All Of You : 4. Mine

Part 4

image

Main Cast :
Park Jiyeon
Choi Minho

Support Cast :
Find in the story~

Jiyeon keluar dari dalam toilet dengan wajah memerah padam sambil memegang kantong plastik hitam ditangannya. Minho sudah berdiri didepan toilet sambil bersedekap dan menatap Jiyeon yang sudah berdiri didepannya.

” Apakah jika para wanita datang bulan mengeluarkan darah sebanyak itu?”

” Maafkan aku, aku sudah memintamu untuk mengantarku ke Hotel saja tetapi kau malah bersih keras mengantarku ke rumah sakit. Kau sudah membersihkan tanganmu” Minho baru menyadarinya, ia menatap tangannya yang masih berwarna merah darah yang sudah mengering.

Jiyeon menatap Minho dengan tidak nyaman, Minho terpaku menatap darah itu dan Jiyeon melihat ada tanda bahaya jadi dengan segera ia menarik tangan kaku namja itu dan membantunya membasuh darah itu.

Minho hanya diam membiarkan air mengalir menghilangkan darah itu.

” Aku benar-benar minta maaf, seharusnya aku tidak membiarkanmu melihat darah. Kau tak apa?”

” Aku tidak apa” Jawab Minho dengan datar.

***

Pagi itu Jiyeon membuka matanya dengan malas saat mendengar suara bunyi bel yang ditekan berkali-kali, dengan masih menggunakan baju tidur tipis berwarna lavender miliknya ia berjalan keluar kamar untuk melihat siapa yang mengganggu tidurnya. Tepat saat itu Minho juga keluar dari kamarnya seperti seseorang yang baru bangun dari tidurnya , ia menatap kearah Jiyeon yang juga menatap kearahnya hingga tanpa sengaja tatapannya turun menyusuri tubuh Jiyeon.

” Jangan melihatku seperti itu”

” Aku juga tidak tertarik dengan tubuh datar sepertimu” Ucap Minho dengan malas. Ia berjalan kearah pintu dan membukanya, seorang yeoja cantik berdiri didepan sambil tersenyum dan memeluk Minho secara tiba-tiba membuat Jiyeon langsung melebarkan mata dari kantuknya. Siapa yeoja itu?

” Chloe, apa yang kau lakukan disini” Minho terlihat melepaskan pelukannya pada wanita cantik didepannya, ia terlihat tidak nyaman dan melirik sedikit kearah Jiyeon yang menyilangkan tangan didepan dada sambil menatap dua manusia itu dengan tatapan menilai.

Chloe terlihat kesal dan kini tatapannya berpindah kearah seorang gadis yang terlihat memakai baju tidur tipis yang hampir tembus pandang berwarna lavender dan wajah Chloe memerah sambil kembali menatap Minho.

” Jadi karena dia semalam kau meninggalkan ku sendiri?”

” Chloe , sebaiknya kau pergi dari sini. Aku akan menghubungimu nanti” Rahang Minho menengang dengan tatapan tidak suka ia menatap kearah Chloe.

” Apa bagusnya dia? Tubuhnya tidak sebagus tubuhku, hei lihat aku. Kau tidak mungkin meninggalkanku hanya karena gadis kecil dengan tubuh rata itu bukan?” Chloe menatap kearah Jiyeon dengan pandnagan menilai yang merendahkan.

” Dia sekretarisku” Ucap Minho dengan malas.

” Sekretarismu? Tumben sekali kau memesan satu suite room yang sama dengan sekretarismu. Biasanya jika kau kemari kau akan membedakan kamarmu dan sekretarismu”

” Itu bukan urusanmu dan sekarang keluarlah”

” aku sudah jauh-jauh pergi kesini dan kau mengusirku? Apa yang terjadi padamu Minho, tidak biasanya kau menolakku! Apakah karena yeoja dengan tubuh anak kecil itu”

” Aku bukan anak kecil, umurku sudah 21 Tahun!” Ucap Jiyeon dengan tersinggung sambil menunjuk tangannya membentuk angka 21. Chloe tersenyum sinis sambil menatap Jiyeon dengan tidak suka.

Jiyeon berjalan mendekati dua orang itu sambil berkacak pinggang dan membusungkan dadanya, enak saja yeoja itu mengatakan tubuhnya tidak berbentuk nyatanya ia memiliki tubuh yang lumayan walaupun tidak sebesar yeoja dihadapannya. Pasti yeoja dihadapannya ini adalah salah satu yeoja kelas atas yang di gosipkan sebagai kekasih Minho di banyak koran gosip.

” Malah tubuhmu yang terlihat aneh, dada mu terlalu besar. Apakah kau memakai suntik silikon.” Jiyeon menatap yeoja itu dari atas sampai bawah membuat yeoja didepannya tertawa dengan sinis sambil terlihat begitu kesal. Minho yang sedari tadi melihat perdebatan itu hanya diam tidak tertarik, ia lebih tertarik melihat tubuh Jiyeon yang sedikit tembus pandang dibalik gaun tipisnya itu. Jika tali gaun itu jatuh, ia bisa melihat seluruhnya. Semua nya hanya bergantung pada tali tipis itu, betapa ia ingin melihat tubuh yeoja itu.

” Apakah kau tidak merasa terlalu lancang? Kau hanya sekretaris dan aku adalah yeoja simpanan Minho. Siapa kau hingga lancang menilaiku? Kau tidak bisa membandingkan dirimu dengan diriku aku lebih unggul darimu”

” Setidaknya aku bukan pelacur” Ucap Jiyeon dengan kesal, tiba-tiba sebuah tamparan mendarat dipipinya. Jiyeon merasakan panas dari tamparan itu di pipinya dan ia meringis kecil, dalam satu hari ia mendapatkan dua cidera satu di dahi dan sekarang di pipinya.
” CHLOE!!!” Minho membentak kemudian memegang pipi Jiyeon dengan terkejut, Minho kemudian menatap Chloe dengan tatapan mengancam dan dengan suara bergetar menahan marah ia mengusir Chloe dan meminta yeoja itu untuk tidak pernah menemui atau menghubunginya lagi. Chloe pergi sambil menangis sedih melihat Minho yang lebih memilih sekretarisnya dibandingkan ia.

” Au.. Sakit” Jiyeon menjerit saat merasakan kompresan itu mengenai pipinya. Sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah, ternyata yeoja itu kuat juga menampar pipinya. Jiyeon yakin sekarang bekas itu berwarna merah seperti cambukkan.

” Seharusnya kau tidak melawannya, Chloe sebenarnya baik hanya saja kadang ia mempunya emosi yang meledak-ledak. Apakah masih sakit”

” Dia mengatakan tubuhku tidak menarik, enak saja. Aku selalu menyukai tubuhku, walaupun aku tidak tahu bagaimana ideal tubuh yeoja tetapi aku rasa tubuhku cukup menggoda untuk laki-laki. Benar kan? Kau lelaki dan kau pasti menyadarinya” Ucap Jiyeon sambil menghadap Minho, namja itu menatap tubuh Jiyeon dengan ekspresi yang tidak dapat ditebak. Hanya wajah datar yang ia temukan disana.

” Biasa saja”

” Mwo”

” Payudara mu tidak terlalu besar, hanya sedang . Mungkin kau harus membesarkannya sedikit, anakmu tidak akan bisa menyusu jika payudaramu kecil. Tapi sebenarnya tidak terlalu kecil, ya payudaramu cukup sedang” Ucap Minho dengan vulgar, wajah Jiyeon langsung memerah seperti tomat saat namja itu dengan terbuka menatap kearah payudaranya. Ia merasa telanjang dibawah tatapan menilai namja itu padahal ia memakai gaun tidurnya. Jiyeon langsung memeluk tubuhnya

” kau tidak perlu melihatnya sampai seperti itu” Ucapnya dengan jengkel.

” Aku penasaran, apakah kau pernah berhubungan intim dengan seorang namja?”

” Kau benar-benar mesum!”

” Aku hanya bertanya, kau terlihat seperti perawan ketakutan”

” Aku memang masih perawan” Ucap Jiyeon dengan nada bangga.
” baguslah”

” memang mengapa kau menanyakan hal itu padaku?”

” Jika kau tidak perawan mungkin aku akan memintamu melakukan one night stand bersamaku” ucap Minho dengan acuh.

” kau gila”

” Jangan lupa aku memang gila, aku seorang psyco . Ingat”

***

Saat kami turun dari mobil, blitz kamera menyorot kami . Aku menutup mataku dari blitz yang menyakitkan mata itu, aku merasakan tangan Minho berada di pinggangku dan menarikku untuk masuk ke gedung itu. Saat tiba didalam gedung, ia masih melingkarkan tangannya dilekuk pinggangku dan menyapa beberapa orang tamu penting yang menyapanya.

Ia membawaku menuju suatu ruangan dan aku melihat meja dan kursi berderet disamping panggung dan seorang model seksi tengah berjalan dengan percaya diri dengan bikini bermotif malaikat dan ia benar-benar cantik.

Kami duduk disebuah kursi VVIP yang tersedia untuk kami, kami duduk dan Minho melepaskan tangannya dari pinggangku.

Sepanjang fashion show itu aku beberapa kali berceletuk terpesona dengan para model itu, hingga aku merasa seseorang penepuk pundakku. Seorang yeoja cantik kini tengah menatapku, matanya besar dan terlihat jernih.
” Hallo, Namaku Bethanny” Ucapnya dengan bahasa inggris

” Park Jiyeon”

” Kau kekasih Minho?” Tanyanya dan aku dengan segera menggeleng.

” Aku sekretarisnya” Jawabku, yeoja itu terlihat melirik kearah Minho yang terlihat sibuk membolak-balikkan halaman majalah fashion didepannya.

” Maaf, disini untuk para tamu VVIP, biasanya para Sekretaris akan duduk dikursi reguler. Yang ada disebelah sana” Aku mengikuti pandangannya dan melihat beberapa orang duduk bersempitan , terlihat dengan jelas bahwa kursi yang sekarang aku duduki memang untuk para kalangan atas. Yeoja ini terlihat berusaha mengusirku, ia sama saja seperti para yeoja yang lain -_- mengapa mereka cemburu jika aku berada didekat Minho. Memang mereka kira Minho menyukaiku? Tidak!

” Kau sepertinya salah tempat duduk, kau pasti sekretaris barunya. Biasanya sekretaris Minho akan duduk di sebelah sana.” Ia dengan suara yang mulai ketus seperti memerintahkanku untuk pindah tempat duduk. Aku mengangkat sebelah alisku dan akan beranjak hingga sebuah tangan memegang lenganku dan aku menoleh.

” Mau kemana kau?” Tanya Minho.

” Aku akan pergi ke sebelah sana, aku sepertinya salah tempat. Para tempat sekretaris disebelah sana, disini tempat para kalangan atas” ucapku.
” Tempat mu memang disini, siapa yang menyuruhmu kesana. Duduk saja disampingku” Minho menarikku untuk duduk kembali dan tangannya kembali melingkar dipinggangku sambil menepuk pinggangku dengan santai dan ini terasa intim. Pipiku memerah.

***

Kami memasuki sebuah ruangan, disana terdapat banyak barang yang dipajang. Ruangan itu begitu luas, inikah yang namanya lelang? Kami menempati salah satu kursi dan seorang model muncul sambil memperagakan gaun yang ia kenakan. Dan itu dilelang, baju itu dibeli oleh seorang gadis cantik dengan seharga 150 juta .Padahal baju itu tidak lebih dari gaun tipis yang mempesona.

” Pilihlah barang-barangmu. Aku akan membayarnya, bukankah aku sudah memberikanmu Credit card” ucap Minho untuk kesekian kalinya, karena sejak tadi aku hanya diam walaupun tertarik pada sebuah barang. Aku hanya mengangguk.

Hingga barang terakhir aku tidak mengangkat nomor lelangku dan Minho kembali memintaku untuk berbelanja. Akhirnya aku berjalan untuk melihat beberapa gaun yang dipajang, sedangkan Minho duduk disebuah kursi sambil tetap menatapku dari jauh. Dua orang Bodyguard miliknya berjalan dibelakangku, aku merasa seperti seorang ratu.

Hingga aku berhenti didepan sebuah gaun yang begitu indah, aku menatap gaun itu dengan mata bersinar terpesona tetapi saat melihat harganya aku hampir terbelalak 250 juta.

” Aku ingin baju ini” Aku mendnegar sebuah suara dari belakangku, dan aku sedikit terbelalak melihat Hyemi dan ahjumma park berdiri dibelakangku dan ia juga terlihat terkejut karena keberadaanku. Ia kemudian memasang wajah kesal padaku, seorang yeoja bule yang berdiri disamping baju itu menatap kami berdua

” Aku ingin membeli baju ini” Ucapku tidak mau kalah

” Memang kau punya uang” Ucapnya dengan menatapku merendahkan. Aku tersenyum kecut padanya

” Kalian bisa berlomba harga, lelang baju ini dibuka dari harga 250 juta.”
” Aku 255 juta” Ucap Hyemi

” 260 juta” Ucapku

” baiklah 275 juta” Ucapnya dengan kesal, aku ingin menarik rambutnya hingga botak. Paling-paling ia bisa berbelanja dengan sombong karena harta orang tuaku, mereka benar-benar licik dan aku membenci mereka. Jika nanti umurku sudah mencukupi aku akan mengambil kembali harta orang tuaku yang semakin terkurang karena keborosan mereka. Harta ayah dan ibuku sangat banyak hingga bisa dikatakan sangat sulit untuk habis dengan perusahaan multiinternasional yang berada dibawah perusahaan Minho, dan sekarang perusaan itu dijalankan oleh orang kepercayaan ayahku yang hanya peduli menjalankan perusahaan itu tanpa memperdulikan keadaanku. Yang ia tahu hanya memberikan uang dan uang untukku padahal uang itu masuk kantung saudara sepupu dan bibiku.

” 290 juta”

” Aish! 450 juta” Ucapnya dengan senyum sombong. Aku terdiam cukup lama, apakah Minho akan marah jika aku menggunakan uangnya banyak?”

” 650 juta” Aku mendengar suara dibelakangku, Chloe kekasih gelap Minho berdiri sambil menatapku dengan tidak suka. Aku mendesah pelan, aku dihadapkan dengan 3 orang paling tidak ingin ku temui didunia.

Gaun itu indah,

” Nyonya, kau bisa mengajukkan harga yang lebih mahal. Anda mempunyai Black credit card ” Aku mendengar seorang bodyguard yang sejak tadi dibelakangku.

” Dia memiliki apa? ” Aku  mendengar Chloe bertanya dengan marah. Kemudian aku mendengar suara dari belakang.

” Aku memberinya Credit Card tak terbatas. Aku beli gaun ini, aku mengajukan penawaran 900 juta ” Ucap Minho dengan santai lalu mengeluarkan Credit Card yang sama seperti milikku dan memberikannya pada yeoja yang tadi berdiri disebelah pakaian itu. Yeoja itu mengangguk kemudian mengambil Credit Card Minho dan membawa pakaian indah itu untuk di bungkus.

Hyemi yang sejak tadi diam kini menatap kami dengan mulut menga-nga, aku menatapnya dengan datar dan kemudian ia berjalan pergi saat menyadari Minho mengenalinya sebagai salah satu orang yang mencelakaiku kemaren.

” Minho , ada apa denganmu sebenarnya? Secepat ini kah kau melupakanku?”
” Sudah ku katakan , aku memutuskan hubunganku denganmu. Dan mulai bulan depan aku akan mengakhiri uang yang selalu aku berikan untukmu, semua sudah selesai dan kau boleh mencari namja yang lainnya. Bukankah itu pekejaanmu?”

Aku melihat mata Chloe mulai berkaca-kaca dan ia langsung pergi dari sini, Minho terlihat acuh dan kini menatap kearahku.

” kau seharusnya menggunakan kartu mu, aku sudah memberikan Black Credit Card. Kau bisa mengunakannya untuk membeli apapun disini, mengapa kau malah diam saat mereka berusaha menjatuhkanmu tadi?”

” tetapi aku tidak punya uang sebanyak itu hanya untuk membeli gaun seharga 900 juta! Gaji ku pun tidak akan bisa membayar hutang ku padamu” Ucapku dengan pelan.

” Sekarang kartu itu dan uang yang kau gunakan dari kartu itu adalah milikmu . Aku memberikannya padamu dan aku tidak mau tahu, kau harus berbelanja memakai kartu itu. Berkeliling lah dan aku tidak mau kau tidak berbelanja , bodyguardku akan mengantarmu.”

***

Aku melemparkan tubuhku keatas kasur sambil mendesah lega, kemudian menatap banyak kantong belanjaan. Benar-benar gila, aku menghabiskan uang hampir lebih dari 5 M dan aku benar-benar tidak bisa menghentikan tanganku saat melihat baju demi baju yang indah. Namja itu malah mengatakan bahwa aku terlalu membeli sedikit baju, apakah dia sekaya itu! Aku menghabiskan uang yang banyak!

Kaki ku terasa pegal, aku dengan malas bangkit dan berjalan kearah kamar mandi dan mulai melepaskan pakaianku satu persatu.

Aku membuka pintu kamarku setelah mandi dan menemukan Minho sedang duduk didepan televisi ruang tamu dengan segelas Cokelat hangat . Aku duduk disebelahnya tanpa ada rasa ragu, aku nyaman berada didekatnya jadi aku tidak pernah merasa waspada.

” Minumlah” Ia mengambil secangkir cokelat panas kemudian memberikannya padaku. Aku mengangguk dan menerimanya dengan senang kemudian menyeruput cokelat hangat itu.

” Kau suka minion?” Ia bertanya sambil menatap baju tidurku yang berwarna kuning dengan gambar minion. Aku mengangguk menjawab pertanyaannya.

” Aku suka minion”

” Bukankah mereka sedikit aneh?” Tanyanya, ” Mereka bukan hanya sedikit aneh, mereka memang aneh” Ucapku sambil terkikik dan aku melihat sudut mulutnya terangkat membentuk senyuman kecil.
” Jiyeon”

” Ne?”
” Mengapa bibimu bersih keras menikahkanmu dengan anaknya? Bukankah kalian sepupu?” Minho bertanya sambil masih fokus menatap televisi tetapi aku tahu ia menuntut penjelasan. Aku meminum cokelat hangat ku sebentar.

” Woong Sik bukan sepupuku, ayah Wongsik adalah saudara tiri ayahku. Ayahku anak tunggal dikeluaraganya dan begitu juga dengan ibuku, jadi saat mereka meninggal mereka menitipkanku pada keluarga woongsik. Perusahaan itu bukan milik bibi dan pamanku, mereka hanya memegangnya sementara aku berumur 24 Tahun dan bisa menjadi pewarisnya. Ya, perusahaan itu milik ayahku. Awalnya aku kira mereka menerimaku karena mereka memang tulus menjaga dan merawatku tetapi seiring berjalan nya waktu aku mulai merasakan perbedaan, uang yang setiap bulan aku dapatkan dari perusahaan untuk membiayai hidupku mereka ambil dan belanjakan. Begitu juga dengan bulan yang lainnya. Aku hanya anak kecil saat itu, aku hanya bisa menangis dan mereka menjadikanku pembantu dirumahku sendiri. ” Ucapku sambil mengingat kejadian beberapa tahun lalu yang penuh dengan derita.

” Akhirnya, suatu malam aku mendengar mereka bertengkar. Ternyata uang yang selama ini mereka dapatkan dari deposito ku sangat sulit untuk mereka ambil, ya pihak perusahaan sudah mulai mencurigai bahwa uang itu tidak untukku . Bibi dan paman mulai tidak puas dengan uang yang hanya 200 juta setiap bulan dan mereka mulai membuat rencana gila yang memang akan membuat mereka kaya raya. Menikahkan Woong Sik anak mereka denganku, dengan begitu seluruh hartaku akan jatuh ketangan Woong Sik. Disurat wasiat appa, ia mengatakan bahwa jika aku menikah diumur yang tidak sesuai dengan surat wasiat, waliku berhak menentukan bahwa suamiku memiliki kekuasaan penuh atas hartaku , posisi kami akan sama ” Aku bercerita dengan suara sedih sambil mengingat apa yang hendak terjadi dulu.

” Umurku saat itu baru menginjak usia 16 Tahun, gilanya mereka akan menikahkanku diusia semuda itu dengan anak mereka yang sudah berumur hampir kepala tiga.” Aku meringis sambil mengingatnya dengan geli.

” Jadi malam itu , malam ulang tahunku yang ke 17 . Aku melarikan diri , saat itu paman dengan mabuk memintaku keluar untuk membelikannya satu kotak minuman keras , ia memberikan uang sekitar 700 ribu. Sehari sebelumnya, aku membuka gudang ditempat itu eomma menyembunyikan semua perhiasannya. Satu kotak penuh dengan perhiasan, mereka tidak mengetahuinya. Aku mengambil sebagian perhiasan eomma , aku tidak mungkin membawanya karena perhiasan itu sangat banyak, eomma seakan sudah bisa merasakan apa yang terjadi sehingga sehari sebelum ia meninggal ia membawaku ke tempat ia menyembunyikan perhiasan dan beberapa besar uang. Ia mengatakan padaku bahwa jika aku dalam keadaan terdesak aku dapat mengambil uang dan perhiasan itu, jadi malam itu aku mengambilnya. Aku tidak membawa satupun baju , tidak ada yang mencurigaiku. Dan padahal 1 minggu lagi adalah acara pernikahan anak mereka denganku” Aku tersenyum membayangkan bagaimana aku membuat mereka malu.

” Aku hanya gadis remaja tanpa tujuan saat itu, aku berhasil kabur dari rumah dan menemukan sebuah penginapan kecil. Aku menginap selama beberapa malam disitu dengan uang pamanku”

Aku mulai bercerita bagaimana paman dan bibiku yang hampir menemukanku, untung saja saat itu bibi yang memiliki penginapan membantuku dengan berbohong bahwa aku sudah pergi. Setelah itu aku mencari sebuah apartement sederhana yang sampai sekarang ku tinggali. Saat itu aku baru duduk dikelas 2 sekolah menengah atas, aku sekolah disalah satu sekolah ternama dengan jerih payahku. Mereka mencoba menemuiku beberapa kali, untung saja salah satu guru ku menyadari bagaimana perlakuan mereka kepadaku jadi ia mengatakan pada paman dan bibiku bahwa aku sudah tidak pernah masuk ke sekolah lagi.
Singkat cerita aku lulus dan karena dana yang semakin berkurang, aku mencari pekerjaan dan berkali-kali dikeluarkan karena seperti yang kalian tahu, aku terlalu banyak bicara dan sedikit terlalu jujur.

Minho mendengarkan ceritaku dengan serius.

” Aku turut berduka dengan kematian ayah dan ibumu” Ucapnya dengan datar, walaupun aku tahu bahwa itu memang tulus dari hatinya.

” Jika aku melihatmu, aku teringat akan ayahku. Dia namja tampan, tertutup dan tidak banyak bicara. Hingga ia bertemu dengan ibuku saat ia mengunjungi salah satu bisnis nya di pulau jeju. Mereka jatuh cinta saat pertama kali bertemu, tetapi ayahku terlalu tertutup hingga ibuku harus berusaha mendekatinya. Hingga ayahku mulai luluh dan akhirnya mereka menikah dan aku lahir” Ucapku dengan bersemangat sambil mengingat kembali dua orang yang sangat berarti untukku.

” Kau sepertinya sangat mencintai orang tuamu, kau memiliki kenangan yang baik dnegan orang tuamu” Komentar Minho sambil sedikit dengan nada yang sedikit sinis.

” Bagimana denganmu?”

” Tidak ada yang menarik, ayah dan ibuku hanya orang tidak berada. Sejak kecil aku sudah merasakan kesusahan, mereka meninggal saat aku masih sangat muda”

Minho berhenti menceritakan keluarganya, hanya itu yang aku dengar dari bibirnya. Ia seolah enggan membahas tentang keluarganya, yang aku tahu.

Aku dan Minho sama, kami kehilangan kedua ornag tua kami saat kami masih sangat kecil. Tetapi ia berbeda, ia mempunyai rasa bangkit yang besar bahkan saat ia menceritakan orang tuanya. Tidak ada sedikitpun kesedihan diwajahnya.

***

Aku mengemasih barang-barangku dengan enggan, sudah hampir seminggu kami ditempat ini dan aku merasa berat untuk meninggalkan tempat ini. Kota yang paling romantis diseluruh dunia, dengan lampu jalan yang sedikit remang saat malam tiba.

Dengan malas aku keluar dari kamarku sambil menyeret dua koper besarku, bukan hanya dua! Tapi 4 koper . Selama seminggu ini Minho membawaku entah ke berapa fashion show dan dengan sombong memerintahku untuk membeli baju-baju dan menghabiskan uang entah berapa ratus atau millyar.

Bahkan aku berani menjamin, tidak ada baju atau sepatu didalam koper itu seharga kurang dari 100 juta. Semua bermerek brand termahal.

Dua orang bodyguard Minho dengan cepat membawa koperku , aku hanya mendengus. Selama disini sepertinya aku hanya pajangan, aku mungkin hanya menyusun agenda Minho dan selanjutnya aku hanya berbelanja dan bahkan aku tidak disuruh membawa barang-barangku sendiri!

Aku ulang, barangku sendiri! Ini gila …

Namja itu berdiri sambil menatap jam ditangannya dan tanpa menyapaku, langsung keluar dari kamar. Aku menatap kamarku untuk terakhir kalinya, aku merasa ingin menangis.

***

Kami tiba dibandara, melalui jalur khusus dan terlihat hanya kami disini bersama beberapa pengawal Minho. Kami langsung berjalan menujuk lapangan pesawat yang hanya berisi pesawatnya seorang, dimana banyak pesawat yang lainnya…?
Para namja berbaju hitam dan beberapa pramugari terlihat memberi hormat saat kami lewat, aku menatap mereka dengan aneh.

Kami masuk kedalam pesawat besar yang terlihat seakan berlapis emas itu, aku duduk dengan santai didepan Minho yang sejak tadi hanya diam sambil memperhatikan luar. Aku merasa diabaikan.

” Aku kedinginan” Aku mencoba mencari perhatian dan sepertinya aku berhasil, aku pura-pura menatap kearah lain sambil memeluk tubuhku sendiri.

Aku mendengarnya memanggil seornag pramugari dan berbicara dengan bahasa yang tidak akan mengerti. Seperti bahasa alien, bukan itu seperti bahasa jerman? Prancis? Atau entahlah aku tidak tahu…

Kemudian aku mendapatkan pramugari itu memberikanku selimut dan aku berterima kasih, namja itu tetap saja diam dengan semua pikiran yang mengganggu didalam kepalanya yang rumit itu! Aku tidak suka diabaikan seperti ini.

Dan tanpa sadar , aku mulai duduk dengan santai dan menutup mataku perlahan.

” ARGHHH!!” Aku membuka mataku terbangun dan mendapatkan aku sendiri disini, Minho sudah tidak ditempat duduknya tetapi aku mendengar suara teriakkan yang seperti kesakitan dan dengan cepat aku bangun dari kursiku dan berlari dan membuka tirai , aku menutup mulutku dengan ngeri.

Aku tidak tahu apa yang terjadi tetapi…

Lantai pesawat penuh dengan genangan darah para pramugari dengan leher yang hampir putus dan bahkan ada yang terlihat lebih mengenaskan dengan tubuh penuh darah , juga aku melihat para bodyguard Minho yang bernasib sama para namja berbadan besar itu terbunuh dengan lebih mengerikan , bahkan aku tidak bisa membedakan yang mana kepala mereka ditengah kumbangan darah itu.

Namja itu berdiri dengan tangan memegang pisau lipat berwarna hitam yang terlihat tajam dan mengerikan. Ia berbalik kearahku, pakaian putihnya terlihat sudah berwarna merah darah dan tangannya jangan ditanya.

Ia menyeringai dan berjalan kearahku dengan pisau yang mengarah kearahku, ia tersenyum dengan penuh rahasia dan aku tidak bisa berlari. Aku terpaku dengan ngeri, dia tidak seperti ayahku. Ayahku tidak pernah lepas kendali sampai se mengerikan ini. Tetapi entah kenapa aku tidak merasa takut, rasa takutku berubah menjadi rasa iba dan aku bahkan ingin memeluknya padahal ia akan berjalan kearahku dengan wajah gila yang ingin membunuh.

Aku merasakan tangannya dipundakku dan menjepitku di dinding pesawat dengan keras , aku menunggu pisau itu mengenai kulitku. Tetapi saat aku membuka mata, ia hanya memandangiku dengan wajah diam dan menyeringai kemudian ia menciumku! Rasanya begitu nyata!

Bibirnya menekan bibirku dengan lapar dan aku merasakan duniaku mulai berputar , lututku melemah seperti jeli.

” Aku tidak akan membunuhmu. Kau milikku”

” Kau milikku”

To be Continue-

Hallo! Author back dengan ff abal-abal author. By the way author akan menyelesaikan FF ini dulu baru FF yang lainnya jadi author menyelesaikan FF secara bertahap biar Clear. Okay? Tengkyu~

78 thoughts on “All Of You : 4. Mine

  1. Omg minho kenapa tiba”bisa langsung hilang kendali g2 semua langsung d bantai ,tpi g’pa”yg penting dia g’ bunuh jjiyi sepertix minho dah jatuh cinta ma jiyi ,buktix d awal” hubungan minji dah cute banget terus minho juga dah care ma jiyi.di tunggu next part nya .

  2. Greet eonni…. aku penasaran orang tuanya jiyeon matinkenapa? Gak minhobkan yang bunuh? Jangan katakan minho yang bunuh,,, orang tua jiyeon matibkarena keluarga jiyeon kan…. pleas eon jangan lama lama nunggu banget jiyeon milik minho yeah

  3. Omooona:o
    itu minho kl semua orng dibunh dipswt ex jiyeon sm ajh bunuh diri keles, bagus bagus detik2 terakhir cukup menegangkan, keep fighthing

  4. Good thor…
    Walau ngeri baca akhirnya, tpi i like it…
    Jngan lma2 ya thor lanjutnya..
    Di tunggu ff slanjutnya…
    Good luck,,,,

  5. Hei knp minpaaaa bgtu sumpah ngeriiiii

    Minpaaaaa please cpt sembuh

    Aq g yakin minpa dlny org kere kno ia crita k jiyi seprti it pdhl kn ia kaya lalu dr mn kekayaanny

  6. Wuuuuaaaahhhh Jinja Daebak ~.~
    Aku juga mau donk dibelnjain dan dikasih Black card minho oppa #merayu^.~
    Hajiman. Gak jadi deh NGERI JUGA ^^
    takut minho oppa lepas kendali. Aku kan bukan jiyeon Eonni yang bisa bikin minho oppa klepek klepek ^^
    Minho oppa udah bener bener terjatuh kedalam pesona jiyeon Eonni ^^

  7. Sumpah,,,bacanya bener-bener bikin deg-degan
    Gila ternyata minhoo sadis banget,,,,masa semua pramugari dan bodyguardnya dibunuh
    Ckckckckck

  8. Aiiiich knapa minho bisa
    Smoai hkang kndli gitu ya..!!!
    Omooooo
    Jiyi udah d ultimatum law dy
    Mlik minho seorang…Kkk

  9. Buset dah si minho kaya raya banget yah sampe si jiyeon belanja milyaran” gitu.. Seandainya itu kenyataan bahagia banget kayak nya hahaha
    Akhirnya minho mengakui jiyeon miliknya juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s