All Of You : 10. Love like

image

Jack menatap yeoja yang terbaring lemah dikasur rumah sakit, wanita itu terlihat tidak berdaya dengan selang dimana-mana. Perban menutup seluruh wajah wanita itu tetapi entah mengapa wanita itu membuat Jack merasa harus melindunginya. Membuat Jack merasa ingin berlutut didepannya, merasa bahwa ia dan wanita itu pernah dekat.

Dokter mengatakan bahwa wanita itu sudah sadar dari beberapa hari yang lalu, tetapi tubuh wanita itu terlalu lemah untuk melakukan kegiatan. Butuh waktu yang cukup lama untuk melatih otot-otot yang cidera karena kecelakaan itu.

Wanita itu tertidur, dokter mengatakan bahwa wanita itu selalu memberontak dan meminta untuk pulang. Karena kewalahan akhirnya dokter menyuntikan sebuah obat tidur ke yeoja itu, membuat yeoja itu tertidur dengan sangat nyenyak.

Ponselnya bergetar tanda sebuah panggilan masuk…

” Halo”

” ya Pauline?”

” Sajangnim, saya sudah mengumpulkan data yang anda perlukan.”

” Baiklah,saya kesana sekarang”

***

Jiyeon membuka matanya cepat saat merasakan sesuatu menjambak rambutnya kasar. Ia meringis, jambakan itu mengenai tempat ia dipukul membuat rasa sakit dibelakang kepalanya.
“Appo” Ringisnya dengan remah

” Bangun!”

Suara itu bertambah keras membuat Jiyeon mau tidak mau mulai memfokuskan pengelihatannya. Bibinya berdiri dihadapannya sambil berkacak pinggang dan menatapnya dengan senyum berbahaya, Jiyeon menatap bibinya dengan tatapan datar.

” Bibi, tidak aneh jika kau yang menculikku karena dari awal kau memang suka mencampuri hidup orang.” Ucap Jiyeon dengan sinis. Sooyoung tersenyum kecut.

” Bukan hanya aku Park Jiyeon, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu”

Seoran yeoja berjalan dari kegelapan dan berhenti tepat didepan Jiyeon, Jiyeon menatap yeoja yang kini balas menatapnya juga. Mata Jiyeon membesar terbelalak, wajah itu ia mengenalinya.

Itu wajahnya…

” K..kau” Jiyeon mengeluarkan suara seperti tercekik

” Hello, My Lovely Sister. How are you?”

” Siapa kau” Jiyeon mendengar dirinya bertanya, yeoja didepannya begitu mirip dengan dirinya. Dari ujung kaki hingga ujung kepala, tidak ada perbedaan. Rambut cokelat bergelombang dan mata berbentuk sama juga sudut bibirnya benar-benar seperti Jiyeon.

” Perkenalkan sayang, namaku Park Luna. Aku saudara kembarmu”

” A…pa?”

” Dan mulai sekarang, aku akan menggantikan posisimu. Menjadi kekasih dari kekasihmu yang tampan itu, menjadi pewaris perusahaan orang tua kita dan juga dunia tidak akan mengingatmu. Kau sudah terlalu bahagia Jiyeon, sekarang saatnya aku yang merasakan kebahagiaan. Kau harus merasakan penderitaanku, kau dan eommamu yang tidak berguna itu harus mati”

” Dan sebelum kami membunuhmu, biarkan aku memberitahumu sesuatu. Eommamu masih hidup, aku menyekapnya Jiyeon dan beberapa tahun ini ia selalu menangisi anaknya yang tidak berguna”

Seketika itu tubuh Jiyeon bergetar hebat, bibirnya memucat, tubuhnya melemah dan hanya suara tangis yang terdengar begitu keras. Jiyeon meronta dan memanggil nama orang tuanya dengan pilu

===AllOfYou===

” Perusahaan itu sudah dimiliki oleh Choi Minho, Sajangnim.” Jack mendengar ucapan Pauline, menatap kertas didepannya dengan seksama.

” Mengapa disini tertulis nama Park Jiyeon sebagai pemilik perusahaan ini?” Jack mendengar dirinya bertanya. Pauline kini terfokus pada sebuah nama, ia mengingat kembali sekretaris Minho yang sudah menjadi kekasih namja itu kini.

” Saya sudah melacak biodata yeoja itu. Dia kekasih dari Choi Minho sekaligus merangkap sebagai Sekretarisnya, Park Jiyeon mempunyai hubungan dengan perusahaan Park Company.” Pauline menatap berkas biodata lengkap Jiyeon.

” Hubungan seperti apa maksudmu?”

” Jiyeon anak kandung dari pemilik perusahaan, Park Yoochun dan Kim Tae Hee. Saat berumur kira-kira 8 tahun, kedua orang tua Jiyeon meninggal dalam sebuah kecelakaan. Hak asuh jatuh ke tangan bibi Jiyeon begitu juga harta orang tua Jiyeon, Jiyeon hanya bisa hanya bisa mewarisi perusahaan itu saat ia berumur 24 Tahun. Keseharian gadis itu begitu penuh dengan kesengsaraan, harta yang seharusnya dipakai untuk biaya sekolah dan kebutuhan hidupnya dipakai secara cuma-cuma oleh bibi dan pamannya. Jiyeon gadis yang pintar, dia lulus dengan nilai terbaik dan tentu saja dengan beasiswa yang dengan susah payah ia raih. Kemudian saya melihat , beberapa tahun belakangan perusahaan Park Company mengalami masalah yang besar, mereka terlilit hutang dengan perusahaan Choi Minho. Seharusnya perusahaan itu kini sudah mengalami kebangkrutan , tetapi Choi Minho membeli semua saham perusahaan itu dan membuat Park Jiyeon menjadi pemegang saham terbesar”

Pauline selesai membaca laporan itu dan kini menatap kearah atasannya, tetapi wajah Jack kini dipenuhi oleh keringat dingin. Tubuhnya bergetar, giginya bergemetak seperti seseorang yang sedang kedinginan,Pauline melihat Tuan besarnya dengan terkejut

” Sajangnim”

” Sajangnim” Panggilnya.

” Oh Tuhan.. Tidak..tidak”

” Tuan, apa yang terjadi?”
” Puteriku , Oh tidak. Dia masih hidup, tidak. Mereka..mereka mengatakan”

Pauline terdiam melihat Tuan nya menangis sambil berlutut dilantai. Jack terlihat benar-benar hancur, namja yang biasanya selalu memperlihatkan sikap tertutup itu kini menangis dengan deras sambil memeluk berkas biodata Park Jiyeon.

Namja yang ia cintai itu memanggil nama Park Jiyeon dengan kata ‘Puteriku’ kini Pauline sadar, Jack adalah Park Yoochun. Pengusaha yang sudah lama dikabarkan meninggal karena kecelakaan.

==Flashback==

Ruangan itu terasa berputar, Yoochun menatap seklilingnya. Bau pekat rumah sakit memasuki indera penciumannya,ia benar-benar membenci rumah sakit. Kemudian ia teringat akan isterinya, dimana isterinya? Kemudian kecelakaan malam ini kembali terngiang diingatannya, kecelakaan yang tidak bisa dihindarkan . Rem mobilnya tidak berfungsi dengan baik membuat mobil itu…
Hal terakhir yang ia ingat, saat kecelakaan itu terjadi ia memeluk tubuh Tae Hee keras dan membiarkan tubuhnya terbantur kaca dan kemudian ia tidak mengingat apapun lagi.

Ia menatap kearah seorang yeoja yang berdiri dihadapannya.

” Jangan bangun dulu Oppa” Yeoja itu Sooyoung, adik dari isterinya.

” Dimana isteriku”

” Oppa. Eonni, dia…eonni… Ia meninggal setelah pendarahan otak karena kecelakaan itu” Ucap Sooyoung sambil berderai air mata, seketika itu Yoochun merasakan dunianya runtuh dan hancur. Ia menangis dan memberontak sambil berusaha melepaskan selang yang menancap di dadanya untuk membantu jantungnya berdetak, para dokter menyuntikan obat penenang.

Seminggu kemudian setelah keadaannya mulai stabil dan Yoochun mencoba bangkit, ia masih mengingat Jiyeon. Pasti puterinya benar-benar ketakutan dengan kabar kecelakaan mereka, Pasti Jiyeon akan menangis karena tidak bisa tidur. Gadis kecilnya yang malang, Yoochun berjanji akan bertahan demi Jiyeon .

Akan tetapi, ucapan Sooyoung membuat semuanya hancur.

” Maafkan aku oppa, Jiyeon meninggal setelah hari kalian kecelakaan. Ia meninggal karena bermain didekat danau belakang rumah kalian dan ia ditemukan keesokan harinya, aku baru bisa mengatakan hal ini kepadamu Oppa. Aku tidak mau keadaanmu semakin memburuk”

Sejak saat itu ia tidak sama lagi, hidupnya yang dulu penuh dengan warna semenjak kehadiran Tae Hee dan memberikannya seorang puteri kecil yang cantik yang membuatnya jatuh cinta untuk kedua kalinya setelah Tae Hee kini telah menggelap. Yoochun melarikan dirinya, ia berlari terus untuk menghapus kenangan kedua orang yang ia cintai. Yoochun meninggalkan segalanya, segala tentang dirinya dan mengganti namanya dengan Jack.

===FlashbackOff===

***

Luna menatap namja didepannya dengan terpesona, namja itu begitu tampan dan begitu sempurna. Senyumnya, postur tubuhnya, wajahnya, hidung mancungnya, mata belo miliknya. Namja itu begitu perfect dan saudara kembarnya tidak pantas mendapatkan Minho. Hanya dia yang pantas untuk seorang Choi Minho.

Minho kini menatap Jiyeon yang terlihat terpesona menatapnya, Minho tersenyum jahil dan memeluk tubuh gadisnya lembut. Senyum jahil Minho tiba-tiba luntur digantikan dengan wajah kebingungan, sesuatu terasa hilang.

Tetapi saat pelukan itu terlepas, Minho menatap Jiyeon dengan tersenyum dan mencium dahi yeoja itu. Tidak seperti biasanya, ia selalu ingin mencium Jiyeon tetapi hari ini ia merasa begitu jauh dari Jiyeon. Padahal Jiyeon adalah Jiyeon.

” Bagaimana harimu, sayang?”

” Baik-baik saja Minho”

” Aku begitu merindukanmu”

” Nado, aku lebih merindukanmu Minho”
Nada suaranya pun milik Jiyeon, tetapi entah mengapa hati Minho tidak berdetak kencang saat mendengar suara lembut Jiyeon. Tidak seperti biasanya, apa yang terjadi pada dirinya.

==AllOfYou==

” Bunuh dia, ini uang yang kami janjikan. Aku tidak mau yeoja itu kembali lagi.” Aku mendengar suara bibi, aku mulai merasa ketakutan dan berlari kesana kemari mencari jendela untuk melarikan diri tetapi tempat ini benar-benar pengap, tempat saluran udaranya hanya lobang kecil itu.

Kemudian terdengar suara langkah mendekat, beberapa namja berbadan besar menatapku dengan penuh nafsu. Aku balas menatap mereka dengan tatapan mengancam.

” Jangan pernah maju!”

” Ada apa sayang, apakah kau takut”

” Aku tidak pernah takut pada kalian” Teriakku, aku mencengkram sesuatu dari balik rok milikku. Untung saja Minho tiap hari tanpa bosan menyelipkannya dikantong celana disamping pinggulku. Aku memegang benda itu, dan saat salah satu dari mereka maju untuk menangkapku, aku menembakan peluru tepat dijantungnya. Darah keluar dengan deras dan iapun ambruk.

Jangan salah, Minho selalu membawaku untuk berlatih menembak. Ia begitu memeprhatikan keselamatanku, Minho selalu mengatakan bahwa aku harus bisa melindungi diriku sendiri jika Minho tidak berada disampingku.

” Kalian tahu, didalam pistol ini terdapat peluru-peluru mematikan, dalam waktu hitungan detik kalian bisa meninggal ditempat. Racun ini adalah racun dengan kualitas terbaik diseluruh dunia, racun yang tidak mempunyai obat penawar, jadi.. Kalian memilik untuk membiarkanku pergi atau aku akan membunuh kalian. Jika kalian pintar kalian katakan pada bibiku bahwa aku sudah meninggal, jika kalian mengatakan kejujurannya. Aku berjanji akan mencari kalian”

Jangan salahkan aku, kadang aku harus mempunyai sikap yang berani untuk melindungi diriku sendiri. Para namja bodoh itu berlutut sambil memeluk kepala mereka. Aku berjalan sambil memutari mereka sambil tetap menodongkan pistolku dan untuk terakhir kali menatap mayat yang sudah membiru itu. Dan mengunci ruangan itu, untuk menghalangi mereka mengejarku.

***

Minho membalikkan tubuhnya, dengan perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh Jiyeon. Yeoja itu tidur dengan nyenyak hingga tidak menyadari kegelisahan Minho yang semakin menjadi, Minho menghela nafas pelan dan duduk disamping kasurnya sambil menutup wajahnya dengan tangan.

Ia merasa gelisah dan tidak nyaman, hatinya terasa hampa dan terasa dicengkram sesuatu membuatnya begitu susah untuk tidur atau menutup mata.

Ia terus memikirkan jiyeon, tetapi Jiyeon berada disampingnya. Lalu mengapa ia merasa menghawatirkan Jiyeon, bukan Jiyeon yang saat ini tertidur disampingnya tetapi Jiyeon yang kemarin, Jiyeon yang membuatnya selalu merasa memiliki, dipenuhi dengan kehangatan akan tetapi sekarang ia merasakan hatinya mendingin.

Seolah ia akan kembali ke dirinya yang dahulu.

Minho meraih ponselnya yang berada diatas nakas dan membuka passwordnya. Terlihat gambar seorang yeoja yang sedang tersenyum lebar kearah kamera sambil memegang sepucuk mawar putih, gadis itu terlihat begitu cantik dengan gaun putih tanpa lengan itu. Ia tertawa dengan begitu lepas dan Minho merasa hatinya kembali menghangat saat menatap gambar itu.

” Minho”

Minho dengan segera mematikan ponselnya, Jiyeon terlihat duduk dengan mata mengantuk dan menatapnya

” Ada apa?”

” Tidak ada apa-apa , ayo lanjutkan tidurmu.”

” Baiklah, peluk aku”

Dengan setengah hati Minho berbaring untuk memeluk tubuh Jiyeon , ia tidak merasakan apapun.

Tubuhnya terasa memberontak.

Setelah beberapa lama Minho melepaskan pelukannya dan berbaring berlawanan arah dari Jiyeon. Ia menghela nafas bingung dengan perasaannya.

***

Yoochun menatap gambar-gambar didepannya dengan wajah sedih, air mata sudah mulai jatuh dari matanya. Ia membuka gambar itu satu persatu dengan kesakitan hati, gambar seorang gadis yang tengah tersenyum ceria sambil mengangkat piala kejuaannya.

Dibawah itu tertulis ‘Kejuaraan Sains Nasional, kejuaraan ini aku persembahakan untuk kalian appa dan eomma’

Yoochun mengerahkan seluruh pengawalnya untuk mencari semua tentang Jiyeon, termasuk foto-foto yang ditemukan para pengawalnya dirumah miliknya yang dulu. Buku itu tertinggal begitu saja dan berdebu.

Yoochun kemudian membuka buku agenda itu dari halaman awal. Tertulis banyak kalimat disana.

‘ Sudah setahun sejak appa dan eomma meninggal, aku ingin mengunjungi makam mereka. Tetapi ahjumma melarangku, aku hanya ingin bertemu appa dan eomma. Apa sesulit itu’- 12 Maret

Ia membaca kalimat demi kalimat yang Jiyeon tulis disana, semua yang ia alami dan semua hal yang ia rasakan. Yoochun tidak dapat menahan tangisnya, ia malu.

‘ Hari ini aku memutuskan untuk kabur dari rumah milik mendiang ayahku. Maafkan aku ayah, aku tidak bisa mempertahankan harta yang telah kau tinggalkan. Ini tulisan terakhirku dibuku ini, ayah maafkan anakmu yang tidak berguna ini’

Jiyeon akan membencinya, Jiyeon akan menganggapnya ayah yang tidak berguna. Ia telah meninggalkan puterinya pada tangan para manusia yang begitu jahat dan tidak berperasaan. Ia meninggalkan puterinya ditengah-tengah para monster yang siap memangsanya. Yoochun menggeram sambil menutup wajahnya, hatinya terasa kelam dan panas.

Dihatinya kini dipenuhi dengan dendam, mereka akan merasakan apa yang telah mereka perbuat pada Jiyeon.

Ia ingin bertemu dengan Jiyeon, tetapi apakah ia siap menerima kebencian dari puterinya?

Apakah ia siap dengan semua yang akan jiyeon katakan padanya, ayah yang tidak berguna.

***

Jiyeon menghela nafas lega, sepertinya keberuntungan berpihak kepadanya. Jiyeon memegang dompet kecil yang dipenuhi dengan kartu-kartu atm miliknya tidak lupa dengan black card yang diberikan Minho, entah apa yang membuatnya tadi menaruh dompet kecil itu disaku celana miliknya.

Jiyeon membeli sebuah apartement dengan uang gaji miliknya sebagai sekretaris Minho. Untuk beberapa waktu ia harus menyusun rencana, jika ia bertindak gegabah mereka bisa membunuh ibunya, Jiyeon mendesah bahagia saat mengetahui bahwa ia bisa menatap wajah ibu kandungnya lagi.

Perlahan air mata turun …

Ia terisak sambil memeluk tubuhnya dan menatap langit-langit kamar apartement itu, rasa perih disudut bibirnya membuatnya menyerit kesakitan dan baru menyadari bahwa penampilannya begitu berantakan dengan bekas darah dibeberapa sudut bibir dan keningnya. Mereka melakukan kekerasan padanya.

Jiyeon memutuskan untuk keluar membeli beberapa perlengkapan seperti pakaian dan ponsel baru. Ia harus bersikap tenang dan mereka tidak boleh mengetahui keberadaannya, ia harus membuat mereka mendekam dipenjara. 

Setelah berbelanja tergesa-gesa dan membeli beberapa lembar baju dan celana, Jiyeon dengan segera menghidupkan ponsel yang baru saja ia beli menggunakan Black Card yang diberikan oleh Minho. Lagipula ia tidak pernah memakainya, hanya sekali ini ia memakainya.

Jiyeon mulai menekan beberapa digit nomor, tetapi kemudian ia menggigit bibir bawahnya dengan ragu. Akan sangat berbahaya jika Minho tahu, namja itu bisa kehilangan kesabaran dan malah menghancurkan semuanya.

Ia harus menemui Minho secara langsung, akan tetapi bagaimana caranya?

***

” Nyonya”

Seorang yeoja berumur sekitar 20 tahun terlihat berlari tergesa-gesa kearah Jiyeon, gadis itu menatap sekeliling sambil menatap Jiyeon dengan tatapan terkejut dan meringis saat melihat lebam disekitar wajah Jiyeon. Jiyeon tersenyum kecil dan meringis saat merasakan nyeri disekitar sudut bibirnya.

” Nyonya apa yang terjadi? Bagaimana bisa anda begini, lalu siapa gadis yang saat ini berada dirumah. Saya langsung segera kemari saat nyonya menghubungi saya”

Jiyeon hanya tersenyum saat mendengar pertanyaan demi pertanyan yang ditanyakan oleh pelayan pribadi miliknya yang diberikan Minho. Sunny gadis yang baik dan Jiyeon merasa senang berteman dengan Sunny, gadis itu begitu cerewet sekaligus pekerja keras dan juga bisa diandalkan.

” Aku butuh bantuanmu Sunny, berjanjilah tidak akan mengatakannya kepada siapapun termasuk Minho.”

” Baiklah Nyonya, saya akan membantu apapun itu”

Akhirnya Jiyeon menceritakan semua yang terjadi dan mengatakan rencananya pada Sunny. Sunny dengan segera mengangguk dan terlihat tergesa-gesa masuk kedalam kediaman Minho melalui pintu belakang sedangkan Jiyeon kembali memasang jaket untuk menutupi wajahnya.

Sunny kembali beberapa menit kemudian dan mengangguk, Jiyeon dengan perlahan mengikuti langkah Sunny yang mengendap-enap. Mereka tiba disebuah ruangan yang tidak lain adalah kamar pelayan.

” Ini Nyonya”

” terimakasih”

Dalam waktu beberapa menit Jiyeon sudah mengenakan baju pelayan, Sunny sudah siap dengan alat make up didepannya. Dengan sedikit mengerang tidak rela Sunny akhirnya mulai berkarya diwajah Jiyeon dan setelah selesai ia hampir menjerit terkejut.

Wajah Jiyeon yang biasanya cantik dan terlihat memakau kini terdapat tompel besar, kulit hitam, beberapa jerawat berwarna merah, plus dengan rambut yang terlihat dipotong pendek karena pengaruh wig rambut.

” Nyonya”

” Anda benar-benar terlihat mengenaskan”

” Benarkah? Seberapa jelek?”

” 99,99 persen” Sunny memberikan kaca kearah Jiyeon,Jiyeon tercengang kaget sambil meringis ngerti.

” Daebak Sunny, aku bangga padamu”

***

Jiyeon Pov

Ini hari pertama aku bekerja dirumah milik Minho, karena kebetulan sedang dibutuhkan seorang pelayan lagi. Jadi aku menyamar menjadi seorang pelayan, aku harus menyusun rencana agar dapat berbicara dengan Minho.

” Perkenalkan, ini pelayan baru bagian kebersihan. Jung Kyung mi” Ucap Sunny. Semua pelayan menyerit dan bahkan ada yang dengan terang-terangan menatapku dengan tatapan ngeri sekaligus aneh melihat menampilanku memang yang jauh dari kata cantik atau bersih. Selain sebagai pelayan pribadi ku, Sunny ditetapkan sebagai wakil ketua pelayan.

” Aku mohon kerjasamanya” aku membungkuk dan dibalas dengan anggukan dari para pelayan.

Mereka mulai berpencar melakukan tugasnya, saat Minho muncul bersama seorang yeoja yang begitu aku kenal. Yeoja itu terlihat bergelayut mesra ditangan Minho, sedangkan Minho terlihat begitu risih dan beberapa kali terlihat dengan sengaja melepaskan tangannya dari rangkulan Luna.

Seperti biasa para pelayan berjajar menyambut Minho dan Jiyeon aka Luna.

Tanpa sengaja mataku dan Minho bertemu, aku menatap mata setajam elang itu dengan perasaan rindu. Minho terlihat menatapku dan terlihat menilainya. Akhirnya setelah lama, Sunny akhirnya berdiri dan memperkenalkan diriku kehadapan Minho.

” Sajangnim, ijinkan saya memperkenalkan pelayan baru dikediaman anda. Jung Kyung Mi” aku perlahan maju dan membungkuk hormat kearah Minho, Minho masih menatapku dengan tatapan menilai tetapi wajahnya tetap datar,

” Sunny, kau tidak salah? Apakah kau tidak membuat persyaratan untuk pelayan yang masuk kerumah ini? Kau lihat bagaimana penampilannya, dia begitu menjijikkan” Ucapan Luna membuat semua orang kini melirik kearahnya, ada beberapa orang yang terlihat menyerit. Sebelumnya Jiyeon tidak pernah menghina siapapun secara terang-terangan.

” Aku ingin mulai besok pelayan ini tidak bekerja disini lagi, semua pelayan dirumah ini harus berkual-”

” Biarkan ia bekerja disini Jiyeon, lagipula ia tidak menganggumu juga. Tidak biasanya kau seperti ini, ada apa sebenarnya” Aku mendengar Minho menghela nafas sambil menatap kearah Luna. Luna terlihat sedikit gelagapan.

” Maafkan aku Minho, aku hanya sedikit emosi hari ini. Maafkan aku”

” Tidak apa, mungkin kau merasa lelah. Lebih baik kau beristirahat dan kalian kembali lah bekerja”

Minho menghela nafas, aku mengikuti para pelayan yang sudah mulai berpencar untuk bekerja.

o0o

Tugas pertamaku adalah membersihkan ruang kerja Minho , untung saja aku sudah terbiasa bekerja jadi tidak ada masalah untukku jika harus bekerja sedikit berat. Mudah-mudahan saja Minho ada diruang kerjanya, dengan begitu aku dapat berbicara dengannya.

Aku mengetuk pintu dan mendengar suara dingin yang menyahut dari dalam ruangan. Aku menghela nafas senang dan membukanya, tetapi sepertinya aku harus menelan pil pahit karena Luna rupanya berada diruang kerja Minho. Yeoja itu terlihat duduk dikursi tamu sambil menunggu Minho yang sejak tadi terlihat mengabaikannya.

Aku ingin tersenyum…
Ternyata Minho bisa merasakan perbedaannya.

” Minho”

” Eum”

” Apakah kau tidak bosan melihat kertas-kertas itu? Bagaimana kalau kita keluar untuk melakukan dinner romantis”

” Mianhae Jiyeon, pekerjaanku saat ini begitu banyak. Aku mohon kau harus mengerti, kalau kau bosan kau bisa pergi untuk berbelanja. Pakailah kartu creditku” Ucap Minho sambil membuka dompetnya. Aku pura-pura tidak memperhatikan mereka, seolah aku begitu terfokus pada pekerjaanku.

” Baiklah” Luna dengan segera mengambil Credit Card Minho dan berjalan keluar tetapi sebelum keluar ia memeluk Minho, Minho hanya diam seperti patung tidak membalas ataupun menolak. Ia hanya diam.

Luna berjalan keluar sambil tersenyum bahagia, dasar yeoja mata duitan.

Aku melirik sedikit kearah Minho, namja itu hanya diam ditempatnya. Masih dengan posisi yang sama dan masih dengan tatapan tajam menatap kearah pintu, dimana Luna keluar tadi. Kemudian aku mendengar suara Minho membuka laci disampingnya dan aku terkesiap saat ia mengambil sebuah pisau lipat yang selama ini jarang ia pegang , aku selalu mencoba menguasai Minho dan membuatnya melupakan rasa ingin membunuhnya.

‘TUK’

‘TUK’

Aku mendengar suara pisau yang mengenai kertas tebal yang ada dimeja Minho, ia menyodok pisau itu kearah kertas-kertas. Awalnya perlahan dan kini semakin keras hingga aku tidak berani membayangkan bagaimana bentuk kertas itu kini.

Apa yang membuatnya marah?

Aku melirik kearah pintu, semoga saja Luna sudah pergi. Aku harus segera berbicara dengan Minho.

” SHIT!” Aku mendengar Minho menyumpah dan aku menyadari bahwa sekarang ia menatap kearahku. Oh tidak! Minho akan menyakitiku. Ia haus darah.

Minho berdiri dari kursinya perlahan, aku langsung berdiri dan menghindar saat pisau itu hampir saja mengenai pundakku. Untung saja meleset. Minho bergetar dengan pisau mengacung kearahku.

Bukannya berlari pergi, aku malah melemparkan diriku kearah Minho dan memeluknya. Membelai pundak serta dadanya kemudian saat aku merasakan tubuhnya melemah, aku dengan segera menjauhkan pisau itu darinya.

” Minho.. Tenanglah…kendalikan dirimu”

Aku mendengarkan nafasnya yang tidak beraturan. Tangannya bergerak untuk memeluk tubuhku , ia memelukku dengan sangat erat dan menenggelamkan wajahnya dilekuk leherku.

Kemudian setelah sekian lama aku merasakan tangan Minho menangkup wajahku dan menatapku dengan intens, kemudian ia berjalan kearah meja miliknya tanpa banyak bicara ia mengambil tisu basah dan berdiri menjulang dihadapanku. Ia mendongakkan wajahku kemudian mulai membersihakan wajahku, entah mengapa aku mulai terisak saat make up itu mulai menghilang dari wajahku.

Aku melihat wajah Minho yang sudah memerah marah, ia menyentuh luka-luka lebam diwajahku dengan wajah yang begitu sulit aku jelaskan. Aku tidak bisa mendeskripsikan wajah minho sekarang ia begitu buas dan terlihat ingin membunuh siapapun.

Aku meringis saat tangannya menyentuh luka disudut bibirku.

” Siapa yang melakukan hal ini padamu?” Setelah sekian lama akhirnya ia dapat berbicara. Aku hanya bisa menangis tanpa bisa menjawab pertanyaannya. Minho membawa diriku kedalam pelukannya, aku menangis menumpahkan semua ketakutanku kedalam pelukannya yang begitu hangat.

” Appo….hiks…. Aku takut…mereka…memukulku” Aku mulai mencoba berbicara walaupun tersendat karena tangisku,

” aku berjanji padamu , aku akan membunuh mereka semua yang telah melakukan hal ini padamu. Aku berjanji akan membunuh mereka!”

Minho mengangkat tubuhku dan membuka pintu penghubung antara kamarnya dan ruang kerja miliknya. Aku masih menangis, seolah menumpahkan semuanya untuk Minho.

Ia membaringkan tubuhku keatas kasur kemudian duduk disampingku dengan tangan yang masih menggenggam tanganku. Tangannya bergerak untuk menyentuh lukaku, ia terlihat begitu mengerikan sekarang dengan tatapan mata yang sudah berjanji akan membunuh seseorang dan menungguku untuk mengatakan siapa orang itu.

Akhirnya setelah tenang aku mulai menceritakan tentang apa yang terjadi padaku kemarin, dari penculikan, hingga pertemuanku dengan luna dan juga tentang eommaku yang masih hidup. Beberapa kali aku harus menahan Minho untuk tidak pergi mencari Luna dan bibi, namja itu bisa merusak segalanya. Nyawa eommaku berada ditangan mereka.

***

Minho Pov

Aku menatap kearah luar jendela mobil dengan perasaan bercampur aduk, hatiku terasa begitu tidak tenang dan aku merasa gelisah. Sejak tadi Jiyeon tidak berhenti berbicara tentang fashion-fashion terbaru dan aku hanya mengangguk dan mencoba tersenyum paksa kearahnya. Entah mengapa aku merasa kehilangan ketertarikan padanya, aku tidak merasakan apapun didekatnya bahkan tidak ada gairah yang selalu aku rasakan pada Jiyeon.

Apakah aku mulai bosan dengannya?

Setelah sampai dirumah, para pelayan berdiri berjejer menyambut kami. Aku tanpa sengaja menatap sepasang mata, ia sedikit terkejut karena aku menatapnya. Aku memperjelas tatapanku, entah mengapa mata itu terasa tidak asing tetapi wajah gadis itu benar-benar jauh dari kata menarik.

Sunny entah mengapa dengan gerak gerik aneh mempersilahkan gadis itu untuk memperkenalkan diri dihadapanku dan jiyeon. Gadis itu membungkuk memperkenalkan diri, bahkan dari jarak lumayan jauh aku merasa bergairah kepadanya!

Oh Fuck, dia bahkan tidak menarik . Apa yang terjadi padamu Choi Minho, kau bernafsu pada pembantumu sendiri? Setelah tersadar, aku mendengar Jiyeon mulai mencemoh pelayan itu dan pelayan itu hanya bisa menatap Jiyeon dengan tatapan polosnya. Aku benar-benar bingung dengan sikap Jiyeon, ia bergitu berbeda. Apakah selama ini ia hanya bersandiwara menjadi seorang yeoja yang polos dihadapanku dan setelah mendapatkan semuanya kemudian ia menunjukkan belangnya?

Aku masuk keruang kerjaku dan Jiyeon masih terus membuntutiku seolah ia tidak bisa berada jauh dariku. Sebaliknya aku malah merasa ingin pergi sejauh mungkin darinya, aku merasa jijik dan aneh pada gadis ini. Dia benar-benar membuatku merasa Jiyeon menjijikkan, dia seperti yeoja-yeoja munafik yang sering aku temui. Aku tersenyum kecut, bagaimana bisa aku tertipu perasaan sementaraku padanya?

Pintu diketuk dan aku mengijinkan pelayan baru itu untuk membersihkan ruang kerjaku. Aku menatap berkasku dengan tidak fokus saat yeoja itu membungkuk untuk membersihkan lemari kerjaku. Tatapanku terarah pada tubuhnya dan aku merasa terbakar.

Akhirnya aku membuat tawaran untuk Jiyeon dan ia dengan segera meninggalkanku dengan banyak uang ditangannya, yeoja mata duitan.

Aku menutup mataku, aku merasa uring-uringan hari ini dengan perubahan sikap Jiyeon dan perubahan perasaanku. Pembantu itu terlihat menatapku dengan sembunyi-sembunyi seolah mencoba mengatakan sesuatu tetapi ia takut.

Aku mengambil pisau lipatku dan memainkannya, aku benar-benar merasa emosi dan begitu marah sekarang. Gadis itu terlihat terkejut saat aku berdiri dibelakangnya dengan pisau lipatku dan aku hampir menusuknya jika ia tidak menghindar dengan cepat, aku melihatnya berjalan mundur dan kemudian aku tidak menyangka apa yang ia lakukan.
Ia melemparkan dirinya kearahku dan memelukku. Tubuhku terasa seperti tersengat, dan aku merasa kemarahanku lenyap seketika.

” Minho…tenanglah… Kendalikan dirimu” Aku bersumpah bahwa aku begitu mengenali tubuh ini dan suara ini.

Aku melepaskan pelukan kami dan gadis didepanku mulai menangis, aku mengenalinya.

Ya, aku mengenalinya.

Aku mendongakan wajahnya dan mulai menghapus make up yang membuat wajahnya berubah total.

Ia masih menangis dan aku terdiam sesaat saat melihat luka lebam diwajahnya, tangisannya membuatku merasakan hatiku terasa pilu dan tercabik-cabik, luka diwajahnya membuatku merasakan diriku seperti dibunuh dan dihantam berkali-kali menggunakan belati. Aku memegang luka disudut bibirnya membuat ia meringis kesakitan , aku kembali teringat akan yeoja yang tadi bersamaku. Jika ini Jiyeon, gadis yang tadi siapa?

Setelah sekian lama akhirnya aku mulai membuka suara. ” Siapa yang melakukan hal ini padamu?” Dia tidak bisa menjawab, ia hanya menangis dan aku membawanya kedalam pelukanku. Ia menangis sambil mengatakan bahwa ia takut , aku benar-benar geram untuk membunuh siapapun yang menyakitinya.

” aku berjanji padamu , aku akan membunuh mereka semua yang telah melakukan hal ini padamu. Aku berjanji akan membunuh mereka!” Janjiku

Jiyeon menggeleng sambil tetap mencoba menghapus air matanya, aku membaringkannya keatas ranjang King Size milikku. Jiyeon masih tetap setia menangis, aku hanya bisa duduk disampingnya dan menggenggam tangannya.

***

Jiyeon menceritakan semuanya kepadaku, beberapa kali ia harus menahanku karena aku hampir kehilangan kesabaran. Apalagi saat aku melihat luka dipunggungnya, ada memar yang sudah membiru disana membuatku harus menahan kemarahanku lagi yang sudah sangat menjadi-jadi.

Jiyeon menyerit sakit saat aku mengoleskan salep kearah memarnya, beberapa kali ia mengerang saat aku tanpa sengaja menekan lukanya agak sedikit keras.

” Setelah kau menemukan eommamu, kau tidak akan bisa menghentikanku untuk membalas mereka Jiyeon. Aku hanya bisa menerimanya sekarang, jangan harap aku akan memaafkan mereka atas apa yang mereka lakukan selama ini kepadamu dan orang tuamu, aku bukan type namja yang sabar Jiy”

” Tetapi , dia tetap saudaraku. ”

” Kau menganggapnya begitu tetapi ia tidak pernah menganggapmu Jiyeon, ia menganggapmu sebagai parasit dikehidupannya. Aku tidak mau kau mengasihani seseorang yang bahkan tidak bisa mempunyai hati dan seperti iblis”

” Minho”

” Aku tidak mau mendengar penolakanmu Jiyeon, cukup sekarang aku berdiam diri dan mengikuti rencanamu”

Akhirnya Jiyeon hanya mengangguk dalam diam dengan wajah penuh pikiran. Sunny muncul membawa alat make up, mereka mulai mengubah wajah Jiyeon. Aku hanya berdiri sambil menatap wajah gadisku yang cantik berubah menjadi itik cantik buruk rupa.

Jiyeon meringis sedikit saat melihat wajahnya dicermin dan menatapku dengan geli.

” Kau benar-benar berantakan sayang”

” Aku tahu”

***

Author Pov

” Sekarang kau benar kaya raya, bibi bangga padamu Luna. Kau lebih bisa diandalkan dibandingkan gadis tidak berguna seperti saudara kembarmu itu”

Luna tersenyum sinis sambil mulai membuka belanjaan-belanjaannya yang ia beli menggunakan uang Minho. Hari itu Luna langsung membeli sebuah mobil untuk dirinya dan bibinya dan juga Hyemi, sedangkan pamannya dan Woong Sik juga diberikan beberapa jumlah besar uang.

” Segeralah menikah dengannya Luna, Bibi yakin kau tidak akan pernah merasa susah jika menikah dengan seorang Choi Minho. Bibi tidak sabar”

” Tenanglah Bi, saat aku menikah dengannya aku akan menguasai Minho dan aku akan membuatnya tahluk dibawah kakiku. Minho namja yang mudah diatur” Ucap Luna sambil tertawa dan kembali membuka belanjaannya.

” Bagaimana dengan gadis itu bi?”

” Tenang saja, para ppreman itu sudah membunuhnya.”

” Baguslah” Luna tersenyum senang sambil membuka kotak perhiasan yang baru ia beli. Berlian indah bertengger disana.

===AllOfYou===

Luna pulang kekediaman Minho dengan belanjaan-belanjaannya, beberapa pelayan terlihat kesusahan membawa bungkus-bungkus pakaian, tas , baju, perhiasan dan banyak hal lainnya. Minho duduk dengan tenang diatas meja makan tidak memperdulikan kehadiran Luna, Luna memeluk Minho dari belakang dan dengan terpaksa Minho tersenyum.

” terimakasih Minho, aku benar-benar bahagia”

” baguslah”

” Minho”

” Ya?”
” Bolehkah aku meminta sesuatu darimu” Minho menghentikan makan malamnya dan kini menatap Luna, Luna terlihat sedikit gugup.

” Aku sudah berbaikan dengan bibi dan pamanku. Bagaimana jika aku mengajak mereka tinggal disini bersama kita, lagipula rumah ini begitu besar dan cukup menampung mereka”

“Tidak”

” Tapi mereka keluargaku”

” Dan ini rumahku, aku tidak suka ada keramaian disini dan seharusnya kau mengerti.”

Minho bangkit berdiri dan meraih jaket hitamnya, sepertinya ia akan pergi batin Luna sambil menatap punggung Minho yang mulai menjauh. Apakah namja itu juga memperlakukan Jiyeon asli dengan sikap kasar seperti itu? Bukannya namja itu tidak pernah menolak permintaan Jiyeon?

Jiyeon berdiri diantara pelayan menatap Luna dengan wajah sedih, dengan perlahan ia berbalik dan menyelinap keluar dari antara pelayan. Minho sudah duduk dimobilnya menunggu Jiyeon, dengan perlahan dan dengan hati-hati Jiyeon masuk kedalam mobil Minho. Minho yang tadi terlihat begitu dingin, tidak terjangkau, dan mengerikan kini tersenyum dengan manis dan sayang kepadanya.

” Kita mau kemana?”

” Pergi dari rumah neraka ini, bagaimana kalau kita pergi ke Mall. Aku ingin membelikanmu beberapa pakaian”

” Dengan penampilanku ini? Sebaiknya tidak Minho”

” Apa yang salah denganmu? Kau cantik”

” Kau yakin?”

” Begitu sangat yakin”

” Apa yang nanti akan orang katakan tentang dirimu, aku berani bertaruh kau akan diperhatikan sepanjang perjalanan mall”
” Tidak apa”

” Baiklah” Ucap Jiyeon akhirnya mengalah sambil menghela nafas pelan dan menatap Minho. Minho hanya tersenyum kecil kemudian mengacak rambut Jiyeon dengan lembut dengan tangan masih di stir kemudi.

***

Myeongdong- Seoul

Mereka berjalan sambil bergenggaman tangan, Jiyeon menatap pusat perbelanjaan di Myeongdong dengan terkagum-kagum, beberapa kali ia menepi untuk melihat beberapa barang dari luar kaca toko tidak memperdulikan banyak orang yang melirik kearah mereka dengan kentara. Minho hanya tersenyum geli.

Setelah berjalan-jalan akhirnya mereka duduk disebuah bangku panjang yang berada dipusat perbelanjaan itu, bangku yang membentuk lingkaran dengan sebuah pohon sakura besar dan indah ditengah-tengahnya.

” Minho”

” eum” Minho terlihat sibuk dengan Ice cream rasa Vanilla ditangannya, Minho kini menatap Jiyeon menunggu apa yang akan dikatakan yeoja itu selanjutnya.

” Apakah kau… Ehm… Pernah tidur dengan Luna?”

” Pernah”

” mwo”

” Bukan tidur seperti yang kau pikirkan sayang , aku hanya tidur disampingnya tidak lebih. Aku tidak tahu itu bukan dirimu, tetapi aku benar-benar tidak nyaman saat bersamanya. Biasanya aku dan dirimu selalu melakukannya setiap malam, entah mengapa aku kehilangan rasaku semalam dan ternyata dia bukan dirimu”

” Syukurlah”

” kau cemburu” Goda Minho sambil tersenyum lucu

” Anniyo” Ucap Jiyeon dengan nada yang dibuat sewot membuat Minho tertawa.

Minho menatap wajah Jiyeon yang terlihat tersenyum menatap pemain band yang sedang tampil tidak jauh dari mereka , dikelilingi oleh beberapa banyak orang yang terlihat menikmati lagu yang dinyanyikan oleh para namja-namja band itu.

Sekarang ia menyadari sesuatu, Jiyeon adalah cahaya. Cahaya yang datang disaat gelap mengelilinginya, Jiyeon mengusir kegelapan dari dirinya seperti seorang ibu yang merawat anaknya, seperti seorang ibu yang melindungi anaknya, Jiyeon menjadi sesosok yang selama ini ia cari. Jiyeon segalanya, Jiyeon memberikan semua untuk Minho. Begitupun sebaliknya, tanpa Jiyeon sadar Minho sudah memberikan semua hidupnya untuk Jiyeon. Tak terkecuali hatinya.

‘aku mencintainya’ Tanpa ia sadari sesuatu dari dalam dirinya sering berkata. Tetapi ia bukan namja yang hidup dengan cinta, sejak kecil ia sudah diberi kekerasan, tidak pernah ada yang memberikannya sebuah kasih sayang dan perhatian membuatnya hidup menjadi anak yang keras.

Cinta adalah sesuatu yang begitu rumit bagi Minho, ia hanya tidak terbiasa dengan kehadiran seseorang dihidupnya . Selama ini tidak ada yang pernah berhasil menembus hatinya yang gelap, hanya Jiyeon. Yeoja yang menyebalkan dan selalu membuatnya naik pitam. Yeoja yang dihari pertama dengan bodohnya malah menanyakan siapa dirinya?

Minho tertawa kecil saat mengingat kenangan mereka.

To Be Continue

Pertanyaan :

Kenapa pendek?
–  Mungkin sudah takdirnya

Kok mulai gak nyambung
– Emang dari awal authornya udah kagak nyambung

Penulisannya kok mulai beda ya?- Maafkan saya :v salahkan wattpad karena saya terlalu sering baca wattpad menyebabkan tulisan saya jadi keikut sama author wattpad

Postnya kok lama
– Maklum saya sibuk

Kok Cast Luna sama Sooyoung dipakai? Bukannya mereka udah masuk kedalam cast sebelumnya
– Anggap saja mereka orang yang berbeda, maafkan saya. Saya kadang lupa dengan cast yang saya buat sendiri xixixi

48 thoughts on “All Of You : 10. Love like

  1. Paling ditunggu ff ini dah😄 untung aja minho nggak “tidur” sama luna #iykwim😂😂 minho cuma buat jiyi😃 greget eh kalo terjadi kaya pengen lempar luna ke jamban :v😄

  2. Huahhh, syukur lch, akhr x ff ne d post.
    Aaaa, udch lama bgtz rsa x , bolak balik wp brhrap ad lanjutan x, ech akhr x ad.
    Seneng binggo poko x 😀.
    nach kn, jack tch yoochun,
    Hemmm. Brharap yoochun nemuin jiyi asli, bkn jiyi palsuuuu.
    Aishhh, salut ma minho, dy bisa gtu ya, emng punya perasaan cintrong bgtz k jiyi, bhkn jiyi brpenampilan jelek pun minho nafsu.
    Aigoo, minho emng cuma buat jiyi.
    Aaaa, suka suka. Minho daebakkk pko x.
    MOga rncna x Jiyi brhasil ya….

  3. Akhirnyaaaa dirimu comeback juga 😃😃😃
    Luna nyoba nipu minho tp ga mempan ya
    Wajah bisa menipu tp hatinya ga bisa ditipu
    Hati minho cuma buat jiyeon, walaupun luna muncul dgn penampilan yg mirip jiyeon ttp aja ga bisa menipu minho kkkk

  4. yeeeee akhirnya eonnie comeback jgaa😀
    makasihh eonnie udah mau comeback lagii😀
    wahh di part ini bnyak sekali kejutan😀
    pertama perempuan yg dirumah sakit itu eommanya Jiyeon
    trus yg paling g nyangka itu si jack adalah appanya Jiyeon alias Park Yoochun,,
    uhh semoga Jiyeon cpet2 ketemu sma orang tuanya😀
    untungnya minho jga langsung nyadar klo pembantu baru itu JIyeon😀
    ditunggu nex partnya eonnie😀

  5. Akhir nya update juga,dah kangen banget ma ff ni…semoga setelah ini lancar ya thor update ff nya,,,hehee :v ,, hihihiii ngebayangin jiyeon dandan jelek ,jadi ingat jeng kelin,cinta tulus emang susah berbohong walau jiyeon palsu mirip banget,tetep aja ada yng beda,luna ah kalau tau cerita yng sesungguh nya pasti dia nyesel abis ,,sukurlah jiyeon bisa selamat,,jadi” mr jack itu appa nya jiyeon wah kebetulan yang tak terduga yang dia tabrak itu kim tae hee istrinya.

  6. Sukur sukur tubuh minho nolak jiyeon palsu dia tau,mana yg asli dan yg palsu😀

    appa eomma jiyeon ternyata masih hidup dan bang jack ternyata yochun

  7. Kecurigaan aq bener klu trnyt jack it yoochun dan cewe yg d tabrak it tae hee, akhirnya mereka ketemu juga 😂😂😂
    Luna koq sadis bener ama jiyeon, biar gmnpun jga itu kn sodara lo sndri 😬
    Minho udh sadar sama perasaan nya yeay 😁😁😁😁🙌🙌🙌🙆

  8. Akhirnya comeback juga setelah sekian 1bulan lebih ga muncul🙂 ,, tetap suka sama minji couple, mau ceritanya sedikit ga nyambung atau apalah ,asalkan minji tetap bersama aku akan tetap selalu suka😀

  9. Oohhhh jd jack adlh appa kandung na jiyi, pasti hancur bgt hati na yoochun krn jiyi sgt mndrita, tgl dy lum tw taehee skrg brsm na,
    Pa kh taehee mengenali yoochun???
    Horeee!!! Syukurlah jiyi lgsg brusaha tuk temui minho, & minho pn tw fakta sbnr na, G̲̮̲̅͡å tega jiyi hrs lebam2 gt.
    (“╰ _ ╯ ) org2 tu jht bgt, wajar ja minho mw bunuh mrk

  10. yeyyyy akhirnya combe back juga unnnnn…
    ahhh keluarga nya kok jahat bgt yah, segitunya sama jiyeon, tapi sukur minho ga tertatik sama jiyeon palsu, wkwkwkwk….
    kayaknya satu persatu mulai terlihat ini ….. ahhh di tunggu lanjutannya pkoknya un,,, semangat nulis lagi chinguuu

  11. ya allah eonni akk shock lihat TL fb eonni on lagi buat post ff .. rasanya ttu mustahil bgt stelah kmaren eonni bikin statmen yg menggemparkan untk bthenti nulis ff lagi
    gomawo bgt klau eonni mau lanjut lagi .. entah alasan ap yg menbuat eonni kmaren” ragu buat nulis cuman tlong eonni pertimbangin mateng2 lagi.

    benerkan ntu jack ayahnya jiyi .. yes berarti gk akan lanjut buat hancurin minho sama jiyi .. hhehehe
    akhirnya minho sadar kalau itu bukan jiyi rasa in jeblosin aj tu makhluk ke sel tahanan biar sukur

  12. akhirny…posting jga n part yg dtunggu. gk apalah pendek yg pnting ttp lanjut ceritany

    whoaaaa…seneng dh minho gk prlu waktu lama utk mnyadari klo jiy a.k.a luna yg ad drumahny bkn jiy yg asli..
    hummpptt tunggu aj t pmbalasanny

    ommo..trnyta mr.jack it appanya jiy..
    weleh2..mkin bnyak aj rahasia yg trbongkar..

  13. Aaaa eonni akhirnya kembalii seneng banget dehh aku selalu nunggu fgnya eonni pas liat di fb eonni balik lagi aku langsung cek wp aakhh seneng banget 😍😍😍😘
    Semangat yah eonni buat tulisan tulisaan yang selanjutnya walau pun jadi agak beda ceritanya tapi masih ttp nyambung kok sama malah makin seeerruuu 👏😍😘

  14. akhirnya lanjut juga nih ff dah ditunggu dari dulu heheheh😀
    untung aja minho bisa bedain jiyi sama luna walaupun tanpa dia sadari. lagian untung aja jiyi bisa cepet2 lolos dari penculikan luna sama bibi nya. jadi minho sama jiyi bisa bersama lagi. walaupun luna gak tau.
    berarti kedua orang tua jiyi masih idup dong. jack ternyata yoochun toh, trus pasti yg dirawat sama jack itu taehee ibunya jiyi. moga aja mereka cpet berkumpul lagi🙂

  15. walau muka sama tapi perasaan gak bisa bohong,kyaa suka jiyeon pintar ternyata gak selamanya pasrah dan lemah..
    benar kan jack itu yoochun tinggal tae hee yg lom di buka.

  16. Huaaa heo km daebbak kangen banget sma unnie sma ff nya juggaaa😘😘😘😳😳😳😘😳😘😘😘😳😳😘😘…
    .
    .
    .
    Seneng bnget unnie post lagi ff ini nih ini hh yg ditunggu tunggu 😄😄😄😄 buat unnie semangat truzss ya 😀😀 support you

  17. yeay akhirnya ada kelanjutannya.
    huft,untung rahasia luna langsung terbongkar.
    jadi ayah jiyeon masih hidup dan ibunya juga masih hidup.semoga keluarga jiyi cepat berkumpul lagi.nextnya jangan lama,fighting.

  18. Yeah!! Eonnie comeback!!!
    Aku kira yang nyekap jiyeon itu Jack:3
    Wah omaigatt jack itu ternyata bapaknya jiyeon yah!!
    Asaa minho punya feeling yang bagus atuh:D
    Minho tau yang mana jiyeon asli dan yang mana yang palsu-,-
    Hahaha kalau sampai ketahuan bisa mampus tu yang palsu:3

  19. Wah eonni comeback.. yeah yeah yeah minji power.. kekeek.. omo luna bnr2 jahat dan pabo msa ia dia sakitin saudarax.. ahjummax bnr2 jahat.. wah jack itu yoochun mdh2an yoochun bs cpt ktmu jiyi jg ya.. next

  20. yeah eonni is back, mian baru komen…
    ya ampun jiyi eonni kasian banget..
    luna jahat banget sih, untung minho oppa sadar kalau itu bukan jiyi eonni….

  21. Keren…keren… Syukur deh.. Walaupun minho ga tau kalau Jiyeon yg ada sama dia itu adalah Luna.. Tapi perasaannya yg tau kalau dia bukan Jiyeon a.k luna… Dan jack adalah yoochun ayahnya jiyeon dan luna… Dan bibinya jiyeon itu jahat banget, cuman karena uang dia rela memisahkan 1 keluarga…

  22. Trnyata memang bnar tae hrr sma yoo chun msih hdup…😀😀😀
    Aaaaaaaaa
    Dan yang pling mmbahagiakan
    Minho dah tau law yang btda d smping_ny itu jiyeon palsu..😏😏😏
    Ternyata minho memang sdah trjerat sngat dlam akan cinta jiyi…Kkkk
    Sukaaaaaaa
    Pokom_ny…😘😘😘

  23. Yaampun keluarganya Jiyeon kok jahat banget sih ╥﹏╥
    Aku pikir,gak bakal secepat itu Minho ngenalin mana Jiyeon yang asli 😂 untunglahh.. Tendang aja si Luna dari rumah si Minho :’3

  24. Yeay,, jiyi hebat juga bisa lolos dr orang” jhat ituh🙂
    Jack yoochun ternyata,,
    Minho bisa merasakan mana jiyeon yg dia cintai dan enggak 👍
    Apa rencana jiyi buat luna?

  25. Jadi jack it yoochun ? Dan yg sakit itu taehee ??? Pantesan jack nggak merasakan sesuatu yg berbeda sama taehee.
    Dan ap ?? Jiyeon punya kembaran?? Isss jahat banger sih tuh kembarannya, untung minho bisa beda in yg mana jiyeon dan yg mana yg luna.
    Dan akhirnya minho sadar juga nih kalo dia mencintai jiyeon. Yeyeee

  26. Aaaaaaaaaaach
    Eoniiiiiiieeeee 😭😭😭😭😭😭
    Knapa sad endiiiiiiiiiiing???????????
    😞😞😞😞😞
    Tpi sumpah bneran ya,,,smpai buat
    Q mnteskan air mata…😢😢😢
    KEREEEEEENNNNNN pokok_ny…hehehe
    Neeeext ff Minji/jiyeon_ny yang lain q tunggu ya…😀😀😀
    FF all of you nya ttep q tunggu ya eon lanjutan_ny…!!!sma ff HunJi(apa ya judul_ny)q lupa…Kkk
    Q tunggu juga…😁😁😁
    Pokok_ny q tunggu dech,,
    FAIGTHINH…✊✊✊😉😉

    O’y eon mian q baru baca and coment,,
    Emank sngaja sich mau bca_ny malem”aja smbil tduran biar fell_ny lbih dpet…Kkkk
    Q tunggu ya…heee

  27. aku gak tau udh komen apa blm tapi ini keren bgt mungkin karna udh lama jd feelnya aku kurang toi jiy strong bgt ya trus minhoo feeling kuat bgt juga jd pengen 😍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s