Say You Love Me Oppa ( Part 1 )


wpid-tumblr_static_vdd7hi.jpg

Tittle : Say You Love Me Oppa

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad, Romance, Friendship

Type : Chapter

( Main Cast )

-Park Jiyeon

-Choi Minho

 

( Other Cast )

–          All

Annyeong!!! Author Comeback membawa Fanfiction Kedua yang author post setelah Fanfiction kemarin. Author harap ini Fanfiction bisa bagus dan bisa menebus dosa author yang telah lama menghilang membuat Readers pada Kangen “PEDE” Kekekek =D

Gomawo udah baca dan jangan lupa RCL :p Di part kedua , ini Fanficion bakal di Protect jadi.. siapa yang Komen di Part ini, dipart2 nya bakal author kasih itu pasword dan begitu juga sebaliknya :D Kekeke :D

 

***

 

( Jiyeon Pov )

 

‘Deg’ Jantungku berdetak saat tatapanku bertemu dengan namja itu. Namja yang sudah lama tidak ku lihat. Aku dengar dari Choi Sulli sahabatku dan tidak lain adalah dongsaeng dari namja itu bahwa namja itu baru kembali dari New York beberapa hari yang lalu untuk mengurus bisnis yang ada di Seoul.

Namja itu bernama Choi Minho, Seorang Direktur termuda dan tersukses dengan umur 23 Tahun. Ya, usia ku dan Minho hanya terpaut 5 Tahun. Sekarang aku berumur 18 tahun dan itu berarti sebentar lagi aku akan lulus dari SMA.

Sulli yang memang mengetahui perasaanku pada Oppanya mengajakku untuk berkunjung kerumahnya yang sangat-sangat mewah. Ya, walaupun rumahku hampir sama mewahnya dengan rumah ini. Tetapi kekayaan keluargaku tidak akan bisa menandingi kekayaan keluarga Choi yang sangat berkuasa. Aku sangat beruntung bisa dekat dengan mereka, kecuali Minho.. Namja itu terlalu dingin dan keras kepala..

***

“Kau sudah besar rupanya gadis nakal” Ucap Minho dengan nada dinginnya, seperti 3 Tahun yang lalu. Saat sulli membawaku untuk berkunjung kerumahnya, aku membuat hal yang sangat memalukan dan membuatku merasa malu sampai hari ini serta membuatku mendapatkan panggilan ‘ Gadis nakal’ dari Choi Minho, namja yang ku yakini akan menjadi Suamiku kelak *PedeTingkatAkut*

Kejadian yang sangat ingin ku lupakan dan tidak pernah ku harapkan akan terjadi. Saat itu aku benar-benar polos karena langsung mengatakan dengan jelas bahwa aku jatuh cinta pada pandangan pertama Minho didepan Ahjumma dan ahjussi Choi serta Sulli. Mereka menertawakanku dan menganggap aku sangat lucu, tetapi tidak dengan Minho. Ia hanya diam menatapku lalu mengatakan “Candaanmu tidak lucu gadis nakal” Sejak saat itu aku tidak pernah berhenti untuk berharap. Entah mengapa aku mempunyai keyakinan yang sangat besar untuk mengubah Choi Minho yang dingin itu..

“Dan kau sama sekali tidak berubah Minho Oppa,masih dingin dan keras kepala” Ejekku. Membuat bibirnya sedikit melengkung membentuk sebuah senyuman. Lalu ia menepuk kepalaku.

“Aku memang selalu begini Gadis Nakal” Ia lalu pergi begitu saja , sebelum ia pergi ia mencium kening Sulli dan berkata

“Aku akan pergi sebentar, jangan biarkan gadis nakal itu mengikutiku” Sulli tertawa dengan keras mendengar gerutuan kesalku yang mengutuk Oppanya. Sulli benar-benar bagaimana bisa ia menertawakan sahabatnya ini eoh? Ya, dulu sewaktu ia belum pergi ke Luar Negeri, aku selalu datang kerumah ini dan selalu membuntutinya seperti anak kucing yang mengikuti ibunya. Tetapi aku tidak akan melakukan hal seperti itu lagi, aku akan memikat Choi Minho dengan kecantikanku. Banyak namja yang menyukaiku, mana mungkin ia tidak menyukaiku. Aku harus berusaha dan terus berusaha untuk mendapatkannya. Jiyeon FIGHTHINGG!!!

***

( Author Pov )

“Jiyeon, menginaplah dirumahku” Tawar Sulli membuat Jiyeon langsung menatap sahabatnya itu dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Mwo?”

“Bukankah kau memang sering menginap dirumahku, lagipula kau mengatakan bahwa eomma dan appamu akan pergi ke Luar negeri selama sebulan. Eomma sangat menantikan kau akan menginap sesering dulu dirumah kami, kau tahu sendiri bukan bahwa eomma sangat menyukaimu karena kau mempunyai hoby yang sama dengan eomma yaitu memasak. Aigoo kalian benar-benar sangat cocok, aku berharap kau akan menikah dengan Oppaku” Cerocos Sulli membuat Jiyeon hanya dapat tersenyum dengan pipi yang sudah berubah warna menjadi merah menandakan bahwa Jiyeon merona.

“Tenang saja , aku akan menjadi kaka Iparmu” Jawab Jiyeon dengan PeDe membuat Sulli tertawa dengan Keyakinan Sahabatnya yang terlihat berlebihan.

‘Mudahan saja kau bisa menaklukan oppaku Jiyeon-ah’ batin Sulli..

***

“Gadis nakal itu akan tinggal disini?” Kaget Minho

“Jeongmalyo? Kapan Jiyeon akan kemari? Eomma tidak sabar ingin mengatakan padanya bahwa eomma sudah menemukan bumbu yang pas untuk masakkan kami” Ucap Nyonya Choi dengan bersemangat. Choi Siwon hanya dapat tersenyum melihat kebahagiaan Yoona isterinya jika sudah menyangkut Jiyeon. Yoona terlihat sudah menganggap Jiyeon seperti puterinya sendiri, bahkan Yoona pernah memberikan sebuah kado yang sangat mewah saat Jiyeon berulang tahun. Yoona bahkan memaksa Tae Hee untuk merelakan Jiyeon untuk menginap dirumahnya untuk beberapa minggu.

“Huft.. untung saja Tae Hee pergi keluar kota bersama Yoochun” Kekeh Yoona menyadari bahwa Tae Hee tidak akan menghentikan niatnya untuk membawa Jiyeon menginap dirumahnya. Ya, Yoona dan Tae Hee adalah sahabat sejak kecil sama seperti Jiyeon dan Sulli. Tetapi sering terjadi pertengkaran kecil diantara Tae Hee dan Yoona , tetapi pertengakaran itu justru membuat mereka merasa senang.

“Benar sekali eomma” Jawab Sulli dengan senang. Sedangkan Minho terlihat menghela nafas

“Gadis nakal itu pasti akan selalu membuntutiku dan menggangguku, akan lebih baik jika aku tidak berada didekatnya”

“Ya Oppa.. hati-hati kau berbicara, suatu saat nanti malah kau yang akan tergila-gila padanya dan bahkan kau tidak akan bisa melewatkan satu haripun tanda Jiyeon disisimu” celetuk sulli dengan nada menggoda Oppanya membuat Minho mendengus

“Tidak akan”

“Padahal eomma dan appa terlihat sangat menyetujui Oppa dan Jiyeon”

“Nde Sulli benar” Jawab Yoona dan Siwon secara serentak. Membuat Sulli tertawa melihat dengusan Minho yang semakin menjadi. Hanya minho yang mempunyai Sifat sangat dingin dikeluarga mereka. Minho memang memiliki sifat dingin sejak lahir , sepertinya..

***

Minho berdiri didepan Jiyeon yang terlihat sudah bersiap-siap dengan tas pakaian ditangannya. Minho menatap Jiyeon dengan malas. Seharusnya ia menolak permintaan eommanya untuk menjemput Jiyeon, tetapi saat ia ingin menolak mulutnya malah mengatakan kata ‘Nde’ . Well Minho merasa bingung dengan dirinya belakangan ini, tumben sekali ia menyetujui permintaan eommanya.

Biasanya Minho akan menolak permintaan eommanya yang berhubungan dengan Jiyeon. Minho merasa Jiyeon adalah gadis kecil yang berbahaya. Jiyeon menatap Minho dengan aegyo nya lalu mengatakan

 “ Gomawo Oppa”

Minho hanya menangguk malas lalu berjalan lebih dahulu didepan Jiyeon tetapi sebelum itu, Minho mengambil tas yang ada ditangan Jiyeon. Membuat Jiyeon bertambah bahagia. Minho hanya menggeleng pelan, Jiyeon sama sekali tidak berubah , hanya saja sekarang Jiyeon tambah tinggi dan semakin ‘Cantik’

Jiyeon berjalan dibelakang Minho dengan senandung kecil lalu dengan sengaja mengapitkan tangannya ke tangan Minho. Minho mencoba melepaskan tangan Jiyeon, tetapi Jiyeon malah menahannya dan berkata..

“Kau tidak merindukanku Oppa? Aku tidak berani mendekatimu dirumahmu karena aku malu pada Ahjumma, ahjussi dan Sulli” Ucap Jiyeon. Minho hanya menampilkan wajah masam sambil terus berjalan menuju mobilnya.

Jiyeon masuk kedalam mobil Minho dengan bersemangat..

“Oppa.. Bisakah kita mampir ke Super Market? Aku ingin membeli beberapa Yogurt”

“Bagaimana bisa kau masih memakan Yogurt? Park Jiyeon, kau sudah besar..”

“Waeyo? Tidak masalah bukan? Lagipula jika aku memang sudah besar mengapa Oppa masih memanggilku Gadis nakal? Bukankah Yeoja yang sudah besar tidak nakal” Gumam Jiyeon dengan polosnya.

“Kecuali dirimu, kau akan nakal sampai kapanpun”

“Aish”

Jiyeon keluar dari mobil Minho saat mereka tiba di Super Market. Jiyeon menarik tangan Minho untuk ikut pergi kedalam bersamanya tetapi Minho malah diam dan mengatakan akan menunggunya didalam mobil. Akhirnya Jiyeon menyerah dan masuk kedalam Super Market itu sendiri untuk membeli Yogurt kesukaannya..

***

( Jiyeon Pov )

 

Aku menatap Yogurt ditanganku dengan senang. Tetapi saat akan keluar, tanpa sengaja aku menabrak seseorang membuatku hampir terjatuh , untung saja keseimbanganku masih terjaga. Aku mendengus saat tahu siapa yang ku tabrak. Lee Taemin, penggemar Setiaku (-,-“) Saat aku hendak berjalan pergi, ia tiba-tiba saja menarik tanganku dan menahannya.

“ya! Lee Taemin”

“Waeyo? Ah, kita benar-benar berjodoh Chagiya.. buktinya sekarang kau disini dan bertemu denganku. Sepertinya keberuntungan memang sangat berpihak kepadaku.. Kajja, ikut denganku”

“Ya!!Ya!! mau kemana? Lepaskan!!” Taemin merangkulku berjalan keluar dari Super Market. Mudahan saja Minho Oppa melihatku dan Taemin lalu menghajar Taemin karena sudah dengan lancang menyentuh Calon Isteri Masa depannya. Aku terus meronta dan benar saja, Minho Oppa keluar dari dalam mobilnya.

“Ya.. Gadis Nakal.. Pantas saja kau sangat lama, ternyata kau bertemu dengan namjachingumu. Anak muda jaman sekarang benar-benar” Gerutu Minho Oppa. Apakah ia tidak cemburu? Aish! Menyebalkan (T^T)

“Ya!! Lee Taemin lepaskan aku, aku harus pulang bersama Minho Oppa. Dan Satu hal lagi, jangan memaggilku dengan panggilan Chagiya.. aku bukan kekasihmu! Aish kau memang parasit yang selalu menempel padaku” Omelku dan berhasil melepaskan tangannya dari pundakku. Taemin terlihat tersenyum lebar.. lalu..

Cup! Ia mencium pipiku .. membuatku terpaku lalu menatapnya dengan tatapan membunuh

“LEE TAEMIN!!!!!!”

Taemin berlari pergi dengan senyum puas dibibirnya. Sedangkan aku terus mengutuknya, tetapi saat aku berbalik menatap Minho Oppa. Ia juga menatapku dengan tatapan ‘Mengerikkan’ lalu menatap taemin yang sudah menjauh dengan tatapan tajam

“Anak muda jaman sekarang memang mengerikan” Gumamnya lalu masuk kedalam mobilnya.

***

“Mwo? Minho Oppa cemburu”Kaget Sulli mendengar ceritaku dan aku mengangguk dengan bahagia sambil tersenyum dengan senang kearah Sulli. Sulli kemudian tertawa terbahak-bahak. Apa yang lucu?

“Mianhae Jiyeon-ah, tetapi Minho Oppa memang begitu. Dulu saat aku berpacaran dan tanpa sengaja ketahuan oleh Minho Oppa, ia menatapku seperti yang kau ceritakan saat ia menatapmu dan ia juga menatap Namjachinguku dengan sangat tajam lalu berkata bahwa anak jaman sekarang sangat mengerikan”

“Begitukah? Aigoo.. padahal aku berharap ia cemburu.. “ Kesalku

“Bersabarlah Jiyeon-ah, aku akan selalu mendukungmu..”

“Gomawoo Sulli-ah, kau memang calon dongsaengku yang paling ku sayang”

“ya! Setelah kau mendapatkan Minho Oppa, aku tidak ingin menjadi dongsaengmu. Aku ingin tetap menjadi sahabatmu. Lagipula kita seumuran”

“Aaahahaha.. Arraseo!”

***

( Author Pov )

Sulli dan Jiyeon sama-sama tertawa membuat Yoona yang mendengarnya tanpa sengaja hanya dapat tersenyum kecil. Yoona sangat berharap Minho akan menikah dengan Jiyeon, dengan begitu ikatan antara keluarganya dan Tae Hee semakin erat. Sudah impian Yoona sejak dulu untuk menikahkan anaknya dan anak Tae Hee.

Yoona berjalan kearah kamar Minho dan membukanya tetapi tidak menemukan Minho sama sekali dikamar itu. Tetapi saat Yoona berbalik, Minho tengah berdiri didepannya dengan menggunakan jaket berwarna hitam yang hampir saja menutupi semua wajahnya.

“Aigoo Minho-ah kau membuat eomma terkejut”

“dari mana saja kau?”Tanya Yoona sambil memperhatikan Minho. Minho hanya menjawab dengan nada singkat.

 “Taman”

Yoona mengangguk pelan kemudian menepuk pundak Minho.

“Sebaiknya kau tidur, eomma dengar besok kau akan pergi ke Jeju untuk menghadiri rapat?”

“Nde eomma”

“Eomma menyayangimu Minho-ah..” Yoona tersenyum lalu berjalan menjauh dari Minho. Setelah Yoona pergi, tiba-tiba saja Minho meringis. Darah segar keluar dari tangannya.

“Sial” Umpatnya

***

-Morning

“Oppa apa yang terjadi pada tanganmu?” Semua mata menatap Minho lalu beralih ketangannya. Minho hanya menggeleng pelan..

“Lanjutkan saja makan kalian, aku hanya tanpa sengaja terjatuh saat aku sedang menghirup udara ditaman belakang” Jawab Minho seadanya. Jiyeon menatap Minho dan tanpa sengaja Minho juga sedang menatapnya dengan tatapan yang masih setajam kemarin.

Jiyeon dengan cepat mengalihkan perhatiannya dan kembali menyantap makanan didepannya. Hanya terdengar dentingan garpu dan gelas. Sarapan pagi itu dihiasi dengan kesunyian karena memang sudah aturan dikeluarga Choi harus begitu.

Yoona menatap Minho dengan penuh perhatian.

“Makanlah yang banyak Minho-ah, eomma dengar seminggu kedepan kau akan sangat sibuk” Minho hanya mengangguk pelan. Siwon hanya dapat tersenyum melihat perhatian yang diberikan isterinya untuk puteranya itu.

“Eomma dan appa bangga padamu Choi Minho” Ucap Siwon.

***

“Oppa , kau marah padaku” Tanya Jiyeon saat Minho mengantarnya untuk pergi kesekolah karena paksaan Yoona. Padahal Jiyeon bisa saja menumpang dimobil Sulli, tetapi sepertinya Sulli memang mempunyai tujuan yang sama dengan eommanya. Minho hanya diam kemudian menggeleng dengan wajah dingin.

“Lalu kenapa kau menatapku seakan ingin melahapku Oppa?”Tanya Jiyeon dengan polosnya.

“Memang kau kira aku bisa melahapmu?”

“Mungkin saja” Jawab Jiyeon polos.

“Aku memang bisa melahapmu”Jawab Minho seadanya.

“Bagaimana caranya?” Tanya Jiyeon dengan wajah bingung dan penasaran sambil menatap Minho yang terlihat masih fokus menyetir.

“Suatu saat kau akan tahu Gadis Nakal. Suatu saat nanti aku akan melahapmu dan kau tidak akan bisa menghentikanku”Jiyeon bergidik ngeri saat mendengar ucapan Minho.

“Oppa kau yakin bahwa kau bukan Cannibal?” Minho tertawa mendengar pertanyaan polos Jiyeon. Jiyeon terkagum-kagum saat melihat tawa Minho. Namja itu benar-benar sangat tampan jika tetawa , setelah mengenal Minho bertahun-tahun baru kali ini ia melihat namja itu tertawa.

“Aku bukan Cannibal Gadis Nakal”

“Lalu?”

“Aku hanya seorang namja”

“Anni, kau bukan seorang namja” Ucap Jiyeon.

“Lalu?”Tanya Minho penasaran.

“Kau adalah Calon Suami masa depanku” Kekeh Jiyeon, Minho yang mendengar hal itu hanya dapat diam dan kembali ke wajah dinginnya membuat Jiyeon mendengus. Memang sangat sulit untuk menaklukkan namja dengan hati seperti balok es

“Oppa aku boleh meminta tolong padamu?”

“Jika permintaanmu macam-macam aku tidak akan mengabulkannya”

“Sebenarnya itu sedikit macam-macam. Tetapi ini demi kenyamananku”

“Apa itu?”

“Maukah kau mencium pipiku didepan para namja yang memang setiap pagi menungguku diparkiran sekolah. Aku hanya ingin sedikit mengurangi populasi pengagumku. Aku takut mereka akan bertindak seperti Taemin”

“Shireo..”

“Waeyo?”

“Untuk apa aku mencium Gadis nakal sepertimu? “

“Aish!! Jangan salahkan Calon isterimu ini Oppa, jika ada namja yang berhasil memikatku dan berhasil mengambilku darimu.. “ Cibir Jiyeon walaupun itu bukan kenyataan sebenarnya, ia terlalu mencintai Choi Minho.

***

“Selamat pagi My Princess.. “ Taemin sudah berdiri didepan Jiyeon saat Jiyeon keluar dari mobil Minho. Jiyeon menatap Taemin dengan tatapan membunuh, tetapi ia langsung mendengus. Ternyata bukan hanya Taemin yang sudah siap untuk mengejarnya. Coba saja Minho mau membantunya, pasti populasi penggemarnya mungkin akan berkurang. Jiyeon tersenyum dengan terpaksa.

“Selamat pagi juga Lee Taemin” Taemin menggenggam tangan Jiyeon lalu menariknya dengan lembut untuk masuk kedalam sekolah itu. Dengan terpaksa Jiyeon mengikutinya , setidaknya Taemin bisa dikatakan sedikit lebih waras dari namja pengagumnya yang lain. Tetapi belum sempat Jiyeon melangkah, sebuah tangan menahannya

***

( Jiyeon Pov )

Cup! Minho Oppa menempelkan bibirnya pada bibirku, bukan pipiku. Sangat manis, pantas saja banyak yang mengatakan bahwa berciuman itu enak. Jantungku berdetak dengan sangat kencang, aku sangat bahagia karena Minho Oppa adalah First Kiss ku. Omona, apakah aku memiliki penyakit jantung akut? Jantungku terasa tidak berada disarangnya

“omo My Princess” Pekik Taemin.

Minho Oppa melepaskan ciumannya dan menatapku lalu tersenyum dengan lembut dan hangat. Ia tidak pernah tersenyum seperti itu pada siapapun termasuk sulli, aku tidak pernah melihatnya.

“Jaga dirimu baik-baik Chagiya, dan ingat? Kau tidak boleh dekat-dekat dengan namja lain. Arraseo?” Ucap Minho Oppa membuatku terkejut

“A..a..Arraseo Oppa” Ucapku dengan gagap

“Baiklah kalau begitu, Oppa pergi dulu nde” Minho Oppa mencium keningku. Seperti apa yang ia lakukan pada Sulli kemarin, lalu masuk kedalam mobilnya dan melaju. Taemin terlihat terpaku begitu juga dengan para namja itu.

Aku tersenyum malu lalu memegang bibirku. Aigoo.. jantungku..

Dengan segera aku berlari meninggalkan parkiran, pasti pipiku sudah merona. Minho Oppa aku semakin mencintaimu..

Sulli tidak akan percaya akan hal ini.. keke =D

***

“Jiyeon Apa yang terjadi? Aku mendengar dari beberapa murid bahwa kau menciptakan skandal baru dan membuat pengagummu berkurang walaupun hanya sedikit? Skandal apa itu?” Tanya Sulli yang langsung mencercaku dengan banyak pertanyaan saat ia bertemu denganku di Taman sekolah. Aku tersenyum malu

“Aku berciuman dihadapan mereka semua”

“Mwo? Dengan siapa?”

“Oppamu”

“MWOOO!!!”Kaget Sulli dengan mulut terbuka lebar membuatku tersenyum dengan pipi merona merah.

“Minho Oppa menciummu? Benarkah? Aigoo.. eomma harus tahu”

“Tunggu..”

“Waeyo? Ini kabar menggembirakan” Jawab Sulli. Aku akhirnya menjelaskan kepada Sulli tentang apa yang terjadi sebenarnya termasuk kejadian dimana aku meminta tolong pada Minho Oppa.

“Itu bukanlah alasan Jiyeon-ah, aku kenal Minho Oppa sejak aku kecil. Ia adalah namja yang keras kepala dan tetap teguh dengan pendiriannya. Kau mengatakan bahwa awalnya Minho Oppa menolak keinginanmu dengan mentah tetapi tiba-tiba ia menciummu saat melihat taemin menggenggam tanganmu.. aku rasa Oppa menyukaimu, karena selama ini Minho Oppa tidak pernah berubah pikiran sama sekali, jika ia menolak sesuatu ia akan terus menolaknya..”

“Jeongmalyo” Aku menatap Sulli penuh harap.

“Tetapi itu masih pemikiranku. Kau harus memiliki lebih banyak bukti untuk membuktikan bahwa Oppaku yang dingin itu menyukaimu. Aku akan mendukungmu! Figthing” Aku tersenyum dengan riang lalu memeluk sulli dengan erat membuatnya memekik kesakitan. Aku sangat bahagia hari ini..

***

Aku terbangun dari tidur nyenyakku lalu menatap jam. Sudah 2 Hari aku tidak bertemu dengan Minho Oppa, aku dengar ia pergi ke Jeju untuk mengurusi beberapa bisnis dan menghadiri rapat. Namja yang sibuk. Aku merindukannya, kapan Minho Oppa akan pulang? Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya..

Aku bangkit dari ranjang empukku lalu keluar dari kamarku. Ya, Yoona ahjumma sudah menyiapkan kamar khusus untukku bisa dibilang ini adalah kamarku.

Tidak ada orang sama sekali diruang tamu.. tentu saja, sekarang sudah jam 2 Malam.. berarti semua penghuni rumah ini sudah tidur. Aku berjalan menuju dapur untuk mengambil air mineral. Aku tidak ingin menyusahkan pelayan walaupun aku tahu bahwa para pelayan dengan siap akan mengantarkan apa yang ku minta walaupun sudah larut malam. Tapi aku bukanlah gadis manja. Minho Oppa tidak suka gadis manja.

Aku membuka kulkas lalu mengambil sebotol air mineral. Aku meneguk air mineral itu sampai habis , betapa hausnya aku.

Saat aku menutup kulkas aku sangat terkejut saat melihat Minho Oppa sudah berdiri didepanku. Kapan ia datang? Ia terlihat masih menggunakan jas kantornya tetapi dasinya terlihat berantakan dan aku bisa melihat jelas lingkaran disekitar matanya.

“Sudah ku duga, pasti kau” Ujar Minho Oppa, aku hanya bisa tersenyum pelan.

“Kau baru pulang Oppa?”

“Tentu saja aku baru pulang, aku tidak melihat jasku.. kalau begitu aku ingin beristirahat dan juga jangan lupa untuk menutup pintu kulkas” Ucapnya lalu pergi meninggalkanku yang menatap punggungnya yang telah menjauh. Senyum muncul dibibirku, aku sangat senang bisa melihat wajahnya.

***

( Author Pov )

“Ehmm” Yoona berdehem dengan wajah bahagianya sambil menatap Minho dan Jiyeon bergantian saat mereka sarapan pagi. Siwon terlihat menatap bingung Isterinya itu, sedangkan Sulli hanya bisa tersenyum lucu sambil menatap Jiyeon yang kini menatapnya dengan tatapan membunuh.

‘Apakah Sulli menceritakan tentang ciuman itu?’ Batin Jiyeon sambil menggigit bibir bawahnya dengan panik.

“Apakah kita memiliki pasangan baru” Sindir Yoona terus menatap Jiyeon dan Minho. Membuat Minho akhirnya tersadar bahwa sedari tadi eommanya mencoba menyindirnya.

“Waeyo eomma? Pasangan baru” Bingung Minho lalu menatap Jiyeon. Jiyeon juga menatapnya dengan tatapan tidak enak.

“Nugu Ahjumma” Ucap Jiyeon pura-pura tidak tahu demi menghilangkan rasa gugupnya.

“Benarkah kau tidak tahu? Bukankah…”

“Anniyo Ahjumma, kau hanya salah paham.. benar kau hanya salah paham” Ucap Jiyeon cepat. Minho akhirnya menghela nafas, kini ia paham apa yang sedari tadi eommanya pikirkan. Minho lalu menatap Jiyeon dengan dingin.

“Aku hanya membantunya eomma, tidak lebih. Aku tidak mungkin berpacaran dengan anak kecil lagipula aku tidak menyukai Jiyeon. Jiyeon sudah aku anggap seperti dongsaengku sendiri dan juga aku harap eomma tidak berharap lebih dengan hubunganku dan Jiyeon.. Aku merasa terganggu dengan ini semua eomma dan-“

“Minho Oppa benar.. Aku hanya anak kecil dan Minho Oppa tidak mungkin menyukai anak kecil sepertiku. Minho Oppa hanya mencoba membantuku tidak lebih dan Mianhae Minho Oppa jika aku membuatmu terganggu , mulai sekarang aku tidak akan berada didekatmu lagi jika kau memang terasa terganggu. Mianhae sudah membuatmu terganggu. Kalau begitu aku berangkat dulu ahjumma, Ahjussi, Sulli dan Minho Oppa” Terdengar suara Kesedihan didalam suara Jiyeon. Tangannya bergetar saat ia mengambil tasnya dan mereka dapat melihat dengan jelas Jiyeon sakit hati dengan ucapan Minho.

“Jiyeon kau akan berangkat dengan siapa?”Tanya Sulli yang sudah bangkit.

“Ah.. aku lupa mengatakannya padamu. Taemin sudah menjemputku, malam tadi ia meneleponku berulang kali dan aku menyetujui permintaannya. Kalau begitu aku berangkat, annyenong” Jiyeon dengan segera pergi sebelum air matanya benar-benar tumpah.

 Siwon terlihat menghela nafas lalu menatap Minho yang memasang wajah dinginnya sambil menatap punggung Jiyeon yang sudah menjauh.

“Kau akan menyesal Oppa..”

“Eomma benar-benar tidak habis pikir denganmu bagaimana bisa kau? Bagaimana bisa kau melukai hati gadis baik sepertinya.. “ Yoona bangkit diikuti Oleh sulli. Sekarang tersisa Siwon dan Minho dimeja itu.

“Jiyeon adalah gadis yang cantik. Appa harap kau tidak menyesal menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Jiyeon. Jiyeon sudah menunggumu selama bertahun-tahun dan appa dapat melihat dengan jelas pancaran kasih sayang dari matanya untukmu”

“Tapi aku tidak menyukainya” Ucap Minho dingin

“Appa tahu kau mencoba menyangkal perasaanmu. Appa harap kau bisa menyadari suatu hal yang tidak kau sadari didalam dirimu, Jiyeon tidak akan menunggu selamanya “ Siwon bangkit lalu menepuk pundak Minho pelan.

“Aku akan benar-benar melahapmu gadis nakal” Gumam Minho lalu bangkit dari kursinya.

#TBC~

Ini Fanfiction Kedua yang Author Post Setelah Fanfiction One Shoot kemarin. Untuk Fanfiction lain yang belum Ending , harap bersabar.. karena Author lagi mengumpulkan Mood untuk melanjutkannya =D Untuk sementara , Author akan Fokuskan pikiran author untuk Fanfiction yang satu ini dan author janji, Fanfiction ini akan author garap sampai tamat =D Gak kayak Fanfiction lain yang ngegantung -,-

Gomawo selalu setia pada Fanfiction Author.. Gomawo udah menunggu Author kembali dari hiatus yang memakan waktu sangat lama O_O Mianhaee…

Confidential Love [ One Shoot ]


wpid-tara+jiyeon.png

Title : Confidential Love

Author : Margareta Isabela

Genre : Romance, frienship

Rating : General

Type : One Shoot

 

( Main Cast )

-Park Jiyeon

-Choi Minho

 

( Other Cast )

-All

***

 

( Author Pov )

 

Seorang yeoja berlarian dengan riang sambil membawa balon ditangannya. Jiyeon Yeoja itu dengan wajah riangnya berlari kearah kelas barunya membuatnya menjadi pusat perhatian banyak orang., kini ia sudah duduk dibangku kelas 2 SMA..

“Jiyeon..Park Jiyeon.. tunggu aku” Dibelakang Yeoja itu seorang yeoja cantik berlari mengejarnya dengan wajah yang kelelahan.

Jiyeon menghentikan larinya lalu melepaskan balon ditangannya membuat Balon itu terbang dengan bebas.

“Jung Soo Jung, Kau kemana saja? Aku mencarimu sedari tadi” gerutu Jiyeon dengan senyum tanpa rasa bersalah membuat Jung soo Jung atau yang biasa dipanggil dengan nama Krystal menatapnya dengan tatapan kesal. Sekesal apapun Krystal, ia sangat menyayangi Jiyeon..

***

Terdengar suara teriakan menggema disepanjang koridor SMA SHINHWA HIGH SCHOOl. Seorang namja tampan dengan wajah dinginnya berjalan dengan santai. 2 Yeoja dan 2 Namja populer berjalan dibelakangnya. Namja itu adalah Choi Minho, pewaris tunggal Perusahaan Choi. Perusahaan terbesar di korea. Perusahaan yang mendirikan beberapa Mall besar dan Hotel berbintang serta Sekolah SHINHWA HIGH SCHOOL.

Sedangkan 4 Orang  yang berjalan dibelakang Minho adalah Suzy, Jia, Kim Kibum dan Byun Baekhyun . Orang-orang yang terlahir dari keluarga kaya raya..

***

Lonceng istirahat berbunyi, Jiyeon dan Krystal bersama-sama pergi ke Kantin untuk mengisi perut mereka. Mereka duduk disalah satu meja yang terlihat paling besar dari meja yang lainnya. Semua mata menatap mereka

“Mengapa semua orang menatap kearah kita? Apakah ada yang salah dengan kita?”Tanya Krystal dan Jiyeon menggeleng tanda ia tidak tahu. Hingga terdengar suara teriakan yeoja..

Krystal menepuk keningnya bodoh, ia baru menyadari suatu hal..

3 Orang Namja dan 2 Orang yeoja tengah berdiri didepan Jiyeon dan Krystal yang menatap ke Lima orang itu dengan tatapan bingung. Tatapan Jiyeon tertuju pada seorang namja..

Namja itu juga menatap Jiyeon seakan mereka sudah saling mengenal. Jiyeon sedikit mengedipkan matanya pada Namja itu membuat namja itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Pergi” Ucap Suzy dengan nada dinginnya dan nada memerintah.

“Kau tahu? Ini meja milik kami” Lanjut Jia. Jiyeon hanya dapat mengangguk..

“Mianhae Sunbaenim, tetapi bukankah masih banyak meja lain? Kita sesama murid disini, jadi aku mohon maaf. Aku tidak akan pergi” Ucap Jiyeon dengan nada yang sedikit kesal. Terdengar suara bisikan dari orang-orang yang mengerumbungi mereka. Bagaimana bisa seorang Hobae berani menjawab ucapan seorang Suzy..

“YA! KAU”

“Sudahlah.. sebaiknya kita cari tempat lain saja”Semua orang menatap kearah Sumber suara.

“Minho” Ucap Suzy dengan terkejut, biasanya Minho adalah orang pertama yang akan murka jika apa yang mereka miliki di ambil seenaknya tetapi sekarang. Namja itu seakan tidak rela Suzy membentak yeoja yang sudah dengan sopan mengambil tempat duduk mereka..

“Kajja..” Minho berjalan kesalah satu meja lalu duduk. Key , Baekhyun, Jia dan Suzy berjalan mengikuti Minho. Sedangkan Jiyeon dan Krystal hanya bisa bersikap tidak perduli.

***

Minho berjalan masuk ke arah sebuah apartement mewah. Ia menatap sekeliling seakan mencari keberadaan seseorang.

‘Apakah ia sudah pulang?’ batin Minho lalu masuk kedalam kamarnya dan menemukan seorang yeoja tengah berbaring sambil membaca beberapa Novel.

“Kau sudah pulang Sunbae” Ucap Yeoja itu dengan menekan kata ‘Sunbae’ membuat Minho sedikit mendengus kesal. Minho melepaskan baju sekolahnya dan menggantinya dengan baju rumah. Lalu ikut berbaring disebelah yeoja cantik yang tidak lain adalah Isterinya itu..

Ya, Di umur yang semuda itu ia telah menikah. Menikah karena perjodohan beberapa bulan lalu. Tetapi biarpun begitu, ia sangat mencintai Isterinya itu. Bisa dibilang ia jatuh cinta pada pandangan pertama , begitupun sebaliknya..

Minho membelai lembut rambut yeoja cantiknya itu, Yeoja itu tersenyum dengan amat cantik padanya membuatnya sangat-sangat bersyukur mempunyai yeoja secantik itu.

“Jiyeonnie.. Mengapa kau meminta merahasiakan hal ini? Bukankah bagus jika mereka tahu bahwa kau adalah Isteriku?”

“Aku hanya tidak ingin mereka tahu. Aku tidak mau ikut didalam Gengmu Oppa. Aku takut melihat yeoja yang menatapku tajam siang tadi saat dikantin” Jawab Jiyeon dengan wajah polosnya.

“Arraseo.. tetapi kau harus ingat satu hal. Aku tidak suka kau dekat dengan namja lain.. “

“Nde Oppa.. aku tahu “

“Baguslah kalau begitu” Minho mengecup singkat bibir Anaenya itu lalu memeluknya dengan erat.

“Pelukanmu selalu hangat Oppa”

***

Jiyeon duduk disamping Krystal sambil membaca Novel yang ada ditangannya.

“Kalian aneh” Celetuk Krystal membuat Jiyeon menatap Krystal tanda tidak mengerti

“Kalian adalah Suami Isteri tetapi mengapa kalian seakan tidak mengenal satu sama lain dan satu hal lagi, bagaimana bisa kau pura-pura menjadi Fans fanatik Minho? Suamimu sendiri, jika aku menjadi kau aku akan menggandeng tangan Minho dan mengatakan bahwa ia hanyalah milikku. Kau tidak tahu? Banyak yeoja yang mengidolakan suamimu yang tampan itu” ucap Krystal. Jiyeon menatap sekitarnya, untung saja hanya ada mereka diruangan ituu.

“Itu permintaanku”

Krystal memang mengetahui bahwa Jiyeon dan Minho adalah Sepasang suami Isteri karena Jiyeon memberitahukannya beberapa hari yang lalu. Walaupun ia bersahabat dengan Jiyeon cukup lama, ia tidak pernah tahu bahwa Jiyeon sudah menikah.

“Lagi pula aku akan tetap dekat dengan Minho Oppa, disekolah aku akan menjadi Fans nya, tetapi jika dirumah.. aku adalah Isterinya” Ucap Jiyeon membuat Krystal menggeleng tanda tidak mengerti arah jalan pikiran sahabatnya yang cantik itu.

***

“Minho Oppa!! Fighthing!!!” Jiyeon berteriak layaknya Fans. Semua matanya menatapnya dengan tatapan tidak suka, tetapi Jiyeon tetap berteriak menyemangati Minho yang sedang memantulkan bola ditangannya dengan sangat lincah.

Suzy yang berada didepan Jiyeon hanya dapat menatap Jiyeon dengan tatapan tidak suka dan menggerutu kesal. Ya, Suzy mempunyai sebuah rasa pada Minho yang tidak pernah ia ungkapkan.

“Aaaaaaa” Jiyeon berteriak lagi saat Minho berhasil memasuki bola basket kedalam ring.

“Ya Jiyeon, kecilkan suaramu” Gerutu Krystal malu..

Jiyeon hanya dapat tersenyum bodoh lalu berkata..

“Ia hebat”

***

Jiyeon berjalan kearah sebuah ruangan , sebelum ia masuk. Ia melihat kesana kemari. Memastikan bahwa tidak ada yang datang. Saat ia masuk, ia menemukan Minho tengah duduk sambil membaca beberapa kertas. Minho adalah ketua osis disekolah itu..

“Oppa”

“Kau sudah datang, Kemarilah”

Jiyeon berjalan kearah Minho, lalu duduk dipangkuan namja itu dengan manja.

“Aku sangat bersemangat saat mendengar teriakanmu” Ucap Minho.

“Aku kira Oppa akan marah.. menurut beberapa orang yeoja yang ada diruangan. Oppa sangat tidak suka di soraki seperti itu”

“Anni,aku tidak akan marah Jika itu isteriku yang cantik” Pipi Jiyeon merona merah mendengar ucapan Minho, Minho sepertinya sangat suka menggodanya dan membuat pipi Jiyeon merona.

***

Suzy terus mendengus, membuat Baekhyun , Jia dan Key menatapnya dengan tatapan aneh.

“Ada apa denganmu?”tanya Jia

“Aku hanya kesal dengan yeoja bernama Jiyeon itu. Ia sepertinya sangat menyukai Minho”

“Kau tenang saja , Minho sangat anti pada yeoja seperti itu” Ucap Jia menghibur. Key memangguk tandai ia menyetujui ucapan Jia. Tetapi tidak dengan Baekhyun yang mengetahui siapa Jiyeon.

“Sebaiknya kau jauhi Minho “Celetuk Baekhyun

“Wae?”Suzy menatapnya tajam

“Kau tidak cocok dengannya” Jawab Baekhyun santai,

“Kau lebih cocok dengan Jang Wooyoung, Fans beratmu itu” Lanjut Baekhyun dengan mimik tanpa rasa bersalah membuat Suzy bertambah kesal.

***

Jiyeon keluar dari kelasnya sendirian dan menatap langit yang mulai gelap. Ya, ia dihukum karena tertidur saat jam pelajaran bahasa.

“ Huft! Otthokae? Aku harus bagaimana? Aku tidak berani melewati lorong itu” Gumam Jiyeon yang masih berdiri didepan kelasnya.

Ia memutuskan tetap berdiri didepan kelasnya, berharap ada seseorang yang lewat. Tetapi nihil.. hampir setengah jam, tidak ada orang yang lewat. Jiyeon bertambah ketakutan saat merasakan hawa lain didekatnya..

Jiyeon duduk berjongkok sambil menutup wajahnya. Ia menangis, Jiyeon memang sangat takut akan gelap. Ia ingin menghubungi Minho, tetapi sangat disayangkan. Baterai Ponselnya habis..

“Hey” Sebuah suara mengejutkan Jiyeon. Ia hampir saja berteriak girang saat Minho berdiri didepannya. Tetapi ia mengurungkan niatnya saat melihat Suzy, Jia , Baekhyun, Key berdiri dibelakang Minho.

“Apa yang kita lakukan disini? Kajja kita pergi” Ucap Suzy yang seakan tidak suka dengan Jiyeon. Baekhyun, Jia, dan Key berjalan mengikuti Suzy tetapi kemudian mereka berbalik karena Minho masih berdiri didepan Jiyeon yang kini masih menangis.

“Minho-ah, apa yang kau lakukan disana? Kajja.. bukankah kau berjanji akan mengantarku pulang” Tanya Suzy dengan nada manja.

“Mianhae Suzy-ah, Baekhyun aku bisa minta tolong padamu? Antarkan Suzy pulang.. aku masih ada berkas yang tertinggal” Ucap Minho

Suzy hanya mengangguk sedih dan berjalan pergi diikuti dengan Jia, Key dan Baekhyun.

***

( Jiyeon Pov )

Setelah mereka pergi, Minho Oppa berjongkok lalu memelukku. Aku menangis didalam pelukannya.

“Aku takut”

“Tenanglah, ada aku disini”

Setelah beberapa menit berpelukan. Minho Oppa berjongkok didepanku ..

“Naiklah”

“Kau akan menggendongku Oppa?”

“Ne, kajja”

“Tetapi aku berat”Ucapku dengan nada malu. Minho Oppa menatapku dengan tatapan lembut.

“Aku cukup kuat untuk menggendongmu” Akhirnya aku naik ke Gendongan Minho Oppa. Aku memeluk tubuhnya dengan erat..

“Aigoo.. Isteriku”

***

( Suzy Pov )

Saat kami tiba diparkiran , aku terdiam. Ada hal ganjil dengan Minho dan Yeoja itu?

“KAU KEMANA” aku mendengar suara teriakan Jia saat melihatku berlari kembali kearah sekolah. Aku terus berlari hingga aku tiba ditempat Minho tadi berada.

‘Deg’ Aku melihat Minho memeluk yeoja itu. Sakit! Aku merasa sangat sakit..

Beberapa menit kemudian, Minho berjongkok dan yeoja itu naik ke Gendongannya.

“Aigoo Isteriku..” Aku melangkah mundur, terkejut dengan apa yang kudengar. Isteri? Apa maksudnya? Apakah Minho..

“Suzy” Aku mendengar suara Minho. Ia sepertinya terkejut dengan kehadiranku begitu juga dengan yeoja itu yang terlihat menatapku dengan tatapan terkejut..

***

( Author Pov )

Kini Minho, Jiyeon, Suzy, Jia , Baekhyun dan Key duduk disalah satu kursi yang ada di Sebuah Cafe. Suzy, Jia dan Key menatap Minho seakan meminta penjelasan.

“Bagaimana bisa kau menikah tanpa memberitahukan kami” Ucap Key menatap Minho dengan tatapan kecewa.

“Mian, tetapi aku merasa ini Privasiku” Ucap Minho dengan nada dingin. Begitulah ia, ia tidak pernah bersikap lembut pada siapapun kecuali eommanya dan Jiyeon.

“Aish” Key hanya dapat menghela nafas kesal.

“Kau Kejam” Suzy yang tadi hanya diam , kini menatap Minho dengan tatapan kecewa. Minho terlihat sedikit merasa bersalah, karena ia terlanjur mengetahui bahwa Suzy menyukainya.

“ Sudah, jangan terus menyalahkannya. Kalian seharusnya dapat mengerti.. kalian hanya sebatas sahabatnya jadi, Kalian tidak bisa mengetahui apa yang bersifat rahasia bagi Minho” Ucap Baekhyun dengan santai.

“Ya Byun Baekhyun..”

“Wae”

“Jangan-jangan kau sudah mengetahui bahwa Minho dan .. Siapa Namamu?” Key terhenti mengucapkan kata-katanya dan malah menanyakan nama Jiyeon.

“Jiyeon” Jawab Jiyeon pelan

“Nde, Minho dan Jiyeon sudah menikah” Ucap Key melanjutkan ucapannya.

“Memang” Jawab baekhyun Santai.

‘TUK’ Key menjitak kepala Baekhyun membuat Baekhyun meringis kecil sambil mengelus kepalanya. Sedangkan Jia terlihat hanya dapat diam sambil menatap Jiyeon tajam dan mengelus rambut Suzy yang sudah meneteskan air mata. Jia tahu bagaimana terlukanya hati Suzy sahabatnya.

“Choi Minho, kau sangat beruntung! Kau tahu? Padahal aku berniat mendekati Jiyeon karena aku merasa jatuh hati padanya. Tetapi ternyata.. aish” Celetuk key membuat Minho terkekeh kecil.

***

-Keesokan Harinya..

Jiyeon menggeliat kecil didalam pelukan Minho. Ia menatap jam, ternyata sudah jam 6 pagi.

Jiyeon bangun dan memutuskan untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Minho.

“Minggu pagi yang cerah” Gumam Jiyeon saat membuka jendela.

Jiyeon membuka kulkas dan menepuk dahinya. Ia lupa membeli bahan makanan. Jiyeon berjalan kearah kamarnya dan mengambil jaketnya, ia berencana untuk pergi ke Super Market yang berada tak jauh dari Apartement yang ia dan Minho tempati.

Saat Jiyeon akan menggapai pintu keluar, sebuah suara mengejutkannya..

“Kau ingin pergi kemana pagi-pagi seperti ini ?”

“Oppa, kau sudah bangun? Aku ingin pergi ke Super Market untuk membeli beberapa bahan makanan. Kau mau ikut?” Tawar Jiyeon.

“Ne, tunggu dulu” Minho berjalan kearah kamar mereka lalu keluar menggunakan Jaket.

“Kajja” Minho menarik Jiyeon sambil menggenggam tangan Jiyeon.

***

( Jiyeon Pov )

Aku berjalan mengelilingi Super Market, mencari beberapa bahan makanan untuk ku masak. Aku menatap sekelilingku, banyak ibu-ibu yang berada disini. Aku bahkan tidak melihat anak-anak seumuran denganku disini..

Aku sepertinya memang menikah terlalu muda.. -,-

Aku berbalik dan tidak menemukan Minho Oppa dibelakangku. Kemana ia?

Terdengar suara teriakan membuatku menoleh dan mendapatkan Minho Oppa tengah dikelilingi oleh Ahjumma-ahjumma..

“Jadilah menantuku..”

“Puteriku sangat cantik.. cocok denganmu”

“Aigoo kau sangat tampan”

Aku mendengar beberapa celotehan dari ahjumma-ahjumma itu. Aku hanya dapat tersenyum kecil melihat wajah Minho Oppa yang terlihat terganggu. Aku berjalan kearah mereka lalu menggandeng tangan Minho Oppa.

“Mianhae, tetapi ia adalah suamiku”

“Suamimu? Ya anak muda, kalian masih sangat muda untuk menikah.. jadi jangan menipu kami.. “

Aku hanya dapat menghela nafas kecil .. Mempunyai Nampyeon tampan memang sangat menyusahkan -,-

***

( Krystal Pov )

#BRUK!!

Pantatku dengan sukses mendarat dilantai dingin sekolah. Aku menatap kesal Park Han Byul, ia dengan sengaja mengaitkan kakinya pada kakiku membuatku yang sedang berjalan bersama Jiyeon terjatuh.

“YA!” Ucap Jiyeon tidak terima. Han Byul adalah musuh bebuyutan kami sejak kami masuk ke sekolah ini..

Ia selalu saja mencari masalah denganku, dan yang paling menyebalkan ia selalu menuduhku dan Jiyeon merebut kekasihnya –Lee Joon yang sangat Playboy itu. Han Byul dan kedua temannya yang centil itu menarik rambut Jiyeon membuat Jiyeon meringis.

Aku bangkit dan menarik rambut HanByul hingga terjadilah tarik menarik diantara kami.

Tanpa kami sadari, kami menjadi pusat perhatian..

“Jiyeon.. Jiyeon..”

“Han Byul.. Han Byul” Aku mendengar sorakan beberapa murid. Apakah mereka kira ini pertarungan..!!

“CUKUP!!” Suara Choi Minho sang Ketua Osis menggema. Dengan cepat Han Byul dan gengnya melepaskan tarikannya pada rambutku dan Jiyeon ..

“Argh.. kepalaku sakit” Han Byul pura-pura kesakitan sedangkan aku dan Jiyeon hanya dapat menatapnya bingung.

Jiyeon terlihat sangat berantakan dengan rambut yang terlihat acak-acakan..

“JUNG SOO JUNG, PARK JIYEON, PARK HAN BYUL, JUNG HYERIN, KIM HYEMI, IKUT AKU KE RUANGANKU !! “ Suara Minho menggelegar dengan sangat tegas. Jiyeon hanya dapat menunduk lalu berjalan mengikuti Minho diikuti denganku serta 3 trio centil itu.

***

( Author Pov )

Jiyeon, Krystal, Han Byul , Hyerin dan Hyemi duduk sambil menunduk saat Minho membentak mereka. Selain sebagai Ketua Osis , Minho diberikan wewenang untuk menghukum murid-murid yang membuat keributan atau kerusuhan di sekolah itu.

“Sebagai hukumannya , Han Byul, Hyerin dan Hyemi. Kalian membersihkan Toilet sekolah dan Park Jiyeon dan Jung Soo Jung, kalian akan aku beri hukuman untuk membersihkan ruangan olahraga” Ucap Minho.

“Tapi bukankah Ruangan Olahraga sudah diber-“ Han Byul membuka mulut ingin protes tetapi Minho dengan cepat memotongnya.

“Anni,, walaupun begitu, masih ada debu yang tertinggal” Ucap Minho. Jiyeon dan Krystal tersenyum penuh kemenangan, Jiyeon tahu bahwa Minho tidak ingin memberikan hukuman yang terlalu berat padanya.

Han Byul , Hyerin dan Hyemi keluar dari ruangan OSIS dengan wajah kesal..

“Sepertinya ketua osis berpihak pada mereka”- Han Byul

“Padahal aku berharap Minho Sunbae membela kita dan memberi hukuman berat untuk yeoja-yeoja menyebalkan itu” -Hyerin

***

Jiyeon dan Krystal duduk disalah satu kursi yang ada diruangan Olahraga.

“Tidak ada debu ataupun sampah disini.. ruangan ini terlihat bersih” Gumam Krystal

“Ternyata ada gunanya juga kau menjadi isteri Choi Minho” ucap Krystal lagi. Jiyeon hanya dapat terkekeh kecil..

Beberapa menit kemudian, Minho muncul dengan makan ditangannya. Jiyeon tersenyum kecil..

“Oppa”

“Ini untukmu, dan ini untukmu”

“Gomawo Sunbae”

“Nde..”

Minho duduk disamping Jiyeon yang terlihat dengan semangat memakan roti berselai keju itu.

“Oppa.. “

“hmm?”

“Aku kira Oppa benar-benar marah saat Oppa membentak kami tadi. Tetapi sungguh, bukan aku dan Krystal yang memulai perkelahian itu” Ucap Jiyeon disela makan-nya.

“Aku tahu..Jangan berbicara saat makan, nanti kau tersedak” Jawab Minho dengan senyum dan terlihat sangat perhatian pada Jiyeon.

‘Baru kali ini aku melihat Choi Minho sang ketua Osis tampan yang dingin bersikap selembut itu. Park Jiyeon kau Daebak’ Batin Krystal.

***

( Krystal Pov )

Aku berjalan dengan langkah pelan melewati tangga yang ada dikoridor sekolah. Tanpa sengaja aku tergelincir membuatku hampir terjatuh, untung saja sebuah tangan kekar dengan sigap menahanku.

‘Deg’ Wajah Minho berada sangat dekat dengan wajahku dan itu membuatku sangat gugup, Minho sunbae terlihat sangat-sangat tampan. Aku mengedipkan mataku beberapa kali sambil menatap mata belo-nya.

Ckrek! Terdengar bunyi kamera, dengan segera Minho Sunbae melepaskan pegangannya pada pinggangku.

“Omo Kalian sangat romantis, apa kalian berpacaran. Sempat-sempatnya saja berciuman” Ucap Mir dengan suara yang besar sambil memperhatikan foto-foto yang ia foto menggunakan kameranya, pasti terjadi kesalah pahaman.. Tanpa kami sadari, kami menjadi pusat perhatian.. Entah mengapa, pipiku menjadi memerah..

“Aku ingin lihat..” Beberapa murid mengerumbungi Mir, sedangkan aku masih menunduk menyembunyikan pipiku yang memerah dan tanpa sadar aku tersenyum.

“Omo Jung Soo Jung dan Choi Minho berciuman difoto itu” Ucap Salah satu murid dengan suara yang sangat besar. Aku dengan segera mengambil kamera Mir dan benar saja, didalam foto itu aku terlihat sedang berciuman dengan Minho Sunbae. Tetapi kenyataannya kami tidak berciuman sama sekali..

Aku menatap kearah Minho sunbae yang terlihat terpaku dan menatap kearah depan. Aku mengikuti pandangannya dan kini Jiyeon tengah berdiri dengan air mata yang membasahi pipinya..

“Ji..Jiyeon”

Apa yang ku lakukan? Ada apa denganku dan mengapa ..? Mengapa jantungku berdebar.. apa aku menyukai Minho Sunbae..

Jiyeon sudah berlari pergi. Minho sunbae terlihat mengejarnya dan itu membuatku merasa sakit..

Jiyeon-ah Mianhae.. L aku tidak tahu mengapa tiba-tiba perasaan itu muncul kembali. Ya, Dulu aku begitu menyukai Minho sunbae. Tetapi saat mengetahui bahwa ia akan menikah dengan sahabatku aku berusaha mengubur perasaan itu..

***

( Jiyeon Pov  )

Aku terus berlari dan berlari. Jantungku seolah tertusuk beribu jarum tajam. Aku tidak dapat menahan tangisku.. Aku tidak menyangka Minho Oppa dengan tega menghianatiku.. aku tidak menyangka mereka benar-benar jahat padaku hikzz..

“ Hikz..”

Aku memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuaku. Sesampai dirumahku yang sederhana, aku masuk kedalam kamarku dulu lalu menutupnya. Aku mendengar suara eomma yang memanggilku.

“Jiyeon-ah, Gwenchana?” Ucap eomma yang terdengar khawatir.

“Eomma.. hikzz.. tolong tinggalkan aku sendiri” Ucapku dengan suara serak.

“ Arra, eomma harap kau baik-baik saja. Panggil eomma jika kau membutuhkan eomma” Aku mendengar suara prihatin eomma. Perlahan aku mendengar suara langkah kaki menjauh.

***

( Choi Minho Pov )

 

Beberapa hari ini Jiyeon terus menghindariku. Beberapa hari ini juga ia tidak pernah pulang ke Apartement, saat aku ingin menemuinya dikediaman keluarga Park. Ia menolak bertemu denganku..

Krystal juga terlihat berusaha dengan keras menjelaskan semuanya pada Jiyeon. Tetapi sepertinya Jiyeon sudah terlanjur salah paham dengan semua yang terjadi.

“ Choi Minho! Apakah benar kau berpacaran dengan Krystal? Kau tahu? Berita ini menjadi berita Populer disekolah ini?” Celetuk Baekhyun yang baru saja datang.

“aku sempat melihat foto yang menunjukkan kau dan.. Krystal ..” Jia terlihat takut untuk melanjutkan ucapannya.

“Kau Napeun Namja” Suzy yang sedari tadi diam kini mengeluarkan suaranya sambil menatapku dengan tatapan datar. Aku tahu bahwa ia masih marah padaku..

“Aigoo.. Choi Minho, mengapa kau berselingkuh dengan sahabat Anae mu sendiri? Aigoo.. pantas saja belakangan ini Jiyeon menjadi murung. Berikan saja Jiyeon padaku dan aku akan setia. Kau Napeun Namja!” Celetuk Key sambil menatapku tajam.

BRAK!! Aku menggebrak meja Kantin membuat semua mata menatap kearah kami. Tepat saat itu, Jiyeon memasuki kantin bersama Krystal disampingnya, apakah mereka sudah berbaikan? Aku melihat tangan Krystal melingkar ditangan Jiyeon.

“Park..Jiy-“ Krystal berhenti berbicara saat menyadari suasana kantin yang diam.

“Kau kira kau siapa!! Walaupun kau adalah sahabatku jangan kira aku tidak bisa melakukan hal jahat padamu! Kau tahu sendiri bukan bahwa aku tidak akan membiarkan seorang pun memiliki apa yang ku punya termasuk Yeojaku!” Bentakku dengan suara keras membuat Key yang awalnya berdiri kini terduduk dan menunduk takut.

“ Aku tidak akan membiarkan kau mengambilnya karena ia hanya milikku. Park Jiyeon adalah milikku dan selamanya akan menjadi milikku” Ucapku dengan nada penuh emosi. Seketika kantin menjadi riuh, beberapa yeoja terlihat menangis mendengarnya. Sepertinya Patah hati..

Aku melihat banyak orang mengerumbungi Jiyeon dan Krystal seakan meminta penjelasan. Jiyeon terlihat bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan orang-orang itu.

Dengan langkah cepat aku berjalan kearahnya lalu menarik tangannya pergi..

***

( Baekhyun Pov )

Sedari tadi Key tidak berhenti menangis. Bagaimana bisa ada namja secengeng ini? Aku , Jia dan Suzy hanya dapat menatap Key dengan tatapan malas, sudah berbagai cara kami lakukan agar membuatnya berhenti menangis dengan wajah sejelek itu.

“Siapa yang menyuruhmu berkata seperti itu pada Minho.. kau tahu sendiri ia sangat sensitive saat ini” Gumam Jia dengan wajah santai.

“Apa yang harus aku lakukan .. hikz.. otthokae.. Minho pasti akan membunuhku”

“Aku mengenal Minho, ia tidak mungkin membunuhmu hanya karena itu. Kau tenang saja, mungkin ia hanya akan memberikan satu lingkaran hitam dimatamu” Ucap Suzy membuat tangisan Key bertambah nyaring.

Aku , Jia dan Suzy menahan tawa kami..

“AKU HARUS BAGAIMANAAAAA” Teriak Key dengan Frustasi..

***

( Jiyeon Pov )

Krystal sudah menceritakan kejadian yang sebenarnya dan aku merasa menjadi mahluk paling jahat. Bagaimana bisa berperasangka buruk terhadap Krystal dan Minho. Terlebih lagi aku meragukan rasa cinta Minho Oppa yang sangat besar padaku. Aku benar-benar bersalah kali ini, aku akan menerima jika minho oppa akan membentakku lalu marah padaku.

Minho oppa terus menarik tanganku hingga kami sampai di Ruangan Osis. Akhirnya Minho Oppa mengendorkan pegangan tangannya ..

“Oppa, Mian” Ucapku dengan mendunduk

“Untuk apa?”

“Aku telah salah paham”

“Kau sudah mengetahui semuanya?”

Aku hanya dapat mengangguk men’iyakan’ pertanyaan Minho Oppa. Aku merasakan sebuah tangan mengelus pipiku lembut lalu menatap mataku dalam. Aku membalas tatapan Minho Oppa..

“Gwenchana…”

“Aku senang kau sudah tidak salah paham lagi, aku merindukanmu” Ia memelukku dengan sangat erat.

“Aku hampir saja bunuh diri karena aku pikir kau akan meninggalkanku” Celetuknya dan itu membuatku sedikit merinding. Minho Oppa ternyata mempunyai sedikit sisi yang mengerikan..

“Jangan pernah meninggalkanku lagi”

***

( Krystal Pov )

‘Deg’ Aku hanya dapat menatap pedih Jiyeon dan Minho yang terlihat berpelukan. Aku kembali menutup pintu itu dan berjalan pergi. Aku harus melupakan dan menghapus perasaan ini, aku tidak ingin Jiyeon meninggalkan sahabatnya yang bodoh ini..

Bruk! Tanpa sengaja aku menabrak seseorang. Huft, aku benar-benar sangat ceroboh.

“Gwenchana..?”

‘Deg’ Kang Minhyuk,apa yang ia lakukan disini? Bukankah ia masih berada di Australia..

“Kau?”

“Krystal-ahh” Ia memelukku. Beginilah Kang Minhyuk, ia terlalu tergila-gila padaku dan itu kadang membuatku merasa ia menjijikan -,-

“Ya lepaskan!”

“Aku merindukanmu”

“Aish!”

END~

Gantung ya? Atau Gak Jelas gituhh -,- Mian, Author lagi gak fokus jadi beginilah fanfiction Abal2 inihh -,-

 

One More Time ( part 2 Of 2 )


549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : One More Time

Author : Marsa_Queens

Type : Chaptered

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

( Main Cast )

  • Park Jiyeon
  • Choi Minho

( Other Cast )

  • All

*

*

*

( Jiyeon Pov )

Aku membuka mataku pelan saat merasakan sinar matahari menembus kamarku. Dimana aku? Aku melihat sekelilingku.. Tunggu dulu! Ini bukan kamar hotelku! Aku menoleh kesana kemari dan menemukan seorang namja tengah duduk dengan santai sambil menikmati sebuah kopi

“ANDWE”Aku berteriak

“Wae?”

“Apa yang kau lakukan padaku”Tanya ku dengan was-was membuat namja itu , Minho. Menatapku dengan tatapan aneh..

“Cih,, kau lupa?”

“Lupa! Apakah kita?”

“Pabo! Tidak, aku tidak sudi menyentuhmu.. mengapa otakmu itu selalu berpikiran hal yang tidak seharusnya eoh? Jika kau bertanya mengapa kau bisa berada disini, jawabannya adalah kau mabuk dan tertidur malam tadi. Kemarin aku berusaha membuka kamar hotelmu tetapi tidak bisa dan kebetulan kamar di Hotel ini sudah penuh, jadi terpaksa aku membawamu kemari”Jelasnya membuatku hanya mengangguk. Babo!! Jiyeon..

Aku senang melihatnya yang berbicara panjang lebar denganku. Dulu ia sangat irit dalam hal berbicara..

Choi Minho memang mempunyai banyak rahasia didalam hidupnya dan ia adalah namja yang sangat sulit ditebak -_-

Aku menggaruk kepalaku dengan tampang bodoh. Dengan cepat aku bangun dari tempat tidurnya. Tetapi sebuah tangan malah menahanku..

“kemana kau?”

“Aa..aku”

“Kemari”Ia malah menarik tanganku dan membuka sebuah pintu..

“Aku tidak ingin orang-orang curiga..”

“Ah Ne” Ucapku.. aku kira ia akan menciumku layaknya drama Korea -_-ternyata aku salah besar..

***

Aku berjalan dibelakang Minho dan disamping Krystal. Kami memasuki ruang rapat, banyak orang-orang penting diruangan ini dan aku dengar jika perusahaan Minho bisa mendapatkan kontrak ini, mereka akan untung sangat besar.

Aku duduk disebelah seorang namja yang sedari tadi melihatku membuatku sedikit tidak nyaman..

Minho berdiri dan mulai menjelaskan dokumen yang sudah ia buat, semua orang-orang itu terlihat tertarik dengan apa yang disampaikan Minho, Namja yang benar-benar daebak..

Aku sangat terkejut saat tiba-tiba sebuah tangan memegang pahaku dan mengelusnya. Aku menatap namja disampingku yang saat ini menatapku dengan tatapan menjijikkan..

“Apa yang kau lakukan!”Aku membentaknya

“Jiyeon”Minho balas membentakku karena aku menganggu jalannya rapat..

“Minho..”

 “Namja ini.. namja ini dengan lancangnya menyentuhku”Aku menangis sambil menunjuk namja keparat itu..

“Ne?”Minho terlihat terkejut, aku berusaha menahan air mataku. Namja tidak tahu sopan santun..

Minho menghentakkan dokumen yang ia pegang dan berjalan kearahku..

BUGH! Minho menampar namja itu hingga namja ittu mengeluarkan darah dari sudut bibirnya. Semua orang yang ada diruangan itu mencoba melerai perkelahian itu termasuk aku yang sudah tidak bisa menahan tangisku

“AKU AKAN MEMBUNUHMU! JIKA KAU BERANI MENYENTUHNYA LAGI !”Minho membentak namja itu lalu menghempaskan tangannya..

***

Sepanjang perjalanan pulang aku terus menangis didalam pelukan Krystal. Aku merasa sangat kesal dengan namja itu,bagaimana bisa ia dengan lancangnya memegang kaki ku..? Aku juga kesal dengan diriku, karenaku Minho tidak mendapatkan kontrak kerja itu.

“Namja tadi memang sangat keterlaluan”Beberapa karyawan terlihat membelaku dan sebagiannya hanya diam.

Sesampai di Hotel aku langsung masuk kedalam kamarku. Aku perlu menenangkan diriku, entah mengapa aku merasa tidak terima dengan perlakuan namja itu..

Aku duduk dipinggir ranjangku sambil mencoba menenangkan diriku. Aku menarik nafasku, tenang Jiyeon. Ia tidak merebut apa yang berharga bagimu. Aku menghembuskan nafas pelan..

Tiba-tiba pintu yang menghubungkan pintu kamarku dan Minho terbuka. Menampilkan Minho yang kini berdiri dengan baju yang sudah berganti..

“kau tak apa?”

“Ne”

“Kau yakin”Ia berjalan kearahku lalu duduk sambil berlutut didepanku. Ia memegang wajahku dengan tangan besar dan hangatnya..

***

( Krystal Pov )

Wajah Jiyeon terlihat lebih ceria, syukurlah.. aku mengambil beberapa daging didepanku. Saat ini kami sedang makan di Restaurant daging di Jeju. Daging yang segar .. Yummy..

Sedari tadi Minho Sunbae terlihat memandang Jiyeon begitupun sebaliknya. Apakah mereka kembali? Wow.. mereka memang pasangan yang sangat serasi. Aku merasa banyak yang berubah semenjak kehadiran Jiyeon. Minho menjadi namja yang santai dan ia tidak akan memecat orang begitu saja karena terlambat. Ia juga sepertinya mengurangi ke disiplinan terhadap dirinya.. dan satu hal yang paling penting, sekarang Minho Sunbae sangat sering makan bersama para Karyawan.. Daebakk

Jiyeon kau memang yeoja pembawa keberuntungan..

“Makanlah”

“Gomawo Krystal”

“Cheonmaneyo”

Jiyeon memakan daging didepannya lalu mengambil beberapa sayur.. saat Jiyeon akan meminum soju, Minho sunbae tiba-tiba melarangnya. Aku semakin curiga..

“kau akan mabuk, Pabo”

“Ne”Jiyeon hanya dapat menekuk wajahnya layaknya anak kecil yang kesal.

***

( Jiyeon Pov )

Besok kami akan kembali ke Seoul, sayang sekali. Padahal aku ingin lebih lama ditempat indah ini. Aku berjalan kearah taman hotel ini, taman terang dengan banyak bunga mengelilinginya.

Aku duduk ditengah-tengah taman, Omo! Kejadian tadi terus terbayang dikepalaku. Saat Minho berlutut didepanku dan membelai lembut wajahku. Apakah kami sudah kembali menjadi sepasang kekasih? Entahlah..

Minho terlalu dingin dan ia sepertinya masih bertahan dengan sifatnya itu, tidak mungkin bukan jika aku kembali ke sifatku yang dulu? Yang terus mengganggunya? Aku sudah dewasa sekarang..

“Apa yang kau lakukan disini?”sebuah suara mengejutkanku

“Kau”

“Aku sedang menikmati pemandangan”Jawabku gugup. Ia duduk disampingku, Choi Minho.

Ia membuka jaketnya lalu menyelimutiku..

“Kau bisa sakit”

Aku menatapnya dengan tatapan lekat.. apakah ini waktunya aku bertanya tentang perasaannya padaku?

“Sunbe”

“Ne?”

“Apakah kau menyukaiku?”

“Mengapa kau bertanya tentang hal itu?” Ia balik menatapku..

“A..Aniyo”

“Perasaanku masih sama , sama seperti beberapa tahun yang lalu saat kau pergi tanpa mengatakannya padaku”

“Ne”

“Mengapa kau pergi tanpa mengatakannya padaku? Apakah kau tahu bahwa aku hampir saja gila saat mendengarmu yang tidak berada di Korea lagi? Apakah kau tahu betapa kesepiannya aku saat aku jauh dari mu? Apakah kau tahu bahwa aku cemburu melihatmu bersama Suho? Dan apakah kau tahu bahwa aku selalu mengendalikan diriku untuk tidak menyentuhmu”  Aku terdiam mendengarkan ucapannya. Mataku berkaca-kaca, apakah ia mencintaiku juga selama ini?

“Sunbae”

“Apakah kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu”Ucapnya sambil menggenggam tanganku membuatku terdiam. Aku menatapnya dengan tatapan lekat, aku tidak menemukan sorot kebohongan dari matanya..

“Kembalilah padaku”Ucapnya..

“ta..pi sunbae, bukankah kau sudah memiliki kekasih?”

“Kekasihku hanya kau Pabo” Ia memelukku dengan erat, aku membalas pelukannya dengan senyum.

“Jangan pergi lagi” Bisiknya lembut..

***

Hari ini kami akan kembali ke Seoul, sayang sekali. Aku menarik koperku, dan saat aku keluar dari kamar hotelku aku menemukan Minho sudah berdiri sambil menatapku. Aku menyerit bingung, bukankah seharusnya ia sudah berangkat?

“apa yang kau lakukan disini?”

“Tentu saja menunggumu.. kajja”

“Kau akan ikut bus kami?”Tanyaku

Ia mengangguk,sangat luar biasa. Bagaimana bisa seorang Choi Minho. Pengusaha muda kaya raya mau satu mobil dengan karyawannya..

Minho berjalan kearahku lalu mengambil koperku dari tanganku..

“Aku akan membawanya”

“Ne? Gomawo”Ucapku memerah, ia menjadi sangat perhatian padaku. Berbeda dengan sifatnya yang dulu.. sekarang aku juga sangat jarang melihatnya memegang buku, apakah kepribadiannya sudah berubah? Entahlah..

Aku berjalan dibelakangnya, semua mata menatap kami saat kami tiba di depan hotel. Mereka seakan terkejut melihat Minho yang membawa koper besarku.. Aku hanya dapat tersenyum tidak enak..

“Apa yang kalian tunggu? Kajja” Ucap Minho lalu mengenggam tanganku dan masuk kedalam Bus.

***

Setelah kepulangan kami dari Pulau Jeju, aku dan Minho resmi menjadi sepasang kekasih lagi. Aku membuka mataku dan menemukan seorang namja didepanku tengah tertidur sambil memelukku..

Minho memang sering menginap dirumahku. Tetapi kami tidak melakukan apapun, hanya tidur bersama dan tidak lebih..

Aku bangun dan menyiapkan sarapan untuknya, aku memasak beberapa makanan.. saat aku sedang memotong kentang , sebuah tangan memelukku .. aku tersenyum saat merasakan nafasnya mengenai kupingku..

“Kau sudah bangun?”

“Ne”

“Apakah tidur mu nyenyak?”

“Tentu saja, karena aku tidur sambil memelukmu. Jiyeon-ah.. bagaimana kalau hari ini kau mengambil libur..”

“Memang kau mau membawaku kemana?”

“Perpustakaan”

“Mwo”

“Aku hanya bercanda, kau tahu? Sejak kepergianmu , perpustakaan adalah tempat paling kubenci. Karena buku-buku itu kau meninggalkanku”

“Aigoo.. Itu tidak ada hubungannya Minho-ah”

“Tetap saja…”

Aku hanya mendengus pelan..

***

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, kami tiba disebuah tempat yang sangat sunyi. Hanya terdengar suara kicauan burung ditempat ini. Aku menatapnya seakan bertanya..

“Tunggu sebentar”

Ia mengeluarkan beberapa alat pancing, aku bertambah menyerit. Apa yang ia lakukan? Ia menarik tanganku , hingga kami tiba disebuah sungai… sungai yang mengeluarkan asap.. aku mencelupkan kakiku.. apakah ini danau air hangat?

“Hangat bukan?”tanyanya dan aku mengangguk..

“Kajja kita memancing”

“Mwo.. Minho kau gila?”

“Anni, beberapa orrang kemari mengatakan bahwa jika seorang namja dan seorang yeoja memancing di Danau ini dan mereka mendapatkan seekor ikan, maka cinta mereka akan menjadi cinta sejati, begitupun sebaliknya”

“Bagaimana jika kita tidak mendapatkan ikan itu? Tidak mungkin ikan hidup di air seperti ini”

“Aku yakin kita akan mendapatkannya..”

1 Menit..

30 Menit…

1 jam…

1 jam 30 menit..

Aku terdiam, Minho tetap tersenyum.. padahal sejak tadi kami tidak mendapatkan ikan. Apakah itu berarti kami bukan cinta sejati? Anniya.. aku dan Minho adalah cinta sejati dan itu tidak bisa di ubah..

“AKHIRNYA”aku terkejut mendengar teriakan Minho, aku menoleh kearahnya dan melihatnya tersenyum senang sambil memegang sebuah ikan besar. Mustahil.. di danau ini ada ikan..

Aku tersenyum dengan senang lalu memeluknya dengan erat.. aku sudah mengatakan bukan? Bahwa Minho adalah cinta sejatiku begitupun sebaliknya. Aku memeluknya sambil menangis terharu..

“Mengapa kau menangis? Sudahlah,, kajja kita pulang”senyumnya lalu menarik tanganku lembut..

***

Perjalanan yang cukup melelahkan, aku membuka mataku perlahan saat mendengar suaranya. Aku menemukannya yang sudah menatapku dengan lekat, mata ku melebar saat merasakan bibirnya menyentuh bibirku. Apa yang harus ku lakukan? Aku hanya diam dan tidak bergerak..

Mataku bergerak kesana kemari, jantungku berdetak dengan sangat kencang. Aku sudah tidak bisa bernafas,, dengan cepat aku mendorong tubuhnya..

“Wae?”

“Aku..aku tidak bisa bernafas “Ucapku malu, ia tersenyum kecil lalu mengecup keningku..

“Kau mau berjanji padaku?”

“Berjanji apa?”

“Kau tidak akan berpindah ke lain hati ataupun pergi lagi dariku.. aku juga ingin kau berjanji, bahwa dihatimu hanya ada diriku”

“Minho-ah”

“Dan satu hal lagi, panggil aku Oppa.. aku lebih tua dari mu”

Aku mengangguk senang sambil terkekeh kecil. Aku memeluk tubuhnya dengan erat, aaku merasa sangat bahagia.. Minho Oppa, kau benar-benar membuatku merasa sangat bahagia..

***

Aku berjalan memasuki Kantor itu, sesampai disana aku melihat Minho Oppa sedang membentak seorang Karyawan. Bukankah itu Taemin? Bukankah ia salah satu Karyawan yang sangat rajin..

“Bagaimana bisa kau memberikanku dokumen seperti itu? Aku menginginkan yang terbaik, kau tahu dokumen seperti itu bahkan bisa ku buat dalam waktu 20 menit”Bentaknya..

“Cukup.. ada apa ini?”Tanyaku

“Taemin-ah kau kembali saja”

“Ya!” Ucap Minho Oppa tidak terima, aku menarik tangannya menjauh dari depan para Karyawan yang sudah sangat takut. Aku mendengar desahan lega Taemin saat ia berhasil lolos dari tangan Minho..

“Oppa..”

“Kau tidak boleh memperlakukan karyawanmu seperti itu, kau adalah orang pintar dan seharusnya kau bisa memberikan kesempatan untuknya”

“Jiyeon-ah”

“Oppa.. kau harus meminta Maaf padanya dan bicara baik-baik dengannya. Kau melukai hatinya Oppa”

“Ne..Ne,, baiklah”

Minho Oppa berjalan keluar sedangkan aku duduk disalah satu Sofa yang ada diruangannya. Beberapa menit kemudian , Minho Oppa masuk dengan wajah datarnya..

“Bagaimana”

“Karena kau yang meminta jadi aku meminta Maaf padanya”

Minho duduk disampingku sambil memeluk tubuhku dari samping. Aku menyandarkaan kepalaku pada tubuhnya..

“Bagaimana kalau kita menikah”Ucapnya membuatku seketika tercengang..

“N..Ne”

“Kita menikah”
***

 

( Author Pov )

~Beberapa Tahun Kemudian

Sebuah rumah mewah terlihat sangat ramai dengan suara teriakan-teriakan seorang yeoja. Ia terlihat mengejar dua orang bocah yang tertawa sambil memanggilnya dengan sebutan ‘eomma’

“Aigoo.. Appa lelah”Seorang namja muncul dari balik pintu sambil memeluk seorang bocah namja sedangkan yeoja yang dipanggil eomma itu menggendong seorang bocah yeoja..

“eomma , appa kita bermain lagi”

Yeoja itu tersenyum lalu mencium pipi yeoja kecilnya dengan sangat lembut serta membelai rambut panjang puterinya itu.

“Eomma dan Appa lelah, bagaimana kalau kalian tidur siang. Ini adalah waktu tidur siang kalian” Ucap seorang namja

Kedua bocah itu mengangguk lalu berlari kearah kamar mereka. Namja dan Yeoja itu adalah Minho dan Jiyeon. Mereka menikah beberapa bulan setelah Minho melamar Jiyeon. Hingga saat ini mereka di karuniai dua orang anak yang sangat tampan dan cantik.. Choi Yoogeun , dan Choi Yong Ji ..

Minho langsung mendaratkan bibirnya pada bibir Jiyeon saat melihat kedua buah hatinya telah hilang dari pandangan.

“oppa”

“Aku sedang menginginkanmu Chagiya”ucap Minho mebuat Jiyeon tersenyum kecil lalu naik ke Gendongan namjanya itu..

“Kajja”
END~

Otthakaeeee?? Apakah ancur ?? Mianhae,, harap R C L Ndeeeee ^^ GUMAWOOOOOO :*

MIANHAE :(


Annyeong ^^

Sebelumnya author pengen Minta Maaf yang sebesar-besarnya :( Karena gak pernah dan jarang membalas komentar para Riders. Ini dikarenakan Author sedang sangat sibuk karena sebuah urusan dan juga pekerjaan yang sudah sangat menumpuk.

Juga, Mianhae author belum bisa Post Fanfiction dalam waktu dekat ini :( Mianhae.. tetapi author usahain bales satu persatu Komentar Kalian :) Dan untuk yang pengen minta Password Fanfiction, harap minta Via Email atau FB Nde.. ^^ Karena Author jarang membuka Twitter..

Atas Perhatiannya Author mengucapkan Terimakasih ^^

[ ONE SHOOT ] Memory Of You ( SQUEL )


549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : Memory Of You

Author : Marsa_Queens

Genre : Romance, Friendship

Type : Squel

Rating : -16

Main Cast : Park Jiyeon, Choi Minho

Other Cast : All

Annyeong ^^ Mimin bawa Squel Memory Of You ni :D Tetapi Cerita kali ini kembali ke Masa Lalu dimana Minho dan Jiyeon bertemu. Semoga cerita ini bagus Ne ^_^ Gomawoo~

 

 ( Author Pov )

~Flashback …

Seorang namja terlihat memantulkan bola ditangannya dengan bersemangat. Seorang yeoja terlihat menatap namja itu dengan tatapan datar tetapi penuh dengan kelembutan. Pandangan yeoja itu teralih pada seorang yeoja cantik berkulit putih yang terlihat sedang menyemangati namja itu.. Lee Ahreum, yeoja tercantik dan merupakan kapten Chiliders di Sekolah ternama SHINWHA HIGH SCHOOL Milik keluarga Choi.

Yeoja dengan kacamata tebal itu berjalan menjauh dari lapangan basket itu dengan buku tebal ditangannya..

Ia sampai disebuah ruangan..

“Pemisi”

“Kau sudah datang, kemarilah Jiyeon” Ucap seorang yeoja yang kira-kira berumur 36 Tahun pada yeoja yang dipanggil Jiyeon itu.

Yeoja bernama Jiyeon itu berjalan perlahan mendekati yeoja yang tengah tersenyum padanya

“Annyeong Songsaengnim”

***

Seorang namja berjalan dengan langkah Cool nya, wajahnya tampak menebarkan pesona yang terkalahkan. Namja itu tersenyum pada semua orang yang ia lewati, namja bernama Choi Minho merupakan anak dari pemilik Sekolah itu dan juga Kapten Tim basket.

Beberapa orang yeoja terlihat berjalan disamping kiri dan kanan namja itu.  Termasuk Lee Ahreum yeoja tercantik di SMA SHINWA HIGH SCHOOL.

“Oppa”

Seorang yeoja tiba-tiba menghampiri Minho dan memberikan sebuah kotak cokelat pada namja itu.

“Gomawoo”Ucap Minho tersenyum kecil lalu mengambil cokelat-cokelat itu dan memberikannya pada yeoja-yeoja yang berjalan disebelah kirinya. Yeoja yang tadi memberikan cokelat itu hanya dapat tersenyum malu dan berlalu pergi dengan cepat.

***

( Jiyeon Pov )

Aku menatap pantulan diriku dikaca Toilet, aigo.. Mengapa aku harus mempunyai wajah sejelek ini? Mengapa aku tidak mempunyai wajah secantik Lee Ahreum? Dengan wajah cantik seperti itu pasti aku bisa mendekati Minho Sunbae yang terkenal dengan ketampanannya itu.

Aku menatap Cokelatku dengan wajah murung, ya hari ini adalah hari Valentine dan aku suka membuat cokelat untuk Minho Sunbae, namja pertama yang membuatku jatuh cinta. Ya, walaupun aku tahu bahwa aku tidak selevel dengannya, apakah salah jika aku berharap?

Aku memasang kembali kacamataku dan keluar dari toilet. Hari sudah mulai sore dan aku akan segera pulang, pasti eomma sangat menghawatirkanku. Aku mempunyai pelajaran tambahan jadi aku pulang paling akhir dari chingu-chinguku yang lain.

Saat aku akan menaiki tangga, tiba-tiba saja tangga itu menjadi sangat licin dan aku terjatuh kebelakang, tetapi aku menabrak seseorang membuat kami sama-sama terjatuh dan aku tidak merasakan sakit apapun karena orang itu memeluk tubuhku.

“Aishhh” Aku mendengar gerutuan kesal seseorang, saat aku membuka mataku aku menemukan seorang namja tengah berada didepan wajahku dan ialah namja yang memelukku, tetapi namja itu adalah CHOI MINHO! Mati aku..

“Mianhae Sunbae”Ucapku langsung bangun dan membantunya berdiri. Sedangkan ia terlihat meringis kesakitan dan aku melihat darah keluar dari tangannya.. Ia terlihat sehabis latihan basket,,

“Omo.. Sunbae”Kagetku sambil menunjuk darah yang ada ditangannya.

“Aish! Semua ini gara-garamu”Ucapnya sambil menatapku tajam. Aku hanya dapat menunduk sedangkan Minho sunbae masih menatapku, hingga tangannya menarik tanganku. Ia menyeretku…

“YA!YA! Sunbae”Kagetku

Ia membawaku menggunakan mobilnya, entah ia membawaku kemana. Beberapa menit kemudian, kami tiba disebuah kawasan Apartement mewah. Apakah Minho sunbae tinggal disini? OMO! Apa yang akan ia lakukan? Mengapa ia membawaku kemari?

Darah masih bercucuran dari tangannya, tetapi ia terlihat biasa saja.. apakah ia tidak kesakitan?

***

( Author Pov )

Minho membawa Jiyeon memasuki sebuah Kamar Apartement yang sangat mewah. Jiyeon akhirnya tahu bahwa namja itu tinggal sendiri, tetapi Jiyeon bingung.. bukankah keluarga Choi memiliki rumah pribadi tetapi mengapa Minho malah membeli sebuah apartement?

“Sunbae”

“Kau duduk disitu dan jangan kemana-mana”Ucap Minho dingin dan ketus lalu berlalu pergi. Jiyeon hanya dapat terdiam..

‘Wow! Sangat luar biasa, yeoja biasa dan kutu buku sepertiku bisa naik ke mobil Minho sunbae dan bisa melihat Apartementnya .. daebakk’ Batin Jiyeon

‘Tetapi aku juga baru mengetahui bahwa Minho Sunbae mempunyai sifat yang dingin, berbeda dengan yang ia tunjukkan disekolah.. disekolah ia akan selalu tersenyum’ batin Jiyeon lagi..

Minho keluar dengan menggunakan baju biasa, dan tangannya terlihat sudah tidak mengeluarkan darah lagi. Ia menatap Jiyeon tajam lalu mendekat kearah yeoja itu .. hingga..

“Ya sunbae”

“Aku merasakan, biasa kau selalu memperhatikanku diam-diam disekolah. Dan aku juga sering menemukan sebuah kertas yang menempel di mejaku dan bertuliskan tentang pusisi-puisi cinta.. dan aku-“

“Mwo.. ya Sunbae! Aku tidak pernah menuliskan puisi cinta untukmu. Jangankan untuk menuliskan puisi cinta, memberikan cokelat ini padamu pun aku tidak berani”Ucap Jiyeon sambil menunjuk cokelat yang ia bawa. Sedetik kemudian ia terdiam..

‘Pabo’rutuknya

Minho tersenyum kecut dan ia semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Jiyeon..

‘Aigoo.. yeoja pabo yang polos. Bagaimana bisa kutu buku sepertinya menyukaiku’batin Minho sambil menatap remeh Jiyeon. Hingga..

Deg! Mata Minho bertemu dengan mata indah Jiyeon, Minho malah merasa terperangkap. Sekarang matanya sudah menatap bibir merah Jiyeon dengan lekat, entah apa yang ia pikirkan.. bibirnya sudah mendarat dengan sempurna dibibir manis dan mungil Jiyeon.

Jiyeon hanya dapat terkejut dengan perlakuan namja itu padanya, tangan Minho tiba-tiba saja sudah melingkar dipinggangnya. Seketika ada rasa bahagia dihati Jiyeon bisa melihat wajah Minho yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya. Ia tidak pernah bermimpi akan dicium namja setampan Minho..

Minho menggigit bibir bawah Jiyeon karena merasakan yeoja itu tiba merespon ciumannya..

Jiyeon terkejut dan tanpa sadar membuka mulutnya dan membuat namja itu lebih leluasa menciumnya. Jiyeon mengalungkan tangannya leher Minho dan ia juga ikut menikmati ciuman itu..

***

Seperti biasa, Jiyeon berjalan menyusuri koridor SHINWA HIGH SCHOOL dengan 2 sahabatnya disamping kanan dan kirinya..

Krystal dan Luna..

Jiyeon lagi-lagi melamun hingga ia tidak sadar, ia akan bertabrakan dengan seorang namja yang terlihat juga sedang bercanda dengan beberapa chingunya.. Hingga..

Bruk! Jiyeon hampir saja terjatuh jika tidak namja itu menahannya..

Deg! Jantung Jiyeon berdetak dengan kencangnya.. wajahnya bersemua merah jika membayangkan kejadian kemarin.

Namja itu juga terlihat menatap Jiyeon dalam, sehingga mereka tersadar.

“Berhati-hatilah.. kau hampir saja mematahkan lehermu”ucap Minho pelan lalu berlalu seakan tidak ada hal apapun terjadi diantara mereka. Semua orang di Koridor memandang Jiyeon dengan tatapan aneh.

“wae?” Ucap Jiyeon merasa aneh dengan Krystal dan Luna yang masih tampak melongo..

“Anniya”Jawab mereka serempak.

***

( Jiyeon Pov )

Aku masuk kedalam apartement Minho Sunbae, seperti hari-hari biasanya. Aku dijadikan pembantu olehnya, membersihkan apartementnya dan juga memasakkan makanan untuknya, dan tentang ciuman itu? Entahhlah.. seharusnya aku bisa saja menolak , tetapi appaku bisa menjadi taruhannya karena keluarga Choi mempunyai saham besar diperusahaan appaku.

Aku melepaskan kacamataku lalu mengikat rambutku keatas. Pekerjaan ini harus selesai dengan cepat, supaya aku tidak bertemu namja yadong itu. Ya, setiap kami bertemu, ia tidak pernah lewat menciumku.. sepertinya ia tergila-gila dengan bibirku..

Walaupun mempunyai sifat pendiam, aku akan menjadi sangat cerewet jika aku penasaran..

Aku mulai menyapu apartement besar itu dan juga mengepelnya, aku juga tidak lupa mencuci beberapa piring kotor yang terlihat menumpuk dan membersihkan majalah yang berhambur kesana kemari.

Namja ini sepertinya sangat suka membuat berantakan apartementnya ini dan ia juga sepertinya sangat sering membuat pesta di Apartementnya ini..

Aku membuka mataku dan aku baru sadar bahwa aku tertidur. Aku menatap sekelilingku, apakah namja itu belum pulang? Syukurlah.. Aku dengan cepat berjalan kearah pintu, tetapi belum sempat aku membuka pintu. Pintu itu sudah terbuka dengan sempurna.

Aku terkejut, saat aku ingin menerobos keluar. Minho malah menahan tanganku, jangan  bilang ia akan menciumku lagi? Andwe..

Saat aku menatap matanya, aku melihat sorot kesedihan disana. Tidak biasanya.. ia tiba-tiba saja menyudutkanku dan menciumku dengan liar, entah mengapa ciumannya kali ini sangat berbeda. Aku mencengkram bajunya kuat, apa yang terjadi padanya? Ciumannya sampai pada leherku, saat tangannya akan membuka kancing seragam sekolahku aku menahannya..

“Wae?”

Bukannya menjawab ia malah melepaskan tangannya dari pinggangku dan berjalan kearah kamarnya.

“WAE” Aku meninggikan suaraku

“Sebaiknya kau pergi”ucapnya dengan nada dingin.. tidak biasanya..

“Minho-ah”ini kali pertama aku memanggilnya dengan menyebut namanya.

Aku berjalan pelan kearahnya, entah keberanian dari mana aku membalikkan tubuhnya. Matanya terlihat memerah. Apakah ia baru saja menangis?

Ia tiba-tiba saja memelukku dan menangis dengan derasnya,apa yang terjadi padanya? Aku merasa sangat sedih melihatnya yang seperti ini. Aku menepuk pundaknya pelan sambil terus memeluknya yang tidak berhenti menangis? Apakah ada yang menyakiti perasaannya?

“Ada hal yang terjadi?”tanyaku

“Hikzz..”Ia hanya dapat menangis..

“Aku bisa merasakan kesakitanmu” Ucapku menepuk pundaknya.

***

( Choi Minho Pov )

 

Aku pulang ke Apartementku dengan keadaan kacau, apakah tidak ada yang menyayangiku dengan tulus didunia ini? Apakah sudah tidak ada yang perduli padaku? Eomma dan Appaku bahwa sudah lupa kapan hari ulang tahunku dan mereka dengan sesuka hati meninggalkanku. Apakah mereka kira dengan uang mereka, mereka dapat memberiku sebuah kebahagiaan? Mereka sangat salah, karena kesibukan mereka. Mereka membuat jarak diantara diriku dan mereka, dan mereka juga membuatku merasa sangat membenci mereka.

Saat aku masuk, aku menemukan yeoja itu. Yeoja tempo hari yang kucium begitu saja dan sekarang ia bagaikan sebuah madu untukku. Aku tidak bisa jauh darinya, lebih tepatnya aku sangat menyukai bibir manisnya. Bibir yang bisa membuatku tenang.. Apakah itu berarti kami jodoh? Tetapi aku tidak mempunyai perasaan apapun padanya..

Saat ia akan menerobos keluar, aku memegang tangannya dan langsung menciumnya. Hatiku merasa sedikit tenang, tetapi ciuman itu tidak bisa menyembuhkan rasa sakit hatiku. Aku ingin menangis dipelukan orang tuaku sekarang.. aku ingin mereka menyayangiku. Aku ingin mempunyai kehidupan normal.. aku ingin..

Aish! Percuma saja,, mereka tidak pernah mementingkanku.. aku tidak berguna untuk mereka. Aku hanya pajangan untuk mereka..

Setelah selesai menikmati bibir yeoja itu ia tiba-tiba saja mendorongku, dan aku berbalik dan menyuruhnya pergi. Hingga sebuah tangan membalikkan tubuhku, dan untuk pertama kalinya seseorang memeluk tubuhku saat aku kesepian dan sedih. Ia menepuk pundakku pelan dan memelukku dengan amat erat.. Hangat! Pelukan yang sangat hangat.

Aku menangis dipelukan hangatnya, apakah Jiyeon menyayangiku? Apakah ia perduli dengan namja tidak berguna sepertiku?

***

( Author Pov )

Minho hanya dapat diam, matanya sedikit berkaca-kaca melihat kue kecil dengan lilin kecil diatasnya. Jiyeon hanya dapat tersenyum malu, karena uang jajan yang diberikan orang tuanya hanya dapat membelikan kue kecil itu.

Jiyeon tahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahun namja itu dan ia tahu bahwa namja itu sangat kesepian walaupun disekolah namja itu terus tersenyum. Minho menampilkan wajah datar didepan Jiyeon walaupun dihatinya ia sangat bahagia,,

“Sunbae..”

“Saengil Chukkae Hamnida, mungkin aku terlambat mengucapkan hal ini dan mungkin kue yang ku beri untukmu tidak seberapa dengan barang yang diberikan oleh para Fansmu”

“Tetapi aku memberikan ini dengan semua uang jajanku dan kau tidak boleh menolak untuk memakannya”Ucap Jiyeon sambil menyodorkan kue kecil itu. Minho masih menatap datar Kue itu.

“Simpan saja disitu”

“Aish! Sunbae”

“Aku sudah tidak lapar , sebaiknya kau pulang”

“Arraseo! Awas saja jika kau tidak memakannya Sunbae”ucap Jiyeon lalu mengambil tasnya dan berlalu begitu saja, sedangkan Minho tersenyum kecil.

 

Jiyeon sampai dirumahnya, hanya kesunyian yang ia dapatkan. Jiyeon akhirnya menepuk dahinya bodoh. Ia lupa bahwa eomma dan appanya akan pergi Ke Pulau Jeju selama 3 hari dan itu artinya ia akan tidur sendiri dirumah sederhananya itu.

Jiyeon masuk dan menyalakan lampu rumahnya, lalu masuk kedalam kamarnya. Ia duduk sambil memegangi jantungnya yang sedari tadi terus berdetak. Ia kembali mengingat bagaimana Minho menciumnya..

‘Aku menyukainya’batin Jiyeon senang. Jiyeon tersenyum amat lebar, senyum yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun. Karena ia adalah orang yang pendiam, tetapi jika sudah kenal dekat dengannya.. Jiyeon bisa dikatakan normal dan suka berbicara.

‘Aku bisa gila’ Batin Jiyeon, sambil menggeleng ..

Wajah Minho terus terbayang diingatannya, saat Minho menangis dan saat Minho menatapnya dan juga saat Minho tertawa dihadapannya. Perlahan senyum Jiyeon muncul..

***

Jiyeon memasang jaket tebalnya, karena musim salju tengah melanda Seoul. Jiyeon menggerutu kesal karena Minho mengajaknya untuk bertemu. Ia keluar dari rumahnya sambil menatap sekitarnya. Semuanya tertutup salju termasuk jalan-jalan disekitar rumahnya.

“Dingin”

Jiyeon berjalan meninggalkan rumahnya dan pergi ke kawasan Apartement Minho. Jiyeon berjalan pelan kearah kamar Minho dan membukanya , saat ia masuk .. Mulutnya hanya dapat menga-nga melihat keadaan Apartement itu.

‘Bersih, apa yang ia inginkan dengan memintaku kemari.. aish! Namja ini,,’

“Sunbae”

Jiyeon berjalan masuk dan tidak menemukan siapapun, ia berjalan mengelilingi Apartement itu. Hanya kesunyian yang ia dapatkan..

“Kemana ia”Gerutu Jiyeon

Jiyeon hanya dapat menghela nafas, jika bukan demi orang tuanya ia tidak akan mau mengikuti semua perintah Minho. Jiyeon menunduk pelan.. tetapi tiba-tiba saja Mantel yang ia pakai terlepas membuat Jiyeon terkejut. Tetapi saat ia hendak berbalik sebuah tangan memeluknya dari belakang.

“Tenanglah Chagi”Bisik seseorang dengan suara lembut membuat Jiyeon merasa sedikit geli

“Sunbae”

“Aku merindukanmu” Ucap Minho, padahal baru kemarin mereka bertemu. Jiyeon mencoba melepaskan dirinya..

“Sunbae.. le..pas”Jiyeon mendesah saat merasakan bibir Minho mulai bermain dilehernya hingga ketelinganya. Jiyeon tidak bisa menahan desahan yang sudah dengan lolos keluar dari mulutnya.

“Aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan ketua Osis itu”

“Sun..Bae”

“Kau milikku Park Jiyeon dan tidak ada yang bisa mengubah hal itu termasuk eomma dan appaku” Suara Minho menjadi sangat menyeramkan menurut Jiyeon. Terlebih lagi tangan namja itu sudah dengan lancangnya menyusup didalam baju Jiyeon..

“Hen…hentikan” dengan susah payah Jiyeon berbicara

***

( Jiyeon Pov )

Aku hanya dapat mendesah, begini kah rasanya? Aku sering mendengar teman-temanku mengatakan tentang hal semacam ini dan mereka mengatakan bahwa mereka pernah mengalaminya.

Semua pakaian atasku semuanya sudah terbuka..

Sedangkan namja itu sepertinya tidak mau menghentikan perbuatannya pada tubuhku. Apa yang harus ku lakukan? Aku tidak mungkin menolak, ia sudah mengancamku dengan ancaman yang sangat menakutkan.

Ia menciptakan banyak bekas dileher dan belahan dadaku. Aku mengangkat wajahnya, aku harus menghentikan ini..

“CUKUP!”

 

Setelah beberapa menit, aku mengatur nafasku dan kembali memakai bajuku. Aku tidak menangis, aku hanya diam sambil menutup wajahku. Aku mendengar suara nafasnya yang memburu. Aku tahu bahwa ia sedang berusaha mengendalikan nafsunya yang mungkin sudah mulai tidak terkontrol olehnya. Wajahnya terlihat memerah dan aku dapat melihat ketampanannya..

“Aku tidak pernah seingin ini dengan seorang yeoja” Ucapnya pelan

“Aku tidak pernah merasa ber Ambisi untuk memiliki seorang yeoja, bagiku semua yeoja sama. Tetapi setelah kau datang, aku merasa ada hal yang berbeda dari dirimu yang membuatku ingin memilikimu”

“Jiyeon… menikahlah denganku”

“MWO”

Aku tidak tahu apa yang harus ku katakan, apakah aku salah dengar? Aku harus segera pergi dari sini,, Aku berdiri dan hendak mengambil kacamataku.. hingga sebuah tangan menahanku.

“Aku bersungguh-sungguh”

“Sunbae”

“Ta..Tapi aku belum lulus”

“Bukankah kau Loncat kelas? Dan berarti Tahun ini kita akan lulus secara bersamaan..” Aku meneguk liur ku pahit. Aku menatapnya yang sekarang sudah menatapku dengan pandangan mata yang tajam dan seakan mengancam. Aku akhirnya mengangguk, aku tidak bisa melakukan apapun. Disisi lain aku juga mencintainya..

~FLASHBACK OFF

 

*

*

*

*

( Author Pov )

Jiyeon menatap Minho dengan tatapan aneh. Setelah mendengar cerita Nampyeonnya itu, ia baru sadar bahwa pernikahan mereka yang berlangsung sangat cepat dahulu adalah ulah Minho yang mengancamnya.

“Oppa.. kau licik”

Minho terkekeh kecil mendengar kekesalan Jiyeon. Minho memeluk Jiyeon dari belakang sambil mencium aroma tubuh gadisnya itu.

“Oppa kau membuatku geli” Ucap Jiyeon saat Minho dengan sengaja memasukkan tangannya pada baju Jiyeon.

Jiyeon berbalik dan memeluk tubuh Minho dengan amat erat, perlahan serpihan ingatan masa lalunya kembali terkumpul dibenaknya.

“Oppa”

“ne”

“Dimana Luna dan Krystal sekarang”

“Kau tidak tahu?”

“Ne”

“Bukankah dulu mereka pergi Ke New York untuk melanjutkan sekolah mereka. Aku yakin jika mereka kembali, mereka akan terkejut melihatmu yang tidak mengingat mereka”Kekeh Minho

“YA”

“Apa yang akan mereka katakan jika melihatmu yang sekarang, super cerewet dan Hyperaktif”

“Oppa.. berhenti mengejekku”

Minho hanya dapat terkekeh geli melihat wajah Jiyeon yang sudah memerah dibuatnya. Jiyeon memeluk Minho kembali..

“Ceritakan lagi Oppa”pinta Jiyeon

*

*

*

*

~Flashback

 

Jiyeon menatap pantulan dirinya didepan cermin dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tidak percaya bahwa ia akan menikah diumur yang bisa dikatakan sangat muda. Seorang namja terlihat muncul dibelakangnya

“Appa”

“ Berat bagi appa dan eomma melepaskanmu, tetapi kami harus. Kami tidak bisa menolak karena itu keinginanmu”

“Appa Mianhae”

“Appa harap kau bahagia bersamanya, jadilah Anae yang baik untuknya”

“Ne Appa”

“Kajja,, kita harus pergi”

Jiyeon berjalan disamping Appanya dengan wajah tegang karena ini adalah pertama kalinya ia menjadi seorang pengantin. Jiyeon berjalan diatas altar dengan wajah cantiknya, seorang namja tengah berdiri sambil menatapnya dengan tersenyum diujung altar..

Acara pun dimulai, acara yang dipenuhi dengan air mata Nyonya Park yang harus melepaskan puterinya.

Kini saat yang ditunggu-tunggu oleh Minho tiba. Perlahan namja itu membuka kain putih yang menutup wajah Jiyeon. Wajah Jiyeon memerah saat melihat wajah Minho yang sudah sangat dengan dengan wajahnya..

Cup!

Bibir Minho sukses mendarat dibibir lembut dan merah milik Jiyeon. Mereka menikmati ciuman mereka, sedangkan orang-orang didepan mereka memotret moment berharga itu termasuk orang tua jiyeon yang terlihat tersenyum tulus melihat puterinya yang sudah mendapatkan namja yang ia impikan.

~Flashback Off

*

*

*

“Oppa, apakah saat kau menikahiku kau sudah mencintaiku”Pertanyaan itu terlontar dengan sukses dari mulut Jiyeon. Minho mengangguk..

“Aku sudah menyukaimu sejak kau tanpa sengaja menabrakku . Dulu saat penerimaan siswa baru, kau terlambat dan karena kau terburu-buru kau tanpa sengaja menabrakku. Awalnya aku hanya menganggapmu sebagai yeoja ceroboh , tetapi tanpaku sadari aku selalu memperhatikanmu. Aku juga selalu pulang sore karena menunggumu, ya walaupun kau tidak tahu. Aku sangat terkejut saat melihatmu yang hampir saja terjatuh dari tangga, jadi aku berlari untuk menolongmu , aku sangat senang saat mengetahui kau tidak apa.. “

“Jadi”

“Jadi aku menggunakan alasan kau harus bertanggung jawab dengan berdarahnya tanganku..”

“cih”

“Wae?”

“Kau licik Oppa, ckckckck”

“Biarpun licik, aku akhirnya mendapatkanmu bukan”Ucap Minho sambil mencium bahu Jiyeon.

“Jangan mulai Oppa, kemarin kau sudah menyerangku”

“Wae? Aku nampyeonmu bukan? Jadi tidak masalah”

“Aku tidak sanggup -,- beri waktu”

“Aigoo”

***

Seorang yeoja dengan anggunnya melangkahkan kakinya di Bandara Seoul, ia tersenyum kecil sambil menatap sekelilingnya..

‘Aku akan menyatakan perasaanku padamu Choi Minho’

Yeoja itu menarik kopernya dengan sambil terus berjalan…

Ia tersenyum kecil sambil membayangkan wajah namja yang ia cintai yang mungkin tidak mencintainya
TBC OR END?

Gomawo udah mau baca Fanfiction Author yang super duper gaje -_- jangan lupa RCL nya Ne ^^ Bye

 

 

One More Time ( Part 1 Of 2 )


wpid-tumblr_ma4pvjGiV61rdy7zvo2_1280.jpeg

Tittle : One More Time

Author : Marsa_Queens

Type : Chaptered

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

( Main Cast )

  • Park Jiyeon
  • Choi Minho

( Other Cast )

  • All

Annyeong ^^ Author Kembali dengan Fanfiction terbaru Author :D Fanfiction yang tiba-tiba muncul diotak author setelah author melihat wajah seseorang teman.. Semoga ceritanya nyambung dan gak Gaje ^^ Gomawoo.. jangan lupa RCL nde #Peluk 

*

*

*

( Jiyeon Pov )

Apakah aku kurang menarik? Huft.. Sudah semua cara ku lakukan agar Minho mau menyentuhku layaknya kekasih. Aku sudah cukup besar bukan? Minho Sunbae terlalu lama berkencan dengan buku-bukunya itu.

Seperti biasa, aku berjalan menyusuri koridor sekolah Kirin Art School. Sekarang aku sudah duduk dibangku kelas 2, sedangkan Minho sudah duduk dibangku kelas 3 dan itu berarti ia semakin sibuk.

Selama kami menjadi sepasang kekasih, ia tidak pernah sekalipun senyum padaku ataupun membelai rambutku layaknya kekasih,, yah,, walaupun harus ku akui bahwa aku yang lebih dulu mengejarnya dan menyatakan perasaanku padanya.

Aku masuk kedalam perpustakaan yang terlihat sangat hening dan menemukan seorang namja tampan tengah duduk sambil menatap buku ditangannya dengan wajah yang berkonsentrasi.

“Sunbae”

“Kau lagi”

“Kau tidak lapar? Kajja kita makan”

“Kau saja”

“Sunbae”

“Sana pergi.. jangan ganggu”

Aku hanya dapat mendengus pelan, aku duduk didepannya sambil membawa buku yang baru saja ku ambil.

“Sangat cocok padamu.. Dinosaurus membaca buku tentang Dinosaurus”Ucapnya masih dengan nada datar. Apa ia mengejekku? Hey.. hal yang sangat jarang terjadi. Aku menatapnya dengan tatapan kesal..

Aku harus membalas ejekkannya.. ‘Jelek’ Ah, dia tidak jelek sama sekali dan jika aku mengatakan ia tidak keren, ia sebenarnya sangat keren..

***

Hari ini aku pulang bersama Minho, ia hanya diam sepanjang perjalanan. Aku menatap pemandangan diluar dari mobil mewahnya ini, Minho Sunbae memang orang kaya raya dan sangat populer disekolah.

“Sudah sampai”

“Ne”

“Gomawoo Sunbae”

“Ne” Ia hanya menjawab ucapanku dengan kata ‘ne’ benar-benar ! apakah ia masih menganggapku sebagai kekasihnya. Hufttttt…

“Sunbae”

“Ne”

“Apakah kau punya waktu ? Lusa aku, Luna dan Krystal akan mengajak namjachingu kami ke Mal .. kau mau ikut?”

“Aku sibuk”

“Sunbae!”

“Ne,,ne”

“Gomawoooo”

“Jangan menjadi seperti yeoja Hyperaktif dihadapanku.. aku tidak menyukainya”

“Ne Sunbae” Ucapku menunduk lalu keluar dari mobilnya. Tanpa ada senyum, ia langsung berangkat begitu saja. Apa yang harus ku lakukan biar namja itu luluh? Apakah aku harus menggodanya.. tetapi ia sepertinya namja yang tidak bisa tergoda..

Aku masuk kedalam rumahku dengan wajah lesu, Huh! Mengapa kami tidak pernah seperti pasangan lainnya yang bermesra-mesraan? Huftt..

Benar-benar….

***

( Author Pov )

Jiyeon dengan senyum diwajahnya pergi ke ruangan Minho, tetapi langkahnya terhenti saat melihat beberapa yeoja yang terlihat duduk disamping kanan dan kiri Minho. Yeoja-yeoja itu terlihat mengobrol bersama Minho yang terlihat sedang asiknya membaca.

‘Mengapa ia tidak marah ? bukankah biasanya jika aku berada didekatnya ia akan marah’pikir jiyeon dengan cemberut

‘Mengapa? Saat giliran yeoja-yeoja centil itu ia malah terlihat tenang-tenang saja’ Batin Jiyeon lagi. Wajahnya memerah menahan cemburu

“YA! BAE SUZY! LEE JIEUN! Menjauhlah dari SEOBANG-ku”

“MWOYA! PARK JIYEON”Ucap Suzy yang terlihat tidak terima dibentak begitu saja. Minho menatap jiyeon sekilas kemudian kembali terfokus pada bukunya. Bukan hanya sekali ini Jiyeon membuat ulah..

“Ayolah! Kami hanya ingin belajar”Ucap Jieun dengan nada sinis

“BELAJAR! Hey.. kalian pikir aku tidak tahu siapa kalian? Dua yeoja yang selalu menggoda Minho Sunbae! Ya! Kalian lupa jika aku adalah yeojachingunya?”

“Yeojachingu? Tunggu.. bukankah kau yang menyatakan perasaan padanya dan mengejar-ngejarnya? Mungkin karena ia sudah bosan, makanya Minho sunbae menerimamu. Minho Sunbae sudah lelah dengan kau yang setiap hari mendekatinya.. “ Ucapan Jieun terpotong

“Anni, Ia tidak terganggu” Ucap Jiyeon menyangkal

“Aku terganggu! Bisakah berhenti membuat kegaduhan?”

“Minho Sunbae”Ucap Jiyeon

“Kau dengar ? Kau itu hanya penganggu! Seharusnya kau itu sudah menyerah, Minho sunbae tidak menyukaimu”

“MWO! Minho Sunbae menyukaiku”Ucap Jiyeon dengan suara yang mulai mengecil dan mata yang berkaca-kaca sambil menatap Minho dan dua yeoja yang kini tengah menatapnya dengan tatapan merendah.

“Aku ingin tertawa mendengarnya! Apakah kau sadar bahwa selama ini kau itu seperti yeoja yang tidak punya pekerjaan, selalu menganggu namja yang sudah jelas tidak menyukaimu? Apakah kau pernah mendengar Minho Sunbae mengucapkan bahwa ia menyukaimu?” Ucap Suzy sambil menatap Jiyeon sinis

“Su…Sunbae” Jiyeon memanggil Minho.

Minho tidak menatapnya sama sekali dan malah menatap bukunya dengan fokus.

‘apakah ia benar-benar tidak menyukaiku’batin Jiyeon hendak menangis

Jiyeon berbalik dengan bekalnya yang masih berada ditangannya. Rasa sakit itu membuatnya ingin menangis.. tetapi ia menahannya, walaupun begitu .. ia tidak bisa menahan air mata itu lagi,,

Hingga…

Seseorang menarik tangannya membuat menoleh dan menemukan Minho didepannya dengan nafas memburu..

“Wae?”

“Ada apa?”

“Anniya”Jawab Jiyeon

“Kau menangis”

“Anni”

Minho menghapus air mata Jiyeon, ia menatap Jiyeon dengan tatapan yang sangat lembut. Tanpa mereka sadari, mereka menjadi pusat perhatian..

“Jangan menangis, mereka salah jika mengatakan aku tidak menyukaimu. Aku tidak mungkin menerimamu jika aku tidak menyukaimu, jadi jangan menangis karena ucapan mereka. Kau seharusnya yakin bahwa aku menyukaimu”Ucap Minho, mata jiyeon berkaca-kaca.. baru kali ini Minho berbicara dengan kalimat panjang padanya.

“Sunbae”

Jiyeon memeluk minho dengan senyum. Hatinya merasa sangat senang terlebih lagi saat ia merasakan Minho membalas pelukannya..

***

Jiyeon menatap kedua sahabatnya yang tengah bemesraan dengan kekasih mereka. Jiyeon menampilkan wajah iri nya, terlebih lagi saat ia melihat Krystal berciuman dengan Kang Min Hyuk kekasih krystal. Sedangkan luna terlihat dengan senangnya berpelukan mesra dengan namjachingunya Lee Jin Ki

Lagi-lagi Jiyeon menghela nafas, sepertinya Minho tidak akan datang lagi. Namja itu terlalu sibuk dengan bukunya.

Jiyeon mengambil tasnya, dan memutuskan untuk pergi. Dari pada ia menjadi obat nyamuk.

Jiyeon berjalan mengelilingi Mal itu hingga..

Ia menatap seorang namja dan seorang yeoja yang tengah menari dengan tubuh gemulai dan banyak orang yang menonton disana. Jiyeon menatap yeoja yang terlihat sangat lihai dan lincah menari itu dengan baju yang bisa terlihat sangat sexy..

Wahh..bukankah itu Tarian Trouble Make Now, daebakk! Yeoja itu terlihat sangat sexy terlebih lagi bentuh tubuhnya sangat Ideal “ Pikir Jiyeon

Apakah Jika aku memakai baju seperti itu, Minho Sunbae akan menyukaiku? Dan akan menyentuhku layaknya kekasih? >.<Pikir Jiyeon dengan pikiran Yadong-nya. Karena keasikkan melamun Jiyeon tidak menyadari bahwa seseorang tengah memperhatikannya dan sebuah jitakkan mendarat mulus dikepalanya.

“AISH!”kesal jiyeon..

“YAK! JUNG SOO JUNG!”Kesal Jiyeon

“Kekek”Krystal hanya dapat terkekeh geli melihat kekesalan Jiyeon padanya.

“Aku kesana ne”Ucap krystal dan Minhyuk yang berlalu dari hadapan Jiyeon yang masih menampilkan wajah kesal. Tiba-tiba sebuah tangan menutup matanya..

“Aish! Luna-ah, aku tahu itu kau.. jangan mengerjaiku seperti sahabatmu yang Pabo itu! Aku ingin pulang, lepaskan”

“Shirreo”

“M..Minho Sunbae”kaget Jiyeon saat melihat seorang namja tampan dengan wajah tampan berdiri dibelakangnya. Namja itu hanya tersenyum kecil..

“Kau datang”

“Mian, aku ada sedikit urusan di Perpustakaan tadi”

“Nde” Senang Jiyeon.

***

( Jiyeon Pov )

Tidak ada yang istimewa dengan kencan kami. Minho Sunbae lebih senang berkencan dengan buku-bukunya dibandingkan diriku, sedangkan aku hanya dapat menatapnya dengan tatapan bosan. Apakah ia tidak lelah membaca buku membosankan itu? Aku melihatnya saja sudah sangat tidak tertarik..

“Sunbae”

“Ne”

“Apakah kau merasa aku cantik?”

“Biasa saja”

“Mwo! Lebih cantikkan siapa aku dan Suzy”

“Kau”

“Kalau dengan Jieun”

“Entahlah”

“mwo”

“Ia mempunyai suara bagus, sedangkan kau mempunyai suara yang super cempreng ( Sumbang ) apalagi jika kau berteriak, gendang telinga orang yang mendengar mungkin akan tuli”

“Sunbae.. sebenarnya yeojachingumu itu aku atau Jieun”

“Kau”

“Tetapi mengapa kau malah memujinya”

“Fakta”

“YA!”

***

Aku mengajak Minho Sunbae untuk pergi ke Pantai kota, pasti melihat matahari terbenam sangat menyenangkan. Aku tidak sabar..

Minho sunbae terlihat membaca buku tentang sejarah, sedangkan aku menatap matahari yang sebentar lagi terbenam..

“Sunbae,, lihat”

Minho Sunbae terlihat menatap matahari itu, ia tersenyum dengan amat lebar. Senyum yang tidak pernah ku lihat sebelumnya. Aku terus menatapnya dengan lekat, tanpa sadar aku tersenyum melihatnya yang tersenyum cerah..

Sunbae.. aku sangat mencintaimu..

Aku tidak ingin hubungan ini berakhir, aku merasa kita cocok.

***

( Author Pov )

Minho dan Jiyeon terlihat sangat menikmati pemandangan dihadapan mereka. Tetapi tiba-tiba sebuah suara menganggu Jiyeon dan Minho..

“Oppa”Terdengar suara lembut dan halus yeoja yang duduk tidak jauh dari Minho dan Jiyeon. Yeoja itu bersama namjanya yang tampak merangkulnya..

“Ne Chagiya”

“Kau mencintaiku?”

“Tentu saja.. aku sangat mencintaimu”

“Mengapa kau bisa mencintaiku”

“Aku tidak tahu, aku mencintaimu tanpa alasan,, bagiku kau adalah yang terbaik”

“Jeongmal”

“Ne Chagiya”

“Oppa Saranghae..”Yeoja itu memeluk namja tampan disampingnya. Jiyeon menatap dua orang manusia itu dengan tatapan terkagum-kagum. Ia seperti menonton sebuah film. Sedangkan Minho hanya dapat menatap datar kedua orang itu,,

“Sunbae… mereka sangat ROMANTIS”ucap Jiyeon dengan sangat Antusias..

“Biasa saja”

Jiyeon hanya dapat mendengus, bagaimana bisa namja itu tidak kagum dengan kebesaran cinta dua orang yang sekarang menjadi topik pembicaraan mereka.

“Kajja kita pulang.. aku sibuk”

“Ne” Jawab Jiyeon, padahal ia ingin lebih lama bersama namjanya itu..

Sesampai dirumah Jiyeon, Jiyeon hanya diam disebelah Minho tanpa berniat turun sedangkan Minho sudah menatap Jiyeon dengan tatapan bertanya..

“Turun”

“Sunbae”

“hmm..”

“Cium aku”

“Mwo”

“Cium aku, bukankah kau namjachinguku? Aku belum pernah merasakan yang namanya ciuman pertama”

“Shireo”

“Sunbae!”

“Shireo!”

“Wae? Bukankah kau bilang kau menyukaiku. Krystal dan Luna sudah sangat sering berciuman dengan kekasih mereka”

“Turunlah”

“Sunbae! “

“Aku bilang turun”ucap Minho dengan nada datar, karena menurutnya berdebat dengan Jiyeon adalah hal yang membuang banyak waktu. Jiyeon menatap kecewa Minho bagaimana bisa namja itu bersikap sangat dingin padanya? Padahal ia sangat mengharapkan Minho akan menjadi namja yang sangat romantis dan selalu memberikan kehangatan untuknya.

“Arraseo! Jika Sunbae tidak mau menjadi First Kissku.. masih banyak namja yang mau ku cium! Besok aku menghampiri Suho Sunbae saja”Ucap Jiyeon dengan nada sewotnya lalu keluar dari mobil Minho.

Jiyeon berlalu begitu saja masuk kedalam rumahnya, Jiyeon melirik sedikit mobil Minho yang masih terparkir didepan rumahnya.

‘ada apa dengannya? Tumben sekali ia betah didepan rumahku ‘

***

Kirin Art School dihebohkan dengan kedatangan Jiyeon dengan seorang namja. Suho.. salah satu Namja Populer di Kirin Art School, dengan bangganya Jiyeon menggandeng tangan Suho memasuki koridor sekolahnya. Tanpa mereka sadari, mereka berpas-pasan dengan Minho yang terlihat fokus membaca buku.

Jiyeon melirik Minho yang terlihat sama sekali tidak perduli ia menggandeng tangan Suho. Jiyeon menghela nafas pelan..

Ia sudah sangat bingung dengan sifat namjachingunya yang bisa berubah-ubah itu. Kadang Minho baik padanya, tetapi Minho lebih sering bersikap mengabaikannya,,

Jiyeon berbalik dan berjalan disamping Minho..

“Mengapa kau malah mengikutiku”

“Anni , aku tidak mengikutimu”

“Jadi? Apa yang kau lakukan dengan berjalan disebelahku?” Datar Minho

“Aish! Ya sudah”

“Kau mau menghampiri Suho lagi? Hati-hati kau bisa menjadi yeojachingu ke-8 nya” Ucap Minho datar

‘Ige Mwoya! Jadi ia menyadari bahwa tadi aku bergandengan tangan bersama Suho Sunbae? Benar-benar.. apakah ia tidak cemburu T_T Pikir Jiyeon dengan tampang bodohnya.

“Kau tidak cemburu” Tanya Jiyeon

“Anni”

“Aish!”

“Tentu saja”

“Ne?”

“PABO” Minho hanya dapat menghela nafas pelan. Bagaimana ia bisa menerima yeoja Se-Lola Jiyeon menjadii kekasihnya.

***

Jiyeon tercekat, kakinya terasa membeku mendengar ucapan appanya. Ia hanya bisa terdiam sambil menatap kedua bola mata appanya dengan tatapan sedih dan tidak terima .

“eomma benarkah”

“Ne chagiya, sebaiknya segera siapkan barangmu”

“eomma..”

“Appa tidak bisa membantah sayang, Direktur sudah menempatkan appa untuk bekerja di Luar Negeri, kita tidak bisa membantah itu.. Jika kita membantah maka appa akan kehilangan pekerjaan”

“Appa.. bolehkah aku bertemu Minho Sunbae”

“Nde, tetapi jjangan terlalu lama, biar eomma mu yang mengemasi baju-bajumu”

Jiyeon berlari keluar dari rumahnya dengan air mata yang terus berjatuhan. Ia masuk kedalam mobilnya  lalu menuju rumah Minho.

***

Jiyeon sampai di Apartement Minho, ya.. Minho memang memutuskan untuk tinggal sendiri di Apartementnya

“wae?”

“Su..Sunbae”

“Jangan banyak bicara, langsung saja. Aku masih banyak pekerjaan, jika kau berniat mengangguku sebaiknya kau pergi. Aku tidak punya banyak waktu, dan aku mohon untuk sebulan ini jangan mengangguku”Ucap Minho dengan wajah dingin dan menatap Jiyeon.

Jiyeon menatap Minho dengan tatapan berkaca-kaca

“Sunbae kau ingin aku pergi”

“ne, memangnya kau ingin bicara hal apa?”

Jiyeon menggeleng pelan..

“Sunbae, bolehkah aku menciummu. Aku mohon, aku akan tidak bertemu denganmu” Ucap Jiyeon dengan manja

“Aish! Jangan, menjijikkan” Tolak Minho sambil menatap Jiyeon yang terlihat mengeluarkan Puppy Eyesnya. Minho menggeleng, sedangkan Jiyeon menarik tangan Minho manja.

Cup! Jiyeon menarik wajah Minho dan mendaratkan bibirnya pada bibir Minho kemudian melepaskannya. Minho terbelalak kaget..

“Aku hanya ingin first kiss ku bersamamu Sunbae”

“Apa yang kau lakukan! Kau menjijikkan”Marah Minho lalu masuk begitu saja. Jiyeon belum sempat mengucapkan selamat tinggal. Jiyeon hanya dapat menahan tangisnya.

‘mungkin Minho sunbae akan sangat senang dengan kepergianku’

***

( Choi Minho Pov )

Sudah seminggu Jiyeon tidak mengangguku, tumben sekali. Aku memegang bibirku sambil tersenyum, Jiyeon adalah yeoja terbodoh. Apakah ia tidak takut jika tiba-tiba aku menyerangnya? Aku namja normal.. aku tidak mau menyentuhnya karena aku tidak ingin merusak keindahannya.

Aku menatap sekeliling perpustakaan, biasanya perpustakaan ini akan sangat heboh jika Jiyeon datang.

Aku memutuskan untuk beranjak, aku ingin mencarinya. Aku merindukan yeoja paboku..

Saat aku kekelasnya , aku menyerit saat melihat orang lain menempati bangkunya. Pandanganku tertuju pada krystal dan Luna yang terlihat tidak bersemangat, mereka terlihat seperti manusia yang bosan hidup.

“Sunbae, kau mencari siapa”Tanya Jieun dan suzy yang tiba-tiba muncul dihadapanku.

“Jiyeon”

“Jiyeon? Jiyeon bukankah sudah tidak bersekolah disini lagi?” Ucap suzy dan Jieun serempak membuatku terkejut

“Mwo”

“Sudah dari seminggu yang lalu, ia pindah ke Luar Negeri..”

***

 

( Author pov )

 

~5 tahun kemudian

Seorang yeoja cantik dengan senyum merekah berjalan melewati pintu kedatangan dibandara. Yeoja itu menghirup udara Seoul untuk pertama kalinya setelah ia pergi meninggalkan Seoul lima tahun yang lalu.

‘Akhirnya, aku merindukan Negara kelahiranku’ batinnya

Yeoja itu berjalan sambil menyeret kopernya, hingga ia melihat seorang namja tengah menunggunya.

“Permisi, Kim Jong In Imnida, apakah Nona Park Jiyeon?”

“Ah, kau salah satu karyawan yang akan menjemputku? Kau dari Perusahaan Choi’s grup bukan?”

“Ne nona salam kenal..”

“Ne,, Aku Park jiyeon, desainer baru diperusahaan itu”

“Aku sudah tahu Nona”

Kim Jong In menatap Jiyeon dengan tatapan bersahabat lalu membantu Jiyeon membawa koper yang terlihat berat itu.

***

Jiyeon dan kai memasuki sebuah mobil yang terlihat sangat mewah.

“Kau sudah bisa membeli mobil semewah ini?”Tanya Jiyeon

“Ne, gajihku sangat besar. Choi’s Grup memberikan kita gajih yang lebih banyak dari perusahaan biasanya”Cerita Kai

“Jeongmalyo”

“Tetapi kau harus tahu, bahwa sudah lebih dari 20 Desainer yang dikeluarkan dari perusahaan itu. Mereka dikeluarkan dengan alasan tidak becus dan terlambat”

“Separah itu kah peraturannya?”

“Ne, semenjak Perusahaan dipegang oleh anak dari Tuan Choi, perusahaan menjadi sangat disiplin. Bahkan jika kau terlambat semenit pun kau akan dikenakan denda dan mungkin kau bisa dipecat”

Jiyeon bergidik ngeri mendengarnya..

“Aku sudah bisa membayangkan bagaimana disiplinnya direktur itu.. Apakah kalian menyukainya?”

“Ne, selain disiplin ia juga tampan. Tetapi ia juga sangat mengerikan “

“Ne?”

“Ia sangat tidak menyukai hal-hal berbau kotor dan ia juga tidak suka dengan keributan, baru-baru ini seorang desainer baru dipecat karena tanpa sengaja menumpahkan kopi di jasnya”

“Wow! Daebak”

***

( Jiyeon Pov )

Aku memasuki rumahku, sudah lama aku tidak kemari. Aku merindukan kamarku dan.. Lupakan lah. Mungkin ia sudah melupakanku dan mungkin dulu ia tertawa lepas saat aku pergi.

Aku meletakkan koperku didalam kamarku dan berjalan mengitari rumah kami. Eomma dan Appa menetap di New York sedangkan aku bekerja di Seoul. Aku sangat beruntung bisa bekerja di perusahaan sebesar Choi’s grup. Perusahaan terbesar yang ada di Korea.

Aku menatap sekeliling rumahku, rumahku tampak sangat bersih. Karena setiap bulannya eomma dan appa menggajih seseorang untuk membersihkannya.

Aku menghempaskan tubuhku ke kursi lalu duduk..

Aku lelah dengan perasaanku yang tidak pernah bisa hilang, apakah ini yang dinamakan dengan cinta sejati? Aku merindukan Minho Sunbae, tetapi aku sangat takut bertemu dengannya, aku tidak ingin kedatanganku menganggunya.

Huft.. Choi Minho Saranghae..

Apakah sekarang ia sudah memiliki kekasih ataukah ia sudah menikah? Aish, hatiku sakit membayangkannya..

***

Aku terbangun saat merasakan sinar mentari menyinari kamarku. Aku harus segera bangun karena hari ini adalah hari pertamaku bekerja. Setelah selesai mandi, aku memilih-milih baju yang akan kugunakan hari ini, lucu jika aku mempermalukan diriku dihari pertamaku bekerja.

Akhirnya aku mendapatkan baju yang ku rasa cocok untukku. Aku siap untuk bekerja hari ini.

Aku berjalan keluar dari rumahku dan menemukan Kai sudah menungguku. Ia memang namja yang baik, aku dengar darinya ia akan segera menikah.

“Menunggu lama?”

“ne, sekitar 5 menit”

“ya.. itu tidak lama”

“Bagi orang disiplin waktu seperti itu sangat berharga”

“Cih”

Sepanjang perjalanan aku dan Kai terus bercanda, ia bercerita tentang hal yang sangat lucu.

***

Semua Karyawan diperusahaan ini sangat ramah padaku. Mereka sepertinya sangat pandai bergaul, aku sangat bahagia bisa bekerja disini. Aku duduk dimejaku, disebelah mejaku aku melihat seorang yeoja yang tidak asing lagi.

“Jung Soo Jung” Sedari tadi yeoja itu terlihat tidak menanggapi kedatanganku karena ia terlihat sangat sibuk dengan komputer didepannya. Sepertinya ia memang Krystal…

“Ya! Jung Soo Jung”

“Waee”Kesalnya lalu menatap kearahku..

“MWOYA! PARK JIYEON”Tiba-tiba saja ia berteriak dengan kencangnya. Ia sepertinya sangat terkejut dengan kehadiranku, ia bangkit dari kursinya dan berjalan kearahku seakan ingin menerkamku.

“PARK JIYEON!”Ia memelukku dengan sangat kuat membuatku hampir kehilangan nafas.

“jun..g ..So..o ..jun..g ..le..pas..kan”

Aku menghela nafas lega saat ia melepaskan pelukannya yang sangat kuat itu. Aku menatapnya dengan tatapan membunuh..

“YA! Mengapa kau tidak mengabariku”

“Aku sibuk”

“Ya! Kau lupa dengan ku eoh?”

“Ne”Ucapku

Krystal menatapku kesal tetapi kemudian ia tersenyum. Aku mengobrol dengan krystal, ia menceritakan semua yang terjadi saat aku pergi, tetapi ia tidak pernah menyebut nama Minho Sunbae saat ia bercerita. Aku terlalu takut untuk bertanya hal yang menyangkut Namja itu, aku tidak ingin sakit hati..

***

Sudah sebulan aku bekerja di Perusahaan itu, dan hari ini aku mendapatkan gajih pertamaku. Gajih yang sangat besar , pantas saja banyak orang yang bersaing untuk bekerja disini. Sudah sebulan juga aku tidak pernah menatap langsung wajah namja pewaris perusahaan besar ini, aku penasaran dengan namja yang sangat disiplin itu. Aku, Krystal dan Kai merayakan gajih pertamaku di sebuah Restaurant. Aku membayar makanan yang mereka pesan.. Ya diperusahaan itu, aku sangat dekat dengan kai dan Krystal..

“Aku dengar besok Direktur akan kembali”Ucap Kai

“Ne?”

“Ne , kau benar .. Besok aku dengar direktur akan kembali dari paris dan itu berarti kedisiplinan kita harus kita tingkatkan”Ucap krystal

“Ne?”Sedari tadi aku hanya dapat menyerit bingung dengan ucapan mereka.

“Direktur Choi akan kembali dari paris besok, dan itu berarti kau tidak boleh terlambat seperti biasa Nyonya Park”Sindir Krystal membuatku terkekeh. Ya, aku memang sering terlambat, untung saja mereka bisa menutupinya..

“Kalian tahu? Sejak aku bekerja, aku tidak tahu bagaimana rupa bos ku”

“MWO”Kaget Krystal

“Jeongmalyo? Kau tidak tahu?”Kagetnya

“Ne”

“Direktur Choi Adalah Choi Mi-“ Ucapan Krystal terputus karena tiba-tiba saja ponselnya berdering jadi ia harus mengangkat teleponnya. Aku tidak memusingkan ucapannya, aku memutuskan untuk mengobrol dengan Kai.

***

Setelah kembalinya direktur utama Choi, semua pekerjaan terasa bertambah berat dan juga semua karyawan harus datang tepat waktu. Benar-benar sangat disiplin.

Krystal keluar dari ruangan Direktur Choi dengan wajah sedih, jangan bilang desain yang kami buat ditolak lagi? Aish! Apa yang diinginkan namja itu?

“Wae?”

“Desain yang kita buat ditolak”Sedih Krystal, aku hanya dapat menghela nafas pelan. Aku sudah tidak bisa menahan kekesalanku, aku ingin bertemu dengan direktur sok sibuk itu. Ya, ini memang terdengar lucu,, tetapi memang kenyataan bahwa aku tidak pernah bertemu dengannya sekalipun dan hari ini aku akan bertemu dengannya dan langsung menceramahinya.

Aku merampas Desain itu dari tangan Krystal..

“Biar aku saja “

Tanpa mengetuk ruangannya, aku membuka pintu itu dengan kasar. Tetapi seketika langkahku berhenti, seorang namja tengah berdiri membelakangiku. Lagi-lagi jantungku berdetak?

Aku sudah terlanjut membuka pintu ini dan aku harus bisa mengeluarkan suaraku..

“DIREKTUR!”Aku membentaknya. Semua Karyawan berkumpul dipintu sambil menontonku dengan wajah yang sangat ketakutan. Namja ini tidak bisa dengan seenaknya menolak Desain yang kami buat, apakah ia tidak tahu bahwa kami sudah bekerja keras untuk membuatnya?

Namja itu berbalik, kakiku seakan melemas. Aku hanya dapat terpaku menatap namja yang sekarang juga tengah menatapku dengan tatapan datar dan dingin. Tidak mungkin.. Ja..Jadi Direktur Choi adalah Choi Minho??

Semua menatapku seakan menunggu apa yang akan ku katakan selanjutnya.. Jiyeon! Kau harus melupakan perasaanmu, ingat tujuan awalmu! Kau harus bisa mengucapkan apa yang ingin kau ucapkan! Aku mencoba menghilangkan keterkejutanku,,

“Wae?” Ia berjalan pelan mendekatiku, hingga ia tiba didepanku.. Tubuhnya sangat dekat denganku membuatku melangkah sedikit untuk mundur. Tatapan mata kami bertemu

“C..Choi Minhi! apa yang salah dengan Desain yang kami buat! Apakah kau tidak bisa menghargai desain ini? Apakah kau tidak tahu bagaimana perjuangan kami membuatnya? Apakah kau pernah berpikir bagaimana bahagianya kami jika kau memuji hasil desain kami? Bukan malah menghinanya!! Aku sudah tidak tahan dengan sikapmu! Kau seenakmu, kau tidak pernah memikirkan karyawanmu! Kau memang orang yang disiplin, tetapi apakah menurutmu semua orang bisa menjadi disiplin seperti dirimu? “Aku membentaknya..

“Baiklah”

“Ne?”

“Aku menerima desainmu”

“Mwo”

“Bukankah itu yang kau mau Park Jiyeon” Ia menatapku dengan tatapan yang tidak pernah ia tunjukkan padaku. Tatapan lembut yang penuh kerinduan.. ada apa dengannya.

***

Aku berteriak tidak jelas didalam rumahku. Tidak mungkin! Direktur Utama Perusahaan itu adalah Choi Minho Sunbae. Aigoo, aku bisa gila. Aku tidak bisa melupakan perasaan ini jika ia terus berada didekatku. Huftt!!

Apa yang harus ku lakukan? Ah benar,, aku pura-pura tidak mengenalnya dan hubungan kami sekarang hanyalah Direktur dan Karyawan.

Tetapi tidak ada kata putus diantara kami..

Choi Minho, mengapa saat aku berusaha melupakanmu kau malah kembali dan memenuhi otakku.

Tiba-tiba saja ponselku berdering, ternyata dari Kai..

‘Kau daebak! Bagaimana bisa kau membentak Tuan Muda Choi? Daebakk,, sebelumnya tidak ada yang berani membentaknya’

Aku hanya dapat menghela nafas, sudah banyak karyawan yang mengatakan bahwa aku hebat. Mereka belum tahu bahwa aku dan Choi Minho pernah menjadi sepasang kekasih.

***

Aku memasuki kantor dengan wajah tidak bersemangat, hari ini aku terlambat datang 1 jam. Biarlah jika aku akan dipecat, aku merasa sangat terancam dengan terus bertemu Minho. Perasaanku dapat kembali dan aku tidak ingin itu.. Perasaan yang sudah ku kubur kembali seperti semula.

Aku memasuki ruang rapat, Ya.. Hari ini memang ada rapat. Semua Karyawan menatapku termasuk Minho.

“Mian aku terlambat”

“Gwenchana,, duduklah”Ucap Minho datar. Mengapa ia tidak memecatku? Bukankah ia dikenal dengan kata Disiplin? Aish, seterah saja

Aku duduk disamping Krystal dan mengeluarkan beberapa Dokumen yang sudah ku rancang.

Aku menatap Minho yang memulai rapat, ia bertambah tampan dan juga dewasa. Aigoo, semua yeoja pasti menyukai namja sepertinya. Aish! Jiyeon apa yyang kau pikirkan? Kau menyukainya? Pabo  ! Kau tidak boleh menyukainya, ia tidak menyukai kedatanganmmu kau tahu!

***

( Krystal Pov )

Daebak! Minho Sunbae sepertinya benar-benar tahluk akan Jiyeon, buktinya ia tidak membentak ataupun memarah Jiyeo karena Jiyeon terlambat. Padahal baru saja Minho Sunbae memarahi Kai yang terlambat 2 Menit..

Jika Karyawan lain tahu, mereka pasti akan berpikir hal yang sama sepertiku.. Jiyeon dan Minho saling mencintai..

Aku dan Jiyeon meninggalkan ruang rapat, aku mendengar Jiyeon menghela nafas, yeoja ini berusaha melupakan perasaannya pada Minho Sunbae tetapi terlihat Sulit. Apa yang harus ku lakukan? Apakah aku harus membantu mereka?

Dua orang itu tidak akan pernah mengakui perasaan mereka, aku mengenal mereka sejak SMA.

***

( Jiyeon Pov )

Aku turun dari pesawat pribadi Choi’s Grup, hari ini kami akan mengadakan rapat di Jeju. Aku menatap Minho yang sudah berjalan lebih dahulu dari pada kami, seandainya saja aku bisa berjalan disampingnya sambil mengenggam tangannya. OMO! Apa yang ku pikirkan?

Aku memukul kepalaku pelan, otakku ini mengapa terus memikirkan hal itu  ._. Hilangkah pikiran mu Jiyeon, kau tidak akan mungkin bisa bermesraan dengan Minho, kau dan ia berbeda. Ia sekarang adalah atasanmu..

Beberapa menit menempuh perjalanan menggunakan mobil, akhirnya kami tiba disebuah hotel yang sangat mewah. Aku menarik koperku dan masuk kedalam kamar yang memang sudah dipersiapkan.. Sial,, kamarku bersebelahan dengan kamar Minho -_-

Aku masuk dan tersenyum senang, ruangan ini didesain dengan sangat romantis, banyak taburan bunga dimana-mana. Sepertinya hotel ini tempat pengantin baru untuk bulan madu.
Aku merebahkan tubuhku diatas ranjang empukku, jika suatu saat aku menikah aku ingin kemari dan menghabiskan waktuku bersama Nampyeonku berdua ditempat romantis ini. #JiyeonMulaiYAdong

Aku berdiri lalu mengambil koperku, tubuhku terasa bau,, aku harus mandi karena kami akan pergi makan malam.. Kekek.. aku harus terlihat cantik..

***

Aku menganga, ternyata mereka membawaku ke Sebuah Club dan tentu saja Minho juga ikut. Sepertinya setiap ada rapat di Jeju mereka sering pergi ke tempat ini, buktinya beberapa pelayan sepertinya sangat mengenal mereka.

Aku duduk disamping Krystal sambil menatap sekelilingku, banyak yeoja-yeoja menggunakan baju yang kekurangan kain. Mereka terlihat seperti tidak memakai baju saja.

“apa kah kalian sering kemari?”

“Tentu saja, tempat ini adalah Club termewah dan Populer di Jeju.. kau bisa memesan apapun yang kau mau , Tuan Muda Choi akan membayar untuk kita”Bisik Krystal padaku.

Setengah jam kemudian Krystal dan beberapa karyawan yang ikut berjalan kearah lantai dansa dan menyisakan aku bersama Minho. Ia menatapku dengan tatapan lekat dan membuatku merasa tidak enak..

Aku meminum beberapa Wine didepanku, aish! Pabo, kau tidak kuat meminum Wine, mengapa kau malah meminumnya? Jeongmal Paboya..

“Aish!”Rutukku

Aku menyandarkan kepalaku yang mulai terasa berat, jangan sampai aku mabuk. Aish! Siapa yang akan mengangkatku jika aku mabuk? Sepertinya diantara kami hanya Minho yang masih sadar dan juga beberapa bodyguard yang ia bawa..

***

( Author Pov )

Jiyeon berdiri dengan langka yang terhuyung sambil berjalan kearah Minho. Ia menatap Minho dengan tatapan lekat dan tersenyum sexy..

“Minho Sunbae” Jiyeon duduk dipangkuan Minho yang sekarang menatapnya tanpa reaksi, entah apa yang ada dipikiran namja itu. Jiyeon memeluk tubuh atletis Minho sambil mencium bau parpum yang dipakai oleh namja itu..

Beberapa Bodyguard terlihat melirik Minho dan Jiyeon, mereka hanya dapat menatap satu sama lain..

“Yak! Sunbae! Mengapa kau kembali ke hidupku eoh?”

“Apa yang kau bicarakan ? Kau mabuk”Akhirnya Minho membuka suara. Minho mencoba mendorong Jiyeon yang sudah mendekatkan wajahnya pada Minho, yeoja itu menatap Minho dengan tatapan jatuh cinta.

“Sunbae”Jiyeon memanggil Minho dengan suara sexy nya sambil mengelus pelan wajah Minho.

“Pergilah, sebelum aku kehilangan kendali”Ancam Minho ..

Jiyeon bukannya pergi, yeoja itu malah tertawa sambil terus mengelus wajah namja didepannya.

“Sunbae,, kau tahu aku sangat mencintaimu! Tetapi mengapa kau selalu mengacuhkanku dulu eoh? Kau bilang kau menyayangiku, tetapi aku tidak yakin akan hal itu.. kau terlalu cuek denganku, aku hanya ingin melihat perhatian mu sunbae, kau tidak menunjukkan bukti sedikitpun bahwa kau mencintaiku! Aku lelah dengan perasaanku yang tidak pernah kau mengerti Sunbae”

 

TBC

 

Annyeong ^^ jangan Lupa RCL Nde ^^ Gomawooo~

My Life ( Chapter 4 )


My Life

Tittle : My Life

Author : Margareta Isabela

Rating : (G)eneral

Type : Chaptered

Genre : Sad, Marriage Life,Happy

Facebook : Margareta Isabela

WordPress : margaretaisabela.wordpress.com

(M)ain Cast

  • (C)hoi Minho
  • (P)ark Jiyeon

(Other Cast)

  • Cari DiCerita

Annyeong ^^ Author Kembali :D Adakah yang menunggu kembalinya author? Mianhae Jika author lama banget gak Post FF ini -_- aigoo. Author belakangan ini lagi sibuk banget jadi author percayakan FF ini untuk dongsaeng author , tapi dia juga lagi mau menghadapi ulangan jadi ff ini kembali lagi ke Author. Jangan Lupa RCL ne.. Gomawoooo~

***

( Jiyeon Pov )

Aku hanya dapat memandang Minho Oppa dengan tatapan tidak nyaman sedari tadi. Bagaimana bisa ia mau tinggal di rumah seperti itu sedangkan ia adalah anak dari Keluarga Choi. Aku tidak menyangka akan hal itu, semuanya terasa sangat mustahil. Minho Oppa adalah namja yang berbeda dari namja lainnya, ia namja yang sangat istimewa bagiku.

“Oppa”

“Ne Chagiya?”

“Karena selama ini kau membohongiku, kau harus membelikan makanan mahal untukku”

“Baiklah”

“Tunggu.. aku hanya bercanda Oppa”Kekehku

“Kau ini”

“Oppa..”

“ne”

“Kau tidak pulang? Menemui orang tuamu? Masa kau tidak mengundang mereka ?”

“Aku akan mengundang mereka setelah semua siap. Aku tidak ingin eomma ikut campur dalam mempersiapkan pesta pernikahan kita, bisa-bisa pernikahan kita menjadi sorotan media”

“Kau tidak boleh begitu Oppa.. pokoknya kau harus menemui mereka”

“Baiklah asalkan kau ikut denganku”

“Mwo”

Aku tidak mungkin ikut, aku terlalu malu untuk bertemu dengan keluarga Minho Oppa yang sangat kaya raya itu, aku merasa tidak pantas menjadi menantu dari Keluarga Choi. Aku hanya dapat tersenyum paksa

“Apakah mereka akan menerimaku Oppa”

“Tentu saja, mereka sudah lama menunggu kedatanganmu”

***

( Author Pov )

Di tempat lain terlihat seorang namja dan yeoja yang tengah bertengkar dengan hebatnya. Seorang namja hanya dapat memperhatikan mereka dengan pandangan sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.

“ DIAM!”

“AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYETUJUI HUBUNGAN MEREKA! KARENA JIYEON HANYA AKAN MENIKAH DENGAN KYUHYUN!” Jungsin membentak Hyomin sambil mencengkram keras pundak Hyomin.

“Pukul aku Oppa! PUKUL!”Hyomin menangis..

“CUKUP!” Akhirnya Jisung bersuara, ia menatap dua orang yang sedang bertengkar itu.

“Hyung! Biarkan puterimu mengatur kehidupannya sendiri! Kau tidak bisa memaksakan kehendakmu seperti itu, ingat ia tidak akan bahagia jika ia bersama namja yang sama sekali tidak ia cintai” Ucap Jisung sambil menatap Jungsin

“Jangan Ikut Campur! Sebaiknya kau keluar”

“Cukup!” Hyomin berjalan keluar dari rumah itu sedangkan Jisung terlihat menatap Jungsin dengan tatapan tajam tetapi tidak disadari oleh jungsin.

“aku benar-benar bingung dengan mereka, apakah mereka tidak tahu bahwa semua ini demi kebaikan mereka”ucap Jungsin, membuat Jisung menatapnya dengan tatapan yang bertambah tajam..

‘Kebaikan? Kebaikan dirimu sendiri, kau tidak pernah memikirkan perasaan puteriku’

***

Jiyeon menghela nafas beberapa kali, ia merasa sangat gugup. Minho mengenggam tangan Jiyeon, Jiyeon memeluk tangan Minho sambil menyandarkan kepalanya pada pundak namja itu.

Jiyeon dan Minho berjalan memasuki sebuah rumah besar bagaikan istana. Jiyeon menatap rumah itu dengan tatapan tidak menyangka, ia masih tidak percaya dengan kenyataan bahwa Minho adalah namja kaya raya.

Seorang yeoja terlihat berdiri didepan pintu dengan senyum diwajah cantiknya. Yeoja itu tersenyum amat tulus..

“Akhirnya kalian tiba”Yeoja itu memeluk Minho dengan amat erat kemudian berganti memeluk Jiyeon.

“Selamat datang Menantuku”

Jiyeon tersenyum senang mendengar ucapan yang terlontar dari bibir Nyonya Choi. Ia merasa sudah diterima dikeluarga itu, Nyonya Choi menggandeng tangan Minho dan jiyeon untuk masuk kesebuah ruangan yang terdapat seorang namja dan seorang yeoja yang tengah menunggu mereka.

“OPPAA!! EONNI”Yeoja itu berteriak dengan keras

“CHOI Sulli”

“Ne eomma Mian” Minho terkekeh melihat kelakuan dongsaengnya itu, Seorang namja menatap Minho dengan senyum kecilnya.

“Choi Minho , akhinya appa bisa melihat senyummu lagi”

“Ne Appa”

“Apakah itu yeoja yang akan menjadi menantu appa? Kau tidak salah pilih Minho”Puji Siwon sambil menatap Jiyeon membuat Jiyeon tersenyum malu. Minho Jiyeon , Sulli, Nyonya dan Tuan Choi duduk dimeja makan.

Mata Jiyeon sedikit melebar melihat berbagai macam makanan kini tengah tersaji didepan mereka.

Sulli duduk disamping Jiyeon dan menyendokkan banyak makanan untuk jiyeon, sulli terlihat sangat menyukai Jiyeon yang mudah berbaur dengan orang-orang disekitarnya.

“Ah,, Jiyeon”

“Ne Nyonya”

“Jangan panggil Nyonya, panggil eomma saja..”

“Ne..eom..eomma”

***

(Hyomin Pov )

Seseorang mengetuk pintu kamarku, beberapa minggu ini aku dan Namja itu memang tidak tidur bersama lagi. Aku tidak sudi..

Aku membukanya dan menemukan Jisung Oppa tengah berdiri, dengan cepat aku menariknya. Aku tidak ingin namja itu tahu bahwa Jisung Oppa sudah mengingat masa lalunya.

Aku memeluk Jisung Oppa dengan erat , aku menangis didalam pelukannya.. Aku tidak ingin berpisah darinya lagi, aku merindukannya.. aku merindukan kasih sayangnya..

“Besok aku harus pergi”

“Oppa”

“Tenang saja, aku akan terus mengunjungimu Chagiya.. aku akan melindungimu dan Jiyeon. Tetapi sekarang bukan saat yang tepat, aku harus mencari bukti bahwa ia bukanlah diriku dengan begitu hartaku bisa kembali ketanganku.. “

“Oppa”

“Aku janji, kita akan bersama lagi..”

“Jaga dirimu Ne” Jisung Oppa mencium keningku dengan lembut. Aku tersenyum kecil ditengah kepedihan hidupku.

***

( Author Pov )

Jiyeon dengan wajah riang memasak beberapa makanan. Ia bahagia Appanya akan tinggal bersamanya, tetapi ada rasa sedih dihatinya mengingat eommanya masih tinggal dengan namja yang sudah memisahkannya dengan Appa kandungnya..

Bel berbunyi..

‘pasti itu appa’batin Jiyeon lalu berjalan kearah pintu dan membukanya..

“Appa, eomma”

Dua orang itu tersenyum lalu masuk kedalam Apartement yang di tinggali oleh Minho dan Jiyeon itu. Jiyeon memeluk eomma dan appanya secara bergantian ..

“Appa , eomma.. kalian ingin makan?”

“Kau memasak apa?” Hyomin berjalan mendekati Jiyeon

“Anak manis, kau mendengarkan ucapan eomma.. kau memang sepertiku” Puji Hyomin sambil tersenyum..

“eomma.. tinggal lah disini”

“Anni”

“wae eomma?”

“Terlalu berbahaya, biar saja eomma disana. Eomma tidak ingin namja itu menyakitimu. Jungsin pernah membunuh orang dan itu berarti bukannya tidak mungkin jika ia membunuh kita, eomma tidak ingin kehilangan kalian”

“tetapi eomma”

“Tenanglah, eomma akan baik-baik saja”

Jiyeon mengangguk dengan sedih. Tiba-tiba pintu apartement itu terbuka dan menampilkan Minho dengan Jas rapinya..

“Oppa kau datang”

“Ah eommonim, abeoji”sapa Minho tersenyum..

***

( Jungsin Pov )

Aku berjalan dengan langkah cepat memasuki sebuah perusahaan. Seorang namja sudah duduk membelakangiku, sambil memegang sebuah surat ditangannya. Aku menatapnya dengan tatapan datar,,

“Apakah kau menyetujuinya?”

“Ne?”

“Aku ingin menikahkan puterimu dengan puteraku”

“Ne? Jeongmal”Kagetku, ini terasa mustahil.. jika jiyeon menikah dengan anak dari namja ini, pasti aku akan mendapatkan untung yang sangat besar. Aku tersenyum kecil..

“Ne.. jika kau menikahkan anakmu itu dengan anakku , aku akan memberikan sebuah perusahaan yang ada di Jeju untukmu secara Cuma-Cuma”

“Ne.. aku menerimanya”Ucapku, membuat namja itu berbalik dengan wajah datarnya sambil menatapku dan tersenyum kecil..

***

( Jiyeon Pov )

Aku tersenyum melihat kedekatan eomma dan appa, sudah lama aku tidak melihat kasih sayang yang mereka tunjukkan. Aku memutuskan untuk meninggalkan mereka, aku tidak ingin menganggu kemesraan mereka. Saat aku keluar, aku menemukan Minho Oppa yang tengah berdiri .. wajahnya terlihat serius menerima telepon itu..

“Apakah ia menyetujuinya, appa?”

“……………”

“Ne, baiklah Appa.. Gomawoo”

“……………….”

“Aku tahu Appa, aku tidak pernah melanggar janjiku padamu bukan? Kau tenang saja”

“…………”

“Ne.. aku akan segera bekerja”

“………….”

“Ne”

Aku dengan cepat berbalik dan masuk ke dalam kamarku, apakah Minho Oppa menyadari bahwa aku menguping? Siapa yang dimaksud oleh Minho Oppa??

***

( Choi Minho Pov )

 

Aku membuka pintu kamar Jiyeon dan melihatnya sedang duduk sambil melamun. Apa yang ia pikirkan? Apakah ia memikirkan Appa dan eommanya..? aku tidak akan tinggal diam dengan semua ini, aku merasa jiyeon dan orang tuanya harus mendapatkan keadilan . Aku merasa sangat sedih, selama ini Jiyeon hidup dengan namja yang selalu memaksakan kehendaknya dan selalu membuat Jiyeon sedih bukanlah Appa kandungnya.

Aku berjalan mendekatinya, lalu berlutut dihadapannya..

“Oppa”

“Wae Chagia”

“Anniyo Oppa”

Aku membelai lembut wajahnya dengan tanganku, aku bersyukur memiliki yeoja sepertinya. Ia adalah yeoja yang sangat istimewa, ia berbeda dari yeoja lainnya.

“oppa.. apa yang harus ku lakukan? Aku tidak ingin eommaku terus tinggal dirumah itu.. aku merasa eomma lebih bahagia jika ia tinggal disini bersama kita dan appa”

“Kau tenang saja”

Ia memelukku dengan manjanya. Aku tidak akan tinggal diam melihat semuanya, siapapun yang membuatnya menangis akan berurusan denganku. Aku memebelai lembut punggungnya.
***

( KyuhyuN Pov )

Aku menatap namja dihadapanku dengan senyum kecut. Ia seperti seorang namja yang menjual puterinya kemana-mana. Sekarang ia duduk didepanku dengan memberikan uang yang telah ku berikan padanya..

Aku mengambil uang itu dengan pelan..

“Wae?”

“Aku tidak akan menjodohkan puteriku padamu, Mianhae”

“waeyo?”

“Ada namja yang lebih layak untuknya..”

“Jadi kau pikir aku tidak pantas?”

Ia tersenyum sinis padaku. Apakah ia tidak takut , aku mengambil dana-dana yang sudah aku berikan pada perusahaan kecilnya itu?

“Sekarang kita sederajat Tuan Cho.. karena sebentar lagi, perusahaan KIRIN akan menjadi milikku”Ucapnya membuatku sedikit tertegun..

“Kirin? Bukankah perusahaan itu, perusahaan terbesar di Jeju”

“Ne..”

“Kau..”

“Sekarang perusahaanmu bergantung pada perusahaan itu dan itu berarti sebentar lagi kau akan bergantung padaku. Jangan main-main padaku anak muda.. Aku pergi” Seketika aku terdiam. Bagaimana bisa? Aku dengan cepat mengambil berkas yang baru saja diberikan oleh sekertarisku..

‘Pemilik perusahaan KIRIN .. Park Jisung’

Aku baru ingat bahwa kemarin perusahaan itu sudah berganti pemilik. Benar-benar diluar dugaan.. bagaimana namja itu bisa mendapatkan perusahaan itu? Apa yang terjadi sebenarnya?

 

***

( Author Pov )

Jungsin memasuki rumahnya dengan wajah datar dan dingin. Ia menatap sekeliling rumahnya dan tidak menemukan yang ia cari, namja itu hanya dapat mengangkat keningnya dengan santai.

‘Pasti ia pergi ke rumah bocah itu lagi’

Jungsi memasuki kamarnya dengan senyum, sekarang ia resmi menjadi pemilik perusahaan KIRIN. Ia menatap langit-langit kamarnya dengan senyum liciknya

‘anak emas’

Jungsin mengambil ponselnya lalu mengetikkan sebuah pesan pada seseorang dengan senyum licik yang masih ia tampilkan..

 

***

Ditempat lain terlihat Hyomin, Jiyeon, Minho dan Jisung tengah menikmati makan malam mereka. Minho beberapa kali melontarkan candaannya membuat Jiyeon, Hyomin dan Jisung tertawa.

“Ahjussii,, apakah saat ini kau mempunyai pekerjaan?”tanya Minho

“Anni, sejak kecelakaan itu aku sudah tidak bekerja.. pekerjaanku hanya memetik buah-buah dikebun”Jawab Jisung dengan seadanya..

“Bagaimana kalau ahjussi bekerja diKantorku? Kebetulan aku sedang membutuhkan beberapa karyawan”Ucap Minho membuat Hyomin terdiam. Pasalnya ia tidak tahu siapa Minho.

“Jeongmalyo?”tanya Jisung dengan bersemangat..

“Aku dengan dari Jiyeon, ahjussi adalah mantan direktur dari perushaan yang sekarang diambil alih oleh sodara ahjussi.. aku akan menempatkan ahjussi di direktur keuangan kantorku”

“Minho-ah, bolehkah ahjumma bertanya sesuatu padamu”

“Nde”

“Sebenarnya kau siapa?”

“Aku?” Minho meletakkan sendok yang tadi ia pegang dan mulai menceritakan semuanya tentang hidupnya. Hyomin hanya dapat menganga tidak percaya dengan apa yang ia dengar begitu pula dengan Jisung yang terlihat terkejut.

“Aigo..aigoo.. jadi kau anak pertama dari keluarga Choi? Ahjumma benar-benar tidak menyangka. Bagaimana bisa kau bekerja keras sedangkan orang tuamu adalah pengusaha yang kaya raya” Celetuk Hyomin dengan wajah yang berbinarnya.

Minho hanya terkekeh kecil, makan malam itu mereka habiskan dengan candaan mereka, mereka terlihat seperti keluarga Bahagia.. Minho tersenyum bahagia melihat senyum lebar Jiyeon dan Minho sangat bahagia bisa melihat kebahagiaan Jiyeon yang beberapa hari ini tidak pernah ia tunjukkan pada Minho..

 

***

 

Keesokan paginya Jiyeon memutuskan untuk bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Minho dan Appanya. Sebuah tangan memeluknya dari belakang membuat senyum jiyeon muncul..

“Oppa kau sudah bangun?”

“Nde, aku mendengar suaramu”

“Apakah aku membangunkanmu?”

“Anni.. aku hanya ingin menghampirimu..”

“Oppa.. sebaiknya kau bersiap-siap. Bukankah mulai hari ini kau adalah pemegang saham terbesar diperusahaan Appamu”

“Nde.. kau benar”

Minho Oppa pergi ke kamarnya, sedangkan aku menyiapkan beberapa piring dimeja makan. Saat aku melewati televisi, aku terdiam saat mendengar siaran berita. Bukankah itu namja jahat itu?

OMO! Bagaimana bisa? Bukankah perusahaan itu milik.. milik keluarga Choi? Setahuku itu perusahaan terbesar yang ada di Jeju.. Aku dengan segera berlari ke kamar Minho Oppa..

“oppa..oppa”

“Nde” Ucap Minho Oppa yang muncul dengan wajah paniknya

“Ada apa denganmu, apakah ada yang menyakitimu?”Tanyanya dengan wajah paniknya sambil mengelilingiku dan melihat-lihatku.

“Anniya,, Oppa.. bagaimana bisa namja jahat itu menjadi pemilik perusahaan milik keluargamu?”

“Perusahaan KIRIN?”Tanya Minho Oppa dengan nada santainya,,

“Tenang saja, perusahaan itu tidak akan membuat kami bangkrut. Perusahaan KIRIN juga tidak terlalu penting untuk perusahaan kami, jadi kami memberikannya dan satu hal lagi.. Oppa sudah mempunyai sebuah rencana”Ucapnya membuatku menyerit

“Rencana apa?”

“Kau tunggu saja, aku juga sudah mempunyai sebuah rencana untuk cho kyuhyun” Ucap Minho Oppa dengan senyum licik yang tidak pernah ia tunjukkan untukku. Aku hanya dapat mengangguk polos, aku yakin Minho Oppa tidak merencanakan hal yang jahat..

 

***

 

Aku menatap eomma dengan tatapan aneh, sekarang eomma berdiri didepanku dengan banyak koper yang ia bawa. Ia tersenyum lebar padaku..

“eomma akan tinggal disini”

“Nde? Bukankah?”

“Minho sudah berjanji akan melindungi kita,, jadi eomma tidak akan takut lagi pada Jungsin.. akhirnya”eomma masuk sambil tersenyum

“Dimana Appamu?”

“Appa sudah berangkat bersama Minho Oppa “Jawabku

“Bukankah seminggu lagi acara pernikahanmu Jiyeon-ah?”Tanya eomma dan kujawab dengan anggukan malu. Eomma terlihat terkekeh geli melihatku..

 

***

 

( Author Pov )

 

“Bagaimana? Apakah aku puas dengan perusahaan yang ku berikan untukmu” Tanya seorang namja dengan nada dinginnya sambil menatap namja didepannya..

“Nde Tuan Choi” Namja yang dipanggil dengan sebutan Tuan Choi itu hanya dapat tersenyum kecil dengan senyum yang licik.

‘Kau sudah masuk jebakkanku jungsin’ batinnya..

“Kapan aku bisa menikahkan puterimu dengan puteraku?”

“Secepatnya, sesudah aku menyingkirkan namja miskin itu dari puteriku.. namja bernama Choi Minho itu seharusnya sadar bahwa ia tiidak pantas untuk Jiyeon” Ucap Jungsin membuat mata namja dihadapannya menatapnya sinis..

“Arraseo.. kajja.. kita ke ruang rapat”

“Untuk apa?”

“Bukankah aku sudah mengatakan padamu bahwa aku akan mewariskan perusahaanku pada puteraku dan ini saatnya. Aku ingin kau langsung mengenal calon menantumu. Ia adalah namja yang hebat dan mungkin lebih hebat dari namja yang kau jodohkan sebelumnya pada anakmu”

“Nde?”

Bukannya menjawab namja itu malah berjalan lebih dulu dengan Jungsin yang masih bingung mencerna perkataannya. Jungsin mengikuti namja itu sampai ruang rapat yang dihadiri banyak orang..

Mata Jungsin bertemu pada seorang namja yang kini tengah menatapnya tajam..

‘bagaimana bisa namja itu disini? Bukankah saat ini ia tidak bekerja lagi’batin Jungsin sambil memandang Jisung yang juga berada ditempat itu.. tidak jauh dari Jungsin seorang namja menatapnya datar..

‘Licik’ Batin namja itu…

 

***

 

 

( Choi Minho Pov )

 

Aku berjalan kearah ruang rapat bersama beberapa karyawan Appa, sedangkan ahjussi sudah lebih dulu pergi ke ruang rapat. Saat aku membuka pintu semua terdiam, aku dengan langkah tegasku berjalan didepan mereka. Aku dapat melihat dengan jelas wajah terkejut Kyuhyun dan namja itu..

“Annyeong Haseyo Choi Minho Imnida, aku adalah anak dari Choi Siwon dan Choi Yoona. Pemimpin Choi’s Group sekarang”Ucapku dengan nada tegasku dan dingin. Appa terlihat tersenyum melihatku,, ini bukan yang kau inginkan selama ini appa? Sekarang aku sudah mengabulkan keinginanmu Appa..

“Mungkin wajahku begitu asing bagi kalian, karena aku memang sangat tidak menyukai keramaian dan aku juga jarang hadir dalam beberapa acara yang appaku buat. Aku merasa bukan anak dari Tuan Choi , karena hubungan kami terbilang jauh sekarang. Aku juga ingin memperkenalkan Direktur bagian keuangan yang baru.. Park Jisung” Ucapku, Namja itu dan Ahjussi berdiri secara bersamaan membuat semua orang menatap mereka.

Ahjussi tersenyum kecut lalu berjalan kearahku , sedangkan namja itu hanya dapat terdiam dengan wajah bodohnya..

 

***

 

Aku berjalan pergi dari ruang rapat setelah rapat selesai, hingga sebuah suara menghentikan langkahku..

“Choi Minho, kau licik”

Aku berbalik dan menemukan Kyuhyun tengah menatapku dengan senyum kebencian dan sinisnya..

“Wae?”

“Kau mendapatkan Jiyeon dengan cara yang licik Tuan Choi Minho. Kau berpura-pura menjadi namja miskin karena kau menyukainya? Cih,, aku heran bagaimana bisa kau berubah dari sifatmu yang dulu” Ucap Kyuhyun membuatku sedikit tertegun

“Bagaimana kau tahu?”

 

“Aku sudah curiga sejak awal, saat aku tanpa sengaja melihatmu memasuki kantor ini dengan gerak-gerik aneh. Aku sangat terkejut mengetahui kebenaran ini, dan aku juga sangat terkejut mengetahui kebenaran bahwa dahulu kau adalah namja yang sejenis denganku.. Licik dan Sombong”

Aku tertawa kecil mendengar penuturannya, jangan bilang ia akan mencoba mengancamku dengan cara itu? Itu tidak akan mempan karena aku akan lebih dulu menghancurkanmu Tuan Cho Kyuhyun

“ Kau kira aku takut? Kau berniat memberitahukan hal ini pada Jiyeon bukan? Percuma saja karena ia telah mengetahuinya”Ucapku dengan nada sinis membuatnya seketika terdiam. Ia menatapku dengan kesal

“Jika saja kau bukan pemilik perusahaan ini.. aku sudah-“

“Sudah apa? Aku ingin melihat seberapa keberanianmu. Aku tiidak akan berpura-pura lagi menjadi namja polos dan lemah, aku sudah tidak tahan dengan sifatmu yang semena-mena Cho Kyuhyun.. sampai kau berani menanggu hidupku apalagi Jiyeon.. kau akan menanggung akibatnya”

 

***

 

( Jiyeon Pov )

 

Sudah tengah malam, appa sudah pulang sedari tadi. Sedangkan Minho Oppa belum pulang, tadi Minho Oppa menghubungiku dan mengatakan bahwa ia akan menemani Ahjussi untuk pergi ke suatu tempat. Aku duduk didepan televisi sambil menatap televisi didepanku dengan wajah yang mengantuk. Aku menghawatirkan keadaannya..

Tok..tok..

Aku mendengar suara ketukan dan aku dengan segera membukanya. Aku menemukan Minho Oppa tengah berdiri didepanku dengan keadaan yang sedikit mabuk..

“oppa apa yang terjadi”

“Appa membawaku untuk pergi ke Club untuk merayakan pengangkatanku sebagai pemegang baru perusahaan itu.. aish! Kepalaku sakit, aku sudah lama tidak meminum itu”Ucap Minho Oppa sambil bergumam..

“Kajja”Aku membantunya hingga sampai dikamarnya. Aku menidurkannya ditempat tidurnya dan mengangkat kakinya yang berat. Aigoo.. seperti inikah jika Minho Oppa mabuk? Kekeke :D Pemandangan yang sangat jarang dilihat..

“Chagiya”

“Nde”

“Mianhae?”

“Untuk apa?”

“Aku sudah mabuk dan aku juga sudah tidak mengabarimu hingga kau tidak tidur. Mianhae ..”Ucapnya sambil berdiri didepanku dan memegangi wajahku. Saat mabuk saja, ia mencoba untuk sadar. Aku yakin kau mencintaiku Oppa….

Aku tersenyum padanya..

“Gwenchana oppa”

Ia tersenyum kemudian berjalan kearah ranjangnya dan menghempaskan tubuhnya hingga aku mendengar dengkurannya. Minho oppa, aku sangat mencintaimu J disaat mabuk kau berusaha sadar….

 

***

 

Keesokan paginya eomma dan aku membuat sarapan untuk Minho dan appa. Mereka sepertinya belum bangun, benar-benar sangat kompak. Tiba-tiba terdengar suara bel,, eomma pergi untuk membukanya..

Semenit kemudian aku mendengar suara benda jatuh, dengan cepat aku menghampiri eomma dan menemukan eomma tengah terduduk dengan namja jahat itu mencoba mencekiknya..

“APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH? BAGAIMANA JUNGSIN BISA MENJADI DIREKTUR KEUANGAN DI PERUSAHAAN KELUARGA CHOI? SEBENARNYA APA PERMAINAN YANG KALIAN MAINKAN? KALIAN MENJEBAKKU”

Aku mencoba menyingkirkan namja itu dari hadapan eommaku, tetapi tetap saja tidak bisa. Aku malah terlempar dan tanpa sengaja kepalaku terbentur dengan meja dan setelah itu semua menjadi gelap, yang sempat ku lihat adalah Minho Oppa memukul namja itu

 

***

 

( Choi Minho Pov )

Aku terkejut mendengar suara teriakan didepan , dengan cepat aku bangun dan menemukan seorang namja tengah mencekik Ahjumma dan Jiyeon terlihat hendak tidak sadarkan diri, Aku menatap namja itu.. ia bukan ahjussi..

BUGH!

Aku menghantam wajah namja itu, aku terus menghajarnya hingga sebuah suara menghentikanku.

“Minho! Cukup”Ahjussi muncul dan menahan tanganku. IA seakan mengatakan untuk tidak menghajar namja itu lebih kuat..

“Bukan seperti ini cara menyelesaikannya” ucap Ahjussi, ia benar-benar namja yang bijaksana. Aku melepaskan cengkramanku pada namja itu, namja itu sekarang berhadapan dengan ahjussi, sedangkan aku membantu ahjumma mengangkat jiyeon.

 

***

( Author pov )

 

Jisung menatap Jungsin dengan tatapan tajam dan sinis..

“Bagaimana ? apakah kau terkejut”

“Ingatanmu sudah kembali rupanya” Jungsi terkekeh kecil sambil menatap Jisung dengan tatapan tajam dan sinisnya juga.

“Kau tertawa? Apakah kau tidak merasa bersalah padaku? Setelah kau memisahkanku bertahun-tahun dengan isteri dan anakku. Kau benar-benar tidak punya hati!!”

“Aku tidak punya hati? Apakah kau tahu bahwa hidupmu itu lebih baik dari hidupku Hyung! Apakah kau tidak pernah menyadari sedari dulu eomma dan appa lebih menyayangi dirimu dibandingkan diriku. Kau mempunyai keluarga yang berkecukupan sedangkan aku? Aku hanya buruh dan petani!! Apakah salah jika aku menginginkan hidupmu!!”

PLAK! Sebuah tamparan mulus tepat mengenai wajah Jungsin. Jisung terkejut dengan kedatangan Hyomin yang tiba-tiba saja menampar wajah Jungsin, Jungsin terlihat sangat murka dan hendak menyerang balik Hyomin, tetapi dengan segera Jisung menghalanginya

“Aku tidak akan memaafkanmu Jika kau berani menyentuh isteriku!”Ancam Jisung dengan tatapan tajam..

 

***

 

Jiyeon membuka matanya pelan, ia menatap sekelilingnya dan menemukan Minho kini tengah duduk ditepi ranjangnya sambil menatapnya.

“Kau sudah sadar?” Minho membantu Jiyeon untuk bangun.

“ aku dimana? Apakah eomma baik-baik saja”Khawatir Jiyeon. Minho tersenyum..

“Tenang saja, ahjumma baik-baik saja.. aigoo.. Oppa sangat menghawatirkanmu” Minho memeluk Jiyeon dengan erat. Jiyeon menatap Minho dengan senyum kecilnya.

“Dimana namja itu?”

“Aku sudah memasukkannya kedalam penjara”

“Mwo”

“Ia sudah membuat tindakan kriminal sayang, dan itu tidak dapat dibiarkan”

“Bagaimana dengan perusahaan KIRIN Yang ia pegang?”Tanya Jiyeon dengan menatap Minho

“Tenang saja, perusahaan itu atas nama Ahjussi dan tentu saja perusahaan itu adalah Milik Ahjussi” Jawab Minho

“oppa, Gomawoo.. aku sudah sangat sering merepotkanmu”Ucap Jiyeon dengan wajah bersalah. Minho menggeleng

“Gwenchana”
***

 

( Suzy Pov )
Aku berjalan diatas trotoar sepi, sudah lebih dari sebulan ia berhenti bekerja dari tempat itu dan ia juga sudah tidak pernah lagi membalas pesanku. Apa yang terjadi padanya? Aku khawatir..

Aku duduk sambil menatap ponselku, apakah aku harus mencoba menghubunginya? Ah benar.. aku harus menghubunginya..

“Yoboseyo”Aku mendengar suara seorang yeoja diujung sana

“Yoboseyo.. “

“Nuguseyo” Ia bertanya dengan suara lembutnya, apakah ini yeoja yang bersama Minho saat itu?

“Oppa ada yang meneleponmu, bangunlah..” Aku mendengar suaranya, apakah mereka tidur ditempat yang sama? Apakah mereka sudah menikah??

 

***

 

( Jiyeon Pov )

Aku tersenyum dibalik gaun indah ini, aku duduk sendiri dengan beberapa orang yang mendandaniku disebuah ruangan besar dan berwarna putih. Pernikahan kami pasti dihadiri oleh orang-orang penting dan juga pasti diliput oleh beberapa media.. OMO >.< aku malu..

Aku menghela nafas tegang.. aku tidak sabar menemui Minho oppa..

Btw.. siapa yeoja yang kemarin menghubunginya? Apakah yeoja itu lagi? Aigoo.. ia tidak tahu bahwa Minho Oppa sudah mempunyai kekasih =_= Aku menatap diriku dengan senyum. Kau yeoja cantik jiyeon >.<

Eomma dan Appa masuk dengan berpakaian rapi. Appa menatapku dengan mata berkaca-kaca seakaan ingin menangis..

“Ya Oppa.. jangan permalukan dirimu dengan menangis” Gerutu eomma

“ Ya Chagiya,, aku tidak mau anakku duluan pergi.. aku masih ingin menimangnya seperti saat ia kecil”

“-_- Oppa Jiyeon bukan anak kecil lagi”Ucap eomma  sambil menarik-narik lengan jas Appa , membuat Appa menampilkan wajah cemberutnya. Aku senang melihat appa kandungku, ia sangat mirip dengan sifatnya beberapa tahun yang lalu.. Aku memeluk mereka secara bergantian. Aku merindukan masa-masa kecilku bersama Appa dan eomma..

 

***

 

Aku dan appa memasuki sebuah ruangan, dimana seorang namja tengah berdiri menungguku dengan senyum dibibirnya. Wajahnya terlihat sangat cerah dan bijaksana membuatku bertambah mencintainya.. Aku berjalan mendekatinya, hingga tangannya terulur untuk menggenggam tanganku. Appa memberikan tanganku untuknya dan aku bersama Minho Oppa berjalan ke hadapan pendeta.

Acara itu berlangsung dengan sangat lancar. Sekarang aku dan Minho Oppa berdiri sambil menyalami tamu-tamu yang hadir. Pengusaha-pengusaha sukses berada disini..

Seorang namja terlihat berjalan kearahku dan Minho Oppa..

“Chukkae..”

“Kau” Ucap Minho Oppa dengan dingin

“Jiyeon-ah , Mianhae Jika aku membuatmu bersedih dengan memaksamu menikah denganku dan aku juga sangat menyesal dengan kelakuanku padamu selama ini”Ucap Kyuhyun

“Gwenchana Oppa”Ucapku..

“Kau memanggilku Oppa”

“Karena kau lebih tua dariku” Ia memelukku , awalnya aku terkejut.. tetapi akhirnya aku tersenyum .. ini adalah pelukan persahabatan. Aku mendengar deheman Minho Oppa

“Maaf Tuan, tetapi bisa kah kau sedikit menjaga jarak”Dingin Minho Oppa

“Oppa-“
TBC

Otthokae?? Apakah tidak sesuai ? Sisa satu part lagi, maka ini FF bakal ENDING :D Gomawooo untuk yang menanti Fanfiction Abal-abal ini ^^ Gomawoooooooooo “* Jangan lupa RCL..

l’ll Be There [ One Shoot ]


collage

Tittle : I’ll be There

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad Romance

Type : One Shoot

Rating : General

( Main Cast )

  • Choi Minho
  • Park Jiyeon
  • Im YooNa

( Other Cast )

  • All

Annyeong ^^ Author kembali membawa Fanfiction One Shoot Milik Author.. Semoga Fanfiction ini berkesan ne ^^ Gomawooo ~

 

***

( Author Pov )

Seorang yeoja terlihat memetik beberapa bunga indah didepannya. Senyum tak lepas dari wajahnya, yeoja yang terlihat sangat ceria..

Yeoja itu berlari kesana kemari dipadang rumput yang menyimpan sejuta kenangan bagi yeoja itu.

Dari kejauhan terlihat seorang namja tengah menggonceng yeoja dibelakangnya membuat yeoja yang berlarian di padang rumput itu terdiam..

Ada rasa sakit dihatinya, tetapi apa daya? Ia hanya teman bagi namja tampan itu. Yeoja itu melambai pada dua orang yang terlihat saling mencintai dan terlihat tidak menanggapinya.

‘Tenanglah Park Jiyeon’Batin yeoja itu menyemangati dirinya..

Perlahan dua orang itu menghilang dari pandangan yeoja bernama Park Jiyeon itu. Jiyeon tersenyum kecil. Ia kembali ke kegiatan awalnya memetik bunga-bunga indah yang ada dipadang rumput besar itu..

***

Aku mencintaimu..

Walaupun kau hanya menganggapku teman..

Yeoja itu, Park Jiyeon menatap namja didepannya dengan senyum yang dipaksakan. Lagi-lagi namja itu menceritakan tentang gadis kota yang datang ke Desa mereka. Jiyeon hanya dapat tersenyum kecil..

‘Dulu kau bilang aku adalah yeoja yang selalu ada dihatimu, Choi Minho kau Pabo’ Batin jiyeon sambil menatap namja didepannya

Namja itu terus bercerita hingga hari sudah semakin larut dan namja bernama Minho itu pamit untuk pergi menemui gadis kota yang datang ke desa mereka bernama , Im Yoona.

Setelah namja itu pergi, Jiyeon menangis dengan derasnya. Hatinya sungguh sakit mendengar cerita dari namja yang sudah lama ia cintai itu, ia sakit mendengar namja itu mengatakan bahwa namja itu mencintai Im Yoona.

‘Babo!Babo! Mengapa kau tidak menyadari perasaanku’ Batin Yeoja itu sambil menghapus air matanya.

‘Babo!Babo! Mengapa kau tidak menyadari perasaanku’ Batin Yeoja itu sambil menghapus air matanya.

Jiyeon berjalan pergi meninggalkan Padang Rumput tempat ia dan Minho sering bertemu. Tempat mereka bertukar cerita dan saling tersenyum satu sama lain. Jiyeon berjalan dengan tertatih..

‘Tuhan, tolong sampaikan pada-nya bahwa aku sangat mencintainya’

***

Please look at me, look at me, look at me

I feel you, I feel you, I feel you like this

I tried to hold onto the way you speak, your smile

I tried to hold on to you

 

Jiyeon terpaku melihat namja didepannya yang tengah tertawa dengan riangnya. Yang terlihat sangat bahagia

“Yoona menerimaku, Gomawoo Jiyeon-ah. Aku yakin semua ini karena doa dan dukunganmu. Kau adalah sahabat terbaikku dan aku tidak akan pernah melupakanmu”Ucap Minho sambil menatap Jiyeon dengan tatapan bahagia dan berterimakasih.

Minho memeluk tubuh mungil Jiyeon dengan erat seakan Jiyeon adalah yeoja yang sangat berjasa akan hubungan percintaannya dan Yoona..

In the place we were together

In the moments that I started to resemble you

I was so happy just by walking in the rain with you

But you’re not here, you’re not here

How can I live as I erase you?

In the times we walked together

In the places where the memories and lingering attachments were made

I’m standing there because I miss you so much

***

( Jiyeon Pov )

08 Desember 2002

Aku duduk sendiri di tengah Padang rumput menunggunya, hari ini adalah hari ulang tahunnya dan ia berjanji akan merayakannya bersamaku. Tetapi aku tidak menemukannya sama sekali, tidak ada tanda-tanda kehadirannya ..

Aku menoleh kesana kemari mencari kehadirannya..

Sudah ku duga,, ia tidak akan datang, ia pasti merayakannya bersama Yoona. Belakangan ini ia jadi melupakanku seolah aku tidak ada, ia sering melanggar janjinya padaku. Aku tahu bahwa aku hanya ‘Sahabatnya’ tetapi apakah ia bisa menghargai diriku sedikit..?

Ada hal yang ingin ku katakan padanya, aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya. Waktu ku tidak lama lagi, aku tidak ingin meninggalkannya saat ia tidak tahu perasaanku padanya.. ia harus tahu perasaanku ..

Sakit! Rasa sakit yang luar biasa, aku memegang jantungku dengan sangat kuat. Aku mengambil sebuah obat dari kantung bajuku.. Obat ini pun sudah tidak berfungsi, rasa sakit itu semakin menjadi.. Minho Jebal.. datanglah

Aku tidak ingin, maut merenggut nyawaku sebelum aku bertemu denganmu..

***

( Author Pov )

“Jangan pergi”

“Yoona-ah , Jebal.. aku harus pergi , Jiyeon menungguku”

“Ia pasti sudah pulang, temani aku disini saja.. aku yeojachingumu sedangkan ia hanya sahabatmu! Ia tidak penting untukmu” Ucap Yoona yang sudah setengah mabuk sambil memegang tangan Minho dengan manja. Ya, sekarang mereka sedang berada dirumah Yoona sambil merayakan ulang tahun Minho dengan Soju..

Ucapan Yoona seakan membuat Minho menyadari sesuatu. Namja itu menatap Yoona dengan lekat. Namja itu terus memandang wajah Yoona seakan mencari sesuatu..

“Lepaskan aku”

“Shireo!”

“Jebal..”

“Kau pilih yeoja itu atau aku”

“Aku… Aku” Minho menghela nafas pelan, ia yakin pilihannya kali ini sangat tepat..

“Aku memilih Jiyeon”

“Mwo”

“Aku..Aku tidak ingin kehilangannya, sejak awal aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Jika aku jatuh cinta, aku tidak akan mengobrankan Jiyeon aku tidak akan ingin kehilangannya, ia satu-satunya orang yang mengerti diriku. Mianhae Yoona-ah”Minho pergi dengan hati yang sakit..

Ia mencintai Yoona, tetapi baginya Jiyeon adalah hal paling berharga didalam hidupnya..

Minho berlari dengan cepat , walaupun udara sangat dingin. Ia yakin bahwa Jiyeon masih menunggu dirinya. Langkahnya terhenti saat melihat seorang yeoja tengah berbaring dengan tangan memegang sebuah kertas..

***

Seorang namja terlihat berjalan ditengah hujan deras yang membasahinya. Tidak ada senyum diwajah namja itu, ia memegang sebuah kertas ditangannya.. kertas yang hampir luntur terkena hujan.

Mianhae Minho-ah aku tidak bisa menunggumu lebih lama lagi. Kau Pabo! Kau membiarkan yeoja menunggumu ditengah malam yang dingin.. hehe aku hanya bercanda ..

Aku senang jika kau memang bahagia dengan pilihanmu.. aku ingin mengatakan sesuatu..

Aku.. Aku menyukaimu.

Ah… aku malu, kau pasti sangat merasa jijik padaku. Aku tahu, dan aku ingin meminta maaf padamu. Maaf jika selama ini aku bukanlah sahabat yang baik untukmu. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu dari kita kecil sampai sekarang..

Mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah tidak disampingmu. Tapi percayalah bahwa aku akan selalu hidup dihatimu.. O Iya.. selama aku pergi, aku berharap kau selalu menjaga Padang Rumput itu dan jangan lupa untuk merawat bunga-bunga yang ada disana..

Aku sangat menyukai bunga-bunga itu, Mian jika merepotkanmu..

Selamat Tinggal..

Namja itu berlari kearah sebuah makam, namja itu menangis diderasnya hujan. Namja itu terduduk disebuah makam yang bertuliskan ‘Park Jiyeon’ ..

“Mianhae..”

“Aku salah..”

“Jiyeon-ah,, Saranghae”

“Jiyeon-ah aku mohon kembalilah, aku janji akan selalu berada disisimu.. jangan tinggalkan aku..”

“Jebal..”

“Tidak ada yang bisa menggantikanmu.. aku mohon kembalilah”Minho terus berbicara sendiri. Seakan ucapannya bisa kembali menghidupkan Jiyeon.Tanpa Minho sadari seorang yeoja memperhatikannya dari jauh… ada sorot kesedihan diwajah yeoja itu..

‘Choi Minho.. cukup.. mengapa kau menangisi yeoja yang belum tentu akan kembali’batin yeoja yang tidak lain adalah Yoona.. Yoona menatap Minho dari kejauhan tanpa berniat mendekatinya.

“Walaupun aku sudah tidak berada didunia, aku akan selalu berada dihatinya. Dihati Choi Minho”-Jiyeon

“Jika aku bisa, aku ingin mengulang waktu. Aku ingin kembali ke Masa lalu yang indah saat aku bersama Jiyeon”-Minho

“Aku mencintainya, tetapi aku sadar bahwa ia hanya menatapku sebagai seseorang yang ia sukai bukan orang yang ia cintai..”-Yoona

END

Akhirnya Fanfiction yang author buat selesai juga, Mian Jika Fanfiction yang Author buat agak sedikit kurang jelas dan kependekkan karena Fanfiction ini Author buat dalam waktu setengah jam..

Mian juga kalau Ada kesamaan cerita, Fanfiction ini benar-benar buatan author dan bukan Plagiat ! Mohon Komentar dan Saran nya Gomawo~

#Buing-Buing