Love Comes Suddenly : Say Good Bye? [ Part 5 ]

Comes Suddenly 5

Tittle : Love Comes Suddenly 

Author : Margareta Isabela

Type : Chaptered

Genre : Romance, Friendship, Marrigae

[ MainCast : Park Ji Yeon , Choi Minho ]

[ Other Cast : Bae Suzy, Seunghyun ( OC ), Kim Myungsoo, Krystal, ALL ]

————-

Adakah yang menunggu Fanfiction gak jelas dan banyak Typo ini? Yang nunggu, angkat kakinya eh.. maksudnya angkat tangannya. Jangan lupa RCL

 

———-

 

[ Author Pov ]

 

“ Minho-ah, bangun..” Minho masih dengan setia memeluk guling didepannya. Ia menutup telinga dengan kedua tangannya yang besar. Ji Yeon masih dengan setia juga membangunkan namja itu. Minho benar-benar sangat malas untuk mengantar para yeoja itu menemui namja bernama Kim Soo Hyun. Seorang manusia alien.

“ Kau begitu semangat menemui manusia alien itu eoh? “

“ Dia bukan alien, itu hanya tuntutan peran. Sekarang kau bangun”

“Aish!”

“ Cepat”

“ Arra” Kesal Minho. Ia bangun dan berjalan dengan langkah malas kearah kamar mandi. Ji Yeon tersenyum kecil melihat Minho yang menatap kesal kearahnya. Namja itu sepertinya benar-benar tidak suka jika ia bertemu dengan namja lain, walaupun hanya seorang teman /?/

 

***

 

“ Ji Yeon, memang kita akan pergi kemana? Apakah ada acara penting?” Suzy bertanya pada Ji Yeon yang duduk disampingnya. Ji Yeon hanya tersenyum dengan penuh rahasia membuat Suzy mendengus pelan.

“ Dia akan membawamu bertemu si Manusia Alien” Celetuk Minho dan mendapatkan jitakkan keras dari Ji Yeon. Minho menjerit dengan kesal. Sedangkan Suzy sudah diam sambil menatap Ji Yeon.

“ Manusia Alien? Nugu?”

“ Otakmu benar-benar lamban” Celetuk Ji Yeon. Suzy hanya bisa mengangkat bahu dengan cuek. Kemudian kembali terfokus dengan trotoar dan jalan-jalan yang mereka lalui. Mobil Minho berhenti tepat didepan sebuah Cafe. Ji Yeon terlihat mengirim pesan pada seseorang, baik Suzy dan Minho sama-sama menatap kearah Ji Yeon. Ji Yeon menghela nafas saat menyadari kecemburuan Minho. Namja itu menatapnya dengan tatapan bercampur aduk, antara marah, sinis dan tidak suka.

“ Kajja, dia sudah berada didalam” Ji Yeon menarik tangan Suzy. Sedangkan Minho hanya bisa berjalan mengikuti kedua yeoja itu.

Suzy hampir saja jatuh pingsan saat melihat namja yang kini tengah berdiri dihadapan mereka. Namja dengan senyum hangat dan tampan itu menyambut mereka. Ji Yeon menahan tubuh Suzy supaya tidak memalukannya didepan Soo Hyun. Soo Hyun tersenyum gemas melihat tingkah Suzy. Saat Soo Hyun dan Suzy berjabat tangan, Soo Hyun dapat melihat dengan jelas betapa pucatnya wajah Suzy dan juga merasakan dinginnya tangan Suzy

‘ Yeoja yang menggemaskan’ Batin Soo Hyun sambil tersenyum geli.

Mereka duduk disebuah meja, Soo Hyun dan Ji Yeon terlihat sangat akrab. Mereka bahkan saling melontarkan lelucon satu sama lain, mengabaikan dua orang mahluk yang menatap mereka dengan tatapan panas dingin. Minho mendekatkan kursinya pada Ji Yeon lalu merangkul yeoja itu, sedangkan Suzy mencoba membuat topik pembicaraan pada Soo Hyun.

“ Oppa, apakah kau dan Cheon Song Yi benar-benar saling mencintai”

“ Hahaha, itu hanya tuntutan akting. Lagipula Ji Hyun sudah mempunyai seorang Nampyeon “ Jawab Soo Hyun dengan ceria. Suzy mulai melontarkan beberapa pertanyaan lagi dan dijawab dengan ramah oleh Soo Hyun dan akhirnya mereka menjadi akrab satu sama lain. Soo Hyun meminta nomor ponsel Suzy dan Suzy dengan segera memberikan nomor ponselnya. Suzy begitu ceria .

 

***

 

“ Argh! Soo Hyun Oppa mengirimku pesan” Jerit Suzy membuat Ji Yeon maupun Minho terlonjak kaget. Ji Yeon menggerutu kesal karena Suzy membuatnya terkejut sedangkan Minho mengelus dadanya dengan menghela nafas panjang.  Suzy benar-benar bertambah tidak waras sekarang.

‘ Ini salahmu’ Minho memberi kode pada Ji Yeon. Ji Yeon menatap Minho dengan kesal karena menyalahkannya

Suzy tersenyum dengan girang sambil meloncat-loncat dan juga berguling-guling sambil membalas pesan singkat dari Soo Hyun. Suzy benar-benar jatuh cinta pada Do Min Joon.

Tiba-tiba ponsel Minho berdering dan Ji Yeon melihat siapa yang memanggil. Ji Yeon menatap Minho yang juga menatapnya kemudian tangan Minho mengambil ponselnya dan mengangkatnya.

“ Yoboseyo”

“……………………….”

“ Arraseo. Kau ingin kemana?”

“ ………………………”

“ Bioskop? Ah, arraseo..  “

“ ………………………”

“ Aku memang hebat. Ahaha, Cheonmaneyo.. see you” Minho mematikan ponselnya dan tersenyum. Ji Yeon menatap Minho dengan tatapan terluka dan sedih, ia tidak pernah membuat Minho tersenyum seperti itu. Ji Yeon memegang erat bajunya. Kemudian mencoba mengalihkan tatapannya kearah Suzy.

‘ Ji Yeon babo! Kau dan Minho bukan sepasang kekasih, kau dan Minho tidak mempunyai sebuah hubungan apapun. Kalian hanya dua orang manusia yang dikelilingi oleh gairah. Kau seharusnya tidak mengharapkan lebih ‘ Ji Yeon mengutuk dirinya sendiri. Minho menatap Ji Yeon dengan tatapan bingung

“ Wae?”

“Anniyo”

“ Aku akan pergi dengan Yuri hari ini. Jangan lupa untuk mengunci pintu apartement, Seunghyun mungkin masih ada disekitar tempat ini. Jika terjadi sesuatu, segera hubungi aku”

***

 

Ji Yeon berdiri didepan jendela apartement. Ia menatap Minho yang berjalan kearah parkiran dan masuk kedalam mobil mewahnya. Ji Yeon tersenyum kecut, mengasihani dirinya sendiri. Seharusnya ia tidak sebodoh ini, seharusnya ia tidak pernah menganggap hubungannya dan Minho serius. Pada akhirnya, setelah semua berlalu. Ia dan Minho akan berpisah dan Ji Yeon sudah memantapkan diri , ia harus bisa menerima apapun yang terjadi.

Ia dan Minho tidak akan pernah bisa bersatu. Ia menyadari hal itu. Minho terlalu mencintai Yuri. Sulli sendiri yang mengatakan bahwa Minho sangat berat untuk melupakan Yuri dan sekarang yeoja itu muncul dan membuat Ji Yeon merasa posisinya terancam disamping Minho. Selama Minho masih menginginkan dirinya, JiYeon akan mencoba untuk bertahan. Walaupun ia harus menerima, Minho mencintai Yuri.

‘ Bukankah dulu Kakek mengatakan bahwa seorang bajingan hanya mencintai satu kali? Dan kau benar kakek, sayangnya aku terlambat. Satu-satu cintanya Minho sudah dimiliki oleh Yuri’ Batin Ji Yeon.

Ji Yeon menatap kearah ponselnya yang bergetar. Ia mengambilnya dan memencet tombol hijau.

“ Yoboseyo”

“ Ji Yeon, apakah ini kau?”

“ Nde, Nugu?”

“ Aku, Lee Taemin. Aku mendapatkan nomor ponselmu dari Krystal” Ucap Taemin. Ji Yeon tersenyum kecil, sepertinya Taemin tertarik padanya.

“ Ah, Taemin. Ada apa kau menghubungiku?”

“ Anni, aku hanya ingin menghubungimu. Bagaimana kabarmu? Apakah kau baik? Aku sudah mendengar semuanya dari Krystal, aku sungguh-sungguh tidak menyangka bahwa seunghyun akan sangat mengerikan. Padahal dulu ia adalah anak yang baik” Celetuk Taemin. Taemin memang mengenal dekat Seunghyun, biar bagaimanapun ia pernah dekat dengan keluarga Park.

“ Dia terlalu gila akan harta. Seharusnya Seunghyun bisa sadar, kau tahu sendiri Taemin-ah. Seunghyun satu-satunya orang yang kupunya sekarang. Tetapi ia malah memperlakukanku begini..”

“ Jadi, bagaimana?? Apakah sekarang kau aman?”

“ Hm.. aku rasa sekarang aku aman, mungkin hanya untuk sementara” Jawab Ji Yeon.

“ Syukurlah..”

“ Ji Yeon..”

“ Nde?”

“ Bagaimana kalau kita bertemu”

 

 

***

 

“ Mwo? Lee Taemin mengajakmu untuk bertemu? Apakah kau menerima tawaran itu” Tanya Suzy sambil menatap Ji Yeon yang juga menatapnya. Ji Yeon mengangguk kemudian menghela nafas.

“ Sepertinya Taemin tertarik padaku. Aku menerima tawarannya untuk bertemu. Mungkin jika Minho tidak bersamaku atau meninggalkanku, setidaknya ada Taemin yang menerimaku. Taemin sudah menunjukkan rasa sukanya padaku dan aku yang akan memutuskan. Taemin adalah namja yang sangat baik tetapi hatiku terarah pada Namja brengsek Choi Minho”

“ Minho Oppa tidak mungkin dan tidak akan pernah meninggalkanmu Jiy”

“ Menurutmu begitu. Minho bisa saja meninggalkanku jika ia mau, kami tidak mempunyai hubungan apapun saat ini. Dan saat itu tiba, aku akan mencoba menerima. Minho masih mencintai Yuri, yeoja masa lalunya yang ku ceritakan padamu” Ucap Ji Yeon dengan nada menyerah. Suzy teringat sesuatu..

“ Tunggu sebentar” Suzy beranjak dan beberapa menit kemudian muncul dengan kotak ditangannya.

“ Saat aku tanpa sengaja memasuki gudang apartement ini. Aku menemukan Kotak hitam ini. Apakah yeoja ini yang bernama Yuri” Suzy membuka kotak itu dan mengambil sebuah foto. Suzy menunjukkan foto itu pada Ji Yeon.

“ Ini foto Minho bersama Yuri. Aku pernah melihat foto Yuri dan yeoja yang bersama Minho difoto ini sepertinya Yuri. Kau lihat bagaimana mereka saling menyayangi, terlihat jelas difoto ini. Minho tersenyum begitu lebar, begitu juga dengan yeoja ini”

“ itu hanya masa lalu dan kau adalah masa depan Minho..”

“ Aku tidak akan pernah menjadi masa depan Minho dan begitu juga sebaliknya Suzy-ah..”

“ Tapi-“

“ Aku malah berpikir, apakah sebaiknya aku sendiri yang turun tangan untuk menghabisi Seunghyun. Dengan begitu aku tidak perlu berada didekat Minho lagi, semakin lama.. hatiku sulit untuk melepaskannya. Aku tidak akan sanggup melihatnya bersama Yuri”

“ Tapi kau tidak akan bisa. Kau yeoja dan kau tidak bisa melawan Seunghyun. Biarbagaimanapun ia memiliki banyak pengawal dan.. Untuk sekarang kau seharusnya masih bisa tetap bertahan. Jika kau memang menyukai minho, pertahankan dia”

“ Seharusnya aku bisa menjaga hatiku. Seharusnya aku tahu bahwa Minho tidak lebih dari seorang bajingan brengsek”

“ Jangan mengatakan hal itu. Minho namja yang baik Ji Yeon. Hanya waktu yang menjawab semua”

 

 

***

 

Selesai menonton di Bioskop, Yuri mengajak Minho untuk pergi ke Bukit Bintang yang selalu mereka kunjungi saatt mereka masih menjadi sepasang kekasih. Bukit yang menyimpan sejuta kenangan antara mereka. Dan Minho merasa senang bisa ketempat itu bersama Yuri. Yuri tersenyum dengan amat cantik sambil menyandarkan kepalanya ke arah pundak Minho. Minho juga menyandar kepalanya dikepala Yuri. Perlahan tangan Yuri menggenggam tangan minho

“ Minho”

“ Ne?”

“ Aku masih menyukaimu” Ucapan Yuri membuat Minho terdiam seribu bahasa.

“ Minho”

“ Aku juga menyukaimu” Balas Minho. Yuri tersenyum lega mengetahui hal itu. Minho masih menyukainya, sama seperti ia menyukai Minho.

Tiba-tiba ponsel Minho berdering dan Yuri melirik sedikit, tertera nama Bae Suzy diponsel itu. Minho mengangat panggilan itu.

“ Yoboseyo”

“ Yoboseyo, Minho Oppa”

“ Wae Suzy?”

“ Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku dan Ji yeon akan keluar sebentar. Tenang saja, ada Soo Hyun Oppa dan juga Taemin Oppa”

“ Taemin?”

Taemin adalah teman kami semasa kecil. Aku hanya ingin memberitahukanmu Oppa, supaya kau tidak khawatir jika tidak menemukan kami dirumah. Kami akan pulang tidak terlalu malam”

“ Apa tidak sebaiknya kalian menunggu aku sampai pulang” Tanya Minho.

Mian Oppa, Taemin dan Soo Hyun Oppa sudah menunggu dibawah. Ah, aku benar-benar senang, Soo Hyun Oppa datang untuk bertemu denganku. Kami seperti double date, aku dan Soo Hyun Oppa dan Ji Yeon bersama Taemin. Kami memiliki pasangan masing-masing” Celetuk Suzy tanpa sadar. Suzy melirik sekitarnya, ia masih bisa bernafas lega karena Ji Yeon masih sibuk bersiap-siap sehingga tidak tahu bahwa Suzy mencuri kesempatan untuk menghubungi Minho. Ji Yeon melarang keras Suzy untuk menghubungi Minho karena Ji Yeon sedang kesal dengan Minho.

“ Apakah maksudmu , Ji Yeon berkencan dengan namja bernama Taemin itu?”

“ Anni, mereka hanya bertemu untuk mengobrol. Tapi tidak ada hal yang tidak mungkin, bisa saja Ji Yeon menyukai Taemin. Ji Yeon masih harus memikirkan niat awalnya, sepertinya Taemin cocok Oppa” Suzy mulai mencoba memanas-manasi Minho.

“ Oh Arraseo, jaga diri kalian” Minho menutup sambungan teleponnya. Yuri masih dengan setia berada disamping Minho.

“ Nugu?”

“ Yeoja-yeoja nakal yang ku lindungi” Jawab Minho tersenyum tetapi menurut Yuri itu adalah senyum yang dipaksakan. Sepertinya sesuatu menganggu pikiran Minho.

 

***

 

Ji Yeon duduk disamping Taemin disebelah kursi mengemudi. Taemin terlihat sedikit gugup tetapi ia mencoba tampak seperti biasa saja. Sedangkan Suzy, ikut di mobil Soo Hyun. Walaupun arah tujuan mereka sama, kedua pria itu membawa mobil masing-masing. Ji Yeon sedikit tersenyum kecil melihat ke gugup-an Taemin.

“Taemin”

“ Nde?”

“ Bagaimana kabar eomma dan appamu??”

“ Mereka baik..”

“ Syukurlah kalau begitu” Ucap Ji Yeon tersenyum. Taemin membalas senyum Ji yeon.

“ Ji Yeon, kau ingat tidak dengan Park Ji Hee”

“ Nde aku ingat, bukankah dia teman kita dulu saat duduk dibangku Sekolah Dasar?”

“ Sekarang ia benar-benar berbeda, kau ingat bagaimana cupunya ia dulu? Sekarang ia tidak mengepang rambut atau memakai kacamatanya. Ia menjadi seorang model sekarang dan ia menjadi model diperusahaanku”

“ Jeongmal? Daebak”

“ Memang. Sungguh menyenangkan mengingat masa lalu “ Ucap Taemin. Mereka terlibat beberapa obrolan menyenangkan dan tak jarang Ji yeon tertawa lepas sambil menepuk pundak Taemin dengan akrab layaknya sepasang sahabat. Ya, hanya sahabat. Taemin melontarkan beberapa lelucon aneh dan Ji Yeon kembali tertawa lepas.

 

***

 

“ Minho, apakah kau tidak masuk? Sulli pasti akan senang melihatmu. Aku dengar kau sudah jarang kemari” Sebelum turun dari Mobil Minho , Yuri bertanya.  Minho tersenyum kemudian menggeleng

“ Aku mempunyai sedikit urusan, Sulli sering mampir ke Apartementku” Ucap Minho. Yuri tersenyum dengan wajah kecewa. Tetapi ia menyembunyikannya.

“ Apa yang membuatmu begitu sibuk?”

“ Merawat dua orang perempuan” Jawab Minho acuh.

“ Perempuan”

“ Mereka sedang dalam bahaya dan sebagai seorang namja aku membantu mereka. Aku merasa iba” Ucap Minho tapi Yuri menemukan sesuatu yang mengganjal dari nada suara pria itu. Minho terlihat berusaha melawan sesuatu hal yang ada didalam dirinya. Yuri merasa jantungnya seolah tertimpa benda berat dan ia merasa begitu sesak.

“ Siapa yeoja menarik yang itu?”

“ Maksudmu?”

“ Kau tidak bisa membohongiku , Minho” Yuri menatap Minho dengan mata berkaca-kaca. Minho merasa bersalah kemudian menghapus air mata Yuri dengan pelan kemudian tersenyum

“ Tidak ada yeoja lain, itu hanya pikiranmu Yuri. Tidak ada yang berubah dan kau tidak perlu takut”

“ Sungguh?”

“ Iya” Yuri mengangguk kemudian keluar dari mobil Minho. Minho menghela nafas pelan kemudian mulai menjalankan mobilnya. Sekarang, ia harus mencari dua orang perempuan yang sudah keluar dari tempat seharusnya. Ya, sejak tadi Minho menghawatirkan mereka. Anni, menghawatirkan satu orang yeoja, Ji Yeon.

 

***

 

“ Woah! Taemin, tempat ini begitu indah. Bagaimana bisa kau mengetahui tempat ini” Ucap Ji Yeon sambil menatap pemandangan kota Seoul. Lampu-lampu kota begitu terang dan juga indah. Suzy berdiri tak jauh dari Ji Yeon menatap pemandangan itu dengan wajah hendak menangis, seumur hidupnya ia tidak pernah diajak melihat pemandangan seindah ini. Soo Hyun yang melihat hal itu tersenyum dengan geli kemudian merangkul Suzy. Bermaksud menenangkan Yeoja itu.

Tangan Taemin perlahan merangkul Ji Yeon, Ji Yeon merasa tidak nyaman tetapi ia membiarkannya. Ini adalah awal yang bagus bukan?

“ Ji Yeon”

“ Iya?”

“ Sebenarnya, aku menyukaimu. Ini menggelikan bukan? Semenjak kita bertemu beberapa bulan yang lalu, aku tidak bisa melepaskan wajahmu dari pikiranku. Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, kau bisa memikirkan hal ini”

“ Apakah ini seperti sebuah lamaran?”

“ Bisa dibilang begitu, aku akan menunggu sampai kau menerimaku Ji Yeon. Jika kau menolakku sekarang, aku masih akan terus berusaha”

“ Beri aku waktu untuk memikirkannya Lee Taemin” Taemin tersenyum mengetahui bahwa ada sedikit harapan untuk perasaannya terbalas. Suzy melirik kearah Ji yeon dan Taemin, Suzy menampilkan wajah datar.

‘ Kau bodoh , dia hanya memerlukan waktu untuk memikirkan perasaanya Ji Yeon. Seharusnya kau mengerti’ Batin Suzy. Ia menatap ponselnya dan menemukan Minho memanggilnya tetapi Suzy memutuskan untuk tidak mengangkatnya

‘ Dan kau Choi Minho, kau memiliki pikiran yang lambat’ Batin Suzy

 

***

 

 

[ Ji Yeon Pov ]

 

“ Apa kami boleh mampir?” Tanya Taemin penuh harap. Aku menatap Suzy, dan Suzy mengangguk setuju. Seperti Soo Hyun juga ingin mampir sebentar. Tidak ada salahnya bukan? Mungkin Minho belum pulang dan walaupun ia sudah pulang , ia seharusnya mengerti. Aku hanya ingin membawa temanku ke Apartement. Aku merasa kesepian. Belakangan ini Minho sibuk dengan yeoja bernama Yuri dan apa salahnya aku mencari beberapa penghibur sekaligus  Calon Suami

“ Tetapi Mungkin Minho Oppa tidak akan menyukai kedatangan kalian, jika ia mengatakan kata-kata kasar, kalian harus memakluminya” Suzy memberi peringatan. Ya, Soo Hyun dan Taemin tahu dengan jelas bahwa kami tinggal dirumah Minho untuk pengamanan. Minho namja yang kuat dan kami pasti dilindungi.

“ Aku tidak akan menganggap ucapannya” Celetuk Taemin sambil tersenyum.

Aku membuka pintu apartement dan tepat saat itu Minho muncul dari kamarnya hanya menggunakan handuk. Minho menatap tajam kedua tamu kami. Untung saja Soo Hyun dan Taemin tidak merasa tidak nyaman karena aku dan Suzy sudah memperingatkan bagaimana sifat Minho.

“ Minho Oppa, pasang bajumu” Ucap Suzy dengan malu. Minho acuh seakan memamerkan ABS nya pada Taemin dan Soo Hyun. Minho memiliki abs yang sempurna. Dan aku sangat menyukainya.

“ Minho, pasang bajumu” Minho mendengus kemudian masuk kedalam kamarnya. Ia sangat menurut padaku. Kekeke

“ Dia laki-laki yang mengagumkan, tubuhnya benar-benar cocok untuk memerankan film action dan wajahnya sangat tampan” Komentar Soo Hyun. Ya, Minho sangat cocok. Minho sangat tampan dan ia adalah namja tertampan yang pernah aku temui.

 

***

 

“ Jadi, siapa diantara kalian berdua yang tertarik pada Ji Yeon” Aku langsung menatap Minho dengan tatapan tajam yang membunuh. Ia baru saja datang dari kamarnya dan berdiri bagaikan seorang barbar dan menatap Soo Hyun dan Taemin dengan tatapan tidak bersahabat, Soo Hyun dan Taemin adalah orang yang baik. Minho mempunyai sifat yang begitu buruk.

Taemin tiba-tiba berdiri..

“ Aku”

Minho menatap Taemin dari atas sampai bawah. Well, mereka benar-benar berbeda. Walaupun Taemin bisa dibilang lumayan tangguh, ia tidak setangguh dan setinggi Minho. Minho tersenyum dengan kecut.

“ Kau yakin bisa melindungi Ji Yeon”

“ minho cukup” Marahku

“ Jawab aku”

“ Tentu saja aku bisa, aku lumayan kaya untuk menyewa beberapa Bodyguard kelas atas jika Ji Yeon menjadi isteriku. Aku sudah tahu semuanya, aku bisa melindunginya dari sepupunya yang tidak berperasaan itu. Kau tahu? Kau menambahkan masalahnya” Ucap Taemin seakan menuduh Minho dan aku melihat rasa murka dimata Minho tetapi ia malah tersenyum, senyum yang menakutkan dan Taemin yang tadinya berdiri dengan tatapan tajam kearah Minho, seketika berjalan mundur.

“ Ji Yeon tidak membutuhkan Bodyguard konyolmu itu. Jika kau mau mengambilnya sebagai isterimu, kau harus menjaganya dengan dirimu sendiri bukan dengan orang lain. Kau tahu? Berapapun banyak bodyguard yang kau sewa untuk menjaga Ji Yeon, itu tidak akan berarti jika satu orang pria dapat dengan mudah menculiknya lagi” Minho tersenyum dengan menyeringai. Aku tahu siapa pria itu, bukan seunghyun tentunya. Hanya Pria yang kuat yang berani mengambil resiko menculikku

“ Siapa?” Tanya Taemin

“ Aku” Jawab Minho dengan acuh..

“ Kau tidak bisa terus memilikinya Choi Minho, kau tidak bisa memilikinya tanpa ada ikatan pernikahan diantara kalian! Kau seharusnya sadar bahwa Ji yeon akan lebih baik bersamaku dibandingkan kau, bajingan sepertimu tidak pantas untuknya” Aku menatap Minho yang terlihat tidak terima dengan ucapan Taemin, seharusnya aku tidak membawa Taemin kemari.

“ Apa yang kau tahu tentang kebaikan Ji Yeon? Apakah kau mengira bahwa aku serendah itu? Jangan Lupa, aku adalah orang yang lebih cerdas dan lebih sempurna darimu. Aku memiliki segala yang diperlukan oleh Ji Yeon, aku memberikannya perlindungan bahkan aku sanggup memberi apapun yang ia inginkan. Aku juga bisa menjaganya “

“ tapi kau tidak bisa memberikannya, kau tidak bisa menikahinya!”

“ Bullsyit! Untuk apa pernikahan jika kami merasa senang satu sama lain? Hal ini hanya untuk sementara, jika kami bosan satu sama lain. Kami bisa berpisah dengan baik” Apa maksudnya? Aku tidak akan semudah itu lgi menyerahkan diriku padamu choi Minho yang tampan. Jadi selama ini kau hanya menganggapku sebagai boneka yang jika tidak berguna akan dibuang?! Terkutuk kau!

“ Taemin, sebaiknya kau dan Soo Hyun pulang sebelum namja brengsek ini marah. Dan aku akan memikirkan tentang lamaranmu” Minho terlihat terkejut mendengarku mengatakan tentang ‘ Lamaran’ wajahnya seketika berubah, api kemarahan yang tadi ada dimatanya sekarang seolah lenyap. Aku menatapnya dengan datar. Suzy mengangguk, lalu mengajak Taemin dan Soo Hyun untuk keluar. Setelah mereka keluar aku menatap Minho dengan tatapan marah.

“ Apa yang kau lakukan? Kau menghina mereka! Mereka hanya tamu disini”

“ Kau ingat? Ini apartement milikku dan aku bebas melakukan apapun yang ku inginkan. Kau yeoja keras kepala dan egois” Ucapnya dengan nada menghina. Aku menatapnya dengan tajam.

“ Persetan denganmu!! Baiklah, mulai hari ini aku dan Suzy akan pergi dari Apartement mu dan kau bisa dengan sesukamu membawa Yuri, yeoja yang kau idamkan itu. Aku tidak membutuhkan seorang kekasih, aku membutuhkan Suami dan Taemin sepertinya akan sangat cocok untuk menjadi suamiku! Aku pergi” Dengan mengomel aku masuk kedalam kamarku dan mengambil koperku. Persetan dengan Seunghyun! Aku akan membunuhnya dengan tanganku jika ia muncul dihadapanku dan Suzy! Aku sudah tidak perduli! Semakin cepat aku pergi dari tempat ini, semakin cepat aku melupakan namja bajingan itu!

 

***

“ Kau gila!” Aku membentak Suzy karena ia tidak mau meninggalkan apartement Minho. Ia bersihkeras bahwa kami dalam bahaya jika pergi dari tempat terkutuk ini.  Minho sudah menghinaku! Namja itu benar-benar menyebalkan dan sekarang ia membuat Suzy sama menyebalkan sepertinya.

“ Ayolah Ji Yeon, kau bukan hanya membahayakan dirimu tapi juga aku. Apakah kau mau menikah dengan Seunghyun? Ia masih mengincarmu dan lagipula ia akan menaruh dendam padamu dan Minho sekarang setelah apa yang dilakukan Minho padanya. Satu-satunya harapan adalah Minho. Well, untuk sementara memang kita membutuhkan Minho. dan jika akhirnya kau memang akan menikah dengan Taemin kita bisa meminta Taemin untuk menyewa banyak Bodyguard.  Tetapi jika dengan Minho, aku yakin 100% tidak ada yang berani mendekatimu. Minho cocok…”

“ Ia tidak akan menikahiku Suzy, aku tidak ingin hidup dalam dosa. Sudah cukup selama ini dan aku tidak akan berdiam diri, aku akan melanjutkan rencana awalku. Aku sudah memikirkannya matang-matang, aku akan segera mencari calon suami.Secepatnya”Ucapku. Aku melirik kearah Minho sedikit menilai ekspresinya dan ia terlihat sangat santai dan bahkan tertawa kecil melihat program didepannya. Apakah ia benar-benar tidak perduli denganku.

“ Aku akan membantumu jika kau memang berniat kembali ke rencana awalmu,aku memiliki chingu yang lebih kaya dibandingkan Taemin dan juga baik  tentunya” Ucap Minho tiba-tiba  membuatku merasa terhantam sesuatu..

 

***

[ Keesokan paginya ]

 

Aku berjalan kearah pintu saat bell berbunyi. Aku membukanya dan menemukan seorang yeoja berdiri dengan anggun didepanku dan aku bisa mengenalinya dengan sekali tatap. Dia begitu cantik dan sempurna. Pantas  saja Minho tidak bisa melupakannya. Yeoja itu tersenyum dengan amat ramah padaku.

“ Hai”

“ Hai” Balasku

“ Apakah Minho ada?”

“ Nde, masuklah” Aku mempersilahkan Yuri masuk. Aku meminta Suzy untuk mengatakan kedatangan Yuri pada Minho. Setelah Minho datang, aku memutuskan untuk masuk kedalam kamarku. Aku tahu bahwa aku tidak sanggup berada disekitar mereka. Yeoja bernama Yuri itu sudah pasti akan sering berkunjung kemari.

Aku mendengar gelak  tawa Minho dan Yuri. Aku ingin segera pergi dari tempat yang bagaikan neraka ini. Minho, aku membencimu. Sungguh..

 

***

 

 

 

[ Author Pov ]

 

 

Ji Yeon memutuskan untuk keluar, menghirup udara segar. Tanpa mengatakan pada Suzy ia akan pergi kemana. Yang ia butuhkan sekarang adalah ketenangan. Ji Yeon menaiki mobil Sport yang baru ia beli seminggu yang lalu. Ji Yeon menyimpan belati miliknya disamping celananya. Ia sudah siap jika kejadian dulu terulang lagi, ia tidak akan membiarkan Seunghyun atau siapapun menyakitinya karena ia adalah yeoja kuat.

“ Kau masih mencari seorang suami” Krystal menatap Ji Yeon. Ji Yeon mengangguk kemudian tersenyum.

“ Aku kira kau mengubah keputusanmu” Ucap Krystal. Ji Yeon menggeleng

“ Aku harus kembali ke niat awalku, Krystal-ah”

“ Aku harap kau mendapatkan yang terbaik, Ji Yeon”

“ Aku juga berharap begitu “

Setelah mengobrol dengan Krystal, Ji Yeon memutuskan untuk pergi ke toko pakaian. Ia hampir tidak pernah ke toko pakaian lagi selama ia di Seoul dan ia sangat merindukan yang namanya berbelanja. Saat ia memasuki toko pakaian ia merasa seseorang mengawasinya. Tetapi Ji Yeon memutuskan untuk mengabaikan hal itu.

Tetapi ia mulai ketakutan dan tanpa sadar memanggil nama Minho..

Ji Yeon masuk kedalam toko pakaian dan menghubungi ponsel Minho tetapi tidak ada jawaban. Kemudian ia berusaha lagi menghubungi Minho, dan panggilan darinya ditolak. Minho dengan sengaja tidak menjawab telepon darinya..? Ji Yeon merasa ketakutan, Ji Yeon kemudian menghubungi Suzy dan tidak dalam waktu lama. Suzy mengangkatnya

“ Ji Yeon kau kemana? Aku tidak menemukanmu di Apartement”

“ Suzy.. suzy-ah..suzy” Ucap Ji Yeon dengan panik saat beberapa namja berbaju hitam berjalan mendekat kearahnya.

“ Ji..Ji Yeon, Gwenchana?”

“ Orang-orang itu berjalan kearahku, suzy.. suzy aku takut.. suzy…”

“ JI YEON SEKARANG KAU DIMANA? JAWAB AKU!”

“ Suzy, tolong aku. Aku ketakutan, tolong. Apa yang harus ku lakukan? Mereka bertubuh besar semua. Aku tidak mungkin melawan mereka” Ji Yeon mengitari pakaian-pakaian mencoba menyembunyikan diri. Keringat dingin membasahi keningnya. Sama hal nya dengan Ji Yeon, Suzy ketakutan setengah mati hingga ia menjerit sambil berlari menghampiri Minho yang sepertinya hendak keluar berkencan dengan yeoja bernama Yuri itu.

Melihat wajah suzy yang ketakutan, Minho langsung tahu apa yang terjadi. Minho berjalan kearah Suzy lalu mencengkram tangan Suzy dengan keras

“ Dimana Ji Yeon?”

Suzy menunjukkan ponselnya dan dengan cepat Minho mengambilnya tetapi terlambat. Hanya jerita dan teriakan yang terdengar dan kemudian sambungan terputus. Minho merasa sebuah hal baru muncul ditubuhnya, ia tidak pernah merasakan perasaan ini. Perasaan ketakutan. Minho dengan keringat dingin menarik tangan Suzy tanpa memperdulikan Yuri yang terus memanggil namanya

“ Kita harus menemukannya Suzy, kita harus menemukannya. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku jika terjadi hal buruk padanya. Sekarang Seunghyun tidak mengincar harta Ji Yeon lagi, ia mengincar nyawa ji Yeon” Ucap Minho dengan suara yang dibuat setenang mungkin tetapi tetap saja tubuhnya bergetar dengan sangat hebat. Suzy menangis disamping Minho

“ Kita akan melacak keberadaannya melalui ponselnya” ucap Minho. Suzy mengangguk.

 

***

 

“ Sinyal yang terlacak hanya sampai tempat ini dan kemudian menghilang. Otthokae?” Ucap Suzy dengan panik dan frustasi. Minho mencoba untuk tetap tenang.

“ Bukankah itu mobil Ji Yeon” Ucap Minho menunjuk sebuah Mobil Sport berwarna putih dan Suzy mengangguk. “ Berarti ia disini tadi” Gumam Suzy. Seorang pelayan toko terlihat memasang wajah panik. Suzy dan Minho menghampirinya

“ Chogiyo. Apakah kau melihat dimana pengendara mobil ini tadi?”

“ Mereka membawanya dengan paksa. Aku begitu takut , sehingga tidak bisa menolongnya. Mereka membawanya dengan mobil berwarna hitam dan yeoja itu terlihat ketakutan dan mencoba melawan tetapi mereka membiusnya dan aku tidak tahu harus melakukan apa” Ucap Pelayan itu. Suzy menangis sambil menarik-narik lengan baju Minho. tanda ia ketakutan setengah mati dengan keselamatan Ji Yeon.

“  Apakah kau tahu kemana mereka membawanya..?”

“ Aku mendengar mereka menyebutkan tentang sungai, aku tidak tahu dimana tetapi mereka menyebutkan sungai berbatu yang dilalui arus. Aku hanya bisa mendengar mereka sampai situ”

“ Aku tahu dimana, kajja” minho menarik tangan Suzy. Suzy mengikuti minho

 

***

 

“ Aku akan membunuhmu Seunghyun! Aku bersumpah akan membunuhmu!” Ji Yeon berteriak pada namja yang berdiri didepannya. Tangan Ji yeon terikat keatas dengan kaki yang menyentuh air. Mereka berniat menenggelamkannya? Sungguh manusia tidak berperasaan.

“ Aku akhirnya mengerti, jika aku membunuhmu. Aku akan menjadi satu-satunya orang yang memiliki kekayaan Kakek. Karena hanya aku yang tersisa. Jika kau meninggal aku akan menjadi namja kaya raya. Sungguh disayangkan, padahal kau lebih baik menjadi isteriku dibandingkan harus meninggal dengan cara yang mengerikan seperti ini. Aku tidak akan baik padamu, Sayang. Aku sudah terlanjut benci denganmu dan namjamu itu. Kau lihat apa yang dilakukannya pada mataku!”

“ Itu memang pantas kau dapatkan! BRENGSEK!!”

“ tutup mulut kotormu itu”

“ Kau tidak ingat bahwa kau yang mengajarkanku untuk mengatakan kata itu” ucap Ji Yeon dengan wajah sengit menatap Seunghyun. Seunghyun tertawa meremehkan.

“ Kau tidak akan selamat Ji Yeon, aku begitu menyayangimu karena kau adalah sepupuku dan satu-satunya keluargaku. Tetapi sekarang, aku begitu benar-benar ingin membunuhmu. Namja itu harus menerima hal yang setimpal, bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang berharga dihidupnya” Ji yeon tertawa mendengar ucapan Seunghyun

“ Kau salah jika menangkapku hanya untuk membalaskan dendammu pada Minho. walaupun kau membunuhku, itu tidak berarti apapun untuknya. Aku bukan hal berarti” Ucap Ji Yeon dengan santai.

“ Jika aku meninggal, semua harta kekayaanku akan aku sumbangkan ke Panti Asuhan. Kau kira aku tidak mempersiapkan semuanya setelah apa yang terjadi padaku kemarin”

“ Arra, jika aku tidak mendapatkan hartamu, setidaknya aku akan sangat puas membunuhmu!”

 

 

TBC~

107 thoughts on “Love Comes Suddenly : Say Good Bye? [ Part 5 ]

  1. Ak jdi suka suzy sm soo hyun d part ini…abis jengkel liat sikap nya minho yg seakan2 ngasih harapan buat yuri..minho kan msih muda ..masa dy udh pikun sih klo dy udh berhubungan gtuan sm jiyeon..kan ksian jiyeonnya jgaa…

  2. aish!
    kenapa Seunghyun oppa bisa jahat banget sih.
    segala mau ngebunuh lagiii, geram jadinya.

    terus Minho oppa segala lemot lagi. kenapa ga nyadar-nyadar sih kalo dia suka sama Jiyeon Eonni.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s