All Of You : 8. I Love You Minho

image

” Menjatuhkan Minho bukan hal yang mudah, ini tidak sesuai dengan rencana awal, bahkan kemarin aku baru saja membuatnya mengalami krisis keuangan dengan memasukkan seorang penghianat kedalam perusahaanya dan ia dapat
menanganinya dengan kepala dingin. Semua cara sudah kita lakukan untuk menjatuhkan sang predator bisnis itu tetapi tidak ada yang mempan, ia tidak mempunyai kelemahan” Jack mendengar ucapan para orang-orang kepercayaannya yang berdebat tentang kegagalan mereka menghancurkan Minho.

Jack mengumpulkan para pengusaha untuk bersatu melawan Minho, but see? Namja itu dengan hebatnya menapik semua seakan mereka hanya semut kecil yang naik keatas kaki seekor gajah.

Jack tidak habis pikir bagaimana namja itu bisa membangkitkan perusahaannya dalam waktu kurang dari setengah hari! Namja itu kehilangan triliunan uang dan dengan enteng mengganti uang itu. Seakan bagi Minho uang yang digelapkan itu bukan masalah kecil.

” Bagaimana kalau kita mulai dengan kekasihnya” ucapan Pauline membuat semua orang menoleh kearahnya.

***

Jiyeon duduk disebuah cafe sambil memandang keluar , ia menyeruput Cappucino hangat didepannya dengan gembira. Minggu yang indah, sambil menunggu Minho yang berjanji akan menyusulnya , Jiyeon memesan beberapa makanan.

Saat sedang asik sebuah tangan menepuk pundaknya.

” Seungho” Sapa Jiyeon saat melihat Seungho berdiri didepannya dengan jas kantor yang terlihat pas dengan tubuhnya. Saat SMA seungho tidak terlalu berisi namja itu termasuk golongan kurus tetapi sekarang Jiyeon yakin namja itu mempunyai tubuh yang lumayan. Jiyeon langsung menghilangkan pikirannya jika Minho tau ia bisa disate hidup-hidup.

” Apa yang sedang kau lakukan disini sendiri? Bolehkan aku duduk disini”

” Silahkan”

” Sudah lama kita tidak bertemu, terakhir kali bertemu namjamu hampir saja membunuhku” kekeh seungho, Jiyeon hanya bisa tersenyum dan meminta maaf atas kelakuan Minho tempo hari pada seungho.

” Tidak apa, aku sudah melupakannya. Lagipula ia adalah atasanku jadi ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Predator bisnis yang begitu berkuasa” Ucap Seungho sambil melebih-lebihkan ekspresinya membuat Jiyeon tertawa geli dan menepuk pundak Seungho dengan gemas.

Kemudian Jiyeon mendengar kursi disampingnya bergeser, ia menoleh dan menemukan Minho sudah tiba. Namja itu menatap Seungho dengan sikap penuh permusuhan.

” Apa yang dilakukan namja pengganggu ini disini” ucap minho dengan blak-blakan.

” Maafkan aku sajangnim. Aku sedang menunggu seorang teman dan kebetulan bertemu dengan Jiyeon disini.” Ucap Seungho sambil membungkuk. Jiyeon menggenggam tangan Minho dan menarik namja itu untuk duduk.

” Jiyeon aku tidak suka kau bertemu atau dekat dengan namja lain selain aku” Marah Minho. Jiyeon mendengus.
” Kami tidak tahu bahwa dapat kebetulan bertemu disini Minho, karena kami teman dan bahkan bisa dikatakan sahabat jadi kami pasti saling menyapa”

” Terserah kau saja, dan kau kapan kau akan pergi dar hadapan kami. Kami akan makan siang bersama” ucap Minho dengan nada penuh rasa tidak suka saat mengatakan hal itu pada Seungho. Seungho hanya tersenyum geli.

” Bukankah malah bagus jika kita makan disatu meja yang sama, lagipula aku juga mempunyai teman kencan” Ucap Seungho. Minho menatao Seungho dengan tatapan yang semakin menusuk, Jiyeon mencairkan suasana dengan menggenggam tangan Minho yang sudah dingin karena marah. Bisa-bisa Minho menggorok leher Seungho dengan pisau ditangannya pikir Jiyeon ngeri.

Tiba-tiba seorang yeoja datang dengan pakaian super seksinya, saat jiyeon melihat wajah yeoja itu ia langsung mendengus kasar dan melepaskan genggamannya dari Minho.

” Pauline”

***

Sepanjang makan siang itu, mereka saling melemparkan tatapan tajam. Minho yang seakan memusuhi Seungho begitu juga sebaliknya dan Jiyeon Pauline saling menatap penuh rasa tidak suka dan saling menilai. Pauline terlihat dengan sengaja mengangkat jam tangan mahalnya, dengan tersenyum mengejek Jiyeon mengeluarkan ponselnya dengan pura-pura ponsel Jiyeon dilapisi dengan berlian yang dibeli langsung di Paris oleh Minho. Tentu saja dengan paksaan.

Pauline menatap kesal kearah Jiyeon kemudian mengeluarkan dompetnya, melihat hal itu Jiyeon dengan sombong mengangkat tasnya dan berpura-pura menaruh ponselnya. Pauline terlihat menga-nga bagaimana tidak tas milik Jiyeon adalah tas limited edition yang hanya ada 2 di dunia. Tas yang hanya dimiliki oleh para penguasa dunia dan Jiyeon dengan bahagianya menaruh tas itu didepannya!
Minho tersenyum geli melihat tingkah kekasihnya dan merangkul pundak Jiyeon dengan mesra.

” Sejak kapan kalian saling mengenal?” tanya Jiyeon memecahkan ke diaman . Seungho tersenyum.

” Aku mengenalnya saat perusahaan melakukan kerja sama dengan Giant Inc Company” ucap Seungho. Minho mengangkat alisnya dengan penuh pemikiran.

” Ah perusahaan yang dipimpin oleh Mr.Jack. Sudah lama aku ingin melihat wajahnya tetapi ia benar-benar tertutup bukan.” Pancing Minho.

” Tuan Jack tidak bertemu dengan sembarangan orang. Jadi bisa dikatakan aku adalah tangan kanannya” Ucap Pauline dengan suara yang ia sengaja lembut-lembutkan dan ia terlihat menyombongkan posisinya.

“Benarkah. Sebenarnya aku cukup kagum dengan apa yang perusahaan kalian coba lakukan. Sangat lucu dengan menggelapkan beberapa uang, tetapi uang sebanyak itu tidak ada artinya bagiku. Bisa kah kalian melakukan hal yang lebih bagus dari sekedar menggelapkan dana?” Sindir Minho. Jiyeon langsung menatap Minho yang menatap Pauline dengan tatapan penuh rahasia.

” Apa maksudmu?”

” Kau tahu dengan jelas apa maksudku Nona.”
” Jiyeon, sepertinya kita harus kembali ke rumah.” ucap Minho sambil menatap jam tangannya. Jiyeon hanya mengangguk sambil menatap Pauline dan Seungho bergantian.

” Kami permisi” ucap Jiyeon dan berlari mengejar Minho yang sudah lebih dahulu berjalan keluar dari Cafe.

Pauline dan Seungho menatap kepergian dua orang itu dengan wajah tanpa ekspresi.
” Jadi apa rencana selanjutnya”

***

” Aku tidak suka kau bertemu dengan Seungho. Apa yang ia lakukan tadi disana? Bukankah sudah jelas aku melarangmu bertemu dengan namja selain diriku?” ucap Minho saat Jiyeon masuk kedalam mobil, wajah Minho memerah dan terlihat benar-benar marah.

” Seungho hanya sahabatku Minho”

” Tapi aku tidak suka dengannya”

” Apa yang salah padanya? Ia namja yang baik dan juga tidak jahat. Kecuali yeojamu si Pauline” Sinis Jiyeon.

” Pauline? Lagi? Aku tidak pernah menjadikannya yeojaku, dia bukan type ku”
” Benarkah? Awalnya kau juga mengatakan bahwa aku bukan type mu dan kau mengatakan tidak meniduri seorang perawan dan akhirnya kau meniduriku” Sindir Jiyeon sambil menatap Minho dengan tatapan yang ia buat tajam dengan sengaja membuat Minho tertawa.

” Jika dirimu itu pengecualian dan aku hanya berbohong tentang tidak menidurimu. Kau tahu bagaimana aku begitu memuja tubuhmu” Ucap Minho dengan vulgar.

Jiyeon memukul pundak Minho dengan kesal dan wajah yang memerah, Minho tertawa dan melingkarkan tangannya di pinggang Jiyeon, kemudian mengecup bibir gadisnya singkat membuat wajah Jiyeon bertambah memerah seperti kepiting rebus.

” Hati-hati, pundakku saja mempunyai asuransi triliunan. Jika kau menyakitinya, kau akan terkena sangsi” Ucap Minho dengan suara pelan yang membuat Jiyeon merinding.

***

Suara dentingan jarum jam menggema diseluruh koridor rumah sakit jiwa itu, ia memeluk tubuhnya dengan takut. Ia melihat kanan dan kirinya, ini kesempatannya untuk melarikan diri. Ia harus segera pergi dari tempat ini, sudah terlalu lama ia disini dengan semua orang yang menganggapnya gila.

Ia berlari ditengah lorong sepi itu dan dengan cepat bersembunyi diruang ganti para perawat, beberapa menit kemudian ia keluar dengan baju perawat dan maskernya. Beberapa kali ia bertemu dengan beberapa perawat rumah sakit jiwa dan ia bersyukur mereka tidak mengenalinya. Ia mempercepat langkahnya saat ia tiba digerbang kebebasannya. Dan ia keluar dengan tanpa halangan dan dengan cepat ia berlari saat mendengar suara dibelakangnya suara bell yang menandakan seorang pasien yang kabur.

Peluh membasahi keningnya, tubuhnya bergetar takut dan dengan segera ia berlari sampai ia tidak melihat siapapun yang ia curigai.

Ia menatap sekeliling tempat itu dengan wajah bingung, ia tidak tahu harus kemana sekarang. Sudah terlalu lama ia ditahan ditempat mengerikan itu dan benar ia harus pulang kerumahnya. Ia harus bertemu dengan suami dan anaknya, dia benar-benar merindukan mereka.

Tetapi saat ia berlari dan akan menyebrang jalan , sebuah mobil sport putih dari arah berlawanan melaju dengan kencang. Ia menoleh dan berteriak, tetapi kemudian ia merasa tubuhnya melayang dan semua menjadi gelap.

***

Jiyeon tidur diatas tubuh Minho sambil memejamkan matanya. Tangan Minho bergerak membelai punggung telanjang Jiyeon dengan penuh kelembutan membuat Jiyeon mengantuk.

Jiyeon kemudian meletakkan tangannya diatas dada Minho diikuti dengan dagunya. Ia menatap wajah Minho dengan terpesona, masih tidak menyangka bahwa ia akan menjadi kekasih dari seorang Choi Minho.

” aku sangat tampan eoh? Sampai kau tidak berkedip menatapku”

” siapa bilang? Aku hanya melihat lubang hidungmu”

” hahaha” Minho tertawa mendengar gurauan Jiyeon. Ia membelai lembut pipi Jiyeon dan mencubit hidung mancung Jiyeon dengan lembut.

” Aku tidak tahu perasaan apa yang kini aku rasakan padamu, aku menyayangimu Jiyeon. Kau sudah seperti teman, sahabat, dan segalanya bagiku”

” kalau begitu kau mencintaiku” bisik Jiyeon lembut.

” tidak jiyeon, aku tidak mencintai dan tidak patut dicintai. Jiwaku sudah mati, jika kau ingin bersamaku kau harus menerima apa yang terjadi, jiwaku terlalu kelam untuk mencintai”

” aku yakin kau bisa , kau hanya perlu waktu untuk mempercayaiku Minho. Aku yakin kau akan menerima perasaan itu untukku, kau akan mencintaiku”

” aku tidak mau kau kecewa Jiyeon, aku sudah memperingatkanmu sejak awal . Aku tidak mau ada yang tersakiti dan terlebih itu adalah dirimu, aku tidak mau kau tersakiti dengan apa yang kulakukan padamu”

” aku menerima semua akibatnya Minho, aku akan membuatmu mencintaiku”

***

Jack menatap yeoja yang terbaring dikasur tempat tidur dengan tatapan datar , wajah yeoja itu diperban dan tangan kakinya patah. Ia benar-benar tidak sengaja menambah kecepatannya sehingga menyerempet seseorang. Ia menggelung lengan jasnya, jas putihnya terlihat merah dengan darah.

Jack mengambil ponselnya.

” Pauline, rencana hari ini dibatalkan. Aku menabrak seorang wanita”

Jack duduk disamping kasur yeoja itu sambil menghela nafas, pikirannya terasa kalut karena beberapa hal. Tiba-tiba saja tadi ia teringat kejadian beberapa tahun yang lalu membuatnya kehilangan konsentrasi. Ia menabrak seorang suster hingga terpental dan ia benar-benar panik saat suster yang ia tabrak mengeluarkan banyak darah hingga menutup semua wajahnya. Yeoja itu mengalami patah tulang dan gegar otak ringan, baju yeoja itu sudah terganti dengan baju rumah sakit tetapi seluruh tubuh wanita itu hampir tertutup oleh perban.

Entah mengapa melihat keadaan wanita didepannya membuatnya merasa khwatir dan merasa takut, ia bahkan tidak mengenal yeoja itu dan tidak ada yang bisa membuat jantungnya berdetak selain isterinya. Sudah sangat lama sejak jantungnya berdetak hangat dan sekarang ia merasakan detakan hangat itu lagi.

Ia menutup matanya dan perlahan air mata keluar , untuk pertama kalinya ia meneteskan air mata setelah bertahun-tahun dengan hati tanpa belas kasihan.

***

Jiyeon duduk dikursi jabatan CEO sambil memakan bekal didepannya sedangkan Minho duduk dikursi tamu, tepat didepan Jiyeon. Jiyeon menatap Minho kemudian mengangkat wajahnya dan menirukan gaya CEO yang berkuasa.

” mengapa kau menatap atasanmu dengan tersenyum geli. Kau tidak sopan ya” ucap jiyeon dengan nada marah yang dibuat-buat membuat Minho tertawa geli.

” aku bilang jangan ketawa. Atau kau ingin dipecat?”

” maafkan hamba yang mulia” ucap Minho dengan wajah penuh lelucon yang dibuat-buat. Jiyeon masih mempertahankan perannya sebagai atasan yang penuh dengan intimidasi.

Jiyeon mendekati Minho dengan wajah datar kemudian menggigit bibir bawahnya dengan sengaja. Minho menyandarkan tubuhnya di kursi sambil mengendorkan dasinya.

” dimata kau belajar gaya seperti itu , sayang?”

”  aku tidak mengerti maksudmu”

” jeongmalyo?” Minho berdiri dari kursinya dan menatap Jiyeon. Jiyeon menatap Minho dengan was-was sambil terus membuat gerakan menggoda dengan bibirnya. Jiyeon berlari sambil tertawa keras saat Minho menerkamnya dan ia berhasil kabur membuat Minho memeluk rak buku. Jiyeon tertawa kelas sambil terus berlari dari kejaran Minho.

Hingga beberapa menit kemudian Minho berhasil menangkap Jiyeon dan memeluk tubuh yeoja itu kemudian membaringkannya di sofa.

” eugh.. Minho jangan disini” jiyeon berbicara disela ciuman panas mereka, Minho tidak perduli dan malah akan membuka kancing baju Jiyeon yang kini hanya tersisa bra berwarna putih sederhana yang membuat Minho dipenuhi dengan nafsu.

Minho menciumi setiap jengkal tubuh Jiyeon dengan penuh nafsu , ia memasuki Jiyeon dengan lembut dan mulai bergerak dengan gerakan yang membuat mereka mendesah bersama dan saling berbagi peluh. Jiyeon menatap mata Minho dan begitupun sebaliknya saat mereka mencapai kenikmatan bersama. Minho mencium kening Jiyeon.

” Aku menyayangimu”

” Aku mencintaimu Minho”

***

” Bagaimana bisa ia kabur? Kalian tidak becus! Aku sudah membayar mahal untuk ini semua!” Seorang yeoja berteriak marah sambil menunjuk wajah para karyawan rumah sakit jiwa. Wajahnya memerah padam karena menahan marah.

Dengan kesal ia berjalan keluar dan memerintahkan para anak buahnya untuk mencari wanita itu. Wanita itu tidak boleh bebas dengan enak, wanita itu harus merasakan penderitaannya selama ini dan wanita itu sudah membuangnya.

Ia masuk kedalam sebuah mobil hitam. Seorang yeoja dan namja sudah menunggunya dengan wajah tidak kalah padam.

” kita harus menjalankan rencana B, jika kau bisa masuk tanpa dicurigai kita bisa mendapatkan semuanya. Semua ada ditanganmu Luna”

” Tenang saja bibi, kakaku pasti amat sangat senang saat bertemu denganku . Aku tidak sabar”

” Bagus Luna, kau harus membalas semua rasa sakit hatimu. Mereka bergitu kejam padamu”

” aku tahu bibi”

To Be Continue…

Halo, pasti tambah ga jelas? >.< Mianhae… otakku sudah mentok sampai disini. Siapa luna? Jack? Wanita RSJ? Baca dipart selanjutnya ya. Semua mulai terkuak. Jangan lupa rcl dan like. Thank you.

76 thoughts on “All Of You : 8. I Love You Minho

  1. Hahaaa ,,jiyeon pauline saling pamer,jiyeon mah ga bakal kalah saing ,sekarangmah ada minho,dan lagi hartanya dah balik ma dia.seung ho berkhianat,dan jiyeon ga tau ,,aduh penasaran siapa ahjuma yng kabur dari rsj.moga ” mr jack ga ada niat jahat ma ahjuma itu,,dan luna siapa lagi ??

  2. Minji makin nempel ajha..
    Minho tenang bingits ngadepin masalah perusahan,, padahal dia tau pelakunya, tp dibiarin gitu
    Kepo deh ma mr.jack n ahjumma itu..
    Siapa lg itu luna..
    Lanjut yah eon,

  3. oh mo…. daebak….. akhr x minji bersatu, hehe…. tpi baxak sekali halangan yg bakanlan mereka hadapi, huh kerenn…. lanjut ua thor.

  4. Sbnr’na seungho itu jack bukan si’ di liat” seungho dan jack ada niat jahat tp kaya’na jack sdh paruh baya soalnya waktu nabrak yeoja yg lari dr rs.jiwa dia teringat anak istri’na
    Asal yeoja yg kabur dr rs.jiwa ada hub.sama minho aja bisa bahaya kl jack sampe manfa’atin yeoja itu

  5. Aaaakkkkhhhh minji makin So sweet
    …bikin aku ENVY AJA ~,~…
    Aku makin yakin kalo Jack & yeoja yg baru kabur itu.Mereka ortu jiyeon.
    Tpi masa appa jiyeon gk kenal istrinya sndri…
    Wae ? Luna kmu koq jahat sih ? Aku gak nyangka. Ternyata seungho kerja sama sama pauline. .

  6. Luna bukannya karyawan yg kerja di kantor minho dan dia juga teman ngerumpi jiyeon saat makan siang di kantin perusahaan.
    Terus yg kabur dr rsj itu siapa Ƴªǎª???

  7. Sbnr’na seungho itu jack bukan si’ di liat” seungho dan jack ada niat jahat tp kaya’na jack sdh paruh baya soalnya waktu nabrak yeoja yg lari dr rs.jiwa dia teringat anak istri’na
    Asal yeoja yg kabur dr rs.jiwa ada hub.sama minho aja bisa bahaya kl jack sampe manfa’atin yeoja itu
    MINJI MAKIN sweeeeeeeeet bnget dech
    Buat envy aja…kkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s