Love Comes Suddenly : I Love You Ji Yeon [ Part 6 ]

Comes Suddenly 5

Tittle : Love Comes Suddenly

Author : Margareta Isabela

Type : Chaptered

Genre : Romance, Friendship, Marriage

[ MainCast : Park Ji Yeon , Choi Minho ]

[ Other Cast : Bae Suzy, Seunghyun ( OC ), Kim Myungsoo, Krystal, ALL ]

——————————————–

Hal pertama yang terlintas dikepala author tentang Fanfiction ini adalah Fanfiction ini semakin kagak jelas -_- Mian kalau gak sesuai dengan apa yang kalian inginkan dan Maaf jika tidak suka dengan jelas ceritanya. Gomawo udah menunggu Fanfiction buatan author :’D

Jangan Lupa RCL Yah! J Gomawo

_________________________________________

 

 “ JI YEON!” Suzy tidak bisa menahan teriakannya saat melihat Ji Yeon dengan tangan terikat diatas air. Ji Yeon terlihat merintih kesakitan, mereka mengikat tangannya terlalu kuat dan Ji Yeon tidak bisa merasakan tangannya lagi. Ia terus mengutuk Seunghyun. Suzy dan Minho berlari kearah Ji Yeon tetapi langkah mereka terhenti saat Seunghyun mulai mengatakan ancamannya.

“ Diam disana! Jika kalian berani maju satu langkah, aku akan membuat gadis kecil ini tenggelam disungai yang deras ini”

“ Lepaskan dia Brengsek!” Ucap Minho. Seunghyun mengalihkan tatapannya pada Ji Yeon.

“ Kau bilang namja ini tidak memperdulikanmu, aku merasa aku melihat hal yang sebaliknya. Namja ini terlihat begitu ketakutan” Tawa Seunghyun meledak. Para Pengawal Seunghyun memegang senjata. Minho menutup matanya berdoa, hal yang paling jarang ia lakukan. Sekarang keselamatan Ji Yeon lebih penting

“Aku punya sebuah tawaran. Jika kau Choi Minho, mau maju kemari tanpa perlawanan. Aku akan melepaskan yeojamu ini dan sebagai gantinya kau harus merasakan rasa sakit yang ku alami tanpa melawan dan Jika kau berani melawan. Aku pastikan yeoja cantikmu itu akan menemui ajalnya” Minho menatap Ji Yeon yang sudah memucat. Hatinya terasa tercekik sesuatu.

“ Jangan! Jangan! Jangan menuruti atau menerima tawaran itu. Pergi dari sini dan kau harus berjanji bahwa kau akan menjaga Suzy untukku. Seunghyun menjebakmu. Dia menginginkan nyawa kita berdua”

“ Aku tidak bisa meninggalkanmu Park Ji yeon!”

“ Bajingan Choi! Kau harus mendengarkan kata-kataku, walaupun kau menyerahkan diri. Semuanya percuma, aku akan mati. Seunghyun tidak akan membebaskanku begitu saja. Sebaiknya kau segera pergi”

“ Aku merasa terhina park ji yeon, kau lupa? Aku namja kuat dan tidak sembarangan orang bisa membunuhku”

“ Kau benar-benar keras kepala!”

“ Aku tidak berniat mendengarkan pertengkaran kalian. Dan Choi Minho, semua ada ditanganmu, aku berjanji akan melepaskan yeoja yang kau cintai itu, jika kau dengan suka rela menyerahkan dirimu tanpa perlawanan..”

“ Dia tidak mencintaiku! Kau salah jika kau mengira ia akan menyerahkan dirinya dengan suka rela. Choi Minho, jangan buang-buang waktumu dan ingat! Kau harus menjaga Bae Suzy, aku akan mencekikmu jika kau tidak menjaganya” Ucap Ji Yeon dengan nada suara yang bergetar antara menahan sakit dan tangis

“ Ji Yeon” Suzy sudah menangis dengan terisak.

“ Suzy, berjanji lah bahwa kau akan menjadi yeoja yang baik” suzy menggeleng dengan tangis.

“ Aku akan menyerahkan diriku dan kau melepaskannya” Minho berjalan maju lalu berlutut ditanah. Para Bodyguard Seunghyun maju dengan tangan tanpa senjata karena mereka meninggalkan senjata mereka ditempat mereka berdiri. Sebuah tamparan keras mengenai wajah Minho. Minho diam tanpa melawan. Ji Yeon yang melihat hal itu menjerit. Tamparan demi tamparan dilayangkan kearah Minho yang terduduk dengan lemah, dari kejauhan Yurii yang memang mengikuti mereka menangis dengan tidak percaya. Dengan tangan bergetar Yuri menelepon Polisi.

Tamparan demi tamparan dilayangkan, Minho ambruk dengan darah diwajahnya. 8 Orang Bodyguard Seunghyun menendang tubuh Minho, Minho terlihat babak belur dan tak berdaya. Ji Yeon masih menjerit dengan tangis.

“ MINHO! BERJANJI LAH BAHWA KAU AKAN TETAP HIDUP! BERJANJILAH PADAKU! UNTUKKU DAN BAYI KITA” Teriak Ji Yeon dengan air mata yang berlinang. Mata Minho seketika membulat saat mendengar kata ‘ Bayi kita’ Ji Yeon mengandung, Minho tidak menyadarinya. Pantas saja Ji Yeon terlihat pucat beberapa minggu ini. Ji Yeon mengandung anaknya dan Minho merasa sesuatu yang hangat mengalir dihatinya.

Seunghyun tersenyum puas melihat Minho yang tidak berdaya. Suzy sudah terduduk ditanah tidak bisa menahan tangisnya yang hebat. Ia tidak bisa melakukan apapun sekarang. Ji Yeon sudah terlihat sangat kesakitan.

Suzy tahu bahwa Ji Yeon hamil. Kemarin Ji Yeon memberitahukannya, dan Ji Yeon dengan berlinang air mata memperlihatkan alat Test Kehamilan yang menunjukkan dua tanda merah.

“ Lepaskan talinya” Teriak Seunghyun dan salah satu anak buah Seunghyun melepaskannya. Ji Yeon berdiri dipinggir sungai dengan tangan yang membiru. Ji Yeon memegangi pinggir tangannya. Tetapi tiba-tiba terdengar suara mobil polisi. Seunghyun begitu terkejut ia menatap Minho

“ kau memanggil polisi! Shit! Kau membuatku marah Choi Minho! Ceburkan yeoja tidak berguna itu” Salah satu Bodyguard Seunghyun menarik tangan Ji Yeon dan Ji Yeon mencoba melawan tetapi apa daya.

Byur *SuaraApaItu’-‘* Minho terkapar tidak berdaya. Ia menjerit saat melihat tubuh Ji Yeon terbawa arus sungai yang deras. Ji Yeon awalnya berteriak mencoba menyelamatkan dirinya tetapi Ji Yeon menabrak beberapa batu dan akhirnya ia tidak tampak dipermukaan. Suzy menjerit sambil berlari dan mencari dan meneriaki nama Ji Yeon. Seunghyun tertawa puas.

“ BUNUH DIA” Mereka menahan tangan Suzy. Mencoba melakukan apa yang mereka lakukan pada Ji Yeon. Suzy berteriak meronta. Minho bangkit lalu dengan kecepatan kilat menampar para Bodyguard Seunghyun. Seunghyun menatap tidak percaya, harusnya Minho mengalami cidera berat setelah dipukul dan dianiaya dengan brutal tetapi Minho berdiri layaknya bar-bar yang sedang marah. Dalam waktu kurang dari 5 Menit minho melumpuhkan para bodyguard Seunghyun.

DOR!!DOR!! Peluru panas itu berhasil menempus pundak Minho. Minho tetap berjalan maju tanpa memperlihatkan rasa sakit. Baju putih yang ia kenakan berlumuran darah. Minho mencapai Seunghyun lalu mengangkatnya tinggi-tinggi dengan mata yang memancarkan dendam dan rasa sakit yang sangat dalam.

Minho menghentakkan Seunghyun ke atas tanah membuat Seunghyun menjerit sakit. Seunghyun terkapar tidak berdaya dan polisi datang bersama dengan Yuri yang penuh kepanikan. Sementara suzy menjelaskan apa yang terjadi , Minho dengan langkah gontai berjalan kepinggir sungai menatap Sungai deras itu. Seketika Minho ambruk dengan air mata yang sudah mengalir dipipinya. Sejak kecil ia tidak pernah menangis , tetapi rasa sakit yang ia rasakan sekarang menghancurkan semua nya . Minho yang kuat menjadi rapuh.

“ JIYEON!! “ Minho menggeram dengan Pilu.  Yuri hanya bisa menatap Minho dengan tatapan terkejut dan sakit. Minho terlihat seperti seorang pria patah hati. Minho terus menggeram sambil memukul tanah.

***

Sudah hampir seminggu sejak kejadian itu. Minho dengan seluruh tenaga berusaha ikut mencari ji Yeon bersama para tim Sar. Tetapi pencarian itu tidak membuahkan hasil sama sekali dan akhirnya, mereka menyatakan menyerah. Minho sudah berusaha semampunya tetapi, takdir berkata lain. Tubuh Ji Yeon tidak ditemukan, mereka menyusuri hampir sepanjang sungai dengan arus deras itu. Suzy menjadi yeoja yang murung dan selalu menatap baju-baju Ji Yeon dengan wajah hampa

Harta kekayaan Ji Yeon akhirnya dibekukan. Harta kekayaan itu tidak bisa disumbangkan ke Panti asuhan jika mayat Ji Yeon dan bukti bahwa Ji Yeon telah meninggal belum ditemukan. Secara hukum, harta itu masih dalam nama Ji Yeon. Jika ji yeon kembali, harta kekayaan itu masih miliknya.

“ Minho Oppa, sebaiknya kau tidur. Kau tampak tidak sehat” Ucap Suzy menghampiri Minho yang duduk diam dengan wine ditangannya. Minho menjadi namja pendiam, rumah itu bagaikan neraka dan juga ruangan tidak berpenghuni. Mata Suzy bengkak karena menangis sedangkan wajah Minho masih dalam tahap penyembuhan. Wajahnya masih tampak babak belur.

“ Apakah kau tahu bahwa ia hamil?” Tanya Minho pelan

“ Aku tahu. Ji Yeon memberitahu hal itu padaku”

“ Mengapa kau tidak mengatakannya padaku”

“ Ji Yeon melarangku”

“ Jika aku tahu ia sedang mengandung, aku akan menjaganya. Aku tidak akan membiarkannya pergi selangkahpun dari rumah ini. Suzy, aku tidak pernah merasa kesakitan ini. Apa yang terjadi” Minho menepuk dadanya dengan lemah. Suzy menangis melihat hal itu

“ Kau mencintainya Minho Oppa. Kau mencintai Ji Yeon, bagaimana bisa kau begitu lambat menyadarinya”

“ Aku tidak..”

“ Oppa,, besok aku memutuskan untuk tinggal dirumah Ji Yeon. Lagipula bahaya sudah selesai dengan tertangkapnya Seunghyun. Ji Yeon mengatakan padaku untuk menjaga rumahnya , ia selalu berpesan seperti itu. Ia begitu menyayangi rumah itu..”

“ Arraseo. Jika kau membutuhkan pertolonganku, aku akan membantumu” Suzy mengangguk sambil tersenyum.

“ Kau harus semangat oppa. Aku yakin Tuhan mempunyai rencana atas semua ini. Ji Yeon eonni sudah tenang disana, ia mungkin sangat bahagia bisa berkumpul bersama Ayah, ibu, dan kakeknya”

“ Dia belum meninggal Suzy!”

“ Berhentilah Oppa. Kau sudah lelah, selama seminggu ini kau terus memaksa menyusuri sungai itu dan kau kekurangan tidur. Kau harus beristirahat Minho Oppa. Ji Yeon tidak akan senang dengan keadaanmu sekarang” Suzy mulai berteriak mengatakan hal itu. Minho tetap tidak memperdulikannya.

“ Aku akan terus berusaha mencarinya”

“ OPPA!”

“ Tidak ada yeoja selain dirinya Suzy, hanya Ji Yeon. Aku tidak bisa, aku tidak bisa melupakan semuanya begitu saja” Suzy menangis. Ia mencoba untuk tegar, ia juga sama kehilangannya seperti Minho. tetapi ia tahu bahwa Ji Yeon tidak akan senang jika mereka menjadi serapuh ini.

***

-2 Years Ago-

 

Seorang yeoja cantik dengan perut yang mulai membuncit berjalan dengan pelan kesebuah ruangan. Ia tersenyum saat menemukan suaminya terlihat sedang sibuk menghapal script didepannya.

“ Oppa”

“ Ah, Chagiya. Kau sudah sampai? Kemarilah” Yeoja itu tersenyum kemudian duduk dipangkuan suaminya. Ia menyandarkan kepalanya ke dada suaminya. Ia merasa sangat hangat.

“ Ada apa? Kau terlihat sedih”

“ Hari ini tepat 2 Tahun Ji Yeon meninggal Oppa. Aku dan Minho oppa memutuskan untuk menanam pohon , Minho Oppa sudah mencari Ji Yeon selama 2 Tahun tanpa henti dan aku memaksanya untuk menghentikan pencarian ini. Dengan menanam pohon sebagai pengganti tubuh Ji Yeon. Aku berharap Ji Yeon bisa tenang” Soo Hyun menatap Suzy isterinya dengan tatapan iba. Ia memeluk isterinya dengan erat

“ Ji Yeon adalah sahabat yang baik bukan? Sudah 2 Tahun berlalu dan apakah Minho sudah bisa melepaskan Ji Yeon”

“ entahlah Oppa, aku tidak tahu. Ia selalu menampilkan wajah datarnya dan ia kembali ke sifatnya yang dulu, suka ke Club dan bermain yeoja. Kau ingat yeoja bernama Yuri yang ku ceritakan?”

“ Aku ingat”

“ Aku sering melihatnya keluar dari apartement Minho Oppa sambil menangis saat aku mengunjungi Minho Oppa”

“ Mwo! Kau mengunjungi Minho”

“ Ia, aku sudah menganggapnya sebagai kaka ku. Minho makan dengan tidak teratur dan hal itu membuatku merasa iba padanya” Ucap Suzy sambil menampilkan wajah polosnya. Soo Hyun memeluk isterinya. Mereka menikah beberapa bulan yang lalu.

***

“ Kau sudah menanyakan hal itu ribuan kali, Hyung. Bukankah aku sudah mengatakan alasanku” Minho menatap datar Siwon. Siwon menghela nafas kemudian menatap Minho.

“ Umurmu sudah lebih dari cukup untuk menikah. Banyak yeoja yang tertarik padamu. Kau hanya harus memilihnya, dan kau harus ingat bahwa Yuri masih menunggumu” Siwon tersenyum kearah dongsaengnya. Minho masih terfokus dengan pekerjaan kantornya.

“ Sekarang aku terlalu sibuk Hyung, aku tidak ingin terikat sebuah pernikahan dan kau tahu sendiri hal itu. Aku tidak ingin mencintai seorang wanita, aku tidak ingin mencintai. Karena cinta bisa membuat seorang namja kuat menjadi begitu rapuh” Siwon menghela nafas pelan saat mendengar nada suara Minho yang menyiratkan kepedihan.

“ Kau tidak bisa terus seperti ini Choi Minho, yeoja itu hanya sesaat untukmu. Lupakan dia dan cari yeoja yang bisa mendampingimu. Kau harus menerima kenyataan bahwa ia telah meninggal Minho”

“ Hyung, aku sedang tidak ingin membahas masalah ini. Jika kau kemari hanya untuk membahas masalah pribadiku, dengan hormat aku memintamu keluar” Minho menatap Siwon dengan sengit. Siwon mengangguk kemudian berjalan keluar dengan santai. Minho menghela nafas.

***

“ Jinhye-ah” Yeoja itu menoleh saat mendengar seseorang memanggil namanya. Ia tersenyum saat melihat eommanya berdiri tidak jauh darinya. Eommanya terlihat begitu lelah, dan juga terlihat tidak sehat.

“ Eomma, bukankah aku meminta eomma tetap dirumah? Kau harus beristirahat eomma”

“ Anni, eomma ingin menemanimu”

“ Tetapi eomma tidak boleh ikut membantu. Eomma harus dalam keadaan tidak bekerja. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tanaman ini..”

“ Jinhye”

“ Ne eomma?”

“ Bagaimana kalau kita pergi ke Seoul”

“ Untuk apa ? Bukankah tempat ini lebih dari indah?” Eommanya menggeleng dengan lemah kemudian menatap jinhye.

“ Sarang baru saja datang dari seoul dan ia mengatakan bahwa ia telah menemukan pekerjaan untuk kita berdua. Kau lihat sendiri bukan bahwa sekarang kehidupan sarang mulai membaik, sarang mengatakan bahwa gajih di Seoul lumayan besar. Kita tidak bisa hidup hanya dengan mengandalkan ladang ini. Ladang ini tidak subur” Jinhye menatap eommanya kemudian mengangguk dengan sedih.

“ Aku akan menurut padamu eomma, karena aku yakin jalan yang kau ambil adalah yang terbaik” Jinhye tersenyum kemudian merangkul eommanya yang sudah terlihat menua dengan rambut putih yang muncul dipermukaan rambutnya. Jinhye sangat menyayangi eommanya.

***

[ Jinhye Pov ]

 

Aku mengemasi barang-barangku. Sungguh berat meninggalkan rumah ini, walaupun kecil rumah ini begitu nyaman dan tenang. Eomma benar ,  ladang tidak akan bertahan lama. Jika kami tidak mencari uang lebih, mungkin aku dan eomma tidak akan makan. Aku akan giat bekerja mulai sekarang. Fighting!

Keesokan paginya, aku, eomma, dan Yoogeun pergi ke Seoul menggunakan kereta. Setelah menempuh perjalanan berjam-jam, kami sampai di Seoul. Kota ini begitu besar dan mengagumkan. Aku merasa tidak pantas berada ditempat ini, tempat ini terlalu tinggi untuk anak desa sepertiku. Sarang yang terlihat hapal dengan jalan-jalan dikota seoul menuntun kami

Kami tiba disebuah rumah atap. Rumah atap yang sederhana tetapi terlihat sangat nyaman. Sarang tersenyum kemudian membawa kami masuk. Aku memeluk Yoogeun yang ada digendonganku dengan lembut. Yooegun merengek tanda ia mulai lapar.

***

[ Yuri Pov ]

 

“ Minho, sudahi pekerjaanmu. Kau sudah berjanji akan menemaniku makan malam hari ini. Aku sudah menunggu lebih dari 2 Jam dan aku merasa mulai bosan” Ucapku sambil menatap Minho. Minho juga menoleh kearahku kemudian mengangguk. Ia berdiri kemudian mengambil jas kantornya.

“ Kajja”

Aku berjalan disamping Minho.

Semakin hari, perasaanku semakin bertambah untuknya. Minho yang tampan, Minho yang cerdas, Minho yang kuat membuatku merasa tergila-gila padanya. Ia sangat sempurna. Yeoja yang akan memilikinya pasti sangat beruntung. Dan yang akan menjadi yeoja itu adalah aku.

“ Kita akan makan malam dimana?”Tanya Minho sambil menatapku.

“ Ditempat kita biasanya” Jawabku. Minho mengangguk.

Beberapa karyawan yeoja yang masih berada dikantor menatapku dengan tatapan iri. Tentu saja mereka iri, karena aku dekat dengan Choi Minho. Dan , sekarang aku bekerja diperusahaan Minho dibidang Desain. Perusahaan Minho memberikan gajih yang lumayan besar dan banyak orang yang mati-matian untuk bisa bekerja ditempat ini.

***

“ Minho-ah, kau mau makan apa?”

“ Seperti biasa” Jawab Minho masih terfokus dengan layar ponsel miliknya. Ia sepertinya benar-benar sibuk. Aku berdehem untuk mengalihkan perhatiannya kearahku. Dan benar saja, sekarang ia menatap kearahku

“ Waeyo?”

“ Kau masih sayang padaku?” Minho terlihat berpikir kemudian menjawabnya dengan anggukan singkat.

“ Sayang sebagai apa?”

“ Ayolah, Yuri. Aku sedang tidak ingin membahas tentang perasaan sekarang. Bukankah aku sudah mengatakan ribuan kali bahwa aku menyayangimu. Aku masih menyayangimu “ Minho tersenyum kearahku tetapi tetap saja hatiku masih merasa bimbang.

“ Apakah kau mencintaiku” Minho seketika menghentikan kegiatannya pada Ponselnya. Kemudian kembali menatap kearahku.

“ Aku tidak akan jatuh cinta yuri. Aku tidak pernah akan jatuh cinta. Sangat sulit untuk membuatku jatuh cinta” Jawabnya

“ Jadi dulu, saat kita masih berpacaran itu hanya rasa sayang. Bukan rasa cinta?”

“ Bisa dibilang begitu, tetapi bukankah rasa sayang cukup untuk sebuah hubungan? Aku tidak bisa mencintai siapapun saat ini yuri..”

“ Termasuk Ji Yeon” Ucapku dengan nada yang sangat ketus. Ekspresi Minho berubah.

“ Jangan menyebut namanya” Ucap Minho. “ Kau tidak akan bisa melupakannya jika kau tidak bisa membuka hatimu untuk orang lain” Ucapku sambil menatapnya sengit. Minho membalas tatapanku..

“ Apa maksudmu?”

“ Kau mencintainya kan!”

“ Aku tidak mencintainya.. Aku membencinya” Jawab Minho dengan suara yang terdengar menyimpan kemarahan.

“ Lupakan dia! Kau tidak bisa membohongiku”

“ Cukup! Aku tidak ingin bertengkar hanya karena masalah ini dan aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Sebaiknya kau mencari seorang namja untuk kau nikahi. Karena kau tahu bahwa aku tidak pernah tertarik dengan sebuah pernikahan. Aku hanya ingin mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak ingin membuatmu berharap, Yuri”

“ kau bilang kau menyayangiku! Tetapi mengapa kau tidak mau menikahiku”

“ Aku akan menikah jika aku benar-benar jatuh cinta. Aku tidak ingin menikah hanya karena rasa sayang”

“ Minho”

“ Sebaiknya kau menyerah”

“ aku tidak akan pernah menyerah, Minho”

***

[ Author pov ]

 

Jinhye dan eommanya bekerja disebuah Cafe, sebagai pelayan. Jinhye tersenyum saat mengetahui berapa gajih pelayan ditempat ini perbulan. Mereka mengambil jam bekerja yang berbeda untuk bisa mengurus Yoogeun.

Sarang memberikan arahan untuk Jinhye dan eommanya. Jinhye mengangguk mengerti saat sarang selesai menjelaskannya.

“ Nah, Jinhye-ah.. sekarang kau melayani pembeli dimeja nomor 5. Tanyakan apa yang ia ingin pesan dan kemudian kau mencatatnya ditempat ini. Lalu berikan kepada Koki. Kau mengerti?”

“ Arra, aku mengerti” Jinhye mengangguk kemudian berjalan kearah meja nomor  5 yang dimaksud oleh sarang. “ Dan kau Bibi, kau ikut membantuku mencuci piring kotor” Sarang tersenyum kemudian merangkul pundak Eomma Jinhye.

Jinhye tersenyum saat mengetahui betapa mudahnya menjadi seorang pelayan. Hanya mencatat pesanan , kemudian mendapatkan gajih.

***

Jinhye masuk kedalam rumah atap itu dan melihat eommanya tengah menggendong Yoogeun yang tengah tertidur dengan pulas. Jinhye menghampiri eommanya lalu menggendong puteranya, putera kecilnya yang tampan.

“ Apakah Yoogeun tertidur, eomma?”

“ Dia baru saja tertidur, sedari tadi ia menangis”

“ Ah, mungkin dia merasa tidak nyaman ditempat yang baru ini. Eomma kau beristirahat lah”

 “Arraseo”Eomma Jinhye berjalan keluar. Jinhye berjalan kearah puteranya lalu mencium lembut kening puteranya. Bayi kecil dan mungilnya seperti seorang malaikat yang sangat tampan. Ya, puteranya sangat tampan dan cerdas.  Putera kecilnya berumur 1 Tahun 3 Bulan.

Jinhye meletakkan puteranya dengan lembut dikasur yang lumayan empuk itu. Jinhye tertidur disamping puteranya sambil memeluknya.

***

Minho membuka pintu apartementnya. Hanya kesunyian yang ia dapat. Ia menguap lelah kemudian menatap jam ditangannya. Sudah hampir subuh, dan ia baru saja pulang dari kantor. Besok pagi ia harus terbang ke Jeju untuk beberapa Rapat. Minho berjalan memasuki kamarnya, tetapi ia berhenti . kemudian berbalik dan berjalan kearah sebuah kamar yang berada tepat didepan kamarnya.

Tidak ada yang berubah dikamar itu. Bau khas Ji Yeon masih melekat dikamar itu, walaupun sudah hampir menghilang.

Minho menatap dengan datar sekeliling ruangan itu.

Ia berjalan kearah kasur Ji Yeon kemudian membaringkan dirinya dikasur itu. Kenang-kenangan mereka mulai bermunculan dipikirannya. Minho menutup matanya, mengingat suara Ji Yeon. Saat yeoja itu tertawa, saat yeoja itu menangis dan saat yeoja itu mendesah. Minho merindukan yeoja yang ia anggap sebagai mainannya itu.

“ Aku membencimu park Ji Yeon” Ucapnya dengan bisikan pelan.

***

Suzy terus mengomel sepanjang perjalanan. Membuat Soo Hyun hanya bisa tersenyum geli melihat emosi isterinya yang meledak-ledak. Suzy dengan perutnya yang sudah membuncit berjalan dengan cepat didepan Soo Hyun. Beberapa orang terlihat berteriak histeris saat melihat Soo Hyun yang memang telah menjadi artis yang sangat populer dikalangan yeoja. Suzy terus berjalan.

“ Ayolah , Sayang. Aku tidak pernah berniat begitu, itu hanya tuntutan pekerjaan”

“ Tetapi tetap saja kau bertemu dan berkencan dengannya!”

“ Aku tidak berkencan dengannya. Kami hanya mengobrol tentang pekerjaan dan tidak lebih” Ucap Soo Hyun

Suzy terus mengomel sambil menyebrang jalan. Hingga ia tidak melihat sebuah mobil tengah melaju kencang. Soo Hyun yang melihat hal itu terkejut bukan main, jatungnya seolah berhenti berdetak. Mobil itu berhenti dengan Suzy yang sudah berada diseberang jalan dengan posisi terlentang. Seorang yeoja terlihat menolong Suzy. Suzy menatap Yeoja penolongnya itu , Suzy terpaku. Ia tidak memperdulikan sakit yang timbul dipinggangnya. Yeoja itu..

“ Kau tidak apa?” Yeoja itu bertanya. Suzy mengangguk kemudian tatapannya melekat pada yeoja itu

“ Kau.. kau..”

Yeoja itu terdorong karena banyak orang yang menghampiri mereka. Soo Hyun berlari dan melihat Suzy yang terduduk dikerumuni banyak orang. Suzy terlihat kebingungan lalu berdiri. Suzy mendorong keramaian itu berusaha mencari yeoja yang ia lihat tadi. Melihat Suzy yang terlihat histeris, Soo Hyun memeluknya. Suzy meronta mencoba melepaskan sambil berteriak memanggil nama ‘ jiyeon’

“ Aku melihatnya tadi Oppa. Ji Yeon menolongku, Ji Yeon menolongku Oppa”Suzy menangis dipelukan Soo Hyun. Soo Hyun menggendong Isterinya lalu menaiki taksi. Suzy terlihat terkejut dan tidak lama setelah itu ia pingsan dipelukan Soo Hyun.

***

“ Bagaimana keadaan Suzy” Minho berjalan kearah Soo Hyun yang terlihat berdiri diruang rawat. Soo Hyun tersenyum tanda tidak terjadi hal buruk pada Suzy.

“ Dia hanya Syok dan mungkin hari ini ia akan dirawat inap hingga seminggu kedepan”

“ Aku bisa menebak bahwa ia cemburu lagi”

“ Bisa dibilang begitu. Dan ia hampir saja ditabrak mobil saat ia berjalan menyebrang. Aku tidak melihat kejadiannya karena aku menutup mataku. Yang ku tahu, seseorang menolongnya. Dan saat aku sampai, Suzy terlihat seperti seseorang yang frustasi dan Syok. Ia berdiri seketika dan ia memanggil nama Ji Yeon”

“ Ji Yeon?”

“ Suzy mengatakan bahwa Ji yeon menolongnya”

“ Itu tidak mung-“

“ Apakah aku boleh bertemu dengan suzy?”

“ Tentu saja, kajja” Soo Hyun membawa Minho masuk. Suzy menangis dengan selang infus yang ada ditangannya. Suzy menghapus air matanya. Ia hampir terlonjak saat melihat minho. ia harus mengatakan apa yang ia lihat tadi

“ Minho Oppa.. Minho Oppa.. aku melihat Ji yeon, aku melihat Ji Yeon tadi”

“ Tenanglah Suzy”

“ Mungkin karena ia terlalu syok ia melihat hal-hal yang tidak mungkin. Dokter mengatakan hal itu tadi. Suzy masih sangat terpukul dengan meninggalnya JiYeon” Ucap Soo Hyun. Minho menatap Suzy. Suzy seolah yakin bahwa ia memang melihat Ji Yeon.

“ Aku tidak bohong dan berhalusinasi. Yeoja tadi memang Ji Yeon. Ia menolongku!”

“ Ji Yeon sudah meninggal, Suzy” Terdengar nada berat disuara Minho saat mengatakan kata sudah meninggal. Sebenarnya ia sama seperti suzy, ia masih yakin bahwa Jiyeon masih hidup tetapi ia akhirnya menyerah dengan pendapatnya.

***

“ Kau kemana saja Jinhye? Kau sudah terlambat 20 Menit” Ucap sarang. Jinhye terlihat menunduk meminta maaf pada sarang.

“ tadi aku menolong seorang ibu hamil. Ia menyeberang jalan dan tidak melihat kanan kiri. Jadi aku menolongnya”

“ Apakah ia tidak apa?”

“ ia tidak apa. Ia terlihat masih bisa bergerak”

“ Syukurlah kalau begitu. Sekarang kau ganti bajumu”

“ Arraseo ,sarang”

Tetapi tiba-tiba Jinhye merasa kepalanya berdenyut sakit. Ia langsung ambruk. Sarang yang melihat hal itu langsung panik dan membantu Jinhye. Jinhye masih mengerang dengan sakit yang bagaikan menusuk kepalanya. Secerca cahaya muncul. Seolah ia melihat sebuah Film didalam kepalanya. Yeoja yang ia tolong tadi, ada dikepalanya. Seakan yeoja itu sudah tidak asing untuknya

“ Jinhye, Gwenchana”

***

Ucapan Suzy terus terngiang dikepalanya. Minho kembali meneguk segelas Wine didepannya. Jika Ji Yeon memang masih hidup, mengapa Ji Yeon tidak datang ke padanya dan Suzy? Bukankah seharusnya Ji Yeon datang kepadanya. Bukankah Ji Yeon menyukainya?

“ Tuan, kau sudah meminum terlalu banyak Wine. Apakah kau merasa baik” Pelayan Bar itu bertanya. Minho mengangguk.

Jika memang Ji Yeon masih hidup saat ini. Berarti Bayi yang dikandung Ji Yeon dulu sudah lahir, bayi nya dan Ji Yeon pasti sudah lahir. Minho hendak menangis, menyadari bahwa jika Ji Yeon memang masih hidup sekarang berarti ia mempunyai seorang bayi. Bayi yang pasti sangat mirip dengan dirinya dan Ji Yeon. Oh, Minho merindukan Ji Yeon. Ia sangat berharap bahwa Suzy memang benar-benar melihat Ji Yeon. Minho sangat berharap jika yeoja yang dimaksud Suzy adalah Ji Yeon.

Minho masih meneguk wine. Pikirannya terus terpaku pada Ji Yeon. Hatinya terasa hangat dengan kemungkinan bahwa Ji Yeon masih hidup. Ya, Ji Yeon pasti masih hidup.

TBC~

Mian jika jelek #NangisdipojokanT^T jangan lupa RCL neee..

108 thoughts on “Love Comes Suddenly : I Love You Ji Yeon [ Part 6 ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s