THE MOON : SUN BETH [ SEQUEL ]

image

Main Cast : Park Jiyeon, Choi Minho
Author : Margareta Isabela

Note : Author hanya manusia dan pasti tidak sempurna, maafkan jika fanfiction ini jauh dari keinginan kalian dan jangan lupa baca pesan dibawah ya 😁 jangan lupa rcl. Semua pertanyaan di The Moon sudah terjawab disini, mengapa orang tua Jiyeon begitu pilih kasih? Mengapa Jiwon lebih mendapatkan perhatian?

Mavin, Mason, Mei atau kadang dipanggil Triple M. Ketiga bocah paling nakal dan berbeda diantara anak-anak serigala lainnya, mereka anak dari seorang Alpha yang berkuasa dan seorang Luna yang cantik jelita.
Matahari mulai menampakkan dirinya, Triple M masih dengan setia berbaring malas diatas tempat tidur mereka tidak memperdulikan Beth yang mencoba membangunkan mereka sejak tadi. Beth melakukan segala cara untuk membangunkan ketiga bocah serigala yang malah tersenyum mengejek kearahnya dan kembali tidur.

” Bibi dengar, appa kalian berniat membawa kalian untuk pergi ke hutan untuk berburu. Kalian tidak berminat?” Beth tersenyum saat anak-anak itu membuka mata lebar kemudian berlari kearah kamar mandi sambil saling mendorong satu sama lain. Beth tersenyum kecil kemudian menatap kearah sebuah lukisan di dinding, seorang yeoja yang tersenyum dengan lebar sambil memeluk perutnya. Hampir diseluruh ruangan di istana terdapat lukisan yeoja itu, dan orang-orang yang melihat lukisan itu pasti tahu seberapa bahagianya yeoja itu dimasa itu.

Sudah hampir 12 tahun yeoja itu pergi menemui keabadian, tetapi duka dirumah itu masih terasa begitu pekat dan Alpha mereka walau tidak menunjukkan kesedihan diwajahnya hatinya terluka dengan begitu dalam dilihat dari bagaimana ia berusaha menghindari pembicaraan tentang Luna nya.

Beth berdiri dan membuka lemari besar yang berisi pakaian-pakaian Triple M. Pakaian dengan kain indah yang dipilih langsung oleh Alpha, selain menjadi seorang appa ia juga berperan sebagai seorang eomma untuk anak-anaknya dan Beth begitu mengagumi sifat dan sikap namja itu.

***

” Appa!”

Beth menggeleng pelan saat melihat Triple M berlari dan menabrak appanya yang terlihat bahagia melihat kehadiran buah hatinya walaupun ia terlihat begitu sibuk. Wajahnya yang awalnya terlihat galak berubah menjadi begitu lembut saat melihat Triple M yang memeluknya dengan penuh kerinduan dan kasih sayang.

” Kalian sudah bangun? Hal yang luar biasa mengingat bagaimana sulitnya kalian bangun sepagi ini.” Komentar Minho membuat anak-anaknya tertawa.

” Bibi Beth mengatakan appa akan membawa kami berburu hari ini, jadi kami bangun pagi.” Komentar Mason.

” oh ya? Appa tidak merasa mengatakan bahwa appa akan membawa kalian berburu hari ini. Tetapi berhubung kalian sudah bangun, appa akan membawa kalian berburu seperti yang dikatakan oleh Bibi Beth.”

Triple M tertawa senang sambil bersorak. Minho tertawa melihat tingkah anak-anaknya. Mereka berlari kearah hutan dengan bersemangat, disusul dengan Beth yang berjalan dibelakang mereka sambil menatap kearah empat orang yang sudah berubah bentuk menjadi seekor serigala dan berlari menembus hutan.

Beth mengikuti mereka sambil berlari kecil dan berhenti didepan sebuah pohon besar dan memutuskan untuk beristirahat. Sudah terlalu lama ia tidak pernah bertransformasi menjadi sosok serigalanya, terlalu menyakitkan untuknya dan sosok itu hanya dapat membuka lukanya dan mengingatkan ia siapa dirinya dahulu.

Beth wanita dengan rambut hitam tidak menarik dan tubuh yang kurus serta bekas luka disebelah kanan matanya, walaupun wajahnya begitu menyeramkan Triple M tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena mereka begitu menyayanginya dan ia juga menyayangi Triple M.

” Beth.”

” Albert.”

Albert tersenyum pada Beth.

” Kau tidak ikut berburu bersama Alpha dan anak-anaknya?”

” tidak, sudah terlalu lama aku tidak bertransformasi dan aku bahkan lupa caranya.” Kekeh Beth dengan muram, Albert duduk disamping Beth.

” Entah mengapa kau mengingatkanku pada seseorang. Tetapi aku tidak tahu siapa.” Guman Albert sambil menatap kearah Beth yang sudah menunduk dalam diam. ” Aku bukan siapa-siapa, mungkin hanya perasaanmu saja.” Jawab Beth.

” Ya , mungkin saja.”

***

Triple M mengelilingi seekor rusa yang terlihat bersiap-siap untuk kabur, Mason maju mencoba untuk melumpuhkan mangsanya dan malah menabrak pohon dan membuat gelak tawa dari kedua saudaranya dan tentu saja kekehan dari Minho.

” Ayolah , masa kau tidak bisa menangkapnya Mason.”

” Appa , ini tidak semudah yang kau lihat.”

” Diumurmu dulu aku sudah bisa menangkap seekor beruang.” Komentar Minho yang sudah berubah bentuk menjadi manusia dan duduk diatas batu besar sambil mengamati buah hatinya. Dan Mei maju dengan menerkam rusa itu dengan sekali bantingan. Minho tertawa dan bersorak bangga.

” Ya, begitu manis. Cara kau menerkam begitu mirip dengan eommamu, begitu penuh perhitungan dan langsung menerkam. Kalian benar-benar mirip.”Komentar Minho dengan penuh kerinduan membuat Triple M tersenyum penuh kasih sayang kearah appa mereka.

Kemudian kegiatan mereka terhenti karena mendengar sebuah raungan kesakitan, mereka menembus hutan mencari asal suara dengan para prajurit Minho yang mengikuti dibelakang mereka. Disana Beth dan Albert berdiri dengan wajah terperangah menatap sesuatu didepan mereka, Minho berjalan mendekat dan melihat apa yang membuat kedua orang itu terpaku. Dan sama seperti mereka, ia ikut terpaku dan menatap dengan wajah pucat kearah seorang yeoja yang berbaring dengan wajah pucat dengan gaun hitamnya.

Yeoja itu membuka matanya perlahan dan menatap bingung kearah orang-orang yang mengelilinginya, kemudian tatapannya terpaku pada Minho.

” Minho.”

” Jiyeon.”

Triple M menatap kearah yeoja itu dengan tidak berkedip, wajahnya begitu mirip dengan lukisan eomma mereka dan tanpa berbeda sedikitpun. Untuk pertama kalinya mereka melihat appa mereka berlutut sambil menatap yeoja itu dengan tatapan penuh kerinduan dan rasa tidak percaya.

***

Minho bersidekap sambil menatap yeoja yang tertidur dengan tenang diatas kasur, banyak pikiran mulai merasuki dirinya. Triple M berdiri disamping Minho dan juga ikut mengamati yeoja yang terbaring lelap diatas kasur dan terlihat tidak terganggu sedikitpun dengan suara-suara disekitarnya.

” Mereka mirip.” Komentar Mavin sambil menunjuk lukisan eommanya dan yeoja itu.

“Jelas saja mereka mirip, mereka orang yang sama. Bukan begitu Mei?”tanya Mason, Mei yang sejak tadi diam hanya dapat berdehem. Beth muncul membawa napan makanan dengan makanan yang terlihat lezat diatasnya.

” Appa” Panggil Mei.

” Nde Chagi”

” Aku tidak merasakan apapun padanya.” Jujur Mei dan hanya ditanggapi dengan kediaman kedua kakaknya. Minho berlutut didepan gadis kecilnya kemudian mencium kening Mei. ” Kalian baru bertemu langsung dengannya hari ini, lama kelamaan kalian akan mengenalnya dan kalian tahu betapa dia mencintai kalian.” Beth berdiri dibelakang mereka sambil tersenyum miris.

Mei memeluk appanya kemudian menatap Jiyeon dari balik bahu Minho,yeoja itu membuka matanya dan balas menatap Mei dengan wajah diam tanpa senyuman dan kemudian mengalihkan tatapannya. Mei menghela nafas pelan dan beberapa kali meyakinkan dirinya.

Dengan sedikit paksaan dari Beth, mereka akhirnya keluar dari ruangan itu untuk memakan makanan yang sudah disiapkan oleh Beth. Mei memperhatikan Beth dengan mata kecilnya yang bersinar , ia lebih merasakan sebuah ikatan pada Beth dibandingkan dengan eomma kandungnya. Apa mungkin karena Beth merawat mereka sejak mereka kecil dan menggantikan sosok ibu, mereka tanpa sadar menganggap Beth adalah eomma mereka.

” Bibi.”

” Ya? Kau mau makanan lagi?”

” Jadilah eommaku.”

” Jadilah eomma kami” Mason dan Mavin menimpali ucapan Mei seolah-olah mereka memikirkan hal yang sama, Beth terlihat terdiam sejenak dan tertawa.

” Tanpa kalian minta, aku sudah menjadi eomma kalian anak-anak nakal.” Tawa Beth menular pada mereka membuat mereka ikut tertawa dan saling melempar ejekan.

Beth tersenyum saat menatap lukisan Jiyeon yang sedang tersenyum dan memeluk perutnya yang membesar dengan begitu protektif. Lukisan pertama yang dilukis oleh pelukis saat melukis Jiyeon, Lukisan itu begitu dijaga oleh Minho dan begitu ia sayangi.

***

Minho membuka mata terkejut sambil menatap sekelilingnya dan mendesah lega saat melihat yeoja itu masih terbaring tenang diatas tempat tidur dan terlihat begitu lelap. Minho tertidur dengan posisi duduk yang membuat tubuhnya begitu tidak enak dan agak sakit.

Sebuah mimpi yang tidak biasa.

Minho bangkit berdiri dan mencium kening Jiyeon dengan penuh cinta kemudian berjalan keluar dari ruangan itu, ia menyerit saat melihat lampu diruang duduk masih menyala.

Ia berjalan kearah ruangan itu dengan langkah pelan dan melihat seorang yeoja sedang duduk sambil menyulam sesuatu, yeoja itu terlihat begitu asik dengan apa yang ia lakukan hingga tidak menyadari seseorang memperhatikannya. Kemudian ia bersenandung kecil.

Kemudian terdengar isakan dari yeoja yang sedang membelakanginya itu. Minho berjalan mendekat dan langkahnya terhenti saat yeoja itu tiba-tiba berhenti menangis dan berbalik. Minho menatap kearah yeoja itu dengan wajah ngeri. Beth berdiri dengan darah mengalir dari atas dan menangis dengan wajah penuh kemuraman.

Entah bagaimana caranya tiba-tiba sesuatu menembusnya, Jiyeon berjalan kearah Beth yang terlihat meringis kesakitan. Jiyeon menatap kearah Beth dan Minho tidak mendengar apa yang mereka bicarakan tetapi ia seketika memucat saat melihat apa yang dilakukan Beth.

Beth menusuk perut Jiyeon dan kemudian berteriak senang sambil sekaligus menangis. Dengan sekuat tenaga Minho mencoba meraih tubuh Beth untuk tidak menyakiti Jiyeon yang sudah terkapar tidak berdaya tetapi tubuh itu tembus. Kemudian terdengar suara panggilan.

” eomma.” Ketiga anaknya berdiri dengan wajah pucat dan terlihat menatap kearah Beth. ” Eomma membunuhnya?” Tanya Mason.” Ya, dia yeoja jahat dan eomma sudah membunuhnya untuk kalian sayang.” Minho terperangah. Apa-apaan ini!

” Eomma kau yang terbaik.”

” Dia pantas mati.”

” Semua salahmu appa! Kau-” kemudian suara bising membuat Minho merasa berputar-putar. Kemudian ia berada diruangan putih dan seorang yeoja berdiri didepannya dengan tersenyum.

” Beth.”

” Minho.” Itu suara Jiyeon, Minho menoleh kesekelilingnya dan tidak menemukan siapapun yang ia cari. ” Siapa yang kau cari sayang? Siapa yang kau cari sedangkan aku ada didepanmu.” Beth berdiri sambil menatap sedih kearahnya dengan pisau tertancap diperutnya yang membesar seperti mengandung.

” Beth! Dimana isteriku!”

” Aku disini, selalu disini. Mengapa kau mencari jika aku ada disampingmu?” Beth tersenyum dengan wajah pucatnya. ” Aku tidak becanda! Dimana Jiyeon.” Kemudian Beth berubah menjadi Jiyeon kecil, gadis kecil itu menatapnya dengan mata polosnya.

” Kau mencariku Minho? Biasanya kau mengusirku.” Lirih Jiyeon kecil sambil menatap kearah Minho dengan matanya yang indah dan tersenyum.

” Ada apa ini?!”

Kemudian sosok kecil itu berganti dengan Jiyeon yang menatapnya dengan tersenyum. ” Kau mencariku sayang?” Jiyeon berdiri sambil memeluk perutnya dan beberapa kali tersenyum. ” Jiyeon.”

” Kau mencintaiku Minho?”

” aku begitu mencintaimu.”

Dan beberapa detik kemudian sosok itu terganti dengan Beth yang menatapnya dengan penuh rasa sakit.

” Jika kau mencintaiku! Kau akan mengenalku.”

Dan kemudian sinar matahari membangunkannya, kepalanya terasa begitu sakit dan tubuhnya terasa lemah. Mimpi macam apa yang menimpanya? Terasa begitu nyata dan apa kaitan mimpinya dengan Beth?

***

” Aku tidak tahu, yang aku ingat adalah aku terbangun ditengah-tengah sebuah hutan yang begitu gelap. Beberapa serigala mengerikan mencoba menerkamku dan aku terus berlari hingga melihat sebuah cahaya , Minho. Cahaya yang begitu menyilaukan dan aku memasuki tempat cahaya itu berasal.” Minho mendengar cerita dari wanita didepannya.

” Awalnya aku begitu kesulitan memasuki tempat ini, tetapi aku berhasil. Dan aku bertemu denganmu dengan keadaan hampir tak bernyawa.”

Minho tersenyum miris dan kemudian berdiri membuat yeoja itu menatapnya dengan tatapan tidak mengerti, Beth muncul dengan napan makanan ditangannya dan melihat Minho sedang memegang sebuah pedang panjang dan terlihat menimbang pedang itu.

” Pedang ini adalah pedang legenda, senjata yang paling mematikan yang aku miliki. Jika serigala dari hutan kegelapan memasuki tempat ini, pedang ini aku bersinar dan selalu menuju ketempat kegelapan itu berasal.” Wajah yeoja itu terlihat kebingungan dan Beth hanya bisa terdiam ditempat apalagi saat Minho menatapnya dengan tajam.

” Dan aku menemukannya. Asal kau tahu sayang, kegelapan tidak bisa bersatu dengan terang. Jikapun bisa, mereka akan saling menghancurkan.” Bisik Minho kemudian tanpa aba-aba memenggal kepala yeoja didepannya membuat Beth terkesiap dan menjatuhkan napan ditangannya, Minho bernafas bergetar dan kemudian yeoja itu berubah menjadi seekor serigala hitam mengerikan membuat Minho tersenyum kecil.

” sudah aku duga ”

Beth menatap Minho dengan wajah ngeri dan terkejut serta tercengang.

Minho kemudian terjatuh dengan berlutut dan menutup wajahnya dan mengerang penuh kesakitan, kemudian menatap kearah Beth dengan mata yang sudah berair.

” Aku hampir dibutakan oleh cintaku pada isteriku, hingga banyak yang mencoba memanfaatkan hal ini. Aku tidak pernah membiarkan orang-orang melihat sisi lemahku dan kau orang pertama yang melihatnya.” Kemudian ia tersenyum penuh kemuraman. ” Aku terlalu berharap ia akan kembali dan yang aku dapatkan hanya kekecewaan karena diriku yang masih tidak bisa menerima kepergiannya.” Beth menangis dalam diam sambil menatap Minho.

***

” Kegelapan mulai memasuki wilayah kehidupan. Kita tidak bisa tinggal diam Alpha, semakin di biarkan mereka akan meraja lela dan kita harus segera melakukan ritual.”

” Pasti ada jalan dari semua ini.”

” Tidak ada cara lain Alpha, kau tahu sendiri hal itu. Kau harus melakukan ritual untuk memperkuat benteng perlindungan kita.”

” Kau harus menikah lagi, Alpha.”

Minho menutup matanya, beberapa petinggi hanya bisa menatap iba kearah Minho. Bukan rahasia lagi jika Minho tidak bisa melupakan mendiang isterinya, cinta Minho pada Jiyeon begitu besar dan tidak akan hilang dengan berjalannya waktu. Cinta mereka abadi.

” Ritual ini tidak bisa dilakukan sendiri olehmu Alpha, kau harus melakukannya dengan pasanganmu yang sudah terikat dalam ikatan pernikahan.”

Minho berdiri dan menatap berat kearah mereka, appa dari Minho hanya bisa menatap anaknya dengan sedih. Sebagai seorang appa, ia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Minho.

” Aku akan menikah jika aku harus melindungi bangsaku, aku akan melindungi kalian.”

Kemudian namja itu berjalan pergi dengan suara keras pintu yang tertutup, orang-orang diruangan itu saling menatap satu sama lain dan menghela nafas pasrah.

***

” appa akan menikah lagi?” Triple M berdiri dihadapan Minho dengan mata biru mereka yang menatap appa mereka dengan tatapan yang membuat Minho bertambah sedih. Tatapan itu begitu mirip dengan
Jiyeon.

Beth menatap prihatin kearah Minho.

” Apakah ini berkaitan dengan benteng yang semakin melemah appa?”

“Ya, appa melakukan ini semua demi kalian dan eomma kalian. Appa tidak pernah berniat menikah lagi dan kalian tahu itu, keadaan memaksa appa dan sebagai seorang pemimpin appa harus melakukannya.” Suara Minho terdengar serak.

” apakah appa sudah menemukan calonnya?”

” Appa sudah memikirkannya.”

Seorang yeoja muncul dari balik pintu dengan langkah anggun dan menatap Triple M dengan wajah tanpa senyuman. Yeoja itu kemudian menampilkan senyum kecil dan agak memaksa.

” Dia bibi Jiwon, saudara kandung dari eomma kalian.”

” Hai sayang, kalian pasti tidak mengenaliku. Sudah lama aku meninggalkan tempat ini, aku begitu bahagia saat melihat prajurit appa kalian muncul dan mengatakan tentang pernikahan. Aku akan menjadi eomma yang baik.” Tetapi wajah Jiwon menunjukkan sebaliknya, Beth menggenggam jemari Mei yang menggenggam tangannya dengan erat.

” Beth , kau bisa membawa Triple M keluar sekarang. Ada hal yang ingin aku bicarakan pada Jiwon.”

Beth mengangguk patuh dan membawa Triple M yang masih menatap Jiwon dengan pandangan permusuhan yang kental dan hanya dijawab dengan senyuman sinis dari yeoja itu.

” Kau tahu apa yang aku inginkan.”

” Ya Minho, aku selalu tahu.”

” Pernikahan ini akan saling menguntungkan dan pernikahan ini hanya sekedar pernikahan, kau bisa menjadi Luna dan kembali ke tempat ini. Hanya saja aku tidak bisa menjadi suami yang sesungguhnya, maksudku aku tidak bisa berada dikamar yang sama denganmu. Kita berstatus suami dan isteri tetapi tidak lebih dari itu.”

” Baiklah.”

” Kita bisa berteman.” Minho tersenyum.

” Padahal aku berharap lebih padamu, Minho. Tetapi aku bahagia bisa membantumh.” Jiwon tersenyum dan memeluk Minho dengan lembut. ” Aku akan membuatmu jatuh cinta.” Bisiknya dengan suara yang malah membuat Minho merasa tidak suka dan entah mengapa terasa begitu menjijikan.

***

” kau memberikan mereka makanan-makanan yang tidak seimbang. Seharusnya kau memberikan mereka daging dipagi hari.” Beth hanya tersenyum menanggapi ketidaksukaan Jiwon padanya.

” Mereka tidak terbiasa memakan makanan berat dipagi hari, mereka lebih menyukai segelas susu dan roti gandum. Memberikan mereka daging hanya membuat mereka merasa tidak nyaman.”

” Aku lebih tahu dari pada dirimu!”

Beth hanya membalas bentakan tidak suka itu dengan senyuman bersahabat. Jiwon pergi dengan wajah tidak suka.

” Aku kasihan pada appa.”

” mengapa?”

” Bibi lihat? Dia seperti nenek lampir.”

Beth tertawa mendengar cemohan mavin dan disetujui oleh Mason dan Mei. Beth kembali membuat makanan untuk para anak nakal yang mulai menggosip tentang keburukan Jiwon yang terlihat menggunakan make up yang begitu tebal dan parfume dari kayu-kayuan yang terasa begitu pekat dan tidak menyenangkan.

” Dia akan menjadi eomma kalian, mau tidak mau kalian harus menerimanya.”

” Aku akan mati cepat jika ia menjadi eommaku.”

” aku juga mavin.” Setuju Mason.

.

Mavin dan Mason anak-anak nakal yang selalu membuat keributan membuat Beth kelelahan mengejar mereka, seperti sekarang mereka berlari menembus hutan dengan wujud serigala dan dengan sengaja menjahili Beth. Wajah Beth berubah pucat saat anak-anak nakal itu mulai mendekati perbatasan kegelapan. Mei yang ikut berlari disebelah Beth terlihat saling menatap takut kearah Beth.

Kemudian terdengar teriakan dari Mavin dan Mason, Beth mencoba berlari secepat mungkin hingga dengan penuh air mata ia merubah wujudnya. Mei yang berdiri dibelakangnya menatap Beth dengan terpaku , tercengang dan tidak percaya.

” Panggil Sang Alpha segera.”

” MEI! SEGERA.” Mei berlari masuk kedalam hutan untuk memanggil Minho. Sedangkan Beth sudah berlari dengan wujud serigala dan melihat Mason dan Mavin yang dikelilingi 4 serigala hitam besar mengerikan.

” Appa!” Mason berteriak sambil memeluk tubuh serigala Mavin yang juga terlihat ketakutan, Beth meringis dan meraung marah saat melihat luka dikaki Mason yang terlihat mengeluarkan darah yang lumayan banyak.

Serigala-serigala itu terkejut dan menatap ketakutan kearah serigala besar berwarna putih kapas yang menerkam mereka dengan buas dan tanpa ampun. Sama seperti Mei tadi, Mavin dan Mason terdiam ditempat dan setelah berhasil melumpuhkan keempat serigala hutan kegelapan itu serigala putih itu sempat menatap mereka dengan mata birunya.

Dari jauh terdengar suara raungan Minho dan suara langkah yang semakin mendekat, serigala putih itu memekik ketakutan dan berlari menjauh. Mason dan Mavin masih terdiam ditempat, saat Mavin mencoba mengejar Mason mendesis kesakitan sambil memegangi kakinya.

***

Minho berdiri sambil memperhatikan peta wilayah mereka dengan pertimbangan. Peta yang menampakkan daerah-daerah hutan kehidupan , ia akan menyebarkan para prajurit disetiap sudut. Terdengar suara ribut dari arah luar dan hal itu mengganggu konsentrasi Minho yang sedang menentukan strategi.

Mei, puterinya berlari dengan Albert dibelakang Mei. Albert terlihat bingung, apalagi dengan wajah Mei yang mengeluarkan banyak keringat dan air mata.

” Appa…gelap…serigala putih..mason” Mei mengatakan dengan tidak jelas. Minho membungkuk didepan puterinya dan menenangkan Mei.

” Ada apa sayang?”

” Mason dan Mavin, mereka dikerumuni oleh serigala dari hutan kegelapan appa. Cepatlah!” Ucap Mei dengan nada lancar, Minho berlari keluar dengan kecepatan mengerikan dan tanpa perintah Albert membawa beberapa belas pasukan mereka. Mereka berlari kearah perbatasan dan menemukan Mavin dan Mason yang terduduk dengan kaki Mason yang mengeluarkan darah.

Minho menggendong Mason yang menangis dan menyembunyikan wajahnya dibahu Minho. Minho menatap ngeri serigala-serigala yang sudah terkapar dan tentu saja bukan hanya anak-anaknya yang berada disini, siapa yang membantu mereka?

” Appa maafkan kami.”

Dari arah dalam hutan Beth keluar sambil berlari dan menampilkan wajah panik luar biasa dan menatap kearah Mason dengan khawatir.

” Bibi Beth!” Mavin berteriak dan berlari kearah Beth dan memeluknya. Mei berdiri disamping Minho menatap kearah Beth, Beth tersenyum kemudian menggeleng pelan seolah-olah menyampaikan sesuatu melewati gerak tubuhnya.

” Ayo kita kembali dan mengobati luka Mason, dan Albert sebarkan semua pasukan ke berbagai tempat. Aku tidak mau ada kejadian seperti ini lagi, apalagi jika menyangkut darah dagingku.”

” Baik Alpha.”

***

Mason tertidur dipelukan Beth setelah menangis hampir 1 jam karena rasa sakit obat dari bahan dedaunan berkhasiat menyembuhkan luka dengan cepat. Sedangkan Mei dan Mavin hanya bisa iba dan memberi semangat kearah Mason dan anak itu tertidur dengan jejak air mata dipipinya.

” Jika aku besar nanti, aku akan membalas dendam ke serigala memalukan itu!”

” Kau ini.” Ucap Beth sambil mencubit pipi Mavin. ” Bibi! Sakitt.” Kesal Mavin dan kemudian tersenyum.

” Kalian tidur karena sudah larut malam, ayo Mei.” Mei hanya mengangguk dan berjalan disamping Beth , Beth menggenggam tangan Mei erat dan beberapa kali menatap puterinya.

Minho berdiri diujung lorong sambil memperhatikan Beth dan Mei yang sudah tidak terlihat dibalik pintu, ia menghela nafas. Ia appa yang lemah, ia bahkan tidak berani mendekat saat mendengar suara tangisan Mason. Ia tidak suka mendengar suara kesakitan dari anak-anaknya atau orang terdekatnya, cukup Jiyeon yang membuatnya trauma dengan suara rintihan kesakitan.

Minho berbalik dan menatap keluar jendela, menatap kearah bulan berwarna merah darah dengan tatapan datar dan dingin. Beberapa minggu lagi upacara pernikahannya dan Jiwon akan diadakan dan jujur saja ia merasa akan mati.

Tidak ada hal yang lebih buruk lagi, menikahi orang yang tidak kau cintai sama sekali.

Minho menatap kearah jarinya yang masih melingkar cincin pernikahannya dengan Jiyeon, dan sampai kapanpun cincin itu tidak akan terlepas dari jarinya. Ia menikahi Jiwon hanya demi bangsa dan anak-anaknya, ia tidak bisa menikahi sembarang yeoja dan pilihannya jatuh pada Jiwon. Ia mengenal Jiwon hampir seperti ia mengenal Jiyeon, ia berpikir Jiwon akan menjadi eomma yang baik karena bagaimanapun ia adalah saudara kandung dari eomma Triple M.

Mimpi malam itu masih mengganggunya, apa hubungan Jiyeon dan Beth? Mengapa mimpi itu terasa begitu penuh teka teki yang harus ia pecahkan?

***

” Kau eommaku kan?” Beth menegang kemudian tersenyum pada Mei yang menatapnya dengan pandangan menuduh dan penuh pertanyaan.

” Antara iya dan tidak.” Jawab Beth.

” Tentu saja aku eommamu, aku merawatmu sejak kecil dan kau anakku.”

” Bibi jangan mengalihkan pembicaraan.”

Beth berjalan kearah jendela yang tertutup dan saat itu bulan sedang bersinar.

Jendela itu terbuka dan dalam sekejab sosok serigala putih muncul dan menatap kearah Mei dengan mata biru miliknya. Mei berjalan mendekat dan merasakan betapa lembutnya bulu-bulu itu ditangan kecilnya. Mei tersenyum.

image

” Eomma.” Beth menatap Mei dengan wajah bahagia dan tanpa sadar air mata jatuh dari matanya. Untuk pertama kalinya ia mendengar anak-anaknya, buah hatinya memanggilnya dengan sebutan eomma.

Mei memeluk serigala putih besar itu dengan penuh kerinduan dan menenggelamlan kepalanya kedalam bulu tebal serigala putih itu.

” Apa yang terjadi eomma?”

” Mengapa kau tidak mengatakan hal ini pada appa? Appa pasti akan begitu bahagia mengetahui bahwa eomma masih hidup.”

Beth menatap muram kearah Mei.

” Ketakutan, eomma takut. Kau lihat bagaimana bentuk eomma sekarang, appamu tidak akan sanggup memiliki seorang isteri buruk rupa seperti eomma. Eomma akan mengatakan semuanya saat tiba saatnya.” Mei menatap Beth dengan tidak percaya.

” Appa tidak mencintai eomma hanya karena wajah eomma, eomma cantik dengan cara eomma sendiri. Appa begitu mencintai eomma dan ia akan menerima eomma apapun bentuknya.”

” Tidak, eomma benar-benar tidak bisa Mei. Rupa eomma begitu buruk rupa dan hal itu hanya membuat appamu malu dan kalian semua malu.” Jiyeon menangis dalam diam dengan Mei yang menatapnya. Jiyeon tidak mengerti dengan dirinya sekarang, setelah kejadian itu ia mengalami kemunduran kepercayaan diri dan ketakutan seolah-olah mencekam jiwa dan raganya.

Jika saja kejadian itu tidak terjadi, mungkin ia bisa dengan mudah mengatakan siapa dirinya pada Minho. Kejadian dimana ia kehilangan seluruhnya.

Saat itu ia terbangun dan menemukan dirinya terbaring diatas perahu yang berhenti dirawa-rawa dengan banyak perahu yang berada disekitar. Jiyeon menatap ngeri kearah perahu-perahu dengan tubuh-tubuh yang sudah hancur menjadi tulang, ia tahu bahwa sekarang ia berada dirawa tempat dimana para serigala dimakamkan.

Berbagai macam pikiran mengganggunya, bagaimana bisa ia tetap selamat? Kemudian sesuatu muncul dihadapannya, seorang yeoja yang begitu cantik dengan wajah penuh kemuraman.

” Kau mengingatku? Aku serigala putih yang dibunuh oleh suamimu dulu.” Jiyeon kembali mengingat kejadian dimana ia melihat Minho membunuh Alex dengan brutal dan meninggalnya serigala gila yang dikurung dibawah tanah.

” Aku tidak semudah itu dibunuh, tetapi hari itu aku terbunuh. Aku menemukanmu dan aku tahu kau cocok untuk menerima Crystal kehidupan yang berada didalam tubuhku, maka dari itu kau tidak meninggal dunia saat kau melahirkan anak-anakmy. Takdir tidak bisa menentukan kematianmu karena kau tidak bisa meninggal dengan Crystal itu berada ditubuhmu.”

” Tetapi, Crystal itu memiliki kutukan mengerikan menyertainya.”

” Kecantikan dan kemunduran diri, aku memiliki orang yang begitu aku cintai dulu. Dia juga mencintaiku dan awalnya menerima diriku yang telah berubah tetapi ia menghianatiku dan memilih yeoja lain. Appamu adalah namja itu.” Jiyeon terperangah mendengar yeoja didepannya, setahunya appa dan eommanya mengenal sejak masih kecil dan saling jatuh cinta. Ia tidak tahu jika yeoja dihadapannya pernah menjadi kekasih dari appanya.

” Kutukan itu hanya bisa dilepaskan oleh cinta, seseorang harus mencintaimu dengan setulus hatinya dan menerima kekuranganmu tanpa memandang dirimu sekarang. Saat kutukan itu dapat kau hancurkan, kau akan menjadi seperti semula dan kabar baiknya hutan kegelapan akan lenyap.”

Jiyeon memandang tidak percaya kearah yeoja dihadapannya dan dengan segera memegang wajahnya dan tangannya mulai bergetar. Ia menatap kearah air dan menemuka wajah yang tidak ia kenali, itu bukan dirinya dan wanita itu mengerika. Yeoja tadi sudah menghilang meninggalkan Jiyeon yang menangis dan meraung.

Mulai hari itu kehidupannya berubah, ia pergi ke hutan kehidupan dan banyak orang yang menjauhinya dengan wajah dan tubuhnya sekarang. Panjang cerita ia melamar pekerjaan sebagai pelayan di istana dan tentu saja ia tidak diterima, para pelayan di istana begitu dipilih melalui kecantikannya. Saat itu salah satu pelayan sedang menggendong seorang bayi dan ia mendengar bayi itu terus menangis selama beberapa hari membuat kerajaan ikut prihatin.

Ia tanpa sadar mendekati bayi mungil yang digendong oleh seorang pelayan yang begitu ia kenal, Pelayan paling ia banggakan semasa ia menjadi Luna.

” Bolehkah aku menggendongnya?” Ia bertanya membuat yeoja itu menatapnya.

Dengan sedikit ragu dan entah mengapa pelayan itu mengulurkan bayi kecil yang begitu cantik, ia hampir saja menangis saat melihat anaknya didalam gendongannya. Bayi kecil itu membuka mata dan menghentikan tangisnya, tangan kecilnya terjulur untuk memegang wajah Jiyeon. Kate nama pelayan itu, ia menatap bayi itu dengan tidak berkedip.

” Kau berhasil membuatnya tidak menangis.” Ucapnya takjub.

” Ma…ma…mama” bayi itu tertawa sambil menatap Jiyeon dengan mata biru dan besarnya.

Hari itu juga ia dipertemukan dengan sang Alpha, ia masih melihat dengan jelas bagaimana frustasi dan kehilangan diwajah namja itu. Minho duduk dihadapannya tetapi jiwanya pergi entah kemana.

” Eomma mereka meninggal beberapa bulan yang lalu, semua orang berduka atas kematiannya dan aku tahu anakku juga merasakannya. Karena untuk pertama kalinya Mei berhenti menangis dan terlihat baik sekarang, aku akan mempekerjakanmu sebagai pelayan yang mengurus anak-anakku.”

” Siapa namamu?”

“Ji…Beth.”

” Baiklah Beth, semoga kau nyaman tinggal disini.”

Mulai hari itu ia bekerja sebagai seorang pengasuh dan menghabiskan waktu bersama ketiga anaknya yang tumbuh semakin memukau membuat siapapun tahu bahwa anak-anak itu berasal dari appa dan eomma yang tampan dan cantik.

Kebahagiaan tak terhingga adalah ia dapat menemani dan mengamati anak-anaknya tumbuh besar, walaupun mereka tidak tahu siapa dirinya. Kemunduran kepercayaan diri membuat rasa takut tidak diterima selalu mencekamnya.

***

” eomma, aku ingin susu putih.” Orang-orang dimeja makan itu terdiam, Mason Mavin dan Minho dan tidak lupa Jiwon kini menatap kearah Mei. Sedangkan Beth terlihat kikuk.

” Eomma, aku ingin susu putih.” Rengek Mei dan dengan segera Beth memberikan segelas susu putih untuk Mei yang menerima dengan senyuman.

” Kau panggil Bibi Beth apa?” Mason bertanya dengan suara aneh. Sedangkan Minho dan Mavin masih belum pulih dari keterkejutan mereka.

” Eomma.” Jawab Mei polos.

” Tapi-”

” Tidak ada salahnya kan? Eomma adalah eommaku mengapa aku tidak boleh memanggilnya dengan kata eomma. Benarkan eomma.” Mavin saling memandang dengan Mason.

” Kalau begitu kami juga anak Bibi Beth, mulai hari ini kami juga memanggil Bibi Beth dengan sebutan eomma.” Beth tersenyum kecil dan tulus kemudian mengangguk, ia berusaha menyembunyikan air matanya yang akan tumpah.

” Kalian harusnya memanggil Bibi dengan sebutan eomma, bukan Beth. Bibi akan menjadi isteri appa kalian sebentar lagi dan kalian seharusnya belajar memanggil bibi dengan sebutan eomma, Beth tidak pantas dipanggil eomma oleh anak seorang Alpha.”

” Tapi kami tidak mau punya eomma seperti bibi, bibi sering memarahi kami.”

” Tapi itu karena kalian nakal, dan appa kalian juga tahu itu.”

” sudah cukup, tidak ada salahnya jika Triple M memanggil Beth dengan sebutan eomma. Biar bagaimanapun Beth sudah menjadi eomma mereka selama belasan tahun dan mereka pasti memiliki ikatan yang kuat, anakku memang nakal Jiwon. Sebagai calon isteriku, kau harus bisa menerima anak-anakku.”

Triple M bersorak dan mengejek Jiwon yang terdiam dengan wajah kesal.

” Ada baiknya selain menjadi eomma kami, bibi Beth juga menjadi isteri appa.” Seketika itu Jiwon tersedak dan tertawa begitu keras. ” Dia? Menjadi isteri dari seorang Alpha setampan ayah kalian?” Triple M menampilkan wajah permusuhan saat melihat wajah Beth yang berubah sedih.

” Dia sudah menjadi isteri appa dan sudah melahirkan kami, bibi seharusnya yang malu.” Mei mengatakan hal itu dengan berkacak pinggang dan dengan wajah polosnya tersenyum kearah Beth yang menampilkan wajah pucatnya.

” Mei, yang melahirkan kalian adalah eomma kalian. Jiyeon bukan Beth.” Ucap Minho memberikan pengertian, ia takut anaknya malah melupakan siapa eomma mereka karena Beth yang selalu siaga disamping mereka.

” Tapi appa-”

” Mei appa tidak mau kau tersedak, makanlah dalam diam.”

” Arraseo appa.”

***

Jiyeon menatap Mei dengan tidak yakin, gadis kecil itu memaksanya untuk hadir ke pesta penyambutan pernikahan Alpha mereka yang akan dilaksanakan minggu depan. Jiyeon sadar bahwa waktunya hanya tinggal menghitung hari dan ia harus membuat namja itu mencintai sebelum Minho terikat dengan yeoja lain.

Gaun yang dipegang oleh Mei adalah gaun pertamanya saat Minho menari bersamanya, gaun pertama yang diberikan oleh eommanya dan gaun itu terlihat begitu indah. Tetapi ia tidak yakin apakah gaun itu akan pantas jika dirinya yang sekarang memakainya.

” jika eomma tidak yakin, eomma bisa menggunakan topeng ini.”

Jiyeon menatap kearah topeng yang diberikan oleh Mei, topeng berwarna silver yang terlihat begitu indah dan menyembunyikan sebagian wajahnya jika ia memakainya. Setelah dipaksa hampir 2 jam akhirnya ia menyerah dan membiarkan puterinya memimpinnya.

Jiyeon agak terperangah melihat penampilannya , gaun itu terlihat begitu pas ditubuhnya walaupun dirinya yang dahulu mungkin lebih indah. Ia meraih topeng yang diberikan Mei dan memakainya.

” Tidak ada orang yang akan mengenali eomma, tidak akan ada yang menyakiti eomma.” Mei tersenyum, gadis kecil itu memakai gaun putih indah dengan rambut yang di ikat keatas.

” Aku akan pergi lebih dulu bersama appa, aku harap eomma akan datang dan memenangkan hati appa.” Mei tertawa dan menyemangati Jiyeon. Jiyeon tersenyum dan memeluk puteri kecilnya.

” Gomawo Mei, eomma menyayangimu.”

” aku juga menyayangi eomma .”

Mei menghilang dari balik pintu, meninggalkan Jiyeon yang sudah terduduk dengan wajah ketakutan. Ia harus melawan rasa malu dan ketakutannya, ia akan membuktikan bahwa takdir ataupun crystal itu tidak akan bisa mempengaruhi dirinya. Ia harus segera bergerak.

***

Pesta penyambutan itu begitu meriah, Jiyeon berjalan dengan tidak percaya diri. Minho duduk diatas kursi dengan wajah bosan dan datar, Jiwon duduk disamping Minho dengan gaun putih dan terlihat begitu mewah dengan beberapa mutiara dibawah gaun itu. Rambut hitam Jiwon di ikat dengan begitu rapi menambah kesan mewah padanya.

Tiba-tiba ia merasa tubuhnya terdorong, ia berada ditengah-tengah orang yang mulai menari. Ia mencoba menutup mata, tidak ada yang mengenalinya dan tidak ada yang bisa menghinanya topeng ini akan melindunginya dari rasa malu dan takut.

Ia mulai menari dan mengikuti tempo lagu, rasa bahagia didalam hatinya tidak dapat ia katakan. Rasanya sudah begitu lama dari terakhir ia menari dengan begitu bahagia, gelang di kakinya berbunyi dan terdengar begitu indah.

Sebuah tangan kecil menggenggam tangannya, ia tersenyum kearah Mei yang ikut menari. Mason dan Mavin tidak ketinggalan ikut menari dan mereka membuat lingkaran sambil bergenggaman tangan. Musik dengan tempo semakin cepat membuat tarian mereka semakin bersemangat.

Entah kapan, Minho ikut masuk kedalam lingkaran itu. Tangan besar namja itu menggenggam tangannya dengan erat dan penuh perlindungan, saat tangan mereka bersentuhan ia merasakan kupu-kupu menari diperutnya. Minho juga terlihat terkejut dengan apa yang ia rasakan, matanya menatap mata yeoja bertopeng itu dengan menyelidik.

Tarian itu mulai melambat dan para pasangan mulai berdansa, Jiyeon akan melepaskan genggaman tangannya tetapi Minho menahannya. Mereka berdansa dengan tubuh yang melekat satu sama lain. Jiyeon merasa kembali ke kejadian belasan tahun yang lalu saat mereka menari bersama untuk pertama kalinya.

Ruangan itu terasa sunyi dan hanya mereka yang ada disana. Mereka saling menatap satu sama lain.

Minho tahu bahwa ia tidak pernah merasakan hal yang ia rasakan sekarang, sudah terlalu lama ia pernah merasakan perasaan tersengat dan penuh cinta. Yeoja dihadapannya mengingatkan ia pada isterinya, cara mereka menari, cara yeoja itu menatapnya dan cara yeoja itu gugup menatap matanya.

Musik berhenti dan tangan Minho terangkat untuk membuka topeng itu, tak berapa lama terdengar suara terkesiap. Minho menatap dimengerti kearah yeoja dihadapannya yang menatapnya dengan mata berair. Beth pengasuh anak-anak berdiri didepan Minho , Minho tidak pernah menyadari bahwa Beth akan begitu mirip dengan Jiyeon dalam hal kelakuan.

” Beth.” Suaranya berbisik lirih.

***

Kejadian kemaren membuat Beth sukses menjadi buah bibir dikalangan pelayan istana dan ia mencoba mengabaikan cemohan demi cemohan yang sengaja mereka perdengarkan. Ia menjadi lebih kuat sekarang, ada Mei yang ada disampingnya dan berkat gadis kecil itu ia mencoba percaya diri.

Saat mereka bertemu, Minho terlihat selalu menatap lekat dirinya dan kemudian mengalihkan tatapannya.

Entah itu sebuah harapan atau Minho menganggapnya aneh, ia hanya dapat berhadap sekarang dengan pernikahan namja itu yang semakin dekat. Ia takut jika ia mengatakan bahwa ia adalah jiyeon, semua orang termasuk Minho tidak akan mempercayai dan malah menertawakan dirinya.

Perbatasan antara hutan kehidupan dan kegelapan mulai menunjukkan kehancuran benteng, namja itu tidak bisa menunggu lagi untuk melakukan ritual itu. Tetapi jika Jiyeon dapat membuat namja itu mencintainya dalam waktu beberapa hari, mereka akan menguasai hutan kegelapan dan tidak ada lagi rasa takut.

Ia meletakkan 3 gelas susu putih diatas meja makan dan memutuskan untuk membangunkan ketiga buah hatinya. Tidak seperti biasanya mereka terlihat begitu antusias dan begitu bahagia, seperti biasa mereka berlomba untuk menghabiskan susu digelas mereka.

” Bibi, perutku sakit.” Tiba-tiba Mavin mengeluh dan beberapa saat kemudian ambruk, Mei dan Mason berteriak saat melihat busa mulai berkeluaran dari mulut Mavin dan tubuh namja kecil itu terlihat kejang.

” Tolong! T..tolong!” Jiyeon dengan segera memeluk Mavin dan menepuk pipi namja kecil itu, para pelayan berkumpul dan berteriak kaget kemudian salah satu dari pelayan dengan segera memanggil tabib istana.

Jiyeon menangis sambil terus mencoba menyadarkan Mavin yang mulai berhenti kejang dan kehilangan kesadarannya, wajah namja kecil itu membiru. Minho muncul dengan langkah panik dan seketika ia terdiam tidak bergerak saat melihat puteranya , buah cintanya, anak yang begitu jiyeon dan dirinya cinta terbaring tidak berdaya.

” Ma…Mavin.”

” Apa yang terjadi! Apa yang terjadi pada puteraku!” Raung Minho sambil mengambil Mavin dari pelukan Beth yang sudah menangis dengan wajah penuh air mata, bajunya basah karena muntahan dari Mavin.

Tabib istana datang dengan tergopoh-gopoh dan meminta Minho untuk membawa Mavin ke ruang berobat untuk segera diobati.

***

” Susu ini beracun.” Minho menatap tajam kearah Beth sambil mengangkat gelas itu dengan wajah murka. Beth menggeleng tidak percaya, ia tidak mungkin menaruh racun apalagi jika meracuni buah hatinya sendiri. ” Apa tujuanmu sebenarnya, beth? Kau ingin membunuh anakku? Atau kau salah satu penyusup dikerjaan ini?” Beth hanya bisa menangis dan menggeleng, semua orang diruangan itu menatapnya dengan menuduh. Mei dan Mason menatapnya dari balik punggung Minho dengan takut.

” Bukan aku, aku menyayangi Mavin lebih dari nyawaku sendiri. Aku tidak mungkin meracuninya.” Lirih Beth, Mei berjalan maju dan memeluk Beth erat.

” Appa, eomma tidak mungkin meracuni Mavin.” Mei menangis sambil memeluk erat Jiyeon yang berlutut, Jiyeon balas memeluk gadis kecilnya dengan erat.

Jiwon muncul dengan seorang pelayan dibelakangnya, pelayan yeoja yang terlihat menampilkan wajah takut dan menunduk.

” Katakan yang kau lihat tadi, katakan dengan sebenarnya.” Perintah Jiwon. Yeoja itu maju dengan tubuh bergetar dan berjalan kearah Minho sebelum menunduk hormat.

” Maafkan saya Alpha, tadi saya melihat Beth menuangkan sesuatu kearah segelas susu yang diminum oleh salah satu anak Alpha.” Beth berdiri dengan tidak terima.

” kau berbohong! Aku tidak pernah meracuninya!” Marah Beth sambil tetap mengeluarkan air mata, rahang Minho mengeras.

” Teganya kau!” Bentak Minho sambil menunjuk Beth.

” Kau adalah salah satu pelayan paling setia dan pengasuh yang paling dicintai oleh anak-anakku dan kau membalasnya dengan memberikan racun diminuman anakku? Dimana otak dan pikiranmu!” Raung Minho kemudian menarik Mei kearahnya, gadis kecil itu berusaha menggapai Beth dengan air mata yang tumpah. “Eomma.” Teriaknya menangis.

” berhenti memanggilnya eomma, dia bukan eommamu!” Sinis Jiwon sambil tersenyum penuh kemenangan.

” Bawa dia ke sel bawah tanah.” Perintah Minho tanpa memandang Beth yang masih menangis, ia tidak sanggup melihat tangis yeoja itu entah mengapa, hatinya terasa berbeda. ” Tidak! Aku tidak ingin pergi, aku harus melihat Mavin. Tidak!” Suaranya masih terdengar sampai lorong. Mei masih menangis didalam pelukan appanya dan memeluk Minho erat.

***

Jiyeon berbaring dengan tidak nyaman, entah sudah berapa lama ia menangis dan terbaring dengan begitu lemah. Tiba-tiba sebuah cahaya muncul, dan yeoja yang sudah hampir belasan tahun tidak pernah ia jumpai muncul dengan wajah yang sama dan menatapnya dengan datar.

” Well, kau bernasib sama sepertiku Jiyeon. Mengapa kau menyerah begitu saja?”

” Kau! Kau yang membuatku harus merasakan hal ini! Mengapa kau tidak memberikannya kepada orang lain saja!” Marah Jiyeon sambil mencengkram kasar rambutnya dengan penuh rasa frustasi. Yeoja didepannya menampilkan wajah sedih dan tersenyum lemah.

” Jika aku bisa memberikannya pada orang lain, aku akan memberikannya. Crystal itu hanya bisa diberikan pada keturunanku.” Jiyeon berhenti menarik rambutnya dan menatap yeoja itu dengan wajah terkejut dan bingung.

” Keturunan apa maksudmu?”

” Aku kehilangan orang yang aku cintai dulu dan aku masih dapat menerimanya, dan kemudian ia datang bersama isterinya dan merebut puteriku ,satu-satunya hal paling berharga dihidupku, lambang kecantikanku yang masih tertinggal, dan hal yang paling aku cintai. Apa kau pikir aku masih dapat normal setelah mereka merebut semuanya? Tentu saja aku menjadi tidak terkontrol dan mereka menyebutku gila.”

” Kau..”

” Ya, aku eommamu.”

” Jika kau eommaku kau tidak akan membiarkanku menerima Crystal itu!”

” karena aku menyayangimu , aku memberikan Crystal itu. Aku tahu kau bisa menghancurkan kegelapan yang telah aku buat karena kekecewaanku, buku takdir selalu bermain dengan takdirmu dan aku tidak pernah mau tinggal diam melihatnya menentukan takdirmu dan membuatmu merasa tidak bahagia.”

” mengapa mereka tidak pernah menceritakan tentang dirimu? Seharusnya aku tahu bahwa kau eommaku.” Yeoja itu hanya bisa tersenyum miris dan mencoba menyentuh wajah Jiyeon, mereka berbeda alam tentu saja dan ia hanya bisa menggapai udara.

“Walau kau tidak pernah tahu siapa aku, percayalah bahwa aku sebagai eommamu akan selalu berada disampingmu apapun yang terjadi.” Yeoja itu menghilang perlahan dengan air mata yang hampir menetes dari matanya. ” Jangan biarkan keluargamu jatuh ketangan yang salah, Minho namja itu begitu mencintaimu bahkan aku tidak pernah melihat perasaan sebesar itu. Hal terburuk yang aku rasakan adalah tidak melihatmu tumbuh besar dan itu benar-benar membuat perasaanku tersakiti.”

***

” Appa, dimana Bibi Beth? Aku tidak melihatnya hari ini.” Mavin bertanya dengan suara lemah sambil menatap sekitarnya, sedangkan Mason dan Mei hanya bisa menatap Mavin dengan iba. Minho menampilkan wajah bimbang.

” Aku ingin memeluk Bibi Beth.” Bisik Mavin pelan.

” Mavin dengarkan appa, Bibi Beth sudah berusaha meracunimu dan Appa tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kalian. Karena jika ada yang menyakiti kalian itu sama saja appa gagal menjaga kalian, eomma kalian akan begitu sedih jika kalian luka sedikitpun. Kalian adalah darah daging  appa dan eomma , jika kalian luka sedikit saja itu sama saja membuat kami terluka juga.” Minho mencium puncak kepala puteranya.

” Appa melakukan semua ini demi kalian, pernikahan ini juga terjadi karena appa ingin melindungi kalian. Jika dunia kegelapan berhasil menguasai tempat ini, mereka akan mengambil kalian dan appa tidak akan membiarkannya. Cukup eomma saja yang meninggalkan appa , jangan kalian. Hanya kalian yang membuat appa bersemangat untuk hidup sekarang.”

” Appa, kami mencintaimu.” Mason , Mavin dan Mei memeluk Minho dengan erat.

” Appa juga sangat mencintai kalian.”

Mei melepaskan pelukan mereka dan berdiri dengan wajah gugup.

” Seharusnya aku tidak mengatakan hal ini appa, aku sudah berjanji tidak mengatakannya. Tapi aku rasa appa berhak tahu.” Bisik Mei gugup. Mei menatap kebawah sambil menunduk.

” Bibi Beth adalah eomma.”

” Dia bukan eommamu Mei, appa sudah mengatakan sejak awal bahwa eommamu adalah Jiyeon dan tidak berubah sejak awal.”

” Appa dengarkan aku!” Kesal Mei. Gadis kecil itu kini menatap lekat kearah Minho dan menghela nafas.

” Aku pernah melihat Bibi Beth berubah wujud menjadi serigala putih besar, bulunya begitu lembut dan aku menarik beberapa helai bulunya tanpa ia sadari.” Mei mengambil sebuah kotak dari bawah tempat tidur dan membukanya, bulu-bulu yang bersinar terang.

Disamping kotak itu, sebuah cincin yang begitu ia kenal terletak. Cincin permata yang begitu indah terletak disana.

” Aku juga mengambil cincin ini tanpa sepengetahuan eomma, ia tahu aku mengambilnya tetapi ia tidak mempermasalahkannya. Eomma mengatakan cincin ini adalah cincin pernikahan kalian.” Mei mengangkat cincin itu perlahan.

Mata Mei menatap kearah Minho yang masih terdiam ditempat , mata namja itu memerah dan tubuhnya bergetar, cincin itu terakhir lagi ada dijari Jiyeon yang tertidur dengan tenang diatas perahu. Dan bersama hal itu, Albert muncul dengan wajah penuh berita.

” Alpha, kami sudah memeriksa perahu dirawa. Kami tidak menemukan apapun disana, tidak ada tulang ataupun tanda bahwa Sang Luna terbaring disana.”

Semua menjelaskan segalanya, Minho bangkit berdiri dan berlari kearah sel bawah tanah tanpa memperdulikan teriakan anak-anaknya. Jantungnya berdegup kencang, Jiyeon masih hidup? Tuhan tahu betapa besar ia mencintai yeoja itu.

Yeoja itu disana, terbaring sambil menatap sedih kearah langit-langit sel. Mereka berbeda, Jiyeon dan Beth. Mereka orang yang sama namun wajah yang berbeda, Minho tidak tahu apa yang terjadi pada Jiyeon selama ini.  Ini lah jawaban dari semua perasaan yang Minho rasakan jika berada didekat beth.

” Jiyeon.” Panggilnya, yeoja itu menegang dan menatapnya dengan terkejut. Minho berjalan mendekat dan yeoja itu langsung menampilkan wajah ketakutan.

” Aku…aku bukan Jiyeon.” Tangisnya sambil berusaha menjauh dari Minho, Minho menutup matanya mencoba menahan air matanya dan ia tidak sanggup. Katakan saja ia lemah, tetapi siapapun yang melihat orang yang ia cintai dalam keadaan seperti ini pasti akan merasakan kesakitan yang sama.

” Mengapa kau tak jujur padaku Jiyeon? Kau tahu aku mencintaimu lebih dari apapun, aku akan tetap mencintaimu bagaimanapun rupamu. Kau hanya perlu mempercayaiku. Aku suamimu.” Bisik Minho pelan dengan suara serak. ” sial.” Ia mencoba menahan tangisnya

” Apa yang telah terjadi padamu.” Minho dengan cepat memeluk yeoja itu dengan erat walaupun awalnya Jiyeon meronta. Ia mencium kening Jiyeon dengan penuh kerinduan.

” Hei tatap aku, apakah aku terlihat membencimu? Kau lihat aku dan lihat betapa aku mencintaimu.”

” Aku tidak pantas untumu Minho.”

” Aku yang tidak pantas untukmu Jiyeon! Kau sempurna dengan caramu, aku namja paling beruntung yang memilikimu dan kau tidak boleh meragukan hal itu.”

Yeoja itu memeluk Minho dengan rantai yang masih mengikat tangannya.

” Aku tidak sama lagi.” Bisik Jiyeon penuh penderitaan dan air mata.

” aku tidak perduli bagaimana rupamu, kau hanya harus berada disampingku dan aku akan mencintaimu sampai seumur hidupku, sampai kematian menjemputku aku tetap mencintaimu. Bagaimanapun rupamu sekarang, kau tetap Jiyeon. Isteriku dan eomma dari anak-anakku, yeoja yang mempertaruhkan nyawanya demi buah hatinya dan kau eomma paling bertanggung jawab yang pernah ada. Kau berhasil menjadi eomma untuk mereka dan isteri untukku, selama ini kau selalu berada disisi kami dengan senyumanmu walaupun dirimu tersiksa.” Minho membawa Jiyeon masuk kedalam pelukannya yang hangat.

Mereka bertemu setelah sekian lama namja itu tidak mengenalnya, hatinya berbunga dan sekaligus merasa perih. Bagaimana jika wujudnya tidak akan berubah? Mengapa setelah pengakuan cinta Minho, tidak ada yang berubah dari dirinya?

***

” Membatalkan pernikahan? Tetapi tinggal menghitung hari dan kau tidak bisa membatalkannya secara sepihak, kita sudah melakukan ritual penyambutan!” Jiwon berdiri dengan tidak terima sambil menatap Minho yang duduk dengan tenang dikursi kekuasaannya, Appa dan eomma Jiwon juga hadir dan terlihat menerima keputusan Alpha mereka. Berbeda dengan Jiwon.

“Aku tidak bisa menikahi wanita lain saat aku sudah memiliki seorang isteri.” Ucap Minho pelan. Bersamaan dengan hal itu, pintu terbuka dengan lebar Jiyeon berjalan masuk dengan gaun berwarna Peach dan mahkota diatas kepalanya. Triple M berjalan disamping eomma mereka. Mavij terlihat masih pucat tetapi wajah bahagianya begitu terlihat. Apalagi saat tangan jiyeon menggenggam tangannya erat.

” Beth? Yang benar saja! Kau seorang Alpha dan kau menikahinya?” Marah Jiwon. ” Kalian semua sudah gila! Kau akan menyesal Minho karena telah melepaskan aku dan memilih yeoja ini!” Jiwon menunjuk Jiyeon dengan perasaan terluka.

” Bersikap sopan terhadap Sang Luna!” Bentak Minho. Jiwon menarik tangannya dan menatap Jiyeon penuh permusuhan dan wajah angkuhnya. ” aku tidak mungkin menikahi yeoja licik seperti dirimu, apa yang membuatmu berpikir menuduh Beth dan mencampurkan Racun ke minuman puteraku.” Jiwon terdiam ditempat, tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.

” Aku tidak-” seorang pelayan masuk dengan wajah ketakutan.

” Maafkan saya , saya akan mengembalikan uang yang anda berikan. Saya tidak mau dihantui kejahatan seumur hidup saya.” Yeoja itu berjalan kearah Jiwon dan meletakkan beberapa keping koin emas didepan Jiwon.

” Beberapa keping emas? Untuk nyawa anakku?!” Raung Minho marah. Para prajurit Minho muncul dengan wajah garang mereka dan menangkap Jiwon.

” Kurung dia di sel bawah tanah, jangan biarkan ia terbebas sedikitpun. Hukum tetaplah hukum.”

Appa dan eomma Jiwon dan Jiyeon hanya bisa menatap puteri yang mereka limpahkan dengan kasih sayang menjadi begitu kejam. Mereka tidak bisa berbuat apapun karena hal itu memang salah. Kini mereka kembali menatap Sang Alpha dan Sang Luna yang baru dengan tatapan penuh rasa bersalah.

” Harabeoji, Halmeoni.” Triple M menghampiri mereka dengan wajah mereka  yang berbeda, mereka kembar namun tidak identik. Triple M memeluk mereka bergantian dan menunjuk kearah Sang Luna.

” Itu eomma.”

” anak Harabeoji dan Halmeoni.” Mavin menyambung ucapan Mason.

” Apa maksudmu Sayang?”

Akhirnya Minho untuk menjelaskan ucapan Triple M, ia sudah mendengar cerita sesungguhnya dari Jiyeon. Semua cerita tanpa terlewatkan sedikitpun dan Appa dari Jiyeon hanya bisa menangis mendengar apa yang menimpa puterinya.

” Maafkan kami Jiyeon, kami tidak pernah mengatakan kepadamu tentang eommamu. Kami bersalah padamu dan kami mencoba menebus kesalahan kami, kami menyayangimu.” Jiyeon hanya bisa mengangguk perlahan dengan air mata yang menggenang. Kedua orang itu memeluknya erat dan pertemuan itu dipenuhi dengan air mata.

***

Minho memeluknya sepanjang malam dan menciumnya tak terhitung betapa seringnya. Jiyeon bahagia tentu saja, namja itu menatapnya penuh cinta tanpa rasa jijik atau rasa menyesal sedikitpun, namja itu menatapnya seperti dahulu saat wajah Jiyeon masih sama.

Saat Jiyeon membuka matanya, Jiyeon tidak menemukan Minho dimanapun. Namja itu tidak berada disampingnya tetapi kasur yang masih hangat menyatakan bahwa namja itu baru saja pergi.

Suara teriakan mengejutkannya, membuatnya ikut berlari keluar dari kamar menggunakan baju tidur putihnya. Ia berlari keluar istana dan ikut tercengang melihat apa yang terjadi, diatas langit terlihat sesuatu hal dan itu adalah…

Matahari!

Matahari penuh! Ia tidak pernah melihatnya! Dengan adanya matahari penuh berarti hutan kegelapan telah punah dan dirinya…

Jantungnya berdegup kencang, apalagi saat melihat Triple M yang menatapnya dengan mulut terbuka lebar. Jiyeon memegang wajahnya dengan tangan kecilnya dan menatap kearah tangannya dengan perasaan yang tidak dapat ia katakan.

” eomma, kau begitu cantik.” Mei menatap takjub.

” Lukisan itu kalah cantik dari dirimu eomma. Aku tidak menyangka appa bisa mendapatkan yeoja secantik eomma.” Mavin hanya bisa mengucapkan hal itu, sedangkan Mason tidak bergerak sama sekali.

Dari jauh Jiyeon bisa melihat Minho yang kini juga menatapnya dengan lekat, namja itu berjalan cepat kearahnya dan Jiyeon hanya bisa menutup mulutnya. Ia memeluk Triple M dan Minho yang datang sambil ikut memeluk mereka.

” Sayang, kau berhasil. Kau memberikan matahari, kegelapan telah sirnah.” Bisik Minho lembut dan mencium Jiyeon dihadapan anak-anak mereka. Triple M hanya bisa tersenyum simpul saat melihat appanya yang mencium eomma mereka tanpa jeda sedikitpun.

***

Ia berbaring miring dengan perut yang sedikit membuncit, tangannya bergerak untuk mengelus anak yang berada didalam kandungannya. Yeoja didepannya tersenyum kearahnya dengan bahagia.

” Saat eomma mengandungmu, eomma mengalami perasaan begitu mual dan lemah. Tetapi eomma akan merasa lebih baik saat mencium aroma mint.”

Yeoja itu eommanya, walaupun mereka berbeda dunia mereka dapat berbicara dan  eommanya akan datang sesekali untuk bertemu dengannya. Hanya dirinya yang bisa melihat eommanya dan kadang Minho menggeleng pelan dan mengira dirinya berhalusinasi jika ia sudah menceritakan tentang eommanya.

Jiyeon kini mengandung, usia bayi didalam kandungannya sudah memasuki bulan ke-4 dan buku takdir meramalkan hal yang begitu baik untuk dirinya.

Buku takdir meramalkan ia akan melahirkan seorang puteri.

Mei begitu antusias tentu saja.

Mavin dan Mason, dua namja nakal itu mengatakan menginginkan adik laki-laki dan merasa sedikit sedih karena mendengar adik mereka adalah seorang yeoja, karena menurut mereka yeoja akan secengeng dan semanja Mei. Tetapi mereka tetap mencintai adik mereka.

Jiyeon kadang merasa lucu saat Triple M dan appa mereka bertengkar menentukan desain kamar untuk adik baru mereka, Minho bersikeras bahwa dikamar itu harus diletakkan banyak warna hitam karena ia menyukainya sedangkan Mei mengatakan bahwa adiknya perempuan dan lebih baik jika memakai warna Pink, berbeda dengan Mason dan Mavin yang menginginkan warna merah darah tanpa keberanian dan dengan kesal Mei mengatakan bahwa Merah melambangkan darah dan adik mereka bukan makanan.

***

Jiyeon Pov

Dan akhirnya aku menentukan bahwa kamar itu didesain dengan percampuran warna dari mereka, dan mereka lumayan menyukai hasilnya.

Dikehamilanku yang semakin besar, aku semakin manja pada Minho. Aku tidak bisa berada jauh darinya, bahkan aku pernah menangis menghampirinya saat ia sedang melakukan pertemuan dengan para petinggi dan mereka memakluminya, sedangkan Minho langsung mengajakku pulang dan berusaha menenangkanku dengan ucapan lembutnya.

Sekarang ia berbeda dari sebelumnya, dulu ia keras kepala, egois, mementingkan diri sendiri dan sekarang ia begitu bijaksana, sabar, perhatian, mementingkan kepentinganku dibandingkan dirinya, selalu siaga dan tentu saja ayah yang baik untuk Triple M yang nakal tidak terkira.

” Minho.”

” Wae?”

” ehm aku.”

” Kau serius? Kita baru melakukannya 5 menit yang lalu. Kau bisa kelelahan sayang.”

” tapi aku mau.”

” Kau harus istirahat.”

” kau bosan padaku?”

” Bukan begitu, aku tidak pernah bosan padamu. Kau sexy tetapi kau perlu istirahat.”

” Pokoknya aku mau sekarang! Jika kau tidak mau menjadi mainanku diatas ranjang, aku akan meminta Albert yang meredamkan hasratku.” Ucapku dengan nada kesal, Minho menghela nafas cemburu.

” tidak ada Albert, baiklah. Ayo kita bercinta sampai tidak ada yang bisa bangun diantara kita.”

Dan Minho membuktikan ucapannya, ia membuat kami terbang berkali-kali hingga aku tidak bisa membuka mataku dengan benar dan suaraku begitu serak.

Yang aku tahu.

Sekarang aku menemukan kebahagiaan…

Jiwon?

Aku tidak tahu kabarnya sekarang.

End

Akhirnya selesai setelah berada di note ponsel hampir satu minggu, dan ini adalah squel dari The Moon yang buat kalian mewek katanya wkwkwk. Thanks buat yang sudah meninggalkan jejak dan rencananya akan ada satu squel lagi dan yang mendapatkan password hanya readers yang meninggalkan Komentar dipart 1, readers yang mendapatkan Password untuk sequel ketiga hanya readers yang sudah meninggalkan jejak dipart 1! Author akan memeriksa satu persatu, readers yang sudah baca dan baru komen dipart 1 hanya karena ingin dapat password tidak akan author berikan karena author akan melihat berdasarkan tanggal.

See you guys, dan untuk all of you lagi dalam masa pengerjaan dan author lagi down mikir ide untuk all of you, tapi minggu depan semoga udah jadi. Jadi terimakasih shdah menunggu ff ku yang hancur lebur dan tidak bagus ini.

Rcl yang panjangggg yaaaaaa…. biar aku semangat 😂

45 thoughts on “THE MOON : SUN BETH [ SEQUEL ]

  1. emmm…. jd gitu kenapa jiyi diperlakuin gk adil sama orang tuanya.. nasib eomma jiyi nurun sama anaknya tp nasib jiyi enggak seburuk eomanya.. berkat krystal dari eomanya jiyi bisa bahagia dan sama minho lagi.. d antaa anak2 jiyi.. mey yg paling beda dia selalu peka dengan apapun… semoga selalu bahagia minji family..

  2. Woww ternyata begitu ya, awal”nya kasian liat jiueon yg gak dikenalin ma minho tapi anak” tetep ada ikatan batin yg tak bisa di bohongin.. Lega akgirnya happy ending tapi bakalan ada sequel lagi wah enaknya..hehehe

    Moga ff yg all of you juga cepet publish..hehehe

  3. Daebakkk, ceritanya keren thor… sampe kepikiran digituin ceritanya… aku mikirnya kemaren jiyeon masih hidup cuma hidupnya setelah 6 bulan…ternyata emang hidup tapi gak nyangka ampe sekeren itu alur ceritanya…. keren thorrrrr ditunggu lanjutannya xD

  4. kmu post lg ya ???
    kmtin sempat bingung knp postingan n tiba2 mghilangg

    ok…ak ulang ya comentny,pdhl yg kmrin sdh coment. gk aplh buat kmu ap sih yg nggak hhee
    pokokny utk sequel nh keren dehh. rasa penasaraan knp ortu jiyeon bersikap seperti it sdh trjawab..
    lalu kmna jiy sdh tahu…
    tinggal moment bahagiany aj lg dg kluargany stlh skian bnyk rintangan yg dhadapiny..
    so..next sequel dtunggu hhhee

  5. Aaaa…..
    Aku telatttttt….gk tau klo sequel nya udah di post….mian author telat coment dan bacanya….
    Btw terjawab sudah semua kebingunganku,mulai dari keluarga jiyeon dan semuanya,dan juga akhirnya Minji bisa bersatu lagi…..
    Aaaaaa….Daebak,Author Jjang…!!! Ditunggu ff Minji lainya Fighting…!!!^_^

  6. pantes jiyi g di saya ummanya ternyata emak tiri .. heuh dri awal aq dah ada firasat kalo beth itu jiyi huaaaaa ternyata benerrrree next3

  7. kasian jiyeon disaat dia hidup kembali mlah minho oppa tag mengenali jiyeon,penuh perjuangan banget.
    Ikatan batin antara anak dan ibu emg gak bisa diraguin,keren oenni
    Hahahha…lucu liad jiyi Hamil yadong banget.
    Tpi keren banget alur ceritanya oenni.
    Yg pasti seneng liad minji couple bersatu kembali.
    Happy ending
    Pokoknya oenni the best lah.

  8. Keren eonni ditunggu ff selanjutnya
    Untung aja minho oppa udah tau yang sebenernya,jadi mereka bisa bersatu lagi…
    Yeah happy ending…

  9. Aaaaaaaaa, maaf kn aq authornim baru baca.
    Huahhh, gk jd sad ending. Hihihihi.
    Sempet curiga sch sbnr x beth tch jiyi, cm bngung aj gmna cerita x jiyi msh hdup.
    Tp akhr x ngerti pas ad pnjelasan x. Hoho
    Jiwon jahat bgtz aishhh, sebel.
    Untung akhr x minho sadar klo beth tch jiyi.
    Aigoo, lucu pas ending x, hasrat x jiyi ya ampun. Untung minho sanggup aj. Hahaha. #yadong #plakkk wkwkwkwkwk

  10. wuaahhhh jadi Jiyeon berhasil hidup lagi??
    dan ternyata srigala yg mati waktu itu eomma kandung nya Jiyeon.
    Minho bener2 cinta sama jiyeon🙂
    lucu tingkah sama sifat nya triple M.

  11. yah telat baca…keren akhirnya happy ending ternyata eomma nya jiyi tuh udah meninggal dan yang jadi bith itu jiyi wah daebak untung mei bilang sama minho klo bith itu jiyeon seblum upacara pernikahanya minho sma jiwon…wah jiyeon hamil lagi anak ke empatty chukkae lucu juga yah perdebatan anak sama ayah cuma nentuin warna anak baby minji yang ke empat…ckck sekarang gantian yah bukan minho yang yadong tapi jiyein haha…next eonni di tunggu squel brikutnya

  12. Naaaaaaaach
    Akhir_ny bisa coment juga,,
    Pdhal baca_ny dah dri wktu itu…hehe
    Pas mau coment,,
    Malah d hapus ma eon…😀😀😀
    Miaannn,,baru bisa coment…
    Inti_ny pokok_ny ff”eon selalu
    KEREEENNNN,,
    Gak perna ada yang mengecewakan…
    FAIGTHING eonnie…😉😉
    Q tunggu karya mu slanjut_ny…👍👍👍

  13. daebak eon aku udah baca yang part 1 terus ini… ya ampun nangis bombai aku eon… feelnya dapet banget.. jiyeon bisa balik lagi kayak semula horeee aku pikir bakalan sad ending lagi eon emang bisa bikin aku baper maksimal lah :3

  14. Aku pikir akan ada pemeran baru yang gantiin Jiyeon. Agak ragu mo baca sequelnya. Eh tapi kok castnya tetep park jiyeon? Aha jangan-jangan Jiyeon hidup lagi. Ahaaa bener ternyata. Langsung semangat bacanya.. Tapi tapi Jiyeonnya mana? Beth?
    Dan lagi-lagi, kenapa selalu saja saat mendekati ending romansa mereka terlihat. Huhuhu pingin lihat kisah romantis mereka lebih panjang authornim, jangan cuma pas diending aja dong.. hehe thankyou for your great story authornim.. good job ^^

  15. Itu itu sih beth jiyeon. Bagus feel.a dapet, jadi yang ciptain hutan kegelapan itu eomma.a jiyeon terus kok dia bisa dapetin cristal itu ya sih eomma.a jiyeon apa turun temurun, ya sudahlah yg penting happy end, eoh iya eon di sequel kedua nti tema.a happy nde. Suka bgt sama kesetiaan.a. Sebelum.a sempet berimajinasi sendiri kl minho bakal ngebwa cinta sama kesetiaan dia sampe mati nyusul sih jiyi, tapi ternyata happy end daebaaak. Ayo eon semangat buat next sequel.a ditunggu.

  16. minho segitunya cinta ama jiyi udah ditinggal lama msh tetep aja setia ama jiyeon. terjawab jg kenapa jiyeon di abaikan sama ommanya ternyata jiyi hanya anak tiri.
    sempet ogah”an gitu bacanya kirain disini beth gantiin jiyi, eh taunya beth itu jiyi tertipuuu
    deeuuu sekarang gantian ye jiyeon yg yadong ngajak main mulu kkkkk
    next sequelnya ditunggu ya semangaaatt

  17. Ya ampun…ane baca x deg deg an sampe2 nh tngn ikut gemetar..terharu bngt baca nya..baru thu ada epilog x dan aku lihat juga ada part 1 x tp bru berani baca yg ini,yg part 1 x gk thu kapan tp pasti kalau udh siap aku baca ko..

  18. akhir nya dilanjut lg . nunggu ada post an ff baru bolak balik kesini belum ada jg ,

    untung aja minho gk jd sama jiwon itu bisa jg ibu tiri jahat. minho jg bener2 tulus cinta nya ke jiyeon

  19. , qrain gak ada sequel?? tlat bca kan.. hahaha
    trnyata jiyi blm meninggal, da sllu dkt ama triple M.. aigoo hampir aja minho nikah lagi, knpa minho gak sadar bhwa beth adalah jiyi.. triple M cute ^^..

  20. Horrey 🎉🎇 bakal ada squel lagi seneng seneng……..
    Seneng banget nostalgia sma ff authornim
    ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Cover ftonya keren
    Kya jiyeon mirip bgt

  21. inilah, eonni, kebuka juga, agak sebel tau setelah kemaren bisa buka dan baca gak bisa comen, dan sekarang comenanya gak tau kaya gimana, sudahlah, aku comen ini aja, itung itung nambah view comenan

  22. Akhirnya Eonnie buat juga sequelnya:3
    Yesus akhirnya minho jiyeon bersama anak”mereka
    Sedih kalau endingnya gak kek gini:D
    Tapi akhirnya semua berakhir baik baik saja:)
    Ditunggu tulisan lain Eonnie fighting&Hwaiting!!!!

  23. Omo minji tuh bener2 ya wkwkwk
    Pengen nyq berduaan mulu hahaha
    Tp seneng sih klo ngebayangin mereka bahagia
    Udh kesel aja pas jiyeon dituduh ngeracunin mavin
    Untungnya penderitaan jiyeon ga berlangsung lama
    Aku seneng sama ending nya 😃

  24. Ternyata jiyi memang anak tiri dr eommanya,,pantas diperlakukan berbeda.
    Kesabaran jiyi bener² diuji waktu berubah jd beth,
    Mei pinter deh.
    Cinta minji sempurna, chukhae minji udah bisa bersama lagi.
    Ditunggu eon, pw nya 😉

  25. Duh nyesel baru tau ada sekuelnya.. tp gpp lah.
    Dr awal kyk ngrasa kao beth psti bukan pelayan biasa, dannn rasanya nano nano begitu tau beth itu jiyeon pas dia berubah pertama kali. Seneng bgt trnyta jiyeon msih hidup dan ga sabar nunggu scene dimana jiyeon berubah.

  26. Lho ada sequel nya
    Aku baru tahu hihi
    Emb aku udah koment gag ya dipart sebelumnya aku lupa
    Kadang kalau koment error gtu
    Jadi ya lupa
    Dari cerita ini kenapa aku jadi penasaran sama kisah ortunya jiyeon yaa
    Jiyeon hebat ya kecantikan alami cinta sejati wehhh senangnya
    Ikatan batin anak dan ibu itu emang gag bisa dipisahkan
    Contoh nya jiyeon dan si kembar
    Walau rupa jiyeon berubah tapi mereka masih ada ikatan batin kerennn

  27. pas tauada sqeulnya lg aku agak shock soalnya aku kira udh end kan trus trus pas lg bosen kangen minji buka 2 wp un tdnya aku kira udh ku baca gak tauny blm dan aku shockk bgtt keren haru binggunh *0* tapi dugaan aku bener yey klo ji anak srigala puth laalu liat perjuangan jiy liat minhoo agak bete ama jinwon –‘ tapi ttp akbirnya nice bgt 💋💋💋 nextt ya unnn sepertinyz aku udh bca dr awal ^^

  28. akhirnya happy ending juga seneng jadi kepo ya mau gimana nanti sequel 2 ok di tunggu postnya thor,mei pinter bangetz ya untung udah kasi tau minho klok itu ibu nya kan jadi sweet minjinya hhhh happy & triple M juga mau pux adik hhh next

  29. wahhh sequel nya keren bgt thor , awal nya aku ngira beth itu gk buruk rupa lo karna triple M biasa aja …
    dan setelah diceritain baru deh tau , minho udah dpt mimpi tp dia gk percaya sihh
    Mei pinter deh , klo mei gk kasih tau mgkin minho gk bakal sadar2 dan dia nyesel .. jiwon ckck berubah jahat
    ahh jd hutan kegelapan dibuat oleh eomma jiyeon ,
    senneng bgt jiyeon bisa balik dg wujudnya . kerennn
    bakal ada sequel lg , wihh pnasrann next dtunggu thor🙂

  30. Awalnya sempet bingung pas baca di part” atas yg minho tiba” ngeliat beth jadi jiyeon gitu, solnya di situ kata”nya kurang paham aku kak heheh. Tapi pas baca sampe habis baru ngerti jalan ceritanya dan suka banget sama minho yg tetap mencintai jiyeon sampe akhir hayat.. Pokok nya love love deh sama ceritanya

  31. Beth?? Y ampuun trnyta adlh jiyeon
    Pantas dy sgt syg pd anak2,,
    Bhkn dy brbh bentuk tuk slamat kn anak2 na..
    Pasti sedih bgt brada d dkt org2 cintai tp tk bs ungkap kn kbnrn naa
    Sng…. Minho tetap nerima jiyeon wlw wajah na berbeda, n bakal da aegy g 😁

  32. Eonni,..
    Ternyata The Moon ada Sequelnya, aku kelewatan FF ini,..
    padahal FF yang Eonni Post setelah Sequel ini sudah aq baca🙂

    Ada Untungnya nggak biisa tidur malam ini, otak atik Blog Eonni temu sequel ini,..

    Bahagia banget ternyata Jiyeonnya belum meninggal dan ceritanya Happy Ending, sempet Baper gara2 ending Part sebelumnya pas Jiyeon meninggal😦

    Semoga ada sequelnya lagi ya Eon, tp jangan Sad Endding🙂

    Gumawo Eonni

  33. Bru ngecek blog ni.. Ehh trnyata udh lama da sequel dr the moon. Ktinggalan bgt aq ya.
    Kirain the moon bner2 sad ending. Seneng akhir na jiyeon gak benar2 mninggal. The moon bikin mewek mw itu the moon na atw pun sequel na

  34. Aku udh mikir kesana bhw beth adalah jiyeon, dan srigala berbulu putih yg ingin menerkam jiyeon adl eomanya. aku senang ngk berujung setelah tw pemikiran ku tepat. plus melihat kebahgian jiyeon minho serta ank2 mereka. perfect deh pokoknya.

  35. ceritanya keren, author hebat banget bikin cerita alurnya bagus susah ditebak dan gak ngebosenin. by the way saya new reader ijin baca fanfiction – fanfictionnya yha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s