All Of You : 2. Just Go!

image

Tittle : All Of You
Author : MargaretaIsabela
Genre : Adult, Romance, Love, Psyco

Main Cast : Park Jiyeon , Choi Minho

Support Cast : Find in the story

Note : ada hal yang perlu dijelaskan dalam episode pertama. Anak yang menelepon itu bukan anak Minho tapi anak pria yang dibunuh itu. Minho masih single mak -_-

Jiyeon mengerang pelan saat merasakan kepala nya sakit seperti ditimpa sebuah benda berat. Ia membuka matanya dan meringis sambil memegang kepalanya, tetapi kemudian ia terdiam sambil menatap ruangan asing ini. Ia menatap sekeliling dengan tidak mengerti kemudian menatap kearah bajunya, bajunya telah berganti dengan baju tidur gaun yang berwarna lavender dan begitu tipis. Jiyeon memeluk tubuhnya dengan bingung.

Hingga ia menyadari bahwa seseorang tengah mengamatinya dari ujung ruangan. Jiyeon memfokuskan pengelihatannya dan menemukan Minho duduk dalam diam sambil memutar sesuatu ditangannya seperti pisau..?

” Minho-sii?”

” kau sudah bangun?”

” dimana aku? Apa yang terjadi”

” semalam kau mabuk” jawab Minho dengan wajah diam dan Jiyeon merasakan aura berbahaya dikamar ini. Tiba-tiba ia teringat akan ayahnya, oh iya merindukan ayahnya.

Minho bangkit berdiri dan benar tebakan Jiyeon. Namja itu memegang sebuah pisau ditangannya dan memutar-mutarnya dengan ahli sambil menatap Jiyeon seperti seorang Psikopat. Jiyeon merasakan sesuatu, tidak mungkin batin Jiyeon aneh.

” apa yang kau lakukan?” Tatapan Jiyeon terarah pada pisau itu yang namja itu letakkan didepannya. Dengan senyum mengerikan Minho menatap kearah Jiyeon.

Minho menarik tangan Jiyeon membuat Jiyeon menyerit bingung. Namja itu meletakkan pisau itu ditangan telanjangnya dan mengulusnya. Jiyeon menelan ludah pahit.

Jiyeon merasakan tangannya mulai perih tetapi saat sayatan itu akan berubah semakin dalam tiba-tiba pintu terbuka. Seorang pelayan perempuan masuk dengan sarapan ditangannya dan terkejut kemudian ia tidak sengaja menjatuhkan makanan itu.

Minho menoleh dengan kesal. Ia menghentakkan tanganku kesal dan berjalan kearah pelayan itu yang mulai ketakutan dan menoleh kearah pintu seperti mempertimbangkan untuk melarikan diri. Minho menarik tangan pelayan itu dan menjatuhkannya, pelayan itu mengerang kesakitan saat Minho menancapkan pisau tajam itu dijari pelayan itu. Tanpa pikir panjang aku berlari kearah mereka dan saat Minho akan menusuknya lagi aku menahan tangannya. Aku sering melihat eomma, appa sering kehilangan kendali kadang-kadang dan hanya eomma yang bisa menenangkannya.

” Jangan bunuh dia, apa yang kau pikirkan” ucapku dengan kesal.

” jangan ikut campur, kau akan mendapatkan bagian” ucapnya dengan kasar dan akan mendorongku. Aku menatapnya dengan kesal kemudian menahan tangannya.

” pergilah” ucapku pada pelayan itu, pelayan otu terlihat ragu tetapi ia pergi dengan langkah tertatih. Aku mendengarkan geraman tertahan dari bibir Minho.

” aku akan membunuhmu” ucapnya dan akan menancapkan pisau itu ke bahuku tetapi kemudian ia terdiam , tubuhnya bergetar hebat. Aku menatapnya dengan tatapan berani kemudian berjalan maju dan memeluknya seperti yang biasa eomma lakukan.

Aku meletakkan kepalanya dilekuk leherku dan membisikkan.

” aku tidak takut padamu…”

” tenangkan dirimu, atur nafasmu, jangan ikuti pikiranmu cobalah menahan dirimu. Lepaskan nafasmu perlahan dan hirup pelahan” aku membelai punggungnya yang menegang dengan pelan. Ia lama kelamaan menjadi rileks, aku menariknya perlahan kearah kasur seperti yang dilakukan eomma dan menepuk puncak kepalanya.

” kau anak baik, tidak perlu melakukan itu. Kontrol dirimu, ia seperti itu. Tenangkan dirimu” ucapku sambil membelai lembut punggungnya aku merebahkan tubuhku dan menepuk sampingku dengan pelan. Tanpa pikir panjang ia ikut berbaring disampingku , aku harus melakukannya dengan pelan mahluk ini berbahaya. Ia bisa mengambil nyawaku, ia perlu dilatih.

Aku memeluk kepalanya dan aku merasakan tangan besarnya mulai bergerak untuk memelukku. Aku membisikkan kata-kata menenangkan dan aku mendengar suara dengkuran.

Aiu menghela nafas lega, nyawaku hampir saja terbang.

Minho adalah seorang Psikopat….

***

Kami makan dengan sunyi, sejak tadi Minho tidak melepaskan pandangannya dariku membuatku sedikit salah tingkah dan dengan bodoh menjatuhkan garpu ku aku membungkuk akan memungutnya.

” Jangan diambil. Ambilkan garpu yang baru” aku mendengar Minho memerintahkan pelayannya.

Bajuku telah berganti menjadi baju kantorku yang kemarin, biar bagaimanapun aku tidak merasa enak dengan baju lavender dengan kain tipis yang hanya menutupi bagian intimku. Apalagi minho cukup lama didalam pelukkanku dan jatuh tertidur.

Mengapa ia harus menjadi seorang psyco? Ayolah! Ia terlalu tampan dan mengapa harus dia. Jujur saja, aku jatuh hati padanya.

Dia tampan , kaya raya, sempurna, tidak ada yang kurang darinya tetapi aku tidak pernah memikirkan hal itu. Yang ku tahu aku merasa nyaman berada didekatnya walaupun aku tahu ia bisa menghilangkan nyawaku kapan saja ia ingin.

Psyco adalah gangguan kejiwaan, yang aku tahu orang yang disebut psikopat adalah orang-orang yang melakukan tindakan kriminal tertentu dengan sadis dan tidak punya hati. Mereka bahka  tidak berpikir dua kali untuk membunuh orang-orang yang tidak disukainya, bahkan mereka tidak ragu untuk membunuh orang tua mereka sendiri.

Dulu saat pertama kali aku tahu ayahku adalah seorang psikopat aku benar-benar merasa takut padanya , aku bahkan tidak ingin berada didekatnya. Kemudian , ibu dan ayah memberika  pengertian untukku bahwa biarpun ayah mengida penyakit itu ia tidak akan menyakitiku dan mulai saat itu aku percaya bahwa aku tidak takut dengan orang-orang yang mengidap penyakit itu. Ayahku , aku tidak pernah lagi merasa takut akan disakiti olehnya. Ia menyayangi dan mencintai diriku dan eomma.

Aku membuyarkan lamunanku saat merasakan tatapan tajamnya yang seakan menusukku. Aku balas menatapnya dengan canggung.

” Mengapa kau menatapku seperti itu”

” kau aneh” ucapnya , aku menyerit.

” bukannya kau yang aneh?” Ucapku dengan sedikit tidak terima. Ia terlihat geli.

” apa saja keanehan ku, sebutkan” ucapnya dengan tatapan menantang.

” hanya aku yang tahu” jawabku penuh rahasia dan misteri. Ia menatapku dengan bingung dan juga kembali ketatapan gelinya membuatku memutar mata bodoh.

***

Author’s Pov

Jiyeon menguap sambil menatap jam ditangannya, sudah hampir jam sembilan malam dan Client Minho masih belum menunjukkan tanda akan pulang dan malah bergelayut manja ditangan Minho.

Jiyeon yang awalnya duduk disamping Minho sebagai seorang sekertaris terpaksa bergeser duduk disamping sekertaris yeoja yang Jiyeon tau memiliki perusahaan besar Hwang Coperation. Perusahaan yang menghasilkan penghasilan hampir ratusan juta perhari. Ya walau kalah dari Minho yang penghasilannya mencapai ratusan perjam.

Ya, Minho benar-benar kaya. Namja itu bahkan bisa membeli Seoul kalau ia mau. Pantas saja ia banyak di incar para yeoja sosialita dan lihat saja apa yang di lakukan oleh Claire , ia bergelayut dengan mesra. Claire adalah wanita berkewarganegaraan Jepang dan jika boleh jujur ia benar-benar cantik. Wajahnya seperti boneka dengan hidung mancung dan bibir yang kecil.

Jiyeon merasakan sedikit api kecemburuan yang entah muncul dari mana, yeoja itu terlihat beberapa kali berkedip dan juga membisikkan sesuatu pada Minho. Dan jiyeon hampir terkejut saat melihat tangan nakal yeoja itu membelai kaki jenjang Minho.

Minho terlihat biasa saja, ia menatap kearah dokumen perjanjian dengan teliti. Jiyeon penasaran bagaimana Minho bisa bertahan dengan tangan yang semakin merayap ke inti tubuhnya. Jiyeon merasa geli dan bergidik, kemudian ia menyadari tatapan sekertaris Nyonya Hwang.

” Wae?”

” Hi” Jiyeon menepuk dahinya bodoh. Sekertaris Hwang, berkewarganegaraan Rusia dan tentu saja namja bule yang tampan itu tidak mengerti ia mengatakan apa.

” Why you look at me?” Tanya Jiyeon dengan bahasa inggris yang tidak memadai. Ia benar-benar bodoh dalam bahasa inggris.

” No…no… i just look your beautifull and Sexy Eyes. Ehm… can we have One Night for …”

” one night? Night? ” Jiyeon menyerit bingung. Apakah namja ini bermaksud berkenalan dengannya..?

” Eum… nice to meet you”

” No, Cant I have sex for one night with you? You sexy and hot girls and you’re cute to. Where your home?” Jiyeon kembali menyerit. Apa? Sex? One night? Jiyeon akhirnya mengerti kemudian menggeleng dengan wajah ngeri

“No..No.. I don’t like you. I just like my CEO” Ucap Jiyeon dengan yakin. Tanpa mereka sadari, sejak tadi Minho dan hwang tengah memperhatikan mereka.

Alis Minho terangkat.

” Oh… please, just one night. I very like you, please. ”

” No… no…no” Jiyeon menggeser tempat duduknya dengan ngeri.

” Sorry, but this girl is mine. Don’t touch she” Minho akhirnya berdiri dan meraih tangan Jiyeon. Jiyeon mendengar Minho berbicara dalam bahasa jepang yang membuat kepalanya pusing. Tetapi Jiyeon melihat wajah Mrs. Hwang yang sedikit tidak terima kemudian mengangguk dengan enggan.

” Kajja ”

***

Jiyeon masuk kedalam mobil Minho, ia dengan gugup duduk disamping Minho. Minho berdehem kepada supir untuk mulai berjalan. Jiyeon membuka ponselnya kemudian membuka browser dan entah apa yang membuatnya begitu terkejut hingga menampilkan wajah bodoh. Minho mengangkat alisnya dengan penasaran.

” Apa yang sedang kau buka?”

” One Night Stand”

” Hah? Untuk apa kau membuka hal semacam itu. Apakah kau tak tahu apa itu?” Jiyeon menggeleng dengan bodoh.

” tetapi aku tahu sekarang itu apa. Pria rusia itu ingin mengajakku melakukan hubungan, gila saja! Ia kira ia bisa menyentuhku dengan tangan jeleknya itu, tapi ia tidak jelek sih. Pokoknya bagiku dia jelek” Ucap Jiyeon dengan berapi-api.

” Bagaimana jika aku yang menawarimu” tanya Minho tiba-tiba membuat Jiyeon tersentak kaget.

” Nde?”

” Bagaimana?”

” Hahaha. Kau membuatku terkejut, kau benar-benar bisa saja . Jangan seperti itu sajangnim, bagaimana jika ada yang mengartikan ucapanmu sebagai hal yang sungguh-sungguh” Ucap Jiyeon dengan gagap. Minho tidak menjawab, ia memejamkan matanya sambil bersandar di kursi mobilnya.

***

@KantinPerusahaan

Jiyeon duduk sambil meletakkan makan siangnya, ia menyapa 3 yeoja yang tersenyum kepadanya. Semenjak ia bekerja ia sudah berteman dengan beberapa orang, tetapi ia sudah dekat dengan 3 yeoja baik didepannya. Mereka sangat baik padanya, bahkan mereka selalu membantunya jika ia tidak mengerti beberapa hal

Jieun, Suzy, Luna. Tiga orang yang selalu tersenyum disaat badai datang. Itulah mereka dan Jiyeon sangat suka berteman dengan ketiga orang yang memiliki kelakuan yang sama seperti dirinya.

” Sudah hampir 1 bulan kau bekerja dengan Sajangnim. Itu hal yang fantastik” ucap Jieun denga  mulut penuh makanan

” telan semua makananmu dasar babo” Suzy menunjul kepala Jieun dengan kekehan bodohnya.

” Yak”

” Hal fantastic bagaimana” Tanya Jiyeon sambil ikut memenuhi mulutnya dengan makanan didepannya.

” Biasanya sajangnim selalu berganti sekertaris. Entah berapa kali sudah ia selalu mengganti sekertaris dalam waktu 1 tahun ini. Mungkin lebih dari 20 Orang” ucap Jieun sambil menggeleng.

” benarkah?”

” Dan aku ingin mengatakan sebuah rahasia.” Suzy menyeletuk. Ia mendekatkan tubuhnya hingga Jiyeon, Jieun dan Luna ikut memajukan tubuhnya.

” Semua sekertaris itu menghilang tanpa jejak. Bahkan, mereka seakan tidak ada. Seperti sudah meninggal, tetapi polisi tidak pernah turun tangan atau pun ikut campur. Ada beberapa rumor dan gosip bahwa sekertaris CEO , dibunuh”

” Ha?”

” Tetapi tentu saja itu hanya rumor. Tidak mungkin namja setampan dan sebaik itu tega membunuh orang. Mungkin saja sekertaris itu dipindah tugaskan keluar negeri, kau tahu sendiri bagaimana banyaknya perusahaan Sajangnim”

” Tapi Jiyeon, kau harus berhati-hati.” Ucap Luna membuka obrolan sambil memegang tangan Jiyeon.

***

Minho duduk dimeja kerjanya sambil bersedekap. Ia menatap kearah pintu dengan tatapan tajam seperti akan membunuh.

‘ apa yang terjadi padamu. Mengapa kau menjadi lemah hanya karena seorang yeoja?’

‘ Choi Minho yang lemah, lihat kau berjanji akan menghancurkan semua yeoja yang berani mendekatimu. Tetapi sekarang? Kau malah tertawa bersama sekertarismu, apakah kau tidak takut bahwa ia jahat? Ia bisa saja membuatmu terjatuh, ia sama seperti ibumu perempuan licik. Semua perempuan licik dan benalu untuk kehidupan para pria, mereka hanya untuk di nikmati bukan di cintai’

Minho mencengkram kepalanya, ia mendengar dirinya berbicara kepadanya. Mengapa ia lemah? Apa yang perempuam itu lakukan kepadanya hingga ia bahkan tidak bisa membunuh perempuan itu, kemana jiwa psyco nya!! Ia harus melenyapkan dan menjauhkan yeoja itu dari dirinya, mereka berbahaya.

Perempuan itu harus mati. Ia memang harus mati, secepatnya.

***

Jiyeon mengetuk ruangan Minho beberapa kali tetapi tidak ada jawaban. Dengan ragu ia membuka ruangan itu, siapa tahu Minho pingsan? Atau terkena serangan jantung mendadak. Namja itu sudah terlalu tua hahaha.

” Sajangnim”

Jiyeon berjalan masuk dan ruangan itu terasa dingin dan gelap. Ia bahkan hampir menabrak meja tetapi kemudian ia terkesiap saat merasakan tangannya ditarik dan seseorang menyudutkannya di dinding. Cahaya remang-remang dari salah satu lampu membuat Jiyeon dapat melihat wajah Minho dan tidak lupa dengan benda tajam diletakkan dibawah lehernya.

” apa yang kau lakukan” Jiyeon mendengar suaranya bergetar. Sial! Ia ketakutan, ia tidak boleh ketakutan

” kau ketakutan sayang. Tenang saja aku akan mengakhiri semua penderitaanmu, kita lihat betapa banyak darah yang keluar. Aku yakin kau akan sangat cantik dengan kulit putih terkoyak ini” Jiyeon merasakan pisau itu bermain dikulit tangannya masih dengan Minho menghimpitnya dengan tubuh.

” Minho jangan lakukan ini . Kau dengar? Ini bukan dirimu jangan biarkan ia mengendalikanmu!”

” aku tidak dikendalikan oleh siapapun sayang. Aku sejak awal memang ingin membunuhmu, sejak awal kau sudah masuk terlalu dalam , kedalam kehidupanku. Kau terlalu tidak tahu diri” Minho menggores pisau itu dileher Jiyeon, jiyeon menyerit sakit saat darah segar yang sedikit keluar dari lehernya. Hanya goresan kecil dan kemudian ia merasa tangan Minho bergetar saat merasakan darah Jiyeon ditangannya. Jiyeon menyerit sakit, goresan itu mengenai kulit luarnya tetapi kemudian ia terkesiap saat merasakan bibir itu menghisap darah dilehernya . Seakan menghapus jejak darah itu.

” Mi….Minho..”

To be continue

Maaf ya pendek banget :v terima apa adanya ya. Gomawo~

83 thoughts on “All Of You : 2. Just Go!

  1. biar kaya,tampan,sempurna tapi psyco,gak tahan juga bisa2 senam jantung tiap menit..
    sepertinya minho membunuh yeoja yg mau mendekatinya saja ya?gak acak kayak pembunuhan berantai dan orang2 yg membuat masalah dgnya

    tapi hebat ya polisi gak mau ikut campur pas sekretarisnya pada hilang tanpa jejak.

  2. Seru seru eon bikin penasaran sam tegang bacanya aku suka genrenya walau pun psyco tapi masih bisa di kendaliin sama rasa cinta cerita yang unik aku suka hehe

  3. Ya ampun minho ngeri banget ga pandang orang main mo bunuh aja’ tp untung jiyeon bisa ngatasi sifat minho meskipun blm sepenuhnya

  4. One night stand? Jiyi di ajak minho untng aja nolak.
    Minho ma jiyi kyaknya sling mencintai deh tpi minho nya nga sdar ma prsaan nya sndiri.
    Next eonni ff minjinya. Hwaiting

  5. Serem Minhonya._. Berapa banyak orang yang udah dibunuh Minho.-. . Untung Jiyeon udah berpengalaman sama hal berbau Psycho
    Oke lanjut baca next part😀

  6. Untung jiyeon Eonni bisa nenangin minho, minho emang harus dijinakin.
    Dan minho bilang jiyeon adalah MILIKNYA.
    Uhhhhhh ngeri kalo ngebayangin Minho bakal nyingkirin jiyeon Eonni benaran. Pkknya jangan sampai dehhh ~.~
    Jdi minho bisa jadi PSYCO itu karna di kecewain sma eommanya ? !

  7. Aigoooo
    Ngeti juga dech bayangin jiyi
    D lukai gitu sma minho…😨😨😨
    Tpi sperti_ny minho tdak bisa
    Mlukai jiyi lbih…
    Ada apa ya…!!

  8. Haha lucu banget pas baca yg bagian jiyeon ngomong pake bahasa inggris sumpah lucu banget disitu hahaha.

    Ayo minho tahan pscyo nya jangan sampe kau melukai jiyeon .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s