Know Yourself : Love Me? [ Part 3 ]

1391659_630781880340107_6223247633956075140_n

Author : Margareta Isabela

Type : Chaptered

Genre : Romance, Friendship

Rating : -16

[ Main Cast ]

Park Ji Yeon, Oh Sehun

[ Other V

( Author Pov )

 

Jiyeon  duduk disalah satu bangku yang ada di dalam bus. Hari ini Sehun mengatakan tidak bisa pulang bersamanya dengan alasan ada hal yang harus ia kerjakan. Jiyeon hanya dapat tersenyum pahit saat Sehun mengatakan hal itu. Sekarang Sehun lebih perhatian pada Hyerin dibandingkan dirinya.

“Hikz..” Jiyeon terisak hingga membuat seorang wanita menatapnya dengan tatapan iba lalu duduk disampingnya.

“Pakailah ini”

Jiyeon menatap kearah yeoja yang memberikannya sapu tangan. Jiyeon mengambil sapu tangan itu dengan canggung lalu melepaskan kacamatanya untuk menghapus air matanya

“Khamshamnida Ahjumma” Ucap Jiyeon pelan. Wanita itu hanya dapat tersenyum.

“Cheonmaneyo, jika aku boleh bertanya.. apa yang membuatmu menangis?”

“Hanya masalah spele” Jawab Jiyeon berbohong dengan senyum pahit.

“Aku tahu kau berbohong, Gwenchana.. siapa namamu?”

“Park Jiyeon , Ahjumma bisa memanggilku Jiyeon” Wanita itu terlihat terpaku dan wajahnya sedikit menegang.

“Waeyo ahjumma?”Tanya Jiyeon yang menyadari ketegangan dari wanita disampingnya.

“A..Anniyo, Park Jiyeon.. namamu sama seperti puteriku”

“Begitukah? Aku yakin ia gadis yang cantik seperti ahjumma..”

“Sayangnya aku tidak pernah bertemu lagi dengannya” jawab wanita itu dengan senyum pahitnya. Jiyeon hanya dapat mengangguk..

“Aku yakin ahjumma akan bertemu dengannya..” Jiyeon tersenyum.

“Ini kartu namaku, kalau kau membutuhkan sesuatu dan membutuhkan seorang teman kau bisa menghubungiku.Senang bertemu denganmu Park Jiyeon”

“Nde Ahjumma?”

“Ah, Namaku Kim Tae Hee..”

“Ah Nde Tae Hee ahjumma” Senyum Jiyeon. Tae Hee bangkit lalu berjalan keluar dari bus itu karena ia telah sampai ditempat yang ia tuju. Tae Hee melambaikan tangannya dari luar bus pada Jiyeon , Jiyeon tersenyum manis pada Tae Hee.

***

“Aigoo..Tae Hee-ah, kau dari mana saja? Minhyuk tadi pergi untuk menjemputmu tetapi ia tidak menemukanmu”

“Ah, Mianhae Bo Young-ah.. Aku tadi pulang menggunakan Bus, sudah lama aku tidak menaiki bus. Aku bosan menaiki mobil mewah setiap hari” Gumam Tae Hee. Bo Young hanya dapat tersenyum.

“Sekertarisku sudah menemukan Apartement yang akan ku tinggali, Jeongmal Gomawo Bo Young-ah telah mengijinkanku untuk tinggal dirumahmu yang nyaman ini”

“Aigoo..padahal aku sangat senang kau berada disini”

“Aku janji, aku akan sering kemari untuk mengunjungimu”

“Jeongmal? Kau harus janji nde.. Tetapi bukankah kau sudah menjadi seorang wanita karir yang sangat sibuk, aku tidak yakin kau akan kemari”

“Hahaha, aku berjanji Bo Young-ha lagipula sebagian pekerjaanku akan ditanggung oleh sekertarisku.. Aku ingin beristirahat sejenak lalu mencari puteriku”

“Aku yakin kau akan menemukannya Tae Hee-ah”

 

***

Jiyeon menatap jam ditangannya. Akhirnya ia tersadar bahwa hari sudah mulai gelap dan ia masih berada ditaman itu . Ia yakin , setelah pulang ia akan mendapatkan kemarahan dari Oh Sehun. Namja itu benar-benar tidak suka dengan kesalahan.

Jiyeon mengambil ponselnya dan benar saja, banyak panggilan tak terjawab dari Oh Sehun. Jiyeon menepuk keningnya , bagaimana bisa ia mematikan nada dering ponselnya.

Dengan cepat Jiyeon berlari sambil merapatkan mantel tebalnya karena salju sudah turun. Ya, hari ini adalah hari pertama Musim dingin untung saja ia tidak lupa untuk membawa mantel.. lebih tepatnya , Sehun mengingatkannya untuk membawa Mantel. Dibalik sikapnya yang keras, Sehun memang sangat perhatian pada Jiyeon…

Saat sampai didepan rumah, Jiyeon menghentikan langkah kakinya. Oh Sehun tengah berdiri didepan pagar tanpa menggunakan mantel. Jiyeon dapat melihat jelas bibir Sehun yang sudah mulai membiru , Sehun terlihat terus mengamati ponselnya dan terlihat mimik khawatir diwajahnya..

“Sehun-ah”

Benar saja, Kini sehun tengah menatapnya dengan tatapan murka dan wajahnya terlihat mengeras..

“Dari mana saja kau?”Tanya Sehun dengan suara marahnya..

“a..a..aku-“ Jiyeon terkejut saat tiba-tiba saja  Sehun memeluknya.

“Aish! Kau membuatku sangat khawatir, jika tahu seperti ini.. aku tidak akan membiarkanmu pulang lebih dahulu, aku akan memintamu menungguku setelah selesai latihan tadi” Gumam Sehun memperat pelukannya. Jiyeon sedikit terkejut dengan sifat sehun tetapi kemudian Jiyeon menyadari kebodohannya.. ia telah salah sangka pada Sehun, jadi setelah pulang sekolah Sehun tidak bersama Hyerin sama sekali melainkan untuk pergi Latihan. Tetapi tetap saja, Jiyeon sangat tersakiti setelah mendengar kata-kata sehun pada Hyerin..

 

***

 

Taeyeon tersenyum pada Jiyeon yang terlihat mengompres kening Sehun. Jiyeon terlihat menampilkan wajah sedih dan merasa bersalah. Perlahan tangan Jiyeon bergerak untuk mengelus pipi Sehun..

“Mianhae Sehun-ah..”

Taeyeon duduk disamping Jiyeon lalu menatap Sehun yang tengah tertidur dengan wajah yang pucat..

“Ia menunggumu selama 3 Jam diluar.. eommonim sudah memintanya untuk masuk, tetapi ia bersih keras untuk menunggumu. Ia benar-benar takut hal-hal buruk terjadi padamu..”

“Mianhae eommonim, ini salahku” Sedih Jiyeon sambil menangis..

“Tidak perlu menangis sayang. Hal itu wajah dilakukan oleh Sehun, karena kau adalah anae nya.. Kau tahu Jiyeon-ah? Baru kali ini eommonim melihat sehun khawatir seperti itu. Sejak kecil, Sehun tidak pernah menampilkan ekspresi apapun jika ia sedang khawatir, ia hanya diam dengan wajah datarnya. Bahkan saat Hyungnya meninggal, ia hanya diam sambil menatap jasad hyungnya dengan wajah datarnya biarpun begitu, eommonim dapat melihat dengan jelas dari sorot matanya bahwa ia sangat kehilangan. Hari ini, eommonim sangat-sangat tidak menyangka akan melihat ekpresi langka itu diwajahnya.. ia menampilkan wajah frustasi .. dan itu berarti..” Jiyeon menatap Taeyeon sambil menunggu ucapan selanjutnya.

“Ia mencintaimu” Jiyeon merasa jantungnya berdetak kencang. Ia hampir saja tersenyum senang lalu memeluk Sehun, tetapi Taeyeon tidak tahu bahwa apa yang terjadi antara sehun, Jiyeon dan Hyerin. Jiyeon masih meragukan perasaan Sehun, namja itu tidak pernah mengatakan kata cinta untuknya..

 

***

“Jiyeon-ah..Jiyeon-ah..Jiyeon-ah” Jiyeon terbangun dari tidurnya lalu menatap kearah Sehun yang tertidur disampingnya. Jiyeon tersenyum kecil melihat Sehun yang mengigau namanya..

“Aku disini Sehun-ah”

“Jiyeon-ah jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu”

Jiyeon hampir saja menangis. Ia menutup mulutnya, kata-kata yang selama ini ia nantikan akhirnya terucap dari bibir Sehun.

“Aku juga mencintaimu Sehun-ah” Jiyeon memeluk tubuh Sehun. Ia bahagia mendengar kata-kata Sehun walaupun sehun dalam keadaan tertidur.

“Aku tidak akan melepaskanmu Sehun-ah, aku tidak akan pergi.. aku akan terus berjuang untuk membuatmu mencintaiku sepenuhnya, aku akan selalu ada untukmu walaupun aku tahu kau menyukai Hyerin” Bisik Jiyeon pelan lalu mengecup singkat bibir sehun..

 

***

( Author Pov )

 

“Katakan dimana Puteriku” Tae Hee meletakkan seamplop uang didepan Ah Jung dengan wajah dinginnya. Ah Jung tersenyum dengan penuh rahasia lalu mengambil amplop itu.

“Sekarang kau mempunyai banyak uang? Sayang sekali aku harus bercerai dengan yeoja kaya raya sepertimu”

“Katakan dimana puteriku!”

“Arraseo.. tetapi.. kau tidak bisa mengambilnya begitu saja, karena kau tahu sendiri? Aku sudah menjualnya dan aku rasa mereka tidak akan mau mengembalikannya padamu. Aku menjualnya pada Orang Kaya Raya dan mungkin kau tidak akan bisa berkutik dihadapan mereka..”

“Tetapi mungkin, jika kau mengatakannya pada Yoochun.. Aku rasa Orang yang membeli puterimu tidak akan berkutik”

“Yoochun tidak akan mengetahui kebenaran itu!!”

Ah Jung tersenyum dengan sinis lalu memberikan sepucuk kertas pada Tae Hee.

“Itu adalah alamat rumah tempat puterimu berada, semoga saja kau belum terlambat sayang. Aku pergi”

Tae Hee menatap kertas didepannya dengan wajah sedih. Tak lama setelah itu ia menangis sambil memeluk kertas itu.

“Mianhae Jiyeon-ah..”
***

“Ayolah Sehun, jika kau tidak makan kau tidak bisa sembuh dan lepaskan tanganku aku tidak bisa menyuapimu jika kau terus menggenggam tanganku” Ujar Jiyeon sambil menatap semangkuk bubur dipangkuannya. Sedari tadi Sehun tidak melepaskan tangannya malah mengenggamnya dengan sangat erat.

“Aku tidak butuh makanan” jawab Sehun dengan suara serak. Jiyeon menghela nafas lalu menatap Sehun dengan tatapan lembut.

“Mengapa? Aku tidak akan pernah lari darimu”

“Kau berjanji?”

“Aku berjanji, aku tidak akan pergi kecuali kau yang meminta” Sehun mengangguk dengan senyum dibibir pucatnya lalu melepaskan genggaman tangannya dari tangan Jiyeon.

“Aku tidak ingin makan Jiyeon-ah, aku ingin kau memelukku sekarang” Jiyeon terdiam sebentar kemudian tanpa sadar pipinya memerah. Perlahan Jiyeon meletakkan mangkok bubur itu diatas meja lalu ikut berbaring disamping Sehun. Perlahan Sehun memindahkan kepalanya diatas dada Jiyeon dengan tangannya yang memeluk tubuh Jiyeon dengan erat.

“Kau tahu?”

“Nde?”

“Kemarin aku mendengar pembicaraan beberapa namja yang berada dikoridor saat aku selesai latihan. Mereka sedang membicarakanmu Jiyeon-ah”

“Nde?”

“Pembicaraan mereka membuatku khawatir. Mereka sepertinya sudah bisa melihat kecantikan didalam dirimu, bahkan aku mendengar bahwa mereka berencana untuk menjadikanmu kekasih mereka. Aku tahu, aku tidak bisa menutup kecantikanmu itu. Tetapi apakah aku salah jika aku ingin hanya aku yang bisa melihatmu yang sebenarnya?” Jiyeon tersenyum. Sekarang ia tahu apa yang di khawatirkan Sehun selama ini. Sehun sangat takut jika Jiyeon bertemu dengan namja yang lebih tampan darinya dan juga bisa membuat Jiyeon jatuh cinta.

“Dengarkan aku.. walaupun banyak namja yang lebih tampan dari dirimu diluar sana.. hanya kau namja yang ku cintai Sehun-ah.. Hanya kau”

“Aku juga…”

“Aku…”

“Nde?”

“Anniyo”Jawab Sehun lalu memperat pelukannya pada Jiyeon.

‘Aku akan terus bertahan dengan perasaan ini Sehun-ah’ batin Jiyeon..

 

***

( Kim Tae Hee Pov )

 

Aku menatap rumah mewah didepanku. Sebentar lagi aku akan bertemu dengan puteriku dan aku akan membawanya pergi dari penderitaan yang selama ini ia rasakan. Aku akan membawa Jiyeon pergi dari negara ini, dan Yoochun tidak akan pernah mengetahui kebenaran itu. Perlahan aku berjalan masuk..

Aku menekan bel dengan tangan bergetar. Hingga pintu terbuka dengan lebar menampilkan seorang wanita cantik tengah berdiri didepanku..

“Tae Hee”

“Taeyeon-ah”

Aku terkejut saat melihat Taeyeon didepanku. Taeyeon adalah sahabatku sejak kecil, tetapi kami terpisah saat tiba-tiba saja aku pindah ke Busan bersama eomma dan appaku.

“Oh Tae Hee-ah” Taeyeon langsung memelukku. Aku tersenyum padanya. Lalu membalas pelukannya..

“Apa yang kau lakukan disini? “ Tanya Taeyeon saat kami tengah duduk diruang tamu rumah megah ini. Aku sedikit berdehem kemudian..

“Aku mencari puteriku” Jawabku dengan pelan lalu menatap mata Taeyeon.

“Puterimu?”

“Suamiku mengatakan bahwa Puteriku ada disini” Seketika aku melihat mata Taeyeon terbelalak dengan sangat lebar.

“Apakah Suamimu adalah Park Ah Jung?”

“kau mengenalnya?”

“Nde, ia adalah namja yang melelang Jiyeon. Karena aku dan suamiku merasa kasihan, jadi kami membeli Jiyeon. Sangat disayangkan jika Jiyeon dijadikan seorang pelacur oleh appanya sendiri..”

“Ah Jung bukan appa kandung Jiyeon, Taeyeon-ah”

“M..Mwo” Akhirnya aku menceritakan semuanya pada Taeyeon. Taeyeon menatapku dengan tatapan iba.

“Tetapi kau tidak bisa membawanya pergi Tae Hee-ah, Jiyeon sudah menikah.. Jiyeon sudah menikah dengan puteraku” Ucap Taeyeon membuatku tidak bisa menahan keterkejutanku.

“Mianhae Tae Hee-ah, puteraku sangat mencintai Jiyeon.. Tetapi kau bisa bertemu dengan Jiyeon, rumah ini akan selalu terbuka untukmu. Jiyeon pasti sangat senang saat mengetahui bahwa eommanya berada disini mencarinya. Jiyeon sudah lama mencarimu” Aku tidak bisa menahan tangisku.

“Aku ingin bertemu dengannya Taeyeon-ah..”

 

***

“Tae Hee Ahjumma” Mataku berkaca-kaca melihat Jiyeon berdiri didepanku. Jadi Jiyeon yang bertemu denganku di Bus adalah Jiyeonku? Aku menatapnya lalu menghirup udara sebanyak-banyaknya . Aku tidak dapat mengendalikan perasaanku, aku sangat merindukan puteriku.

“Eommonim mengenal Tae Hee ahjumma?”

“Nde, dan kau harus tahu bahwa Tae Hee adalah-“

“Aku adalah Sahabat Taeyeon. Senang bertemu denganmu lagi Jiyeon-ah” Taeyeon menatapku karena aku memotong ucapannya. Aku masih belum bisa mengatakan kebenaran ini, aku takut Jiyeon akan membenciku. Aku sudah menelantarkannya bersama Ah Jung, seharusnya aku tahu bawa Ah Jung akan membuatnya menderita. Aku tidak seharusnya merelakannya jatuh ke tangan Ah Jung saat itu.

Seorang namja muncul dengan wajah yang terlihat pucat. Apakah ia putera dari Taeyeon? Namja yang menikah dengan puteriku? Namja yang sangat tampan.

“Sehun-ah..” Jiyeon langsung berjalan mendekati namja itu.

“kau membutuhkan sesuatu? “

“Anniyo Jiyeon-ah, aku hanya bosan didalam kamar” Jawab Namja itu sambil menatap Jiyeon. Aku dapat melihat dengan jelas kasih sayang yang terpancar dari mata namja itu untuk puteriku. Taeyeon masih menatapku. Aku balas menatapnya lalu menggeleng menandakan aku belum siap mengatakan siapa diriku..

 

***

 

( Taeyeon Pov )

 

“Eomma, ahjumma yang tadi siang kemari. Wajahnya terlihat sangat mirip dengan Jiyeon” Celetuk Sehun saat duduk ditaman bersamaku. Aku langsung menatapnya lalu menggenggam tangan Sehun.

“Sehun-ah, Tae Hee adalah eomma dari Jiyeon” Aku merasakan tubuh Sehun yang menegak. Genggaman tangan Sehun padaku tambah erat.

“Mwo”

“Tae Hee adalah wanita yang selama ini dicari oleh Isterimu. Tae Hee adalah eomma kandung dari Jiyeon” Sehun menatapku seakan ia benar-benar terkejut dengan kebenaran ini. Aku melihat dengan jelas sorot ketakutan dari mata puteraku.

“Tenang saja Sehun-ah, Jiyeon tidak akan pergi. Sekarang ia adalah Isterimu”

“Kau yakin eomma? Jiyeon tidak akan pergi bersama eommanya dan meninggalkanku?”Tanya Sehun. Aku mengangguk lalu tersenyum pada puteraku, eomma akan melakukan apapun demi kebahagiaanmu sehun. Eomma yakin bahwa Jiyeon adalah hal utama yang membuatmu sangat bahagia dan juga Jiyeon adalah hal utama yang dapat membuatmu langsung terpuruk.

 

***

( Jiyeon Pov )

 

“Annyeong Jiyeon-ah..”

“Annyeong” jawabku gugup. Mengapa sejak aku dan Sehun memasuki parkiran sekolah banyak namja-namja yang menyapaku dan menatapku dengan tatapan tidak biasa? Dan juga banyak namja yang terlihat tersenyum padaku atau melirikku diam-diam.

“Aish! Menyebalkan” Aku mendengar gerutuan Sehun membuatku tersenyum kecil. Apakah ia cemburu? Aish.. Sehun.. kau benar-benar menggemaskan..

Aku memperbaiki letak kacamataku lalu berjalan sambil menunduk dibelakang Sehun. Hingga Sehun tiba-tiba berhenti membuatku menabrak punggungnya.

“Apa-apaan ini!” Aku mendengar suara marah Sehun. Aku langsung ikut menatap arah pandangan Sehun. Omo!! Bukankah itu fotoku? Aishh!! Aku lupa, seminggu yang lalu aku pergi ke Super Market tanpa kacamata dan kepangku dan bagaimana bisa mereka memotretku? Aku tidak melihat siapapun saat itu.

Dibawah fotoku tertulis sebuah tulisan “ Park Jiyeon si Itik buruk rupa yang berubah menjadi Angsa Cantik” Sehun berjalan kearah Mading yang terlihat dikerumbungi banyak murid itu lalu mengambil fotoku.

“Park Jiyeon.. Kau cantik”

“Apakah kau melakukan operasi plastik”

“Park Jiyeon terima lah cintaku”

“Kau mau jadi kekasihku” Aku mendengar beberapa Ocehan para namja yang mengerumbungiku. Tetapi mereka tiba-tiba saja langsung mundur saat melihat Sehun berjalan kembali kearahku lalu menarik tanganku.

“Se..sehun-ah”

 

***

( Author Pov )

 

Sehun menarik tangan Ji Yeon dengan rahang yang mengeras. Rasa cemburu menggerogotinya.  Ji Yeon hanya dapat diam sambil menatap punggung suaminya. Ji Yeon tidak mengerti bagaimana bisa Sehun semarah ini? Hanya karena ada yang memuji dirinya.

“Annyeong Sehun-ah” Tanpa sengaja mereka berpaspasan dengan Hyerin. Tetapi Sehun sama sekali tidak menghiraukan Hyerin dan malah terus menarik tangan Ji Yeon. Ji Yeon mengikuti Sehun terus hingga mereka sampai digudang sekolah yang tidak terpakai.

Sehun melepaskan tangan Ji Yeon lalu menghela nafas kesal. Sehun menatap Ji Yeon dengan tajam.

“Aku tidak menyukai tatapan namja itu padamu! Mereka kira mereka siapa” Marah Sehun. Perlahan Ji Yeon tersenyum, menyadari bahwa Sehun cemburu. Baru kali ini Sehun memperlihatkan kecemburuannya. Ji Yeon berjalan mendekati Sehun lalu membelai pelan pipi namja itu.

“Kau cemburu?”Tanya Ji Yeon dengan lembut.

“Anni”

“Kau yakin?”

“Arra. Aku cemburu” Aku Sehun. Ji Yeon mendekatkan tubuhnya pada Sehun lalu memeluk namja itu dengan erat.

“Aku mencintaimu Oh Sehun”

Sehun hanya diam dan tidak menjawab pengakuan Ji Yeon. Ia mengeratkan pelukannya pada Ji Yeon seakan mengatakan bahwa ia memiliki perasaan yang sama pada yeoja itu.

 

***

“Tae Hee ahjumma?” Ji Yeon menatap Tae Hee dengan tatapan terkejut. Mengapa Tae Hee bisa tahu sekolahnya dan berdiri di depan gerbang. Tae Hee berjalan kearah Ji Yeon dengan senyum dan saat itu Sehun muncul dan terlihat sedikit terkejut dengan kehadiran Tae Hee.

“Apa yang kau lakukan disini Ahjumma?” Tanya Ji Yeon lembut

“Aku hanya ingin bertemu denganmu dan mengajakmu dan Sehun untuk makan siang bersama. Apakah kau mau?”Tawar Tae Hee. Ji Yeon menatap Sehun dan Sehun mengangguk.

“Arra ahjumma, tetapi ahjumma yang mentraktir kami” Canda Ji Yeon sambil terkekeh. Tae Hee juga ikut terkekeh sambil mengangguk.

Sedangkan Sehun malah menampilkan wajah datar dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Sesuatu yang selalu ia takutkan selama ini.

***

 

Tae Hee membawa Ji Yeon dan Sehun untuk makan di Restaurant khas Itali. Ji Yeon menatap makanan itu dengan semangat lalu mencicipinya dengan lahap. Sehun yang melihat tingkah isterinya itu hanya bisa tersenyum geli.

“Ahjumma, Sehun-ah. Aku permisi ke Toilet” Ucap Ji Yeon

“Arra”

Di meja itu tinggal Tae Hee dan Sehun. Sehun menatap Tae Hee dengan tatapan lekat. Ia benar-benar bisa melihat kemiripan antara Tae Hee dan Ji Yeon.

“Aku tahu aku mirip dengannya. Aku juga tahu bahwa kau mengetahui semuanya. Aku harap kau menjaga puteriku” Tae Hee menatap kearah Sehun dengan Senyum.

“Aku akan menjaganya eommonim” Jawab Sehun yakin. Tae Hee tersenyum kecil.

“Aku memutuskan untuk menetap di Korea. Aku ingin lebih dekat dengannya, apakah kau tidak apa?”

“Tentu saja eommonim. Kau adalah eomma dari isteriku dan aku tidak akan keberatan” Jawab Sehun.

“Aku tahu bahwa kau memang adalah anak yang baik. Gomawo sudah menjaganya”

Setelah Ji Yeon kembali, suasana menjadi hening. Hanya terdengar dentingan garpu dan sendok diruangan yang memang dipesan oleh Tae Hee. Tae Hee memandang Ji Yeon. Puterinya sudah tumbuh dewasa dan terlihat sangat mempesona. Tae Hee berharap, Yoochun tidak akan mengetahui kebenaran ini. Ia takut Yoochun akan membawa Ji Yeon pergi dari negara ini.

 

 

 

TBC~

127 thoughts on “Know Yourself : Love Me? [ Part 3 ]

  1. semuanya saling berkaitan ya, ternyata tae hee temen dekatnya taeyeon, si ibu mertua udh ngerestui hubungan hunji tapi tetep aja sehun masih gamau jujur ttg perasaannya,jd gemes liat hunnie>.<

  2. Aduh sehun apa susahnya sih bilang nado..
    Oh ya thor aku reader baru di sini salam kenal, ff nya keren (y) izin baca part selanjutnya ya tor

  3. Huaaaaa , saya negbut bacanya , saya takut nanti saat ada yg di protect saya gak dikasih pw nya sama authorr , karena saya ketinggalan , tapi saya selalu komen di ff authorr , saya suka sekali sama ff authorrr ,,, jjjjjjjannnngggg authorrr , keep writing ..

  4. sering-sering ajalah sehunnya dibuat cemburu gitu😀 wkwkwk tapi jangan juga deh😀 kekeke
    yah padahal kasih tau aja yg sebenernya ya kalo taehee ahjuma itu ibu kandung jiyeon.
    tapi yaudahlah makin seru ceritanya kalo kae gitu😀 haha

  5. ternyata taeyeon dan tae hee adalah sahabat sedari kecil🙂
    bener2 suatu kebetulan🙂
    …….
    sepertinya sehun sangat takut kehilangan jiyeon🙂
    ciee sehun akhirnya ketahuan juga kalau selama ini ia cemburu melihat jiyeon dekat atau pun dilirik oleh namja lain😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s