All Of You : 9. Fact

image

Suara musik terdengar begitu kencang , terlihat banyak pasang muda mudi berjalan kesana dan kemari. Ada yang sedang mengobrol, ada yang menari dengan liar dilantai bar, ada yang bercumbu dipojok tempat itu.

Jiyeon menatap tempat itu tanpa minat, para pengawal Minho berjalan dibelakangnya dengan Minho yang berjalan tepat disampinganya sambil memeluk mesra perutnya. Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka dengan rasa ingin tahu.

Suara musik yang terlalu kencang membuat Jiyeon tidak nyaman, Minho membawa Jiyeon ke sebuah ruangan VVIP dan saat didalam ruangan itu Jiyeon bernafas lega. Ruangan itu pengap suara jadi suara memekakan telinga itu sudah tidak terdengar lagi.

Saat ia duduk, ia menyadari diruangan ini bukan hanya ada mereka. Beberapa pasang mata kini menatap mereka, ada beberapa namja dengan yeoja cantik dan seksi disamping dari masing-masing mereka. Jiyeon memeluk tubuhnya karena merasa dingin, Minho menyampirkan jas yang ia pakai dan membungkus tubuh Jiyeon.

” kita hanya sebentar disini” bisik Minho sambil mencium bibirnya singkat. Jiyeon mengangguk.

Saat pulang Minho mengatakan untuk mampir ke Bar terkenal ini, karena ia akan bertemu dengan salah satu sahabatnya yang baru datang dari luar negeri. Minho berjalan kearah seorang namja yang sudah berdiri dan terlihat tidak kalah tampan dari Minho, namja itu terlihat menepuk-nepuk pundak Minho dan mereka terlihat begitu akrab.

Jiyeon mengalihkan tatapannya dari Minho, ia mulai menyadari semua mata diruangan ini menatapnya dengan penuh penilaian. Dari namja hingga yeoja-yeoja seksi kalangan atas itu, bahkan Jiyeon melihat salah satu dari mereka adalah artis papan atas korea. Ia bergelayut manja pada salah satu namja yang kanci baju nya sudah terbuka setengah dengan bekas merah dilehernya.

” Aku tidak pernah melihatnya sebelum ini, apakah dia kelasih barumu Minho?” Tanya salah satu namja sambil menatap Jiyeon dengan tatapan menelusuri dan menjilat bibirnya membuat Jiyeon jijik. Jiyeon mencengkram kursinya dan ia hampir saja membentak namja kurang ajar itu.

” Jangan menatap gadisku dengan tatapan nafsumu yang menjijikkan itu Kim Jong So , aku bisa menghancurkan dan meratakan perusahaan kecilmu itu dalam waktu 2 detik. Kau namja tidak berguna yang menjijikkan” Minho menatap namja bernama Jong So itu dengan tatapan merendahkan, namja itu terlihat balas menatap Minho.

” aku hanya bertanya Minho, aku tidak bermaksud membuatmu kesal. biasanya kau akan memberikan kekasihmu pada kami dengan cuma-cuma. Ada apa dengan gadis yang satu ini hingga kau tidak mau membaginya, tenang saja Minho kami akan menjaganya sebaik mungkin dan jika kami bosan kami akan memberikan uang untuk ia melanjutkan hidupnya”

” Oh! Man, bahkan nyawamu pun tidak bisa membelinya.” Minho terlihat marah dan berjalan menghampiri namja itu. Jiyeon berdiri untuk menghalangi Minho, tetapi belum sempat Jiyeon datang. Namja yang tadi mengobrol bersama Minho menengahi mereka.

Semua yang ada diruangan itu terdiam pucat pasi, sedangkan namja mabuk tadi terdiam seribu bahasa dengan peluh yang membasahi tubuhnya. Minho menghentakan tangannya dengan kesal kemudian berjalan menghampiri Jiyeon yang sudah berdiri. Dengan cepat Minho menarik tangan Jiyeon untuk berjalan keluar. Di luar para pengawal Minho sudah menunggu dan berdiri dengan rapi seperti angkatan perang amerika.

***

Ia membuka matanya perlahan, menatap cahaya silau yang mengenai matanya. Terdengar suara ringisan kesakitan dari bibir nya saat ia mencoba menggerakan tangannya menghalau sinar yang mengenai wajahnya.

Sekujur tubuhnya terasa begitu sakit dan ia merasa lemah dan rapuh dengan perban yang hampir menutup seluruh tubuhnya. Pintu terbuka, seorang suster masuk sambil tersenyum

” Anda sudah sadar Nyonya, syukurlah”

Perawat itu tersenyum kemudian memeriksa keadaannya. Ia masih terlalu lemah untuk berbicara, ia hanya bisa mengangguk saat perawat itu bertanua apakah ia merasa lebih baik.

Ia menatap sekelilingnya dengan takut, ini bukan tempat mengerikan itu bukan? Tempat ini berbeda dengan rumah sakit tempat ia ditahan kemarin, sepertinya ini rumah sakit umum dan ia mengingat bahwa kemarin ia tertabrak dan semua gelap.

Luna dan Sooyoung tidak boleh menemukannya, ia tidak mengerti mengapa gadis itu begitu jahat padanya. Luna, ia tidak pernah tahu keberadaan Luna yang ia tahu ia hanya melahirkan seorang bayi san Luna? Gadis itu begitu membencinya dan mengatakan bahwa ia membuang Luna yang mengaku adalah puterinya. Hari itu saat ia melahirkan, setelah melahirkan anak pertama ia tidak sadarkan diri. Saat ia sadar, suaminya berada disampingnya sambil menunjukkan wajah seorang malaikat kecil yang tertidur dengan cantiknya didalam dekapan suaminya.

Hanya ada satu bayi saat itu. Tidak, benar seharusnya ia melahirkan dua bayi saat itu dan Sooyoung yang merupakan saudara kandungnya mengatakan bahwa anaknya meninggal dan tidak diselamatkan hingga hanya satu bayi yang selamat.

Luna puterinya, ia tahu itu. Tetapi Luna benar-benar berbeda, ia dipenuhi dengan dendam dan kebencian serta sifat pemarah dan kejam. Sedangkan puteri kecilnya, gadis kecil itu benar-benar polos dan selalu membuat siapapun menyayanginya karena sikapnya yang ramah dan sopan.

Luna yang malang, biar bagaimanapun kejam nya gadis itu ia tetaplah puterinya. Biar bagaimanapun gadis itu telah bersikap kejam padanya, jauh dilubuk hatinya ia sangat menyayangi puterinya.

Ia merasakan air mata mengalir dari matanya dengan pedih, Sooyoung benar-benar kerterlaluan bagaimana bisa ia membuat rencana sejahat ini padanya? Mereka besar bersama, saling melindungi, hingga rasa iri dan dengki memenuhi hati Sooyoung, kaka kandungnya. Sooyoung berubah saat itu.

***

Jiyeon keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya, ia tidak menemukan Minho dimanapun dan yang ia temukan hanya sebuah kotak besar diatas tempat tidur dengan surat diatasnya.

‘Aku akan menjemputmu pukul 7. Berdandanlah untukku’

Jiyeon tersenyum merona kemudian membuka kotak berukuran lumayan besar itu, sebuah dress berwarna cream dengan kain yang begitu halus dan begitu mempesona, dress itu terlihat berkilau. Kemudian , Jiyeon menatap kearah kotak itu dan menemukan kotak kecil berwarna merah dengan pelan ia membukanya dan menemukan sepasang anting, sebuah kalung, sebuah cincin dengan berlian ditengah-tengahnya.

‘Begitu indah’ batin Jiyeon.

Ia menatap kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 5 sore, dengan segera Jiyeon mengganti bajunya dan mulai berdandan

Senyum manis muncul dibibirnya

Jam sudah menunjukan pukul 18.30 WIB , Jiyeon sudah siap dengan gaun indah berwarna cream miliknya. Ia berdiri kemudian berjalan kearah ruangan ganti miliknya, ruangan itu dipenuhi dengan gaun, baju, tas , sepatu wanita. Dalam waktu 1 minggu, ia sudah memenuhi ruangan seluas itu dengan berbagai barang. Minho memaksanya untuk berbelanja, barang-barang miliknya begitu mewah dan memiliki harga yang tinggi.

Jiyeon tidak pernah meminta uang, atau meminta Minho membelikannya barang-barang mahal. Namja itu membelikan barang-barang mewah untuknya, bahkan Minho akan murka jika Jiyeon tidak mau menggunakan uang yang sudah ia beri.

Deretan highless dan sepatu berjejeran dengan rapi, jiyeon memilih sepasang sepatu hak tinggi dengan warna cream yang sama seperti gaun miliknya . Sepatu itu di hiasi dengan beberapa berlian yang mengkilau disisinya kemudian beberapa manik-manik yang membuatnya tampak begitu mewah. Minho menyukai warna cream, menurutnya Jiyeon begitu cantik jika memakai warna cream.

Bahkan namja itu ingin mengganti cat kamarnya dengan warna cream. Minho namja yang sulit ditebak.

***

” Mereka membuangmu Luna, mereka memintaku untuk meletakkanmu didepan panti asuhan. Karena aku begitu jatuh hati padamu saat pertama kali kau lahir didunia, aku memutuskan untuk merawatmu dengan sembunyi-sembunyi. Jika mereka tahu aku telah mengambilmu menjadi anakku, mereka akan menjauhkanmu dariku . Mereka benar-benar jahat Luna, mereka hanya menyayangi saudara kembarmu”

Luna menatap penuh kebencian kearah potret 3 orang yang tersenyum dengan bahagia menghadap kamera. Dengan penuh kebencian ia merobek potret itu hingga beberapa bagian kemudian menghempaskannya ke bak sampah.

” aku akan membalaskan dendamku bi. Karena mereka, kalian jatuh miskin. Park Jiyeon, kau akan merasakan apa yang aku rasakan selama ini! Kau harus menderita sama sepertiku, kau harus merasakannya”

Luna dengan penuh kebencian berkata, kemudian menatap kearah sebuah foto itu lagi. Foto seorang yeoja yang terlihat begitu cantik dan menghadap kearah kamera dengan bahagia.

” aku akan mengubah gaya rambutku, rencana kali ini harus berhasil Bi. Eommaku yang tidak berguna itu tidak boleh lebih dulu menemukan puteri tidak berguna kebanggannya.”

***

Minho menatap kekasihnya, gadisnya, miliknya. Jiyeon begitu cantik, kulit seputih susunya terlihat begitu rapuh dan begitu mempesona.

Jiyeon balas menatap Minho, namja itu menangkup wajah Jiyeon dan membawa bibir Jiyeon ke bibirnya. Minho melumat bibir Jiyeon dengan penuh gairah, menghisap bibir merah merona tanpa lipstik itu dengan gemas dan menggigitnya lembut.

Tangan kecil Jiyeon mendorong tubuh Minho dengan lembut.

” Jangan, bukankah kau akan mengajakku untuk pergi.”

” aku lupa. Aku malah merasa ingin berada dikamar bersamamu menghabiskan malam ini”

” Dasar mesum”

” biarpun mesum, kau menyukaiku”

==AllOfYou==

Mobil mewah milik Minho memasuki tempat parkir, Minho turun dan berlari memutar mobilnya untuk membukakan pintu Jiyeon. Jiyeon dengan gaun Cream miliknya terlihat begitu mempesona membuat beberapa pengawal Minho melirik kecil dan kemudian berpura-pura tidak melihatnya, boss mereka tidak suka jika ada yang menatap miliknya.

Jiyeon mengaitkan lengannya di lengan keras Minho.

” Ayo kita masuk, sayang”

***

[ Jiyeon Pov ]

Kami masuk kesebuah ruangan, ruangan yang terlihat mewah . Aku juga melihat banyak perempuan kelas atas diruangan ini, dari kalangan artis, model dan para penyanyi terkenal juga pengusaha-pengusaha kaya raya.

” Kau tunggu disini, aku akan kembali.” Aku mengangguk, sebelum pergi Minho mencium pipiku.

Para pengawal Minho berjalan dibelakangku, Minho terlalu Overprotektif. Aku menatap sekelilingku, hanya aku yang menggunakan pengawal dan aku juga menjadi pusat perhatian.

” Lihatlah dia, betapa beruntungnya mendapatkan Choi Minho. Aku bahkan tidak berani bermimpi untuk menjadi kekasih Minho yang tidak tergapai. Bahkan aku dengar yeoja itu awalnya hanya sekretaris dikantor Choi Minho”

” Gaun yang ia kenakan juga tidak sembarangan, gaun itu berharga mahal Dan bahkan mungkin gaun itu yang termahal di pesta ini”

Aku merasa tidak nyaman dengan obrolan semua orang diruangan ini, mereka menatapku dengan pandangan menilai membuatku merasa benar-benar merasa rendah dan tidak pantas disandingkan dengan seorang Choi Minho.

Mereka benar, Minho orang kaya. Sedangkan aku hanya anak yang tidak tahu dari mana asalku, tidak punya orang tua dan keluarga. Aku tidak memiliki siapa-siapa didunia ini sebelum Minho muncul menjadi cahaya bagiku.

Saat Minho kembali, semua orang bergeser menjauh dan masih menatap kami.

Minho menatapku dengan intens

” Siapa yang menyakiti hatimu”

” Tidak, aku tidak apa”

” Jangan berbohong padaku. Katakan siapa yang dengan berani menyakitimu” aku mencoba mencairkan suasana

” Tidak apa Minho, hanya ada beberapa bitch yang merasa iri padaku. Aku hanya tertawa , mereka benar-benar jalang kurang ajar” Minho menaikan sebelah alisnya kemudian mengangguk dan tersenyum geli.

Beberapa yeoja yang menggosip tadi menatapku dengan tajam dan sinis.

” Wajah penuh make up, seperti badut Lotte World saja. Aku kasihan pada mereka, harus membeli barang tiruan untuk menyamakan yang aslinya” ucapku terakhir kali sebelum Minho mengajakku untuk ke sisi lain pesta. Para yeoja tadi terlihat menatap tas kw yang dipakai mereka dengan Malu.

===Allofyou===

Aku merasakan nafasku terengah-engah, dengan Minho yang masih di atas tubuhku dengan peluh yang membasahi wajahnya. Minho juga terengah-engah dan kemudian berbaring disebelahku setelah percintaan panas kami.

Ia membawaku kedalam pelukannya dan mencium pelipisku dengan lembut.

” Kau tahu jiyeon? Menyakitimu adalah hal yang terakhir aku inginkan dan hal pertama yang tidak aku inginkan”

” aku tahu sayang”

” Percayalah, aku tidak akan menyakitimu”

” Aku tahu Minho”

***

Aku memasangkan dasi Minho, hari ini aku memutuskan untuk tidak masuk kerja karena seperti yang kalian lihat. Minho meninggalkan kiss mark ditempat terbuka.

Berhubung Minho adalah bosku, dia mengangguk setuju dengan permintaanku untuk cuti hari ini.

Aku mengantarnya ke depan, para pelayan sudah berbaris memberi hormat.

” Aku pergi” ia mencium bibirku singkat.

Wajahku memerah, apalagi banyak para pelayan disini. Minho tersenyum dan melambaikan tangannya kearahku. Aku hanya tersenyum gemas.

Aku berjalan kearah kamarku dan saat masuk kedalam kamar, sesuatu terasa menghantamku dan semua menjadi gelap gulita.

To be continue

Sorry, jika cerita ini tidak sesuai keinginan. Author memutuskan untuk mengikuti pikiran author, membiarkan ide-ide berterbangan dan menuliskannya.
Komentar kalian sangat di tunggu… terimakasih

62 thoughts on “All Of You : 9. Fact

  1. ahh luna dihasut , apa luna deketin jiyeon juga modus
    tuhkan kim tae hee masih hidup dan jack yochun , tp knpa mreka bisa pisah yaa huhh kasian jiyeon
    smoga keluarga nya bisa kembali lg …
    minho jagain jiyi yaa . siapa tu yg mukul jiyeon . pengawal nya kmna?
    next donk thor .. fighting

  2. Ooohh,,,,jd jiyeon itu kembar y?? Dan yg kabur dr rs itu kim tae hee,,,ommanya jiyeon…..terus apakah si jack itu appanya jiyeon?? Kenapa keluarga mereka terpisah-pisah??
    Siapa itu yg mukul jiyeon?? Kok dia bisa nyelinap ke kamar jiyeon dan minho y?? Apa ada penghianat di rumah jiyeon??

  3. Aaaaaahhhh
    Ngerti sekarang…☺☺☺
    Yeoja yang d RSJ itu tae hee dan Mr.jack itu jngan”yochun!!!
    Luna bkan_ny slaj stu shabat jiyi!!!
    Sooyoung juga kan!!!(huuuuhhhfff mkin complicated nich…
    Omoooo
    Siapa tuch yang mkul jiyi!!!
    Smga tak trjdi apa”sma uri jiyi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s