Love Comes Suddenly [ End ]

image

Love Comes Suddenly

Aku tercebur kedalam air dingin itu, aku menggapai apa yang ada didekatku. Aku tenggelam dan merasa frustasi, hingga tanganku menangkap sesuatu seperti sebuah tali, aku menangkap akar pohon dan mencoba menepi. Aku terbatuk-batuk dan merasa kedinginan aku menatap sekelilingku , dan tanpa berpikir aku berlari. Aku harus segera menyelamatkan Minho dan Yoogeun. Aku mengeluarkan pistol dari saku ku, aku menemukannya di laci mobil Minho.

Dengan tangan bergetar aku berlari dan saat aku sampai, aku melihat Seunghyun akan membidikkan tembakan kearah Minho. Tanpa berpikir panjang aku menembakan tembakan kearah Seunghyun aku mengenai kepalanya , seunghyun tersentak ke belakang kemudian jatuh dengan bunyi keras ke tanah.

Terdengar juga suara tembakan dan Minho jatuh terduduk, aku sudah dapat mengingatnya. Aku mengingat semuanya.

” Jiyeon”

***

” Apakah aku membunuhnya” Pertanyaan itu keluar dari mulutku, aku bergetar sambil menatap Seunghyun yang tidak bergerak. Minho juga menatap kearah mayat itu, darah mengalir disekeliling kepalanya, dengan berat Minho mengangguk.

” Ya kau membunuhnya, bagus” Ucap Minho dengan pelan kemudian berdiri dan berjalan kearahku. Aku masuk kedalam pelukannya, aku menangis dengan pilu didalam pelukan Minho . Entah itu hanya hayalanku, aku merasakan tubuh Minho bergetar dan ia membalas pelukanku dengan sangat erat.
” Aku mengira tidak akan bertemu denganmu lagi” Sedihnya.

” Dimana Yoogeun” Aku mendengan diriku bertanya, Minho juga menegang kemudian menatap kesekeliling.

” Ia bersama Yuri, Minho selamatkan Yoogeun” Aku memeluknya sambil menangis.
Minho membawaku bersamanya untuk memasuki gudang itu, aku langsung merasa lega saat melihat Yoogeun berdiri ditengah ruangan sendiri dengan wajah bingung, sedangkan Yuri berbaring disamping Yoogeun dengan kepala bersimbah darah. Apa yang terjadi?

” Yoogeun , kemari sayang” Yoogeun dengan langkah tertatih berjalan mendekati kami. Aku berlari kearahnya dan memeluknya, aku menciumi wajah puteraku dengan bahagia. Aku benar-benar menghawatirkannya.
” Apa yang terjadi pada Yuri?” Aku mendengar diriku berbisik. Tiba-tiba saja Harabeoji muncul entah dari mana, ia berdiri dengan wajah tidak terbaca.

” Aku membuatnya pingsan, ia akan membunuh Yoogeun jika aku tidak menghentikannya” Ucap Harabeoji dengan desahan nafas legas.

” Bagaimana haraboeji bisa kemari?”

” Aku bersembunyi dibelakang mobilmu, kau sangat panik sehingga tidak menyadari kehadiranku” Ucap Harabeoji. Aku mengangguk dengan kaku kemudian berjalan kearah harabeoji dan memeluknya.
” Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau tidak ada , aku benar-benar menyayangimu harbaoeji”

***

Minho Pov

” Aku benar-benar merindukan masa mudaku. Seandainya saja isteriku masih hidup” Aku mendengar harabeoji menggerutu sambil kembali meneguk wine nya. Musik terdengar begitu memecahkan telinga dan aku merasa tidak nyaman, sudah lama terakhir kali aku kemari.

Lusa adalah hari pernikahanku, dan aku tidak sabar untuk menantikannya. Aku benar-benar akan menjadi seorang suami dan seorang ayah.

” Sepertinya Jiyeon telah merubahmu. Sejak kita tiba disini kau terlihat seperti seseorang yang ingin cepat pulang, kau sepertinya tidak betah. Bukannya kau adalah namja yang yah begitulah”

” Tidak ada yang lebih menarik dibandingkan Jiyeon, dia adalah semua yang indah didalam hidupku” Aku melihat haraboeji tersenyum kemudian kembali menuangkan cairan wine kedalam gelasnya.
” Ya, begitulah rasanya mencintai Choi Minho. Kau ingat bercakapan kita bertahun-tahun yang lalu?”
” Aku mengingatnya” Aku tersenyum

” Aku mengatakan kepadamu bahwa kau akan jatuh cinta, dan kau akan jatuh cinta pada cucuku. Sejak awal aku sudah bisa menebak, tempramenmu dan Jiyeon saling bertabrakan kalian sama-sama bertempramen buruk sama sepertiku dan Yoo Haraku, seandainya saja ia masih disini. Aku begitu merindukan isteriku, aku ingin pergi menyusulnya” Ucap Haraboeji.

” Tidak, kau tidak boleh pergi disaat Jiyeon baru bertemu denganmu” Ucapku.
” Ya aku tahu bocah nakal”

” Aku benar-benar berterimakasih. Kau benar-benar sudah memberikanku sebuah permata paling mahal didunia, Jiyeon adalah segalanya untukku sekarang.”

***

Jiyeon merapatkan tubuhnya agar lebih dekat dengaku. Ia berada dipelukanku dengan keadaan berantakan, ia membuka matanya kecil kemudian aku mencium bibirnya yang memerah karena semalam. Ia mengerang kecil sambil terkikik.

” Jangan, aku masih lelah” Ucapnya pelan sambil menapak pipiku dengan lembut. Aku tertawa.

” Aku mencintaimu , Jiyeon”

” Aku juga mencintaimu Choi Minho.”
” Minho”

” Nde?”

” Bagaimana jika ada seseorang lagi?”

” Maksudmu?”

” Apakah kau sanggup menerima bahwa kau harus membagi cintamu lagi?” Aku mendengar nada suara Jiyeon yang melembut. Aku mencium puncak kepalanya dengan lembut.
” Apa maksudmu sayang?”

” Aku mengandung”

” Kau apa?”
” Aku mengandung” Ulangnya dengan senyum diwajahnya. Aku mengerjapkan mataku dan memegang perutnya yang memang mulai membuncit, dengan bahagia aku mencium pipinya.

” Terimakasih isteriku”

Kami menikah satu bulan yang lalu dengan menyelenggarakan pesta yang sangat besar dan tak terlupakan dan sekarang Jiyeon sedang mengandung anak kedua kami. Yoogeun pasti akan sangat bahagia akan mendapatkan seorang adik baru.

Seunghyun meninggal karena tembakan Jiyeon, tetapi kami tidak menyesali itu. Namja itu cepat atau lambat memang akan menghadapi tiang gantungan dan Jiyeon memang benar dengan menembaknya. Sedangkan Yuri, ia berada dirumah sakit jiwa sekarang. Jiwanya terganggu dengan semua rasa iri dan dengkinya.

***

” Appa”

Yoogeun muncul dipintu kantorku dengan tubuh kecilnya. Ia tersenyum kearahku dan berjalan dengan berlari kecil, aku merentangkan tangan dan memeluknya. Beberapa menit kemudian Jiyeon muncul dengan perutnya yang sudah membesar. Kehamilannya sudah mendekati 6 Bulan.

” Kau seharusnya tetap dirumah , sayang”

” Oppa, kau tidak perlu bersikap begitu protektif. Aku hanya keluar sebentar dari rumah. Lagipula aku diantar oleh supirmu”

” Arraseo. Kali ini saja”

Jiyeon duduk disampingku diatas sofa , aku memanggil asisten pribadiku untuk menyiapkan segelas air mineral untuk Jiyeon. Aku membelai kepalanya dan tersenyum, semasa kehamilannya ia bertambah cantik dan aku semakin mencintainya. Setiap hari aku merasa cintaku bertambah untuk mereka.

Yoogeun tumbuh menjadi namja yang menggemaskan dengan mata besarnya dan sifat ingin tahunya. Ia namja yang cerdas dan ia adalah puteraku tentu saja.

” Yoogeun ingin pergi ke kantormu ia memaksa ingin bertemu. Padahal aku sudah mengatakan padanya bahwa kau sedang sibuk.”

” Aku tidak pernah sibuk jika bertemu kalian. Kalian lebih berarti dari segalanya, nah Yoogeun. Katakan apa yang kau inginkan sehingga ingin cepat-cepat bertemu appa” Ucapku karena aku tahu bahwa Yoogeun sepertinya menginginkan sesuatu.

” Aku hanya ingin mengajak appa untuk pergi membeli beberapa mainan”

” tapi mainanamu sudah bertumpuk dirumah sayang” Ucap Jiyeon. Yoogeun mempoutkan bibirnya dengan kesal.

” Appa akan mengantarmu”

” Oppa”

” Biarkan saja, aku akan membeli apapun untuk puteraku yang tampan ini”

***

Aku terbangun saat merasakan sebuah tangan kecil mengelus wajahku, aku membuka mata perlahan dan menemukan Jiyeon tengah menatap wajahku dan tersenyum lembut.
” Kau tidak tidur? Apakah perutmu terasa sakit, perlukah aku memanggilkan dokter” Aku mulai bangkit dari tempat tidur dan akan menggapai ponselku.
” Oppa kau berlebihan, aku tidak apa. Aku hanya ingin melihat wajahmu, aku rasa ini keinginan anak kita”
” Kemarilah ” Aku memeluknya, Jiyeon mendesah senang didalam pelukanku. Aku mencium puncak kepalanya dengan rasa sayang. Perutnya yang membuncit mengenai perutku, aku merasa senang sebentar lagi kami akan mempunyai dua anak. Aku dan Jiyeon sengaja tidak memeriksa jenis kelamin anak kedua kami karena akan menjadi sesuatu yang mengejutkan, aku menyayangi anak itu mau iya perempuan atau laki-laki.

***

Jiyeon Pov

Aku berjalan memutari Super Market dengan Minho Oppa disampingku, dengan kehamilanku yang semakin membesar ia semakin memanjakanku. Semua mata menatap kearah Minho Oppa, ia memang namja yang sangat tampan jadi tidak mungkin ia menjadi pusat perhatian.

” Minho. Kau Choi Minho” Aku mendengar suara dari belakang, seorang yeoja cantik dan sepertinya berdarah campuran muncul. Ia menggunakan bahasa korea yang pasih tapi wajahnya seperti orang-orang luar negeri. Minho Oppa terlihat menatapnya dengan bingung seolah mencoba mengenali yeoja itu.
” Nde”

” kau ingat aku?” Tanya Yeoja itu.

” Kau benar-benar tidak mengingatku? Kita pernah bertemu di New York, sudah bertahun-tahun sejak itu. Kau bertambah tampan dan ah kau juga terlihat bertambah gagah” Yeoja itu memegang wajah Minho sambil mengelusnya.

” Nuguya?”

” kau benar-benar tidak mengingatku? Padahal kita menghabiskan tiga malam yang menyenangkan bersama” Aku melihat Minho menegang dan tersentak kemudian menatap kearahku. Aku mempoutkan bibirku dan berjalan menjauh aku mendengar suaranya yang memanggilku dan akhirnya ia berhasil menyusulku.
” Ia berbohong Jiyeon , aku tidak pernah menghabiskan malam bersama yeoja.”

” Tapi sebelum mengenalku kau pernah”

” Ya sebelum mengenalmu, aku akui itu. Tetapi itu hanya masa laluku Jiyeon, kau tidak marahkan?”

” Aku tidak marah”

” Tapi kau jelas sedang marah”

***

” Jelas saja kau mau tidur dengannya, ia yeoja cantik dan juga kau tidak melihat betapa indah warna matanya” Aku tidak berhenti mengoceh tentang yeoja yang tadi tanpa sengaja bertemu dengan kami. Minho tidak henti-hentinya meminta maaf padaku. Tapi tetap saja aku merasa cemburu, yeoja itu pernah melihat suamiku dalam keadaan yang hanya aku saja yang boleh melihat. Aish! Aku benar-benar merasa sangat kesal dan aku ingin memukul wajah Minho

” Itu sudah bertahun yang lalu Jiyeon, bahkan sebelum aku mengenalmu. Jika boleh jujur, kau lebih cantik dibandingkannya dan tidak ada yang bisa menandingi rasaku padamu”

” Aku tidak percaya”

” Kau tidak menyadari setiap malam aku mencoba menekan gairahku padamu”
” Oh Choi Minho, aku tidak mungkin tidak menyadarinya. Bahkan dalam tidur kau menciumiku”

” Nah, jadi jangan cemburu dengan yeoja semacam itu karena ia tidak lebih baik dibandingkan dirimu. Mereka hanya masa laluku dan aku tidak pernah mencintai mereka, kau dengar?”

” Aku tidak mendengarmu”

” Apa yang harus ku lakukan agar kau percaya, Choi Jiyeon”

” Aku tidak tahu dan tidak mau tahu”

***

Yoogeun meletakkan kepalanya diatas perutku, aku merasakan tendangan didalam perutku membuatku meringis. Minho Oppa langsung terlihat panik dan berusaha menelpon dokter, aku langsung mencegahnya. Ia benar-benar ayah yang gagal -_- untung saja saat persalinan pertamaku ia tidak ada, ia mungkin akan mengomeliku dan mengomeli bidan yang menemaniku selama persalinan.

Kandunganku sekarang sudah mendekati masa 9 bulan dan mungkin hanya menghitung hari aku sudah menggendong seorang bayi kecil. Aku tidak sabar menunggu kehadirannya. Setiap hari Suzy kemari, memberikan buah-buah dan baju-baju bayi. Ia benar-benar sangat antusias dengan kelahiran anak keduaku.

Aku duduk ditempat tidur dengan hati-hati dan menatap suamiku yang tengah bersiap-siap pergi ke sebuah acara ia terlihat sangat tampan dengan jas hitamnya dan ah ia juga sangat seksi.

” oppa”

” ne?”

” apakah kau akan pulang larut?” Tanyaku sambil mengelus perut buncitku. Ia menoleh kearahku.

” mungkin aku hanya setengah jam disana langsung pulang. Ada apa?”

” Anniyo”

” katakanlah, kau ingin sesuatu” Minho oppa menghentikan aktivitasnya dan berjalan kearahku jantungku selalu bergetar saat ia berada didekatku. Minho sepertinya akan membuatku terkena serangan jantung. Ia ikut mengelus perutku dengan kasih sayang.

” oppa , sudah lama sejak kau menikmati masa mu. Apakah kau tidak bosan dirumah terus dan menjadi pengasuhku, bahkan waktumu bekerjapun tersita untukku. Ada baiknya malam ini kau bersenang-senang dengan teman-temanmu dan…”

” dan kalau kau mau, kau bisa melakukan hal itu dengan… Aku bukannya memintamu selingkuh atau mempunyai seorang yeoja, tetapi sudah hampir beberapa bulan sejak aku hamil kita tidak pernah… aku tahu, kalian para laki-laki tidak akan kuat menahannya dan malah menyiksa kalian. Dulu appaku seperti itu, saat eommaku hamil ia menawarkan appa untuk mencari pelampiasan nafsu sementara ia mengandung. Tetapi bagaimana eomma bisa, ini menyakitkan membayangkanmu dipel-” Minho mencium bibirku dengan lembut kemudian mencium leher jenjangku yang ku yakini meninggalkan bekas merah.

” apakah kau tak sadar?” Ia berbisik

” aku tidak bernafsu dengan yeoja siapapun selain dirimu. Selama kau menghilang aku bahkan tidak pernah memikirkan untuk bercinta dengan yeoja manapun, tubuhku hanya merespon untukmu tidak untuk orang lain. Aku bahkan sempat mengira bahwa aku mungkin impoten”

” nyatanya kau tidak impoten” ucapku dengan sedikit tertawa

” memang tidak, aku hanya bisa jika itu dirimu dan jangan memintaku untuk mencari pelampiasan nafsu. Dengan menciumi tubuhmu yang semakin seksi itu setiap malam cukup membuatku tenang walaupun nanti setelah kau melahirkan kau akan lelah dengan dua bayi yang menyusui ”

” kau bukan bayi oppa”

“Aku bayi.” Minho tertawa lalu mencium leher Jiyeon merasakan bau harum yang selalu ia sukai dan rindukan.

***

[ Author Pov ]

Minho berjalan keluar dari dalam mobil sport putih miliknya. Lampu kamera meneranginya, ia tersenyum. Banyak pertanyaan yang dilemparkan kearahnya dan Minho memutuskan untuk mengabaikannya.

” Choi Minho! Aku benar-benar terkejut kau datang, aku mengira kau lebih menyukai berada dirumah . Semenjak kau menikah aku tidak pernah melihatmu berkeliaran di club lagi” Kim Joong In tersenyum sambil menepuk pundak Minho.

” aku kemari karena menghormatimu sebagai sahabatku. Isteriku sudah hamil tua, jadi aku tidak nyaman meninggalkannya, dan dimana yeoja yang telah mencuri hatimu itu?”

” dia sedang bersama teman-temannya. Minho, kau masih mengingat Ailee?”

” nugu?”

” yeoja yang dulu pernah… ehm… ”

” dia disini, dia mencarimu” ucap Jong In.

” lalu?”

” dia begitu seksi , dan sepertinya bermaksud menggodamu. Awalnya dia menggodaku dan berhubung isteriku lebih wow darinya aku tidak tertarik. Apakah kau berniat menghabiskan satu malam dengan ailee? Dia benar-benar merindukanmu”

” aku tidak tertarik. Aku hanya ingin bercinta dengan isteriku.”

” kau sepertinya jatuh cinta”

” Ya, aku sangat jatuh”

***

Jiyeon duduk kemudian menyerit, perutnya terasa sakit dan… Jiyeon terperanjat kaget saat melihat darah mulai keluar dari selangkangannya dan membasahi kasur putihnya. Jiyeon merasa sedikit panik dan memencet bel pelayan. Seorang pelayan datang dan terkejut.

” Nyonya!”

” aku akan melahirkan. Bisakah kau meminta supir kim menyiapkan mobil, kita harus kerumah sakit segera”

” bagaimana dengan tuan-”

” jangan hubungi dia, ia hanya akan menambah kekacauan dirumah sakit. Namja itu benar-benar akan membunuh dokter dengan suaranya, biarkan suamiku menikmati malamnya ”

” tapi nyonya-”

” segeralah”

” Baik”

***

Minho berhenti didepan rumahnya, dan berjalan keluar dari mobilnya. Minho menoleh kesana kemari, dimana pelayan yang biasanya menyambutnya untuk memarkirkan mobilnya.

Minho berada lebih lama di pesta yang diselenggarakan oleh Jong In. Mereka mengajaknya bermain kartu dan tentu saja diselingi dengan minuman , minho menatap jam ditangannya yang sudah menunjukkan pukul 2 Pagi.

Jiyeon sepertinya sudah tidur.

Minho berjalan dengan pelan dan membuka pintu kamarnya dengan sama pelannya. Ia mengintip dan membukanya perlahan.

” dimana jiyeon” ia bertanya pada dirinya sendiri. Sudah hampir jam 2 pagi dan yeoja itu tidak ada dikamarnya, dengan panik Minho memanggil dan mengumpulkan semua pelayan.

” Nyonya, dibawa kerumah sakit Tuan. Ia melahirkan”

” MWOOOO!!!!!”

***

Minho berlari seperti setan menyusuri koridor rumah sakit dan ia hampir bertabrakan dengan Kim soo hyun yang berdiri didepan ruang persalinan

” dimana isteriku?”

” dia didalam bersama Suzy dan harabeoji, ia akan melahirkan”

” aku harus masuk”

Minho mendorong pintu tetapi pintu terkunci dan terdengar suara erangan kesakitan jiyeon. Kim soo hyun tersenyum melihat ekspresi Minho yang terdiam kaku mendengar erangan isterinya. Wajahnya sepucat kertas.

” Shit! JIYEON KAU TAK APA? APA YANG MEREKA LAKUKAN PADAMU!!!” Minho mendorong pintu itu dengan wajah frustasi dan berteriak, Soo Hyun teringat akan dirinya yang sama frustasinya saat Suzy melahirkan anak mereka.

“JIYEON!!!”

” Tenanglah Minho , kau akan membuat dokter ketakutan. Jiyeon yang meminta pintu ini dikunci, ia tidak mau kau mengacaukan persalinan dengan bentakan frustasimu yang menakutkan itu. Isterimu tidak akan apa-apa, semua perempuan akan kesakitan saat melahirkan”

” tapi dia menjerit! Itu tidak normal”

” Itu normal, bahkan suzy lebih parah. Ia berteriak seperti kesetanan karena sakit perutnya”

Minho berjalan bolak balik sambil menunggu pintu itu terbuka, setelah berjam jam ia mendengar suara tangisan bayi. Ia langsung berjalan kearah pintu saat pintu terbuka beberapa menit kemudian.

Seorang suster menggendong seorang bayi kecil dengan tubuh merah yang rapuh. Minho melihat puterinya dengan takut, betapa rapuhnya bayi ini.

” apakah ia bisa bertahan” suara Minho berubah serak sambil menatap bayi merah itu.

” tentu saja tuan, ia bayi yang sehat. Apakah anda ingin menggendongnya?” Tanya Suster itu, Minho menggeleng dengan tidak yakin tetapi tangannya terjulur untuk mengambil bayi cantik dengan hidung mancung itu.

Oh puteri kecilnya…

Tiba-tiba sesuatu menghantam Minho , ia langsung menatap suster dengan pandangan tajam.

” dimana isteriku?”

” ia ada didalam, ia pingsan setelah melahirkan. Mungkin ia akan sadar beberapa jam lagi, tetapi kondisinya stabil ia hanya kelelahan”

Tanpa banyak bicara , Minho masuk kedalam dan melihat Jiyeon yang berada diatas ranjang dengan wajah pucat membuat minho juga sama pucatnya.

Suzy mengambil bayi kecil itu dari gendongan Minho dan mengamati bayi itu dengan kagum.

” dia benar-benar cantik harabeoji” ucap Suzy pada Harabeoji Park yang juga ikut mengerumbungi bayi kecil cantik itu.

” dia mirip dengan cucuku”

Minho duduk disamping kasur Jiyeon sambil memandang yeoja yang pingsan itu, ia terlihat lemah dan kecil. Minho menggenggam tangan Jiyeon dan menciumnya dengan lembut.

” Terimakasih Jiyeon”

***

Beberapa hari kemudian, Jiyeon diijinkan pulang. Ia duduk disamping Minho, ia menatap bayi didalam pelukannya dengan sayang dan cinta. Yoogeun yang berada dipangkuan minho menatap dongsaengnya dengan rasa ingin tahu.

” eomma, mengapa ia terus tidur? Padahal aku ingin mengajaknya bermain”

” Oh sayangku, adikmu masih terlalu kecil, tunggu dia besar kau bisa bermain sepuasnya. Lihatlah dia, betapa cantiknya” Ucap Minho sambil mencium puncak kepala puterinya.

Jiyeon menggenggam tangan Minho lalu menyandarkan kepalanya dipundak namja itu dan mereka saling mengucapka  kata cinta dengan dua manusia dipangkuan mereka sebagai bukti cinta mereka.

End-

Akhirnya Fanfiction yang ini menemukan episode akhir mengingat author yg selalu berhenti ditengah jalan membuat sebuah Fanfiction wkwkwkw terimakasih atas dukungan selama ini.

56 thoughts on “Love Comes Suddenly [ End ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s