Know Yourself : Because You [ Part 4 ]

1391659_630781880340107_6223247633956075140_n

Author : Margareta Isabela

Genre : Marriage Life, Romance

Type : Chaptered

Poster : MarsaQueens

 

Main Cast : Park Ji Yeon , Oh Sehun

Other cast : ALL

 

***

Annyeong ^o^ Adakah yang menunggu Fanfiction abal-abal ini? Kekek😀 Mian Jika author lama ngepost karena kesibukan yang semakin menjadi. Mian Jika tambah Gak Jelas

 

***

 

( Ji Yeon Pov )

 

Aku menatap sehun yang terlihat rapi dengan jas berwarna hitam dan baju kaos putihnya serta celana jeans berwarna hitam. Membuatnya tampak sangat tampan. Sehun menatap kearahku.

“Kau mau kemana?”

“Aku?Hari ini aku dan Hyerin berencana untuk pergi ke Bioskop. Ia mengatakan bahwa ia tidak memiliki teman pergi ke Bioskop dan kebetulan aku juga ingin pergi kesana. Jadi kami akan menonton bersama” Ucap Sehun sambil menatap dirinya dikaca. Aku hanya bisa menghela nafas pelan. Aku begitu sakit tetapi aku tidak bisa mengatakannya. Oh Sehun, aku ingin memilikimu tetapi sepertinya Hyerin telah memiliki hatimu.

“Oh”

“Kau mau ikut?”

“Anniyo. Aku sedang tidak enak badan. Aku lebih baik beristirahat dirumah” Jawabku sambil tersenyum.

“Kau sakit?” Aku mengangguk. Sehun terlihat diam sebentar.

“Dimana ponselku”

“Kau mau apa?”

“Tentu saja membatalkan janji dengan Hyerin” Jawabnya saat ia berhasil menemukan ponsel milik nya.

“Mwo? Wae?”

“Aku tidak akan meninggalkanmu dalam keadaan sakit. Lagipula eomma dan appa sedang tidak berada dirumah. Aku tidak mau saat aku pergi, terjadi apa-apa padamu” Aku tersenyum mendengar ucapannya. Sehun menghawatirkanku? Demi diriku ia rela meninggalkan Hyerin dan membatalkan janji mereka?

“Kau tidak perlu membatalkan acaramu dengannya. Aku baik-baik saja, hanya perlu istirahat”

“Tidak apa. Lagipula aku bisa pergi kesana bersamamu lain kali” Ucap Sehun. Aku mengangguk.

 

***

 

“Sehun-ah”

“Wae?”

“disaat sakit begini aku ingin memeluk eommaku. Setiap kali aku sakit, aku pasti membayangkan bagaimana rasanya dipeluk oleh eommaku. Aku merindukan eomma.. aku ingin bertemu dengan eomma kandung ku” Sehun menatap kearahku lalu merangkulku.

“Aku yakin eommamu juga merasakan hal yang sama padamu. Ia ingin memelukmu”

“Bagaimana kau bisa berpikiran begitu?”

“Semua eomma pasti menyayangi anaknya, Ji Yeon”

“Apakah eomma membenciku hingga tidak pernah menemuiku atau pun mencariku? Aku sudah menunggunya selama belasan tahun” Sedihku.

“Anni. Aku yakin selama ini eomma mu selalu berusaha untuk menemukanmu. Mungkin sekarang ia sudah menemukanmu” Ucap Sehun

“Maksudmu”

“Anniyo. Abaikan saja.. sekarang kau tidur, badanmu terasa mulai panas dan kau butuh istirahat..”

“Bisa kah kau menyanyi untukku?”

“Tentu saja”

Sehun mulai bernyanyi dengan sangat indah. Ia membelai lembut rambutku dan perlahan mataku tertutup. Setidaknya aku merasa Sehun menyayangiku malam ini. Aku merasa sehun memperdulikanku.

 

***

 

| Sehun Pov |

 

Aku terbangun , Ji Yeon terlihat berkeringat dengan bibir yang sudah pucat. Aku memegang keningnya dan sekarang ia terasa benar-benar panas, sepertinya Ji Yeon sedang demam. Apa yang harus aku lakukan?

Aku mengambil kompres lalu meletakkannya dikening Ji Yeon. Ia terlihat mengigau..

“Yoboseyo eommonim..” Aku menghubungi Tae Hee eomma. Eommaku sedang tidak berada dirumah dan aku bingung harus meminta bantuan siapa, aku tidak tahu harus memberikan obat apa untuk Ji Yeon

“Wae Sehun-ah?”

“Ji Yeon terkena demam dan panasnya semakin tinggi..”

“Nde? Aku akan segera kesana”

“Baik eommonim”

Aku menatap Ji Yeon yang masih mengigau. Aku mencium bibirnya sekilas lalu menggenggam tangannya.

“ Eomma mu akan datang segera, kau senang bukan?” Aku tersenyum padanya

 

***

 

 

 

( Ji Yeon Pov )

 

“ Eomma mu akan segera datang, kau senang bukan?” Walaupun aku terlihat tidak sadarkan diri aku masih bisa mendengar ucapan sehun. Apa yang ia maksud? Apakah ia mengetahui siapa eommaku? Apakah sehun mengetahuinya?

Aku merasakan tangan Sehun yang menggenggam tanganku. Aku tanpa sengaja kehujanan kemarin.

Aku begitu ceroboh hingga lupa untuk membawa payung. Padahal sehun sudah mengingatkanku untuk membawa payung.

“Apakah Ji Yeon tidak apa?” Aku mendengar sebuah suara. Suara Tae Hee ahjumma. Apa yang Tae Hee ahjumma lakukan disini , apakah Tae Hee ahjumma adalah eomma yang dimaksud oleh Sehun tadi.

“Panasnya belum turun sejak tadi eommonim” Jawab Sehun. Eommonim? Mengapa Sehun memanggil Tae Hee ahjumma dengan kata eommonim? Apa maksud dari semua ini? Apakah Tae Hee ahjumma adalah..adalah.. eommaku?

 

***

 

“Makanlah bubur ini” Tae Hee ahjumma menyuapiku bubur ditangannya. Ia dan Sehun merawatku dari tengah malam sampai pagi.

“Aigoo lihatlah kau begitu pucat. Besok ahjumma akan kemari untuk memberikanmu vitamin. Kau harus banyak makan sayur-sayuran dan makanan sehat lainnya. Aku akan mengatakannya pada Sehun” Tae Hee ahjumma bangkit berniat memanggil sehun

“ Eomma” Tae Hee ahjumma terdiam kaku.

“ Boleh kah aku memanggil ahjumma dengan panggilan itu” Tae Hee ahjumma berbalik lalu tersenyum dengan tulus.

“Tentu saja boleh. Kau boleh memanggilku eomma” Ia berlalu. Sampai kapan akan menyembunyikan kebenaran itu dariku eomma?

Mengapa tidak mengatakannya padaku? Apakah kau kira aku akan membencimu eomma?

Aku tidak pernah membencimu eomma, aku sangat menyayangimu dan sampai kapanpun akan terus begitu karena kau adalah eommaku.

 

 

 

***

 

 

 

 

( Author Pov )

 

Disebuah rumah mewah terlihat seorang pria yang menatap gambar didepannya dengan tatapan kosong. Seorang yeoja tua terlihat mengamati pria itu dengan wajah dinginnya yang terlihat kejam. Pria itu berbalik dan tatapannya bertemu dengan yeoja tua itu.

“Eomma”

“Apa yang mengganggu pikiranmu”

“Anniyo”

“Kau masih memikirkan yeoja itu” Yeoja tua yang dipanggil eomma itu menatap pria didepannya dengan tatapan dingin yang tersirat kemarahan dan kesal.  Pria itu menatap eommanya dengan tatapan yang sama dingin, sekarang ia tidak akan pernah takut lagi dengan ancaman eommanya walaupun ia tahu eommanya dapat melakukan apa saja termasuk menyakiti orang yang ia cintai.

“Aku masih memikirkannya karena ia satu-satunya yeoja yang aku cintai eomma”

“Lupakan Kim Tae Hee dan menikahlah! Kau sudah hampir tua dan kau belum menikah! “

“Aku tidak akan menikah eomma, aku akan menikah hanya dengan Kim Tae Hee. Jika bukan karena kau eomma, aku mungkin masih berada disisi Tae Hee saat ini”

“Cih, tetapi keputusan yang kau ambil dahulu sangat benar. Kau tahu bukan bahwa aku bisa melakukan apa saja termasuk membunuhnya, puteraku tidak pantas untuk yeoja seperti itu”

“Aku rasa dulu aku sangat bodoh, sebenarnya aku bisa melindunginya tetapi dengan pikiran bodohku aku ketakutan hingga menuruti semua kemauan eomma.! Sekarang aku tidak perduli! Aku akan mencari Tae Hee”

“YOOCHUN!”

“Cukup eomma! Aku bukan robot yang selalu kau kendalikan” Pria bernama Yoochun itu merapikan jas nya lalu melewati yeoja tua yang terlihat berwajah kejam itu dengan wajah dinginnya.

Perlahan senyum licik keluar dari bibir yeoja tua itu..

 

***

 

Yoochun menatap bangunan kumuh didepannya dengan perlahan ia berjalan ke bangunan kumuh yang bisa dikatakan tempat tinggal itu dengan perlahan. 5 orang bodyguard berjalan dibelakang yoochun dengan wajah yang mengerikan. Karena Yoochun adalah seorang pengusaha yang kaya raya, banyak orang yang mengincar nyawanya. Entah itu karena iri, atau kalah bersaing dalam bisnis. Jadi Yoochun memutuskan untuk menyewa pengawal.

Perlahan Yoochun mengetuk pintu rumah itu, selang beberapa lama seorang namja dengan wajah urak-urakkan keluar dengan sebotol wine ditangannya. Ia menatap Yoochun dengan mata merahnya.

“Nuguya” Tanya Namja mabuk itu.

“Dimana Kim Tae Hee?”

“Ah, kau Park Yoochun? Mantan kekasih isteriku? Hahahah.. kau salah jika mencarinya disini.. aku sudah bercerai dengan Tae Hee setelah setahun pernikahan kami” Ucap Namja itu sambil tertawa. Dua bodyguard Yoochun menahan tangan namja itu –Park Ah Jung-

“Yak!Yak! apa-apaan ini! Mengapa mereka menahan tanganku”

“Apa yang kau lakukan pada Tae hee selama ini! Bukankah aku sudah memberikanmu banyak uang untuk membahagiakannya! Bukankah aku selalu mengirimkan uang untukmu menghidupi Tae Hee! Mengapa kau malah menceraikannya”

“Hey..hey..! Jangan salah paham dulu Park Yoochun. Uang yang kau berikan sudah habis, kau lihat sendiri bukan? Aku sangat menyukai judi, jadi uang yang kau  berikan , habis hanya dalam tempo 7 hari. Uang sebanyak itu bagaimana bisa habis secepat itu. Haha.. “

“Brengsek!!”

“Apakah kau kira kau tidak lebih brengsek park yoochun hahaha.. meninggalkan yeoja yang tengah mengandung sendirian dan membiarkannya menikah dengan namja yang tidak ia cintai” Yoochun menegang

“Apa maksudmu?”

“Saat aku menikah dengan Tae hee, ia sudah mengandung. Dan kau tahu? Ia mengandung bayimu! Apakah kau tahu betapa sakitnya hatiku saat mengetahui bahwa ia masih mencintaimu! Aku mencoba berubah demi dirinya dan bayi kalian! Tetapi apa? Ia malah menceraikanku! Dengan alasan aku suka mabuk-mabukkan.. itu semua sudah kebiasaanku harusnya ia bisa menerimanya”

“Apakah saat aku meninggalkannya, ia sedang mengandung”

“Tentu saja ia mengandung hahaha.. apakah ia tidak pernah mengatakannya padamu. Kau tahu? Puterimu dan Tae Hee sangat cantik, ia memiliki banyak kesamaan denganmu dan juga banyak kemiripan dengan eommanya. Karena kecantikannya, aku menjualnya!”

BUGHH!!!!
“Apa yang kau lakukan padanya! Apa yang kau lakukan pada puteriku dan Tae Hee” Yoochun membentak ah jung. Ah Jung mengerang sakit sambil memegang wajahnya yang sudah membiru karena tamparan Yoochun yang berkali-kali

“Seharusnya kau berterimakasih padaku! Jika bukan karena diriku mungkin puterimu sudah mati. Tae Hee meninggalkannya begitu saja! Hanya karena sidang pengadilan memutuskan untuk menjatuhkan hak asuh Ji Yeon ke tanganku. Aku sangat puas saat tahu bahwa hak asuh jatuh padaku, dengan begitu aku bisa membalas dendamku pada Tae hee dan dirimu! Apakah kau bisa membayangkan penderitaan yang dilalui puterimu Hahaha.. memakan makanan basi dan bekerja semalam penuh dengan memungut besi tua dan juga ia bahkan selalu ku siksa.. ah, sangat menyenangkan jika membayangkan masa itu” Ah Jung tetawa dengan wajah cerianya.

BUGHHH!!

Yoochun menampar wajah Ah Jung untuk keberapa kalinya. Wajah yoochun memerah dan air mata menetes begitu saja.

“Bawa namja brengsek ini ke sel bawah tanah gudangku yang ada di Busan. Kurung ia disana dan jangan biarkan ia keluar!”
“Baik tuan”

 

***

 

Terdengar ringisan pilu dari ruang bawah tanah yang gelap gulita dan pengap. Seorang namja yang terlihat babak belur sudah terlihat tidak mempunyai tenaga sedikitpun. Namja malang itu menggigil ketakutan, ia tidak pernah menyangka bahwa ia akan mengatakan hal itu pada Yoochun, seharusnya ia bisa mengendalikan bibirnya saat ia sedang mabuk.

“Kalian orang tiran tanpa perasaan!” Ucap Namja itu gemetar. Ya, keluarga Yoochun terdapat sedikit keturunan tiran. Orang-orang kejam tanpa perasaan tetapi mungkin Yoochun hanya mempunyai sedikit jiwa tiran didalam dirinya, tidak seperti eommanya yang mungkin masih keturunan tiran yang masih mewarisi sifat kejam dan tidak berperasaan.

“Keluarkan aku.. hikz.. kalian bisa membunuhku jika aku ditempat mengerikan ini terus” Ah Jung terus berteriak dengan suara yang memilukan. Hingga terdengar gonggongan dari ruang sebelah selnya. Ya, Ia ditahan disebuah ruangan yang terlihat seperti sebuah sel dibawah tanah.

Plap! Lampu menyala dan ah jung terdiam seribu bahasa saat tahu siapa yang menempati sel disebelah selnya. 5 Ekor singa yang terlihat menatapnya dengan tatapan kelaparan.

“aaaaaaaaaaaaaaaaaa” Ah Jung berteriak mencoba melepaskan tali pengikat tangannya. Seorang namja dengan wajah dinginnya muncul sambil menatap Ah Jung.

“Dimana puteriku”

“ Aku tidak akan memberitahukanmu dimana ia sebelum kau melepaskanku”

“Cepat katakan dimana puteriku!!”

“Dia .. aku menjual puterimu pada pengusaha kaya raya.. Keluarga Oh. Terakhir kali aku mendengar bahwa puterimu di nikahkan pada anak tunggal mereka”

“Keluarga Oh? Oh Jong Hyuk” Ucap Yoochun seakan bertanya. Ah Jung mengangguk perlahan, ia sedikit terkejut saat Yoochun mengenal keluarga Oh. Yoochun menghembuskan nafas perlahan kemudian berjalan pergi.

“Lepaskan aku! Park Yoochun! Lepaskan aku”

“Kurung mahluk tidak berguna itu, ia sudah melakukan hal yang membuatku kehilangan kesabaranku. Jangan biarkan ia keluar “ Yoochun pergi begitu saja setelah memberikan perintah pada anak buahnya.

 

***

 

“ Park Yoochun?”

“Kau mengenalnya? Park Yoochun adalah appa dari Ji Yeon” Sehun terlihat menatap Tae Hee dengan tatapan terkejut.

“Tidak mungkin, bagaimana bisa ? “

“Tentu saja bisa, kami saling jatuh cinta. Apakah kau mengenalnya?”

“Tentu saja aku mengenalnya eommonim, Yoochun ahjussi adalah sahabat appaku. Dulu sewaktu kecil aku sering bermain ke rumah Yoochun ahjussi, aku bermain bersama Halmeoni Park”

“Nde?” kaget Tae Hee

“Wae?” Tanya Sehun dengan wajah bingungnya.

“Eomma dari Yoochun?”

“Nde, Halmeoni sangat baik padaku ya walaupun wajahnya terlihat dingin dan menyeramkan waktu awal pertemuanku dengannya tetapi lama kelamaan ia menjadi sangat baik padaku, ia mengatakan bahwa ia sangat menginginkan seorang cucu tetapi sayang , Yoochun ahjussi belum menikah sampai sekarang”

“Belum menikah”

“Nde, belum menikah. Tidak ada yeoja yang cocok untuknya, atau mungkin yoochun ahjussi menolak semua yeoja itu karena masih mencintaimu eommonim” Ucap Sehun. Tae Hee terdiam sejenak

“Kau bisa saja, itu tidak mungkin. Apakah kau sering bermain kesana lagi?”

“Tidak, saat aku beranjak remaja aku jarang bermain kesana karena kesibukanku. Tetapi biarpun begitu, Halmeoni Park selalu menghubungiku 3 Kali dalam sebulan. Tetapi sangat disayangkan ia tidak datang dihari pernikahanku dan Ji Yeon, halmeoni tidak menyukai keramaian..” Ucap Sehun. Tae Hee seakan tersadar akan suatu hal.

“Apakah Yoochun datang saat acara pernikahanmu” Seketika sehun terdiam lalu mengangguk kecil.

“Nde, Yoochun Ahjussi datang. Bahkan ia melontarkan beberapa lelucon untuk Ji yeon”

“Jadi Ji Yeon mengenal Yoochun?”

“Bisa dibilang begitu eommonim” Tangan Tae Hee perlahan bergetar.

 

***

 

 

( Yoochun Pov )

 

Jadi yeoja yang menikah dengan dengan Oh Sehun adalah puteriku. Bagaimana bisa aku tidak menyadari hal itu? Mengapa aku tidak menyadari bahwa aku merasa dekat dengannya, bahkan aku tidak pernah  memberi lelucon seperti saat itu pada siapapun.

Oh Tuhan, aku benar-benar tidak menyangka bahwa yeoja itu adalah puteriku.

Aku menyetir mobilku dengan kecepatan tinggi.

Aku ingin segera bertemu dengannya, aku ingin memeluknya. Ternyata selama ini aku sudah menjadi seorang appa? Selama belasan tahun aku sudah menjadi seorang appa dan aku tidak mengetahuinya. Betapa bodoh nya aku tidak mengetahui bahwa aku memiliki seorang puteri yang sangat cantik.

Sekarang, aku tidak lagi memusatkan tujuanku untuk mencari Tae Hee. Aku akan mencari puteriku. Park Ji Yeon

 

***

 

“Dari mana kau mengetahuinya” Sehun menatap Ji Yeon dengan wajah tidak percaya, saat Ji Yeon dengan wajah sedihnya mengatakan bahwa ia mengetahui siapa eomma kandungnya. Ji Yeon menatap Sehun dengan wajah cantik yang terlihat memilukan dan itu membuat Sehun merasa terluka

“Mengapa kau tidak mengatakan sejak awal Sehun-ah, bahwa kau mengetahui bahwa Tae Hee ahjumma adalah eommaku”

“Mianhae Ji Yeon-ah, itu permintaan Tae hee ahjumma dan aku telah berjanji untuk menjaga rahasia ini”

“Wae?”

“Ia masih belum siap kau mengetahui siapa ia sebenarnya. Ia takut kau membencinya”

“Aku tidak pernah membenci eommaku” Ji Yeon tersenyum perlahan..

“Aku tahu kau tidak pernah membenci Tae Hee eommonim, karena kau adalah yeoja yang baik dan kau bukan orang yang pedendam” Sehun melangkah maju lalu menatap mata Ji Yeon dalam

“Karena kebaikanmu itu , aku jatuh hati padamu”

“Maksudmu”

“Aku tidak akan mengulang kata-kata ku sayang” Sehun memeluk Ji Yeon.

“Aku harap setelah kau tahu siapa eommamu kau akan bahagia. Tetapi aku mohon, jangan pernah meninggalkanku” Pintu Sehun dengan suara yang tulus. Ji Yeon mengelus punggung Sehun dengan lembut

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Sehun-ah, kau adalah suamiku” Ucap Ji Yeon dengan suara yang lembut ciri khasnya.

“Gomawo.. aku berjanji akan terus bersikap baik padamu”

 

 

***

( Sehun Pov )

 

“Tuan Muda, Tuan Park Yoochun ingin bertemu denganmu” Aku menegang. Apa yang Yoochun ahjussi lakukan disini? Ia tidak pernah kemari jika tidak ada sesuatu yang penting. Perlahan aku meletakkan cangkir teh ku. Aku menatap kearah Ji Yeon yang sudah tertidur, ia masih merasa tidak enak badan, jadi ia memutuskan untuk tidur lebih awal.

“Ahjussi” Aku menyapa Yoochun ahjussi. Yoochun ahjussi berdiri dengan wajahnya yang –Dingin-
“Dimana isterimu?”

“Ji Yeon?”

“Siapa lagi kalau bukan ia. Dimana Ji Yeon?”

“Apa kepentingan Ahjussi mencari Ji Yeon” Aku menatap Yoochun ahjussi dengan wajah datarku walaupun sekarang harus ku akui bahwa aku sedang sangat panik dan ketakutan. Yoochun ahjussi tersenyum kecil.

“Jangan setegang itu, aku hanya ingin menyapa puteriku”

“Puteri?”

“Jangan pura-pura tidak tahu sehun-ah. Dari mana kau mengetahuinya? Apakah Tae Hee sudah menemui Ji Yeon” Sial, Yoochun ahjussi benar-benar bisa membaca pikiran dan ekspresiku. Ckckc, aku merasa tidak percaya bahwa yoochun ahjussi adalah appa dari ji Yeon-ku.

“ Ji Yeon sedang beristirahat dan sebaiknya ahjussi tidak membebankannya dengan kenyataan ini, Ji Yeon masih terlalu rapuh saat ini”

“Kau berani menesehatiku?”

“Aku akan melakukan hal itu jika ahjussi tidak bisa mengerti. Aku harap ahjussi tidak menganggu Ji Yeon dan Tae Hee eommonim”

“Tahu apa kau!”

“ Aku tahu aku masih anak seumur jagung dan mungkin tidak lebih dewasa dibandingkan dirimu abeoji. Tetapi kali ini demi Ji Yeon aku harus mengatakan hal ini…”

“Jauhi Ji Yeon dan Tae Hee eommonim”

“Kau tidak bisa memerintahku!”

Aku menatap Yoochun abeoji dengan tatapan serius. Demi Ji yeon, aku rela melakukan apapun termasuk membentak seorang Park Yoochun yang bisa dibilang terkenal kejam dan galaknya. Bagaimana bisa Ji Yeon memiliki appa seperti Yoochun Ahjussi.

“Cih.. aku akan pergi hari ini tetapi jangan kira aku tidak kembali lagi” Yoochun ahjussi pergi begitu saja. Aku menatap punggungnya yang telah menjauh dengan wajah datar dan dinginku. Siapa yang mengatakan kebenaran ini padanya.. Argh.. semua hal membuatku pusing dan ketakutan.

 

***

 

“Sehun-ah” Wajah Ji Yeon memerah saat aku menggenggam tangannya dengan sengaja. Aku tersenyum lembut pada Ji Yeon tidak memperdulikan tatapan orang sepanjang koridor. Aku merangkulnya dengan mesra membuat semua orang menatap kami dengan iri, aku tidak memperdulikan apa yang mereka pikirkan yang terpenting saat ini, aku akan terus bersama Ji Yeon.

“ Sehun-ah” JI Yeon terus berbisik memanggil namaku

“Waeyo?”

“Semua orang menatap kita” Bisiknya.

“Waeyo? Apa masalahnya jika mereka menatap kita? Mereka itu orang-orang hiri yang tidak penting. Kajja, aku akan mengantarmu kekelasmu” Aku mencium pipinya singkat saat kami tiba didepan kelasnya. Ji Yeon langsung terkejut dengan perlakuanku. Aku tersenyum padanya.

“Aku akan menunggumu dikantin saat jam perlajaran telah usai” Ucapku

“Belajarlah yang rajin” Lanjutku

“Kau juga”

Aku berjalan pergi kearah kelasku. Beginikah rasa jatuh cinta? Mengapa aku tidak menyadarinya sejak awal bahwa aku begitu mencintainya. Aku jatuh cinta pada isteriku sendiri, ah.. begitu membahagiakan.

“Annyeong” Aku menyapa Hyerin

“Annyeong Sehun-ah”

“aku dengar kau membuat kehebohan pagi ini” Ucap Hyerin membuka pembicaraan. Aku tersenyum dengan malu.

“Chukkae. Akhirnya kau bisa menyadari perasaanmu pada Ji Yeon” Aku tahu sekarang Hyerin mencoba untuk tersenyum setelah aku menolaknya. Aku juga menyukainya tetapi tidak lebih dari sebatas teman dan sahabat tentunya.

“Mianhae”

“Sudahlah jangan membahas hal itu, aku merasa malu”

“Aku benar-benar minta maaf soal hal itu”

“Kau tidak perlu minta maaf, itu hakmu untuk menolak atau menerimaku”

“Gomawo kau bisa mengerti. Kau adalah yeoja yang cantik dan aku yakin kau bisa mendapatkan namja yang lebih baik dari diriku”

“Aku tahu”

 

***

 

( Author Pov )

 

“Kau tidak membawa Hyerin?” Tanya Ji Yeon pada Sehun yang menunggunya didepan kelas. Sehun menatap Ji Yeon dengan wajah bingung kemudian menggeleng pelan.

“Untuk apa membawa Hyerin?”Tanya sehun dengan nada bertanya. Ji Yeon hanya menggeleng lalu menatap tangan Sehun yang terlihat memegang bekal.

“Kau membawa bekal?”

“Aku meminta pelayan untuk membuatnya aku ingin makan siang bersamamu di atap sekolah” Ji Yeon tersenyum mendengar ucapan Sehun. Perlahan Ji Yeon tersenyum kemudian mengangguk. Sehun menggenggam tangan Ji Yeon lalu menariknya untuk mengikutinya.

***

 

“Yoochun”

“Sudah lama tidak bertemu, Kim Tae Hee”

“Apa yang kau lakukan disini. Sebaiknya pergi sebelum aku memanggil satpam untuk menyeretmu keluar!” Tae Hee menatap Yoochun dengan tatapan tidak suka

“Mengapa kau tidak memberitahukanku tentang keberadaan puteriku”

“Apa maksudmu”

“Puteri yang kau lahirkan beberapa belas tahun yang lalu”

“Lalu apa kaitannya denganmu!”

“Karena dia puteriku. Mengapa tidak pernah mengatakannya padaku! Mengapa kau hanya diam! Mengapa tidak pernah mengatakan bahwa kau mengandung bayiku!”

“Itu bukan urusanmu! Kau tidak pernah memperdulikanku dan sekarang! Ia bukan puterimu atau puteri dari ah Jung. Ia hanya puteriku, puteri yang ku lahirkan tanpa campur tanganmu!”

“Tetapi mengapa kau malah menelantarkannya dan membiarkan namja bejat itu menjualnya!”

“Aku tidak pernah menelantarkan puteriku! Hak Asuh Ji Yeon jatuh ke tangan Ah Jung dan aku tidak bisa berbuat apapun! Aku tidak bisa berbuat apapun saat itu! “ Isak Tae Hee. Yoochun terdiam sesaat.

“Jangan pernah muncul dihadapanku dan ji Yeon! Kami tidak membutuhkanmu! Kau hanya namja masa laluku dan bukan masa depan untukku dan Ji Yeon! Ji Yeon hanya akan menjadi masa lalumu!”

“Tetapi dia puteriku” Perlahan suara yoochun mengecil

“Anggap saja kita tidak pernah bertemu sebelumnya dan anggap saja aku dan Ji Yeon tidak pernah ada”

“Mianhae Tae Hee-ah”

“Keluar”

“Aku tidak pernah bermaksud meninggalkanmu! Semua karena eomma! Ia mengancam akan membunuhmu dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Jika aku tahu kau sedang mengandung saat itu, mungkin keberanianku akan muncul untuk menentang eomma”

“ Aku butuh waktu sendiri. Aku mohon kau keluar”

 

***

 

“ Aigoo, kau makan dengan celemotan” Ucap Sehun sambil membersihkan sekitar bibir Ji Yeon. Ji Yeon hanya dapat tersenyum dengan polos lalu menatap bekal yang sudah habis. Sehun hanya makan sedikit, sedangkan ia? Ji Yeon makan lebih dari biasanya. Entah mengapa? Mungkin karena Sehun selalu tersenyum kearahnya

“Baby Dino benar-benar makan dengan lahap. Kau sudah menghabiskan bekal ku juga sayang” Kekeh Sehun.

“Mian Sehun-ah”

“ Jangan meminta maaf, kau tidak salah. Besok aku akan meminta pelayan membuatkannya lagi. Kajja, sudah lonceng masuk”

“Kajja”

Sehun menggenggam tangan Ji Yeon. Ji Yeon tersenyum dengan malu-malu karena sehun yang benar-benar romantis dan perhatian sekarang

 

***

 

“ Ji Yeon” Ji Yeon berbalik saat mendengar seseorang memanggil namanya. Seorang yeoja dengan beberapa yeoja disamping kanan dan kirinya menatapnya dengan tatapan tajam. Ji yeon menatap sekelilingnya dan kebetulan koridor sedang sepi karena mungkin semua orang sudah pulang, dan hari ini adalah jadwal Ji Yeon piket jadi ia pulang terlambat.

Ji Yeon menatap ponselnya yang bergetar, panggilan masuk dari Oh Sehun. Pasti namja itu menghawatirkannya. Ji Yeon memang meminta Sehun untuk pulang lebih dulu karena ia tidak ingin sehun menunggunya , ia tidak ingin Sehun kelelahan.

“ W..wae?”

“ Jauhi Oh Sehun!”

“ Apa maksud kalian?”

“ Jauhi Oh Sehun, kau seharusnya sadar bahwa kau itu bukan yeoja yang pantas untuk Oh Sehun! Kau itu hanya budak Oh Sehun! Kau itu hanya yeoja yang dibutuhkan saat Sehun membutuhkanmu, kau itu hanya sampah!” Ji Yeon terdiam, air mata sudah mengalir dari mata indahnya.

“ Aku..Aku” Ji Yeon tidak bisa mengatakan apapun. Apakah ia memang hanya sampah? Apakah ia memang hanya dibutuhkan saat Oh Sehun membutuhkannya? Apakah ia terlalu rendah untuk Oh Sehun yang tampan itu?

“ Kami hanya tidak rela jika Oh Sehun jatuh ke tanganmu! Apa yang akan orang katakan? Oh Sehun memiliki kekasih yang .. benar-benar menjijikan sepertimu. Ah, aku rasa Hyerin lebih cocok untuk Oh Sehun. Belakangan ini kami selalu melihat kau bersama Oh Sehun dan kau adalah penghalang hubungan Sehun dan Hyerin”

“ mian “ Ji Yeon terisak, sesuatu terasa menusuk jantungnya dengan bertubi-tubi.

“ Jika kami masih melihatmu berada didekat Oh Sehun dan mengganggu hubungannya dan Hyerin. Kami akan membuat perhitungan dan akan membuatmu menyesal!” Ji Yeon ambruk begitu saja setelah ketiga yeoja itu pergi.

“Jadi aku hanya penghalang? J..adi aku merusak hubungan Sehun dan Hyerin? Jadi.. aku” Ji Yeon menangis ditengah kesunyian. Tanpa ia seseorang tersenyum dengan licik.

‘ Aku pasti akan mendapatkan Oh sehun, cepat atau lambat. Karena hanya aku yang pantas’

 

***

 

( Ji Yeon Pov )

 

Aku menerobos hujan didepanku, aku tidak memperdulikan air hujan yang membasahi tubuhku. Aku hanya ingin menangis sekarang, menumpahkan semua rasa sakit yang ada dihatiku. Ya Tuhan, betapa menyakitkannya ..

Apakah yang dikatakan mereka memang benar? Aku merusak hubungan Sehun dan Hyerin? Tetapi entah mengapa, aku merasa Hyerin lah yang hampir merusak hubunganku dan Sehun. Bukankah aku isteri dari sehun? Seharusnya aku memang berhak untuk berada didekatnya. Tetapi jika memang aku merusak hubungan mereka, mengapa Sehun malah bersikap baik padaku dan malah mengacuhkan Hyerin

Aku berjalan dengan langkah gontai ditrotoar dingin ini, aku menangis dengan sangat deras. Mengapa hidup ini sangat tidak adil? Mengapa aku harus terlahir menjadi seorang anak yang tidak diinginkan oleh appaku? Mengapa hidupku harus menderita seperti ini? Mengapa aku harus jatuh cinta pada Oh Sehun!

Ponselku terus bergetar dan aku tidak memperdulikannya.

Ucapan mereka benar-benar menyakiti hatiku, seolah aku adalah mahluk yang paling hina. Sehina itu kah diriku karena mencintai Oh Sehun, suamiku?

Sebuah mobil melaju kearahku, apakah ini akhir dari hidupku? Hidup yang begitu menyedihkan ini? Aku menutup mataku dengan senyum dibibirku.

Sebuah tangan menarikku menjauh. Yang ku ketahui sekarang sebuah tangan kokoh sedang memelukku, memberikan kehangatan ditubuhku. Aku menangis, aku menangis di dada bidangnya.

Oh Sehun.. Orang yang memelukku sekarang adalah Oh Sehun..

“Apa yang kau lakukan! Kau hampir saja terbunuh! Apa yang kau pikirkan!!” Aku mendengar bentakan sehun. Apakah ia menghawatirkan ku?

 

***

 

“Kau Gila! Apa yang kau pikirkan!” Sehun membentakku. Aku hanya bisa menangis sambil merapatkan selimut yang menyelimuti tubuhku, hangat.

“ Hiks…hikss” Aku hanya bisa menangis. Jangankan untuk menjawab Ucapannya, menatapnya pun aku sudah merasa tidak sanggup. Sehun duduk dihadapanku dengan kilat kemarahan dimatanya.

“ Jangan lakukan hal seperti itu Ji Yeon, berjalan ditengah jalan. Kau tahu? Aku hampir saja mati saat melihat mobil itu hendak menabrakmu” Ucapan Sehun kini melembut. Saat ia akan menggenggam tanganku, aku menapiknya. Jika memang ia mencintai Hyerin, aku akan melepaskannya.

“Ada apa denganmu”

“ Jauhi aku Oh Sehun”

“ Aku tidak bisa menjauhimu “

“ Mereka benar, aku hanya pengganggu . Seharusnya aku sadar bahwa aku hanya penghalang cintamu dan Hyerin. Seharusnya aku pergi dari kehidupanmu, jika memang kau ingin kita bercerai”

“ Mereka siapa?” Tanya Sehun

“Aku mencintaimu, dan tidak mungkin aku menceraikanmu” Ucap Sehun membuat tubuhku membeku. Aku langsung menatap matanya, mata yang selalu membuatku terpesona oleh ketampanan yang ia miliki.

“Hey.. ada apa denganmu? Mengapa kau malah meminta suamimu yang mencintaimu ini untuk bersama yeoja lain? Aku dan Hyerin tidak memiliki hubungan apapun. Kami hanya sebatas teman”

“Tapi bukankah kau-“

“Kau mendengarkan rumor itu? Ya, rumor yang mengatakan Hyerin mengungkapkan perasaannya padaku memang benar. Tetapi aku menolaknya karena aku sudah memiliki dirimu” Sehun menggenggam tanganku dengan lembut.

“ Aku mencintaimu Park Ji Yeon, maukah kau menjadi isteriku” Sehun mencium tanganku dan menggenggamnya. Aku tidak bisa menahan air mata ini, air mata bahagia. Oh tuhan, aku benar-benar senang mendengar apa yang ia katakan. Dia mencintaiku! Oh sehun mencintaiku!

“ Aku juga mencintaimu Sehun-ah, tetapi bukankah kita sudah menikah?”

“Maksudku menjadi isteri yang ku cintai”

“ Tentu saja kau mau dan aku sangat mau. Oh, kau membuat jantungku berdetak terlalu keras” Ucapku sambil menepuk pundaknya dengan air mata bahagia. Sehun berdiri lalu mencium bibirku dengan lembut. Ia melepaskan selimut yang menutupi tubuhku, tangannya bergerak untuk mencari kancing bajuku.

“ aku akan membuktikan bahwa aku benar-benar mencintaimu Park Ji Yeon” Aku mendesah saat bibirnya menjalar dileherku. Sangat lembut dan penuh cinta.

 

 

TBC

 

 

 

122 thoughts on “Know Yourself : Because You [ Part 4 ]

  1. untung aja sehun gajadi pergi dgn hyerin, finally sehun peka dan care jg sama si dino x) pasti wanita yg tersenyum licik itu hyerin, oh perang dimulai deh,tapi gpp tetap seneng karena akhirnya sehun jd gentleman jg,happy for them!

  2. iii jiyeon ma gampang kepengaruh ya-____- untung aja tadi ada sehun yg nyelametin.
    emm hyerin itu masih mencurigakan gelagatnya. gasuka hih-____-
    aaaaa suka banget tuh scene tbc nya😀 wkwk anyway itu sehunmau ngapain yak?-____-hhmmm

  3. Uhk.. Jiyeon kok gampang banget sih terpengaruh sama orang lain, untubg aja Sehun nyelametin kalau ga?? dan Sehun udah ngakuin dia bener-bener Cinta sama Jiyeon dan Yoochun udah tau kalau Jiyeon itu anaknya tapi dia ga bakal ngambil Jiyeon dari Sehun Kan??

  4. woah, si hyerin minta digolok kayanya..
    jiyi jgn dengerkan mreka , mreka itu lebih hina drpadamu ^^
    thor minta PW part 6 sm 7 dong *bbuingbbuing ^^

    • mianhae sebelumnya. cuma mau ikut nanya aja, password yg part 6 + 7 nya udh dapet blm? kalo udh kasi tau aku ne, penasaran bgt soalnya sa kelanjutan ceritanya. plissss gomawo chingu^^

  5. seru seru..
    akhirnya sehun ngebales cinta jiyeon dan akhirnya jiyeon udah tahu siapa ibunya daebak daebak:-):-)
    dan juga itu seseorang yang tersenyum licik kyanya hyerin,kah?

  6. Akhirnya yijeon sudah mengetahui eomma kandungnya adalah kim tae hee🙂 dan ternyata yoochun sudah mengetahui jika jiyeon adalah puri kandungnya dan hal itu membuat sehun semakin cemas dan takut di buatnya🙂
    ,,,,,
    aigoo senangnya sehun udah makin so sweet bnget nich sama jiyeon😉

  7. kok chapter (part) 6+ 7 dikunci pake sandi? padahal cerita nya okeeeee beuhhh. suka banget.. tapi sayang gabisa lanjut baca part 6 sa 7 nya –‘ sabarr

  8. Kasian Yoochun,, dia juga gk bersalah sebenarnya :”(( Aaaaa sedih sedih sediiiihhhh….
    Tp seneng banget krn Sehun udah nyatain perasaannya.. yuhuuu
    Lanjut baca aaahh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s