All Of You : 5. Just

image

Aku membuka mataku dengan terkejut dan langsung terbangun, aku langsung melihat minho yang duduk sambil menatapku dengan tatapan datar dan aneh. Aku langsung menatap pramugari yang tadi aku lihat dibunuh, dia sedang menyajikan makanan dengan senyumnya dan aku langsung menatap kearah Minho lagi tidak ada noda darah dibajunya. Dan ternyata aku bermimpi.

Aku menghela nafas pelan dan tersenyum penuh syukur sambil menatap makanan didepanku dengan penuh minat.

Tetapi aku menyadari bahwa Minho masih menatapku, ia menatapku dengan penuh pertimbangan. Sebelah alis tebalnya terangat menatapku, aku tahu ia sedang menyiapkan sebuah pertanyaan. Saat pramugari itu pergi ia memperbaiki posisi duduknya.

” Kau bermimpi? Sepertinya bukan mimpi yang bagus” Komentarnya sambil bersidekap.

” Ya, jauh kata bagus”

” Kau menyebut namaku didalam tidurmu, apakah aku menjadi orang yang mengerikan disana” Ia tersenyum dengan sinis, dan aku tahu ia mulai menemukan ketakutanku. satu hal, jika kau berhadapan dengan seseorang psyco kau tidak boleh menunjukkan ketakutanmu kepada mereka dan itu akan mengakibatkan keadaan yang fatal.

Aku tersenyum,

” Aku bermimpi kau membunuh semua orang yang ada dipesawat ini. Kemudian kau berjalan mendekatiku dan kau… Kau” Aku mulai ragu, apakah aku harus menceritakan mimpiku saat ia mencium bibirku, itu terasa nyata dan aku merasa ada bekas ciuman dibibirku. Tetapi tidak mungkin, aku bukan type nya. Kalau dia memang menciumku, aku akan memamerkannya di media sosial atas rasa syukurku. Aku hanya berbohong, aku tidak mungkin seheboh itu, mungkin aku akan terus membuntutinya karena telah dengan kurang ajar mengambil keperawanan bibirku yang seksi ini dan aku akan menuntutnya menikah denganku.

Hahahaha…

” Aku apa?” Ia bertanya

” Kau mencium bibirku, apakah terdengar mesum? Tetapi kau benar-benar menciumku , seperti” Aku memonyongkan bibirku sambil menutup mataku seolah mempraktekannya tetapi kemudian aku merasakan sesuatu yang lembab dibibirku.

Dia menciumku.

Ini nyata, bukan ilusiku semata. Tangannya membelai pipiku dengan lembut dan menarikku duduk dipangkuannya, aku merasakan tangannya mulai membelai punggungku dengan bibirnya yang terus ‘memakan’ bibirku seperti mahluk goa yang kelaparan. Aku merasakan kupu-kupu diperutku dan tubuhku terasa ringan dan kepalaku terasa berputar, aku baru pertama kali di cium oleh seorang namja dan namja itu setampan Choi Minho. Oh GOD! Jangan biarkan waktu berjalan.

Tanganku berjalan diatas dada bidang miliknya yang tertutup dengan jas mahalnya itu, saat tanganku mulai membuka kancing bajunya ia mendorongku dengan terkejut.

” Aku tidak bercinta dengan seorang perawan. Aku tidak tertarik, aku tidak suka anak kecil” aku terpaku sambil menatapnya dengan tidak percaya, ia bilang apa? Tidak tertarik, jadi mengapa ia menciumku tadi

” Aku hanya mencoba, ternyata kau benar-benar polos dan bodoh. Kau belum pernah dicium”

Aku dengan marah mendorong tubuhnya dan duduk kembali ditempat dudukku, ia menyeringai sambil membetulkan jasnya yang sedikit berantakan karena ulah tanganku. Aku menatapnya dengan wajah kecewa, ia bilang aku bodoh?

” Kau! Jangan berani merayuku lagi!”

” Aku tidak suka anak kecil, jadi jangan khawatir” Aku mendengarnya mencibir, mengapa ia menjadi namja yang membingungkan? Kadang ia memperlakukanku dengan baik dan sekarang ia membuatku hampir menangis. Ia menolakku.

Aku sadar, aku bahkan tidak seujung kuku pun seperti para kekasihnya . Aku hanya sekertaris bodoh yang jatuh cinta pada atasannya yang digilai hampir oleh semua perempuan dan aku terlalu berharap padanya.

” Aku akan membuktikan padamu bahwa aku bukan anak kecil!”

***

‘Aku tidak suka anak kecil’

‘aku tidak suka anak kecil’

Ucapanan itu selalu teringat diotakku, benar-benar bagaimana bisa ia mempermalukanku begitu! Ia menciumku dan sekaligus menjatuhkanku.

Sudah hampir satu jam aku berdiri didepan cermin memandangi tubuh polosku, tubuhku layaknya yeoja dewasa. Payudara ku bahkan tidak sekecil itu, bokongku pun lumayan berbentuk dan harus ku akui sepertinya tubuhku memang pendek. Tidak terlalu pendek tetapi tetap saja jika dibandingkan dengan semua kekasihnya aku jauh dari kata tinggi.

Lihat saja , aku akan membuatmu bertekuk lutut didepanku. Aku akan membuat Choi Minho yang sombong itu menarik semua perkataannya! Harus

***

Aku berjalan memasuki lift, sudah lama rasanya aku tidak pergi ke kantor. Aku menatap pantulan diriku dikaca lift, baju mahal dan sepatu mahalku. Namja arogan dan pemaksa itu memaksaku memakai barang-barang mahal ini dengan alasan bahwa aku terlalu kampungan dan ketinggalan jaman.

Aku sampai dilantai tempatku bekerja, Rose sudah datang dan menyambutku dengan bahagia berlebihan dan mengatakan bahwa ia merasa kewalahan dengan semua pekerjaan dikantor aku pergi berlibur dengan bos tampan menyebalkan yang ia sebut dengan malaikat.

Pembicaraan kami berhenti saat namja menyebalkan itu datang dan dengan nada dingin memerintahkanku untuk menyusun beberapa jadwal dan menunda beberapa jadwal.

Setelah terlalu lama terfokus pada laptop didepanku akhirnya, rose mengajakku untuk makan siang bersama dan aku dengan senang hati menerima ajakannya, perutku sudah berbunyi dan aku merasa lapar. Aku melirik sedikit kearah ruangan Minho, sejak tadi ia tidak keluar apakah ia tidak lapar?

” Tunggu, Rose” Aku memanggil Rose yang sudah hampir masuk kedalam lift, ia menaikan salah satu alisnya dan aku berbalik kearah ruangan Minho dan mengetuknya pelan dan aku mendengar suara berat didalam. Aku membukanya dan menemukan namja itu terlihat sibuk dengan berbagai berkas didepannya.

” Ada apa, Jiyeon?” Tanyanya, tanpa menatap kearahku.

” Apakah kau tidak mau makan siang bersama Sajangnim? Sejak tadi kau terlihat tidak keluar dari ruanganmu.” Ia mengalihkan tatapannya dari berkas itu kemudian menatapku dengan tatapan tidak ingin di ganggu.

” Baiklah, jadi dimana kau ingin mentraktir ku makan?” Ucapnya smabil berdiri dan memasang jasnya kembali. Aku terkejut, tumben sekali ia menerima tawaranku?

“Hari ini kau menerima gaji bukan? Jadi dimana kau akan mentraktirku?” Ia bertanya kembali, aku dengan gagap menjawab akan makan di Kantin perusahaan dan ia terlihat berpikir sejenak kemudian mengangguk. Rose yang sejak tadi menunggu kini menatapku dengan terkejut, ia tidak menyangka bahwa aku bisa menggiring beruang tampan ini keluar dari sarangnya untuk makan bersama kami para kalangan bawah.

” Selamat Siang Sajangnim” Sapa Rose , Minho hanya mengangguk dengan wajah datarnya. Minho berjalan lebih dulu kearah lift dan Rose langsung menatapku seakan berkata ‘ Kau benar-benar gila, bagaimana bisa kau menggiringnya keluar dari berkas-berkasnya’

***

Author’s pov

Kantin perusahaan terlihat ramai , para karyawan masuk dengan wajah ceria dan mulai memilih tempat duduk. Kantin perusahaan itu terlihat berkelas dengan meja dan kursi dari papan yang berkualitas dan juga makanan disana dibuat oleh para Koki handal yang dipekerjakan langsung dari luar negeri.

Tetapi semewah apapun kantin itu, semua mata kini menatap Minho. Sang CEO berdiri ditengah keramaian dan terlihat bingung dengan banyaknya manusia dikantin itu, tidak ada yang menyangka bahwa Minho akan menginjakkan kaki dikantin ini. Sebagaimanapun mewahnya kantin perusahaan, orang dengan pangkat seperti Choi Minho tidak cocok menginjaknya. Ia terlalu tinggi.

Jiyeon menarik tangan Minho yang kaku untuk duduk disebuah meja panjang, seketika suasana yang tadinya ramai tiba-tiba diam seperti pemakaman dan semua mata menatap kearah Minho dengan mulut yang terbuka.

Rose bangkit dengan gugup untuk memesan makanan, setelah beberapa lama suasana kembali ramai walaupun tidak terlalu ramai seperti tadi. Setiap karyawan yang lewat akan membungkuk memberi hormat dan ditanggapi dengan wajah datar dan dingin Minho yang tidak pernah tersenyum kearah para karyawannya yang menyapa.

Makanan datang beberapa menit kemudian, Minho menatap makanan itu dengan tidak berminat. Makanan itu terlihat seperti makanan yang diacak-acak dan dicampur dengan bahan-bahan tidak sehat penuh dengan kuman , ia tidak sombong tetapi sudah lama ia tidak pernah menyicipi makanan seperti itu sejak ia menduduki jabatannya sekarang.

” Kau tidak makan” Tanya Jiyeon sambil memakan makanannya dengan mulut yang penuh.

” Aku tidak lapar”
” Benar-benar CEO yang sombong” Cibir Jiyeon, Rose yang duduk disamping Jiyeon menyenggol Jiyeon dengan takut karena Jiyeon berbicara dengan CEO dengan kata-kata kasarnya. Dan beberapa karyawan yang lewat juga mendengar ucapan Jiyeon yang kelewatan besar, membuat tempat itu kembali diam.

” Makan atau aku akan menyuapimu, aku akan mengganjal makanan ini ke perutmu. Kau harus makan, kau kira kau mesin mencetak uang yang tidak perlu makan? Untuk apa kau terus bekerja, kau sudah lebih dari kaya raya kau bahwa mungkin bisa membeli seoul dengan uangmu” Jiyeon langsung bangkit dari duduknya dan duduk disamping Minho, namja itu terlihat menatap Jiyeon dnegan kesal. Jiyeon mengambil piring Minho dan menyendoknya.

” buka mulutmu”

” Jiyeon” Rose mendesis dengan takut sambil meremas sapu tangannya. Para karyawan juga aling terdiam menunggu ekspresi kemarahan Minho pada Jiyeon. Tetapi semua terperangah saat namja itu dengan enggan membuka mulutnya seperti seorang bocah yang dipaksa oleh eommanya untuk makan dan terlihat tidak berdaya. Jiyeon tersenyum puas dan menyuapi Minho dan namja itu mengunyahnya dengan terpaksa walaupun ia harus mengakui bahwa rasanya tidak buruk.

Tanpa sadar ia sudah menghabisi makanan itu, dengan paksaan Jiyeon tentunya. Bahkan yeoja itu memperlakukannya seperti anak kecil, mengangkat sendok itu dan meniru suara pesawat dan mengatakan

” pesawat datang”

Entahlah apa yang merasukinya hingga ia mau saja memakan makanan itu dengan seperti orang bodoh.

***

Hari demi hari Jiyeon mulai mengeluarkan kelakuan menyebalkannya, tetapi entah mengapa Minho merasa terhibur dengan kelakuan kurang ajar yeoja itu. Entah menggandengnya didepan para karyawan membuat para karyawan hampir terkena serangan jantung, atau mencium pipi Minho.

Entah apa yang membuat yeojaitu semakin gila mendekatinya, biasanya Minho akan merasa jijik pada yeoja yang mendekatinya. Tetapi Jiyeon berbeda, Jiyeon pernah melihatnya hampir membunuh, Jiyeon pernah akan dibunuh dan yeoja itu malah bergelayut mesra ditangannya seolah minho tidak akan pernah menyakitinya.

Dia berbeda…

Minho berjalan memasuki sebuah gedung, Jiyeon dan Rose berjalan dibelakangnya sambil membawa tas dan beberapa berkas. Beberapa orang membungkuk kearah mereka, Jiyeon menatap sekeliling perusahaan itu. Ia tahu perusahaan ini, perusahaan ayahnya.

Mereka menaiki lift ke lantai tempat diadakan rapat pembelian saham, Jiyeon tidak mengerti apa yang terjadi dengan perusahaan ini sekarang. Saat ayahnya meninggal, ia masih sangat kecil dan tidak mengerti bagaimana perusahaan ini berjalan. Yang ia tahu, bibi dan pamannya selalu mengambil uang dari perusahaan ini entah berapa banyak sudah.

Perusahaan itu tidak banyak berubah dari ingatan terakhir kali ia berkunjung, saat itu ia baru pulang dari taman kanak-kanak dan eommanya membawanya kemari untuk menemui appanya, Park Yoochun. Ia masih mengingat bagaimana bahagianya ia saat ayahnya menggendongnya dengan penuh kasih sayang dan menimangnya.

Mereka sampai disbeuah lantai lobby, seorang yeoja berambut pirang menyambut mereka dengan sopan. Minho berjalan dengan wajah datar, Jiyeon kembali menatap tempat itu. Ia merindukan ayahnya.

Mereka memasuki sebuah ruangan, tetapi Jiyeon terkesiap saat merasakan sebuah tepukan dipinggulnya membuatnya menoleh, seorang namja dengan wajah mesum berdiri dibelakangnya. Jiyeon menatap namja itu dengan tidak terima.

Tetapi ia mencoba menahan amarahnya, ia menghela nafas dengan pelan dan kembali menghirup udara seakan berusaha menahan sesuatu yang berat. Namja mesum itu mengedipkan mata kepadanya, kemudian beberapa orang namja berumur muncul dan duduk dibeberapa kursi dan minho duduk ditengah-tengah dengan Jiyeon dan Rose yang duduk disamping kiri dan kanannya.

Jiyeon akhirnya menyadari sesuatu, saat ini mereka sedang rapat dengan para dewan direksi perusahaan. Dan saat rapat berlangsung Jiyeon menyadari bahwa para dewan menjual saham mereka pada Minho dengan harga mahal, dan itu artinya perusahaan ini akan jatuh ke tangan Minho! Oh tidak, perusahaan ini…

Jiyeon mencengkram meja dengan tangan yang hampir memutih, para dewan akan menjual perusahaan ini tanpa memikirkan dirinya! Seharusnya ia yang mengijinkan penjualan perusahaan dan saham karena ia pewaris perusahaan ayahnya! Mereka tidak bisa-

Seorang namja yang begitu ia kenal masuk dengan langkah mantap, itu pamannya! Namja tua itu terlihat terkejut dengan kehadirannya dan terlihat memucat. Tetapi kemudian mengabaikan Jiyeon, Jiyeon mengutuk namja tua itu jadi semua ini akal namja tua itu. Ia dengan bodoh menjual saham ayahnya dan semua saham dengan emeng-emeng ia adalah wakilku! Aku memerah.

” Perusahaan Park Inc resmi berada dibawah pimpinan CEO Choi Minho dengan ia sekarang merupakan pemegang 80 % saham diperusahaan!’ Jiyeon mendengar seorang pengacara membaca kontrak itu. Ia menutup matanya dengan rasa sakit di dadanya, perusahaan ayahnya! Masa depannya. Jiyeon akan berdiri tetapi suara Minho menghentikannya.
” Hari ini, aku akan menunjuk pemilik perusahaan ini. Saham-sama yang telah aku beli akan berada dibawah namanya, ia adalah pemilik perusahaan ini secara resmi dan saham-saham adalah miliknya dan ku berikan secara cuma-cuma.  Jadi ijinkan aku memperkenalkannya, Park Jiyeon. Puteri tunggal dari Park Yoochun , mendiang pemegang perusahaan ini”

Semua mata kini menatap kearah Jiyeon yang terperangah, tidak mungkin! Minho tidak mungkin memberikan perusahaan ini padanya! Namja itu sudah mengeluarkan hampir milliaran triliun untuk mengambil perusahaan ini! Itu tidak mungkin! Jiyeon menatap kearah namja itu seolah namja itu melakukan hal gila. Ya dia memang melakukannya.

” tetapi, ia berhak menjadi CEO diperusahaan ini saat umurnya genap 24 Tahun. Dan Tuan Park dengan sangat terhormat, kau tidak mempunyai hak apapun diperusahaan ini dan uang hasil pembelian saham yang aku berikan akan jatuh ke tangan Park Jiyeon. Ia adalah pewaris sah dari orang tuanya, dan kau tidak ada campur tangan dalam keuangannya berdasarkan yang tertulis di surat warisan Park Yoochun , jika anaknya tidak mendapatkan bagian seperti yang seharusnya selama kau menjadi wakilnya maka warisan itu jatuh sepenuhnya ke tangan park Jiyeon tanpa menunggu umurnya 24 Tahun. Dan seperti sebuah bisnis, aku membeli perusahaan ini pada Jiyeon dan memberikan kepadanya lagi. Jadi surat warisan itu sudah tidak bisa dipakai, jika ada yang ingin mengajukan protes kalian bisa berhadapan dengan pengacaraku” Semua terperangah termasuk Jiyeon yang sudah tidak bisa menahan tangisnya, Ahjussinya terlihat terpukul dan menatapnya meminta pertolongan tetapi jiyeon terlalu sakit saat mengetahui bahwa mereka hampir menjatuhkan perusahaan ayahnya!

***

Jiyeon hampir tidak bisa berdiri dengan kedua kakinya, dunianya terasa berputar dan ia merasa sebentar lagi akan pingsan.

Ia dengan bergetar memegang berkas ditangannya, berkas tanda kepemilikan perusahaan itu. Untuk beberapa saat perusahaan itu akan dijalankan oleh Minho sampai Jiyeon berumur 24 Tahun.

Ia tidak mengerti apa tujuan Minho dengan ini semua, membeli perusahaan itu dengan harga mahal dan memberikan uang pembelian serta perusahaan itu pada Jiyeon. Bahkan namja itu mengatakan bahwa penghasilan perusahaan itu akan masuk ke rekening Jiyeon, Jiyeon menyadari bahwa sekarang ia adalah seorang yeoja kaya raya! Dalam waktu semalam tetapi..

” Aku memberikan semuanya tidak gratis” Ucapan Minho membuat Jiyeon tersadar dari lamunannya dan kini menatap kearah Minho dengan tatapan menilai. Namja itu berdiri didepannya sambil bersidekap.

” Karena sekarang kau kaya raya, kau tidak boleh berhenti menjadi sekretarisku kecuali aku yang memang memberhentikanmu. Aku tidak mau kau pergi dari perusahaanku atas alasan apapun”

” Hanya itu?”

” Apa?”

” Hanya itu? Hanya karena kau tidak ingin aku mengundurkan diri dari perusahaan mu kau mengeluarkan uang triliunan.”

” Bagiku ini seperti permainan Jiyeon. Uang itu tidak cukup besar, aku bahkan bisa menghasilkan uang sebanyak itu dalam hitungan hari. Tidak ada yang perlu kau permasalahkan semua sudah beres dan perusahaan itu memang milikmu tidak ada yang salah dengan itu. Kau harusnya menikmati semuanya, ayahmu membangun perusahaan itu untukmu kau tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak membeli saham itu. Perusahaan itu akan menjadi bumerang untukmu, awalnya aku tidak perduli apa yang akan terjadi pada pewaris perusahaan itu ia berhutang triliunan dollar pada perusahaanku dan aku sepertinya akna menuntut uang itu jika kalian tidak menggantinya. Tetapi saat aku tahu bahwa kau pewarisnya mau tidak mau aku harus membelinya dan membebaskan hutang perusahaan itu. Paman dan bibimu mengambil dan meminjam uang dari perusahaan dengan nilai triliunan dollar atas namamu dan aku yakin kau akan bunuh diri jika kau menghadapinya sendiri.”

” Mereka berhutang uang”

” Perusahaan ayahmu diambang kehancuran Jiyeon, dana yang masuk dan keluar benar-benar tidak seimbang.”

***

Jiyeon membuka matanya, kepalanya terasa begitu berat. Ia masih belum bisa menerima kenyataan, ia menjadi seorang yeoja kaya raya dalam waktu satu hari. Bahkan saat Minho menunjuknya sebagai pewaris perusahaan ayahnya, ia bahkan belum sempat berkedip ataupun menarik nafas.

Ponselnya berdering, dan dengan terpaksa ia mengangkatnya

” Yoboseyo”

” Jiyeon”

” Bibi”

” Aku mohon Jiyeon, jangan begini biar bagaimanapun kami adalah keluargamu. Kami benar-benar minta maaf atas apa yang kami lakukan padamu selama ini, tetapi jangan blokir credit card kami”

” Keluarga? Kalian masih menganggapku keluarga atas apa yang kalian lakukan padaku! Kalian bahkan dengan tidak berperasaan menghinaku dan menyiksaku dirumahku sendiri, aku tidak akan membantumu bibi. Bukankah kau memang memiliki hidup seperti itu? Kembali lah kekehidupan kalian yang dulu!”

” Jiyeon, kau anak yang tidak tahu sopan santun!”
” Aku selalu mencoba menghormatimu bibi. Jangan hubungi aku lagi!” Jiyeon mematikan sambungan ponselnya sambil menghela nafas lelah dan menutup wajahnya.

***

Jiyeon pov

Aku memasang pakaian kerjaku dengan lemah, aku merasakan kepalaku terasa seperti dilempar oleh ribuan batu.

Aku menghela nafas

Hari ini aku harus masuk kerja, tetapi kepalaku benar-benar terasa tidak mendukung. Dengan langkah seakan melayang aku berjalan keluar dari rumah dan melihat supir pribadi minho sudah berada didepan rumahku.

Apa yang ia lakukan disini?

” Chogiyo?”

” Sajangnim meminta saya untuk menjemput anda nyonya, karena kebetulan hari sedang mendung dan sepertinya cuaca tidak akan mendukung. ”

” Kau tidak perlu repot-repot mr. Lee”

” Maaf Nyonya, tetapi saya hanya menjalankan perintah”

Aku hanya mengangguk dengan pelan, kemudian masuk kedalam mobil itu dengan tidak bersemangat.

***

Author Pov

Minho duduk sambil menatap kertas-kertas didepannya dengan rahang mengeras. Ia melempar kertas itu diatas meja rapat membuat semua penghuni rapat bungkam seribu bahasa. Wajahnya mengeras dan ia menutup matanya

” Bagaimana kalian bisa membiarkan kita kehilangan triliunan dolar dalam waktu beberapa jam?”

” Maaf sajangnim, tetapi Giant Inc benar-benar giat dalam rapat saat itu hingga membuat orang-orang terbaik perusahaan kita tidak memenangkan kontrak kerja itu. Mr.Jack pemilik utama perusahaan itu benar-benar memiliki ide briliant untuk mendapatkan kontrak kerja itu.”

Jiyeon hanya diam sambil menatap Minho yang mulai tenang dan menerima bahwa mereka untuk pertama kalinya kalah dalam persaingan bisnis. Hal yang jarang melihat perusahaan sebesar milik Minho dikalahkan oleh sebuah perusahaan asing entah dari mana. Yang pasti perusahaan asing itu juga cukup kaya dan ia dengar perusahaan itu sama-sama sukses dan juga saingan terberat perusahaan Minho.

Tidak ada yang pernah melihat Mr. Jack, ia selalu menyuruh para bawahannya untuk turun tangan dalam semua bisnis yang ia kelola tetapi ia adalah yang utama , otak briliant dari semua kesuksesan itu.

***

Mr. Jack menatap pemandangan kota seoul didepannya dengan senyum sinis. Ia memegang segelas wine sambil meneguk cairan itu hingga ke tenggorokannya.

Kena kau Choi Minho! Sebentar lagi , kau akan menderita! Aku akan menghancurkanmu-

To Be Continue~

75 thoughts on “All Of You : 5. Just

  1. wahhhh g kebayang yah minho dsni sekaya apa? di realife apa ada yah org sekaya itu jg??? gilaaa,, belanja 5M d bilang sdkit tp yah emg sdkit sih utk kalangan mrk. tp klo buat ukuran baju 5M standar lah.

    emmm,,, bibi nya gjiyi g tau malu. ud brbuat jahat skrg melarat malah ngemis mnt baikan d kasihani gilla kalii yah.

    what > /? Mr. jack syp??? saingan minho dr dlu ? pst pny motif trsdnr smpe kyanya dendam bgt.
    jiyi?? apa nnti dy bkal pke cara licik buat jatuin minho pke jiyi?? oh tidakkkk
    plisss adegan2 pyscho aq g mau eon
    ettt tggu bentar jiyi kan jg anak pengusaha kan, Mr. jack kenal jiyi g?? ato mgkn dlu prn jalin krj sama ma ayahnya jiyi?? klo si Mr. jack ni knl jiyi wahhh makin comlicated tp makin mnrik.. wuhuuuuu g sbr next part nya.

    eon,, my melody nya kapannnnnn????

  2. Mr jack sapa lagi? ckck bikin penasaran. tp seru juga ya kalo jd saingan bisnis sm saingan dapetin jiyeon wkwk bisa abis jack sm si minho

  3. Wah siapa lag nih mr jack ,sepertix dia demdam banget ma minho jangan “entar dia pake jiyi untuk jatuhin minho n itu sangat berbahaya .makin d tunggu nih kelanjutanx .

  4. Cuma mimpi toh kirain beneran mati semua.
    bibi nya jiyi g tau malu bngt y ,udah nyiksa skrng minta dikasihani.
    siapa tu mr jack? Kayanya musuh bebuyutan nih.. jangan” sama-sama psiko nih

  5. Teryata jiyeon cuman mimpi,, aq pkir bneran,, iss q kesel sma bibi jiyeon , ckg waktu jiyeon udh dpatin perusaha’an ayahnya dibaik2in ,, dlu jiyeon disiksa kyk gtu.. Utung ada minho yg bantuin jiyeon ngerebut prusaha’an ayah jiyeon.. Mr. Jack nuguya???

  6. baguuusss ff nya baguuss, ini harus lanjut asaapp, minho belum suka jiyeon kah ? lalu siapa cowo mesum yang nepuk pinggulnya jiyeon ? lalu mr jack itu bakal diperanin siapa ? semoga minho gak jatuh begitu aja, semoga jiyeon bisa lancar ngembangin perusahaan ortunya dan gak diganggu paman bibinya lagi… mr jack bakal jadi saingan beratnya minho di bisnis doang apa cinta juga nih ? kekekek, seneng aja kalo ada rebutan/? maaf ya unn aku langsung komen di part 5 ini, keasikan baca gasanggup komem dulu sampe selese di part ini.. lanjut asap ya unn ;3 ditunggu banget, sekalian yang my melody sama you r my destiny nya tolong dilanjut juga yaaa u.u huhuhu komen aku kepanjangan gak nih wkwkwk

  7. Nah loch siapa lagi
    Tuch mr jack!!!!
    Sperti_ny dy dndam bnget ma minho!!!!
    jangan smpai dy gunain jiyi
    Buat bls dendam sma minho…
    Bisa gaswat itu…

  8. Jadi itu hanya mimpi ?? Syukur lah, kukira minho beneran bunuh orang seisi pesawat itu. Mr. Jack memang keterlaluan. Kenapa sih ia ingin menjatuh kan minho ??
    Keren thor, semangat lanjutinnya. Fighting !!

  9. Astaga sumpah kagum banget sama sifat minho yg udah berubah. Dan penasaran banget sebenarnya minho itu sekaya apa sih? Kayaknya uang nya itu gak akan pernah habis sampe minho punya cicit kali yah. Beruntung nya jiyeon bisa ketemu namja seperti minho yah walaupun pscyo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s