sepertinya Sehun tidak mempunyai ekspresi lain , selain wajah datarnya itu.

“S..Sehun-ah”Panggilku gugup

“wae?” Tanyanya dingin

“Apakah boleh.. aku.. aku pergi bersama Jieun? Ia mengajakku untuk pergi ke Mall” Ucapku dengan ragu. Aku mendengar Sehun menghela nafas. Apakah ia akan melarangku?

“Aku melarangmu.” Ucapnya singkat tanpa menatap kearahku. Aku hanya dapat mengangguk , biar bagaimana pun aku tidak bisa menolak ucapan Sehun. Aku berjalan kearah kamarku dengan langkah pelan sambil menghela nafas sedih.

 

***

( Author Pov )

 

Seperti hari-hari biasa, Jiyeon berjalan dibelakang sehun sambil membawa setumpuk buku serta tas milik sehun. Mereka berjalan melewati koridor , beberapa yeoja terlihat menatap sehun dengan tatapan terpesona dengan ketampanan sehun.

Sehun berjalan tanpa memperdulikan Jiyeon yang terlihat sangat kesusahan membawa buku-buku miliknya. Jiyeon menghela nafas pelan.

Bruk..brak.. bruk..

Tanpa sengaja, kaki Jiyeon tersandung sesuatu membuat keseimbangannya menghilang dan pantatnya dengan keras membentur lantai. Semua mata menatapnya dengan tatapan mengejek dan sebagian tertawa melihat tingkah konyol Jiyeon

Jiyeon memperbaiki letak kacamatanya lalu kembali memungut buku-buku itu, sedangkan Sehun hanya diam sambil menatap Jiyeon dengan pandangan datar. Akhirnya, Sehun ikut berjongkok memungut buku-buku itu.

 

 

***

 

Jiyeon berjalan masuk ke Apartement Mewah yang ia tinggali bersama Sehun. Jiyeon mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

‘Sepertinya ia sedang mandi’ Gumam Jiyeon lalu membawa masuk satu kantong plastik besar berisi bahan makanan. Jiyeon melepaskan kacamatanya , lalu mengikat rambutnya keatas.

Jiyeon berjalan kearah dapur dan mulai menyiapkan alat-alat memasak..

‘Hari ini aku harus berbicara padanya, semoga saja Sehun mau mengajariku” Batin Jiyeon penuh harap. Jiyeon mulai memotong beberapa sayuran lalu bersenandung dengan riang.

Grep..

Sebuah lengan kekar melingkar diperut Jiyeon, Jiyeon sedikit terkejut.. Tetapi kemudian , senyum muncul dari bibir manisnya. Jiyeon sedikit mendesah geli saat merasakan bibir Sehun mengenai lehernya.

“Sehun-ah”

“Hm..”

“Bukankah kau siswa yang cerdas?”Tanya Jiyeon dengan suara yang sedikit takut.

“Ne Wae?”

“Begini, aku mendapatkan nilai rendah dibeberapa mata pelajaran dan Kim Songsaengnim memintaku mencari tutor.. hmm kau mau menjadi tutorku?” Tanya Jiyeon

“hmm.. Arraseo.. tetapi aku meminta imbalan dari itu semua” Ucap Sehun yang masih menciumi leher Jiyeon.

“Apa itu?”

“Aku ingin bibir manismu” Ucap Sehun lalu membalikkan tubuh Jiyeon. Cup! Dalam hitungan detik, bibir mereka sudah menyatu. Sehun dengan lembutnya melumat bibir Jiyeon.

***

( Jiyeon Pov )

 

“Saranghae”

Sehun hanya diam tanpa menjawab, perlahan pelukannya dipinggangku mulai melonggar. Aku menatapnya dengan tatapan terluka, apakah ia tidak menyukaiku?

“Lanjutkan masakmu” Ucapnya mengalihkan pembicaraan lalu berjalan pergi. Aku menatapnya dengan tatapan pilu. Seharusnya aku sadar, aku hanya tempat pelampiasan nafsunya, ia tidak pernah menyukaiku. Seharusnya aku tidak terlalu berharap ia membalas perasaanku.

Aku mencoba tersenyum ditengah kesakitan yang kurasakan..

 

***

Aku berjalan melewati koridor sekolah dengan langkah pelan. Pagi ini, Sehun tiba-tiba saja pergi lebih dulu tanpa menungguku. Tidak biasanya ia meninggalkanku begitu saja, apa mungkin ia marah padaku karena aku mengucapkan ‘Saranghae’ padanya kemarin?

Langkahku terhenti saat aku melihat banyak siswa yang mengerumbungi ruang musik. Karena penasaran, aku juga ikut melihat. Disana, terlihat seorang yeoja tengah menari dengan sangat lincah.. tubuhnya sangat-sangat gemulai dan ia terlihat sangat mengagumkan.

Sepertinya ia murid baru, aku tidak pernah melihatnya sebelumnya.

“Ia sangat cantik”

“Lihat tubuhnya sangat lentur”

“Aku dengar ia bernama Kim Hyerin”

Aku mendengar beberapa pembicaraan Murid-murid. Jadi yeoja cantik itu bernama Kim Hyerin.

Aku memutuskan untuk pergi dari depan ruangan itu, aku harus segera sampai dikelas untuk mengerjakan PR-ku. Sesampai dikelas aku mendengar beberapa pembicaraan yang menyangkut Kim Hyerin.. sepertinya sangat banyak orang yang menyukainya.

 

***

( Sehun Pov )

 

Aku berjalan kearah ruangan Jiyeon, bel pulang sekolah sudah berbunyi dan berarti sebentar lagi ia akan keluar. Benar saja, sekarang aku dapat melihat Jiyeon yang berjalan bersama Jieun.

Aku berjalan kearahnya dengan wajah dingin..

“Sehun-ah”

“Kajja, eomma ingin bertemu denganmu”

“Ne?”

“Tadi eomma menghubungiku.. “ Ucapku dengan nada dingin. Jiyeon terlihat mengangguk.

“Jieun-ah, aku pulang lebih dulu ne.. Mianhae”

“Arraseo, gwenchana”

Aku berjalan lebih dahulu sedangkan Jiyeon berjalan dibelakangku, seperti biasanya.

Sesampai dimobil tidak ada pembicaraan diantara kami, lagi pula aku sedang tidak tertarik berbicara dengannya. Entah kenapa..

Jiyeon terlihat melepaskan kacamatanya dan kepang dirambutnya.

Sebenarnya Jiyeon bukanlah yeoja kutu buku. Saat eomma mengenalkannya padaku, ia terlihat sangat cantik dengan rambut cokelat yang tergerai indah serta mata yang terlihat sangat cantik. Saat ia menjadi Isteriku dan akan pindah ke sekolah yang sama denganku, aku memintanya untuk merubah penampilannya. Entah mengapa, aku tidak menyukai tatapan namja-namja saat melihatnya, namja-namja itu melihatnya dengan tatapan ingin memilikinya dan itu membuatku merasa hal yang tidak bisa kujelaskan sampai saat ini, karena aku juga tidak tahu mengapa.

 

***

Eomma menyambut kedatanganku dan Jiyeon dengan senyum merekah. Eomma terlihat sangat bahagia dengan kehadiran Jiyeon..

“Kajja masuklah” Ucap eomma sambil menarik tangan Jiyeon lembut.

Kami duduk disalah satu kursi yang ada diruang keluarga rumah besar ini. Eomma dan Jiyeon terlihat berbincang-bincang kecil sedangkan aku hanya dapat diam sambil membalas pesan-pesan dari beberapa yeoja yang menyukaiku.

“Sehun-ah”

“Nde eomma “Jawabku masih fokus dengan ponselku

“Bagaimana jika kau dan Jiyeon tinggal disini” Aku langsung mengalihkan pandanganku pada eomma

“Mwo? Wae?”

“eomma merasa kesepian dirumah besar ini, kau tahu sendiri bukan? Appamu sering pulang malam dan bahkan pergi keluar negeri. Apakah kau tidak kasihan pada eommamu ini” Ucap eomma sambil mengeluarkan Aegyo-nya? Jeongmal? Eomma benar-benar lupa umur -_-“

Jiyeon terlihat tersenyum geli..

“Tapi eomma-“

“Aish ,, oh sehun .. bagaimana bisa kau menolak permintaan eomma .. kau mau menjadi anak yang durhaka” Ucap eomma dengan nada yang mengancam membuatku menghela nafas kesal. Eomma benar-benar keras kepala..

“Arraseo..arraseo” Jawabku dengan nada malas. Eomma terlihat tersenyum dengan amat lebar lalu memeluk Jiyeon. Bagaimana bisa appa menyukai yeoja Hiperaktif seperti eomma -_-“

 

***

-Malam

Aku berbaring disamping Jiyeon yang terlihat menatap atap kamar dengan pandangan kosong.

“Kau tahu?”

“Ne?”Ucapku dengan nada bingung

“Impianku saat ini adalah bertemu dengan eomma.. aku ingin menghabiskan waktuku bersama eomma. Memeluk eomma, lalu tidur dipangkuan eomma.. aku menginginkan itu semua..” Ucapnya dengan suara lemah.

Aku hanya dapat menghela nafas, apakah ia berencana lepas dariku dengan berkata seperti itu? Apakah ia kira aku akan melepaskannya begitu saja? Apa yang sudah menjadi milikku akan tetap milikku..

“Sehun-ah”

“Bolehkan aku pergi untuk mencari eomma?”Tanyanya

“Tidak” Jawabku dengan nada tegas.

“Waeyo?” Jiyeon terdengar bergetar, apakah ia ingin menangis? Aku hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya.

“Bukankah kau juga tidak mencintaiku? Bukankah kau hanya menyukai tubuhku? Jadi apa alasanku untuk bersamamu? Uang? Aku berjanji, setelah aku bertemu dengan eomma dan mendapatkan pekerjaan, aku akan membayar uang yang appa ambil”

 

***

( Author Pov )

 

“Bukankah kau juga tidak mencintaiku? Bukankah kau hanya menyukai tubuhku? Jadi apa alasanku untuk bersamamu? Uang? Aku berjanji, setelah aku bertemu dengan eomma dan mendapatkan pekerjaan, aku akan membayar uang yang appa ambil” Ucap jiyeon mengeluarkan semua isi hatinya.

Sehun yang mendengar ucapan Jiyeon langsung mencengkram keras bahu Jiyeon. Membuat Jiyeon meringis kesakitan..

“Kau sudah keterlaluan Park Jiyeon!! Berapapun uang yang kau beri untuk terbebas dariku! Itu tidak akan cukup!!  Kau sudah menjadi isteriku dan selamanya akan tetap seperti itu.. “ Ucap Sehun dengan bentakannya. Jiyeon menatap Sehun dengan tatapan ketakutan tetapi ia mencoba menghilangkan rasa takutnya.

“Apakah kau mencintaiku” Ucap Jiyeon yang mulai terisak. Sehun menatap Jiyeon lama .. hingga..

“Aku tak tahu” Jiyeon tersenyum pahit mendengarnya. Jiyeon menutup matanya mencoba menahan tangisnya. Sedangkan Sehun menutup matanya.

“Berikan aku waktu” Ucap Sehun membuat Jiyeon terdiam sejenak.. Sehun bangkit lalu berjalan keluar dari kamar yang ia tempati bersama Jiyeon.

 

***

Keesokan paginya..

Tidak ada pembicaraan diantara Jiyeon dan Sehun. Sehun terlihat fokus menyetir, sedangkan Jiyeon fokus dengan bukunya. Hingga..

“ Kapan?” Tanya Sehun tiba-tiba

“Nde?”

“Bukankah kau memintaku untuk menjadi tutormu? Kapan kau ingin mulai belajar?”Tanya Sehun dingin (?)

“Malam ini? Apakah kau bisa”

“Arraseo..” Jawab Sehun singkat. Jiyeon hanya dapat tersenyum kecil dengan wajah kecut.

 

***

Sehun memasuki kelasnya, terdengar teriakan beberapa yeoja yang menyukainya. Seorang yeoja terlihat menatap Sehun dengan tatapan terpesona..

‘Omo, tampan’ Batin Yeoja itu sambil terus menatap Sehun. Sehun berjalan kearah bangkunya yang berada tepat didepan Yeoja itu, lalu duduk dan mengeluarkan beberapa bukunya.

“Annyeong”Sapa yeoja itu dengan gugup, Sehun menoleh dan tersenyum kecil.

“Annyeong”Balas Sehun

“Aku.. Kim Hyerin” Ucap yeoja itu sambil memberikan tangannya untuk berjabatan dengan Sehun

“Ah, Aku Oh Sehun. Kau bisa memanggilku Sehun.. Kau murid baru? Aku tidak pernah melihatmu” Ucap Sehun lalu bersalaman dengan Yeoja bernama Hyerin itu. Hyerin hanya dapat tersenyum kecil lalu mengangguk..

‘Cantik’ Batin Sehun sambil menatap Hyerin.
***

( Jiyeon Pov )

 

Aku keluar dari ruang kelasku dengan langkah cepat. Sehun sudah berdiri didepan kelasnya dan terlihat berbicara dengan akrabnya dengan seorang yeoja? Bukankah itu yeoja yang kemarin ku lihat diruang musik?

“Sehun-ah” Panggilku, Sehun menatap kearahku.

“Nugu?”Tanya Yeoja itu padaku.

“Ah, dia Park Jiyeon.. pengikutku” Jawab Sehun dengan terkekeh. Aku yang mendengarnya hanya dapat menghela nafas pelan. Sudah biasa aku merasakan kesakitan ini..

“Jeongmal? Sepertinya kau benar-benar populer” Gumam Yeoja itu dengan wajah berbinar lalu tersenyum pada Sehun dan Sehun membalas senyumnya dengan lembut (?) Sehun tidak pernah tersenyum selembut itu padaku :(

“Annyeong, aku Kim Hyerin” Ucap Yeoja itu sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum padaku. Aku menyambut uluran tangannya

“Park Jiyeon”

 

 

TBC

 

Say You Love Me Oppa ( Part 5 )


Untitled

 

Tittle : Say You Love Me Oppa

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad, Romance, Friendship

Type : Chapter

Poster By Margareta

 

[ Main Cast : Park Ji Yeon, Choi Minho]

[ Other Cast : ALL]

 

————————–

Author kembali membawa Fanfiction Abal-abal ini kekek :D Mian Jika FF nya tambah ngaur :D Jangan Lupa RCL Yaa! :D

 

————————-

 

 

( Author Pov )

“Mwo! Jadi, yang menyelamatkan Minho beberapa tahun lalu bukan Do Yeon eonni melainkan dirimu” Kaget Sulli saat mendengar curhat Jiyeon. Jiyeon mengangguk dengan mata yang membengkak. Sulli menghela nafas kesal.

“Aish!! Yeoja itu benar-benar licik! Bagaimana bisa ia berbohong setelah sekian lamanya. Mengapa kau tidak pernah mengatakan hal ini!”

“Aku hanya tidak ingin Do Yeon eonni dibenci. Tetapi dengan sifatnya sekarang dan Minho Oppa terlihat benar-benar merasa berutang budi padanya membuatku merasa tertekan. Minho Oppa juga benar-benar tega mengatakan hal itu padaku .. hikz..”

“Aish! Minho Oppa.. Tentang saja Jiyeon-ah, aku tahu bagaimana Oppaku. Walaupun ia bersikap seperti itu padamu, sesungguhnya ia sangat menyukaimu. Tenang saja, Minho Oppa tidak akan pernah terjerat pada kecantikan do yeon eonni. Eomma harus tahu ini semua”

“jangan.. bukankah kau sudah berjanji tidak akan mengatakan rahasia ini pada siapapun”

“Mwo! Ya! Ini sangat penting, bagaimana bisa kau masih merasa kasihan padanya setelah apa yang ia lakukan. Minho Oppa benar-benar harus tahu ini semua, aku tidak ingin melihat Oppa tertipu dengan tipuan bulsyit Do yeon eonni”

 

***

 

( Do Yeon Pov )

 

Aku menatap pantulan diriku dikaca. Aku berdandan selama 2 jam dan aku merasa sangat gugup. Apakah aku sudah cantik? Apakah Minho akan terpesona dan meninggalkan Jiyeon karena melihat kecantikkanku? Bukankah aku lebih cantik dari Jiyeon? Mengapa ia malah memilih Jiyeon? Apakah Minho tidak tahu bagaimana sakitnya saat benda tajam itu mengoyak wajahku. Aku melakukan semua hal untung menjadi cantik dan hasilnya ia malah memilih bocah ingusan itu.

1 Jam

2 Jam

3 Jam

Sudah 3 Jam berlalu dan sekarang hampir pukul 11 Malam dan ia masih belum menampakkan batang hidungnya. Bukankah ia sudah berjanji akan menjemputku? Aku menatap pantulan diriku dicermin dengan wajah sedih.

Tiba-tiba ponselku berdering dan dengan cepat aku mengangkatnya.

“Yoboseyo”

“Do Yeon-ah”

“Minho Gwenchana?” Aku merasa khawatir saat mendengar nada suaranya yang terdengar bergetar dan sedih.

“Aku membentak Jiyeon. Apa yang ku lakukan? Mengapa aku membentaknya” Aku terdiam. Apakah ia bertengkar dengan Jiyeon? Mengapa aku merasa sangat sakit mendengar kesakitan didalam nada suara Minho.

“Minho-ah”

“Mianhae, sepertinya aku tidak bisa pergi denganmu”

“Nde? Minho kau sudah ber-“ aku mencoba protes

“Jiyeon marah padaku. Ia sangat berarti. Aku minta maaf aku benar-benar tidak bisa makan malam denganmu malam ini” Tiba-tiba sambungan telepon terputus membuatku langsung menatap ponselku dengan wajah kecewa. Mengapa kau tidak pernah menatapku? Mengapa Jiyeon harus sangat berarti untukmu. Mengapa bukan aku!!

 

***

( Author Pov )

 

“Minho Oppa pabo! Pabo!” Jiyeon terus merutuki Minho didalam kamarnya. Ia tidak memperdulikan ketukan pintu yang terdengar berkali-kali. Sudah hampir 4 Jam Minho berdiri didepan kamar Jiyeon dan Jiyeon sama sekali tidak menghiraukan panggilannya. Yoona yang berdiri tak jauh dari sana menatap Minho dengan iba. Sepertinya puteranya itu benar-benar sudah bertekuk lutut pada Jiyeon. Yoona tahu bahwa Minho tidak berniat membentak Jiyeon dan mengatakan hal menyakitkan seperti itu pada Jiyeon.

Yoona sudah tahu semua , tentang masalah apa yang membuat Jiyeon dan Minho terlibat pertengkaran dan juga Yoona sudah tahu tentang Jiyeon yang menyelamatkan Minho. Yoona benar-benar tidak menyangka Do Yeon bisa selicik itu. Yoona benar-benar merasa kecewa dengan Do Yeon, yeoja itu telah menipu keluarganya setelah bertahun-tahun.

Yoona masih menatap Minho yang terlihat terduduk didepan pintu kamar jiyeon. Ia tidak pernah melihat puteranya bersikap seperti itu. Minho yang bagaikan seorang robot kini telah berubah menjadi namja normal yang bisa tersenyum, marah, dan sedih. Yoona merasa sangat berterimakasih dengan Jiyeon, berkat Jiyeon.. Minho menjadi namja yang hangat.

“Minho-ah” Yoona menghampiri Minho. Minho menatap Yoona dengan tatapan sedih.

“eomma aku membentaknya. Mian..”

“Gwenchana.. eomma tahu kau tidak sengaja membentaknya. Jiyeon mungkin hanya merasa cemburu karena melihat kau akan pergi berkencan dengan Do Yeon. Eomma yakin setelah ini kalian akan berbaikan..”

“Sebaiknya kau tidur. Eomma yakin belakangan ini kau kurang tidur, terlihat jelas lingkaran hitam dimatamu. Besok eomma akan menjelaskan baik-baik pada Jiyeon semuanya. Dan juga Minho-ah ada hal yang perlu kau tahu”

“Nde?”

“Kau ingat kejadian beberapa tahun yang lalu saat kau hampir tenggelam?”

“Aku ingat eomma. Karena kejadian itu sampai sekarang aku merasa terikat dengan Do Yeon. Aku merasa berhutang budi padanya”

“Bukan Do Yeon yang menyelamatkanmu Minho-ah” Minho langsung menatap eommanya dengan tatapan terkejut bercampur bingung. Yoona menatap Minho dengan tatapan penuh arti lalu menghela nafas.

“Jiyeon lah yang menyelamatkanmu saat itu”

“Mwo!!”

 

***

 

Jiyeon terbangun saat mendengar ketukan. Ia lalu menatap jam dan matanya langsung terbelalak dengan lebar. Ia dengan cepat berdiri dan menemukan Minho berdiri didepan pintu dengan wajah urak-urakkan dan lingkaran hitam dimatanya.

‘Jangan katakan Minho Oppa sudah berdiri disini selama 7 Jam?’ Batin Jiyeon. Ia menatap tidak enak kearah Minho. Minho tersenyum kearah Jiyeon lalu memeluknya. Jiyeon membalas pelukan Minho.

Semarah apapun ia pada Minho, ia pasti akan memaafkan namja ini. Jiyeon sudah sangat mengerti bagaimana sifat Minho. Namja itu selalu menganggap semuanya hal yang normal , dan tidak pernah peka pada perasaannya. Bagi Minho makan malam itu mungkin hanya sekedar makan malam biasanya antara teman. Tetapi tidak bagi Jiyeon.

“Mianhae.. aku tidak sengaja membentakmu”

“Gwenchana Oppa”

“Mengapa kau tidak mengatakan yang sejujurnya? Tentang Do Yeon” Jiyeon langsung terdiam. Ia yakin Sulli sudah mengatakan semuanya pada Yoona dan Minho.

“Anni Oppa.. itu hanya masa lalu” Minho menatap Jiyeon dengan wajah yang merasa bersalah. Minho sadar bahwa sekarang Jiyeon sudah mulai bersikap dewasa. Justru dirinya lah yang sekarang menjadi seperti kekanak-kanakan. Minho menangis ..dan itu membuat Jiyeon terkejut..

Namja seperti Minho menangis didepannya. Minho adalah namja yang kuat menurutnya tetapi sekarang? Minho menunjukkan kelemahannya? Jiyeon merasa bangga bisa melihat hal ini walaupun ia merasa sakit mendengar isakkan Minho

“Aku takut.. aku takut.. kau marah padaku lalu memilih orang lain.. eomma sudah memaksaku untuk tidur tetapi ketakutan itu .. kau belum pernah semarah ini padaku sampai tidak mau membukakan pintu untukku..” Isak Minho.

“Oppa.. jangan menangis. Kau terlihat seperti seorang bocah jika menangis. Tenang saja, bukankah aku sudah mengatakan padamu? Bahwa hatiku hanya untukmu apapun yang terjadi? Jangan khawatirkan hal yang tidak mungkin Oppa” Jiyeon mengelus pundak Minho sambil memeluk tubuh tinggi dihadapannya itu

***

“Bagaimana kalau malam nanti kita makan malam bersama” Do Yeon menatap Minho yang kini tengah tersenyum begitu manis padanya. Do Yeon mengangguk dengan bersemangat, ia tidak menyangka Minho akan datang keruangannya hanya untuk mengajaknya makan malam bersama.

“Arraseo. Kalau begitu aku kembali ke ruanganku” Minho berbalik. Senyumnya seketika menghilang, ia melirik sedikit kearah Do Yeon yang menatap punggungnya yang telah menjauh. Diluar ruangan Do Yeon, Jiyeon berdiri dengan wajah panik.

Saat Minho keluar, Jiyeon langsung menghampiri Minho.

“Oppa.. kau tidak perlu melakukan hal ini. Sudahlah, jangan menambah masalah. Aku sudah melupakan semuanya”

“tetapi tidak denganku Sayang. Kajja, bukankah kau sudah lapar? Kita akan makan siang bersama” Minho menarik tangan Jiyeon sambil menggenggamnya. Beberapa karyawan menatap Jiyeon dan Minho dengan takjub. Dua orang yang sangat serasi dan para Karyawan merasa Jiyeon adalah yeoja yang sangat beruntung.

Jiyeon hanya bisa menghela nafas. Ini lah hal yang tidak ia inginkan, Minho akan berubah sangat jahat jika merasa terbohongi atau merasa terbodohi. Dan Jiyeon merasa itulah sisi yang paling menakutkan didalam diri calon suaminya itu.

 

***

“Oppa” Jerit Jiyeon saat Minho dengan sengaja mencoleknya dengan Ice cream. Minho tertawa melihat kekesalan Jiyeon padanya. Jiyeon dengan wajah jahilnya membalas Minho. Membuat wajah Minho juga terkena ice cream, semua mata menatap mereka dan Jiyeon maupun Minho sama sekali tidak memperdulikan orang-orang yang sedang menatap mereka.

Setelah makan siang bersama. Jiyeon meminta Minho untuk mengantarnya ke Kedai Ice cream karena Jiyeon sudah lama tidak pergi ke Kedai itu.

Jiyeon menatap jam nya dan ia baru menyadari bahwa sebentar lagi kelasnya akan dimulai. Jadi Jiyeon meminta Minho untuk mengantarkannya ke Universitasnya. Karena Minho tidak sibuk, namja itu mengangguk menyetujui permintaan tunangannya yang sangat ia cintai itu.

“Kajja”

Minho dengan santai menyetir mobil mewah miliknya, mobil seharga hampir 100 M itu terlihat sangat-sangat mewah dan juga elegan. Minho bahkan sering menawarkan mobil ini untuk Jiyeon memakainya. Tetapi Jiyeon malah menolaknya dan mengatakan bahwa ia masih senang menggunakan mobilnya yang dulu. Minho benar-benar kaya raya.

“Oppa , bisa kah nanti kau meminta salah satu karyawanmu mengantarkan mobilku ke Universitas?”

“Arraseo. Tentu saja bisa. Dan jangan Lupa.. malam ini kau harus ikut”

“Kau mengajakku?”

“tentu saja.. kau harus melihat apa yang akan ku lakukan”

“Arraseo Oppa. Tetapi kau tidak boleh memperlakukannya dengan kejam”

“Mwo”

“kau harus berjanji”

“Arra..arra” Tanpa mereka sadari. Mereka telah tiba didepan Universitas Biru. Sebelum turun, Jiyeon mencium bibir Minho sekilas. Jiyeon melambaikan tangannya pada Minho yang sudah melaju.

Pipi Jiyeon merona merah. Tanpa ia sadari beberapa siswa yang ada ditempat itu menatapnya.

“Wae?” Tanya Jiyeon saat menyadari tatapan para mahasiswa itu.

“Woah.. Nugu? Siapa yang mengantarmu?”

“Kau gila? Bagaimana bisa kau menaiki mobil semahal itu? Jiyeon daebak”

“Omo! Pengemudi mobil itu sangat tampan. Bukankah itu pengusaha muda , Choi Minho”

“Jiyeon kau beruntung” Jiyeon hanya tersenyum kecil mendengar celetukkan yeoja-yeoja itu. Tetapi Jiyeon juga merasa kesal, Minho mempunyai banyak fans. Bahkan jika bisa dikatakan hampir semua yeoja dikantor Minho, menyukai namja itu.

 

***

( Do Yeon Pov )

 

“Jiyeon”

“Aku membawa Jiyeon kemari” Aku menghela nafas. Aku kira aku akan berduaan makan malam bersama Minho. tetapi ternyata? Mengapa yeoja ini harus ikut? Aish!! Menyebalkan! Jika begini percuma saja aku berdandan cantik jika akhirnya perhatian Minho harus tersita pada Jiyeon. Walaupun Jiyeon hanya memakai baju santai, ia terlihat sangat cantik. Tetapi aku merasa aku lebih cantik darinya. Aku rela pisau bedah itu menembus kulit wajahku hanya karena ingin menandingimu Park Jiyeon!!

Jiyeon duduk disamping Minho lalu tersenyum padaku. Aku membuang muka darinya. Menyebalkan!! Arghh!!

Minho meletakkan sebuah plastik didepan meja. Bukankah plastik itu dibawa oleh Jiyeon tadi?

Aku sedikit terkejut saat melihat Minho mengeluarkan sebuah boneka beruang dari dalamnya. Bukankah boneka beruang itu yang beberapa tahun lalu membuat Minho hampir tenggelam saat mengambilnya. Aku menatap jiyeon dengan tatapan tajam. Ada yang tidak beres.

“Kau ingat boneka ini?” Minho bertanya sambil menatapku. Aku mengangguk kecil

“aHaha.. bukankah saat itu kau tenggelam dan aku menyelamatkanmu” Ucapku mencoba menghilangkan pikiran burukku

“Kau yakin? Kau yang menyelamatkanku?”

Tatapanku langsung terarah pada Jiyeon yang terlihat menggenggam jas Minho dengan erat sambil menghindari tatapanku.

“Kau penipu”

“Mi..Minho aku bisa jelaskan semuanya”

“Mulai besok, kau pergi dari kantorku. Aku akan memberikanmu uang dan aku akan memindahkanmu ke Kantor milik Chinguku. Aku rasa jika kau tetap berada dikantorku , aku tidak berani berjanji jika tidak terjadi apapun denganmu!! Kau tahu? Sekarang hal yang ingin ku lakukan adalah membunuhmu” Aku bergetar. Sakit, betapa sakitnya mendengar Minho mengucapkan hal itu. Aku tidak bisa menahan air mataku

“Jangan pernah muncul dihadapanku!! Kajja Jiyeon-ah” Minho menarik tangan Jiyeon. Aku menatap kepergian mereka dengan tatapan sedih dan terluka. Appo.. Minho tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya padaku.

 

***

( Jiyeon Pov )

 

Aku menggenggam tangan Minho Oppa. Aku tahu bahwa sekarang ia benar-benar merasa marah. Sangat marah. Tubuhnya bergetar dengan hebat menahan rasa marahnya. Aku memeluk Minho Oppa lalu menepuk punggungnya.

Aku juga bersalah , seharusnya aku mengatakan hal ini sejak awal atau seharusnya aku tidak pernah mengatakan hal ini. Aku membuat Do Yeon eonni dibenci oleh Minho. Seharusnya aku tidak mengatakannya. Tetapi aku tidak bisa menahannya lagi, Do yeon eonni sudah sangat kelewatan.

“Jiyeon”Aku menoleh dan menemukan Sulli sedang bersama seorang namja yang tidak lain adalah Daehyun Sunbae!!

“Omo.. kalian berkencan?”Tanyaku.

Minho juga menatap kearah Sulli dan daehyun sunbae. Daehyun sunbae menatapku dengan tatapan yang masih sama, penuh cinta. Tetapi sangat disayangkan, cintaku sudah sepenuhnya kuberikan untuk Minho Oppa.

“Ah, aku dan Sulli hanya makan malam bersama karena aku tidak mempunyai teman. Jadi aku membawanya” Ucap Daehyun Sunbae seolah menjelaskan. Minho Oppa menatap Daehyun sunbae dengan tatapan tajam kemudian beralih menatapku

“Kajja Chagiya.. kita pergi dari tempat ini” Minho Oppa menarik tanganku. Sebelum itu aku melambaikan tangan pada sulli sambil berkata.

“fighthinggg!!”

 

***

 

-Keesokan Harinya

 

Seperti biasa, aku berjalan bersama Sulli melewati koridor kampus.  Sulli menceritakan apa yang terjadi semalam dan ia terlihat benar-benar bahagia. Sepertinya Daehyun sunbae membuat Sulli jatuh cinta. Aku tidak pernah melihat Sulli begitu menginginkan namja seperti ia menginginkan Daehyun Sunbae.

Bruk! Tanpa sengaja aku menabrak seseorang membuat orang itu terjatuh. Aku langsung menutup mulutku lalu membantunya bangun tetapi ia malah menapik tanganku dan berdiri sendiri. Dengan wajah angkuhnya ia menunjuk wajahku

“Kau!! Aish!! Baju mahalku menjadi kotor karena ulahmu!!” Yeoja ini benar-benar sombong. Ia adalah murid pindahan di Universitas ini. Yeoja ini bernama Lee Han Byul. Aku tidak tahu ia berasal dari keluarga mana, tetapi aku rasa ia berasal dari keluarga kaya raya. Yah, mungkin lebih kaya dari Keluargaku. Tetapi sepertinya ia tidak lebih kaya dari Keluarga Choi.

“Ya! Mengapa kau malah membentak Chinguku!!”

“Siapa kau! Kalian rakyat jelata.. aish!! Rakyat jelata seperti kalian pasti membawa banyak kuman” Ia menatapku dan Sulli secara bergantian. Aku berani bertaruh ia mengatakan bahwa kami rakyat jelata karena ia melihat baju yang kami pakai. Aku dan Sulli memang tidak menggunakan barang mahal jika pergi ke Universitas. Lebih tepatnya aku tidak ingin pamer..

“Mwo!! Yak!! Kau tidak tahu siapa aku” Sulli mulai naik darah.

“Nugu? Siapa kau? Huh”

“Sudahlah Sulli-ah, kajja..”

“Ya! Urusan kita belum selesai bodoh!!”

“Mwo!! Bodoh”

Aku dengan segera menarik tangan Sulli sebelum sulli mengamuk. Mungkin hanya ada beberapa siswa yang mengetahui latar belakang kami termasuk latar belakang Sulli. Sulli tidak pernah mengumbar siapa keluarganya. Ia terlalu malas untuk mengumbar kekayaan yang dimiliki keluarganya

 

***

( Lee Han Byul Pov )

 

“Jaekyung Oppa” Aku menatap Oppaku dengan wajah kesal. Aku harus mengatakan apa yang terjadi padaku siang tadi. Kedua yeoja itu harus diberikan pelajaran. Harus! Mereka rakyat jelata yang berani menentangku! Aku Lee Han Byul adik dari Lee Jaekyung pewaris perusahaan Lee yang terkenal kaya nya.

“Wae?”

“Tadi ada dua orang yeoja yang berani padaku dan seorang yeoja malah membentakku” Adu ku pada Oppa.

“Nugu?”

“Aku tidak tahu namanya, kau harus memberikannya pelajaran Oppa”

“Arra.. besok aku akan pergi ke sekolahmu.. lalu memberikan mereka pelajaran..”

“Gomawo Oppa. Mengapa kau terlihat sangat sibuk Oppa”

“Ah, aku sedang menyiapkan berkas-berkas untuk rapat. Hari ini perusahaan kita kedatangan tamu yang sangat berharga”

“Nugu?”

“Choi Minho”

“Choi Minho? Pengusaha kaya raya pewaris Choi’s Group itu bukan?”

“Nde kau benar”

“Omo! Aku dengar ia sangat tampan Oppa”

“Nde, dan kau tahu? Beberapa orang mengatakan bahwa Ia mempunyai dongsaeng yang sangat cantik”

“mwo? Ia mempunyai dongsaeng”

“Nde, kau tak tahu? Mungkin saja dongsaengnya tidak mau terlalu diliput oleh media” Jawab Jaekhyung Oppa. Aku hanya dapat mengangguk. Choi Minho, aku pernah bertemu dengan namja itu dalam beberapa pesta dan ia adalah namja yang sangat tampan. Tetapi sangat disayangkan, ia begitu dingin. Aku sempat berusaha mendekatinya tetapi ia malah mengacuhkanku

“Oppa.. bagaimana kalau kau menjodohkanku dengan Choi Minho”

“Hahaha.. “

“Kau mengapa tertawa Oppa?”

“Mian, tetapi ia sudah mempunyai seorang tunangan”

“Mwo!”

“Walaupun aku tidak terlalu mengenal dekat ia, tetapi aku pernah mendengar bahwa ia mempunyai seorang tunangan. Aku dengar ada yang mengatakan bahwa tunangannya masih kuliah dan mungkin seumuran denganmu. Petunangan mereka dilaksanakan tertutup jadi hanya sebagian orang yang hadir, lebih tepatnya hanya orang-orang penting”

“Mwo”

“Aish! Jangan terlalu berharap saenggie.. keke”

“Oppa, apakah tunangannya cantik”

“Aku tidak pernah bertemu dengan tunangannya. Tetapi aku yakin yeoja itu pasti sangat cantik karena Namja seperti Minho menyukainya” Aku menghela nafas kesal. Aigoo, namja yang ku incar
***

 

( Author Pov )

 

“Minho belum pulang?” Tanya Yoona pada Jiyeon saat mereka memasak bersama. Jiyeon mengangguk pelan

“Nde eommonim. Minho oppa ada rapat hari ini” Jawab Ji Yeon

“Bocah itu , apakah ia tidak merasa kelelahan? Eommonim merasa khawatir dengannya. Ia seperti appanya, jika sudah berbisnis .. tidak akan kenal waktu” Oceh Yoona dan Ji Yeon mengangguk menyetujuinya.

“Bagaimana dengan Do Yeon”Tanya Yoona tiba-tiba

“Begitulah eommonim, sepertinya do yeon eonni ketakutan dengan apa yang Minho oppa katakan. Tubuhnya bergetar saat Minho Oppa mengancamnya”

“Itu setimpal dengan kebohongannya”

“Eommonim.. bagaimana kalau aku berada diposisi Do Yeon dan aku menipu kalian, apakah Minho Oppa akan mengatakan hal yang sama? Dan apakah kau akan membenciku?” Tanya Jiyeon membuat Yoona menatap kearah Jiyeon.

“Anni, aku tidak akan membencimu. Begitupula dengan Minho, kau terlalu berarti Ji Yeon-ah untuk dibenci. Yeoja sebaik dirimu tidak akan pernah pantas untuk dibenci” Jiyeon tersenyum dengan senang mendengar ucapan Yoona

 

***

 

“Ya! Siapa kalian” Sulli dan Ji Yeon menatap aneh kedua namja bertubuh kekar didepan mereka. Namja yang layaknya bodyguard. Beberapa mahasiswa terlihat mengerumbungi mereka dan akhirnya sulli menghela nafas saat tahu siapa dalang dari semua ini.

“Ya!! Jangan sentuh aku!” Marah Jiyeon saat salah satu namja itu mencoba menahan tangannya.

“Itu mereka Oppa” Seorang namja dan seorang yeoja muncul. Sulli dan Jiyeon menatap kedua orang itu dengan wajah kesal

“Mwo! Jadi ini semua ulahmu! Yak Lee Han Byul!! Lepaskan kami, kalau tidak-“

“Kalau tidak apa? Kalian telah mempermalukanku dan sekarang kalian harus menerima akibatnya” Han Byul berjalan kearah Sulli dan Jiyeon. Saat tangannya hampir menampar wajah sulli sebuah tangan menahannya

“Lee Taemin!”Kaget Jiyeon. Taemin dengan wajah tampannya tersenyum dengan amat lebar.

“Annyeong My Princess. Annyeong Sulli.. aku kembali, huft.. di Jepang sangat tidak mengasikkan. Jadi aku memutuskan untuk pindah ketempat ini dan juga, apa yang mereka lakukan pada kalian” Bingung Taemin. Jiyeon memutar bola matanya kesal.

“Sebaiknya kau pergi Taemin, sebelum mereka memperlakukanmu layaknya mereka memperlakukan kami” Ucap Jiyeon sambil tersenyum mengejek.

“Mwo! Ya! Namja-namja ini bagaimana bisa kalian memperlakukan kekasih hatiku seperti ini” Omel Taemin

“Siapa kau”

“Kau yang siapa? Lihatlah Make Up mu seperti seorang ahjumma” Taemin menunjuk wajah Han Byul dengan wajah mengejek

“Mwo!! Apa yang kau katakan pada Dongsaengku”

“A…ani”

“Yak..Yak!! apa yang kalian lakukan” marah taemin saat dua orang bodyguard lagi datang lalu menahan tangannya.

 

***

( Jiyeon Pov )

 

“Yak!! Lepaskan kami , kalau tidak kami akan melapor pihak berwajib” Ancamku. Namja setinggi Minho Oppa itu berjalan mendekatiku. Wajahnya dan han Byul terlihat sangat mirip. Ia menatapku dengan mata tajamnya kemudian melembut

“Lihatlah kau.. bagaimana bisa yeoja secantikmu melawanku.. bagaimana kalau aku memberikanmu sebuah pilihan. Menjadi yeoja simpananku atau kau mau bernasib sama seperti orang-orang sebelumnya yang pernah membuat masalah denganku. Aku akan membuat hidupmu menderita karena telah berurusan dengan keluarga kami. Keluarga Lee , kami mempunyai banyak kekuasaan dan kau-“

Plakkkk!! Aku menampar pipinya lalu melepaskan tanganku dari genggaman tangannya. Namja kurang hajar ini!! Ia kira ia sangat berkuasa..

Aku menarik tangan Sulli dengan segera meninggalkan tempat itu. Napeun namja, ia kira aku yeoja murahan? Aku ingin sekali melemparnya dan Dongsaengnya itu ke Laut!

Aku menoleh sebentar kebelakang dan mereka tidak mengejar kami lagi. Syukurlah.. dan dimana Taemin..

Ah, sudahlah.. lupakan ia, mungkin ia sedang menjerit ketakutan. Atau mungkin ia sedang melarikan diri.

 

 

***

-Choi’s Family House

 

“Jangan ceritakan hal ini pada Minho Oppa. Aku takut ia akan mengambuk” Bisikku pada Sulli dan dijawab dengan anggukan oleh Sulli.

“Apa yang sedang kalian bicarakan” Aku dan Sulli terlonjak kaget lalu menggeleng pelan. Minho Oppa mengangguk pelan seakan percaya akan apa yang kami katakan. Aku berjalan kearah Minho Oppa lalu duduk disampingnya sambil ikut meletakkan kakiku kedalam kolam berenang.

“apa itu Oppa?”

“Rumah”

“Untuk apa?”

“Tentu saja untuk kita. Jika kita menikah nanti, aku ingin aku sudah memiliki rumah untuk kita berdua tinggali. Lihatlah ini, bagus bukan” Aku menatap gambar-gambar rumah itu dengan mata berkaca-kaca. Banyak rumah yang mewah dan indah didalam desain itu.

“Apakah do yeon eonni yang mendesainnya?”tanyaku

“Begitulah, sebelum ia kembali ke Jepang. Ia menitipkan ini “

“Ia sangat berbakat” Pujiku.

“Bagaimana dengan yang ini? Apakah kau suka?” Aku melihat gambar rumah itu dengan wajah kagum. Bagaimana tidak? Desainnya sangat-sangat indah, sebuah rumah mewah dengan taman yang indah dibelakangnya. Rumah impianku

“Nde Oppa.. aku suka yang ini”

“Arra. Aku akan mulai membangunnya”

Aku tersenyum dengan ceria lalu memeluk Minho Oppa dengan erat. Minho Oppa benar-benar namja yang sangat-sangat mengerti keinginanku ya walaupun kadang-kadang ia sangat menyebalkan. Tetapi aku benar-benar sangat mencintainya. Saranghae Minho Oppa..

 

***

“Pesta?”

“Nde, aku berniat mengenalkanmu pada beberapa teman bisnisku. Pesta ini adalah pesta yang diselenggarakan oleh Keluarga Kim. Kau kenal Kim Myungsoo bukan? Sahabatku?”

“Ah, Nde Oppa”

“Ia yang mengadakan pesta ini. Ia benar-benar mengharapkan kehadiran kita karena ini adalah pesta pertunangannya” Minho Oppa menatapku dengan wajah berharap. Akhirnya aku mengangguk setuju, aku tidak akan tega menolak permintaan Minho oppa jika wajahnya sudah berubah menjadi seperti itu kekeke :D

“Baiklah.. pesta itu diadakan malam ini, Oppa harap kau berdandan dengan sangat cantik. Ya, walaupun kau tidak berdandan kau masih akan terlihat cantik ..”

“Oppa” Aku merona merah

 

Aku membuka lemariku memilih pakaian yang akan aku gunakan malam ini. Aku harus tampil cantik malam ini, sangat memalukkan jika aku terlihat jelek malam ini. Aku akan menjadi Nyonya choi dan aku harus menjadi sangat memukau malam ini. Myungsoo Oppa, sudah lama aku tidak mendengar kabarnya.

Myungsoo Oppa adalah Sahabat dari Minho Oppa. Dulu ia selalu menjahiliku dan Minho Oppa selalu membelaku walaupun kadang-kadang mereka sering bekerja sama menjahiliku. Aku sangat merindukan masa itu keke.

Aku benar-benar tidak menyangka bahwa ia akan bertunangan .. aku akan mengejeknya habis-habisaan nanti.

Myungsoo oppa, tunggu pembalasanku hehehe..

 

***

“Kau tunggu disini sebentar nde.. aku ingin pergi ke Toilet dulu” Aku mengangguk lalu duduk disalah satu kursi. Dimana Myungsoo Oppa? Padahal aku berniat menjahilinya. Minho oppa berjalan menjauh dan tidak terlihat sekarang. Coba saja Sulli mau datang, pasti aku tidak akan sendiri sekarang, yeoja itu akhir-akhir ini terus berkencan dengan daehyun sunbae. Berarti mereka akan menjadi sepasang kekasih sebentar lgi.. kekeke

“Park Jiyeon” Aku menoleh dan langsung menghela nafas kesal. Yeoja ini lagi, apa yang ia lakukan disini. Aish!! Dan itu, bukankah itu namja yang kemarin bersamanya. Namja itu benar-benar membuatku sangat kesal. Jangan salahkan aku jika malam ini aku menghajar wajahnya didepan banyak orang jika ia berkatar tidak sopan padaku.

“Ah.. Annyeong .. kita bertemu lagi.. My Honey.. apa yang kau lakukan disini? Jangan bilang kau adalah yeoja simapanan dari salah satu namja disini”

“Omo! Lihat gaunmu sangat-sangat mewah, dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli gaun mahal ini.. omo.. aku tidak menyangka kau sangat beruntung bisa mendapatkan gaun ini..” Komentar Han Byul. Gaun ini adalah gaun yang diberikan Minho Oppa untukku dan aku baru tahu gaun ini sangat mahal.

“Tentu saja ia menjual tubuhnya .. Jika kau mau menjadi kekasih gelapku, aku akan membelikanmu rumah, mobil, baju-baju mahal dan banyak hal yang tidak akan pernah kau bayangkan. Aku yakin aku lebih kaya dibandingkan namja yang menjadi bos mu saat ini. Siapa bos mu saat ini”

PLAK!! Aku menampar wajahnya, cukup! Ini keterlaluan, mereka sudah menuduhku tanpa berpikir. Apakah mereka mengira bahwa mereka hebat? Apakah mereka mengira mereka dapat dengan seenaknya menuduhku seperti itu

“Asal kalian tahu! Aku lebih terhormat dari kalian yang tidak mempunyai rasa malu!” Bentakku. Han Byul tersenyum dengan sinis padaku

“Jeongmalyo? Siapa kau? Anak dari Tuan Choi? Ah atau kau Tunangan dari Choi Minho, pengusaha dengan kekayaan yang berlimpah ? Cih, yeoja sepertimu? Haha.. sepertinya aku membuatmu bermimpi terlalu tinggi” Ucap Han Byul dengan kekehan. Well, tebakkannya tidak meleset. Aku memang benar tunangan Minho Oppa

“Nde! Aku memang tunangan dari Choi Minho! Mau apa kau? Huh? Aku bisa meminta Tunanganku untuk menghancurkan perusahaan kalian” Ucapku dengan kesal ya walaupun itu sekedar gertakkan. Aku bukan yeoja jahat yang dengan tega menghancurkan orang lain hanya karena rasa kesal ya walaupun sekarang aku merasa benar-benar marah.

“Haha.. lihatlah, bagaimana bisa kau bermimpi menjadi tunangan dari seorang Choi Minho? Choi Minho adalah namja terhormat dan ia adalah pengusaha kaya raya yang mempunyai perusahaan dan banyak hotel berbintang dimana-mana dan tidak mungkin ia menyukai yeoja seperti dirimu” Han Byul menatapku dengan tatapan merendahkan. Aish!! Yeoja ini..

“Aku akan membuktikan bahwa aku benar-benar tunangan dari Choi Minho”

“Jeongmal? Ahh, bukankah itu Choi Minho? apakah kau yakin kau adalah tunangannya sedangkan yeoja yang saat ini berada disampingnya jauh lebih cantik darimu” Aku dengan cepat berbalik dan menemukan Minho Oppa sedang mengobrol dengan seorang yeoja. Ah, bukankah itu Soo Hee eonni. Soo Hee eonni adalah sepupu Myungsoo Oppa dan aku mengenalnya dengan sangat baik.

“Aku benar-benar tunangannya!”

“Jeongmal? Jika kau memang tunangannya.. kau pasti tidak akan keberatan menciumnya ditengah-tengah keramaian ini”

“kau gila”

“hahaha.. kau ketakutan? Lihatlah Oppa yeoja ini benar-benar memalukkan.. aku sudah tahu bahwa kau berbohong” Aku menatap kearah Minho Oppa yang sudah menatap kearahku lalu tersenyum.

“Arra!! Lihatlah ini”Dengan kesal aku berjalan kearah Minho Oppa. Untung saja sekarang ada pesta dansa jadi aku bisa menarik Minho Oppa ke lantai dansa lalu menciptakan suasana romantis lalu menciumnya, Minho Oppa sangat menyukai bibirku jadi ia tidak akan masalah jika aku mencium nya.

Aku menarik tangan Minho Oppa, tetapi sebelum itu aku pamit pada Soo Hee eonni. Minho Oppa hanya tersenyum melihat tingkahku dan aku membawanya ke Lantai dansa. Aku memeluk tubuh Minho Oppa dan ia membalas pelukanku dengan erat.

“waeyo?”

“Ada yang menantangku Oppa”

“Nugu?”

“Yeoja menyebalkan yang bersekolah di Universitas yang sama denganku dan Sulli”

“Lalu?”

“Ia tidak percaya bahwa aku adalah tunanganmu jadi ia memberiku taruhan. Jika aku berani menciummu berarti kau benar-benar tunanganku” Aku melihat Minho Oppa tersenyum dengan evil. Minho Oppa benar-benar mengambil kesempatan dalam kesempitan.

“Kemarikan bibirmu Chagiya” Dengan perlahan bibirku dan Minho Oppa saling bertautan. Tubuhku terasa bergetar dan jantungku terasa abnormal saat ini. Beginilah jika aku sedang berciuman dengan Minho Oppa.

 

***

( Han Byul Pov )

 

Yeoja bodoh ini. Bagaimana bisa ia berbohong dengan mengatakan bahwa ia adalah tunangan dari Choi Minho. Haha, aku ingin tertawa melihat wajahnya yang terkejut saat aku memintanya mencium Choi Minho didepan banyak orang. Aku yakin ia tidak akan pernah berani karena ia hanya menipuku dan Oppa.

Tidak mungkin seorang Jiyeon adalah Tunangan dari Choi Minho.

“Arra, Lihatlah ini” Ia berjalan kearah Choi Minho. Aku tidak sabar melihatnya diusir oleh para Bodyguard Minho.

Tetapi tunggu..

Mengapa Minho tidak melawan? Ia tersenyum saat Jiyeon menyeretnya ke Lantai dansa. Tidak mungkin. Apakah Jiyeon? Astagaa..

“Han Byul-ah” Aku melihat wajah Oppa yang sudah berubah pucat

“ Kita didalam masalah besar” Aku melihat Oppa yang berubah panik dan aku mendengar decakan kagum orang-orang. Jiyeon dan Minho berciuman dibawah lampu lantai dansa yang romantis.

“Kedua bocah itu benar-benar. Tetapi aku baru tahu bahwa Minho bisa bersikap romantis seperti itu” Aku mendengar celetukkan dari dua orang yang sedang berdiri disampingku. Bukankah mereka adalah Kim Ki Bum dan Lee Jonghyun. Mereka adalah patner bisnis Oppa.

 

***

“Oppa duduklah dan tenang lah” Ucapku pada Jaekyung Oppa yang sedari tadi berjalan mondar mandir dengan wajah panik.

“Tenang kau bilang!”

“Choi Minho tidak akan berani menyentuhmu bukankah kekayaan kalian sama”

“Sama? Kau bilang sama!! Buka matamu Han Byul! Jangan membual! Kau tahu bahwa Minho jauh berkali-kali lebih kaya dari diriku dan kau tahu! Jika Minho mencabut inventasi dari perusahaanku, dalam waktu satu bulan kau dan aku akan tinggal dijalanan! “ Bentak Oppa. Oppa tidak pernah membentakku selama ini

“jadi apa yang harus kita lakukan Oppa?”

“Sepertinya jiyeon belum memberitahukan Minho tentang penghinaan kita terhadapnya. Besok kita harus bertemu dengan Jiyeon.. kita harus Minta maaf”

“Merendahkan harga diri kita didepan yeoja itu!”

“DIAM!!! Mereka lebih berkuasa! Jika kau tidak mau meminta maaf pada yeoja itu! Aku akan benar-benar membunuhmu karena kau aku terancam akan kehilangan perusahaanku” Aku menghela nafas kesal. Jiyeon kau benar-benar membawa masalah dalam hidupku! Mengapa harus kau yang menjadi tunangan dari Choi Minho!

 

 

TBC
Apakah tambah gak Jelas?
L Mianhae.. semoga Fanfiction ini bagus :D

 

Say You Love Me Oppa ( Part 4 )


Untitled

Tittle : Say You Love Me Oppa

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad, Romance, Friendship

Type : Chapter

( Main Cast )

-Park Jiyeon

-Choi Minho

 

( Other Cast )

–          All

“ Annyeong ^^ Ini Part selanjutnya dari Say You Love Me Oppa. Mudahan part ini seru kayak part sebelumnya :D Mian Jika Ffnya tidak seperti yang kalian harapkan. Gomawo ^^”

***

“Mianhae, tetapi bukan Do Yeon” Ucap Minho sambil berjalan kearah Jiyeon dan berlutut didepan Jiyeon sambil menggenggam tangan Jiyeon dengan hangat. Tangan Minho bergerak untuk menghapus air mata Jiyeon, tetapi Jiyeon malah memalingkan wajahnya.

“Aku benar-benar memalukan” Oceh Jiyeon dengan suara kesal sambil menghapus air matanya sendiri. Jiyeon berusaha melepaskan genggaman tangan Minho dari tangannya, tetapi Minho malam mengeratkan genggamannya..

“Lepaskan Oppa.. Aku harus keluar” Jiyeon mencoba menahan isakkannya..

“Dengarkan aku..” Minho memegang pipi Jiyeon dengan kedua tangan lalu mengapitnya. Sekarang, ia dan Jiyeon saling memandang. Terlihat jelas mata Jiyeon yang sudah memerah karena menangis. Jiyeon menutup matanya tidak sanggup menatap mata Minho. Minho mendekatkan wajahnya pada Jiyeon lalu melumat bibir Jiyeon pelan membuat Jiyeon terbelalak kaget. Tangan Minho bergerak untuk menarik tengkuk Jiyeon lalu membelainya pelan..

“Sejak pertama kali eomma mengenalkanmu padaku dan Sulli, aku langsung jatuh hati padamu. Ya, aku merasa bahwa aku sangat gila, bagaimana bisa aku menyukai seorang gadis kecil yang masih berusia 7 Tahun saat itu. Aku benar-benar tidak mengerti dengan perasaanku, aku selalu merasa jantungku berdetak dengan tidak normal bila berada didekatmu. Jadi aku merasa sangat malu jika harus berada didekatmu dan beberapa tahun kemudian kau mengatakan menyukaiku dan kau tahu? Aku merasa sangat terkejut sekaligus senang saat itu, tetapi aku masih belum bisa mempercayai kata-katamu.. kau masih anak kecil saat itu.. Saat kepergianku ke Luar Negeri, aku sangat sedih melihat raut wajahmu yang terlihat sangat-sangat terpukul saat kau dan keluargamu serta keluargaku mengantarku ke Bandara.. Sejak saat itu aku berjanji, setelah aku pulang.. aku akan menjadikanmu milikku”

“Tetapi .. aku masih belum yakin untuk melamarmu saat kau masih belum lulus dari SMA. Aku sangat takut perasaanmu sudah berubah padaku dan aku takut kau menolakku. Jadi aku mengurungkan niatku untuk melamarmu, saat mendengar ada yang melamarmu .. aku merasa duniaku seakan menggelap.. Untung saja saat itu eomma mengatakan sebuah ide yang memang selalu aku tunggu-tunggu muncul dari bibirnya.. dan Aku sangat bahagia saat Yoochun ahjussi mengatakan bahwa itu adalah hal yang bagus. Tetapi lagi-lagi aku membohongi diriku dengan berpura-pura menolak perjodohan itu..”

“Oppa” Jiyeon menatap Minho dengan tangis bahagia.

“Mianhae jika selama ini aku menjadi namja pengecut yang hanya bisa menyakitimu..”

“Oppa Pabo!!” Kesal Jiyeon sambil memukul dada bidang Minho dengan tangis bahagia. Minho memeluk Jiyeon dengan perasaan lega, akhirnya ia bisa mengungkapkan apa yang ada didalam hatinya.

“Jangan pernah dekat dengan namja lain lagi, kau mau aku terkena serang jantung seperti kemarin? Saat namja bernama Lee Taemin itu tiba-tiba menciummu? Aku hampir saja menghajarnya, tetapi aku malah memukul pohon karena tidak ingin menyulut perkelahian..” Jiyeon mengangguk mengerti. Minho mencium kening Jiyeon dengan lembut lalu menatap bibir merah Jiyeon yang selalu membuatnya ingin menyentuh bibir itu. Perlahan Minho melumat bibir Jiyeon dengan penuh perasaan. Jiyeon merasakan darahnya berdesir saat lidah Minho menyapu mulutnya. Lidah Minho menari-nari diatas lidahnya..

Minho menarik lidah Jiyeon dengan lidahnya lalu mengemut lidah Jiyeon layaknya permen membuat Jiyeon tidak dapat menahan desahannyaa..

***

-Makan Malam

 

“Makanlah ini” Minho menyendokkan beberapa lauk pauk untuk Jiyeon membuat Yoona , Siwon, Sulli dan juga Do Yeon menatap Minho dengan tatapan aneh. Sedangkan Jiyeon hanya dapat mengangguk dengan polosnya..

“Gomawo Oppa” Minho mengangguk lalu tersenyum membuat Yoona lagi-lagi menatap Minho dengan tatapan aneh. Kemudian ia tersenyum dengan evil..

“Ehm.. sepertinya ada pasangan baru disini” Sindir Yoona

“Nugu eomma?”Tanya Sulli dengan senyum yang tak kalah evil dari eommanya. Siwon akhirnya mengerti arah pembicaraan Yoona juga ikut tersenyum geli. Minho menjadi salah tingkah dan wajahnya tiba-tiba memerah seperti tomat.

“Oppa ada apa dengan wajahmu” Ejek Sulli

“Ah.. anniyo” Jawab Minho gelagapan. Yoona benar-benar kagum, bagaimana bisa puteranya itu berubah 360 derajat dari biasanya. Minho tidak tersenyum ataupun berbicara panjang lebar dan sekarang Minho menunjukkan sikap gugup yang tidak pernah ia tunjukkan sama sekali sebelumnya.

“Bagaimana bisnismu di Paris?”

“Berjalan lancar Appa, tadi Seunghyun menghubugiku dan mengatakan bahwa pemegang saham menandatangani kontrak dan itu akan sangat menguntungkan untuk kita” Ucap Minho.

“Kau benar-benar cerdas Minho-ah” Puji Do Yeon

“Gomawo Do Yeon-ah” Do Yeon tersenyum pada Minho dengan senyuman mautnya. Tapi hanya ditanggapi oleh wajah datar Minho. Jiyeon terkekeh kecil melihatnya.

‘Aku sudah menang dari awal eonni’ batin Jiyeon senang..

***

Jiyeon terbangun saat mendengar deburan ombak. Ia lalu menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 1 Malam. Karena merasa tidak bisa tidur lagi, Jiyeon memutuskan untuk berjalan-jalan hanya untuk melihat pemandangan pantai dimalam hari. Tetapi ia merasa sedikit takut Jika berjalan seorang diri.. dengan ragu ia mencoba mengetuk kamar Minho yang memang bersebelahan dengan kamarnya..

“Oppa” Jiyeon mengetuk pintu kamar Minho, tidak sampai semenit. Minho muncul dengan melalap dan rambut yang terlihat acak-acakkan..

“Wae?”

“Aku ingin berjalan-jalan disekitar pantai. Kau mau menemaniku?” Tanya Jiyeon dengan wajah berharap. Minho terlihat berpikir sebentar lalu mengangguk..

“Kau tunggu disini, aku akan mengambil jaket”

Minho dan Jiyeon berjalan dipinggir pantai sambil bergandengan tangan. Minho menguap beberapa kali dan itu membuat Jiyeon merasa sedikit bersalah karena telah membangunkan Minho.

Mereka duduk dipasir , jiyeon memasukkan tangannya kedalam kantung jaket Minho lalu meletakkan kepalanya pada pundak namja itu.

“Oppa, aku baru tahu kau memiliki pulau pribadi seindah ini.. mengapa kau membuatnya menjadi tempat wisata?”

“Sangat disayangkan jika pulau ini ditelantarkan. Kau tahu sendiri bahwa aku adalah namja yang sangat sibuk jadi aku tidak akan terlalu mengurusi pulau ini. Jadi aku merasa apa salahnya jika berbagi keindahan pulau ini pada orang-orang” Jawab Minho. Jiyeon mengangguk pelan.

“Oppa, Mengapa kau malah menyukaiku? Bukan Do Yeon eonni? Bukankah ia cantik dan mempunyai tubuh yang indah , dan juga yeoja yang cocok menjadi sosok seorang ibu.. bukankah-“

“Kau lebih cantik darinya, kau lebih baik darinya dan kau adalah sosok ibu yang terbaik untuk anak-anak kita kelak. Dan juga tubuhmu lebih indah dibandingkan tubuhnya” Pipi Jiyeon merona merah mendengar penuturan Minho. Ia tersenyum malu, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Minho bisa mengatakan kata-kata seperti itu.

“Kau tahu bukan bahwa aku bukanlah namja yang romantis seperti appaku , tetapi satu hal yang harus kau tahu.. aku mencintaimu.. “

“Aku kira ucapanmu saat kau mabuk itu hanya bohongan”

“Apakah saat mabuk aku melakukan hal aneh?”Kaget Minho.. Jiyeon mengangguk dengan wajah malu.

“Kau menciumku lalu kau mengatakan ‘ Aku mencintaimu Yeon-ah’ aku sempat mengira yeon adalah Do Yeon eonni karena selama ini kau bersikap sangat baik padanya Oppa” Ucap Jiyeon. Minho tersenyum lalu memeluk tubuh Jiyeon erat..

“Aku berhutang budi padanya Jiyeon-ah, Do Yeon pernah menyelamatkan nyawa ku” Ucap Minho membuat Jiyeon langsung menatap Minho.

“Menyelamatkan nyawa mu Oppa??”

***

( Jiyeon Pov )

“Menyelamatkan nyawa mu Oppa?”

“Kau ingat? 5 Tahun yang lalu saat eommaku mengajak kita untuk berlibur ke Busan? Bukankah kau ada disana saat kejadian itu terjadi..? Saat dimana aku hampir tenggelam karena mengambil bonekamu yang terlempar karena ulahmu” Ucap Minho Oppa , aku tidak pernah melupakan kejadian it dan karena kejadian itu aku benar-benar tidak bisa melupakan Minho Oppa..

“Bukankah saat itu Do Yeon yang menyelamatkanku? Ia yeoja yang menarikku ke daratan dan eomma juga mengatakan bahwa ia melihat Do Yeon yang berada didekatku dengan keadaan basah kuyup “ Tidak, bukan Do Yeon eonni yang menyelamatkan Minho Oppa saat itu. Tetapi..

*Flashback Pov*

Jiyeon dengan kesal dan cemberut mengikuti Do Yeon dan Minho yang berjalan kearah hutan untuk menikmati udara segar. Tangan kanan Jiyeon memeluk boneka beruangnya sedangkan tangan kirinya digunakannya untuk menggenggam tangan Minho karena Minho mengatakan ia takut Jiyeon tiba-tiba terpisah dari mereka.

Sepanjang perjalanan, Do Yeon dan Minho terus mengobrol tanpa memperdulikannya. Karena ia kesal, Jiyeon tanpa sengaja melempar boneka kesayangannya kearah danau..

“Omo! Boneka ku” Jiyeon hendak menceburkan diri tetapi Minho menahannya. Jiyeon menangis sambil menunjuk bonekanya..

“Itu adalah hadiah terakhir sebelum Halmeoni meninggal , otthokae? Aku menghilangkannya” Tangis Jiyeon

“Aku harus mengambilnya”

Minho menahan tangan Jiyeon..

“Jangan, aku yang akan mengambilnya.. berbahaya untukmu lagipula bukankah kau masih belum bisa berenang?”

“Jangan Oppa.. biar aku saja yang mengambilnya” Ucap Jiyeon dengan putus asa..

“Do Yeon-ah, tahan Jiyeon”

Minho menceburkan dirinya, saat ia bisa meraih boneka itu tiba-tiba saja kakinya keram membuat Minho tenggelam . Jiyeon dan Do Yeon terkejut..

“Tolong”

“Kakiku keram”

“Eonni selamatkan Minho Oppa”

“Aku takut, aku tidak bisa berenang” Tolak Do Yeon.

“Ayo eonni”

“Shireo!!”

Karena panik melihat Minho yang sudah tidak sadarkan diri. Jiyeon dengan tubuh kecilnya menceburkan dirinya, untung saja appanya sempat mengajarkannya sedikit tentang berenang. Jiyeon berhasil menggapai tubuh Minho lalu berusaha menariknya dengan bersusah payah dan akhir ia berhasil membawa Minho. Tetapi tiba-tiba Do Yeon datang dan mendorong tubuhnya lalu menepuk pipi Minho..

Yoona datang dari arah belakang..

“omo apa yang terjadi”

“Minho Oppa tenggelam ahjumma karena mengambil boneka ku” Jawab Jiyeon

“Dan aku-“

“Aku menyelamatkan Minho .. “ Ucap Do Yeon . Jiyeon baru sadar bahwa sekarang tubuh Do Yeon juga basah. Jiyeon menatap Do Yeon dengan wajah bingung, bukankah tadi Do Yeon tidak ikut menolong? Akhirnya Jiyeon mengerti..

‘Do Yeon eonni’ batin Jiyeon

*Flashback Off*

“Jiyeon-ah Gwenchana?” Minho Oppa menepuk pundakku membuatku tersadar dari lamunanku. Aku mengangguk pelan..

“Nan Gwenchana Oppa”

***

“Minho-ah, lihat itu.. begitu indah” Do Yeon eonni melingkarkan tangannya ditangan Minho Oppa sambil menyandarkan kepalanya dipundak Minho Oppa. Aish!! Do Yeon eonni benar-benar centil. Aku mencoba mengalihkan perhatianku pada bunga-bunga yang tumbuh dipadang rumput luas ini.

Minho oppa sangat beruntung mempunyai sebuah pulau seindah dan seluas ini. Pulau ini sepertinya banyak mendatangkan keuntungan.

Aku berjalan disamping Yoona ahjumma dan Sulli berjalan disamping siwon ahjussi dan Minho Oppa dan do Yeon eonni berjalan didepan kami. Aku benar-benar merasa akan terbakar. Minho Oppa hanya milikku..

“ya! Mengapa kau malah menggandeng tangan Do Yeon bukan Jiyeon??” Omel Yoona ahjumma tiba-tiba sambil menjitak kepala Minho Oppa membuat Minho Oppa meringis pelan. Aku hanya dapat tersenyum geli melihat Yoona ahjumma mengomeli Minho Oppa.

“Bukankah Jiyeon mempunyai kaki? Mengapa aku harus menggandengnya” Ucap Minho Oppa dengan nada kesal.

“Do Yeon juga mempunyai kaki, tetapi mengapa kau menggandengnya” Marah Yoona ahjumma sambil menjitak kepala Minho Oppa sekali lagi.

“Mianhae ahjumma, kaki ku tanpa sengaja menginjak pecahan kaca semalam.. jadi aku- “

“Arraseo..arraseo.. Kajja Jiyeon-ah, sebaiknya kita pergi ke Pantai saja” Yoona ahjumma menarik tanganku menjauh membuat mereka menatap kami.

“Yeobo? Apa yang kalian akan lakukan dipantai?” Teriak Siwon ahjussi membuat Yoona ahjumma menghentikan langkahnya

“Anniyo.. aku hanya ingin memperkenalkan Jiyeon dengan para namja yang tadi menatap Jiyeon dengan terpesona. Mungkin Jiyeon akan terpikat pada salah satu dari mereka. Aku yakin jika Jiyeon menikah dengan salah satu namja tampan yang ada disana, anaknya akan sangat tampan” Celetuk Yoona ahjumma membuatku langsung menatap Yoona ahjumma dengan wajah bingung.

“Mwo? bukankah Minho-“

“Anniyo siapa bilang? Apa salahnya? Bukankah Minho belum bertunangan dengan Jiyeon ? Lagipula Minho juga sepertinya masih mengacuhkan Jiyeon, aku malah berpikir Minho menyukai do Yeon? Yak!! Choi Minho mengapa kau tidak Menikahi Do Yeon saja?? Kau sepertinya menyukainya..” Yoona ahjumma sepertinya sedang memanas-manasi Minho Oppa. Aku memutuskan untuk tetap diam.

“eomma” Ucap Minho Oppa dengan nada datar.

“wae?”

“Aku hanya menganggap Do Yeon sebagai sodara”

“Lalu kau menganggap Jiyeon apa?”

“Dongsaengku”

“Mwoo!! Dongsaeng!!”  Aku menatap Minho Oppa dengan tatapan sedih. Jadi selama ini aku hanya dianggap dongsaeng setelah apa yang terjadi? Aku menghela nafas kecewa. Aku berbalik dan berjalan pergi..

“Jiyeon-ah kau mau kemana?” Sulli berjalan mengejarku..

***

“Hikzz…Hikzz… Minho Oppa pabo..” Aku terus mengutuk Minho Oppa. Bagaimana bisa ia berkata seperti itu lagi setelah apa yang terjadi.

“Aigo Jiyeon-ah, aku yakin Minho Oppa tidak bermaksud begitu..”

“Tetapi tetap saja, huaa.. benar-benar kejam” Aku mendengar sulli menghela nafas lalu menepuk pundakku dengan lembut.

“Sudahlah”

“Lihat! Ia lebih mementingkan Do Yeon eonni dibandingkan diriku. Seharusnya ia mengejarku saat ini dan meminta maaf, tetapi apa? Ia malah tidak mengejarku dan ia malah bersama do yeon eonni”

“Minho Oppa memang sangat susah ditebak bukan?”

“Kau benar .. Huaa..” Sulli menatapku dengan prihatin. Semoga saja besok mataku tidak bengkak.

“Sebaiknya kau keluar Sulli-ah, dan aku mohon jika bisa saat makan malam nanti kau membawakan makanan ke kamarku. Aku masih belum ingin bertemu dengan Minho Oppa..”

“Arraseo..” Sulli tersenyum lalu berjalan keluar dari kamarku.

***

( Author Pov )

“Dimana Jiyeon”

“Ia bilang ia tidak enak badan eomma, aku sudah mengantarkan makan malam untuknya”   Jawab Sulli sambil menyendok beberapa lauk pauk. Terdengar helaan nafas Yoona. Sedangkan Minho hanya diam dan terlihat seakan tidak perduli.

“Apakah karena kejadian tadi? Kau benar-benar keterlalu Minho-ah”

“apa yang salah? Bukankah aku menjawab dengan jujur”

“Jangan terus bersikap seperti ini. Eomma tahu bahwa kalian sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Seharusnya kau lebih bisa bersikap lebih baik padanya , bagaimana bisa kau membuatnya melayang lalu kau jatuhkan. Bagi Jiyeon, kau adalah kekasihnya sekarang tetapi semua kandas saat kau bilang kau hanya menganggapnya sebagai dongsaeng”

“Lalu” Minho menjawab dengan wajah datar.

“Hilangkah sifatmu itu. Seperti yang kita tahu, Jiyeon tidak akan bertahan selamanya dengan sikapmu. Eomma hanya tidak ingin kau menyesal suatu saat nanti. Eomma juga tidak ingin melihatmu menangis jika suatu saat Jiyeon akan menikah dengan namja lain karena kebodohanmu..”

“Ia tidak akan menikah dengan siapapun eomma, ia hanya akan menikah denganku”

“Hm.. eomma tahu kau menyayanginya hanya saja kau tidak tahu cara memperlakukannya. Kau adalah namja yang cerdas Choi Minho, seharusnya kau bisa lebih mengerti. Mengapa kau benar-benar bodoh dimasalah Cinta .. ckckckck”

“Lalu apa yang harus ku lakukan eomma” Tanya Minho sambil menatap Yoona membuat semua langsung mengarahkan tatapannya pada Minho. Minho adalah namja yang paling tidak suka jika sudah bertanya. Karena Minho adalah namja yang cerdas, ia tahu semua hal. Tetapi tidak dengan Cinta.

“Bersikap lembut padanya dan buatlah dia merasa bahwa hanya ia yang ada dihatimu. Dan satu hal lagi, jika ada yang bertanya siapa ia untukmu? Kau harus menjawabnya sesuai kata hatimu. Eomma tahu kau hanya mengikuti kata pikiranmu saat kau mengatakan hanya menganggapnya sebagai seorang dongsaeng” Minho mengangguk mengerti sambil memikirkan apa yang yoona katakan

‘Choi Minho Pabo’ rutuknya..

***

Jiyeon terus menggerutu dengan kesal. Sudah hampir larut dan ia masih belum bisa menutup matanya.

“Apa aku harus meminta Minho Oppa untuk mengantarku berjalan-jalan disekitar pantai?”

“Ah.. aku sedang marah padanya..”

Jiyeon menghempaskan tubuhnya keatas ranjang lalu menatap ponselnya. Tepat saat itu ponselnya berdering.

Matanya seketika membulat saat tahu siapa yang mengirimkannya pesan singkat. Jiyeon menatap ponselnya dengan senyum dibibirnya tetapi sedetik kemudian ia menatap ponselnya dengan kesal.

‘Temui aku dipantai’

Jiyeon beranjak lalu mengambil jaket tebalnya. Sebelum itu ia menghela nafas pelan, entah sudah keberapa kalinya ia melakukan hal itu.

Jiyeon terus berjalan , hingga tatapannya mengarah pada seorang namja yang terlihat tengah duduk sendiri sambil menatap pemandangan pantai dimalam hari. Jiyeon menghentikan langkahnya saat tiba-tiba seorang yeoja muncul..

‘Do Yeon eonni’ Batin Jiyeon.

Jiyeon menatap sedih Minho dan Do Yeon yang terlihat mengobrol dengan akrab. Dengan perasaan cemburu, Jiyeon berbalik bermaksud untuk pergi hingga terdengar suara.

“Jiyeon-ah”

Dengan terpaksa Jiyeon membalikkan tubuhnya. Minho dan Do Yeon tengah berjalan  kearahnya.

***

( Minho Pov )

“Jiyeon-ah” Aku memanggilnya. Mengapa Do Yeon harus muncul. Padahal aku hanya ingin bertemu dengan Jiyeon dan membicarakan semuanya. Aku yakin kali ini Gadis Nakal itu salah paham lagi. Salah satu sifat buruknya adalah selalu menyimpulkan sesuatu tanpa bertanya. Itu lah Jiyeon.

“Apa yang ia lakukan disini” Aku mendengar gerutuan Do Yeon.

“Oppa” Jiyeon menyapaku dengan nada suara yang terdengar tidak bersemangat. Aku menggenggam tangannya lalu menariknya pergi hingga sebuah suara menghentikan langkah kami

“Kalian hendak pergi kemana?”

“Aku hanya ingin mengobrol bersama Jiyeon. Bisakah kau kembali ke Penginapan”

“Kau mengusirku” Tanya Do Yeon..

“Anniyo, hanya saja angin malam tidak bagus untuk kesehatan dan kau juga tidak memakai jaket jadi aku sarankan kau untuk kembali ke penginapan”

“Ah Nde.. Kau begitu perhatian padaku”

***

“Mengapa kau tidak mengajak Do Yeon eonni saja Oppa. Kau terlihat nyaman dengannya” Ucap Jiyeon dengan wajah kesalnya. Aku yakin ia cemburu. Aku tersenyum kecil lalu mengelus rambutnya lembut.

“Kau cemburu?”

“Anniyo. Untuk apa aku cemburu ? Bukankah aku hanya ‘Dongsaeng’ bagimu Oppa”

“Aku memang menganggapmu dongsaengku, tetapi aku juga menganggapmu sebagai yeoja yang ku cintai”

“Jeongmalyo Oppa?”

“Mianhae.. eomma benar, aku tidak pernah bisa mengerti bagaimana dirimu dan aku juga tidak pernah berusaha berubah untukmu. Tetapi inilah aku Jiyeon-ah, aku bukanlah namja romantis dan peka tetapi aku benar-benar menyukaimu”

“Oppa” Jiyeon menatapku dengan senyum diwajahnya. Aku membalas senyumnya lalu menariknya kedalam pelukanku sekaligus menghangatkan tubuhnya dari dinginnya malam. Aku benar-benar merasa nyaman dengan memeluk Jiyeon

“Jiyeon-ah”

“Nde Oppa?”

Aku melepaskan pelukannya lalu berlutut didepannya. Aku tersenyum lembut padanya lalu mencium telapak tangannya dengan lembut. Ia menatapku dengan tatapan terkejut sekaligus terharu.

“Oppa”

“Maukah kau bertunangan denganku dan juga mau kah kau menjadi eomma dari anak-anakku dan menjadi isteri yang selalu mencintaiku dan selalu ada disisiku?”

“Oppa.. aku..aku..”

“Nde?” Aku menunggu jawabannya

“aku mau Oppa” Jiyeon langsung berlutut dan memelukku. Kata-kata yang selalu ingin ku ucapkan akhirnya keluar dari bibirku. Benar-benar melegakan.

“Gomawo Jiyeon-ah”

***

( Author Pov )

-2 Bulan Kemudian

 

Jiyeon berjalan dikoridor Universitasnya dengan langkah santai dengan sulli disampingnya. Cincin dengan berlian menghiasinya melingkar dijari manis Jiyeon. Sebulan yang lalu ia telah bertunangan dengan namja yang selama ini ia cintai, Choi Minho.

Belakangan ini Minho sangat sibuk dengan tugas kantornya dan tak jarang ia terlibat pertengkaran kecil dengan Jiyeon karena ia tidak bisa membagi waktu untuk Jiyeon. Jiyeon hanya ingin Minho menunjukkan perhatian yang pernah ia berikan saat mereka dipulau. Sekarang Minho kembali ke sifatnya yang dingin dan mengesalkan.

“Jiyeon-ah, lihatlah namja-namja itu .. mereka memperhatikanmu” Jiyeon mendengus mendengan celetukan sulli. Sejak ia bertunangan dengan Minho, ia memutuskan untuk tinggal di Kediaman Keluarga Choi karena permintaan Yoona. Yoona sepertinya benar-benar menyayangi Jiyeon..

“Aku tidak tertarik dengan mereka”

“Minho Oppa benar-benar sudah mengunci hatimu rupanya” Kekeh Sulli dan dijawab dengan senyum malu oleh Jiyeon.

“Hari ini kau temani aku untuk membeli beberapa sayur”

“Kau dan eomma pasti ingin membuat resep makanan baru” Tebak Sulli

“Nde..” Jawab Jiyeon dengan senyum lebarnya

***

Minho menatap jam ditangannya. Sudah hampir larut malam dan ia masih berkutat dengan berkas-berkas ditangannya. Minho menghela nafas, entah mengapa sekarang pekerjaan kantor begitu melelahkan dan juga membosankan baginya. Padahal dulu ia tidak pernah bosan dan juga ia tidak pernah merasa lelah walaupun harus begadang mengerjakan tugas kantor membuatnya menjadi namja paling disiplin dikantor itu.

Tetapi sekarang? Ia menjadi namja yang suka mendengus dan juga mudah bosan. Penyebab utamanya adalah Jiyeon, yeoja itu membuatnya ingin selalu berada dirumah dan juga Jiyeon selalu muncul setiap saat dipikirannya

“Ya! Gadis Nakal, keluarlah dari pikiranku” Minho memijit keningnya.

Minho berdecak kesal lalu mengambil jaketnya. Ia memutuskan untuk pulang, ia tak akan bisa mengerjakan tugas kantor jika pikirannya melayang kesana kemari. Minho berjalan keluar dari ruangannya.

***

“Oppa kau sudah pulang?” Minho berbalik dan mendapati Jiyeon tengah berdiri dibelakangnya dengan segelas air ditangannya. Minho tersenyum lembut lalu mengangguk dan berjalan kearah Jiyeon.

“Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak menungguku kan?”

“Aku memang sedang menunggumu Oppa” Jawab Jiyeon dengan polos.

“Lain kali kau tidak perlu menungguku. Kau harus tidur , aku tidak suka jika kau tidak tidur hanya karena menungguku. Aku tidak mau tunanganku yang cantik ini sakit hanya karena diriku” Jiyeon bersemu merah. Minho berangkul pundak Jiyeon..

“Oppa temani aku tidur nde”

“Waeyo? Apakah kau bermimpi buruk lagi?”

“Nde Oppa” Jawab Jiyeon dengan wajah kesalnya. Minho mengangguk kecil.

“Aku akan menemanimu..”

“Gomawo Oppa”

Jiyeon melingkarkan tangannya ke tangan Minho dengan mesra.

Jiyeon membuka pintu kamarnya disusul dengan Minho yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah. Ya, sejak mereka bertunangan.. Minho bisa dikatakan sangat sering tidur dikamar Jiyeon karena Jiyeon sering bermimpi hal buruk akhir-akhir ini. Walaupun mereka tidur bersama, Minho tidak pernah sama sekali menyentuh Jiyeon..

Jiyeon tidur sambil memeluk Minho, senyum kecil muncul dibibirnya..

“Oppa.. saranghae”

“Nado Saranghae Gadis Nakal”

Minho mencium kening Jiyeon dengan penuh kasih sayang. Jiyeon sudah menjadi bagian didalam hidupnya, ia tidak akan bisa hidup jika tanpa Jiyeon. Ia mencintai Jiyeon, walaupun kadang Jiyeon sangat menyebalkan baginya. Jiyeon adalah belahan Jiwa nya

***

“Park Jiyeon, mau kah kau menjadi kekasihku” Jiyeon menatap namja didepannya. Sulli yang berdiri disamping Jiyeon hanya dapat menatap Jiyeon menunggu jawaban Jiyeon.

“Daehyun Sunbae.. sebaiknya kau berdiri , sekarang kau menjadi pusat perhatian banyak orang” Jiyeon mencoba menegur namja yang sekarang sedang berlutut didepannya dengan bunga mawar ditangannya. Daehyun seakan tidak perduli, ia terus berlutut berharap Jiyeon menerimanya.

Sulli menatap Daehyun dengan iba dan penuh arti. Daehyun, namja itu adalah namja yang disukai oleh Sulli. Sulli jatuh hati pada pandangan pertama pada Daehyun yang tidak lain adalah Sunbae mereka, saat pertama kali masuk ke Universitas.

“Daehyun Sunbae” Gumam Sulli dengan wajah yang terlihat sedih. Ia menyukai Daehyun tetapi Daehyun malah menyukai Jiyeon. Kadang Sulli merasa sangat iri dengan kecantikan Jiyeon tetapi ia tidak akan membiarkan rasa iri nya membuat persahabatannya dan Jiyeon hancur. Biar bagaimanapun ia sangat menyayangi Jiyeon seperti sodara kandungnya sendiri.

“Mian Sunbae.. kajja sulli.. Minho Oppa mungkin sudah menunggu kita. Bukankah hari ini Minho Oppa berjanji untuk menjemput kita dan makan siang bersama” Jiyeon berusaha menghindar tetapi Daehyun berdiri dan mencengkram lengan jiyeon

“Daehyun Sunbae” Ucap Jiyeon kaget.

Beberapa Mahasiswa terlihat mengerumbungi mereka, membuat Jiyeon menjadi salah tingkah.

“Aku mohon jadilah kekasihku Park Jiyeon. Jebal”

“Sunbae.. aku-“

“Jauhkan tanganmu darinya, yeoja ini adalah tunanganku” Terdengar sebuah suara membuat semua orang menatap kearah Seorang namja dengan jas rapi dan juga wajah yang terlihat sangat tampan. Namja itu menatap Daehyun dengan tatapan menusuk lalu berjalan kearah Daehyun dan Jiyeon. Ia melepaskan genggaman tangan Daehyun dari tangan Jiyeon.

“Minho Oppa” Gumam Sulli.

Terdengar decakan kagum dari beberapa Yeoja. Mereka mengagumi ketampanan Minho.

“Bukankah itu Choi Minho, Pengusaha Muda Kaya Raya?”

“Aku dengar ia adalah Oppa dari Sulli”

“Jiyeon sangat beruntung bisa menjadi tunangannya” Terdengar bisikkan-bisikkan para yeoja. Daehyun menatap Minho dengan tatapan kesal.

“Mian, aku mempunyai urusan dengannya” Daehyun mencoba menggenggam tangan Jiyeon tetapi dengan segera Minho menepisnya. Minho menatap Daehyun dengan tatapan membunuh lalu berkata..

“Jika kau berani menyentuhnya, akan ku bunuh kau!” Daehyun seketika terdiam kaku. Minho menarik tangan Jiyeon diikuti dengan Sulli yang terlihat menatap Daehyun dengan Iba.

‘Daehyun Sunbae’ Gumam Sulli dengan sedih..

***

“Oppa, kau tidak seharusnya mengucapkan hal itu pada Daehyun Sunbae” Protes Jiyeon. Minho hanya diam dan terlihat mencoba untuk fokus menyetir. Jiyeon merasa tidak enak pada Daehyun, biar bagaimanapun Daehyun adalah namja yang baik. Jiyeon juga merasa tidak enak dengan Sulli, ia tahu bahwa Sulli sangat menyukai Daehyun tetapi namja itu malah menyatakan perasaan padanya.

“Aku tidak akan tinggal diam jika ada namja yang berani mendekatimu”

“Tetapi Oppa, aku baru sekali mendengarmu mengancam orang seperti itu” Ucap Sulli yang mulai pulih dari keterkejutannya. Jiyeon menatap Minho dengan tatapan polosnya.

“Mengancam bagaimana?”

“Mengancam ingin membunuh. Kau hanya bercanda kan Oppa?”

“Kau tahu bukan? Aku tidak pernah bercanda dengan ucapanku. Lagipula jika Jiyeon berani meninggalkanku atau berselingkuh, aku akan melakukan hal yang tak pernah ia bayangkan. Karena hanya aku yang pantas untuknya, tidak ada namja lain yang lebih pantas dari diriku untuk Jiyeon” Ucapan Minho membuat Sulli dan Jiyeon bergidik ngeri.

“Ckckck.. kau berubah menjadi namja yang mengerikan Oppa” Komentar Sulli, Minho tersenyum.

“Begitulah aku, aku akan jadi sangat mengerikan jika sesuatu yang sudah menjadi milikku diambil oleh orang lain. Begitu juga dengan Jiyeon, jiyeon adalah yeoja yang sudah lama ku cintai dan jika ia berkhianat .. aku tidak akan tinggal diam.. ini bukan hanya sekedar ancaman” Jiyeon menjadi sedikit ketakutan mendengar ancaman Minho yang terdengar serius

“kau dalam bahaya Ji” Ucap Sulli sedikit berbisik..

***

( Sulli Pov )

Aku duduk sambil melamun. Begitu menyakitkan saat melihat Daehyun Oppa menyatakan perasaan pada Jiyeon. Aku benar-benar menyukai Daehyun Oppa, tetapi ia hanya menganggapku sebagai seorang teman dan sebagai seorang hansaeng..

Aku membuka ponselku, tidak ada pesan dari siapapun. Selalu aku yang lebih dulu menghubungi Daehyun Oppa.. jika ia menghubungiku lebih dulu, berarti ia menanyakan tentang Jiyeon.

Terdengar suara angin berhembus. Aku keluar dan berdiri dibalkon kamarku sambil memeluk boneka teddy bearku. Tatapanku tertuju kearah taman, disana Minho Oppa dan Jiyeon terlihat terlibat pertengkaran kecil.

Begitulah mereka, selalu bertengkar setiap saat. Sekarang, Minho Oppa menjadi namja yang lebih terbuka dan Minho Oppa juga mulai menampilkan sifat aslinya. Minho Oppa mempunyai sifat yang sangat menyebalkan menurutku. Bagaimana bisa Jiyeon menyukai Minho Oppa yang mempunyai rasa cemburu yang tinggi.. keke :D Mudahan saja aku tidak mendapatkan namja seperti Minho Oppa.. tetapi biarpun begitu, Minho Oppa adalah Oppa terbaik dihidupku.

***

( Jiyeon Pov )

“Kau harus mempunyai dua pengawal…”

“Oppa” Aku berusaha protes tetapi Minho Oppa langsung menatapku dengan tatapan tajam.

“Aku akan membayar Bodyguard untukmu”

“Aku tahu kau cemburu Oppa. Tetapi rasa cemburumu terlalu berlebihan, kami hanya teman. Percayalah” Aku memohon padanya. Sekarang Minho Oppa menjadi terlalu Overprotektif terhadapku. Aku menghela nafas pelan.

“Apakah sekarang kau sudah berpindah kelain hati? Karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaan kantorku? Bukankah kita sudah membahasnya kemarin dan kau bilang kau dapat mengerti..” Minho Oppa sepertinya benar-benar kesal padaku.

“Katakan sejujurnya! Siapa namja yang kau sukai sekarang” Minho Oppa mencengkram bahuku tetapi tidak terlalu keras. Ia masih bisa mengendalikan emosinya sedikit, semarah apapun Minho Oppa.. ia tidak pernah menyakitiku..

“Kau tahu Oppa? Namja yang ku Cintai dan ku sukai adalah kata awal dari kalimat ini” Aku berjalan mendekatkan jarakku dengannya lalu menatap matanya. Mata yang terlihat sangat indah dan juga tegas. Tetapi kadang mata ini bisa menjadi sangat mengerikan dan membuatku merasa ketakutan. Tetapi aku sangat bahagia bisa mengetahui dan bisa mengubahnya, setidaknya ia bukan namja berhati es lagi.

Aku menarik tengkuk Minho Oppa dan mencium bibir Minho Oppa. Aku mencium bibirnya dengan penuh perasaan, berharap ciuman ini bisa mengatakan bahwa ia sangat-sangat berarti bagiku. Minho Oppa menarikku kedalam pelukannya, bibirnya masih bertautan dengan bibirku. Minho Oppa benar-benar namja yang susah ditebak. Kadang ia menjadi dingin, kadang ia menjadi sangat menyeramkan dan kadang ia menjadi namja yang benar-benar baik.

“Oppa, ternyata kau bisa berubah sangat menyeramkan jika cemburu” Ucapku setelah kami melepaskan ciuman kami. Minho Oppa tersenyum dengan amat manis membuatku sangat terpesona.

“aku hanya tidak ingin kehilanganmu”

“Aku tidak akan berpaling oppa. Kau tidak perlu khawatir karena hatiku sudah terikat padamu” Aku memeluknya dengan erat.

***

“Annyeong” Aku menghela nafas kesal saat melihat kemunculan Do Yeon eonni. Ia benar-benar tidak menyerah mendapatkan Minho Oppa -_- Apakah ia lupa bahwa Minho Oppa sudah memilihku. Menyebalkan..

Aku tersenyum dengan kaku padanya. Aku ingin segera lulus dari Universitas lalu bekerja dikantor yang sama dengan Minho Oppa. Sungguh Sial, Do yeon eonni mengapa harus bekerja dikantor yang sama dengan Minho Oppa? Aish!

“Ah, rupanya kau ada disini” Ucap Do Yeon eonni. Aku mengangguk kecil.

Do Yeon eonni berjalan kearah Minho Oppa yang sedang sibuk berkutat dengan berkas-berkas didepannya. Ya, hari ini aku tidak ada mata kuliah dan akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke kantor Minho Oppa. Untuk mengajaknya makan siang bersama. Tetapi Minho Oppa malah mengacuhkanku karena terlalu terfokus dengan kekasihnya, berkas-berkas itu!

“Minho-ah, ini adalah Desain baru yang telah ku buat? Otte” Minho Oppa langsung mengalihkan tatapannya lalu mengambil buku desain yang berada ditangan Do Yeon eonni. Minho Oppa terlihat mengangguk..

“Kau memang selalu jenius dalam menentukan Desain yang cocok. Perusahaan ini sangat beruntung memilikimu. Aku dengar, desain terakhirmu membawa keuntungan besar bagi perusahaan . jadi aku akan mengabulkan satu permintaanmu, karena desain yang kau buat membuatku mendapat keuntungan besar..” Ucap Minho Oppa berbicara panjang lebar.

Aigoo menyebalkan! Sedari tadi aku mengajaknya berbicara dan jawabannya hanya “ Nde” , “Arraseo”, dan ketika Do yeon eonni mengajaknya berbicara, Minho Oppa malah berbicara panjang lebar dan memberi Do Yeon eonni sebuah kesempatan untuk mengabulkan keinginan Do Yeon eonni. Minho Oppa benar-benar menyebalkan. Sebenarnya ia menyukaiku atau tidak !! Aish!!

“Aku ingin..”

“Oppa” Aku memotong ucapan Do Yeon eonni

“Kau mau apa?” Minho Oppa mengacuhkan panggilanku. Ya! Minho Oppa kau benar-benar namja menyebalkan! Namja tidak berperasaan dan namja dingin! Bagaimana bisa kau mempunyai kepribadian yang berubah-ubah!

“Aku ingin makan malam bersamamu” Ucap Do Yeon eonni dengan malu-malu. Mwo! Makan malam bersama Minho Oppa!! Itu berarti mereka akan berkencan.. Aku harus ikut!!

“Arraseo..”

“Oppa aku ikut”

“Aku akan menjemputmu jam 8 malam ini..”

“Oppa!!” Aku tetap diacuhkan

“Arraseo” Do Yeon eonni tersenyum dengan senang lalu menatapku dengan wajah penuh kemenangan. Minho Oppa menyebalkan!! Bagaimana bisa ia memperlakukanku seperti ini! Aish!! Jika saja Minho Oppa tahu bahwa Do yeon eonni tidak pernah menyelamatkan nyawanya. Aish!! Aku yang menyelamatkanmu Oppa, bukan Do Yeon eonni!!

***

( Author Pov )

“Jiyeon, ini hanya makan malam biasa. Bagaimana pun ia berjasa , ia membuat perusahaan mendapat keuntungan yang sangat besar dan aku merasa berutang budi padanya. Kau harus mengerti”

“Tetapi tetap saja kalian berkencan” Minho menghela nafas karena kecemburuan Jiyeon, ya walaupun ia juga sering bersikap seperti itu jika Jiyeon berada didekat Namja-namja yang memang Chingu dari Jiyeon.

“Kau tidak perlu cemburu, Do yeon sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri. Aku tidak mungkin memilihnya karena aku sudah memilikimu”

“Aku harus ikut”

“Tetapi aku merasa tidak enak dengan Do Yeon, ia hanya meminta makan malam denganku. Aku mohon kali ini kau mengerti”

“Berutang budi? Apakah Oppa masih merasa tidak enak dan merasa berutang budi karena ia menyelamatkan nyawa mu Oppa? Apa arti semua itu? Itu tidak berarti karena- ”

“Itu berarti! Kau tahu! Karena boneka bodohmu itu aku hampir mati! Kau tahu bahwa kau hampir saja membunuhku , dan untung saja Do yeon ada disana saat itu!! Kau seharusnya juga berterimakasih padanya” Bentak Minho tanpa sadar. Minho langsung terdiam saat melihat raut wajah Jiyeon.

“Arraseo Oppa. Jika memang ia sangat berjasa dikehidupanmu. Makan malam saja dengannya, jangan perdulikan aku! Aku memang tidak berguna! Aku memang jahat karena sudah membuat kau hampir terbunuh saat itu! Tetapi mengapa saat itu kau mau mengambilkan boneka itu!! “ Jiyeon berlari pergi. Minho menghela nafas pelan, pertengkaran sangat sering terjadi diantara mereka dan baru kali ini ia membentak Jiyeon. Tetapi menurut Minho, Jiyeon terlalu egois. Seharusnya Jiyeon dapat mengerti bagaimana Minho sangat berterimakasih pada Do Yeon karena telah menyelamatkan nyawanya.

TBC

Otte ? Gak Jelas kah? -_- Mianhae, Otak Author lagi gak bekerja dengan baik. Keke :D Mohon Komentar dan Saran.a Gomawo ^^

Say You Love Me Oppa ( Part 3 )


Untitled

Tittle : Say You Love Me Oppa

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad, Romance, Friendship

Type : Chapter

( Main Cast )

-Park Jiyeon

-Choi Minho

 

( Other Cast )

–          All

“Annyeong ^o^ Author kembali membawa Fanfiction author yang abal-abal ini :D Di Part kali ini semua akan mulai menjadi jelas.. Tetapi semua akan terbuka dipart selanjutnya :D ^o^ Mianhae jika fanfictionnya tidak seperti yang readers harapkan :D Mohon Komentar dan sarannya ^^ Gomawooo” 

***

 

 

( Jiyeon Pov )

Aku duduk dengan wajah masam dibianglala bersama sulli. Sedari tadi sulli terus berceletuk tanpa tahu bagaimana Bad Moodnya aku sekarang. Argh.. sekarang aku memang akan menjadi tunangan Minho Oppa, tetapi aku tidak yakin aku akan memiliki hatinya. Entah mengapa aku merasa Minho oppa lebih menyukai Do Yeon eonni dibandingkan diriku. Aku ingin menangis dipelukan eomma saat ini.

“Jiyeon-ah” Sebuah suara membangunkanku dari lamunanku. Aku langsung menghela nafas saat tahu siapa pemilik suara itu. Mengapa ia harus berada disini? Aish! Membuat Moodku semakin hancur saja.

“Annyeong Taemin-ah” Jawabku dengan senyum terpaksa. Sungguh sial, mengapa aku tidak menyadari bahwa ia naik ke Bianglala yang sama denganku. Jika aku tahu ia ada ditempat ini, aku tidak akan ikut kemari –“

Taemin mendorong Sulli membuatnya berdiri tepat disampingku.

“YA! Lee Taemin” Kesal Sulli karena Taemin mendorongnya. “ Wae? Aku hanya ingin dekat dengan My Princess” Jawab Taemin dengan wajah menyebalkannya. Sulli menatap Taemin dengan tatapan membunuh.

“Kau itu seperti hama yang selalu menempel pada Jiyeon. Bagaimana bisa kau tahu ia ada disini?”

“Tentu saja aku mengikutinya” Jawab Taemin yang aku rasa keceplosan. Ia langsung menutup mulutnya

“YA! Kau menguntitku” Kesalku

“ Jangan begitu padaku Jiyeon-ah, setelah kelulusan aku yakin kita akan sangat jarang untuk bertemu. Kau tahu bahwa Pangeranmu ini sangat-sangat tidak bisa jika tidak melihat wajahmu, wajahmu bagaikan cahaya didalam hidupku , tanpa wajahmu dan tanpa bayangmu dihidupku aku rasa hidupku akan sangat gelap” Aku dan Sulli menghela nafas pelan, Taemin lagi-lagi menunjukkan gaya menyebalkannya.

***

( Author Pov )

          “Oppa” Sulli dengan lincah berjalan diatas es untuk menghampiri Minho dan Do Yeon. Do Yeon terlihat memeluk erat tubuh Minho karena memang ia tidak bisa bermain Ice Skating, jadi Minho berniat untuk mengajari Do Yeon.

“Dimana Jiyeon?”Kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir Minho. Sulli menoleh kearah belakangnya lalu menggeleng tanda ia tidak tahu.

“Bukankah tadi ia bersamamu?”

“Tadi ia memang bersamaku, tetapi Jiyeon pergi kemana? Bukankah kami bersama kemari tadi? Aish!! Pasti namja itu menyeretnya kesuatu tempat” Decak Sulli membuat Minho langsung menatap serius dongsaengnya itu.

“Namja?”

“Lee Taemin.. Pengagum Jiyeon.. ah itu mereka” Sulli menunjuk ke arah Taemin yang terlihat berjalan bersama Jiyeon disampingnya. Terlihat jelas Jiyeon sedang mengomeli Taemin, sebenarnya Jiyeon sangat tidak sudi berpegangan seerat ini pada Tangan Taemin. Tetapi apaboleh buat.. ia tidak bisa bermain Ice Skating..

Taemin terkekeh melihat kekesalan Jiyeon padanya..

“Bukankah itu namja yang menciumnya di Super Market beberapa waktu lalu” Gumam Minho.

“Nde” Jawab Sulli. Jiyeon melambai kearah mereka dengan senyum diwajahnya. Minho menatap Taemin dengan tatapan seakan menyelidik.

“Ah, Taemin.. Perkenalkan ini Minho Oppa dan ini Do Yeon eonni.. Minho Oppa ini Lee- “ Belum sempat Jiyeon menyelesaikan kalimatnya Minho sudah menariknya menjauh dari Taemin dan melepaskan genggaman tangannya dari Do Yeon membuat Do Yeon langsung menatap kearah Minho. Begitu juga dengan Jiyeon.

“Oppa, wae?”

“Anniyo, aku akan mengajarimu untuk bermain Ice Skating” Jawab Minho dingin. Jiyeon sedikit menyerit heran, ia tidak meminta Minho untuk mengajarinya. Akhirnya Jiyeon mengangguk setuju dan tersenyum. Ia mendekatkan tubuhnya pada Minho..

“Minho-ah bagaimana denganku?”

“Hey Anak muda, aku lihat kau bisa bermain Ice Skating. Bisakah kau mengajari Noona ini sedangkan aku akan mengajari Gadis Nakal ini” Ucap Minho. Taemin awalnya ingin menolak, tetapi akhirnya ia mengangguk saat melihat tatapan dari Jiyeon

Sesekali Jiyeon terjatuh membuat Minho tanpa sadar tertawa dengan amat lebar. Sulli yang berdiri tak jauh dari mereka hanya bisa memandang takjub ekspresi Oppanya itu. Ia tidak pernah melihat Oppanya itu tertawa selebar itu sebelumnya. Dengan cepat Sulli mengambil Kamera yang memang sudah ia persiapkan. Sulli memotret beberapa kali Minho dan Jiyeon, termasuk saat Minho sedang tertawa..

“Oppa kau tampan, eomma pasti akan sangat bahagia melihat foto ini”

***

“Aigoo bokongku” Jiyeon mengelus bokongnya yang terasa nyeri saat  keluar dari Area Ice Skating, ia sangat sering terjatuh membuatnya merasakan nyeri. Taemin yang memang berdiri disamping Jiyeon langsung menatap Jiyeon sedangkan Minho yang berjalan didepan mereka dengan Do Yeon disampingnya langsung menoleh.

“Jeongmalyo? Apakah kau tak apa”

“Ya!! Lee Taemin, apa yang ingin kau lakukan? Aku tidak akan membiarkan kau memegang bokongku” Omel Jiyeon langsung menapik tangan Taemin. Taemin hanya dapat tersenyum kecil lalu menggenggam tangan Jiyeon

“Ya!!” Kesal Jiyeon saat Taemin menggenggam tangannya. Taemin hanya menyengir tanpa dosa dan malah mengeratkan genggamannya pada Jiyeon. Sulli hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah Taemin dan Jiyeon. Sedari tadi Jiyeon tidak berhenti mengomeli Taemin yang memang menyebalkan.

“Kau tidak dengar? Ia merasa terganggu kau menggenggam tangannya” Minho melepaskan genggaman tangan Taemin dari tangan Jiyeon membuat Taemin langsung menatap kearah Minho.

“Oppa” Ucap Jiyeon dengan pipi yang memerah, “ Kau cemburu” Lanjut Jiyeon dengan senyum lebar.

“Jangan salah paham, aku hanya tidak ingin melihat yeoja yang sudah ku anggap seperti dongsaengku merasa terganggu dengan namja tidak waras yang selalu mengikutinya” Ucap Minho membuat Jiyeon merengut masam dengan wajah sedih sedangkan Do Yeon tersenyum kecil mendengarnya.

“Ya Hyung.. aku masih waras” Protes Taemin.

“Sejak kapan aku menjadi Hyung-Mu”

***

“Oppa, Jiyeon tertidur” Ucap Sulli sambil menatap Jiyeon yang duduk disampingnya saat mereka tiba didepan kediaman mereka. Do Yeon yang duduk di Minho didalam mobil juga ikut menoleh kearah Jiyeon yang menyandarkan kepalanya kearah kaca mobil. Minho mengangguk.

“ Apakah aku harus membangunkannya?”Tanya Sulli

“Tidak perlu, sepertinya ia kelelahan karena bermain seharian” Ucap Minho.

“Lalu bagaimana ? Oppa tidak berencana membiarkannya tertidur didalam mobil sampai pagi kan?” Curiga Sulli.

“Tentu saja tidak. Aku akan menggendongnya” Jawab Minho dengan nada datar. Sulli tersenyum kecil lalu keluar dari mobil disusul oleh Minho yang sudah berjalan kearah kursi belakang dan perlahan mengangkat tubuh kecil Jiyeon kedalam gendongannya.

“Mengapa kau tidak meminta pelayan saja mengangkatnya” Ucap Do Yeon sambil menatap Minho dengan tatapan tidak suka saat Sulli sudah berjalan masuk kedalam. Minho hanya diam.

“Aku akan menjadi tunangannya sebentar lagi , aku tidak mau di Cap sebagai namja tidak bertanggung jawab” Jawab Minho dengan nada dingin. Do Yeon hanya mengangguk lalu berkata.

“Kau bahagia sudah mendapatkan apa yang kau mau bukan?”

“Apa maksudmu?”

“Jangan berpura-pura bodoh Choi Minho”

“Itu bukan urusanmu Do Yeon-ah,  lebih baik kau pergi beristirahat” Minho tersenyum kecil lalu dengan kaki panjangnya berjalan menaiki tangga rumah dengan Jiyeon digendongannya. Yoona yang memang kebetulan lewat saat itu tersenyum dengan amat bahagia lalu berjalan kearah kamar Sulli, sangat ingin tahu apa yang telah terjadi saat mereka pergi ke Lottle World.

***

Siwon menatap Anae-nya dengan tatapan tidak mengerti. Pasalnya sejak masuk kedalam kamar ,Yoona tidak berhentinya menatap kamera yang berada ditangannya. Karena merasa penasaran, akhirnya Siwon bertanya.

“Apa yang kau lihat?”

“Hal yang sangat mustahil”Jawab Yoona dengan senyum dibibirnya.

“Apa itu?” Yoona berjalan kearah Siwon lalu memberikan Kamera itu pada Suaminya. Membuat Siwon terkejut.

“Apakah ini Minho? Serius? Ini Minho” Kaget Siwon sambil menatap foto seorang namja yang terlihat tertawa begitu lebar sambil memberikan tangannya pada yeoja yang terlihat jatuh terduduk didepannya , yeoja itu tidak lain adalah Jiyeon.

“Tentu saja itu Minho, kau lihat? Ia bisa tersenyum”

“Aku rasa ini hanya mirip dengannya. Kau tahu sendiri bahwa putera kita tidak pernah tertawa  atau pun tersenyum” Ucap Siwon masih dengan wajah tidak percaya. Yoona mengelus pundak suaminya, lalu berkata..

“Itu adalah Minho Oppa.. Aku rasa, Jiyeon-lah yang mengubahnya”

“Jiyeon?”

“Kau lihat Oppa? Hanya saat bersama Jiyeon ia dapat tertawa dengan selebar itu. Aku rasa, dengan perjodohan mereka akan membuat dampak besar bagi Minho. Aku yakin Jiyeon bisa mengubahnya menjadi namja periang dan ceria” Siwon tersenyum mendengar penuturan Yoona yang terlihat sangat berharap pada Jiyeon.

“Aku percaya bahwa Gadis Kecil itu bisa merubah namja berhati batu seperti puteraku” Siwon memeluk Yoona didalam pelukannya dengan erat. Yoona menangis bahagia dipelukan Siwon, mereka sudah lama menunggu saat dimana bisa melihat perubahan terjadi pada Minho. Namja yang selalu menampilkan wajah tanpa ekspresi dan dingin itu..

***

“Berlibur?” Siwon, Minho, Do Yeon, Sulli dan juga Jiyeon menatap Yoona dengan tatapan bertanya. Yoona mengangguk kecil.

“Aku ingin kita berlibur ke Pulau pribadi milik Minho. Pulau yang ku dengar sangat terkenal dengan keindahannya. Sangat disayangkan jika kita tidak ke tempat yang sangat indah itu” Celetuk Yoona. Sulli mengangguk dengan setuju, begitu juga dengan Jiyeon. Jiyeon berpikir akan sangat membosankan Jika ia hanya tinggal dirumah saat liburan kelulusan seperti sekarang.

“Aku harap selama Seminggu ini  kau dan Minho mengosongkan jadwal kalian yang sangat padat itu” Ucap Yoona sambil menatap Siwon. Siwon hanya dapat mengangguk tanpa melawan, karena ia tahu bahwa Yoona sangat tidak menyukai penolakkan. Lain hal-nya dengan Minho, namja itu terlihat memikirkan permintaan eommanya. Karena dikeluarga mereka, hanya Minho yang berani menolak permintaan eommanya.. walaupun hal itu jarang terjadi..

“Mian eomma, sepertinya aku tidak bisa ikut berlibur. Minggu ini aku akan pergi ke Paris untuk bertemu dengan beberapa pemegang saham”

“Tidak bisa kah kau diwakilkan?”

“Aku lebih suka melakukannya sendiri eomma..” Jawab Minho dengan nada datar membuat Yoona mendengus. Tiba-tiba saja sebuah ide terlintas diotaknya membuat Yoona tersenyum dengan wajah jahilnya.

“Jebal Minho-ah, turuti permintaan eomma. Eomma hanya ingin menghabiskan waktu bersama kalian. Kalian terlalu sibuk belakangan ini membuat waktu untuk eomma semakin sempit. Kau juga seharusnya lebih mendekatkan diri dengan Jiyeon dengan cara berlibur. Sebentar lagi kalian akan bertunangan” Ucap Yoona dengan wajah yang pura-pura sedih. Akhirnya Minho mengangguk pelan

“Arraseo eomma” Minho benar-benar tidak bisa melihat kesedihan diwajah eomma tercintanya itu. Senyum muncul dibibir Jiyeon, sedangkan Do Yeon hanya dapat mendengus.

‘Aku harus mencari cara agar Minho menjadi milikku’ Batin Do Yeon dengan kesal.

***

Jiyeon memasukkan beberapa pakaian didalam kopernya. Hingga tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, menampilkan sulli tengah berdiri didepan pintu kamarnya.

“Waeyo?”

“Kajja, kita harus pergi Ke Mall”

“Untuk apa?”

“Tentu saja membeli beberapa baju untuk liburan”

“Bukankah baju yang kita punya sudah lebih dari cukup” Sulli memutar bola matanya. Tanpa banyak bicara ia menarik Jiyeon untuk pergi Ke Mall. Jiyeon hanya dapat mendengus sambil mengikuti sahabatnya itu.

“MWOYA!! Kau berniat membeli bikini” Kaget Jiyeon saat mereka tiba didepan Toko baju yang menjual berbagai macam bikini. Dengan wajah merah merona, Jiyeon menggeleng pelan.. menolak untuk masuk.

“Ini demi Minho Oppa.. kau mau Minho Oppa terpesona oleh Do Yeon eonni? Do Yeon eonni sudah membeli bikini dan aku pernah melihat bagaimana saat Do Yeon eonni memakai bikini. Tubuhnya benar-benar mengagumkan, sebagai calon tunangan Minho Oppa. Seharusnya kau mengambil langkah “

“Jeongmal”

“Nde, kajja” Sulli menarik Jiyeon, memaksanya untuk masuk kedalam toko pakaian itu. Dengan wajah yang terus merona, Jiyeon memilih bikini yang akan ia gunakan.

***

– Incheon Airport

Jiyeon menarik koper besarnya dengan riang, hari ini mereka akan berlibur ke Pulau Pribadi milik Minho. Kabarnya pulau indah itu sekarang akan dijadikan tempat pariwisata oleh Minho karena dapat membawa keuntungan besar. Sulli tak kalah senangnya dengan Jiyeon , ia menggandeng tangan Jiyeon dengan bersahabat. Sedangkan Do Yeon terlihat terus menempel pada Minho. Ia tidak pernah pergi satu meterpun dari Minho, ia terus berjalan disamping Minho membuat Yoona merasa tidak suka.

Mereka menaiki pesawat pribadi milik Siwon yang memang selalu dipakai untuk berpergian keluar negeri. Pesawat mewah dengan desain yang menyenangkan. Jiyeon mendapatkan kursi disamping kiri Minho yang langsung menghadap kejendela , sedangkan Do Yeon mendapatkan kursi disamping kanan Minho.

Sulli , Yoona dan Siwon duduk tepat didepan Minho, Jiyeon dan Do Yeon.

“Jiyeon , saat kita akan berjemur dipantai.. kau harus memakainya” Ucap Sulli mengungkit tentang bikini. Pipi Jiyeon langsung memerah seperti udang, ia teringat akan bikini seksi itu. Jiyeon mengangguk dengan malu, Minho menyadari raut wajah malu Jiyeon lalu menatap kearah sulli..

“Apa yang akan kalian pakai??”

“Rahasia Oppa”

“Aku harap kalian tidak memakai pakaian terbuka, karena pulau itu sudah lumayan banyak wisatawan”Nasehat Minho dengan wajah penuh selidik

Sulli dan Jiyeon saling menatap satu sama lain lalu membuang pandangan kearah luar jendela pesawat. Jiyeon menggerutu didalam hati, begitu juga dengan sulli..

***

“Aigoo” Mata Jiyeon berkaca-kaca melihat sekelilingnya. Sebuah tempat yang sangat indah dan juga pantai dengan air laut berwarna biru. Tidak jauh dari sana , terdapat sebuah padang dengan dipenuhi banyak bunga. Disekitar padang itu terlihat sebuah penginapan yang akan mereka tempati

Jiyeon dengan kesusahan menyeret koper beratnya. Sama halnya dengan Jiyeon, Do Yeon mengalami hal yang sama.

“Biarku bantu” Minho tiba-tiba menghampiri Do Yeon dan membantunya untuk mengangkat koper Do Yeon. Jiyeon menengok kebelakang sama halnya dengan Yoona yang langsung menatap Minho dengan kesal. Bagaimana bisa Minho lebih memilih untuk membantu Do Yeon dibandingkan Calon tunangannya , Jiyeon.

Minho berjalan melewati Jiyeon, tetapi baru beberapa langkah.. iya malah berbalik dan menarik koper Jiyeon dari tangan Jiyeon..

“Biar aku saja yang membawanya, Gadis Nakal sepertimu mana kuat membawanya” Jiyeon tersenyum kecil, walaupun ia masih merasa kesal dengan Minho yang lebih dulu membantu Do Yeon dibandingkan dirinya.

***

Malam itu mereka membuat sebuah pesta kecil-kecilan dipinggir pantai. Jiyeon dengan semangatnya memanggang BBQ dengan ditemani oleh Minho karena paksaan Yoona. Jiyeon mengoles bumbu ke BBQ yang masih setengah matang itu..

“Aigoo , baunya sangat sedap” Gumam Jiyeon sambil bertepuk tangan seperti anak kecil. Minho hanya diam tak menghiraukan apa yang dikatakan Jiyeon. Setelah BBQ itu matang, Jiyeon membawanya ke Meja bundar yang sudah berisi Do Yeon, Sulli, Siwon dan Yoona. Yoona meneguk soju ditangannya dengan sekali teguk..

“Sulli dan Jiyeon, kalian masih belum boleh meminum Soju” Ucap Siwon memberi peringatan, Sulli dan Jiyeon mengangguk pelan tanda mengerti. Sedangkan Minho hanya diam..

“Minho-ah, minumlah”

“Aku tidak bisa minum eomma”

“Nde? Tidak mungkin kau tidak bisa minum, aku dan appamu adalah orang yang kuat dalam hal minum”

“Cobalah sekali teguk, masa kau kalah dariku” ejek Do Yeon sambil mencubit pipi Minho membuat Jiyeon terbakar api cemburu. Dengan terpaksa Minho meneguk Soju itu, tanpa mereka sadari raut wajah Sulli berubah..

‘Gawat’ batin Sulli..

***

( Sulli Pov )

Aku terus menatap Minho Oppa yang terlihat hanya diam. Aku yakin, sebentar lagi Minho Oppa akan meledak. Ya, Minho Oppa tidak bisa meminum minuman keras, ia tidak akan bisa mengendalikan dirinya jika dalam keadaan mabuk. Aku tahu itu, karena beberapa tahun yang lalu aku pernah tanpa sengaja memberikan Minho Oppa soju dan hasilnya.. Minho Oppa hampir saja mencium Jiyeon yang memang saat itu pergi bersama kami untuk makan di Restaurant Kimchi. Untung saja Jiyeon dengan cepat melupakan kejadian itu dan setelah kejadian itu, Minho Oppa menjadi sangat canggung pada Jiyeon…

Tetapi setelah kejadian itu, eomma , aku , appa dan Minho Oppa pernah mengadakan pesta kecil-kecilan dan Minho Oppa meminum Soju dengan paksaan eomma. Tetapi Minho Oppa tidak menunjukkan keanehan, ia hanya diam.. tetapi mengapa saat bersama Jiyeon? Ia malah kehilangan kendali seperti itu? Hal ini masih membekas dipikiranku, hal yang tak dapatku pecahkan sampai sekarang.

Aku tidak pernah mengatakan hal ini pada eomma karena Oppa memintaku untuk tutup mulut.

Minho Oppa tiba-tiba bangkit dari kursinya dan berjalan kearah Jiyeon. Sial! Aku dengan waspada memperhatikan Minho Oppa lalu menatap kearah Jiyeon yang sepertinya juga mengetahui tentang kejadian dimana Minho Oppa hampir saja menciumnya jika tidak aku memukul kepala Minho Oppa menggunakan mangkuk makanan..

Jiyeon menatap aku dengan tatapan takut..

“Lari!!!” Teriakku dan Jiyeon berlari masuk kedalam penginapannya dan sialnya Minho Oppa malah mengejarnya dengan langkah yang sempoyongan. Eomma, appa, dan Do Yeon eonni menatapku dengan tatapan bertanya. Aku dengan cepat, singkat dan padat menjelaskannya..

“Mengapa kau tidak mengatakannya sedari tadi!” Bentak Appa lalu berlari kearah kamar Jiyeon dan kami menemukan pintu kamar Jiyeon terkunci. Apa yang Oppa lakukan pada Jiyeon..

Eomma dengan panik menggedor pintu kamar Jiyeon..

“Jiyeon! Minho! Bukalah!”

“Ini semua salahku, seharusnya aku tahu bahwa Minho akan kehilangan kendali diri jika sudah meminum minuman keras” Sesal eomma. Appa mencoba mendobrak pintu itu, tetapi tidak berhasil..

***

( Jiyeon Pov )

Minho Oppa berhasil menangkap tanganku lalu menyeretku masuk kedalam kamar yang ku tempati dipenginapan ini. Apakah ia akan berusaha menciumku seperti kejadian beberapa tahun yang lalu? Aish!! Aku yakin Minho Oppa akan kehilangan kendali diri. Aku terus memberontak..

Cklek! Aku mendengar Minho Oppa mengunci pintu kamarku lalu berbalik membuatku memandangnya dengan tatapan was-was. Dengan langkah sempoyongan ia mendekatiku, dengan cepat aku berlari memutari tempat tidur supaya jauh dari jangkauannya..

“Tolong!” Aku berharap Yoona ahjumma, Siwon ahjussi menyadari hal apa yang terjadi.. Biarpun aku menyukai Minho Oppa, aku sangat takut melihat hal lain dalam dirinya. Saat ia mabuk, ia akan bertingkah layaknya bukan dirinya sendiri..

“Kemarilah sayangku”

“Oppa.. menjauhlah!! Kau bukan dirimu “

Minho Oppa berhasil menangkapku. Ia memeluk tubuhku dengan erat lalu menjatuhkanku ke atas ranjang King Size ku.

“O..Oppa” Aku terkejut saat tiba-tiba saja ia menindihku lalu memegang tanganku diatas kepalaku membuat tubuhku terkunci dengan sempurna dibawah tubuhnya. Ia menatapku dengan tatapan lembut yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya. Aku meneguk liurku pahit.

“Mengapa kau terlihat sangat ketakutan eoh?”

“Oppa sadarlah..”

“Aku sudah sadar sepenuhnya Yeon-ah” Ucapnya. Yeon? Jiyeon? Do Yeon? Siapa yang maksud Minho Oppa? Aku atau Do Yeon eonni?

“Jangan terus membuatku tersiksa .. jangan terus membuatku ingin memilikimu.. jangan membuatku jadi sangat berambisi untuk memilikimu.. hentikan semuanya..” Minho Oppa meracau dengan tidak jelas. Ia menatapku dengan tatapan dalam..

“Oppa, kau sedang mabuk”

Dor!!Dor!! Aku mendengar suara gedoran dipintu. Aku yakin, Sulli sudah menceritakan tentang Minho Oppa. Minho Oppa tetap menatapku dengan tatapan dalam lalu melumat bibirku dengan lembut dan dalam membuatku benar-benar tidak bisa bergerak. Tuhan, aku benar-benar terbuai dengan ciumannya. Aku merasakan hawa tubuhku memanas dan perutku terasa tergelitik..

Minho Oppa melepaskan ciumannya lalu menjilat bibirku..

“Aku mencintaimu..” Ia memeluk tubuhku dengan erat.

“Yeon-ah” Aku terpaku,aku tidak bisa mengucapkan apapun sekarang.. Tubuhku bergetar dengan hebat, dan aku merasakan Minho Oppa mulai terlelap sambil memelukku dan tepat saat itu pintu kamar terbuka. Yoona Ahjumma langsung menghampiriku dengan wajah khawatir

“Kau tak apa Jiyeon? Minho tidak berbuat macam-macam bukan padamu?” Aku mengangguk dengan senyum.

“Minho Oppa tidak melakukan apapun ahjumma, ia hanya ingin tidur sambil memelukku” Ucapku sambil menunjuk Minho Oppa yang sudah tertidur sambil memelukku dengan meletakkan kepalanya diatas dada ku. Yoona ahjumma tersenyum kecil lalu mengelus puncuk kepala Minho Oppa..

“Malam ini aku akan tidur bersama sulli” Aku bangkit, tetapi sebelum itu aku mencari bantal untuk menjadi tempat sandaran Minho Oppa..

Siwon ahjussi, Do Yeon eonni dan Sulli hanya dapat diam.

“Biarkan Minho beristirahat” Siwon ahjussi keluar lebih dulu lalu kami keluar dan aku menutup pintu. Apakah Minho Oppa benar-benar mencintaiku?

***

-Keesokan Paginya

Aku merapatkan handuk yang menutupi tubuhku. Aku benar-benar malu jika harus memakai bikini ini. Aku dan Sulli sampai ditepi pantai dan melihat Do Yeon eonni dengan bikini seksinya sedang duduk disamping Minho Oppa. Minho Oppa juga terlihat nyaman saja berada didekat Do Yeon eonni. =_= Aku cemburu!

Sulli melepaskan handuk penutup tubuhnya dengan cuek sedangkan aku malah mengeratkan handukku. Sulli benar , tubuh do yeon eonni sangat-sangat ideal. Berbeda denganku yang mungkin bisa dibilang sedikit gendut. Yoona ahjumma juga ternyata memakai bikini.. biarpun sudah menginjak umur 40 Tahun, Yoona ahjumma masih memiliki tubuh yang benar-benar indah…

Beberapa namja melewati Sulli dengan wajah kagum karena tubuh indah sulli. Aku benar-benar malu dengan tubuhku sendiri..

“Ya! Mengapa kau masih belum melepaskan handukmu”

“Anniyo! Shiroooo” Tolakku..

“Mboo!! Ya! Lepaskan saja” Terjadilah tarik menarik antara aku dan Sulli membuat Perhatian Minho Oppa teralih pada kami. Minho Oppa berjalan kearah kami dengan wajahnya yang datar, apakah ia sudah merasa lebih baik? Setelah mencium bibirku tadi malam =_=

“Sulli, bukankah Oppa sudah memperingatkan untuk tidak memakai pakaian terbuka? Banyak namja yang melihat kearah kalian dengan wajah mesum” Omel Minho Oppa. Sulli menggunakan kesempatan itu untuk menarik handuk yang ku pakai dan mata Minho Oppa langsung terbelalak melihatku hanya memakai bikini. Apakah sekarang pipiku sudah merona.. andwe!

“Berhasil! Ah Jiyeon kau benar-benar mempunyai tubuh yang mengagumkan” Komentar Sulli lalu berlari meninggalkanku bersama Minho Oppa yang masih terbelalak. Aku dengan cepat menutup dadaku. Aku malu..

Beberapa orang namja berjalan melewati kami ..

“Wah, lihatlah ada bidadari disini”

“Kau seperti malaikat”

“Omo tubuhmu benar-benar indah manis” Sial! Sulli sudah membawa kabur handuk yang ku pakai. Aku benar-benar malu jika harus menggunakan bikini, apalagi didepan Minho Oppa. Beberapa namja itu mencoba memegang pipiku tetapi Minho Oppa langsung menapik lengan namja itu dan menarikku menjauh..

“mengapa kau memakai baju terbuka seperti itu? Umurmu masih belum seberapa, kau lihat? Banyak namja yang menatapmu dengan nafsu”

“Sulli benar-benar , bagaimana bisa ia membawa pengaruh buruk padamu?” Omel Minho Oppa terus merangkul pundakku membawaku kembali ke Penginapan.

“Pakailah ini untuk menutupi tubuhmu..” Minho Oppa melemparkan handuk dan dengan cepat aku melilitkan handuk itu ketubuhku, akhirnya aku bisa bernafas dengan lega. Tetapi kemudian kejadian semalam kembali terngiang dikepalaku, dan juga sekarang aku dan Minho Oppa hanya berdua didalam kamar ini..

“Oppa”

“Wae?”

“Bagaimana Do Yeon eonni menurutmu?” Pertanyaan itu tiba-tiba saja terlontar dari bibirku. Minho Oppa diam sejenak lalu berkata..

“Do Yeon adalah yeoja baik dan juga cantik, ia sepertinya sosok kekasih yang menyenangkan dan juga sepertinya Do Yeon memiliki sisi ke ibuan.. Do Yeon juga mempunyai banyak Talenta yang mengagumkan” Puji Minho Oppa pada Do Yeon eonni.

“apakah kau menyukainya?” Apa yang ku katakan? Mengapa aku malah bertanya hal seperti itu.

“Nde, aku menyukai Do Yeon. Hanya namja bodoh yang tidak menyukai yeoja sepertinya..”

“Kalau begitu mengapa kau malah menerima perjodohan denganku.. mengapa kau tidak melamar Do Yeon eonni saja? Bukankah ia cantik, kekasih yang ideal dan juga ia cocok menjadi ibu dari anak-anakmu Oppa” Tiba-tiba saja aku merasa tersulut emosi. Minho Oppa terdiam sambil menatapku dengan tatapan penuh arti..

“aku jatuh hati pada seorang yeoja. Yeoja yang mempunyai senyum indah yang selalu membuatku terpesona, dan aku rasa ia adalah yeoja yang pertama kali dapat membuatku terpikat sejak pertama kali bertemu dengannya, dan itu membuatku benar-benar frustasi. Bagaimana bisa aku menyukainya sedalam ini dan sekarang aku benar-benar mempunyai ambisi yang sangat besar untuk memilikinya. Yeoja itu membuatku ingin memilikinya..” Sakit! Jadi Minho Oppa sudah menemukan yeoja yang ia cintai? Aku yakin sebentar lagi Minho Oppa akan menolak perjodohan ini lalu membawa yeoja yang ia maksud tadi.. Apakah semalam Minho Oppa mengira bahwa aku adalah yeoja yang ia cintai? Pantas saja ia mengatakan bahwa ia mencintaiku. Aku yakin yeoja yang dimaksud Minho Oppa adalah Do Yeon eonni..

“Yeoja yang hebat .. jadi Oppa berbohong pada Yoona ahjumma? Mengapa Oppa mengatakan bahwa Oppa terjatuh ? Padahal sebenarnya Oppa yang melukai tangan oppa sendiri” Aku mencoba tersenyum ditengah kesakitan ini tapi air mataku tidak dapatku tahan lagi aku ingin menangis sekarang ..

“Orang itu Do Yeon eonni kan Oppa?”Tanyaku dengan suara serak dengan air mata yang sudah mentes. Minho Oppa terdiam..

“Mianhae-“

TBC-

Bagaimana? Mianhae jika Fanfiction milik author semakin menjadi abal-abal karena author sedang dalam masa urak-urakkan (?)

Mianhae jika hasilnya tidak seperti yang kalian harapkan… keke.. :D Jangan Lupa RCL NDE~!!

 

[ One Shoot ] Marriage Parent


IMG_20140420_210632

Tittle : Marriage Parent

Author : Park Shin Ji

Genre : Friendship, Romance

Type : One Shoot

Rating : General

Poster : Shin Ji Art

 

Main Cast :

–          Park Jiyeon

–          Choi Minho

–          Choi Sulli

Support Cast :

–          Other

 

“Annyeong, ini adalah ff pertamaku. Semoga kalia suka para readers, mian jika tidak nyambung.  Maklum inikan ff pertamaku, Mohon Kritik dan Saran-Nya Nde ^^ Gomawo

Happy Reading and Keep RCL :) 

 

 

*******************

Jiyeon pov

 Hari ini aku sudah tiba di Seoul, Korea Selatan. Aku baru tiba di Bandara Seoul Airport, beberapa minggu lalu aku liburan semester pertama kelas tiga untuk SMA, aku sebentar lagi lulus SMA. Dengan adanya liburan ini aku memanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mengunjungi eomma dan appa di Tokyo, Jepang, dan kembali saat mendekati akhir liburan.

Appaku, Park Yoochun adalah seorang pegusaha yang sangat sukses di Tokyo dan oemma, Park Tae hee sorang pengacara yang lumayan sukses, oleh karena itu appa dan oemma tak di Korea karena disini mereka tak sesukses di Jepang.

Aku di Korea bersama dengan ahjussiku Park Junsu dan anaknya Sulli, aku bersekolah yang ditempat yang sama dengan sulli. Ahjussiku, appa sulli adalah seorang Kepala sekolah disekolahku. Meskipun begitu aku dan sulli tetaplah harus berusaha untuk mendapatkan nilai tanpa cara instan, karena ahjussi junsu merupakan orang yang memiliki sifat disiplin, dingin, ketat, dan tak pilih kasih.

Menurutnya semuanya sama dimatanya, tanpa melihat dia anak orang kaya atau miskin, itulah ahjussi junsu. Ia memperlakukan ku sama seperti sulli anaknya.

Tak serasa dua minggu liburan sudah berakhir. Tak terasa kalau kita menjalani dengan senang hati, besok hari aku harus bersekolah kembali.

***

KRIINGG..

Suara jam alarm yang membuatku terkejut dan bangun seketika, dan melihat kearah jam. Dengan kepala tertunduk dan mata yang masih ngantuk aku berjalan dengan perlahan menuju kamar mandi, aku mencuci mukaku dan mandi.

Aku dari lantai atas melewati tangga lalu menuju kedapur, aku melihat ahjussi yang duduk di meja makan bersama sulli dan tersenyum melihat kearah dengan terpaksa aku memasang wajah tersenyum lalu duduk disebelah sulli.

“Morning jiyeon-nnie” Ucap sulli dengan wajah tersenyum manis menatapku. Aku menatap dengan tatapan malas.

“Ne, morning” ucapku malas. Ahjussi melihatku dengan tatapan aneh lalu tersenyum, ia melihat jam di tangannya.

“Aigoo.. kita telat!” teriaknya yang membuat mataku langsung terbelalak.

“Kalian makanlah dulu, aku keatas dan mengambil berkas sekolah.” Aku dan sulli mengangguk tanda mengerti, ahjussi hanya tersenyum lalu berlalu.

“Ne, jiyeon-nnie kenapa kamu tidak makan?. Kamu ingin bawa bekalnya?” tanya kepada ku lalu tersenyum manis. Aku hanya mengangguk, sulli memberikan tempat bekal. Satu-persatu aku memberikan selai dan ceres pada roti ku lalu memasukkan nya ketempat bekal.

Ahjussi turun dengan meneteng tas hitam berisi berkas-berkas penting lalu menuju keluar. Aku dan sulli mengikuti ahjussi berjalan kegarasi lalu masuk kemobil, ahjussi pun mengeluarkan mobil nya dan menggas mobilnya dengan kecepatan normal.

Jiyeon pov end

Author Pov

Jiyeon pun akhirnya sampai di depan gerbang sekolah nya, jiyeon dan sulli keluar dari mobil lalu berjalan menuju kelas masing-masing.

Setelah sampai dikelas jiyeon mengambil kotak bekalnya dan mengambil roti yang ada di dalamnya. Belum saja jiyeon mengambil bekalnya, tiba-tiba minho mengebrak meja nya dengan tatapan sinis dan senyum semirik terpampang dibibir nya.

“Wae?,” tanya jiyeon tanpa menatap minho.

“Kamu sudah tahu keinginanku, kan? Ini ada banyak pr yang belum kukerjakan. Aku meminta kamu untuk menyelesaikan nya hari senin lusa.” Jawab minho sambail menyerakan tumpukun buku lalu berlalu.

“Aiiissshhh.. ini pemerasan otak nama nya!” kesalk jiyeon sambil mengacak-acak rambutnya sendiri dan menundukkan kepalanya kemeja.

Ini karena kesalahan jiyeon juga, karena telah mempermalukan jiyeon didepan banyak orang.

Flashback on

Minho datang dengan gerombolan temannya duduk disebelah jiyeon, tanpa sadar jiyeon tetap melanjutkan makannya.

“Ne, coba kalian lihat? Dia cantik juga ya?” tanya minho keteman-temannya, mereka hanya mengangguk dan sambil tersenyum-senyum melihat jiyeon. Jiyeon tak sama sekali merespons mereka.

“Ku dengar kamu adalah keponakan kepala sekolah?, wah.. enak dong, bisa bolos terus tanpa mengkhawatirkan tentang kehadiran kelas dan nilai. Hahahaha!!” minho tertawa beserta teman-temannya. Jiyeon tetap tidak merespons dan diam.

“Yak!!, kamu menganggap kami yang berbicara ini patung ya!. Kami disini sedang membicarakan kamu!” teriak minho yang sudah membuat jiyeon geram.

Sontak jiyeon berdiri dan mengambil minumannya lalu menyiram minuman keatas kepala minho, mereka yang berada dikantin sontak kaget melihat yang dilakukan jiyeon. Teman-teman minho hanya terdiam dan berani berbicara.

“Ne, jangan sok seenaknya apalagi disekolah. Meskipun aku ini keponakan ahjussi junsu, kepala sekolah kita. Aku tetap harus belajar demi mendapatkan nilai bagus, tak memikirkan cara yang instan seperti pikiranmu!” ucap jiyeon, lalu pergi menuju kelasnya.

“Aaaiiiissshhh!!!!… dasar sialan!, berani sekali kamu memperlakukan aku seperti ini. Lihatlah akan kubuat kau minta maaf denganku!.” Tekad minho sambil berteriak sehingga jiyeon mendengarnya.

“Mwo?, Lakukan saja apa yang kamu mau.” Ucap jiyeon.

*****

“Ji, kenapa kamu bisa berkelahi dengan minho. Minho itu sudah berkuasa disini, jangan sekali-kali kamu melawannya berseta teman-temannya. Jika tidak kamu dalam bahaya besar.” Saran sully.

“Untuk apa aku takut?” tanya jiyeon sambil mengerutkan keningnya. Jiyeon mulai ragu dengan kata-katanya tadi.

Besok paginya..

Akhirnya mereka turun dari mobil, belum juga jiyeon berjalan sampai tempat duduknya ketika jiyeon hendak membuka pintu, tiba-tiba ada guyuran air dari atas sehingga jiyeon basah kuyup. Jiyeon menatap minho yang duduk dibelakang, mereka tertawa terbahak-bahak melihat jiyeon basah kuyup.

“Ne, jiyeon-nnie. Kamu belum mandi? Sini kumandikan. Hahahaha!!” tawa mereka lagi.

“Mwo? Belum mandi?” ucap jiyeon kebingungan. Tanpa pikir panjang jiyeon menuju tempat duduknya, dan mengambil plastik yang ada di dalam tas nya lalu keluar menuju toilet wanita.

*****

“Dasar namja gila, apa dia tidak mencium bau shampoo dan sabunku?” omel jiyeon didalam toilet.

Tap,,tap,,tap,, suara sepatu seseorang berjalan mengarah kedepan pintu toilet yang jiyeon masuki. Dengan cepat jiyeon mengganti bajunya, langsung membereskan semuanya.

Ketika hendak membuka pintu toilet alangkah terkejut nya jiyeon.

“Namja gila!!, apa yang kau lakukan didepan pintu toilet wanita??” ucap jiyeon terkaget-kaget melihat minho sudah berada didepan pintu toilet.

“….”minho hanya diam menatap jiyeon.

“Yak!, kau kenapa?” tanya jiyeon mulai ketakutan, melihat tatapan minho yang seperti ingin memakan jiyeon, jiyeon seperti mengingat sesuatu.

“Aku minta maaf” ujar minho akhirnya berbicara.

“Nde?”

“Aku minta maaf” ulang minho.

“Aku tidak mimpikan?, seorang namja yang berkuasa meminta maaf kepada ku karena telah mengerjaiku?” jiyeon tidakpercaya dengan apa yang minho katakan.

“Ayolah, ucapkan kata ‘Iya, aku memaafkanmu’ apa sulitnya?” rengek minho.

Jiyeon memegang dada bidang minho lalu berlalu.

*****

Minho Pov

“Ayolah, ucapkan kata ‘Iya, aku memaafkanmu’ apa sulitnya?” rengekku dengan jiyeon.

Jiyeon hanya memegang dadaku dan berlalu. Apa maksudnya ini? Aku benar-benar tidak mengerti dengan yeoja itu. Tapi, apa tadi kenapa aku deg deg an disentuh olehnya?,ahh masa bodoh.  Akhirnya aku hanya bisa kembali kekelas dengan gontai.

Pulangsekolah~

“Nde. Kalian pulanglah duluan. Aku ada urusan sebentar.” Ucapku dan langsung berjalan menaiki tangga yang menuju ke atas bagian sekolah.

“Sulli-ah, sulli-ah, kau dimana?” teriakku mencari sulli yeojachinguku. Nde, sulli yeojachinguku. Kami sudah lama menjadi pasangan kekasih sekitar 6bulan yang lalu.

Flashback On

Beberapa hari setelah penerimaan murid baru disekolahku, aku melihat seorang yeoja yang menurutku cantik. Wajah polos, kulit putih dan tinggi. Siapa nama yeoja itu? Apakah dia sudah punya pacar? Aigoo~ aku harus mencari tahu.

Ternyata sulli anak dari kepala sekolah park junsu. Tiba-tiba saja aku merasa jatuh cinta kepada yeoja itu. Tenang saja, aku anak dari tuan Choi kepala yayasan sekolah ini. Untuk apa aku takut ditolak oleh yeoja polo situ? Akhirnya aku memberanikan diri mendekatinya saat dia duduk ditaman sekolah saat isirahat pertama.

“Annyeong, yeoja cantik. Boleh aku duduk disini?” tanya ku dengan memasang wajah handsome.

“Nde, kau boleh duduk disini.” Jawabnya, aigoo.. saat dia tersenyum wajah nya manis sekali.

“Namamu siapa?”

“Nde, Park Sulli imnida”

“Aku Choi Minho, salam kenal yeoja cantik”

“Nde, Choi Minho? Anak kepala yayasan ?” ucapnya terkejut. Aku hanya mengangguk.

Sampai akhirnya kami berkencan dan berpacarn sampai sekarang. Aku bahagia memiliki sully, yeoja yang sangat aku cintai ini.

Flashbacl Off

“Oppa, aku disini” teriak sulli sambil melaimbai tangannya kearahku. Aku berjalan kearah sulli dan duduk disebelahnya.

“Sudah lama menungguku chagi?”

“Nde, aku sudah lama menunggumu. bagaimana, apa jiyeon memaafkanmu?” tanya nya.

“Dia tidak menjawab apa-apa, sulli-ah.” Nde, sulli lah yang meminta ku untuk minta maaf dengan jiyeon. Jika, bukan sulli yang minta mana mungkin aku meminta maaf dengan yeoja aneh itu.

“Aigoo.. jiyeon. Oppa bagaimana kalau kita makan? Aku sudah sangat lapar saat menunggumu” ucap sulli manja sambil mengembungkan pipinya yang chabi.

“Kajja, aku juga sudah sangat lapar” aku menarik tangan sulli dan pergi meninggalkan atap sekolah.

Minho Pov end.

Author Pov

“Nde, sudah kuduga.” Ucap seseorang dibalik tembok pintu atap sekolah. Lalu pergi meninggalkan atap sekolah.

*****

“Aku pulang”Ucap jiyeon membuka pintu rumah.

“Mwo? Kemana orang rumah biasa nya tak sesepi ini? Ya, sudahlah aku ingin istirahat.” Jiyeon melenggang masuk menuju kamarnya.

“Hah.. aku hari ini benar-benar capek. Hari pertama sudah sial begini apalagi hari berikutnya, aku ingin pulang ke Jepang saja rasanya tapi beberapa bulan lagi aku akan menghadapi ujian, hah… jalani sajalah” jiyeon menarik nafas panjang dan beberapa saat kemudian ia tertidur.

*****

‘Hah? Jam berapa ini?’ tanya jiyeon dalam hati. Lalu menengok kearah jam bekernya dan bernafas lega. Karena jarum pendek nya masih menunjukan jam 5 sore.

 “Aigo~ tenggorokan ku sangat kering” ucap nya sambil menguap dan berjalan gontai keluar kamar. Belum saja jiyeon dua langkah dari pintu kamarnya, alangkah terkejutnya dia melihat sulli sedang bercumbu dengan minho diruang tamu rumah dan sedikit mendengar desahan dari mulut sulli.

Jiyeon diam membeku seketika, rasa kering ditenggorakan nya hilang seketika oleh dibasahi air liur yang ia teguk sendiri. Antara percaya antara tidak jiyeon melihat pemandangan itu, sulli yang dikenal sangat lugu itu ternyata sudah bisa bercumbu dengan namjachingu dirumah.

Jiyeon langsung kembali kedalam kamar nya dan mengunci pintu kamar lalu kembali keatas ranjang dan menarik selimut, jiyeon tak tahu apa yang dia rasakan sekarang sakit hati, terkejut, ingin menangis, menyesal dan iri , semua nya bercampur menjadi satu. Tapi yang jiyeon sangat harapkan bahwa ini hanyalah mimpi.

 “Kenapa aku melihat pemandangan itu?” tanya jiyeon pelan. Jujur jiyeon merasa bahwa dia mulai tertarik dengan namja gila itu, yang membuat jiyeon takut dengan tatapan seperti ingin memakan jiyeon, menyuruh jiyeon mengerjakan pr, dia menertawakan jiyeon menurut nya semua itu lah yang membuat jiyeon menyukai namja gila itu.

Cukup lama jiyeon terdiam dibawah selimutnya, entah kemana pikiran jiyeon melayang sampai ia tersadar  bahwa ada seseorang yang mengetuk pintu kamar dan memanggil namanya. Dengan berat hati ia berjalan unutk membuka pintu.

“Oh ahjussi.. ada apa?” tanya jiyeon kaget ternyata ahjussi park yang mengetuk pintu kamarnya.

“Kemana sulli?”

“Nde?, sulli. Kurasa dia tadi sudah pulang.”

“Aku tidak melihatnya dari tadi, kukira dia pulang bersamamu tadi” jiyeon menggeleng.

“Ya sudahlah mungkin sedang kerja kelompok dengan teman-temannyaa” ucap ahjussi mengakhiri pembicaraan dan berlalu. Jiyeon hanya menggangguk lalu kembali menutup pintu kamar.

*****

Jiyeon Pov

Aku dengan cepat mengambil tempat bekal dan memasukkan roti kedalamnya, entah kenapa aku tak ingin melihat wajah ahjussi dan sulli. Lalu berangkat kesekolah.

Sekolah~

“Hah.. untung aku tidak telat” Ucapku, aku tidak telat tapi ini masih pagi. Hanya beberapa murid saja yang datang, bergegas aku kekelasku dan duduk ditempatku lalu memakan bekalku. Baru tiga gigitan, nafsu makanku sudah hilang. Ada namja gila.

“MANA PR KU?” bentak minho didepan meja. Aku hanya diam tanpa melirik wajah nya dan tetap melanjutkan memakan bekalku.

“YAK!! NONA PARK!! AKU BERBICARA DENGANMU” aku masih diam tapi sepertinya minho kehabisan kesabaran. Dengan cepat kuhabiskan makanan ku lalu berdiri meninggaalkan ruang kelas.

Aku benar-benar malas melihat wajah namja gila itu, apalagi melihat wajahnya pasti terbayang kejadian sore itu. Ahh.. jiyeon pabbo. Kenapa kau waktu itu membuka pintu kamar, jiyeon!! Aku benar-benar mengutuk diriku sendiri.

Seseorang memegang bahuku dan dengan respect aku ngambil tangan orang itu lalu memelintirkannya kebelakang tubuh orang itu.

“OMMO?!” astaga, ahjussi! (cerita jiyeon ini juga bisa beladiri)

“Ahjussi?!, eh, Saem! Mianhe..mianhe.. aku tidak tahu itu saem, aku tadi respect” sambil membungkuk 90 derajat dihadapan beliau, beliau hanya mengangguk angguk sambil tersenyum.

“Nde,tidak apa-apa jiyeon. Sehabis pulang sekolah, kau datang keruanganku.” Perintah ahjussi junsu kepada ku, aku mengangguk.

*****

“Nde, kau datang jiyeon?” tanya ahjussi kepadaku, aku mengangguk lagi.

“Duduk, ada yang ingin ku bicarakan” Aku mengikuti perintahnya saja.

“Eommamu kemarin menelpon ahjussi, dia meminta ahjussi menyampaikan pesan. Bahwa, setelah lulus SMA nanti kau langsung saja ke Jepang, kau akan kuliah disana dengan tunanganmu” cerita paman kepadaku, tunggu. TUNANGANKU?! Siapa ?, oemma tidak pernah mengatakannya kepadaku?

“TUNANGAN KU ?! MAKSUD AHJUSSI APA?!”  ucapku setengah teriak.

“Sudah kuduga respon mu akan begini, biar ahjussi ceritakan. Sejak masuk SMP kau sudah ditunangkan dengan anak ketua yayasan SMP-SMA Kirin ini. Karena ketua itu juga teman ayahmu, berarti temanku juga. Aku sih,, setuju saja.” Jelas ahjussi kepadaku. Aku hanya bisa mendengus, kenapa aku tidak tahu.

“Kenapa aku tidak tahu dengan pertunangan ini sejak awal?” tanyaku menyelidik.

“Sekolahmu, jika kau tahu kau pasti stress. Itu akan menganggu kegiatan sekolahmu.” Jawab ahjussi dengan santai sambil mengambil gelas kopi yang dibuatnya tdi.

“Ini juga akan mengangguku, minggu depan aku sudah ujian nasional. Kenapa kau memberitahukan ku kepadaku sekarang, ahjussi. Kau ingin mempermalukan aku didepan tunanganku karena nilaiku jelek, hanya memikirkan masalah ini??” aku melipat tangan didada, sebenarnya aku penasaran dengan siapa aku ditunangkan. Tunggu dulu, anak ketua yayasan sekolah kirin? Siapa, aku tidak pernah tahu. Yang kutahu aku hanya sekolah disini, ahjussi junsu lah yang mengurus semua nya sejak kepergian eomma dan appa ke Jepang. Ah.. peduli apa aku, lebih baik aku pulang untuk istirahat.

“Tunggu dulu, kau mau kemana?” tanya ahjussi junsu mencegatku. Aku hanya menatap malas wajahnya, lalu berlalu untuk pulang kerumah.

*****

Besok adalah hari terakhir ujian, aku merasa beruntung, dengan ketidakperdulian ku terhadap masalah pertuangan ini aku malah merasa enjoy. Aku tidak terasa terbebani, Hanya saja.. aku sangat-sangat penasaran siapa yang menjadi tunanganku, apa dia sanggup dengan sifatku. Hahaha.. jiyeon pabbo.

“Jiyeon-ah..” panggil sulli, aigo.. aku malas sekali melihat wajah bermuka dua nya itu.

“Nde.. ada apa sulli-a? aku sedang sibuk belajar, jangan ganggu aku.” Jawabku ketus. Tanpa melirik wajahnya. Nde, aku dan sulli sekarang tidak seakrab dulu. Semenjak, aku mengetahui sulli bisa seperti itu aku malah merasa minder. Tapi, apa dia sekarang masih menjadi yeojachingu nya namja gila itu? Akhir-akhir ini sulli selalu pulang bersama dengan ahjussi, appanya.

“Aku ingin pulang denganmu, ada yang ingin aku bicarakan. Ini penting, ji. Kumohon.” Mohonnya kepadaku, aku hanya mengangguk. Sekilas aku hanya melihat di tersenyum kecil lalu berlalu Tapi, apa dia sekarang masih menjadi yeojachingu nya namja gila itu? Akhir-akhir ini sulli selalu pulang bersama dengan ahjussi, appanya.

“Aku ingin pulang denganmu, ada yang ingin aku bicarakan. Ini penting, ji. Kumohon.” Mohonnya, kepadaku, aku hanya sekilas melihat dia tersenyum kecil lalu keluar kelasku.

*****

“Sulli-a , kau sudah lama menungguku?” tanyaku kepadanya saat ia menungguku didepan gerbang sekolah, ia hanya menggeleng.

“Jangan bohong, kau kan pintar sudah pasti dengan mudah mengerjakan soal.” Ia hanya tersipu mendengar pengakuanku.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Sepertinya serius sekali?” tanyaku langsung keinti tanpa basa-basi. Kulihat dia menunduk.

“Ji, kau tahu minho? Namja yang ada dikelas mu itu?, yang sering mengganggumu.” Aku mengangguk.

“Di..di..dia..pacarku..” aku hanya diam saja, aku sudah mengetahuinya sulli-a, mian.

“Lalu?”

“Kenapa kau tidak terkejut? Bukankah kau juga menyukainya” Kemarin sulli-a kemarin, dan sekarang tidak lagi semenjak aku melihat kejadian itu. Nde, aku dulu menyukai minho. Tapi, aku menyukai saat aku masih kelas 2 SMP sampai aku sekarang tapi rasa suka ku telah hilang tak berbekas lagi kepadanya.

Flashback On

Saat perjalanan pulang..

“Ji, ada apakah kau menyukai seseorang?” tanya sulli kepadaku. Aku hanya tersipu malu kalau ditanya siapa namja yang kusuka.

“Ayolah, ji. Katakan saja, siapa namja yang kau suka?” rengek sulli.

“Minho” jawab ku pelan.

“Nde?, minho. Apa kau tidaak salah suka dengan idola sekolah?, ah aku lupa dia kan idola sekolah, hehehe..” aku melihat senyum aneh yang sully pasang diwajahnya.

“Kau harus menutup mulutmu, dan..” ucapku terputus.

“dan.. apa?”

“Dan jangan mengungkit-ungkit lagi masalah namja yang kusukai ini” kutatap matanya yang bening itu untuk mencari kepastian didalam dirinya untuk membagi rahasia ku ini.

“Tentu saja, aku bukan sahabat atau sepupu yang tidak baik. Hahaha.. percayalah kepadaku” sulli tertawa lepas. Mulai saat itu aku malah ragu dengannya, untunglah dia tidak pernah lagi mengungkit-ungkit namja gila itu.

Flashback Off

“Aku terkejut, tapi aku lagi malas memasang wajah terkejut”

“Hahaha.. Ji, kau ini bisa saja membuat aku tertawa saat sedang sedih begini.” Greebb.. sulli memelukku. Pelukan yang sudah lama tidak kurasakan dari sully, aku hanya dapat terdiam.

“Aku putus dengannya, Ji. Oppa minho memutuskan ku. aku tidak tahu kenapa dia memutuskanku, Ji.” Sulli melepaskan pelukannya. Aku hanya bisa menatapnya iba, kasihan sulli dia ternyata benar-benar mencintai namja gila itu.

“Sulli-a, yang sabar ya..” sambil mengelus punggungnya.

“Nde, terima kasih Ji.” Dan setelah itu kami berdua terdiam tanpa ada yang memulai berbicara, larut dengan pikiran masing-masing bahkan sampai rumah.

*****

“Ji, jangan lupa denganku nde?. Karena mungkin kau sedang asik dengan tunanganmu disana.” Ucap sully sambil mempoutkan bibirnya lalu memeluk ku, aku mengangguk.

“Kau juga ya?” aku dan sulli saling melempar senyum.

‘KEPADA PENUMPANG TUJUAN JEPANG HARAP NAIK KE PESAWAT, SEKALI LAGI..’

“Sulli-a aku berangkat dulu ne, jangan lupakan aku” sulli mengangguk, Jepang aku datang. Tunggu aku, tunangan ku, eomma dan appa.

Jiyeon Pov End

Author pov

Jiyeon terus memandang kearah luar jendela pesawat, yang dipikirkannya adalah siapa calon suaminya nanti, apa tampan atau malah sebaliknya. Kalau ditanya kaya? Sudah pasti itu. Karena mendengar cerita ahjussi junsu dia anak pemilik yayasan sekolah ku itu.

“Hah,, sebentar lagi aku sampai diJepang” ujarnya sampih menangkup wajahnya.

Beberapa jam kemudian..

“Hallo, eomma. Aku sudah sampai,,” ucap jiyeon berbicara dengan eomma nya ditelpon, jiyeon mengangguk angguk.

Diberjalan keluar Bandara, berdiam sebentar. Tak berapa lama mobil mewah datang, supirnya membuka pintu mobil dan mempersilakan jiyeon masuk.

Jiyeon menikmati perjalanannya pulang kerumahnya di Jepang, sampai akhirnya jiyeon sampai didepan rumah besar supar mewah milik keluarga park. Jiyeon masuk tanpa ragu untuk menemui eomma tersayang nya.

“Eomma… aku rindu sekali dengan eomma” jiyeon menghampiri eommanya yang sedang menunggunya di ruang tamu beserta appanya.

“Ne, eomma juga chagi.” Membalas pelukakan jiyeon.

“Apa kau tidak merindukan appa mu?” tanya tuan park kepada anak semata wayang nya ini.

“Heheh.. sepertinya tidak appa.” Jiyeon memeluk apanya.

“Eomma!!, kenapa engkau tidak memberitahuku tentang pertunangan itu? Aigoo~ untung saja saat ujian kemarn aku tidak stress memikirkan itu” kesal jiyeon sambil mempoutkan bibirnya.

Taehee hanya terkekeh mendengar jiyeon kesal tentang pertunangan itu,

“Ne, eomma minta maaf. Mianhe jiyeon-ah.. eomma tidak ingin membuatmu stress terlebih dahulu. Jadi eomma tidak memberitahukannya kepadamu, maafkan eomma ne?” ranyu park taehee kepada anaknya yang cantik ini.

“Ne, tidak apa-apa eomma. Aku tidak masalah dengan tunanganku siapa. Aku tidak peduli eomma.” Jawab jiyeon dingin. Terdapat sedikit kekecewaan diwajah jiyeon, tapi itu dapat dilihat appanya yang dari tadi memperhatikannya.

“Tidak perlu khawatir, kau sudah mengenalnya.” Ucap park yoochun untuk menenangkan putrinya.

“Nde?, Aku mengenalnya? Aku saat ini tidak pernah dekat atau mengenal namja manapun, appa. Aigoo~ ternyata dunia ini sungguh sempit, bahkan aku menjadi calon istri orang yang aku kenal.” Jiyeon menghela nafas panjang. Lalu pergi meniggalkan ruang tamu, yoochun dan taehee hanya tersenyum melihat tingkah anak nya itu.

“Chagi, aku tidak sabar ingin melihat expresi jiyeon nanti ketika tahu siapa tunangannya” ucap yoochun kepada taehee. Park taehee hanya bisa tertawa pelan mendengar omongan suaminya itu.

Sulli Pov

“Oppa,, ayo angkat teleponnya. Aku ingin meminta kejelasan kepadamu kenapa kamu memutuskan ku..” gumamku sambil melihat layar handphone nya yang terlihat sedang menghubungi minho.

“Yeobseyo.. “ Ujar suara yang berasal dari handphoneku.

“Oppa, ini aku sulli.”

“Nde.. ada apa sulli?” tanya minho

“Aku ingin meminta penjelasan..” ucapku terputus.

“Tidak ada yang bisa kujelaskan, lupakanlah. Itu hanya masa lalu, maaf sekarang aku sedang sibuk.”  Tut..tutt..tut..

Deg.. kenapa oppa begitu dingin kepadaku, bukan seperti oppa biasanya. Ahh.. aku tidak kuat. Sepertinya aku harus meninggalkan minho selamanya, ya itu pasti. Kuharap kau bahagia, Minho-ssi.

Sulli Pov end

Author Pov

Tok.. tok.. tok..

“Ne, masuklah” ucap jiyeon berdiri dari kursi empuknya.

“Ji, malam ini kita akan menemui tunanganmu. Dandanlah yang cantik, ne?” eomma jiyeon tersenyum melihat jiyeon yang sedikt terkejut saat mendengar kata ‘menemui tunanganmu’. Jiyeon hanya bisa mengangguk lalu berjalan kearah kamar mandi.

“Kajima, ji. Tunangan mu, memberikan gaun ini kepadamu. Kau pakai, ne?” jiyeon megangguk.

Setelah mandi, jiyeon langsung mencoba gaun yang diberikan tunangannya.

‘aigoo~ sangat pas, tapi bagaimana dia tahu ukuranku’ Gumam jiyeon. Jiyeon hanya sedikit memelas blash on di pipinya, memakai eyeliner, lipblam, dan eyeshadow warna senada dengan gaunnya, cream.

Jiyeon menuruni tangga rumah, ternyata eomma dan appanya sudah menunggu jiyeon.

“Waw,, putri siapa ini? Apa kau tersesat nona” canda yoochun kepada putrinya yang saat itu memang terlihat elegan dan cantik.

“Appa, jangan buat mood ku rusak.” Ucap jiyeon dingin. Yoochun hanya bisa terkekeh mendengar jiyeon berkata seperti itu, lalu menggandeng tangan taehee dan berjalan keluar rumah untuk makan malam bersama keluarga si tunangan nya jiyeon.

“Kajima, Ji” cegat taehee seketika menghentikan jalan jiyeon.

“Ada apa eomma?” tanya jiyeon penasaran. Taehee mendekati jiyeon, memegang bibir merah jiyeon lalu membentuk lengkungan keatas.

“Cobalah kau tersenyum, eomma akhir-akhir ini jarang melihatmu tersenyum” jiyeon terdiam, lalu mencoba menggerakan bibirnya dan membentuk senyuman. Bagi jiyeon senyuman nya sangat mahal, bahkan sulli saja hampir tidak pernah melihat jiyeon tersenyum.

“Ne, begitu. Kau terliht sangat manis, chagi” keluarga harmonis ini berjalan bersama meninggalkan istana mereka untuk menangdiri makan malam pertunangan jiyeon.

*****

“Annyeong haseyo, Park Jiyeon imnida.” Jiyeon membungkuk 90 derajat didepan kedua calon mertuanya dan memasang senyum yang alami jiyeon keluarkan.

“Aigo~ anak mu cantik sekali Park Taehee, jadi ini yang namanya jiyeon.” Puji calon ibu mertuanya.

Jiyeon Pov

 “Aigo~ anak mu cantik sekali Park Taehee, jadi ini yang namanya jiyeon.” Puji calon ibu mertuaku. Aku hanya diam. Aku malas sekali sebenarnya, tapi karena aku penasaran siapa calon suamiku maka dari itu aku ikut.

Tapi, aku tidak melihat namja selain calon appa mertuaku. Ah.. kalo begini keburu lumutan baru dia datang. Siapa sebenarnya namja itu, kurasa ada tanda tanya besar diatas kepalaku.

“Mana dia?” eomma membuka pembicaraan.

“Ne, sebentar lagi dia datang. Dia tadi baru tiba dari Seoul, belum lagi memesan pakaian yang dia ingin kenakan. Aish.. dasar anak itu.” Omel calon ibu mertuaku.

“Ehem, ngomong-ngomong jiyeon. Marga kami adalah Choi. Ini suamiku, Choi siwon. Dia kepala yayasan Sekolah Kirin tempatmu sekolah, nama anak kami adalah..”

“Mianhe eomma!!, aku terlambat” ucap seseorang dari arah pintu.

JEGEERRR!!!! Kenapa tiba-tiba petir menyambar ku, kurasa aku harus pingsan sekarang. APA NAMJA GILA ITU TUNANGANKU!! Aaaaaa…… aku ingin berteriakk.. tidak mungkin, bangunkan aku dari mimpi ini. Aku hanya dapat diam membeku seketika, eomma yang tadi asik dengan makanannya terusik dengan aku.

“Nah,, ini dia anakku. Choi Minho.” Ucap Choi Shin hye. Minho hanya diam dan duduk diseberangku, Aigoo~ kenapa namja ini, jujur aku tidak pernah berdoa kepada Tuhan meminta minho jadi jodohku. Hah.. aku menghembuskan nafas panjang, sangat panjang..

“Ji, tentu saja kau mengenalnya kan?” tanya appa yang berada disebelahku.

“Ne, aku sangat mengenalnya.” Ucapku pelan.

Kulirik minho, dia hanya menatapku. Tapi bukan tatapan seperti ingin memakanku lagi, sorotan matanya cukup lembut menurutku. Aku sudah tidak lagi merasakan dag dig dug seperti dulu, semua perasaanku sudah hilang, jujur sudah hilang.

“Mianhe, eomma. Aku ingin ketoilet sebentar” ucapku kepada eomma, eomma mengangguk. Akhirnya, aku  bisa menghidarinya sementara. Aku berjalan gontai kearah toilet wanita, seperti semua kekuatanku untuk hidup telah hilang gara-gara namja gila itu.

TAP!

Seseorang memegang tanganku, tunggu. Aku mengenal pegangan ini, namja gila.

“Wae?” tanyaku.

“Kau belum tahu?” minho malah berbalik bertanya kepadaku.

“Tidak” jawabku pendek.

“Sudah kuduga, mianhe. Aku.. aku tidak memberitahukan ini kepadamu, aku tidak ingin sulli juga tahu.” Deg.. sulli ya, namja bodoh. Saat seperti ini masih memikirkan sulli, kau tidak tahu bagaimana hatiku minho-ssi, kau tidak tahu.

“Bukan maksud ku menyinggungmu, tapi saat itu aku ingin melupakan mu untuk sementara. Lalu merasakan  bahagia untuk selamanya.” Kumendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya, iya mengatakannya dengan tulus, sungguh tulus. Tapi apa aku bisa mencintainya lagi? Molla, aku akan coba.

“…” aku hanya bisa membeku, tangannya masih memegang tanganku. Tangannya hangat, sangat hangat.

“Jangan tanya apa-apa denganku. Aku tidak tahu apa-apa soal kau dan sulli, kalian pacaran saja aku tidak tahu. Aku tidak peduli, minho-ssi.” Aku melepaskan tangannya dan pergi ketoilet.

Jiyeon pov end

Minho Pov

“Jangan tanya apa-apa denganku. Aku tidak tahu apa-apa soal kau dan sulli, kalian pacaran saja aku tidak tahu. Aku tidak peduli, minho-ssi.” Dia melepaskan tangannya dan pergi ketoilet.

‘Kurasa aku namja yang benar-benar brengsek, Ji. Aku tahu kau melihat aku dengan sulli saat berada diatap sekolah dan dirumah sulli saat itu. Aku percaya hatimu, akan kembali terbuka untukku. Aku percaya itu’

Jujur aku berpacaran dengan sulli itu tanpa perasaan, awalnya saja aku menyukainya. Karena jiyeon datang dan bersekolah ditempatku sekolah aku mulai menyukai jiyeon untuk pertama kalinya. Aku juga bingunng dengan perasaanku, yang jelas saat SMP mengatakan pertungan ku dengan seorang gadis bermarga park itulak aku mulai yakin aku menyukainya, anhi.. tapi aku mencintainya.

Aku tahu jiyeon belum tahu dengan perjoohanitu, jadi aku iseng saja mengganggu nya dan berpacaran dengan yeoja-yeoja disekolah. Tapi aku tidak sadar bahwa jiyeon tidak cemburu, akhirnya aku bertemu lagi dengan sulli. Ternyata jiyeon dan sulli satu rumah, lalu aku berpacaran dengan sulli. Minho, kau terlalu pabbo. Kau malah mebuat perasaan dihatinya hilang kepadamu dan membuatnya hidup tanpa hati.

“Namja gila, kenapa kau bengong?” jiyeon mengibas-ngibaskan tangan nya didepan wajahkku.

“Aku tidak begong, Ji. Aku sedang memikirkan seseorang.”

“Siapa?” tanya jiyeon lagi.

“Yeoja yang sedang berbicara denganku.” Jiyeon hanya diam, ayolah ji. Jangan begini, hatiku bukan untuk sulli atau siapa. Tapi untukmu seorang, apa kau tidak sadar?

“Sebaiknya kita kembali, aku takut eomma khawatir padaku dan padamu.” Ah.. akhirnya kau mengatakan kata ‘kita’ yang artinya kau mengakui ku.

Minho Pov End

Author pov

“Sebaiknya kita kembali, aku takut eomma khawatir padaku dan padamu.” Ucap jiyeon. Minho hanya tersenyum mendengar kata kita yang diucapkan jiyeon.

“Kajja..” Minho menggandeng tangan jiyeon. Hangat itulah yang jiyeon rasakan, tapi satu yang menganggu jiyeon. Bagaimana nasib sulli, sepupunya. Apakah dia sekarang akan menangis jika dia tahu orang  yang dia cintai sekarang bersama dengan sepupunya yang dipercayainya sebagai sahabatnya.

Minho membuka pintu tempat eomma dan appanya sedang membicarakan tentang hari pernikahannya dengan jiyeon.

“Aigoo~ kalian langsung akrab, ne.. baiklah acara pernikahan kalian akan diadakan minggu depan.” Terang nyonya choi. Jiyeon hanya bisa terdiam, bagaimana tidak. Rasa yang ada didalam hatinya bercampur aduk, minho sekilas melihat jiyeon yang menatap makannya dengan tatapan kosong.

‘Jiyeon, kumohon maafkan aku.’ Itulah yang ingin minho katakan sekarang kepada jiyeon.

 *****

“Wah.. tidak terasa anak eomma sebentar lagi menikah.. eomma senang bisa melihat kau bahagia sayang” Ucap nyonya park kepada jiyeon yang sedang mengambil air minum dikulkas.

“Ne, eomma.”

“Kenapa? Kau tidak senang” tanya eomma jiyeon menyelidik.

“Anhi.. aku senang” jawab jiyeon dengan senyum nya yang cantik, jujur jiyeon memang terlihat senang.

“Kau kenapa belum mandi, sebentar lagi minho datang untuk menjemputmu. Apa kau lupa ?”

“Anhi, aku masih ingat. Nde, aku kekamar dulu eomma.” Jiyeon berjalan perlahan menaiki tangga dan masuk kekamarnya.

Beberapa saat kemudian..

“Omonim, jiyeon mana?” tanya minho dari ambang pintu dapur.

“Aish,, kau ini mengagetkanku saja. Dia lagi mandi, duduklah sebentar disini. Kau ingin minum apa?”

“Air putih saja.”

“Ini.”

“Gomawo, omonim” minho menegak air putih itu sekali tegukan.

Tap.. tap.. tap..

Akhirnya jiyeon turun dari kamarnya, lalu mengarah kedapur.

“Oh, ternyata kau. Kukira tadi siapa, sudah lama menunggu?” tanya jiyeon kepada minho, minho menatap jiyeon kagum. Entah kenapa, padahal baju jiyeon biasa saja. Memakai baju lengan pendek dengan celana pants panjang sambil membawa tas kecil yang menggantung dibahunya.

“Jangan begong begitu, itu akan memakan waktu lama. Kajja, nanti keburu malam. Eomma aku berangkat” Jiyeon menarik tangan minho supaya beranjak dari kursi meja makan.

“Nde, hati-hati ya pengantin baru. Kekekeke”

*****

“Kita mau kemana?” tanya jiyeon kepada minho yang sedang menyupir mobil sport nya.

“Baju pengantin” jawab minho.

“Ah.. iya aku lupa.”

“Ji, kenapa kau tidak memanggilku oppa?”

“Aku malas, seperti anak manja.” Minho hanya dapat mendengus.

“Ayolah ji, panggil aku oppa, ne. jika tidak kau panggil aku oppa, aku akan mencium mu.” Jiyeon melirik kearah minho, minho seperti menantangnya.

“Tidak akan namja gila.”

“Aigo~ kau masih menyebutku dengan sebutan namja gila?!, kau masih ingat rupanya. Hahaha.. aku jadi ingat saat kau ditoilet dimana saat itu aku menatapmu dan wajahmu seperti ketakutan denganku, hahah.. wajahmu sangat lucu.” Minho melirik jiyeon yang diam, deg.. minho melihat jiyeon tersenyum.

“Ne, aku mengingatnya.”

Mereka akhirnya sampai dibutik terkenal diTokyo, Jepang. Tempat mereka memesan baju pengantin mereka yang sebentar lagi akan diadakan. Minho dan jiyeon terlihat sangat serasi, jadi wajar saja orang yang berada dibutik itu terlihat sesekali memperhatikan jiyeon dan minho.

“Ji, apa kau merasa nyaman jika diperhatikan oleh orang sekitarmu?” tanya minho pelan, jiyeon menatap minho sebentar lalu menggeleng.

“Janganlah kau hidup seperti boneka, kau itu manusia.” Kesal minho.

“Ne, arra arra. Cepat kita sudah selesai, aku ingin pulang,” menarik tangan minho untuk memasuki mobilnya.

Sesampai dirumah jiyeon..

“Kau tidak ingin masuk?,” tanya jiyeon.

“Baiklah chagi..”

“Eomma,, aku pulang.. eomma..” jiyeon mencari eommanya didapur.

“Sepertinya mereka tidak ada, Ji. Mau kutemani sampai mereka datang?” tawar minho. Jiyeon mengangkat bahunya dan masuk kekamar untuk mandi.

Jiyeon sempat berpikir saat mandi tadi, bahwa mungkin minho hanya ingin dirinya sakit karena telah memisahkan dirinya dengan sulli.

“Aku saat ini benar-benar bingung, apa aku harus percaya lagi dengan yang namanya cinta?” ucap jiyeon pelan, takut ada yang mendengarnya.

Tok tok tok..  seseorang sedang mengetuk pintu kamar mandi jiyeon.

“Ji, omonim sudah datang. Aku pulang, ne?” ucap minho dari luar. Jiyeon hanya bisa diam,ia takut minho mendengar kata-katanya tadi.

“Ji? Kau mendengarku?”

“Minho-ssi..”

“Ne, ada apa?”

“Jangan pulang dulu, ada yang ingin kubicarakan. Kau duduklah didepan tv, aku sebentar lagi selesai”

“Ne.” Jiyeon segera mengeringkan rambutnya dengan hairdyer, lumayan lama minho menunggu jiyeon keluar.

Jiyeon Pov

‘Hah,, mianhe minho-ssi, Jika kau mendengar kata-kataku tadi. Bukannya aku tak ingin, tapi aku takut’

Ceklek..

“Apa yang sedang kau lakukan!! “ aisshh.. namja gila ini ingin membuatku jatungan dengan cepat. Dia telah menghadangku didepan kamar mandi, untuk kedua kalinya.

Sorot mata itu lagi, apa.. jangan-jangan minho, benar ingin memakanku??

“Hay,,, namja gila. Jangan mengulangi kelakuan mu ini lagi, kau ingin membuatku cepat kena serangan jantung?” tuturku. Ia hanya diam, aku mulai takut sekarang.

CUP…

“Emphhh..minp..hoo..sssii..” aku berontak, tapi sayang kekuatanku tak sebesar kekuatakannya. Minho menekan tengkukku untuk meperdalam ciumannya. Aigoo~ ada apa dengannya.. aku tidak tahu harus melakukan apa, aku.. aku.. aku,.. tiba-tiba bulir bening keluar dari ujung mataku yang membuat minho menghentikan kegiatannya.

“Jangan menangis, Ji. Okay,okay aku minta maaf. Mianhe..” ucapnya sambil tertunduk. Diam membeku hanya itu yang aku lakukan.

“Namja gila, kau mengambil first kiss ku.” akhirnya aku angkat bicara. Dia sudah mengambilnya..

“Mianhe, yeoja aneh. Aku melakukan itu karena..” ucapnya terputus. Aku ingat tentang tantangannya itu.

“Aku tidak memanggilmu dengan sebutan Oppa?”

“Tidak juga”

“Lalu?”

“Karena.. aku. Aku tahu kau belum pernah ciuman, dan aku ingin mengambilnya.” Alasan namja ini, benar-benar tidak masuk akal.

“Hah.. kau ini.”

Cup.. kucium singkat bibirnya lalu keluar kamar. Kulihat dia masih mematung didepan pintu kamar mandiku.

“Yak!! Namja gila, kenapa kau bengong?” teriakku membuyarkan lamunannya.

“Ne” Aku melihat dia tersenyum, aigoo…sepertinya aku kembali jatuh kelubang yang sama.

Kulihat minho sepertinya kaget, karena aku mencium nya. Apakah itu perlakuan aneh? Kurasa itu biasa-biasa saja, namja gila. Aku masih tidak percaya akan menjadi istrinya, aku merasa kasihan dengan sulli. Bagaimana jika ia melihatku dengan minho saat hari pernikahan kami nanti. Aku tidak bisa membayangkan cairan bening itu keluar lagi, ahh.. dunia ini benar-benar sempit.

*****

Hari Pernikahan Minho dan Jiyeon.

Tok,, tok,, tok,,

“Ji, ini eomma. Apakah kau sudah siap?”

“Ne, sebentar lagi eomma.”

“Jika sudah selesai cepat turun kebawah, ne?”

“Ne, eomma.”

Hah.. hari ini benar-benar terjadi, aku tidak bisa membatalkan atau menghentikan apapun sekarang. Ayolah Ji, cobalah untuk menyukainya. Dan kemungkinan kalian bercerai itu kecil sekali, Ji. Kau tidak melihat kejujuran dalam matanya?. Okay, aku akan memberinya kesempatan kedua.

CEKLEK..

“Yak!! Yeoja aneh, sampai kapan kau berdiri disitu?’’ Aishh.. namja gila ini lagi.

“Ne, chagi~ aku akan turun bersamamu. Kajja chagi..” aku memegang tangannya, dia gemetar. Apakah gugup?

“Kenapa kau gemetar, kau sakit?” Dia menggeleng.

“Lalu?”

“Aku hanya saja, masih tidak percaya kau akan menjadi anae ku. itu mimpi terindahku, aku tidak akan melepaskanmu kali ini, chagi.” Aku hanya tersipu, kulihat appa hanya terkekeh melihat kami dibagian belakang mobil.

Jiyeon Pov

Author Pov

“Tuan Choi Minho, Apa kau menerima Park Jiyeon sebagai istrimu. Dalam keadaan suka atau duka, sampai maut memisahkan?” Tanya pastur kepada minho.

“Ya, aku menerimanya.” Tanpa ragu minho mengatakan nya hampir membuat jiyeon ingin menangis.

“Nyonya Park Jiyeon, Apa kau menerima Choi Minho sebagai suamimu. Dalam keadaan suka atau duka, sampai maut memisahkan?” Tanya pastur kepada jiyeon, jiyeon melirik minho dan melempar senyum.

“Ya, aku menerimanya.” Jiyeon merasa lega telah mengatakan hal itu, terasa dengan dia menghembuskan nafas nya. Lalu, mencoba membuat lengkungan dibibirnya dan menunjukannya kepada minho. Minho agak terkejut melihat itu lalu memberikan senyuman terbaikknya kepada jiyeon.

“Sekarang kalian berdua sudah menjadi sepasang suami-istri yang sah, silahkan Tuan Choi.” Semua hadirin yang datang bertepuk tangan atas kelancaran acara pernikahan yang sederhana ini, tapi begitu mengaharukan.

“Ji, saat kau tersenyum. Aku baru menyadari, ternyata senyummu itu sangat mahal.”

Cup.. minho mencium bibir merah jiyeon dengan lembut. Jiyeon hanya tersenyum karena terharu dengan yang dikatakan oleh minho.

“Ne, namja gila. Kan sudah aku katakan kepadamu, kau saja tidak percaya.” Ejek jiyeon.

Bagaimana dengan sulli? Sulli saat itu juga menghadiri pernikahan sederhana jiyeon dan minho. Sulli sudah mendengar cerita dari appanya apa yang terjadi pada jiyeon, sulli bahagia karena namja yang menurut jiyeon gila itu juga lah yang membuatnya tersenyum. Sulli tidak pernah marah atau benci dengan jiyeon, menurut nya itulah takdir yang tidak dapat diganggu gugat. Lagipula, ada seorang namja diSeoul yang sedang menunggunya pulang dari Jepang.

*****

“Yak!! Namja Gila!! Ayo cepat bangun, kau ingin terlambat untuk hari pertama mu menjadi direktur perusahaan appa?!” jiyeon menarik selimut yang digunakan minho untuk menutup dirinya dari dingin.

“….”

“Minho-ssi!! Ireonna..”

Minho menunjuk bibirnya dengan telunjuk bahwa dia meminta morning kiss dari jiyeon.

“Ini morning kiss mu” jiyeon menyerahkan kakinya kepada mulut minho. Seketika minho membuka mata karena menurutnya ada yang tidak beres.

“Aishh!!, yeoja ini. Tidak ada romantis-romantisnya.” Rutuk minho kesal dengan jiyeon.

“Mianhe.. oppa”

“Hah?! Oppa katamu, aku tidak salah dengar. Kau bahkan tidak memanggilku oppa pada saat malam pertama kita” sesal minho, lalu tersenyum evil.

“Nyonya Choi, ini adalah tatapan yang ingin memakanmu” Minho langsung menarik tengkuk jiyeon dan mendaratkan bibirnya dibibir jiyeon.

Fin~

Mianhe,, aku malas bikin tentang jiyeon dan minho yang kuliah :D