All Of You : 11. Love Like

image

Jiyeon Pov

Saat sedang memperhatikan para penyanyi itu, tiba-tiba saja Minho bangkit berdiri dan menarik tanganku bersamanya. Kami tiba didepan para muda mudi itu dan Minho entah apa yang ia lakukan dengan mengeluarkan beberapa lembar uang dan mengambil gitar berwarna cokelat itu dari tangan salah seorang namja yang aku perkirakan baru saja berumur sekitar 17 atau 18 Tahun.

Beberapa yeoja terlihat mulai berdatangan , tentu saja mereka hendak melihat . Bagaimana tidak? Minho namja yang tampan dengan celana jeans hitam , kaos polo berwarna hitam yang menampakan perut six pack nya yang ia peroleh dari beberapa olahraga beratnya.

Minho kini menatap kearahku dan tersenyum.

” Jiyeon-ah, lagu ini aku persembahkan untukmu. Beribu kata dipikiranku yang ingin aku ucapkan untukmu, tetapi aku hanya seorang namja yang tidak bisa mengekspresikan bagaimana perasaanku saat ini. Aku harap kau bisa mengartikannya sendiri, untuk kali ini aku akan membuktikan dihadapan semua orang bahwa kau berarti untukku.” Kini Minho berdiri dihadapanku, membuat semua orang tercengang.

Dentingan gitar mulai terdengar, tangan Minho mulai memetik senar gitar menciptakan melody sebuah lagu. Aku masih diam sambil memperhatikannya, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang aku hanya bisa menatap kearah manik matanya.

* Note : Author sarankan untuk mendengarkan lagu All Of Me john Legend*

What would i do without your smart mouth
Drawing me in, you kicking me out
Got my head spinning, no kidding, i can’t pin you down
What’s going on in that beautiful mind
I’m on your magical mystery ride
And i’m so dizzy , don’t know what hit me, but l’ll be alright

Aku tidah tahu bahwa Minho dapat bernyanyi dan memainkan gitar, yang aku tahu sekarang aku hanya bisa menangis. Aku tidak memperdulikan tatapan banyak orang yang menatapku dengan ngeri karena melihat wajahku, aku juga tidak perduli bagaimana make upku. Aku hanya bisa menangis mendengar lirik lagu itu selanjutnya, Minho tidak melepaskan tatapannya dariku.

Saat lagu itu selesai, minho meletakan gitar ketempat semula kemudian merentangkan tangannya padaku. Aku berlari kemudian menghempaskan diri kedalam pelukannya, Minho tersenyum sambil mencium pipiku singkat dan membisikan kata-kata yang sulit ia definisikan sendiri, tetapi aku tahu apa yang ingin ia sampaikan walaupun mulutnya sulit untuk mengucapkannya

Dia mencintaiku.

o0o

Aku duduk disamping Minho sambil menatap kaca didepanku, karena menangis akhirnya make up ku luntur. Dengan susah payah akhirnya aku kembali menjadi pelayan buruk rupa, Minho duduk disampingku sambil terus memperhatikanku dengan senyum gelinya.

” Jangan tersenyum seperti itu Choi Minho”

” Mianhae”

” Aku tahu make up ku benar-benar menggelikan. Kau tahu bagaimana tatapan orang saat kau memelukku tadi, mereka berteriak dan bahkan ada yang menyumpah kaget saat kau menyatakan perasaan ke seorang yeoja yang bahkan tidak cantik sama sekali. Bahkan aku mendengar ada yang mengatakan bahwa kau sedikit gila”
” Jangan dengarkan mereka, kau tetap cantik untukku”

” Jangan menggombal”

” hahaha.”

” Tertawalah sesukamu”

***

Author Pov

Yoochun bersedekap sambil menatap hamparan gedung tinggi di seoul melalui ruangannya berada dilantai paling atas dari perusahaannya. Ia melipat kemeja putih miliknya hingga kebatas siku.

Sejak tadi Pauline berdiri dibelakangnya, menatap Yoochun atau Jack dengan tatapan khawatir. Belakangan ini setelah mengetahui kebenaran bahwa Jiyeon- puteri kandungnya- masih hidup membuat Yoochun dihantui rasa bersalah. Membuat namja itu seolah selalu menyalahkan dirinya sendiri.

Pauline mencintai Yoochun, ia mencintai Yoochun sejak namja itu menolongnya dan mengambilnya untuk menjadi tangan kanan. Saat itu Pauline dipaksa bekerja disebuah Bar yang ada di NYC, ia menangis saat seorang bandot tua mencoba memegangnya dan memperkosanya, hingga Yoochun bersama anak buahnya datang dan menolongnya.

Dibalik sikap diam, dingin, dan tidak bersahabat milik Yoochun. Pauline tahu bahwa Yoochun adalah namja yang begitu hangat dan baik hati. Pauline juga tahu bahwa Yoochun adalah seorang Psikopat, tetapi namja itu begitu terlatih menahan rasa ingin membunuhnya. Bisa dibilang Yoochun sudah bisa menghilangkan jiwa itu, walaupun kadang-kadang Yoochun membunuh beberapa orang brengsek yang menganggu orang yang lebih lemah. Tetapi bukankah mereka berhak mendapatkannya.

Dia tidak pernah merasa takut, akan hal lain yang berada didalam diri Yoochun.

Ia mencintai namja itu

Walaupun namja itu hanya mencintai mendiang isterinya.

Eomma dari Jiyeon, Kim Tae Hee

***

Pauline menatap kearah Yoochun yang terlihat menatap tidak bersemangat menatap makan malam didepannya. Pauline memutuskan untuk mengajak Yoochun makan malam bersama, tentu saja dengan kegugupan luar biasa dan namja itu menerima ajakannya.

Biasanya mereka akan makan malam bersama beberapa Client , tetapi sekarang hanya mereka berdua. Tempat ini begitu romantis dan terdengar suara lagu yang mengalun lembut membuat suasana lebih romantis lagi. Pauline memberanikan diri berdiri dan entah dari mana ia mendapatkan keberanian untuk memeluk Yoochun.

Namja itu terlihat terkejut. Pauline menepuk pundaknya.

” Menangislah Sajangnim, aku tahu kau benar-benar ingin menumpahkan segalanya sekarang. Aku menyayangimu, aku bahkan mencintaimu, aku tidak bisa melihatmu seperti ini. Walaupun aku tahu mungkin perasaan ini tidak terbalas” Bisik Pauline.

Untuk pertama kalinya, Yoochun menangis didalam pelukan seseorang.

‘Tae Hee’ batinnya

***

Jiyeon tersenyum senang saat tangan putihnya dengan lincah mencampur pupuk bunga dengan tanah subur untuk tanaman bunganya. Jiyeon bersyukur, Minho dengan tegas menolak permintaan Luna saat Luna meminta rumah kaca tempat dimana bunga-bunga milik Jiyeon tumbuh untuk dikosongkan.

Luna tidak terlalu menyukai bunga, Jiyeon baru tahu jika yeoja itu alergi terhadap bunga. Apalagi bunga Mawar, Bunga kesukaan Jiyeon.

Jiyeon hampir saja menjerit kemarin saat ia melihat Luna masuk kerumah kaca miliknya dan menghancurkan sebagian besar bunga mawar merah miliknya yang baru saja mekar, untung saat itu Minho datang entah dari mana dan memarahi Luna.

Sekarang, status Jiyeon dirumah ini adalah sebagai pelayan pribadi Minho. Jadi ia hanya bekerja untuk mengerjakan apa yang menjadi perintah Minho, hebatnya Minho tidak pernah memberikannya pekerjaan. Jadi Jiyeon memutuskan pekerjaannya adalah perawat kebun bunga miliknya, dan Minho menyetujuinya karena biasanya Jiyeon sangat senang mengerjakan hal itu.

Luna? Yeoja itu benar-benar tidak menyukainya, padahal Jiyeon sudah menyamar. Sepertinya yeoja itu tidak menyukai semua orang yang berada dibawah levelnya, bahkan Minho pernah bercerita bahwa saat dikantor Luna benar-benar membuat Rose sakit hati. Rose yang malang.

Jiyeon terkejut saat sebuah tangan melingkar dibelakangnya dan melingkari tubuhnya, ia tersenyum saat mencium aroma parfume maskulin milik Minho.

” Aku kotor Minho, nanti bajumu akan kotor terkena tanah”

” Gwenchana, kau tetap cantik” Minho mencium pipi Jiyeon , Jiyeon mendelik kesal berpura-pura marah membuat Minho terkekeh tetapi tetap memeluk tubuh Jiyeon.

” Gomawo Minho-ah”

” For what?”

” Kamu sudah mempertahankan taman bungaku” Ucap Jiyeon dengan tersenyum sambil menatap taman bunga mawarnya yang bercampur warna. Minho tersenyum.
” Tidak perlu berterimakasih kepadaku. Aku mempertahankan apa yang menjadi milikmu”

” Aku merindukanmu” Bisik Minho dengan ucapan penuh misteri membuat Jiyeon terkikik.

” Bagaimana bisa kau merindukanku? Jika setiap malam kau selalu menyelinap dibawah selimutku. Eoh?”Goda Jiyeon sambil terkikik. Minho membalikkan tubuh Jiyeon dan menatap yeojanya dengan tatapan memuja.

Minho membawa Jiyeon kedalam pelukannya kemudian mempertemukan bibir mereka. Jiyeon mempererat pelukannya pada tubuh Minho dan balas mencium Minho. Belakangan ini Jiyeon benar-benar takut, ia takut Minho lepas kendali dan malah membunuh Luna. Beberapa kali Minho hampir lepas kendali, beberapa hari yang lalu ia memukul Luna. Jiyeon hanya bisa berdiri diantara pelayan dan melihat Minho menampar pipi Luna, Minho bukan namja pengecut yang hanya berani pada yeoja. Namja itu lepas kendali saat Luna dengan sengaja menginjak tangan Jiyeon dan menumpahkan air pel lantai kearah tubuh Jiyeon, hingga Jiyeon basah kuyup. Luna benar-benar tidak menyukai Jiyeon, karena menurut luna Jiyeon jauh dari kata sempurna untuk menjadi pelayan dirumah Minho.

Jiyeon masih mengingat dengan jelas apa yang dikatakan Minho hari itu kepada Luna.
” Kau yeoja tidak mempunyai sopan santun, jangan lagi kau pernah menyakitinya! Atau aku akan membunuhmu”

Seketika itu wajah Luna memucat dan ia menangis sambil memeluk kaki Minho. Akhirnya karena paksaan dari Jiyeon, Minho berpura-pura memaafkan Luna dan bersikap baik padanya.

Belakangan ini para Pelayan berbalik memusuhi Luna yang menyamar menjadi Jiyeon, karena sifatnya yang kasar dan selalu memandang remeh orang lain. Sedangkan Jiyeon yang dulu selalu berbuat baik, bahkan Jiyeon sering membelikan baju-baju untuk para pelayan dirumah Minho dan Jiyeon kadang-kadang ikut memasak bersama beberapa koki milik Minho.

***

‘PRANG’

Jiyeon menutup matanya kemudian menatap kearah yeoja didepannya yang melemparkan botol itu kearahnya. Jiyeon menatap kakinya yang terkena beling dan meringis kesakitan, Botol Wine itu pecah.

Luna tertawa sambil menatap Jiyeon dengan tatapan tidak suka.

Sejak Minho pindah dari kamar miliknya, sehari setelah Jiyeon muncul membuat Luna semakin curiga bahwa Minho menyimpan sebuah hubungan dengan pelayan miliknya. Apa hebatnya pelayan itu? Pikir Luna tidak suka sambil menatap wajah yeoja didepannya.

” bersihkan beling itu!”

Para pelayan yang lewat hanya bisa menatap Jiyeon dengan kasihan. Jiyeon mengangguk dan dengan segera mengambil sapu, ia berharap Minho segera pulang. Jiyeon menangis sambil menatap kakinya yang mulai mengeluarkan darah, tetapi ia tetap berjalan mengambil sapu itu. Beberapa pelayan mencoba menawarkan bantuan padanya tetapi Jiyeon selalu menolak. Jiyeon mencoba menguatkan hatinya, ini demi eommanya.

Luna menatap puas kearah Jiyeon yang menangis sambil menyapu pecahan beling itu, beberapa kali luna dengan sengaja menjambak rambut Jiyeon dan melemparkan cacian.

” Kau gadis paling tidak menarik yang pernah aku lihat! Tapi mengapa kau berhasil memikat namjaku! MINHO HANYA MILIKKU! Mengapa saat aku berada didekatnya, ia hanya menatapmu ia tidak pernah menatapku dan menganggapku ada. JAWAB AKU BITCH!”

” JANGAN MENANGIS DAN JAWAB AKU” Luna mencengkram pundak Jiyeon dengan keras membuat Jiyeon menutup matanya sakit.

Luna mendorong Jiyeon kemudian berjalan tertatih keluar kearah kamar miliknya dengan tertawa keras, pengaruh alkohol yang diminumnya. Para pelayan dengan cepat mengangkat tubuh Jiyeon yang sudah luruh ke lantai.
” Astaga..”

” Cepat ambilkan kotak P3K” Perintah Sunny pada salah satu pelayan sambil menatap luka dikaki Jiyeon dengan panik dan membalutnya tidak memperdulikan baju pelayannya yang sudah dipenuhi oleh darah dari kaki Jiyeon, Sunny meneteskan air mata sambil mencoba terus menyadarkan Jiyeon.

” Jangan menangis, aku tidak apa” Jiyeon mencoba tertawa dengan wajah pucatnya. Ia mencoba bangkit dengan sunny yang mencoba membantunya berdiri.

” Gwenchana”

***

Luna duduk dimeja makan dengan wajah puas, pelayan itu sepertinya begitu kesakitan hingga tidak muncul dimakan malam kali ini. Pelayan kurang ajar itu memang pantas mendapatkan hukuman, dia terlalu lancang dengan menggoda Minho. Setelah Jiyeon mati, Minho sudah resmi menjadi miliknya karena sekarang dirinya adalah Jiyeon. Park Jiyeon.

” Dimana pelayan pribadiku?” Luna mendongak saat mendengar suara Minho. Namja itu berjalan ke meja makan sambil menatap pelayan-pelayan yang berjejer dengan cermat dan sepertinya ia tidak menemukan apa yang ia cari.
” Dia..” Salah satu pelayan terlihat gugup untuk mengatakannya. Dengan tatapan Luna yang mengancam pelayan itu memutuskan untuk menundukkan kepalanya.

” Dimana dia?” Ucap Minho dengan tidak sabar karena merasakan keanehan disini.
” Saya disini Tuan” Sebuah suara membuat Minho menoleh, seorang yeoja dengan kaki terpincang-pincang berjalan kearahnya. Perban putih terlihat melingkar dikakinya, beberapa pelayan meringis kasian melihat keadaan Pelayan pribadi Minho itu.

” Apa yang terjadi padamu” Ucap Minho dengan nada khawatir berlebihan kemudian berjalan kearah Jiyeon. Jiyeon melirik kearah Luna yang sudah memasang wajah tidak suka melihat Minho yang kini berjongkok didepan Jiyeon untuk memeriksa kaki Jiyeon.
” Aku…Aku menjatuhkan piring dan mengenai kakiku, Tuan”
” Kau seharusnya lebih berhati-hati” Ucap Minho sambil menatap balutan kaki Jiyeon.
” Sunny, panggil dokter pribadiku sekarang”
” Baik Tuan”

” Anni, gwenchana. Saya tidak memerlukan dokter , keadaan saya baik-baik saja” Tolak Jiyeon

” Tidak! Kau harus diperiksa, lukamu bisa terkena infeksi”

” Tapi, Tuan”
” Dia mengatakan bahwa dia baik-baik saja , Chagi. Kau tidak perlu susah-susah memanggil dokter untuk menyembukannya, lagipula luka dikakinya tidak seberapa. Ia hanya pelayan dirumah ini” Luna sudah berjalan kearah Minho yang masih berjongkok didepan Jiyeon.

” JANGAN PERNAH KAU MENGATURKU!!” Minho tiba-tiba berbalik dan mencekik leher Luna, Jiyeon terkesiap kaget dan dengan segera menahan tangan namja itu melihat wajah Luna yang sudah memucat biru hendak kehabisan nafas. Nafas Minho mulai memburu dan peluh mulai membasahi wajahnya.

” AKU TAHU KAU YANG MEMBUATNYA TERLUKA! JANGAN PERNAH KAU MENYENTUHNYA DENGAN TANGAN KOTORMU ITU ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU! DASAR PELACUR TIDAK BERGUNA!” Minho menunjuk wajah Luna yang sudah pucat pasi. Dengan segera Minho berbalik kemudian mengangkat tubuh Jiyeon kedalam gendongannya. Jiyeon menatap Luna yang berdiri dengan wajah ketakutan dibelakang Minho, Luna menatapnya dengan penuh kebencian.

***

” Ceritakan kepadaku apa yang terjadi sebenarnya” Minho menggeram marah saat melihat betapa besar luka dikaki Jiyeon, Minho tahu luka itu mengeluarkan banyak darah hingga membuat Jiyeon terlihat pucat. Dokter sudah datang tadi dan memberikan beberapa resep obat dan salep untuk menyembuhkan luka dikaki Jiyeon dan tidak lupa membersihkan beling yang masih tersisa dikaki yeoja itu.

Akhirnya setelah lama, Jiyeon menceritakan apa yang terjadi tadi padanya. Tubuh Minho bergetar marah dan beberapa kali menyumpah saat Jiyeon terus menahannya agar ia tidak marah dan lepas kendali.

” Aku tidak bisa Jiyeon, aku tidak bisa membiarkanmu disiksa dirumahku sendiri”
” Aku tidak apa, kau lihat?”
” dia bisa membunuhmu JIYEON! JIKA TERUS SEPERTI INI DIA AKAN MEMBUNUHMU!” Ucap Minho dengan frustasi. Jiyeon menghela nafas pelan.

” Tidak Minho, aku harus seperti ini. Dia tidak boleh curiga. Kau sudah mengerahkan anak buahmu untuk mencari eommaku?”

” Ya aku sudah. Mereka tidak menemukan jejak eommamu, tetapi terkahir kali eommamu dirawat dirumah sakit jiwa dikawasan Myeongdong”

” jadi ditempat itu selama ini mereka menyembunyikan eommaku?”
” Ya, dan aku berjanji tidak butuh waktu lama aku akan menemukan eommamu”

Tanpa mereka sadari seseorang berdiri dibalik pintu dengan wajah penuh kebencian.
” Jadi kalian mengetahuinya” Batinnya marah,

***

Tae Hee duduk diatas kursi rodanya ditengah taman, tadi seorang suster membantunya untuk mencari udara segar. Kini balutan yang membalut wajahnya telah dilepas, beberapa luka terlihat masih berada diwajah Tae Hee walaupun sudah tidak terlalu terlihat.

Ia kembali teringat kedua puterinya, luna yang penuh kebencian dan Jiyeon yang penuh dengan kebaikan.

Seharusnya jika Luna dibesarkan olehnya, ia yakin yeoja itu akan tumbuh sama baiknya seperti Jiyeon. Sayang sekali sejak kecil, gadis itu sudah dipupuk dengan kebencian hingga tumbuh dengan penuh dendam, dengki, dan iri.

Tae hee memutar kursi rodanya memutuskan untuk memanggil suster, ia harus cepat pulih dan membantu Jiyeon. Ia harus melindungi Jiyeon, dan Jiyeon harus tahu bahwa ia masih hidup.

Saat ia membalikkan kursi rodanya, ia melihat seorang namja yang berdiri tak jauh darinya dengan seorang yeoja didepannya. Namja itu membelakanginya tetapi Tae Hee tahu bahwa ia mengenal namja itu begitu dekat dan ia tahu namja itu juga merasakan kehadirannya, tubuh namja itu menegang.

.
.
.

Yoochun dan Pauline berjalan menyusuri lorong rumah sakit, saat tiba dilorong yang berada didekat kamar yeoja yang ia tabrak beberapa waktu lalu dering ponsel menghentikan langkahnya. Ia berhenti melangkah dan mengangkatnya.
” Ya”
” Kami sudah mengirimkan foto-foto terbaru puteri anda, tuan”
” Baiklah, aku akan melihatnya nanti”
” Kami akan terus memantaunya Tuan, seperti yang anda inginkan”
” Baiklah, terimakasih”

Yoochun menatap kearah Pauline yang kini menatapnya dengan lekat, ia tahu bahwa gadis itu menyukainya. Tetapi perbedaan umur mereka begitu besar dan ia tidak ingin menyakiti gadis sebaik Pauline, ia tidak mungkin membalas cinta yeoja lain selama hatinya masih dimiliki oleh mendiang isterinya.

Saat ia akan beranjak, semilir angin menimpanya mengirimkan aroma yang selalu ia sukai. Aroma yang tidak pernah hadir selama belasan tahun ini, aroma yang ia rasakan hanya ditubuh Anae nya. Vanilla, Yoochun merasakan bau vanilla.

Entah mengapa jika berada didekat anaenya, ia akan merasakan bau vanilla padahal Tae Hee tidak pernah memakai parfume sejenis itu. Tetapi kini ia kembali merasakan aroma itu, ia mulai mencari kesekelilingnya, matanya bergerak liar hingga ia melihat wanita itu!

Wanita yang menatapnya dari atas kursi roda.

Tatapan mereka bertemu.

Dalam beberapa detik, Yoochun merasakan ini seperti sebuah Deja’vu. Ia tidak bisa menggerakan tubuhnya, semuanya terasa kaku dan ia bahkan tidak berkedip untuk beberapa waktu. Kerinduan memenuhi hatinya, wanita itu menatapnya dari balik air mata yang mulai turun dari kedua mata yeoja itu.

” Y..Yoochun” Lirih yeoja itu bahkan seperti berbisik.

Pauline menatap yeoja yang berada tidak jauh dari mereka, ia berada diatas kursi roda dan tangan yeoja itu membuka seperti akan menerima pelukan dari seseorang. Pauline menyipitkan matanya, wajah yeoja itu terasa familiar seperti wajah Jiyeon, seperti wajah…

” Tae Hee” Yoochun berjalan lemah dan sedikit berlari kearah isterinya dan memeluknya.

Tae Hee menangis sambil memeluk kepala Yoochun yang terbenam diperutnya. Yoochun berlutut didepannya kemudian mengangkat kepalanya dan mencium pipi Tae Hee kemudian mencium dahi yeoja yang telah lama tidak ia lihat itu.

” Apa yang terjadi padamu? Mengapa wajahmu dipenuhi dengan luka” Panik Yoochun sambil menatap beberapa garis diwajah Tae Hee. Tae Hee tersenyum dengan air mata yang terus mengalir dan menggeleng pelan.

” Aku tidak apa, yang terpenting sekarang aku bertemu denganmu”

Pauline menatap kemesraan itu dengan senyum miris, dengan perlahan ia berjalan menjauh dengan air mata yang sudah mulai turun dari matanya. Dia menangis terisak membuat beberapa orang yang berjalan berlawanan arah dengannya menatapnya dengan iba dan bahkan beberapa orang berbisik-bisik.

***

Detak bunyi jarum jam bergema diruangan itu, Minho diam dan duduk dengan wajah tidak nyaman. Beberapa kali ia menekan tombol dan mencoba menghubungi nomor telepon diponselnya tetapi selalu sama, tidak ada sahutan dari sana. Ia mulai merasakan kepanikan didalam dirinya, seharusnya ia tidak mengikuti permintaan Jiyeon dan mengikuti permainan gila ini.

Saat ia akan menghubungi Jiyeon lagi, tiba-tiba Jiyeon menghubunginya. Dengan segera Minho mengangkatnya.
” Chagi, dari mana saja kau? Sejak tadi aku mencoba menghubungimu, kau membuatku ketakutan setengah mati”
” Kau memang seharusnya takut Choi Minho, karena sekarang Kekasihmu sedang dalam bahaya”
” Luna”
” Ya, aku Luna. Hahaha, betapa bodohnya aku selama ini. Jadi kalian tahu tentang sandiwara ini dan malah membiarkanku dengan bebas berlalu lalang didepan kalian, sekarang terima akibatnya Choi Minho. Jika kau tidak datang ketempat ini sekarang, kau akan kehilangannya. Jika kau terlambat semenit saja kau akan menemukan mayatnya. Jika kau mencintainya, datanglah kemari tanpa membawa para anak buahmu apalagi polisi. Aku akan mengirimkan alamatnya, sayangku”

Minho terperangah sambil menatap ponselnya. Beberapa detik kemudian sebuah pesan masuk , menampilkan alamat tempat dimana Luna membawa Jiyeon. Minho berlari keluar dari dalam ruangannya tidak memperdulikan teriakan Rose yang mengatakan akan ada rapat penting 5 menit lagi.

Minho melajukan mobilnya dengan gila-gilaan dijalan raya tidak memperdulikan beberapa kali ia hampir menabrak pengendara lain, ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya jika Jiyeon … SHIT! Minho menyumpah frustasi.

Beberapa menit kemudian ia tiba ditempat yang dituju, sebuah gudang tua tidak terpakai dikawasan kumuh pemukiman penduduk. Minho mengambil pistol miliknya dan menyembunyikannya dibalik jas yang ia gunakan.

Perlahan ia masuk kedalam gudang kumuh itu, terdengar langkah kakinya dan beberapa langkah kaki disekitarnya. Pintu tiba-tiba tertutup dan lampu menyala dalam redup.

Sekarang ia melihatnya, Jiyeon terduduk ditengah ruangan dengan tali yang mengikat tangan dan kakinya dan mulut yang diikat dengan kain. Luna bersama yeoja yang begitu Minho kenal, yeoja yang beberapa bulan lalu bertemu dengannya diparis, yeoja itu adalah bibi Jiyeon.

” Seperti yang sudah aku tebak, kau pasti datang demi kekasih tercintamu ini”

” Aku tidak suka berbasa-basi, katakan apa keinginanmu”

” Cukup mudah, tanda tangani surat didepanmu saat ini. Aku akan melepaskan kekasih tidak bergunamu setelah itu”

” Surat apa itu?” Minho mendengar dirinya bertanya, Jiyeon terlihat melebarkan matanya dan mulai menangis sambil meronta dan beberapa kali meringis kesakitan saat ikatan itu mulai mengencang menyakiti tangannya.

Woong Sik berjalan kearah Jiyeon dan melepaskan sumpalan mulut Jiyeon, Jiyeon mulai menangis dan berteriak memohon.

” Luna jangan, Minho tidak tahu apapun tentang ini. Jangan pernah membawanya kedalam masalah kita, bunuh saja aku jika itu yang kau inginkan jangan membawa Minho kedalam masalah ini” Isak Jiyeon.
” Tidak, kau selalu diutamakan dan sekarang aku ingin kau merasakan penderitaanku.”

” Aku akan memberikanmu pilihan Choi Minho”

” Menikah denganku, dan aku akan melepaskan Park Jiyeon. Atau Tanda tanganilah surat didepanmu, surat pengalihan harta kekayaanmu menjadi atas namaku dan aku akan memberikan saudaraku yang tidak berguna itu kepadamu. Jika kau tidak mau semuanya, kau boleh membawa semua hartamu pergi dan ucapkan selamat tinggal pada kekasihmu”

” Andwe, aku tidak apa Minho. Jangan tanda tangani surat itu Minho” Ucap Jiyeon masih meronta. Minho diam sambil menatap surat didepannya, ia mengambil kertas itu dan mulai membacanya. Didalam surat itu tertulis jika ia menandatangani kertas itu, semua harta kekayaannya akan beralih ke Luna tanpa terkecuali semua yang ia miliki.

Minho benci dengan hidup susah, ia benci jika tidak memiliki uang, ia benci menjadi namja tanpa kekayaan, tetapi itu dulu sebelum dirinya mengenal Jiyeon. Ia lebih benci jika ia harus kehilangan Jiyeon hanya karena hartanya. Jiyeon lebih dari segalanya, Jiyeon lebih dari hartanya, Jiyeon bahkan lebih berarti dari hidupnya sendiri. Jiyeon adalah hidupnya dan jika Jiyeon tidak ada , hidupnya akan mati dan Minho yakin jika Jiyeon dibunuh , Minho akan membunuh dirinya sendiri.

” Jiyeon, aku akan melakukan apapun untukmu. Bahkan jika aku harus kehilangan seluruh kekuasaanku, asal aku bersamamu aku tidak apa. Aku mencintaimu dan aku akan melakukan apapun untuk bersamamu termasuk kehilangan semua yang aku miliki, aku tidak butuh kekayaan ku aku hanya membutuhkan dirimu karena hanya kau yang selalu menjadi prioritasku sekarang.” Ucap Minho meyakinkan kemudian tanpa banyak basa basi ia menandatangani surat itu. Jiyeon memekik sambil menangis melihat betapa besar pengorbanan Minho untuknya, Luna tertawa puas sambil berjingkrak.

” BIBI AKU KAYA SEKARANG”

Dalam hitungan detik tiba-tiba tubuh Minho tumbang dengan seorang berbadan besar memukulnya dari belakang. Woong Sik melepaskan ikatan tangan Jiyeon, yeoja itu berjalan dengan langkah tertatih kearah Minho yang sudah merintih kesakitan sambil memegang tengkuknya.

” Ayo kita tinggalkan mereka, selamat bersenang-senang dengan pilihanmu BODOH” Luna meludah dibawah kaki Minho kemudian berjalan meninggalkan Jiyeon dan Minho. Jiyeon memeluk namja didepannya dengan menangis pilu

” Mengapa kau begitu bodoh!! KAU TIDAK BISA HIDUP SUSAH !! BIARKAN MEREKA MEMBUNUHKU! MENGAPA KAU MEMPERTARUHKAN SELURUH HARTAMU UNTUK ORANG YANG TIDAK BERGUNA SEPERTI AKU! SEHARUSNYA KAU TIDAK MENGALAMI INI MINHO”  Jiyeon menangis sambil mengutuk Minho yang tersenyum didalam pelukannya.

” Hei sayang, aku tidak perduli dengan semua yang sudah aku berikan pada mereka. Aku tidak merasa marah, mereka mengambil seluruh hartaku. Aku bahagia mereka hanya mengambil hartaku, bukan berlianku. Kau hal paling terindah yang aku miliki, Will You Marry me?”

” PABO” Jiyeon menangis sambil terus mengutuk Minho, ia tidak dapat menahan tangisnya lagi.
” Will You Marry me, Ji?”

” Yes , I do” ucap Jiyeon sambil sesegukan

To Be Continue-

68 thoughts on “All Of You : 11. Love Like

  1. kyaaaaaaa…. jahat jahat jahat banget sih kalian, yaa ampun minong tetharu banget dahh….
    udah lah kalian sono nikah aja, udah sama2 tau kan , demen juga kan, wkwkwk
    semoga cepet selesai masalah nya …
    ahhhh pkok nya di tnggu next part nya chingu😉

  2. unnie kenapa semua ff unnie yang hunji dihapus ? aku pembaca setia ff ff mu itu :’) biasanya aku nungguin apdetannya, tapi kok tiba tiba dihapus semua u.u sangat disayangkan unn. aku harap unnie mau ngelanjut lagi ff ff itu ya meskipun kecil kemungkinan sih… tapi siapa tau inspirasi unnie balik lagi ?🙂 semoga yaa

  3. Hiks.. Hiks.. Huaaaa… Terharu banget lihat perjuangan cinta minho ke jiyeon, sampai rela memberi semua hartanya untuk luna. Luna benar2 keterlaluan.
    Penasaran dengan kelanjutannya. Ditunggu nextnya thor fighting !!

  4. sumpab ini kerenn bgtttttttttttt
    awlnha aku binggung oas trus baca trus baca aku shok kaget haru ini kerennn ahhh unn sweett bgt oas minho berkorban saling berkorbah ahh mauu 😂

  5. Entah un aku udh komen apa blm di atad namun berapa kali pun aku baca semua cerita yg un buat aku selalu tersenyum cerah

    Mungkin beberapa hr lalu aku mulai lg membaca cerita ini dengan fokus dan aku tetap suka dan rasanya pgn baca lg lg dan lg hikss aku seneng wkwk ceritanya kerennn bgttttt wow bgt jd berharap punya pasanagn kaya minpa 😂 namun sayang ini semua hanya ilusi ff semata uhhh kkkkk ~~ semangat unnn ku menunggu lanjutanya

  6. Aaaaaaa gila keren minho rela semuabkekayaaaan diambil cuma buat jiyeon…. Please lgn jambak luna kok kejam banget hiks tp bingung kapan dan gimana bisa jiyeon iculik? Sementara di rumah minho an banyak pengawal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s