Love Comes Suddenly : Back! [ part 8 ]

loves comes sudenlly

Tittle : Love Comes Suddenly

Author : Margareta Isabela

Type : Chaptered

Genre : Romance, Friendship, Marriage

poster : lee seul ji

[ MainCast : Park Ji Yeon , Choi Minho ]

[ Other Cast : Bae Suzy, Seunghyun ( OC ), Kim Myungsoo, Krystal, ALL ]

———–

Author back dengan fanfiction ter-gaje sejagat raya!😀 Mian jika part ini kagak bagus dan terlalu banyak typo. Oh ia , big thanks untuk Seul Ji saeng udah ngebuat posternya.  Jangan lupa rcl

———–

[ Author Pov ]

 

“ Minho, kau sudah pulang”

Jiyeon dan Suzy berhenti saling melempar dan menatap Minho dengan wajah polos mereka. Jiyeon meletakkan sebuah telur keatas meja lalu menatap Minho kembali seperti anak kecil yang tertangkap basah.

“ Minho” Jiyeon menatap dapur yang sudah tidak berbentuk itu lalu kembali menatap Minho yang saat ini menatapnya. Jiyeon menggigit bibir bawahnya, takut Minho memarahinya karena merusak dapur indah itu menjadi tempat yang sedemikian rupa.

“ Kau tahu bukan apa yang kau lakukan??” Tanya Minho sambil melipat tangannya didada dan menatap wajah Jiyeon yang dipenuhi dengan tepung. Jiyeon mengangguk begitu juga dengan Suzy.

“ Suzy yang lebih dulu memulainya” ucap Jiyeon yang berbicara begitu kekanak kanakan menurut Minho. Jiyeon menunjuk Suzy yang sekarang menatapnya dengan tatapan kaget. “ Ya, Oppa. Jiyeon yang lebih dulu..” Ucap suzy terputus saat tiba-tiba Minho tertawa terbahak-bahak.

“ Oh Tuhan, apa yang terjadi pada Jiyeon. Bagaimana bisa..? Omo.. hahaha” Tawa  Minho meledak semakin kencang membuat semua orang didapur menatapnya dengan aneh dan akhirnya suzy mengerti dan ikut tertawa.

“ Kalian gila?” Tanya Jiyeon dengan wajah polosnya sambil mengangkat jarinya dan memutar jarinya disamping kepalanya

 

***

 

“ Minho, aku bisa sendiri” Jiyeon menghindar saat Minho membersihkan kakinya menggunakan kain lap basah. Minho menarik kaki Jiyeon kembali ke pangkuannya dan kembali membersihkan.

“ Biarkan aku membersihkannya untukmu” Ucap Minho

“ Kau terlalu berlebihan Minho, ingat. Aku bukan anak kecil seperti Yoogeun, aku sudah memiliki seorang putera dan sangat memalukan jika seorang namja membersihkan tubuhku” Ucap Jiyeon dengan wajah bersemu merah.

“ Diamlah.. sebentar lagi aku akan menjadi suamimu, dan juga dulu kau selalu merawatku dengan baik, saat Seunghyun menusukku dengan pis-“ Ucapan Minho terhenti dan ia menatap wajah Jiyeon yang tiba-tiba memucat.

“ Jiyeon, Wae? Gwenchana?”

“ Aku..Aku takut”

“ Apa yang membuatmu takut?” Minho memegang bahu Jiyeon yang mulai berguncang. Jiyeon menatap Minho sambil menggeleng. “ Aku tidak tahu, aku takut. Aku takut mendengar nama itu” Ucap Jiyeon sambil memegang tangan Minho yang kini memegangi tubuhnya.

“ Kau mengingat tentang namja itu?”

“ Aku tidak tahu siapa namja itu, tetapi saat kau menyebut namanya. Aku merasa ketakutan, Minho. Apa yang terjadi sebenarnya” Jiyeon terlihat gelisah dan mulai histeris, akhirnya Minho menyadari bahwa walaupun Jiyeon hilang ingatan.. Jiyeon mengalami trauma yang dalam.

“ Tenangkan dirimu, tatap aku. Dengar, aku akan melindungimu. Ia tidak akan menyakitimu lagi”

“ Dia.. Dia menyakitiku Minho, dia selalu datang. Namja bernama Seunghyun itu.. ia selalu datang dimimpiku.. Minho.. ia akan membunuhku” Teriak Jiyeon histeris. Sepertinya ingatan Jiyeon sedikit demi sedikit kembali ke masa kelam itu, dimana Seunghyun membuatnya ketakutan dan trauma.

“ Jiyeon sayang. Dengarkan aku, tatap aku.. Dengar, aku tidak akan membiarkan siapapun didunia ini menyakitimu, aku berjanji. Aku tidak akan membuatmu tersakiti lagi, aku akan melindungimu” Minho memeluk Jiyeon menenangkan Yeoja itu.

“ Siapa sebenarnya namja itu”

“ Dia sepupumu” Minho merasakan tubuh Jiyeon tersentak kaget. Akhirnya dengan menghela nafas berat, Minho mulai menceritakan siapa Seunghyun dan kejahatan yang dilakukan namja itu. Akhirnya Jiyeon menangis.

“ Oh tuhan, mengapa ia sejahat itu padaku?” Tangis Jiyeon meledak. Jiyeon sangat bersyukur bahwa ia tidak meninggal dunia karena ulah namja bernama Seunghyun itu. Jiyeon merasa tidak asing dengan nama itu.

“ Aku tidak akan membiarkan satupun orang menyakitimu selama aku berada didunia ini. Aku akan membunuh orang yang berusaha menyakitimu Jiyeon, aku berjanji” Ucap Minho tegas kemudian mencium kening Jiyeon dan kembali memeluk yeoja itu.

 

***

 

“ Kau ingin aku menceritakan untukmu masa lalumu?” Suzy berbaring disamping Jiyeon sambil ikut menatang atap kamar.

“ Nde, aku mohon”

“ Baiklah, namamu adalah Park Jiyeon. Kau adalah yeoja paling cerdas dan anggun yang pernah ku temui sehingga aku terus mencoba untuk bisa sepertimu. Kau adalah sosok eonni yang baik untukku, kau menyayangiku layaknya adikmu sendiri. Sejak kecil kita selalu bersama, Kakek sangat menyayangi kita..”

“ Kakek?”

“ Ne, kakek kandungmu. Kau sangat menyayanginya karena hanya kakek yang kau punya setelah kedua orang tuamu meninggal karena sebuah kecelakaan”

“ Apakah orang tuaku sudah meninggal?”

“ Nde, mereka sudah meninggal. Begitu juga dengan kakek, kakek meninggal beberapa tahun yang lalu karena penyakit yang ia derita” Jiyeon tersenyum dengan pilu. Jiyeon sadar bahwa ia yang dulu adalah yeoja paling tegar dengan kepahitan hidup, berbeda dengan dirinya yang sekarang.

“ Lalu, bagaimana bisa aku bertemu dengan Minho” Suzy tersenyum.

“ Saat kita pergi ke seoul, kau bertemu dengannya disalah satu pesta. Sejak pesta itu kau selalu mengomel dan mengatakan bahwa namja gila yang tidak lain adalah Minho selalu mengejarmu dan merayumu walaupun aku tahu bahwa kau berusaha menyembunyikan rasa sukamu dan mencoba menolak pesonanya. Suatu ketika, Seunghyun berhasil menangkapmu dan kebetulan aku melihat nama namja itu tertera diponselmu dan aku memintanya membantu menyelamatkanmu dan setelah berhasil ia memperbolehkan kita tinggal dirumahnya sekaligus menawarkan keamanan. Sejak kita tinggal dirumahnya, kita sangat terlindungi. Minho adalah namja yang kuat, bahkan sepuluh orang namja tidak bisa melawannya. Tetapi, kecelakaan itu tidak terhindari..”

“ Kecelakaan?”

“ Kau keluar dari rumah untuk berjalan-jalan dan Seunghyun berhasil menangkapmu untuk kedua kalinya. Mereka mengikatmu diatas air sungai yang arusnya sangat deras, aku dan Minho Oppa berhasil menemukanmu dan Seunghyun melakukan tawar menawar dengan Minho Oppa. Jika Minho Oppa mau berlutut dan dipukul tanpa perlawanan, mereka akan melepaskanmu”

“ Apakah Minho.. –“

“ Tentu saja dia mau, namja itu tergila-gila padamu. Kau tidak menyadarinya? Ia begitu perhatian bukan denganmu?”

“ Omo”

“ Jangan menangis” Suzy menepuk pundak Jiyeon, Suzy melanjutkan ceritanya hingga akhir. Jiyeon tidak bisa menahan tangisnya, oh.. betapa menderitanya Minho selama ini sedangkan dirinya malah seolah tidak perduli. Selama ini jiyeon menganggap bahwa masa lalu yang terlupakan olehnya tidak berarti dan sekarang, ia tahu bahwa masa lalunya adalah bagian dari dirinya yang sangat penting.

 

***

 

“ Minho, apa yang kita lakukan ditempat ini” Jiyeon menatap sekeliling Mall besar itu dengan wajah takjub membuat Minho tidak bisa menahan senyumnya. Minho merangkul Jiyeon kemudian mengajak yeoja itu untuk masuk kedalam salah satu toko perlengkapan anak-anak

“ Kajja, kita harus memilih baju untuk puteraku. Yoogeun sepertinya hanya memiliki beberapa pasang baju bagus” Ucap Minho sambil berdecak

“Aku tidak punya uang untuk membeli baju mahal untuknya Minho” Celetuk Jiyeon.. Minho menarik tangan Jiyeon tanpa memperdulikan pelayan-pelayan toko yang sudah berbisik, Minho tidak perduli jika besok pagi ia akan masuk koran dengan berbagai berita miring.

“ Lihat baju ini, bukan kah begitu menggemaskan”

“ Ini terlalu kecil, Choi Minho. Yoogeun bertambah besar setiap hari”

“ Bagaimana dengan ini?”

“ Anni”

“ Ini”

“ Terlalu feminim, haha”

“ Bagaimana dengan ini?”

“ Lumayan” Mereka berkeliling toko itu dan membeli banyak belanjaan baju Yoogeun. Minho menyerahkan bungkusan baju kepada salah satu Bodyguardnya. Minho merangkul Jiyeon dan Jiyeon merasa nyaman, tubuh Minho begitu hangat untuknya. Minho bukan orang asing, sejak pertama melihat namja itu ia sudah merasa mengenalnya walaupun saat itu ia hampir memecahkan kepala Minho menggunakan tongkat Bisbol nya.

***

 

[ Jiyeon Pov ]

 

“ Minho, aku ingin ke Toilet sebentar” Ucapku. Ia terlihat berpikir kemudian mengangguk dan memberi aba-aba pada salah satu Bodyguardnya untuk mengawalku tetapi dengan cepat aku menolak dan mengatakan bahwa Toilet berjalan lumayan dekat, dengan wajah tidak rela Minho mengangguk. Aku berjalan kearah toilet dan saat aku masuk, aku mendegus saat melihat seorang yeoja. Musuhku, Lee Rae Ra. Ia adalah salah satu pelayan ditempat kerjaku , setiap hari ia selalu memamerkan cincin permata yang ia bilang diberikan oleh namjachingunya yang merupakan Direktur sebuah perusahaan sekaligus pemilik Restaurant tempatku dan Sarang bekerja.

“ Oh Jinhye” Sapanya

“ Annyeong Rae Ra-sii”Rae Ra menatapku dari ujung rambut sampai ujung kaki lalu tersenyum dengan kecut

“ Ah, tumben sekali kau memakai baju baru? Ah, aku lupa bahwa kau sudah mendapatkan gajih beberapa hari yang lalu. Aku dengar dari Tunanganku, kau mengundurkan diri.. Ada apa? Bukankah gajih di Restaurant lebih dari besar”

Aku mengabaikan ucapannya kemudian segera mencuci tanganku. Aku tidak akan tahan jika tidak menghajar wajahnya, ia terus menindasku saa ditempat kerja dan aku ingin sekali-kali mencoba menindasnya tetapi sayang, aku tidak punya waktu.

“ Ya, Oh Jinhye! Kau dengar aku!” Aku berbalik dan berjalan keluar hingga sebuah tangan menahanku.

“ Kau berani padaku! “ Ucapnya. Aku menghentakkan tanganku dari tangannya dan entah mengapa ia pura-pura terjatuh. Apa yang terjadi? Aku menghela nafas, ternyata tunangannya yang mirip babi itu berada disini ditemani 2 Orang bodyguard tentunya. Mereka berjalan kearah kami.

“ Yeobo-ah, yeoja ini mendorongku”

“ Mwo! Aku tidak mendorongmu” Ucapku.

“ Omo. Apakah kau merasa kesakitan” Namja babi itu membantu Rae Ra berdiri. Tepat saat itu Minho melihatku dan melambaikan tangan kearahku dan berjalan kearahku. Namja babi itu menatapku dengan tatapan membunuh.

“ Apa yang kau lakukan padanya , hah?! “ Ia mendorong pundakku membuatku terbundur beberapa langkah. Namja Babi ini!

“ Yeobo, tanganku sepertinya terkilir .. ia mendorongku sangat keras” Ucap Rae Ra dengan nada menjijikkan sambil bergelayut mesra ditangan Namja babi itu.

“ Kau yeoja tidak tahu dir-“ Saat ia mengangkat tangan hendak menamparku, sebuah bogem mentah melayang mengenai pipinya. Membuatnya jatuh terlentang dilantai Mall dengan hidung mengeluarkan darah. Minho berdiri didepanku sambil menatapku dari atas sampai bawah.

“ Gwenchana”

“ Omo, Yeobo..” Rae Ra menjerit kemudian membantu namja babi itu berdiri. Namja itu terbundur beberapa langkah saat ia kembali memulihkan kesadarannya, ia menatap Minho dengan wajah pucat pasi.

“ Sa.. sajangnim”

“ Apa yang kau lakukan! Jika saja tadi kau sempat memukulnya, aku pastikan aku akan membunuhmu!”

“ Sajangnim , aku benar-benar tidak tahu bahwa yeoja ini.. simpanan anda, jebal.. maafkan saya”

“ Simpanan? Yeoja yang baru saja kau bentak adalah Calon Isteriku” Rae Ra menga-nga tidak percaya sambil menatapku dan Minho bergantian. Minho merangkul pundakku dan menatap Bodyguard namja babi itu dengan tatapan mematikan membuat dua bodyguard itu lari terbirit-birit meninggalkan majikan mereka yang berlutut dilantai dan menjadi tontonan.

“ Mulai hari ini, aku akan menarik kembali uang yang sudah aku inventasikan dari perusahaanmu!” Namja babi itu terdiam kemudian menangis seperti anak bayi sambil memeluk kaki Minho. “ Kau benar-benar tidak apa?” Suara Minho berubah lembut sambil membelai pipiku.

“ Nan Gwenchana, Minho-ah”

“ Singkirkan tanganmu dari kakiku..” Minho melepaskan kakinya dari Namja babi itu kemudian membawaku meninggalkan tempat itu. Rae Ra masih berdiri mematung dengan wajah sepucat kertas. Tetapi sebelum itu minho berbalik.

“ Dan kau yeoja jalang, jangan berani lagi kau mendekati Yeojaku jika kau tidak mau hidupmu menderita”

 

***

 

[ Minho Pov ]

 

“ Minho” Aku menoleh untuk menatap Jiyeon yang berdiri dibelakangku. Ia tersenyum kepadaku.

“ Gomawo”

“ Untuk apa?” Tanyaku, “ Kau sudah melindungiku tadi” Ucapnya dengan polos. Aku berjalan mundur dan merangkul pundaknya. Walaupun bersentuhan kulit dengannya membuatku kesakitan karena tidak bisa menyentuhnya seperti dulu, mungkin jika aku menyentuhnya.. ia akan membenciku..

“ Kau tidak perlu berterimakasih padaku, hal itu memang harus ku lakukan. Sejak dulu kau memang sudah menjadi tanggung jawabku , melindungimu juga tanggung jawabku dan kau akan segera menjadi isteriku. Dan sebagai isteri, kau hanya harus mematuhiku” Ucapku sambil mengelus puncak kepalanya lembut. Jiyeon yang awalnya terdiam dan terpaku menatap wajahku kemudian mengangguk.

“ Kajja kita masuk, Yoogeun harus mencoba baju barunya”

 

***

 

[ Author Pov ]

 

‘ oppa, hari ini kami akan berkunjung kerumahmu. Kau harus menjelaskan tentang berita yang kini tengah beredar. Sebenarnya siapa yeoja yang bersamamu? Mengapa tidak pernah mengatakannya pada kami?’ Ternyata tidak butuh waktu sampai esok, berita tentang Minho dan Jiyeon sudah beredar dengan luas dan menjadi gosip terpanas.

Minho menghentakkan koran yang ia baca.

“ Yang benar saja..! simpanan? Jiyeon adalah Calon Isteriku” Kesal Minho. Lalu mengambil ponselnya dan membalas pesan singkat dari Dongsaengnya.

‘ Arraseo, datanglah’

Minho beranjak dan berjalan kearah sebuah ruangan santai. Jiyeon duduk dilantai sambil menyuapi Yoogeun dengan bubur. Namja kecil itu terlihat dengan lahap memakan bubur yang diberikan oleh Jiyeon.

“Uri Yoogeun benar-benar makan dengan lahap, kau harus tumbuh besar dan kuat seperti appamu” Minho duduk disamping Jiyeon lalu memindahkan Yoogeun ke pangkuannya. Jiyeon menyuapi Yoogeun.

“ Jiyeon”

“ Ne?”

“ Keluargaku akan kemari hari ini dan aku akan membicarakan tentang pernikahan kita pada mereka” Jiyeon langsung menatapku, wajahnya pucat pasi.

“ Waeyo?”

“ Apakah mereka akan menyukaiku? Bagaimana jika mereka tidak setuju, aku.. aku bukan yeoja dari kalangan atas seperti dirimu dan-“ Aku memegangi pundaknya dan menatap matanya dengan yakin.

“ Siapa bilang mereka tidak menyukaimu? Mereka mengenalmu dengan baik, Park Jiyeon. Dan siapa yang mengatakan bahwa kau adalah yeoja dari kalangan bawah? Kau adalah yeoja kaya raya. Apakah aku tidak pernah mengatakan bahwa kau memiliki harta kekayaan yang diwariskan oleh kakekmu..?”

“Apakah dulu aku begitu kaya” Tanya Jiyeon dengan wajah polosnya. Aku mengangguk.

“ Kau memang kaya, tetapi jika kau menjadi isteriku nanti. Aku tidak ingin kau memakai uangmu, kau hanya boleh memakai uangku karena aku bertanggung jawab memberikan untukmu uang dan segala macam hal. Kekayaan milikmu bisa kau wariskan untuk putera kita”

 

***

 

Sulli keluar dari mobil sambil menatap rumah mewah milik Minho. Sulli berani bersumpah bahwa rumah Minho lebih mewah dari rumah milik Siwon atau milik appa mereka.  Minho adalah namja yang sangat mengagumkan. Kwangmin berdiri disamping Sulli dan terperangah.

“ Chagiya, Minho hyung benar. Ia memiliki rumah yang begitu.. besar”

Nyonya Choi, Tuan Choi, Siwon, Tiffany, Kwangmin, Sulli, dan Yuri datang berkunjung kerumah baru yang Minho tempati sebulan belakangan ini. Sulli merasa lega akhirnya Minho mau mencoba untuk melupakan Jiyeon dan meninggalkan apartement yang hanya menyisakan duka untuk Oppanya.

Beberapa pelayan berbaris dan membungkuk memberi hormat. Minho muncul dari balik pintu sambil menggendong seorang namja kecil membuat mereka menyerit bingung.

“ Oppa, Nuguya?”

“ Choi Yoogeun” Jawab Minho singkat. Nyonya Choi berjalan mendekati Minho lalu menatap wajah Yoogeun begitu juga dengan sulli dan yuri yang sudah maju untuk melihat wajah Yoogeun.

“ Omo. Oppa, namja kecil ini..ia” Ucap Sulli dengan ragu

“ Dia mirip denganmu, apakah dia..”

“ Dia puteraku” Jawab Minho dengan bangga. Nyonya Choi hampir pingsan ditempat, bagaimana ia bisa tidak tahu bahwa putera nakalnya telah memiliki seorang putera? Sulli menatap Yoogeun dengan mata berbinar.

“ Dia begitu tampan Oppa dan aku berharap ia tidak memiliki sifatmu..” Yuri terdiam lalu menatap wajah Minho dengan perasaan bercampur aduk.

“ Siapa eommanya?” Tanya Yuri dengan suara bergetar. Minho menoleh ke pintu.

“ Sayang, kau boleh keluar sekarang. Tidak ada yang membencimu disini” seorang yeoja melangkah keluar dengan ragu. Yuri menatap yeoja itu dengan tajam kemudian menatap kearah Minho.

“ Yeoja ini?” Minho menatap kearah yeoja yang keluar , kemudian menggeleng dengan terkejut..

“ Bukan, yeoja ini bernama Sarang. Dimana ia?” Sarang masuk kembali kemudian menarik tangan seseorang. Perlahan Jiyeon muncul dengan wajah pucat pasi sambil menggigit bibir bawahnya.

“Ji..Ji..Jiyeon” Gagap Sulli dan mundur beberapa langkah karena kekagetannya. Semua orang disana menatap Jiyeon seperti melihat sesosok hantu. Yuri menatap Jiyeon dari atas sampai bawah.

“ Kau masih hidup”

 

***

 

 

Minho menceritakan semua hal yang terjadi pada Jiyeon, Sulli menatap Jiyeon dengan tatapan iba kemudian memeluk kaka iparnya itu dengan lembut.

“ Jiyeon, kau menjalani hidup yang berat selama ini. Jika kami tahu kau masih hidup kami akan berusaha terus mencarimu bukannya malah menyerah. Kau pasti menjalan hidup yang berat menghidupi Yoogeun sendiri”

“ Walaupun kau tidak mengingatku, aku begitu bahagia kau bisa kembali” Ucap Sulli.

Minho tersenyum kemudian memberikan Yoogeun ke pangkuan eommanya, Nyonya choi menatap cucunya dengan mata berbinar, ia seakan melihat Minho sewaktu kecil. Yoogeun akan sangat mirip dengan Minho saat besar nanti dan ia tidak meragukan hal itu.

Yuri sedari tadi hanya diam, ia terus menatap Jiyeon dengan tatapan iri dan sinis. Yuri menyesal, mengapa dulu ia harus meninggalkan minho hanya demi cita cita yang akhirnya percuma, mengapa dulu ia tidak menyadari ia menyukai bahkan mencintai Minho. kini semua terlambat dengan adanya Yoogeun, anak dari Minho dan Jiyeon.

Hati Minho bukan miliknya lagi,Yuri menyadari hal itu. Minho telah jatuh cinta setengah mati pada Park Jiyeon.

“ eomma “ Jiyeon memanggil Ga Hee yang berdiri ditangga dengan langkah ragu, Ga Hee berjalan kearah para tamu itu. Ga Hee merasa tidak pantas dengan pakaian sederhananya. Keluarga Minho memiliki pakaian yang bagus dan terlihat sangat mewah, walaupun ia bukan eomma kandung Jiyeon. Ia merasa bahwa ia mempermalukan Jiyeon karena memiliki eomma miskin seperti dirinya.

“ eomma?” Ucap Sulli bingung. “ Jiyeon, bukankah?”

“ eommonim adalah yeoja yang menemukan Jiyeon saat Jiyeon terhanyut disungai dan sekarang. Eommonim adalah eomma dari Jiyeon” Ga Hee berdiri tempat disamping Jiyeon. Jiyeon memegang tangan eommanya.

“ Eomma, kau tidak perlu takut. Keluarga Minho sangat baik” Ucap Jiyeon dengan lembut. Ga Hee menghela nafas kemudian mengangguk.

“ Sebentar lagi kita akan menjadi sahabat setelah Minho dan Jiyeon menikah” Ucap Nyonya Choi dengan ramah. Ga Hee mengangguk dengan senang.

 

***

 

“Yeoja itu masih hidup”

Seorang namja dengan tangan terkepal erat menghentakkan meja. Seorang polisi penjaga menatapnya dengan tatapan tajam. Yuri menatap namja itu meminta namja itu untuk bersikap tenang. Seunghyun duduk kembali kemudian menatap Yuri.

“Lalu mengapa kau kemari? Ingin menari diatas penderitaanku”

“ Penderitaanmu?” Ucap Yuri

“ Aku sama sekali tidak rela! Aku sudah masuk kedalam sel tahanan brengsek itu dan yeoja itu masih hidup!” Tangan Sanghyun mengepal keras. Yuri tersenyum kemudian mendekatkan kursinya dan berbisik

“ Aku ingin menawarkan suatu hal”Bisik Yuri. “ Aku bisa mengeluarkanmu dari sini, jika kau setuju untuk membawa yeoja itu jauh-jauh dari Choi Minho” Seunghyun menjauhkan telinganya kemudian terlihat berpikir.

“ arraseo “

Yuri kemudian menjelaskan rencana yang sudah ia pikirkan matang-matang dan kemudian Seunghyun tersenyum puas, ia akan segera keluar dari penjara jahanam yang sudah mengurungnya selama 2 Tahun!

 

***

 

“ Dipenjara”

Jiyeon duduk diseberang Minho sambil mendengarkan cerita Minho tentang apa yang terjadi pada Seunghyun setelah menenggelamkannya disungai deras. Jiyeon tersenyum lega mendengar hal itu.

“ Jadi berapa lama masa tahanannya?”

“ 20 Tahun, ia terkena banyak pasal. Tentang percobaan pembunuhan terhadap kita berdua dan tentang ia menusukku , dan banyak hal lainnya” Ucap Minho.

“ Sepupumu itu benar-benar otak kriminal. Ia ternyata adalah pengguna narkotika” Minho mendengus prihatin. Jiyeon terdiam cukup lama, kemudian dengan ragu bertanya.

“ Apakah aku berasal dari keluarga yang buruk?”

“ Anni, kau berasal dari keluarga baik-baik. Kakekmu mendidikmu menjadi yeoja yang anggun dan berkualitas , kau juga yeoja cerdas dan-“ Minho menghentikan ucapannya saat melihat Jiyeon mengerang. Dengan cepat Minho menyebrang meja dan memegang bahu Jiyeon

“ Jiyeon, gwenchana?” Ucapnya dengan khawatir. Jiyeon kemudian mengedipkan matanya beberapa kali kemudian menggeleng lemah.

“ Apakah perlu aku menghubungi dokter pribadiku?”

“ Aku tidak apa Minho”

“Kalau begitu kau tidurlah, hari sudah larut dan tidak baik untuk kesehatanmu. Mungkin kau kelelahan. Kajja, aku akan membantumu.“  Minho menggendong Jiyeon yang masih memegangi kepalanya yang terasa berdenyut dan sakit. Minho beberapa kali menghela nafas berat.

Minho membaringkan Jiyeon dengan lembut keatas kasur Jiyeon lalu menyelimutinya. Ya, Ga Hee , Sarang dan Jiyeon mempunyai kamar yang terpisah dan begitu juga dengan Yoo Geun memiliki kamar bayi sendiri. Dengan banyak pernak pernik yang menghiasi kamar indah milik Yoogeun yang berukuran lumayan besar.

“ Tidurlah.. “

“ Minho..”

“ Wae?”

“ Mengapa kau memilihku?” Pertanyaan itu membuat minho menyerit dengan bingung.

“ Kau adalah namja tampan, kaya raya, cerdas dan juga sangat sempurna. Banyak yeoja yang menyukaimu, bahkan ada yeoja yang lebih baik dariku. Mengapa kau malah memilihku?” Minho tersenyum mendengar ucapan Jiyeon.

“ sebenarnya, alasannya cukup simple”

“ apa?”

“ Karena aku mencintaimu, Park Jiyeon”

 

***

 

Disebuah tempat yang gelap dan hanya diterangi cahaya lilin, seorang namja duduk dengan menatap kosong ruang gelap didepannya. Kedua tangannya dirantai demikian rupa dan juga janggut tebal sudah tumbuh didagu sampai mulutnya. Namja itu terlihat begitu berantakan dan tidak terurus.

Seorang namja masuk dengan membawa makanan. Yang hanya berupa nasi dan sepotong ikan. Namja itu menatap sinis kearah namja yang dirantai itu.

“ Well.. bagaimana keadaan namja brengsek itu? Apakah ia masih hidup dipenjara” Namja berantakan itu bertanya dengan suara sinis. Namja yang tadi mengantarkan makanan itu hanya melirik sedikit.

“ Dia akan segera bebas, ada hal yang belum dituntaskannya dengan Cucumu” Ucap Namja yang tidak lain adalah seorang bodyguard.

“ Cucuku?”

“ Park Jiyeon. Kau tidak lupa bukan dengan yeoja itu”

“ Bukankah ia sudah meninggal”

“ Sayangnya ia masih belum meninggal, ia mempunyai banyak nyawa” Park Han Jae tertegun kemudian senyuman bahagia terlukis dibibirnya. Ia kembali mengingat apa yang dilakukan Seunghyun untuk menipu semua orang, benar benar rencana yang sukses besar.

“ Aku sudah mempersiapkan semuanya sebelum namja brengsek itu merencanakan hal busuk dengan menurunkan detak jantungku dan membuat Jiyeon mengira aku meninggal lalu menukar tubuhku dengan mayat orang lain dan melarang Jiyeon untuk membuka petiku. Sayangnya, kali ini Seunghyun tidak akan bisa menyentuh Jiyeon. Dimana ada Jiyeon, Minho akan selalu berada dibelakangnya”

“ TAHU APA KAU!”

“ Aku tahu, aku sudah memikirkan semuanya. Kalian tidak akan bisa menyakitinya kali ini. Minho adalah namja yang kuat dan keras, ia tidak akan suka jika kalian menganggu sesuatu miliknya”

“ Kau menjual cucumu sendiri”

“ Aku tidak menjual cucuku. Aku hanya membuatnya dilindungi ditangan yang tepat. Sebaiknya kalian tidak menganggu kehidupan mereka lagi jika kalian tidak mau terbunuh dan cepat atau lambat mereka akan tahu keberadaanku”

“ Hahaha! Kau bercanda! Kau sudah mendekam ditempat ini selama bertahun-tahun dan tidak ada yang tahu. Bagaimana bisa mereka menemukanmu!”

“Kim Yong Hwa, dulu kau adalah pengawal setiaku, mengapa sekarang kau melawanku? Bukankah dulu kau bersumpah akan mengabdikan hidupmu untukku” Tanya Han Jae.

Wajah bodyguard itu menegang kemudian ia melirik sedikit kearah Han Jae.

“ Kau tahu? Dari bodyguard milik Seunghyun yang lain, hanya kau yang bisa diajak mengobrol ya walaupun akhirnya kau akan marah. Yong Hwa, aku mohon. Tolong aku”

“ Aku tidak bisa”

“ Kau bisa, aku berjanji. Seunghyun tidak akan pernah menyentuh anak atau isterimu. Setelah aku bertemu dengan cucu menantuku, aku akan memintanya untuk menjaga kalian dalam perlindungannya. Percaya saja padaku”

Yong Hwa menatap Han Jae dengan wajah tidak yakin.

 

***

 

Ga Hee berdiri dibalkon kamarnya, ia menatap murung pemandangan taman didepannya. Ia kembali teringat dengan mendiang suaminya, namja itu meninggal karena tenggelam dan mayatnya tidak ditemukan sampai saat ini. Dan puterinya, Oh Jinhye meninggal saat berumur 5 Tahun karena penyakit paru-paru yang dideritanya.

Kedatangan Jiyeon adalah sesuatu yang selalu disyukuri Ga Hee, Jiyeon menjadi pengganti semua hal dan membuat Ga hee merasa berharga. Ia memiliki seorang puteri yang menyayanginya.

Ingatan Ga Hee kembali ke beberapa tahun lalu saat ia menemukan Jiyeon.

 

*Flashback*

 

Ga Hee membawa baju cuciannya ke sungai, matahari mulai tenggelam. Ga Hee duduk dipinggir sungai dan mulai mencuci. Ga Hee sibuk berkelut dengan pikirannya. Belakangan ini tanah mulai mengering karena musim panas telah datang dan Ga Hee mulai berpikir, dimana ia akan mendapatkan makanan untuk makan jika ia tidak bisa menanam sayuran.

Sesuatu mengalihkan perhatiannya. Ga hee tersentak.

“ Omo”

“ Apakah itu mayat” Ucapnya panik. Ga Hee menceburkan dirinya sambil berpegangan dengan kayu yang ada dipinggir sungai dan menggapai tubuh yang tersangkut didekat akar pohon. Dengan susah payah, akhirnya Ga Hee berhasil membawa mayat itu. Ga Hee menatap yeoja itu cukup lama

“Ia masih hidup” Kagetnya.

Ga Hee berlari kearah rumahnya dan meminta para namja yang kebetulan baru saja pulang dari bertani yang gagal untuk membantunya. Para warga tersentak dan beberapa dari mereka membantu Ga Hee untuk merawat yeoja asing yang terhanyut oleh air sungai itu.

Yeoja itu bukan yeoja sembarangan, walaupun baju yang dipakai yeoja itu compang camping. Terlihat dengan jelas bahwa baju itu memiliki bahan yang mahal dan juga kalung serta gelang yang dipakai oleh yeoja itu terlihat begitu mahal. Untung saja Ga Hee bukanlah seorang yeoja licik, ia menyimpan kalung dan gelang yeoja itu.

Seminggu kemudian yeoja itu terbangun, dengan wajah pucat dan tidak bertenaga. Ga Hee menjadi semakin bingung saat mendapati bahwa yeoja itu tidak mengenal siapapun atau dirinya sendiri, dan yang lebih mengejutkan lagi yeoja itu dalam keadaan mengandung dan Ga Hee hampir saja bertepuk tangan kagum. Bagaimana bisa kandungan yeoja itu begitu kuat.

Setelah beberapa minggu telah lewat, yeoja itu masih tidak tahu siapa dirinya dan akhirnya Ga Hee menamai yeoja itu Oh Jinhye sama seperti nama puterinya yang telah meninggal. Setelah kedatangan yeoja asing itu, Ga hee merasakan perubahan didalam rumah kecilnya. Sekarang rumah itu tidak lagi sunyi, terlebih lagi saat yeoja itu melahirkan. Rumah itu dipenuhi dengan suara tangisan bayi yang merdu

 

*FlashbackOff*

 

***

 

Ditengah malam, terdengar jeritan kesakitan. Beberapa polisi berlari kearah sebuah ruangan dan melihat Seunghyun terlentang tidak berdaya dengan sebuah gunting ditangannya yang entah dari mana ia dapatkan. Beberapa menit kemudian sebuah ambulan datang dan dua orang polisi mengawal didalam mobil ambulan itu.

Dari kejauhan dua buah mobil datang dan mencegat mobil ambulan . beberapa namja berbaju hitam berjalan kearah mobil ambulan , terdengar 2 kali bunyi tembakkan. Seunghyun membuka matanya, seorang anak buahnya tersenyum padanya

“welcome boss”

 

Minho menghentakkan ponselnya dengan amarah yang terbit dari matanya. Dengan cepat Minho berjalan kearah kamar Jiyeon dan membukanya, ia tidak menemukan Jiyeon dikamarnya. Padahal sekarang baru jam 3 dini hari. Dengan ketakutan Minho berjalan mengelilingi rumah besar itu sambil bergetar.

‘jangan lagi’ batinnya kesakitan.

Minho semakin cemas dan ketakutan saat tidak menemukan Jiyeon dimanapun. Tempat terakhirnya adalah taman. Dengan sedikit berlari Minho tiba ditaman dan menemukan Jiyeon tengah berdiri sendiri sambil berjalan maju, suara Minho menghentikan langkah Jiyeon

“ Jiyeon”

“ Minho..” Ucap Jiyeon sambil menunjuk pohon yang berada tak jauh dari Jiyeon.

“ Ada seseorang disana” Ucap Jiyeon. Minho berlari kearah Jiyeon dan tepat saat ia memeluk Jiyeon, sebuah pisau tajam menancap dipundak Minho. Jiyeon terkejut bukan main, seseorang yang dilihat Jiyeon tadi berlari menembus kegelapan. Minho melepaskan pelukannya dari Jiyeon dan berlari mengejar orang itu. Jiyeon dapat melihat dengan jelas darah mengalir dari pundak Minho.

“ Minho.. Minho” Teriak Jiyeon ketakutan dan berlari menyusul Minho. Jiyeon kembali menjerit saat melihat dua orang sedang bergumul ditengah kegelapan. Jiyeon tidak bisa memastikan Minho yang mana diantara dua orang itu , minho baru saja tertusuk dan Minho pasti kesakitan. Jiyeon membungkuk untuk mengambil sebuah pisau yang berlumuran darah.

“ Minho”

Seorang namja terkapar tidak berdaya sedangkan seorang namja sudah bangkit dan berjalan kearah Jiyeon. Jiyeon tidak bisa melihat dengan jelas siapa itu, apakah itu orang yang mencoba membunuhnya ataukan itu Minho. tetapi orang didalam kegelapan itu tidak tampak kesakitan sedikitpun, seharusnya jika itu Minho. ia akan berjalan tertatih-tatih tetapi orang itu berjalan tegak dan semakin mendekat kearah Jiyeon. Jiyeon mulai terisak sambil menatap tubuh yang terlentang tidak berdaya diatas tanah itu, Minho.. itu tidak mungkin Minho. Jiyeon mulai berlari dan terus berlari dan orang itu mengejar Jiyeon. Jiyeon melepaskan pisau yang ada ditangannya dan terus berlari hingga orang itu berhasil menangkap Jiyeon. Jiyeon meronta dan terus meronta.

“ TOLONG!!!!”

 

 

TBC

 

 

 

 

 

103 thoughts on “Love Comes Suddenly : Back! [ part 8 ]

  1. senghyun mulai buat ngacauin kehidupan minji lg aissh yuri jahat bgt ckck
    haraboji nya jiyeon mudah2an bisa krja sama ma yong hwa tu ..
    apa yg ngejar jiyeon minho? kan gk mgkin minho kalah hehe
    next udah ada , aku baca dlu thor😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s