Say You Love Me Oppa! [ Part End ]

Untitled

Tittle : Say You Love Me Oppa?

Genre : Romance

Type : Chaptered

Rating : – 17 Ke Atas!

Poster : Margareta

 

[ Main Cast ]

–          Choi Minho

–          Park Ji Yeon

[ Other Cast ]

–          All

***

 

( Ji Yeon Pov )

 

“Ji Yeon maafkan kami” Aku menatap Han Byul dan Oppanya dengan tatapan Aneh begitu juga dengan Sulli. Sulli menatap kearah ku seakan bertanya apa yang terjadi. Han Byul dan Oppanya berlutut dihadapanku dan Sulli , mereka menjadi pusat perhatian sekarang.

“Apa yang kalian lakukan? Berdirilah..” Aku membantu Han Byul berdiri.

“tenang saja, aku tidak melaporkannya pada Minho Oppa” Ucapku

“Jeongmal?”

“Kami berjanji tidak akan muncul lagi didepanmu Park Ji Yeon. Kami berjanji tidak akan menganggumu dan Sulli lagi” Ucap Han Byul dengan bersungguh-sungguh.

“Gomawo sudah memaafkan kami” Han Byul dan Oppanya menunduk memberi hormat lalu pergi begitu saja. Aku mendengar tawa dari Sulli.

“Wae?”

“Kau apakan kedua manusia itu hingga mau berlutut?” Kekeh Sulli

“Mereka sepertinya takut pada Minho Oppa” Ucapku terkekeh

“Jeongmal”

“Hahaha”

 

***

“Bagaimana kalau kau dan aku pergi ke Busan untuk melihat kebun anggurku yang ada disana?” Minho Oppa tersenyum padaku. Aku terdiam sejenak memikirkan jadwal kuliahku. Tidak ada salahnya aku mengambil libur beberapa hari.

“Hmm.. Arraseo, aku ikut”

“Baiklah, sekarang kemasi barang-barangmu. Eomma, appa dan sulli sudah lebih dulu berangkat”

“Jeongmal”

“Hehehe, mereka tidak memberitahumu rupanya. Ckckck.. kajja”

Aku dengan segera berlari kearah kamar lalu memasukkan baju-bajuku kedalam koper. Aku yakin udara dibusan sangat menyegarkan.

Satu jam kemudian, aku sudah duduk disamping kemudi dengan makanan ditanganku. Minho Oppa hanya bisa berdecak kecil sambil tersenyum lucu melihat tingkahku.

“Ayo kita berangkat!” Teriakku senang..

 

***

“Huek…Huekk”

“Kau tak apa?” Minho Oppa menepuk pundakku. Aku merasa benar-benar mual, pasti ini karena aku terus berbicara dan tidak bisa diam saat dalam perjalanan. Minho Oppa memberiku air mineral lalu menggosokkan tangannya dipundakku.

“Oppa..” rengekku manja.

“Ternyata kau bisa mabuk perjalanan rupanya”

“Aish” Kesalku ..

“Apakah kau sudah merasa baikkan? Sebentar lagi kita sampai, mungkin 1 Jam lagi” Aku mengangguk pelan. Minho Oppa membantuku berjalan kearah mobil.

“Tidurlah, dan aku akan membangunkanmu jika kita sudah sampai.. arra?”

“Nde Oppa”

Aku menyandarkan kepalaku lalu menutup mataku. Jika Minho Oppa masih seperti sifatnya yang dulu, aku yakin sedari tadi ia sudah menurunkan aku ditengah jalan atau mengomeliku dengan kata-kata pedas yang sering ia keluarkan dulu .. Cckckck.

 

***

“Ji Yeon? Mengapa wajahmu terlihat pucat?” Celetuk Sulli saat aku dan Minho Oppa baru sampai. Aku menggeleng pelan sambil menunjuk perutku dengan wajah sedih.

“Kau mabuk perjalanan? Ckckckck”

“Ji Yeon terus berbicara sepanjang perjalanan, jadi ia mabuk perjalanan dan ia sepertinya kelelahan. Sebaiknya kau bawa Ji Yeon kekamar yang sudah aku pesan kemarin.. “

“Arra Oppa.. Kajja Ji Yeon” Sulli menarik tanganku dan aku dengan tubuh lemas mengikutinya. Lain kali aku tidak akan bertindak konyol atau berbicara saat didalam perjalanan. Perutku terasa diaduk-aduk.. Huaa..

“Apakah Minho Oppa mengomelimu tadi?”

“Anni , Minho Oppa tidak mengomeliku” Jawabku lalu membaringkan tubuhku diranjang empuk dikamar ini. Sulli juga ikut membaringkan tubuhnya disampingku.

“Minho Oppa sepertinya benar-benar sudah sangat mencintaimu. Kau harus berjanji selalu mencintai Oppaku, jangan mengecewakannya Ji Yeon-ah”

“Arraseo.. aku tahu dan aku tidak akan menyakiti Oppamu..”

“Aku akan memegang janjimu eonni”

“Jangan memanggilku begitu, itu menggelikan hahaha”

“Ckkckk.. Arra…arra”

 

***

-Author Pov-

 

“Apakah Ji Yeon sudah beristirahat?”Tanya Minho saat melihat Sulli yang muncul dari kamar Ji Yeon. Sulli mengangguk pelan kemudian membantu Minho untuk mengangkat koper. Saat sudah mengangkat semua koper itu, Sulli tiba-tiba saja memeluk Minho. Minho yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum.

“Waeyo?”

“Jika suatu saat Oppa menikah, kau jjangan melupakanku Oppa .. Kau sudah berjanji akan terus menjagaku”

“ Tenang saja, kau adalah yeoja yang berarti dihidup Oppa.. sama seperti eomma dan Ji Yeon.. Oppa tidak akan melupakanmu karena kau adalah Dongsaeng Oppa, Oppa akan menjagamu apapun yang terjadi . Oppa akan selalu menyayangimu”

“Kau Berjanji Oppa”

“Apakah Oppa pernah melanggar janji Oppa padamu eoh?”

“Gomawo Oppa”

“Aigoo… Oppa menyayangimu sayang..”

“Aku harap Oppa bisa membahagiakan sahabatku, Ji Yeon”

“Aku akan melakukan hal itu sayang”

 

***

 

Ji Yeon membuka matanya perlahan. Ia menatap sekitarnya lalu menggapai ponselnya, ia berdecak saat mengetahui hari masih terlalu pagi dan ia tidak akan bisa tidur lagi setelah ini. Ji Yeon bangkit dari kasurnya dan berjalan kearah cermin dan menyisir rambutnya.

Ji Yeon memutuskan untuk pergi berjalan-jalan melihat kebun anggur yang dimaksud Minho. Tetapi sebelum itu ia memutuskan untuk membangunkan Minho menemaninya.

“Oppa..Oppa..Oppa”

“……………………” Tidak ada jawaban

“Opppaaaaaa” Ji Yeon berteriak didepan kamar Minho.

“eum.. tunggu sebentar” Ji Yeon berdiri dengan senyum diwajahnya tetapi senyumnya luntur seketika saat Minho membuka pintunya.. Ji Yeon langsung membulatkan matanya saat Minho hanya memakai celana tanpa memakai baju..

“Arghhhhhh!! Oppa”

“wa…Wae?” Kaget Minho

“pasang bajumu” Ji Yeon menutup matanya. Minho akhirnya menyadari apa yang membuat Ji Yeon menjerit. Minho terkekeh kecil .

“Buka matamu”

“shireo”

“Mengapa kau malah menutup matamu? Eoh? Bukankah kau calon isteriku” Minho menarik Ji Yeon masuk kedalam kamarnya lalu menutupnya. Tangan Ji Yeon masih dengan setia menutup matanya. Minho terkekeh geli untuk kesekian kalinya.

“Bukalah matamu”

“Oppa..” Rengek Ji Yeon.

“Aigoo.. siapa yang menyuruhmu mengetuk kamar namja dewasa pagi-pagi begini. Aigoo.. Bukalah matamu, aku ini tunanganmu untuk apa kau malu” Perlahan Ji Yeon menurunkan tangannya. Lalu menatap kearah lain.

“Arrrrrggggg” Jerit Ji Yeon saat Minho dengan sengaja menggenggam tangan Ji Yeon lalu meletakkan tangan Ji yeon dada bidangnya lalu abs nya..

“Hahahaha”

“Oppa…Oppa” Wajah Ji Yeon kini sudah memerah sempurna. Minho menghentikan keusilannya lalu memeluk Ji Yeon. Ji Yeon memukul pundak Minho dengan kesal.

“Hua.. Oppa kau benar-benar nakal” Ucap Ji Yeon dengan suara yang terdengar malu.

 

***

( Sulli Pov )

 

“Ji Yeon” Aku melihat Minho Oppa dan Ji Yeon yang terlihat bermain kejar-kejaran. Lebih tepatnya, Minho Oppa yang terlihat mencoba mengejar Ji Yeon yang terus menghindarinya. Ada apa dengan yeoja itu? Wajahnya terlihat memerah seperti kepiting rebus? Ckckck.

Aku menatap ponselku .. Tidak ada pesan dari daehyun Oppa.. padahal ia mengatakan tidak akan lupa menghubungiku!

Aish!

Daehyun Oppa benar-benar sangat menyebalkan.

Aku juga ingin diperlakukan dengan sangat lembut seperti Minho Oppa memperlakukan Ji Yeon. Kekeke..

“Ya, Oppa lepaskan” Rengek Ji Yeon saat Minho Oppa berhasil menangkapnya. Apakah mereka bertengkar lagi? Ckckck.. seperti anak kecil :3

“Kau marah padaku? Mianhae Ji Yeon-ah”

“Kau bercanda keterlaluan Oppa”

“Aku berjanji tidak akan bercanda seperti itu lagi”

“Oppa kau benar-benar nakal” Aku melihat Ji Yeon dan Minho Oppa yang sudah terlihat akur kembali. Ckckck, tadi mereka bertengkar dan baru saja mereka akur kembali. Benar-benar pasangan yang labil -_-

 

***

( Ji Yeon Pov )

 

“Eomma, masakanmu dan Ji Yeon selalu lezat” Komentar Minho Oppa membuatku dan Yoona eomma tersenyum. Minho Oppa menyendok lauk pauk dengan bersemangat.

“Oppa, hati-hatilah makan jangan terburu-buru” Omelku sambil menuangkan segelas air putih lalu meletakkannya didepan Minho Oppa. Minho Oppa mengangguk lalu meminum air putih itu.

“Bagaimana perusahaanmu?” Siwon abeoji membuka pembicaraan.

“walaupun kemarin ada sedikit kekacauan, aku sudah menanganinya Appa”

“Kau memang namja yang cerdas. Appa bangga padamu”

“Lalu kapan kau akan menikah dengan Ji Yeon” aku hampir saja menyemburkan keluar makanan yang ada dimulutku. Minho Oppa terlihat terdiam kemudian menatapku.

“Aku berencana melamarnya saat ia sudah lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan”

“Untuk apa menunggu terlalu lama? Umurmu sudah berapa Choi Minho? Bagaimana kalau kalian menikah satu bulan lagi? Eomma dan appa sudah sangat menantikan kehadiran choi Minho Junior” Ucap Yoona eomma membuat wajahku benar-benar memerah kali ini. Minho Oppa berdehem.

“Aku terserah pada Ji yeon, jika ia mau menikah denganku .. aku selalu siap untuk menikah dengannya” Jawab Minho Oppa. Semua mata langsung tertuju padaku.

“Bagaimana Ji Yeonnie?”

“Aku…aku”

“Apa yang kau tunggu? Minho Oppa adalah pengusaha yang mapan dan sudah dewasa, kalian sudah sepantasnya membangun kehidupan berkeluarga” celetuk Sulli

“ Aku terserah pada eommonim dan abeoji. Kalau memang itu yang terbaik, aku setuju” Jawabku pelan. Aku melihat senyum merekah dibibir Minho Oppa.

“Arraseo. Aku akan menghubungi Yoochun dan Tae Hee, mereka harus tiba di seoul untuk melihat pernikahan puteri mereka”

 

***

“Kalian akan menikah?” Eomma menatapku dan Minho Oppa secara bergantian. Sedangkan Appa hanya tersenyum. Eomma terlihat menghela nafas berat. Waeyo?

“ Eomma sangat setuju jika kalian menikah, Minho adalah namja yang cerdas dan mapan. Eomma juga tahu bahwa kalian sudah saling mencintai tetapi eomma merasa berat untuk melepaskan puteri kecil eomma ini. Tetapi jika itu keinginan kalian, aku dan appa akan sangat merestuinya”

“Eomma Gomawo”

“Gomawo Eommonim”

“Aku percayakan puteriku padamu Choi Minho. Aku yakin kau bisa membahagiakan puteri kecilku yang nakal ini” Ucap Appa.

“Baik Abeoji”

“Jadi kapan kalian akan memilih baju pengantin?”Tanya eomma

“Mungkin Minggu depan eomma” Jawabku

“Oh Arra..”

 

***

 

“Oppa, aku tidak menyangka akan menikah denganmu” Ucapku sambil menatap pemandangan Sungai Han dimalam hari didepanku. Aku dan Minho Oppa duduk disalah satu kursi panjang. Minho Oppa menyelimutiku menggunakan jasnya

“Aku sudah menyangka sejak awal bahwa aku dan kau akan menikah karena kita berdua saling mencintai”

“Tetapi kau masih saja berdekatan dengan do Yeon eonni saat itu”

“Kau cemburu eoh? Itu hanya masa lalu sayang”

“Tetapi tetap saja”

“Tetapi bukankah dulu aku juga bersikap baik padamu? Bahkan aku menghajar namja yang berbuat jahil padamu dengan menaruh lem dibangkumu”

“Mwo! Jadi kau yang menghajar Sung Jae? Sampe babak belur?”

“Nde, Sulli mengatakan bahwa kau dijahili temanmu dan kau menangis dan ditertawakan. Jadi aku membawa sulli untuk menunjukkan yang mana namja yang membuatmu menangis dan aku menghajarnya”

“Omo.. pantas saja ia tidak berani mengangguku lagi saat itu. Jadi itu karena ulahmu Oppa”

“Kekeke”

“Kau ternyata benar-benar nakal Oppa” Kekehku

 

***

 

( Author Pov )

 

“Kemarilah sayang aku akan memberikanmu sebuah pelukan” Siwon tersenyum sambil menepuk kasur disampingnya. Yoona melepaskan handuk yang melingkar dibahunya lalu berjalan kearah Siwon dan menjatuhkan dirinya disamping Suaminya itu. Yoona memeluk Siwon sambil membenamkan wajahnya di dada Siwon.

“apakah kau lelah?”

“Nde aku lelah tetapi aku sangat bahagia bisa menyiapkan semua persiapan untuk pesta pernikahan puteraku” Jawab Yoona

“Aku merasa benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan menikah. Siapa yang bisa menyangka bahwa Minho yang tanpa ekspresi itu menyimpan rasa cinta pada Ji Yeon yang ceria” Ucap Siwon.

“Mereka benar-benar serasi Oppa, mereka saling menutupi kekurangan masing-masing”

“Aku tahu dan aku bisa melihat dengan jelas bahwa Minho bisa berubah karena Ji yeon. Aku sangat berterimakasih pada Ji Yeon karena ia, Minho sudah lebih terbuka”

“Tae hee dan Yoochun benar-benar bangga memiliki puteri seperti Ji Yeon”

 

***

 

“Daehyun Sunbae? Apa yang kau lakukan disini?” Ji Yeon dan Minho menatap Daehyun yang terlihat berdiri didepan Kediaman mereka dengan bunga ditangannya. Minho menatap Daehyun dengan tatapan tidak suka lalu menarik Ji yeon untuk berdiri disampingnya.

“Apa yang kau lakukan disini eoh? Mendekati tunanganku?”

“Jangan salah paham. Aku kemari untuk bertemu dengan Sulli, yeojachinguku” Jawab Daehyun

“Nde?” Kaget Minho

“ Kau jangan salah paham dulu Oppa. Daehyun sunbae adalah namjachingu sulli, jadi kau tidak perlu berpikiran buruk dan cemburu lagi padanya” Ucap Ji Yeon sambil tersenyum.

“Aku akan memanggilkan sulli” Ji Yeon berjalan masuk meninggalkan Minho yang kini tengah menatap Daehyun dengan tatapan was-was dan sangat-sangat tajam.

“Sejak kapan kau menjadi kekasih dongsaengku?”

“Sejak sebulan yang lalu”

“Aku tidak setuju dongsaengku berpacaran denganmu sebaiknya kau tidak mendekatinya lagi”

“Aku mencintainya Hyung. Kau tidak menyukaiku karena aku menyatakan cinta pada Ji Yeon dulu, tetapi bukankah itu hanya masa lalu dan kau tidak mempunyai hak untuk melarang cinta kami” Ucap Daehyun dengan nada dinginnya.

“Kau-“

“Oppa” Terdengar suara sulli membuat Minho menghentikan ucapannya. Ji Yeon menatap Minho lalu menarik tangan Minho untuk ikut bersamanya.

 

***

 

“ Sulli harus menjauh dari namja itu”

“Oppa sudahlah, Daehyun Sunbae bukan namja yang jahat dan aku rasa ia yang terbaik “

“Yang terbaik! Lihatlah, sekarang kau mengatakan ia yang terbaik? Sedangkan aku apa? Ah, atau jangan-jangan kau menyukainya?”

“Aish! Aku belum menyelesaikan ucapanku Oppa. Maksudku daehyun sunbae adalah yang terbaik untuk sulli bukan untukku -_- kau tidak membiarkanku menyelesaikan ucapanku”

“Tetapi tetap saja”

“Oppa , sebentar lagi kita akan menikah. Jangan membuatku mengubah pikiranku karena sifatmu yang tiba-tiba begini”

“Aish! Aku kesal padamu” Minho pergi begitu saja meninggalkan Ji Yeon yang hanya bisa menggeleng pelan.

“Padahal aku hanya bercanda” Gumam Ji Yeon

***

“ Dimana Minho?” Yoona menatap Ji Yeon. Ji Yeon menatap kearah kamar Minho lalu menggeleng pelan. Sepertinya Minho benar-benar cemburu kali ini..padahal Ji Yeon hanya bercanda mengatakan hal itu.

“Kalian bertengkar?”

“Nde eommonim”

“Aish , kalian ini benar-benar.. eommonim harap kalian sebentar lagi akan berbaikan”

“nde eommonim”

Ji Yeon perlahan berjalan kearah kamar Minho. Ia terdiam sambil menatap pintu kamar Minho dalam diam. Perlahan tangannya bergerak untuk membuka pintu itu. Ji Yeon menghela nafas saat menemukan Minho masih dengan setia berbaring tidur diranjang King Size-nya.

“Oppa” Panggil Ji Yeon. Ji Yeon berjalan kearah kasur Minho lalu duduk disampingnya.

“Kau marah padaku?”

“Mianhae.. aku tidak bermaksud membuatmu marah Oppa”

Minho tidur dalam keadaan membelakangi Ji Yeon. Hingga Ji Yeon tidak sadar bahwa Minho sudah terbangun dan memutuskan untuk berpura-pura tidur.

“Oppa” Tangan Lembut Ji Yeon mengelus punggung Minho.

“ Aku benar-benar minta maaf dengan ucapanku kemarin. Aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu. Aku benar-benar merasa bersalah”

Minho tetap diam dan hanya bisa terdiam tanpa menjawab ucapan Ji Yeon..

“Aku akan menunggumu dibawah, hari ini kita akan memilih gaun pernikahan. Eomma dan appa akan tiba 30 Menit lagi” Ji Yeon perlahan bangkit. Tetapi tiba-tiba sebuah tangan menggenggam tangannya. Senyum Ji Yeon perlahan muncul.

“Kau harus berjanji tidak akan mengatakan hal itu lagi. Aku benar-benar terluka dengan ucapanmu” Minho memeluk Ji Yeon dari arah belakang sambil mencium punggung Ji Yeon. Tangan Ji Yeon perlahan mengelus lembut lengan kokoh Minho yang sedang memeluknya. Ia tidak pernah bisa melepaskan pandangannya dari Minho dan ia tidak akan bisa tidur jika sedang bertengkar dengan namja tampan nya itu.

“Aku janji Oppa. Sekarang sebaiknya kau bersiap-siap Oppa. Kau tidak boleh membuat eomma dan appaku menunggu begitu lama”

“Arraseo Chagiya”

 

***

 

“Apa yang dilakukan namja ini disini” Minho menatap Daehyun dengan tatapan tajam dan tatapan itu bisa menyiratkan rasa tidak suka . Yoona menatap Minho dan Daehyun secara bergantian dengan tatapan bingung.

“Aku yang mengajak Daehyun Oppa kemari. Ia ingin ikut, dan kau Minho Oppa. Kau tidak boleh bersikap seperti itu pada namjachinguku” Ucap Sulli membela Daehyun. Sulli menatap Minho dengan wajah kesal.

“Aish! Baiklah, aku mengijinkanmu karena dongsaengku. Aku akan terus mengawasimu”

“Tenang saja Hyung, aku sudah tidak menyukai Ji Yeon. Sekarang aku hanya menyukai dongsaengnmu” Jawab Daehyun membuat Minho sedikit merasa tenang walaupun rasa kesal masih mendominasi perasaannya saat ini.

Tae Hee dan Yoochun hanya bisa tersenyum kecil melihat kecemburuan menantunya itu. Minho sepertinya benar-benar mencintai Ji Yeon hingga tidak mau ada namja yang berada didekat puterinya

 

***

 

“Oppa” Marah Sulli saat Minho dengan sengaja menabrak Daehyun. Minho hanya bisa tersenyum kecut lalu menggandeng tangan Ji Yeon dengan wajah So Coolnya. Daehyun hanya bisa menghela nafas melihat kekesalan kaka iparnya itu pada dirinya.

‘Sabar Daehyun’ batin Daehyun

Mereka memasuki butik mewah didepan mereka. Ji yeon menatap ratusan gaun didepanya dengan tatapan senang begitu pula dengan Minho yang sudah berimajinasi membayangkan betapa cantiknya Ji Yeon jika memakai gaun pengantin yang akan Ji yeon gunakan.

“Ah Nyonya Choi” Sapa pemilik butik itu. Yoona hanya bisa tersenyum

“Apakah pesananku sudah selesai?”

“tentu saja Nyonya. Silahkan ikut saya”

“Kaja Ji Yeon” Tae Hee, Ji Yeon dan Yoona berjalan mengikuti pemilik butik besar itu. Sedangkan Minho, Siwon, Daehyun dan Yoochun hanya duduk sambil menatap sekeliling mereka.

“Tuan, kau bisa mengikuti saya untuk mencoba jas anda” Ucap Seorang yeoja berambut blonde pada Minho. Minho mengangguk lalu menitipkan ponselnya pada Sulli.

 

***

 

“Yeppeo” Ujar Daehyun sambil menatap Ji Yeon. Sedangkan Minho, Yoochun dan Siwon tidak bisa berbicara sama sekali saat melihat Ji yeon memakai gaun pengantin didepan mereka. Yoona, Sulli dan Tae Hee tersenyum dengan lembut pada Minho yang sudah mengenakan jas berwarna putih.

“Oppa” Sulli mencubit tangan Daehyun dengan gemas.

“Minho Oppa” Panggil Ji Yeon mencoba menyadarkan Minho.

“Minho Oppa!” Ucap Ji Yeon dengan nada yang sedikit keras membuat Minho akhirnya tersadar dari keterkejutannya.

“Yeppeo” Ucap Minho kagum lalu berjalan kearah Ji Yeon.

“Aku tidak percaya bahwa ini kau” Gumam Minho. Ji yeon tersipu dengan pipi yang sudah merona kemerahan.

“Aigoo.. puteri appa benar-benar sangat cantik” Puji Yoochun dengan nada bahagia.

“Aku akan memamerkan pada chinguku bahwa menantuku benar-benar sangat cantik dihari pernikahannya bersama puteraku” Puji Yoona juga.

Minho membelai lembut pipi Ji Yeon. Ia benar-benar terpesona dengan kecantikan yeojanya itu. Yeoja yang selalu hadir dimimpinya dan yeoja yang selalu berada dihatinya yang terdalam.

“Aku mencintaimu Ji Yeon-ah”

 

***

-Beberapa Hari Kemudian-

 

“Eomma, appa.. kalian sudah tidur?” Ji Yeon membuka pintu kamar yang ditempati oleh eomma dan appanya.

“Belum sayang, waeyo?”

“Bolehkah aku malam ini tidur bersama eomma dan appa.. besok adalah hari pernikahanku dan aku tidak bisa tidur” Gumam Ji Yeon. Tae Hee tersenyum maklum lalu menarik tangan Ji Yeon untuk masuk.

“Kau merasa tegang” Ji Yeon mengangguk didalam pelukan appanya. Sedangkan Tae Hee membelai punggung Ji Yeon.

Ji Yeon tidur ditengah eomma dan appanya. Ji yeon tersenyum pada eommanya dan Ji Yeon mulai bercerita tentang masa lalu yang mereka lewatkan bersama. Ji Yeon tidak pernah merasa kurang perhatian dari eomma dan appanya karena mereka akan datang disaat Ji yeon merasa benar-benar kesepian walaupun mereka bisa dikatakan sangat sibuk.

“Appa, bagaimana kabar Oppa sekarang?” Pertanyaan Ji Yeon membuat Yoochun dan Tae Hee terdiam.

“Apakah ia akan datang dihari pernikahanku?”

“Sanghyun sudah tidak menganggap kita keluarganya Ji Yeon-ah. Bahkan Oppamu sama sekali tidak menyapa appa saat kami bertemu diparis tanpa sengaja”

“Apakah Sanghyun Oppa benar-benar tidak bisa memaafkan appa?”

“Itu semua salah kami”

“Anni.. Aku rasa itu bukan salah appa, appa hanya ingin yang terbaik untuk Sanghyun Oppa. Hmm.. aku terkadang sedih, melihat Sulli yang bisa bermanja dengan Oppanya sedangkan aku? Aku memiliki Oppa yang sama sekali tidak pernah bisa aku peluk dan sepertinya ia membenciku”

“Sanghyun tidak pernah membencimu sayang, ia hanya membenci eomma dan appa. Kau lupa? Saat ulang tahunmu yang ke-8 . ia mengirimkan sebuah boneka untukmu”

“ Aku merasa seperti anak tunggal dikeluarga kita eomma”

“ Itu lebih baik sayang. Sanghyun sudah bahagia dengan keluarga yang ia miliki sekarang, appa tirinya sudah ia anggap seperti appa kandungnya. Namja itu memberikan semua hal yang diinginkan Oppamu sedangkan appa? Appa hanya bisa menolak semua permintaannya”

“Tetapi bukankah itu demi kebaikannya”

“Biarkan saja, ia sudah memilih jalan miliknya dan appa sudah lelah untuk mencoba mendapatkannya kembali. Sekarang, hanya kau anak yang eomma dan appa miliki” Ji Yeon menatap appa dan eomma nya dengan sedih. Tanpa mereka sadari Minho mendengar dari balik pintu kamar mereka , Minho mencari keberadaan Ji yeon tetapi ia memutuskan untuk membatalkan niatnya karena mendengar pembicaraan itu. Ia yakin mereka bertiga ingin memiliki waktu sendiri.

 

***

 

Ji yeon menatap pantulannya dicermin. Matanya berkaca-kaca, ia tidak pernah menyangka akan menikah dengan Minho, pujaan hatinya. Yoochun dan Tae Hee menatap puteri mereka dengan tatapan bahagia walaupun mereka merasa sedih harus melepaskan puteri kesayangan mereka itu. Ji Yeon berbalik dan menatap eomma dan appanya.

“Aku sudah siap eomma”

Yoochun menggandeng Ji Yeon kearah altar. Wajah Ji Yeon berseri-seri, terdengar beberapa decakan kagum saat melihat Ji Yeon yang benar-benar cantik. Begitu juga dengan Minho yang sudah tersenyun dengan amat lembut pada yeoja-nya

“Appa” Bisik Ji yeon gugup

“Tenanglah sayang” Ucap Yoochun sambil menepuk tangan Ji Yeon dengan lembut.

Minho sudah berdiri dengan wajah tampannya sambil tersenyum menatap pengantin nya. Yeoja yang akan menjadi isterinya dan akan menjadi pendamping hidupnya sampai ajal menjemput. Yeoja yang akan selalu ia cintai

“aku menitipkan puteriku padamu Choi Minho aku harap kau bisa menjaganya”

“Nde abeoji” Ucap Minho.

Pesta pernikahan itu berjalan dekat sangat sempurna dengan senyum yang selalu menghiasi wajah Ji Yeon dan Minho.

“Kiss!Kiss!” Terdengar beberapa teriakan membuat Ji Yeon menatap Minho dengan tatapan dan wajah yang benar-benar polos. Minho memajukan tubuhnya lalu memberikan ciuman dibibir merah Ji Yeon. Ji Yeon hanya bisa terdiam bodoh, tangannya mencengkram jas Minho lembut merasakan ciuman yang diberikan oleh Nampyeonnya.

 

***

 

Ji Yeon duduk diatas ranjang dengan peluh membasahi keningnya. Ia gugup, dan sangat gugup. Minho memutuskan untuk membeli sebuah apartement untuk mereka tinggali karena rumah mereka belum selesai dibangun. Malam ini adalah malam pengantin dan Ji Yeon merasa takut dan gugup sekarang.

Minho muncul dibalik pintu apartement dengan beberapa koper ditangannya. Minho tersenyum lembut pada Ji Yeon.

“Kau belum mengganti gaun mu?”

“Anni, aku tidak bisa membukanya. Kancingnya berada dibelakang Oppa” Ucap Ji Yeon dengan polos dan malu. Minho hanya mengangguk kemudian berjalan kearahnya setelah meletakkan beberapa koper itu.

Minho melepaskan kancing gaun Ji Yeon.

“O..Oppa” Kaget Ji Yeon saat merasakan bibir basah Minho mengecupi punggung putihnya. Minho mengerang karena gairah yang ia rasakan pada Ji Yeon.

“ Kau mandilah dulu, aku akan menunggumu disini” Ucap Minho. Ji Yeon mengangguk dengan wajah merona.

“Jangan terlalu lama sayang” Lanjut Minho. saat JI Yeon masuk ke kamar mandi, Minho melepaskan jasnya dan menggantinya dengan baju tidur. Ia menghirup udara sebanyak-bayaknya karena ini adalah pertama kali untuknya dan juga Ji Yeon.

 

***

 

Ji Yeon membuka pintu kamar mandi dengan handuk menutupi tubuhnya. Tatapannya dan Minho bertemu, sepertinya namja itu sudah menunggunya sejak tadi. Ji Yeon perlahan berjalan kearah Minho karena namja itu mengulurkan tangan memanggilnya.

Minho menarik Ji Yeon untuk duduk dipangkuannya. Mereka saling menatap, Ji Yeon bisa melihat dengan jelas mata Minho yang sudah menggelap karena gairah yang tertahan. Perut Ji Yeon terasa diaduk-aduk dan terasa panas. Tangan Minho membuka handuk yang melilit tubuhnya, tetapi dengan sigap Ji Yeon menahannya.

“Wae?”

“Aku malu Oppa”

“apa yang membuatmu malu? Sekarang kau sudah menjadi isteriku dan tidak ada kata malu diantara kita sayang” Ji Yeon perlahan melepaskan tangannya yang menahan handuknya. Minho mengangkat tubuh Ji Yeon lalu membaringkannya diatas ranjang King size mereka. Minho menindih Ji Yeon dengan perlahan.

“Kau percaya padaku bukan?” Tanya Minho menenangkan Ji Yeon yang terlihat begitu gugup. Ji Yeon mengangguk dengan pelan

“ Tapi aku takut Oppa. Itu akan sangat sakit”

“Aku berjanji tidak akan menyakitimu sayang, kau harus percaya padaku”

Sebelum Ji Yeon menjawab bibir Minho sudah menciumi bibirnya dengan lembut dan juga penuh gairah. Bibir Minho perlahan turun ke leher jenjang miliknya sedangkan tangan namja itu mulai menyentuh daerah sensitife miliknya. Ji Yeon mendesah dengan lembut membuat naluri Minho sebagai namja langsung bangkit dan berkoar seperti apa yang tidak bisa padam. Minho merasa panas itu memenuhi tubuhnya, ia ingin memiliki Ji Yeon sepenuhnya.

“O..O..Oppa” Ji Yeon mendesah dengan keras saat bibir Minho menggigit , mengulum dan menjilat salah satu pucuk dadanya. Ji Yeon sangat terkejut saat salah satu jari namja itu memasukinya. Benar-benar menyakitkan, tetapi rasa sakit itu sirnah dengan yang sekarang ia rasakan.

Minho turun menciumi perut Ji Yeon membuat Ji Yeon tidak bisa berpikir jernih dan Ji Yeon tahu ciuman itu akan berlanjut kemana. Minho membuka kaki Ji Yeon, mata Minho semakin menggelap karena gairah saat melihat hal didepannya. Desahan Ji Yeon bertambah liar saat Minho membenamkan wajahnya dianatara kedua kakinya.

“ah…”

“Oppa”

“Oppa” Ji Yeon terus berteriak. Setelah selesai, Minho kembali menciumi bibir Ji Yeon untuk membuat pengalihan.

“arghh” Ji Yeon mengerang kesakitan dan menangis saat merasakan benda itu menerobos masuk begitu saja. Minho terlihat panik dengan kesakitan Ji Yeon.

“Mianhae sayang, aku melakukannya dengan cepat karena aku tidak ingin kau merasa sakit lebih lama..”

“Appo”

Minho menciumi kedua buah dada Ji Yeon secara bergantian membuat rasa sakit Ji yeon menjadi kenikmatan.

“ Kau bisa melanjutkannya oppa” Ji Yeon menepuk pundak Minho. Minho mendesah saat merasakan sesuatu hendak keluar dari tubuhnya begitu juga dengan Ji Yeon yang mencengkram dan mencakar pundak Minho.

Ji Yeon menghela nafas lega saat api yang sedari tadi berada didalam tubuhnya keluar. Minho ambruk diatas tubuh Ji Yeon. Tangan Minho bergerak untuk menggapai selimut dan menyelimuti tubuh polos Ji Yeon dan dirinya. Minho mendekatkan tubuh Ji Yeon padanya lalu menciumi bibir yeoja yang sudah tertidur karena kelelahan itu.

“Selamat malam sayang dan gomawo”

 

***

 

Sinar pagi membangunkan Ji Yeon. Ia menatap sekelilingnya dan menemukan Minho sedang duduk sambil menatapnya yang tertidur. Namja itu tersenyum amat lembut dan membuat hatinya terasa bergetar.

“Kau sudah bangun sayang”

Ji Yeon merasa sedikit nyeri didaerah selangkangannya dan membuatnya meringis.

“Kau tak apa?” Tanya Minho yang sudah duduk didepan Ji Yeon. Ji Yeon mengangguk dengan senyum diwajahnya.

“setelah menikah kau terlihat bertambah cantik” Bisik Minho sambil memeluk Ji Yeon.

“Kau bisa saja Oppa”

“Gomawo”

“Untuk apa Oppa?”

“Karena telah menjadi yeoja yang aku cintai. Aku benar-benar merasa berterimakasih, Aku janji akan terus menjagamu”

“Oppa” Ji Yeon menatap Minho dengan mata berkaca-kaca.

“Saranghae Ji Yeon-ah”

“Nado Saranghae Minho Oppa” Ji Yeon memeluk tubuh Minho dengan erat. Namja yang akan menjadi masa depannya dan akan menjadi satu-satunya cinta yang ia miliki.

 

 

-Selesai-

 

53 thoughts on “Say You Love Me Oppa! [ Part End ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s