THE MOON [ ONESHOOT ]

image

Main Cast : Park Jiyeon, Choi Minho

Note : Annyeong, sudah terlalu lama saya menghilang dari dunia WordPress dan kini telah kembali hohoho. Maaf untuk readers yang sudah menunggu author yang begitu sibuk ini :3 peringatan untuk cerita kali ini bahasa agak berubah dan maafkan kalau penulisan saya jauh dari kata bagus.

WARNING! ADULT CONTENT! Be smart guys!

Rabu, 13 April 2016

***

Hutan kehidupan, hutan indah dengan tumbuhan yang tumbuh dengan subur. Hutan kehidupan adalah surga mereka para bangsa Serigala. Tetapi terlepas dari itu banyak hal yang mengancam tempat tinggal mereka, contohnya para Serigala dari hutan kegelapan yang berambisi menghabisi cahaya dari hutan kehidupan karena mereka membenci cahaya dan matahari.
Dihari yang indah itu, seorang serigala kecil berlari kearah padang rumput mengejar serigala hitam yang terlihat berlari menjauhinya.

” Minho! Minho!”

Serigala hitam itu berhenti berlari dan melihat serigala putih itu sudah berubah wujud menjadi manusia dan terlihat kelelahan.

” Jangan terus mengikutku!” Marah serigala hitam itu sambil berjalan kembali kearah gadis yang kelelahan itu. Gadis kecil itu hanya dapat mempoutkan bibirnya kesal dan duduk dipadang rumput sambil menatap kearah kejauhan.

Gadis itu kembali memandang anak laki-laki yang ia cintai dengan mata berbinar penuh kekaguman.

” Aku akan selalu mengikutimu Minho, karena memang begitu seharusnya. Kau dan aku selalu terhubung.” Jiyeon mengaitkan jarinya seolah tanda penghubung dan ia menampilkan senyum cerah dengan gigi rapi dan putih miliknya.

Minho memutar bola matanya jengah dan duduk , setelah memastikan jaraknya dan Jiyeon lebih dari 1 meter.

” Bagaimana bisa kau menjadi Mate ku, kau jauh lebih pantas menjadi pembantuku.” Jiyeon menatap Minho dengan kesal.

” aku tahu kau kecewa saat mendengar bahwa aku lah yang akan menjadi masa depanmu. Tetapi walaupun begitu aku merasa egois, kau tahu betapa bahagianya aku saat tahu akulah Mate mu bukan jiwon.” Bangga Jiyeon.

” Padahal Jiwon lebih pintar, cantik, sopan dan tidak barbar seperti dirimu. Apa mungkin buku takdir itu salah, aku tidak mungkin memilihmu sebagai Mate-ku.” Ucap Minho sedikit menggerutu. Mereka sudah mengenal sejak kecil, mereka terus bersama tetapi yang lebih tepat Jiyeon selalu mengikuti Minho. Karena menurut gadis kecil itu, Minho adalah serigala paling indah yang pernah ia lihat dengan bulu yang lebat dan begitu hitam.

Jiwon adalah saudara kembar jiyeon, mereka kembar namun tidak identik. Jiwon lebih pendiam dan begitu feminim dan mempesona. Sedangkan Jiyeon adalah kebalikannya, Jiyeon gadis yang tidak bisa diam, jauh dari kata diam dan selalu bersikap barbar jika berada didekat sang pujaan hati , Calon Alpha mereka yaitu Minho.

” Jiwon tidak akan menjadi Mate-mu, kalian tidak akan cocok.”

” Kami cocok, karena aku suka gadis yang seperti dirinya.” Minho menatap kearah kejauhan sambil mengucapkan kata-kata yang agak menyakiti jiyeon walaupun gadis itu tetap menampilkan wajah tersenyum gembira.

Selalu Jiwon, orang tuanya juga begitu menyayangi Jiwon dan Wohyun. Jiyeon kadang merasa dirinya dianak tirikan oleh orang tua kandungnya sendiri, orang tuanya selalu meyakini bahwa Jiwon adalah gadis yang akan menjadi Mate dari Calon Alpha dan Jiyeon agak berbangga hati saat melihat wajah orang tuanya dan wajah patah hati Jiwon saat mendengar buku takdir yang dibacakan kemarin.

” Suatu hari nanti kau akan mencintaiku Minho sampai kau tergila-gila. Kau akan bertekuk lutut dihadapanku dan mengatakan kau mencintaiku.” Ucap Jiyeon percaya diri dan dijawab dengan cemohan dari Minho . Selalu begitu, saat mereka bertemu pasti akan ada pertengkaran yang tanpa disadari membuat keduanya nyaman.

***

” Minho?!” Jiyeon terkejut saat melihat seorang anak laki-laki yang berdiri didepan rumahnya. Minho terlihat mendengus saat melihat Jiyeon yang membuka pintu itu, mulai hari ini Minho bertekad melawan takdir. Karena ia yang akan membuat takdirnya sendiri.

” Dimana Jiwon?”Wajah Jiyeon yang awalnya terlihat berseri menjadi agak sedikit pias dan terlihat menatap Minho dengan mata biru miliknya.

” Aku disini.”Seorang gadis seusia Jiyeon muncul dengan dress putihnya dan terlihat menunjukan senyum cantik pada Minho yang dibalas Minho dengan senyum lebar.

” Kau sudah siap?”

” Ya, Minho.”

Jiyeon menatap dua orang yang sudah berjalan menjauh dari rumah dan berubah wujud menjadi serigala hitam dan serigala putih keabu-abuan. Jiyeon berlari dan juga ikut berubah wujud menjadi serigala putih dengan bulu indahnya yang lebat. Ia berlari menembus hutan.

Mereka sampai dipadang rumput, Jiyeon bersembunyi dibalik pohon sambil melihat kedua orang itu dengan wajah cemburu. Minho dan Jiwon duduk bersebelahan dan begitu dekat tidak seperti Jiyeon , Minho pasti akan mencoba duduk sejauh mungkin darinya.

Mereka terlihat mengobrol sambil sesekali tertawa dan beberapa kali Jiyeon melihat Minho menatap Jiwon dengan kekaguman yang tidak ditutup-tutupi. Jiyeon menatap mereka dengan patah hati, namun ia harus optimis karena buku takdir sudah meramalkan bahwa ia adalah pasangan Minho nantinya.

Jiyeon berjalan mendekati kedua orang yang sedang mengobrol akrab itu.

” Minho”

Ia mendengar suara decakan kesal dari bibir anak laki-laki yang ia sukai dan kemudian mata itu menatap kearahnya dengan tidak suka dan seolah mengatakan ‘mengapa kau disini? Menganggu saja’ Jiyeon hanya tersenyum lebar seolah tidak ada yang terjadi.

Jiyeon mengenakan dress berwarna hitam , entah mengapa orang tuanya begitu sering membelikannya baju berwarna hitam sedangkan Jiwon diberikan dress putih cantik dan terlihat menawan. Yah, Jiyeon sadar bahwa ia dianak tirikan. Semua orang tahu bahwa hitam adalah lambang kegelapan, beberapa kali orang-orang mengomentari cara berpakaian Jiyeon.

Dress hitam itu melambai-lambai tertiup angin, Jiyeon duduk disamping Minho dengan wajah tanpa dosa.

” Kau lagi”

” Kalau begitu aku pulang dulu.” Jiwon berdiri. Minho menatap Jiyeon dengan kesal.

” Kita baru saja sampai.”

” Maafkan aku Minho, tapi aku memiliki banyak pekerjaan dirumah.” Jiwon berbalik dan berlari menembus hutan. “Kau.” Minho menutup matanya mencoba meredam kekesalannya pada Jiyeon yang tersenyum puas disampingnya.

” Mengapa kau senang sekali mengusik ku? Apakah tidak ada serigala lain?”

” banyak serigala lainnya , tapi aku hanya menyukaimu. Karena kau Alphaku.”

” Persetan dengan semua itu dan buku takdir itu. Kau pegang kata-kataku, aku tidak akan pernah menyukaimu dan jangan terlalu berharap karena yang akan menjadi Mate-ku adalah Jiwon.”

” Jiwon?kalian tidak cocok.”

” Kau membutuhkanku Minho, kita saling melengkapi dan hidupmu akan berwarna jika aku berada didekatmu.”

” Berwarna? Aku lebih merasa hidupku seperti dineraka.” Minho bangkit sambil mengucapkan itu dan berjalan meninggalkan Jiyeon yang masih duduk sambil menatap kepergian pujaan hatinya.

” Kau akan menyesali ucapanmu.”

***

7 Tahun Kemudian

Jiyeon menatap terpesona kearah seorang pria yang terlihat begitu sibuk dengan latihannya, tubuhnya terbentuk dan ia begitu sempurna. Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan Minho sekarang, ia tumbuh menjadi seorang Alpha yang begitu kuat, sempurna, mempesona dan menyejukan hati walaupun wajahnya selalu cemberut jika Jiyeon berada disekitarnya.

Jiyeon mendengar suara bentakan melengking dari Minho kepada calon-calon pasukan penjaga, para serigala-serigala itu terlihat terkejut mendengar bentakan Minho. Selain sebagai Alpha, Minho juga turun untuk melatih sendiri anak buahnya karena ia merasa bahwa ia akan puas dengan hasilnya jika ia yang melatih sendiri.

Disamping Minho berdiri Alpha sebelumnya yang tidak lain adalah ayah kandung dari Minho, lelaki itu masih tampak tampan dan tidak terlihat kerutan sedikitpun diwajahnya begitu juga dengan ibu dari Minho. Bangsa Serigala memang memiliki jangka hidup lebih lama dari manusia. Mereka dapat bertahan hidup hingga beratus tahun.

Sudah dua tahun ia mengikuti ritual dihutan perjodohan, sudah berpuluh-puluh serigala yang ia tolak dan menunggu Minho menandainya dan tahun ini adalah tahun terakhir masanya untuk menunggu . Jika ia tidak mendapatkan pasangan, ia akan diasingkan kesebuah pulau serigala yang tidak mendapatkan pasangan karena dianggap akan gagal menghasilkan keturunan serigala.

Jiwon juga sama , wanita itu masih menunggu Minho yang masih tidak melepaskan masa lajangnya. Minho hanya memberikannya harapan tetapi tidak pernah benar-benar menandainya, kadang ia berpikir apa arti dirinya bagi Minho? Ritual tahun ini menentukan semuanya, karena sebagai alpha mau tidak mau Minho harus memilih gadis yang akan ia jadikan mate.

” Kau masih menunggunya?” Jiyeon menoleh saat mendengar suara dari sampingnya, seorang pria berdiri dengan gagah sambil tersenyum lembut kearahnya. Albert, salah seorang pasukan handal yang mungkin memiliki kemampuan diatas rata-rata. Selain Minho, albert juga berperan penting dalam melatih para pasukan.

” Tentu saja, dia cinta sejatiku. Tahun ini aku akan memilikinya.” Jiyeon tersenyum dengan hari berbunga.

Albert menatap kearah Jiyeon.

” Jika seandainya ia tidak memilihmu, aku siap menjadi pasanganmu.” Jiyeon terperangah, itu lamaran secara tidak langsung. ” Albert”

” Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, seminggu lagi ritual akan dimulai. Jika kau sudah putus asa, kau bisa menghampiriku dihutan yang berada didekat sungai . Aku akan menunggumu dan jika kau memang sudah memilih Minho, aku rela diasingkan kau tahu bahwa aku tidak tertarik dengan serigala lain selain dirimu.” Jiyeon tersenyum miris.”Intinya, aku akan menunggumu.” Albert tersenyum cerah.

” Terimakasih Albert, kau lelaki yang baik. Tetapi berjanjilah jika aku tidak datang kau harus memilih pasanganmu, aku tidak mau kau diasingkan karena dengan begitu aku akan kehilangan teman sejatiku.” Albert terlihat berpikir. ” Baiklah, aku berjanji.”

Suara seseorang menghentikan pembicaraan mereka, Jiyeon menoleh dan menemukan Minho berdiri dibelakang mereka dengan peluh membasahi tubuh keras dan bidangnya. Wajah Jiyeon memerah, apakah Minho mendengar pembicaraan Jiyeon dan Albert?

Albert berdiri dan membungkuk hormat kemudian berjalan pergi.

” Kau bodoh.”

” Apa?” Jiyeon memperjelas pendengarannya. Minho meminum air kemudian melanjutkan ucapannya.

” Ya, Kau bodoh. Albert adalah panglima perangku yang paling dapat diandalkan dan ia melamarmu, dan kau dengan bodohnya menolak Albert. Kau tahu aku tidak akan memilihmu.” Minho tersenyum sinis.

” Kau masih bersikeras melawan takdir?”

” Buku sialan itu tidak akan mengaturku dan kau tidak akan pernah menjadi pasanganku.”

” Aku akan menentukan takdirku sendiri.” Jiyeon menatap kearah Minho.

” Kau akan memilih Jiwon?”

” Bukankah sejak awal kau sudah mengetahui jawabannya?” Minho bertanya sinis kemudian berjalan menjauh.

Jiyeon menatap kejauhan, membiarkan angin meniup rambutnya dengan lembut.

                             ***

Jiyeon berjalan menembus keramaian, hari ini adalah pesta penyambutan gerhana bulan yang akan diakhiri dengan perjodohan para serigala minggu depan. Musik mengalun dengan cepat dan beberapa muda mudi sudah menari dengan semangat dan beberapa terlihat tertawa. Jiyeon malam itu memakai gaun putih pertama miliknya yang diberikan oleh ibunya, entah mengapa malam itu ibunya tiba-tiba menatapnya dengan sayang dan memberikan gaun putih dari sutra yang begitu indah.

Jiyeon memasang gelang dipergelangan kakinya , gelang yang akan menimbulkan bunyi jika ia bergerak dan ia mulai bergerak mengikuti lagu. Ia bergabung bersama beberapa gadis serigala yang dikenalnya dan mereka tertawa, sesekali Jiyeon menatap kearah tempat Minho berdiri bersama Jiwon disampingnya.

Minho kini menatap kearahnya.

Jiyeon kembali menari hingga semua orang berhenti menari dan menatap kagum kearah Jiyeon, gaun putih itu menampilkan kecantikan alaminya seolah gaun itu menunjukkan sesuatu yang tidak pernah orang-orang lihat sebelumnya dari dalam diri Jiyeon. Jiyeon menutup matanya dan menari berputar mengikuti lagu yang semakin bertempo cepat.

Kemudian sebuah tangan memeluk pinggangnya, Jiyeon membuka mata dan menemukan Albert berdiri didepannya. Albert tersenyum.

” Mau berdansa?”

” Ya.” Jiyeon menjawab dengan senang, lagu mulai berganti lembut dan para serigala mulai bergabung begitu juga dengan Minho dan Jiwon. Jiyeon melirik dari ujung matanya, hanya melirik sedikit. Hari ini ia mencoba mengabaikan Minho, hanya sehari merasakan hidup bagaimana rasanya dicintai oleh seseorang.

Beberapa kali Albert mengangkatnya dan Jiyeon tertawa tanpa menyadari sejak tadi orang-orang ikut tersenyum mendengar kegembiraan Jiyeon. Senyumnya begitu menular dan tanpa sadar Minho ikut tersenyum.

Mereka berputar dan bertukar pasangan, Minho menangkap Jiyeon yang berputar kearahnya. Jiyeon menatap kearah pria didepannya dengan senang.

” Minho.” Minho dengan segera menghapus senyum dari bibirnya, dan menggantinya dengan wajah cemberut.

Saat orang-orang berputar pasangan lagi, Minho tetap menahan tangannya dipinggang Jiyeon membuat Jiyeon menyerit bingung. Jiwon yang awalnya melepaskan pegangannya pada Albert bermaksud bertukar pasangan terlihat terdiam.

Minho tidak sadar dengan apa yang ia lakukan, ia tetap memandang wajah cantik kebingungan itu dan menghafalnya . Bagaimana wanita itu menyerit, bagaimana wanita itu tersenyum dan bagaimana wanita itu tertawa.

Mereka terus menari tanpa bertukar pasangan seperti yang lainnya, karena sejak tadi Minho menahannya. Jiyeon merasa wajahnya memerah, Minho yang awalnya tersenyum kini menampilkan wajah datar dan dingin. Kemudian melepaskan Jiyeon saat lagu berakhir, lelaki itu berjalan menjauh menembus kerumunan.

                               ***

Keesokan paginya, Jiyeon dikejutkan dengan lemarinya yang penuh dengan gaun indah berwarna putih. Ia turun dan melihat ibunya dan ayahnya yang sudah tersenyum menyambutnya, tidak seperti biasanya.

” Ibu, apakah ibu yang?”

” Ya, ayah dan ibu membelikannya untukmu. apakah kau menyukainya?” Ibunya tersenyum dan Jiyeon mengangguk senang.

Kemudian sarapan pagi itu diwarnai dengan tawa dari ibu dan ayahnya dan wajah diam dari Jiwon dan Wohyun yang terlihat muram dan tidak bersemangat.

Setelah berpamitan, Jiyeon pergi menemui Minho dan membawa kotak bekal walaupun ia tahu Minho pasti akan memilih bekal yang dibuat Jiwon karena ia tadi melihat Jiwon juga membuat bekal untuk Minho.

Seperti biasa, Jiyeon duduk sambil memperhatikan Minho yang berdiri dengan wajah garangnya.

Jiyeon memeluk bekal dipangkuannya, tidak ada salahnya berusaha merebut hati Minho. Tetapi Jiyeon mendengus saat melihat Jiwon duduk tidak jauh darinya dan memeluk bekal yang ia sediakan juga, Jiyeon menatap kearah bekalnya. Apakah bekalnya akan bernasib sama seperti beratus-ratus yang ia buat selama beberapa tahun ini, bernasib tidak tersentuh dan mungkin hanya Jiyeon yang menghabisinya walaupun kadang Albert membantunya.

Jiyeon terkejut saat merasakan rambutnya tergerai, Minho berdiri didepannya dengan ikat rambut Jiyeon ditangannya. Lelaki itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

” Ikat rambutku.” Jiyeon hanya bisa mengucapkan kata itu. Kemudian Minho melempar ikat rambit itu membuat Jiyeon menganga tidak berdaya.

” Aku tidak suka rambutmu dikurung seperti itu, biarkan ia terurai.” Ucap Minho mengambil tempat duduk disampingnya, Jiyeon hampir menjerit senang . MINHO DUDUK DISAMPINGNYA!

Jiyeon masih memeluk bekal yang ia buat dan Minho dengan wajah datar mengambil bekal itu dan membukanya. Jiyeon masih menganga saat lelaki itu menyuap makanan itu kedalam mulutnya dan terlihat menikmati makanan yang ia buat.

” kau pintar memasak ternyata.”

Jiyeon hanya diam, masih terkejut.

” Minho” Minho menghentikan kunyahannya , Jiwon duduk disamping Minho. Kemudian tersenyum seperti biasa dan memberikan bekal yang ia buat. Minho menatap kearah bekal milik Jiyeon yang ia makan, kemudian Jiwon menarik kembali bekalnya saat menyadari Minho diam dan tidak berniat mengambil bekalnya sama sekali.

Beberapa menit suasana menjadi diam dengan Jiwon yang melihat Minho memakan bekal Jiyeon sampai tidak tersisa, Jiyeon merasa dirinya seolah-olah mengambil kekasih dari seorang gadis. Tetapi bukan dia yang mengambil Minho, ia tidak pernah mengambil Minho karena Minho memang miliknya.

Tiba-tiba terdengar teriakan, Minho menyumpah pelan kemudian berlari kearah tengah lapangan. Jiyeon dan Jiwon melihat seekor serigala putih besar mengamuk, itu serigala gila yang dikurung dibawah tanah dan bulunya sama persis seperti Jiyeon. Mitos yang beredar serigala putih itu adalah wujud dari seorang gadis cantik yang patah hati dan membuat hutan kegelapan dan menjadi gila, sayangnya serigala putih itu tidak bisa dimusnahkan.

Jiwon berlari pergi saat Serigala putih itu berlari kearah mereka, Jiyeon terdiam ditempat dan seolah mematung . Terdengar suara teriakan dan kemudian semuanya menjadi gelap. Ia merasa sesuatu yang menyakitkan menggores punggungnya dan ia tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.

***

Jiyeon membuka matanya saat mendengar suara keributan , beberapa orang mengelilinginya dan hal pertama yang ia lihat adalah serigala putih besar yang dipenuhi dengan darah dan sudau terkapar tidak bernyawa. Minho berdiri tidak jauh darinya, tubuh lelaki itu dipenuhi dengan darah.

” Jiyeon, kau tidak apa?”

” Jiyeon?”

” Serigala itu menyakitimu?”

Jiyeon terdiam kemudian memegang punggungnya yang tadi terasa begitu sakit dan yang ia dapatkan tidak ada rasa sakit sama sekali.

” A…aku tidak apa.” Jiyeon menjawab dengan terbata.

” Siapa yang melepaskannya!” Ia mendengar raungan kemarahan Minho sambil menatap sekeliling dengan marah. Seorang laki-laki terlihat dibawa dengan paksa dan dilempar ke hadapan Minho.

Laki-laki itu tertawa dengan suara yang terdengar putus asa dan beberapa kali meludah dan menyumpah.

” Sial!”

” Seharusnya kau mati!”Jiyeon menatap terkejut kearah lelaki itu, dia Alex lelaki yang dulu begitu tergila-gila pada Jiyeon dan entah mengapa beberapa tahun belakangan menjadi pendiam dan tidak menganggu Jiyeon lagi.

” Sejak lama aku sudah merencanakan ini, seharusnya serigala bodoh itu berhasil membunuhmu.” Ia berteriak dan berubah menjadi seekor serigala dan hendak menerkam Jiyeon sebelum Minho berubah wujud menjadi serigala yang begitu besar dan menghempas tubuh Alex.

Beberapa pasukan yang berada didekat Jiyeon berubah wujud seolah melindungi Jiyeon.

Jiyeon menutup matanya ngeri saat serigala hitam besar menggigit dengan buas kepala serigala cokelat kecil didepannya dan terdengar rintihan kesakitan sebelum kepala itu terlepas dari kepalanya.

Huek! Jiyeon memuntahkan semua isi perutnya.

***

Jiyeon membuka matanya , hal pertama yang ia lihat adalah wajah khawatir Albert yang menatapnya dengan menyelidik dan begitu penuh kasih sayang. Jiyeon meringis sambil memegangi perutnya dan kembali teringat bagaimana buasnya Minho membunuh Alex. Itu benar-benar mengerikan dan terlalu kejam.

” Kau tak apa?”

” Ya, aku tak apa.”

” Aku begitu menghawatirkanmu, kau hampir saja terbunuh jika Minho tidak melindungimu.”

Jiyeon tersenyum.

” Sepertinya aku memiliki kesempatan sekarang, belakangan ini ia memperlakukanku dengan cara yang berbeda. Apakah boleh aku berharap?” Jiyeon bertanya sambil menatap mata Albert.

” Aku hanya takut jika kau berharap, ia akan mencampakkanmu. Minho sudah jelas menolakmu selama ini, dan sepertinya ia akan memilih Jiwon.”

” Bisa saja ia memilihku.”

” minggu lalu aku tidak sengaja menguping pembicaraannya bersama orang tuanya, Minho berdebat sengit saat itu. Aku mendengarnya bersumpah akan memilih Jiwon , kau tahu betapa Minho berambisi untuk melawan takdirnya.”

” Apa?”

” Jiyeon.” Albert menggenggam tangannya. ” aku tidak ingin kau tersakiti begitu dalam, aku mohon sebagai sahabat dan orang yang mencintaimu . Lupakan Minho, sudah bertahun-tahun kau berjuang dan ia tidak pernah menatapmu. Kali ini aku mohon mencobalah menerima orang yang mencintaimu.

“Obat dari patah hati adalah jatuh cinta lagi.” Bisik Albert kemudian mencium kening Jiyeon dengan penuh kasih sayang. Sebuah suara mengejutkan mereka, Minho berdiri sambil bersidekap dengan Jiwon disampingnya.

” Kalian pasangan yang serasi, bukan begitu Jiwon?” Ucap Minho tidak melepaskan tatapan dari Jiyeon dan Albert.

” ehh? Y..Ya” Jawab Jiwon agak sedikit terbata.

Albert berdiri dan berdehem sedikit , kemudian keluar dengan memberi hormat pada Minho untuk beberapa saat. Jiyeon menatap kearah dua serigala yang menatapnya kini dalam diam. Setitik air mata jatuh dari matanya.

‘Mereka begitu serasi, mengapa mencintai begitu semenyakitkan ini?’

***

Besok ritual perjodohan akan diadakan, beberapa hari ini Jiyeon menjalani harinya dengan tidak bersemangat. Apalagi sekarang ia berusaha untuk tidak datang bertemu Minho, bahkan kadang saat tidak sengaja berpas-pas an lelaki itu sama sekali tidak meliriknya ataupun menyapanya.

Belakangan ini Albert juga semakin giat mendekatinya dan memberikan Jiyeon semangat dan hal itu membuat Jiyeon sadar bahwa ia tidak bisa mencintai Albert sebagai seorang pria. Albert terlalu berharga, Albert adalah sahabatnya dan ia tidak bisa menyukai sahabatnya sendiri.

Jiyeon berlari melintasi padang rumput dan beberapa kali mengaum , setelah merasa lelah ia berubah wujud dan berbaring dirumput hijau sambil mengatur nafasnya.

” kau seperti serigala tanpa arah.” Jiyeon membuka matanya saat mendengar suara berat seseorang. Minho duduk disampingnya sambil menatap kearah Jiyeon yang berbaring kehabisan nafas.

” Bukan urusanmu.” Jawab Jiyeon datar.

” Sudah mendapatkan pasangan?” Minho bertanya. Jiyeon menghela nafas.

” Albert.”

” Syukurlah, itu berarti kau tidak perlu diasingkan.” Jiyeon tersenyum muram.

” Ya.”

” Dan kau? Apakah kau sudah-”

” Tidak perlu menjawab kau sudah tahu siapa orangnya.” Jiyeon menatap kearah lelaki yang ia cintai dan tersenyum kecil. “Jiwon?” Minho hanya diam, tidak membantah maupun menyetujui.

” Lucu sekali, aku bahkan tidak sanggup untuk membayangkan anak-anakmu akan memanggilku Aunty. Mereka pasti akan tumbuh menjadi serigala hitam besar dan agak putih keabu-abuan.” Lirih Jiyeon.

” Aku tidak sanggup. Aku mencintaimu.” Jiyeon tersenyum pilu, namun pria itu bahkan tidak menjawab ungkapan hatinya. Jiyeon merasa seperti orang bodoh yang mengharapkan sebuah cinta dari pria yang bahkan tidak pernah menyukainya.

” Aku selalu memegang ucapanku Jiyeon. Aku akan melawan takdir.” Hanya itu dan Jiyeon sudah menemukan jawaban dari perasaannya.

” Kau akan menjadi saudara suami yang baik, aku yakin kau bisa menjaga Jiwon.”

Jiyeon berbalik memunggungi Minho dan menutup wajah dengan tangannya dan mulai menangis patah hati, semua selesai. Mulai hari ini ia menyerah atas cintanya, atas harapannya, atas perasaannya.

” Aku menyerah.”

***

Jiyeon duduk dihadapan ibunya yang terlihat begitu sibuk menyiapkan gaun pernikahannya dan gaun pernikahan Jiwon. Jiyeon menatap gaun putih berwarna putih itu dengan muram namun mencoba untuk tersenyum, sedangkan Jiwon terlihat bersemangat. Ia akan menjadi perempuan paling beruntung karena akan menikah dengan seorang Alpha.

Tanpa sadar malam pun tiba, Jiyeon berdiri disamping kedua orang tuanya sambil mengaitkan tangannya dengan agak gelisah. Jantungnya berdetak dengan kencang yang disusul dengan suara auman pertanda bahwa ritual sudah dimulai, gadis-gadis serigala mulai berlarian memasuki hutan dan ia ikut berlari menembus hutan.

Beberapa kali ia bertemu dengan serigala-serigala yang seperti tertarik padanya, namun ia tetap berlari menembus hutan mencari sesuatu yang tidak mungkin akan menjadi miliknya.

Dari arah berlawanan ia merasakan sesuatu menabraknya dengan begitu kencang hingga ia menabrak pohon dan semua tiba-tiba gelap gulita. Yang terakhir ia ingat adalah dua serigala yang saling mencakar.

Serigala hitam yang besar.

Tetesan embun pagi membangunkannya , udara yang dingin terasa begitu menyegarkan sekaligus membekukan dikulit telanjangnya. Matanya kemudian terbuka lebar saat menyadari bahwa saat ini ia terbaring dalam keadaan telanjang, paha dalamnya terasa nyeri dan sakit. Ada bercak darah disana, pertanda bahwa keperawanannya telah ditembus.

Jiyeon menatap sekelilingnya dengan panik, siapa yang telah menyetubuhinya? Siapa yang telah menandainya? Pikiran demi pikiran bersarang dipikirannya yang mulai kalut , hingga sebuah tangan melingkar ditubuhnya dan kecupan demi kecupan bersarang dipundak telanjangnya.

Tubuhnya terangkat , Jiyeon mulai terisak. Siapa yang sudah menyetubuhinya? Bukan ini yang ia inginkan, bagaimana bisa ia begitu bodoh dan tidak sadarkan diri?

Sebuah tangan menangkup wajahnya, Jiyeon menutup matanya erat dan kembali menangis. Bibirnya dikecup dengan lembut. Jiyeon membuka matanya, menerima kenyataan yang mau tidak mau harus ia terima.

Jiyeon membuka matanya perlahan dan menemukan pria itu dihadapannya, dengan keadaan yang sama telanjang sepertinya. Jiyeon menutup mulutnya dengan terkejut sambil kembali menangis.

” M..Minho”

Minho membaringkan tubuhnya dengan lembut, Jiyeon terkesiap saat inti tubuh mereka menyatu. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka, hanya erangan dan pekikan saat lelaki itu menggigit buah dadanya dengan gemas.

***

Mereka tidak pernah sedekat ini, dengan tubuh telanjang yang saling menghimpit. Jiyeon berbaring diatas tubuh besar Minho sambil mengusap dada pria itu dengan jari nya, semua seolah-olah hanya mimpi baginya. Tetapi ini adalah kenyataan, ia dipilih dan akan menjadi seorang isteri dari Minho.

” Bagaimana bisa?” Suara Jiyeon terdengar serak, ia beberapa kali berteriak setelah Minho dengan buas menyatukan tubuh mereka berkali-kali hingga puas.

” Semalam aku melihatmu berlari menembus hutan, dari arah yang berlawanan seekor serigala menabrakmu dengan lumayan keras hingga membuatmu tak sadarkan diri. Serigala itu hampir  menyetubuhimu jika saja aku tidak cepat bertindak, sebelum ia bisa mencapai tubuhmu aku lebih dahulu menerkamnya, dan tentu saja membunuhnya.” Minho mempererat pelukannya pada tubuh Jiyeon.

” Kau tidak sadarkan diri dalam waktu yang cukup lama, saat waktu hampir habis. Aku… mengambil keperawananmu. Padahal saat masuk kedalam hutan ini aku sudah memantapkan hati tidak akan memilihmu, bahkan aku sudah datang untuk bertemu Jiwon.” Jiyeon merasa sesuatu seolah menghantam jantungnya.

Ia mencoba melepaskan tubuhnya dari dekapan Minho..

” Tapi…”

” Aku tahu bahwa sejak lama, hatiku tidak akan pernah merasa nyaman bersama Jiwon. Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benakku hayalan masa depan ku dan Jiwon, tidak ada bayi-bayi serigala keabu-abuan. Yang aku bayangkan dimasa depanku adalah bayi serigala berwarna putih dengan belang hitam dan begitu nakal.”

” Aku tidak tahu kapan, tapi aku merasa bahwa aku tidak dapat kehilanganmu. Membayangkanmu bersama serigala lain, bahkan membayangkan anak serigalamu dan serigala lain membuat hatiku marah, tidak ada yang boleh menyentuhmu.” Jiyeon menatap pria dihadapannya dengan mata berkaca-kaca.

***

” Kau! Mengapa kau tega merebutnya dariku!” Jiyeon terkejut saat tiba-tiba Jiwon masuk ke kamarnya dengan wajah penuh air mata dan pakaian putihnya yang terlihat robek.

” Apa maksudmu?”

” Apa maksudku? Kau masih bertanya?! Kau merebut Minho dariku! Kau tahu aku mencintainya dan kau membuatnya memilih mu, kau menjebaknya kan?! Kau tahu betapa sakitnya aku saat ia datang dan membuatku berharap , kemudian beberapa detik setelah itu ia berlari menjauh dan yang kutemukan hari ini begitu mengejutkan. Ia memilihmu!” Jiyeon mengepalkan tangannya.

” Sejak awal dia memang milikku, kau yang tidak tahu diri! Seharusnya kau tidak terlalu berharap Jiwon, sejak awal dia memang milikku. Saat dia lahir , dia adalah milikku dan selamanya begitu.” Jiyeon balas berteriak marah.

Jiwon membanting apapun yang berada didekatnya.

” AKU BENCI PADAMU! GARA-GARA KALIAN AKU DIASINGKAN! BAGAIMANA BISA AKU SEBODOH INI!” Terdengar suara langkah cepat yang mendekat, ibu dan ayahnya muncul dengan wajah khawatir. Jiyeon menatap kakinya yang terlihat tertancap beberapa beling dan satunya mengeluarkan darah karena menancap begitu dalam.

Jiyeon diam ditempat saat melihat ayah dan ibunya berusaha menahan Jiwon yang mencoba menyakitinya. Kemudian yang Jiyeon mendengar suara bentakan ayahnya pada Jiwon yang berteriak seperti orang kesetanan.

Bahkan Jiyeon tidak sadar saat ibunya membalut lukanya dan mencabut beling beling yang menancap dikakinya.

” Apa yang terjadi dengan kaki mu?” Minho bertanya saat melihat Jiyeon berjalan dengan kaki pincang , Jiyeon hanya menggeleng dan tersenyum.

” Aku tidak sengaja menyenggol vas bunga milik ibuku.”

” Kau seharusnya tidak seceroboh itu, apakah kau sudah menyiapkan barang-barang yang akan kau bawa?”

” Ya” Hari ini Jiyeon akan pindah ke istana Minho, betapa gugup dirinya saat ini. Istana yang hanya pernah ia masuki 2 kali dan itu karena ada pesta yang diadakan di istana yang memungkinkan serigala-serigala untuk datang.

Minho menatap kearah kaki Jiyeon dan memutuskan Jiyeon tidak boleh berjalan terlalu jauh, jadi Jiyeon duduk diatas punggungnya sambil memegang lehernya dengan kuat. Mereka melewati padang rumput, Jiyeon menutup matanya dan mempererat pelukannya pada leher Minho sambil menenggelam kan kepalanya di bulu lebat punggung Minho.

Dan saat ia membuka mata, ia sudah berada disebuah kamar yang begitu luas. Kamar dengan warna gold percampurna cream dan terlihat begitu mewah. Ada jendela besar disana yang langsung mengarah ke arah taman dan tidak lupa kolam berenang dan tidak lupa juga sebuah kasur yang begitu besar dan mampu memuat 3 serigala dewasa.

Suara pintu terbuka mengalihkannya, Minho muncul dari kamar mandi tidak menggunakan sehelai benang pun dengan rambutnya yang basah. Perutnya terpahat dengan sempurna.

Jiyeon mengalihkan tatapannya saat sadar ia terlalu lekat mengamati Minho yang kini berdiri dihadapannya. Jiyeon terkesiap saat tubuhnya dibaringkan dan ditindih dengan tubuh besar Minho.

Dalam satu sentakan Minho menurunkan dress yang ia kenakan, menampilkan buah dadanya yang memerah. Jiyeon mendesah keras saat mulut lelaki itu menggigit menghisap dan beberapa kali menarik payudaranya hingga terasa mengeras.

Saat tubuh mereka menyatu Jiyeon melingkarkan kakinya dan mengikuti tempo yang semakin cepat hingga cairan itu memenuhi rahimnya.

” Rasanya begitu..”

” Nikmat?” Minho menimpali ucapan Jiyeon yang kini bergelung disampingnya. Bagaimana bisa selama ini ia mengabaikan gadis itu? Semua tahu bahwa Jiyeon begitu cantik dan ia juga menyadarinya, Jiyeon menarik dan ia tahu itu, dan juga gadis itu sangat sexy.

Tangannya terangkat untuk mengelus perut rata Jiyeon

” Semoga saja mereka cepat tumbuh dirahim mu.”

” Mereka?”

” Ya, aku ingin anak kembar.” Bisik Minho

” Bagaimana jika aku hanya melahirkan satu anak serigala.”

” Aku akan sangat menyayanginya kalau begitu.”

Jiyeon tersenyum cerah.

***

Menikah dengan Minho tidak mengurangi sikap hyperaktif dan mengidolakan Jiyeon. Wanita itu tetap saja menampilkan sikap barbar dan begitu mengidolakan suaminya, bahkan saat latihan Jiyeon akan berada dibarisan paling awal dan menatap marah pada gadis-gadis serigala yang ikut menonton dan memuji suaminya.

Dimalam hari ia harus mengumpulkan kekuatan untuk memenuhi kebutuhan Minho yang menggunung dan bahkan hingga pagi tiba lelaki itu tetap berdiri dan tidak puas.

Hari ini cuaca benar-benar panas, Jiyeon duduk sambil memperhatikan suaminya yang terlihat serius melatih para prajurit serigala yang terlihat sudah mahir menggunakan senjata mereka dan terlihat begitu cekatan.

Minho terlihat benar-benar keras melatih para prajuritnya , bahkan Jiyeon melihat salah satu prajurit yang terlihat begitu pucat namun tetap menyerang lawan didepannya. Dengan inisiatif , Jiyeon menghampiri Minho bermaksud untuk meminta Minho mengistirahatkan prajurit yang terlihat kelelahan itu.

” Minho.”

‘PERHATIKAN POSISI KAKIMU.’ Jiyeon mendengar teriakan Minho.

” Minho.” Ia memanggil lagi. ” ada apa?” Minho menampilkan wajah tidak suka, ia paling tidak suka dicela ataupun diganggu saat ia begitu sibuk dengan hal yang dilakukannya.

” Sebaiknya kau memberikan mereka istirahat, wajah mereka terlihat begitu lelah.”

” Kau mencoba mengaturku?!” Nada suara Minho terdengar ketus dan agak tinggi dari biasanya, wajahnya menyiratkan sedikit kemarahan.

” aku tidak mengaturmu, hanya saja mereka-”

” Sebaiknya kau pergi dari sini.”

” Tapi-”

” Pergi!” Semua prajurit terdiam mendengar bentakan Minho, Jiyeon terlihat terperangah sambil menatap kearah suaminya.

” Kau memintaku pergi dari sini?”

” Apakah kau tuli! Jangan menggangguku! Inilah mengapa aku tidak mau mempunyai pasangan terlalu cepat, hanya dapat menganggu saja.” Jiyeon terperangah.

” Kau menyesal memilihku? Jadi selama ini kau menyesal!” Jiyeon berjalan mundur sambil menatap Minho yang terdiam seolah-olah menyadari perkataannya, ia tidak bermaksud menyakiti hati Jiyeon. Hanya saja ia belum terbiasa.

” kalau begitu mengapa kau memilihku? Apa itu karena tuntutan takdir?” Minho hanya diam dan Jiyeon mengangguk seolah-olah mendapatkan jawaban dari semuanya, ia menghapus air matanya dengan kasar kemudian berjalan pergi meninggalkan Minho yang terpaku ditempatnya.

Bugh!

Minho tersungkur dengan Albert yang bernafas terengah karena menahan marah, biar bagaimanapun Jiyeon adalah gadis yang ia cintai dan ia tidak menerima saat Minho menyakiti hati wanita yang ia cintai walaupun kini ia sudah memiliki pasangan , hatinya tetap milik Jiyeon.

” Kau!”

” Lawan aku! Kau lelaki tidak berguna, bagaimana bisa kau selalu menyakiti hatinya! Aku tidak bisa diam lagi melihat kau menyakitinya, kalau kau menyesal memilihnya seharusnya sejak awal kau tidak menandainya dan biarkan dia menjadi milikku! Kau memang Alpha disini dan aku tidak takut padamu bahkan aku rela mati demi Jiyeon bukannya membuatnya patah hati.”

Albert meludah ditanah kemudian berjalan pergi.

***

Jiyeon tidak ada dimanapun.

Minho mencari isterinya keliling istana dan tidak menemukan keberadaan Jiyeon, jantungnya berdetak kencang dan dengan segera berlari keluar.

Ia hanya ingin meminta maaf pada Jiyeon, ia tahu kata-katanya begitu keterlaluan dan bahkan tidak mendekati fakta sedikitpun.

Menikah dengan Jiyeon adalah hal terindah didalam hidupnya, tidak pernah ia ragu akan hal itu. Setelah menikah dengan gadis itu, Minho tahu bahwa memiliki seorang pasangan tidak seburuk apa yang ia pikirkan. Hanya saja, ia begitu egois dan ia memiliki sikap suka menyalahkan karena ia tidak suka disalahkan walaupun ia salah. Tidak pernah sedikitpun ia menyesal memilih Jiyeon, semua tahu bahwa Jiyeon sempurna terlepas dari sikapnya yang barbar.

Menjadi seorang Alpha menumbuhkan sebuah kesombongan didalam dirinya dan ia tahu hal itu tidak baik.

Ia hanya tidak terbiasa , ia tidak terbiasa diberi sebuah komentar, sanggahan atau apapun karena ia yakin bahwa ia bisa menentukan keputusan sendiri. Tetapi kini ia memiliki Jiyeon, ia tidak bisa mengambil keputusan atau tidak menerima komentar. Jiyeon isterinya dan memang harusnya ia berbagi pada gadis itu.

Semua tempat telah ia lewati dan tidak menemukan keberadaan isterinya, hingga ia tiba dipadang dan melihat seorang wanita berdiri sambil bersidekap dan melamun dengan kening sedikit mengerut, ada jejak air mata dipipinya membuat Minho merasa tambah bersalah.

” ehm..” Minho berdehem.

Wanita itu terlihat terkejut dan kemudian membuang muka, Minho tersenyum.

” Aku tahu kau sakit hati dengan perkataanku, karena itu aku ingin meminta maaf padamu.” Jiyeon hanya diam. “Aku tidak pernah menyesal menikahimu jika itu yang kau pikirkan, kau tahu bahwa kau sempurna dan tidak ada satu lelaki pun yang bertahan akan pesonamu.” Minho berdiri dibelakang Wanita yang masih bertahan dengan wajah kecewanya.

” Aku tidak pernah memilihmu hanya karena tuntutan takdir, persetan dengan takdir dan apapun yang kau pikirkan sekarang.”

” Tapi kau tidak pernah menginginkanku.” Lirih Jiyeon. “Selalu aku yang menginginkanmu.” Lanjutnya dengan suara serak yang menandakan ia menangis lumayan lama.

” Aku menginginkanmu hingga aku merasa akan gila. Aku gila Jiyeon, aku tergila-gila padamu dan kau harusnya menyadari itu. Setiap malam yang kita lakukan adalah buktinya, kau bahkan kewalahan ”

Jiyeon berbalik menghadap lelaki didepannya.

” aku hanya tidak biasa Jiyeon, memiliki pasangan membuatku harus belajar bahwa aku tidak bisa egois dan keras kepala. Seharusnya aku mendengarkankan pendapatmu dan juga menghargaimu, jadi…”

” Mau kah kau memaafkan suamimu yang bodoh ini?”

Jiyeon hanya diam menatap kearah Minho. Lelaki itu berlutut didepannya , tangan besar Minho menariknya dan Jiyeon jatuh dipelukan lelaki itu dengan wajah setengah kesal.

” Aku masih marah padamu!”

” Aku sudah minta maaf, kau ingat?”

” Pokoknya aku masih marah!”

” Kau harus memaafkanku karena aku suamimu.”

” terserah, yang pasti aku marah.”

***

Bunyi musik tradisional mengalun dengan tempo cepat, Jiyeon dengan gaun putih dan rambut yang ditata rapi dengan mahkota diatas kepalanya menari dengan bahagia dan beberapa kali mengajak anak-anak disekitarnya menari bersama bergabung dengan serigala-serigala yang ikut menari.

Sedangkan Minho berada disisi lain pesta dengan beberapa petinggi yang terlihat mengobrol serius, Minho menatap kearah buku takdir dengan tidak suka.

“Jadi apa lagi yang kalian bawa kali ini?”

” Alpha. Kami minta maaf.” Kemudian buku itu terbuka.

‘ Kematian dan Kelahiran.’

” Kematian dan kelahiran?”

Penafsir buku berjalan kehadapan Minho, sebelum itu ia membungkuk hormat. Minho melirik sedikit kearah isterinya yang terlihat berputar sambil beberapa kali tertawa. Tanpa sadar ia ikut tersenyum.

” kematian dan kelahiran, pertanda bahwa anak-anak mu akan lahir bersamaan dengan kematian…dari luna mu.”

” a…apa?” Seketika suasana pesta itu terasa memekakan telinga, tubuhnya terasa oleng, jantungnya berdegup kencang, keringat dingin mulai mengalir. Wajah para petinggi terlihat muram begitu pula dengan ayah dan ibunya.

” kalian sudah mengetahui ramalan ini sejak jauh hari bukan! Jawab aku ! Persetan dengan buku sialan itu, isteriku tidak mungkin meninggal.” Minho menatap marah kearah para petinggi yang menunduk dalam diam.

Dan tiba-tiba terdengar suara teriakan dan jeritan, diujung ruangan ia melihat isterinya ambruk dengan orang-orang yang mulai mengerumbunginya. Ia berlari kearah Jiyeon yang sudah tidak sadarkan diri.

” Hamil?” Minho berkata lirih.

Jiyeon tersenyum bahagia saat mendengar bahwa ia hamil, ia akan menjadi seorang ibu! Rasa hangat mengalir dihatinya

Tetapi senyumnya luntur saat melihat wajah dingin Minho dan tatapan kemarahan diwajah lelaki itu.

” gugurkan Jabang bayi itu.”

” a..apa?”

” AKU BILANG GUGURKAN JABANG BAYI ITU SIALAN!!” Minho berteriak seperti orang kesetanan sambil menatap marah kearah wanita yang menjabat menjadi tabib istana.

Jiyeon menangis terkejut.

” Tidak! Kau harus membunuhku lebih dahulu jika kau ingin membunuh anakku! Bayi ini anakmu juga Minho.” Jiyeon terisak histeris sambil memegangi perutnya yang masih terlihat rata.

Minho jatuh berlutut dihadapan Jiyeon sambil menggenggan tangan isterinya. Matanya memerah menahan tangis.

” tapi aku tidak ingin kehilanganmu Jiyeon, aku tidak bisa.” Lirih Minho.

” kau sudah mengetahuinya?” Tanya Jiyeon dengan suara serak. ” Jadi selama ini kau sudah tahu tentang kematianmu?” Suara Minho tercekat.

” Mengapa kau tidak pernah mengatakannya padaku!” Jiyeon terdiam dan menatap lelaki yang ia cintai dengan senyum tulus.

” Itu memang takdirku Minho, aku tidak apa jika harus meninggal asalkan aku menjadi isteri dan menjadi wanita yang melahirkan anak-anakmu. Kebahagiaanku adalah dirimu, sejak dulu aku sudah mengetahui takdirku.”

“Tapi aku tidak bisa kehilanganmu.” Suara Minho terdengar bergetar, ia memegang lembut wajah Jiyeon.

” semua sudah ada jalannya, Aku tidak mau kau terus memikirkan hal ini, habiskan waktu yang tersisa ini dengan membuatku bahagia.”

***

Jiyeon berbaring diatas tubuh Minho , dengan tangan lelaki itu yang melingkar disekeliling tubuhnya. Mata Jiyeon tertutup dan terdengar dengkuran halus dari bibir yang selalu ia kecup itu. Pelukannya pada tubuh Jiyeon begitu erat dan tanpa sadar Minho menangis dalam diam.

Tanpa ia sadar, ia jatuh cinta pada isterinya. Hatinya berteriak kesakitan saat ini, hal paling ia inginkan didunia ini adalah bersama Jiyeon membesarkan anak-anak mereka.

Tangannya terangkat untuk membelai perut isterinya yang mulai membesar, usia kandungan Jiyeon sudah memasuki bulan ke-4 dan semakin hari Minho merasa ketakutannya bertambah.

Rambut cokelat Jiyeon terurai lembut, ia mencium puncak kepala wanita itu dengan penuh kasih sayang.

Jika ia tahu, ia tidak akan menyianyiakan waktu selama ini. Ia akan membahagia wanita itu dengan cara apapun, seandainya waktu dapat diulang ia tidak akan pernah menyakiti hati wanita itu dan akan membalas cinta Jiyeon. Ego selalu mengambil alih dirinya dan sekarang penyesalan mulai menggerogotinya.

Ia kembali mengingat masa lalu, dimana setiap hari Jiyeon selalu mengganggunya dengan berbagai macam cara. Ia benar-benar kesal jika gadis itu sudau muncul walau dalam hatinya ia begitu menikmati perhatian gadis itu. Pernah sekali gadis itu tidak muncul mengganggunya dan ia merasa hampa, keesokan harinya ia bertanya pada Jiwon mengapa ia tidak melihat Jiyeon. Dengan wajah sedikit aneh Jiwon mengatakan bahwa Jiyeon sedang demam karena memakan buah sembarangan.

Gadis itu selain pengganggu juga sangat bodoh.

Sebentar lagi takdir akan mengambilnya dari sisi minho dan hal itu begitu menyakitkan.

***

“Aku terlihat begitu cantik disini, berbeda dari aslinya.” Jiyeon mempoutkan bibirnya kesal sambil memperhatikan lukisan besar dihadapannya. Lukisan bergambarkan dirinya dengan perut besarnya dan sedang tersenyum dan dengan Minho tentu saja yang berdiri disampingnya ikut tersenyum.

“Kau bahkan lebih cantik dari lukisan ini. Kemari.” Jiyeon masuk kedalam pelukan Nampyeonnya dan tersenyum bahagia , kemudian mempererat pelukannya pada tubuh Minho.

Kehamilannya sudah memasuki Usia 9 Bulan dan mungkin sebentar lagi ia akan melahirkan dan takdir akan menjemputnya, ia tahu setiap malam Minho akan terbangun dan memandanginya. Ia bahkan tahu jika setiap malam namja itu bermimpi buruk dan bahkan tidak jarang gelisah dalam tidurnya.

Jiyeon merasakan rasa sakit yang namja itu  rasakan, hanya saja mereka harus melewati hal ini. Demi bayi mereka.

Ia mencintai bayi dan suaminya , ia begitu mencintai mereka sampai ia tidak bisa membendung rasa cinta yang terlalu besar untuk mereka. Bahkan beberapa kali ia menangis saat merasakan tendangan diperutnya, anaknya mungkin seorang namja yang begitu kuat seperti appanya. Oh, hatinya terasa menghangat jika memikirkan kemungkinan betapa miripnya bayi itu dengan Minho nanti.

Jiyeon memasuki ruang duduk dengan Minho yang membantunya , Jiyeon merasa perutnya lebih besar dari kehamilan biasa dan sepertinya anak-anaknya kembar! Mereka terlalu aktif dan kadang membuatnya terbangun tengah malam dengan wajah terkejut.

Mengandung adalah hal paling menakjubkan yang pernah ia alami.

Jiyeon tersenyum kearah eomma dan appanya yang duduk dihadapannya dengan pandangan khawatir padanya, Jiyeon tersenyum menenangkan dengan Minho menggenggam tangannya dengan erat. Namja itu kini tidak aktif melatih para prajurit, ia lebih sering menemani Jiyeon dan selalu ada disamping Jiyeon dimanapun yeoja itu berada.

” Apakah kau terasa baik, chagi-a?” Eommanya bertanya dengan wajah sakit melihat puterinya.

” Rasanya menyenangkan eomma.”

” Eomma dan appa sangat menyayangimu.” Eommanya mengatakan itu dengan penuh air mata sedangkan appanya terlihat lebih tegar walaupun wajahnya menampilkan kehancuran. Mereka mengetahui tentang buku takdir itu.

” eomma aku juga sangat menyayangi kalian.”

” kami terlalu banyak salah padamu Jiyeon, kami tahu kami bukan orang tua yang baik selama ini. Eomma dan appa selalu berpihak pada Jiwon dibandingkan dirimu dan kami selalu mengabaikanmu, kami begitu merasa bersalah padamu sayang.”

” semua sudah berlalu eomma, aku tidak pernah merasa begitu sakit hati dengan perlakuan kalian dahulu. Kalian orang tuaku dan aku tidak terlalu memikirkan tentang hal itu.”

Jiyeon menggenggam tangan eommanya dengan tersenyum, sebelum sebuah rasa sakit mulai menghantamnya. Wajahnya memucat dan kenyataan mulai menamparnya.

” M…Minho aku akan melahirkan.”

Wajah namja itu memucat, darah pergi dari wajahnya. Jiyeon memegang perutnya sambil meringis sedangkan eomma dan appanya sudah pergi meminta pertolongan dan menyiapkan persalinan Jiyeon. Minho masih duduk disampingnya dengan wajah penuh luka dan frustasi.

” apakah ini saatnya? Apakah ini akhirnya?”

Ditengah kesakitannya yeoja itu tersenyum dengan berlinang air mata.

” tidak sayang, ini adalah awalnya.” Kemudian ia mengecup bibir suaminya dengan penuh cinta. Dan kemudian membisikan sesuatu.

***

Mereka kembar tiga, Minho menatap tiga bayi itu dengan wajah tidak percaya. Bayi paling indah yang pernah ia lihat dan bayi-bayi itu begitu mirip dengannya dan Jiyeon. Perpaduan yang sangat pas.

Minho menatap kearah kasur dimana kekasih hatinya terbaring masih menatap kearahnya dengan senyuman. Minho mengalihkan kembali tatapannya pada bayi-bayinya dan kemudian berbalik dengan senyuman sebelum sebuah kenyataan menamparnya.

Jiyeon sudah tiada.

Kekasihnya sudah tiada.

Gadis itu meninggal dengan keadaan tersenyum dan mata yang menatap kearah orang yang ia cintai.

Minho meraung , menjerit dan melakukan apapun untuk menenangkan hatinya yang terjepit dan patah hati. Eomma dan appa Jiyeon masuk dan menenangkannya dengan suara tangis, ruangan itu dipenuhi dengan isak tangis dan geraman Minho.

Tubuh kaku itu masih tersenyum bahagia.

Seolah-olah tidak melihat kesakitan orang disekitarnya. Matanya terus memandang kearah tiga bayi yang mulai menangis seolah mengetahui bahwa mereka telah kehilangan eomma mereka.

***

Tubuh Jiyeon dibaringkan diatas perahu yang akan mengantarnya ke rawa tempat para tubuh-tubuh serigala yang meninggal ditempatkan. Ia terbaring dengan begitu cantik dan senyum yang selalu melekat dibibirnya.

Gaun putih mempercantik dirinya.

Minho menatap perahu yang mulai menjauh itu dengan senyum miris dan menatap keatas dengan wajah yang berusaha tegar walaupun akhirnya ia terisak sambil memeluk bayi-bayinya. Para serigala menatap Alpha mereka dengan prihatin.

Hal paling menyakitkan adalah kehilangan orang yang kau cintai.

Kemarin kulihat awan membentuk wajahmu, desau angin meniupkan namamu tubuhku terpaku semalam. Bulan sabit melengkungkan senyummu tabur bintang serupa kilau auramu, akupun sadari dan kusegera berlari. Cepat pulang dan cepat kembali, jangan pergi lagi.’

End

‘ Mencintaimu dan melahirkan bayi-bayimu adalah hal paling indah disepanjang hidupku.  Berbahagialah’ -Park Jiyeon.

‘ Aku mencintaimu hingga aku merasa akan mati mengikutimu, tetapi ketiga mahluk paling indah yang kau tinggalkan membuatku berubah pikiran. Aku akan menjaga mereka, mereka adalah dirimu dan aku mencintai mereka. Aku selalu mencintai apapun yang berkaitan denganmmu Jiyeon.’ -Choi Minho.

85 thoughts on “THE MOON [ ONESHOOT ]

  1. Baru mampir lgi di wp eh ada ff baru 😀😃 langsung baca dan sedih ini end nya jiyi meninggal 😢😭 Minho jdinya menyesal kan krna udh sia”in jiyeon dri dulu,, tpi ini notif sekuel nya ada tpi knp pas dibuka gak muncul ya ?

  2. Aku g tau mau coment apa ceritanya bnr5 bgus sebuah perjlnn cinta yg penuh perjuangn dri jiyi untuk mndptkn perhatian minho mmbc cerita ini mmbuat aku ingin berada d posisi jiyi walaupun pd akhirnya hrus pergi slmanya tpi setidknya mndptkn dan bs memiliki cinta sejati jauh lebih brharga dri apapun aku rela menukrkn separuh hidupku asal bs hidup bersam the real love or true love………..kpn all of you d lnjut kynya dah lm bnget nunggunya

  3. Long time no see^^
    Udah lama gk bca Ff authornim
    Ff authornim kli ini byk pelajarannya
    Meski sad ending ttp menikmati kok tiap scane nya
    Comeback again

  4. Hikssss kenapa jiyeon harus meninggal?? 😢😢
    Sikap minho diawal bener2 nyebelinnnn tp untung akhirnya dy sadar perasaannya ke jiyeon
    Tapi….. knp harus berakhir sedihhh 😭😭
    Aku ga relaaaa

  5. T,T aku suka banget tulisanmu, bahasanya tuh gimana gitu, lebih beseni(?), kayak baca novel yang apa ya, keren lah, ceritanya juga bagus, adegan dewasanya juga gak diperjelas-jelas amat, btw yang all of you dilanjut gak ?
    btw apa kamu anak sastra ?

  6. Pelajaran berharga buat minho,,
    Jiyi udah tau takdir nya dan tidak pernah mundur,, padahal jiyi tau akan berakhir seperti apa. Cinta jiyi begitu besar buat minho (dan anak²nya).

    Ff nya keren eon,,,

  7. wahhh jiyeon benar2 salut ma keteguhan hati nya , gk sia2 jd nya bikin minho cinta ma jiyeon ..
    tp kebersamaan mereka gk lama syg bgt .. huh sedihh
    keren deh thor ceritanya ..

  8. keren bgt un awalnya kesel karna minho yg sukanya ama jiwon .trus aku kira jiy it ank dr srigala pth yg dikurung eh taunya salah trus pas tau jiy sama minho bersatu seneng bgt *v*
    tapi pas jiy nya meninggal aku shockk jd sad end walaupun bahagia uhhh ToT but ttp keren bgt

  9. keren bgt Chingu ceritanya, awalnya kesel liat Minho yg terus ngabain Jiyeon,
    Seneng Minho milih iyeon dari pada jiwon.
    Dan sedih saat Jiyeon harus meninggal, kasian Minho sama anak2 mereka.
    Kenapa harus sad ending sih Chingu. Sediih. aku bener2 mewek lohh. hiks hiks

    Ditunggu ff yg lainnya, tapi jangan sad ending lagi yah🙂

  10. Ff nya keren bangetttttt……

    Oya,Anyeong Author-nim….^_^
    Aku reader baru disini,izin baca” ya….^_^
    Di tuggu ff minji lainnya, Author fighting…..!!!!

  11. Huhuhu… d saat minho udah milih jiyi trus hadirnya anak sebagai sumber kebahagiaan mereka tapi takdir nya kejam banget jiyeonnya meninggal.. hiks hiks minho yg sabar yah.. kasian jiyi padahal dari sekian tahun lamanya dia ngejar2 minho.. pas udah bahagia minho milih dia eh takdir nya harus meninggal.. sabar yah minhoo

  12. Kasian banget jiyi,
    Disaat perjuangan’a tug dapetin minho berhasil,kebahagiaannya gak bertahan lama.
    Nyesek banget bacanya,
    Tpi bagus banget ceritanya,
    Oenni emg the best lah.

  13. Jiyeonnya pantang menyerah, divuekin Minho tp dia tetep aja pengen nempel sama Minho. Seru banget ceritanya, sedih endingnya.

  14. Setelah nemu Strong aku suka sama gaya bahasa author.. Hehe scrolling kebawah deh cari FF lain. Awalnya ga tertarik sama cerita fantasi, tapi ya udah lah ya lanjut baca dulu. Waaaaa daebak. aku suka perjuangan jiyeon untuk menakhlukkan minho. haaa minho kenapa baru di ending sadar ama perasaannya. Jiyeon pake mati pula. Huaa kan jadi sedih. Romantisme mereka baru terjalin bentar tapi takdir berkata lain

  15. hiks hiks hiks ..ko jiyeon nya meninggal ..kasihan minho ma bayi nya .. penyesalan emang datng nya selalu tetlambat.

  16. Cinta jiyeon begitu besar buat minho, hampir aja husein akan menyerah sepenuhnya.
    Tp minho tanpa dia sadari berlari ke arah jiyeon. Tp knp hrs mati jiyeon. Setelah kebahagian dia raih..

  17. Ceritanya bkin aku nangis gara2 jiyeon udh ngga ada.. Minho sdih banget ngeliat jiyeon pergi…
    Kan ksihab anak mreka yg kembar 3 lagi
    Yg jelas critnya bagus bnget

  18. Huuuuuaaaaaa….. nangis bacanya. Keren bangeetttt… the best oneshoot ever. Semangat terus author! D tunggu ff selanjutnya ^^ On Apr 13, 2016 12:16 PM, “Park Jiyeon T-ara FanfictioN” wrote:

    > margaretaisabela posted: ” Main Cast : Park Jiyeon, Choi Minho Note : > Annyeong, sudah terlalu lama saya menghilang dari dunia WordPress dan kini > telah kembali hohoho. Maaf untuk readers yang sudah menunggu author yang > begitu sibuk ini :3 peringatan untuk cerita kali ini bahasa” >

  19. Sudah lama nantiin cerita di blog ini
    Pas iseng2 buka ternyata sdh ada ff oneshoot baru dan ceritanya sad ending
    Sungguh karakter ceritanya tidak pernah berubah
    Perjuangan cinta jiyeon tidak sia2 membuahkan hasil yg setimpal walaupun akhirnya dia meninggal tetapi meninggalkan kesan tersendiri terhadap minho yaitu 3 buah hati …
    Ditunggu karya2 lainnya…faigting

  20. Yuhuu salam kenal yah kak, hehehe
    Aku readers baru nih, awalnya iseng” pengen baca cerita yg cast nya jiyeon apalgi tentang serigala gitu.
    Eh ternyata pas baca sampe habis sumpah jalan ceritanya keren banget, gak bikin bosen dan monoton. Ceritanya juga keren sampe aku ikut menikmati jalan ceritanya pokoknya daebak abisss..

  21. Yuhuu salam kenal yah kak, hehehe
    Aku readers baru nih, awalnya iseng” pengen baca cerita yg cast nya jiyeon apalgi tentang serigala gitu.
    Eh ternyata pas baca sampe habis sumpah jalan ceritanya keren banget, gak bikin bosen dan monoton. Ceritanya juga keren sampe aku ikut menikmati jalan ceritanya pokoknya daebak abisss..

  22. Jiyeon gadis yg sgt tabah..
    Dy slalu yakin dg takdir na..meski d sakiti trus tp tetap mencintai minho..
    Syukur lh srigala tu gk berhasil mnjd kn jiyeon milik na krn da minho 😁
    Sediiih 😭 trnyta impian jiyeon sgt mulia

  23. Aku udah baca ini dari 1 bulan yg lalu tapi baru bisa coment sekarang…
    Ceritanya bagus banget bikin nangis, please kalo minji jangan sad ending ;(
    Awalnya sebel kalo minho nga peduliin jiyeon tapi ternyata minho udah suka sma jiyeon dari dulu. Terus sempet berfikir jiyeon pingsan dan yg nolong bukan minho tapi albert wkwk
    Semoga ada sequel ke-3 jadi ngga sabar nunggu. Aku juga nunggu ffnya yg strong
    Semoga semuanya cepet di post…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s