Love Comes Suddenly : If~! [ Part 7 ]

 

love comess

Tittle : Love Comes Suddenly

Author : Margareta Isabela

Type : Chaptered

Genre : Romance, Friendship, Marrigae

[ MainCast : Park Ji Yeon , Choi Minho ]

[ Other Cast : Bae Suzy, Seunghyun ( OC ), Kim Myungsoo, Krystal, ALL ]

 

————————

Mungkin dipart ini kagak ada mesra-mesraannya karena disini terfokus pada pertemuan. Mungkin dipart selanjutnya akan ada. Makasih untuk riders yang meninggalkan komentarnya, maaf Author gak bisa balas karena kesibukan. Khamsamnida *Bungkuk*

——————————

 

[ Author Pov ]

 

Minho duduk dikursi yang ada disamping kasur Suzy. Suzy terlihat sedikit pucat, selang infus masih dengan setia menempel di tangannya. Suzy dengan lahap memakan buah-buahan yang ada ditangannya. Kim Soo Hyun tersenyum lembut melihat isterinya.

“ Oppa, kau pulanglah.. kau harus beristirahat.. tenang saja, ada Minho Oppa disini..”Ucap Suzy menatap Soo Hyun. Soo Hyun awalnya tidak yakin, tetapi akhirnya ia mengangguk setuju. Setelah Soo Hyun keluar. Suzy menatap Minho.

“ Oppa”Suzy memanggil Minho dengan suara lirih.

“ Wae Suzy-a?”

“ Apakah kau percaya padaku bahwa Ji Yeon masih hidup?”

“ Aku tidak tahu Suzy, dan jika memang benar. Aku akan sangat bersyukur” Minho tersenyum lemah. Suzy menggenggam tangan Minho. “ Oppa, kau mencintainya kan?”Tanya Suzy sungguh-sungguh. Minho diam tidak menjawab. Seakan suzy tidak pernah melontarkan pertanyaan itu.

“ Oppa, jawab aku”

 “ Aku mencintainya Suzy, aku tahu itu sejak awal. Sejak kami bertemu aku sudah mencintainya, tetapi aku bukanlah namja yang baik untuk menjadi seorang appa ataupun seorang suami” Sedih Minho. “ Hidupku terlalu gelap untuknya, dan aku.. aku tidak mau cinta membuatku rapuh. Aku sudah membuat pagar untuk diriku sendiri, aku tidak boleh jatuh cinta walaupun aku akhirnya mengakui bahwa aku jatuh cinta padanya”

“ Jika Ji Yeon kembali Oppa bersama dengan anakmu, apakah kau akan menikahinya”

“ Ji Yeon tidak mungkin selamat”

“ Bagaimana jika mungkin”

“ Aku akan menikahinya segera” Suzy tersenyum dengan haru kemudian menepuk pundak Minho lembut. “ Mengapa kau baru menyadarinya sekarang Oppa? Saat semuanya sudah terlambat”Ucap Suzy dengan suara bergetar. Minho menatap Suzy dengan tatapan Sayu.

“ Aku selalu menyesalinya Suzy, bahkan mungkin sepanjang hidupku”

“ Jika Ji Yeon masih hidup, aku yakin kalian akan mempunyai seorang anak yang menggemaskan. Aku yakin ia akan mirip denganmu Oppa, jika ia namja. Dan jika ia yeoja , ia pasti akan secantik Ji Yeon” Hati Minho bagai tertusuk sebilah pedang. Minho tersenyum pahit, ia kembali menyalahkan dirinya. Seharusnya ia menjaga Ji Yeon dan seharusnya ia mengetahui sejak awal bahwa yeoja itu telah mengandung anaknya. Anak Minho dan Ji Yeon.

***

 

Minho-ah, ireona..

Minho berjalan menembus bayangan putih itu, suara yang terdengar tidak asing itu membuat jantungnya berdebar 2 kali lebih cepat. Dengan mata berkaca-kaca Minho terus mengejar suara itu. Hingga ia tiba disebuah ruangan , ruangan itu serba berwarna putih. Minho tercekat, seorang yeoja cantik dengan rambut yang tergerai indah sedang berdiri dan tersenyum dengan lembut kearahnya.

“ Minho-ah”

“ Ji..Ji Yeon”

“ Aku merindukanmu.. putera kita juga merindukanmu”Yeoja cantik didepannya menatap bayi yang ada dipelukannya. Minho tersenyum haru, ia berjalan mendekat. Tetapi sesuatu membuat Minho berhenti berjalan..

“ Ji Yeon, darah.. apa yang terjadi padamu” Panik Minho saat melihat darah yang menetes dari kepala Ji Yeon, semakin lama aliran darah itu semakin menjadi. Hingga baju putih yang digunakan Ji Yeon berubah menjadi warna merah darah. Ji Yeon menatap Minho..

“ Mengapa kau tidak melindungiku? Mengapa kau membiarkan Seunghyun menculikku dan membunuhku! Mengapa Minho-ah”

“ Aku .. aku menyesal Ji Yeon, aku benar-benar menyesal. Maafkan aku Ji Yeon, aku mohon kembali lah.. Omo, Ji Yeon kau bisa kehabisan darah” Minho menjerit frustasi. Tiba-tiba bayangan gelap menabraknya..

“ Ji YEON!!” Teriak Minho sambil menatap sekitarnya. Minho menghela nafas pelan, peluh membasahi keningnya. Nafasnya menjadi tidak teratur dan degup jantungnya berdetak lebih kencang.

 

***

Jinhye meloncat senang sambil memegang gajih pertamanya. Hari ini ia berencana membawa eomma dan puteranya untuk makan di Restaurant. Gajih yang lumayan besar, Sarang yang melihat kebahagiaan Jinhye hanya bisa tersenyum dengan geli.

Mereka duduk bersebelahan di Halte Bus , menunggu Bus selanjutnya lewat. “ Jinhye, coba kau lihat papan iklan itu” Jinhye melihat kearah papan iklan besar yang ditunjuk oleh sarang. Seorang namja tampan memakai jas mahal terlihat berdiri dengan bijaksana dan sangat tampan.

“ Bukankah namja yang ada di iklan itu sangat tampan.” Celetuk Sarang. Jinhye mengangguk.

“ Ye, kau benar. Kau mengenalnya?” Tanya Jinhye. Sarang melirik kearah Jinhye dengan senyum sombong.

“ Tentu saja, kau tidak tahu? Ia adalah Pengusaha Muda kaya raya. Ia mempunyai perusahaan dimana-mana, ia terkenal karena kecerdasannya dan juga ia mempunyai cerita cinta yang tragis” Bisik Sarang dengan wajah yang dibuat-buat sedih. Mereka tertarik, Jinhye bertanya.

“ Tragis bagaimana?”

“ Menurut beberapa Gosip yang aku dengar, Minho itu adalah seorang Bajingan Pemikat yeoja, ia menghambur-hamburkan uang setiap malam di Club.  Tetapi, walaupun begitu ia mempunyai otak yang sangat cerdas membuat Appanya tidak ragu untuk mewariskan seluruh harta untuk Minho. Seorang yeoja hadir kedalam hidupnya, tetapi.. yeoja itu menghilang”

“ Menghilang kemana?”

“ Aku juga tidak tahu, yang aku dengar bahwa yeoja itu hanya menghilang” Jawab Sarang. “ Lalu bagaimana dengan namja bernama Minho itu?” Tanya Jinhye penasaran.

“ Ia berubah, sejak kedatangan yeoja itu. Dan setelah kepergian yeoja itu, ia menjadi namja yang sangat sibuk dan bahkan ia menjadi gila bekerja. Aku dengar ia melakukan hal itu demi menghilangkan yeoja itu dari pikirannya” Ujar Sarang. “ Betapa malangnya” Gumam Jinhye. “ Kau benar-benar tukang gosip” Lanjut Jinhye sambil menatap sarang dengan tatapan aneh. Sarang tersenyum lebar.

***

“ Kita akan segera membangun Mall disini, aku sudah membayar semuanya.” Ucap Minho sambil menunjuk sebuah gambar presentasi didepan para Karyawannya didalam ruangan rapat. Seorang karyawan mengangkat tangan.

“ Mian Sajangnim, bukankah ditempat itu banyak rumah penduduk. Apa yang akan kita lakukan pada mereka” Minho tersenyum kaku.

“ Suruh mereka pergi, ini adalah dunia politik. Siapa yang tidak bisa bertahan, ia akan gugur. Aku akan memastikan bahwa Proyek kali ini akan berjalan. Aku tidak akan menyerah sampai aku bisa membangun sebuah Mall dikawasan perumahan kumuh itu. Lagipula tempat itu sangat strategis” Ucap Minho dengan ambisi menggebu-gebu. Terdengar helaan nafas para karyawan.

“ Tetapi Sajangnim-“

“ Tidak ada yang bisa menghentikanku kali ini, perusahaan ini akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar jika kita membangun sebuah Mall dikawasan perumahan itu” Ucap Minho.

“ Arraseo, sajangnim”

“ Kalau begitu, kita akhiri rapat kali ini” Minho mengambil jasnya kemudian berjalan keluar disusul oleh sekertarisnya.

***

“ Mari kita makan dengan lahap” Jinhye menyendokkan sayur dicampur daging kedalam mulutnya. “ Mashita” Ucapnya dengan mulut penuh makanan. Ga Hee hanya bisa menatap puterinya dengan wajah geli. Puteri yang begitu ia sayangi.

“ Yoogeun-ya, lihat? Kita bisa makan enak sekarang” Jinhye memeluk puteranya dengan lembut. Yoogeun hanya bisa menatap eommanya dengan wajah polosnya. Jinhye tiba-tiba terdiam saat ia melihat wajah puteranya.

“ Sarang-ah”

“ Yee?” Tanya sarang yang memang ikut pergi ke Restaurant bersama Jinhye.

“ Apakah kau merasa? Bahwa wajah puteraku mirip dengan namja yang ada dipapan iklan tadi” Tanya Jinhye dengan geli. Sarang menatap lama wajah Yoogeun , hingga ia menyadari sesuatu membuatnya tersedak. “ Ya, hati-hatilah” Ucap Ga Hee lalu memberikan air minum pada Sarang.

“ Oh Haneunim , bagaimana bisa anak ini begitu mirip dengan bajingan pemikat yeoja itu” Ucap Sarang heboh lalu menatap kearah Jinhye. “ Ya, Oh Jinhye.. jangan bilang kau-“

“ YaK!, buang pikiran buruk mu tentangku! Aku tidak mengenal namja itu, aku hanya mengutarakan pendapat tentang wajah puteraku” Ga Hee berdehem pelan, seakan ia merasa tidak nyaman dengan pembicaraan mereka.

“ Kajja makanlah, nanti makananmu terlanjur dingin”

***

Minho berjalan kearah sebuah meja di Club, yuri sudah tertidur dengan Botol Wine ditangannya. Pelayan Bar itu menatap Yuri dengan wajah cemas. Saat Minho datang, pelayan bar itu menghela nafas lega.

“ Kwon Yuri” Minho menepuk pundak Yuri pelan. Yuri bergerak.

“ Choi Minho, itu kau..? Ah,, Choi Minho namja yang ku cintai” Yuri memegang wajah Minho dan menangkup dengan kedua tangannya. Yuri menatap mata Minho dalam.

“ Minho-a, lihatlah aku? Apakah aku kurang cantik, apakah aku kurang menarik? Mengapa hanya ada yeoja itu diotakmu” Yuri berbicara dengan Minho menggunakan nada yang lumayan besar membuat mereka menjadi perhatian dibar itu. Minho membopong Yuri keluar dari bar itu.

“ Minho-ya”

“ Yuri, mengapa kau ada di Bar selarut ini? Tidak baik untukmu”

“ Minho-ya, aku mencintaimu” Yuri memeluk tubuh Minho. Minho mencoba melepaskan pelukan Yuri tetapi akhirnya ia membalasnya. Ia tahu bahwa Yuri begitu patah hati dengan penolakan Minho.

“ Kau yeoja baik Yuri-a, kau pantas mendapatkan yang lebih baik” Bisik Minho.

Akhirnya Minho berhasil memasukan Yuri kedalam mobilnya. Yuri sudah tertidur disamping kursi kemudi. Minho menghela nafas lelah kemudian mengendorkan dasinya. Ia tadi mendapatkan panggilan dari Yuri, Yuri meracau tidak jelas dan akhirnya Minho memutuskan untuk menjemput Yuri setelah melacak GPS Yuri.

***

“ Oppa, apa yang terjadi” Cemas Sulli saat Minho datang bersama Yuri. Yuri terlihat mabuk berat, dan juga meracau tidak jelas. “ Aku tidak tahu, tadi ia menghubungiku dan ketika aku sampai, ia sudah seperti ini” Jelas Minho. Sulli mengangguk dan membantu Minho untuk membopong Yuri masuk.

“ Aku terpaksa membawanya kerumahmu Sulli-a, aku tidak tega membawanya ke Apartementnya dan tidak ada yang mengurusnya” Ucap Minho, Sulli mengangguk mengerti.

“ Kebetulan Kwangmin Oppa sedang tidak berada di Seoul saat ini jadi aku tidak kesepian karena ada Yuri eonni” Minho mengangguk

“ Kalau begitu aku pulang, jaga dirimu baik-baik nde.”

“ Ye, Oppa”

~

Minho membuka pintu apartementnya, besok Minho memutuskan untuk meninggalkan apartementnya dan tinggal dirumah mewah yang sudah ia bangun. Akan lebih mudah jika ada banyak pelayan pikir Minho.

Minho memutuskan untuk tidak menjual apartement ini, ia hanya akan pindah membawa bajunya tanpa membawa perabotan yang ada diapartement yang sudah memberi banyak hal-hal indah yang sudah ia lewati bersama Ji Yeon.

Selain sibuk dengan pekerjaan kantornya, sekarang Minho sangat sibuk mengelola harta kekayaan Ji Yeon dan juga perusahaan Ji Yeon. Harta kekayaan Ji Yeon tidak akan bisa dibekukan jika mereka tidak menemukan mayat atau bukti bahwa Ji Yeon memang meninggal.

***

[ Sarang Pov ]

 

Kami berlari keluar rumah saat mendengar suara riuh. Semua warga kompleks berkumpul dengan wajah yang terlihat marah. Aku dan Jinhye berjalan ke kerumunan orang-orang.

“ Ahjumma, waeyo?” Tanyaku pada Ahjumma Lee yang sudah menangis sambil memeluk kucing kesayangannya yang bernama Cassie. Kucing yang beruntung.

“ Orang-orang itu hendak mengambil rumah kita dan membangun Mall disini” Aku langsung membelalak mataku, begitu juga dengan Jinhye.

“ Mwo!”

“ Pemilik tanah Kompleks ini sudah menjual tanah ini untuk sebuah perusahaan raksasa , dan mereka akan mengembalikan uang sewa kita. Aku tidak tahu dimana lagi aku akan mendapatkan rumah yang disewakan dengan uang yang tidak terlalu tinggi” Ahjumma Lee berjalan pergi sambil menangis. Siapa orang kurang hajar yang berani menindas Orang-orang lemah?

“ Jika kalian tidak meninggalkan tempat ini dalam waktu 2 hari, kami akan mengusir kalian secara paksa.” Seorang namja berbaju hitam dengan wajah dingin dan kejam menatap kami. Nyali ku seketika menciut, tetapi tidak dengan Jinhye yang balas menatap mereka dengan tatapan tidak setuju dan melawan.

“ Yak! Dasar Banci!” Teriak Jinhye. Kedua orang namja berbaju hitam itu menatapnya dengan tatapan tajam.

“ Kalian semua yang menggusur tempat ini adalah manusia tidak mempunyai hati! Manusia berhati iblis” Teriak Jinhye dengan suara menantang.

“ Maaf Agashi, tetapi tanah ini sudah dibeli secara resmi”

“ persetan dengan pembelian itu! Siapa yang menyuruh kalian? Katakan! Aku akan memenggal kepalanya” Ucap Jinhye. Kedua orang itu menatap satu sama lain.

“ Choi Minho” Jawab mereka. Sarang melebarkan kedua matanya.

“Apa kau bilang? Choi Minho?” Ucap Jinhye. Jinhye tersenyum kecut.

“ Katakan pada namja pengecut bernama Choi Minho itu bahwa aku Oh Jinhye mengatakan bahwa ia adalah namja banci dan juga berhati iblis! Aku menantangnya!”

“ Jaga ucapanmu Nyonya”

Karena takut Jinhye mengucapkan kata yang lebih parah, aku menarik Jinhye. Jinhye terus berbalik sambil mengutuk dua orang namja yang menatapnya dengan wajah keras itu. Karena Jinhye tidak segera menutup mulutnya , aku terpaksa menutup mulut Jinhye menggunakan kedua tanganku.

~

( Author Pov )

Ditempat lain, Minho terkekeh geli saat mendengar laporan para pengawalnya bahwa seorang yeoja menantangnya. Minho memutuskan bahwa besok ia akan mengunjungi tempat itu dan melihat siapa yeoja yang dengan berani mengatakannya sebagai seorang iblis atau banci? Minho sangat yakin bahwa yeoja itu adalah orang baru di Seoul, karena tidak ada satupun orang di Seoul yang tidak tahu siapa ia.

“ Apa yang terjadi?” Tanya Siwon yang kebetulan makan siang bersama Minho.

“ Hanya ada beberapa konflik ditanah yang akan aku gusur sebagai Mall” Jawab Minho santai.

“ Tanah yang berada dikawasan Myungdong?”

“ Nde”

“ wow daebak, bagaimana bisa kau mendapatkannya?”

“ Menggunakan otakku yang cerdas” Jawab Minho.

***

“ Ayolah Jinhye, kita harus segera berkemas karena beberapa jam lagi kita bisa diusir dengan cara kasar. Kita tidak bisa mempertahankan tempat ini” Ucap sarang. Jinhye masih dengan setiap berdiri didepan pintu sambil memegang tongkat bisbol.

“ Aku akan memukul mereka jika mereka berani menindas kita” Ucap Jinhye

“ Oh Jinhye , kita bisa mencari tempat tinggal lain”

“ tetapi aku lebih suka tinggal ditempat ini” Rengek Jinhye. Ga Hee hanya bisa menggeleng pelan melihat kelakuan puterinya. Ga Hee memeluk cucunya dengan erat. Yoogeun beberapa kali tertawa, entah oleh apa.

Sarang mengintip lewat jendela, semua orang sepertinya mulai meninggalkan rumah-rumah mereka membuat Sarang merasa frustasi. Mata Sarang membulat saat melihat seorang namja berjalan kearah rumah mereka ditemani dua orang bodyguard. Dalam sekali lihat sarang sudah bisa mengenali siapa namja tampan itu.

“ Chogiyo” Ucap Namja tampan itu dengan suara yang sedikit keras. Sarang menatap kearah Jinhye. “ Apakah namja iblis itu datang” Tanya Jinhye. Sarang mengangguk pelan.

Jinhye memegang tongkat bisbol nya semakin erat, Sarang mencoba menasehati Jinhye untuk mengalah tetapi Jinhye bersih keras bahwa ia akan memberikan pelajaran untuk namja yang berani-beraninya mengambil rumah yang mereka tempati.

“ Ayolah Jinhye, pukulanmu itu tidak akan menyakitinya. Ia adalah namja yang kuat, bahkan jika ditembak peluru ia masih akan tetap berdiri”

“ Sekuat itu kah?” Kaget Jinhye.

~

Minho masih dengan setiap berdiri didepan rumah atap itu sambil melipat tangannya didepan dada. Karena penghuni rumah itu terlihat enggan membuka pintu, Minho menyuruh dua orang bodyguardnya membuka pintu itu secara paksa. Sebelum para bodyguardnya membuka pintu itu, seorang yeoja berlari keluar. Minho tidak sempat melihat yeoja itu tetapi yang ia tahu yeoja itu membawa sebuah tongkat bisbol. Tongkat bisbol itu dipukul mengenai pundaknya tetapi Minho hanya diam seakan tongkat bisbol itu tidak menyakitinya.

Minho menahan tangan yeoja itu, yeoja itu terus meronta hingga kepala yeoja itu mendongak untuk menatapnya.

“ KAU! NAMJA PENGECUT!”

“ Ji..Jiyeon” Kemarahan yeoja itu pudar saat Minho menyebutnya dengan nama ‘ Jiyeon’ dengan suara yang lirih.

“ Nugu? Siapa yang kau sebut Ji Yeon? Aku Oh Jinhye!”

“ Ji Yeon, ini aku.. oh Tuhan , ini benar-benar kau”

“ Yak! Yak! Jangan sentuh aku, yak!” Jinhye meronta dipelukan Minho. Ga Hee dan Sarang berjalan keluar. Sarang berani bersumpah bahwa ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Choi Minho, namja tampan paling ditakuti oleh para namja diseoul sekarang sedang menangis memeluk yeoja didepannya dengan sangat lembut seolah Jinhye adalah sesuatu yang rapuh dan selembut kapas! Oh Tuhan, Sarang merasa dunia mulai berputar

“ Kau mengenal Jinhye” Tiba-tiba suara Ga Hee menghentikan perlawanan Jinhye didalam pelukan Minho. Jinhye lalu menatap kearah eommanya dan Yoogeun yang berada dipelukan Ga Hee

“ Dia Jiyeon, calon isteriku”

***

Sarang berani bersumpah untuk kesekian kalinya bahwa Minho memiliki rumah paling mewah yang ada di Seoul-! Rumah bagaikan istana itu begitu tampak sangat mewah dan kokoh. Jiyeon juga tidak bisa menahan kekagumannya dengan bentuk rumah mewah itu, ia dan sarang kemudian saling berbisik.

“ Omo sarang! Kau percaya, namja gila itu calon suamiku!”

“ tentu saja”

“ Tetapi, siapa aku sesungguhnya hingga mempunyai calon suami setampan dan sekaya setan itu”

“ Setan?”

“ Auranya seperti setan” Sarang dan Jiyeon tertawa seperti orang tidak waras. Minho menggandeng tangan Ji Yeon dengan lembut tetapi Ji Yeon segera menarik tangannya sambil menatap Minho masih dengan wajah kesal.

“ Kembalikan tongkat bisbolku!”

“ Tidak akan sayang, jika kau berniat memukulku lagi” Minho tersenyum santai kearah Ji Yeon sedangkan Ga Hee menatap Yoogeun. Sebelum mereka masuk, Ga Hee berdehem dan mendapatkan perhatian Minho.

“ Jika kau masih anak menikah dengan Jin.. ah.. Ji Yeon, jadi siapa ayah dari Yoogeun?” Tanya Ga Hee dan Ji yeon baru menyadari hal itu. Minho terdiam cukup lama hingga kemudian matanya berkaca-kaca.

“ dia sudah lahir”

“ Yoogeun anakmu!” kaget Ji Yeon seperti orang bodoh.

“ Tentu saja dia puteraku karena kau hanya tidur denganku, Ji Yeon .. kau memberikanku seorang anak laki-laki. Oh Tuhan, betapa menggemaskannya ..” Minho berjalan kearah Yoogeun dan menatap namja kecil itu

“Namanya Yoogeun, Oh Yoogeun” Ucap Ji Yeon.

“ Sekarang namanya adalah Choi Yoogeun karena ia adalah puteraku dan kau Ji Yeon. Namamu bukan Oh Jinhye, kau Choi Ji Yeon” Ji yeon menatap Minho dengan tatapan tidak bersahabat. Sampai sekarang ia tidak mengerti dengan semuanya, Ji Yeon ingin segera memulihkan ingatannya tentang siapa dirinya dan sejak ia bertemu dengan Minho .. Ji Yeon selalu bertanya pada dirinya sendiri..

‘ bagaimana bisa kau seberuntung ini Jiyeon? Namja itu benar-benar tampan! Apa yang kau lakukan dulu dimasa lalu hingga membuat namja itu terjerat? Tetapi tetap saja ia mempunyai aura setan hahahahaha’

***

Minho menatap lekat Ji Yeon seolah ia bermimpi saat ini, yeoja itu adalah Ji yeon! Yeoja yang membuatnya menjadi gila karena sadar bahwa ia sangat mencintai yeoja itu! Ya, Minho sudah sangat tahu bagaimana hatinya sudah terjerat dengan yeoja cantik yang sekarang berada didepannya dan menatapnya layaknya orang asing. Oh, Jiyeon-nya tidak pernah menatap seperti itu. Ji yeon selalu menatapnya dengan lembut, Jiyeonnya adalah yeoja paling menggoda dan yeoja didepannya sekarang adalah Ji Yeon yang sudah mencapai kesempurnaan dan Minho menyadari bahwa bentu tubuh Ji yeon semakin berbentuk dengan dada yang Minho yakin semaki membesar. Minho dengan segera menghilangkan pikiran kotornya, tetapi biar bagaimanapun setiap ia melihat Ji yeon. Ia ingin membawa yeoja itu keatas ranjangnya dan mengatakan bahwa ia mencintai yeoja itu walaupun ia tahu bahwa Ji Yeon yang sekarang mungkin hanya menganggap pengakuan cintanya sebagai lelucon karena Minho melihat dengan jelas perubahan yeoja itu.

Ji Yeon menjadi yeoja yang sedikit tidak waras karena sering melemparkan tatapan aneh kemudian tertawa. Mungkin karena batu yang terantuk mengenai kepalanya membuat Ji yeon menjadi sedikit.. yah.. begitulah..

Minho mengalihkan perhatiannya pada Yoogeun yang sekarang berada dipelukannya. Yoogeun terlihat sangat menyukai Minho , Ga Hee sendiri terkejut.. Yoogeun biasanya akan risih jika berada dipelukan seseorang yang baru ia lihat tetapi saat Yoogeun berada dipelukan Minho, bocah itu malah terlihat menyadarkan kepala kecilnya kepada Minho, appanya.

“ Appa”

“ Omo” Kaget Ji Yeon saat mendengar Yoogeun berbicara dan memanggil Minho dengan ‘Appa’

“ Appa” Yoogeun mulai tertawa membuat Minho gemas dan memeluk puteranya. Ah, semua bayangannya menjadi kenyataan. Ia akan mengejek Soo Hyun setelah ini karena namja itu sering mengejeknya sebagai ahjussi tua padahal umur Minho baru menginjak Usia 30 Tahun saat itu dan Minho masih awet muda serta makin terlihat tampan.

“ Puteraku mirip denganmu”

“ Dia puteraku juga Ji Yeon”

***

Suzy berlari memasuki rumah Minho, padahal ia baru saja pulang dari rumah sakit. Soo Hyun mengejar isterinya itu dan menemukan Suzy memeluk Jiyeon-! Oh Tuhan, yeoja itu benar-benar Ji Yeon! Soo Hyun sudah sangat salah jika menganggap Suzy gila. Suzy benar-! Ji Yeon memang masih hidup..

“ Jiyeon!!!” Ucap Suzy sambil menangis dan memeluk Jiyeon. Jiyeon menepuk pundak Suzy dengan lembut.

Jiyeon mengalihkan tatapannya pada Minho lalu bertanya dengan suara kecil, “Nugu?”

“ Suzy” Panggi Minho pelan. “ Ji yeon kehilangan ingatannya dan jangan sedih jika ia tidak mengingatmu karena ia juga tidak mengingatku. Ia bahkan memukulku menggunakan tongkat bisbol tadi” Ucap Minho.

“ Omo, Jiyeon~! Kau tahu betapa senangnya aku! Aku merindukanmu, tetapi kau malah tidak mengingatku” Isak Suzy sambil memukul Ji Yeon. Ji Yeon hanya bisa menampilkan wajah polos yang tidak tahu apapun.

“ Aku mengingatmu” Ucap Ji Yeon. “ Jeongmal?” Tanya Minho terkejut. Ji yeon mengangguk. “ Kau yeoja yang menyebrang jalan beberapa hari yang lalu dan hampir saja ditabrak mobil. Lain kali kau harus lebih berhati-hati..” Ucap Jiyeon. Suzy mengangguk.

“ Aku akan berusaha membuatmu mengingat kami lagi, Jiyeon”

“ Aku harap aku bisa” Senyum Jiyeon

***

-Makan Malam

 

Jiyeon menatap makanan yang dihidangkan didepannya dengan tatapan berkaca-kaca. Ia tidak pernah melihat makanan sebanyak ini tersedia dimeja untuk ia makan. Minho yang duduk didepan Jiyeon menatap yeoja itu dengan tatapan sedih dan pilu.

‘ Maafkan aku Jiyeon, jika dulu aku bisa menyelamatkanmu..kau tidak akan begini’

“ Gomawo, Minho-sii”

“ Makanlah yang banyak”

Beberapa pelayan menatap Minho dengan tersenyum. Selama ini mereka tidak pernah melihat senyum dibibir namja itu ataupun tatapan hangat. Sekarang mereka melihat, seorang Choi Minho tersenyum dengan sangat hangat pada yeoja didepannya yang sedang makan dengan sangat lahap

“ Kau tahu? Kami tidak pernah makan makanan yang seenak ini. Kami harus menabung selama berbulan-bulan jika ingin makan makanan selezat ini” Komentar Jiyeon.

“ Sekarang kau akan makan makanan yang enak setiap hari. Kau bisa melakukan apapun sesukamu dirumah ini karena kau akan menjadi isteriku. Jika kau kekurangan uang , kau bisa memintanya padaku”

“ Apakah tidak apa, jika aku meminta uang padamu?”

“ Tentu saja..”

“ Sebenarnya aku mempunyai satu permintaan” Gumam Jiyeon. “ Apa itu?”

“ Aku tidak ingin kau menggusur kawasan perumahan itu” Minho terdiam.

“ Aku tidak bisa” Ucap Minho.

“ Apakah kau tega? Dikompleks itu banyak orang-orang tidak mampu dan mereka akan kesusahan mencari tempat tinggal. Jika kau tidak mau, aku akan pergi dari sini”

“ Maksudku, aku tidak bisa menolak permintaanmu” Ucap Minho tersenyum.

***

[ Jiyeon Pov ]

 

“ Kau percaya bahwa Minho adalah appa dari Yoogeun?” Tanyaku tidak yakin pada Sarang yang sekarang berdiri disampingku dibalkon kamar mewah yang ada dirumah ini. “ Tentu saja ia adalah appa Yoogeun. Mereka memiliki banyak kemiripan Jiyeon dan kau tidak bisa meragukan hal itu” Gumam Sarang. Balkon kamar kami mengarah ke arah taman dirumah ini, taman yang begitu luas. Minho adalah namja yang sangat kaya, aku yakin butuh banyak uang membuat tempat seindah rumah ini.

“ Aku ingin kembali mengingat masa laluku..”

“ Kau mungkin bisa, kau hanya perlu menanyakan Minho atau meminta Minho atau Suzy membantumu mengingat siapa dirimu. Mungkin kalau mereka membantumu,kau perlahan bisa mengingat masa lalumu kembali”

“ Kau benar. Aku hanya harus meminta bantuan mereka”

Lampu taman tiba-tiba menyala. Minho berjalan kearah taman dan duduk disebuah bangku tanpa menyadari bahwa kami tengah memperhatikannya.

“ Apa yang dilakukannya ditaman tengah malam begini” Ucap Sarang.

“ Entahlah”

“ Kau tahu, Jiyeon. Aku sangat terkejut saat mengetahui bahwa kau adalah kekasih dari Minho. Kau begitu beruntung mendapatkan namja kaya, tampan dan cerdas sepertinya. Kau tahu?Banyak yeoja yang mau melakukan apapun demi berada diposisimu. Aku punya seorang teman yang bekerja di Bar, ia mengatakan bahwa ia pernah berada dalam Cinta satu malam dengan Choi Minho, sekitar 4 Tahun yang lalu saat ia masih menjadi namja Pemikat yeoja. Nana mengatakan bahwa Minho adalah namja yang sangat berbakat ditempat tidur, tetapi tidak ada yeoja yang bisa membuatnya bertahan lama. Minho berganti yeoja setiap hari dan ia bertemu dengan seorang yeoja yang aku yakini adalah dirimu”

“ Kau tahu banyak hal”

“ Tentu saja, aku berteman dengan banyak orang dan selalu mendapatkan gosip terbaru. Hampir semua orang di Seoul tidak akan melewatkan mendengar gosip tentang Minho”

“ Aku merasa menjadi yeoja beruntung setelah mendengar ceritamu” Kekehku. Aku terus menatapnya yang terlihat duduk sambil melamun entah apa yang namja tampan itu pikirkan.

“ Kau tidak penasaran?”

“ penasaran apa?”

“ Bagaimana ehm…ehm.. dengan Minho” Aku terlonjak kaget. “ Tidak ada salahnya bukan? Mungkin dengan kalian bercinta kau bisa mengingat kembali. Masa lalu”

“ Jangan gila”

“ Aku hanya memberikan saran” Tawa Sarang.

***

Keesokan paginya aku terbangun saat para pelayan memasuki kamarku. Mereka membantuku untuk berpakaian dan juga menyisir rambutku. Apakah mereka pikir aku tidak mempunyai tangan? Apakah hidup orang kaya memang semanja ini? Ckck..

Aku turun dan menemukan, eomma, Sarang, Yoogeun dan Namja itu duduk sambil mengobrol riang.

“ Selamat pagi” Ucapku

“ Kau sudah bangun?” Ucap Minho dengan lembut. Aku berjalan kearahnya dan mengambil Yoogeun darinya dan memeluk puteraku. Yoogeun mempunyai kamar sendiri sekarang dengan seorang pelayan yang ku yakini adalah Baby sister.

“ eomma”

“ Omo. Puteraku benar-benar tampan”

“ Eomma.. lapar..lapar” Ucap Yoogeun dengan wajah yang sangat menggemaskan sambil menepuk perutnya. Aku menurunkannya dan ia berjalan kearah Minho. sepertinya ia sangat menyukai Minho

“ Kemari sayang” Minho menggendong Yoogeun kedalam pelukannya.

“ Minho”

“ Nde, Jiyeon”

“ Kembalikan tongkat Bisbol ku” Ucapku sambil mengulurkan tanganku seperti meminta. Minho terlihat menatapku dengan curiga. “ Dan membiarkanmu memukulku?” Tanyanya.

“ Selama kau tidak berbuat macam-macam atau tidak membuatku kesal. Jadi kembalikan tongkat bisbol ku”

“ Aku akan meminta pelayan mengantarkannya ke kamarmu” Ucapnya. Aku mengangguk dengan puas. Pembicaraanku dan sarang semalam kembali teringat~ dan hal itu membuat pipiku bersemu! Sungguh sial~!

“ Ada apa?” Tanya Minho. aku menggeleng dengan terkejut kemudian menolehkan kepalaku untuk menatap makanan yang dihidangkan didepanku.

“ roti?”

“ Kau tidak suka roti? Jika kau tidak suka aku bisa meminta mereka menyiapkan makanan yang kau suka”

“ tidak perlu, roti ini terlihat lezat”Ucapku gugup. Ada apa denganku? Mengapa aku merasa gugup bertatapan wajah dengan Minho. aku berani bersumpah, ia semakin tampan hari ini dibalik jasnya. Ia terlihat sangat gagah.

“ Jiyeon, kita tidak perlu bekerja lagi di Restaurant Tuan Lim. Minho-sii bilang, ia akan mendirikan sebuah Restaurant untuk kita jika kita mau dan kau bisa mengelolanya” Ucap Sarang membuatku mengangkat kepalaku. “ Mwo”Ucapku.

“ Aku punya banyak tempat yang bisa dijadikan Restaurant jika kau mau. Kau hanya perlu memilih, atau kau mau memegang salah satu Restaurant yang sudah berjalan? Aku bisa memberikannya ke tanganmu” Ucap Minho sambil menyuapi Yoogeun dengan roti yang sudah dipotong kecil-kecil.

“ Restaurant apa?”

“ Restaurant yang menyajikan makanan khas Italia. Yang berada dikawasan Gangnam”

“ MWO!!” Aku dan Sarang sama-sama tersentak! Yang benar saja, jadi restaurant mewah dan terkenal itu adalah milik Minho! para karyawan ditempat kami bekerja selalu memuji restaurant mewah itu dan mereka mengatakan bahwa hanya kaum elit yang bisa makan ditempat itu karena harganya yang selangit.

“ Waeyo? Jika kau mau aku bisa memberikannya untukmu. Aku akan memberikan apapun untuk Calon isteriku”

***

[ Author Pov ]

 

“ Proyek Mall akan dibatalkan”

Semua mata menatap Minho. baru kemarin lusa namja itu bertekad untuk membangun Mall dikawasan itu dan sekarang Minho berubah pikiran dan mengatakan akan memperbaiki kawasan itu untuk ditinggali lebih nyaman oleh penghuninya yang dulu. Bahkan Minho hendak memberikan beberapa besar uang untuk orang-orang yang berada dikawasan itu karena orang-orang dikawasan itu sebagian adalah buruh.

Para Karyawan merasa sangat terkejut, Minho adalah type namja yang tidak pernah membatalkan keinginannya dan sekarang? Ia bahkan berniat membantu orang-orang itu. Minho menjadi namja yang peduli dengan orang-orang disekitarnya.

Setelah keluar dari ruang rapat, Minho tersenyum berseri-seri sambil menatap kearah jam ditangannya.

“ So Ri-sii.. batalkan semua rapat hari ini, aku ingin pulang segera..”

“ Arraseo, sajangnim. Tetapi ada beberapa berkas penting yang harus di tanda tangani.”

“ bawa ke ruanganku. Aku akan menunggu diruanganku” Minho berjalan masuk keruangannya. Saat ia menghilang dibalik pintu, para karyawan menjadi riuh dengan bisik-bisikan, tidak biasanya Minho ingin pulang segera. Namja itu biasanya sangat nyaman berada dikantor dibandingkan dirumah.

“ Omo. Apakah sajangnim sudah memiliki seseorang. Aku gagal” Ucap para yeoja.

“ Sayang sekali”

***

“ HAHAHA”

Tawa Jiyeon meledak saat ia tanpa sengaja mengenai wajah Suzy dengan tepung. Tadi pagi setelah Minho berangkat, suzy datang dengan membawa dua kantung penuh plastik yang berisi tepung dan segala macam bahan untuk membuat Kue. Para pelayan yang melihat kekacauan itu hanya bisa berdiri sambil menatap dua yeoja itu dengan prihatin

Pluk! Suzy melemparkan tepung itu sukses mengenai wajah Jiyeon. Terjadilah lempar melempar hingga para pelayan yang tadinya diam diajak untuk ikut dalam kegilaan itu. Ga Hee hanya bisa menggeleng pelan kemudian menggendong Yoogeun untuk kembali ke kamar sedangkan Sarang meloncat untuk ikut berperang tepung.

Suzy sangat bersyukur suaminya tidak berada disana sekarang karena Soo Hyun ada syuting hari ini. Jadi ia tidak perlu mendengar ceramahan suaminya.

Jiyeon terbatuk-batuk dan masih tertawa. Mereka menatap sekeliling dapur mewah itu yang sudah tidak berbentuk karena ulah mereka. Jiyeon menggapai telur dan melemparnya tepat mengenai Suzy. Suzy yang melihat hal itu ikut kembali dalam kegaduhan itu walaupun ia sudah hamil tua.

Minho turun dari mobilnya dan melihat 8 Orang pelayan berdiri didepan rumah menunggunya dan memberi hormat hingga kepala pelayan menghampirinya dengan raut wajah cemas membuat Minho merasa cemas.

“ Tuan, Nyonya.. Nyonya”

“ Ada apa dengan Jiyeon” Tanya Minho khawatir. Tas yang tadi ia pegang terjatuh.

Jangan terjadi apapun dengannya, aku mohon…

“ Di dapur”

Minho berlari kearah dapur dan terkejut melihat betapa berantakannya dapur itu sekarang. Jiyeon dan suzy masih melempar satu sama lain dengan tawa. Para pelayan yang melihat Minho langsung bangkit berdiri dan berdiri berjajar dengan rapi walaupun baju mereka sudah dipenuhi dengan tepung.

TBC

Otthokae ?? Jangan lupa RCL Ne J

123 thoughts on “Love Comes Suddenly : If~! [ Part 7 ]

  1. huwaaaa, akhirnya mereka bertemu jg. ngak kebayang bagaimana perasaan minho waktu melihat putranya udah besar.
    hiks, terharu minho udah berubah. yg longlast deh sma jiyeon kali ini, yah.
    update soooon eonni…

  2. wahh tuhh jiyeon asal mau pukul aja..
    kalau uri oppa terluka gimna?
    eihh akhirnya oppa ku , menemukan belahan jiwanya

    yakk oenni , tentu aja yoogeun anaknya minho oppa .. look look .. wajah mereka mirip eohh.. aihh knpa kaget gtu sihh.. yoogeun anaknya minho oppa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s