All Of You : 1. Trouble

image

Tittle : All Of You
Author : MargaretaIsabela
Genre : Adult, Romance, Love, Psyco
Rating : Hanya untuk anak diatas 16 Tahun
Song : A Thousand Years untuk dibagian Jiyeon Nyanyi

Main Cast : Park Jiyeon , Choi Minho

Support Cast : Find in the story

Hello Guys, author back.



“Sayang tenanglah, tenang. Tahan dirimu, dia tidak akan menyakiti Jiyeon. Kau sudah membatnya pingsan, jangan membunuhnya kau sudah berjanji tidak akan menyakiti siapapun lagi”

Jiyeon kecil memeluk bonekanya dengan takut, ia menatap sekeliling. Semua mata menatap mereka dengan tatapan penasaran, ayahnya terlihat terengah-engah seolah mengontrol diri dan eommanya datang menenangkan ayahnya.

Tadi seorang namja hampir saja merampok mereka dan ia meletakkan pisau dileher Jiyeon kecil, tanpa disadari Yoochun mulai mengeluarkan monster yang selama ini ia coba kubur dalam-dalam demi cintanya pada Tae Hee dan puteri mereka Park Jiyeon.

Pria yang tadi meletakkan pisau tajam itu dileher Jiyeon terkapar tidak berdaya dengan tangan berdarah dan juga kepala yang Jiyeon rasa akan memar yang cukup parah. Tae Hee dengan segera menarik tangan Jiyeon kecil untuk pergi bersama Yoochun yang terlihat berjalan lebih dahulu.

Jiyeon tahu, ayahnya adalah seorang Psyco . Tetapi ia menyayangi appanya melebihi apapun

***

Jiyeon membuka matanya dengan terangh-engah, ia kembali bermimpi tentang apa yang terjadi di pameran lebih dari 15 tahun yang lalu.

Jiyeon menghela nafas pelan merasakan rasa sakit , ia merindukan ayah dan ibunya. Seandainya mereka masih disini, masih didunia ini mungkin ia masih dapat membagi keluh kesahnya.

Jiyeon bangun dari kasurnya dan turun ke lantai bawah rumah kecilnya yang indah. Ia membuka lemari es nya kemudian mengambil sebotol air dan meminumnya dengan haus.

“Aish” Desahnya lelah.

Kemudian ia berjalan kembali kearah kamarnya dan duduk sambil membuka laptop usang miliknya yang ia beli dengan susah payah dari hasil gajinya selama 2 tahun di Cafe. Dengan susah payah ia bekerja dan terus bekerja dimana-mana untuk membiayai hidupnya dan biaya kuliahnya.

Uang yang ditinggalkan mendiang ayah dan ibunya dibekukan hingga ia berumur 24 Tahun. Jika menunggu 3 Tahun lagi, ia yakin percuma untuknya melanjutkan kuliah jadi ia mencoba bekerja dan terus bekerja.

Setidaknya ini lebih baik dibandingkan tinggal ditempat penyiksaan yang disebuah rumah oleh bibi dan pamannya yang licik itu.

Mereka memungutnya karena harta ayah ibunya, mereka mencoba mengalihkan harta itu atas nama mereka dan Jiyeon berhasil melindungi harta orang tuanya dengan kabur dari rumah itu. Mereka berencana menikahkan anak lelaki mereka yang tidak berguna itu demi menguasai seluruh harta Jiyeon yang ditinggalkan ibu dan ayahnya, dan Jiyeon berhasil kabur atas akal cerdasnya.

***

Jiyeon menatap pantulan dirinya di cermin, ini hari pertamanya bekerja disebuah perusahaan besar sebagai seorang sekertaris CEO. Ia tidak menyangka ia dapat menempati posisi yang langka ini, alangkah bahagia dirinya. Setidaknya walaupun ia tidak melanjutkan kuliahnya lagi, ia memiliki pekerjaan yang akan menjamin kehidupannya dan jiyeon akan mencoba untuk sebaik mungkin bekerja dalam pekerjaannya kali ini.

Jiyeon menatap baju yang membalut tubuhnya, ia mengeluarkan banyak uang untuk membeli baju mahal ini. Baju berkualitas yang biasa dipakai oleh para sekertaris dan juga rok yang cukup pendek dan ia merasa tidak nyaman dan ia sadar bahwa ia harus memakai baju ini suka atau pun tidak, ia menatap kearah sepatunya yang mengkilap mahal. Setidaknya ia akan mendapatkan kembali uangnya setelah ia bekerja.

Hari ini ia akan bertemu dengan CEO untuk pertama kalinya dan ia merasakan kegugupan luar biasa. Semoga saja CEO itu benar-benar bisa diajak berteman. Semoga saja.

*

Perusahaan raksasa ini memang mengagumkan, semuanya terlihat elegan dan juga mahal tentunya. Bahkan para karyawan terlihat berkualitas dan tentunya mempunyai kecerdasan diatas rata-rata dan ia termasuk salah satu yang beruntung karena terpilih menjadi sekertaris CEO!

Jiyeon berjalan kearah lift dan memencet lantai paling atas karena disitulah ia akan bertemu CEO nya.

Ia merasakan tangannya menjadi dingin.

Selama didalam lift ia merasakan tatapan yang menusuk dibelakangnya dan ia mendengar para wanita bergosip. Mereka menghina cara berpakaiannya, biar bagaimana pun ia membeli pakaian ini dengan hampir seluruh tabungannya dan mereka menghina nya. Begitu sombong dan tipikal para orang kaya.

***

Jiyeon’s Pov

Aku menghela nafas lega saat para wanita itu berhenti di lantai 5 dan aku naik kembali ke lantai 9 . Sebentar lagi aku akan bertatap muka secara langsung pada CEO SHINHWA GRUP dan ini benar-benar pengalaman yang mengagumkan. Ia tahu, namja itu sangat tampan ia sering melihat namja itu muncul diberita tentang kekayaannya yang ia miliki dari perdagangan, perkantoran, perhotelan, sumber daya dan oh! Dia hampir menguasai semua bidang bisnis yang menguntungkan.

Dia pasti pria cerdas.

Pintu lift terbuka dan aku berjalan keluar dengan perlahan, ruang besar dengan kursi berkualitas. Lantai khusus untuk CEO dan aku melihat meja yang akan aku pakai nanti disamping pintu besar yang menjadi ruangan CEO, meja itu terbuat dari kayu berkualitas yang sangat mahal dan tempat duduknya terbuat dari busa dan aku tidak akan bosan duduk 24 jam dimeja dan kursi ini

Aku meletakkan tas ku diatas meja dan tersenyum dengan gembira.

Tiba-tiba telepon diatas meja berbunyi, dengan ragu aku mengangkatnya.

” Yoboseyo?”

” Keruanganku sekarang” Aku mendnegar suara datar diujung telepon.

” Ini siapa?” Aku bertanya dengan bodoh dan aku mendengar dengusan diujung telepon.

” Choi Minho, ke ruanganku sekarang.” Ucapnya dengan nada yang sedikit kesal, aku menyerit lagi. Siapa Choi Minho?

” Choi Minho Nuguya?”

” Kau… Aish” Aku mendnegar telepon ditutup dan mendengus kesal, bagaimana ada orang yang tidak sopan dengan asal menutup telepon. Choi Minho? Minhonta hahaha

Tiba-tiba pintu besar tempat CEO berada terbuka dan menampilkan seorang namja tampan berjalan keluar dengan wajah datar dan dingin tanpa ekspresi tetapi aku terpesona. Oh dia sangat tampan, lebih tampan dari Justin Bieber yang menyanyikan lagu Babi eh? Babi ? Babe? Or Baby. Ah pokoknya itu lah.

” Apakah kau Sekertaris baru itu?” Tanyanya dengan nada yang sedikit tidak percaya dan menilaiku dari atas sampai bawah membuatku sedikit salah tingkah.

” Nde”

” Oh Holy Shit” Aku mendengarnya mendengus kemudian berbicara bahasa alien seperti bahasa klekplekplekkoplekplek , yah aku hanya menguasai bahasa ingris dan aku sepertinya mengenalnya ia memakai bahasa China :v dan aku mendengarnya berbicara seperti menggunakan bahasa Alien begitu cepat hingga aku tidak bisa mengerti apa yang ia katakan

” Holy? Nama saya bukan Holy, Park Jiyeon” Ucapku mengulurkan tanganku dengan polos, aku melihat para Bodyguard yang berbadan besar menatap kami dengan tatapan geli terlebih lagi padaku.
” ORLAND!!!” Aku mendengar namja itu berteriak, ia begitu tidak sopan. Dengan segera aku meletakkan tanganku dimulutnya, ayah dan ibu selalu menutup mulutku jika aku berkata kasar atau berteriak yang membuat orang lain terganggu. Namja itu terlihat terkejut dengan apa yang ku lakukan.

” Apa yang kau lakukan?” Ia mendorongku dengan kasar, membuatku hampir terjungkal ke belakang. Aku menatapnya dengan kesal, namja kasar sepertinya bisa menjadi seorang CEO? Oh Jinja

” Aku mencoba membuatmu tidak berteriak seperti itu, kau itu CEO dan kau contoh yang baik. Tetapi kau tidak boleh berteriak seperti itu, kau bisa membuat orang lain terganggu dengan teriakanmu. Kau lihat wajah-wajah malang para namja berbadan besar itu,mereka seperti akan terbang terbawa angin puyuh yang diakibatkan suaramu. Jika eommaku masih hidup ia akan mengomelimu sepanjang malam dan itu tidak menyenangkan kau tahu? Kakiku bahkan terasa mati rasa saat itu karena aku hanya mengatakan bibiku dengan kata hei kau pelacur jalang siapa suruh ia mencoba menggoda ayahku yang tampan dan rupawan itu” Omelku dengan tidak sadar dan kemudian aku langsung menutup mulutku saat aku melihat wajahnya memerah menahan amarah.

” Kau!”

” Aku kan sudah bilang kau tidak boleh berteriak” Aku balas berteriak frustasi kepadanya dengan berkacak pinggang dan itu membuatnya sedikit terkejut. Bukan sedikit, ia terlihat terkejut.

***

Author’s Pov

Minho dengan kesal langsung berbalik dan masuk kedalam ruangannya dengan ucapan kesalnya. Para bodyguard yang tadi diam membisu kemudian berjalan kearah lift dan berdiri disitu seperti patung, mereka bahkan tidak bergerak selama 4 jam! Dan Jiyeon berdiri dari tempat duduknya untuk datang kearah mereka.

” Kalian tidak lelah?” Mereka hanya diam tidak menjawab

” Aigoo. Apakah kalian tidak capek, aku bahkan tidak akan snaggup berdiri hanya dalam waktu setengah jam dan kalian ! WOW AMAZING! Bolehkah aku memotret kalian?” Para Bodyguard saling menatap bingung dan kemudian mengangguk dengan kaku, Jiyeon berteriak senang kemudian memoto mereka satu persatu.

Jiyeon mengerjakan laporan didepannya yang menggunung dengan serius, laporan itu harus selesai dalam waktu satu hari dan ia diancam jika tidak bisa mengerjakan laporan itu ia akan dipecat dan Jiyeon merasa ketakutan. Ia baru hari pertama bekerja dan akan dipecat? Jiyeon menghela nafas kesal. Ia menatap jam kemudian meletakkan pulpennya dengan puas. Ia mengerjakan laporan itu hanya dalam waktu 2 jam 30 menit dan ia puas. Kemudian ia mengambil buku tebal dan membukanya, disana terdapat biodata para karyawan dikantor besar ini beserta divisi mereka dan juga pekerjaan mereka dan banyak.

Ia diminta menghapal nama-nama dibuku itu, tetapi kemudian ia mengambil lagi satu buku besar terdapat nama para Klien penting dan nama perusahaan-perusahaannya. Dan tugasnya adalah mengingatkan Minho nama-nama klien itu saking banyaknya karena Minho seperti namja pelupa, tidak heran karena banyaknya Klien.

Jiyeon meletakkan dua buku besar itu kedalam tasnya. Kemudian membawa laporan yang ia kerjakan dan mengetuk pelan pintu besar itu, mata para bodyguard mengikuti gerakannya yang masuk kedalam pintu , yeoja itu akan menjadi penganggu saat bekerja disini.

” Aku sudah selesai mengerjakannya”Ucap Jiyeon dengan puas sambilmenyerahkan Map segunung itu ke meja Minho. Minho menatap map didepannya dengan tatapan aneh kemudian menatap Jiyeon.

” Kau sudah mengerjakannya?” Tanyanya tidak percaya, mantan sekertarisnya mengerjakan laporan seperti ini biasanya dalam waktu 3 hari dan yeoja itu mengerjakannya dalam waktu kurang dari 3 jam! Benar-benar gila

” Ya” Jawab Jiyeon dengan semangat

” Apakah aku ada pekerjaan lagi. Jam berapa aku harus pulang?” Tanya Jiyeon dengan polos. Minho menelan ludah pahit kemudian menatap yeoja itu.

” Kita akan bertemu klien pada pukul 7 malam nanti dan kau harus ikut. Karena kau sekertarisku, siapkan dokumen untuk pmebangunan hotel yang ada di Gwangju”

” Baik presdir”

” Kau boleh keluar”

***

Entah apa yang terjadi malam ini hingga mereka berakhir rapat di sebuah karoke? Minho memijit pelipisnya tidak mengerti saat menatap Mrs.Takahashi , dia adalah klien yang super dingin dan juga tidak pernah tertawa ataupun tersenyum dan juga tidak dapat dengan mudah dekat dengan orang lain apalagi dari kalangan seperti Jiyeon. Awalnya mereka bertemu di salah satu Restaurant Jepang dan membicarakan tentang pembangunan yang direncanakan dan tiba-tiba Jiyeon dengan polosnya membicarakan tenang makanan yang sedang ia santap. Awalnya Mrs.Takahashi menatap Jiyeon dengan tatapan tidak suka tetapi tiba-tiba suasan berubah dan lihatlah sekarang perempuan paruh baya jepang itu bernyanyi seperti orang gila sambil merangkul pundak Jiyeon dan menyanyikan lagu Jepang kokorono tomo

Setelah mereka bernyanyi tiba-tiba Jiyeon memilih lagu A Thousand Years milik Christina Perry dan tiba-tiba yeoja itu berjalan kearahnya dengan senyuman polos  Minho merasakan tatapan para bodyguardnya dan bodyguard milik Mrs. Takahashi

Jiyeon melirik gelas Jiyeon yang sudah kosong. Sial! Yeoja itu mambuk

Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow

One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What’s standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this

One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

One step closer
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

Yeoja itu menyanyi dan menarik tanganku dan dengan malu aku bangkit dari kursi tempat dudukku dan yeoja itu bergelantungan dileherku sambil terus bernyanyi seolah hanya kami yang ada diruangan ini.
Kemudian diakhir lagu ia memelukku, ini pertama kalinya ada yang memelukku. Ini pertama kalinya aku tersenyum, ya tanpa ku suruh bibirku mulai membentu senyum saat yeoja bodoh ini tertidur dipelukkanku.

***

Aku menggendong Jiyeon yang sudah jatuh tertidur masuk kedalam rumahku, aku tidak tahu dimana ia tinggal dan terpaksa aku membawanya. Aku tidak mungkin meninggalkan yeoja ini ditengah jalan atau ia akan membuat keributan atau kekacauan yang sangat parah.

Aku menatap wajahnya yang semakin menyeruak kedalam leherku, hidungnya menyentuh leherku dan aku merasakan tubuhku menegang. Ia memelukku semakin erat seakan ia mencoba berlindung padaku, seharusnya ia takut seharusnya ia tidak pernah mencoba untuk berada didekatku. Ia salah jika meminta perlindungan pada namja sepertiku, aku bukan namja yang bisa diajak berteman ada monster didalam tubuhku.

*
*
*

Aku duduk diruang kerjaku sambil menghisap cerutuku dengan santai, aku mendengar ketukan perlahan didepan pintuku. Seorang namja dengan keadaan babak belur masuk dan menatapku dengan ketakutan, aku menatapnya dengan senyum yang biasa aku tunjukkan saat rasa hausku akan membunuh muncul.

” Jung Jae Hyun” Aku memanggil namanya, ia bergetar sambil menatapku.

” Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja. Aku benar-benar tidak sengaja membuat kekacauan disana, saat itu aku mambuk dan aku tidak sengaja membuat kekacauan dipestamu” Aku tersenyum sambil menatapnya, ia Jae Hyun salah satu saingan bisnisku. Minggu lalu ia merusak semua acara yang kuadakan, ia berpura-pura mambuk dan naik ke podium dan berteriak seperti orang gila sambil menyumpahiku. Dia benar-benar bodoh.

Dia tidak pantas hidup. Manusia tidak berguna tidak pantas hidup. Aku mengambil pisau yang ada didalam laci mejaku dan berjalan kearahnya, ia terlihat bergetar saat aku sudah berlutut didepannya dan …

Ia berteriak ekncang saat aku memotong satu jarinya, aku merasakan kepuasan saat memotong anggota tubuhnya. Kemudian setelah aku puas, aku meminta anak buahku untuk membuang mayat tidak berguna itu. Bajuku dipenuhi dengan darah dan itu benar-benar menjijikkan jika mengingat darah ini milik laki-laki tidak berguna itu. Aku mengambil ponsel namja itu yang tadi terjatuh, ponselnya bergtar dan aku melihat nama pemanggil

Uri Hanbyul

Aku menekan tombol hijau dan terdengar suara diujung sana.

Yoboseyo appa?

Appa , kapan kau pulang? Aku tidak bisa tidur sekarang, aku dan eomma menghawatirkanmu. Bukankah kau bilang akan pergi sebentar untuk membelikanku sepatu baru?

Appa? Bicaralah, apa yang terjadi padamu.

Appa

Appa… Hikss…hiks

Aku mematikan sambungan telepon itu, aku membenci mereka. Kasih sayang bulshit! Aku membenci hal yang berbau kasih sayang dan cinta, jiwa membunuhku akan muncul jika mendengar kata itu, begitu menijijikkannya.

***

Aku membuka kamar tamu dan melihat yeoja itu sudah berbaring dengan tenang, aku meminta beberapa pelayan untuk mengganti bajunya dan mereka mengganti bajunya dengan sebuah baju tidur berwarna putih yang menampilkan betapa putih dan mulus kulitnya. Tatapanku menjelajahi kulitnya kemudian semakin turun ke dadanya, dan sepertinya dadanya tidak terlalu buruk dan berjalan turun kearah kaki jenjangnya yang tidak tertutup apapun.

Aku membayangkan bagaimana jika pisau tajamku menggores kulitnya.

Jujur saja, aku sanga tergoda untuk mengoyak kulitnya. Ia begitu seenaknya, ia membuatku merasakan sesuatu yang tidak seharusnya aku rasakan. Aku akan membunuhnya

To Be Continue

Akhirnya part 1 selesai juga. Wkwkwk
Mohon kritik dan saran dan juga komentarnya, apakah cerita ini menarik? Jika ya maka author akan lanjutkan dan jika tidak author akan menghapus cerita ini dan membuat cerita dengan genre baru. Seperti Marriage life yang sering menjadi genre banyak fanfiction.

Maaf ya kalau tidak semenarik yang kalian inginkan. Btw , fanfiction ini lumayan mengandung rating tinggi. Jadi anak diumur 16 tahun mohon geser jangan berani-berani baca ya. Karena ada adegan NC nye. Makasihhhhhh! Lopelope dari author cantiks

85 thoughts on “All Of You : 1. Trouble

  1. Kerjaan minho apa?? Koq dy sadis bener ya
    Minho psycho juga?? Sama kyk appa nya jiyeon donk berarti
    Semoga jiyeon bisa ngerubah minho

  2. annyeong Aku redears baru ijin baca ya… cerita nya sungguh menarik. jiyeon merindukan appanya yang psysho,dan iya berurusan dengan bos nya yang pyshco juga…

  3. Ayah jiyeon psyco sekrang calonnya jiyeon psyco? Heemm hidup dikelilingi orang psyco…
    Awalnya males buat baca, soalnya minho enggak terlalu suka ma nih anak…eh pas liat di RM kok ganteng ya? Hahaha *baru sadar*

  4. Ommo Minho Is psyco >.< dan apa dy bilang ? Dy mau bunuh jiyeon Eonni ? ?! Michinde ~.# Jinja michin saramiya~~
    Sma kaya appa-nya jiyeon donk.
    Tpi agak kocak jga ngebayangin kelakuan jiyeon Eonni tadi pas baru ktmu minho.
    Overall nan Jinja joahae ^^

  5. Omoooooo 😱😱😱😱
    Minho shyco ya eon,,,
    Aigooooo
    Smga jiyi gak d apa”in ya…
    Neeeext q mau baca..hehe

  6. Duh.. minho serem banget gitu 😨
    Gmana nasib jiyeon selanjutnya kira2, ga di bunuh kan??
    Ga mungkin… klo jiyeon di bunub nanti ff nya END donk 😒

    Betewe gue reader baru di sini minta ijin baca ff di sini boleh kan thor, min??
    Terimakasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s