Love Comes Suddenly : Pabo Namja [ part 3 ]

549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : Love Comes Suddenly

Author : Margareta Isabela

Type : Chaptered

Genre : RomanceFriendship, Marriage

[ MainCast : Park Ji Yeon , Choi Minho ]

[ Other Cast : Bae Suzy, Seunghyun ( OC ), Kim Myungsoo, Krystal, ALL ]

—–

Untuk anak dibawah umur, dilarang keras untuk membaca !! Happy Reading😉

—–

 

[ Ji Yeon Pov ]

 

Aku membantu Suzy berjalan memasuki apartement, ia terlihat mabuk berat dan ini semua salah namja babo itu! Suzy yang polos jadi terpengaruh karena ucapannya. Aish! Aku harus memberikannya pelajaran!

Setelah mengantar Suzy ke kamarnya. Aku berjalan kearah kamar Minho lalu menggedornya. Minho membuka kamarnya masih dengan baju yang tadi ia pakai lalu menatapku

“ Neo! Jangan ajarkan hal buruk pada Suzy, ia terlalu polos untuk membedakan yang mana yang buruk dan yang mana yang baik”

“ Aku tidak pernah mengajaknya, ia sendiri yang ingin mengenal duniaku”

“ tetapi aku tidak suka kau membuat Suzy yang polos menjadi yeoja yang memakai pakaian seksi dan mabuk seperti itu! Argh, jika tahu seperti ini aku akan menolak ajakanmu tadi”

“ Jadi apa maumu”

“ Aku hanya ingin memperingatkanmu!”

“ Mian, tetapi jika itu memang kemauannya untuk dekat denganku bukan masalah untukmu. Dia sudah dewasa dan kau tidak bisa membatasi pergaulannya. Kau bukan eomma suzy , jadi ia bebas melakukan apapun”

“ Aku memang bukan eomma dari Suzy! Tetapi aku dan kakekku membesarkan Suzy! Suzy masih terlalu polos untuk masuk ke duniamu! Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu padanya! Sekarang hanya suzy yang ku miliki dan kau membuatnya menjadi seperti itu! Dimana hati nuranimu! Aku sekarang hanya seorang yeoja dengan harta berlimpah tanpa keluarga! Sekarang kau mau merebut keluargaku satu-satunya” Tanpa sadar aku menangis. Aku menghela nafas kesal sambil menghapus air mataku.

“ Aku tidak bermaksud seperti itu. Jika aku tidak menyibukkan diriku pada Suzy, aku mungkin tidak akan bisa mengendalikan hasratku untuk menyentuhmu. Apakah kau tahu? Aku hampir tidak bisa menahan hal ini, setiap melihatmu aku selalu berpikir untuk menyentuhmu tetapi aku sudah berjanji untuk tidak menyentuhmu dan aku menyibukkan diriku dengan Suzy. Walaupun begitu aku masih tetap ingin menyentuhmu dan kau harusnya tahu itu”

Tiba-tiba Minho menarikku masuk kedalam kamarnya. Saat aku akan keluar, ia menahan tanganku lalu menggendongku dan menghempaskanku keatas ranjang King Size nya. Aku menatapnya dengan was-was. Tidak untuk kali ini! Sudah cukup ia membuatku merasakan gejolak aneh setelah kejadian waktu itu dan sekarang tidak lagi!!

“ YAK! APA YANG KAU LAKUKAN! NAPEUN NAMJA!!!” Teriakku saat ia menindihku

“ Kau tidak ingin aku merusak Suzy bukan? Jadi kau harus menuruti keinginanku. Aku benar-benar haus akan dirimu sekarang.Kau membuatku gila! Kau tahu! Kau benar-benar membuatku gila! Bagaimana bisa aku begitu menginginkanmu. Bahkan saat aku ingin menyentuh yeoja lain, wajahmu selalu memenuhi otakku! Apa sebenarnya yang terjadi padaku”

“ Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhku! Kau boleh menyentuhku jika kau menikahiku” Kata-kata itu sukses terlontar dimulutku! Aku ingin menjahit mulutku! Argh! Aku bisa gila..

“ Menikah? Hahaha, yang benar saja? Aku tidak akan menikahimu. Aku bisa mendapatkanmu walaupun tidak menikahimu”

“ Mian tuan, aku tidak tertarik. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhku sebelum ada ikatan pernikahan! Jika kau ingin mencurahkan gairahmu yang meledak-ledak itu sebaiknya kau mencari yeoja lain!” Aku mendorongnya lalu berjalan keluar dari kamarnya sambil membanting pintu

***

“ Ji Yeon Mianhae, aku benar-benar menyesal. Aku berjanji tidak akan pergi ke tempat seperti itu lagi. Perutku terasa diaduk-aduk pagi ini “ Ucap Suzy sambil menatapku dengan sedih. Aku tersenyum lalu menepuk pundaknya

“ Gwenchana. Anggap saja malam tadi hanya untuk bersenang-senang karena kita terus menghadapi masalah sulit”

“ Gomawo Ji Yeon-ah”

Aku berjalan keluar dari kamarku bersama Suzy dan tepat saat itu Minho datang dari olahraga paginya aku menatapnya dengan tatapan tidak suka. Aku menghela nafas lalu membuang muka darinya sedangkan suzy tersenyum manis kearah Minho.

“ Apakah kau merasa sehat?” Aku mendengar minho bertanya pada suzy.

“ Hanya sedikit merasa sakit perut dan kepalaku terasa sakit saat bangun pagi”

“ itu biasa pengaruh dari alkohol. Sepertinya Junghyun memberikanmu banyak minuman malam tadi”

“ Nde sepertinya begitu”

Aku mencoba mengalihkan perhatianku dari dua sejoli itu dengan menonton film kartun didepanku. Omo! Little Mermaid.. aku benar-benar menyukai film barbie ini, walaupun bisa dibilang ke kanak-kanakkan.

“ Apa yang sedang kau tonton” Aku mendengus, apa yang dilakukan namja ini didekatku! Aku merasa perasaan aneh saat ia berada didekatku dan aku tidak menyukai sensasi dari perasaan aneh itu, aku benar-benar tidak menyukainya! Tubuhku terasa tidak sejalan dengan pikiranku

“ permisi Tuan, aku tahu ini rumahmu tetapi bisa kah kau duduk tidak terlalu dekat denganku!” Minho menyengir tanpa rasa bersalah kemudian menjauhkan sedikit jaraknya. Aku menghela nafas saat merasakan tangannya bermain-main dengan rambutku

“ tanganmu”

“ Opss.. sorry, aku tidak bisa mengendalikan tanganku untuk tidak menyentuh rambut cokelat indahmu itu”

“ Sorry, tetapi aku tidak termakan dengan rayuanmu Choi Minho”

“ Aku serius, aku benar-benar menyukai rambutmu”

“ Oppa, bukankah kau mengatakan kau juga menyukai rambutku kemarin” Ucap Suzy dengan nada kesal membuatku tersenyum geli.Minho hanya bisa menatapku dengan tatapan bodohnya.

***

[ Suzy Pov ]

 

Aku menatap Ji Yeon dengan wajah bingung. Sudah hampir seminggu ia terlihat begitu murung dan kesepian padahal aku sudah mencoba berbagai cara untuk menghiburnya. Begitu juga dengan Minho Oppa yang terus menggodanya tetapi Ji Yeon hanya menampilkan wajah datar dan tidak marah sedikitpun. Aku duduk disamping Ji Yeon lalu menatapnya.

“ Ji Yeon”

“Wae?”

“ Ada apa denganmu”

“ Anniyo”

“ Katakan saja”

“ Hmm.. hari ini tepat hari kematian appaku dan aku begitu sedih tidak bisa mengunjunginya ke makamnya hari ini. Aku terlalu takut untuk keluar, seunghyun bisa saja mengincarku”

“ Mengapa kau tidak meminta Minho Oppa mengantarmu?”

“ Namja itu? Ia pasti akan meminta imbalan. Aku tidak ingin kau mengira aku mengambil namja mu”

“ Mwo? Namja ku? Minho Oppa bukan namja ku. Ya walaupun aku menyukainya, ia tidak pernah menatapku. Setiap ia merayuku, tatapannya tidak terfokus padaku. Ia selalu menatap kearahmu”

“ Sungguh lucu”

“ Memang sangat lucu”

Pintu terbuka  dan menampilkan Minho oppa dengan wajah kesalnya. Ia menghempaskan ponselnya dengan kesal kemudian menatapku dan Ji yeon tatapannya terlihat sangat dingin. Apakah ia memiliki sebuah masalah??

“ Mengapa kau menatap kami seperti itu” Ucap Ji Yeon dengan sangat ketus. Sejak kami tinggal disini, aku tidak pernah melihat mereka akur. Mereka selalu bertengkar dengan berbagai alasan. Bisa-bisa mereka jatuh cinta hihihi..

***

[ Author Pov ]

 

Minho terbangun tengah malam saat mendengar suara-suara dentingan gelas diluar. Dengan masih mengantuk ia berjalan keluar. Belakangan ini ia jarang menghabiskan waktu ke Club. Sejak kedatangan kedua orang yeoja itu, ia menjadi sangat betah dan malah merasa nyaman diapartementnya seperti malam ini. Ia sama sekali tidak berniat untuk pergi kemanapun.

“ Ji Yeon” Minho menatap Ji Yeon yang tengah duduk sendiri didepan tv dengan sebotol soju milik Minho ditangannya. Ji Yeon terlihat acak-acakkan. Tidak seperti Ji Yeon biasanya yang mengutamakan penampilan.

“ Eh , kau.. bajingan tengik”

“ Mwo! Bajingan tengik!”

“ Aish!! Sebaiknya kau pergi! Aku ingin sendiri! Aigoo.. cuaca hari ini membuatku semakin ingin menangis” Ji Yeon meracau sendiri.Minho duduk didepan Ji Yeon sambil menatap yeoja itu bingung. Ji Yeon sudah amat berantakan. Minho menatap kearah kamar suzy dan suzy tengah berdiri dipintu itu sambil menatap Ji Yeon khawatir dan tidak berani untuk mendekat..

“ Mengapa hidupku harus semalang ini eoh! Aku hanya ingin kebahagiaan.. apakah itu sulit? Hikzz.. Harta yang ku miliki sekarang membuatku merasa sengsara. Semua orang mengincar nyawaku dan aku begitu frustasi. Bahkan untuk mengunjungi makan appaku pun aku tidak berani. Seunghyun Napeun Namja! Pergi kau dari hidupku! Biarkan aku bahagiaa.. hikzzzz”

“ Ya! Yeoja Park, jangan meminum soju terlalu banyak. Pikiranmu akhirnya menjadi tidak waras”

“ Aku memang tidak waras. Apakah kau tidak menyadarinya”

“ Aku menyadarinya sejak awal” Gumam Minho dengan bercanda. Tetapi dianggap dengan serius oleh Ji Yeon.

“ Kau menyebalkan! Napeun Namja!”

“ Mwo”

“ Kau membuat bebanku bertambah berat, kau selalu mengganggu pikiranku. Kau selalu datang setiap malam didalam pikiranku dan itu membuatku frustasi. Aku benar-benar merasa jijik dengan godaan-godaan yang kau lontarkan padaku dan ke pada semua wanita yang kau temui. Kau menjijikkan. Apakah kau tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta? Kapan kau akan sadar?”

“ Maksudmu”

“ Jeongmal Baboya! Maksudku kau seharusnya mengatakan hal itu hanya pada satu yeoja! Yeoja yang memang spesial dan berada ditempat yang istimewa dihatimu. Umurmu sudah lumayan tua dan kau belum menikah. Hihi, nasibmu begitu malang, mempunyai wajah yang begitu tampan tetapi masih belum dimiliki oleh siapapun”

“ Jadi kau cemburu”

“ Mwo Cemburu? Apakah aku sedang cemburu.. hihihi” Ji Yeon tertawa sambil meneguk lagi Soju nya

“ aku tidak tahu kau bisa sejujur ini saat mabuk. Apakah kau menyukaiku” Tanya Minho. Ji Yeon menatap Minho dengan matanya yang memerah, kemudian menggeleng sambil tersenyum mengejek.

“ Aku menyukai Bajingan sepertimu? Aigoo, jika memang hal itu terjadi aku adalah orang yang paling tidak waras didunia ini. Menyukaimu sama saja malapetaka untukku. Kau Napeun Namja dan aku tidak akan berani membayangkan masa depanku jika aku menikah denganmu”

“ Mwo. Seburuk itu kah? Asal kau tahu, aku juga tidak tertarik menikah dengan yeoja manapun termasuk dirimu”

***

Ji Yeon menghirup udara segar sambil berlari kecil disekitar taman yang berada didepan apartement bersama Suzy dan Minho tentunya. Karena Ji Yeon tahu banyak ancaman dimana-mana. Bisa saja Seunghyun datang dan menculiknya lagi. Benar-benar menjengkelkan jika ia membayangkan hal itu, menikah dengan Seunghyun sama saja membuatnya bunuh diri.

“ Suzy, kau tahu apa persamaanmu dengan matahari” Ji Yeon menatap kearah Suzy dan Minho yang tengah duduk dibangku taman yang tidak jauh darinya karena Ji Yeon memang menghindari untuk berada didekat-dekat namja itu. Minho terlalu liar jika berada didekatnya.

“ Apa Oppa?”

“ Jika matahari menyinari bumi dan kau menyinari hatiku”

“ Oppa” Suzy merona merah. Minho terkekeh geli melihat hal itu. Ji Yeon tersenyum kecut, bagaimana bisa ia memiliki seorang sahabat yang begitu polos , apakah Suzy tidak menyadari bahwa ia hanyalah perminan seorang Choi Minho.

“ Hey Ji Yeon”

“ Wae?”

“ Mengapa kau menjawab seketus itu..”

“ Seterah , ini mulutku dan seterah aku mau menjawab ketus ataupun tidak. Wae?”

“ Anni”

“ Kalau begitu aku ingin berlari mengelilingi taman ini. Silahkan kalian berdua bermesraan sepuas kalian” Ji Yeon berjalan pergi dengan wajah kesal. Membuat Minho dan Suzy saling menatap. Saat punggung Ji Yeon sudah tidak terlihat.

“ Aku akan mengejarnya”

“ Semangat Oppa!”

***

 

[ Ji Yeon Pov ]

 

 

Aku duduk dibangku taman sambil menatap orang-orang yang berjalan didepanku. Seorang namja , seorang yeoja dan seorang Yeoja kecil berjalan didepanku. Yeoja kecil itu terlihat begitu bahagia dengan tangan kiri yang memegang es cream dan tangan kanan yang memegang tangan Namja yang ku yakini adalah Appanya.

“ Appa, aku menyayangimu”

“ Aku juga menyayangimu Ha Na-ah”

“ Eomma , aku menyayangimu” Yeoja yang ku yakini adalah eommanya tersenyum dengan lembut pada yeoja kecil itu

“ eomma juga menyayangimu”

Mereka berjalan menjauh. Bola mataku terus menatap kearah mereka, tanpa sadar air mataku perlahan menetes. Oh Tuhan, aku benar-benar merindukan eomma dan appaku. Aku begitu merindukan mereka, hingga dadaku terasa sesak menahan semua ini.

“ Jangan menangis, kau yeoja kuat dan tidak pantas menangis” Aku dengan cepat menghapus air mataku saat tahu siapa yang duduk disebelahku. Choi Minho.

“ Untuk apa kau disini”

“ Hey, aku menjagamu. kau tahu, namja bernama Seunghyun itu bisa saja mencelakaimu”

“ Huh! Jika bukan karena aku dalam bahaya aku tidak akan sudi berada didekatmu dan tinggal di Apartementmu”

“ Aigoo, kau benar-benar yeoja bermulut pedas ckckck.. apa yang akan terjadi pada namja yang menjadi suamimu nanti saat tahu bahwa isterinya begitu mengerikan”

“ Kau menghinaku!”

“ Anni”

“ Aish! Kau benar-benar menyebalkan Choi Minho” Aku membuang muka darinya. Kami duduk tanpa ada pembicaraan. Aku menikmati angin pagi yang berhembus ditaman ini. Kepalaku terasa sedikit sakit setelah meminum Soju malam tadi. Aku benar-benar malu, apa yang aku katakan pada namja ini semalam? Apakah aku mengatakan hal yang tidak-tidak?

“ Ji Yeon”

“Wae”

“ apakah kau tidak mau memberikanku kesempatan untuk menyentuhmu. Aku benar-benar sudah tidak bisa menahan gejolak untuk bercinta denganmu. Kau tidak tahu? Aku sudah sangat lama menahan hal ini. Aku berjanji akan memuaskanmu jika kau mau-“

“ Hahaha, jangan pernah bermimpi. Aku tidak akan menyerahkan keperawananku padamu. Tidak akan pernah”

“ Apakah kau tidak pernah bertanya-tanya bagaimana rasanya bercinta dengan seorang namja” Pertanyaan itu sukses membuatku terdiam. Aku sering membayangkan hal itu sejak bertemu dengan namja ini. Ia membuatku menjadi yeoja tidak waras yang selalu memikirkan hal-hal mengerikan. Kadang aku juga pernah terbayang bagaimana rasanya bercinta dengan Choi Minho dan aku benar-benar tidak akan mau membayangkan hal itu lagi karena pipiku akan merona merah seperti buah tomat!

“ Tidak pernah sama sekali. Aku tidak pernah membayangkan hal seperti itu” Jawabku angkuh dan semua itu bohong!

“ Jeongmal? Kau tahu… setelah bertemu denganmu, imajinasiku selalu liar saat menatapmu dan sekarang. Hampir setiap malam aku selalu membayangkanmu tanpa busana diranjangku sambil menatapku dengan tatapan menggoda dan –“

“ Yak! Hentikan ucapan menjijikkan itu Choi Minho! Napeun Namja! Aku benar-benar akan memenggalmu! Aku bersumpah akan memenggal kepalamu jika kau melanjutkan ucapan terkutukmu itu” Aku menjitak kepalanya membuatnya menatapku kesal tetapi aku tertawa puas. Hahaha, menjitak kepala namja itu bisa membuatku merasa lebih baik…

***

Aku menatap jam di dinding. Sudah jam 2 Malam dan namja itu belum pulang. Mengapa aku malah menghawatirkannya begini? Bukankah ia memang namja seperti itu? Club mengerikan itu memang tempat tinggalnya dan yeoja-yeoja seksi itu adalah isterinya. Hey! Park Ji yeon sadarlah! Apa yang membuatmu jadi sekesal ini? Hanya karena memikirkan Minho akan tidur- arghh!! Aku bisa gila

Aku duduk didepan ruang tamu apartement dengan baju tidur tipisku.

Entah mengapa ucapan Minho membuatku berpikir. Apa salahnya jika aku mencoba bercinta dengannya? Lagipula di Zaman modern seperti ini, keperawanan bukanlah masalah. Dan aku yakin hampir 90% Yeoja di Korea sudah tidak perawan. Apa salahnya jika aku bermain sedikit dengan! Argh! Aku gilaa!!!!!!!! Namja itu menyebarkan virus yadongnya ke otakku! Aku harus mencuci otakku!

“ apa yang kau lakukan disini malam begini? Sambil menarik-narik rambutmu. Kau kehabisan obat? Apakah aku perlu ke rumah sakit jiwa untuk membeli obat untukmu” Sebuah suara mengejutkanku aku berbalik dan terkejut melihat Minho berdiri dengan jas cokelat mewahnya dan wajah tampannya.

“ Kau yang gila!” Aku berjalan kearah kamarku.. tetapi sebelum tanganku mencapai pintu..

“ Ji Yeon aku mohon. Aku tidak bisa bertahan lagi, kali ini saja. Aku bahkan mencoba untuk meniduri yeoja-yeoja di Club dan hasilnya hanya kau yang aku inginkan untuk bercinta denganku. Hasratku begitu besar. Lagipula kau bisa memilikiku dan aku bisa memiliki dan menjagamu walaupun kita tidak menikah. Aku juga bisa membuatmu hamil dan kau akan memperoleh seorang anak walaupun tidak menikah . aku tahu ini ide gila tetapi apa salahnya? Bukankah kau hanya menginginkan perlindungan dan anak dari pernikahanmu kemudian kau akan menceraikan suamimu. Bukankah itu sama saja, aku bisa melindungimu dan memberikanmu anak tetapi tidak untuk menikah denganmu”

“ Kau mabuk”

“ Anni, aku bahkan tidak menyentuh sedikitpun minuman hari ini. Apa yang harusku lakukan sekarang? Gairah didalam diriku akan keluar sebentar lagi. Apakah aku harus datang ke kamar suzy? “

“ Baiklah..”

“ Kau..kau”

“ Anggap saja ini sebagai terimakasihku” Ucapku dengan nada bergetar. Aku merasakan sebuah tangan melingkar diperutku kemudian mengangkat tubuh kecilku kearah kamarnya. Apakah aku akan melakukan hal ini dengannya? Oh Tuhan, maafkan aku karena melakukan hal ini

***

 

[ Author Pov ]

 

Minho mengangkat tubuh Ji Yeon dengan kedua tangan kekarnya . Minho menutup pintu kamarnya lalu mengnuncinya seterah ia menurunkan Ji Yeon. Minho menatap tubuh Ji Yeon yang sekarang sedang membelakanginya. Minho merasa gugup sekarang, hal yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya jika berhadapan dengan Yeoja. Minho menarik nafas dalam sambil menetralkan darahnya yang berdesir dengan tidak normal, sedangkan Ji Yeon menunggu apa yang selanjutnya dilakukan oleh Minho.

Minho membalikkan tubuh Ji Yeon. Ji Yeon menatap mata Minho dengan wajah polosnya. Ia tidak tahu tentang apa yang namanya bercinta dan ia tidak tahu apa yang namanya kenikmatan.

Minho memeluk tubuh Ji Yeon . Ji Yeon terkejut saat  bibir Minho dengan lembut mulai bergerak dari hidungnya dan turun ke bibirnya. Minho mencium bibir Ji Yeon dengan penuh kelembutan walaupun Minho ingin melakukannya dengan buas karena ia sudah tidak sanggup menahan godaan untuk mencicipi Ji Yeon tetapi Minho berusaha mengendalikan gairahnya yang begitu besar , karena ini adalah pertama kalinya untuk Ji Yeon.

Ji Yeon mendesah saat merasakan bibir Minho yang turun ke leher jenjangnya. Minho menahan tubuh Ji Yeon yang sudah tidak berdaya dan tidak bisa berdiri. Minho berjalan kearah ranjang King Size miliknya lalu meletakkan Ji Yeon dengan lembut ke atas ranjangnya.

Dengan satu tarikan gaun tidur Ji Yeon terlepas dengan sendirinya. Ji Yeon terkejut dan dengan cepat ia menutupi dadanya. Minho tersenyum geli melihat reaksi Ji Yeon. Minho melepaskan bajunya dan hanya mengenakan celana. Ji Yeon tidak memakai BH sama sekali karena ia berniat untuk tidur dan ia tidak menyangka hal ini akan terjadi.

“ Ayolah.. tidak perlu malu, kau memiliki tubuh yang indah Ji Yeon” Minho menindih Ji Yeon dan menarik tangan Ji Yeon dan menahannya diatas kepala Ji Yeon. Minho menciumi leher Ji Yeon dengan lembut dan buas. Ji Yeon merasakan sesuatu dalam dirinya meledak. Ia tidak bisa berpikir dengan jernih sekarang.

“ Apa yang kau lakukan!” Kaget Ji Yeon saat bibir Minho mengulum salah satu payudaranya dan menjilatnya. Ji Yeon mencengkram selimut dengan keras. Ia merasakan kenikmatan sekarang. Minho sama sekali sudah tidak sadarkan diri ia sangat menginginkan yeoja itu, ia tidak pernah menginginkan apapun seperti ia menginginkan Ji Yeon. Tangan Minho bergerak untuk menyentuh daerah sensitif Ji Yeon sedangkan bibirnya terus bermain dikedua buah dada Ji Yeon yang sudah mengeras karena gairah.

Bibir Minho turun dan semakin turun hingga mata Ji Yeon membulat dengan sangat lebar saat bibir Minho menyentuh tempat sensitive nya. Ji Yeon mendesah dengan hebat saat bibir Minho dengan lincah menjilati daerah sensitife nya. Ji Yeon menarik rambut Minho dengan gairah.

Setelah puas Minho bangkit dan melepaskan celananya. Lalu kembali menindih Ji Yeon. Ji Yeon terkejut dan merasa sesuatu robek. Keperawanannya. Minho telah mengambilnya dan sekarang ia tidak perawan. Ji Yeon mencakar punggung Minho menahan rasa sakit itu. Minho menciumi air mata Ji Yeon yang turun. Minho mencium kening Ji Yeon dengan sayang kemudian menatap wajah Ji Yeon.

“ Sudah tidak sakit “ Ucap Ji Yeon lemah. Minho mengangguk kemudian memasukkan dirinya dan seketika rasa sakit itu menjadi kenikmatan untuk Ji Yeon. Minho menciumi bibir Ji Yeon dan leher Ji Yeon dengan buas hingga sesuatu meledak didalam diri mereka. Minho menghela nafas dan Ji Yeon sudah terkulai lemah dan tidak bisa bergerak. Minho menarik selimutnya lalu menyelimuti tubuh polos Ji Yeon. Minho menatap JI Yeon yang tertidur disampingnya

“ Mengapa aku malah memikirkan tentang pernikahan” Batin Minho

***

Disebuah rumah tua terlihat seorang namja duduk dengan kaki diangkat ke atas sebuah meja dan sebatang rokok ditangannya. Wajahnya mengeras saat mendengar ucapan salah satu anak buahnya. Tangan nya mengepal dengan kuat dan ia merasa sebuah api kebencian mengalir.

“ Jadi ada namja yang melindunginya? Apakah Rubah kecil ku itu sudah menikah?”

“ tentu saja belum Tuan. Namja bernama Choi Minho itu tidak tertarik pada pernikahan dan mungkin Ji Yeon membayarnya mahal untuk melindungi Ji Yeon tetapi  hal itu juga tidak mungkin mengingat Choi Minho terlahir dari keluarga kaya raya dan bisa dibilang kekayaannya setingkat diatas kalian Tuan”

“ Kau benar-benar bisa diandalkan. Kalau begitu kita harus melenyapkan namja itu dulu”

“ Aku ragu, namja itu sangat kuat tuan”

“ Aku akan lebih kuat darinya dan sekarang kau boleh Keluar”

Namja itu tersenyum dengan sinis kemudian menginjak rokoknya dan bangkit berdiri.

***

“ Ada apa dengan kalian berdua? Kalian tampak canggung “ Ucap Suzy kesal menyadari ke anehan Ji Yeon dan Minho. biasanya mereka akan bertengkar jika makan bersama tetapi sekarang mereka saling diam dan melirik satu sama lain kemudian membuang muka.

“ Anniyo, gwenchana” Jawab Ji Yeon acuh

“ aku merasa kalian menjadi canggung”

“ Canggung? Kami sama sekali tidak canggung “ Jawab Ji Yeon aneh. Suzy menatap Jiyeon dan minho secara bergantian seolah ia merasa ada sesuatu hal ganjil antara dua orang itu. Suzy akhirnya kembali terfokus pada sarapannya. Sedangkan Ji Yeon merona saat matanya bertemu dengan Minho

Hanya dentingan garpu yang terdengar diruang makan itu saat ini. Tidak ada yang memulai pembicaraan lagi.

TBC

Bagaimana? Apakah FF ini tambah bagus atau semakin gak jelas T^T Mian jika banyak Typo.

 

 

 

113 thoughts on “Love Comes Suddenly : Pabo Namja [ part 3 ]

  1. waduh mereka akhirnya melakukan juga jiyeon eonni sepertinya sudah mulai mencintai minho oppa….
    seunghyun jangan2 mau berbuat jahat lagi sama jiyeon dan minho….

  2. Haha jadi minji udh gtuan???trus klo jiyeon hamil??apa minho mw nikahin jiyeon…
    Hadehh sepupunya jiyeon kik jahat bgt-_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s