Say You Love Me Oppa ( Part 4 )


Untitled

Tittle : Say You Love Me Oppa

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad, Romance, Friendship

Type : Chapter

( Main Cast )

-Park Jiyeon

-Choi Minho

 

( Other Cast )

–          All

“ Annyeong ^^ Ini Part selanjutnya dari Say You Love Me Oppa. Mudahan part ini seru kayak part sebelumnya :D Mian Jika Ffnya tidak seperti yang kalian harapkan. Gomawo ^^”

***

“Mianhae, tetapi bukan Do Yeon” Ucap Minho sambil berjalan kearah Jiyeon dan berlutut didepan Jiyeon sambil menggenggam tangan Jiyeon dengan hangat. Tangan Minho bergerak untuk menghapus air mata Jiyeon, tetapi Jiyeon malah memalingkan wajahnya.

“Aku benar-benar memalukan” Oceh Jiyeon dengan suara kesal sambil menghapus air matanya sendiri. Jiyeon berusaha melepaskan genggaman tangan Minho dari tangannya, tetapi Minho malam mengeratkan genggamannya..

“Lepaskan Oppa.. Aku harus keluar” Jiyeon mencoba menahan isakkannya..

“Dengarkan aku..” Minho memegang pipi Jiyeon dengan kedua tangan lalu mengapitnya. Sekarang, ia dan Jiyeon saling memandang. Terlihat jelas mata Jiyeon yang sudah memerah karena menangis. Jiyeon menutup matanya tidak sanggup menatap mata Minho. Minho mendekatkan wajahnya pada Jiyeon lalu melumat bibir Jiyeon pelan membuat Jiyeon terbelalak kaget. Tangan Minho bergerak untuk menarik tengkuk Jiyeon lalu membelainya pelan..

“Sejak pertama kali eomma mengenalkanmu padaku dan Sulli, aku langsung jatuh hati padamu. Ya, aku merasa bahwa aku sangat gila, bagaimana bisa aku menyukai seorang gadis kecil yang masih berusia 7 Tahun saat itu. Aku benar-benar tidak mengerti dengan perasaanku, aku selalu merasa jantungku berdetak dengan tidak normal bila berada didekatmu. Jadi aku merasa sangat malu jika harus berada didekatmu dan beberapa tahun kemudian kau mengatakan menyukaiku dan kau tahu? Aku merasa sangat terkejut sekaligus senang saat itu, tetapi aku masih belum bisa mempercayai kata-katamu.. kau masih anak kecil saat itu.. Saat kepergianku ke Luar Negeri, aku sangat sedih melihat raut wajahmu yang terlihat sangat-sangat terpukul saat kau dan keluargamu serta keluargaku mengantarku ke Bandara.. Sejak saat itu aku berjanji, setelah aku pulang.. aku akan menjadikanmu milikku”

“Tetapi .. aku masih belum yakin untuk melamarmu saat kau masih belum lulus dari SMA. Aku sangat takut perasaanmu sudah berubah padaku dan aku takut kau menolakku. Jadi aku mengurungkan niatku untuk melamarmu, saat mendengar ada yang melamarmu .. aku merasa duniaku seakan menggelap.. Untung saja saat itu eomma mengatakan sebuah ide yang memang selalu aku tunggu-tunggu muncul dari bibirnya.. dan Aku sangat bahagia saat Yoochun ahjussi mengatakan bahwa itu adalah hal yang bagus. Tetapi lagi-lagi aku membohongi diriku dengan berpura-pura menolak perjodohan itu..”

“Oppa” Jiyeon menatap Minho dengan tangis bahagia.

“Mianhae jika selama ini aku menjadi namja pengecut yang hanya bisa menyakitimu..”

“Oppa Pabo!!” Kesal Jiyeon sambil memukul dada bidang Minho dengan tangis bahagia. Minho memeluk Jiyeon dengan perasaan lega, akhirnya ia bisa mengungkapkan apa yang ada didalam hatinya.

“Jangan pernah dekat dengan namja lain lagi, kau mau aku terkena serang jantung seperti kemarin? Saat namja bernama Lee Taemin itu tiba-tiba menciummu? Aku hampir saja menghajarnya, tetapi aku malah memukul pohon karena tidak ingin menyulut perkelahian..” Jiyeon mengangguk mengerti. Minho mencium kening Jiyeon dengan lembut lalu menatap bibir merah Jiyeon yang selalu membuatnya ingin menyentuh bibir itu. Perlahan Minho melumat bibir Jiyeon dengan penuh perasaan. Jiyeon merasakan darahnya berdesir saat lidah Minho menyapu mulutnya. Lidah Minho menari-nari diatas lidahnya..

Minho menarik lidah Jiyeon dengan lidahnya lalu mengemut lidah Jiyeon layaknya permen membuat Jiyeon tidak dapat menahan desahannyaa..

***

-Makan Malam

 

“Makanlah ini” Minho menyendokkan beberapa lauk pauk untuk Jiyeon membuat Yoona , Siwon, Sulli dan juga Do Yeon menatap Minho dengan tatapan aneh. Sedangkan Jiyeon hanya dapat mengangguk dengan polosnya..

“Gomawo Oppa” Minho mengangguk lalu tersenyum membuat Yoona lagi-lagi menatap Minho dengan tatapan aneh. Kemudian ia tersenyum dengan evil..

“Ehm.. sepertinya ada pasangan baru disini” Sindir Yoona

“Nugu eomma?”Tanya Sulli dengan senyum yang tak kalah evil dari eommanya. Siwon akhirnya mengerti arah pembicaraan Yoona juga ikut tersenyum geli. Minho menjadi salah tingkah dan wajahnya tiba-tiba memerah seperti tomat.

“Oppa ada apa dengan wajahmu” Ejek Sulli

“Ah.. anniyo” Jawab Minho gelagapan. Yoona benar-benar kagum, bagaimana bisa puteranya itu berubah 360 derajat dari biasanya. Minho tidak tersenyum ataupun berbicara panjang lebar dan sekarang Minho menunjukkan sikap gugup yang tidak pernah ia tunjukkan sama sekali sebelumnya.

“Bagaimana bisnismu di Paris?”

“Berjalan lancar Appa, tadi Seunghyun menghubugiku dan mengatakan bahwa pemegang saham menandatangani kontrak dan itu akan sangat menguntungkan untuk kita” Ucap Minho.

“Kau benar-benar cerdas Minho-ah” Puji Do Yeon

“Gomawo Do Yeon-ah” Do Yeon tersenyum pada Minho dengan senyuman mautnya. Tapi hanya ditanggapi oleh wajah datar Minho. Jiyeon terkekeh kecil melihatnya.

‘Aku sudah menang dari awal eonni’ batin Jiyeon senang..

***

Jiyeon terbangun saat mendengar deburan ombak. Ia lalu menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 1 Malam. Karena merasa tidak bisa tidur lagi, Jiyeon memutuskan untuk berjalan-jalan hanya untuk melihat pemandangan pantai dimalam hari. Tetapi ia merasa sedikit takut Jika berjalan seorang diri.. dengan ragu ia mencoba mengetuk kamar Minho yang memang bersebelahan dengan kamarnya..

“Oppa” Jiyeon mengetuk pintu kamar Minho, tidak sampai semenit. Minho muncul dengan melalap dan rambut yang terlihat acak-acakkan..

“Wae?”

“Aku ingin berjalan-jalan disekitar pantai. Kau mau menemaniku?” Tanya Jiyeon dengan wajah berharap. Minho terlihat berpikir sebentar lalu mengangguk..

“Kau tunggu disini, aku akan mengambil jaket”

Minho dan Jiyeon berjalan dipinggir pantai sambil bergandengan tangan. Minho menguap beberapa kali dan itu membuat Jiyeon merasa sedikit bersalah karena telah membangunkan Minho.

Mereka duduk dipasir , jiyeon memasukkan tangannya kedalam kantung jaket Minho lalu meletakkan kepalanya pada pundak namja itu.

“Oppa, aku baru tahu kau memiliki pulau pribadi seindah ini.. mengapa kau membuatnya menjadi tempat wisata?”

“Sangat disayangkan jika pulau ini ditelantarkan. Kau tahu sendiri bahwa aku adalah namja yang sangat sibuk jadi aku tidak akan terlalu mengurusi pulau ini. Jadi aku merasa apa salahnya jika berbagi keindahan pulau ini pada orang-orang” Jawab Minho. Jiyeon mengangguk pelan.

“Oppa, Mengapa kau malah menyukaiku? Bukan Do Yeon eonni? Bukankah ia cantik dan mempunyai tubuh yang indah , dan juga yeoja yang cocok menjadi sosok seorang ibu.. bukankah-“

“Kau lebih cantik darinya, kau lebih baik darinya dan kau adalah sosok ibu yang terbaik untuk anak-anak kita kelak. Dan juga tubuhmu lebih indah dibandingkan tubuhnya” Pipi Jiyeon merona merah mendengar penuturan Minho. Ia tersenyum malu, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Minho bisa mengatakan kata-kata seperti itu.

“Kau tahu bukan bahwa aku bukanlah namja yang romantis seperti appaku , tetapi satu hal yang harus kau tahu.. aku mencintaimu.. “

“Aku kira ucapanmu saat kau mabuk itu hanya bohongan”

“Apakah saat mabuk aku melakukan hal aneh?”Kaget Minho.. Jiyeon mengangguk dengan wajah malu.

“Kau menciumku lalu kau mengatakan ‘ Aku mencintaimu Yeon-ah’ aku sempat mengira yeon adalah Do Yeon eonni karena selama ini kau bersikap sangat baik padanya Oppa” Ucap Jiyeon. Minho tersenyum lalu memeluk tubuh Jiyeon erat..

“Aku berhutang budi padanya Jiyeon-ah, Do Yeon pernah menyelamatkan nyawa ku” Ucap Minho membuat Jiyeon langsung menatap Minho.

“Menyelamatkan nyawa mu Oppa??”

***

( Jiyeon Pov )

“Menyelamatkan nyawa mu Oppa?”

“Kau ingat? 5 Tahun yang lalu saat eommaku mengajak kita untuk berlibur ke Busan? Bukankah kau ada disana saat kejadian itu terjadi..? Saat dimana aku hampir tenggelam karena mengambil bonekamu yang terlempar karena ulahmu” Ucap Minho Oppa , aku tidak pernah melupakan kejadian it dan karena kejadian itu aku benar-benar tidak bisa melupakan Minho Oppa..

“Bukankah saat itu Do Yeon yang menyelamatkanku? Ia yeoja yang menarikku ke daratan dan eomma juga mengatakan bahwa ia melihat Do Yeon yang berada didekatku dengan keadaan basah kuyup “ Tidak, bukan Do Yeon eonni yang menyelamatkan Minho Oppa saat itu. Tetapi..

*Flashback Pov*

Jiyeon dengan kesal dan cemberut mengikuti Do Yeon dan Minho yang berjalan kearah hutan untuk menikmati udara segar. Tangan kanan Jiyeon memeluk boneka beruangnya sedangkan tangan kirinya digunakannya untuk menggenggam tangan Minho karena Minho mengatakan ia takut Jiyeon tiba-tiba terpisah dari mereka.

Sepanjang perjalanan, Do Yeon dan Minho terus mengobrol tanpa memperdulikannya. Karena ia kesal, Jiyeon tanpa sengaja melempar boneka kesayangannya kearah danau..

“Omo! Boneka ku” Jiyeon hendak menceburkan diri tetapi Minho menahannya. Jiyeon menangis sambil menunjuk bonekanya..

“Itu adalah hadiah terakhir sebelum Halmeoni meninggal , otthokae? Aku menghilangkannya” Tangis Jiyeon

“Aku harus mengambilnya”

Minho menahan tangan Jiyeon..

“Jangan, aku yang akan mengambilnya.. berbahaya untukmu lagipula bukankah kau masih belum bisa berenang?”

“Jangan Oppa.. biar aku saja yang mengambilnya” Ucap Jiyeon dengan putus asa..

“Do Yeon-ah, tahan Jiyeon”

Minho menceburkan dirinya, saat ia bisa meraih boneka itu tiba-tiba saja kakinya keram membuat Minho tenggelam . Jiyeon dan Do Yeon terkejut..

“Tolong”

“Kakiku keram”

“Eonni selamatkan Minho Oppa”

“Aku takut, aku tidak bisa berenang” Tolak Do Yeon.

“Ayo eonni”

“Shireo!!”

Karena panik melihat Minho yang sudah tidak sadarkan diri. Jiyeon dengan tubuh kecilnya menceburkan dirinya, untung saja appanya sempat mengajarkannya sedikit tentang berenang. Jiyeon berhasil menggapai tubuh Minho lalu berusaha menariknya dengan bersusah payah dan akhir ia berhasil membawa Minho. Tetapi tiba-tiba Do Yeon datang dan mendorong tubuhnya lalu menepuk pipi Minho..

Yoona datang dari arah belakang..

“omo apa yang terjadi”

“Minho Oppa tenggelam ahjumma karena mengambil boneka ku” Jawab Jiyeon

“Dan aku-“

“Aku menyelamatkan Minho .. “ Ucap Do Yeon . Jiyeon baru sadar bahwa sekarang tubuh Do Yeon juga basah. Jiyeon menatap Do Yeon dengan wajah bingung, bukankah tadi Do Yeon tidak ikut menolong? Akhirnya Jiyeon mengerti..

‘Do Yeon eonni’ batin Jiyeon

*Flashback Off*

“Jiyeon-ah Gwenchana?” Minho Oppa menepuk pundakku membuatku tersadar dari lamunanku. Aku mengangguk pelan..

“Nan Gwenchana Oppa”

***

“Minho-ah, lihat itu.. begitu indah” Do Yeon eonni melingkarkan tangannya ditangan Minho Oppa sambil menyandarkan kepalanya dipundak Minho Oppa. Aish!! Do Yeon eonni benar-benar centil. Aku mencoba mengalihkan perhatianku pada bunga-bunga yang tumbuh dipadang rumput luas ini.

Minho oppa sangat beruntung mempunyai sebuah pulau seindah dan seluas ini. Pulau ini sepertinya banyak mendatangkan keuntungan.

Aku berjalan disamping Yoona ahjumma dan Sulli berjalan disamping siwon ahjussi dan Minho Oppa dan do Yeon eonni berjalan didepan kami. Aku benar-benar merasa akan terbakar. Minho Oppa hanya milikku..

“ya! Mengapa kau malah menggandeng tangan Do Yeon bukan Jiyeon??” Omel Yoona ahjumma tiba-tiba sambil menjitak kepala Minho Oppa membuat Minho Oppa meringis pelan. Aku hanya dapat tersenyum geli melihat Yoona ahjumma mengomeli Minho Oppa.

“Bukankah Jiyeon mempunyai kaki? Mengapa aku harus menggandengnya” Ucap Minho Oppa dengan nada kesal.

“Do Yeon juga mempunyai kaki, tetapi mengapa kau menggandengnya” Marah Yoona ahjumma sambil menjitak kepala Minho Oppa sekali lagi.

“Mianhae ahjumma, kaki ku tanpa sengaja menginjak pecahan kaca semalam.. jadi aku- “

“Arraseo..arraseo.. Kajja Jiyeon-ah, sebaiknya kita pergi ke Pantai saja” Yoona ahjumma menarik tanganku menjauh membuat mereka menatap kami.

“Yeobo? Apa yang kalian akan lakukan dipantai?” Teriak Siwon ahjussi membuat Yoona ahjumma menghentikan langkahnya

“Anniyo.. aku hanya ingin memperkenalkan Jiyeon dengan para namja yang tadi menatap Jiyeon dengan terpesona. Mungkin Jiyeon akan terpikat pada salah satu dari mereka. Aku yakin jika Jiyeon menikah dengan salah satu namja tampan yang ada disana, anaknya akan sangat tampan” Celetuk Yoona ahjumma membuatku langsung menatap Yoona ahjumma dengan wajah bingung.

“Mwo? bukankah Minho-“

“Anniyo siapa bilang? Apa salahnya? Bukankah Minho belum bertunangan dengan Jiyeon ? Lagipula Minho juga sepertinya masih mengacuhkan Jiyeon, aku malah berpikir Minho menyukai do Yeon? Yak!! Choi Minho mengapa kau tidak Menikahi Do Yeon saja?? Kau sepertinya menyukainya..” Yoona ahjumma sepertinya sedang memanas-manasi Minho Oppa. Aku memutuskan untuk tetap diam.

“eomma” Ucap Minho Oppa dengan nada datar.

“wae?”

“Aku hanya menganggap Do Yeon sebagai sodara”

“Lalu kau menganggap Jiyeon apa?”

“Dongsaengku”

“Mwoo!! Dongsaeng!!”  Aku menatap Minho Oppa dengan tatapan sedih. Jadi selama ini aku hanya dianggap dongsaeng setelah apa yang terjadi? Aku menghela nafas kecewa. Aku berbalik dan berjalan pergi..

“Jiyeon-ah kau mau kemana?” Sulli berjalan mengejarku..

***

“Hikzz…Hikzz… Minho Oppa pabo..” Aku terus mengutuk Minho Oppa. Bagaimana bisa ia berkata seperti itu lagi setelah apa yang terjadi.

“Aigo Jiyeon-ah, aku yakin Minho Oppa tidak bermaksud begitu..”

“Tetapi tetap saja, huaa.. benar-benar kejam” Aku mendengar sulli menghela nafas lalu menepuk pundakku dengan lembut.

“Sudahlah”

“Lihat! Ia lebih mementingkan Do Yeon eonni dibandingkan diriku. Seharusnya ia mengejarku saat ini dan meminta maaf, tetapi apa? Ia malah tidak mengejarku dan ia malah bersama do yeon eonni”

“Minho Oppa memang sangat susah ditebak bukan?”

“Kau benar .. Huaa..” Sulli menatapku dengan prihatin. Semoga saja besok mataku tidak bengkak.

“Sebaiknya kau keluar Sulli-ah, dan aku mohon jika bisa saat makan malam nanti kau membawakan makanan ke kamarku. Aku masih belum ingin bertemu dengan Minho Oppa..”

“Arraseo..” Sulli tersenyum lalu berjalan keluar dari kamarku.

***

( Author Pov )

“Dimana Jiyeon”

“Ia bilang ia tidak enak badan eomma, aku sudah mengantarkan makan malam untuknya”   Jawab Sulli sambil menyendok beberapa lauk pauk. Terdengar helaan nafas Yoona. Sedangkan Minho hanya diam dan terlihat seakan tidak perduli.

“Apakah karena kejadian tadi? Kau benar-benar keterlalu Minho-ah”

“apa yang salah? Bukankah aku menjawab dengan jujur”

“Jangan terus bersikap seperti ini. Eomma tahu bahwa kalian sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Seharusnya kau lebih bisa bersikap lebih baik padanya , bagaimana bisa kau membuatnya melayang lalu kau jatuhkan. Bagi Jiyeon, kau adalah kekasihnya sekarang tetapi semua kandas saat kau bilang kau hanya menganggapnya sebagai dongsaeng”

“Lalu” Minho menjawab dengan wajah datar.

“Hilangkah sifatmu itu. Seperti yang kita tahu, Jiyeon tidak akan bertahan selamanya dengan sikapmu. Eomma hanya tidak ingin kau menyesal suatu saat nanti. Eomma juga tidak ingin melihatmu menangis jika suatu saat Jiyeon akan menikah dengan namja lain karena kebodohanmu..”

“Ia tidak akan menikah dengan siapapun eomma, ia hanya akan menikah denganku”

“Hm.. eomma tahu kau menyayanginya hanya saja kau tidak tahu cara memperlakukannya. Kau adalah namja yang cerdas Choi Minho, seharusnya kau bisa lebih mengerti. Mengapa kau benar-benar bodoh dimasalah Cinta .. ckckckck”

“Lalu apa yang harus ku lakukan eomma” Tanya Minho sambil menatap Yoona membuat semua langsung mengarahkan tatapannya pada Minho. Minho adalah namja yang paling tidak suka jika sudah bertanya. Karena Minho adalah namja yang cerdas, ia tahu semua hal. Tetapi tidak dengan Cinta.

“Bersikap lembut padanya dan buatlah dia merasa bahwa hanya ia yang ada dihatimu. Dan satu hal lagi, jika ada yang bertanya siapa ia untukmu? Kau harus menjawabnya sesuai kata hatimu. Eomma tahu kau hanya mengikuti kata pikiranmu saat kau mengatakan hanya menganggapnya sebagai seorang dongsaeng” Minho mengangguk mengerti sambil memikirkan apa yang yoona katakan

‘Choi Minho Pabo’ rutuknya..

***

Jiyeon terus menggerutu dengan kesal. Sudah hampir larut dan ia masih belum bisa menutup matanya.

“Apa aku harus meminta Minho Oppa untuk mengantarku berjalan-jalan disekitar pantai?”

“Ah.. aku sedang marah padanya..”

Jiyeon menghempaskan tubuhnya keatas ranjang lalu menatap ponselnya. Tepat saat itu ponselnya berdering.

Matanya seketika membulat saat tahu siapa yang mengirimkannya pesan singkat. Jiyeon menatap ponselnya dengan senyum dibibirnya tetapi sedetik kemudian ia menatap ponselnya dengan kesal.

‘Temui aku dipantai’

Jiyeon beranjak lalu mengambil jaket tebalnya. Sebelum itu ia menghela nafas pelan, entah sudah keberapa kalinya ia melakukan hal itu.

Jiyeon terus berjalan , hingga tatapannya mengarah pada seorang namja yang terlihat tengah duduk sendiri sambil menatap pemandangan pantai dimalam hari. Jiyeon menghentikan langkahnya saat tiba-tiba seorang yeoja muncul..

‘Do Yeon eonni’ Batin Jiyeon.

Jiyeon menatap sedih Minho dan Do Yeon yang terlihat mengobrol dengan akrab. Dengan perasaan cemburu, Jiyeon berbalik bermaksud untuk pergi hingga terdengar suara.

“Jiyeon-ah”

Dengan terpaksa Jiyeon membalikkan tubuhnya. Minho dan Do Yeon tengah berjalan  kearahnya.

***

( Minho Pov )

“Jiyeon-ah” Aku memanggilnya. Mengapa Do Yeon harus muncul. Padahal aku hanya ingin bertemu dengan Jiyeon dan membicarakan semuanya. Aku yakin kali ini Gadis Nakal itu salah paham lagi. Salah satu sifat buruknya adalah selalu menyimpulkan sesuatu tanpa bertanya. Itu lah Jiyeon.

“Apa yang ia lakukan disini” Aku mendengar gerutuan Do Yeon.

“Oppa” Jiyeon menyapaku dengan nada suara yang terdengar tidak bersemangat. Aku menggenggam tangannya lalu menariknya pergi hingga sebuah suara menghentikan langkah kami

“Kalian hendak pergi kemana?”

“Aku hanya ingin mengobrol bersama Jiyeon. Bisakah kau kembali ke Penginapan”

“Kau mengusirku” Tanya Do Yeon..

“Anniyo, hanya saja angin malam tidak bagus untuk kesehatan dan kau juga tidak memakai jaket jadi aku sarankan kau untuk kembali ke penginapan”

“Ah Nde.. Kau begitu perhatian padaku”

***

“Mengapa kau tidak mengajak Do Yeon eonni saja Oppa. Kau terlihat nyaman dengannya” Ucap Jiyeon dengan wajah kesalnya. Aku yakin ia cemburu. Aku tersenyum kecil lalu mengelus rambutnya lembut.

“Kau cemburu?”

“Anniyo. Untuk apa aku cemburu ? Bukankah aku hanya ‘Dongsaeng’ bagimu Oppa”

“Aku memang menganggapmu dongsaengku, tetapi aku juga menganggapmu sebagai yeoja yang ku cintai”

“Jeongmalyo Oppa?”

“Mianhae.. eomma benar, aku tidak pernah bisa mengerti bagaimana dirimu dan aku juga tidak pernah berusaha berubah untukmu. Tetapi inilah aku Jiyeon-ah, aku bukanlah namja romantis dan peka tetapi aku benar-benar menyukaimu”

“Oppa” Jiyeon menatapku dengan senyum diwajahnya. Aku membalas senyumnya lalu menariknya kedalam pelukanku sekaligus menghangatkan tubuhnya dari dinginnya malam. Aku benar-benar merasa nyaman dengan memeluk Jiyeon

“Jiyeon-ah”

“Nde Oppa?”

Aku melepaskan pelukannya lalu berlutut didepannya. Aku tersenyum lembut padanya lalu mencium telapak tangannya dengan lembut. Ia menatapku dengan tatapan terkejut sekaligus terharu.

“Oppa”

“Maukah kau bertunangan denganku dan juga mau kah kau menjadi eomma dari anak-anakku dan menjadi isteri yang selalu mencintaiku dan selalu ada disisiku?”

“Oppa.. aku..aku..”

“Nde?” Aku menunggu jawabannya

“aku mau Oppa” Jiyeon langsung berlutut dan memelukku. Kata-kata yang selalu ingin ku ucapkan akhirnya keluar dari bibirku. Benar-benar melegakan.

“Gomawo Jiyeon-ah”

***

( Author Pov )

-2 Bulan Kemudian

 

Jiyeon berjalan dikoridor Universitasnya dengan langkah santai dengan sulli disampingnya. Cincin dengan berlian menghiasinya melingkar dijari manis Jiyeon. Sebulan yang lalu ia telah bertunangan dengan namja yang selama ini ia cintai, Choi Minho.

Belakangan ini Minho sangat sibuk dengan tugas kantornya dan tak jarang ia terlibat pertengkaran kecil dengan Jiyeon karena ia tidak bisa membagi waktu untuk Jiyeon. Jiyeon hanya ingin Minho menunjukkan perhatian yang pernah ia berikan saat mereka dipulau. Sekarang Minho kembali ke sifatnya yang dingin dan mengesalkan.

“Jiyeon-ah, lihatlah namja-namja itu .. mereka memperhatikanmu” Jiyeon mendengus mendengan celetukan sulli. Sejak ia bertunangan dengan Minho, ia memutuskan untuk tinggal di Kediaman Keluarga Choi karena permintaan Yoona. Yoona sepertinya benar-benar menyayangi Jiyeon..

“Aku tidak tertarik dengan mereka”

“Minho Oppa benar-benar sudah mengunci hatimu rupanya” Kekeh Sulli dan dijawab dengan senyum malu oleh Jiyeon.

“Hari ini kau temani aku untuk membeli beberapa sayur”

“Kau dan eomma pasti ingin membuat resep makanan baru” Tebak Sulli

“Nde..” Jawab Jiyeon dengan senyum lebarnya

***

Minho menatap jam ditangannya. Sudah hampir larut malam dan ia masih berkutat dengan berkas-berkas ditangannya. Minho menghela nafas, entah mengapa sekarang pekerjaan kantor begitu melelahkan dan juga membosankan baginya. Padahal dulu ia tidak pernah bosan dan juga ia tidak pernah merasa lelah walaupun harus begadang mengerjakan tugas kantor membuatnya menjadi namja paling disiplin dikantor itu.

Tetapi sekarang? Ia menjadi namja yang suka mendengus dan juga mudah bosan. Penyebab utamanya adalah Jiyeon, yeoja itu membuatnya ingin selalu berada dirumah dan juga Jiyeon selalu muncul setiap saat dipikirannya

“Ya! Gadis Nakal, keluarlah dari pikiranku” Minho memijit keningnya.

Minho berdecak kesal lalu mengambil jaketnya. Ia memutuskan untuk pulang, ia tak akan bisa mengerjakan tugas kantor jika pikirannya melayang kesana kemari. Minho berjalan keluar dari ruangannya.

***

“Oppa kau sudah pulang?” Minho berbalik dan mendapati Jiyeon tengah berdiri dibelakangnya dengan segelas air ditangannya. Minho tersenyum lembut lalu mengangguk dan berjalan kearah Jiyeon.

“Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak menungguku kan?”

“Aku memang sedang menunggumu Oppa” Jawab Jiyeon dengan polos.

“Lain kali kau tidak perlu menungguku. Kau harus tidur , aku tidak suka jika kau tidak tidur hanya karena menungguku. Aku tidak mau tunanganku yang cantik ini sakit hanya karena diriku” Jiyeon bersemu merah. Minho berangkul pundak Jiyeon..

“Oppa temani aku tidur nde”

“Waeyo? Apakah kau bermimpi buruk lagi?”

“Nde Oppa” Jawab Jiyeon dengan wajah kesalnya. Minho mengangguk kecil.

“Aku akan menemanimu..”

“Gomawo Oppa”

Jiyeon melingkarkan tangannya ke tangan Minho dengan mesra.

Jiyeon membuka pintu kamarnya disusul dengan Minho yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah. Ya, sejak mereka bertunangan.. Minho bisa dikatakan sangat sering tidur dikamar Jiyeon karena Jiyeon sering bermimpi hal buruk akhir-akhir ini. Walaupun mereka tidur bersama, Minho tidak pernah sama sekali menyentuh Jiyeon..

Jiyeon tidur sambil memeluk Minho, senyum kecil muncul dibibirnya..

“Oppa.. saranghae”

“Nado Saranghae Gadis Nakal”

Minho mencium kening Jiyeon dengan penuh kasih sayang. Jiyeon sudah menjadi bagian didalam hidupnya, ia tidak akan bisa hidup jika tanpa Jiyeon. Ia mencintai Jiyeon, walaupun kadang Jiyeon sangat menyebalkan baginya. Jiyeon adalah belahan Jiwa nya

***

“Park Jiyeon, mau kah kau menjadi kekasihku” Jiyeon menatap namja didepannya. Sulli yang berdiri disamping Jiyeon hanya dapat menatap Jiyeon menunggu jawaban Jiyeon.

“Daehyun Sunbae.. sebaiknya kau berdiri , sekarang kau menjadi pusat perhatian banyak orang” Jiyeon mencoba menegur namja yang sekarang sedang berlutut didepannya dengan bunga mawar ditangannya. Daehyun seakan tidak perduli, ia terus berlutut berharap Jiyeon menerimanya.

Sulli menatap Daehyun dengan iba dan penuh arti. Daehyun, namja itu adalah namja yang disukai oleh Sulli. Sulli jatuh hati pada pandangan pertama pada Daehyun yang tidak lain adalah Sunbae mereka, saat pertama kali masuk ke Universitas.

“Daehyun Sunbae” Gumam Sulli dengan wajah yang terlihat sedih. Ia menyukai Daehyun tetapi Daehyun malah menyukai Jiyeon. Kadang Sulli merasa sangat iri dengan kecantikan Jiyeon tetapi ia tidak akan membiarkan rasa iri nya membuat persahabatannya dan Jiyeon hancur. Biar bagaimanapun ia sangat menyayangi Jiyeon seperti sodara kandungnya sendiri.

“Mian Sunbae.. kajja sulli.. Minho Oppa mungkin sudah menunggu kita. Bukankah hari ini Minho Oppa berjanji untuk menjemput kita dan makan siang bersama” Jiyeon berusaha menghindar tetapi Daehyun berdiri dan mencengkram lengan jiyeon

“Daehyun Sunbae” Ucap Jiyeon kaget.

Beberapa Mahasiswa terlihat mengerumbungi mereka, membuat Jiyeon menjadi salah tingkah.

“Aku mohon jadilah kekasihku Park Jiyeon. Jebal”

“Sunbae.. aku-“

“Jauhkan tanganmu darinya, yeoja ini adalah tunanganku” Terdengar sebuah suara membuat semua orang menatap kearah Seorang namja dengan jas rapi dan juga wajah yang terlihat sangat tampan. Namja itu menatap Daehyun dengan tatapan menusuk lalu berjalan kearah Daehyun dan Jiyeon. Ia melepaskan genggaman tangan Daehyun dari tangan Jiyeon.

“Minho Oppa” Gumam Sulli.

Terdengar decakan kagum dari beberapa Yeoja. Mereka mengagumi ketampanan Minho.

“Bukankah itu Choi Minho, Pengusaha Muda Kaya Raya?”

“Aku dengar ia adalah Oppa dari Sulli”

“Jiyeon sangat beruntung bisa menjadi tunangannya” Terdengar bisikkan-bisikkan para yeoja. Daehyun menatap Minho dengan tatapan kesal.

“Mian, aku mempunyai urusan dengannya” Daehyun mencoba menggenggam tangan Jiyeon tetapi dengan segera Minho menepisnya. Minho menatap Daehyun dengan tatapan membunuh lalu berkata..

“Jika kau berani menyentuhnya, akan ku bunuh kau!” Daehyun seketika terdiam kaku. Minho menarik tangan Jiyeon diikuti dengan Sulli yang terlihat menatap Daehyun dengan Iba.

‘Daehyun Sunbae’ Gumam Sulli dengan sedih..

***

“Oppa, kau tidak seharusnya mengucapkan hal itu pada Daehyun Sunbae” Protes Jiyeon. Minho hanya diam dan terlihat mencoba untuk fokus menyetir. Jiyeon merasa tidak enak pada Daehyun, biar bagaimanapun Daehyun adalah namja yang baik. Jiyeon juga merasa tidak enak dengan Sulli, ia tahu bahwa Sulli sangat menyukai Daehyun tetapi namja itu malah menyatakan perasaan padanya.

“Aku tidak akan tinggal diam jika ada namja yang berani mendekatimu”

“Tetapi Oppa, aku baru sekali mendengarmu mengancam orang seperti itu” Ucap Sulli yang mulai pulih dari keterkejutannya. Jiyeon menatap Minho dengan tatapan polosnya.

“Mengancam bagaimana?”

“Mengancam ingin membunuh. Kau hanya bercanda kan Oppa?”

“Kau tahu bukan? Aku tidak pernah bercanda dengan ucapanku. Lagipula jika Jiyeon berani meninggalkanku atau berselingkuh, aku akan melakukan hal yang tak pernah ia bayangkan. Karena hanya aku yang pantas untuknya, tidak ada namja lain yang lebih pantas dari diriku untuk Jiyeon” Ucapan Minho membuat Sulli dan Jiyeon bergidik ngeri.

“Ckckck.. kau berubah menjadi namja yang mengerikan Oppa” Komentar Sulli, Minho tersenyum.

“Begitulah aku, aku akan jadi sangat mengerikan jika sesuatu yang sudah menjadi milikku diambil oleh orang lain. Begitu juga dengan Jiyeon, jiyeon adalah yeoja yang sudah lama ku cintai dan jika ia berkhianat .. aku tidak akan tinggal diam.. ini bukan hanya sekedar ancaman” Jiyeon menjadi sedikit ketakutan mendengar ancaman Minho yang terdengar serius

“kau dalam bahaya Ji” Ucap Sulli sedikit berbisik..

***

( Sulli Pov )

Aku duduk sambil melamun. Begitu menyakitkan saat melihat Daehyun Oppa menyatakan perasaan pada Jiyeon. Aku benar-benar menyukai Daehyun Oppa, tetapi ia hanya menganggapku sebagai seorang teman dan sebagai seorang hansaeng..

Aku membuka ponselku, tidak ada pesan dari siapapun. Selalu aku yang lebih dulu menghubungi Daehyun Oppa.. jika ia menghubungiku lebih dulu, berarti ia menanyakan tentang Jiyeon.

Terdengar suara angin berhembus. Aku keluar dan berdiri dibalkon kamarku sambil memeluk boneka teddy bearku. Tatapanku tertuju kearah taman, disana Minho Oppa dan Jiyeon terlihat terlibat pertengkaran kecil.

Begitulah mereka, selalu bertengkar setiap saat. Sekarang, Minho Oppa menjadi namja yang lebih terbuka dan Minho Oppa juga mulai menampilkan sifat aslinya. Minho Oppa mempunyai sifat yang sangat menyebalkan menurutku. Bagaimana bisa Jiyeon menyukai Minho Oppa yang mempunyai rasa cemburu yang tinggi.. keke :D Mudahan saja aku tidak mendapatkan namja seperti Minho Oppa.. tetapi biarpun begitu, Minho Oppa adalah Oppa terbaik dihidupku.

***

( Jiyeon Pov )

“Kau harus mempunyai dua pengawal…”

“Oppa” Aku berusaha protes tetapi Minho Oppa langsung menatapku dengan tatapan tajam.

“Aku akan membayar Bodyguard untukmu”

“Aku tahu kau cemburu Oppa. Tetapi rasa cemburumu terlalu berlebihan, kami hanya teman. Percayalah” Aku memohon padanya. Sekarang Minho Oppa menjadi terlalu Overprotektif terhadapku. Aku menghela nafas pelan.

“Apakah sekarang kau sudah berpindah kelain hati? Karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaan kantorku? Bukankah kita sudah membahasnya kemarin dan kau bilang kau dapat mengerti..” Minho Oppa sepertinya benar-benar kesal padaku.

“Katakan sejujurnya! Siapa namja yang kau sukai sekarang” Minho Oppa mencengkram bahuku tetapi tidak terlalu keras. Ia masih bisa mengendalikan emosinya sedikit, semarah apapun Minho Oppa.. ia tidak pernah menyakitiku..

“Kau tahu Oppa? Namja yang ku Cintai dan ku sukai adalah kata awal dari kalimat ini” Aku berjalan mendekatkan jarakku dengannya lalu menatap matanya. Mata yang terlihat sangat indah dan juga tegas. Tetapi kadang mata ini bisa menjadi sangat mengerikan dan membuatku merasa ketakutan. Tetapi aku sangat bahagia bisa mengetahui dan bisa mengubahnya, setidaknya ia bukan namja berhati es lagi.

Aku menarik tengkuk Minho Oppa dan mencium bibir Minho Oppa. Aku mencium bibirnya dengan penuh perasaan, berharap ciuman ini bisa mengatakan bahwa ia sangat-sangat berarti bagiku. Minho Oppa menarikku kedalam pelukannya, bibirnya masih bertautan dengan bibirku. Minho Oppa benar-benar namja yang susah ditebak. Kadang ia menjadi dingin, kadang ia menjadi sangat menyeramkan dan kadang ia menjadi namja yang benar-benar baik.

“Oppa, ternyata kau bisa berubah sangat menyeramkan jika cemburu” Ucapku setelah kami melepaskan ciuman kami. Minho Oppa tersenyum dengan amat manis membuatku sangat terpesona.

“aku hanya tidak ingin kehilanganmu”

“Aku tidak akan berpaling oppa. Kau tidak perlu khawatir karena hatiku sudah terikat padamu” Aku memeluknya dengan erat.

***

“Annyeong” Aku menghela nafas kesal saat melihat kemunculan Do Yeon eonni. Ia benar-benar tidak menyerah mendapatkan Minho Oppa -_- Apakah ia lupa bahwa Minho Oppa sudah memilihku. Menyebalkan..

Aku tersenyum dengan kaku padanya. Aku ingin segera lulus dari Universitas lalu bekerja dikantor yang sama dengan Minho Oppa. Sungguh Sial, Do yeon eonni mengapa harus bekerja dikantor yang sama dengan Minho Oppa? Aish!

“Ah, rupanya kau ada disini” Ucap Do Yeon eonni. Aku mengangguk kecil.

Do Yeon eonni berjalan kearah Minho Oppa yang sedang sibuk berkutat dengan berkas-berkas didepannya. Ya, hari ini aku tidak ada mata kuliah dan akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke kantor Minho Oppa. Untuk mengajaknya makan siang bersama. Tetapi Minho Oppa malah mengacuhkanku karena terlalu terfokus dengan kekasihnya, berkas-berkas itu!

“Minho-ah, ini adalah Desain baru yang telah ku buat? Otte” Minho Oppa langsung mengalihkan tatapannya lalu mengambil buku desain yang berada ditangan Do Yeon eonni. Minho Oppa terlihat mengangguk..

“Kau memang selalu jenius dalam menentukan Desain yang cocok. Perusahaan ini sangat beruntung memilikimu. Aku dengar, desain terakhirmu membawa keuntungan besar bagi perusahaan . jadi aku akan mengabulkan satu permintaanmu, karena desain yang kau buat membuatku mendapat keuntungan besar..” Ucap Minho Oppa berbicara panjang lebar.

Aigoo menyebalkan! Sedari tadi aku mengajaknya berbicara dan jawabannya hanya “ Nde” , “Arraseo”, dan ketika Do yeon eonni mengajaknya berbicara, Minho Oppa malah berbicara panjang lebar dan memberi Do Yeon eonni sebuah kesempatan untuk mengabulkan keinginan Do Yeon eonni. Minho Oppa benar-benar menyebalkan. Sebenarnya ia menyukaiku atau tidak !! Aish!!

“Aku ingin..”

“Oppa” Aku memotong ucapan Do Yeon eonni

“Kau mau apa?” Minho Oppa mengacuhkan panggilanku. Ya! Minho Oppa kau benar-benar namja menyebalkan! Namja tidak berperasaan dan namja dingin! Bagaimana bisa kau mempunyai kepribadian yang berubah-ubah!

“Aku ingin makan malam bersamamu” Ucap Do Yeon eonni dengan malu-malu. Mwo! Makan malam bersama Minho Oppa!! Itu berarti mereka akan berkencan.. Aku harus ikut!!

“Arraseo..”

“Oppa aku ikut”

“Aku akan menjemputmu jam 8 malam ini..”

“Oppa!!” Aku tetap diacuhkan

“Arraseo” Do Yeon eonni tersenyum dengan senang lalu menatapku dengan wajah penuh kemenangan. Minho Oppa menyebalkan!! Bagaimana bisa ia memperlakukanku seperti ini! Aish!! Jika saja Minho Oppa tahu bahwa Do yeon eonni tidak pernah menyelamatkan nyawanya. Aish!! Aku yang menyelamatkanmu Oppa, bukan Do Yeon eonni!!

***

( Author Pov )

“Jiyeon, ini hanya makan malam biasa. Bagaimana pun ia berjasa , ia membuat perusahaan mendapat keuntungan yang sangat besar dan aku merasa berutang budi padanya. Kau harus mengerti”

“Tetapi tetap saja kalian berkencan” Minho menghela nafas karena kecemburuan Jiyeon, ya walaupun ia juga sering bersikap seperti itu jika Jiyeon berada didekat Namja-namja yang memang Chingu dari Jiyeon.

“Kau tidak perlu cemburu, Do yeon sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri. Aku tidak mungkin memilihnya karena aku sudah memilikimu”

“Aku harus ikut”

“Tetapi aku merasa tidak enak dengan Do Yeon, ia hanya meminta makan malam denganku. Aku mohon kali ini kau mengerti”

“Berutang budi? Apakah Oppa masih merasa tidak enak dan merasa berutang budi karena ia menyelamatkan nyawa mu Oppa? Apa arti semua itu? Itu tidak berarti karena- ”

“Itu berarti! Kau tahu! Karena boneka bodohmu itu aku hampir mati! Kau tahu bahwa kau hampir saja membunuhku , dan untung saja Do yeon ada disana saat itu!! Kau seharusnya juga berterimakasih padanya” Bentak Minho tanpa sadar. Minho langsung terdiam saat melihat raut wajah Jiyeon.

“Arraseo Oppa. Jika memang ia sangat berjasa dikehidupanmu. Makan malam saja dengannya, jangan perdulikan aku! Aku memang tidak berguna! Aku memang jahat karena sudah membuat kau hampir terbunuh saat itu! Tetapi mengapa saat itu kau mau mengambilkan boneka itu!! “ Jiyeon berlari pergi. Minho menghela nafas pelan, pertengkaran sangat sering terjadi diantara mereka dan baru kali ini ia membentak Jiyeon. Tetapi menurut Minho, Jiyeon terlalu egois. Seharusnya Jiyeon dapat mengerti bagaimana Minho sangat berterimakasih pada Do Yeon karena telah menyelamatkan nyawanya.

TBC

Otte ? Gak Jelas kah? -_- Mianhae, Otak Author lagi gak bekerja dengan baik. Keke :D Mohon Komentar dan Saran.a Gomawo ^^

Say You Love Me Oppa ( Part 3 )


Untitled

Tittle : Say You Love Me Oppa

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad, Romance, Friendship

Type : Chapter

( Main Cast )

-Park Jiyeon

-Choi Minho

 

( Other Cast )

–          All

“Annyeong ^o^ Author kembali membawa Fanfiction author yang abal-abal ini :D Di Part kali ini semua akan mulai menjadi jelas.. Tetapi semua akan terbuka dipart selanjutnya :D ^o^ Mianhae jika fanfictionnya tidak seperti yang readers harapkan :D Mohon Komentar dan sarannya ^^ Gomawooo” 

***

 

 

( Jiyeon Pov )

Aku duduk dengan wajah masam dibianglala bersama sulli. Sedari tadi sulli terus berceletuk tanpa tahu bagaimana Bad Moodnya aku sekarang. Argh.. sekarang aku memang akan menjadi tunangan Minho Oppa, tetapi aku tidak yakin aku akan memiliki hatinya. Entah mengapa aku merasa Minho oppa lebih menyukai Do Yeon eonni dibandingkan diriku. Aku ingin menangis dipelukan eomma saat ini.

“Jiyeon-ah” Sebuah suara membangunkanku dari lamunanku. Aku langsung menghela nafas saat tahu siapa pemilik suara itu. Mengapa ia harus berada disini? Aish! Membuat Moodku semakin hancur saja.

“Annyeong Taemin-ah” Jawabku dengan senyum terpaksa. Sungguh sial, mengapa aku tidak menyadari bahwa ia naik ke Bianglala yang sama denganku. Jika aku tahu ia ada ditempat ini, aku tidak akan ikut kemari –“

Taemin mendorong Sulli membuatnya berdiri tepat disampingku.

“YA! Lee Taemin” Kesal Sulli karena Taemin mendorongnya. “ Wae? Aku hanya ingin dekat dengan My Princess” Jawab Taemin dengan wajah menyebalkannya. Sulli menatap Taemin dengan tatapan membunuh.

“Kau itu seperti hama yang selalu menempel pada Jiyeon. Bagaimana bisa kau tahu ia ada disini?”

“Tentu saja aku mengikutinya” Jawab Taemin yang aku rasa keceplosan. Ia langsung menutup mulutnya

“YA! Kau menguntitku” Kesalku

“ Jangan begitu padaku Jiyeon-ah, setelah kelulusan aku yakin kita akan sangat jarang untuk bertemu. Kau tahu bahwa Pangeranmu ini sangat-sangat tidak bisa jika tidak melihat wajahmu, wajahmu bagaikan cahaya didalam hidupku , tanpa wajahmu dan tanpa bayangmu dihidupku aku rasa hidupku akan sangat gelap” Aku dan Sulli menghela nafas pelan, Taemin lagi-lagi menunjukkan gaya menyebalkannya.

***

( Author Pov )

          “Oppa” Sulli dengan lincah berjalan diatas es untuk menghampiri Minho dan Do Yeon. Do Yeon terlihat memeluk erat tubuh Minho karena memang ia tidak bisa bermain Ice Skating, jadi Minho berniat untuk mengajari Do Yeon.

“Dimana Jiyeon?”Kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir Minho. Sulli menoleh kearah belakangnya lalu menggeleng tanda ia tidak tahu.

“Bukankah tadi ia bersamamu?”

“Tadi ia memang bersamaku, tetapi Jiyeon pergi kemana? Bukankah kami bersama kemari tadi? Aish!! Pasti namja itu menyeretnya kesuatu tempat” Decak Sulli membuat Minho langsung menatap serius dongsaengnya itu.

“Namja?”

“Lee Taemin.. Pengagum Jiyeon.. ah itu mereka” Sulli menunjuk ke arah Taemin yang terlihat berjalan bersama Jiyeon disampingnya. Terlihat jelas Jiyeon sedang mengomeli Taemin, sebenarnya Jiyeon sangat tidak sudi berpegangan seerat ini pada Tangan Taemin. Tetapi apaboleh buat.. ia tidak bisa bermain Ice Skating..

Taemin terkekeh melihat kekesalan Jiyeon padanya..

“Bukankah itu namja yang menciumnya di Super Market beberapa waktu lalu” Gumam Minho.

“Nde” Jawab Sulli. Jiyeon melambai kearah mereka dengan senyum diwajahnya. Minho menatap Taemin dengan tatapan seakan menyelidik.

“Ah, Taemin.. Perkenalkan ini Minho Oppa dan ini Do Yeon eonni.. Minho Oppa ini Lee- “ Belum sempat Jiyeon menyelesaikan kalimatnya Minho sudah menariknya menjauh dari Taemin dan melepaskan genggaman tangannya dari Do Yeon membuat Do Yeon langsung menatap kearah Minho. Begitu juga dengan Jiyeon.

“Oppa, wae?”

“Anniyo, aku akan mengajarimu untuk bermain Ice Skating” Jawab Minho dingin. Jiyeon sedikit menyerit heran, ia tidak meminta Minho untuk mengajarinya. Akhirnya Jiyeon mengangguk setuju dan tersenyum. Ia mendekatkan tubuhnya pada Minho..

“Minho-ah bagaimana denganku?”

“Hey Anak muda, aku lihat kau bisa bermain Ice Skating. Bisakah kau mengajari Noona ini sedangkan aku akan mengajari Gadis Nakal ini” Ucap Minho. Taemin awalnya ingin menolak, tetapi akhirnya ia mengangguk saat melihat tatapan dari Jiyeon

Sesekali Jiyeon terjatuh membuat Minho tanpa sadar tertawa dengan amat lebar. Sulli yang berdiri tak jauh dari mereka hanya bisa memandang takjub ekspresi Oppanya itu. Ia tidak pernah melihat Oppanya itu tertawa selebar itu sebelumnya. Dengan cepat Sulli mengambil Kamera yang memang sudah ia persiapkan. Sulli memotret beberapa kali Minho dan Jiyeon, termasuk saat Minho sedang tertawa..

“Oppa kau tampan, eomma pasti akan sangat bahagia melihat foto ini”

***

“Aigoo bokongku” Jiyeon mengelus bokongnya yang terasa nyeri saat  keluar dari Area Ice Skating, ia sangat sering terjatuh membuatnya merasakan nyeri. Taemin yang memang berdiri disamping Jiyeon langsung menatap Jiyeon sedangkan Minho yang berjalan didepan mereka dengan Do Yeon disampingnya langsung menoleh.

“Jeongmalyo? Apakah kau tak apa”

“Ya!! Lee Taemin, apa yang ingin kau lakukan? Aku tidak akan membiarkan kau memegang bokongku” Omel Jiyeon langsung menapik tangan Taemin. Taemin hanya dapat tersenyum kecil lalu menggenggam tangan Jiyeon

“Ya!!” Kesal Jiyeon saat Taemin menggenggam tangannya. Taemin hanya menyengir tanpa dosa dan malah mengeratkan genggamannya pada Jiyeon. Sulli hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah Taemin dan Jiyeon. Sedari tadi Jiyeon tidak berhenti mengomeli Taemin yang memang menyebalkan.

“Kau tidak dengar? Ia merasa terganggu kau menggenggam tangannya” Minho melepaskan genggaman tangan Taemin dari tangan Jiyeon membuat Taemin langsung menatap kearah Minho.

“Oppa” Ucap Jiyeon dengan pipi yang memerah, “ Kau cemburu” Lanjut Jiyeon dengan senyum lebar.

“Jangan salah paham, aku hanya tidak ingin melihat yeoja yang sudah ku anggap seperti dongsaengku merasa terganggu dengan namja tidak waras yang selalu mengikutinya” Ucap Minho membuat Jiyeon merengut masam dengan wajah sedih sedangkan Do Yeon tersenyum kecil mendengarnya.

“Ya Hyung.. aku masih waras” Protes Taemin.

“Sejak kapan aku menjadi Hyung-Mu”

***

“Oppa, Jiyeon tertidur” Ucap Sulli sambil menatap Jiyeon yang duduk disampingnya saat mereka tiba didepan kediaman mereka. Do Yeon yang duduk di Minho didalam mobil juga ikut menoleh kearah Jiyeon yang menyandarkan kepalanya kearah kaca mobil. Minho mengangguk.

“ Apakah aku harus membangunkannya?”Tanya Sulli

“Tidak perlu, sepertinya ia kelelahan karena bermain seharian” Ucap Minho.

“Lalu bagaimana ? Oppa tidak berencana membiarkannya tertidur didalam mobil sampai pagi kan?” Curiga Sulli.

“Tentu saja tidak. Aku akan menggendongnya” Jawab Minho dengan nada datar. Sulli tersenyum kecil lalu keluar dari mobil disusul oleh Minho yang sudah berjalan kearah kursi belakang dan perlahan mengangkat tubuh kecil Jiyeon kedalam gendongannya.

“Mengapa kau tidak meminta pelayan saja mengangkatnya” Ucap Do Yeon sambil menatap Minho dengan tatapan tidak suka saat Sulli sudah berjalan masuk kedalam. Minho hanya diam.

“Aku akan menjadi tunangannya sebentar lagi , aku tidak mau di Cap sebagai namja tidak bertanggung jawab” Jawab Minho dengan nada dingin. Do Yeon hanya mengangguk lalu berkata.

“Kau bahagia sudah mendapatkan apa yang kau mau bukan?”

“Apa maksudmu?”

“Jangan berpura-pura bodoh Choi Minho”

“Itu bukan urusanmu Do Yeon-ah,  lebih baik kau pergi beristirahat” Minho tersenyum kecil lalu dengan kaki panjangnya berjalan menaiki tangga rumah dengan Jiyeon digendongannya. Yoona yang memang kebetulan lewat saat itu tersenyum dengan amat bahagia lalu berjalan kearah kamar Sulli, sangat ingin tahu apa yang telah terjadi saat mereka pergi ke Lottle World.

***

Siwon menatap Anae-nya dengan tatapan tidak mengerti. Pasalnya sejak masuk kedalam kamar ,Yoona tidak berhentinya menatap kamera yang berada ditangannya. Karena merasa penasaran, akhirnya Siwon bertanya.

“Apa yang kau lihat?”

“Hal yang sangat mustahil”Jawab Yoona dengan senyum dibibirnya.

“Apa itu?” Yoona berjalan kearah Siwon lalu memberikan Kamera itu pada Suaminya. Membuat Siwon terkejut.

“Apakah ini Minho? Serius? Ini Minho” Kaget Siwon sambil menatap foto seorang namja yang terlihat tertawa begitu lebar sambil memberikan tangannya pada yeoja yang terlihat jatuh terduduk didepannya , yeoja itu tidak lain adalah Jiyeon.

“Tentu saja itu Minho, kau lihat? Ia bisa tersenyum”

“Aku rasa ini hanya mirip dengannya. Kau tahu sendiri bahwa putera kita tidak pernah tertawa  atau pun tersenyum” Ucap Siwon masih dengan wajah tidak percaya. Yoona mengelus pundak suaminya, lalu berkata..

“Itu adalah Minho Oppa.. Aku rasa, Jiyeon-lah yang mengubahnya”

“Jiyeon?”

“Kau lihat Oppa? Hanya saat bersama Jiyeon ia dapat tertawa dengan selebar itu. Aku rasa, dengan perjodohan mereka akan membuat dampak besar bagi Minho. Aku yakin Jiyeon bisa mengubahnya menjadi namja periang dan ceria” Siwon tersenyum mendengar penuturan Yoona yang terlihat sangat berharap pada Jiyeon.

“Aku percaya bahwa Gadis Kecil itu bisa merubah namja berhati batu seperti puteraku” Siwon memeluk Yoona didalam pelukannya dengan erat. Yoona menangis bahagia dipelukan Siwon, mereka sudah lama menunggu saat dimana bisa melihat perubahan terjadi pada Minho. Namja yang selalu menampilkan wajah tanpa ekspresi dan dingin itu..

***

“Berlibur?” Siwon, Minho, Do Yeon, Sulli dan juga Jiyeon menatap Yoona dengan tatapan bertanya. Yoona mengangguk kecil.

“Aku ingin kita berlibur ke Pulau pribadi milik Minho. Pulau yang ku dengar sangat terkenal dengan keindahannya. Sangat disayangkan jika kita tidak ke tempat yang sangat indah itu” Celetuk Yoona. Sulli mengangguk dengan setuju, begitu juga dengan Jiyeon. Jiyeon berpikir akan sangat membosankan Jika ia hanya tinggal dirumah saat liburan kelulusan seperti sekarang.

“Aku harap selama Seminggu ini  kau dan Minho mengosongkan jadwal kalian yang sangat padat itu” Ucap Yoona sambil menatap Siwon. Siwon hanya dapat mengangguk tanpa melawan, karena ia tahu bahwa Yoona sangat tidak menyukai penolakkan. Lain hal-nya dengan Minho, namja itu terlihat memikirkan permintaan eommanya. Karena dikeluarga mereka, hanya Minho yang berani menolak permintaan eommanya.. walaupun hal itu jarang terjadi..

“Mian eomma, sepertinya aku tidak bisa ikut berlibur. Minggu ini aku akan pergi ke Paris untuk bertemu dengan beberapa pemegang saham”

“Tidak bisa kah kau diwakilkan?”

“Aku lebih suka melakukannya sendiri eomma..” Jawab Minho dengan nada datar membuat Yoona mendengus. Tiba-tiba saja sebuah ide terlintas diotaknya membuat Yoona tersenyum dengan wajah jahilnya.

“Jebal Minho-ah, turuti permintaan eomma. Eomma hanya ingin menghabiskan waktu bersama kalian. Kalian terlalu sibuk belakangan ini membuat waktu untuk eomma semakin sempit. Kau juga seharusnya lebih mendekatkan diri dengan Jiyeon dengan cara berlibur. Sebentar lagi kalian akan bertunangan” Ucap Yoona dengan wajah yang pura-pura sedih. Akhirnya Minho mengangguk pelan

“Arraseo eomma” Minho benar-benar tidak bisa melihat kesedihan diwajah eomma tercintanya itu. Senyum muncul dibibir Jiyeon, sedangkan Do Yeon hanya dapat mendengus.

‘Aku harus mencari cara agar Minho menjadi milikku’ Batin Do Yeon dengan kesal.

***

Jiyeon memasukkan beberapa pakaian didalam kopernya. Hingga tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, menampilkan sulli tengah berdiri didepan pintu kamarnya.

“Waeyo?”

“Kajja, kita harus pergi Ke Mall”

“Untuk apa?”

“Tentu saja membeli beberapa baju untuk liburan”

“Bukankah baju yang kita punya sudah lebih dari cukup” Sulli memutar bola matanya. Tanpa banyak bicara ia menarik Jiyeon untuk pergi Ke Mall. Jiyeon hanya dapat mendengus sambil mengikuti sahabatnya itu.

“MWOYA!! Kau berniat membeli bikini” Kaget Jiyeon saat mereka tiba didepan Toko baju yang menjual berbagai macam bikini. Dengan wajah merah merona, Jiyeon menggeleng pelan.. menolak untuk masuk.

“Ini demi Minho Oppa.. kau mau Minho Oppa terpesona oleh Do Yeon eonni? Do Yeon eonni sudah membeli bikini dan aku pernah melihat bagaimana saat Do Yeon eonni memakai bikini. Tubuhnya benar-benar mengagumkan, sebagai calon tunangan Minho Oppa. Seharusnya kau mengambil langkah “

“Jeongmal”

“Nde, kajja” Sulli menarik Jiyeon, memaksanya untuk masuk kedalam toko pakaian itu. Dengan wajah yang terus merona, Jiyeon memilih bikini yang akan ia gunakan.

***

– Incheon Airport

Jiyeon menarik koper besarnya dengan riang, hari ini mereka akan berlibur ke Pulau Pribadi milik Minho. Kabarnya pulau indah itu sekarang akan dijadikan tempat pariwisata oleh Minho karena dapat membawa keuntungan besar. Sulli tak kalah senangnya dengan Jiyeon , ia menggandeng tangan Jiyeon dengan bersahabat. Sedangkan Do Yeon terlihat terus menempel pada Minho. Ia tidak pernah pergi satu meterpun dari Minho, ia terus berjalan disamping Minho membuat Yoona merasa tidak suka.

Mereka menaiki pesawat pribadi milik Siwon yang memang selalu dipakai untuk berpergian keluar negeri. Pesawat mewah dengan desain yang menyenangkan. Jiyeon mendapatkan kursi disamping kiri Minho yang langsung menghadap kejendela , sedangkan Do Yeon mendapatkan kursi disamping kanan Minho.

Sulli , Yoona dan Siwon duduk tepat didepan Minho, Jiyeon dan Do Yeon.

“Jiyeon , saat kita akan berjemur dipantai.. kau harus memakainya” Ucap Sulli mengungkit tentang bikini. Pipi Jiyeon langsung memerah seperti udang, ia teringat akan bikini seksi itu. Jiyeon mengangguk dengan malu, Minho menyadari raut wajah malu Jiyeon lalu menatap kearah sulli..

“Apa yang akan kalian pakai??”

“Rahasia Oppa”

“Aku harap kalian tidak memakai pakaian terbuka, karena pulau itu sudah lumayan banyak wisatawan”Nasehat Minho dengan wajah penuh selidik

Sulli dan Jiyeon saling menatap satu sama lain lalu membuang pandangan kearah luar jendela pesawat. Jiyeon menggerutu didalam hati, begitu juga dengan sulli..

***

“Aigoo” Mata Jiyeon berkaca-kaca melihat sekelilingnya. Sebuah tempat yang sangat indah dan juga pantai dengan air laut berwarna biru. Tidak jauh dari sana , terdapat sebuah padang dengan dipenuhi banyak bunga. Disekitar padang itu terlihat sebuah penginapan yang akan mereka tempati

Jiyeon dengan kesusahan menyeret koper beratnya. Sama halnya dengan Jiyeon, Do Yeon mengalami hal yang sama.

“Biarku bantu” Minho tiba-tiba menghampiri Do Yeon dan membantunya untuk mengangkat koper Do Yeon. Jiyeon menengok kebelakang sama halnya dengan Yoona yang langsung menatap Minho dengan kesal. Bagaimana bisa Minho lebih memilih untuk membantu Do Yeon dibandingkan Calon tunangannya , Jiyeon.

Minho berjalan melewati Jiyeon, tetapi baru beberapa langkah.. iya malah berbalik dan menarik koper Jiyeon dari tangan Jiyeon..

“Biar aku saja yang membawanya, Gadis Nakal sepertimu mana kuat membawanya” Jiyeon tersenyum kecil, walaupun ia masih merasa kesal dengan Minho yang lebih dulu membantu Do Yeon dibandingkan dirinya.

***

Malam itu mereka membuat sebuah pesta kecil-kecilan dipinggir pantai. Jiyeon dengan semangatnya memanggang BBQ dengan ditemani oleh Minho karena paksaan Yoona. Jiyeon mengoles bumbu ke BBQ yang masih setengah matang itu..

“Aigoo , baunya sangat sedap” Gumam Jiyeon sambil bertepuk tangan seperti anak kecil. Minho hanya diam tak menghiraukan apa yang dikatakan Jiyeon. Setelah BBQ itu matang, Jiyeon membawanya ke Meja bundar yang sudah berisi Do Yeon, Sulli, Siwon dan Yoona. Yoona meneguk soju ditangannya dengan sekali teguk..

“Sulli dan Jiyeon, kalian masih belum boleh meminum Soju” Ucap Siwon memberi peringatan, Sulli dan Jiyeon mengangguk pelan tanda mengerti. Sedangkan Minho hanya diam..

“Minho-ah, minumlah”

“Aku tidak bisa minum eomma”

“Nde? Tidak mungkin kau tidak bisa minum, aku dan appamu adalah orang yang kuat dalam hal minum”

“Cobalah sekali teguk, masa kau kalah dariku” ejek Do Yeon sambil mencubit pipi Minho membuat Jiyeon terbakar api cemburu. Dengan terpaksa Minho meneguk Soju itu, tanpa mereka sadari raut wajah Sulli berubah..

‘Gawat’ batin Sulli..

***

( Sulli Pov )

Aku terus menatap Minho Oppa yang terlihat hanya diam. Aku yakin, sebentar lagi Minho Oppa akan meledak. Ya, Minho Oppa tidak bisa meminum minuman keras, ia tidak akan bisa mengendalikan dirinya jika dalam keadaan mabuk. Aku tahu itu, karena beberapa tahun yang lalu aku pernah tanpa sengaja memberikan Minho Oppa soju dan hasilnya.. Minho Oppa hampir saja mencium Jiyeon yang memang saat itu pergi bersama kami untuk makan di Restaurant Kimchi. Untung saja Jiyeon dengan cepat melupakan kejadian itu dan setelah kejadian itu, Minho Oppa menjadi sangat canggung pada Jiyeon…

Tetapi setelah kejadian itu, eomma , aku , appa dan Minho Oppa pernah mengadakan pesta kecil-kecilan dan Minho Oppa meminum Soju dengan paksaan eomma. Tetapi Minho Oppa tidak menunjukkan keanehan, ia hanya diam.. tetapi mengapa saat bersama Jiyeon? Ia malah kehilangan kendali seperti itu? Hal ini masih membekas dipikiranku, hal yang tak dapatku pecahkan sampai sekarang.

Aku tidak pernah mengatakan hal ini pada eomma karena Oppa memintaku untuk tutup mulut.

Minho Oppa tiba-tiba bangkit dari kursinya dan berjalan kearah Jiyeon. Sial! Aku dengan waspada memperhatikan Minho Oppa lalu menatap kearah Jiyeon yang sepertinya juga mengetahui tentang kejadian dimana Minho Oppa hampir saja menciumnya jika tidak aku memukul kepala Minho Oppa menggunakan mangkuk makanan..

Jiyeon menatap aku dengan tatapan takut..

“Lari!!!” Teriakku dan Jiyeon berlari masuk kedalam penginapannya dan sialnya Minho Oppa malah mengejarnya dengan langkah yang sempoyongan. Eomma, appa, dan Do Yeon eonni menatapku dengan tatapan bertanya. Aku dengan cepat, singkat dan padat menjelaskannya..

“Mengapa kau tidak mengatakannya sedari tadi!” Bentak Appa lalu berlari kearah kamar Jiyeon dan kami menemukan pintu kamar Jiyeon terkunci. Apa yang Oppa lakukan pada Jiyeon..

Eomma dengan panik menggedor pintu kamar Jiyeon..

“Jiyeon! Minho! Bukalah!”

“Ini semua salahku, seharusnya aku tahu bahwa Minho akan kehilangan kendali diri jika sudah meminum minuman keras” Sesal eomma. Appa mencoba mendobrak pintu itu, tetapi tidak berhasil..

***

( Jiyeon Pov )

Minho Oppa berhasil menangkap tanganku lalu menyeretku masuk kedalam kamar yang ku tempati dipenginapan ini. Apakah ia akan berusaha menciumku seperti kejadian beberapa tahun yang lalu? Aish!! Aku yakin Minho Oppa akan kehilangan kendali diri. Aku terus memberontak..

Cklek! Aku mendengar Minho Oppa mengunci pintu kamarku lalu berbalik membuatku memandangnya dengan tatapan was-was. Dengan langkah sempoyongan ia mendekatiku, dengan cepat aku berlari memutari tempat tidur supaya jauh dari jangkauannya..

“Tolong!” Aku berharap Yoona ahjumma, Siwon ahjussi menyadari hal apa yang terjadi.. Biarpun aku menyukai Minho Oppa, aku sangat takut melihat hal lain dalam dirinya. Saat ia mabuk, ia akan bertingkah layaknya bukan dirinya sendiri..

“Kemarilah sayangku”

“Oppa.. menjauhlah!! Kau bukan dirimu “

Minho Oppa berhasil menangkapku. Ia memeluk tubuhku dengan erat lalu menjatuhkanku ke atas ranjang King Size ku.

“O..Oppa” Aku terkejut saat tiba-tiba saja ia menindihku lalu memegang tanganku diatas kepalaku membuat tubuhku terkunci dengan sempurna dibawah tubuhnya. Ia menatapku dengan tatapan lembut yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya. Aku meneguk liurku pahit.

“Mengapa kau terlihat sangat ketakutan eoh?”

“Oppa sadarlah..”

“Aku sudah sadar sepenuhnya Yeon-ah” Ucapnya. Yeon? Jiyeon? Do Yeon? Siapa yang maksud Minho Oppa? Aku atau Do Yeon eonni?

“Jangan terus membuatku tersiksa .. jangan terus membuatku ingin memilikimu.. jangan membuatku jadi sangat berambisi untuk memilikimu.. hentikan semuanya..” Minho Oppa meracau dengan tidak jelas. Ia menatapku dengan tatapan dalam..

“Oppa, kau sedang mabuk”

Dor!!Dor!! Aku mendengar suara gedoran dipintu. Aku yakin, Sulli sudah menceritakan tentang Minho Oppa. Minho Oppa tetap menatapku dengan tatapan dalam lalu melumat bibirku dengan lembut dan dalam membuatku benar-benar tidak bisa bergerak. Tuhan, aku benar-benar terbuai dengan ciumannya. Aku merasakan hawa tubuhku memanas dan perutku terasa tergelitik..

Minho Oppa melepaskan ciumannya lalu menjilat bibirku..

“Aku mencintaimu..” Ia memeluk tubuhku dengan erat.

“Yeon-ah” Aku terpaku,aku tidak bisa mengucapkan apapun sekarang.. Tubuhku bergetar dengan hebat, dan aku merasakan Minho Oppa mulai terlelap sambil memelukku dan tepat saat itu pintu kamar terbuka. Yoona Ahjumma langsung menghampiriku dengan wajah khawatir

“Kau tak apa Jiyeon? Minho tidak berbuat macam-macam bukan padamu?” Aku mengangguk dengan senyum.

“Minho Oppa tidak melakukan apapun ahjumma, ia hanya ingin tidur sambil memelukku” Ucapku sambil menunjuk Minho Oppa yang sudah tertidur sambil memelukku dengan meletakkan kepalanya diatas dada ku. Yoona ahjumma tersenyum kecil lalu mengelus puncuk kepala Minho Oppa..

“Malam ini aku akan tidur bersama sulli” Aku bangkit, tetapi sebelum itu aku mencari bantal untuk menjadi tempat sandaran Minho Oppa..

Siwon ahjussi, Do Yeon eonni dan Sulli hanya dapat diam.

“Biarkan Minho beristirahat” Siwon ahjussi keluar lebih dulu lalu kami keluar dan aku menutup pintu. Apakah Minho Oppa benar-benar mencintaiku?

***

-Keesokan Paginya

Aku merapatkan handuk yang menutupi tubuhku. Aku benar-benar malu jika harus memakai bikini ini. Aku dan Sulli sampai ditepi pantai dan melihat Do Yeon eonni dengan bikini seksinya sedang duduk disamping Minho Oppa. Minho Oppa juga terlihat nyaman saja berada didekat Do Yeon eonni. =_= Aku cemburu!

Sulli melepaskan handuk penutup tubuhnya dengan cuek sedangkan aku malah mengeratkan handukku. Sulli benar , tubuh do yeon eonni sangat-sangat ideal. Berbeda denganku yang mungkin bisa dibilang sedikit gendut. Yoona ahjumma juga ternyata memakai bikini.. biarpun sudah menginjak umur 40 Tahun, Yoona ahjumma masih memiliki tubuh yang benar-benar indah…

Beberapa namja melewati Sulli dengan wajah kagum karena tubuh indah sulli. Aku benar-benar malu dengan tubuhku sendiri..

“Ya! Mengapa kau masih belum melepaskan handukmu”

“Anniyo! Shiroooo” Tolakku..

“Mboo!! Ya! Lepaskan saja” Terjadilah tarik menarik antara aku dan Sulli membuat Perhatian Minho Oppa teralih pada kami. Minho Oppa berjalan kearah kami dengan wajahnya yang datar, apakah ia sudah merasa lebih baik? Setelah mencium bibirku tadi malam =_=

“Sulli, bukankah Oppa sudah memperingatkan untuk tidak memakai pakaian terbuka? Banyak namja yang melihat kearah kalian dengan wajah mesum” Omel Minho Oppa. Sulli menggunakan kesempatan itu untuk menarik handuk yang ku pakai dan mata Minho Oppa langsung terbelalak melihatku hanya memakai bikini. Apakah sekarang pipiku sudah merona.. andwe!

“Berhasil! Ah Jiyeon kau benar-benar mempunyai tubuh yang mengagumkan” Komentar Sulli lalu berlari meninggalkanku bersama Minho Oppa yang masih terbelalak. Aku dengan cepat menutup dadaku. Aku malu..

Beberapa orang namja berjalan melewati kami ..

“Wah, lihatlah ada bidadari disini”

“Kau seperti malaikat”

“Omo tubuhmu benar-benar indah manis” Sial! Sulli sudah membawa kabur handuk yang ku pakai. Aku benar-benar malu jika harus menggunakan bikini, apalagi didepan Minho Oppa. Beberapa namja itu mencoba memegang pipiku tetapi Minho Oppa langsung menapik lengan namja itu dan menarikku menjauh..

“mengapa kau memakai baju terbuka seperti itu? Umurmu masih belum seberapa, kau lihat? Banyak namja yang menatapmu dengan nafsu”

“Sulli benar-benar , bagaimana bisa ia membawa pengaruh buruk padamu?” Omel Minho Oppa terus merangkul pundakku membawaku kembali ke Penginapan.

“Pakailah ini untuk menutupi tubuhmu..” Minho Oppa melemparkan handuk dan dengan cepat aku melilitkan handuk itu ketubuhku, akhirnya aku bisa bernafas dengan lega. Tetapi kemudian kejadian semalam kembali terngiang dikepalaku, dan juga sekarang aku dan Minho Oppa hanya berdua didalam kamar ini..

“Oppa”

“Wae?”

“Bagaimana Do Yeon eonni menurutmu?” Pertanyaan itu tiba-tiba saja terlontar dari bibirku. Minho Oppa diam sejenak lalu berkata..

“Do Yeon adalah yeoja baik dan juga cantik, ia sepertinya sosok kekasih yang menyenangkan dan juga sepertinya Do Yeon memiliki sisi ke ibuan.. Do Yeon juga mempunyai banyak Talenta yang mengagumkan” Puji Minho Oppa pada Do Yeon eonni.

“apakah kau menyukainya?” Apa yang ku katakan? Mengapa aku malah bertanya hal seperti itu.

“Nde, aku menyukai Do Yeon. Hanya namja bodoh yang tidak menyukai yeoja sepertinya..”

“Kalau begitu mengapa kau malah menerima perjodohan denganku.. mengapa kau tidak melamar Do Yeon eonni saja? Bukankah ia cantik, kekasih yang ideal dan juga ia cocok menjadi ibu dari anak-anakmu Oppa” Tiba-tiba saja aku merasa tersulut emosi. Minho Oppa terdiam sambil menatapku dengan tatapan penuh arti..

“aku jatuh hati pada seorang yeoja. Yeoja yang mempunyai senyum indah yang selalu membuatku terpesona, dan aku rasa ia adalah yeoja yang pertama kali dapat membuatku terpikat sejak pertama kali bertemu dengannya, dan itu membuatku benar-benar frustasi. Bagaimana bisa aku menyukainya sedalam ini dan sekarang aku benar-benar mempunyai ambisi yang sangat besar untuk memilikinya. Yeoja itu membuatku ingin memilikinya..” Sakit! Jadi Minho Oppa sudah menemukan yeoja yang ia cintai? Aku yakin sebentar lagi Minho Oppa akan menolak perjodohan ini lalu membawa yeoja yang ia maksud tadi.. Apakah semalam Minho Oppa mengira bahwa aku adalah yeoja yang ia cintai? Pantas saja ia mengatakan bahwa ia mencintaiku. Aku yakin yeoja yang dimaksud Minho Oppa adalah Do Yeon eonni..

“Yeoja yang hebat .. jadi Oppa berbohong pada Yoona ahjumma? Mengapa Oppa mengatakan bahwa Oppa terjatuh ? Padahal sebenarnya Oppa yang melukai tangan oppa sendiri” Aku mencoba tersenyum ditengah kesakitan ini tapi air mataku tidak dapatku tahan lagi aku ingin menangis sekarang ..

“Orang itu Do Yeon eonni kan Oppa?”Tanyaku dengan suara serak dengan air mata yang sudah mentes. Minho Oppa terdiam..

“Mianhae-“

TBC-

Bagaimana? Mianhae jika Fanfiction milik author semakin menjadi abal-abal karena author sedang dalam masa urak-urakkan (?)

Mianhae jika hasilnya tidak seperti yang kalian harapkan… keke.. :D Jangan Lupa RCL NDE~!!

 

[ One Shoot ] Marriage Parent


IMG_20140420_210632

Tittle : Marriage Parent

Author : Park Shin Ji

Genre : Friendship, Romance

Type : One Shoot

Rating : General

Poster : Shin Ji Art

 

Main Cast :

–          Park Jiyeon

–          Choi Minho

–          Choi Sulli

Support Cast :

–          Other

 

“Annyeong, ini adalah ff pertamaku. Semoga kalia suka para readers, mian jika tidak nyambung.  Maklum inikan ff pertamaku, Mohon Kritik dan Saran-Nya Nde ^^ Gomawo

Happy Reading and Keep RCL :) 

 

 

*******************

Jiyeon pov

 Hari ini aku sudah tiba di Seoul, Korea Selatan. Aku baru tiba di Bandara Seoul Airport, beberapa minggu lalu aku liburan semester pertama kelas tiga untuk SMA, aku sebentar lagi lulus SMA. Dengan adanya liburan ini aku memanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mengunjungi eomma dan appa di Tokyo, Jepang, dan kembali saat mendekati akhir liburan.

Appaku, Park Yoochun adalah seorang pegusaha yang sangat sukses di Tokyo dan oemma, Park Tae hee sorang pengacara yang lumayan sukses, oleh karena itu appa dan oemma tak di Korea karena disini mereka tak sesukses di Jepang.

Aku di Korea bersama dengan ahjussiku Park Junsu dan anaknya Sulli, aku bersekolah yang ditempat yang sama dengan sulli. Ahjussiku, appa sulli adalah seorang Kepala sekolah disekolahku. Meskipun begitu aku dan sulli tetaplah harus berusaha untuk mendapatkan nilai tanpa cara instan, karena ahjussi junsu merupakan orang yang memiliki sifat disiplin, dingin, ketat, dan tak pilih kasih.

Menurutnya semuanya sama dimatanya, tanpa melihat dia anak orang kaya atau miskin, itulah ahjussi junsu. Ia memperlakukan ku sama seperti sulli anaknya.

Tak serasa dua minggu liburan sudah berakhir. Tak terasa kalau kita menjalani dengan senang hati, besok hari aku harus bersekolah kembali.

***

KRIINGG..

Suara jam alarm yang membuatku terkejut dan bangun seketika, dan melihat kearah jam. Dengan kepala tertunduk dan mata yang masih ngantuk aku berjalan dengan perlahan menuju kamar mandi, aku mencuci mukaku dan mandi.

Aku dari lantai atas melewati tangga lalu menuju kedapur, aku melihat ahjussi yang duduk di meja makan bersama sulli dan tersenyum melihat kearah dengan terpaksa aku memasang wajah tersenyum lalu duduk disebelah sulli.

“Morning jiyeon-nnie” Ucap sulli dengan wajah tersenyum manis menatapku. Aku menatap dengan tatapan malas.

“Ne, morning” ucapku malas. Ahjussi melihatku dengan tatapan aneh lalu tersenyum, ia melihat jam di tangannya.

“Aigoo.. kita telat!” teriaknya yang membuat mataku langsung terbelalak.

“Kalian makanlah dulu, aku keatas dan mengambil berkas sekolah.” Aku dan sulli mengangguk tanda mengerti, ahjussi hanya tersenyum lalu berlalu.

“Ne, jiyeon-nnie kenapa kamu tidak makan?. Kamu ingin bawa bekalnya?” tanya kepada ku lalu tersenyum manis. Aku hanya mengangguk, sulli memberikan tempat bekal. Satu-persatu aku memberikan selai dan ceres pada roti ku lalu memasukkan nya ketempat bekal.

Ahjussi turun dengan meneteng tas hitam berisi berkas-berkas penting lalu menuju keluar. Aku dan sulli mengikuti ahjussi berjalan kegarasi lalu masuk kemobil, ahjussi pun mengeluarkan mobil nya dan menggas mobilnya dengan kecepatan normal.

Jiyeon pov end

Author Pov

Jiyeon pun akhirnya sampai di depan gerbang sekolah nya, jiyeon dan sulli keluar dari mobil lalu berjalan menuju kelas masing-masing.

Setelah sampai dikelas jiyeon mengambil kotak bekalnya dan mengambil roti yang ada di dalamnya. Belum saja jiyeon mengambil bekalnya, tiba-tiba minho mengebrak meja nya dengan tatapan sinis dan senyum semirik terpampang dibibir nya.

“Wae?,” tanya jiyeon tanpa menatap minho.

“Kamu sudah tahu keinginanku, kan? Ini ada banyak pr yang belum kukerjakan. Aku meminta kamu untuk menyelesaikan nya hari senin lusa.” Jawab minho sambail menyerakan tumpukun buku lalu berlalu.

“Aiiissshhh.. ini pemerasan otak nama nya!” kesalk jiyeon sambil mengacak-acak rambutnya sendiri dan menundukkan kepalanya kemeja.

Ini karena kesalahan jiyeon juga, karena telah mempermalukan jiyeon didepan banyak orang.

Flashback on

Minho datang dengan gerombolan temannya duduk disebelah jiyeon, tanpa sadar jiyeon tetap melanjutkan makannya.

“Ne, coba kalian lihat? Dia cantik juga ya?” tanya minho keteman-temannya, mereka hanya mengangguk dan sambil tersenyum-senyum melihat jiyeon. Jiyeon tak sama sekali merespons mereka.

“Ku dengar kamu adalah keponakan kepala sekolah?, wah.. enak dong, bisa bolos terus tanpa mengkhawatirkan tentang kehadiran kelas dan nilai. Hahahaha!!” minho tertawa beserta teman-temannya. Jiyeon tetap tidak merespons dan diam.

“Yak!!, kamu menganggap kami yang berbicara ini patung ya!. Kami disini sedang membicarakan kamu!” teriak minho yang sudah membuat jiyeon geram.

Sontak jiyeon berdiri dan mengambil minumannya lalu menyiram minuman keatas kepala minho, mereka yang berada dikantin sontak kaget melihat yang dilakukan jiyeon. Teman-teman minho hanya terdiam dan berani berbicara.

“Ne, jangan sok seenaknya apalagi disekolah. Meskipun aku ini keponakan ahjussi junsu, kepala sekolah kita. Aku tetap harus belajar demi mendapatkan nilai bagus, tak memikirkan cara yang instan seperti pikiranmu!” ucap jiyeon, lalu pergi menuju kelasnya.

“Aaaiiiissshhh!!!!… dasar sialan!, berani sekali kamu memperlakukan aku seperti ini. Lihatlah akan kubuat kau minta maaf denganku!.” Tekad minho sambil berteriak sehingga jiyeon mendengarnya.

“Mwo?, Lakukan saja apa yang kamu mau.” Ucap jiyeon.

*****

“Ji, kenapa kamu bisa berkelahi dengan minho. Minho itu sudah berkuasa disini, jangan sekali-kali kamu melawannya berseta teman-temannya. Jika tidak kamu dalam bahaya besar.” Saran sully.

“Untuk apa aku takut?” tanya jiyeon sambil mengerutkan keningnya. Jiyeon mulai ragu dengan kata-katanya tadi.

Besok paginya..

Akhirnya mereka turun dari mobil, belum juga jiyeon berjalan sampai tempat duduknya ketika jiyeon hendak membuka pintu, tiba-tiba ada guyuran air dari atas sehingga jiyeon basah kuyup. Jiyeon menatap minho yang duduk dibelakang, mereka tertawa terbahak-bahak melihat jiyeon basah kuyup.

“Ne, jiyeon-nnie. Kamu belum mandi? Sini kumandikan. Hahahaha!!” tawa mereka lagi.

“Mwo? Belum mandi?” ucap jiyeon kebingungan. Tanpa pikir panjang jiyeon menuju tempat duduknya, dan mengambil plastik yang ada di dalam tas nya lalu keluar menuju toilet wanita.

*****

“Dasar namja gila, apa dia tidak mencium bau shampoo dan sabunku?” omel jiyeon didalam toilet.

Tap,,tap,,tap,, suara sepatu seseorang berjalan mengarah kedepan pintu toilet yang jiyeon masuki. Dengan cepat jiyeon mengganti bajunya, langsung membereskan semuanya.

Ketika hendak membuka pintu toilet alangkah terkejut nya jiyeon.

“Namja gila!!, apa yang kau lakukan didepan pintu toilet wanita??” ucap jiyeon terkaget-kaget melihat minho sudah berada didepan pintu toilet.

“….”minho hanya diam menatap jiyeon.

“Yak!, kau kenapa?” tanya jiyeon mulai ketakutan, melihat tatapan minho yang seperti ingin memakan jiyeon, jiyeon seperti mengingat sesuatu.

“Aku minta maaf” ujar minho akhirnya berbicara.

“Nde?”

“Aku minta maaf” ulang minho.

“Aku tidak mimpikan?, seorang namja yang berkuasa meminta maaf kepada ku karena telah mengerjaiku?” jiyeon tidakpercaya dengan apa yang minho katakan.

“Ayolah, ucapkan kata ‘Iya, aku memaafkanmu’ apa sulitnya?” rengek minho.

Jiyeon memegang dada bidang minho lalu berlalu.

*****

Minho Pov

“Ayolah, ucapkan kata ‘Iya, aku memaafkanmu’ apa sulitnya?” rengekku dengan jiyeon.

Jiyeon hanya memegang dadaku dan berlalu. Apa maksudnya ini? Aku benar-benar tidak mengerti dengan yeoja itu. Tapi, apa tadi kenapa aku deg deg an disentuh olehnya?,ahh masa bodoh.  Akhirnya aku hanya bisa kembali kekelas dengan gontai.

Pulangsekolah~

“Nde. Kalian pulanglah duluan. Aku ada urusan sebentar.” Ucapku dan langsung berjalan menaiki tangga yang menuju ke atas bagian sekolah.

“Sulli-ah, sulli-ah, kau dimana?” teriakku mencari sulli yeojachinguku. Nde, sulli yeojachinguku. Kami sudah lama menjadi pasangan kekasih sekitar 6bulan yang lalu.

Flashback On

Beberapa hari setelah penerimaan murid baru disekolahku, aku melihat seorang yeoja yang menurutku cantik. Wajah polos, kulit putih dan tinggi. Siapa nama yeoja itu? Apakah dia sudah punya pacar? Aigoo~ aku harus mencari tahu.

Ternyata sulli anak dari kepala sekolah park junsu. Tiba-tiba saja aku merasa jatuh cinta kepada yeoja itu. Tenang saja, aku anak dari tuan Choi kepala yayasan sekolah ini. Untuk apa aku takut ditolak oleh yeoja polo situ? Akhirnya aku memberanikan diri mendekatinya saat dia duduk ditaman sekolah saat isirahat pertama.

“Annyeong, yeoja cantik. Boleh aku duduk disini?” tanya ku dengan memasang wajah handsome.

“Nde, kau boleh duduk disini.” Jawabnya, aigoo.. saat dia tersenyum wajah nya manis sekali.

“Namamu siapa?”

“Nde, Park Sulli imnida”

“Aku Choi Minho, salam kenal yeoja cantik”

“Nde, Choi Minho? Anak kepala yayasan ?” ucapnya terkejut. Aku hanya mengangguk.

Sampai akhirnya kami berkencan dan berpacarn sampai sekarang. Aku bahagia memiliki sully, yeoja yang sangat aku cintai ini.

Flashbacl Off

“Oppa, aku disini” teriak sulli sambil melaimbai tangannya kearahku. Aku berjalan kearah sulli dan duduk disebelahnya.

“Sudah lama menungguku chagi?”

“Nde, aku sudah lama menunggumu. bagaimana, apa jiyeon memaafkanmu?” tanya nya.

“Dia tidak menjawab apa-apa, sulli-ah.” Nde, sulli lah yang meminta ku untuk minta maaf dengan jiyeon. Jika, bukan sulli yang minta mana mungkin aku meminta maaf dengan yeoja aneh itu.

“Aigoo.. jiyeon. Oppa bagaimana kalau kita makan? Aku sudah sangat lapar saat menunggumu” ucap sulli manja sambil mengembungkan pipinya yang chabi.

“Kajja, aku juga sudah sangat lapar” aku menarik tangan sulli dan pergi meninggalkan atap sekolah.

Minho Pov end.

Author Pov

“Nde, sudah kuduga.” Ucap seseorang dibalik tembok pintu atap sekolah. Lalu pergi meninggalkan atap sekolah.

*****

“Aku pulang”Ucap jiyeon membuka pintu rumah.

“Mwo? Kemana orang rumah biasa nya tak sesepi ini? Ya, sudahlah aku ingin istirahat.” Jiyeon melenggang masuk menuju kamarnya.

“Hah.. aku hari ini benar-benar capek. Hari pertama sudah sial begini apalagi hari berikutnya, aku ingin pulang ke Jepang saja rasanya tapi beberapa bulan lagi aku akan menghadapi ujian, hah… jalani sajalah” jiyeon menarik nafas panjang dan beberapa saat kemudian ia tertidur.

*****

‘Hah? Jam berapa ini?’ tanya jiyeon dalam hati. Lalu menengok kearah jam bekernya dan bernafas lega. Karena jarum pendek nya masih menunjukan jam 5 sore.

 “Aigo~ tenggorokan ku sangat kering” ucap nya sambil menguap dan berjalan gontai keluar kamar. Belum saja jiyeon dua langkah dari pintu kamarnya, alangkah terkejutnya dia melihat sulli sedang bercumbu dengan minho diruang tamu rumah dan sedikit mendengar desahan dari mulut sulli.

Jiyeon diam membeku seketika, rasa kering ditenggorakan nya hilang seketika oleh dibasahi air liur yang ia teguk sendiri. Antara percaya antara tidak jiyeon melihat pemandangan itu, sulli yang dikenal sangat lugu itu ternyata sudah bisa bercumbu dengan namjachingu dirumah.

Jiyeon langsung kembali kedalam kamar nya dan mengunci pintu kamar lalu kembali keatas ranjang dan menarik selimut, jiyeon tak tahu apa yang dia rasakan sekarang sakit hati, terkejut, ingin menangis, menyesal dan iri , semua nya bercampur menjadi satu. Tapi yang jiyeon sangat harapkan bahwa ini hanyalah mimpi.

 “Kenapa aku melihat pemandangan itu?” tanya jiyeon pelan. Jujur jiyeon merasa bahwa dia mulai tertarik dengan namja gila itu, yang membuat jiyeon takut dengan tatapan seperti ingin memakan jiyeon, menyuruh jiyeon mengerjakan pr, dia menertawakan jiyeon menurut nya semua itu lah yang membuat jiyeon menyukai namja gila itu.

Cukup lama jiyeon terdiam dibawah selimutnya, entah kemana pikiran jiyeon melayang sampai ia tersadar  bahwa ada seseorang yang mengetuk pintu kamar dan memanggil namanya. Dengan berat hati ia berjalan unutk membuka pintu.

“Oh ahjussi.. ada apa?” tanya jiyeon kaget ternyata ahjussi park yang mengetuk pintu kamarnya.

“Kemana sulli?”

“Nde?, sulli. Kurasa dia tadi sudah pulang.”

“Aku tidak melihatnya dari tadi, kukira dia pulang bersamamu tadi” jiyeon menggeleng.

“Ya sudahlah mungkin sedang kerja kelompok dengan teman-temannyaa” ucap ahjussi mengakhiri pembicaraan dan berlalu. Jiyeon hanya menggangguk lalu kembali menutup pintu kamar.

*****

Jiyeon Pov

Aku dengan cepat mengambil tempat bekal dan memasukkan roti kedalamnya, entah kenapa aku tak ingin melihat wajah ahjussi dan sulli. Lalu berangkat kesekolah.

Sekolah~

“Hah.. untung aku tidak telat” Ucapku, aku tidak telat tapi ini masih pagi. Hanya beberapa murid saja yang datang, bergegas aku kekelasku dan duduk ditempatku lalu memakan bekalku. Baru tiga gigitan, nafsu makanku sudah hilang. Ada namja gila.

“MANA PR KU?” bentak minho didepan meja. Aku hanya diam tanpa melirik wajah nya dan tetap melanjutkan memakan bekalku.

“YAK!! NONA PARK!! AKU BERBICARA DENGANMU” aku masih diam tapi sepertinya minho kehabisan kesabaran. Dengan cepat kuhabiskan makanan ku lalu berdiri meninggaalkan ruang kelas.

Aku benar-benar malas melihat wajah namja gila itu, apalagi melihat wajahnya pasti terbayang kejadian sore itu. Ahh.. jiyeon pabbo. Kenapa kau waktu itu membuka pintu kamar, jiyeon!! Aku benar-benar mengutuk diriku sendiri.

Seseorang memegang bahuku dan dengan respect aku ngambil tangan orang itu lalu memelintirkannya kebelakang tubuh orang itu.

“OMMO?!” astaga, ahjussi! (cerita jiyeon ini juga bisa beladiri)

“Ahjussi?!, eh, Saem! Mianhe..mianhe.. aku tidak tahu itu saem, aku tadi respect” sambil membungkuk 90 derajat dihadapan beliau, beliau hanya mengangguk angguk sambil tersenyum.

“Nde,tidak apa-apa jiyeon. Sehabis pulang sekolah, kau datang keruanganku.” Perintah ahjussi junsu kepada ku, aku mengangguk.

*****

“Nde, kau datang jiyeon?” tanya ahjussi kepadaku, aku mengangguk lagi.

“Duduk, ada yang ingin ku bicarakan” Aku mengikuti perintahnya saja.

“Eommamu kemarin menelpon ahjussi, dia meminta ahjussi menyampaikan pesan. Bahwa, setelah lulus SMA nanti kau langsung saja ke Jepang, kau akan kuliah disana dengan tunanganmu” cerita paman kepadaku, tunggu. TUNANGANKU?! Siapa ?, oemma tidak pernah mengatakannya kepadaku?

“TUNANGAN KU ?! MAKSUD AHJUSSI APA?!”  ucapku setengah teriak.

“Sudah kuduga respon mu akan begini, biar ahjussi ceritakan. Sejak masuk SMP kau sudah ditunangkan dengan anak ketua yayasan SMP-SMA Kirin ini. Karena ketua itu juga teman ayahmu, berarti temanku juga. Aku sih,, setuju saja.” Jelas ahjussi kepadaku. Aku hanya bisa mendengus, kenapa aku tidak tahu.

“Kenapa aku tidak tahu dengan pertunangan ini sejak awal?” tanyaku menyelidik.

“Sekolahmu, jika kau tahu kau pasti stress. Itu akan menganggu kegiatan sekolahmu.” Jawab ahjussi dengan santai sambil mengambil gelas kopi yang dibuatnya tdi.

“Ini juga akan mengangguku, minggu depan aku sudah ujian nasional. Kenapa kau memberitahukan ku kepadaku sekarang, ahjussi. Kau ingin mempermalukan aku didepan tunanganku karena nilaiku jelek, hanya memikirkan masalah ini??” aku melipat tangan didada, sebenarnya aku penasaran dengan siapa aku ditunangkan. Tunggu dulu, anak ketua yayasan sekolah kirin? Siapa, aku tidak pernah tahu. Yang kutahu aku hanya sekolah disini, ahjussi junsu lah yang mengurus semua nya sejak kepergian eomma dan appa ke Jepang. Ah.. peduli apa aku, lebih baik aku pulang untuk istirahat.

“Tunggu dulu, kau mau kemana?” tanya ahjussi junsu mencegatku. Aku hanya menatap malas wajahnya, lalu berlalu untuk pulang kerumah.

*****

Besok adalah hari terakhir ujian, aku merasa beruntung, dengan ketidakperdulian ku terhadap masalah pertuangan ini aku malah merasa enjoy. Aku tidak terasa terbebani, Hanya saja.. aku sangat-sangat penasaran siapa yang menjadi tunanganku, apa dia sanggup dengan sifatku. Hahaha.. jiyeon pabbo.

“Jiyeon-ah..” panggil sulli, aigo.. aku malas sekali melihat wajah bermuka dua nya itu.

“Nde.. ada apa sulli-a? aku sedang sibuk belajar, jangan ganggu aku.” Jawabku ketus. Tanpa melirik wajahnya. Nde, aku dan sulli sekarang tidak seakrab dulu. Semenjak, aku mengetahui sulli bisa seperti itu aku malah merasa minder. Tapi, apa dia sekarang masih menjadi yeojachingu nya namja gila itu? Akhir-akhir ini sulli selalu pulang bersama dengan ahjussi, appanya.

“Aku ingin pulang denganmu, ada yang ingin aku bicarakan. Ini penting, ji. Kumohon.” Mohonnya kepadaku, aku hanya mengangguk. Sekilas aku hanya melihat di tersenyum kecil lalu berlalu Tapi, apa dia sekarang masih menjadi yeojachingu nya namja gila itu? Akhir-akhir ini sulli selalu pulang bersama dengan ahjussi, appanya.

“Aku ingin pulang denganmu, ada yang ingin aku bicarakan. Ini penting, ji. Kumohon.” Mohonnya, kepadaku, aku hanya sekilas melihat dia tersenyum kecil lalu keluar kelasku.

*****

“Sulli-a , kau sudah lama menungguku?” tanyaku kepadanya saat ia menungguku didepan gerbang sekolah, ia hanya menggeleng.

“Jangan bohong, kau kan pintar sudah pasti dengan mudah mengerjakan soal.” Ia hanya tersipu mendengar pengakuanku.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Sepertinya serius sekali?” tanyaku langsung keinti tanpa basa-basi. Kulihat dia menunduk.

“Ji, kau tahu minho? Namja yang ada dikelas mu itu?, yang sering mengganggumu.” Aku mengangguk.

“Di..di..dia..pacarku..” aku hanya diam saja, aku sudah mengetahuinya sulli-a, mian.

“Lalu?”

“Kenapa kau tidak terkejut? Bukankah kau juga menyukainya” Kemarin sulli-a kemarin, dan sekarang tidak lagi semenjak aku melihat kejadian itu. Nde, aku dulu menyukai minho. Tapi, aku menyukai saat aku masih kelas 2 SMP sampai aku sekarang tapi rasa suka ku telah hilang tak berbekas lagi kepadanya.

Flashback On

Saat perjalanan pulang..

“Ji, ada apakah kau menyukai seseorang?” tanya sulli kepadaku. Aku hanya tersipu malu kalau ditanya siapa namja yang kusuka.

“Ayolah, ji. Katakan saja, siapa namja yang kau suka?” rengek sulli.

“Minho” jawab ku pelan.

“Nde?, minho. Apa kau tidaak salah suka dengan idola sekolah?, ah aku lupa dia kan idola sekolah, hehehe..” aku melihat senyum aneh yang sully pasang diwajahnya.

“Kau harus menutup mulutmu, dan..” ucapku terputus.

“dan.. apa?”

“Dan jangan mengungkit-ungkit lagi masalah namja yang kusukai ini” kutatap matanya yang bening itu untuk mencari kepastian didalam dirinya untuk membagi rahasia ku ini.

“Tentu saja, aku bukan sahabat atau sepupu yang tidak baik. Hahaha.. percayalah kepadaku” sulli tertawa lepas. Mulai saat itu aku malah ragu dengannya, untunglah dia tidak pernah lagi mengungkit-ungkit namja gila itu.

Flashback Off

“Aku terkejut, tapi aku lagi malas memasang wajah terkejut”

“Hahaha.. Ji, kau ini bisa saja membuat aku tertawa saat sedang sedih begini.” Greebb.. sulli memelukku. Pelukan yang sudah lama tidak kurasakan dari sully, aku hanya dapat terdiam.

“Aku putus dengannya, Ji. Oppa minho memutuskan ku. aku tidak tahu kenapa dia memutuskanku, Ji.” Sulli melepaskan pelukannya. Aku hanya bisa menatapnya iba, kasihan sulli dia ternyata benar-benar mencintai namja gila itu.

“Sulli-a, yang sabar ya..” sambil mengelus punggungnya.

“Nde, terima kasih Ji.” Dan setelah itu kami berdua terdiam tanpa ada yang memulai berbicara, larut dengan pikiran masing-masing bahkan sampai rumah.

*****

“Ji, jangan lupa denganku nde?. Karena mungkin kau sedang asik dengan tunanganmu disana.” Ucap sully sambil mempoutkan bibirnya lalu memeluk ku, aku mengangguk.

“Kau juga ya?” aku dan sulli saling melempar senyum.

‘KEPADA PENUMPANG TUJUAN JEPANG HARAP NAIK KE PESAWAT, SEKALI LAGI..’

“Sulli-a aku berangkat dulu ne, jangan lupakan aku” sulli mengangguk, Jepang aku datang. Tunggu aku, tunangan ku, eomma dan appa.

Jiyeon Pov End

Author pov

Jiyeon terus memandang kearah luar jendela pesawat, yang dipikirkannya adalah siapa calon suaminya nanti, apa tampan atau malah sebaliknya. Kalau ditanya kaya? Sudah pasti itu. Karena mendengar cerita ahjussi junsu dia anak pemilik yayasan sekolah ku itu.

“Hah,, sebentar lagi aku sampai diJepang” ujarnya sampih menangkup wajahnya.

Beberapa jam kemudian..

“Hallo, eomma. Aku sudah sampai,,” ucap jiyeon berbicara dengan eomma nya ditelpon, jiyeon mengangguk angguk.

Diberjalan keluar Bandara, berdiam sebentar. Tak berapa lama mobil mewah datang, supirnya membuka pintu mobil dan mempersilakan jiyeon masuk.

Jiyeon menikmati perjalanannya pulang kerumahnya di Jepang, sampai akhirnya jiyeon sampai didepan rumah besar supar mewah milik keluarga park. Jiyeon masuk tanpa ragu untuk menemui eomma tersayang nya.

“Eomma… aku rindu sekali dengan eomma” jiyeon menghampiri eommanya yang sedang menunggunya di ruang tamu beserta appanya.

“Ne, eomma juga chagi.” Membalas pelukakan jiyeon.

“Apa kau tidak merindukan appa mu?” tanya tuan park kepada anak semata wayang nya ini.

“Heheh.. sepertinya tidak appa.” Jiyeon memeluk apanya.

“Eomma!!, kenapa engkau tidak memberitahuku tentang pertunangan itu? Aigoo~ untung saja saat ujian kemarn aku tidak stress memikirkan itu” kesal jiyeon sambil mempoutkan bibirnya.

Taehee hanya terkekeh mendengar jiyeon kesal tentang pertunangan itu,

“Ne, eomma minta maaf. Mianhe jiyeon-ah.. eomma tidak ingin membuatmu stress terlebih dahulu. Jadi eomma tidak memberitahukannya kepadamu, maafkan eomma ne?” ranyu park taehee kepada anaknya yang cantik ini.

“Ne, tidak apa-apa eomma. Aku tidak masalah dengan tunanganku siapa. Aku tidak peduli eomma.” Jawab jiyeon dingin. Terdapat sedikit kekecewaan diwajah jiyeon, tapi itu dapat dilihat appanya yang dari tadi memperhatikannya.

“Tidak perlu khawatir, kau sudah mengenalnya.” Ucap park yoochun untuk menenangkan putrinya.

“Nde?, Aku mengenalnya? Aku saat ini tidak pernah dekat atau mengenal namja manapun, appa. Aigoo~ ternyata dunia ini sungguh sempit, bahkan aku menjadi calon istri orang yang aku kenal.” Jiyeon menghela nafas panjang. Lalu pergi meniggalkan ruang tamu, yoochun dan taehee hanya tersenyum melihat tingkah anak nya itu.

“Chagi, aku tidak sabar ingin melihat expresi jiyeon nanti ketika tahu siapa tunangannya” ucap yoochun kepada taehee. Park taehee hanya bisa tertawa pelan mendengar omongan suaminya itu.

Sulli Pov

“Oppa,, ayo angkat teleponnya. Aku ingin meminta kejelasan kepadamu kenapa kamu memutuskan ku..” gumamku sambil melihat layar handphone nya yang terlihat sedang menghubungi minho.

“Yeobseyo.. “ Ujar suara yang berasal dari handphoneku.

“Oppa, ini aku sulli.”

“Nde.. ada apa sulli?” tanya minho

“Aku ingin meminta penjelasan..” ucapku terputus.

“Tidak ada yang bisa kujelaskan, lupakanlah. Itu hanya masa lalu, maaf sekarang aku sedang sibuk.”  Tut..tutt..tut..

Deg.. kenapa oppa begitu dingin kepadaku, bukan seperti oppa biasanya. Ahh.. aku tidak kuat. Sepertinya aku harus meninggalkan minho selamanya, ya itu pasti. Kuharap kau bahagia, Minho-ssi.

Sulli Pov end

Author Pov

Tok.. tok.. tok..

“Ne, masuklah” ucap jiyeon berdiri dari kursi empuknya.

“Ji, malam ini kita akan menemui tunanganmu. Dandanlah yang cantik, ne?” eomma jiyeon tersenyum melihat jiyeon yang sedikt terkejut saat mendengar kata ‘menemui tunanganmu’. Jiyeon hanya bisa mengangguk lalu berjalan kearah kamar mandi.

“Kajima, ji. Tunangan mu, memberikan gaun ini kepadamu. Kau pakai, ne?” jiyeon megangguk.

Setelah mandi, jiyeon langsung mencoba gaun yang diberikan tunangannya.

‘aigoo~ sangat pas, tapi bagaimana dia tahu ukuranku’ Gumam jiyeon. Jiyeon hanya sedikit memelas blash on di pipinya, memakai eyeliner, lipblam, dan eyeshadow warna senada dengan gaunnya, cream.

Jiyeon menuruni tangga rumah, ternyata eomma dan appanya sudah menunggu jiyeon.

“Waw,, putri siapa ini? Apa kau tersesat nona” canda yoochun kepada putrinya yang saat itu memang terlihat elegan dan cantik.

“Appa, jangan buat mood ku rusak.” Ucap jiyeon dingin. Yoochun hanya bisa terkekeh mendengar jiyeon berkata seperti itu, lalu menggandeng tangan taehee dan berjalan keluar rumah untuk makan malam bersama keluarga si tunangan nya jiyeon.

“Kajima, Ji” cegat taehee seketika menghentikan jalan jiyeon.

“Ada apa eomma?” tanya jiyeon penasaran. Taehee mendekati jiyeon, memegang bibir merah jiyeon lalu membentuk lengkungan keatas.

“Cobalah kau tersenyum, eomma akhir-akhir ini jarang melihatmu tersenyum” jiyeon terdiam, lalu mencoba menggerakan bibirnya dan membentuk senyuman. Bagi jiyeon senyuman nya sangat mahal, bahkan sulli saja hampir tidak pernah melihat jiyeon tersenyum.

“Ne, begitu. Kau terliht sangat manis, chagi” keluarga harmonis ini berjalan bersama meninggalkan istana mereka untuk menangdiri makan malam pertunangan jiyeon.

*****

“Annyeong haseyo, Park Jiyeon imnida.” Jiyeon membungkuk 90 derajat didepan kedua calon mertuanya dan memasang senyum yang alami jiyeon keluarkan.

“Aigo~ anak mu cantik sekali Park Taehee, jadi ini yang namanya jiyeon.” Puji calon ibu mertuanya.

Jiyeon Pov

 “Aigo~ anak mu cantik sekali Park Taehee, jadi ini yang namanya jiyeon.” Puji calon ibu mertuaku. Aku hanya diam. Aku malas sekali sebenarnya, tapi karena aku penasaran siapa calon suamiku maka dari itu aku ikut.

Tapi, aku tidak melihat namja selain calon appa mertuaku. Ah.. kalo begini keburu lumutan baru dia datang. Siapa sebenarnya namja itu, kurasa ada tanda tanya besar diatas kepalaku.

“Mana dia?” eomma membuka pembicaraan.

“Ne, sebentar lagi dia datang. Dia tadi baru tiba dari Seoul, belum lagi memesan pakaian yang dia ingin kenakan. Aish.. dasar anak itu.” Omel calon ibu mertuaku.

“Ehem, ngomong-ngomong jiyeon. Marga kami adalah Choi. Ini suamiku, Choi siwon. Dia kepala yayasan Sekolah Kirin tempatmu sekolah, nama anak kami adalah..”

“Mianhe eomma!!, aku terlambat” ucap seseorang dari arah pintu.

JEGEERRR!!!! Kenapa tiba-tiba petir menyambar ku, kurasa aku harus pingsan sekarang. APA NAMJA GILA ITU TUNANGANKU!! Aaaaaa…… aku ingin berteriakk.. tidak mungkin, bangunkan aku dari mimpi ini. Aku hanya dapat diam membeku seketika, eomma yang tadi asik dengan makanannya terusik dengan aku.

“Nah,, ini dia anakku. Choi Minho.” Ucap Choi Shin hye. Minho hanya diam dan duduk diseberangku, Aigoo~ kenapa namja ini, jujur aku tidak pernah berdoa kepada Tuhan meminta minho jadi jodohku. Hah.. aku menghembuskan nafas panjang, sangat panjang..

“Ji, tentu saja kau mengenalnya kan?” tanya appa yang berada disebelahku.

“Ne, aku sangat mengenalnya.” Ucapku pelan.

Kulirik minho, dia hanya menatapku. Tapi bukan tatapan seperti ingin memakanku lagi, sorotan matanya cukup lembut menurutku. Aku sudah tidak lagi merasakan dag dig dug seperti dulu, semua perasaanku sudah hilang, jujur sudah hilang.

“Mianhe, eomma. Aku ingin ketoilet sebentar” ucapku kepada eomma, eomma mengangguk. Akhirnya, aku  bisa menghidarinya sementara. Aku berjalan gontai kearah toilet wanita, seperti semua kekuatanku untuk hidup telah hilang gara-gara namja gila itu.

TAP!

Seseorang memegang tanganku, tunggu. Aku mengenal pegangan ini, namja gila.

“Wae?” tanyaku.

“Kau belum tahu?” minho malah berbalik bertanya kepadaku.

“Tidak” jawabku pendek.

“Sudah kuduga, mianhe. Aku.. aku tidak memberitahukan ini kepadamu, aku tidak ingin sulli juga tahu.” Deg.. sulli ya, namja bodoh. Saat seperti ini masih memikirkan sulli, kau tidak tahu bagaimana hatiku minho-ssi, kau tidak tahu.

“Bukan maksud ku menyinggungmu, tapi saat itu aku ingin melupakan mu untuk sementara. Lalu merasakan  bahagia untuk selamanya.” Kumendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya, iya mengatakannya dengan tulus, sungguh tulus. Tapi apa aku bisa mencintainya lagi? Molla, aku akan coba.

“…” aku hanya bisa membeku, tangannya masih memegang tanganku. Tangannya hangat, sangat hangat.

“Jangan tanya apa-apa denganku. Aku tidak tahu apa-apa soal kau dan sulli, kalian pacaran saja aku tidak tahu. Aku tidak peduli, minho-ssi.” Aku melepaskan tangannya dan pergi ketoilet.

Jiyeon pov end

Minho Pov

“Jangan tanya apa-apa denganku. Aku tidak tahu apa-apa soal kau dan sulli, kalian pacaran saja aku tidak tahu. Aku tidak peduli, minho-ssi.” Dia melepaskan tangannya dan pergi ketoilet.

‘Kurasa aku namja yang benar-benar brengsek, Ji. Aku tahu kau melihat aku dengan sulli saat berada diatap sekolah dan dirumah sulli saat itu. Aku percaya hatimu, akan kembali terbuka untukku. Aku percaya itu’

Jujur aku berpacaran dengan sulli itu tanpa perasaan, awalnya saja aku menyukainya. Karena jiyeon datang dan bersekolah ditempatku sekolah aku mulai menyukai jiyeon untuk pertama kalinya. Aku juga bingunng dengan perasaanku, yang jelas saat SMP mengatakan pertungan ku dengan seorang gadis bermarga park itulak aku mulai yakin aku menyukainya, anhi.. tapi aku mencintainya.

Aku tahu jiyeon belum tahu dengan perjoohanitu, jadi aku iseng saja mengganggu nya dan berpacaran dengan yeoja-yeoja disekolah. Tapi aku tidak sadar bahwa jiyeon tidak cemburu, akhirnya aku bertemu lagi dengan sulli. Ternyata jiyeon dan sulli satu rumah, lalu aku berpacaran dengan sulli. Minho, kau terlalu pabbo. Kau malah mebuat perasaan dihatinya hilang kepadamu dan membuatnya hidup tanpa hati.

“Namja gila, kenapa kau bengong?” jiyeon mengibas-ngibaskan tangan nya didepan wajahkku.

“Aku tidak begong, Ji. Aku sedang memikirkan seseorang.”

“Siapa?” tanya jiyeon lagi.

“Yeoja yang sedang berbicara denganku.” Jiyeon hanya diam, ayolah ji. Jangan begini, hatiku bukan untuk sulli atau siapa. Tapi untukmu seorang, apa kau tidak sadar?

“Sebaiknya kita kembali, aku takut eomma khawatir padaku dan padamu.” Ah.. akhirnya kau mengatakan kata ‘kita’ yang artinya kau mengakui ku.

Minho Pov End

Author pov

“Sebaiknya kita kembali, aku takut eomma khawatir padaku dan padamu.” Ucap jiyeon. Minho hanya tersenyum mendengar kata kita yang diucapkan jiyeon.

“Kajja..” Minho menggandeng tangan jiyeon. Hangat itulah yang jiyeon rasakan, tapi satu yang menganggu jiyeon. Bagaimana nasib sulli, sepupunya. Apakah dia sekarang akan menangis jika dia tahu orang  yang dia cintai sekarang bersama dengan sepupunya yang dipercayainya sebagai sahabatnya.

Minho membuka pintu tempat eomma dan appanya sedang membicarakan tentang hari pernikahannya dengan jiyeon.

“Aigoo~ kalian langsung akrab, ne.. baiklah acara pernikahan kalian akan diadakan minggu depan.” Terang nyonya choi. Jiyeon hanya bisa terdiam, bagaimana tidak. Rasa yang ada didalam hatinya bercampur aduk, minho sekilas melihat jiyeon yang menatap makannya dengan tatapan kosong.

‘Jiyeon, kumohon maafkan aku.’ Itulah yang ingin minho katakan sekarang kepada jiyeon.

 *****

“Wah.. tidak terasa anak eomma sebentar lagi menikah.. eomma senang bisa melihat kau bahagia sayang” Ucap nyonya park kepada jiyeon yang sedang mengambil air minum dikulkas.

“Ne, eomma.”

“Kenapa? Kau tidak senang” tanya eomma jiyeon menyelidik.

“Anhi.. aku senang” jawab jiyeon dengan senyum nya yang cantik, jujur jiyeon memang terlihat senang.

“Kau kenapa belum mandi, sebentar lagi minho datang untuk menjemputmu. Apa kau lupa ?”

“Anhi, aku masih ingat. Nde, aku kekamar dulu eomma.” Jiyeon berjalan perlahan menaiki tangga dan masuk kekamarnya.

Beberapa saat kemudian..

“Omonim, jiyeon mana?” tanya minho dari ambang pintu dapur.

“Aish,, kau ini mengagetkanku saja. Dia lagi mandi, duduklah sebentar disini. Kau ingin minum apa?”

“Air putih saja.”

“Ini.”

“Gomawo, omonim” minho menegak air putih itu sekali tegukan.

Tap.. tap.. tap..

Akhirnya jiyeon turun dari kamarnya, lalu mengarah kedapur.

“Oh, ternyata kau. Kukira tadi siapa, sudah lama menunggu?” tanya jiyeon kepada minho, minho menatap jiyeon kagum. Entah kenapa, padahal baju jiyeon biasa saja. Memakai baju lengan pendek dengan celana pants panjang sambil membawa tas kecil yang menggantung dibahunya.

“Jangan begong begitu, itu akan memakan waktu lama. Kajja, nanti keburu malam. Eomma aku berangkat” Jiyeon menarik tangan minho supaya beranjak dari kursi meja makan.

“Nde, hati-hati ya pengantin baru. Kekekeke”

*****

“Kita mau kemana?” tanya jiyeon kepada minho yang sedang menyupir mobil sport nya.

“Baju pengantin” jawab minho.

“Ah.. iya aku lupa.”

“Ji, kenapa kau tidak memanggilku oppa?”

“Aku malas, seperti anak manja.” Minho hanya dapat mendengus.

“Ayolah ji, panggil aku oppa, ne. jika tidak kau panggil aku oppa, aku akan mencium mu.” Jiyeon melirik kearah minho, minho seperti menantangnya.

“Tidak akan namja gila.”

“Aigo~ kau masih menyebutku dengan sebutan namja gila?!, kau masih ingat rupanya. Hahaha.. aku jadi ingat saat kau ditoilet dimana saat itu aku menatapmu dan wajahmu seperti ketakutan denganku, hahah.. wajahmu sangat lucu.” Minho melirik jiyeon yang diam, deg.. minho melihat jiyeon tersenyum.

“Ne, aku mengingatnya.”

Mereka akhirnya sampai dibutik terkenal diTokyo, Jepang. Tempat mereka memesan baju pengantin mereka yang sebentar lagi akan diadakan. Minho dan jiyeon terlihat sangat serasi, jadi wajar saja orang yang berada dibutik itu terlihat sesekali memperhatikan jiyeon dan minho.

“Ji, apa kau merasa nyaman jika diperhatikan oleh orang sekitarmu?” tanya minho pelan, jiyeon menatap minho sebentar lalu menggeleng.

“Janganlah kau hidup seperti boneka, kau itu manusia.” Kesal minho.

“Ne, arra arra. Cepat kita sudah selesai, aku ingin pulang,” menarik tangan minho untuk memasuki mobilnya.

Sesampai dirumah jiyeon..

“Kau tidak ingin masuk?,” tanya jiyeon.

“Baiklah chagi..”

“Eomma,, aku pulang.. eomma..” jiyeon mencari eommanya didapur.

“Sepertinya mereka tidak ada, Ji. Mau kutemani sampai mereka datang?” tawar minho. Jiyeon mengangkat bahunya dan masuk kekamar untuk mandi.

Jiyeon sempat berpikir saat mandi tadi, bahwa mungkin minho hanya ingin dirinya sakit karena telah memisahkan dirinya dengan sulli.

“Aku saat ini benar-benar bingung, apa aku harus percaya lagi dengan yang namanya cinta?” ucap jiyeon pelan, takut ada yang mendengarnya.

Tok tok tok..  seseorang sedang mengetuk pintu kamar mandi jiyeon.

“Ji, omonim sudah datang. Aku pulang, ne?” ucap minho dari luar. Jiyeon hanya bisa diam,ia takut minho mendengar kata-katanya tadi.

“Ji? Kau mendengarku?”

“Minho-ssi..”

“Ne, ada apa?”

“Jangan pulang dulu, ada yang ingin kubicarakan. Kau duduklah didepan tv, aku sebentar lagi selesai”

“Ne.” Jiyeon segera mengeringkan rambutnya dengan hairdyer, lumayan lama minho menunggu jiyeon keluar.

Jiyeon Pov

‘Hah,, mianhe minho-ssi, Jika kau mendengar kata-kataku tadi. Bukannya aku tak ingin, tapi aku takut’

Ceklek..

“Apa yang sedang kau lakukan!! “ aisshh.. namja gila ini ingin membuatku jatungan dengan cepat. Dia telah menghadangku didepan kamar mandi, untuk kedua kalinya.

Sorot mata itu lagi, apa.. jangan-jangan minho, benar ingin memakanku??

“Hay,,, namja gila. Jangan mengulangi kelakuan mu ini lagi, kau ingin membuatku cepat kena serangan jantung?” tuturku. Ia hanya diam, aku mulai takut sekarang.

CUP…

“Emphhh..minp..hoo..sssii..” aku berontak, tapi sayang kekuatanku tak sebesar kekuatakannya. Minho menekan tengkukku untuk meperdalam ciumannya. Aigoo~ ada apa dengannya.. aku tidak tahu harus melakukan apa, aku.. aku.. aku,.. tiba-tiba bulir bening keluar dari ujung mataku yang membuat minho menghentikan kegiatannya.

“Jangan menangis, Ji. Okay,okay aku minta maaf. Mianhe..” ucapnya sambil tertunduk. Diam membeku hanya itu yang aku lakukan.

“Namja gila, kau mengambil first kiss ku.” akhirnya aku angkat bicara. Dia sudah mengambilnya..

“Mianhe, yeoja aneh. Aku melakukan itu karena..” ucapnya terputus. Aku ingat tentang tantangannya itu.

“Aku tidak memanggilmu dengan sebutan Oppa?”

“Tidak juga”

“Lalu?”

“Karena.. aku. Aku tahu kau belum pernah ciuman, dan aku ingin mengambilnya.” Alasan namja ini, benar-benar tidak masuk akal.

“Hah.. kau ini.”

Cup.. kucium singkat bibirnya lalu keluar kamar. Kulihat dia masih mematung didepan pintu kamar mandiku.

“Yak!! Namja gila, kenapa kau bengong?” teriakku membuyarkan lamunannya.

“Ne” Aku melihat dia tersenyum, aigoo…sepertinya aku kembali jatuh kelubang yang sama.

Kulihat minho sepertinya kaget, karena aku mencium nya. Apakah itu perlakuan aneh? Kurasa itu biasa-biasa saja, namja gila. Aku masih tidak percaya akan menjadi istrinya, aku merasa kasihan dengan sulli. Bagaimana jika ia melihatku dengan minho saat hari pernikahan kami nanti. Aku tidak bisa membayangkan cairan bening itu keluar lagi, ahh.. dunia ini benar-benar sempit.

*****

Hari Pernikahan Minho dan Jiyeon.

Tok,, tok,, tok,,

“Ji, ini eomma. Apakah kau sudah siap?”

“Ne, sebentar lagi eomma.”

“Jika sudah selesai cepat turun kebawah, ne?”

“Ne, eomma.”

Hah.. hari ini benar-benar terjadi, aku tidak bisa membatalkan atau menghentikan apapun sekarang. Ayolah Ji, cobalah untuk menyukainya. Dan kemungkinan kalian bercerai itu kecil sekali, Ji. Kau tidak melihat kejujuran dalam matanya?. Okay, aku akan memberinya kesempatan kedua.

CEKLEK..

“Yak!! Yeoja aneh, sampai kapan kau berdiri disitu?’’ Aishh.. namja gila ini lagi.

“Ne, chagi~ aku akan turun bersamamu. Kajja chagi..” aku memegang tangannya, dia gemetar. Apakah gugup?

“Kenapa kau gemetar, kau sakit?” Dia menggeleng.

“Lalu?”

“Aku hanya saja, masih tidak percaya kau akan menjadi anae ku. itu mimpi terindahku, aku tidak akan melepaskanmu kali ini, chagi.” Aku hanya tersipu, kulihat appa hanya terkekeh melihat kami dibagian belakang mobil.

Jiyeon Pov

Author Pov

“Tuan Choi Minho, Apa kau menerima Park Jiyeon sebagai istrimu. Dalam keadaan suka atau duka, sampai maut memisahkan?” Tanya pastur kepada minho.

“Ya, aku menerimanya.” Tanpa ragu minho mengatakan nya hampir membuat jiyeon ingin menangis.

“Nyonya Park Jiyeon, Apa kau menerima Choi Minho sebagai suamimu. Dalam keadaan suka atau duka, sampai maut memisahkan?” Tanya pastur kepada jiyeon, jiyeon melirik minho dan melempar senyum.

“Ya, aku menerimanya.” Jiyeon merasa lega telah mengatakan hal itu, terasa dengan dia menghembuskan nafas nya. Lalu, mencoba membuat lengkungan dibibirnya dan menunjukannya kepada minho. Minho agak terkejut melihat itu lalu memberikan senyuman terbaikknya kepada jiyeon.

“Sekarang kalian berdua sudah menjadi sepasang suami-istri yang sah, silahkan Tuan Choi.” Semua hadirin yang datang bertepuk tangan atas kelancaran acara pernikahan yang sederhana ini, tapi begitu mengaharukan.

“Ji, saat kau tersenyum. Aku baru menyadari, ternyata senyummu itu sangat mahal.”

Cup.. minho mencium bibir merah jiyeon dengan lembut. Jiyeon hanya tersenyum karena terharu dengan yang dikatakan oleh minho.

“Ne, namja gila. Kan sudah aku katakan kepadamu, kau saja tidak percaya.” Ejek jiyeon.

Bagaimana dengan sulli? Sulli saat itu juga menghadiri pernikahan sederhana jiyeon dan minho. Sulli sudah mendengar cerita dari appanya apa yang terjadi pada jiyeon, sulli bahagia karena namja yang menurut jiyeon gila itu juga lah yang membuatnya tersenyum. Sulli tidak pernah marah atau benci dengan jiyeon, menurut nya itulah takdir yang tidak dapat diganggu gugat. Lagipula, ada seorang namja diSeoul yang sedang menunggunya pulang dari Jepang.

*****

“Yak!! Namja Gila!! Ayo cepat bangun, kau ingin terlambat untuk hari pertama mu menjadi direktur perusahaan appa?!” jiyeon menarik selimut yang digunakan minho untuk menutup dirinya dari dingin.

“….”

“Minho-ssi!! Ireonna..”

Minho menunjuk bibirnya dengan telunjuk bahwa dia meminta morning kiss dari jiyeon.

“Ini morning kiss mu” jiyeon menyerahkan kakinya kepada mulut minho. Seketika minho membuka mata karena menurutnya ada yang tidak beres.

“Aishh!!, yeoja ini. Tidak ada romantis-romantisnya.” Rutuk minho kesal dengan jiyeon.

“Mianhe.. oppa”

“Hah?! Oppa katamu, aku tidak salah dengar. Kau bahkan tidak memanggilku oppa pada saat malam pertama kita” sesal minho, lalu tersenyum evil.

“Nyonya Choi, ini adalah tatapan yang ingin memakanmu” Minho langsung menarik tengkuk jiyeon dan mendaratkan bibirnya dibibir jiyeon.

Fin~

Mianhe,, aku malas bikin tentang jiyeon dan minho yang kuliah :D

Say You Love Me Oppa ( Part 2 )


1235995_605353986174050_545699545_n1.jpg

Tittle : Say You Love Me Oppa

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad, Romance, Friendship

Type : Chapter

( Main Cast )

-Park Jiyeon

-Choi Minho

 

( Other Cast )

–          All

–           

***

Annyeong ^^ Author kembali dengan membawa Part ke-2 Dari Say You Love Me Oppa. Karena banyak yang Komentar dan gak jadi Silent Riders, untuk part ini gak jadi author Protect.

Dan juga author sangat senang, karena banyak yang menyambut Fanfiction Author kali ini dengan sangat baik. Semoga saja, Part kali ini sama berhasilnya seperti Part sebelumnya. Dan untuk pertanyaan dipart 1 yang banyak bertanya tentang mengapa tangan Minho berdarah dan apa arti kata “Melahapmu gadis nakal” Akan terjawab dipart-part selanjutnya.. Terimakasih~

 

 

***

( Author Pov )

 

“Sudahlah , Jangan terus menangis” Sulli menepuk pundak jiyeon yang kini tengah menangis dengan wajah patah hati. Jiyeon menggeleng pelan tanda ia tidak kuat menahan tangisnya, hatinya benar-benar sakit mendengar ucapan Minho. Ternyata selama ini Minho menganggapnya adalah seorang pengganggu. Seharusnya ia sadar bahwa namja itu tidak menyukainya. Ia merasa sangat malu..

“Oppa benar-benar, bagaimana bisa ia berkata seperti itu padamu” Kesal Sulli.

“Gwenchana Sulli-ah, kajja kita pulang. Hari sudah mulai sore dan Gomawo sudah menemaniku pergi kemari”

“apakah kau yakin suasana hatimu sudah membaik”Tanya Sulli dengan wajah tidak yakin. Jiyeon mencoba tersenyum lalu mengangguk. Sulli menatap sahabatnya itu dengan iba lalu berjalan sambil memegang tangan Jiyeon.

“Suatu saat nanti Minho Oppa pasti akan sangat menyesal telah menyia-nyiakanmu” Jiyeon menganggu dengan wajah sedihnya

“Oppamu benar-benar seperti es” Gumam Jiyeon pelan.

“Memang begitulah dia”

***

Suasana makan malam malam itu dipenuhi dengan kecanggungan. Hanya terdengar bunyi sendo dan garpu.

Yoona menatap kearah Jiyeon, Sulli, Minho dan Siwon dengan tatapan kesal terlebih pada Minho. Ia tidak suka makan malam yang terlihat dingin seperti ini, biasa ada beberapa obrolan diantara mereka..

“Aku sudah selesai” Jiyeon bangkit

“Kau baru makan Jiyeon-ah.. Ahjumma yakin kau hanya memakan beberapa sendok makanan. Kau bisa sakit ..” Yoona menatap Jiyeon dengan penuh perhatian. Jiyeon tersenyum pada Yoona.

“Gwenchana ahjumma.. aku sudah merasa kenyang .. “ jawab Jiyeon seadanya.

Yoona akhirnya mengangguk, Jiyeon membungkuk pelan lalu berjalan kearah lantai atas dimana kamarnya berada.

Terdengar suara dengusan Sulli yang saat ini sedang menatap Minho dengan tatapan kesal dan marah

***

( Jiyeon Pov )

Aku terbangun saat merasakan matahari menembus kamarku. Perlahan mataku terbuka . Aku merenggangkan otot-ototku yang terasa kaku lalu berjalan kearah teras kamarku untuk menghirup udara segar.

Karena kamarku yang langsung berhadapan dengan taman, aku dapat melihat Minho Oppa yang sedang berolahraga kecil. Minho Oppa adalah namja yang sangat tampan dengan tubuh yang lumayan kekar dan juga garis wajah yang mengambarkan ketampanannya yang diwariskan dari Siwon ahjussi. Yeoja yang bisa mendapatkannya adalah yeoja yang sangat beruntung. Sayang sekali ia tidak menyukaiku :(

‘Deg!!’ Tatapan kami bertemu karena tanpa sengaja ia melihatku. Untuk beberapa saat kami saling menatap hingga ia tersenyum padaku. Ia tersenyum? Apakah aku tidak salah lihat? Sepertinya mataku salah..

Aku dengan segera berbalik untuk masuk kedalam kamarku. Omo.. Jantungku benar-benar terasa hendak terlepas dari sarangnya T^T

***

Aku turun dengan menggunakan seragam lengkap, dimeja makan sudah ada Yoona ahjumma, siwon ahjussi, Sulli dan tentu saja Minho Oppa. Mereka tersenyum pada ku kecuali Minho Oppa yang hanya memasang wajah dingin. Jadi mengapa tadi ia tersenyum padaku? Wae?

“Selamat pagi, ahjumma, Ahjussi, Sulli, dan Minho Oppa” Sapaku dengan wajah riang. Aku tidak ingin Minho Oppa terus disalahkan karena telah menyakiti hatiku. Yoona ahjumma tersenyum padaku lalu memberikanku roti.

“Jiyeon-ah, kau sudah tahu akan masuk ke universitas mana?”Tanya Siwon ahjussi disela sarapan kami. Aku mengangguk dengan bersemangat..

“Aku berencana mendaftar di Universitas Biru, Ahjussi” Jawabku dengan riang. Siwon ahjussi menangguk pelan dengan senyum  diwajahnya, mengingatkanku pada minho. Jika saja Minho bisa tersenyum seperti siwon ahjussi, ia pasti akan sangat tampan..

“Baguslah kalau begitu” Ucap Siwon Ahjussi.

Ya, sebentar lagi aku akan lulus dan itu berarti aku akan menjadi seorang Mahasiswa. Tetapi ada rasa sedih harus berpisah dari teman-temanku di Shinhwa High School. Minggu depan adalah hari kelulusanku, eomma dan appa sudah berjanji akan pulang saat itu. Biarpun eomma dan appa sibuk, mereka tidak pernah mengabaikanku. Sesibuk apapun mereka, mereka akan terus mencoba untuk membuatku selalu merasa nyaman.

“Aku berharap bisa masuk ke Universitas yang sama denganmu Jiyeon-ah” Ucap Sulli

“ Tentu saja kau bisa” Ucapku dengan senyum

“Minho-ah, apakah tanganmu belum sembuh?”Tanya Yoona ahjumma tiba-tiba.

“Belum eomma”

“Bagaimana bisa kau terjatuh..? eomma rasa kau bukanlah orang yang ceroboh” Minho Oppa hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Yoona ahjumma, membuat Yoona ahjumma mendengus melihat kelakuan puteranya itu.

***

Aku dan Sulli berjalan dikoridor sekolah dengan langkah pelan sambil mengobrol tentang beberapa hal. Beberapa namja menyapaku dan aku balas menyapanya. Aku harus menikmati saat-saat terakhirku disekolah ini, aku akan sangat merindukan sekolah ini dan semua hal yang ada ditempat ini termasuk para pengagumku.

“Kring!!” Terdengar suara ponsel Sulli yang bergetar.

“Yoboseyo Oppa”

“……………..”

“Ah Nde, arraseo.. aku akan kesana saat aku pulang..”

“……………..”

“Aku akan pulang sekitar jam 12 Siang tepat saat makan siang”

“……………..”

“Arra, apakah aku boleh membawa Jiyeon?”

“……………..”

“Oppa” Terdengar suara Sulli yang terdengar kesal..

“……………..”

“kekeke :D Gomawo Oppa.. Annyeong”  Sulli menutup sambungan teleponnya lalu menatapku.

“Pulang sekolah , kita akan pergi ke Kantor Minho Oppa..” Ucap Sulli.

“Untuk apa?”

“Entahlah, Oppa mengatakan bahwa ada seseorang yang ingin bertemu denganku. Aku sangat penasaran siapa orang yang mau bertemu denganku” Gumam Sulli membuatku hanya dapat mengangguk.

***

( Author Pov )

Jiyeon dan sulli berjalan memasuki Gedung Megah didepan mereka, gedung yang tidak lain adalah Gedung CHOI’S GROUP. Perusahaan yang saat ini dipegang oleh Choi Minho yang telah menjadi CEO atau Direktur utama di Perusahaan tersebut.

Beberapa orang karyawan memberi hormat pada Sulli dan sebagiannya menyapa sulli dengan nada sopan. Sulli balas menyapa dan tersenyum pada karyawan-karyawan yang memang sudah mengenalnya.

Sesampai didepan ruangan Minho, seorang yeoja dengan rok pendek dan make up yang terlihat tebal tengah duduk dengan wajah angkuhnya sambil menatap Jiyeon dan Sulli. Jiyeon menatap sekertaris Minho itu dengan tatapan yang balas menatap tidak suka. Sulli tersenyum, ia yakin yeoja ini adalah sekertaris baru Minho jadi tidak tahu bahwa ia adalah Dongsaeng dari Minho.

“Aku ingin bertemu Choi Minho” Ucap Sulli

“Direktur sedang kedatangan tamu dan direktur adalah orang yang sibuk jadi tidak sembarangan orang yang ingin bertemu dengannya. Sebaiknya kalian pulang, aku yakin kalian adalah salah satu fans dari Direktur” Jiyeon menghela nafas kesal

“Siapa yang mengatakan kami adalah Fans dari Minho Oppa? Yeoja yang bersamaku adalah Choi Jinri dongsaeng dari Minho Oppa..” Kesal Jiyeon

“J..Jeong..mal” Sekertaris baru Minho itu terlihat tidak berkutik. Sulli terkikik geli lalu menarik tangan Jiyeon untuk masuk kedalam ruangan Minho.

“Oppa..” Teriak Sulli dengan nada riang. Hingga tatapannya berpindah pada seorang yeoja yang tengah duduk disamping Minho. perlahan senyum dibibir Sulli muncur, sedangkan Jiyeon terlihat terkejut..

‘Sial’ batin Jiyeon

“Do Yeon Eonni” Teriak Sulli dengan senang lalu berjalan kearah yeoja yang dipanggilnya eonni itu lalu memeluknya.

***

( Jiyeon Pov )

“Bogoshipo eonni” Sulli memeluk Do Yeon eonni dengan erat. Yeoja itu adalah Kim Do Yeon, anak dari Ahjussi Kim, yang tidak lain adalah Patner kerja dari Siwon ahjussi dan appaku.Bisa dibilang Do Yeon eonni adalah teman masa kecilku, sama seperti Sulli dan Minho Oppa. Yang lebih menyebalkan lagi, Do yeon eonni adalah sainganku dulu dan mungkin sekarang ia akan tetap menjadi sainganku.

Beberapa tahun yang lalu, Do Yeon eonni pernah mengatakan padaku bahwa ia menyukai Minho Oppa dan mengancamku untuk tidak dekat-dekat dengan Minho Oppa . Karena mendengar hal itu, aku menantangnya untuk mendapatkan Minho Oppa. Ya, walaupun harus ku akui , Minho Oppa sangat dekat dengan Do Yeon eonni karena mereka seumuran dan Minho Oppa terlihat memperlakukan Do Yeon eonni lebih baik dibandingkan diriku.

Aku merasa posisiku semakin terancam dengan kehadiran Do Yeon eonni yang kembali dari Jepang. Ya, sama seperti Minho Oppa.. Do yeon eonni melanjutkan sekolahnya diluar negeri dan dari penampilannya aku yakin ia sudah mendapatkan Gelar Desainer terkenal.

“Kau? Park Jiyeon” Aku tersadar dari lamunanku.

“Nde eonni” Jawabku dengan senyum canggungku

Do Yeon eonni berjalan kearahku lalu memelukku dan berbisik..

“Kau masih ingat taruhan yang kau ajukan bukan?” Aku menegang mendengarnya. Aku hanya dapat mengangguk lemah.

“Aku akan mendapatkan Minho.. ia semakin tampan dan ia juga menjadi namja yang sangat hebat. Yeoja yang sangat beruntung bisa menjadi Anaenya dan aku akan mendapatkan gelar Nyonya Choi segera” Ia menepuk pundakku pelan.

“Senang bertemu denganmu Jiyeon-ah” aku hanya dapat tersenyum canggung untuk kedua kalinya. Do yeon eonni bertambah mengerikan menurutku.

“Oppa sudah waktunya makan siang, kajja.. aku sudah lapar” Suara sulli mengalihkan perhatian kami. Sulli merengek seperti anak kecil sambil menarik tangan Minho Oppa yang terlihat sedang sibuk dengan beberapa berkas.

“Kalau begitu kau dan Do Yeon pergi lebih dulu ke Restaurant tempat biasa kita makan siang. Oppa janji akan menyusul.. Masih ada beberapa berkas yang harus Oppa tanda tangani” Ucap Minho Oppa. Sulli mengangguk pelan lalu berjalan kearahku dan Do Yeon Eonni.

“Arraseo Oppa.. kau harus datang. Aku akan sangat marah jika kau tidak menepati janji. Kajja Jiyeon dan do Yeon eonni” Saat Sulli hendak menarikku tiba-tiba Minho Oppa berkata.

“Tunggu, Jiyeon kau tetap tinggal disini” Aku berbalik dengan wajah bingung. Sulli tersenyum sambil mengedipkan matanya padaku.

“Ta..Tapi”

“Ada hal yang ingin kusampaikan dari appamu” Aku mengangguk mengerti.

“Mengapa kita tidak pergi bersama saja, aku rasa sulli bisa menunggu sebentar” Ucap Do Yeon eonni mencoba mencegah. Minho Oppa langsung mengalihkan perhatiannya pada Do Yeon eonni.

“Anni, Sulli sudah lapar.. Benarkan?”

“Nde Oppa” Jawab Sulli dengan wajah pura-pura kelaparan. Aku terkekeh kecil melihat tingkahnya. Akhirnya Do Yeon eonni mengangguk lemah dan dengan semangat Sulli menariknya keluar hingga hanya tersisa aku dan Minho Oppa diruangan ini.

Aku duduk disalah satu sopa dengan canggung. Hingga terdengar suara Minho Oppa..

“Tentang ucapanku beberapa hari yang lalu..”

“Aku tidak bermaksud melukai hatimu, aku juga tidak pernah memintamu untuk menjauh dariku. Aku hanya tidak ingin terjadi kesalah pahaman saat itu, dengan melihat tingkahmu akhir-akhir ini aku merasa sangat terganggu. Kau bersikap seperti bukan dirimu, aku lebih menyukaimu yang dulu” Jantungku berdetak dengan kencang. Mendengar ucapan Minho Oppa membuatku sangat-sangat bahagia. Aku tersenyum kecil, aku kira Minho Oppa benar-benar tidak menyukaiku. Ternyata itu hanyalah pemikiranku saja..

“Bersikaplah seperti dirimu yang dulu Gadis Nakal”

“N..Nde Oppa” jawabku gagap. Sekali lagi aku melihat senyum dibibirnya. Aku bisa pingsan jika terus seperti ini.

“bagus, kalau begitu kita pergi. Sulli bisa mengamuk jika kita lambat pergi Ke Restaurant”

“Nde Oppa” Aku mengangguk lalu berjalan dibelakangnya dengan kepala menunduk.

“Berjalanlah disampingku, kau mau Karyawanku mengira kau adalah Pembantuku”

“Ah Nde Oppa” Aku menunduk. Aku merasa hubungan kami ada sedikit kemajuan, sekarang Minho Oppa terlihat lebih banyak bicara padaku. Sulli pasti akan senang mendengar berita ini. Jantungku..

***

( Author Pov )

“Oppa” Panggil Sulli sambil melambaikan tangannya saat melihat Minho muncul dengan Jiyeon disampingnya. Minho berjalan kearah Sulli dan Do Yeon dengan langkah pelan dan wajah datar yang biasa ia tunjukkan.

Do Yeon terlihat menampilkan senyum menawannya untuk menyambut Minho tetapi ia langsung menatap datar saat tatapannya bertemu dengan Jiyeon. Mereka benar-benar seperti dua orang yeoja yang sedang berlomba dan saling tidak menyukai.

Minho duduk disamping Sulli sedangkan Jiyeon duduk disamping Do Yeon.

“Kebetulan aku dan Do Yeon eonni belum memesan makanan untuk menunggu kalian. Kajja, kita pesan makanan” ucap Sulli dengan riangnya. Jiyeon mengangguk dengan semangat, sekarang suasana hatinya sangat-sangat baik.

“Minho bukankah ini makanan kesukaaanmu? Aku masih ingat beberapa tahun yang lalu saat kau mentraktirku dan saat pulang kita berteduh dibawah pohon dan-“ Belum sempat Do Yeon menceritakan semuanya..

“Ehmm.. aku pesan makanan ini”

“Arra Oppa” jawab Sulli dengan polos. Jiyeon menatap Do Yeon dengan tatapan aneh.

“Dan kau mengatakan siapa yeoja yang kau suka” Lanjut Do Yeon tidak memperdulikan wajah Minho yang kini tengah menegang. Kini tatapan Sulli dan Jiyeon berpindah pada Do Yeon.

“Nugu!” Tanya Sulli dan Jiyeon serempak.

“Tentu saja aku, benarkan Minho-ah” Ucap Do Yeon dengan senyum dan menatap Minho dengan tatapan yang seakan mengatakan pada Minho untuk mengatakan kata ‘iya’ Akhirnya Minho mengangguk dengan terpaksa. Ada sedikit ancaman dari tatapan Do Yeon untuknya.

“Nde” Jawab Minho datar

Sulli langsung menatap Jiyeon yang terlihat menampilkan wajah sedih sekaligus kecewa.

“Apakah kalian pernah menjadi sepasang kekasih” Tanya Jiyeon pelan ..

“Tentu saja-“ Belum sempat Do Yeon berbicara, lagi-lagi Minho memotongnya.

“Tentu saja tidak” Minho mengatakan hal itu sambil menatap Jiyeon yang memang duduk berhadapan dengannya. Jiyeon menunduk , jadi ia tidak menyadari bahwa Minho kini tengah menatapnya.

“Aku menyukai Do Yeon sebagai seorang sahabat” Lanjut Minho. Do Yeon mendengus kesal, padahal ia berencana membuat Jiyeon cemburu. Jiyeon langsung mengangkat kepalanya mendengar hal itu, Jiyeon tersenyum kecil mendengarnya.

Do Yeon menatap Minho dengan tatapan penuh arti. Sedangkan Minho menatap Do Yeon seolah mengatakan

‘Jangan katakan hal apapun lagi!’

***

( Sulli Pov )

“Oppa makanan ini enak, kau harus mencobanya..” –Jiyeon

“Minho-ah bukankah kau suka Sup ini? Dan Jiyeon, kau lupa bahwa Minho sangat tidak menyukai kerang?”-Do Yeon

Aku menatap kedua yeoja itu dengan tatapan bingung. Sama halnya denganku, Minho Oppa juga terlihat bingung. Lalu menatap kearahku, aku menjawab dengan tanda aku tidak mengerti dengan sikap Do Yeon eonni dan Jiyeon sekarang.

“Ehmm.. Arraseo.. kemarikan Kerangnya Jiyeon dan Do Yeon aku akan mencoba Sup itu” Akhirnya Minho Oppa menerima makanan itu. Lagi-lagi Do Yeon eonni dan Jiyeon menunjukkan tingkah laku aneh..

“Kau harus minum Oppa, nanti kau tersedak” ucap Jiyeon dengan perhatian. “ Jiyeon, Minho sudah minum banyak sekali. Kau mau Minho muntah karena meminum banyak air” Komentar Do Yeon eonni membuat Jiyeon menggerutu kesal. Aku terkekeh geli melihat tingkah mereka, begitu juga dengan pengunjung yang terlihat sangat terhibur dengan tingkah laku Jiyeon dan Do Yeon eonni.

Jika sudah bertemu, mereka tidak pernah akur. Sama seperti beberapa tahun yang lalu, mereka selalu memperebutkan Minho Oppa. Ya, walaupun beberapa Tahun yang lalu Jiyeon masih menjadi gadis kecil yang bisa dikatakan bukan saingan berat untuk Do Yeon eonni. Tetapi saat ini, Jiyeon telah tumbuh menjadi gadis yang mempesona.. Ia akan menjadi saingan terberat untuk Do Yeon eonni.

Aku sangat penasaran, Siapa dari mereka yang akhirnya akan dipilih oleh Minho Oppa? Minho Oppa tidak pernah menunjukkan ekspresi yang mengatakan ia menyukai Jiyeon dan juga Minho Oppa tidak pernah menunjukkan ekspresi bahwa ia menyukai Do Yeon eonni. Minho Oppa terlalu datar..

Ataukah? Itu tidak mungkin, Aku rasa hanya kami yang dekat dengan Minho Oppa. Lagipula.. ah, itu bisa saja.. bisa saja Minho Oppa menyukai yeoja lain..

 ( Author Pov )

-Seminggu Kemudian

Jiyeon tersenyum bahagia saat melihat namanya didaftar kelulusan. Jiyeon dengan bahagia memeluk eomma, dan appanya serta Yoona , Sulli dan Siwon secara bergantian. Tetapi ia langsung terpaku seakan ragu untuk memeluk Minho saat ia sampai didepan Minho yang tengah berdiri dengan wajah dingin. Do Yeon yang berdiri disamping Minho hanya dapat tersenyum remeh, hingga..

“Kemarilah” Minho memeluk Jiyeon membuat Jiyeon terkejut. Kemudian Jiyeon tersenyum. Setelah memeluk Jiyeon, Minho juga memeluk Sulli yang hari itu juga lulus dari SMA.

“eomma aku lulus” Isak Jiyeon dengan wajah bahagianya.

“Aigoo kau memang benar-benar puteri eomma Jiyeon. Aigoo, eomma sudah tahu bahwa yeoja cantik eomma ini akan lulus” Tae Hee memeluk puterinya dengan erat. Yoochun tersenyum dengan hangat pada Tae Hee dan Jiyeon.

“Appa bangga padamu Jiyeon” Ucap Yoochun. Sama halnya dengan Sulli, Sulli menangis sambil memeluk eommanya dengan bahagia. Siwon tersenyum sama hangatnya dengan Yoochun saat melihat puterinya lulus dengan nilai memuaskan..

“BAIKLAH!! Untuk merayakan kelulusan Puteri-Puteri kita.. mari kita pergi ke Restaurant untuk merayakannya” Ucap Siwon dan disetujui oleh Yoochun, tae hee, dan yoona

***

Terdengar gelak tawa yang memenuhi ruangan Restaurant. Jiyeon dan Sulli terlihat mengobrol dengan sangat akrab, Minho , Yoochun, Siwon dan Do Yeon mengobrol tentang bisnis. Sedangkan Tae Hee dan Yoona sedang beradu pendapat seperti biasa. Ada npertengkaran kecil antara dua sahabat itu.

“Ah Jiyeon-ah appa lupa memberitahukan sesuatu padamu. Seminggu yang lalu, Appa bertemu seorang pengusaha muda disalah satu Acara pesta. Ia mengatakan pada appa bahwa ia tertarik padamu saat ia bertemu denganmu pertama kali tepat pada acara dirumah keluarga Jang beberapa bulan yang lalu. Appa rasa, appa akan menjodohkanmu dengannya, ia namja baik dan sopan. Kalian akan menjadi pasangan yang sangat serasi” Ucapan Yoochun seketika membuat keramaian tadi berubah menjadi hening. Semua mata menatap kearahnya. Yoochun hanya tersenyum dengan polos seakan tak terjadi apa-apa

“Appa, seharusnya kau mengatakannya saat kita hanya bertiga dengan eomma” Omel Jiyeon dengan wajah yang sudah memerah.

“Nugu Ahjussi?”Tiba-tiba saja Minho bertanya dengan suara dinginnya. Membuat Semua berpaling menatap kearah Minho.

“ah , Namja itu bernama Kim Jang Woo. Ia tampan dan juga-“

“ Ia tidak cocok dengan Jiyeon, ia terlalu bebas dan juga Playboy” Ucap Minho memotong ucapan Yoochun. Membuat Semua lagi-lagi terheran, tidak biasanya Minho banyak bicara atau bertanya seperti itu. Yoona tersenyum dengan penuh rahasia sambil menatap Minho.

“Anniyo, saat ia bertemu dengan ahjussi.. Ahjussi dapat melihat ia adalah Namja yang baik” Jawab yoochun dengan wajah polosnya

“Anniyo ahjussii, aku pernah memergokinya berciuman di Lobby Hotel saat aku pergi ke Jeju untuk rapat pemegang saham. Kebetulan ia adalah salah satu pemegang saham saat rapat itu berlangsung” Ucapan Minho membuat Yoochun terdiam lalu menatap kearah Yoona dan siwon.

“Begitukah”

“Yoochun-ah, bagaimana kalau aku melamar Puterimu untuk puteraku” Celetuk Yoona membuat Semua lagi-lagi terdiam. Jiyeon memegang pipinya yang sudah benar-benar memerah. Sulli terkekeh geli.

“Ehmm.. apa salahnya, jika memang mereka saling menyukai .. aku akan sangat senang merestui hubungan mereka. Lagipula aku sudah mengenal baik puteramu” Jawab Yoochun dengan bijaknya.

“Kedengarannya rencana yang bagus jika mereka dijodohkan” Komentar Siwon. Do Yeon menatap Jiyeon dengan kesal, seketika Moodnya hancur. Ia tidak akan rela jika Minho akan ditunangkan dengan Jiyeon. Karena ia sudah berambisi memenangkan Minho.

“ Tetapi, Jiyeon masih kecil untuk dijodohkan. Lagipula saat ini aku masih belum memikirkan pernikahan. Aku masih ingin sendiri, dan juga Jiyeon harusnya menghabiskan masa mudanya untuk bersenang-senang bukannya terikat pada hubungan pernikahan” Tolak Minho dengan halus sambil menatap Jiyeon yang sudah menatapnya dengan sedih.

“Tetapi apa salah nya jika kita melamarnya lebih dulu. Lagipula kau bisa bertunangan dengan Jiyeon lebih dulu, jika kalian siap kalian bisa menikah. Ingat Choi Minho, banyak namja yang sudah mengincar Jiyeon”

“eomma”

“Arraseo jika itu mau mu, jangan harap kau akan mendapatkan Jiyeon. Yoochun-ah, lebih baik kau terima saja pinangan dari namja bernama Jang Woo itu. Aku rasa Jiyeon akan jatuh cinta pada namja itu dan melupakan puteraku yang keras kepala ini. Lagipula Jang Woo namja yang baik, aku pernah bertemu dengannya beberapa kali dalam pesta, Minho mungkin salah mengenali orang” Ucap Yoona dengan nada kesal sambil menatap Minho.. Minho menghela nafas..

“Begitukah? Sepertinya Minho memang salah mengenali Orang, Jang Woo namja yang baik. Semua ada ditangan puteriku, bagaimana Jiyeon? Apakah kau-“

“Arraseo jika itu keinginan kalian” Seketika suasana menjadi hening. Semua orang seakan berusaha mencerna apa yang dikatakan Minho.

“Kau menerima perjodohan ini” Kaget Yoona tidak menyangka sarannya akan disetujui oleh Minho. Minho mengangguk pelan..

Beberapa detik semua orang terdiam… Hingga..

“KYAAAA!!!!” Yoona dan Tae Hee berteriak secara bersamaan membuat semua yang ada ditempat itu menutup telinga mereka hinggaa… suasana lagi-lagi terdiam karena sulli tiba-tiba saja berteriak

“Jiyeon, kau mimisan!!” Jiyeon dengan cepat menutup hidungnya dengan wajah yang malu. Jiyeon memang akan mimisan jika ia terlalu gugup atau terkejut.

***

Jiyeon dengan gugup menatap Minho yang sedang mengemudi dengan serius disampingnya. Jiyeon benar-benar gugup harus berduaan dengan Minho setelah kejadian tadi, eommanya dan Yoona benar-benar sudah membuatnya dalam masalah yang sulit.

“Mengapa kau menerima perjodohan itu Oppa” Tanya Jiyeon memecahkan keheningan.

“Aku hanya ingin menjadi anak yang berbakti pada eomma dan appaku dan juga aku hanya tidak ingin kau jatuh ketangan namja seperti Jang Woo” jawab Minho dingin.

“kau merasa kasihan padaku Oppa? Apakah kau mau bersamaku meskipun kau tidak mencintaiku karena kasihan?” Tanya Jiyeon dengan suara bergetar. Minho menghela nafas pelan. Minho mengangguk pelan.

‘Jadi ia menerima perjodohan itu karena rasa kasihan?’ Batin Jiyeon terluka.

“Aku akan membuktikan bahwa aku akan menjadi orang yang kau cintai oppa” Ucap Jiyeon bersungguh-sungguh. Sedangkan Minho hanya diam lalu berdehem kecil. Jiyeon menghela nafas berat lalu menghapus air mata yang mengalir dari mata indahnya. Walaupun ia tahu Minho hanya terpaksa karena merasa kasihan, ia tidak akan melepaskan Minho yang memang sudah sangat lama ia impikan.

‘aku akan terus bertahan’ Batin Jiyeon

***

Yoona dengan wajah riang berjalan masuk kedalam rumah mewahnya dengan siwon disampingnya. Siwon tersenyum saat melihat kebahagiaan diwajah Yoona. Sedangkan Do Yeon bersama Sulli dibelakang tengah menampilkan wajah sedih, Sulli hanya dapat diam karena ia tahu bahwa Do Yeon juga menyukai Oppanya. Do Yeon tinggal dikediaman keluarga Choi , karena rumahnya yang berada di Seoul sudah dijual saat ia dan keluarganya pindah ke jepang.

Karena Yoona terlalu baik hati dan sudah menganggap Do Yeon seperti keluarga ia mengijinkan Do Yeon untuk tinggal dikediaman mereka.

“Eonni bagaimana kalau kita pergi ke Mall bersama?” Tawar Sulli

“Hmm.. Arraseo sekalian saja ajak Minho. Bagaimana kalau kita langsung pergi ke Lottle World” Tawar Do Yeon. Sulli tersenyum lalu mengangguk, Sulli yakin Do yeon mempunyai rencana lain untuk mendapatkan hati Minho.

‘Semoga saja Minho Oppa tidak menyakiti hati Jiyeon’

“Aku juga akan mengajak Jiyeon”

“Untuk apa?”Tanya Do Yeon dengan cepat

“Tentu saja untuk ikut ke Lottle World, Jiyeon sangat senang pergi kesana”

“a.. a .. nde”

“Bukankah Jiyeon akan ikut bersama eomma dan appanya?”

“Anni, Tae Hee Ahjumma dan Yoochun Ahjussi sudah terbang ke Paris. Mereka kemari hanya untuk menghadiri acara kelulusan Jiyeon. Jadi Jiyeon masih menginap dirumah kami, toh Jiyeon juga akan menjadi tunangan Minho Oppa” Ada rasa sakit dihati Do Yeon saat mendengar kata tunangan..

***

Setelah bersusah payah untuk memaksa Minho, akhirnya Minho luluh untuk ikut bersama ketiga yeoja itu untuk pergi Lottle World.

Jiyeon berdecak kesal, karena saat sampai di Lottle World Minho terlihat berjalan disamping Do Yeon dan tidak memperdulikannya dan Sulli. Sulli hanya dapat tersenyum geli melihat kecemburuan Jiyeon.

Hingga mereka tiba didepan bianglala, Jiyeon dengan mata yang berkaca-kaca menatap bianglala itu. Jiyeon memang selalu begitu jika ia melihat bianglala, ia sangat menyukai bianglala tetapi tidak dengan Minho yang sangat takut akan ketinggian.

“Oppa kaj-“

“Kau saja bersama sulli, aku dan Do Yeon akan bermain Ice Skating disana” Tolak Minho. Jiyeon hanya mengangguk dengan wajah kecewa.

“Kajja Sulli-ah”

“Kajja Jiyeon-ah” Sulli menarik tangan Jiyeon menjauh , sedangkan Do Yeon menarik tangan Minho untuk pergi ke Area Ice Skating.

 

TBC~

 

Otte? Rencananya Fanfiction ini akan habis diantara part 5 atau Part 6. Tergantung Ide cerita yang sekarang lagi author kumpulkan.. Oo iya, di Fanfiction kali ini Author memberikan kesempatan untuk Riders menyarankan bagaimana cerita selanjutnya, sekedar untuk menambah ide Author.. kekekek :D

Say You Love Me Oppa ( Part 1 )


wpid-tumblr_static_vdd7hi.jpg

Tittle : Say You Love Me Oppa

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad, Romance, Friendship

Type : Chapter

( Main Cast )

-Park Jiyeon

-Choi Minho

 

( Other Cast )

–          All

Annyeong!!! Author Comeback membawa Fanfiction Kedua yang author post setelah Fanfiction kemarin. Author harap ini Fanfiction bisa bagus dan bisa menebus dosa author yang telah lama menghilang membuat Readers pada Kangen “PEDE” Kekekek =D

Gomawo udah baca dan jangan lupa RCL :p Di part kedua , ini Fanficion bakal di Protect jadi.. siapa yang Komen di Part ini, dipart2 nya bakal author kasih itu pasword dan begitu juga sebaliknya :D Kekeke :D

 

***

 

( Jiyeon Pov )

 

‘Deg’ Jantungku berdetak saat tatapanku bertemu dengan namja itu. Namja yang sudah lama tidak ku lihat. Aku dengar dari Choi Sulli sahabatku dan tidak lain adalah dongsaeng dari namja itu bahwa namja itu baru kembali dari New York beberapa hari yang lalu untuk mengurus bisnis yang ada di Seoul.

Namja itu bernama Choi Minho, Seorang Direktur termuda dan tersukses dengan umur 23 Tahun. Ya, usia ku dan Minho hanya terpaut 5 Tahun. Sekarang aku berumur 18 tahun dan itu berarti sebentar lagi aku akan lulus dari SMA.

Sulli yang memang mengetahui perasaanku pada Oppanya mengajakku untuk berkunjung kerumahnya yang sangat-sangat mewah. Ya, walaupun rumahku hampir sama mewahnya dengan rumah ini. Tetapi kekayaan keluargaku tidak akan bisa menandingi kekayaan keluarga Choi yang sangat berkuasa. Aku sangat beruntung bisa dekat dengan mereka, kecuali Minho.. Namja itu terlalu dingin dan keras kepala..

***

“Kau sudah besar rupanya gadis nakal” Ucap Minho dengan nada dinginnya, seperti 3 Tahun yang lalu. Saat sulli membawaku untuk berkunjung kerumahnya, aku membuat hal yang sangat memalukan dan membuatku merasa malu sampai hari ini serta membuatku mendapatkan panggilan ‘ Gadis nakal’ dari Choi Minho, namja yang ku yakini akan menjadi Suamiku kelak *PedeTingkatAkut*

Kejadian yang sangat ingin ku lupakan dan tidak pernah ku harapkan akan terjadi. Saat itu aku benar-benar polos karena langsung mengatakan dengan jelas bahwa aku jatuh cinta pada pandangan pertama Minho didepan Ahjumma dan ahjussi Choi serta Sulli. Mereka menertawakanku dan menganggap aku sangat lucu, tetapi tidak dengan Minho. Ia hanya diam menatapku lalu mengatakan “Candaanmu tidak lucu gadis nakal” Sejak saat itu aku tidak pernah berhenti untuk berharap. Entah mengapa aku mempunyai keyakinan yang sangat besar untuk mengubah Choi Minho yang dingin itu..

“Dan kau sama sekali tidak berubah Minho Oppa,masih dingin dan keras kepala” Ejekku. Membuat bibirnya sedikit melengkung membentuk sebuah senyuman. Lalu ia menepuk kepalaku.

“Aku memang selalu begini Gadis Nakal” Ia lalu pergi begitu saja , sebelum ia pergi ia mencium kening Sulli dan berkata

“Aku akan pergi sebentar, jangan biarkan gadis nakal itu mengikutiku” Sulli tertawa dengan keras mendengar gerutuan kesalku yang mengutuk Oppanya. Sulli benar-benar bagaimana bisa ia menertawakan sahabatnya ini eoh? Ya, dulu sewaktu ia belum pergi ke Luar Negeri, aku selalu datang kerumah ini dan selalu membuntutinya seperti anak kucing yang mengikuti ibunya. Tetapi aku tidak akan melakukan hal seperti itu lagi, aku akan memikat Choi Minho dengan kecantikanku. Banyak namja yang menyukaiku, mana mungkin ia tidak menyukaiku. Aku harus berusaha dan terus berusaha untuk mendapatkannya. Jiyeon FIGHTHINGG!!!

***

( Author Pov )

“Jiyeon, menginaplah dirumahku” Tawar Sulli membuat Jiyeon langsung menatap sahabatnya itu dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Mwo?”

“Bukankah kau memang sering menginap dirumahku, lagipula kau mengatakan bahwa eomma dan appamu akan pergi ke Luar negeri selama sebulan. Eomma sangat menantikan kau akan menginap sesering dulu dirumah kami, kau tahu sendiri bukan bahwa eomma sangat menyukaimu karena kau mempunyai hoby yang sama dengan eomma yaitu memasak. Aigoo kalian benar-benar sangat cocok, aku berharap kau akan menikah dengan Oppaku” Cerocos Sulli membuat Jiyeon hanya dapat tersenyum dengan pipi yang sudah berubah warna menjadi merah menandakan bahwa Jiyeon merona.

“Tenang saja , aku akan menjadi kaka Iparmu” Jawab Jiyeon dengan PeDe membuat Sulli tertawa dengan Keyakinan Sahabatnya yang terlihat berlebihan.

‘Mudahan saja kau bisa menaklukan oppaku Jiyeon-ah’ batin Sulli..

***

“Gadis nakal itu akan tinggal disini?” Kaget Minho

“Jeongmalyo? Kapan Jiyeon akan kemari? Eomma tidak sabar ingin mengatakan padanya bahwa eomma sudah menemukan bumbu yang pas untuk masakkan kami” Ucap Nyonya Choi dengan bersemangat. Choi Siwon hanya dapat tersenyum melihat kebahagiaan Yoona isterinya jika sudah menyangkut Jiyeon. Yoona terlihat sudah menganggap Jiyeon seperti puterinya sendiri, bahkan Yoona pernah memberikan sebuah kado yang sangat mewah saat Jiyeon berulang tahun. Yoona bahkan memaksa Tae Hee untuk merelakan Jiyeon untuk menginap dirumahnya untuk beberapa minggu.

“Huft.. untung saja Tae Hee pergi keluar kota bersama Yoochun” Kekeh Yoona menyadari bahwa Tae Hee tidak akan menghentikan niatnya untuk membawa Jiyeon menginap dirumahnya. Ya, Yoona dan Tae Hee adalah sahabat sejak kecil sama seperti Jiyeon dan Sulli. Tetapi sering terjadi pertengkaran kecil diantara Tae Hee dan Yoona , tetapi pertengakaran itu justru membuat mereka merasa senang.

“Benar sekali eomma” Jawab Sulli dengan senang. Sedangkan Minho terlihat menghela nafas

“Gadis nakal itu pasti akan selalu membuntutiku dan menggangguku, akan lebih baik jika aku tidak berada didekatnya”

“Ya Oppa.. hati-hati kau berbicara, suatu saat nanti malah kau yang akan tergila-gila padanya dan bahkan kau tidak akan bisa melewatkan satu haripun tanda Jiyeon disisimu” celetuk sulli dengan nada menggoda Oppanya membuat Minho mendengus

“Tidak akan”

“Padahal eomma dan appa terlihat sangat menyetujui Oppa dan Jiyeon”

“Nde Sulli benar” Jawab Yoona dan Siwon secara serentak. Membuat Sulli tertawa melihat dengusan Minho yang semakin menjadi. Hanya minho yang mempunyai Sifat sangat dingin dikeluarga mereka. Minho memang memiliki sifat dingin sejak lahir , sepertinya..

***

Minho berdiri didepan Jiyeon yang terlihat sudah bersiap-siap dengan tas pakaian ditangannya. Minho menatap Jiyeon dengan malas. Seharusnya ia menolak permintaan eommanya untuk menjemput Jiyeon, tetapi saat ia ingin menolak mulutnya malah mengatakan kata ‘Nde’ . Well Minho merasa bingung dengan dirinya belakangan ini, tumben sekali ia menyetujui permintaan eommanya.

Biasanya Minho akan menolak permintaan eommanya yang berhubungan dengan Jiyeon. Minho merasa Jiyeon adalah gadis kecil yang berbahaya. Jiyeon menatap Minho dengan aegyo nya lalu mengatakan

 “ Gomawo Oppa”

Minho hanya menangguk malas lalu berjalan lebih dahulu didepan Jiyeon tetapi sebelum itu, Minho mengambil tas yang ada ditangan Jiyeon. Membuat Jiyeon bertambah bahagia. Minho hanya menggeleng pelan, Jiyeon sama sekali tidak berubah , hanya saja sekarang Jiyeon tambah tinggi dan semakin ‘Cantik’

Jiyeon berjalan dibelakang Minho dengan senandung kecil lalu dengan sengaja mengapitkan tangannya ke tangan Minho. Minho mencoba melepaskan tangan Jiyeon, tetapi Jiyeon malah menahannya dan berkata..

“Kau tidak merindukanku Oppa? Aku tidak berani mendekatimu dirumahmu karena aku malu pada Ahjumma, ahjussi dan Sulli” Ucap Jiyeon. Minho hanya menampilkan wajah masam sambil terus berjalan menuju mobilnya.

Jiyeon masuk kedalam mobil Minho dengan bersemangat..

“Oppa.. Bisakah kita mampir ke Super Market? Aku ingin membeli beberapa Yogurt”

“Bagaimana bisa kau masih memakan Yogurt? Park Jiyeon, kau sudah besar..”

“Waeyo? Tidak masalah bukan? Lagipula jika aku memang sudah besar mengapa Oppa masih memanggilku Gadis nakal? Bukankah Yeoja yang sudah besar tidak nakal” Gumam Jiyeon dengan polosnya.

“Kecuali dirimu, kau akan nakal sampai kapanpun”

“Aish”

Jiyeon keluar dari mobil Minho saat mereka tiba di Super Market. Jiyeon menarik tangan Minho untuk ikut pergi kedalam bersamanya tetapi Minho malah diam dan mengatakan akan menunggunya didalam mobil. Akhirnya Jiyeon menyerah dan masuk kedalam Super Market itu sendiri untuk membeli Yogurt kesukaannya..

***

( Jiyeon Pov )

 

Aku menatap Yogurt ditanganku dengan senang. Tetapi saat akan keluar, tanpa sengaja aku menabrak seseorang membuatku hampir terjatuh , untung saja keseimbanganku masih terjaga. Aku mendengus saat tahu siapa yang ku tabrak. Lee Taemin, penggemar Setiaku (-,-“) Saat aku hendak berjalan pergi, ia tiba-tiba saja menarik tanganku dan menahannya.

“ya! Lee Taemin”

“Waeyo? Ah, kita benar-benar berjodoh Chagiya.. buktinya sekarang kau disini dan bertemu denganku. Sepertinya keberuntungan memang sangat berpihak kepadaku.. Kajja, ikut denganku”

“Ya!!Ya!! mau kemana? Lepaskan!!” Taemin merangkulku berjalan keluar dari Super Market. Mudahan saja Minho Oppa melihatku dan Taemin lalu menghajar Taemin karena sudah dengan lancang menyentuh Calon Isteri Masa depannya. Aku terus meronta dan benar saja, Minho Oppa keluar dari dalam mobilnya.

“Ya.. Gadis Nakal.. Pantas saja kau sangat lama, ternyata kau bertemu dengan namjachingumu. Anak muda jaman sekarang benar-benar” Gerutu Minho Oppa. Apakah ia tidak cemburu? Aish! Menyebalkan (T^T)

“Ya!! Lee Taemin lepaskan aku, aku harus pulang bersama Minho Oppa. Dan Satu hal lagi, jangan memaggilku dengan panggilan Chagiya.. aku bukan kekasihmu! Aish kau memang parasit yang selalu menempel padaku” Omelku dan berhasil melepaskan tangannya dari pundakku. Taemin terlihat tersenyum lebar.. lalu..

Cup! Ia mencium pipiku .. membuatku terpaku lalu menatapnya dengan tatapan membunuh

“LEE TAEMIN!!!!!!”

Taemin berlari pergi dengan senyum puas dibibirnya. Sedangkan aku terus mengutuknya, tetapi saat aku berbalik menatap Minho Oppa. Ia juga menatapku dengan tatapan ‘Mengerikkan’ lalu menatap taemin yang sudah menjauh dengan tatapan tajam

“Anak muda jaman sekarang memang mengerikan” Gumamnya lalu masuk kedalam mobilnya.

***

“Mwo? Minho Oppa cemburu”Kaget Sulli mendengar ceritaku dan aku mengangguk dengan bahagia sambil tersenyum dengan senang kearah Sulli. Sulli kemudian tertawa terbahak-bahak. Apa yang lucu?

“Mianhae Jiyeon-ah, tetapi Minho Oppa memang begitu. Dulu saat aku berpacaran dan tanpa sengaja ketahuan oleh Minho Oppa, ia menatapku seperti yang kau ceritakan saat ia menatapmu dan ia juga menatap Namjachinguku dengan sangat tajam lalu berkata bahwa anak jaman sekarang sangat mengerikan”

“Begitukah? Aigoo.. padahal aku berharap ia cemburu.. “ Kesalku

“Bersabarlah Jiyeon-ah, aku akan selalu mendukungmu..”

“Gomawoo Sulli-ah, kau memang calon dongsaengku yang paling ku sayang”

“ya! Setelah kau mendapatkan Minho Oppa, aku tidak ingin menjadi dongsaengmu. Aku ingin tetap menjadi sahabatmu. Lagipula kita seumuran”

“Aaahahaha.. Arraseo!”

***

( Author Pov )

Sulli dan Jiyeon sama-sama tertawa membuat Yoona yang mendengarnya tanpa sengaja hanya dapat tersenyum kecil. Yoona sangat berharap Minho akan menikah dengan Jiyeon, dengan begitu ikatan antara keluarganya dan Tae Hee semakin erat. Sudah impian Yoona sejak dulu untuk menikahkan anaknya dan anak Tae Hee.

Yoona berjalan kearah kamar Minho dan membukanya tetapi tidak menemukan Minho sama sekali dikamar itu. Tetapi saat Yoona berbalik, Minho tengah berdiri didepannya dengan menggunakan jaket berwarna hitam yang hampir saja menutupi semua wajahnya.

“Aigoo Minho-ah kau membuat eomma terkejut”

“dari mana saja kau?”Tanya Yoona sambil memperhatikan Minho. Minho hanya menjawab dengan nada singkat.

 “Taman”

Yoona mengangguk pelan kemudian menepuk pundak Minho.

“Sebaiknya kau tidur, eomma dengar besok kau akan pergi ke Jeju untuk menghadiri rapat?”

“Nde eomma”

“Eomma menyayangimu Minho-ah..” Yoona tersenyum lalu berjalan menjauh dari Minho. Setelah Yoona pergi, tiba-tiba saja Minho meringis. Darah segar keluar dari tangannya.

“Sial” Umpatnya

***

-Morning

“Oppa apa yang terjadi pada tanganmu?” Semua mata menatap Minho lalu beralih ketangannya. Minho hanya menggeleng pelan..

“Lanjutkan saja makan kalian, aku hanya tanpa sengaja terjatuh saat aku sedang menghirup udara ditaman belakang” Jawab Minho seadanya. Jiyeon menatap Minho dan tanpa sengaja Minho juga sedang menatapnya dengan tatapan yang masih setajam kemarin.

Jiyeon dengan cepat mengalihkan perhatiannya dan kembali menyantap makanan didepannya. Hanya terdengar dentingan garpu dan gelas. Sarapan pagi itu dihiasi dengan kesunyian karena memang sudah aturan dikeluarga Choi harus begitu.

Yoona menatap Minho dengan penuh perhatian.

“Makanlah yang banyak Minho-ah, eomma dengar seminggu kedepan kau akan sangat sibuk” Minho hanya mengangguk pelan. Siwon hanya dapat tersenyum melihat perhatian yang diberikan isterinya untuk puteranya itu.

“Eomma dan appa bangga padamu Choi Minho” Ucap Siwon.

***

“Oppa , kau marah padaku” Tanya Jiyeon saat Minho mengantarnya untuk pergi kesekolah karena paksaan Yoona. Padahal Jiyeon bisa saja menumpang dimobil Sulli, tetapi sepertinya Sulli memang mempunyai tujuan yang sama dengan eommanya. Minho hanya diam kemudian menggeleng dengan wajah dingin.

“Lalu kenapa kau menatapku seakan ingin melahapku Oppa?”Tanya Jiyeon dengan polosnya.

“Memang kau kira aku bisa melahapmu?”

“Mungkin saja” Jawab Jiyeon polos.

“Aku memang bisa melahapmu”Jawab Minho seadanya.

“Bagaimana caranya?” Tanya Jiyeon dengan wajah bingung dan penasaran sambil menatap Minho yang terlihat masih fokus menyetir.

“Suatu saat kau akan tahu Gadis Nakal. Suatu saat nanti aku akan melahapmu dan kau tidak akan bisa menghentikanku”Jiyeon bergidik ngeri saat mendengar ucapan Minho.

“Oppa kau yakin bahwa kau bukan Cannibal?” Minho tertawa mendengar pertanyaan polos Jiyeon. Jiyeon terkagum-kagum saat melihat tawa Minho. Namja itu benar-benar sangat tampan jika tetawa , setelah mengenal Minho bertahun-tahun baru kali ini ia melihat namja itu tertawa.

“Aku bukan Cannibal Gadis Nakal”

“Lalu?”

“Aku hanya seorang namja”

“Anni, kau bukan seorang namja” Ucap Jiyeon.

“Lalu?”Tanya Minho penasaran.

“Kau adalah Calon Suami masa depanku” Kekeh Jiyeon, Minho yang mendengar hal itu hanya dapat diam dan kembali ke wajah dinginnya membuat Jiyeon mendengus. Memang sangat sulit untuk menaklukkan namja dengan hati seperti balok es

“Oppa aku boleh meminta tolong padamu?”

“Jika permintaanmu macam-macam aku tidak akan mengabulkannya”

“Sebenarnya itu sedikit macam-macam. Tetapi ini demi kenyamananku”

“Apa itu?”

“Maukah kau mencium pipiku didepan para namja yang memang setiap pagi menungguku diparkiran sekolah. Aku hanya ingin sedikit mengurangi populasi pengagumku. Aku takut mereka akan bertindak seperti Taemin”

“Shireo..”

“Waeyo?”

“Untuk apa aku mencium Gadis nakal sepertimu? “

“Aish!! Jangan salahkan Calon isterimu ini Oppa, jika ada namja yang berhasil memikatku dan berhasil mengambilku darimu.. “ Cibir Jiyeon walaupun itu bukan kenyataan sebenarnya, ia terlalu mencintai Choi Minho.

***

“Selamat pagi My Princess.. “ Taemin sudah berdiri didepan Jiyeon saat Jiyeon keluar dari mobil Minho. Jiyeon menatap Taemin dengan tatapan membunuh, tetapi ia langsung mendengus. Ternyata bukan hanya Taemin yang sudah siap untuk mengejarnya. Coba saja Minho mau membantunya, pasti populasi penggemarnya mungkin akan berkurang. Jiyeon tersenyum dengan terpaksa.

“Selamat pagi juga Lee Taemin” Taemin menggenggam tangan Jiyeon lalu menariknya dengan lembut untuk masuk kedalam sekolah itu. Dengan terpaksa Jiyeon mengikutinya , setidaknya Taemin bisa dikatakan sedikit lebih waras dari namja pengagumnya yang lain. Tetapi belum sempat Jiyeon melangkah, sebuah tangan menahannya

***

( Jiyeon Pov )

Cup! Minho Oppa menempelkan bibirnya pada bibirku, bukan pipiku. Sangat manis, pantas saja banyak yang mengatakan bahwa berciuman itu enak. Jantungku berdetak dengan sangat kencang, aku sangat bahagia karena Minho Oppa adalah First Kiss ku. Omona, apakah aku memiliki penyakit jantung akut? Jantungku terasa tidak berada disarangnya

“omo My Princess” Pekik Taemin.

Minho Oppa melepaskan ciumannya dan menatapku lalu tersenyum dengan lembut dan hangat. Ia tidak pernah tersenyum seperti itu pada siapapun termasuk sulli, aku tidak pernah melihatnya.

“Jaga dirimu baik-baik Chagiya, dan ingat? Kau tidak boleh dekat-dekat dengan namja lain. Arraseo?” Ucap Minho Oppa membuatku terkejut

“A..a..Arraseo Oppa” Ucapku dengan gagap

“Baiklah kalau begitu, Oppa pergi dulu nde” Minho Oppa mencium keningku. Seperti apa yang ia lakukan pada Sulli kemarin, lalu masuk kedalam mobilnya dan melaju. Taemin terlihat terpaku begitu juga dengan para namja itu.

Aku tersenyum malu lalu memegang bibirku. Aigoo.. jantungku..

Dengan segera aku berlari meninggalkan parkiran, pasti pipiku sudah merona. Minho Oppa aku semakin mencintaimu..

Sulli tidak akan percaya akan hal ini.. keke =D

***

“Jiyeon Apa yang terjadi? Aku mendengar dari beberapa murid bahwa kau menciptakan skandal baru dan membuat pengagummu berkurang walaupun hanya sedikit? Skandal apa itu?” Tanya Sulli yang langsung mencercaku dengan banyak pertanyaan saat ia bertemu denganku di Taman sekolah. Aku tersenyum malu

“Aku berciuman dihadapan mereka semua”

“Mwo? Dengan siapa?”

“Oppamu”

“MWOOO!!!”Kaget Sulli dengan mulut terbuka lebar membuatku tersenyum dengan pipi merona merah.

“Minho Oppa menciummu? Benarkah? Aigoo.. eomma harus tahu”

“Tunggu..”

“Waeyo? Ini kabar menggembirakan” Jawab Sulli. Aku akhirnya menjelaskan kepada Sulli tentang apa yang terjadi sebenarnya termasuk kejadian dimana aku meminta tolong pada Minho Oppa.

“Itu bukanlah alasan Jiyeon-ah, aku kenal Minho Oppa sejak aku kecil. Ia adalah namja yang keras kepala dan tetap teguh dengan pendiriannya. Kau mengatakan bahwa awalnya Minho Oppa menolak keinginanmu dengan mentah tetapi tiba-tiba ia menciummu saat melihat taemin menggenggam tanganmu.. aku rasa Oppa menyukaimu, karena selama ini Minho Oppa tidak pernah berubah pikiran sama sekali, jika ia menolak sesuatu ia akan terus menolaknya..”

“Jeongmalyo” Aku menatap Sulli penuh harap.

“Tetapi itu masih pemikiranku. Kau harus memiliki lebih banyak bukti untuk membuktikan bahwa Oppaku yang dingin itu menyukaimu. Aku akan mendukungmu! Figthing” Aku tersenyum dengan riang lalu memeluk sulli dengan erat membuatnya memekik kesakitan. Aku sangat bahagia hari ini..

***

Aku terbangun dari tidur nyenyakku lalu menatap jam. Sudah 2 Hari aku tidak bertemu dengan Minho Oppa, aku dengar ia pergi ke Jeju untuk mengurusi beberapa bisnis dan menghadiri rapat. Namja yang sibuk. Aku merindukannya, kapan Minho Oppa akan pulang? Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya..

Aku bangkit dari ranjang empukku lalu keluar dari kamarku. Ya, Yoona ahjumma sudah menyiapkan kamar khusus untukku bisa dibilang ini adalah kamarku.

Tidak ada orang sama sekali diruang tamu.. tentu saja, sekarang sudah jam 2 Malam.. berarti semua penghuni rumah ini sudah tidur. Aku berjalan menuju dapur untuk mengambil air mineral. Aku tidak ingin menyusahkan pelayan walaupun aku tahu bahwa para pelayan dengan siap akan mengantarkan apa yang ku minta walaupun sudah larut malam. Tapi aku bukanlah gadis manja. Minho Oppa tidak suka gadis manja.

Aku membuka kulkas lalu mengambil sebotol air mineral. Aku meneguk air mineral itu sampai habis , betapa hausnya aku.

Saat aku menutup kulkas aku sangat terkejut saat melihat Minho Oppa sudah berdiri didepanku. Kapan ia datang? Ia terlihat masih menggunakan jas kantornya tetapi dasinya terlihat berantakan dan aku bisa melihat jelas lingkaran disekitar matanya.

“Sudah ku duga, pasti kau” Ujar Minho Oppa, aku hanya bisa tersenyum pelan.

“Kau baru pulang Oppa?”

“Tentu saja aku baru pulang, aku tidak melihat jasku.. kalau begitu aku ingin beristirahat dan juga jangan lupa untuk menutup pintu kulkas” Ucapnya lalu pergi meninggalkanku yang menatap punggungnya yang telah menjauh. Senyum muncul dibibirku, aku sangat senang bisa melihat wajahnya.

***

( Author Pov )

“Ehmm” Yoona berdehem dengan wajah bahagianya sambil menatap Minho dan Jiyeon bergantian saat mereka sarapan pagi. Siwon terlihat menatap bingung Isterinya itu, sedangkan Sulli hanya bisa tersenyum lucu sambil menatap Jiyeon yang kini menatapnya dengan tatapan membunuh.

‘Apakah Sulli menceritakan tentang ciuman itu?’ Batin Jiyeon sambil menggigit bibir bawahnya dengan panik.

“Apakah kita memiliki pasangan baru” Sindir Yoona terus menatap Jiyeon dan Minho. Membuat Minho akhirnya tersadar bahwa sedari tadi eommanya mencoba menyindirnya.

“Waeyo eomma? Pasangan baru” Bingung Minho lalu menatap Jiyeon. Jiyeon juga menatapnya dengan tatapan tidak enak.

“Nugu Ahjumma” Ucap Jiyeon pura-pura tidak tahu demi menghilangkan rasa gugupnya.

“Benarkah kau tidak tahu? Bukankah…”

“Anniyo Ahjumma, kau hanya salah paham.. benar kau hanya salah paham” Ucap Jiyeon cepat. Minho akhirnya menghela nafas, kini ia paham apa yang sedari tadi eommanya pikirkan. Minho lalu menatap Jiyeon dengan dingin.

“Aku hanya membantunya eomma, tidak lebih. Aku tidak mungkin berpacaran dengan anak kecil lagipula aku tidak menyukai Jiyeon. Jiyeon sudah aku anggap seperti dongsaengku sendiri dan juga aku harap eomma tidak berharap lebih dengan hubunganku dan Jiyeon.. Aku merasa terganggu dengan ini semua eomma dan-“

“Minho Oppa benar.. Aku hanya anak kecil dan Minho Oppa tidak mungkin menyukai anak kecil sepertiku. Minho Oppa hanya mencoba membantuku tidak lebih dan Mianhae Minho Oppa jika aku membuatmu terganggu , mulai sekarang aku tidak akan berada didekatmu lagi jika kau memang terasa terganggu. Mianhae sudah membuatmu terganggu. Kalau begitu aku berangkat dulu ahjumma, Ahjussi, Sulli dan Minho Oppa” Terdengar suara Kesedihan didalam suara Jiyeon. Tangannya bergetar saat ia mengambil tasnya dan mereka dapat melihat dengan jelas Jiyeon sakit hati dengan ucapan Minho.

“Jiyeon kau akan berangkat dengan siapa?”Tanya Sulli yang sudah bangkit.

“Ah.. aku lupa mengatakannya padamu. Taemin sudah menjemputku, malam tadi ia meneleponku berulang kali dan aku menyetujui permintaannya. Kalau begitu aku berangkat, annyenong” Jiyeon dengan segera pergi sebelum air matanya benar-benar tumpah.

 Siwon terlihat menghela nafas lalu menatap Minho yang memasang wajah dinginnya sambil menatap punggung Jiyeon yang sudah menjauh.

“Kau akan menyesal Oppa..”

“Eomma benar-benar tidak habis pikir denganmu bagaimana bisa kau? Bagaimana bisa kau melukai hati gadis baik sepertinya.. “ Yoona bangkit diikuti Oleh sulli. Sekarang tersisa Siwon dan Minho dimeja itu.

“Jiyeon adalah gadis yang cantik. Appa harap kau tidak menyesal menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Jiyeon. Jiyeon sudah menunggumu selama bertahun-tahun dan appa dapat melihat dengan jelas pancaran kasih sayang dari matanya untukmu”

“Tapi aku tidak menyukainya” Ucap Minho dingin

“Appa tahu kau mencoba menyangkal perasaanmu. Appa harap kau bisa menyadari suatu hal yang tidak kau sadari didalam dirimu, Jiyeon tidak akan menunggu selamanya “ Siwon bangkit lalu menepuk pundak Minho pelan.

“Aku akan benar-benar melahapmu gadis nakal” Gumam Minho lalu bangkit dari kursinya.

#TBC~

Ini Fanfiction Kedua yang Author Post Setelah Fanfiction One Shoot kemarin. Untuk Fanfiction lain yang belum Ending , harap bersabar.. karena Author lagi mengumpulkan Mood untuk melanjutkannya =D Untuk sementara , Author akan Fokuskan pikiran author untuk Fanfiction yang satu ini dan author janji, Fanfiction ini akan author garap sampai tamat =D Gak kayak Fanfiction lain yang ngegantung -,-

Gomawo selalu setia pada Fanfiction Author.. Gomawo udah menunggu Author kembali dari hiatus yang memakan waktu sangat lama O_O Mianhaee…

Confidential Love [ One Shoot ]


wpid-tara+jiyeon.png

Title : Confidential Love

Author : Margareta Isabela

Genre : Romance, frienship

Rating : General

Type : One Shoot

 

( Main Cast )

-Park Jiyeon

-Choi Minho

 

( Other Cast )

-All

***

 

( Author Pov )

 

Seorang yeoja berlarian dengan riang sambil membawa balon ditangannya. Jiyeon Yeoja itu dengan wajah riangnya berlari kearah kelas barunya membuatnya menjadi pusat perhatian banyak orang., kini ia sudah duduk dibangku kelas 2 SMA..

“Jiyeon..Park Jiyeon.. tunggu aku” Dibelakang Yeoja itu seorang yeoja cantik berlari mengejarnya dengan wajah yang kelelahan.

Jiyeon menghentikan larinya lalu melepaskan balon ditangannya membuat Balon itu terbang dengan bebas.

“Jung Soo Jung, Kau kemana saja? Aku mencarimu sedari tadi” gerutu Jiyeon dengan senyum tanpa rasa bersalah membuat Jung soo Jung atau yang biasa dipanggil dengan nama Krystal menatapnya dengan tatapan kesal. Sekesal apapun Krystal, ia sangat menyayangi Jiyeon..

***

Terdengar suara teriakan menggema disepanjang koridor SMA SHINHWA HIGH SCHOOl. Seorang namja tampan dengan wajah dinginnya berjalan dengan santai. 2 Yeoja dan 2 Namja populer berjalan dibelakangnya. Namja itu adalah Choi Minho, pewaris tunggal Perusahaan Choi. Perusahaan terbesar di korea. Perusahaan yang mendirikan beberapa Mall besar dan Hotel berbintang serta Sekolah SHINHWA HIGH SCHOOL.

Sedangkan 4 Orang  yang berjalan dibelakang Minho adalah Suzy, Jia, Kim Kibum dan Byun Baekhyun . Orang-orang yang terlahir dari keluarga kaya raya..

***

Lonceng istirahat berbunyi, Jiyeon dan Krystal bersama-sama pergi ke Kantin untuk mengisi perut mereka. Mereka duduk disalah satu meja yang terlihat paling besar dari meja yang lainnya. Semua mata menatap mereka

“Mengapa semua orang menatap kearah kita? Apakah ada yang salah dengan kita?”Tanya Krystal dan Jiyeon menggeleng tanda ia tidak tahu. Hingga terdengar suara teriakan yeoja..

Krystal menepuk keningnya bodoh, ia baru menyadari suatu hal..

3 Orang Namja dan 2 Orang yeoja tengah berdiri didepan Jiyeon dan Krystal yang menatap ke Lima orang itu dengan tatapan bingung. Tatapan Jiyeon tertuju pada seorang namja..

Namja itu juga menatap Jiyeon seakan mereka sudah saling mengenal. Jiyeon sedikit mengedipkan matanya pada Namja itu membuat namja itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Pergi” Ucap Suzy dengan nada dinginnya dan nada memerintah.

“Kau tahu? Ini meja milik kami” Lanjut Jia. Jiyeon hanya dapat mengangguk..

“Mianhae Sunbaenim, tetapi bukankah masih banyak meja lain? Kita sesama murid disini, jadi aku mohon maaf. Aku tidak akan pergi” Ucap Jiyeon dengan nada yang sedikit kesal. Terdengar suara bisikan dari orang-orang yang mengerumbungi mereka. Bagaimana bisa seorang Hobae berani menjawab ucapan seorang Suzy..

“YA! KAU”

“Sudahlah.. sebaiknya kita cari tempat lain saja”Semua orang menatap kearah Sumber suara.

“Minho” Ucap Suzy dengan terkejut, biasanya Minho adalah orang pertama yang akan murka jika apa yang mereka miliki di ambil seenaknya tetapi sekarang. Namja itu seakan tidak rela Suzy membentak yeoja yang sudah dengan sopan mengambil tempat duduk mereka..

“Kajja..” Minho berjalan kesalah satu meja lalu duduk. Key , Baekhyun, Jia dan Suzy berjalan mengikuti Minho. Sedangkan Jiyeon dan Krystal hanya bisa bersikap tidak perduli.

***

Minho berjalan masuk ke arah sebuah apartement mewah. Ia menatap sekeliling seakan mencari keberadaan seseorang.

‘Apakah ia sudah pulang?’ batin Minho lalu masuk kedalam kamarnya dan menemukan seorang yeoja tengah berbaring sambil membaca beberapa Novel.

“Kau sudah pulang Sunbae” Ucap Yeoja itu dengan menekan kata ‘Sunbae’ membuat Minho sedikit mendengus kesal. Minho melepaskan baju sekolahnya dan menggantinya dengan baju rumah. Lalu ikut berbaring disebelah yeoja cantik yang tidak lain adalah Isterinya itu..

Ya, Di umur yang semuda itu ia telah menikah. Menikah karena perjodohan beberapa bulan lalu. Tetapi biarpun begitu, ia sangat mencintai Isterinya itu. Bisa dibilang ia jatuh cinta pada pandangan pertama , begitupun sebaliknya..

Minho membelai lembut rambut yeoja cantiknya itu, Yeoja itu tersenyum dengan amat cantik padanya membuatnya sangat-sangat bersyukur mempunyai yeoja secantik itu.

“Jiyeonnie.. Mengapa kau meminta merahasiakan hal ini? Bukankah bagus jika mereka tahu bahwa kau adalah Isteriku?”

“Aku hanya tidak ingin mereka tahu. Aku tidak mau ikut didalam Gengmu Oppa. Aku takut melihat yeoja yang menatapku tajam siang tadi saat dikantin” Jawab Jiyeon dengan wajah polosnya.

“Arraseo.. tetapi kau harus ingat satu hal. Aku tidak suka kau dekat dengan namja lain.. “

“Nde Oppa.. aku tahu “

“Baguslah kalau begitu” Minho mengecup singkat bibir Anaenya itu lalu memeluknya dengan erat.

“Pelukanmu selalu hangat Oppa”

***

Jiyeon duduk disamping Krystal sambil membaca Novel yang ada ditangannya.

“Kalian aneh” Celetuk Krystal membuat Jiyeon menatap Krystal tanda tidak mengerti

“Kalian adalah Suami Isteri tetapi mengapa kalian seakan tidak mengenal satu sama lain dan satu hal lagi, bagaimana bisa kau pura-pura menjadi Fans fanatik Minho? Suamimu sendiri, jika aku menjadi kau aku akan menggandeng tangan Minho dan mengatakan bahwa ia hanyalah milikku. Kau tidak tahu? Banyak yeoja yang mengidolakan suamimu yang tampan itu” ucap Krystal. Jiyeon menatap sekitarnya, untung saja hanya ada mereka diruangan ituu.

“Itu permintaanku”

Krystal memang mengetahui bahwa Jiyeon dan Minho adalah Sepasang suami Isteri karena Jiyeon memberitahukannya beberapa hari yang lalu. Walaupun ia bersahabat dengan Jiyeon cukup lama, ia tidak pernah tahu bahwa Jiyeon sudah menikah.

“Lagi pula aku akan tetap dekat dengan Minho Oppa, disekolah aku akan menjadi Fans nya, tetapi jika dirumah.. aku adalah Isterinya” Ucap Jiyeon membuat Krystal menggeleng tanda tidak mengerti arah jalan pikiran sahabatnya yang cantik itu.

***

“Minho Oppa!! Fighthing!!!” Jiyeon berteriak layaknya Fans. Semua matanya menatapnya dengan tatapan tidak suka, tetapi Jiyeon tetap berteriak menyemangati Minho yang sedang memantulkan bola ditangannya dengan sangat lincah.

Suzy yang berada didepan Jiyeon hanya dapat menatap Jiyeon dengan tatapan tidak suka dan menggerutu kesal. Ya, Suzy mempunyai sebuah rasa pada Minho yang tidak pernah ia ungkapkan.

“Aaaaaaa” Jiyeon berteriak lagi saat Minho berhasil memasuki bola basket kedalam ring.

“Ya Jiyeon, kecilkan suaramu” Gerutu Krystal malu..

Jiyeon hanya dapat tersenyum bodoh lalu berkata..

“Ia hebat”

***

Jiyeon berjalan kearah sebuah ruangan , sebelum ia masuk. Ia melihat kesana kemari. Memastikan bahwa tidak ada yang datang. Saat ia masuk, ia menemukan Minho tengah duduk sambil membaca beberapa kertas. Minho adalah ketua osis disekolah itu..

“Oppa”

“Kau sudah datang, Kemarilah”

Jiyeon berjalan kearah Minho, lalu duduk dipangkuan namja itu dengan manja.

“Aku sangat bersemangat saat mendengar teriakanmu” Ucap Minho.

“Aku kira Oppa akan marah.. menurut beberapa orang yeoja yang ada diruangan. Oppa sangat tidak suka di soraki seperti itu”

“Anni,aku tidak akan marah Jika itu isteriku yang cantik” Pipi Jiyeon merona merah mendengar ucapan Minho, Minho sepertinya sangat suka menggodanya dan membuat pipi Jiyeon merona.

***

Suzy terus mendengus, membuat Baekhyun , Jia dan Key menatapnya dengan tatapan aneh.

“Ada apa denganmu?”tanya Jia

“Aku hanya kesal dengan yeoja bernama Jiyeon itu. Ia sepertinya sangat menyukai Minho”

“Kau tenang saja , Minho sangat anti pada yeoja seperti itu” Ucap Jia menghibur. Key memangguk tandai ia menyetujui ucapan Jia. Tetapi tidak dengan Baekhyun yang mengetahui siapa Jiyeon.

“Sebaiknya kau jauhi Minho “Celetuk Baekhyun

“Wae?”Suzy menatapnya tajam

“Kau tidak cocok dengannya” Jawab Baekhyun santai,

“Kau lebih cocok dengan Jang Wooyoung, Fans beratmu itu” Lanjut Baekhyun dengan mimik tanpa rasa bersalah membuat Suzy bertambah kesal.

***

Jiyeon keluar dari kelasnya sendirian dan menatap langit yang mulai gelap. Ya, ia dihukum karena tertidur saat jam pelajaran bahasa.

“ Huft! Otthokae? Aku harus bagaimana? Aku tidak berani melewati lorong itu” Gumam Jiyeon yang masih berdiri didepan kelasnya.

Ia memutuskan tetap berdiri didepan kelasnya, berharap ada seseorang yang lewat. Tetapi nihil.. hampir setengah jam, tidak ada orang yang lewat. Jiyeon bertambah ketakutan saat merasakan hawa lain didekatnya..

Jiyeon duduk berjongkok sambil menutup wajahnya. Ia menangis, Jiyeon memang sangat takut akan gelap. Ia ingin menghubungi Minho, tetapi sangat disayangkan. Baterai Ponselnya habis..

“Hey” Sebuah suara mengejutkan Jiyeon. Ia hampir saja berteriak girang saat Minho berdiri didepannya. Tetapi ia mengurungkan niatnya saat melihat Suzy, Jia , Baekhyun, Key berdiri dibelakang Minho.

“Apa yang kita lakukan disini? Kajja kita pergi” Ucap Suzy yang seakan tidak suka dengan Jiyeon. Baekhyun, Jia, dan Key berjalan mengikuti Suzy tetapi kemudian mereka berbalik karena Minho masih berdiri didepan Jiyeon yang kini masih menangis.

“Minho-ah, apa yang kau lakukan disana? Kajja.. bukankah kau berjanji akan mengantarku pulang” Tanya Suzy dengan nada manja.

“Mianhae Suzy-ah, Baekhyun aku bisa minta tolong padamu? Antarkan Suzy pulang.. aku masih ada berkas yang tertinggal” Ucap Minho

Suzy hanya mengangguk sedih dan berjalan pergi diikuti dengan Jia, Key dan Baekhyun.

***

( Jiyeon Pov )

Setelah mereka pergi, Minho Oppa berjongkok lalu memelukku. Aku menangis didalam pelukannya.

“Aku takut”

“Tenanglah, ada aku disini”

Setelah beberapa menit berpelukan. Minho Oppa berjongkok didepanku ..

“Naiklah”

“Kau akan menggendongku Oppa?”

“Ne, kajja”

“Tetapi aku berat”Ucapku dengan nada malu. Minho Oppa menatapku dengan tatapan lembut.

“Aku cukup kuat untuk menggendongmu” Akhirnya aku naik ke Gendongan Minho Oppa. Aku memeluk tubuhnya dengan erat..

“Aigoo.. Isteriku”

***

( Suzy Pov )

Saat kami tiba diparkiran , aku terdiam. Ada hal ganjil dengan Minho dan Yeoja itu?

“KAU KEMANA” aku mendengar suara teriakan Jia saat melihatku berlari kembali kearah sekolah. Aku terus berlari hingga aku tiba ditempat Minho tadi berada.

‘Deg’ Aku melihat Minho memeluk yeoja itu. Sakit! Aku merasa sangat sakit..

Beberapa menit kemudian, Minho berjongkok dan yeoja itu naik ke Gendongannya.

“Aigoo Isteriku..” Aku melangkah mundur, terkejut dengan apa yang kudengar. Isteri? Apa maksudnya? Apakah Minho..

“Suzy” Aku mendengar suara Minho. Ia sepertinya terkejut dengan kehadiranku begitu juga dengan yeoja itu yang terlihat menatapku dengan tatapan terkejut..

***

( Author Pov )

Kini Minho, Jiyeon, Suzy, Jia , Baekhyun dan Key duduk disalah satu kursi yang ada di Sebuah Cafe. Suzy, Jia dan Key menatap Minho seakan meminta penjelasan.

“Bagaimana bisa kau menikah tanpa memberitahukan kami” Ucap Key menatap Minho dengan tatapan kecewa.

“Mian, tetapi aku merasa ini Privasiku” Ucap Minho dengan nada dingin. Begitulah ia, ia tidak pernah bersikap lembut pada siapapun kecuali eommanya dan Jiyeon.

“Aish” Key hanya dapat menghela nafas kesal.

“Kau Kejam” Suzy yang tadi hanya diam , kini menatap Minho dengan tatapan kecewa. Minho terlihat sedikit merasa bersalah, karena ia terlanjur mengetahui bahwa Suzy menyukainya.

“ Sudah, jangan terus menyalahkannya. Kalian seharusnya dapat mengerti.. kalian hanya sebatas sahabatnya jadi, Kalian tidak bisa mengetahui apa yang bersifat rahasia bagi Minho” Ucap Baekhyun dengan santai.

“Ya Byun Baekhyun..”

“Wae”

“Jangan-jangan kau sudah mengetahui bahwa Minho dan .. Siapa Namamu?” Key terhenti mengucapkan kata-katanya dan malah menanyakan nama Jiyeon.

“Jiyeon” Jawab Jiyeon pelan

“Nde, Minho dan Jiyeon sudah menikah” Ucap Key melanjutkan ucapannya.

“Memang” Jawab baekhyun Santai.

‘TUK’ Key menjitak kepala Baekhyun membuat Baekhyun meringis kecil sambil mengelus kepalanya. Sedangkan Jia terlihat hanya dapat diam sambil menatap Jiyeon tajam dan mengelus rambut Suzy yang sudah meneteskan air mata. Jia tahu bagaimana terlukanya hati Suzy sahabatnya.

“Choi Minho, kau sangat beruntung! Kau tahu? Padahal aku berniat mendekati Jiyeon karena aku merasa jatuh hati padanya. Tetapi ternyata.. aish” Celetuk key membuat Minho terkekeh kecil.

***

-Keesokan Harinya..

Jiyeon menggeliat kecil didalam pelukan Minho. Ia menatap jam, ternyata sudah jam 6 pagi.

Jiyeon bangun dan memutuskan untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Minho.

“Minggu pagi yang cerah” Gumam Jiyeon saat membuka jendela.

Jiyeon membuka kulkas dan menepuk dahinya. Ia lupa membeli bahan makanan. Jiyeon berjalan kearah kamarnya dan mengambil jaketnya, ia berencana untuk pergi ke Super Market yang berada tak jauh dari Apartement yang ia dan Minho tempati.

Saat Jiyeon akan menggapai pintu keluar, sebuah suara mengejutkannya..

“Kau ingin pergi kemana pagi-pagi seperti ini ?”

“Oppa, kau sudah bangun? Aku ingin pergi ke Super Market untuk membeli beberapa bahan makanan. Kau mau ikut?” Tawar Jiyeon.

“Ne, tunggu dulu” Minho berjalan kearah kamar mereka lalu keluar menggunakan Jaket.

“Kajja” Minho menarik Jiyeon sambil menggenggam tangan Jiyeon.

***

( Jiyeon Pov )

Aku berjalan mengelilingi Super Market, mencari beberapa bahan makanan untuk ku masak. Aku menatap sekelilingku, banyak ibu-ibu yang berada disini. Aku bahkan tidak melihat anak-anak seumuran denganku disini..

Aku sepertinya memang menikah terlalu muda.. -,-

Aku berbalik dan tidak menemukan Minho Oppa dibelakangku. Kemana ia?

Terdengar suara teriakan membuatku menoleh dan mendapatkan Minho Oppa tengah dikelilingi oleh Ahjumma-ahjumma..

“Jadilah menantuku..”

“Puteriku sangat cantik.. cocok denganmu”

“Aigoo kau sangat tampan”

Aku mendengar beberapa celotehan dari ahjumma-ahjumma itu. Aku hanya dapat tersenyum kecil melihat wajah Minho Oppa yang terlihat terganggu. Aku berjalan kearah mereka lalu menggandeng tangan Minho Oppa.

“Mianhae, tetapi ia adalah suamiku”

“Suamimu? Ya anak muda, kalian masih sangat muda untuk menikah.. jadi jangan menipu kami.. “

Aku hanya dapat menghela nafas kecil .. Mempunyai Nampyeon tampan memang sangat menyusahkan -,-

***

( Krystal Pov )

#BRUK!!

Pantatku dengan sukses mendarat dilantai dingin sekolah. Aku menatap kesal Park Han Byul, ia dengan sengaja mengaitkan kakinya pada kakiku membuatku yang sedang berjalan bersama Jiyeon terjatuh.

“YA!” Ucap Jiyeon tidak terima. Han Byul adalah musuh bebuyutan kami sejak kami masuk ke sekolah ini..

Ia selalu saja mencari masalah denganku, dan yang paling menyebalkan ia selalu menuduhku dan Jiyeon merebut kekasihnya –Lee Joon yang sangat Playboy itu. Han Byul dan kedua temannya yang centil itu menarik rambut Jiyeon membuat Jiyeon meringis.

Aku bangkit dan menarik rambut HanByul hingga terjadilah tarik menarik diantara kami.

Tanpa kami sadari, kami menjadi pusat perhatian..

“Jiyeon.. Jiyeon..”

“Han Byul.. Han Byul” Aku mendengar sorakan beberapa murid. Apakah mereka kira ini pertarungan..!!

“CUKUP!!” Suara Choi Minho sang Ketua Osis menggema. Dengan cepat Han Byul dan gengnya melepaskan tarikannya pada rambutku dan Jiyeon ..

“Argh.. kepalaku sakit” Han Byul pura-pura kesakitan sedangkan aku dan Jiyeon hanya dapat menatapnya bingung.

Jiyeon terlihat sangat berantakan dengan rambut yang terlihat acak-acakan..

“JUNG SOO JUNG, PARK JIYEON, PARK HAN BYUL, JUNG HYERIN, KIM HYEMI, IKUT AKU KE RUANGANKU !! “ Suara Minho menggelegar dengan sangat tegas. Jiyeon hanya dapat menunduk lalu berjalan mengikuti Minho diikuti denganku serta 3 trio centil itu.

***

( Author Pov )

Jiyeon, Krystal, Han Byul , Hyerin dan Hyemi duduk sambil menunduk saat Minho membentak mereka. Selain sebagai Ketua Osis , Minho diberikan wewenang untuk menghukum murid-murid yang membuat keributan atau kerusuhan di sekolah itu.

“Sebagai hukumannya , Han Byul, Hyerin dan Hyemi. Kalian membersihkan Toilet sekolah dan Park Jiyeon dan Jung Soo Jung, kalian akan aku beri hukuman untuk membersihkan ruangan olahraga” Ucap Minho.

“Tapi bukankah Ruangan Olahraga sudah diber-“ Han Byul membuka mulut ingin protes tetapi Minho dengan cepat memotongnya.

“Anni,, walaupun begitu, masih ada debu yang tertinggal” Ucap Minho. Jiyeon dan Krystal tersenyum penuh kemenangan, Jiyeon tahu bahwa Minho tidak ingin memberikan hukuman yang terlalu berat padanya.

Han Byul , Hyerin dan Hyemi keluar dari ruangan OSIS dengan wajah kesal..

“Sepertinya ketua osis berpihak pada mereka”- Han Byul

“Padahal aku berharap Minho Sunbae membela kita dan memberi hukuman berat untuk yeoja-yeoja menyebalkan itu” -Hyerin

***

Jiyeon dan Krystal duduk disalah satu kursi yang ada diruangan Olahraga.

“Tidak ada debu ataupun sampah disini.. ruangan ini terlihat bersih” Gumam Krystal

“Ternyata ada gunanya juga kau menjadi isteri Choi Minho” ucap Krystal lagi. Jiyeon hanya dapat terkekeh kecil..

Beberapa menit kemudian, Minho muncul dengan makan ditangannya. Jiyeon tersenyum kecil..

“Oppa”

“Ini untukmu, dan ini untukmu”

“Gomawo Sunbae”

“Nde..”

Minho duduk disamping Jiyeon yang terlihat dengan semangat memakan roti berselai keju itu.

“Oppa.. “

“hmm?”

“Aku kira Oppa benar-benar marah saat Oppa membentak kami tadi. Tetapi sungguh, bukan aku dan Krystal yang memulai perkelahian itu” Ucap Jiyeon disela makan-nya.

“Aku tahu..Jangan berbicara saat makan, nanti kau tersedak” Jawab Minho dengan senyum dan terlihat sangat perhatian pada Jiyeon.

‘Baru kali ini aku melihat Choi Minho sang ketua Osis tampan yang dingin bersikap selembut itu. Park Jiyeon kau Daebak’ Batin Krystal.

***

( Krystal Pov )

Aku berjalan dengan langkah pelan melewati tangga yang ada dikoridor sekolah. Tanpa sengaja aku tergelincir membuatku hampir terjatuh, untung saja sebuah tangan kekar dengan sigap menahanku.

‘Deg’ Wajah Minho berada sangat dekat dengan wajahku dan itu membuatku sangat gugup, Minho sunbae terlihat sangat-sangat tampan. Aku mengedipkan mataku beberapa kali sambil menatap mata belo-nya.

Ckrek! Terdengar bunyi kamera, dengan segera Minho Sunbae melepaskan pegangannya pada pinggangku.

“Omo Kalian sangat romantis, apa kalian berpacaran. Sempat-sempatnya saja berciuman” Ucap Mir dengan suara yang besar sambil memperhatikan foto-foto yang ia foto menggunakan kameranya, pasti terjadi kesalah pahaman.. Tanpa kami sadari, kami menjadi pusat perhatian.. Entah mengapa, pipiku menjadi memerah..

“Aku ingin lihat..” Beberapa murid mengerumbungi Mir, sedangkan aku masih menunduk menyembunyikan pipiku yang memerah dan tanpa sadar aku tersenyum.

“Omo Jung Soo Jung dan Choi Minho berciuman difoto itu” Ucap Salah satu murid dengan suara yang sangat besar. Aku dengan segera mengambil kamera Mir dan benar saja, didalam foto itu aku terlihat sedang berciuman dengan Minho Sunbae. Tetapi kenyataannya kami tidak berciuman sama sekali..

Aku menatap kearah Minho sunbae yang terlihat terpaku dan menatap kearah depan. Aku mengikuti pandangannya dan kini Jiyeon tengah berdiri dengan air mata yang membasahi pipinya..

“Ji..Jiyeon”

Apa yang ku lakukan? Ada apa denganku dan mengapa ..? Mengapa jantungku berdebar.. apa aku menyukai Minho Sunbae..

Jiyeon sudah berlari pergi. Minho sunbae terlihat mengejarnya dan itu membuatku merasa sakit..

Jiyeon-ah Mianhae.. L aku tidak tahu mengapa tiba-tiba perasaan itu muncul kembali. Ya, Dulu aku begitu menyukai Minho sunbae. Tetapi saat mengetahui bahwa ia akan menikah dengan sahabatku aku berusaha mengubur perasaan itu..

***

( Jiyeon Pov  )

Aku terus berlari dan berlari. Jantungku seolah tertusuk beribu jarum tajam. Aku tidak dapat menahan tangisku.. Aku tidak menyangka Minho Oppa dengan tega menghianatiku.. aku tidak menyangka mereka benar-benar jahat padaku hikzz..

“ Hikz..”

Aku memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuaku. Sesampai dirumahku yang sederhana, aku masuk kedalam kamarku dulu lalu menutupnya. Aku mendengar suara eomma yang memanggilku.

“Jiyeon-ah, Gwenchana?” Ucap eomma yang terdengar khawatir.

“Eomma.. hikzz.. tolong tinggalkan aku sendiri” Ucapku dengan suara serak.

“ Arra, eomma harap kau baik-baik saja. Panggil eomma jika kau membutuhkan eomma” Aku mendengar suara prihatin eomma. Perlahan aku mendengar suara langkah kaki menjauh.

***

( Choi Minho Pov )

 

Beberapa hari ini Jiyeon terus menghindariku. Beberapa hari ini juga ia tidak pernah pulang ke Apartement, saat aku ingin menemuinya dikediaman keluarga Park. Ia menolak bertemu denganku..

Krystal juga terlihat berusaha dengan keras menjelaskan semuanya pada Jiyeon. Tetapi sepertinya Jiyeon sudah terlanjur salah paham dengan semua yang terjadi.

“ Choi Minho! Apakah benar kau berpacaran dengan Krystal? Kau tahu? Berita ini menjadi berita Populer disekolah ini?” Celetuk Baekhyun yang baru saja datang.

“aku sempat melihat foto yang menunjukkan kau dan.. Krystal ..” Jia terlihat takut untuk melanjutkan ucapannya.

“Kau Napeun Namja” Suzy yang sedari tadi diam kini mengeluarkan suaranya sambil menatapku dengan tatapan datar. Aku tahu bahwa ia masih marah padaku..

“Aigoo.. Choi Minho, mengapa kau berselingkuh dengan sahabat Anae mu sendiri? Aigoo.. pantas saja belakangan ini Jiyeon menjadi murung. Berikan saja Jiyeon padaku dan aku akan setia. Kau Napeun Namja!” Celetuk Key sambil menatapku tajam.

BRAK!! Aku menggebrak meja Kantin membuat semua mata menatap kearah kami. Tepat saat itu, Jiyeon memasuki kantin bersama Krystal disampingnya, apakah mereka sudah berbaikan? Aku melihat tangan Krystal melingkar ditangan Jiyeon.

“Park..Jiy-“ Krystal berhenti berbicara saat menyadari suasana kantin yang diam.

“Kau kira kau siapa!! Walaupun kau adalah sahabatku jangan kira aku tidak bisa melakukan hal jahat padamu! Kau tahu sendiri bukan bahwa aku tidak akan membiarkan seorang pun memiliki apa yang ku punya termasuk Yeojaku!” Bentakku dengan suara keras membuat Key yang awalnya berdiri kini terduduk dan menunduk takut.

“ Aku tidak akan membiarkan kau mengambilnya karena ia hanya milikku. Park Jiyeon adalah milikku dan selamanya akan menjadi milikku” Ucapku dengan nada penuh emosi. Seketika kantin menjadi riuh, beberapa yeoja terlihat menangis mendengarnya. Sepertinya Patah hati..

Aku melihat banyak orang mengerumbungi Jiyeon dan Krystal seakan meminta penjelasan. Jiyeon terlihat bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan orang-orang itu.

Dengan langkah cepat aku berjalan kearahnya lalu menarik tangannya pergi..

***

( Baekhyun Pov )

Sedari tadi Key tidak berhenti menangis. Bagaimana bisa ada namja secengeng ini? Aku , Jia dan Suzy hanya dapat menatap Key dengan tatapan malas, sudah berbagai cara kami lakukan agar membuatnya berhenti menangis dengan wajah sejelek itu.

“Siapa yang menyuruhmu berkata seperti itu pada Minho.. kau tahu sendiri ia sangat sensitive saat ini” Gumam Jia dengan wajah santai.

“Apa yang harus aku lakukan .. hikz.. otthokae.. Minho pasti akan membunuhku”

“Aku mengenal Minho, ia tidak mungkin membunuhmu hanya karena itu. Kau tenang saja, mungkin ia hanya akan memberikan satu lingkaran hitam dimatamu” Ucap Suzy membuat tangisan Key bertambah nyaring.

Aku , Jia dan Suzy menahan tawa kami..

“AKU HARUS BAGAIMANAAAAA” Teriak Key dengan Frustasi..

***

( Jiyeon Pov )

Krystal sudah menceritakan kejadian yang sebenarnya dan aku merasa menjadi mahluk paling jahat. Bagaimana bisa berperasangka buruk terhadap Krystal dan Minho. Terlebih lagi aku meragukan rasa cinta Minho Oppa yang sangat besar padaku. Aku benar-benar bersalah kali ini, aku akan menerima jika minho oppa akan membentakku lalu marah padaku.

Minho oppa terus menarik tanganku hingga kami sampai di Ruangan Osis. Akhirnya Minho Oppa mengendorkan pegangan tangannya ..

“Oppa, Mian” Ucapku dengan mendunduk

“Untuk apa?”

“Aku telah salah paham”

“Kau sudah mengetahui semuanya?”

Aku hanya dapat mengangguk men’iyakan’ pertanyaan Minho Oppa. Aku merasakan sebuah tangan mengelus pipiku lembut lalu menatap mataku dalam. Aku membalas tatapan Minho Oppa..

“Gwenchana…”

“Aku senang kau sudah tidak salah paham lagi, aku merindukanmu” Ia memelukku dengan sangat erat.

“Aku hampir saja bunuh diri karena aku pikir kau akan meninggalkanku” Celetuknya dan itu membuatku sedikit merinding. Minho Oppa ternyata mempunyai sedikit sisi yang mengerikan..

“Jangan pernah meninggalkanku lagi”

***

( Krystal Pov )

‘Deg’ Aku hanya dapat menatap pedih Jiyeon dan Minho yang terlihat berpelukan. Aku kembali menutup pintu itu dan berjalan pergi. Aku harus melupakan dan menghapus perasaan ini, aku tidak ingin Jiyeon meninggalkan sahabatnya yang bodoh ini..

Bruk! Tanpa sengaja aku menabrak seseorang. Huft, aku benar-benar sangat ceroboh.

“Gwenchana..?”

‘Deg’ Kang Minhyuk,apa yang ia lakukan disini? Bukankah ia masih berada di Australia..

“Kau?”

“Krystal-ahh” Ia memelukku. Beginilah Kang Minhyuk, ia terlalu tergila-gila padaku dan itu kadang membuatku merasa ia menjijikan -,-

“Ya lepaskan!”

“Aku merindukanmu”

“Aish!”

END~

Gantung ya? Atau Gak Jelas gituhh -,- Mian, Author lagi gak fokus jadi beginilah fanfiction Abal2 inihh -,-

 

One More Time ( part 2 Of 2 )


549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : One More Time

Author : Marsa_Queens

Type : Chaptered

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

( Main Cast )

  • Park Jiyeon
  • Choi Minho

( Other Cast )

  • All

*

*

*

( Jiyeon Pov )

Aku membuka mataku pelan saat merasakan sinar matahari menembus kamarku. Dimana aku? Aku melihat sekelilingku.. Tunggu dulu! Ini bukan kamar hotelku! Aku menoleh kesana kemari dan menemukan seorang namja tengah duduk dengan santai sambil menikmati sebuah kopi

“ANDWE”Aku berteriak

“Wae?”

“Apa yang kau lakukan padaku”Tanya ku dengan was-was membuat namja itu , Minho. Menatapku dengan tatapan aneh..

“Cih,, kau lupa?”

“Lupa! Apakah kita?”

“Pabo! Tidak, aku tidak sudi menyentuhmu.. mengapa otakmu itu selalu berpikiran hal yang tidak seharusnya eoh? Jika kau bertanya mengapa kau bisa berada disini, jawabannya adalah kau mabuk dan tertidur malam tadi. Kemarin aku berusaha membuka kamar hotelmu tetapi tidak bisa dan kebetulan kamar di Hotel ini sudah penuh, jadi terpaksa aku membawamu kemari”Jelasnya membuatku hanya mengangguk. Babo!! Jiyeon..

Aku senang melihatnya yang berbicara panjang lebar denganku. Dulu ia sangat irit dalam hal berbicara..

Choi Minho memang mempunyai banyak rahasia didalam hidupnya dan ia adalah namja yang sangat sulit ditebak -_-

Aku menggaruk kepalaku dengan tampang bodoh. Dengan cepat aku bangun dari tempat tidurnya. Tetapi sebuah tangan malah menahanku..

“kemana kau?”

“Aa..aku”

“Kemari”Ia malah menarik tanganku dan membuka sebuah pintu..

“Aku tidak ingin orang-orang curiga..”

“Ah Ne” Ucapku.. aku kira ia akan menciumku layaknya drama Korea -_-ternyata aku salah besar..

***

Aku berjalan dibelakang Minho dan disamping Krystal. Kami memasuki ruang rapat, banyak orang-orang penting diruangan ini dan aku dengar jika perusahaan Minho bisa mendapatkan kontrak ini, mereka akan untung sangat besar.

Aku duduk disebelah seorang namja yang sedari tadi melihatku membuatku sedikit tidak nyaman..

Minho berdiri dan mulai menjelaskan dokumen yang sudah ia buat, semua orang-orang itu terlihat tertarik dengan apa yang disampaikan Minho, Namja yang benar-benar daebak..

Aku sangat terkejut saat tiba-tiba sebuah tangan memegang pahaku dan mengelusnya. Aku menatap namja disampingku yang saat ini menatapku dengan tatapan menjijikkan..

“Apa yang kau lakukan!”Aku membentaknya

“Jiyeon”Minho balas membentakku karena aku menganggu jalannya rapat..

“Minho..”

 “Namja ini.. namja ini dengan lancangnya menyentuhku”Aku menangis sambil menunjuk namja keparat itu..

“Ne?”Minho terlihat terkejut, aku berusaha menahan air mataku. Namja tidak tahu sopan santun..

Minho menghentakkan dokumen yang ia pegang dan berjalan kearahku..

BUGH! Minho menampar namja itu hingga namja ittu mengeluarkan darah dari sudut bibirnya. Semua orang yang ada diruangan itu mencoba melerai perkelahian itu termasuk aku yang sudah tidak bisa menahan tangisku

“AKU AKAN MEMBUNUHMU! JIKA KAU BERANI MENYENTUHNYA LAGI !”Minho membentak namja itu lalu menghempaskan tangannya..

***

Sepanjang perjalanan pulang aku terus menangis didalam pelukan Krystal. Aku merasa sangat kesal dengan namja itu,bagaimana bisa ia dengan lancangnya memegang kaki ku..? Aku juga kesal dengan diriku, karenaku Minho tidak mendapatkan kontrak kerja itu.

“Namja tadi memang sangat keterlaluan”Beberapa karyawan terlihat membelaku dan sebagiannya hanya diam.

Sesampai di Hotel aku langsung masuk kedalam kamarku. Aku perlu menenangkan diriku, entah mengapa aku merasa tidak terima dengan perlakuan namja itu..

Aku duduk dipinggir ranjangku sambil mencoba menenangkan diriku. Aku menarik nafasku, tenang Jiyeon. Ia tidak merebut apa yang berharga bagimu. Aku menghembuskan nafas pelan..

Tiba-tiba pintu yang menghubungkan pintu kamarku dan Minho terbuka. Menampilkan Minho yang kini berdiri dengan baju yang sudah berganti..

“kau tak apa?”

“Ne”

“Kau yakin”Ia berjalan kearahku lalu duduk sambil berlutut didepanku. Ia memegang wajahku dengan tangan besar dan hangatnya..

***

( Krystal Pov )

Wajah Jiyeon terlihat lebih ceria, syukurlah.. aku mengambil beberapa daging didepanku. Saat ini kami sedang makan di Restaurant daging di Jeju. Daging yang segar .. Yummy..

Sedari tadi Minho Sunbae terlihat memandang Jiyeon begitupun sebaliknya. Apakah mereka kembali? Wow.. mereka memang pasangan yang sangat serasi. Aku merasa banyak yang berubah semenjak kehadiran Jiyeon. Minho menjadi namja yang santai dan ia tidak akan memecat orang begitu saja karena terlambat. Ia juga sepertinya mengurangi ke disiplinan terhadap dirinya.. dan satu hal yang paling penting, sekarang Minho Sunbae sangat sering makan bersama para Karyawan.. Daebakk

Jiyeon kau memang yeoja pembawa keberuntungan..

“Makanlah”

“Gomawo Krystal”

“Cheonmaneyo”

Jiyeon memakan daging didepannya lalu mengambil beberapa sayur.. saat Jiyeon akan meminum soju, Minho sunbae tiba-tiba melarangnya. Aku semakin curiga..

“kau akan mabuk, Pabo”

“Ne”Jiyeon hanya dapat menekuk wajahnya layaknya anak kecil yang kesal.

***

( Jiyeon Pov )

Besok kami akan kembali ke Seoul, sayang sekali. Padahal aku ingin lebih lama ditempat indah ini. Aku berjalan kearah taman hotel ini, taman terang dengan banyak bunga mengelilinginya.

Aku duduk ditengah-tengah taman, Omo! Kejadian tadi terus terbayang dikepalaku. Saat Minho berlutut didepanku dan membelai lembut wajahku. Apakah kami sudah kembali menjadi sepasang kekasih? Entahlah..

Minho terlalu dingin dan ia sepertinya masih bertahan dengan sifatnya itu, tidak mungkin bukan jika aku kembali ke sifatku yang dulu? Yang terus mengganggunya? Aku sudah dewasa sekarang..

“Apa yang kau lakukan disini?”sebuah suara mengejutkanku

“Kau”

“Aku sedang menikmati pemandangan”Jawabku gugup. Ia duduk disampingku, Choi Minho.

Ia membuka jaketnya lalu menyelimutiku..

“Kau bisa sakit”

Aku menatapnya dengan tatapan lekat.. apakah ini waktunya aku bertanya tentang perasaannya padaku?

“Sunbe”

“Ne?”

“Apakah kau menyukaiku?”

“Mengapa kau bertanya tentang hal itu?” Ia balik menatapku..

“A..Aniyo”

“Perasaanku masih sama , sama seperti beberapa tahun yang lalu saat kau pergi tanpa mengatakannya padaku”

“Ne”

“Mengapa kau pergi tanpa mengatakannya padaku? Apakah kau tahu bahwa aku hampir saja gila saat mendengarmu yang tidak berada di Korea lagi? Apakah kau tahu betapa kesepiannya aku saat aku jauh dari mu? Apakah kau tahu bahwa aku cemburu melihatmu bersama Suho? Dan apakah kau tahu bahwa aku selalu mengendalikan diriku untuk tidak menyentuhmu”  Aku terdiam mendengarkan ucapannya. Mataku berkaca-kaca, apakah ia mencintaiku juga selama ini?

“Sunbae”

“Apakah kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu”Ucapnya sambil menggenggam tanganku membuatku terdiam. Aku menatapnya dengan tatapan lekat, aku tidak menemukan sorot kebohongan dari matanya..

“Kembalilah padaku”Ucapnya..

“ta..pi sunbae, bukankah kau sudah memiliki kekasih?”

“Kekasihku hanya kau Pabo” Ia memelukku dengan erat, aku membalas pelukannya dengan senyum.

“Jangan pergi lagi” Bisiknya lembut..

***

Hari ini kami akan kembali ke Seoul, sayang sekali. Aku menarik koperku, dan saat aku keluar dari kamar hotelku aku menemukan Minho sudah berdiri sambil menatapku. Aku menyerit bingung, bukankah seharusnya ia sudah berangkat?

“apa yang kau lakukan disini?”

“Tentu saja menunggumu.. kajja”

“Kau akan ikut bus kami?”Tanyaku

Ia mengangguk,sangat luar biasa. Bagaimana bisa seorang Choi Minho. Pengusaha muda kaya raya mau satu mobil dengan karyawannya..

Minho berjalan kearahku lalu mengambil koperku dari tanganku..

“Aku akan membawanya”

“Ne? Gomawo”Ucapku memerah, ia menjadi sangat perhatian padaku. Berbeda dengan sifatnya yang dulu.. sekarang aku juga sangat jarang melihatnya memegang buku, apakah kepribadiannya sudah berubah? Entahlah..

Aku berjalan dibelakangnya, semua mata menatap kami saat kami tiba di depan hotel. Mereka seakan terkejut melihat Minho yang membawa koper besarku.. Aku hanya dapat tersenyum tidak enak..

“Apa yang kalian tunggu? Kajja” Ucap Minho lalu mengenggam tanganku dan masuk kedalam Bus.

***

Setelah kepulangan kami dari Pulau Jeju, aku dan Minho resmi menjadi sepasang kekasih lagi. Aku membuka mataku dan menemukan seorang namja didepanku tengah tertidur sambil memelukku..

Minho memang sering menginap dirumahku. Tetapi kami tidak melakukan apapun, hanya tidur bersama dan tidak lebih..

Aku bangun dan menyiapkan sarapan untuknya, aku memasak beberapa makanan.. saat aku sedang memotong kentang , sebuah tangan memelukku .. aku tersenyum saat merasakan nafasnya mengenai kupingku..

“Kau sudah bangun?”

“Ne”

“Apakah tidur mu nyenyak?”

“Tentu saja, karena aku tidur sambil memelukmu. Jiyeon-ah.. bagaimana kalau hari ini kau mengambil libur..”

“Memang kau mau membawaku kemana?”

“Perpustakaan”

“Mwo”

“Aku hanya bercanda, kau tahu? Sejak kepergianmu , perpustakaan adalah tempat paling kubenci. Karena buku-buku itu kau meninggalkanku”

“Aigoo.. Itu tidak ada hubungannya Minho-ah”

“Tetap saja…”

Aku hanya mendengus pelan..

***

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, kami tiba disebuah tempat yang sangat sunyi. Hanya terdengar suara kicauan burung ditempat ini. Aku menatapnya seakan bertanya..

“Tunggu sebentar”

Ia mengeluarkan beberapa alat pancing, aku bertambah menyerit. Apa yang ia lakukan? Ia menarik tanganku , hingga kami tiba disebuah sungai… sungai yang mengeluarkan asap.. aku mencelupkan kakiku.. apakah ini danau air hangat?

“Hangat bukan?”tanyanya dan aku mengangguk..

“Kajja kita memancing”

“Mwo.. Minho kau gila?”

“Anni, beberapa orrang kemari mengatakan bahwa jika seorang namja dan seorang yeoja memancing di Danau ini dan mereka mendapatkan seekor ikan, maka cinta mereka akan menjadi cinta sejati, begitupun sebaliknya”

“Bagaimana jika kita tidak mendapatkan ikan itu? Tidak mungkin ikan hidup di air seperti ini”

“Aku yakin kita akan mendapatkannya..”

1 Menit..

30 Menit…

1 jam…

1 jam 30 menit..

Aku terdiam, Minho tetap tersenyum.. padahal sejak tadi kami tidak mendapatkan ikan. Apakah itu berarti kami bukan cinta sejati? Anniya.. aku dan Minho adalah cinta sejati dan itu tidak bisa di ubah..

“AKHIRNYA”aku terkejut mendengar teriakan Minho, aku menoleh kearahnya dan melihatnya tersenyum senang sambil memegang sebuah ikan besar. Mustahil.. di danau ini ada ikan..

Aku tersenyum dengan senang lalu memeluknya dengan erat.. aku sudah mengatakan bukan? Bahwa Minho adalah cinta sejatiku begitupun sebaliknya. Aku memeluknya sambil menangis terharu..

“Mengapa kau menangis? Sudahlah,, kajja kita pulang”senyumnya lalu menarik tanganku lembut..

***

Perjalanan yang cukup melelahkan, aku membuka mataku perlahan saat mendengar suaranya. Aku menemukannya yang sudah menatapku dengan lekat, mata ku melebar saat merasakan bibirnya menyentuh bibirku. Apa yang harus ku lakukan? Aku hanya diam dan tidak bergerak..

Mataku bergerak kesana kemari, jantungku berdetak dengan sangat kencang. Aku sudah tidak bisa bernafas,, dengan cepat aku mendorong tubuhnya..

“Wae?”

“Aku..aku tidak bisa bernafas “Ucapku malu, ia tersenyum kecil lalu mengecup keningku..

“Kau mau berjanji padaku?”

“Berjanji apa?”

“Kau tidak akan berpindah ke lain hati ataupun pergi lagi dariku.. aku juga ingin kau berjanji, bahwa dihatimu hanya ada diriku”

“Minho-ah”

“Dan satu hal lagi, panggil aku Oppa.. aku lebih tua dari mu”

Aku mengangguk senang sambil terkekeh kecil. Aku memeluk tubuhnya dengan erat, aaku merasa sangat bahagia.. Minho Oppa, kau benar-benar membuatku merasa sangat bahagia..

***

Aku berjalan memasuki Kantor itu, sesampai disana aku melihat Minho Oppa sedang membentak seorang Karyawan. Bukankah itu Taemin? Bukankah ia salah satu Karyawan yang sangat rajin..

“Bagaimana bisa kau memberikanku dokumen seperti itu? Aku menginginkan yang terbaik, kau tahu dokumen seperti itu bahkan bisa ku buat dalam waktu 20 menit”Bentaknya..

“Cukup.. ada apa ini?”Tanyaku

“Taemin-ah kau kembali saja”

“Ya!” Ucap Minho Oppa tidak terima, aku menarik tangannya menjauh dari depan para Karyawan yang sudah sangat takut. Aku mendengar desahan lega Taemin saat ia berhasil lolos dari tangan Minho..

“Oppa..”

“Kau tidak boleh memperlakukan karyawanmu seperti itu, kau adalah orang pintar dan seharusnya kau bisa memberikan kesempatan untuknya”

“Jiyeon-ah”

“Oppa.. kau harus meminta Maaf padanya dan bicara baik-baik dengannya. Kau melukai hatinya Oppa”

“Ne..Ne,, baiklah”

Minho Oppa berjalan keluar sedangkan aku duduk disalah satu Sofa yang ada diruangannya. Beberapa menit kemudian , Minho Oppa masuk dengan wajah datarnya..

“Bagaimana”

“Karena kau yang meminta jadi aku meminta Maaf padanya”

Minho duduk disampingku sambil memeluk tubuhku dari samping. Aku menyandarkaan kepalaku pada tubuhnya..

“Bagaimana kalau kita menikah”Ucapnya membuatku seketika tercengang..

“N..Ne”

“Kita menikah”
***

 

( Author Pov )

~Beberapa Tahun Kemudian

Sebuah rumah mewah terlihat sangat ramai dengan suara teriakan-teriakan seorang yeoja. Ia terlihat mengejar dua orang bocah yang tertawa sambil memanggilnya dengan sebutan ‘eomma’

“Aigoo.. Appa lelah”Seorang namja muncul dari balik pintu sambil memeluk seorang bocah namja sedangkan yeoja yang dipanggil eomma itu menggendong seorang bocah yeoja..

“eomma , appa kita bermain lagi”

Yeoja itu tersenyum lalu mencium pipi yeoja kecilnya dengan sangat lembut serta membelai rambut panjang puterinya itu.

“Eomma dan Appa lelah, bagaimana kalau kalian tidur siang. Ini adalah waktu tidur siang kalian” Ucap seorang namja

Kedua bocah itu mengangguk lalu berlari kearah kamar mereka. Namja dan Yeoja itu adalah Minho dan Jiyeon. Mereka menikah beberapa bulan setelah Minho melamar Jiyeon. Hingga saat ini mereka di karuniai dua orang anak yang sangat tampan dan cantik.. Choi Yoogeun , dan Choi Yong Ji ..

Minho langsung mendaratkan bibirnya pada bibir Jiyeon saat melihat kedua buah hatinya telah hilang dari pandangan.

“oppa”

“Aku sedang menginginkanmu Chagiya”ucap Minho mebuat Jiyeon tersenyum kecil lalu naik ke Gendongan namjanya itu..

“Kajja”
END~

Otthakaeeee?? Apakah ancur ?? Mianhae,, harap R C L Ndeeeee ^^ GUMAWOOOOOO :*

MIANHAE :(


Annyeong ^^

Sebelumnya author pengen Minta Maaf yang sebesar-besarnya :( Karena gak pernah dan jarang membalas komentar para Riders. Ini dikarenakan Author sedang sangat sibuk karena sebuah urusan dan juga pekerjaan yang sudah sangat menumpuk.

Juga, Mianhae author belum bisa Post Fanfiction dalam waktu dekat ini :( Mianhae.. tetapi author usahain bales satu persatu Komentar Kalian :) Dan untuk yang pengen minta Password Fanfiction, harap minta Via Email atau FB Nde.. ^^ Karena Author jarang membuka Twitter..

Atas Perhatiannya Author mengucapkan Terimakasih ^^

[ ONE SHOOT ] Memory Of You ( SQUEL )


549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : Memory Of You

Author : Marsa_Queens

Genre : Romance, Friendship

Type : Squel

Rating : -16

Main Cast : Park Jiyeon, Choi Minho

Other Cast : All

Annyeong ^^ Mimin bawa Squel Memory Of You ni :D Tetapi Cerita kali ini kembali ke Masa Lalu dimana Minho dan Jiyeon bertemu. Semoga cerita ini bagus Ne ^_^ Gomawoo~

 

 ( Author Pov )

~Flashback …

Seorang namja terlihat memantulkan bola ditangannya dengan bersemangat. Seorang yeoja terlihat menatap namja itu dengan tatapan datar tetapi penuh dengan kelembutan. Pandangan yeoja itu teralih pada seorang yeoja cantik berkulit putih yang terlihat sedang menyemangati namja itu.. Lee Ahreum, yeoja tercantik dan merupakan kapten Chiliders di Sekolah ternama SHINWHA HIGH SCHOOL Milik keluarga Choi.

Yeoja dengan kacamata tebal itu berjalan menjauh dari lapangan basket itu dengan buku tebal ditangannya..

Ia sampai disebuah ruangan..

“Pemisi”

“Kau sudah datang, kemarilah Jiyeon” Ucap seorang yeoja yang kira-kira berumur 36 Tahun pada yeoja yang dipanggil Jiyeon itu.

Yeoja bernama Jiyeon itu berjalan perlahan mendekati yeoja yang tengah tersenyum padanya

“Annyeong Songsaengnim”

***

Seorang namja berjalan dengan langkah Cool nya, wajahnya tampak menebarkan pesona yang terkalahkan. Namja itu tersenyum pada semua orang yang ia lewati, namja bernama Choi Minho merupakan anak dari pemilik Sekolah itu dan juga Kapten Tim basket.

Beberapa orang yeoja terlihat berjalan disamping kiri dan kanan namja itu.  Termasuk Lee Ahreum yeoja tercantik di SMA SHINWA HIGH SCHOOL.

“Oppa”

Seorang yeoja tiba-tiba menghampiri Minho dan memberikan sebuah kotak cokelat pada namja itu.

“Gomawoo”Ucap Minho tersenyum kecil lalu mengambil cokelat-cokelat itu dan memberikannya pada yeoja-yeoja yang berjalan disebelah kirinya. Yeoja yang tadi memberikan cokelat itu hanya dapat tersenyum malu dan berlalu pergi dengan cepat.

***

( Jiyeon Pov )

Aku menatap pantulan diriku dikaca Toilet, aigo.. Mengapa aku harus mempunyai wajah sejelek ini? Mengapa aku tidak mempunyai wajah secantik Lee Ahreum? Dengan wajah cantik seperti itu pasti aku bisa mendekati Minho Sunbae yang terkenal dengan ketampanannya itu.

Aku menatap Cokelatku dengan wajah murung, ya hari ini adalah hari Valentine dan aku suka membuat cokelat untuk Minho Sunbae, namja pertama yang membuatku jatuh cinta. Ya, walaupun aku tahu bahwa aku tidak selevel dengannya, apakah salah jika aku berharap?

Aku memasang kembali kacamataku dan keluar dari toilet. Hari sudah mulai sore dan aku akan segera pulang, pasti eomma sangat menghawatirkanku. Aku mempunyai pelajaran tambahan jadi aku pulang paling akhir dari chingu-chinguku yang lain.

Saat aku akan menaiki tangga, tiba-tiba saja tangga itu menjadi sangat licin dan aku terjatuh kebelakang, tetapi aku menabrak seseorang membuat kami sama-sama terjatuh dan aku tidak merasakan sakit apapun karena orang itu memeluk tubuhku.

“Aishhh” Aku mendengar gerutuan kesal seseorang, saat aku membuka mataku aku menemukan seorang namja tengah berada didepan wajahku dan ialah namja yang memelukku, tetapi namja itu adalah CHOI MINHO! Mati aku..

“Mianhae Sunbae”Ucapku langsung bangun dan membantunya berdiri. Sedangkan ia terlihat meringis kesakitan dan aku melihat darah keluar dari tangannya.. Ia terlihat sehabis latihan basket,,

“Omo.. Sunbae”Kagetku sambil menunjuk darah yang ada ditangannya.

“Aish! Semua ini gara-garamu”Ucapnya sambil menatapku tajam. Aku hanya dapat menunduk sedangkan Minho sunbae masih menatapku, hingga tangannya menarik tanganku. Ia menyeretku…

“YA!YA! Sunbae”Kagetku

Ia membawaku menggunakan mobilnya, entah ia membawaku kemana. Beberapa menit kemudian, kami tiba disebuah kawasan Apartement mewah. Apakah Minho sunbae tinggal disini? OMO! Apa yang akan ia lakukan? Mengapa ia membawaku kemari?

Darah masih bercucuran dari tangannya, tetapi ia terlihat biasa saja.. apakah ia tidak kesakitan?

***

( Author Pov )

Minho membawa Jiyeon memasuki sebuah Kamar Apartement yang sangat mewah. Jiyeon akhirnya tahu bahwa namja itu tinggal sendiri, tetapi Jiyeon bingung.. bukankah keluarga Choi memiliki rumah pribadi tetapi mengapa Minho malah membeli sebuah apartement?

“Sunbae”

“Kau duduk disitu dan jangan kemana-mana”Ucap Minho dingin dan ketus lalu berlalu pergi. Jiyeon hanya dapat terdiam..

‘Wow! Sangat luar biasa, yeoja biasa dan kutu buku sepertiku bisa naik ke mobil Minho sunbae dan bisa melihat Apartementnya .. daebakk’ Batin Jiyeon

‘Tetapi aku juga baru mengetahui bahwa Minho Sunbae mempunyai sifat yang dingin, berbeda dengan yang ia tunjukkan disekolah.. disekolah ia akan selalu tersenyum’ batin Jiyeon lagi..

Minho keluar dengan menggunakan baju biasa, dan tangannya terlihat sudah tidak mengeluarkan darah lagi. Ia menatap Jiyeon tajam lalu mendekat kearah yeoja itu .. hingga..

“Ya sunbae”

“Aku merasakan, biasa kau selalu memperhatikanku diam-diam disekolah. Dan aku juga sering menemukan sebuah kertas yang menempel di mejaku dan bertuliskan tentang pusisi-puisi cinta.. dan aku-“

“Mwo.. ya Sunbae! Aku tidak pernah menuliskan puisi cinta untukmu. Jangankan untuk menuliskan puisi cinta, memberikan cokelat ini padamu pun aku tidak berani”Ucap Jiyeon sambil menunjuk cokelat yang ia bawa. Sedetik kemudian ia terdiam..

‘Pabo’rutuknya

Minho tersenyum kecut dan ia semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Jiyeon..

‘Aigoo.. yeoja pabo yang polos. Bagaimana bisa kutu buku sepertinya menyukaiku’batin Minho sambil menatap remeh Jiyeon. Hingga..

Deg! Mata Minho bertemu dengan mata indah Jiyeon, Minho malah merasa terperangkap. Sekarang matanya sudah menatap bibir merah Jiyeon dengan lekat, entah apa yang ia pikirkan.. bibirnya sudah mendarat dengan sempurna dibibir manis dan mungil Jiyeon.

Jiyeon hanya dapat terkejut dengan perlakuan namja itu padanya, tangan Minho tiba-tiba saja sudah melingkar dipinggangnya. Seketika ada rasa bahagia dihati Jiyeon bisa melihat wajah Minho yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya. Ia tidak pernah bermimpi akan dicium namja setampan Minho..

Minho menggigit bibir bawah Jiyeon karena merasakan yeoja itu tiba merespon ciumannya..

Jiyeon terkejut dan tanpa sadar membuka mulutnya dan membuat namja itu lebih leluasa menciumnya. Jiyeon mengalungkan tangannya leher Minho dan ia juga ikut menikmati ciuman itu..

***

Seperti biasa, Jiyeon berjalan menyusuri koridor SHINWA HIGH SCHOOL dengan 2 sahabatnya disamping kanan dan kirinya..

Krystal dan Luna..

Jiyeon lagi-lagi melamun hingga ia tidak sadar, ia akan bertabrakan dengan seorang namja yang terlihat juga sedang bercanda dengan beberapa chingunya.. Hingga..

Bruk! Jiyeon hampir saja terjatuh jika tidak namja itu menahannya..

Deg! Jantung Jiyeon berdetak dengan kencangnya.. wajahnya bersemua merah jika membayangkan kejadian kemarin.

Namja itu juga terlihat menatap Jiyeon dalam, sehingga mereka tersadar.

“Berhati-hatilah.. kau hampir saja mematahkan lehermu”ucap Minho pelan lalu berlalu seakan tidak ada hal apapun terjadi diantara mereka. Semua orang di Koridor memandang Jiyeon dengan tatapan aneh.

“wae?” Ucap Jiyeon merasa aneh dengan Krystal dan Luna yang masih tampak melongo..

“Anniya”Jawab mereka serempak.

***

( Jiyeon Pov )

Aku masuk kedalam apartement Minho Sunbae, seperti hari-hari biasanya. Aku dijadikan pembantu olehnya, membersihkan apartementnya dan juga memasakkan makanan untuknya, dan tentang ciuman itu? Entahhlah.. seharusnya aku bisa saja menolak , tetapi appaku bisa menjadi taruhannya karena keluarga Choi mempunyai saham besar diperusahaan appaku.

Aku melepaskan kacamataku lalu mengikat rambutku keatas. Pekerjaan ini harus selesai dengan cepat, supaya aku tidak bertemu namja yadong itu. Ya, setiap kami bertemu, ia tidak pernah lewat menciumku.. sepertinya ia tergila-gila dengan bibirku..

Walaupun mempunyai sifat pendiam, aku akan menjadi sangat cerewet jika aku penasaran..

Aku mulai menyapu apartement besar itu dan juga mengepelnya, aku juga tidak lupa mencuci beberapa piring kotor yang terlihat menumpuk dan membersihkan majalah yang berhambur kesana kemari.

Namja ini sepertinya sangat suka membuat berantakan apartementnya ini dan ia juga sepertinya sangat sering membuat pesta di Apartementnya ini..

Aku membuka mataku dan aku baru sadar bahwa aku tertidur. Aku menatap sekelilingku, apakah namja itu belum pulang? Syukurlah.. Aku dengan cepat berjalan kearah pintu, tetapi belum sempat aku membuka pintu. Pintu itu sudah terbuka dengan sempurna.

Aku terkejut, saat aku ingin menerobos keluar. Minho malah menahan tanganku, jangan  bilang ia akan menciumku lagi? Andwe..

Saat aku menatap matanya, aku melihat sorot kesedihan disana. Tidak biasanya.. ia tiba-tiba saja menyudutkanku dan menciumku dengan liar, entah mengapa ciumannya kali ini sangat berbeda. Aku mencengkram bajunya kuat, apa yang terjadi padanya? Ciumannya sampai pada leherku, saat tangannya akan membuka kancing seragam sekolahku aku menahannya..

“Wae?”

Bukannya menjawab ia malah melepaskan tangannya dari pinggangku dan berjalan kearah kamarnya.

“WAE” Aku meninggikan suaraku

“Sebaiknya kau pergi”ucapnya dengan nada dingin.. tidak biasanya..

“Minho-ah”ini kali pertama aku memanggilnya dengan menyebut namanya.

Aku berjalan pelan kearahnya, entah keberanian dari mana aku membalikkan tubuhnya. Matanya terlihat memerah. Apakah ia baru saja menangis?

Ia tiba-tiba saja memelukku dan menangis dengan derasnya,apa yang terjadi padanya? Aku merasa sangat sedih melihatnya yang seperti ini. Aku menepuk pundaknya pelan sambil terus memeluknya yang tidak berhenti menangis? Apakah ada yang menyakiti perasaannya?

“Ada hal yang terjadi?”tanyaku

“Hikzz..”Ia hanya dapat menangis..

“Aku bisa merasakan kesakitanmu” Ucapku menepuk pundaknya.

***

( Choi Minho Pov )

 

Aku pulang ke Apartementku dengan keadaan kacau, apakah tidak ada yang menyayangiku dengan tulus didunia ini? Apakah sudah tidak ada yang perduli padaku? Eomma dan Appaku bahwa sudah lupa kapan hari ulang tahunku dan mereka dengan sesuka hati meninggalkanku. Apakah mereka kira dengan uang mereka, mereka dapat memberiku sebuah kebahagiaan? Mereka sangat salah, karena kesibukan mereka. Mereka membuat jarak diantara diriku dan mereka, dan mereka juga membuatku merasa sangat membenci mereka.

Saat aku masuk, aku menemukan yeoja itu. Yeoja tempo hari yang kucium begitu saja dan sekarang ia bagaikan sebuah madu untukku. Aku tidak bisa jauh darinya, lebih tepatnya aku sangat menyukai bibir manisnya. Bibir yang bisa membuatku tenang.. Apakah itu berarti kami jodoh? Tetapi aku tidak mempunyai perasaan apapun padanya..

Saat ia akan menerobos keluar, aku memegang tangannya dan langsung menciumnya. Hatiku merasa sedikit tenang, tetapi ciuman itu tidak bisa menyembuhkan rasa sakit hatiku. Aku ingin menangis dipelukan orang tuaku sekarang.. aku ingin mereka menyayangiku. Aku ingin mempunyai kehidupan normal.. aku ingin..

Aish! Percuma saja,, mereka tidak pernah mementingkanku.. aku tidak berguna untuk mereka. Aku hanya pajangan untuk mereka..

Setelah selesai menikmati bibir yeoja itu ia tiba-tiba saja mendorongku, dan aku berbalik dan menyuruhnya pergi. Hingga sebuah tangan membalikkan tubuhku, dan untuk pertama kalinya seseorang memeluk tubuhku saat aku kesepian dan sedih. Ia menepuk pundakku pelan dan memelukku dengan amat erat.. Hangat! Pelukan yang sangat hangat.

Aku menangis dipelukan hangatnya, apakah Jiyeon menyayangiku? Apakah ia perduli dengan namja tidak berguna sepertiku?

***

( Author Pov )

Minho hanya dapat diam, matanya sedikit berkaca-kaca melihat kue kecil dengan lilin kecil diatasnya. Jiyeon hanya dapat tersenyum malu, karena uang jajan yang diberikan orang tuanya hanya dapat membelikan kue kecil itu.

Jiyeon tahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahun namja itu dan ia tahu bahwa namja itu sangat kesepian walaupun disekolah namja itu terus tersenyum. Minho menampilkan wajah datar didepan Jiyeon walaupun dihatinya ia sangat bahagia,,

“Sunbae..”

“Saengil Chukkae Hamnida, mungkin aku terlambat mengucapkan hal ini dan mungkin kue yang ku beri untukmu tidak seberapa dengan barang yang diberikan oleh para Fansmu”

“Tetapi aku memberikan ini dengan semua uang jajanku dan kau tidak boleh menolak untuk memakannya”Ucap Jiyeon sambil menyodorkan kue kecil itu. Minho masih menatap datar Kue itu.

“Simpan saja disitu”

“Aish! Sunbae”

“Aku sudah tidak lapar , sebaiknya kau pulang”

“Arraseo! Awas saja jika kau tidak memakannya Sunbae”ucap Jiyeon lalu mengambil tasnya dan berlalu begitu saja, sedangkan Minho tersenyum kecil.

 

Jiyeon sampai dirumahnya, hanya kesunyian yang ia dapatkan. Jiyeon akhirnya menepuk dahinya bodoh. Ia lupa bahwa eomma dan appanya akan pergi Ke Pulau Jeju selama 3 hari dan itu artinya ia akan tidur sendiri dirumah sederhananya itu.

Jiyeon masuk dan menyalakan lampu rumahnya, lalu masuk kedalam kamarnya. Ia duduk sambil memegangi jantungnya yang sedari tadi terus berdetak. Ia kembali mengingat bagaimana Minho menciumnya..

‘Aku menyukainya’batin Jiyeon senang. Jiyeon tersenyum amat lebar, senyum yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun. Karena ia adalah orang yang pendiam, tetapi jika sudah kenal dekat dengannya.. Jiyeon bisa dikatakan normal dan suka berbicara.

‘Aku bisa gila’ Batin Jiyeon, sambil menggeleng ..

Wajah Minho terus terbayang diingatannya, saat Minho menangis dan saat Minho menatapnya dan juga saat Minho tertawa dihadapannya. Perlahan senyum Jiyeon muncul..

***

Jiyeon memasang jaket tebalnya, karena musim salju tengah melanda Seoul. Jiyeon menggerutu kesal karena Minho mengajaknya untuk bertemu. Ia keluar dari rumahnya sambil menatap sekitarnya. Semuanya tertutup salju termasuk jalan-jalan disekitar rumahnya.

“Dingin”

Jiyeon berjalan meninggalkan rumahnya dan pergi ke kawasan Apartement Minho. Jiyeon berjalan pelan kearah kamar Minho dan membukanya , saat ia masuk .. Mulutnya hanya dapat menga-nga melihat keadaan Apartement itu.

‘Bersih, apa yang ia inginkan dengan memintaku kemari.. aish! Namja ini,,’

“Sunbae”

Jiyeon berjalan masuk dan tidak menemukan siapapun, ia berjalan mengelilingi Apartement itu. Hanya kesunyian yang ia dapatkan..

“Kemana ia”Gerutu Jiyeon

Jiyeon hanya dapat menghela nafas, jika bukan demi orang tuanya ia tidak akan mau mengikuti semua perintah Minho. Jiyeon menunduk pelan.. tetapi tiba-tiba saja Mantel yang ia pakai terlepas membuat Jiyeon terkejut. Tetapi saat ia hendak berbalik sebuah tangan memeluknya dari belakang.

“Tenanglah Chagi”Bisik seseorang dengan suara lembut membuat Jiyeon merasa sedikit geli

“Sunbae”

“Aku merindukanmu” Ucap Minho, padahal baru kemarin mereka bertemu. Jiyeon mencoba melepaskan dirinya..

“Sunbae.. le..pas”Jiyeon mendesah saat merasakan bibir Minho mulai bermain dilehernya hingga ketelinganya. Jiyeon tidak bisa menahan desahan yang sudah dengan lolos keluar dari mulutnya.

“Aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan ketua Osis itu”

“Sun..Bae”

“Kau milikku Park Jiyeon dan tidak ada yang bisa mengubah hal itu termasuk eomma dan appaku” Suara Minho menjadi sangat menyeramkan menurut Jiyeon. Terlebih lagi tangan namja itu sudah dengan lancangnya menyusup didalam baju Jiyeon..

“Hen…hentikan” dengan susah payah Jiyeon berbicara

***

( Jiyeon Pov )

Aku hanya dapat mendesah, begini kah rasanya? Aku sering mendengar teman-temanku mengatakan tentang hal semacam ini dan mereka mengatakan bahwa mereka pernah mengalaminya.

Semua pakaian atasku semuanya sudah terbuka..

Sedangkan namja itu sepertinya tidak mau menghentikan perbuatannya pada tubuhku. Apa yang harus ku lakukan? Aku tidak mungkin menolak, ia sudah mengancamku dengan ancaman yang sangat menakutkan.

Ia menciptakan banyak bekas dileher dan belahan dadaku. Aku mengangkat wajahnya, aku harus menghentikan ini..

“CUKUP!”

 

Setelah beberapa menit, aku mengatur nafasku dan kembali memakai bajuku. Aku tidak menangis, aku hanya diam sambil menutup wajahku. Aku mendengar suara nafasnya yang memburu. Aku tahu bahwa ia sedang berusaha mengendalikan nafsunya yang mungkin sudah mulai tidak terkontrol olehnya. Wajahnya terlihat memerah dan aku dapat melihat ketampanannya..

“Aku tidak pernah seingin ini dengan seorang yeoja” Ucapnya pelan

“Aku tidak pernah merasa ber Ambisi untuk memiliki seorang yeoja, bagiku semua yeoja sama. Tetapi setelah kau datang, aku merasa ada hal yang berbeda dari dirimu yang membuatku ingin memilikimu”

“Jiyeon… menikahlah denganku”

“MWO”

Aku tidak tahu apa yang harus ku katakan, apakah aku salah dengar? Aku harus segera pergi dari sini,, Aku berdiri dan hendak mengambil kacamataku.. hingga sebuah tangan menahanku.

“Aku bersungguh-sungguh”

“Sunbae”

“Ta..Tapi aku belum lulus”

“Bukankah kau Loncat kelas? Dan berarti Tahun ini kita akan lulus secara bersamaan..” Aku meneguk liur ku pahit. Aku menatapnya yang sekarang sudah menatapku dengan pandangan mata yang tajam dan seakan mengancam. Aku akhirnya mengangguk, aku tidak bisa melakukan apapun. Disisi lain aku juga mencintainya..

~FLASHBACK OFF

 

*

*

*

*

( Author Pov )

Jiyeon menatap Minho dengan tatapan aneh. Setelah mendengar cerita Nampyeonnya itu, ia baru sadar bahwa pernikahan mereka yang berlangsung sangat cepat dahulu adalah ulah Minho yang mengancamnya.

“Oppa.. kau licik”

Minho terkekeh kecil mendengar kekesalan Jiyeon. Minho memeluk Jiyeon dari belakang sambil mencium aroma tubuh gadisnya itu.

“Oppa kau membuatku geli” Ucap Jiyeon saat Minho dengan sengaja memasukkan tangannya pada baju Jiyeon.

Jiyeon berbalik dan memeluk tubuh Minho dengan amat erat, perlahan serpihan ingatan masa lalunya kembali terkumpul dibenaknya.

“Oppa”

“ne”

“Dimana Luna dan Krystal sekarang”

“Kau tidak tahu?”

“Ne”

“Bukankah dulu mereka pergi Ke New York untuk melanjutkan sekolah mereka. Aku yakin jika mereka kembali, mereka akan terkejut melihatmu yang tidak mengingat mereka”Kekeh Minho

“YA”

“Apa yang akan mereka katakan jika melihatmu yang sekarang, super cerewet dan Hyperaktif”

“Oppa.. berhenti mengejekku”

Minho hanya dapat terkekeh geli melihat wajah Jiyeon yang sudah memerah dibuatnya. Jiyeon memeluk Minho kembali..

“Ceritakan lagi Oppa”pinta Jiyeon

*

*

*

*

~Flashback

 

Jiyeon menatap pantulan dirinya didepan cermin dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tidak percaya bahwa ia akan menikah diumur yang bisa dikatakan sangat muda. Seorang namja terlihat muncul dibelakangnya

“Appa”

“ Berat bagi appa dan eomma melepaskanmu, tetapi kami harus. Kami tidak bisa menolak karena itu keinginanmu”

“Appa Mianhae”

“Appa harap kau bahagia bersamanya, jadilah Anae yang baik untuknya”

“Ne Appa”

“Kajja,, kita harus pergi”

Jiyeon berjalan disamping Appanya dengan wajah tegang karena ini adalah pertama kalinya ia menjadi seorang pengantin. Jiyeon berjalan diatas altar dengan wajah cantiknya, seorang namja tengah berdiri sambil menatapnya dengan tersenyum diujung altar..

Acara pun dimulai, acara yang dipenuhi dengan air mata Nyonya Park yang harus melepaskan puterinya.

Kini saat yang ditunggu-tunggu oleh Minho tiba. Perlahan namja itu membuka kain putih yang menutup wajah Jiyeon. Wajah Jiyeon memerah saat melihat wajah Minho yang sudah sangat dengan dengan wajahnya..

Cup!

Bibir Minho sukses mendarat dibibir lembut dan merah milik Jiyeon. Mereka menikmati ciuman mereka, sedangkan orang-orang didepan mereka memotret moment berharga itu termasuk orang tua jiyeon yang terlihat tersenyum tulus melihat puterinya yang sudah mendapatkan namja yang ia impikan.

~Flashback Off

*

*

*

“Oppa, apakah saat kau menikahiku kau sudah mencintaiku”Pertanyaan itu terlontar dengan sukses dari mulut Jiyeon. Minho mengangguk..

“Aku sudah menyukaimu sejak kau tanpa sengaja menabrakku . Dulu saat penerimaan siswa baru, kau terlambat dan karena kau terburu-buru kau tanpa sengaja menabrakku. Awalnya aku hanya menganggapmu sebagai yeoja ceroboh , tetapi tanpaku sadari aku selalu memperhatikanmu. Aku juga selalu pulang sore karena menunggumu, ya walaupun kau tidak tahu. Aku sangat terkejut saat melihatmu yang hampir saja terjatuh dari tangga, jadi aku berlari untuk menolongmu , aku sangat senang saat mengetahui kau tidak apa.. “

“Jadi”

“Jadi aku menggunakan alasan kau harus bertanggung jawab dengan berdarahnya tanganku..”

“cih”

“Wae?”

“Kau licik Oppa, ckckckck”

“Biarpun licik, aku akhirnya mendapatkanmu bukan”Ucap Minho sambil mencium bahu Jiyeon.

“Jangan mulai Oppa, kemarin kau sudah menyerangku”

“Wae? Aku nampyeonmu bukan? Jadi tidak masalah”

“Aku tidak sanggup -,- beri waktu”

“Aigoo”

***

Seorang yeoja dengan anggunnya melangkahkan kakinya di Bandara Seoul, ia tersenyum kecil sambil menatap sekelilingnya..

‘Aku akan menyatakan perasaanku padamu Choi Minho’

Yeoja itu menarik kopernya dengan sambil terus berjalan…

Ia tersenyum kecil sambil membayangkan wajah namja yang ia cintai yang mungkin tidak mencintainya
TBC OR END?

Gomawo udah mau baca Fanfiction Author yang super duper gaje -_- jangan lupa RCL nya Ne ^^ Bye