Love Comes Suddenly [ part 9 ]

loves comes sudenlly

Tittle : Love Comes Suddenly

Author : Margareta Isabela

Type : Chaptered

Genre : Romance, Friendship, Marriage

[ MainCast : Park Ji Yeon , Choi Minho ]

[ Other Cast : Bae Suzy, Seunghyun ( OC ), Kim Myungsoo, Krystal, ALL ]

———–

Author back dengan fanfiction ter-gaje sejagat raya!😀 Mian jika part ini kagak bagus dan terlalu banyak typo. Jangan lupa rcl

———–

 

*Author Pov*

 

“ TOLONG!”

Jiyeon terus meronta dan membalikkan tubuhnya mencoba memukul namja yang kini tengah mencengkram tangannya. Jiyeon tidak memperdulikan tangannya yang tadi tanpa sengaja terkena pisau yang ia bawa tadi.

Namja didepan Jiyeon, menahan tangan Jiyeon.

“ Ini aku”

“ Minho “

Minho menarik tangan Jiyeon untuk berjalan ke tempat yang lebih terang. Jiyeon menghapus air matanya yang terus mengalir karena ketakutan tadi dan sekarang ia merasa sangat tenang, jadi namja yang terkapar itu adalah namja yang mencoba membunuhnya tadi.

“ Minho gwenchana?”

“ Apa yang kau lakukan ditempat ini pada dini hari! Kau tahu, akan sangat berbahaya untukmu!” Bentak Minho tanpa sadar. “ aku baru saja mendapatkan telepon dari kantor polisi dan mereka mengatakan bahwa sepupumu melarikan diri dari penjara”

“M..mwo”

“ Kau hampir saja terbunuh! Kau tahu betapa ketakutannya aku! Kau tahu apa yang akan namja tadi lakukan! Ia akan membunuhmu menggunakan pisau tajam itu! Apakah kau tahu kau bisa terbunuh!!” Jiyeon menatap Minho dengan terpaku. Ya tuhan! Namja itu menangis!

“ Minho Mianhae.. aku..aku”

Beberapa pelayan berlari keluar dari rumah dan berlari menuju kearah mereka saat mendengar teriakan Jiyeon. Ga Hee juga berlari keluar dengan wajah cemas khawatir.

“ Jiyeon, gwenchana” Ucap Ga Hee dengan khawatir. Jiyeon mengangguk, kemudian ia teringat dengan luka Minho. Saat ia berbalik, ia tidak menemukan Minho disampingnya. Minho berjalan kearah tempat gelap itu bersama beberapa pelayannya untuk membawa namja yang tidak sadarkan diri itu masuk kedalam rumah , untuk di introgasi.

***

Jiyeon duduk disamping ranjang Minho , Minho memanggil dua orang dokter untuk mengobati luka miliknya dan luka yang ada ditangan Jiyeon. Jiyeon meringis kesakitan saat dokter memberikan obat kedalam luka ditangannya yang cukup dalam dan beberapa kali Minho membentak dokter malang itu karena membuat Jiyeon berteriak kesakitan.

“ Tanganmu akan sembuh setidaknya 2 minggu dari sekarang. Aku sudah menjahitnya, itu hanya luka yang lumayan besar tetapi tidak berbahaya” Ucap dokter yang menangani Jiyeon. Sedangkan Minho hanya diam seakan tidak kesakitan dengan luka yang ada dipundaknya, Jiyeon menyadari suatu hal.. mInho adalah namja yang sangat kuat. Namja itu bahkan bisa berjalan normal tanpa menunjukkan kesakitan dipundaknya. Ia bahkan bisa memenangkan perkelahian antara ia dan namja yang hampir membunuh Jiyeon.

Jiyeon begitu bersyukur, jika Minho tidak menemukannya tepat waktu. Ia yakin ia sudah meninggal saat ini dengan pisau yang menusuk perutnya. Seharusnya ia tidak keluar tadi, Jiyeon menyesali perbuatannya. Hanya karena ia merasa gelisah malam ini, ia keluar ke taman tanpa ditemani. Biasanya, Jiyeon akan membangunkan sarang tetapi entah mengapa hari ini Jiyeon ingin sendiri dan malapetaka itu datang menghampirinya.

Jiyeon menatap punggung terbuka Minho, ada banyak luka disana. Sebuah luka tusukkan yang masih membekas dipundak kanannya dan sekarang Minho memiliki luka tusukkan dikedua pundaknya. Dan sebuah bekas tembakkan. Jiyeon tahu dari mana semua luka itu berasal, Suzy menceritakan semua hal. Jiyeon merasa semakin bersalah, sebagian besar luka itu disebabkan oleh melindungi dirinya.

***

“ Kau akan tidur dikamarku mulai hari ini, aku tidak bisa mempercayai siapapun sekarang. Karena jika berada didekatku, kemungkinan besar mereka tidak akan bisa menyakitimu” Jiyeon berdiri didepan Minho sambil menatap Minho dengan terkejut, awalnya ia ingin menolak tetapi mengurungkan niatnya saat melihat amarah dimata Minho.

Jiyeon mengangguk dengan tegang.

Minho melangkah keluar dari kamar dengan diikuti oleh jiyeon. Seorang namja yang babak belur tengah duduk dengan tangan terikat sambil menatap Minho dengan tatapan takut, ia tidak pernah mengira bahwa Minho akan terbangun dan mendapatkan kabar itu segera. Namja itu mendengus menyesal, seharusnya ia tidak menerima tawaran membunuh yeoja itu jika akhirnya harus berhadapan dengan Choi Minho.

Minho berdiri menjulan bagai raksasa didepan namja ketakutan itu. Jiyeon yang berdiri dibelakang minho hanya bisa menatap namja itu dengan tatapan datar dan marah, bagaimana bisa namja itu mau membunuhnya? Jiyeon bisa menebak bahwa namja yang mencoba membunuhnya hanya namja berumur sekitar 17 atau 18 Tahun.

“ Siapa yang menyuruhmu!”Bentak Minho menggelegar. Namja itu bergetar ketakutan, teman-temannya benar. Choi Minho adalah namja kuat yang mengerikan!

“ Park Seunghyun dan Kwon-“ Ucapan namja itu terhenti saat ia mengingat kembali ancaman yang dilontarkan padanya

‘kau tidak boleh membawa namaku jika kau tertangkap! Katakan jika kau tertangkap, bahwa yang menyuruhmu adalah Park Seunghyun dan katakan pada mereka bahwa Seunghyun akan menghabisi mereka dan itu jika kau tertangkap. Jika kau membawa namaku, aku pastikan eommamu .. tidak akan selamat’

“ Kwon? Kwon siapa?” Tanya Minho curiga.

“ Anni, hanya Seunghyun” Jawab Seo Woo gagap. Namja itu bertambah bergetar saat Choi Minho mencengkram kerah bajunya. Namja itu benar-benar kuat pikir Seo Woo. Minho bisa dengan mudah mengangkat tubuh kecilnya dengan satu tangan padahal Minho baru saja ditusuk cukup dalam. Namja yang kebal

***

“ Jiyeon, apa yang terjadi? Mengapa didepan banyak bodyguard dan bahkan di sekeliling rumah. Apa ada penyusup?” Tanya Suzy dengan polos saat ia sampai dikediaman Choi Minho. Jiyeon mengangguk dengan tidak semangat, semalam setelah Minho memberi perhitungan pada namja yang hampir membunuhnya. Minho mengomeli Jiyeon dan Jiyeon tahu bahwa ia salah dan membuat Minho tertusuk.

Jiyeon menceritakan apa yang terjadi semalam dan Suzy membenarkan sikap Minho yang memarahi Jiyeon. Suzy juga ikut memarahi Jiyeon dan menasehati Jiyeon tentang bahaya yang akan terjadi, Suzy juga hampir terjatuh dari kursi yang ia duduki saat mengetahui bahwa seunghyun kabur dari penjara.

“ Bukankah hanya kita dikeluarga ini yang tahu keberadaanmu. Apakah mungkin-“

“ Apakah mungkin ada orang dalam yang menyampaikan ini pada seunghyun..” Minho yang entah sejak kapan berdiri dipintu menyelesaikan ucapan Suzy. Suzy mengangguk dengan setuju.

“ Siapa orang dalam itu?” Ucap Jiyeon penasaran.

“ Tentunya ia adalah orang yang tidak menyukai kebersamaan kalian atau keberadaan Jiyeon. Tetapi siapa” Bingung Suzy. Minho terlihat berpikir kemudian menggeleng pelan, tidak mungkin. Ia tidak mungkin melakukan hal itu batin Minho.

“ Oppa, kau mencurigai seseorang?” Ucap suzy bertanya. Minho mengangguk dengan ragu.

“ Tetapi tidak mungkin ia, ia adalah orang yang baik dan tidak mungkin melakukan hal seperti ini. Aku mengenalnya , sangat mengenalnya”

“ Nugu?” Tanya Jiyeon

“ Yuri “

***

Jiyeon berdiri didepan cermin kamar mandi, ia melilitkan handuk putih disekeliling tubuh polosnya. Jiyeon menatap dirinya , air mata perlahan jatuh dari mata indahnya.Ia menyesal, bagaimana bisa ia melupakan semua hal selama 2 Tahun terakhir ini. Bagaimana bisa ia meninggalkan Choi Minho tanpa tahu bagaimana perasaan namja itu, jika Jiyeon tahu ingatan yang ia lupakan sangat berharga, ia pasti akan berusaha mencari asal usulnya. Bukannya malah hidup didesa tanpa beban.

“ Siapa kau “ Ucap Jiyeon berbicara pada dirinya sendiri.

“ SIAPA KAU!” Bentak Jiyeon sedih.

Jiyeon terduduk sambil memeluk kakinya dan menangis pilu. Mengapa hidupnya dikelilingi dengan bahaya dan membahayakan orang-orang disekitarnya yang ia sayangi. Choi Minho, Bae Suzy, dan semuanya termasuk puteranya. Yoogeun.

Sebuah ketukan mengagetkan Jiyeon, Jiyeon bangkit dan membuka pintu kamar mandi. Minho berdiri dengan wajah cemas.

“ Apa yang terjadi?”

“ Anni, gwenchana” Jawab Jiyeon dengan pelan. Minho berjalan maju lalu menghapus sungai kecil yang mengalir dari mata Jiyeon, ia membantu Jiyeon untuk berjalan menuju kasur dan duduk didepan yeoja itu.

“ Sekarang katakan, mengapa kau menangis?”

“ Aku tidak menangis”

“ Kau tidak pintar berbohong” Ucap Minho dengan lembut. Jiyeon menjulurkan tangannya untuk membuka kancing baju Minho membuat Minho terperanjat.

“ Apa yang kau lakukan?”

“ Syut.. diamlah” Jiyeon bangkit berdiri dan melepaskan baju itu dari Minho. Minho juga ikut berdiri dan hendak mencegah Jiyeon sebelum ia kehilangan kendali. Tetapi Jiyeon malah mendorongnya keatas ranjang dan duduk diatasnya, nafas Minho tercekat.

“ Kau sudah mengorbankan semuanya untukku dan sekarang katakan apa keinginanmu selama ini? Aku tahu dan katakan”

“ Aku tidak ingin apapun”

“ Kau bohong , Choi Minho” Ucap Jiyeon dengan pelan. Minho mengalihkan wajahnya kearah lain saat Jiyeon membuka lilitan handuk ditubuhnya, ia juga bisa merasakan daerah sensitif Jiyeon yang menggesek perutnya. Minho bergetar hebat karena hal itu.

“ eomma mengatakan padaku bahwa namja tidak akan kuat menahan gairahnya dan eomma bisa melihat gairah dimatamu saat menatapku. Katakan sekarang, kau mau bercinta denganku bukan?”

“ Jiyeon”

“ Katakan”

“ Aku. Ya, aku ingin bercinta denganmu. Kau puas?”

“ Ayo kita bercinta, mungkin dengan kita bercinta aku bisa mengingat sedikit hal” Ucap Jiyeon dengan nada yang dibuat seberani mungkin padahal hatinya menjerit takut dan malu, ia tidak pernah bercinta dengan siapapun selama ini saat ia hilang ingatan dan ia merasa tidak asing dengan tubuh Minho, ada kehangatan disana.

Tanpa banyak bicara Minho membalikkan posisi mereka, rambut cokelat dan panjang Jiyeon terjatuh dibantal dengan mempesona dan tubuh polosnya bersentuhan dengan Minho. Jiyeon menegang saat merasakan puncak payudaranya mengeras dan ia mencoba menahan desahannya.

“ Aku tidak bisa berhenti Jiyeon dan kau harus menerima akibatnya karena membuatku tidak terkendali” Ucap Minho dengan nafas terengah-engah seakan baru saja mengikuti lomba lari. Jiyeon tersentak karena Minho menyatukan tubuh mereka, ada rasa sakit dan hal itu membuat Jiyeon hampir menangis. Bercinta bukanlah hal yang menyenangkan pikir Jiyeon.

“ Jangan bergerak, mungkin karena sudah lama kau tidak terbiasa tetapi kau hanya perlu diam sekarang dan katakan padaku jika kau sudah merasa tidak kesakitan” Ucap Minho dengan lembut sambil mencium kening Jiyeon dan turun ke pipi, telinga dan akhirnya bibirnya jatuh tepat dibibir Jiyeon. Jiyeon tanpa sadar mengalungkan lengannya pada leher namja itu dan memberikan bibirnya dengan suka rela untuk dikuasai oleh bibir Minho yang lapar, namja itu benar-benar lapar dan Jiyeon menyadarinya.

“ Bergeraklah” Ucap Jiyeon saat merasakan tubuhnya yang bersatu tidak keram lagi. Minho mulai bergerak dan Jiyeon menegakkan kepalanya tetap menahan desahaannya , kenikmatan demi kenikmatan meledak didalam dirinya dan Jiyeon tidak bisa memikirkan apapun selain apa yang Minho lakukan padanya. Jiyeon terperanjat saat bibir namja itu melahap puncak payudaranya. Desahan keras keluar dari bibir Jiyeon, Jiyeon sangat bersyukur Yoogeun tidak terbangun dan menangis dan walaupun Yoogeun terbangun, namja kecil itu tidak akan menangis. Namja kecil yang sangat pintar.

Minho mencengkram bokong Jiyeon dan Jiyeon melengkungkan tubuhnya untuk menerima namja itu semakin dalam ditubuhnya, bibir Minho menggigit dan menarik puncak payudaranya dan bergantian mengulum dua gundukan seperti gunung itu. Minho tiba-tiba mengerang hebat dan sama halnya dengan Jiyeon, Jiyeon tiba-tiba panik saat merasakan sesuatu akan keluar. Minho melepaskan tubuh mereka yang menyatu dan malah turun kebawah, bibir Minho bergerak ditempat sensitife Jiyeon, Jiyeon semakin panik. Ia akan buang air kecil dan ia akan benar-benar malu bagaimana mungkin ia akan mengencingi Minho.

“ Minho..Minho” Jiyeon mencoba menjauhkan diri dari Minho yang terus menjilat daerah sensitife nya.

“ Aku akan kencing”

“ Minho” Minho seakan tidak perduli dan malah menambah kebuasannya dengan menggigit lembut daging berwarna merah itu dan Jiyeon menghela nafas lega saat sesuatu keluar tetapi wajahnya langsung panik, Jiyeon sedikit melirik kearah Minho yang malah semakin gila. Namja itu meminum sesuatu yang keluar dari tubuh Jiyeon!

Minho bangkit dan cairan berwarna putih memenuhi mulutnya, Minho menjatuhkan bibirnya dipuncak payudara Jiyeon dan kembali menyatukan tubuh mereka. Kali ini Minho bertambah liar dan Jiyeon merasakan sesuatu memenuhi dirinya dan akhirnya ia merasakan dirinya juga mengeluarkan sesuatu. Jiyeon terengah-engah dan mendesah nikmat saat bibir Minho masing menggoda puncak payudaranya dan menciumi lehernya.

***

Jiyeon terbangun keesokan paginya dengan tubuh yang terasa lengket dan lelah, ia menatap sekeliling kamar dan tidak menemukan keberadaan Minho. Mereka bercinta 3 kali dalam semalam dan namja itu terus membangunkannya. Minho sepertinya tidak akan pernah puas untuk menciumi tubuh Jiyeon.

“ Selamat pagi, Nyonya”

“ Dimana Minho” Jiyeon melilitkan selimut disekeliling tubuhnya dengan wajah memerah dan menatap 3 Orang pelayan yang berdiri disamping ranjangnya. Ketiga pelayan itu tersenyum seperti biasa seakan tidak tahu apa yang terjadi.

“ Tuan sedang berada diruang tamu, sedang berbicara dengan Yuri Agashi”

“ Apa yang terjadi?”

“ Kami tidak tahu Nyonya tetapi Yuri Agashi datang dengan keadaan luka-luka” Mendengar hal itu Jiyeon dengan segera memasang bajunya dibantu oleh ketiga pelayan itu. Sesampai diruang tamu, Jiyeon menemukan Yuri sedang duduk dihadapan Minho dan berbicara dengan serius.

“ Minho “ Panggil Jiyeon. Minho yang sedang menggendong Yoogeun dalam pelukannya menatap kearah Jiyeon dan begitu juga dengan Yuri. Jiyeon berdehem sedikit membuang rasa gugupnya saat menatap wajah tampan minho.

“ Apa yang terjadi?”

“ Seunghyun.. ia meneror Yuri” ucap Minho pelan. Jiyeon menatap Yuri dengan tatapan tidak enak melihat darah yang mengering didahi yuri dan goresan kecil disekitar leher Yuri.

“ Aku harus bagaimana?” Ucap Yuri dengan suara ketakutan. “ Kau akan tinggal disini” Ucap Minho dengan suara berat.

“ Kami akan melindungimu”

“ G..Gomawo” Ucap Yuri dengan senyum berterimakasih dan Jiyeon tersenyum, walaupun hatinya merasa tidak nyaman, ada sesuatu yang salah dengan Yuri dan Jiyeon merasakan hal itu. Yuri terlihat membahayakan untuk Jiyeon.

***

[ Jiyeon Pov ]

 

 

Hanya bunyi dentingan garpu dan gelas yang terdengar, Yuri duduk disamping Minho sedangkan aku malah duduk didepan Minho. Benar-benar terasa menyebalkan, padahal aku belum menikah dengan minho tetapi aku sudah tidak rela melihatnya duduk disamping Yuri yang Suzy bilang adalah mantan kekasih Minho dan yeoja yang dianggap sebagai saudara sendiri oleh Minho dan itu berarti aku harus bersikap baik padanya walaupun aku merasa tidak nyaman dengan tatapannya yang menatapku ada sesuatu disana.

“ Aku selesai “ Aku bangkit dan Minho juga ikut bangkit.

“ Gwenchana?”

“ Nan Gwenchana.. kau lanjutkan saja makanmu Minho, aku ingin pergi menemui Yoogeun diatas” Ucapku.

“ Arraseo, aku akan segera menyusulmu” Aku mengangguk dan berjalan menjauh. Aku berjalan memasuki kamarku dan Minho dengan sarang yang sedang bermain bersama Yoogeun, beberapa hari ini Sarang disibukan dengan restaurant yang diberikan Minho untuk kami kelola yah walaupun aku sama sekali tidak ikut mengelolanya tetapi aku yakin sarang bisa mengelolanya. Sarang menggendong Yoogeun sambil menggoda yoogeun hingga membuat puteraku tertawa keras dengan suara menggemaskannya.

“ Jiyeon, kau sudah selesai makan malam?”

“ Aku merasa tidak nyaman” Ucapku jujur, Sarang seakan mengerti hanya bisa tersenyum.

“ Kau tidak nyaman karena kehadiran yeoja itu? Apa yang salah dengannya? Bukankah ia yeoja yang baik?” Tanya sarang. Aku mengangguk menyetujui ucapan sarang tetapi ada hal lain dari tatapan Yuri yang membuatku merasa terancam dan merasa bahwa ia berbahaya

“ Aku merasa takut, cara ia menatapku berbeda. Ada kebencian disana”

“ Jeongmal?”

“ Aku merasakannya sarang”

“ Mengapa kau tidak mengatakan hal itu pada Minho? Mungkin Minho akan meminta Yuri untuk tidak tinggal dirumah ini jika memang kau merasa tidak nyaman? Aku tahu Minho akan mengabulkan semua permintaanmu”

“ tetapi Yuri dalam bahaya juga karena aku.”

“ Seunghyun menyerangnya?” Jiyeon mengangguk lemah.

“ Bertahanlah sebentar, aku yakin sebentar lagi minho bisa menangkapnya.”

***

Aku duduk diatas tempat tidur hanya dengan menggunakan gaun tidur milikku dulu yang aku temukan didalam koperku yang dibawakan oleh Suzy. Aku melamun memikirkan semua hal, aku ingin merasakan kehidupan normal seperti saat aku tidak tahu bahwa aku sedang dalam bahaya, seharusnya aku memang tetap tinggal didesa jika aku tahu hidupku berbahaya dan membahayakan orang lain. Aku benar benar tidak habis pikir, bagaimana bisa aku memiliki sepupu seperti monster yang kehausan darah?

Aku menutup mataku perlahan, malam ini Yoogeun tidur bersama eomma dan Sarang. Eomma mengatakan bahwa ia ingin memeluk Yoogeun malam ini dan ia merindukan Yoogeun, alasan yang cukup aneh mengingat kami masih tinggal dirumah yang sama.

Kepalaku terasa kembali berdenyut, beginilah.. jika aku ingin mengingat masa laluku kepalaku pasti akan sangat sakit dan rasanya seperti seseorang yang menusuk beribu jarum diatas kepalamu dan aku tidak tahan dengan rasa sakit yang ku rasakan dikepalaku jika aku memaksa untuk mengingat semuanya. Sekarang aku bisa mengingat sedikit hal, aku mengingat Minho. Sejak percintaan semalam aku mengingatnya sedikit, didalam ingatanku kami melakukan hal yang sama dan aku merasa pipiku mulai memerah sekarang. Apakah aku dulu dan Minho mempunyai hubungan yang sangat harmonis?

“Jangan memaksakan ingatanmu”

Sebuah suara membuyarkan semua lamunanku, aku tidak menyadari kehadiran Minho aku terlalu larut dalam duniaku.

“ Rasanya menyakitkan” Ucapku sambil menunjuk kepalaku.

“ Jika memang terasa menyakitkan kau tidak perlu memaksanya, aku akan menunggumu selamanya untuk bisa mengingatku lagi” Ucap Minho dengan senyum lalu duduk disampingku.

“ Apa yang membuatmu tidak nyaman saat makan malam tadi?” Tanya Minho padaku.

“ Tidak ada, aku hanya merasa tidak nyaman” Jawabku berbohong.

“ Aku tahu kau berbohong, katakan sekarang..”

“ Aku merasa Yuri menatapku dengan tatapan aneh, maksudnya dalam hal aneh itu.. ia menatapku dengan tatapan..”

“ Benci?” Tebak Minho. Apakah ia menyadari hal itu juga?

“ Ia memang begitu , mungkin itu hanya perasaanmu saja. Ia memang menatap orang seperti itu”

“ Benarkah?”

“ Nde, tentu saja”

Minho membaringkanku dari tatapannya aku tahu apa yang akan ia lakukan, aku membuka kakiku lebar-lebar membiarkannya masuk kedalam diriku. Saat tubuh kami menyatu aku tersentak pelan kemudian mendesah lirih. Minho menutup matanya seakan mencoba mengendalikan diri, aku menepuk pundaknya.

“ Malam ini berbuatlah sesukamu, puaskan dirimu sendiri. Aku tahu kau tidak sepenuhnya memuaskan dirimu karena kau mencoba menyadari kondisiku tetapi aku benar-benar tidak apa, jadi.. lakukanlah sekeras yang biasa kau lakukan denganku dimasa lalu “

Minho mulai bergerak, ia bergerak dengan cepat hingga ranjang berdecit dan aku mengerang keras dan menjerit saat merasakan kenikmatan yang tidak biasa, tangan Minho bergerak untuk mendekatkan tubuh kami. Sedangkan bibirnya terus menghujani indra-indraku dengan sangat mesra.

***

[ Han Jae Pov ]

 

Aku membuka mataku saat mendengar pintu berdecit kecil, seorang namja masuk dengan wajah yang memucat seakan ketakutan jika ia ketahuan. Aku mengenal namja ini, tetapi aku tidak mengingat namanya. Ia adalah Lee Kwang Soo, ia sekarang sudah tumbuh menjadi namja yang cukup tinggi dan gagah dan apa yang ia lakukan disini?

“ Tuan..” Bisiknya

“ Waeyo?”

“ Aku akan segera membawamu pergi dari sini.”

“ Ne?”

“ Aku mendengar mereka merencanakan sesuatu hal yang jahat padamu. Jadi aku ingin menyelamatkanmu biar bagaimanapun kau adalah namja yang sudah merawatku.”

“ Kau akan membawaku keluar dari tempat ini?”

“ Tentu, kajja”

Kwangsoo membantuku berdiri karena jujur saja, untuk berdiripun aku merasa lemah dan tidak mampu dengan umurku yang sudah berlanjut. Aku hanya ingin satu hal, sebelum tuhan mencabut nyawaku ijinkan aku bertemu dengan cucuku. Aku merindukannya, yeoja kecilku yang manja.

Kwangsoo membopongku dan terus melirik kekanan dan ke kiri. Dengan nafas yang naik turun akhirnya kami sampai didepan sebuah truk kecil yang aku yakini adalah milik kwangsoo, ia memang bekerja untuk seunghyun setelah kabar kematianku yang tiba-tiba itu.

Mobil mulai dijalankan dan tepat saat itu kami melihat pintu gudang itu terbuka dan beberapa orang berlari keluar. Kwangsoo dengan keringat dingin terus menyetir mobilnya dan aku menutup mataku.

“ Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kau masih hidup tuan. Aku begitu terkejut mendengar bahwa selama ini orang yang mereka kurung adalah dirimu dan aku juga sangat ketakutan saat mendengar rencana jahat mereka untukmu”

“ Kau memang namja yang baik Kwangsoo, aku akan membalas semua jasamu. Aku begitu senang bisa memiliki seseorang yang bisa dipercayakan seperti dirimu”

“ Mereka semua sekarang menjadi anak buah Seunghyun begitu juga denganku, aku ditempatkan dibagian pengiriman barang. “

***

Rumah ini begitu kecil dan sederhana dengan hanya ada satu tempat tidur dan televisi kecil. Aku akan membelikan sebuah rumah dan sebuah restaurant untuk kwangsoo saat aku sudah mendapatkan kekayaanku kembali, namja ini perlu diberikan sebuah hadiah dengan semua pengorbanannya untukku.

Kwangsoo datang dengan sepanci kecil makanan yang ternyata adalah ramen.

“ Aku hanya memiliki ini Tuan.”

“ Tidak apa, aku sudah lebih dari senang menerima kebaikanmu. Makanan ini sudah terbiasa untukku, kau tahu sendiri beberapa tahun belakangan ini aku disekap dan mereka sangat pelit akan makanan”

“ Besok kau harus mengantarkanku untuk pergi ke perusahaanku”

“ Bukankah semua kekayaanmu sudah dijatuhkan untuk Jiyeon, Tuan? Dan aku mendengar bahwa harta kekayaanmu dibekukan karena Nyonya Muda telah meninggal”

“ Jiyeon masih belum meninggal dan dalam wasiatku tertulis, bahwa.. jika aku belum sepenuhnya meninggal, harta itu masih milikku”

“ Kau memang jenius tuan”

“ jangan memanggilku dengan sebutan Tuan, kau bisa memanggilku Harabeoji seperti Suzy memanggilku”

“ Baiklah.. harabeoji”

“ Aku akan membalas semua kebaikanmu Kwangsoo”

***

[ Author Pov ]

 

“ Apakah kau sudah mengamankannya?”

Terdengar suara berat dari ujung telepon, Kwangsoo melirik kesamping kanan dan kirinya. Lalu berdehem.

“ Sekarang ia sudah beristirahat, jika bukan karena kau aku tidak akan bisa menyelamatkannya. Terimakasih”

“ Aku akan pergi kesana besok, kita harus segera membawanya ke Korea. Tidak aman untuknya berada di Jepang”

“ Besok ia berencana untuk pergi ke perusahaannya”

“ Lebih baik, kita menyembunyikannya dulu dan tidak membiarkannya untuk keluar . Akan banyak resiko jika mereka menangkapnya. Aku sudah mengorbankan semuanya untuk menyelamatkannya, tetapi biar bagaimanapun ia adalah majikan yang baik untukku dulu. Aku akan menagih janjinya yang mengatakan bahwa namja bernama Minho itu bisa melindungi aku, isteri dan anakku.”

“ Kau tenang saja , semua akan berjalan sesuai dengan rencana”

***

Seunghyun menghentakkan meja dengan tangan bergetar marah, ia menendang meja dan piring-piring yang ada dimeja itu pecah berkeping-keping menjadi beberapa bagian. Dengan bergetar ia kembali mengambil ponselnya.

“ Apakah kalian sudah memeriksa sekeliling tempat itu?”

“…………………….”

“ BAGAIMANA BISA KALIAN SEBODOH INI!”

“…………………….”

“ KALIAN BENAR-BENAR TIDAK BECUS! CARI NAMJA TUA ITU SECEPATNYA! HANYA IA SENJATA PALING KITA PERLUKAN SEKARANG UNTUK MEMBAWA YEOJA SIALAN ITU KELUAR DARI SARANGNYA!!”

“……………………”

“ Aku akan membunuh kalian jika kalian tidak bisa menemukannya!”

***

Para pelayan berbisik-bisik sambil menatap Jiyeon dengan iba, pasalnya pagi ini setelah Minho berangkat bekerja untuk beberapa urusan penting Yuri bersikap seolah ia lah Nyonya rumah dirumah itu dan tentu saja ia juga mengatur-atur Jiyeon. Jiyeon yang tidak bisa mengingat apapun hanya bisa menurut dan menunduk , ia ingin melawan tetapi ia takut jika ia membuat Yuri merasa sakit hati Minho bisa kecewa padanya biar bagaimana pun jiyeon melihat Minho dan Yuri sudah sangat dekat dan mungkin Minho akan marah jika Jiyeon membuat Yuri merasa tidak betah. Minho bisa menganggapnya tidak sopan.

“ Jiyeon, kau seharusnya meminta para pelayan menyiapkan beberapa makanan sehat untuk Minho seperti buah-buahan contohnya. Mengapa hanya roti?”

“ Tetapi Minho menyukainya”

“ Minho tidak pernah menyukai roti! Seharusnya kau tahu kesukaannya dan kau akan menjadi isterinya sebentar lagi. Kau harus bisa melayaninya dengan baik, jika kau terus bersikap seperti ini Minho akan memilih yeoja lain”

“ Mian”

“ Kau harus belajar untuk menjadi orang yang becus!”

“ Arra” Jiyeon menunduk. Ga hee dan sarang hanya bisa menatap Jiyeon dengan wajah prihatin. Jiyeon yang malang.

***

Jiyeon duduk didepan cermin riasnya dengan seorang pelayan yang menyisir rambutnya. Jiyeon menatap murung pantulan dirinya. Apakah ia yeoja yang tidak becus dan tidak menarik?

“ Nyonya”

“ Ne?”

“ Seharusnya Nyonya melawan ucapan Yuri Agashi. Ia tidak berhak membentak Nyonya” Ucap Pelayan bernama Sara itu, pelayan favorite Jiyeon karena pelayan itu bisa berteman akrab dengan Jiyeon dan tentunya blak-blakkan.

“ Aku tidak berani, Minho akan kecewa padaku jika aku memperlakukan tamu dengan begitu buruk”

“ Tetapi Yuri Agashi memperlakukanmu dengan tidak baik Nyonya”

“ Gwenchana Sara-ah..”

“ tetapi saya yakin bahwa Tuan juga tidak merasa setuju dengan perilaku kasar Yuri Agashi pada Nyonya”

“ Aku akan bicara pada Minho malam ini, aku tidak nyaman dengan keberadaan Yuri”

“ Nyonya..”

“ Ya?”

“ Sebenarnya saya merasa tidak enak menyampaikan hal ini dan saya rasa saya tidak sopan tetapi saya mendengar Yuri Agashi sedang berteleponan dengan seseorang diponselnya dan saya mendengar kata membunuh dan saya mendengar nama anda disebutkan juga”

“ Ne?” Kaget Jiyeon

“ Saya harap Nyonya bisa berhati-hati terhadap Yuri Agashi”

***

Beberapa menit kemudian Jiyeon turun dan menemukan ruang santai sudah berubah, bantal-bantal indah yang ia buat sendiri kini sudah tidak ada dan diganti dengan bantal-bantal mewah yang menurut Jiyeon berbentuk aneh dan tidak nyaman. Yuri muncul dengan senyum diwajahnya layaknya seorang Nyonya rumah.

“ Dimana bantal-bantal yang kem-“

“ Aku menggantinya , aku sudah meminta pelayan untuk membakarnya. Bantal seperti itu tidak pantas untuk rumah semewah ini”

“ Tapi-“

“ Maafkan aku. Aku harus pergi , aku ingin beristirahat”

Jiyeon bergetar hebat sambil menatap pilu sekelilingnya, tirai indah yang ia pilih kemarin sudah digantikan tirai berwarna hitam yang jiyeon rasa tidak cocok dan juga semua hal. Jiyeon dengan wajah sedih berjalan kembali ke kamarnya dan mengurung diri membuat semua pelayan merasa marah pada Yuri yang seenaknya.

Jiyeon sudah mendengar tentang Yuri, Yuri adalah yeoja masa lalu Minho dan menurut Suzy dulu Minho sangat menyukai dan menyayangi Yuri dan otomatis Minho akan marah padanya jika jiyeon berani bersikap tidak baik pada Yuri, Jiyeon merasa hatinya bagaikan tertusuk beribu jarum. Minho hanya menyukainya, ya.. namja itu hanya menginginkan Jiyeon

***

Minho berdiri ditengah-tengah para pemegang saham sambil mempresentasikan apa yang ia pikirkan untuk menaikan harga saham, setelah Minho selesai semua bertepuk tangan dengan bangga karena memiliki Minho yang sudah sangat cerdas memajukan perusahaan itu. Siwon bertepuk tangan lalu menepuk pundak dongsaengnya itu dengan rasa bangga.

“ Kau memang anak appa” Ucap Tuan Choi sambil tersenyum kearah Minho.

“ Aku memang selalu menjadi anakmu, appa. Itu tidak diragukan lagi mengingat wajahku mirip denganmu” Ucap Minho.

Rapat berjalan dengan memuaskan dengan ide-ide baru yang Minho kemukakan dan hal itu membuat semua anggota rapat merasa puas. Setelah rapat selesai, Minho dengan segera membereskan beberapa berkas dibantu oleh sekertarisnya. Ia ingin segera pulang.

“ Minho, hari ini appa ingin makan malam bersamamu dan Siwon. Sudah lama kita tidak pergi bersama” Tawar Tuan Choi, mau tidak mau Minho menerima permintaan appanya ia akan menyakiti perasaan namja itu jika tidak menerima ajakannya.

Mereka berjalan keluar sambil mengobrol ringan dan saling tertawa.

***

Jiyeon turun saat makan malam sudah tersedia, Yuri dengan wajah angkuhnya sudah duduk sambil melipat tangan dengan anggun. Minho baru saja menghubungi Jiyeon dan mengatakan bahwa akan pulang terlambat karena ada makan malam bersama appanya.

“ Ternyata Tuan Puteri kita sudah bangun” Ucap Yuri dengan senyum manis yang menyebalkan menurut Jiyeon.

“ Yoogeun” Jiyeon mengabaikan Yuri dan mengambil Yoogeun dari pelukan eommanya. Jiyeon memberikan kecupan sayang di dahi namja kecil yang tampan itu. Dengan wajah dingin Yuri menatap kedua orang itu.

Jiyeon duduk dibagian meja yang sedikit jauh dari Yuri dengan Yoogeun dipangkuannya.

“ Apakah kau yakin namja kecil itu adalah putera dari Minho” Ucapan Yuri bagaikan menusuk Jiyeon, apakah ia tidak bisa melihat kemiripan antara Minho dan Yoogeun pikir Jiyeon sakit. “ Ia sama sekali tidak mirip dengan Minho, hanya matanya saja” ucap Yuri dengan nada mengejek. Jiyeon mengepalkan tangannya, rasa marah berkobar dihatinya entah mendapat keberanian dari mana. Jiyeon berdiri lalu menyerahkan Yoogeun ke gendongan eommanya.

“ Jadi kau mengira Yoogeun bukan anak Minho!”

“ Aku tidak mengatakan begitu, aku hanya berpendapat”

“ Yoogeun adalah anak dari Minho!”

“ Santailah, aku hanya mengajukan pendapatku tentang puteramu kau tidak perlu meninggikan suaramu Park Jiyeon. Aku hanya merasa ragu mengingat bagaimana dirimu dulu”

“ Diriku dulu?”

“ Mendapatkan Minho dengan menjual tubuhmu untuknya. Benar-benar sifat yang memalukan” Sindir Yuri, Jiyeon merasakan rasa malu menyerangnya dan ia menoleh untuk menatap para pelayannya. Bukannya melemparkan tatapan mencemoh, para pelayan menatap kearahnya dengan tatapan menyemangati dan menatap Yuri dengan tatapan hendak membunuh.

“ Kau yeoja itu tidak tahu sopan santun!”

“ Aku tidak sopan santun? Bagaimana dengan dirimu? Kau lupa..? kau sudah merebut Minho dari ku , aku dan Minho saling mencintai dan kau datang dengan tubuhmu itu. Minho mencintaiku, ia melindungimu hanya karena ada Yoogeun!”

“ Tidak. Minho mencintaiku, Minho tidak pernah mencintaimu!” Ucap Jiyeon dengan wajah murung seakan mencoba percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya, karena merasa kekalahan Jiyeon .. Yuri tersenyum dengan puas, perlahan tetapi pasti ia akan membuat Jiyeon terperangkap didalam jebakannya.

“ Ya, aku tidak pernah mencintainya. Aku hanya mencintai satu kali dan hanya Jiyeon, selalu Jiyeon.” Sebuah suara dari pintu mengejutkan mereka semua, Minho berdiri dengan jas ditangannya. Ia memutuskan tidak jadi ikut makan malam bersama Siwon dan appanya karena ia terlalu merindukan Jiyeon dan saat ia sampai ia mendengar beberapa pertengkaran antara Yuri dan Jiyeon, Minho merasa geram saat mendengar ucapan yuri yang begitu kejam terhadap jiyeon dan putera nya.

Yuri menegang ia tidak menyangka bahwa Minho akan pulang secepat ini, bukankah ia mendengar bahwa Minho akan pulang terlambat. Ya, ia menguping pembicaraan Minho dan Jiyeon ditelepon.

Minho berjalan kearah mereka dengan langkah ringan dan santai dengan senyum lembut yang menyeramkan untuk Yuri tetapi sangat menghangatkan untuk Jiyeon, semua orang diruangan itu bisa melihat cara Minho tersenyum pada Jiyeon dan cara Minho tersenyum pada Yuri.

“ Yuri, sekarang kau harus meminta maaf dengan ucapanmu. Aku benar-benar tidak menyukai hinaanmu pada Isteriku, aku tidak membiarkan siapapun menyakitinya baik secara fisik atau non-fisik.”

“Shireo!”

“ Kali ini aku akan memaklumi  , tetapi jika sekali lagi kau memperlakukannya dengan buruk, aku akan membunuhmu” Yuri menegang mendengar Minho dan ancamannya. Minho menatap Yuri dengan  pandangan tanpa ekspresi yang menakutkan.

“ Minho.. kau tidak serius dengan ucapanmu kan?” Jiyeon bertanya dengan nada suara yang serak

“ Aku tidak pernah bercanda , sayangku. apalagi jika menyangkut dirimu”

TBC

= Annyeong =

Jangan Lupa RCL Yaaa.. Gomawo

 

104 thoughts on “Love Comes Suddenly [ part 9 ]

  1. Omoo..
    daebak..huaaaaa aku suka karakter minho dia bner2 namja yg mengagumkn..
    anyeong thor .. aku reader bru salam knal^^..
    aku suka ff nya thor ,, bkin deg2n sma tgangn..aigoo gk sbar buat nunggu next chap nya..
    lnjut ne..hwaiting🙂

  2. Huaaaa , saya baru tau kalau ada ff baru di blog authorrr , dan herannya uda part 9 lagi , ihhhhh , geramm deh baru tau gini , saya reader lama lohhhh authorr , kita pernah berkomunikasih melalui fb , dan saya pembaca dari ff authorr dari jam jadul dulu ,, hihihi, tapi maaf yaaa authorr , dari sekian part 1-9 hanya part 9 baru bisa komenn .. Heheh ,, apa authorr mau saya komen di part sebelumnya ?? Boleh , kalau authorr yg meminta ,, heheheheh , saya suka banget sama ff ini , apalgi pas mereka masih angkuh”an di pasrt awal , rasa nya serrrseraaan gitu bacanya ,, heheheh , pokoknya ditunggu klanjutannya dari authorrr ,, jjjjjjjaaaanNnngggg authorrr , Gomawo uda buat ff sekeren ini ,, Keep Writing authorr (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s