Strong : 4. Broken heart


​Main Cast : 
Park Jiyeon
Choi Minho

Author :
Isabelamargareta

Note : Annyeong! Cepetkan author postnya hehee :v terimakasih sudah memberikan komentar positif dan panjang dipart kemarin. Kalau komentarnya panjangkan author lebih semangat nulis jangan cuman “next” ” seru thor” dan sebangsanya. 
Terimakasih untuk readers setiakuhhh… ku persembahkan ff ini dan semoga gak mengecewakan. Byeeeeee

***

Ia membuka matanya perlahan, ia menyerit saat mencium bau obat-obatan disekelilingnya dan rasa sakit yang mengumpul dikaki kanannya. Ia kembali teringat kejadian beberapa saat yang lalu saat Yuri menendang kakinya dengan sangat keras yang menimbulkan bunyi patah yang lumayan mengerikan. 
Seorang namja terlihat tertidur pulas diatas sofa rumah sakit, wajahnya terlihat begitu damai. Entah apa yang akan terjadi padanya jika namja itu tidak datang dan melindunginya, mungkin bukan hanya kakinya yang menjadi korban. 
Yuri menendang kakinya terlalu keras hingga membuatnya harus dirawat untuk beberapa hari. Sepertinya ia selalu salah dalam mengambil keputusan hingga tidak bisa memperkirakan hasil dari keputusannya.
Matanya melirik kearah pintu berharap seseorang datang dengan wajah khawatir menjenguknya, namun orang yang ia harapkan tidak menampakan batang hidungnya sejak ia dirawat . Setelah Yuri menginjak kakinya dan menendang kepalanya, ia tidak sadarkan diri semua gelap seketika. Saat ia membuka mata , orang yang pertama kali ia lihat ada myungsoo dan eommanya.

Eommanya mengatakan bahwa Myungsoo membawanya kemari dan ia bersyukur Myungsoo lumayan cerdas dengan mengatakan bahwa ia tidak sengaja terjatuh dari tangga dan menimbulkan cidera dikaki dan lebam dikepalanya. Eommanya awalnya menyimpan kecurigaan namun akhirnya mengangguk seolah ia mengerti.
Sudah hampir seminggu dan Minho tidak pernah menjenguknya, ia merindukan namja itu. Mungkin Minho begitu kecewa padanya hingga tidak memperdulikan keadaannya dan kenyataan itu menamparnya. Mengapa namja itu begitu kecewa hanya karena masalah yang tidak lebih besar dari kekecewaan yang sering namja itu timbulkan untuknya? 

Apa mungkin ia keterlaluan? Apakah mungkin Minho memang benar-benar mencemaskannya hingga namja itu sangat marah. Jiyeon memeriksa ponselnya berharap Minho mengirimkan beberapa pesan untuknya dan mungkin menghubunginya dan hanya keheningan yang ia dapatkan.

Sudah seminggu terbaring dikasur rumah sakit membuatnya sangat bosan, dan dokter mengatakan bahwa lusa ia dapat pulang namun dengan kaki yang diberi gips dan diperban. Untung saja hanya beberapa tulang kakinya yang patah dan tidak menimbulkan hal sangat fatal, namun ia harus membawa tongkat kemana-mana dalam sebulan ini hingga kakinya dapat pulih seperti semula.
Myungsoo masih tertidur dengan nyaman dan hal itu membuat senyuman kecil dibibir Jiyeon. Myungsoo begitu baik padanya dan ia berharap dapat membalas kebaikan namja itu padanya suatu saat nanti.

***

Jiyeon membuka matanya dan menatap sekitarnya dengan pandangan mencari dan beberapa saat kemudian ia menghela nafas pelan. Tidak ada siapapun diruang rawatnya, eommanya pulang untuk membuatkan makanan untuknya dan Myungsoo pulang untuk kembali beraktifitas disekolah, biar bagaimanapun Myungsoo adalah Ketua Osis dan tidak mudah meninggalkan tugasnya walaupun hanya sehari.
Tangannya bergerak untuk memegang bibirnya, ia bermimpi Minho datang menjenguknya dan memberikan ciuman dibibirnya. Namun sepertinya ia hanya bermimpi, karena namja itu sudah tidak perduli lagi dengannya. Terbukti dengan pesan yang selalu Jiyeon kirimkan dan hanya dibaca oleh namja itu tanpa berniat membalasnya.

Jiyeon hanya menginginkan sebuah kepastian, apakah Minho tetap mempertahankan hubungan mereka atau mengakhiri semua ini dan membuat Jiyeon jatuh ke lobang terdalam yang mereka buat. Jiyeon tidak yakin ia dapat mencintai lagi setelah ini, karena hanya Minho namja yang paling dan sangat ia cintai.

Saat ia sedang melamun, Myungsoo datang dengan masih menggunakan baju seragam sekolah sambil menenteng beberapa plastik ditangannya dan mengangkatnya dengan senyuman. Jiyeon membalas senyuman Myungsoo dengan senyuman kecil dan lemah miliknya.
” bagaimana rasanya?”

” tidak terlalu buruk.” Jawab jiyeon sambil terkekeh.

” ya tidak terlalu buruk walaupun kakimu hampir melayang.”
” tidak sampai separah itu.” Jiyeon menghela nafas sambil menatap kesal kearah myungsoo yang tertawa. Myungsoo mengambil posisi duduk disamping kasur Jiyeon dan membuka plastik belanjaannya dan mengeluarkan isinya.
” aku memberikan beberapa cemilan, kau mungkin bosan dan aku juga membelikan beberapa buah-buahan.” Myungsoo meletakkan barang-barang itu satu persatu kedalam rak yang sudah disiapkan. Jiyeon menatap namja itu dengan lekat.
” aku tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikanmu.”
” kau hanya perlu selalu tersenyum dan bahagia, dengan itu kau bisa membalas semua kebaikanku.” Myungsoo memberikan senyuman pada Jiyeon dan mengacak rambut yeoja itu dengan gemas.
” kau terlihat menggemaskan dengan ponimu dan rambutmu yang sekarang, ada baiknya kau tidak perlu mengikatnya.”
” aku tidak terbiasa membiarkan rambutku terurai jika berada diluar rumah.”
” apakah Minho yang melarangmu?” Tanya Myungsoo, jiyeon menghela nafas dan mengangguk. ” ia hanya tidak mau orang-orang melihat rambutku, ia begitu mencintai rambutku. Of course hanya rambutku.” Jiyeon menatap sedih kearah Myungsoo.
” mau mendengar kabar terbaru tentang Minho?” Myungsoo menatap Jiyeon dengan iba.
” ada apa dengannya?”
” Kau tahu? Kau adalah yeoja yang kuat, kau bisa bertahan dari segala macam rasa sakit dan kau bisa melewati ini semua aku yakin.”
” ada apa sebenarnya?” Jiyeon merasakan perasaannya mulai tidak enak.
” cinta tidak harus memiliki, dan jika kalian harus memiliki kalian harus melewati ribuan ancaman dan rasa sakit. Aku tahu minho mengambil keputusan yang baik, namun tidak tepat. Dia sama saja membunuh dirinya.”
” ada apa sebenarnya!” Tanya Jiyeon tidak sabar.
” Mereka akan betunangan bulan depan.”
***
Hari itu setelah hampir dua minggu absen akhirnya untuk pertama kalinya Jiyeon kembali kesekolah dengan kaki yang diperban dan sebuah tongkat ditangannya. Tatapan para murid membuatnya merasa tidak nyaman walaupun Myungsoo berjalan disampingnya dan membantunya, matanya bergerak kesana kemari berharap bertemu sang pujaan hati namun ia harus menelan kekecewaan saat ia tidak menemukan Minho dimanapun.
Saat diparkiran ia melihat mobil namja itu namun ia tidak melihatnya dimanapun. Setelah kabar pertunangan itu, jiyeon menjadi lebih sabar dan ikhlas menerima keputusan Minho. Jika namja itu memang ingin semua berakhir, ia sangat rela karena ia mencintai Minho bukan menekan namja itu. Seperti yang Myungsoo katakan, cinta tak harus memiliki dengan melihatnya bahagia Jiyeon merasa ikut bahagia walaupun namja itu tidak berakhir dengannya.
Saat ia masuk kekelasnya dan mengikuti pelajaran sampai bel istirahat berbunyi, ia tidak menemukan kehadiran Yuri dan teman-temannya dikelas itu. Bahkan saat Song Songsaengnim menyebut daftar kehadiran kelas, nama Yuri tidak dipanggil begitu juga dengan teman-temannya. Entah apa yang terjadi setelah ia pingsan saat itu, apakah Myungsoo mengancam Yuri hingga Yuri diberhentikan atau semacamnya?
Seperti yang dijanjikan oleh Myungsoo, saat istirahat namja itu datang kekelasnya dan membantunya untuk pergi ke kantin sekolah. Myungsoo dengan berhati-hati membantunya berjalan dan beberapa kali saat ia akan terjatuh Myungsoo menolongnya.
Baru saja ia menginjak lantai kantin, dari jauh  ia bisa melihat seorang namja dan seorang yeoja yang duduk disebuah meja dan terlihat begitu mesra. Lebih tepatnya seorang yeoja terlihat tersenyum kearah namja dihadapannya dan terlihat memberikan suapan dan cubitan gemas kearah pipi namja dihadapannya dan Jiyeon merasakan matanya memanas.
Tidak sepantasnya ia cemburu.
Ia tahu itu.
“Kau cemburu”
Hm…
Jiyeon menoleh kearah Myungsoo dan menggeleng dengan keras hingga kepalanya seolah akan lepas dari tubuhnya dan membuat kepalanya terasa sakit. Myungsoo hanya memberikan senyuman tipis untuknya.
Mereka mengambil tempat persis diseberang meja Minho dan Naeun, entah bagaimana mereka seolah menyadari kehadiran Jiyeon dan Myungsoo. Jiyeon menatap kearah Minho dengan tatapan penuh harap dan Minho malah menatap Myungsoo dengan tatapan yang sulit diartikan kemudian kembali terfokus dengan Naeun.
” bodoh.” Hanya itu yang keluar dari bibir Myungsoo sebelum akhirnya sibuk dengan makanan yang telah mereka pesan.
Jiyeon mendesah, sepertinya ia memang terlalu banyak berharap.
” siapa yang bodoh?” Tanya Jiyeon.
” hanya seorang namja malang dengan pikiran yang terlalu pendek.” Jawab Myungsoo dengan sedikit nada mengejek, Jiyeon dapat melihat tubuh Minho yang menegang namun namja itu sama sekali tidak berbalik untuk menatap kearah mereka.
” siapa tepatnya?”
” ehmm… hanya seseorang.” Jawab Myungsoo dengan cuek dan memasukan makanan kedalam mulutnya.
” ayo makan! Setelah ini kau harus meminum obatmu.”
” arraseo.”

***

Taman sekolah benar-benar sepi karena hampir seluruh muridnya sudah pulang kerumah masing-masing, namun Jiyeon masih duduk dan menunggu seseorang sambil menatap jam ditangannya dengan gelisah. Hampir 2 jam ia menunggu dan orang yang ia tunggu tak kunjung datang membuat banyak pertanyaan bersarang diotaknya, kemanakah namja itu? Apakah Minho memang sudah tidak memperdulikannya lagi?
Jiyeon menatap pesan yang ia kirimkan melalui Line Messenger, namja itu membaca pesan yang ia kirimkan tadi. Ia ingin bertemu dengan Minho dan ia hanya ingin mengetahui kejelasan hubungan mereka, jika memang harus berpisah setidaknya mereka harus berpisah dengan baik-baik. 
Sejak tadi Myungsoo menghubunginya dan mengatakan bahwa namja itu akan menjemputnya jika Jiyeon sudah selesai dengan urusannya, Myungsoo memang sangat perduli padanya dan hal itu malah membuat Jiyeon merasa sangat tidak enak hati. Ia seolah memanfaatkan Myungsoo.
” apakah semuanya belum cukup jelas.”

 Jiyeon terkejut saat mendengar suara yang datang dari arah belakangnya. Disana Minho berdiri sambil menatapnya dengan tatapan yang begitu dingin , namun bukan itu yang menarik perhatian Jiyeon. Memar yang ada diwajah Minho lebih menarik perhatiannya, dan sedikit darah disudut bibir namja itu.
” apa yang terjadi denganmu.”
” apa yang terjadi padaku bukan urusanmu. Kita sudah berakhir. Apakah kau tidak bisa mengerti?”
” apakah kesalahanku tempo lalu begitu membuatmu marah? Aku minta maaf, aku tidak bermaksud terlalu menuntutmu. Aku-”
” cukup. Aku tidak perlu mendengarkan ucapanmu karena kita sudah berakhir, kita berakhir Jiyeon. Sekarang sebaiknya kau pulang, dan aku bisa pergi untuk menemui Naeun karena kau membuang waktuku.” Minho mengucapkan hal itu dengan menatap kearah lain. Jiyeon berjalan tertatih kearah namja itu dengan air mata yang berlinang.
” Minho, tatap aku dan katakan bahwa kau memang tidak ingin aku berada dihidupmu lagi.” Saat tatapan mereka bertemu, Jiyeon melihat begitu banyak kesedihan dimata namja itu sebelum digantikan dengan sorot mata yang begitu dingin. Minho menghentakkan tangan Jiyeon dari wajahnya dan rahang namja itu mengeras.
” Mulai sekarang! Aku tidak ingin kau berada didekatku lagi.” Seketika air matanya kembali bercucuran , Minho berbalik dan berjalan menjauh.
” pulanglah Jiyeon, dan lupakan semua tentang kita.”
” Minho, aku tidak bisa. Aku …”
” sudah cukup!” Bentak Minho dan berbalik. Jiyeon berjalan mendekat dengan tertatih.
” aku..aku mencintaimu.” Bisik jiyeon dengan penuh rasa sakit. Jiyeon bisa melihat keterkejutan diwajah namja itu sebelum kembali tak tersentuh. Tangannya terangkat untuk menangkup wajah namja dihadapannya. 
” aku tidak membutuhkan cintamu.” Minho menghentakkan tangan Jiyeon, Dan setelah itu namja itu pergi meninggalkannya sendiri dengan semua rasa sakitnya. Jiyeon tahu ia memang sudah jatuh semakin dalam kedalam lobang perasaan yang ia buat. Ia terjatuh dan menangis sambil meraung, mengapa nasibnya harus semalang ini?
” sudahlah , kalian memang tidak ditakdirkan bersama.” Myungsoo muncul dan menyelimuti tubuh Jiyeon dengan jaket miliknya. Jiyeon menangis didalam pelukan hangat Myungsoo yang menatap iba kearah jiyeon, ia meraung dan mengucapkan kata-kata sakit hati tak jelas dari bibirnya.
” aku mencin…tainya.. sungguh..”
” jika memang berjodoh, tuhan akan menyatukan kalian.”
” aku tidak bisa jauh darinya.”
Myungsoo mengeratkan pelukannya ditubuh Jiyeon dan menatap kearah tembok yang membatasi taman dengan koridor sekolah. Ia tidak pernah tahu bahwa cinta dapat semenyakitkan ini.

***

” Myungsoo.” Myungsoo menghentikan langkah kakinya saat mendengar suara eommanya, namja itu menoleh dan menatap kearah eommanya yang terlihat memegang sebuah undangan mewah ditangannya.
” ya?”
” besok, kau tidak pergi kemanapun kan?”
” wae?”
” Sepupumu akan bertunangan besok, dan eomma harap kau bisa hadir. Kalian memiliki hubungan yang buruk belakangan ini, setidaknya kau hadir dalam acara pertunangannya.”
” dia akan bertunangan secepat ini?” Myungsoo menatap terkejut kearah eommanya.
” ya, dengan puteri dari keluarga Kim Sang Wo. Kim Naeun.” Eommanya terlihat membolak-balik undangan ditangannya dengan antusias.
” di usianya yang sangat muda ia harus terikat dengan seorang yeoja. Apakah kau tidak tertarik Myungsoo?”
” tidak, aku akan mencari jodohku sendiri.” Eommanya hanya tertawa dan memberikan tepukan dipundaknya dengan gemas. 
” carilah yeoja yang benar-benar kau cintai Myungsoo, kau tahu eomma dan appa akan selalu mendukung pilihanmu. Dari manapun asalnya jika kau merasa nyaman, itu tidak akan menjadi masalah untuk kami.” Myungsoo memberikan pelukan penuh sayang kearah eommanya dan mencium pipi eommanya.
” eomma, kau adalah eomma terbaik yang pernah ada.”
” dan kau adalah anak paling membanggakan untuk kami.”
Myungsoo melepaskan pelukannya dan pergi kekamarnya untuk berganti pakaian, ia menatap layar ponselnya yang menampilkan foto seorang yeoja yang sedang tersenyum dengan begitu cantik. Ia jatuh cinta dengan yeoja itu sejak lama, sejak ia masih duduk dibangku sekolah menengah pertama.
Namun yeoja itu hanya terpaku dengan seorang namja, bahkan walaupun ia cukup popular disekolahnya yeoja itu tidak mengenalnya sama sekali hingga ia masuk disekolah yang sama dengan yeoja itu dan mulai mendekati yeoja itu dengan hobi yang sama.
Myungsoo tidak menyukai lukisan sama sekali, ia lebih menyukai musik dan bermain basket. Namun dengan lukisan dan sedikit kebohongan yang buruk ia berhasil mendekati yeoja itu, ia berpura-pura menjadi namja menjijikkan demi membuat yeoja itu nyaman jika berada didekatnya. Karena jika tidak seperti itu, Jiyeon akan menganggapnya sama seperti namja-namja lain yang memandang yeoja dari penampilannya.
Ia mengenal jiyeon sejak sekolah menengah pertama, namun yeoja itu hanya menganggapnya seolah ia hanya angin lewat. Ia selalu memperhatikan Jiyeon dari jauh, yeoja berkacamata yang berhasil menarik perhatiannya karena suatu kejadian yang membuatnya langsung jatuh hati pada gadis itu.
Saat itu seperti biasa ia membolos dijam pelajaran matematika, ia cukup nakal hingga membuat orang tuanya beberapa kali dipanggil untuk menghadap walikelasnya. Ia jelas berbeda dengan sepupunya yang begitu taat aturan, Minho selalu taat dengan semua aturan disekolah karena Minho dan keluarganya adalah kumpulan orang-orang yang mengutamakan kesempurnaan dan kehormatan. 
Minho selalu mendapatkan peringkat umum dan selalu terpilih menjadi kapten tim basket sekolah dan apapun kegiatan yang ia ikuti. Myungsoo tidak pernah merasa iri sebelumnya, hingga saat ia jatuh cinta dan ternyata gadis yang ia cintai malah jatuh cinta pada Minho.
Sesuatu hal tumbul dalam dirinya, ia menjadi begitu membenci Choi Minho dan begitu merasa iri karena mengapa gadis itu malah menyukai Minho daripada dirinya. Namun, belakangan ini ia sadar bahwa Minho telah berubah dan rasa kesal serta amarahnya menghilang begitu saja saat tahu kenyataan sesungguhnya.
Ia tahu bahwa Minho memang lebih pantas dicintai oleh jiyeon , Minho lebih pantas dibandingkan dirinya.
Karena jika ia berada diposisi Minho saat ini, ia akan lebih memilih untuk mati.
Namun, seperti yang sering orang-orang katakan. Saat kau jatuh cinta, kau akan mengorbankan seluruh nyawamu. Dan hanya Minho yang akan melakukan hal itu, tidak ada orang yang bisa sebodoh dan segila Minho.
***

FLASHBACK POV
Kruk!
Myungsoo menginjak ranting hutan belakang sekolah dan berlari masuk kedalam hutan saat mendengar suara panggilan dari gurunya yang meneriaki namanya agar tidak bolos. Myungsoo berlari semakin masuk hingga langkahnya memelan saat melihat seorang yeoja tengah mencoba atau bisa dikatakan berusaha naik keatas pohon dengan begitu susah payah.
Ia hanya melihat dan memantau dari jauh, ia tidak mengerti apa yang sedang dilakukan yeoja aneh itu. Namun saat ia menatap kearah atas, ia bisa mengerti mengapa yeoja itu nekat naik keatas pohon
Yeoja itu berusaha menyelamatkan seekor kucing kecil. Kucing malang yang terjebak diatas pohon
Bagaimana bisa ada gadis sebodoh itu, ia bisa saja mengalami patah kaki jika terjatuh dari atas pohon tinggi itu. Myungsoo berjalan mendekat kearah pohon saat yeoja itu berhasil meraih kucing kecil itu dan terlihat bingung , ia tahu cara naik namun tidak dengan turun.
” hei.” Yeoja itu terkejut melihat kehadirannya.
” kau bisa turun?” Myungsoo bertanya dengan nada geli saat melihat wajah kaku yeoja itu. Yeoja itu terdiam sesaat dan menatap kearah bawah dengan ragu dan menggeleng tidak yakin.
” sepertinya aku tidak bisa turun.”
” lemparkan kucing itu padaku.”
” nde?”
” aku akan menangkapnya dan setelah itu jatuhkan dirimu dan aku akan menangkapmu.” Tawa Myungsoo. Yeoja itu tampak ragu dan mengigit bibir merah alaminya dengan tidak yakin, Myungsoo tahu gadis itu cantik walaupun ditutupi dengan kacamata tebal dan beberapa jerawat yang tumbuh dikulit wajahnya.
” aku berat.”
” aku cukup kuat menahanmu.” Ucap Myungsoo sambil memperhatikan tubuhnya yang memang lebih tinggi dari namja-namja seusianya.
” kau yakin?”
” jika aku tidak yakin aku tidak akan berdiri disini seperti orang bodoh.” Yeoja itu dengan segera mengulurkan kucingnya dan menjatuhkannya tepat ke pelukan Myungsoo, Myungsoo menurunkan kucing nakal itu dan bersiap-siap menangkap tubuh yeoja itu. Ia tidka mengerti mengapa ia mau menolong yeoja nerd itu, biasanya ia akan masuk kedalam kelompok pembully jika berurusan dengan manusia nerd semacam yeoja ini. Saat sekolah dasar, ia dan Minho masuk dalam satu geng dan setiap hari mereka selalu membuat keributan dengan anak-anak berkacamata pemalu disekolah mereka dan tidak jarang kelakuan mereka membuat beberapa guru gemas.
” cepatlah.”
” ba..baiklah.” dan gadis itu melompat, dengan mudah Myungsoo menangkap tubuh yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil itu. Yeoja itu menatapnya dengan terkejut, selama beberapa detik Myungsoo memperhatikan wajah itu dari dekat dan….
Demi dewa dewi uttaran! Gadis itu benar-benar cantik! 
Dia tidak menyadarinya sebelum ia benar-benar melihat wajahnya dari dekat.
Ia terpesona…
Namun rasa kagumnya seketika buyar saat yeoja itu mendorong tubuhnya dengan terkejut dan mengucapkan terimakasih dengan nada kikuk kemudian kembali masuk ke sekolah dengan wajah malu dan memeluk kucing tadi dipelukannya. Myungsoo menatap punggung yeoja yang menjauh itu dengan senyuman lucu.

” dia cantik.” Bisik Myungsoo dan tersenyum.

Kemudian setelah hari itu ia selalu mencari informasi tentang gadis misterius yang ternyata bernama lengkap Park Jiyeon , salah satu murid beasiswa. Beberapa saat setelah ia mulai menyukai gadis itu, ia mengetahui fakta yang mencengangkan. Gadis itu ternyata adalah….

Kalian tahu, apa yang terjadi diantara Jiyeon dan minho.

Hal itu membuat Myungsoo merasa patah hati namun ia terlanjur jatuh cinta hingga ia tidak akan menyerah untuk mendapatkan Jiyeon. Awalnya ia dan minho bersahabat dekat dan berteman layaknya saudara kembar, namun sebuah kejadian membuat Minho memusuhinya.

Minho tidak sengaja menemukan ruang rahasianya yang berisikan foto-foto yang ia ambil secara diam-diam dan sejak itu Minho menganggapnya sebagai seorang musuh.
Flashback Off
*** 

” Kau mau menemaniku?” Myungsoo bertanya dan menatap wajah ragu jiyeon, yeoja itu menyeruput minuman dingin dihadapannya. 

” tapi aku tidak memiliki pakaian yang bagus.” Jiyeon mendesah pelan, Myungsoo tersenyum.
” tenang saja, aku sudah mengirimkan gaun kerumahmu. Mungkin sekarang sudah sampai.” Myungsoo menatap jam ditangannya, mata Jiyeon terbelalak karena terkejut. Myungsoo dapat melihat dengan jelas betapa sembabnya mata Jiyeon, ia yakin yeoja itu menangis semalaman penuh setelah cintanya ditolak oleh si bodoh choi Minho.
” mwo?”
” kau harus menemaniku untuk datang ke acara ini. Ini hanya acara pertunangan salah satu saudaraku, kau tenang saja.”
” tapi aku tidak pantas disana.”
” siapa yang bilang kau tidak pantas? Hanya karena mereka mengenakan baju yang lebih mahal darimu bukan berarti mereka lebih baik dan lebih pantas darimu.” 
” tapi-”
” sebagai seorang sahabat kau tidak mungkin membiarkanku untuk pergi sendiri bukan?” Jiyeon menggigit bibir bawahnya dengan ragu dan akhirnya mengangguk setelah melihat wajah kecewa yang ditunjukan Myungsoo.
” baiklah.”
” kau memang sahabatku!” Myungsoo tersenyum girang dan merangkul bahu Jiyeon dengan penuh keakraban. 
Kemudian terdengar bunyi lonceng yang menandakan bahwa pelajaran selanjutnya akan dimulai, Jiyeon bangkit berdiri dan kembali kekelasnya meninggalkan myungsoo yang tersenyum janggal.
‘ jika aku tidak bisa memilikimu, kau harus memiliki kebahagiaanmu.’ 
Myungsoo bangkit berdiri.
***
” aku pulang!” 
Jiyeon meletakkan sepatunya dan masuk kedalam rumahnya, ia menyerit saat tidak mendengar jawaban dari eommanya. Karena ia tadi melihat sepatu eommanya dan itu berarti eommanya sedang berada dirumah. Jantungnya berpacu dengan cepat saat melihat pintu kamarnya yang terbuka, kemudian ia mendekatinya.
Dan yang ia temukan membuatnya terdiam kaku ditempat. Eommanya berdiri disamping kasurnya dan menggenggam sesuatu ditangannya dan terlihat menangis, eommanya berbalik untuk menatap kearahnya sambil menunjukkan botol kecil yang sedang ia genggam.
” kau tidak jujur.” Eommanya berkata dengan suara bergetar dan penuh tangisan.
” mengapa kau tidak pernah jujur ? Kau bilang penyakitmu tidak pernah kambuh lagi, kau bilang pada eomma bahwa kau baik-baik saja!” Eommanya berteriak dengan keras dan mengguncang tubuh Jiyeon yang terdiam kaku dan menangis dalam diamnya.
” mengapa kau setega ini Jiyeon! Jawab eomma!!” Eommanya memeluknya sambil menangis, Jiyeon ikut menangis didalam pelukan eommanya. ” eomma tidak bisa kehilanganmu Jiyeon! Demi Tuhan eomma tidak bisa” eommanya menangis sambil memegang wajah Jiyeon dengan tangannya yang bergetar.
” eomma aku tidak ingin memberatkanmu, penyakit ini hanya menyusahkanmu karena tidak ada yang bisa kita lakukan lagi. Cepat atau lambat aku pasti akan meninggal.” Jiyeon menangis sambil menatap eommanya.
” tidak! Kau masih bisa menempuh jalan operasi! Eomma akan mencari dana , agar kau bisa segera pulih.” Jiyeon menggeleng.
” eomma, aku tidak ingin operasi. Kemungkinannya begitu kecil aku dapat selamat.” Jiyeon menangis didalam pelukan eommanya. ” tidak! Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha Jiyeon! Eomma akan mencarikan uang untuk operasimu!” Eommanya menatapnya dengan yakin.
” biaya yang kita butuhkan tidak sedikit eomma, operasi itu memiliki presentasi berhasil yang sangat kecil. Aku tidak mungkin selamat.”
” mengapa hal ini harus terjadi padamu sayang? Kau gadis yang baik.”
” eomma, ini sudah jalan yang harus aku lalui. Tuhan tidak pernah memberikan masalah yang tidak bisa diselesaikan umatnya.”
” eomma tidak bisa kehilanganmu.”
Jiyeon berdiri dan menghapus air matanya kemudian mencoba tersenyum.

” eomma tidak akan kehilanganku. Aku masih disini dihadapan eomma, lihat? Aku masih nyata.”
” tapi kau akan meninggalkan eomma.”
” aku tidak pernah meninggalkan eomma. Aku akan selalu hidup dihati eomma.”
*** 
” kau yakin akan pergi.” Eommanya bertanya sambil menata rambut Jiyeon, Jiyeon tersenyum dan mengangguk.
” aku sudah berjanji dengan Myungsoo, aku ti


dak mungkin menolaknya.” Jiyeon menatap pantulan dirinya didepan cermin, eommanya memoleskan makeup tipis diwajahnya dan terlihat sangat natural namun sangat cocok dengan gaun yang ia gunakan. Rambutnya dibiarkan terurai namun dikuncir dibeberapa bagian. 
” apakah kau merasa sehat?” Jiyeon menggenggam tangan eommanya.
” apakah aku terlihat sakit eomma?” 
” hanya dirimu yang sekarang eomma miliki, tidak ada lagi yang lebih berharga darimu. Kau harus berjanji terus bersama eomma.”
” aku akan mencoba bertahan sekuat tenaga eomma.”
” kau puteriku yang kuat.” Eommanya mencium puncak kepalanya dan tersenyum menatap hasil karyanya. ” sudah selesai.

” Eommanya menatap Jiyeon dengan bangga, puterinya sangat cantik. Ternyata bakatnya masih ada sampai sekarang, sudah sangat lama ia tidak memegang peralatan makeup. 
Jiyeon memasang sepatu yang senada dengan gaun miliknya. 
” sepatu yang indah bukan?” Eommanya bertanya dan Jiyeon mengangguk sambil tersenyum.
Kemudian terdengar suara ketukan, Jiyeon memberikan pelukan untuk eommanya dengan sangat erat. ” aku mencintaimu.” Jiyeon mencium pipi eommanya, eommanya menghapus air mata yang mengalir dari matanya melihat puterinya. 

” aku lebih mencintaimu Jiyeon.”
” Myungsoo mungkin sudah menunggumu, keluarlah.”
” aku akan segera pulang.”
” nikmati malammu sayang.” Jiyeon berjalan kearah Myungsoo yang berdiri didepan pintu dan menatap terpesona kearah yeoja dihadapannya. Hal itu membuat eomma Jiyeon tersenyum, Myungsoo jelas jatuh cinta pada puterinya. Beberapa saat kemudian terdengar suara mobil yang menderu dan kemudian menjauh seiring dengan kesunyian yang semakin menjadi.
Ia menangis dalam diam, bagaimanapun caranya Jiyeon harus selamat. Ia membesarkan Jiyeon dengan penuh kasih sayang, ia mencintai Jiyeon lebih dari dirinya sendiri. Ia menyangka saat ia menikah dengan Suaminya, suaminya dapat menerima Jiyeon seperti anaknya namun semua itu hanya hayalan belaka karena namja itu tidak pernah menyayangi puterinya.
Ayah kandung Jiyeon, entah dimana namja itu sekarang berada. Namja itu bahkan mungkin tidak tahu bahwa ia sudah memiliki anak dengannya, namja itu tidak pernah tahu bahwa Jiyeon ada. Hubungan satu malam tidak mungkin menghasilkan anak secepat itu, tapi jiyeon memang tercipta. Malam yang tidak pernah ia tahu akan terjadi, semua itu benar-benar kecelakaan saat itu namja itu mabuk dan memperkosanya. Saat ia terbangun dipagi hari, ia hanya menemukan beberapa lembar uang dan sebuah kartu nama dan beberapa note.
‘Jika uang yang kuberikan kurang, hubungi aku. Maaf telah mengambil keperawananmu.’ Namun ia tidak menemui namja itu, walaupun ia tahu ia mengandung ia tetap tidak menemui namja itu.
Eomma Jiyeon berlari kearah kamarnya dan mengambil kotak diatas lemarinya dan membongkar isi kotak itu dan menemukan kartu nama yang telah usang itu. Ia menatap kartu nama itu dengan pandangan ragu, namja itu hanya namja itu yang dapat ia harapkan sekarang. Namja itu tidak mungkin mengabaikan buah hatinya bukan?biar bagaimanapun Jiyeon adalah puterinya.

***

Naeun menatap pantulan dirinya, ia begitu cantik malam ini dengan rambut cokelatnya yang ditata dengan begitu sempurna. Sebentar lagi ia akan memiliki minho, sebentar lagi namja itu akan menjadi tunangannya. Senyuman tidak surut sedikitpun dari bibirnya memikirkan masa depan mereka, ia akan membuat Minho tergila-gila padanya. Namja itu akan berlutut didepannya dan begitu mencintainya, karena Naeun begitu yakin dengan dirinya.
” akhirnya kau terikat dengannya.” Eommanya tersenyum bangga pada Naeun. Naeun membalas senyuman eommanya, mereka mengenakan baju yang senada dengan warna merah yang lebih dominan. 
Beberapa saat kemudian seorang namja masuk dengan senyuman dibibirnya, Naeun menatap namja itu dan memeluknya dengan sangat erat. ” appa.” Bisiknya , appanya memberikan kecupan dipipinya dengan penuh kasih sayang.
” puteri appa sudah besar rupanya.”
Naeun tersenyum malu dan menatap appanya.
” appa,gomawo.”
” untuk?”
” berkat appa aku bisa bersama dengan Minho.”
” kau puteriku dan namja yang kau sukai harus bisa bersamamu bagaimanapun caranya.” 
” appa, aku mencintaimu.”
Beberapa saat kemudian mereka turun dan melihat banyak orang-orang yang sudah berkumpul di sebuah ruangan didalam hotel yang sudah ditata dengan sangat mewah. Wajah Naeun memerah saat melihat Minho yang sedang berdiri dan terlihat sibuk berbicara dengan beberapa namja yang terlihat lebih tua dari Minho.
Banyak mata menatapnya dengan terpesona,  beberapa bahkan dengan terang terangan memujinya. Ia berharap Minho merasa bangga memilikinya, karena semua orang saja sadar bahwa ia begitu sempurna mengapa namja itu menatapnya seolah ia hanya selembar kertas kosong tak bernyawa.
Naeun berjalan kearah Minho dengan tatapan yakin, ia merasakan tangannya menjadi dingin. Ia ingin tahu bagaimana tanggapan minho tentang gaunnya, apakah namja itu akan terpesona. Dan seketika suasana menjadi riuh entah kenapa dan membuat Minho menoleh kearahnya.
Namja itu terlihat terkejut membuat pipi Naeun merona memerah, tatapan namja itu begitu menghipnotisnya. Minho terlihat menatapnya dengan sangat lembut dan penuh perasaan, namja itu menatapnya seolah ia adalah ratu. Minho menatapnya seolah ia adalah yeoja paling penting dihidupnya.
Namja itu….
Tidak! Minho tidak menatapnya. Namja itu menatap apa yang ada dibelakangnya, seketika ia berbalik dan melihat seorang namja dan seorang yeoja yang tengah bergandengan didepan pintu masuk. Yeoja itu terlihat begitu cantik dengan menggunakan gaun sederhananya yang terlihat sangat elegan dan rambut yang ditata dengan sangat rapi.
Seketika sesuatu hal mencengkramnya dengan sangat menyakitkan saat ia mengetahui siapa yeoja itu. Yeoja itu terlihat terpaku menatap kearahnya dan Minho, namun namja yang berada disamping yeoja itu malah menampilkan senyum iblis yang benar-benar dibenci oleh Naeun.

To be Continue….

80 thoughts on “Strong : 4. Broken heart

  1. God, tambah seruuu aja thor ceritanya

    kasian jiyeon, itu kenapa minho malah pilih naeun sih? Minhonya bego ih masa pilih naeun, awas aja ntar nyesel loh ninggalin jiyi apalagi kalo tau jiyi lagi sakit… udah thor jiyeonnya sama myungsoo aja… jadi sebel sama minhonya, mikirnya lamaaaaa…
    Sebenernya jiyeon itu sakit apa sih thor? Trus aku rasa ayah kandungnya jiyeon itu appa nya naeun, kira2 bener gak ya? Semoga aja engga… kalo iya aduhhh gak tau gimana jadinya….

    penasaran sama lanjutannya nih thorrr, kerennnnnnnnn bingo, semangattt ya thor bikin ceritanya ^^

  2. ye publik cepat. .!!! aigoo semoga minho gak nyesel melepas jiyi… myung kamu temen yg baik, smoga apa yg kmu lakukan utk jiyi, dpt bLsan yg setara…hehehe…. owchhh ya sapa appa jiyi??? smga mau bantu jiyi supaya sembuh. … next ^^

  3. huaaaaa jiyeon jdi baper juga perasaannya pengen deh sma.myungsoo jdinya tpi entah knp minho ttp jdi no1 . bnyk hal yg myung thu lebih dri minho tpi myung baik bgt relain jiyeon . trus kli ini appa jiyi unjie nuguya??? pertunangan minho naeun eottokheyeo??? . gomawo unnie udaj post cpt kli ini seneng bget#boom

  4. Baik bnget myung,, dia ngerelain perasa’annya demi jiyeon,, moga aja dia bisa bikin jiyeon bahagia,, tpi aq pnasaran knp minho ninggalin jiyeon,, n kykx myungsoo tau tuh,, jdi pnasaran bnget nih…

  5. kenpa ceritanya bersambung disaat seperti ini minnn ????
    penasaran bangettt, minho pasti nyesel banet tuh, minho cepat lah sadarrrrr!!!
    lanjuan ceritanya jangan kelamaan ya min. SEMANGAT min !

  6. Omg!!! Jd bnrn patah kaki na.. Aduh gk kebayang menderita na slama pake gips,, jln pn jd susah..
    Myungie trnyta qm dr awal dh mencintai jiyeon.. Sng bgt qm slalu berusaha d smpg jiyeon.. Jaga lh jiyeon
    Huwaaaaaaa 😭 sedih bgt saat eomma tw jiyeon msh skt.. Gk kuasa nahan tangis saat baca na,,
    Moga appa kandung jiyeon mw biayai pengobatan jiyeon

  7. Haaiiiiiii authorrrr🙂 maaf authorr *bow90 tdi dipart1-3 gak komen heheheh maaapin yaaaaa authorrr heheheh . Soalnya kebelet kali tdi pengen liat cerita lanjutannya authorrr , jdi maavkeun saya yaaaa authorrr … Oiyaaa knapa authorr punya ceritaaa begitu menyaayaat hatiiii .. Cedihhh taugakkk ngebacanyaaaa hikssss … Trusssss penasaran pkek banget siapa tuh bapakeee jiyeon!!! Trussss kenapa myung menjelma jdi malaikat dengan sejuta pesona nya membantu jiyeonnn aihhssssssssss penasarannnnnn buangetttttt gimana lanjutanny authorrrr .. Sarangheoooo buat authorrrr … Jjjjaaannnnngggggg authorrr and keep writing (y)

  8. ihh… sebeo dehh sama minho, jahhhat bgt sihh😦
    knp harus naen, apa krn jiyeon beda kasta makanya minho pilih naeun?? yg terpenting prasaan dan rasa nyaman minho buat jiyeon kan… ahhh sebel
    lbh baik jiyeon ama myungsoo aja dehh, kenyataannya myungsoo sangat mencintai jiyeon kan, eommanya myungsoo juga setuju2 aja myungsoo mau sama siapa… kas buat minho menyesali keputusannya dums,, buat minho nangis darah krn menyakiti jiyeon terlalu dalam,,
    dan moga aja appanya jiyeon org penting dan bisa membuat jiyeon lbh berkelas dan sebanding dengan minho

  9. tukantukan author udah main update ajaaa… seneng deh kalau begituuuuu.. waikkss ini minho sumpah ngeselin. nangis darah ntar lu hoo. jiyii ssemoga penyakitmu ga begitu berat yaaa. akh ternyata myungsoo itu normal dari dulu. dia lakuin itu buat jiyi. awww. tapi tetep harus minji ya thor wkwkw. best as always.. update soon again.. good job!

  10. Dan sebenernya penyakit jiyeon itu apa?? Separah itukah?
    Bapaknya jiyeon masih idup trus siapa orangnya ohh berharap dia orang berpengaruh dikorea ato orang kaya raya..
    Yaa walaupun sakit hati sama sikap minho saya tetep dukung minho sama jiyeon

  11. wahhh… daebak… keren… myungsooo oppa, aq mendukungmu… wkwk… ya ampun thor gimna nasib jiyeon eonni nanti klo penyakitnya gak sembuh… n siapakah appa kandung jiyeon eonni… oh mooi!!!! fighting ya thorrr… yohooo

  12. Wah wah rupanya myungso udh kenal jiyeon sejak lama ya dan langsung falling in love.. Suka banget sama sosok dan keperibadian myungso di sini, walaupun udh tau jiyeon gak bakal cinta ma dia tapi tetep mau ngebuat jiyeon bahagia..
    Aku tahu kok minho kau terpaksa tunangan untuk ngelindungin jiyeonkan? Kamu juga sakit kan, yah dan kata” mu ke jiyeon itu juga sangan menyakitkan.. Apakah minho beneran bakalan tunangan tapi tak apa sebelum nikah masih ada kesempatan..
    Ini apa lagi siapa appanya jiyeon? Semoga cepet update ya.. Hehehehe

  13. AAAAHHHH INI BAGUS BGT CERITANYA OMG!, HARUS LANJUT YAH POKOKNYA GAMAU TAU. DAN AKU KESEL SAMA ALURNYA YANG SUKA BIKIN GREGET ERR!!! MINHO SAMA JIYEON KOK AHHHHH~ KENAPA HARUS NAEUN WOY! AHHHH CEPET CEPET NULIS LAGI THOR, INI DAEBAK!👍

  14. apa mungkin appa nya jiyeon itu appa nya naeun??
    dan apa sebenarnya naeun pura2 sakit ya biar minho kasihan sama dia?
    pokokknya ceritanya dan alurnya keren!! ditunghu kelanjutannya eonni ^^

  15. ternyata myung,pura2 homo,kenapa enggak terbuka langsung dan rebut jiyeon dari minho,,.
    ah nasib jiyeon yg terlalu cinta dg minho padahal ada myung yg dekat dan enggak ada halangan..

  16. yak author, sampek berkerak nae nunggu kelanjutan dari ff author >,,<)😀
    ditambah penulisan dan bahasa pada ff author gk ada yg alay" gmana gtu, jadi nae makin tambah suka ^^)
    oke, next thor
    jngan lama" updatenya '-')/

  17. waw , campur aduk rasanya disaat jiyeon lebih cinta minho ehh tp minho nya gk bisa milih jiyeon ..
    myungsoo trnyta cuma pura2 gay dan dia udah lama jg suka jiyeon , dduh pengen nya sih jiyeon ma myung aja keke myung tulus bgt bantuin jiyeon
    sebenernya sakit jiyeon apa ya?
    nahh bakal ketauan nih appa jiyeon ..
    ciee naeun kalah perhatian , jiyeon lebih cantik dr org yg bakal tunangan ntar malah disangka jiyeon lg yg bakal tunangan kckck
    kerenn thor , next yaa fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s