Know Yourself : Love Me? [ Part 3 ]


1391659_630781880340107_6223247633956075140_n

Author : Margareta Isabela

Type : Chaptered

Genre : Romance, Friendship

Rating : -16

[ Main Cast ]

Park Ji Yeon, Oh Sehun

[ Other V

( Author Pov )

 

Jiyeon  duduk disalah satu bangku yang ada di dalam bus. Hari ini Sehun mengatakan tidak bisa pulang bersamanya dengan alasan ada hal yang harus ia kerjakan. Jiyeon hanya dapat tersenyum pahit saat Sehun mengatakan hal itu. Sekarang Sehun lebih perhatian pada Hyerin dibandingkan dirinya.

“Hikz..” Jiyeon terisak hingga membuat seorang wanita menatapnya dengan tatapan iba lalu duduk disampingnya.

“Pakailah ini”

Jiyeon menatap kearah yeoja yang memberikannya sapu tangan. Jiyeon mengambil sapu tangan itu dengan canggung lalu melepaskan kacamatanya untuk menghapus air matanya

“Khamshamnida Ahjumma” Ucap Jiyeon pelan. Wanita itu hanya dapat tersenyum.

“Cheonmaneyo, jika aku boleh bertanya.. apa yang membuatmu menangis?”

“Hanya masalah spele” Jawab Jiyeon berbohong dengan senyum pahit.

“Aku tahu kau berbohong, Gwenchana.. siapa namamu?”

“Park Jiyeon , Ahjumma bisa memanggilku Jiyeon” Wanita itu terlihat terpaku dan wajahnya sedikit menegang.

“Waeyo ahjumma?”Tanya Jiyeon yang menyadari ketegangan dari wanita disampingnya.

“A..Anniyo, Park Jiyeon.. namamu sama seperti puteriku”

“Begitukah? Aku yakin ia gadis yang cantik seperti ahjumma..”

“Sayangnya aku tidak pernah bertemu lagi dengannya” jawab wanita itu dengan senyum pahitnya. Jiyeon hanya dapat mengangguk..

“Aku yakin ahjumma akan bertemu dengannya..” Jiyeon tersenyum.

“Ini kartu namaku, kalau kau membutuhkan sesuatu dan membutuhkan seorang teman kau bisa menghubungiku.Senang bertemu denganmu Park Jiyeon”

“Nde Ahjumma?”

“Ah, Namaku Kim Tae Hee..”

“Ah Nde Tae Hee ahjumma” Senyum Jiyeon. Tae Hee bangkit lalu berjalan keluar dari bus itu karena ia telah sampai ditempat yang ia tuju. Tae Hee melambaikan tangannya dari luar bus pada Jiyeon , Jiyeon tersenyum manis pada Tae Hee.

***

“Aigoo..Tae Hee-ah, kau dari mana saja? Minhyuk tadi pergi untuk menjemputmu tetapi ia tidak menemukanmu”

“Ah, Mianhae Bo Young-ah.. Aku tadi pulang menggunakan Bus, sudah lama aku tidak menaiki bus. Aku bosan menaiki mobil mewah setiap hari” Gumam Tae Hee. Bo Young hanya dapat tersenyum.

“Sekertarisku sudah menemukan Apartement yang akan ku tinggali, Jeongmal Gomawo Bo Young-ah telah mengijinkanku untuk tinggal dirumahmu yang nyaman ini”

“Aigoo..padahal aku sangat senang kau berada disini”

“Aku janji, aku akan sering kemari untuk mengunjungimu”

“Jeongmal? Kau harus janji nde.. Tetapi bukankah kau sudah menjadi seorang wanita karir yang sangat sibuk, aku tidak yakin kau akan kemari”

“Hahaha, aku berjanji Bo Young-ha lagipula sebagian pekerjaanku akan ditanggung oleh sekertarisku.. Aku ingin beristirahat sejenak lalu mencari puteriku”

“Aku yakin kau akan menemukannya Tae Hee-ah”

 

***

Jiyeon menatap jam ditangannya. Akhirnya ia tersadar bahwa hari sudah mulai gelap dan ia masih berada ditaman itu . Ia yakin , setelah pulang ia akan mendapatkan kemarahan dari Oh Sehun. Namja itu benar-benar tidak suka dengan kesalahan.

Jiyeon mengambil ponselnya dan benar saja, banyak panggilan tak terjawab dari Oh Sehun. Jiyeon menepuk keningnya , bagaimana bisa ia mematikan nada dering ponselnya.

Dengan cepat Jiyeon berlari sambil merapatkan mantel tebalnya karena salju sudah turun. Ya, hari ini adalah hari pertama Musim dingin untung saja ia tidak lupa untuk membawa mantel.. lebih tepatnya , Sehun mengingatkannya untuk membawa Mantel. Dibalik sikapnya yang keras, Sehun memang sangat perhatian pada Jiyeon…

Saat sampai didepan rumah, Jiyeon menghentikan langkah kakinya. Oh Sehun tengah berdiri didepan pagar tanpa menggunakan mantel. Jiyeon dapat melihat jelas bibir Sehun yang sudah mulai membiru , Sehun terlihat terus mengamati ponselnya dan terlihat mimik khawatir diwajahnya..

“Sehun-ah”

Benar saja, Kini sehun tengah menatapnya dengan tatapan murka dan wajahnya terlihat mengeras..

“Dari mana saja kau?”Tanya Sehun dengan suara marahnya..

“a..a..aku-“ Jiyeon terkejut saat tiba-tiba saja  Sehun memeluknya.

“Aish! Kau membuatku sangat khawatir, jika tahu seperti ini.. aku tidak akan membiarkanmu pulang lebih dahulu, aku akan memintamu menungguku setelah selesai latihan tadi” Gumam Sehun memperat pelukannya. Jiyeon sedikit terkejut dengan sifat sehun tetapi kemudian Jiyeon menyadari kebodohannya.. ia telah salah sangka pada Sehun, jadi setelah pulang sekolah Sehun tidak bersama Hyerin sama sekali melainkan untuk pergi Latihan. Tetapi tetap saja, Jiyeon sangat tersakiti setelah mendengar kata-kata sehun pada Hyerin..

 

***

 

Taeyeon tersenyum pada Jiyeon yang terlihat mengompres kening Sehun. Jiyeon terlihat menampilkan wajah sedih dan merasa bersalah. Perlahan tangan Jiyeon bergerak untuk mengelus pipi Sehun..

“Mianhae Sehun-ah..”

Taeyeon duduk disamping Jiyeon lalu menatap Sehun yang tengah tertidur dengan wajah yang pucat..

“Ia menunggumu selama 3 Jam diluar.. eommonim sudah memintanya untuk masuk, tetapi ia bersih keras untuk menunggumu. Ia benar-benar takut hal-hal buruk terjadi padamu..”

“Mianhae eommonim, ini salahku” Sedih Jiyeon sambil menangis..

“Tidak perlu menangis sayang. Hal itu wajah dilakukan oleh Sehun, karena kau adalah anae nya.. Kau tahu Jiyeon-ah? Baru kali ini eommonim melihat sehun khawatir seperti itu. Sejak kecil, Sehun tidak pernah menampilkan ekspresi apapun jika ia sedang khawatir, ia hanya diam dengan wajah datarnya. Bahkan saat Hyungnya meninggal, ia hanya diam sambil menatap jasad hyungnya dengan wajah datarnya biarpun begitu, eommonim dapat melihat dengan jelas dari sorot matanya bahwa ia sangat kehilangan. Hari ini, eommonim sangat-sangat tidak menyangka akan melihat ekpresi langka itu diwajahnya.. ia menampilkan wajah frustasi .. dan itu berarti..” Jiyeon menatap Taeyeon sambil menunggu ucapan selanjutnya.

“Ia mencintaimu” Jiyeon merasa jantungnya berdetak kencang. Ia hampir saja tersenyum senang lalu memeluk Sehun, tetapi Taeyeon tidak tahu bahwa apa yang terjadi antara sehun, Jiyeon dan Hyerin. Jiyeon masih meragukan perasaan Sehun, namja itu tidak pernah mengatakan kata cinta untuknya..

 

***

“Jiyeon-ah..Jiyeon-ah..Jiyeon-ah” Jiyeon terbangun dari tidurnya lalu menatap kearah Sehun yang tertidur disampingnya. Jiyeon tersenyum kecil melihat Sehun yang mengigau namanya..

“Aku disini Sehun-ah”

“Jiyeon-ah jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu”

Jiyeon hampir saja menangis. Ia menutup mulutnya, kata-kata yang selama ini ia nantikan akhirnya terucap dari bibir Sehun.

“Aku juga mencintaimu Sehun-ah” Jiyeon memeluk tubuh Sehun. Ia bahagia mendengar kata-kata Sehun walaupun sehun dalam keadaan tertidur.

“Aku tidak akan melepaskanmu Sehun-ah, aku tidak akan pergi.. aku akan terus berjuang untuk membuatmu mencintaiku sepenuhnya, aku akan selalu ada untukmu walaupun aku tahu kau menyukai Hyerin” Bisik Jiyeon pelan lalu mengecup singkat bibir sehun..

 

***

( Author Pov )

 

“Katakan dimana Puteriku” Tae Hee meletakkan seamplop uang didepan Ah Jung dengan wajah dinginnya. Ah Jung tersenyum dengan penuh rahasia lalu mengambil amplop itu.

“Sekarang kau mempunyai banyak uang? Sayang sekali aku harus bercerai dengan yeoja kaya raya sepertimu”

“Katakan dimana puteriku!”

“Arraseo.. tetapi.. kau tidak bisa mengambilnya begitu saja, karena kau tahu sendiri? Aku sudah menjualnya dan aku rasa mereka tidak akan mau mengembalikannya padamu. Aku menjualnya pada Orang Kaya Raya dan mungkin kau tidak akan bisa berkutik dihadapan mereka..”

“Tetapi mungkin, jika kau mengatakannya pada Yoochun.. Aku rasa Orang yang membeli puterimu tidak akan berkutik”

“Yoochun tidak akan mengetahui kebenaran itu!!”

Ah Jung tersenyum dengan sinis lalu memberikan sepucuk kertas pada Tae Hee.

“Itu adalah alamat rumah tempat puterimu berada, semoga saja kau belum terlambat sayang. Aku pergi”

Tae Hee menatap kertas didepannya dengan wajah sedih. Tak lama setelah itu ia menangis sambil memeluk kertas itu.

“Mianhae Jiyeon-ah..”
***

“Ayolah Sehun, jika kau tidak makan kau tidak bisa sembuh dan lepaskan tanganku aku tidak bisa menyuapimu jika kau terus menggenggam tanganku” Ujar Jiyeon sambil menatap semangkuk bubur dipangkuannya. Sedari tadi Sehun tidak melepaskan tangannya malah mengenggamnya dengan sangat erat.

“Aku tidak butuh makanan” jawab Sehun dengan suara serak. Jiyeon menghela nafas lalu menatap Sehun dengan tatapan lembut.

“Mengapa? Aku tidak akan pernah lari darimu”

“Kau berjanji?”

“Aku berjanji, aku tidak akan pergi kecuali kau yang meminta” Sehun mengangguk dengan senyum dibibir pucatnya lalu melepaskan genggaman tangannya dari tangan Jiyeon.

“Aku tidak ingin makan Jiyeon-ah, aku ingin kau memelukku sekarang” Jiyeon terdiam sebentar kemudian tanpa sadar pipinya memerah. Perlahan Jiyeon meletakkan mangkok bubur itu diatas meja lalu ikut berbaring disamping Sehun. Perlahan Sehun memindahkan kepalanya diatas dada Jiyeon dengan tangannya yang memeluk tubuh Jiyeon dengan erat.

“Kau tahu?”

“Nde?”

“Kemarin aku mendengar pembicaraan beberapa namja yang berada dikoridor saat aku selesai latihan. Mereka sedang membicarakanmu Jiyeon-ah”

“Nde?”

“Pembicaraan mereka membuatku khawatir. Mereka sepertinya sudah bisa melihat kecantikan didalam dirimu, bahkan aku mendengar bahwa mereka berencana untuk menjadikanmu kekasih mereka. Aku tahu, aku tidak bisa menutup kecantikanmu itu. Tetapi apakah aku salah jika aku ingin hanya aku yang bisa melihatmu yang sebenarnya?” Jiyeon tersenyum. Sekarang ia tahu apa yang di khawatirkan Sehun selama ini. Sehun sangat takut jika Jiyeon bertemu dengan namja yang lebih tampan darinya dan juga bisa membuat Jiyeon jatuh cinta.

“Dengarkan aku.. walaupun banyak namja yang lebih tampan dari dirimu diluar sana.. hanya kau namja yang ku cintai Sehun-ah.. Hanya kau”

“Aku juga…”

“Aku…”

“Nde?”

“Anniyo”Jawab Sehun lalu memperat pelukannya pada Jiyeon.

‘Aku akan terus bertahan dengan perasaan ini Sehun-ah’ batin Jiyeon..

 

***

( Kim Tae Hee Pov )

 

Aku menatap rumah mewah didepanku. Sebentar lagi aku akan bertemu dengan puteriku dan aku akan membawanya pergi dari penderitaan yang selama ini ia rasakan. Aku akan membawa Jiyeon pergi dari negara ini, dan Yoochun tidak akan pernah mengetahui kebenaran itu. Perlahan aku berjalan masuk..

Aku menekan bel dengan tangan bergetar. Hingga pintu terbuka dengan lebar menampilkan seorang wanita cantik tengah berdiri didepanku..

“Tae Hee”

“Taeyeon-ah”

Aku terkejut saat melihat Taeyeon didepanku. Taeyeon adalah sahabatku sejak kecil, tetapi kami terpisah saat tiba-tiba saja aku pindah ke Busan bersama eomma dan appaku.

“Oh Tae Hee-ah” Taeyeon langsung memelukku. Aku tersenyum padanya. Lalu membalas pelukannya..

“Apa yang kau lakukan disini? “ Tanya Taeyeon saat kami tengah duduk diruang tamu rumah megah ini. Aku sedikit berdehem kemudian..

“Aku mencari puteriku” Jawabku dengan pelan lalu menatap mata Taeyeon.

“Puterimu?”

“Suamiku mengatakan bahwa Puteriku ada disini” Seketika aku melihat mata Taeyeon terbelalak dengan sangat lebar.

“Apakah Suamimu adalah Park Ah Jung?”

“kau mengenalnya?”

“Nde, ia adalah namja yang melelang Jiyeon. Karena aku dan suamiku merasa kasihan, jadi kami membeli Jiyeon. Sangat disayangkan jika Jiyeon dijadikan seorang pelacur oleh appanya sendiri..”

“Ah Jung bukan appa kandung Jiyeon, Taeyeon-ah”

“M..Mwo” Akhirnya aku menceritakan semuanya pada Taeyeon. Taeyeon menatapku dengan tatapan iba.

“Tetapi kau tidak bisa membawanya pergi Tae Hee-ah, Jiyeon sudah menikah.. Jiyeon sudah menikah dengan puteraku” Ucap Taeyeon membuatku tidak bisa menahan keterkejutanku.

“Mianhae Tae Hee-ah, puteraku sangat mencintai Jiyeon.. Tetapi kau bisa bertemu dengan Jiyeon, rumah ini akan selalu terbuka untukmu. Jiyeon pasti sangat senang saat mengetahui bahwa eommanya berada disini mencarinya. Jiyeon sudah lama mencarimu” Aku tidak bisa menahan tangisku.

“Aku ingin bertemu dengannya Taeyeon-ah..”

 

***

“Tae Hee Ahjumma” Mataku berkaca-kaca melihat Jiyeon berdiri didepanku. Jadi Jiyeon yang bertemu denganku di Bus adalah Jiyeonku? Aku menatapnya lalu menghirup udara sebanyak-banyaknya . Aku tidak dapat mengendalikan perasaanku, aku sangat merindukan puteriku.

“Eommonim mengenal Tae Hee ahjumma?”

“Nde, dan kau harus tahu bahwa Tae Hee adalah-“

“Aku adalah Sahabat Taeyeon. Senang bertemu denganmu lagi Jiyeon-ah” Taeyeon menatapku karena aku memotong ucapannya. Aku masih belum bisa mengatakan kebenaran ini, aku takut Jiyeon akan membenciku. Aku sudah menelantarkannya bersama Ah Jung, seharusnya aku tahu bawa Ah Jung akan membuatnya menderita. Aku tidak seharusnya merelakannya jatuh ke tangan Ah Jung saat itu.

Seorang namja muncul dengan wajah yang terlihat pucat. Apakah ia putera dari Taeyeon? Namja yang menikah dengan puteriku? Namja yang sangat tampan.

“Sehun-ah..” Jiyeon langsung berjalan mendekati namja itu.

“kau membutuhkan sesuatu? “

“Anniyo Jiyeon-ah, aku hanya bosan didalam kamar” Jawab Namja itu sambil menatap Jiyeon. Aku dapat melihat dengan jelas kasih sayang yang terpancar dari mata namja itu untuk puteriku. Taeyeon masih menatapku. Aku balas menatapnya lalu menggeleng menandakan aku belum siap mengatakan siapa diriku..

 

***

 

( Taeyeon Pov )

 

“Eomma, ahjumma yang tadi siang kemari. Wajahnya terlihat sangat mirip dengan Jiyeon” Celetuk Sehun saat duduk ditaman bersamaku. Aku langsung menatapnya lalu menggenggam tangan Sehun.

“Sehun-ah, Tae Hee adalah eomma dari Jiyeon” Aku merasakan tubuh Sehun yang menegak. Genggaman tangan Sehun padaku tambah erat.

“Mwo”

“Tae Hee adalah wanita yang selama ini dicari oleh Isterimu. Tae Hee adalah eomma kandung dari Jiyeon” Sehun menatapku seakan ia benar-benar terkejut dengan kebenaran ini. Aku melihat dengan jelas sorot ketakutan dari mata puteraku.

“Tenang saja Sehun-ah, Jiyeon tidak akan pergi. Sekarang ia adalah Isterimu”

“Kau yakin eomma? Jiyeon tidak akan pergi bersama eommanya dan meninggalkanku?”Tanya Sehun. Aku mengangguk lalu tersenyum pada puteraku, eomma akan melakukan apapun demi kebahagiaanmu sehun. Eomma yakin bahwa Jiyeon adalah hal utama yang membuatmu sangat bahagia dan juga Jiyeon adalah hal utama yang dapat membuatmu langsung terpuruk.

 

***

( Jiyeon Pov )

 

“Annyeong Jiyeon-ah..”

“Annyeong” jawabku gugup. Mengapa sejak aku dan Sehun memasuki parkiran sekolah banyak namja-namja yang menyapaku dan menatapku dengan tatapan tidak biasa? Dan juga banyak namja yang terlihat tersenyum padaku atau melirikku diam-diam.

“Aish! Menyebalkan” Aku mendengar gerutuan Sehun membuatku tersenyum kecil. Apakah ia cemburu? Aish.. Sehun.. kau benar-benar menggemaskan..

Aku memperbaiki letak kacamataku lalu berjalan sambil menunduk dibelakang Sehun. Hingga Sehun tiba-tiba berhenti membuatku menabrak punggungnya.

“Apa-apaan ini!” Aku mendengar suara marah Sehun. Aku langsung ikut menatap arah pandangan Sehun. Omo!! Bukankah itu fotoku? Aishh!! Aku lupa, seminggu yang lalu aku pergi ke Super Market tanpa kacamata dan kepangku dan bagaimana bisa mereka memotretku? Aku tidak melihat siapapun saat itu.

Dibawah fotoku tertulis sebuah tulisan “ Park Jiyeon si Itik buruk rupa yang berubah menjadi Angsa Cantik” Sehun berjalan kearah Mading yang terlihat dikerumbungi banyak murid itu lalu mengambil fotoku.

“Park Jiyeon.. Kau cantik”

“Apakah kau melakukan operasi plastik”

“Park Jiyeon terima lah cintaku”

“Kau mau jadi kekasihku” Aku mendengar beberapa Ocehan para namja yang mengerumbungiku. Tetapi mereka tiba-tiba saja langsung mundur saat melihat Sehun berjalan kembali kearahku lalu menarik tanganku.

“Se..sehun-ah”

 

***

( Author Pov )

 

Sehun menarik tangan Ji Yeon dengan rahang yang mengeras. Rasa cemburu menggerogotinya.  Ji Yeon hanya dapat diam sambil menatap punggung suaminya. Ji Yeon tidak mengerti bagaimana bisa Sehun semarah ini? Hanya karena ada yang memuji dirinya.

“Annyeong Sehun-ah” Tanpa sengaja mereka berpaspasan dengan Hyerin. Tetapi Sehun sama sekali tidak menghiraukan Hyerin dan malah terus menarik tangan Ji Yeon. Ji Yeon mengikuti Sehun terus hingga mereka sampai digudang sekolah yang tidak terpakai.

Sehun melepaskan tangan Ji Yeon lalu menghela nafas kesal. Sehun menatap Ji Yeon dengan tajam.

“Aku tidak menyukai tatapan namja itu padamu! Mereka kira mereka siapa” Marah Sehun. Perlahan Ji Yeon tersenyum, menyadari bahwa Sehun cemburu. Baru kali ini Sehun memperlihatkan kecemburuannya. Ji Yeon berjalan mendekati Sehun lalu membelai pelan pipi namja itu.

“Kau cemburu?”Tanya Ji Yeon dengan lembut.

“Anni”

“Kau yakin?”

“Arra. Aku cemburu” Aku Sehun. Ji Yeon mendekatkan tubuhnya pada Sehun lalu memeluk namja itu dengan erat.

“Aku mencintaimu Oh Sehun”

Sehun hanya diam dan tidak menjawab pengakuan Ji Yeon. Ia mengeratkan pelukannya pada Ji Yeon seakan mengatakan bahwa ia memiliki perasaan yang sama pada yeoja itu.

 

***

“Tae Hee ahjumma?” Ji Yeon menatap Tae Hee dengan tatapan terkejut. Mengapa Tae Hee bisa tahu sekolahnya dan berdiri di depan gerbang. Tae Hee berjalan kearah Ji Yeon dengan senyum dan saat itu Sehun muncul dan terlihat sedikit terkejut dengan kehadiran Tae Hee.

“Apa yang kau lakukan disini Ahjumma?” Tanya Ji Yeon lembut

“Aku hanya ingin bertemu denganmu dan mengajakmu dan Sehun untuk makan siang bersama. Apakah kau mau?”Tawar Tae Hee. Ji Yeon menatap Sehun dan Sehun mengangguk.

“Arra ahjumma, tetapi ahjumma yang mentraktir kami” Canda Ji Yeon sambil terkekeh. Tae Hee juga ikut terkekeh sambil mengangguk.

Sedangkan Sehun malah menampilkan wajah datar dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Sesuatu yang selalu ia takutkan selama ini.

***

 

Tae Hee membawa Ji Yeon dan Sehun untuk makan di Restaurant khas Itali. Ji Yeon menatap makanan itu dengan semangat lalu mencicipinya dengan lahap. Sehun yang melihat tingkah isterinya itu hanya bisa tersenyum geli.

“Ahjumma, Sehun-ah. Aku permisi ke Toilet” Ucap Ji Yeon

“Arra”

Di meja itu tinggal Tae Hee dan Sehun. Sehun menatap Tae Hee dengan tatapan lekat. Ia benar-benar bisa melihat kemiripan antara Tae Hee dan Ji Yeon.

“Aku tahu aku mirip dengannya. Aku juga tahu bahwa kau mengetahui semuanya. Aku harap kau menjaga puteriku” Tae Hee menatap kearah Sehun dengan Senyum.

“Aku akan menjaganya eommonim” Jawab Sehun yakin. Tae Hee tersenyum kecil.

“Aku memutuskan untuk menetap di Korea. Aku ingin lebih dekat dengannya, apakah kau tidak apa?”

“Tentu saja eommonim. Kau adalah eomma dari isteriku dan aku tidak akan keberatan” Jawab Sehun.

“Aku tahu bahwa kau memang adalah anak yang baik. Gomawo sudah menjaganya”

Setelah Ji Yeon kembali, suasana menjadi hening. Hanya terdengar dentingan garpu dan sendok diruangan yang memang dipesan oleh Tae Hee. Tae Hee memandang Ji Yeon. Puterinya sudah tumbuh dewasa dan terlihat sangat mempesona. Tae Hee berharap, Yoochun tidak akan mengetahui kebenaran ini. Ia takut Yoochun akan membawa Ji Yeon pergi dari negara ini.

 

 

 

TBC~

Say You Love Me Oppa! [ Part End ]


Untitled

Tittle : Say You Love Me Oppa?

Genre : Romance

Type : Chaptered

Rating : – 17 Ke Atas!

Poster : Margareta

 

[ Main Cast ]

–          Choi Minho

–          Park Ji Yeon

[ Other Cast ]

–          All

***

 

( Ji Yeon Pov )

 

“Ji Yeon maafkan kami” Aku menatap Han Byul dan Oppanya dengan tatapan Aneh begitu juga dengan Sulli. Sulli menatap kearah ku seakan bertanya apa yang terjadi. Han Byul dan Oppanya berlutut dihadapanku dan Sulli , mereka menjadi pusat perhatian sekarang.

“Apa yang kalian lakukan? Berdirilah..” Aku membantu Han Byul berdiri.

“tenang saja, aku tidak melaporkannya pada Minho Oppa” Ucapku

“Jeongmal?”

“Kami berjanji tidak akan muncul lagi didepanmu Park Ji Yeon. Kami berjanji tidak akan menganggumu dan Sulli lagi” Ucap Han Byul dengan bersungguh-sungguh.

“Gomawo sudah memaafkan kami” Han Byul dan Oppanya menunduk memberi hormat lalu pergi begitu saja. Aku mendengar tawa dari Sulli.

“Wae?”

“Kau apakan kedua manusia itu hingga mau berlutut?” Kekeh Sulli

“Mereka sepertinya takut pada Minho Oppa” Ucapku terkekeh

“Jeongmal”

“Hahaha”

 

***

“Bagaimana kalau kau dan aku pergi ke Busan untuk melihat kebun anggurku yang ada disana?” Minho Oppa tersenyum padaku. Aku terdiam sejenak memikirkan jadwal kuliahku. Tidak ada salahnya aku mengambil libur beberapa hari.

“Hmm.. Arraseo, aku ikut”

“Baiklah, sekarang kemasi barang-barangmu. Eomma, appa dan sulli sudah lebih dulu berangkat”

“Jeongmal”

“Hehehe, mereka tidak memberitahumu rupanya. Ckckck.. kajja”

Aku dengan segera berlari kearah kamar lalu memasukkan baju-bajuku kedalam koper. Aku yakin udara dibusan sangat menyegarkan.

Satu jam kemudian, aku sudah duduk disamping kemudi dengan makanan ditanganku. Minho Oppa hanya bisa berdecak kecil sambil tersenyum lucu melihat tingkahku.

“Ayo kita berangkat!” Teriakku senang..

 

***

“Huek…Huekk”

“Kau tak apa?” Minho Oppa menepuk pundakku. Aku merasa benar-benar mual, pasti ini karena aku terus berbicara dan tidak bisa diam saat dalam perjalanan. Minho Oppa memberiku air mineral lalu menggosokkan tangannya dipundakku.

“Oppa..” rengekku manja.

“Ternyata kau bisa mabuk perjalanan rupanya”

“Aish” Kesalku ..

“Apakah kau sudah merasa baikkan? Sebentar lagi kita sampai, mungkin 1 Jam lagi” Aku mengangguk pelan. Minho Oppa membantuku berjalan kearah mobil.

“Tidurlah, dan aku akan membangunkanmu jika kita sudah sampai.. arra?”

“Nde Oppa”

Aku menyandarkan kepalaku lalu menutup mataku. Jika Minho Oppa masih seperti sifatnya yang dulu, aku yakin sedari tadi ia sudah menurunkan aku ditengah jalan atau mengomeliku dengan kata-kata pedas yang sering ia keluarkan dulu .. Cckckck.

 

***

“Ji Yeon? Mengapa wajahmu terlihat pucat?” Celetuk Sulli saat aku dan Minho Oppa baru sampai. Aku menggeleng pelan sambil menunjuk perutku dengan wajah sedih.

“Kau mabuk perjalanan? Ckckckck”

“Ji Yeon terus berbicara sepanjang perjalanan, jadi ia mabuk perjalanan dan ia sepertinya kelelahan. Sebaiknya kau bawa Ji Yeon kekamar yang sudah aku pesan kemarin.. “

“Arra Oppa.. Kajja Ji Yeon” Sulli menarik tanganku dan aku dengan tubuh lemas mengikutinya. Lain kali aku tidak akan bertindak konyol atau berbicara saat didalam perjalanan. Perutku terasa diaduk-aduk.. Huaa..

“Apakah Minho Oppa mengomelimu tadi?”

“Anni , Minho Oppa tidak mengomeliku” Jawabku lalu membaringkan tubuhku diranjang empuk dikamar ini. Sulli juga ikut membaringkan tubuhnya disampingku.

“Minho Oppa sepertinya benar-benar sudah sangat mencintaimu. Kau harus berjanji selalu mencintai Oppaku, jangan mengecewakannya Ji Yeon-ah”

“Arraseo.. aku tahu dan aku tidak akan menyakiti Oppamu..”

“Aku akan memegang janjimu eonni”

“Jangan memanggilku begitu, itu menggelikan hahaha”

“Ckkckk.. Arra…arra”

 

***

-Author Pov-

 

“Apakah Ji Yeon sudah beristirahat?”Tanya Minho saat melihat Sulli yang muncul dari kamar Ji Yeon. Sulli mengangguk pelan kemudian membantu Minho untuk mengangkat koper. Saat sudah mengangkat semua koper itu, Sulli tiba-tiba saja memeluk Minho. Minho yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum.

“Waeyo?”

“Jika suatu saat Oppa menikah, kau jjangan melupakanku Oppa .. Kau sudah berjanji akan terus menjagaku”

“ Tenang saja, kau adalah yeoja yang berarti dihidup Oppa.. sama seperti eomma dan Ji Yeon.. Oppa tidak akan melupakanmu karena kau adalah Dongsaeng Oppa, Oppa akan menjagamu apapun yang terjadi . Oppa akan selalu menyayangimu”

“Kau Berjanji Oppa”

“Apakah Oppa pernah melanggar janji Oppa padamu eoh?”

“Gomawo Oppa”

“Aigoo… Oppa menyayangimu sayang..”

“Aku harap Oppa bisa membahagiakan sahabatku, Ji Yeon”

“Aku akan melakukan hal itu sayang”

 

***

 

Ji Yeon membuka matanya perlahan. Ia menatap sekitarnya lalu menggapai ponselnya, ia berdecak saat mengetahui hari masih terlalu pagi dan ia tidak akan bisa tidur lagi setelah ini. Ji Yeon bangkit dari kasurnya dan berjalan kearah cermin dan menyisir rambutnya.

Ji Yeon memutuskan untuk pergi berjalan-jalan melihat kebun anggur yang dimaksud Minho. Tetapi sebelum itu ia memutuskan untuk membangunkan Minho menemaninya.

“Oppa..Oppa..Oppa”

“……………………” Tidak ada jawaban

“Opppaaaaaa” Ji Yeon berteriak didepan kamar Minho.

“eum.. tunggu sebentar” Ji Yeon berdiri dengan senyum diwajahnya tetapi senyumnya luntur seketika saat Minho membuka pintunya.. Ji Yeon langsung membulatkan matanya saat Minho hanya memakai celana tanpa memakai baju..

“Arghhhhhh!! Oppa”

“wa…Wae?” Kaget Minho

“pasang bajumu” Ji Yeon menutup matanya. Minho akhirnya menyadari apa yang membuat Ji Yeon menjerit. Minho terkekeh kecil .

“Buka matamu”

“shireo”

“Mengapa kau malah menutup matamu? Eoh? Bukankah kau calon isteriku” Minho menarik Ji Yeon masuk kedalam kamarnya lalu menutupnya. Tangan Ji Yeon masih dengan setia menutup matanya. Minho terkekeh geli untuk kesekian kalinya.

“Bukalah matamu”

“Oppa..” Rengek Ji Yeon.

“Aigoo.. siapa yang menyuruhmu mengetuk kamar namja dewasa pagi-pagi begini. Aigoo.. Bukalah matamu, aku ini tunanganmu untuk apa kau malu” Perlahan Ji Yeon menurunkan tangannya. Lalu menatap kearah lain.

“Arrrrrggggg” Jerit Ji Yeon saat Minho dengan sengaja menggenggam tangan Ji Yeon lalu meletakkan tangan Ji yeon dada bidangnya lalu abs nya..

“Hahahaha”

“Oppa…Oppa” Wajah Ji Yeon kini sudah memerah sempurna. Minho menghentikan keusilannya lalu memeluk Ji Yeon. Ji Yeon memukul pundak Minho dengan kesal.

“Hua.. Oppa kau benar-benar nakal” Ucap Ji Yeon dengan suara yang terdengar malu.

 

***

( Sulli Pov )

 

“Ji Yeon” Aku melihat Minho Oppa dan Ji Yeon yang terlihat bermain kejar-kejaran. Lebih tepatnya, Minho Oppa yang terlihat mencoba mengejar Ji Yeon yang terus menghindarinya. Ada apa dengan yeoja itu? Wajahnya terlihat memerah seperti kepiting rebus? Ckckck.

Aku menatap ponselku .. Tidak ada pesan dari daehyun Oppa.. padahal ia mengatakan tidak akan lupa menghubungiku!

Aish!

Daehyun Oppa benar-benar sangat menyebalkan.

Aku juga ingin diperlakukan dengan sangat lembut seperti Minho Oppa memperlakukan Ji Yeon. Kekeke..

“Ya, Oppa lepaskan” Rengek Ji Yeon saat Minho Oppa berhasil menangkapnya. Apakah mereka bertengkar lagi? Ckckck.. seperti anak kecil :3

“Kau marah padaku? Mianhae Ji Yeon-ah”

“Kau bercanda keterlaluan Oppa”

“Aku berjanji tidak akan bercanda seperti itu lagi”

“Oppa kau benar-benar nakal” Aku melihat Ji Yeon dan Minho Oppa yang sudah terlihat akur kembali. Ckckck, tadi mereka bertengkar dan baru saja mereka akur kembali. Benar-benar pasangan yang labil -_-

 

***

( Ji Yeon Pov )

 

“Eomma, masakanmu dan Ji Yeon selalu lezat” Komentar Minho Oppa membuatku dan Yoona eomma tersenyum. Minho Oppa menyendok lauk pauk dengan bersemangat.

“Oppa, hati-hatilah makan jangan terburu-buru” Omelku sambil menuangkan segelas air putih lalu meletakkannya didepan Minho Oppa. Minho Oppa mengangguk lalu meminum air putih itu.

“Bagaimana perusahaanmu?” Siwon abeoji membuka pembicaraan.

“walaupun kemarin ada sedikit kekacauan, aku sudah menanganinya Appa”

“Kau memang namja yang cerdas. Appa bangga padamu”

“Lalu kapan kau akan menikah dengan Ji Yeon” aku hampir saja menyemburkan keluar makanan yang ada dimulutku. Minho Oppa terlihat terdiam kemudian menatapku.

“Aku berencana melamarnya saat ia sudah lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan”

“Untuk apa menunggu terlalu lama? Umurmu sudah berapa Choi Minho? Bagaimana kalau kalian menikah satu bulan lagi? Eomma dan appa sudah sangat menantikan kehadiran choi Minho Junior” Ucap Yoona eomma membuat wajahku benar-benar memerah kali ini. Minho Oppa berdehem.

“Aku terserah pada Ji yeon, jika ia mau menikah denganku .. aku selalu siap untuk menikah dengannya” Jawab Minho Oppa. Semua mata langsung tertuju padaku.

“Bagaimana Ji Yeonnie?”

“Aku…aku”

“Apa yang kau tunggu? Minho Oppa adalah pengusaha yang mapan dan sudah dewasa, kalian sudah sepantasnya membangun kehidupan berkeluarga” celetuk Sulli

“ Aku terserah pada eommonim dan abeoji. Kalau memang itu yang terbaik, aku setuju” Jawabku pelan. Aku melihat senyum merekah dibibir Minho Oppa.

“Arraseo. Aku akan menghubungi Yoochun dan Tae Hee, mereka harus tiba di seoul untuk melihat pernikahan puteri mereka”

 

***

“Kalian akan menikah?” Eomma menatapku dan Minho Oppa secara bergantian. Sedangkan Appa hanya tersenyum. Eomma terlihat menghela nafas berat. Waeyo?

“ Eomma sangat setuju jika kalian menikah, Minho adalah namja yang cerdas dan mapan. Eomma juga tahu bahwa kalian sudah saling mencintai tetapi eomma merasa berat untuk melepaskan puteri kecil eomma ini. Tetapi jika itu keinginan kalian, aku dan appa akan sangat merestuinya”

“Eomma Gomawo”

“Gomawo Eommonim”

“Aku percayakan puteriku padamu Choi Minho. Aku yakin kau bisa membahagiakan puteri kecilku yang nakal ini” Ucap Appa.

“Baik Abeoji”

“Jadi kapan kalian akan memilih baju pengantin?”Tanya eomma

“Mungkin Minggu depan eomma” Jawabku

“Oh Arra..”

 

***

 

“Oppa, aku tidak menyangka akan menikah denganmu” Ucapku sambil menatap pemandangan Sungai Han dimalam hari didepanku. Aku dan Minho Oppa duduk disalah satu kursi panjang. Minho Oppa menyelimutiku menggunakan jasnya

“Aku sudah menyangka sejak awal bahwa aku dan kau akan menikah karena kita berdua saling mencintai”

“Tetapi kau masih saja berdekatan dengan do Yeon eonni saat itu”

“Kau cemburu eoh? Itu hanya masa lalu sayang”

“Tetapi tetap saja”

“Tetapi bukankah dulu aku juga bersikap baik padamu? Bahkan aku menghajar namja yang berbuat jahil padamu dengan menaruh lem dibangkumu”

“Mwo! Jadi kau yang menghajar Sung Jae? Sampe babak belur?”

“Nde, Sulli mengatakan bahwa kau dijahili temanmu dan kau menangis dan ditertawakan. Jadi aku membawa sulli untuk menunjukkan yang mana namja yang membuatmu menangis dan aku menghajarnya”

“Omo.. pantas saja ia tidak berani mengangguku lagi saat itu. Jadi itu karena ulahmu Oppa”

“Kekeke”

“Kau ternyata benar-benar nakal Oppa” Kekehku

 

***

 

( Author Pov )

 

“Kemarilah sayang aku akan memberikanmu sebuah pelukan” Siwon tersenyum sambil menepuk kasur disampingnya. Yoona melepaskan handuk yang melingkar dibahunya lalu berjalan kearah Siwon dan menjatuhkan dirinya disamping Suaminya itu. Yoona memeluk Siwon sambil membenamkan wajahnya di dada Siwon.

“apakah kau lelah?”

“Nde aku lelah tetapi aku sangat bahagia bisa menyiapkan semua persiapan untuk pesta pernikahan puteraku” Jawab Yoona

“Aku merasa benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan menikah. Siapa yang bisa menyangka bahwa Minho yang tanpa ekspresi itu menyimpan rasa cinta pada Ji Yeon yang ceria” Ucap Siwon.

“Mereka benar-benar serasi Oppa, mereka saling menutupi kekurangan masing-masing”

“Aku tahu dan aku bisa melihat dengan jelas bahwa Minho bisa berubah karena Ji yeon. Aku sangat berterimakasih pada Ji Yeon karena ia, Minho sudah lebih terbuka”

“Tae hee dan Yoochun benar-benar bangga memiliki puteri seperti Ji Yeon”

 

***

 

“Daehyun Sunbae? Apa yang kau lakukan disini?” Ji Yeon dan Minho menatap Daehyun yang terlihat berdiri didepan Kediaman mereka dengan bunga ditangannya. Minho menatap Daehyun dengan tatapan tidak suka lalu menarik Ji yeon untuk berdiri disampingnya.

“Apa yang kau lakukan disini eoh? Mendekati tunanganku?”

“Jangan salah paham. Aku kemari untuk bertemu dengan Sulli, yeojachinguku” Jawab Daehyun

“Nde?” Kaget Minho

“ Kau jangan salah paham dulu Oppa. Daehyun sunbae adalah namjachingu sulli, jadi kau tidak perlu berpikiran buruk dan cemburu lagi padanya” Ucap Ji Yeon sambil tersenyum.

“Aku akan memanggilkan sulli” Ji Yeon berjalan masuk meninggalkan Minho yang kini tengah menatap Daehyun dengan tatapan was-was dan sangat-sangat tajam.

“Sejak kapan kau menjadi kekasih dongsaengku?”

“Sejak sebulan yang lalu”

“Aku tidak setuju dongsaengku berpacaran denganmu sebaiknya kau tidak mendekatinya lagi”

“Aku mencintainya Hyung. Kau tidak menyukaiku karena aku menyatakan cinta pada Ji Yeon dulu, tetapi bukankah itu hanya masa lalu dan kau tidak mempunyai hak untuk melarang cinta kami” Ucap Daehyun dengan nada dinginnya.

“Kau-“

“Oppa” Terdengar suara sulli membuat Minho menghentikan ucapannya. Ji Yeon menatap Minho lalu menarik tangan Minho untuk ikut bersamanya.

 

***

 

“ Sulli harus menjauh dari namja itu”

“Oppa sudahlah, Daehyun Sunbae bukan namja yang jahat dan aku rasa ia yang terbaik “

“Yang terbaik! Lihatlah, sekarang kau mengatakan ia yang terbaik? Sedangkan aku apa? Ah, atau jangan-jangan kau menyukainya?”

“Aish! Aku belum menyelesaikan ucapanku Oppa. Maksudku daehyun sunbae adalah yang terbaik untuk sulli bukan untukku -_- kau tidak membiarkanku menyelesaikan ucapanku”

“Tetapi tetap saja”

“Oppa , sebentar lagi kita akan menikah. Jangan membuatku mengubah pikiranku karena sifatmu yang tiba-tiba begini”

“Aish! Aku kesal padamu” Minho pergi begitu saja meninggalkan Ji Yeon yang hanya bisa menggeleng pelan.

“Padahal aku hanya bercanda” Gumam Ji Yeon

***

“ Dimana Minho?” Yoona menatap Ji Yeon. Ji Yeon menatap kearah kamar Minho lalu menggeleng pelan. Sepertinya Minho benar-benar cemburu kali ini..padahal Ji Yeon hanya bercanda mengatakan hal itu.

“Kalian bertengkar?”

“Nde eommonim”

“Aish , kalian ini benar-benar.. eommonim harap kalian sebentar lagi akan berbaikan”

“nde eommonim”

Ji Yeon perlahan berjalan kearah kamar Minho. Ia terdiam sambil menatap pintu kamar Minho dalam diam. Perlahan tangannya bergerak untuk membuka pintu itu. Ji Yeon menghela nafas saat menemukan Minho masih dengan setia berbaring tidur diranjang King Size-nya.

“Oppa” Panggil Ji Yeon. Ji Yeon berjalan kearah kasur Minho lalu duduk disampingnya.

“Kau marah padaku?”

“Mianhae.. aku tidak bermaksud membuatmu marah Oppa”

Minho tidur dalam keadaan membelakangi Ji Yeon. Hingga Ji Yeon tidak sadar bahwa Minho sudah terbangun dan memutuskan untuk berpura-pura tidur.

“Oppa” Tangan Lembut Ji Yeon mengelus punggung Minho.

“ Aku benar-benar minta maaf dengan ucapanku kemarin. Aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu. Aku benar-benar merasa bersalah”

Minho tetap diam dan hanya bisa terdiam tanpa menjawab ucapan Ji Yeon..

“Aku akan menunggumu dibawah, hari ini kita akan memilih gaun pernikahan. Eomma dan appa akan tiba 30 Menit lagi” Ji Yeon perlahan bangkit. Tetapi tiba-tiba sebuah tangan menggenggam tangannya. Senyum Ji Yeon perlahan muncul.

“Kau harus berjanji tidak akan mengatakan hal itu lagi. Aku benar-benar terluka dengan ucapanmu” Minho memeluk Ji Yeon dari arah belakang sambil mencium punggung Ji Yeon. Tangan Ji Yeon perlahan mengelus lembut lengan kokoh Minho yang sedang memeluknya. Ia tidak pernah bisa melepaskan pandangannya dari Minho dan ia tidak akan bisa tidur jika sedang bertengkar dengan namja tampan nya itu.

“Aku janji Oppa. Sekarang sebaiknya kau bersiap-siap Oppa. Kau tidak boleh membuat eomma dan appaku menunggu begitu lama”

“Arraseo Chagiya”

 

***

 

“Apa yang dilakukan namja ini disini” Minho menatap Daehyun dengan tatapan tajam dan tatapan itu bisa menyiratkan rasa tidak suka . Yoona menatap Minho dan Daehyun secara bergantian dengan tatapan bingung.

“Aku yang mengajak Daehyun Oppa kemari. Ia ingin ikut, dan kau Minho Oppa. Kau tidak boleh bersikap seperti itu pada namjachinguku” Ucap Sulli membela Daehyun. Sulli menatap Minho dengan wajah kesal.

“Aish! Baiklah, aku mengijinkanmu karena dongsaengku. Aku akan terus mengawasimu”

“Tenang saja Hyung, aku sudah tidak menyukai Ji Yeon. Sekarang aku hanya menyukai dongsaengnmu” Jawab Daehyun membuat Minho sedikit merasa tenang walaupun rasa kesal masih mendominasi perasaannya saat ini.

Tae Hee dan Yoochun hanya bisa tersenyum kecil melihat kecemburuan menantunya itu. Minho sepertinya benar-benar mencintai Ji Yeon hingga tidak mau ada namja yang berada didekat puterinya

 

***

 

“Oppa” Marah Sulli saat Minho dengan sengaja menabrak Daehyun. Minho hanya bisa tersenyum kecut lalu menggandeng tangan Ji Yeon dengan wajah So Coolnya. Daehyun hanya bisa menghela nafas melihat kekesalan kaka iparnya itu pada dirinya.

‘Sabar Daehyun’ batin Daehyun

Mereka memasuki butik mewah didepan mereka. Ji yeon menatap ratusan gaun didepanya dengan tatapan senang begitu pula dengan Minho yang sudah berimajinasi membayangkan betapa cantiknya Ji Yeon jika memakai gaun pengantin yang akan Ji yeon gunakan.

“Ah Nyonya Choi” Sapa pemilik butik itu. Yoona hanya bisa tersenyum

“Apakah pesananku sudah selesai?”

“tentu saja Nyonya. Silahkan ikut saya”

“Kaja Ji Yeon” Tae Hee, Ji Yeon dan Yoona berjalan mengikuti pemilik butik besar itu. Sedangkan Minho, Siwon, Daehyun dan Yoochun hanya duduk sambil menatap sekeliling mereka.

“Tuan, kau bisa mengikuti saya untuk mencoba jas anda” Ucap Seorang yeoja berambut blonde pada Minho. Minho mengangguk lalu menitipkan ponselnya pada Sulli.

 

***

 

“Yeppeo” Ujar Daehyun sambil menatap Ji Yeon. Sedangkan Minho, Yoochun dan Siwon tidak bisa berbicara sama sekali saat melihat Ji yeon memakai gaun pengantin didepan mereka. Yoona, Sulli dan Tae Hee tersenyum dengan lembut pada Minho yang sudah mengenakan jas berwarna putih.

“Oppa” Sulli mencubit tangan Daehyun dengan gemas.

“Minho Oppa” Panggil Ji Yeon mencoba menyadarkan Minho.

“Minho Oppa!” Ucap Ji Yeon dengan nada yang sedikit keras membuat Minho akhirnya tersadar dari keterkejutannya.

“Yeppeo” Ucap Minho kagum lalu berjalan kearah Ji Yeon.

“Aku tidak percaya bahwa ini kau” Gumam Minho. Ji yeon tersipu dengan pipi yang sudah merona kemerahan.

“Aigoo.. puteri appa benar-benar sangat cantik” Puji Yoochun dengan nada bahagia.

“Aku akan memamerkan pada chinguku bahwa menantuku benar-benar sangat cantik dihari pernikahannya bersama puteraku” Puji Yoona juga.

Minho membelai lembut pipi Ji Yeon. Ia benar-benar terpesona dengan kecantikan yeojanya itu. Yeoja yang selalu hadir dimimpinya dan yeoja yang selalu berada dihatinya yang terdalam.

“Aku mencintaimu Ji Yeon-ah”

 

***

-Beberapa Hari Kemudian-

 

“Eomma, appa.. kalian sudah tidur?” Ji Yeon membuka pintu kamar yang ditempati oleh eomma dan appanya.

“Belum sayang, waeyo?”

“Bolehkah aku malam ini tidur bersama eomma dan appa.. besok adalah hari pernikahanku dan aku tidak bisa tidur” Gumam Ji Yeon. Tae Hee tersenyum maklum lalu menarik tangan Ji Yeon untuk masuk.

“Kau merasa tegang” Ji Yeon mengangguk didalam pelukan appanya. Sedangkan Tae Hee membelai punggung Ji Yeon.

Ji Yeon tidur ditengah eomma dan appanya. Ji yeon tersenyum pada eommanya dan Ji Yeon mulai bercerita tentang masa lalu yang mereka lewatkan bersama. Ji Yeon tidak pernah merasa kurang perhatian dari eomma dan appanya karena mereka akan datang disaat Ji yeon merasa benar-benar kesepian walaupun mereka bisa dikatakan sangat sibuk.

“Appa, bagaimana kabar Oppa sekarang?” Pertanyaan Ji Yeon membuat Yoochun dan Tae Hee terdiam.

“Apakah ia akan datang dihari pernikahanku?”

“Sanghyun sudah tidak menganggap kita keluarganya Ji Yeon-ah. Bahkan Oppamu sama sekali tidak menyapa appa saat kami bertemu diparis tanpa sengaja”

“Apakah Sanghyun Oppa benar-benar tidak bisa memaafkan appa?”

“Itu semua salah kami”

“Anni.. Aku rasa itu bukan salah appa, appa hanya ingin yang terbaik untuk Sanghyun Oppa. Hmm.. aku terkadang sedih, melihat Sulli yang bisa bermanja dengan Oppanya sedangkan aku? Aku memiliki Oppa yang sama sekali tidak pernah bisa aku peluk dan sepertinya ia membenciku”

“Sanghyun tidak pernah membencimu sayang, ia hanya membenci eomma dan appa. Kau lupa? Saat ulang tahunmu yang ke-8 . ia mengirimkan sebuah boneka untukmu”

“ Aku merasa seperti anak tunggal dikeluarga kita eomma”

“ Itu lebih baik sayang. Sanghyun sudah bahagia dengan keluarga yang ia miliki sekarang, appa tirinya sudah ia anggap seperti appa kandungnya. Namja itu memberikan semua hal yang diinginkan Oppamu sedangkan appa? Appa hanya bisa menolak semua permintaannya”

“Tetapi bukankah itu demi kebaikannya”

“Biarkan saja, ia sudah memilih jalan miliknya dan appa sudah lelah untuk mencoba mendapatkannya kembali. Sekarang, hanya kau anak yang eomma dan appa miliki” Ji Yeon menatap appa dan eomma nya dengan sedih. Tanpa mereka sadari Minho mendengar dari balik pintu kamar mereka , Minho mencari keberadaan Ji yeon tetapi ia memutuskan untuk membatalkan niatnya karena mendengar pembicaraan itu. Ia yakin mereka bertiga ingin memiliki waktu sendiri.

 

***

 

Ji yeon menatap pantulannya dicermin. Matanya berkaca-kaca, ia tidak pernah menyangka akan menikah dengan Minho, pujaan hatinya. Yoochun dan Tae Hee menatap puteri mereka dengan tatapan bahagia walaupun mereka merasa sedih harus melepaskan puteri kesayangan mereka itu. Ji Yeon berbalik dan menatap eomma dan appanya.

“Aku sudah siap eomma”

Yoochun menggandeng Ji Yeon kearah altar. Wajah Ji Yeon berseri-seri, terdengar beberapa decakan kagum saat melihat Ji Yeon yang benar-benar cantik. Begitu juga dengan Minho yang sudah tersenyun dengan amat lembut pada yeoja-nya

“Appa” Bisik Ji yeon gugup

“Tenanglah sayang” Ucap Yoochun sambil menepuk tangan Ji Yeon dengan lembut.

Minho sudah berdiri dengan wajah tampannya sambil tersenyum menatap pengantin nya. Yeoja yang akan menjadi isterinya dan akan menjadi pendamping hidupnya sampai ajal menjemput. Yeoja yang akan selalu ia cintai

“aku menitipkan puteriku padamu Choi Minho aku harap kau bisa menjaganya”

“Nde abeoji” Ucap Minho.

Pesta pernikahan itu berjalan dekat sangat sempurna dengan senyum yang selalu menghiasi wajah Ji Yeon dan Minho.

“Kiss!Kiss!” Terdengar beberapa teriakan membuat Ji Yeon menatap Minho dengan tatapan dan wajah yang benar-benar polos. Minho memajukan tubuhnya lalu memberikan ciuman dibibir merah Ji Yeon. Ji Yeon hanya bisa terdiam bodoh, tangannya mencengkram jas Minho lembut merasakan ciuman yang diberikan oleh Nampyeonnya.

 

***

 

Ji Yeon duduk diatas ranjang dengan peluh membasahi keningnya. Ia gugup, dan sangat gugup. Minho memutuskan untuk membeli sebuah apartement untuk mereka tinggali karena rumah mereka belum selesai dibangun. Malam ini adalah malam pengantin dan Ji Yeon merasa takut dan gugup sekarang.

Minho muncul dibalik pintu apartement dengan beberapa koper ditangannya. Minho tersenyum lembut pada Ji Yeon.

“Kau belum mengganti gaun mu?”

“Anni, aku tidak bisa membukanya. Kancingnya berada dibelakang Oppa” Ucap Ji Yeon dengan polos dan malu. Minho hanya mengangguk kemudian berjalan kearahnya setelah meletakkan beberapa koper itu.

Minho melepaskan kancing gaun Ji Yeon.

“O..Oppa” Kaget Ji Yeon saat merasakan bibir basah Minho mengecupi punggung putihnya. Minho mengerang karena gairah yang ia rasakan pada Ji Yeon.

“ Kau mandilah dulu, aku akan menunggumu disini” Ucap Minho. Ji Yeon mengangguk dengan wajah merona.

“Jangan terlalu lama sayang” Lanjut Minho. saat JI Yeon masuk ke kamar mandi, Minho melepaskan jasnya dan menggantinya dengan baju tidur. Ia menghirup udara sebanyak-bayaknya karena ini adalah pertama kali untuknya dan juga Ji Yeon.

 

***

 

Ji Yeon membuka pintu kamar mandi dengan handuk menutupi tubuhnya. Tatapannya dan Minho bertemu, sepertinya namja itu sudah menunggunya sejak tadi. Ji Yeon perlahan berjalan kearah Minho karena namja itu mengulurkan tangan memanggilnya.

Minho menarik Ji Yeon untuk duduk dipangkuannya. Mereka saling menatap, Ji Yeon bisa melihat dengan jelas mata Minho yang sudah menggelap karena gairah yang tertahan. Perut Ji Yeon terasa diaduk-aduk dan terasa panas. Tangan Minho membuka handuk yang melilit tubuhnya, tetapi dengan sigap Ji Yeon menahannya.

“Wae?”

“Aku malu Oppa”

“apa yang membuatmu malu? Sekarang kau sudah menjadi isteriku dan tidak ada kata malu diantara kita sayang” Ji Yeon perlahan melepaskan tangannya yang menahan handuknya. Minho mengangkat tubuh Ji Yeon lalu membaringkannya diatas ranjang King size mereka. Minho menindih Ji Yeon dengan perlahan.

“Kau percaya padaku bukan?” Tanya Minho menenangkan Ji Yeon yang terlihat begitu gugup. Ji Yeon mengangguk dengan pelan

“ Tapi aku takut Oppa. Itu akan sangat sakit”

“Aku berjanji tidak akan menyakitimu sayang, kau harus percaya padaku”

Sebelum Ji Yeon menjawab bibir Minho sudah menciumi bibirnya dengan lembut dan juga penuh gairah. Bibir Minho perlahan turun ke leher jenjang miliknya sedangkan tangan namja itu mulai menyentuh daerah sensitife miliknya. Ji Yeon mendesah dengan lembut membuat naluri Minho sebagai namja langsung bangkit dan berkoar seperti apa yang tidak bisa padam. Minho merasa panas itu memenuhi tubuhnya, ia ingin memiliki Ji Yeon sepenuhnya.

“O..O..Oppa” Ji Yeon mendesah dengan keras saat bibir Minho menggigit , mengulum dan menjilat salah satu pucuk dadanya. Ji Yeon sangat terkejut saat salah satu jari namja itu memasukinya. Benar-benar menyakitkan, tetapi rasa sakit itu sirnah dengan yang sekarang ia rasakan.

Minho turun menciumi perut Ji Yeon membuat Ji Yeon tidak bisa berpikir jernih dan Ji Yeon tahu ciuman itu akan berlanjut kemana. Minho membuka kaki Ji Yeon, mata Minho semakin menggelap karena gairah saat melihat hal didepannya. Desahan Ji Yeon bertambah liar saat Minho membenamkan wajahnya dianatara kedua kakinya.

“ah…”

“Oppa”

“Oppa” Ji Yeon terus berteriak. Setelah selesai, Minho kembali menciumi bibir Ji Yeon untuk membuat pengalihan.

“arghh” Ji Yeon mengerang kesakitan dan menangis saat merasakan benda itu menerobos masuk begitu saja. Minho terlihat panik dengan kesakitan Ji Yeon.

“Mianhae sayang, aku melakukannya dengan cepat karena aku tidak ingin kau merasa sakit lebih lama..”

“Appo”

Minho menciumi kedua buah dada Ji Yeon secara bergantian membuat rasa sakit Ji yeon menjadi kenikmatan.

“ Kau bisa melanjutkannya oppa” Ji Yeon menepuk pundak Minho. Minho mendesah saat merasakan sesuatu hendak keluar dari tubuhnya begitu juga dengan Ji Yeon yang mencengkram dan mencakar pundak Minho.

Ji Yeon menghela nafas lega saat api yang sedari tadi berada didalam tubuhnya keluar. Minho ambruk diatas tubuh Ji Yeon. Tangan Minho bergerak untuk menggapai selimut dan menyelimuti tubuh polos Ji Yeon dan dirinya. Minho mendekatkan tubuh Ji Yeon padanya lalu menciumi bibir yeoja yang sudah tertidur karena kelelahan itu.

“Selamat malam sayang dan gomawo”

 

***

 

Sinar pagi membangunkan Ji Yeon. Ia menatap sekelilingnya dan menemukan Minho sedang duduk sambil menatapnya yang tertidur. Namja itu tersenyum amat lembut dan membuat hatinya terasa bergetar.

“Kau sudah bangun sayang”

Ji Yeon merasa sedikit nyeri didaerah selangkangannya dan membuatnya meringis.

“Kau tak apa?” Tanya Minho yang sudah duduk didepan Ji Yeon. Ji Yeon mengangguk dengan senyum diwajahnya.

“setelah menikah kau terlihat bertambah cantik” Bisik Minho sambil memeluk Ji Yeon.

“Kau bisa saja Oppa”

“Gomawo”

“Untuk apa Oppa?”

“Karena telah menjadi yeoja yang aku cintai. Aku benar-benar merasa berterimakasih, Aku janji akan terus menjagamu”

“Oppa” Ji Yeon menatap Minho dengan mata berkaca-kaca.

“Saranghae Ji Yeon-ah”

“Nado Saranghae Minho Oppa” Ji Yeon memeluk tubuh Minho dengan erat. Namja yang akan menjadi masa depannya dan akan menjadi satu-satunya cinta yang ia miliki.

 

 

-Selesai-

 

Destiny [ 2 of 2 ]


wpid-tara+jiyeon.png

Tittle : Destiny

Author : Margareta Isabela

Type : Two Shoot

Rating : -17

Genre : Sad, Romance, Friendship

[ Main Cast : Park Ji Yeon , Choi Minho, Im Jaebum ]

[ Other Cast ] : All

***

 

 

Minho meminum sebotol Wine dihadapannya dengan tatapan yang terlihat menyedihkan. Rambutnya acak-acakan dan jas yang ia pakai sudah entah kemana. Minho melipat tangan bajunya lalu memijit kepalanya dengan pelan. Ia teringat kembali pada Ji Yeon dan Jaebum. Saat Ji Yeon tersenyum tulus dengan Jaebum.

Minho merasa sangat sakit dan ia tidak mengerti. Bagaimana bisa ia merasa sesakit ini?

Biasanya jika sedang dalam masalah yang memusingkan , Minho akan merayu banyak yeoja dan membawa yeoja itu keranjangnya.

Tetapi sekarang? Ia bahkan tidak berniat untuk menyentuh yeoja manapun. Hanya Ji Yeon, hanya Ji Yeon yang ingin ia sentuh sekarang.

Wajah Ji Yeon selalu terbayang dibenaknya dan itu membuatnya merasa frustasi.

“Pergi! Mengapa kau terus berada dipikiranku! Pergi”

***

Ji Yeon memencet bel apartement Minho berulang kali tetapi tidak ada sahutan dan jawaban. Ji Yeon yakin Minho sedang bersenang-senang dengan salah satu yeoja saat ini.

“Yang benar saja namja ini! Ia ada pertemuan penting hari ini” Ji Yeon menghela nafas lalu masuk kedalam apartement Minho karena ia tahu password apartement namja itu. Ji Yeon berjalan dengan pelan dan langkahnya terhenti saat melihat Minho yang tertidur sambil memeluk sebotol Wine.

Ji Yeon menatap sekitar aparment Minho dan tidak menemukan siapapun disana.

“Tumben sekali ia tidak membawa yeoja” Celetuk Ji Yeon pelan lalu berjalan kearah Minho. Ji Yeon menepuk pipi Minho pelan.

“Sajangnim, bangunlah.. hari ini kau mempunyai pertemuan penting dengan pemegang saham dari China”

“Kau ini menggangguku. Kepalaku masih sangat sakit, kau saja yang bertemu dengan mereka” Minho menutup wajahnya dengan tangannya. Jiyeon berdecak kesal lalu kembali menepuk pipi Minho membuat namja itu perlahan membuka matanya.

“Aigoo Jiyeon-ah”

“Kau harus profesional Choi Minho sajangnim. Mereka sudah datang jauh-jauh dan kau malas bertemu dengan mereka? Ya! Kau mau mereka mencabut inventasi mereka dari perusahaan?”Omel Ji Yeon.

“Biarkan saja, lagipula uang ku masih sangat banyak. Jika mereka membatalkan kontrak ya sudah..”

“Aish! Jangan menganggap sesuatu semudah itu “

“Biarkan aku tidur satu jam lagi. Ini semua salahmu, kau yang membuatku menjadi seperti ini. Kau seperti seorang hantu yang selalu ada didalam bayangan pikiranku! Kau memakai mantra apa?”

“Yak! Kau kira aku penyihir” Kesal Ji Yeon tetapi kemudian ia terdiam. Lalu tersenyum dengan amat manis

‘Kau memikirkanku?’ Batin Ji Yeon

***

Ji Yeon menyisir rambut Minho lalu memasangkan dasi namja itu. Minho hanya diam seperti patung dengan wajah cemberut. Ia benar-benar kesal karena Ji Yeon membangunkannya. Padahal ia sedang bermimpi saat itu, bermimpi yang tidak biasa.

Minho menatap Ji Yeon dengan tatapan aneh dan membuat Ji yeon menjadi salah tingkah.

“Wa..Wae?”

“Aku tadi bermimpi”

“Bermimpi apa?”

“Didalam mimpiku kau memakai gaun putih lalu tersenyum kearahku dan tiba-tiba saja aku merasa kau dan aku berdiri diatas altar. Haha, mimpi yang sangat unik. Bagaimana bisa aku bermimpi menikah denganmu” Minho terkekeh, sedangkan Ji Yeon malah terdiam.

“Mungkin semua itu akan menjadi kenyataan”

“Percaya diri sekali kau”

“Heheh” Ji Yeon terkekeh.

“Jiyeon-ah.. aku mempunyai penawaran untukmu” Ucap Minho sambil menatap Ji Yeon dengan serius.

“Bagaimana kalau kita menjadi sepasang kekasih. Tetapi tidak terikat pernikahan. Kau akan memilikiku dan aku akan memilikimu. Lagi pula apa artinya pernikahan..?”

“Anni..”

“Wae?”

“Aku menginginkan pernikahan Minho-ah, aku tidak ingin menjalani sebuah hubungan tanpa kejelasan. Walaupun aku mencintaimu, aku tidak akan mau menjadi yeoja murahan yang mengantarkan tubuhku padamu. Aku tahu kau bermaksud menyentuhku, tetapi semua itu ada harganya. Dan harganya adalah pernikahan” Minho terdiam mendengarkan ucapan Ji Yeon.

“Aku masih menawarkan kesempatan itu padamu JiYeon-ah”

***

“ Minho” Wajah Minho mengeras saat ia melihat seorang namja berdiri didepannya. Namja yang terlihat tampan walaupun umurnya bisa dikatakan sudah tidak muda lagi. Ji Yeon yang berdiri disamping Minho juga menatap namja didepan mereka dengan tatapan kaku. Ji Yeon langsung menatap kearah Minho.

Minho dan JiYeon berencana untuk makan malam bersama setelah melalui rapat-rapat yang memakan waktu berjam-jam. Tetapi hal yang tidak pernah diharapkan terjadi, mereka bertemu dengan namja yang selama ini tidak ingin ditemui oleh Minho, Appanya.

Ji Yeon melirik dua yeoja yang memeluk mesra lengan Choi Jae Wook –Appa Minho- dengan mesra.

‘ Ahjussi tidak pernah berubah , tetap suka bermain dengan para yeoja. Pantas saja ahjumma choi meminta bercerai dan pergi dari negara ini’ Batin Ji Yeon.

“Lihatlah dirimu sekarang, kau menjadi seorang Pengusaha muda kaya raya yang sangat terkenal dibanyak kalangan. Woah! Aku tidak pernah menyangka kau akan sangat terkenal seperti itu”

“Itu karena aku cerdas! Tidak sepertimu yang hanya bisa mengandalkan uang eomma”

“jaga bicaramu”

“wae? Apakah aku salah bicara? Apakah kau lupa appa? Kau bisa kaya seperti sekarang karena kekayaan eomma. Walaupun eomma sibuk dan mungkin ia bersikap seperti appa yang tidak pernah menganggapku ada selama ini, aku masih menyayanginya karena ia pernah membuat sesuatu yang indah untukku. Tetapi kau ! kau membawa kenangan yang sangat pahit dan begitu menyakitkan untukku, 15 Tahun yang lalu. Kau bercinta dengan seorang yeoja yang sangat asing didepan mataku dan eomma! Apakah kau kira itu tindakan terhormat!”

PLAK!

“ Dimana sopan santun mu”

“Apakah kau lupa! Sopan santun ku padamu sudah hilang dari dulu! Aku tidak akan pernah mau bersikap sopan pada namja brengsek sepertimu” Minho berjalan pergi meninggalkan Ji Yeon yang terdiam sambil menatap Jae Wook didepannya dengan tatapan aneh. Ji Yeon berlari mengejar Minho yang sudah berjalan menjauh.

***

“Minho-ah” Ji Yeon mengatur nafasnya saat ia berhasil mengejar Minho, namja itu berjalan dengan langkah yang sangat cepat dengan kaki panjangnya.

Jiyeon menatap Minho yang kini tengah mencengkram erat kunci mobil ditangannya dengan mata yang sudah memerah. Beginilah Minho jika sudah bertemu dengan appanya, ia akan sangat sensitive.

Kenangan pahit yang ingin sekali ia lupakan itu muncul kembali seperti hantu yang selalu menghantui pikirannya.

“Argh!!”

“Minhoo.. Minhoo.. tenang” Ji Yeon langsung memeluk Minho, seakan tahu apa yang harus ia lakukan. Ji Yeon sudah mengenal Minho bertahun-tahun dan ia sudah sangat mengenal bagaimana keluarga Minho dan juga semua hal tentang Minho.

“Ia tidak pernah berubah! Bagaimana bisa ada namja bajingan sepertinya!” Tubuh Minho bergetar hebat didalam pelukan Ji Yeon. Ji Yeon tahu bahwa Minho sangat merasa trauma , sejak kejadian dimana ia memergoki appanya tengah bercinta dengan selingkuhannya didepannya dan eomma.

Minho menyaksikan sendiri bagaimana appanya menyiksa eommanya lalu eommanya menangis dan memutuskan untuk menyibukkan diri dan malah melupakan Minho karena kesibukannya dan akhirnya memilih untuk bercerai.

Bayangan masa kecil yang kelam membuat Minho takut akan pernikahan, ia hanya tidak ingin kelak anaknya akan bernasib sama sepertinya. Minho cukup sadar bahwa ia adalah seorang bajingan dan sejak kecil Minho sudah bertekat untuk tidak menikah dengan siapapun, walaupun sekarang mungkin tekat itu sudah hancur.. karena kedatangan Ji Yeon yang selalu ia tolak padahal hatinya terbuka lebar..

***

“Aku tidak akan bisa menjadi seorang appa yang baik, karena hal itu aku tidak ingin menikah. Kau tahu sendiri bahwa buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya. Begitu juga denganku, sifatku pasti menuruti appa yang benar-benar seorang bajingan” Ucapan Minho membuat Ji Yeon sedikit merasa bersedih. Tetapi ia tidak mau menunjukkan kesedihan itu pada Minho.

“Biarpun begitu, aku yakin kau bisa berubah” Ucap Ji Yeon sambil menatap mata Minho.

“Hahaa.. aku tidak akan berubah”

“Kau bisa berubah, seburuk apapun dirimu dan apapun masa lalumu kau bisa melupakan semuanya jika kau menemukan orang yang berarti dihidupmu dan menerimamu apa adanya”

“Kau pantas mendapatkan yang terbaik Ji Yeon-ah, tetapi orang itu bukan aku. Aku tidak akan pernah menikah sampai kapanpun. Mianhae”

“Tapi-“

“Aku akan dengan senang hati datang ke Jepang untuk menghadiri pernikahanmu dan Im Jaebum”

“Kau..kau-“

“Mianhae, aku sudah berpikir dan memang sebaiknya kau bersama Jaebum. Ia yang terbaik untukmu karena aku tidak mungkin akan berubah, aku sudah memegang teguh keputusanku”

“a..arra.. jika kau memang berpikir begitu aku akan menerima Jaebum.. aku yakin pendapatmu yang terbaik untukku” Ji Yeon tersenyum dengan air mata yang sudah memenuhi kantung matanya.

“Aku harap kau bahagia “ Minho menatap Ji Yeon dengan senyum dibibirnya..

“kalau begitu aku pulang dulu. Aku harus mengerjakan beberapa tugas kantor” Ji yeon bangkit lalu berjalan keluar dari apartement Minho. Minho menatap punggung Ji Yeon dengan wajah sedihnya.

‘Aku tidak pantas untuk yeoja baik sepertimu, saranghae’ Batin Minho.

***

( Ji Yeon Pov )

 

“Kau yakin?” Aku mengangguk sambil menatap Jaebum.

“Apa yang Minho katakan padamu? Hingga membuatmu setuju dengan pernikahan kita?” Aku menghapus air mataku pelan kemudian menceritakan semuanya pada Jaebum. Kecuali tentang keluarga Minho.

“Ia yang memintamu?”

“Nde, Minho yang memintaku” Aku mendengar Jaebum menghela nafas kemudian tersenyum.

“Baiklah kalau begitu, aku akan dengan senang hati menikah denganmu. Aku harap kau akan mencoba untuk mencintaiku” Aku tersenyum kecil kemudian mengangguk. Tuhan, semoga saja aku bisa melupakan Minho.

“Tetapi kau harus tahu bahwa aku masih bisa merelakanmu bersama Minho”

“Kau terlalu baik Jaebum-ah”

“Aku tahu bahwa hanya Minho yang bisa membahagiakanmu”

“Kau namja yang baik”

Jaebum tersenyum padaku lalu mengelus rambutku pelan , Jaebum selalu bersikap baik padaku dan itu adalah sisi yang istimewa dari Jaebum menurutku. Jaebum, kau namja yang sangat-sangat baik. Aku terlalu bodoh karena tidak bisa mencintaimu.

***

*Sebulan Kemudian*

Matahari pagi membangunkanku. Sungguh melelahkan, akhir-akhir ini banyak pekerjaan kantor yang menguras tenaga. Aku tidak membayangkan bagaimana nasib Minho jika tidak ada aku, pasti ia benar-benar akan sangat kelelahan.

Aku menatap kalender dan hari ini sampai lusa, kantor diliburkan. Akhir-akhir ini Minho jarang berada dikantor dan ia melimpahkan semua hal padaku. Ia sering mabuk-mabukkan dan juga lingkaran hitam terlihat jelas dibawah matanya. Apakah ia masih merasa frustasi setelah bertemu appanya? Bukankah hal itu sudah sebulan yang telah lewat.

“Yoboseyo” Aku mengangkat panggilan telepon saat merasakan ponsel ku berdering

“Ah Jaebum, wae?”

“Mwo?”

“Nde, arra.. aku akan menemuimu di Cafe tempat kita biasa bertemu” Aku dengan segera bangkit dari kasurku lalu meraih jaketku.

Sesampai di Cafe itu , aku melihat Jaebum yang tengah duduk sendiri sambil menikmati segelas kopi didepannya. Aku duduk dihadapan Jaebum dan ia tersenyum padaku. Aku sedikit meringis melihat wajahnya yang babak belur

“Apa yang terjadi dengan wajahmu?”

“Ini? Ini semua ulah Minho”

“Mwo”

“Karena aku mengejeknya , ia malah menghajarku. Aku hampir mati ditangannya, sekarang ia lebih mudah terpancing emosi” Aku menatap wajah jaebum dengan tatapan khawatir. Minho benar-benar tidak terkendali akhir-akhir ini, sekarang ia jarang berada dikantor dan juga aku sering menemukannya dalam keadaan mabuk dan tidak sadarkan diri di apartementnya.

“Begini..” Jaebum mulai bercerita

( Flashback -)

 

“Hahaha.. kemana saja kau? Sekarang kami jarang melihatmu” Jaebum hanya tersenyum menanggapi ucapan teman-temannya.

“Aku tidak ada waktu kemari, aku ingin berubah demi seorang yeoja”

“Mwo? Kau sedang jatuh cinta”

“Sepertinya begitu, setelah berjanji padanya bahwa aku akan berubah. Tubuhku terasa berat untuk pergi kemari, aku kemari hari ini pun hanya karena ulang tahunmu.. Jung Sik-ah”

“Aku juga ingin merasakan jatuh cinta… haha” Semua teman Jaebum tertawa. Tapi tawa Jaebum terhenti saat tatapannya terarah pada seorang namja yang terlihat duduk dikursi seberang mereka dengan ditemani 2 yeoja seksi dan cantik dan juga para bodyguard yang terlihat mempunyai wajah menyeramkan. Jaebum menghela nafas..

“Kau mau kemana?”Tanya Teman Jaebum saat melihat Jaebum bangkit.

“Aku ada urusan sebentar dengan choi Minho” Jawab Jaebum lalu berjalan kearah meja Minho. Jaebum tersenyum kecut saat melihat wajah Minho dan dandanan Minho yang sudah terlihat urak-urakkan dan juga baju yang basah karena tumpahan alkohol

“Annyeong”Minho menatap Jaebum dengan tatapan tidak suka

“Aku tidak menerima kehadiranmu dimejaku, sebaiknya kau pergi sebelum aku menghajarmu. Aku tidak ingin ribut sekarang”

“Waeyo? Ah aku tahu, kau sedang patah hati? Karena Ji Yeon”

“DIAM!” Bentak Minho.Jaebum melirik dua orang yeoja yang duduk disamping kanan dan kiri Minho dengan senyum yang kembali kecut.

“Sebenarnya aku rasa kau bisa menjadi suami yang baik untuk Ji Yeon, asalkan kau menjauhi kehidupan gelapmu ini”

“Apa maksudmu”

“Aku hanya memberikanmu kesempatan”

“Aku tidak akan menikah dan aku tidak menginginkan Ji Yeon sama sekali” Ucap Minho sambil meneguk wine nya dalam sekali teguk. Jaebum sedikit kagum dengan kuatnya Minho meminum wine itu.

“Jeongmalyo? Aku sudah memberikanmu kesempatan dan pikirkan baik-baik”

“Aku sudah bilang aku tidak akan menikahi Ji Yeon!” Minho tiba-tiba bangkit lalu menarik kerah baju jaebum dan hantaman keras mengenai pipi Jaebum membuat Jaebum terjatuh menghantam tanah.semua chingu jaebum hanya bisa terdiam, mereka tidak akan berani membela Jaebum karena mereka tahu bahwa Minho adalah namja yang sangat berkuasa. Dua Bodyguard Minho menyeret jaebum keluar..

 

( Flashback Off-)

“Aigoo.. ayo ke apartementku, aku akan mengobati lukamu. Minho benar-benar” Aku menatap jaebum dengan wajah meringis. Baru kali ini aku melihat wajah jaebum yang memar seperti itu.

Jaebum mengangguk dengan senyum kecil dibibirnya..

***

“Kau harus membawa Minho pulang, ia sudah hampir mati disana. Setiap malam ia datang dan selalu pulang pagi dan dalam keadaan tidak sadarkan diri” Ucap Jaebum membuatku menatapnya terkejut

“Mwo? Jeongmal”

“Nde, namja itu benar-benar tidak waras”

“Aish!”

“Jika kau terus membiarkannya mabuk-mabukkan ia bisa sakit dan meninggal..”

“Arra.. aku akan pergi kesana..”

“Aku akan menemanimu..”

“Tidak perlu, aku tidak ingin Minho menghajarmu lagi.. Malam nanti kau kirimkan alamat club nya dan aku akan menyeret namja nakal itu pulang” Jaebum mengangguk dengan tersenyum paksa.

“tetapi aku akan terus mengawasimu karena tempat itu berbahaya untukmu”

“Aku bukan anak kecil jaebum”

“Aku tahu, tapi aku menghawatirkanmu” Aku tersenyum sambil memegang tangan Jaebum.

“Gomawo”

“Cheonmaneyo Ji Yeon-ah”

***

Aku merapatkan jaketku sambil menatap kesana kemari. Suara kebisingan mendominasi ditempat ini dan lampu disko yang berkerlap kerlip membuat kepalaku terasa sakit. Aku tidak biasa pergi ke tempat seperti ini, Minho kau dimana?

Aku menatap ngeri beberapa yeoja yang menari dengan pakaian terbuka. Apakah mereka tidak malu?

Aku harus segera menemukan Minho dan keluar dari tempat ini secepatnya.

“ Choi Minho benar-benar, bagaimana bisa ia memesan Rian terlebih dahulu? Rian itu adalah yeoja incaranku”

“Kau seperti tidak tahu saja, choi minho membayar yeoja-yeoja disini dengan sangat mahal dan aku sangat merasa dia beruntung bisa mendapatkan Rian yang sangat terkenal dan seksi itu”

“Aku yakin ia mengeluarkan banyak uang untuk membeli rian” Aku menguping pembicaraan dua namja itu lalu berjalan menghampiri mereka dengan ragu.

“Kau mengenal Choi Minho?”Tanyaku. dua namja itu menatapku sebentar

“Dia ada diruangan 7, jangan katakan kau adalah isterinya. Suamimu sekarang sedang bersenang-senang dengan Rian, yeoja tercantik dan terseksi di club ini. Sebaiknya kau pulang karena suamimu tidak akan dapat meninggalkan rian yang cantik itu” Aku tidak memperdulikan ucapan namja itu . aku dengan cepat berjalan kearah ruangan yang dimaksud dan aku membukanya..

***

( Author Pov )

Cklek!

“Minho” Ji yeon memanggil namja yang terlihat sedang bermesraan dengan dua yeoja disamping kanan dan kirinya dan seorang yeoja yang terlihat sudah berjalan menghampirinya-Minho- dengan keadaan yang hampir naked.

‘Jadi itu yeoja bernama rian’batin Ji Yeon.Ji Yeon menghela nafas cemburu.

“Siapa kau” Yeoja yang Ji Yeon yakini bernama Rian itu menatap Ji Yeon dengan tatapan tidak suka karena telah menganggu kegiatannya. Padahal sebentar lagi ia bisa merasakan ciuman Choi Minho, namja tampan kaya raya yang selalu ia idamkan. Tetapi Ji Yeon datang dan menggagalkan semuanya.

“Ji Yeon-ah” Minho tiba-tiba bangkit dan tidak memperdulikan Rian yang terus mencoba menggodanya dan memeluk tubuhnya dengan intim.

“Lepaskan aku jalang!” Marah Minho lalu melepaskan pelukan Rian dan berjalan kearah Ji Yeon yang masih terkejut dengan pemandangan didepannya. Ji yeon dapat melihat dengan jelas mata merah Minho, ia yakin namja itu sedang mabuk. Yeoja-yeoja yang bersama Minho tadi saling berbisik dan melemparkan tatapan mematikan pada Ji Yeon.

“apa yang kau lakukan disini, disini sangat berbahaya bagimu” Minho menggenggam tangan Ji Yeon sambil menatap Ji Yeon dengan lembut.

“Kau sedang mabuk dan sebaiknya kita pulang” Ji Yeon mencoba menarik tangan Minho tetapi namja itu hanya diam. Minho menggeleng tidak mau dan itu membuat Ji Yeon menghela nafas untuk kesekian kalinya.

“Kemarilah, bersamaku sejenak” Minho menarik tangan Ji Yeon untuk duduk dikursi yang terlihat empuk dan nyaman. Minho memberi aba-aba untuk para yeoja itu minggir dari tempat duduk itu.

“Apakah kau kedinginan” Minho menyelimuti Ji Yeon dengan jaketnya dan itu membuat Ji Yeon hanya bisa menatap Minho dengan tatapan tidak mengerti. Ji Yeon yakin namja ini sudah benar-benar mabuk hingga tidak sadar dengan apa yang ia lakukan.  Minho memeluk Ji Yeon dan hal itu membuat Ji Yeon menegang.

“Akhirnya aku bisa merasa lega” Minho terdengar menghela nafas dan semakin memeluk Ji Yeon dengan erat.

Dua orang yeoja yang bersama Minho tadi menatap Rian dan Ji Yeon secara bergantian. Mereka hanya merasa sangat terkejut, bagaimana bisa Minho mengabaikan seorang Rian yang begitu seksi dan memilih memeluk Ji Yeon yang hanya memakai baju tidur dengan jaket teddy bear?

***

Minho terbangun dan menatap sekelilingnya. Sekarang ia sudah berada diapartementnya. Ia menatap sekitarnya mencari Ji Yeon.

‘Apakah aku berhayal lagi? Apakah mungkin hanya hayalanku Ji Yeon datang dan membawaku pulang?’ Batin Minho sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.

“Kau sudah bangun”

“Ji Yeon”

“Makanlah..”  Jiyeon duduk disamping ranjang Minho sambil mengaduk bubur ditangannya.

“Apakah kau berniat untuk bunuh diri..? Jika aku tidak menjadi sekertarismu lagi, kau harus berjanji tidak akan membuat kesehatanmu bertambah buruk dengan minuman-minuman itu dan satu hal lagi, jangan membuang uangmu untuk hal yang tidak berharga” Omel Ji Yeon lalu menyuapi Minho.

“Minumlah susu ini, ini bisa membuat sakit kepalamu berkurang”

“Kapan kau akan menikah dengan Im Jaebum?”

“Mungkin beberapa minggu lagi, jadi..” Ji Yeon menarik nafas dalam..

“Besok aku berencana untuk menyerahkan surat pengunduran diri” Ucap Ji Yeon dengan yakin. Membuat Minho terdiam pelan, matanya memancarkan rasa sakit yang dapat dilihat dengan jelas oleh Ji Yeon.

“Tenang saja, aku berjanji tidak akan melupakan boss sebaik dirimu. Kalau kau pergi ke Jepang kau bisa bertemu denganku , aku tidak akan melupakanmu” Ji Yeon tersenyum dengan paksa tidak membayangkan hal itu akan terjadi.

“Bagaimana jika aku mau menikahimu” Ji Yeon menghentikan adukannya dibubur yang sedang ia pegang. Ia terdiam sebentar lalu menatap Minho yang sudah menatapnya dengan tatapan yang sangat serius.

“Apa maksudmu”

“Aku akan menikah denganmu”

***

( Ji Yeon Pov )

“Aku akan menikah denganmu” Jantungku terasa berhenti berdetak, sebuah perasaan lega dan bahagia merasuki jantungku. Aku sudah tidak bisa berkata apapun sekarang, yang ku tahu sekarang Minho sedang menggenggam tanganku dengan hangatnya.

“Aku sudah memikirkan hal ini, dan aku memang tidak bisa melepaskanmu. Aku tidak bisa hidup tanpamu dan aku tidak bisa melihatmu bersama namja lain”

“Minho”

Minho bangkit dari kasurnya dan membuka lemarinya lalu mengambil kotak kecil berwarna hitam dan tiba-tiba saja berlutut didepanku.

“Aku tahu bahwa aku brengsek selama ini karena telah mempermainkanmu dan juga membuatmu menangis dengan kata-kataku , tetapi aku sadar bahwa hanya kau yang menyayangiku dengan tulus dan hanya kau yang ku cintai. Jadi, mau kah kau menikah denganku” Aku menatap wajah pucat Minho dengan senyum senang lalu mengangguk dengan bahagia.

“Aku mau..aku mau”

Minho menggenggam tanganku lalu membuka kotak itu, sebuah cincin berlian yang begitu indah. Minho mengambil cincin itu lalu memasangkannya dijari manisku lalu mencium tanganku dengan lembut.

“Berjanjilah padaku bahwa kau akan selalu berada disisiku” Minho menatapku dengan tatapan yang sangat lembut

“aku berjanji Minho-ah, aku berjanji” Minho tersenyum lalu memelukku dengan erat.

“Aku mencintaimu Ji Yeon-ah”

***

“Kau akan menikah dengan Minho” Aku mengangguk pelan.

Jaebum terlihat tersenyum kecil..

“Aku sudah tahu apa yang akan terjadi. Untung saja namja itu menyadari perasaannya tepat waktu”

“Mianhae Jaebum-ah”

“Gwenchana” Jaebum menggenggam tanganku dengan lembut. Aku tahu bahwa ia sekarang sangat sakit dengan kabar ini, tetapi aku yakin bahwa Jaebum akan mendapatkan yeoja yang lebih baik dibandingkan diriku.

“ehmm..ehmm.. sudah lebih dari 30 Menit, sekarang aku harus membawa kekasihku pergi” Ucap Minho yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Jaebum melepaskan genggaman tangannya dariku kemudian bangkit berdiri.

“Jagalah Ji Yeon, ia sangat berarti untukku. Aku akan selalu memperhatikan kalian, aku akan membunuhmu jika kau menyakitinya” Ancam jaebum. Minho hanya bisa tersenyum kecut.

“Aku tidak akan menyakitinya”

“Aku akan memegang janjimu Choi Minho”

***

( Author Pov )

“Kau ingin pernikahan kita diselenggarakan di Korea?” Tanya Ji Yeon.

“Nde, bagaimana menurutmu?” Minho memeluk Ji Yeon dari belakang sambil ikut memandang pemandangan seoul melalui balkon Apartement miliknya.

“Tidak begitu buruk. Aku akan mengatakannya pada eomma” Ucap Ji Yeon dengan senyumnya lalu memegang tangan Minho yang melingkar diperutnya.

“Apakah kau akan mengundang appamu”

“Aku tidak akan mengundangnya, lagi pula walaupun aku mengundangnya ia tidak akan pernah datang”

“lalu eommamu?”

“Aku saja tidak tahu dimana ia sekarang”

Ji Yeon berbalik lalu menatap wajah Minho yang sudah menampakkan ekspresi terluka dan sedih.

“Jangan sedih Minho-ah, aku berjanji aku tidak akan meninggalkanmu dan melukaimu dan kau juga harus berjanji padaku akan berubah” Ji Yeon tersenyum dengan tulus pada Minho lalu mencium leher Minho membuat Minho terkekeh geli. Bibir Ji Yeon berpindah ke Bibirnya lalu melumat bibir Minho pelan dan melepaskannya.

Jiyeon tersenyum nakal..

“Dari mana kau belajar menggoda namja” Minho terkekeh lalu memeluk Ji Yeon.

“Jangan membuatku kehilangan kendali sebelum pernikahan kita sayangku”

***

“Eumm.. hmm..” Ji Yeon membuka matanya perlahan , merasakan hidungnya yang terasa gatal. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah Minho tengah tertawa sambil memegang tisu ditangannya. Ji Yeon memegangi hidungnya gatal.

“Minho.. kau mengerjaiku”

“Hehehe, bangunlah sayang.. hari ini adalah hari yang sangat cerah..” Ucap Minho dengan bersemangat, sedangkan Ji Yeon hanya bisa tersenyum dengan wajah yang mengantuk. Minho menarik tangan Ji Yeon untuk membantu Ji Yeon bangun.

“Ada apa Minho-ah”

“aku akan mengajakmu memancing bersama”

“Nde”

“Kajja.. mandi dan ganti bajumu”

“Tapi-“

“Ayolah” Ji Yeon tersenyum kecil kemudian mengangguk menyetujui keinginan Minho.

***

“Hentikan.. ya..ya” Ji Yeon berteriak geli saat Minho dengan sengaja menunjukkan ulat kecil pada Ji Yeon. Ji Yeon berlari sambil tertawa begitu juga dengan Minho yang masih mengejar Ji Yeon. Beberapa orang yang berada ditempat pemancingan itu menatap mereka dengan senyum. Dua pasangan yang saling mencintai..

“Cukup..cukup” Ji Yeon memegang perutnya ngos-ngosan sedangkan Minho hanya bisa tertawa.

“Kau membuat kita menjadi pusat perhatian Minho-ah”

“Hahaha.. ekspresimu begitu menggemaskan sayang”

Ji Yeon berjalan mendekati Minho lalu melingkarkan tangannya di lengan Minho.

“Jangan menakut-nakutiku dengan itu Oppa”

“Oppa”

“Ada yang salah?”

“Anni , hanya saja baru kali ini kau memanggilku dengan panggilan itu” Kekeh Minho.

“Kau lebih tua dariku dan memang seharusnya aku memanggilmu dengan panggilan itu”

“Aku lebih suka kalau kau memanggilku dengan panggilan Yeobo”

“Itu menggelikan Oppa”

“Hahaha..”

***

Jaebum tersenyum pilu , ia duduk sambil menatap pemandangan sungai han dimalam hari. Hatinya terasa sangat sesak dan ia merasa hampir mati karena kesesakkan yang ia rasakan saat ini. Jaebum mengacak rambutnya frustasi, begitu sangat kehilangan Ji Yeon. Senyum Ji Yeon yang manis, sangat sulit untuk ia lupakan.

“Hei”

“Rian” Jaebum menatap yeoja didepannya yang kini tengah duduk disampingnya

“Aku sudah lama tidak melihatmu di Club, kemana saja kau”

“Aku ada sedikit urusan” Jawab Jaebum, Rian tersenyum kecil..

“Jaebum-ah, apakah kau memiliki pekerjaan yang bisa diberikan untukku”

“Waeyo? Bukankah gajihmu sangat besar di Club?”

“Aku merasa ingin berhenti dari pekerjaan itu, aku ingin menjadi yeoja baik-baik dan mendapatkan namja yang benar-benar mencintaiku.. Aku ingin menjadi yeoja yang lebih baik” Ucap Rian.

“Bagaimana jika kau bekerja sebagai sekertarisku? Kebetulan sekertaris lamaku mengundurkan diri karena akan melahirkan”

“Ah.. Arra.. Gomawo Jaebum-ah”

“Cheonmaneyo”

Rian terdiam sejenak lalu menatap wajah Jaebum yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. Rian tersenyum kecil kemudian menepuk pundak Jaebum.

“Apa yang sedang kau pikirkan eum? Hingga kau terlihat tersiksa?” Tanya Rian pelan, Jaebum tersenyum kecil kemudian menatap Sungai Han.

“Yeoja yang aku cintai akan menikah dengan namja lain”

“Mwo”

“Hehehe.. Aku tidak apa selagi ia bahagia, aku yakin kebahagiaannya adalah bersama namja itu. Aku melepaskannya demi kebahagiaannya”

***

Ji Yeon terbangun dan menemukannya tertidur dipelukan Minho. ia menatap wajah Minho yang terlihat amat tenang saat tertidur. Ji yeon tersenyum dengan amat lembut, ia tidak pernah menyangka Minho akan melamarnya dan bersedia menikah dengannya. Ia tidak pernah menyangka Minho akan mencintainya mengingat namja itu benar-benar seorang playboy.

Ji Yeon memainkan tangannya dihidung mancung Minho dan dada bidang Minho dengan lembut.

“Kau membuatku merasa terangsang” Bisik Minho yang entah sejak kapan terbangun. Ji Yeon tersenyum menggoda dan malah terus meletakkan tangannya didada Minho. Minho menutup matanya erat dengan tangan kekarnya yang mengelus punggung Ji Yeon.

“Hahaha, kau begitu lucu Minho-ah”

“Apakah kau ingin aku kehilangan kendali sebelum pernikahan kita?”

“Hahaha” Bukannya menjawab, Ji Yeon malah tertawa. Melihat reaksi Minho terhadap sentuhannya.

Ji Yeon mendekatkan wajahnya ke leher Minho lalu menciumnya lembut. Well, Ji yeon lebih berani dari yang kelihatan. Minho benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, Ji Yeon membuatnya sangat gila. Ji Yeon membuatnya benar-benar gila sekarang.

“He…Hentikan” Terdengar desahan dari nada suara Minho. Ji Yeon benar-benar menyiksanya. Ji Yeon terus menghujani leher minho dengan ciuman-ciumannya seakan ia ingin mempermainkan Minho.

Minho membalikkan tubuhnya membuatnya sekarang berada diatas tubuh Ji Yeon. Minho menatap mata Ji Yeon dengan matanya yang sudah menggelap menahan sesuatu yang sebentar lagi mungkin akan membuatnya tidak bisa menahan diri.

Minho mencium bibir Ji Yeon dengan lembut. Tangannya bergerak untuk menyentuh perut Ji Yeon dan hal itu membuat Ji Yeon menjadi tegang dan merasa panas diperutnya. Ciuman Minho turun ke Leher jenjang milik Ji Yeon.

“Cukup.. cukup” Desah Ji Yeon

“Ah.. Kau benar-benar gadis nakal” Minho melepaskan ciumannya lalu menatap mata Ji Yeon. Ji Yeon menatap Minho dengan tatapan polos dan tidak bersalah lalu terkekeh kecil.

“Jangan membuatku hamil Minho” Ucap Ji Yeon

“ Aku tidak akan membuatmu hamil saat ini sayang tetapi setelah menikah, kau akan memberikanku anak-anak yang lucu dan akan mewariskan ketampananku” Minho bangkit dengan senyum dibibirnya.

“Ji Yeon-ah, aku mencintaimu”

“Aku juga mencintaimu Minho “ Ji Yeon memeluk Minho dengan sangat erat

 

 

 

-Selesai-

 

 

Know Yourself : Love Me? [ Part 2 ]


 1391659_630781880340107_6223247633956075140_n

Tittle : Know Yourself

Author : margaretaisabela

Type : Chaptered

Rating : -16

Genre : Romance , Marriage, School

 

Main Cast : Park Ji Yeon, Oh Sehun ]

[ Other Cast : ALL]

 

—–

Annyeong ^^ Author Back membawa Fanfiction ini hehe.. Gomawo atas Komentar di part sebelumnya ^^ Dan untuk FF Destiny dan Say You Love Me Oppa, mungkin Lusa author Post ^^ Gomawo

——

( Author Pov )

 

Di Bandara kedatangan Seoul, terlihat seorang yeoja berjalan dengan anggunnya sambil menarik kopernya . Ia membuka kacamatanya lalu menghirup udara Seoul dengan wajah yang terlihat sangat ceria.

‘Eomma kembali sayang’ Batin Yeoja lalu menutup matanya. Hingga sebuah suara sedikit mengejutkannya..

“Ahjumma” Panggil Seorang namja tampan

“Minhyuk-ah” Ucap Yeoja itu lalu berjalan kearah namja tampan itu lalu memeluknya.

“Ahjumma.. kau bertambah cantik” Puji namja itu

“Ah Kau bisa saja.. Gomawo sudah mau menjemputku” Yeoja itu tersenyum dengan amat cantik.

“Cheonmaneyo Ahjumma.. ahjumma sudah aku anggap sebagai eommaku sendiri”

“Kau bisa saja Minhyuk-ah.. kajja.. aku sudah tidak sabar bertemu dengan eomma dan appamu..”

 

***

 

Jiyeon menatap Sehun dengan sedih, sedari kemarin namja itu terlihat sangat bahagia dan terlihat berbalas pesan dengan seseorang. Jiyeon berjalan kearah Sehun dengan langkah pelan.

“Sehun-ah, makan malam sudah siap” Ucap Jiyeon

“Kau duluan saja, katakan pada eomma bahwa aku tidak lapar” Ucap Sehun tanpa melepaskan tatapannya dari ponselnya. Jiyeon hanya mengangguk lemah lalu berjalan menjauhi sehun dengan perasaan yang campur aduk..

“Kemana Sehun” Tanya Taeyeon saat tidak melihat keberadaan puteranya. Jiyeon hanya dapat menggeleng lemah

“ia mengatakan tidak lapar eommonim”Jawab Jiyeon lalu duduk didepan Taeyeon sambil mencoba menyembunyikan kerasahan hatinya.

“Arraseo.. berarti hanya kita berdua yang makan malam.. “ Ucap Taeyeon sambil menyendokkan beberapa lauk pauk untuk Jiyeon..

“Gomawo eommonim” Sopan Jiyeon.

“Tidak usah sungkan..” Taeyeon tersenyum dengan amat lembut pada Jiyeon..

Jiyeon membalas senyum taeyeon ..

“Jiyeon-ah” Panggil Taeyeon,

“Ne eommonim?” Jawab Jiyeon dengan wajah polosnya membuat Taeyeon tersenyum.

“ Bagaimana sehun?” Tanya Taeyeon membuat Jiyeon sedikit menyerit,

“ Apakah ia memperlakukanmu dengan baik?”Tanya Taeyeon sambil menatap Jiyeon mencari kepastian.

“Sehun memperlakukanku dengan baik eommonim” Bohong Jiyeon

“Kau tidak perlu berbohong Jiyeon-ah.. Aku tahu Sehun tidak memperlakukanmu dengan baik. Bocah itu seperti belum menyadari perasaannya padamu. Kau harus percaya Jiyeon-ah, Sehun mencintaimu.. hanya saja, hatinya sedang bimbang saat ini” Ucap Taeyeon sambil menatap Jiyeon dengan tatapan yang sulit diartikan

 

***

 

Jiyeon duduk dihadapan Sehun sambil menyiapkan beberapa buku. Sehun membuka buku-buku yang ada dihadapannya.

“Yang mana yang tak kau mengerti?”Tanya Sehun

“Semuanya “Jawab Jiyeon dengan wajah polosnya. Sehun menghela nafas kecil lalu mulai menjelaskan soal-soal yang menurutnya sangat mudah. Jiyeon mendengarkan Sehun dengan wajah serius..

“Kau mengerti?”

“Nde”Jawab Jiyeon bersemangat

“Bagus”

Sehun tersenyum kecil kemudian menjelaskan soal-soal yang lain..

 

***

Sehun berjalan melewati Koridor dengan wajah dinginnya. Hingga tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang namja.

“Yak!” Teriak namja yang ditabrak Sehun tanpa sengaja. Tetapi namja itu langsung terdiam saat melihat siapa yang ia tabrak. Sehun menatap namja itu dengan tatapan datar dan dingin

“wae?”

“A..aniyo Sunbae”

“Kau membentakku” Sehun mencengkram dengan kuat kerah baju namja itu . membuat namja itu bergetar hebat.. Jiyeon yang berada dibelakang Sehun hanya dapat diam sambil menatap Namja itu dengan tatapan kasihan..

Terlihat banyak murid yang mengerumbungi Sehun dan Namja yang sudah terlihat mengeluarkan keringat dingin.

BUGH! Sehun meninju wajah namja itu, membuat Namja itu langsung terjatuh dengan posisi tersungkur dilantai. Terdengar tawa dari orang-orang, begitu juga sehun yang tersenyum puas.

“Cu..Cukup” Ucap Jiyeon dengan suara nyaring, ia tidak sanggup melihat penyiksaan itu terjadi didepan matanya. Jiyeon dengan segera membantu namja itu berdiri. Sedangkan Sehun terlihat menatap Jiyeon dengan tatapan tajam lalu menarik tangan Jiyeon dengan keras

“Apa yang kau lakukan? Membantunya.. “ Bentak Sehun.

“Kau mau bernasib sama sepertinya” Lanjut Sehun sambil mencengkram erat tangan Jiyeon membuat yeoja itu meringis kesakitan dan itu membuat murid-murid yeoja tersenyum puas. Mereka benar-benar menunggu hari dimana Sehun membully Jiyeon..

“Aku tidak takut lagi padamu Oh Sehun!! Kau namja yang tidak memiliki perasaan!” Ucap Jiyeon dengan nada bergetar dan mata yang berkaca-kaca. Sehun membuang nafas kasar lalu menyeret Jiyeon untuk keluar dari sekolah itu..

 

***

BRAK! Sehun menutup pintu kamarnya dan Jiyeon dengan kencang. Sehun memutuskan untuk membawa Jiyeon pergi ke Apartement yang mereka tempati sebelum mereka pindah ke kediaman keluarga Oh.

Sehun berbalik lalu menarik pergelangan tangan Jiyeon untuk mengikutinya. Jiyeon terus mengerang kesakitan dengan perlakuan sehun padanya.

“Lepas..Lepaskan aku”

Sehun memojokkan Jiyeon kedinding kamar itu lalu menatap Jiyeon dengan penuh amarah..

“APA HUBUNGANMU DENGAN NAMJA ITU?? SEHINGGA KAU BERANI MELAWANKU!! KAU MENYUKAINYA!! NAMJA INGUSAN ITU!!” Bentak Sehun dengan amarah yang menggebu-gebu. Jiyeon hanya dapat menutup matanya kemudian kembali menatap Sehun..

“NDE!! AKU MENYUKAINYA!! KAU PUAS!! “ Balas Jiyeon membentak. Sehun sedikit terkejut, sekarang Jiyeon berani melawannya.

Sehun melepaskan cengkramannya dari pundak Jiyeon lalu berjalan menjauh.

“Aku akan memberi perhitungan pada bocah ingusan itu.. ia kira, ia lebih hebat dariku” Ucap Sehun dengan sinis lalu menutup pintu Apartement itu dan menguncinya.

“Brakk..Brak.. OH SEHUN!! BUKA!! BUKA PINTUNYA!!” Teriak Jiyeon sambil menggedor pintu yang dikunci dari luar oleh sehun. Jiyeon menangis sambil memeluk lututnya.

 

***

“Dimana Puteriku” Seorang yeoja menatap namja didepannya dengan tatapan marah dan benci. Namja itu hanya dapat tertawa kecil melihat raut wajah yeoja didepannya.

“Bocah tidak berguna itu? Ia tidak ada disini, aku sudah menukarnya dengan sejumlah uang ”

PLAK!!

“KAU APAKAH PUTERIKU!! PARK AH JUNG” Bentak Yeoja itu dengan wajah terkejut sekaligus murka.

“Apa yang kau lakukan pada puteriku! Kau benar-benar gila.. Jika aku tahu, aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hak asuhnya “ Teriak yeoja itu yang sudah menangis dengan wajah amat menyesal dan kehilangan. Ah Jung hanya dapat tersenyum sinis.

“Yeoja itu, puterimu banyak menghasilkan uang.. seperti dirimu dulu”

“Kau..apakah kau..” Ucap Yeoja itu dengan nada terkejut dan gagap..

“Aku menjualnya, aku menjualnya untuk pengusaha Kaya Raya.. mungkin sekarang ia menjadi yeoja simpanan.. sangat malang, mengapa nasibnya sama sepertimu?Menjadi yeoja simpanan..” Kekeh Ah Jung dengan suara merendahkan..

PLAK!!

“DIAM KAU!!”

“Bagaimana kalau aku pergi menemui Park Yoochun? Ah, mungkin ia bisa memberiku tambahan uang jika aku mengatakan bahwa Bocah itu adalah anak kandungnya yang kau sembunyikan”

“JIYEON ADALAH PUTERIKU!! AKU MELAHIRKANNYA, AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN YOOCHUN MEREBUT PUTERIKU!!” Bentak Yeoja itu lalu berjalan menjauh dengan isakan..

 

***

-Kediaman Keluarga Kang

 

“Sudahlah Tae Hee, aku yakin Ah Jung tidak benar-benar dengan ucapannya”

“Tetapi , Apa yang ia katakan benar.. Yoochun pasti akan mengambil puteriku dan mungkin ia akan membunuhku jika tahu akan menelantarkan Jiyeon dan meninggalkan Jiyeon untuk tinggal bersama ah jung” Tangis Tae Hee dengan wajah yang murung.

“Anni.. kau tidak menelantarkannya, Semua itu karena hak asuh yang jatuh ke tangan orang yang salah seperti Ah Jung.. Yoochun juga tidak akan bisa mengambil Jiyeon .. karena ia tidak mempunyai bukti apapun.. bukankah Jiyeon lahir saat kau sudah menikah dengan Ah Jung.. jadi semua orang akan mengira Jiyeon adalah anak kandung dari Ah Jung”

“Kau tidak tahu bagaimana Yoochun, Bo Young-ah. Yoochun adalah namja yang keras dan berambisi.. Ia akan mendapatkan apa yang memang miliknya.. termasuk puterinya..” Isak Tae Hee lalu memeluk Yeoja didepannya..

“Minhyuk-ah” Panggil Yeoja bernama Bo Young pada Namja yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Nde eomma?”

“Bisa kah kau mengambil segelas air mineral untuk Tae Hee ahjumma”

“Nde eomma..”

 

***

Tae Hee duduk dengan perasaan bercampur aduk sambil menatap bintang diatas sana. Ingatannya kembali pada masa-masa ia mengenal Yoochun dan akhirnya menjadi simpanan Yoochun dan mengandung Jiyeon, hasil buah cintanya bersama Yoochun..

(-Flashback /20TahunYangLalu-)

Tae Hee berjalan dengan gontai sambil memegang beberapa dokumen ditangannya. Ia menghela nafas pelan. Sudah seharian ia mencari pekerjaan.. tetapi tidak ada satupun perusahaan yang menerimanya dan itu membuat Tae Hee merasa putus asa..

Hingga..

Matanya terpaku pada seorang namja yang keluar dari sebuah perusahaan dengan gaya Bijaksananya.

“Tampan” Gumam Tae Hee. Tetapi ia membuyarkan lamunannya, akhirnya ia memutuskan untuk mencoba mendaftar diperusahaan itu. Siapa tahu ia akan diterima..

***

Tae Hee dengan wajah ceria berjalan ke Arah perusahaan besar dihadapannya dengan riang..

“Annyeong”

“Annyeong”

“Annyeong” Tae Hee menyapa beberapa Pegawai yang berjalan disampingnya. Tetapi ia malah diberikan tatapan aneh. Tae Hee menghela nafas kecil kemudian kembali berjalan… Hingga langkahnya terhenti sejenak dan menatap bajunya.

‘Bajuku ternyata baju yang paling kumuh disini’ Batinnya..

Tetapi ia tidak memperdulikannya, ia tetap menampilkan senyumnya dan masuk kedalam perusahaan itu..

***

“Kau Bekerja menjadi Sekertaris dari Direkut Utama.. Mengingat kau adalah lulusan dari Universitas Biru, kami merasa kau cukup pintar”

“Ah,nde.. Gomawo”

Tae Hee duduk dengan canggung dimeja kerjanya sambil menatap ruangan mewah dan megah itu dengan menga-nga. Ia yakin, pemilik perusahaan ini memiliki sangat kaya raya. Ia merasa sangat beruntung bisa bekerja ditempat itu..

Cklek.. Pintu terbuka menampilkan seorang namja tampan tengah menenteng tas kerjanya. Tae hee sedikit tersentak kaget. Melihat reaksi Tae Hee yang berlebihan membuat namja itu tersenyum geli.

“Sajangnim..”

“Kau sekertaris baru itu?”

“Nde, Kim Tae Hee Imnida..”

“Aku Park Yoochun..”

“Senang bisa berkenalan denganmu” Ucap Yoochun dengan senyum lembutnya. Tae Hee tersenyum kecil melihat senyum Yoochun..

 

***

Hari-hari berlalu, Tanpa mereka sadari.. Benih-benih cinta mulai tumbuh dihati mereka. Yoochun akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya pada Tae Hee dan dengan senang hati Tae Hee menerimanya.

Hubungan itu berjalan dengan seiringnya waktu.. Hingga..

Suatu hari, Tae Hee duduk didepan meja riasnya dengan wajah kalut. Air mata sudah jatuh dari mata indahnya. Ia benar-benar terpukul menerima kenyataan bahwa selama ini Yoochun telah menikah dan ia hanyalah yeoja simpanan dari namja itu..

PLAK!! Terdengar suara tamparan keras menggema disebuah ruangan. Seorang namja terlihat memegangi pipinya yang telah terlihat memar dengan seorang yeoja yang menatapnya dengan pandangan Sayu..

“Op..Oppa kau tega..”

“Mian..”

“Oppa..aku mencintaimu”

“Mian, kau harus pergi.. pergi menjauh dari kehidupanku”

“Kau kejam oppa..”

“Aku bilang kau harus pergii!! Aku akan memberikan uang dalam jumlah yang sangat besar untukmu..”

“Oppa.. aku ingin tetap bersamamu..”Isak Tae Hee

“Seharusnya kau sadar! Sejak awal kau hanya mainanku!! Bukankah kau sudah tahu bagaimana sifat asliku!!”Bentak Yoochun membuat Tae Hee diam membeku lalu terduduk dilantai..

“Aku pergii..” Yoochun pergi begitu saja, meninggalkan Tae Hee ditengah kesunyian malam..

“Oppa.. Kajima”
***

“Kau akan dijodohkan dengan Park Ah Jung..” Tae Hee seketika membeku mendengar ucapan appanya.

“Appa”

“Aku tidak ingin menanggung malu , apakah kau mau jika anakmu lahir tanpa adanya seorang ayah!!” Bentak Tuan Kim dengan wajah yang tidak senang. Tae Hee hanya dapat menunduk sambil terisak..

“Besok aku akan mengantarmu untuk memilih gaun pengantin.. “

“Kau benar-benar membuatku sangat kecewa Tae Hee-ah”

Akhirnya, Tae Hee menikah dengan namja yang dijodohkan dengannya.. Pernikahan mereka berjalan hampir satu tahun. Tetapi Tae Hee akhirnya meminta untuk bercerai saat Ah Jung dengan kasarnya terus menyiksanya..

Saat perceraian itu sudah diputuskan, tae hee benar-benar sangat terpukul saat hak asuh Jiyeon puterinya, jatuh ke tangan Ah Jung..

 

( Flashback Off )

 

***

( Jiyeon Pov )

 

Aku terbangun dengan kepala yang terasa berat dan sakit. Aku menatap sekelilingku dan tidak menemukan Siapapun. Apakah sehun belum kembali. Aku berjalan kearah tirai dan membukanya, ternyata hari sudah malam. Apa yang ia lakukan pada namja itu??

Cklek..

Sehun berdiri dengan wajah dinginnya.

“Kajja.. kita pulang”

Aku berjalan dibelakangnya sambil membawa tasku dengan ragu. Aku ingin bertanya, tetapi aku takut jika ia mengamuk..

Sesampai dirumah –Kediaman Keluarga Oh- Sehun hanya diam dan langsung masuk begitu saja tanpa menegur eommoni yang terlihat menatapnya dengan aneh. Aku hanya dapat tersenyum kecil pada eommonim.

“Kau sudah makan?”Tanya eommonim dengan nada perhatian. Aku menggeleng kecil.

“Kajja.. kita makan.. Sepertinya Sehun sedang ada masalah, ia paling tidak suka diganggu Jika sudah seperti itu” Ucap Eommonim yang sangat hapal dengan sifat sehun.

 

***

Aku berjalan menyusuri koridor dengan Sehun yang berjalan dibelakangku. Entah mengapa, ia malah memintaku berjalan didepannya. Aku merasa kikuk dengan tatapan orang-orang padaku..

Hingga langkahku berhenti dan mematung saat melihat Hobae yang kemarin dihajar oleh Sehun, kini berjalan melewatiku dengan wajah babak belur dan terlihat lebih parah dari kemarin.

Ia menatapku dan sehun dengan tatapan takut dan langsung pergi begitu saja. Aku berniat mengejarnya. Tetapi Sehun mencengkram tanganku dengan sangat erat membuatku meringis pelan.

“aku akan membunuhnya jika kau berani mendekatinya!” Bisik Sehun dengan suara yang lembut tetapi menyeramkan..

 

***

( Hyerin Pov )

 

Aku menatap bekal ditanganku dengan gugup. Aku harap sehun menerima bekal buatanku.

‘Deg’ Jantungku berdetak dengan amat kencang saat melihat sehun muncul dengan senyum kecil dibibirnya dan ia sedang menatapku. Aku membalas senyumnya dengan senyuman manis andalanku.

“Selamat pagii”

“Selamat pagii juga” Balasnya lalu duduk didepanku. Aku menatapnya dari belakang dengan tatapan jatuh cinta. Baru kali ini aku merasa sesuka ini pada seorang namja, sehun mempunyai daya pikat yang luar biasa..

 

***

Lonceng istirahat tengah berbunyi. Aku dengan senyum dibibirku memberi bekal itu untuk Sehun. Awalnya ia menatap bekalku dengan tatapan datar kemudian tangannya terangkat untuk mengambilnya..

“Gomawo” Ia tersenyum padaku.

“Ne Cheonmaneyo” Jawabku dengan senyum. Sehun bangkit dari duduknya ..

“Kau ikut?”Tanyanya

“Kemana?”

“Tentu saja ke kantin” Jawabnya, aku mengangguk lalu berjalan disampingnya. Aku melihat yeoja yang kemarin tengah berdiri didepan kelasku dan Sehun. Entah mengapa aku merasa yeoja itu memiliki perasaan pada Sehun dan aku merasa tidak menyukai yeoja itu..

“Berjalan tepat didepanku” Perintah Sehun dan yeoja bernama Jiyeon itu dengan sigap mematuhinya. Ia sepertinya sangat patuh akan perintah sehun..

 

***

( Jiyeon Pov )

 

Aku bangkit untuk memesan minuman untuk Sehun, aku dan Hyerin. Sayang sekali, padahal aku juga sudah menyediakan bekal untuk Sehun.. Tetapi sepertinya bekal yang dibuat oleh Hyerin lebih lezat dari pada yang ku buat..

Karena terlalu asik melamun, aku tidak melihat orang didepanku dan tanpa sengaja aku menabraknya.

“AISH!” Terdengar suara desahan kesal. Aku menatap orang yang ku tabrak dan menemukan Bae Suzy sudah menatapku dengan tatapan membunuh dengan wajah yang tidak suka padaku.. Bajunya terlihat kotor karena tumpahan minuman..

“Mi..Mian” Ucapku dengan nada tidak enak..

Aku dengan segera mengambil sapu tangan yang ada dikantungku dan berniat membersihkan bajunya yang kotor.

“Jauhkan tanganmu dariku! Kau menjijikkan.. Dasar yeoja miskin!” Suzy dengan kasarnya menghempas tanganku membuatku sedikit tertegun dan kembali memungut sapu tanganku yang terjatuh..

Buk! Suzy mendorongku hingga aku terduduk..

Syurr!! Tubuhku terasa dingin, Suzy menumpahkan Minuman yang ia bawa keatas kepalaku. Aku mendengar suara tawa yang mengejek. Aku menatap kearah meja tempat Sehun duduk bersama Hyerin tadi. Tetapi aku tidak menemukan mereka, kemana ia?

“Hahahaha”

“Rasakan kau”

“kau tidak pantas sekolah ditempat ini..”

Syur!! Aku terkejut saat tiba-tiba Sehun datang lalu menumpahkan minuman yang ia bawa keatas kepala Suzy membuat Suzy berbalik dan berniat memarahi Sehun, tetapi suzy langsung terdiam kaku saat tahu itu adalah Sehun.

 

***

( Author Pov )

 

“Bae Suzy, aku dengar kau belum membayar uang sekolahmu selama 5 Bulan ini. Ah,, aku lupa.. bukankah perusahaan appamu sedang mengalami krisis” Ucap Sehun dengan nada tajam dan dengan cepat membuat wajah Suzy memucat.

Terdengar bisikan-bisikan para murid yang mengejek Suzy. Tubuh Suzy bergetar hebat..

“Kau tahu? Kau lebih menjijikkan dibandingkan Park Jiyeon” Ucap Sehun lalu menarik tangan Jiyeon pergi dari tempat itu. Jiyeon hanya dapat diam sambil menunduk..

Jiyeon sedikit terkejut saat Sehun tiba-tiba saja merangkul tubuhnya.. ini pertamakalinya sehun merangkulnya didepan banyak orang..

“Kau kedinginan”

“Yeoja itu benar-benar” Ucap Sehun lalu mengelus pelan pundak Jiyeon..

“Sebaiknya kita pulang..” Ucap Sehun..

Hyerin berdiri dengan tatapan kecewa sambil menatap bekalnya yang ditinggalkan begitu saja oleh Sehun. Hyerin menghela nafas kasar kemudian berbalik dan membuang makanan itu kedalam bak sampah..

 

***

Jiyeon keluar dari kamar mandinya dengan rambut basah dan tubuh polosnya yang hanya dilapisi handuknya. Ia menatap Sehun yang tengah berbaring diatas ranjang mereka sambil menutup matanya.

Jiyeon berjalan kearah lemari pakaiannya ..

Beberapa menit kemudian..

Jiyeon berjalan pelan kearah Sehun lalu membaringkan tubuhnya disamping Sehun dan tanpa ragu memeluk Sehun. Entah mengapa, ia tiba-tiba sangat ingin memeluk suaminya itu.

Sehun membuka matanya, tanpa ia sadari senyum kecil muncul dibibirnya. Perlahan tangan Sehun terangkat untuk memeluk Jiyeon. Ia mengelus lembut rambut basah Jiyeon..

“Bagaimana bisa Bae Suzy memperlakukan isteriku seperti itu? Ia benar-benar menyebalkan” Gumam Sehun memunculkan senyum kecil dibibir Jiyeon. Jiyeon sangat bahagia jika sehun bersikap lembut seperti itu padanya. Sehun benar-benar namja yang tidak dapat ditebak, kadang ia menjadi lembut dan kadang menjadi sangat menyeramkan untuk Jiyeon..

“Sehun-ah”

“Nde?”

“Mianhae, kemarin aku telah lancang melawanmu. Aku hanya berbohong saat aku mengatakan aku menyukai Hobae itu” Ucap Jiyeon

“Aku tahu” Jawab Sehun sambil tersenyum kecil..

 

***

( Sehun Pov )

 

Aku menatap wajah polos Jiyeon yang tertidur didalam pelukanku dengan amat tenang. Apakah aku bisa menyembunyikan kecantikannya selamanya..? Aku tahu bahwa aku terlalu berlebihan, aku sangat takut kehilangannya..

Apakah ini Cinta?

Apakah aku mencintainya?

Semua membuatku bingung, disisi lain aku merasa sangat mencintai dan menyayanginya dan disisi lainnya juga. Aku merasa tidak ingin mencintainya..Aku tidak percaya akan yang namanya cinta setelah kematian Hyungku beberapa tahun lalu karena seorang yeoja licik yang dengan tega meninggalkannya dan mencampakannya demi namja lain. Setelah kematian dari Hyung-ku Aku menjadi namja yang sangat suka bermain-main dengan yeoja dan aku tidak pernah serius dengan semua yeoja yang pernah ku kencani..

Setelah kehadiran Jiyeon dihidupku, aku tidak bisa melepaskan mataku darinya dan tubuhnya. Hanya Jiyeon yang dapat membuatku terangsang hanya karena menatap matanya dan mencium wangi tubuhnya atau bersentuhan dengannya. Jiyeon adalah yeoja yang memiliki pesona yang sangat besar dan aku menyadari hal itu saat pertama kali bertemu dengannya.

“Eomma” Tiba-tiba saja Jiyeon terisak membuatku langsung menatapnya. Ia menangis dengan mata tertutup. Apakah ia bermimpi?

“hikz..” Ia tiba-tiba saja menangis. Aku menghapus air matanya pelan lalu menatap wajahnya. Apakah ia sangat menderita? Apakah semua yang ku lakukan padanya salah? Apakah aku harus membalas kata cintanya? Tetapi bagaimana dengan Hyerin? Aku merasakan aku mempunyai perasaan khusus untuknya.. entah perasaan apa itu?

 

***

(JiyeonPov )

 

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah dengan langkah pelan. Aku datang bersama-sama sehun, tetapi saat sampai diparkiran sekolah. Hyerin muncul dan menarik sehun dan mengatakan ada hal yang ia ingin katakan pada Sehun. Aku tahu bahwa sekarang bukan saatnya untuk cemburu dan takut, tetapi aku benar-benar merasa terancam dengan adanya Hyerin .. aku rasa ia menyukai Sehun.

Aku memutuskan untuk berbalik lalu berlari menuju parkiran. Tetapi saat aku sampai diparkiran , langkahku terhenti dan jantungku terasa tertusuk beribu jarum tajam. Sekarang Sehun tengah memeluk Hyerin dalam keadaan membelakangiku.

“Aku menyukaimu Sehun-ah” isak Hyerin yang masih dapatku dengar..

“Aku juga menyukaimu..”

Kakiku terasa sangat lemah..

Dengan perlahan aku berbalik ..

Aku tidak sanggup, aku tidak sanggup dengan kesakitan yang kini kurasakan. Sehun menyukai Hyerin? Pantas saja ia tidak membalas perasaanku. Seharusnya aku sadar bahwa sejak awal sehun hanya menyukai tubuhku bukan diriku..

 

TBC

Bagaimana? Jika kalian gak suka :( Author gak bakal ngelanjutin FF abal-abal ini, Mianhae jika tidak sesuai dengan keinginan kalian :( RCL Nde!

[ TwoShoot ] Destiny [ 1 Of 2 ]


wpid-tara+jiyeon.png

 

 

Tittle : Destiny

Author : Margareta Isabela

Type : Two Shoot

Rating : -17

Genre : Sad, Romance, Friendship

 [ Main Cast : Park Ji Yeon , Choi Minho, Im Jaebum ]

[ Other Cast ] : All

 

—————————

 

Annyeong ^^ Author kembali dengan membawa Fanfiction terbaru XD Ide dalam fanfiction ini author dapatkan saat author sedang membaca sebuah Novel. Tetapi tidak semua cerita dari novel itu author ambil bahkan mungkin author cuman mengambil sifat tokoh dalam novel itu kekek :D

Yaudah dari pada banyak bicara , lebih baik langsung cusss.. ke FF

—————————-

 

( Author Pov )

 

 

“Choi Sajangnim .. bangunlah, kau ada rapat hari ini” Seorang yeoja dengan pakaian rapi berusaha membangunkan namja dihadapannya yang sedang tertidur pulas. Yeoja itu menatap yeoja yang tidur disamping namja itu. Yeoja berpakaian rapi bernama Park Jiyeon itu menghela nafas pelan melihat kelakuan boss nya yang semakin menjadi.

‘Ia merayu yeoja lagi?’ Batin Jiyeon sambil menggeleng pelan.

Minho membuka matanya pelan dengan wajah kesalnya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Jiyeon, Asisten sekaligus sekertarisnya sedang berdiri dihadapannya dengan setumpuk berkas. Minho mendengus kesal, seharusnya pagi harinya yang indah ia habiskan bersama yeoja yang ia rayu semalam hingga mau tidur bersamanya. Ya, walaupun Minho tidak sepenuhnya menyentuh yeoja itu. Ia membuat yeoja itu terangsang tetapi ia tidak pernah memasukkan miliknya pada yeoja manapun. Mungkin ia hanya mencium dan tidak lebih.

“Aish! Ji Yeon-ah, apakah kau tidak bisa pergi sendiri. Aku sangat lelah hari ini..” Minho menutup wajahnya menggunakan selimut. Jiyeon menghela nafas lagi lalu menatap yeoja yang tertidur disamping Minho dengan tatapan tidak suka. Yeoja itu langsung memungut baju-bajunya dan keluar dari Apartement Minho.

“Ya Park Ji Yeon! Kau mengusir yeojaku! Sampai kapan kau terus merecoki kebahagiaanku” Kesal Minho. Jiyeon hanya tersenyum kecil kemudian menarik tangan Minho untuk bangun. Jiyeon sudah mengenal Minho selama 6 Tahun sejak SMA. Saat SMA Minho adalah Sunbae jiyeon dan selama itu juga Ji Yeon menyukai Minho. Namja tampan itu membuatnya selalu terpesona sekaligus sakit hati.

***

“Pasangkan dasiku” Jiyeon meletakkan berkas ditangannya lalu berjalan kearah Minho. Ji Yeon dengan lincah memasangkan dasi untuk Minho. Minho adalah pengusaha Muda kaya raya yang manja dan juga Playboy dan Ji Yeon tidak habis pikir, bagaimana bisa ia menyukai namja itu.

“Bagaimana dengan mobilmu yang sebulan lalu aku belikan?” Tanya Minho , membuat Jiyeon langsung menatap namja itu.

“Mobil mahal itu masih bagus dan masih terparkir didepan rumahku bersebelahan dengan banyak mobil yang kau belikan untukku. Choi Sajangnim, sebaiknya kau tidak membuang uang-uangmu”

“Tetapi aku hanya ingin membelikanmu mobil baru, aku dengar ada mobil keluaran terbaru dan aku berniat membelikannya satu untukmu dan satu untukku”

“Sajangnim, kau lupa bahwa mobil yang baru kau belikan untukku sebulan yang lalu seharga 20  M itu masih dalam keadaan mulus”

“Aish! Arra, arra.. aku tidak akan membuang uang untuk hal yang tidak penting” ucap Minho dengan kesal.

***

Minho dan Ji Yeon memasukki ruang rapat. Minho yang selalu tidak serius menjadi serius jika sudah memasukki ruang rapat. Mungkin Minho menunjukkan sisi lain dari dirinya hanya pada Jiyeon. Minho yang dingin, Tegas dan Bijaksana ternyata hanyalah namja cerewet, pemaksa dan Playboy dihadapan Jiyeon. Kadang Ji Yeon bingung, bagaimana bisa namja itu mempunyai dua kepribadian berbeda.

Minho memulai rapat dan semua orang sangat menyukai apa yang di usulkan oleh Minho. Minho adalah namja yang sangat-sangat cerdas.

Ji Yeon tidak bisa melepaskan tatapan matanya pada namja itu, setiap detik terasa berharga bagi Jiyeon. Ia takut suatu saat, ia tidak akan lagi menjadi sekertaris Namja itu. Ya, Ji Yeon memutuskan untuk pergi Ke Jepang beberapa bulan lagi. Ia merasa, ia telah membuang-buang waktu dengan bersama Minho dan mengharapkan namja itu selama 6 Tahun.

Ji Yeon merasa bahwa ia harus sadar diri bahwa ia tidak akan mendapatkan Minho dan ia tidak yakin Minho akan berubah. Ji Yeon berharap dalam waktu beberapa bulan ini, Minho bisa menyukainya dan melarangnya pergi. Ji Yeon sudah berumur 23 Tahun saat ini dan seharusnya ia sudah akan menikah tetapi ia terlalu serius untuk menunggu seorang Choi Minho. Jadi Ji Yeon berjanji pada eomma dan appanya, jika dalam waktu 6 Bulan ia tidak bisa mendapatkan namja yang ia cintai, ia harus menerima perjodohan yang akan dibuat oleh orang tuanya.

***

“Menyebalkan! Untung saja aku cerdas” Minho melonggarkan dasinya dengan wajah kesal. Ji Yeon yang berjalan dibelakangnya tersenyum

“Wae?”

“Kau Lupa? Namja brengsek itu, Im Jaebum. Ia memojokkanku tadi. Ia kira ia siapa? Ia bahkan tidak lebih kaya dariku! Ia bahkan Playboy dan lebih parah dariku..” Gerutu Minho. Ji Yeon tertawa kecil dibelakangnya.

“Jeongmalyo? Padahal aku merasa bahwa kalian sama didalam urusan yeoja. Walaupun aku harus akui bahwa kau lebih kaya dibandingkan dirinya”

“Mwo! Kau mau ku pecat”

“Haha.. silahkan saja” Jiyeon terkekeh kecil sambil berjalan melalui Minho yang sudah mulai mengeluarkan kata-kata kesalnya.

“Aku tidak bercanda Park Ji Yeon” Ancam Minho dan membuat Ji Yeon tertawa dengan bertambah nyaring. Sudah hampir berpuluh-puluh kali ia mengancam Ji Yeon seperti itu dan ia tidak akan pernah bisa memecat Ji Yeon karena Ji Yeon adalah sekertaris paling bisa mengerti dan bisa menjaga rahasianya.

***

( Ji Yeon Pov )

 

Aku menatap namja didepanku dengan wajah datar. Im Jaebum, ialah namja yang akan di jodohkan denganku dan ia selalu berusaha mendekatiku. Aku merasa muak dengannya tetapi aku sadar bahwa seharusnya aku harus mendekatkan diri padanya karena aku sudah tidak percaya bahwa aku bisa mendapatkan Minho. Mungkin Jaebum bisa berubah karena ia menyukaiku.

Well, akhir-akhir ini ia memang membuktikan perkataannya bahwa ia akan berubah demiku dan ia akan menjadi tunangan yang baik untukku walaupun kami belum bertunangan. Jaebum sekarang sangat jarang bahkan tidak pernah terlihat bersama yeoja lagi dan ia bahkan setiap hari mengirimkan bunga mawar untukku. Seandainya saja minho bisa menyadari perasaanku.

“waktumu hanya tersisa 4 Bulan Nyonya, dan kau akan menjadi milikku jika kau tidak bisa mendapatkan namja yang kau maksud selama ini” Jaebum tersenyum dengan penuh kemenangan. Sebenarnya aku sudah mengenal Jaebum jauh sebelum aku mengenal Minho, bisa dibilang Jaebum adalah teman masa kecilku karena rumah kami bersebelahan saat di Jepang.

Ya, walaupun kami adalah warga korea kami menetap di Jepang karena urusan bisnis appa dan aku pindah ke Seoul untuk tinggal bersama Halmeoniku dan Halmeoniku meninggal 3 Tahun yang lalu karena penyakit yang ia derita.

***

Aku berjalan memasukki Apartement Minho. Namja ini benar-benar senang sekali membuatku menderita. Ia kira sekarang sudah jam berapa? Sekarang sudah hampir tengah malam dan ia mengambil waktu tidurku. Aku masuk dan menemukannya tengah duduk dengan yeoja-yeoja disamping kiri dan kanannya.

Hey! Apakah ia berniat membuatku menangis dan memamerkan yeoja-yeoja itu padaku..? Napeun Namja..

“Annyeong Sekertaris Park” Sapanya , aku hanya tersenyum kecut kemudian berjalan masuk.

“Wae?”

“Anniyo.. aku hanya perlu sedikit bantuanmu” Ucapnya. Aku sedikit menyerit bingung kemudian aku tahu apa yang ia maksud. Namja ini -_-

“Permisi nona-nona, sepertinya kalian harus pulang sekarang karena aku ingin membicarakan suatu hal dengan Namja chinguku” Ucapku , yeoja-yeoja itu saling menatap kemudian menghela nafas dan dengan kesal mereka keluar dari Apartement Minho.

“Yeoja-yeoja itu mengerikan. Yang benar saja? Mereka mengerubutiku dan menciumku” Celetuk Minho.

“Kau memanggilku tengah malam hanya karena ini? Aish!! Aku sudah pernah mengatakannya padamu Sajangnim bahwa jika kau ingin yeoja , kau harus memilih salah satu diantara mereka.”

“Aku bosan . Tidak ada dari mereka yang bisa membuatku betah” Aku mendengar helaan nafas Minho. Aku duduk disampingnya seperti biasa, walaupun ia bos ku aku sudah sangat dekat dengannya. Bahkan aku tidak takut untuk memarahinya. hehehe

“Mungkin jika suatu saat kau menikah dan mencintai seorang yeoja. Kau akan tahu bagaimana rasanya mempunyai seorang pasangan dan aku berani bertaruh bahwa kau tidak akan pernah merasa bosan” Celetukku tanpa berpikir.

“Jeongmalyo? Tetapi sayangnya aku tidak tertarik dengan yang namanya pernikahan. Aku lebih menyukai hubungan sebagai sepasang kekasih..”  Ucap Minho, ia lalu mengambil berkas ditanganku dan membukanya.

“Bagaimana jika kau mencintai seorang yeoja? Apakah kau tetap tidak ingin menikahinya?”Tanyaku dengan pelan. Perlahan Minho mengangkat wajahnya dan menatapku.

“Tergantung, kau tahu? Aku tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Sama sekali tidak pernah” Ucapnya. Aku hanya mengangguk. Tidak pernah jatuh cinta? Yang benar saja?

“Kau tidak akan bisa selamanya bermain dengan para yeoja Minho-ah. Kau harus mencari seorang yeoja yang akan menjadi yeoja yang selalu ada disampingmu. Apakah kau tidak pernah membayangkan , saat kau terbangun kau melihatnya disampingmu dengan senyum diwajahnya. Apakah kau tidak pernah membayangkan mempunyai anak-anak yang berlarian sambil memanggilmu appa?” Ada apa denganku? Mengapa aku malah tersulut emosi begini

“Aku ingin seperti itu, tetapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa menikah. Aku tidak ingin jika suatu saat aku memiliki seorang anak, aku tidak bisa membahagiakannya. Aku tidak ingin ia bernasib sama sepertiku. Aku tidak ingin ia merasa sendiri karena eomma dan appanya yang sibuk. Kau tahu bukan bagaimana kehidupanku, itu terlalu kelam” Aku menghela nafas mendengarkannya. Apakah aku tidak punya kesempatan lagi? Apakah aku tidak bisa membuat Minho mau menikahiku?

***

Hari ini aku dan Minho menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh Tuan Kim. Minho terlihat sangat tegas dan sangat serius jika ada pesta seperti ini, tidak seperti dirinya yang biasa ia tunjukkan didepanku.

Beberapa orang penting menyapa Minho dan Minho balik menyapanya. Hingga seorang yeoja muncul dengan gaun biru laut dengan bagian punggung yang terbuka berjalan dengan sangat anggun kearah kami. Yeoja itu bernama Kim Seung Ah , ia adalah anak dari Tuan Kim. Aku dengar ia adalah lulusan dari New York dan sekarang menjadi seorang desainer ternama.

Minho menatap Seung Ah dengan tatapan nakal. Jangan katakan ia berniat merayu seung ah? Namja ini benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak merayu yeoja. Ckck..

“Annyeong Minho Sajangnim”

“Haha.. kau tidak perlu berbicara se-formal itu padaku. Bukankah kita seumuran “ Minho terkekeh dan Seung Ah terlihat terdiam sambil menatap Minho dengan tatapan terpesona. Minho benar-benar mempunyai kharisma yang besar. Aku harus pergi dari sini, karena aku tahu bahwa ujung-ujungnya aku akan diacuhkan seperti yang terjadi sebelumnya.

Aku berjalan pergi dan menyapa beberapa pengusaha yang memang mengenalku karena aku adalah sekertaris Minho. Aku menghela nafas saat melihat Jaebum yang tengah tersenyum lebar sambil melambai kearahku dengan menampakan gigi putihnya. Huft, seharusnya aku tidak kemari. Namja itu mengapa juga harus hadir, ah aku lupa bahwa jaebum adalah pengusaha yang lumayan penting.

“Annyeong Sekertaris Park” Sapa Jaebum dengan senyum bodohnya. Aku hanya membalas senyumnya dengan terpaksa

“Annyeong Im Sajangnim” Jawabku dengan sopan.

“Maukah kau berdansa denganku?” Aku menatap sekelilingku dan benar saja, sekarang adalah pesta dansa dan aku tidak menemukan Minho ditempat ia berdiri tadi. Pasti ia sudah mengajak Seung Ah ketempat yang gelap lalu melancarkan aksinya.

Aku mengangguk pelan menerima permintaan Jaebum. Aku tidak tega melihat wajahnya yang menyedihkan itu. Perlahan aku mendekatkan tubuhku pada Jaebum dan ia tiba-tiba saja menarikku kedalam pelukannya dan aku dapat mendengar dengan jelas degup jantungnya.

“Kau sangat cantik Chagiya, dengan balutan baju putih yang mempesona” Minho yang membelikanku gaun ini walaupun harus ku akui bahwa Minho namja yang Yadong. Ia membelikanku Gaun yang terbuka dengan lebar dibagian punggung dan mungkin menampilkan punggung putihku. Tetapi aku rasa milik Seung Ah lebih terbuka dari milikku.

Alunan lagu terdengar sangat lembut membuatku terasa sangat rileks. Aku merasa melayang diatas udara dan aku menutup mataku. Jaebum masih memelukku dengan erat. Saat aku membuka mataku, wajah jaebum sudah berjarak beberapa senti dari wajahku hingga.

Seseorang menarik tanganku dan ternyata itu adalah Choi Minho! Hei, apa yang ia lakukan disini? Apakah ia tidak menyesal meninggalkan Seung Ah yang seksi itu sendiri..?

“Sekertaris Park, kau tahu? Aku sudah hampir 1 Jam memutar tempat ini mencarimu . ternyata kau disini bersama namja brengsek itu” Minho menarik tanganku menjauh dari Jaebum yang hanya diam sambil menatap Minho dengan tidak suka. Minho terus menarikku hingga kami sampai didalam mobilnya

“Bukankah bersama Seung Ah tadi? Aku hanya tidak ingin menganggumu melancarkan aksimu”

“Aku memang berniat merayunya tetapi aku langsung khawatir saat tidak menemukanmu dimanapun. Kau tahu bahwa banyak namja berhidung belang disana dan kau berdansa bersama salah satu dari mereka” Omel Minho. ada apa dengan namja ini?

“Memang kau bukan?”

“Tetapi tetap saja, aku tidak suka kau berdekatan dengan Jaebum ia bukan namja yang baik untukmu”

“Biarpun kau berkata begitu, aku pasti akan bersamanya” Aku menghela nafas

“Mwo! Jangan katakan kau berpacaran dengannya”

“Aku tidak berpacaran dengannya tetapi aku akan bertunangan dengannya. Eomma dan appaku akan menjodohkanku dengan Im Jaebum” Seketika Minho menekan rem secara mendadak membuatku hampir terlempar ke depan. Aku langsung menatap Minho yang juga terlihat menatapku.

“Kau bercanda?”

“Aku serius. Sebenarnya aku tidak menyukainya tetapi ia adalah pilihan terakhirku. Aku tidak mau menjadi seorang perawan tua” Ucapku dengan wajah lelah.  Aku menghela nafas pelan

“Apakah kau yakin dengan pilihanmu?” Minho bertanya dengan wajah yang serius.

“Tentu saja. Jika eomma dan appaku memilihnya, berarti ia adalah namja yang baik” Jawabku.

“Arra. Tetapi aku hanya ingin memberimu nasihat. Jaebum bukan namja yang baik untukmu”

“Kau sok Tahu”

***

Aku duduk disamping Minho sambil menatap layar Laptopku. Hari ini aku harus lembur menemaninya menyelesaikan beberapa proposal. Melelahkan sekali, tetapi aku sangat menyukai saat dimana aku bersama dengannya.

“Im Ji Yeon, bisa kah kau buatkan untukku Capuccino?”

“Mwo? Im Ji Yeon?”

“Nde wae? Bukankah kau sebentar lagi akan menjadi Isteri dari Im Jaebum. Haha, aku tidak menyangka bahwa kau akhirnya menikah setelah sekian lama tidak mempunyai pasangan” Aku menatapnya dengan kesal lalu bangkit berjalan menuju kearah dapur, ia masih tertawa dengan suara nyaring.

***

( Choi Minho Pov )

“Nde wae? Bukankah kau sebentar lagi akan menjadi Isteri dari Im Jaebum. Haha, aku tidak menyangka bahwa kau akhirnya menikah setelah sekian lama tidak mempunyai pasangan” Aku tertawa tetapi bukan tawa yang biasanya. Kali ini aku merasa memaksakan tawaku.

Mengapa terasa begitu berat memanggilnya dengan panggilan Im Ji Yeon. Tetapi Jiyeon lebih bagus jika dipanggil dengan sebutan Choi Ji Yeon. Apa yang aku pikirkan ! Haha, sepertinya aku mulai tidak waras. Tetapi ia memang lebih cocok jika menggunakan marga milikku. Tetapi aku tidak mungkin menikah dengan Ji Yeon, yang benar saja ! Haha.. Jiyeon sama sekali tidak memiliki body.. Tunggu.. Dia mempunyai body dan mengapa aku baru menyadarinya sekarang. Jiyeon sudah tumbuh menjadi wanita dewasa.

“Ini”

“Gomawo” ucapku saat ia meletakkan secangkir Cappucino didepanku. Ia mengikat rambutnya keatas dan menampakkan leher putih nya yang jenjang! Hey! Ada apa denganku!

“Apakah kau yakin?”

“Kau sudah menanyakannya dua kali Choi Min-“ Aku tidak menyadari bahwa sekarang wajahku dan wajahnya berdekatan hingga saat ia menoleh, otomatis bibir kami bersentuhan. Ia membelalak matanya. Aku ingin menjauhkan bibirku darinya tetapi hatiku tidak bisa bekerja sama dengan pikiranku.

Aku menahan tangan Jiyeon saat ia mencoba mendorongku. Bibirnya terlalu manis untuk dilewatkan. Aku dengan lembut melumat bibir merahnya, kemana saja aku? Bagaimana bisa aku melewatkan yeoja mempesona ini selama ini. Aku tidak pernah merasa menginginkan sesuatu selama ini dan sekarang aku sangat menginginkan Ji Yeon. Aku menginginkannya ditempat tidurku.

Aku ingin merasakan kulit lehernya yang jenjang dan juga aku ingin menciumi setiap inci tubuhnya. Aku menginginkan Ji Yeon.

Ciumanku berpindah ke Pipi lalu telinganya. Aku menggigit kecil pipinya dengan lembut lalu beralih ke telinganya dan ia mendesah. Hentikan desahanmu Ji Yeon, aku sudah tidak bisa mengendalikan diriku. Kau yeoja pertama yang membuatku merasa gila seperti ini dan aku rasa aku sudah tidak bisa berhenti.

“Ahh..” Jiyeon mendesah dengan sangat nyaring saat ciumanku turun ke leher putihnya. Oh Tuhan, aku tidak bisa berhenti.

Tanganku bergerak untuk membuka kancing bajunya. Dalam waktu kurang dari semenit, Ji Yeon sudah hampir naked. Aku menggendong tubuhnya kearah sofa lalu membaringkannya. Aku kembali menciumi lehernya dengan liar hingga..

Aku berhenti, tubuhku berhenti dengan sendirinya. Aku menatap wajah Ji Yeon yang sudah memerah. Apa yang ku lakukan pada Ji Yeon? Ji Yeon perlahan membuka matanya dan mata kami saling bertatapan

“Wae?”

“Mianhae Ji Yeon-ah, seharusnya aku tidak begini. Mianhae, aku hampir saja merusakmu” Aku dengan cepat bangkit lalu berjalan mengambil selimut dan menutupi tubuhnya. Ji Yeon menatapku dengan wajah yang kecewa.

“Jika hal ini terjadi , aku takut aku akan meninggalkanmu dan bukannya bertanggung jawab. Kau harus mencari namja yang lebih baik. Aku tahu kau menyukaiku selama ini tetapi aku tidak pantas untukmu dan aku masih tidak ingin menikah sampai kapanpun. Aku harap kau mengerti. Sebaiknya kau pergi dari Apartementku” Aku berbalik dan aku dapat mendengar isakkannya

“Kau mengetahui tentang perasaanku dan kau hanya diam? Mengapa kau tidak menolakku sejak awal!! Mengapa malah membuatku seperti orang bodoh yang menunggumu!” Jiyeon memasang bajunya sambil terisak. Aku hanya dapat diam sambil menunduk

“Mian”

“Hikz.. Aku membencimu Choi Minho!!” Ji Yeon menatapku dengan tatapan marah dan entah mengapa tatapannya membuat hatiku terasa tertusuk sesuatu. Apa yang terjadi padaku?

Sebelum ia keluar ia berhenti sejenak

“aku harap kau datang di acara pertunanganku Tuan Choi yang terhormat” Ji Yeon berlari pergi. Ada apa denganku? Mengapa aku merasa kacau? Bukankah aku sering melihat yeoja yang menangis didepanku karena aku tinggalkan. Mengapa aku merasa sakit sekarang?

***

( Author Pov )

Ji Yeon berjalan dengan langkah gontai kearah Apartementnya. Air mata terus menetes dari mata indahnya. Wajahnya terlihat sangat tidak bersemangat. Ji Yeon terjatuh sambil berlutut. Mengapa ia harus jatuh cinta pada Minho? namja yang tidak tahu arti cinta yang sesungguhnya? Mengapa ia harus sangat mencintai Minho? Ji Yeon terus menyalahkan takdir yang mempertemukan mereka hingga membuatnya jatuh cinta pada namja itu.

“Aku harus membencimu tetapi mengapa kata hatiku selalu bertolak belakang dengan apa yang ada dipikiranku. Pikiranku selalu memintaku untuk melupakanmu sedangkan kata hatiku selalu memintaku untuk mempertahankan cintaku” Isak Ji Yeon.

Ji Yeon menekan pasword Apartementnya dengan tangan lemah. Bahkan ia merasa tidak bertenaga saat ini. Ucapan Minho terus terngiang dikepalanya, ia tidak menyangka bahwa namja itu menyadari semuanya dan malah memutuskan untuk diam. Ji Yeon merasa benar-benar kecewa pada Minho , namja itu sudah membuatnya berharap lalu menjatuhkannya.

“Aku benci kau!”

***

“Jiyeon”

“Mian Sajangnim, aku harap kau tidak membahas masalah kemarin. Anggap hal itu tidak pernah ada dan aku akan berusaha melupakanmu” Ji Yeon menatap Minho dengan wajah datar kemudian ia tersenyum dengan terpaksa.

“Arra”

“Aku akan bersikap profesional sekarang jadi aku harap kau tidak mengingatkanku dengan kejadian semalam. Bersikap seperti biasanya akan lebih baik” Ucap Ji Yeon sambil membuka berkas-berkasnya lalu memberikannya pada Minho

“Hari ini kau ada rapat dengan beberapa pemegang saham”

“Arra”

“Baiklah, rapat akan dimulai 2 Jam lagi. Apakah kau ingin atau makan sesuatu Sajangnim” Tanya Ji Yeon. Minho menggeleng pelan.

“Arraseo. Kalau begitu aku kembali ke ruanganku” Ji Yeon berlalu dari hadapan Minho dan Minho langsung menghela nafas pelan. Ia mengacak rambutnya dengan frustasi, ia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi padanya? Mengapa ia merasa kehilangan Ji Yeon? Bukankah Ji Yeon sama seperti yeoja lainnya? Yeoja yang menyukainya? Anni, Ji Yeon berbeda. Ji Yeon mempunyai sebuah tempat khusus dihatinya dan Minho tidak menyadari itu.

Ji Yeon adalah yeoja yang selalu menemaninya saat ia sedih beberapa tahun belakangan ini. Ya walaupun kadang ia menghabiskan waktunya dengan bermain dengan para yeoja. Tetapi Minho benar-benar tidak mengerti, bagaimana Ji Yeon bisa tahan melihatnya dikelilingi para yeoja? Seharusnya yeoja itu marah, tetapi Ji Yeon hanya diam dan tersenyum.

***

Minho menatap Ji Yeon dengan tatapan penuh arti. Ji Yeon menyadari bahwa Minho tengah menatapnya tetapi ia memutuskan untuk tetap diam. Saat ini mereka sedang berada disebuah restaurant untuk makan malam.

Tiba-tiba pandangan mereka teralih pada dua orang yeoja dan satu namja yang duduk tepat di meja yang berada dibelakang meja mereka.

“Lihatlah namja itu dan lihatlah yeoja yang sedang hamil itu. Sepertinya namja itu adalah suami dari ibu hamil itu tetapi mengapa namja itu malah memeluk yeoja yang berambut blonde itu? Dan lihat wajah ibu hamil itu terlihat sedih tetapi mengapa ia malah tersenyum” Minho mengoceh mengomentari dua yeoja dan satu namja itu. Jiyeon menghela nafas kemudian menatap Minho

“Kau ini. Itu lah yang namanya Cinta. Walaupun ia sakit, ia akan bahagia jika melihat namja yang ia cintai bahagia walaupun itu membuatnya sangat sakit” Ucap Ji Yeon dengan bijaknya.

“Tetapi namja itu sudah kurang hajar. Bagaimana bisa ia tidak peka dengan perasaan Isterinya? Napeun namja”

“Hehehe, ternyata kau bisa perduli pada orang?”

“Tentu saja”

“Begitu juga aku..”

“Nde?”

“Karena aku mencintaimu, aku akan tersenyum walaupun aku merasa sangat sakit saat melihatmu menciumi yeoja-yeoja itu dan saat aku mendengar desahan mereka dikamarmu” Celetuk Ji Yeon dengan nada santai. Minho hanya dapat diam lalu berdehem kecil.

“Walaupun aku merasa marah padamu. Aku masih menyimpan perasaan itu Minho-ah. Aku masih menunggumu karena manusia hidup berpasangan. Aku akan menerimamu apa adanya. Aku akan melupakan masa lalumu”

“Tetapi aku tidak ingin menikah. Kau tahu itu Ji Yeon-ah, aku minta maaf tetapi aku tidak bisa membalas perasaanmu” Ji Yeon menunduk dengan sedih kemudian menatap Minho dengan air mata yang sudah hampir keluar.

“Arra, aku tahu. Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa aku akan menunggumu “ Ji Yeon tersenyum dengan air mata yang sudah menetes. Minho hanya diam dan memandang Ji Yeon tanpa ekspresi.

***

“Apa yang kau lakukan diruanganku Im Jaebum” Minho menatap namja didepannya dengan wajah tidak berteman dan tatapan tajam.

“Anniyo. Aku hanya ingin meminta ijin padamu untuk membawa Ji Yeon pergi. Aku ingin mengajaknya untuk memilih cincin pertunangan kami. Ah, aku benar-benar tidak menyangka Ji Yeon akan bertunangan denganku. Untung saja namja bodoh yang disukai oleh Ji Yeon, menolaknya. Jika namja itu menerima cinta Ji Yeon, pasti Ji Yeon aka menolakku” Jaebum terkekeh dengan wajah bahagia

“Sepertinya kau benar-benar mencintai sekertaris Park” Sindir Minho dengan wajah yang masih datar dan dingin

“Nde, awalnya aku hanya menyukai kecantikannya. Tetapi aku sadar, aku telah jatuh cinta bukan hanya pada kecantikannya tetapi pada hatinya. Ia adalah sosok eomma dan isteri yang baik dan aku rasa aku akan menyesal jika menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku berubah karena Jiyeon. Ia membuatku hanya terfokus padanya dan cinta mengubahku menjadi namja yang lebih baik” Jaebum tersenyum dengan amat bahagia

“Arra. Bawa dia pergi”

“2 Bulan lagi pesta pertunangan kami dan aku hanya ingin memberitahukan sejak awal untukmu. Ji Yeon akan berhenti menjadi sekertarismu jika ia sudah bertunangan denganku. Aku dan Ji Yeon akan menetap di Jepang dan aku berencana membangun sebuah Villa dipegunungan dan kami akan hidup bersama “

“Kau berhayal terlalu tinggi”

“Itu bukan hayalan Choi Minho. Aku akan mempunyai anak dengan Ji yeon dan kami akan bahagia bersama. Baiklah, kalau begitu aku akan membawa Ji Yeon pergi. Gomawo” Jaebum keluar dari ruangan Minho. Minho menggenggam pulpen nya dengan sangat keras. Hingga terdengar bunyi patahan, darah segar keluar dari tangannya.

“Arghhh” Minho berteriak dengan frustasi.

***

“ Choi Sajangnim bukankan itu sekertaris Park?” Celetuk salah satu karyawan pada Minho saat Minho membawa para karyawan dikantornya untuk makan bersama. Minho dengan cepat menoleh dan benar saja, Ji Yeon terlihat tersenyum kearah namja didepannya, im jaebum.

“Apakah mereka berkencan?”

“Sepertinya mereka memang berkencan”

“Sekertaris Park benar-benar beruntung”

“Ia selalu dekat dengan para namja tampan” terdengar celetukkan para Karyawan yeoja. Minho memalingkan wajahnya . Para karyawan mengikuti langkah Minho menuju meja yang memanjang yang memang sudah dipesan oleh Minho.

Selama makan malam, Minho tidak bisa melepaskan tatapannya dari Jaebum dan Ji Yeon. Jaebum dan Ji Yeon terlihat serius membicarakan sesuatu dan kemudian Ji Yeon tertawa. Minho menatap garpu ditangannya dengan kesal

‘Ada apa denganku! Bukankah aku tidak menyukainya? Tetapi mengapa sekarang aku merasa tidak suka? Aish! Jeongmal!!’ Batin Minho sambil menghela nafas. Beberapa karyawan melihat wajah Minho yang tidak bersemangat hanya bisa saling menatap.

***

( Ji Yeon Pov )

“Tetaplah bersama Minho, kau menyukainya bukan?” Aku menatap Jaebum dengan wajah terkejut. Ia mengetahuinya?

“Jaebum-ah Mianhae”

“Nan Gwenchana. Aku akan membantu mu, aku rasa namja itu menyukaimu. Hanya saja ia terus menolak perasaannya. Aku rela, walaupun aku harus tersakiti. Aku rela, demi kebaikan dan kebahagiaanmu. Karena aku mencintaimu , aku ingin kau bahagia” Jaebum menatapku dengan air mata yang hampir terjatuh

“Kau namja yang baik. Mianhae aku tidak bisa membalas perasaanmu. Mianhae Jaebum-ah” Aku menatap Jaebum dengan wajah menyesal.

Jaebum menggenggam tanganku dengan lembut lalu menciumnya.

“Aku harap aku mendapatkan yeoja seperti dirimu”

Jaebum mengelus tanganku dan aku tersenyum padanya. Tetapi tiba-tiba mataku bertemu dengan mata seseorang yang tengah menatap kami dengan sangat tajam.

Sedang apa Minho disini? Bersama para karyawan? Ah, aku lupa. Kemarin Minho memang berencana membawa para karyawan untuk makan malam bersama sebagai ucapan terimakasih.

“Minho disini” Bisikku pada Jaebum. Jaebum mengikuti arah pandanganku lalu ia tersenyum.

“Kau lihat? Ia bahkan menatap kita tajam. Tenang saja Ji Yeon-ah, dalam waktu 2 Bulan ia akan berlutut melamarmu” Jaebum tersenyum padaku dengan senyuman tulus. Aku mengangguk dengan bahagia

TBC

Know Yourself : Why? [ Part 1 ]


1391659_630781880340107_6223247633956075140_n

Tittle : Know Yourself

Author : margaretaisabela

Type : Chaptered

Rating : -16

Genre : Romance , Marriage, School

 

[ Main Cast : Park Ji Yeon, Oh Sehun ]

[ Other Cast : ALL]

 

—————–

 Ini Fanfiction terbaru author dengan cast namja Sehun Exo :D Author lagi Love-love ama sehun jadi buat FF ini deh :D Kalau banyak yang menyambut  baik ini FF. Pasti bakal author post part selanjutnya dengan cepat. O iya disini ada perubahan umur nde ^^

—————-

 

 

( Author Pov )

 

Terdengar kicauan burung bernyanyi dengan indah, membangunkan seorang yeoja cantik dari tidur lelapnya. Ia membuka matanya perlahan lalu menatap sekelilingnya dan bangkit dari tidurnya sambil mengucek matanya.

“Hoam..” Jiyeon melirik tempat disampingnya

‘Ia sudah bangun?’ batin Jiyeon lalu mengikat rambutnya ke atas.

Ia bangkit berdiri dan berjalan kearah kamar mandi dengan langkah santai. Wajah cantiknya terlihat sangat bersinar kala ia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian rapi.

Ia menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan..

Ia berjalan kearah kaca yang berada tidak jauh darinya lalu menutup matanya pelan kemudian membukanya.

Dalam hitungan menit, ia menjadi seorang yeoja kutu buku dengan kacamata burung hantunya dan kepang dua. Jiyeon yang cantik , kini menjadi yeoja buruk rupa..

“Huft”

 

***

Jiyeon turun dengan langkah pelan dan menemukan seorang namja tampan dengan tubuh tinggi dan kulit putihnya tengah berdiri sambil menatapnya. Namja itu Oh Sehun, suaminya..

Mereka menikah beberapa bulan lalu karena perjodohan , anni lebih tepatnya appa Jiyeon dengan teganya menjual Jiyeon pada keluarga Oh. Jiyeon adalah anak yang sangat penurut, jadi ia menerima apa yang appanya lakukan , walaupun hatinya sangat kecewa menerima kenyataan bahwa appanya sangat-sangat kejam dengan menjualnya.

Sampai saat ini, Jiyeon belum pernah melihat rupa eommanya. Jiyeon pernah bertanya siapa eommanya, tetapi dengan tegas appanya menjawab bahwa Jiyeon tidak perlu mengetahuinya dan appa Jiyeon mengatakan bahwa eomma Jiyeon hanyalah seorang yeoja yang tidak punya malu dan juga sangat kejam. Tetapi Jiyeon tidak pernah percaya dengan ucapan appanya, karena dari dalam lubuk hatinya.. ia yakin bahwa eommanya adalah yeoja yang baik .. walaupun ia tidak pernah melihatnya..

 

***

“ Bawa tasku” Perintah Sehun dengan dinginnya sambil melemparkan tasnya pada Jiyeon yang berjalan dibelakangnya layaknya seorang pembantu.

Jiyeon dengan cepat menuruti perintah Sehun. Beberapa yeoja yang melewati mereka terlihat memandang Jiyeon dengan tatapan tidak suka. Mereka sangat tidak menyukai Jiyeon yang selalu ada didekat Sehun.

Sehun dan Jiyeon bersekolah ditempat yang sama, yaitu Kirin Art School. Sekolah Internasional yang sangat terkenal dengan kepintaran dan kecerdasan murid-muridnya. Appa Sehun adalah pemilik dari sekolah Kirint Art School..

Sehun sangat ditakuti disekolah itu, selain ia adalah anak dari pemilik sekolah, sehun sangat jago Taewondo. Ia tidak segan-segan menghajar siapapun yang membuatnya merasa marah..

 

***

“Aigoo namja itu, bagaimana bisa ia memperlakukan isterinya seperti ini. Kau juga! Kau terlalu bodoh menuruti peraturannya. Bagaimana bisa ia memintamu berdandan seperti seorang yeoja cupu? Aku benar-benar tidak habis pikir dengannya” Celetuk seorang yeoja cantik sambil mengomeli Jiyeon dengan gaya khasnya. Jiyeon hanya dapat tersenyum pada Jieun.. sahabat dekatnya.

Jiyeon dan Jieun bersahabat sejak kecil, jadi Jieun sangat tahu bagaimana kehidupan Jiyeon dan juga tentang pernikahan Jiyeon dan sehun.

“kau tahu sendiri bukan? Appa telah menjualku dan itu berarti, aku dengan sepenuhnya milik mereka. Walaupun Sehun membunuhku, itu hak miliknya.. sekarang aku adalah milik sehun dan aku tidak bisa menolak peraturannya.. aku tidak akan bisa mengembalikan uang yang telah diambil oleh appa yang entah pergi kemana sekarang” Gumam Jiyeon pelan sambil berusaha tersenyum.

“Apakah kau merasa bahagia denga pernikahanmu? “

“Nde, walaupun aku merasa menderita dengan sikapnya. Aku merasa aman didekatnya dan aku merasa hangat didekatnya. Setidaknya sehun tidak menyiksaku seperti appa menyiksaku..”

 

***

 

Jiyeon berjalan dengan langkah cepat kearah Cafe sekolah. Baru saja Sehun menghubunginya dengan suara yang terdengar murka. Jiyeon lupa memberitahukan pada sehun bahwa ia dan Jieun ditugaskan untuk menyusun buku diperpustakaan. Sesampai di Cafe sekolah, Jiyeon menemukan Sehun tengah duduk disebuah kursi ditemani oleh beberapa namja yang tidak lain adalah teman yang cukup dekat dengan sehun.

“Mianhae , aku-“

“Cukup!.. “ Sehun pergi begitu saja sebelum mendengar penjelasan Jiyeon. Jiyeon menatap kepergian Sehun dengan wajah sedih..

‘Ia pasti akan sangat murka dan mungkin akan menghukumku setelah pulang nanti’ batin Jiyeon sedikit takut. Karena menurutnya, jika sehun sedang murka.. sehun terlihat lebih menakutkan dari appanya.

 

***

Bruk! Sehun mendorong tubuh Jiyeon hingga Jiyeon terhempas keatas ranjang King Size mereka. Jiyeon meneguk liurnya dengan susah payah saat sehun merangkak naik keatas tubuhnya lalu menindihnya.

“Sudah berapa kali aku mengatakan padamu untuk tidak berdekatan dengan namja-namja yang ada disekolah! Kau tahu bukan? Apa yang sudah menjadi milikku , tidak akan pernah pergi dariku. Begitu juga kau.. sekarang kau adalah milikku dan kau tidak bisa mengubah hal itu” Ucap Sehun dengan nada yang terdengar sangat menyeramkan ditelinga Jiyeon.

“A..aku tidak pernah berdekatan dengan namja disekolah.. bukankah kau tahu ? Bahwa aku selalu berada didekatmu saat disekolah? Jadi tid-“

“Diam!”

“Kau kira aku bodoh? Apa yang kau lakukan bersama Lee Joon? Ia mengacak rambutmu dan kau membiarkannya” Geram sehun. Jiyeon menghela nafas, ternyata hanya karena masalah spele.

“Ayolah.. Lee Joon memang  begitu, ia adalah namja yang ramah pada semua orang.. aku dan lee joon tidak mempunyai hubungan khusus, kau seharusnya mendengar penjelasanku dulu” Ucap Jiyeon mencoba memberanikan diri untuk menasehati Sehun.

“Jadi sekarang kau membelanya? Jangan-jangan kau menyukainya!! Cih, namja itu.. aku akan memberi perhitungan padanya!!” Sehun bangkit hendak mengambil ponselnya. Melihat hal itu, dengan cepat Jiyeon menarik lengan sehun.. membuat namja itu kembali menghimpitnya.

Cup! Jiyeon terkejut dengan apa yang ia lakukan. Ini adalah pertama kalinya ia mencium Sehun lebih dahulu..

‘Apa yang ku lakukan? Aish! Aku harus mengalihkan perhatian Sehun.. aku tidak ingin hanya karena kesalah pahaman ini.. lee joon yang malang akan berhadapan dengan sehun’ Batin Jiyeon yang masih mengalungkan tangannya dileher Sehun.

“ahh..” Terdengar desahan Jiyeon saat tangan Sehun dengan nakalnya masuk kedalam rok sekolahnya.

“Sehun-ah..”Panggil Jiyeon dengan suara desahannya. Ciuman Sehun turun ke leher jenjang milik Jiyeon.

 

***

( Jiyeon Pov )

 

Aku menutup mataku setelah melalui aktifitas yang melelahkan. Untung saja Sehun tidak mengeluarkannya didalam..

Aku merasakan, tangan kekarnya membelai punggungku lembut lalu menciumnya membuatku sedikit mendesah.

“Sehun-ah, kau tidak lelah” Tanyaku pelan

“Aku tidak pernah lelah untuk menciummu.. “jawabnya dengan suara pelan.

Aku tersenyum mendengarnya. Walaupun aku tidak tahu bagaimana perasaannya padaku, dengan berada didekatnya .. membuatku merasa sangat nyaman..

“ Kau lelah eum? Kajja , tidurlah” Ucapnya lembut. Aku membalikkan tubuhku yang hanya tertutup selimut lalu memeluk tubuhnya dengan erat. Walaupun Sehun suka seenaknya dan terlihat sangat suka menyiksaku.. ia mempunyai sisi lembut yang hanya muncul kadang-kadang.

Aku mencintainya~

***

Aku menatap nilai ulangan Matematika ku dengan wajah masam. Untuk kesekian kalinya aku mendapatkan nilai merah..

Apa yang harus ku lakukan? Apa aku mencari tutor saja? Aish.. tetapi percuma.. sehun tidak akan mengijinkannya. Atau.. anni.. itu tidak mungkin. Sehun tidak akan mau mengajariku, tetapi bukankah ia sangat cerdas? Apa salahnya aku mencoba meminta  padanya.

Saat Lonceng istirahat berbunyi, aku berjalan kearah kelas Sehun dan menemukannya yang tengah berdiri didepan kelasnya menungguku. Setelah melihatku, ia berjalan kearah kantin dan dengan cepat aku mengekor dibelakangnya.

Kami duduk disalah satu meja yang ada dikantin itu. Aku duduk disampingnya dan itu membuatku selalu mendapatkan tatapan membunuh dari yeoja-yeoja penggemar Sehun.

Aku berdiri untuk memesan makanan untuk sehun.

Perhatianku mengarah pada sebuah minuman. Minuman itu dinamakan Minuman Cinta, minuman yang sangat sering dibeli oleh pasangan kekasih disekolah ini. sudah lama aku ingin merasakan rasanya. Tetapi percuma saja, minuman itu hanya dapat dibeli oleh sepasang kekasih. Jika aku membelinya untuk diriku sendiri, itu bisa membuatku ditertawakan dan dipermalukan.

Setelah selesai memesan makanan, aku kembali berjalan kearah meja tempat sehun berada..

 

***

‘Jiyeon-ah, bukankah hari ini adalah hari libur? Bagaimana kalau kita pergi ke Mall.. ‘ Aku membaca pesan singkat dari Jieun dengan ragu. Aku ingin sekali pergi ke Mall, tetapi Sehun tidak akan mau mengijinkanku.

Tetapi , aku juga tidak sanggup terus berada dirumah. Aku juga  butuh hiburan untuk menghilangkan rasa bosanku.  Apa sebaiknya aku mencoba untuk bertanya.. siapa tahu ia mau mengijinkanku pergi.

Dengan langkah pelan aku berjalan kearah ruang tamu dan menemukan Sehun sedang menonton televisi dengan wajah datarnya. Sepertinya Sehun tidak mempunyai ekspresi lain , selain wajah datarnya itu.

“S..Sehun-ah”Panggilku gugup

“wae?” Tanyanya dingin

“Apakah boleh.. aku.. aku pergi bersama Jieun? Ia mengajakku untuk pergi ke Mall” Ucapku dengan ragu. Aku mendengar Sehun menghela nafas. Apakah ia akan melarangku?

“Aku melarangmu.” Ucapnya singkat tanpa menatap kearahku. Aku hanya dapat mengangguk , biar bagaimana pun aku tidak bisa menolak ucapan Sehun. Aku berjalan kearah kamarku dengan langkah pelan sambil menghela nafas sedih.

 

***

( Author Pov )

 

Seperti hari-hari biasa, Jiyeon berjalan dibelakang sehun sambil membawa setumpuk buku serta tas milik sehun. Mereka berjalan melewati koridor , beberapa yeoja terlihat menatap sehun dengan tatapan terpesona dengan ketampanan sehun.

Sehun berjalan tanpa memperdulikan Jiyeon yang terlihat sangat kesusahan membawa buku-buku miliknya. Jiyeon menghela nafas pelan.

Bruk..brak.. bruk..

Tanpa sengaja, kaki Jiyeon tersandung sesuatu membuat keseimbangannya menghilang dan pantatnya dengan keras membentur lantai. Semua mata menatapnya dengan tatapan mengejek dan sebagian tertawa melihat tingkah konyol Jiyeon

Jiyeon memperbaiki letak kacamatanya lalu kembali memungut buku-buku itu, sedangkan Sehun hanya diam sambil menatap Jiyeon dengan pandangan datar. Akhirnya, Sehun ikut berjongkok memungut buku-buku itu.

 

 

***

 

Jiyeon berjalan masuk ke Apartement Mewah yang ia tinggali bersama Sehun. Jiyeon mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

‘Sepertinya ia sedang mandi’ Gumam Jiyeon lalu membawa masuk satu kantong plastik besar berisi bahan makanan. Jiyeon melepaskan kacamatanya , lalu mengikat rambutnya keatas.

Jiyeon berjalan kearah dapur dan mulai menyiapkan alat-alat memasak..

‘Hari ini aku harus berbicara padanya, semoga saja Sehun mau mengajariku” Batin Jiyeon penuh harap. Jiyeon mulai memotong beberapa sayuran lalu bersenandung dengan riang.

Grep..

Sebuah lengan kekar melingkar diperut Jiyeon, Jiyeon sedikit terkejut.. Tetapi kemudian , senyum muncul dari bibir manisnya. Jiyeon sedikit mendesah geli saat merasakan bibir Sehun mengenai lehernya.

“Sehun-ah”

“Hm..”

“Bukankah kau siswa yang cerdas?”Tanya Jiyeon dengan suara yang sedikit takut.

“Ne Wae?”

“Begini, aku mendapatkan nilai rendah dibeberapa mata pelajaran dan Kim Songsaengnim memintaku mencari tutor.. hmm kau mau menjadi tutorku?” Tanya Jiyeon

“hmm.. Arraseo.. tetapi aku meminta imbalan dari itu semua” Ucap Sehun yang masih menciumi leher Jiyeon.

“Apa itu?”

“Aku ingin bibir manismu” Ucap Sehun lalu membalikkan tubuh Jiyeon. Cup! Dalam hitungan detik, bibir mereka sudah menyatu. Sehun dengan lembutnya melumat bibir Jiyeon.

***

( Jiyeon Pov )

 

“Saranghae”

Sehun hanya diam tanpa menjawab, perlahan pelukannya dipinggangku mulai melonggar. Aku menatapnya dengan tatapan terluka, apakah ia tidak menyukaiku?

“Lanjutkan masakmu” Ucapnya mengalihkan pembicaraan lalu berjalan pergi. Aku menatapnya dengan tatapan pilu. Seharusnya aku sadar, aku hanya tempat pelampiasan nafsunya, ia tidak pernah menyukaiku. Seharusnya aku tidak terlalu berharap ia membalas perasaanku.

Aku mencoba tersenyum ditengah kesakitan yang kurasakan..

 

***

Aku berjalan melewati koridor sekolah dengan langkah pelan. Pagi ini, Sehun tiba-tiba saja pergi lebih dulu tanpa menungguku. Tidak biasanya ia meninggalkanku begitu saja, apa mungkin ia marah padaku karena aku mengucapkan ‘Saranghae’ padanya kemarin?

Langkahku terhenti saat aku melihat banyak siswa yang mengerumbungi ruang musik. Karena penasaran, aku juga ikut melihat. Disana, terlihat seorang yeoja tengah menari dengan sangat lincah.. tubuhnya sangat-sangat gemulai dan ia terlihat sangat mengagumkan.

Sepertinya ia murid baru, aku tidak pernah melihatnya sebelumnya.

“Ia sangat cantik”

“Lihat tubuhnya sangat lentur”

“Aku dengar ia bernama Kim Hyerin”

Aku mendengar beberapa pembicaraan Murid-murid. Jadi yeoja cantik itu bernama Kim Hyerin.

Aku memutuskan untuk pergi dari depan ruangan itu, aku harus segera sampai dikelas untuk mengerjakan PR-ku. Sesampai dikelas aku mendengar beberapa pembicaraan yang menyangkut Kim Hyerin.. sepertinya sangat banyak orang yang menyukainya.

 

***

( Sehun Pov )

 

Aku berjalan kearah ruangan Jiyeon, bel pulang sekolah sudah berbunyi dan berarti sebentar lagi ia akan keluar. Benar saja, sekarang aku dapat melihat Jiyeon yang berjalan bersama Jieun.

Aku berjalan kearahnya dengan wajah dingin..

“Sehun-ah”

“Kajja, eomma ingin bertemu denganmu”

“Ne?”

“Tadi eomma menghubungiku.. “ Ucapku dengan nada dingin. Jiyeon terlihat mengangguk.

“Jieun-ah, aku pulang lebih dulu ne.. Mianhae”

“Arraseo, gwenchana”

Aku berjalan lebih dahulu sedangkan Jiyeon berjalan dibelakangku, seperti biasanya.

Sesampai dimobil tidak ada pembicaraan diantara kami, lagi pula aku sedang tidak tertarik berbicara dengannya. Entah kenapa..

Jiyeon terlihat melepaskan kacamatanya dan kepang dirambutnya.

Sebenarnya Jiyeon bukanlah yeoja kutu buku. Saat eomma mengenalkannya padaku, ia terlihat sangat cantik dengan rambut cokelat yang tergerai indah serta mata yang terlihat sangat cantik. Saat ia menjadi Isteriku dan akan pindah ke sekolah yang sama denganku, aku memintanya untuk merubah penampilannya. Entah mengapa, aku tidak menyukai tatapan namja-namja saat melihatnya, namja-namja itu melihatnya dengan tatapan ingin memilikinya dan itu membuatku merasa hal yang tidak bisa kujelaskan sampai saat ini, karena aku juga tidak tahu mengapa.

 

***

Eomma menyambut kedatanganku dan Jiyeon dengan senyum merekah. Eomma terlihat sangat bahagia dengan kehadiran Jiyeon..

“Kajja masuklah” Ucap eomma sambil menarik tangan Jiyeon lembut.

Kami duduk disalah satu kursi yang ada diruang keluarga rumah besar ini. Eomma dan Jiyeon terlihat berbincang-bincang kecil sedangkan aku hanya dapat diam sambil membalas pesan-pesan dari beberapa yeoja yang menyukaiku.

“Sehun-ah”

“Nde eomma “Jawabku masih fokus dengan ponselku

“Bagaimana jika kau dan Jiyeon tinggal disini” Aku langsung mengalihkan pandanganku pada eomma

“Mwo? Wae?”

“eomma merasa kesepian dirumah besar ini, kau tahu sendiri bukan? Appamu sering pulang malam dan bahkan pergi keluar negeri. Apakah kau tidak kasihan pada eommamu ini” Ucap eomma sambil mengeluarkan Aegyo-nya? Jeongmal? Eomma benar-benar lupa umur -_-“

Jiyeon terlihat tersenyum geli..

“Tapi eomma-“

“Aish ,, oh sehun .. bagaimana bisa kau menolak permintaan eomma .. kau mau menjadi anak yang durhaka” Ucap eomma dengan nada yang mengancam membuatku menghela nafas kesal. Eomma benar-benar keras kepala..

“Arraseo..arraseo” Jawabku dengan nada malas. Eomma terlihat tersenyum dengan amat lebar lalu memeluk Jiyeon. Bagaimana bisa appa menyukai yeoja Hiperaktif seperti eomma -_-“

 

***

-Malam

Aku berbaring disamping Jiyeon yang terlihat menatap atap kamar dengan pandangan kosong.

“Kau tahu?”

“Ne?”Ucapku dengan nada bingung

“Impianku saat ini adalah bertemu dengan eomma.. aku ingin menghabiskan waktuku bersama eomma. Memeluk eomma, lalu tidur dipangkuan eomma.. aku menginginkan itu semua..” Ucapnya dengan suara lemah.

Aku hanya dapat menghela nafas, apakah ia berencana lepas dariku dengan berkata seperti itu? Apakah ia kira aku akan melepaskannya begitu saja? Apa yang sudah menjadi milikku akan tetap milikku..

“Sehun-ah”

“Bolehkan aku pergi untuk mencari eomma?”Tanyanya

“Tidak” Jawabku dengan nada tegas.

“Waeyo?” Jiyeon terdengar bergetar, apakah ia ingin menangis? Aku hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya.

“Bukankah kau juga tidak mencintaiku? Bukankah kau hanya menyukai tubuhku? Jadi apa alasanku untuk bersamamu? Uang? Aku berjanji, setelah aku bertemu dengan eomma dan mendapatkan pekerjaan, aku akan membayar uang yang appa ambil”

 

***

( Author Pov )

 

“Bukankah kau juga tidak mencintaiku? Bukankah kau hanya menyukai tubuhku? Jadi apa alasanku untuk bersamamu? Uang? Aku berjanji, setelah aku bertemu dengan eomma dan mendapatkan pekerjaan, aku akan membayar uang yang appa ambil” Ucap jiyeon mengeluarkan semua isi hatinya.

Sehun yang mendengar ucapan Jiyeon langsung mencengkram keras bahu Jiyeon. Membuat Jiyeon meringis kesakitan..

“Kau sudah keterlaluan Park Jiyeon!! Berapapun uang yang kau beri untuk terbebas dariku! Itu tidak akan cukup!!  Kau sudah menjadi isteriku dan selamanya akan tetap seperti itu.. “ Ucap Sehun dengan bentakannya. Jiyeon menatap Sehun dengan tatapan ketakutan tetapi ia mencoba menghilangkan rasa takutnya.

“Apakah kau mencintaiku” Ucap Jiyeon yang mulai terisak. Sehun menatap Jiyeon lama .. hingga..

“Aku tak tahu” Jiyeon tersenyum pahit mendengarnya. Jiyeon menutup matanya mencoba menahan tangisnya. Sedangkan Sehun menutup matanya.

“Berikan aku waktu” Ucap Sehun membuat Jiyeon terdiam sejenak.. Sehun bangkit lalu berjalan keluar dari kamar yang ia tempati bersama Jiyeon.

 

***

Keesokan paginya..

Tidak ada pembicaraan diantara Jiyeon dan Sehun. Sehun terlihat fokus menyetir, sedangkan Jiyeon fokus dengan bukunya. Hingga..

“ Kapan?” Tanya Sehun tiba-tiba

“Nde?”

“Bukankah kau memintaku untuk menjadi tutormu? Kapan kau ingin mulai belajar?”Tanya Sehun dingin (?)

“Malam ini? Apakah kau bisa”

“Arraseo..” Jawab Sehun singkat. Jiyeon hanya dapat tersenyum kecil dengan wajah kecut.

 

***

Sehun memasuki kelasnya, terdengar teriakan beberapa yeoja yang menyukainya. Seorang yeoja terlihat menatap Sehun dengan tatapan terpesona..

‘Omo, tampan’ Batin Yeoja itu sambil terus menatap Sehun. Sehun berjalan kearah bangkunya yang berada tepat didepan Yeoja itu, lalu duduk dan mengeluarkan beberapa bukunya.

“Annyeong”Sapa yeoja itu dengan gugup, Sehun menoleh dan tersenyum kecil.

“Annyeong”Balas Sehun

“Aku.. Kim Hyerin” Ucap yeoja itu sambil memberikan tangannya untuk berjabatan dengan Sehun

“Ah, Aku Oh Sehun. Kau bisa memanggilku Sehun.. Kau murid baru? Aku tidak pernah melihatmu” Ucap Sehun lalu bersalaman dengan Yeoja bernama Hyerin itu. Hyerin hanya dapat tersenyum kecil lalu mengangguk..

‘Cantik’ Batin Sehun sambil menatap Hyerin.
***

( Jiyeon Pov )

 

Aku keluar dari ruang kelasku dengan langkah cepat. Sehun sudah berdiri didepan kelasnya dan terlihat berbicara dengan akrabnya dengan seorang yeoja? Bukankah itu yeoja yang kemarin ku lihat diruang musik?

“Sehun-ah” Panggilku, Sehun menatap kearahku.

“Nugu?”Tanya Yeoja itu padaku.

“Ah, dia Park Jiyeon.. pengikutku” Jawab Sehun dengan terkekeh. Aku yang mendengarnya hanya dapat menghela nafas pelan. Sudah biasa aku merasakan kesakitan ini..

“Jeongmal? Sepertinya kau benar-benar populer” Gumam Yeoja itu dengan wajah berbinar lalu tersenyum pada Sehun dan Sehun membalas senyumnya dengan lembut (?) Sehun tidak pernah tersenyum selembut itu padaku :(

“Annyeong, aku Kim Hyerin” Ucap Yeoja itu sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum padaku. Aku menyambut uluran tangannya

“Park Jiyeon”

 

 

TBC