Destiny [ 2 of 2 ]

wpid-tara+jiyeon.png

Tittle : Destiny

Author : Margareta Isabela

Type : Two Shoot

Rating : -17

Genre : Sad, Romance, Friendship

[ Main Cast : Park Ji Yeon , Choi Minho, Im Jaebum ]

[ Other Cast ] : All

***

 

 

Minho meminum sebotol Wine dihadapannya dengan tatapan yang terlihat menyedihkan. Rambutnya acak-acakan dan jas yang ia pakai sudah entah kemana. Minho melipat tangan bajunya lalu memijit kepalanya dengan pelan. Ia teringat kembali pada Ji Yeon dan Jaebum. Saat Ji Yeon tersenyum tulus dengan Jaebum.

Minho merasa sangat sakit dan ia tidak mengerti. Bagaimana bisa ia merasa sesakit ini?

Biasanya jika sedang dalam masalah yang memusingkan , Minho akan merayu banyak yeoja dan membawa yeoja itu keranjangnya.

Tetapi sekarang? Ia bahkan tidak berniat untuk menyentuh yeoja manapun. Hanya Ji Yeon, hanya Ji Yeon yang ingin ia sentuh sekarang.

Wajah Ji Yeon selalu terbayang dibenaknya dan itu membuatnya merasa frustasi.

“Pergi! Mengapa kau terus berada dipikiranku! Pergi”

***

Ji Yeon memencet bel apartement Minho berulang kali tetapi tidak ada sahutan dan jawaban. Ji Yeon yakin Minho sedang bersenang-senang dengan salah satu yeoja saat ini.

“Yang benar saja namja ini! Ia ada pertemuan penting hari ini” Ji Yeon menghela nafas lalu masuk kedalam apartement Minho karena ia tahu password apartement namja itu. Ji Yeon berjalan dengan pelan dan langkahnya terhenti saat melihat Minho yang tertidur sambil memeluk sebotol Wine.

Ji Yeon menatap sekitar aparment Minho dan tidak menemukan siapapun disana.

“Tumben sekali ia tidak membawa yeoja” Celetuk Ji Yeon pelan lalu berjalan kearah Minho. Ji Yeon menepuk pipi Minho pelan.

“Sajangnim, bangunlah.. hari ini kau mempunyai pertemuan penting dengan pemegang saham dari China”

“Kau ini menggangguku. Kepalaku masih sangat sakit, kau saja yang bertemu dengan mereka” Minho menutup wajahnya dengan tangannya. Jiyeon berdecak kesal lalu kembali menepuk pipi Minho membuat namja itu perlahan membuka matanya.

“Aigoo Jiyeon-ah”

“Kau harus profesional Choi Minho sajangnim. Mereka sudah datang jauh-jauh dan kau malas bertemu dengan mereka? Ya! Kau mau mereka mencabut inventasi mereka dari perusahaan?”Omel Ji Yeon.

“Biarkan saja, lagipula uang ku masih sangat banyak. Jika mereka membatalkan kontrak ya sudah..”

“Aish! Jangan menganggap sesuatu semudah itu “

“Biarkan aku tidur satu jam lagi. Ini semua salahmu, kau yang membuatku menjadi seperti ini. Kau seperti seorang hantu yang selalu ada didalam bayangan pikiranku! Kau memakai mantra apa?”

“Yak! Kau kira aku penyihir” Kesal Ji Yeon tetapi kemudian ia terdiam. Lalu tersenyum dengan amat manis

‘Kau memikirkanku?’ Batin Ji Yeon

***

Ji Yeon menyisir rambut Minho lalu memasangkan dasi namja itu. Minho hanya diam seperti patung dengan wajah cemberut. Ia benar-benar kesal karena Ji Yeon membangunkannya. Padahal ia sedang bermimpi saat itu, bermimpi yang tidak biasa.

Minho menatap Ji Yeon dengan tatapan aneh dan membuat Ji yeon menjadi salah tingkah.

“Wa..Wae?”

“Aku tadi bermimpi”

“Bermimpi apa?”

“Didalam mimpiku kau memakai gaun putih lalu tersenyum kearahku dan tiba-tiba saja aku merasa kau dan aku berdiri diatas altar. Haha, mimpi yang sangat unik. Bagaimana bisa aku bermimpi menikah denganmu” Minho terkekeh, sedangkan Ji Yeon malah terdiam.

“Mungkin semua itu akan menjadi kenyataan”

“Percaya diri sekali kau”

“Heheh” Ji Yeon terkekeh.

“Jiyeon-ah.. aku mempunyai penawaran untukmu” Ucap Minho sambil menatap Ji Yeon dengan serius.

“Bagaimana kalau kita menjadi sepasang kekasih. Tetapi tidak terikat pernikahan. Kau akan memilikiku dan aku akan memilikimu. Lagi pula apa artinya pernikahan..?”

“Anni..”

“Wae?”

“Aku menginginkan pernikahan Minho-ah, aku tidak ingin menjalani sebuah hubungan tanpa kejelasan. Walaupun aku mencintaimu, aku tidak akan mau menjadi yeoja murahan yang mengantarkan tubuhku padamu. Aku tahu kau bermaksud menyentuhku, tetapi semua itu ada harganya. Dan harganya adalah pernikahan” Minho terdiam mendengarkan ucapan Ji Yeon.

“Aku masih menawarkan kesempatan itu padamu JiYeon-ah”

***

“ Minho” Wajah Minho mengeras saat ia melihat seorang namja berdiri didepannya. Namja yang terlihat tampan walaupun umurnya bisa dikatakan sudah tidak muda lagi. Ji Yeon yang berdiri disamping Minho juga menatap namja didepan mereka dengan tatapan kaku. Ji Yeon langsung menatap kearah Minho.

Minho dan JiYeon berencana untuk makan malam bersama setelah melalui rapat-rapat yang memakan waktu berjam-jam. Tetapi hal yang tidak pernah diharapkan terjadi, mereka bertemu dengan namja yang selama ini tidak ingin ditemui oleh Minho, Appanya.

Ji Yeon melirik dua yeoja yang memeluk mesra lengan Choi Jae Wook –Appa Minho- dengan mesra.

‘ Ahjussi tidak pernah berubah , tetap suka bermain dengan para yeoja. Pantas saja ahjumma choi meminta bercerai dan pergi dari negara ini’ Batin Ji Yeon.

“Lihatlah dirimu sekarang, kau menjadi seorang Pengusaha muda kaya raya yang sangat terkenal dibanyak kalangan. Woah! Aku tidak pernah menyangka kau akan sangat terkenal seperti itu”

“Itu karena aku cerdas! Tidak sepertimu yang hanya bisa mengandalkan uang eomma”

“jaga bicaramu”

“wae? Apakah aku salah bicara? Apakah kau lupa appa? Kau bisa kaya seperti sekarang karena kekayaan eomma. Walaupun eomma sibuk dan mungkin ia bersikap seperti appa yang tidak pernah menganggapku ada selama ini, aku masih menyayanginya karena ia pernah membuat sesuatu yang indah untukku. Tetapi kau ! kau membawa kenangan yang sangat pahit dan begitu menyakitkan untukku, 15 Tahun yang lalu. Kau bercinta dengan seorang yeoja yang sangat asing didepan mataku dan eomma! Apakah kau kira itu tindakan terhormat!”

PLAK!

“ Dimana sopan santun mu”

“Apakah kau lupa! Sopan santun ku padamu sudah hilang dari dulu! Aku tidak akan pernah mau bersikap sopan pada namja brengsek sepertimu” Minho berjalan pergi meninggalkan Ji Yeon yang terdiam sambil menatap Jae Wook didepannya dengan tatapan aneh. Ji Yeon berlari mengejar Minho yang sudah berjalan menjauh.

***

“Minho-ah” Ji Yeon mengatur nafasnya saat ia berhasil mengejar Minho, namja itu berjalan dengan langkah yang sangat cepat dengan kaki panjangnya.

Jiyeon menatap Minho yang kini tengah mencengkram erat kunci mobil ditangannya dengan mata yang sudah memerah. Beginilah Minho jika sudah bertemu dengan appanya, ia akan sangat sensitive.

Kenangan pahit yang ingin sekali ia lupakan itu muncul kembali seperti hantu yang selalu menghantui pikirannya.

“Argh!!”

“Minhoo.. Minhoo.. tenang” Ji Yeon langsung memeluk Minho, seakan tahu apa yang harus ia lakukan. Ji Yeon sudah mengenal Minho bertahun-tahun dan ia sudah sangat mengenal bagaimana keluarga Minho dan juga semua hal tentang Minho.

“Ia tidak pernah berubah! Bagaimana bisa ada namja bajingan sepertinya!” Tubuh Minho bergetar hebat didalam pelukan Ji Yeon. Ji Yeon tahu bahwa Minho sangat merasa trauma , sejak kejadian dimana ia memergoki appanya tengah bercinta dengan selingkuhannya didepannya dan eomma.

Minho menyaksikan sendiri bagaimana appanya menyiksa eommanya lalu eommanya menangis dan memutuskan untuk menyibukkan diri dan malah melupakan Minho karena kesibukannya dan akhirnya memilih untuk bercerai.

Bayangan masa kecil yang kelam membuat Minho takut akan pernikahan, ia hanya tidak ingin kelak anaknya akan bernasib sama sepertinya. Minho cukup sadar bahwa ia adalah seorang bajingan dan sejak kecil Minho sudah bertekat untuk tidak menikah dengan siapapun, walaupun sekarang mungkin tekat itu sudah hancur.. karena kedatangan Ji Yeon yang selalu ia tolak padahal hatinya terbuka lebar..

***

“Aku tidak akan bisa menjadi seorang appa yang baik, karena hal itu aku tidak ingin menikah. Kau tahu sendiri bahwa buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya. Begitu juga denganku, sifatku pasti menuruti appa yang benar-benar seorang bajingan” Ucapan Minho membuat Ji Yeon sedikit merasa bersedih. Tetapi ia tidak mau menunjukkan kesedihan itu pada Minho.

“Biarpun begitu, aku yakin kau bisa berubah” Ucap Ji Yeon sambil menatap mata Minho.

“Hahaa.. aku tidak akan berubah”

“Kau bisa berubah, seburuk apapun dirimu dan apapun masa lalumu kau bisa melupakan semuanya jika kau menemukan orang yang berarti dihidupmu dan menerimamu apa adanya”

“Kau pantas mendapatkan yang terbaik Ji Yeon-ah, tetapi orang itu bukan aku. Aku tidak akan pernah menikah sampai kapanpun. Mianhae”

“Tapi-“

“Aku akan dengan senang hati datang ke Jepang untuk menghadiri pernikahanmu dan Im Jaebum”

“Kau..kau-“

“Mianhae, aku sudah berpikir dan memang sebaiknya kau bersama Jaebum. Ia yang terbaik untukmu karena aku tidak mungkin akan berubah, aku sudah memegang teguh keputusanku”

“a..arra.. jika kau memang berpikir begitu aku akan menerima Jaebum.. aku yakin pendapatmu yang terbaik untukku” Ji Yeon tersenyum dengan air mata yang sudah memenuhi kantung matanya.

“Aku harap kau bahagia “ Minho menatap Ji Yeon dengan senyum dibibirnya..

“kalau begitu aku pulang dulu. Aku harus mengerjakan beberapa tugas kantor” Ji yeon bangkit lalu berjalan keluar dari apartement Minho. Minho menatap punggung Ji Yeon dengan wajah sedihnya.

‘Aku tidak pantas untuk yeoja baik sepertimu, saranghae’ Batin Minho.

***

( Ji Yeon Pov )

 

“Kau yakin?” Aku mengangguk sambil menatap Jaebum.

“Apa yang Minho katakan padamu? Hingga membuatmu setuju dengan pernikahan kita?” Aku menghapus air mataku pelan kemudian menceritakan semuanya pada Jaebum. Kecuali tentang keluarga Minho.

“Ia yang memintamu?”

“Nde, Minho yang memintaku” Aku mendengar Jaebum menghela nafas kemudian tersenyum.

“Baiklah kalau begitu, aku akan dengan senang hati menikah denganmu. Aku harap kau akan mencoba untuk mencintaiku” Aku tersenyum kecil kemudian mengangguk. Tuhan, semoga saja aku bisa melupakan Minho.

“Tetapi kau harus tahu bahwa aku masih bisa merelakanmu bersama Minho”

“Kau terlalu baik Jaebum-ah”

“Aku tahu bahwa hanya Minho yang bisa membahagiakanmu”

“Kau namja yang baik”

Jaebum tersenyum padaku lalu mengelus rambutku pelan , Jaebum selalu bersikap baik padaku dan itu adalah sisi yang istimewa dari Jaebum menurutku. Jaebum, kau namja yang sangat-sangat baik. Aku terlalu bodoh karena tidak bisa mencintaimu.

***

*Sebulan Kemudian*

Matahari pagi membangunkanku. Sungguh melelahkan, akhir-akhir ini banyak pekerjaan kantor yang menguras tenaga. Aku tidak membayangkan bagaimana nasib Minho jika tidak ada aku, pasti ia benar-benar akan sangat kelelahan.

Aku menatap kalender dan hari ini sampai lusa, kantor diliburkan. Akhir-akhir ini Minho jarang berada dikantor dan ia melimpahkan semua hal padaku. Ia sering mabuk-mabukkan dan juga lingkaran hitam terlihat jelas dibawah matanya. Apakah ia masih merasa frustasi setelah bertemu appanya? Bukankah hal itu sudah sebulan yang telah lewat.

“Yoboseyo” Aku mengangkat panggilan telepon saat merasakan ponsel ku berdering

“Ah Jaebum, wae?”

“Mwo?”

“Nde, arra.. aku akan menemuimu di Cafe tempat kita biasa bertemu” Aku dengan segera bangkit dari kasurku lalu meraih jaketku.

Sesampai di Cafe itu , aku melihat Jaebum yang tengah duduk sendiri sambil menikmati segelas kopi didepannya. Aku duduk dihadapan Jaebum dan ia tersenyum padaku. Aku sedikit meringis melihat wajahnya yang babak belur

“Apa yang terjadi dengan wajahmu?”

“Ini? Ini semua ulah Minho”

“Mwo”

“Karena aku mengejeknya , ia malah menghajarku. Aku hampir mati ditangannya, sekarang ia lebih mudah terpancing emosi” Aku menatap wajah jaebum dengan tatapan khawatir. Minho benar-benar tidak terkendali akhir-akhir ini, sekarang ia jarang berada dikantor dan juga aku sering menemukannya dalam keadaan mabuk dan tidak sadarkan diri di apartementnya.

“Begini..” Jaebum mulai bercerita

( Flashback -)

 

“Hahaha.. kemana saja kau? Sekarang kami jarang melihatmu” Jaebum hanya tersenyum menanggapi ucapan teman-temannya.

“Aku tidak ada waktu kemari, aku ingin berubah demi seorang yeoja”

“Mwo? Kau sedang jatuh cinta”

“Sepertinya begitu, setelah berjanji padanya bahwa aku akan berubah. Tubuhku terasa berat untuk pergi kemari, aku kemari hari ini pun hanya karena ulang tahunmu.. Jung Sik-ah”

“Aku juga ingin merasakan jatuh cinta… haha” Semua teman Jaebum tertawa. Tapi tawa Jaebum terhenti saat tatapannya terarah pada seorang namja yang terlihat duduk dikursi seberang mereka dengan ditemani 2 yeoja seksi dan cantik dan juga para bodyguard yang terlihat mempunyai wajah menyeramkan. Jaebum menghela nafas..

“Kau mau kemana?”Tanya Teman Jaebum saat melihat Jaebum bangkit.

“Aku ada urusan sebentar dengan choi Minho” Jawab Jaebum lalu berjalan kearah meja Minho. Jaebum tersenyum kecut saat melihat wajah Minho dan dandanan Minho yang sudah terlihat urak-urakkan dan juga baju yang basah karena tumpahan alkohol

“Annyeong”Minho menatap Jaebum dengan tatapan tidak suka

“Aku tidak menerima kehadiranmu dimejaku, sebaiknya kau pergi sebelum aku menghajarmu. Aku tidak ingin ribut sekarang”

“Waeyo? Ah aku tahu, kau sedang patah hati? Karena Ji Yeon”

“DIAM!” Bentak Minho.Jaebum melirik dua orang yeoja yang duduk disamping kanan dan kiri Minho dengan senyum yang kembali kecut.

“Sebenarnya aku rasa kau bisa menjadi suami yang baik untuk Ji Yeon, asalkan kau menjauhi kehidupan gelapmu ini”

“Apa maksudmu”

“Aku hanya memberikanmu kesempatan”

“Aku tidak akan menikah dan aku tidak menginginkan Ji Yeon sama sekali” Ucap Minho sambil meneguk wine nya dalam sekali teguk. Jaebum sedikit kagum dengan kuatnya Minho meminum wine itu.

“Jeongmalyo? Aku sudah memberikanmu kesempatan dan pikirkan baik-baik”

“Aku sudah bilang aku tidak akan menikahi Ji Yeon!” Minho tiba-tiba bangkit lalu menarik kerah baju jaebum dan hantaman keras mengenai pipi Jaebum membuat Jaebum terjatuh menghantam tanah.semua chingu jaebum hanya bisa terdiam, mereka tidak akan berani membela Jaebum karena mereka tahu bahwa Minho adalah namja yang sangat berkuasa. Dua Bodyguard Minho menyeret jaebum keluar..

 

( Flashback Off-)

“Aigoo.. ayo ke apartementku, aku akan mengobati lukamu. Minho benar-benar” Aku menatap jaebum dengan wajah meringis. Baru kali ini aku melihat wajah jaebum yang memar seperti itu.

Jaebum mengangguk dengan senyum kecil dibibirnya..

***

“Kau harus membawa Minho pulang, ia sudah hampir mati disana. Setiap malam ia datang dan selalu pulang pagi dan dalam keadaan tidak sadarkan diri” Ucap Jaebum membuatku menatapnya terkejut

“Mwo? Jeongmal”

“Nde, namja itu benar-benar tidak waras”

“Aish!”

“Jika kau terus membiarkannya mabuk-mabukkan ia bisa sakit dan meninggal..”

“Arra.. aku akan pergi kesana..”

“Aku akan menemanimu..”

“Tidak perlu, aku tidak ingin Minho menghajarmu lagi.. Malam nanti kau kirimkan alamat club nya dan aku akan menyeret namja nakal itu pulang” Jaebum mengangguk dengan tersenyum paksa.

“tetapi aku akan terus mengawasimu karena tempat itu berbahaya untukmu”

“Aku bukan anak kecil jaebum”

“Aku tahu, tapi aku menghawatirkanmu” Aku tersenyum sambil memegang tangan Jaebum.

“Gomawo”

“Cheonmaneyo Ji Yeon-ah”

***

Aku merapatkan jaketku sambil menatap kesana kemari. Suara kebisingan mendominasi ditempat ini dan lampu disko yang berkerlap kerlip membuat kepalaku terasa sakit. Aku tidak biasa pergi ke tempat seperti ini, Minho kau dimana?

Aku menatap ngeri beberapa yeoja yang menari dengan pakaian terbuka. Apakah mereka tidak malu?

Aku harus segera menemukan Minho dan keluar dari tempat ini secepatnya.

“ Choi Minho benar-benar, bagaimana bisa ia memesan Rian terlebih dahulu? Rian itu adalah yeoja incaranku”

“Kau seperti tidak tahu saja, choi minho membayar yeoja-yeoja disini dengan sangat mahal dan aku sangat merasa dia beruntung bisa mendapatkan Rian yang sangat terkenal dan seksi itu”

“Aku yakin ia mengeluarkan banyak uang untuk membeli rian” Aku menguping pembicaraan dua namja itu lalu berjalan menghampiri mereka dengan ragu.

“Kau mengenal Choi Minho?”Tanyaku. dua namja itu menatapku sebentar

“Dia ada diruangan 7, jangan katakan kau adalah isterinya. Suamimu sekarang sedang bersenang-senang dengan Rian, yeoja tercantik dan terseksi di club ini. Sebaiknya kau pulang karena suamimu tidak akan dapat meninggalkan rian yang cantik itu” Aku tidak memperdulikan ucapan namja itu . aku dengan cepat berjalan kearah ruangan yang dimaksud dan aku membukanya..

***

( Author Pov )

Cklek!

“Minho” Ji yeon memanggil namja yang terlihat sedang bermesraan dengan dua yeoja disamping kanan dan kirinya dan seorang yeoja yang terlihat sudah berjalan menghampirinya-Minho- dengan keadaan yang hampir naked.

‘Jadi itu yeoja bernama rian’batin Ji Yeon.Ji Yeon menghela nafas cemburu.

“Siapa kau” Yeoja yang Ji Yeon yakini bernama Rian itu menatap Ji Yeon dengan tatapan tidak suka karena telah menganggu kegiatannya. Padahal sebentar lagi ia bisa merasakan ciuman Choi Minho, namja tampan kaya raya yang selalu ia idamkan. Tetapi Ji Yeon datang dan menggagalkan semuanya.

“Ji Yeon-ah” Minho tiba-tiba bangkit dan tidak memperdulikan Rian yang terus mencoba menggodanya dan memeluk tubuhnya dengan intim.

“Lepaskan aku jalang!” Marah Minho lalu melepaskan pelukan Rian dan berjalan kearah Ji Yeon yang masih terkejut dengan pemandangan didepannya. Ji yeon dapat melihat dengan jelas mata merah Minho, ia yakin namja itu sedang mabuk. Yeoja-yeoja yang bersama Minho tadi saling berbisik dan melemparkan tatapan mematikan pada Ji Yeon.

“apa yang kau lakukan disini, disini sangat berbahaya bagimu” Minho menggenggam tangan Ji Yeon sambil menatap Ji Yeon dengan lembut.

“Kau sedang mabuk dan sebaiknya kita pulang” Ji Yeon mencoba menarik tangan Minho tetapi namja itu hanya diam. Minho menggeleng tidak mau dan itu membuat Ji Yeon menghela nafas untuk kesekian kalinya.

“Kemarilah, bersamaku sejenak” Minho menarik tangan Ji Yeon untuk duduk dikursi yang terlihat empuk dan nyaman. Minho memberi aba-aba untuk para yeoja itu minggir dari tempat duduk itu.

“Apakah kau kedinginan” Minho menyelimuti Ji Yeon dengan jaketnya dan itu membuat Ji Yeon hanya bisa menatap Minho dengan tatapan tidak mengerti. Ji Yeon yakin namja ini sudah benar-benar mabuk hingga tidak sadar dengan apa yang ia lakukan.  Minho memeluk Ji Yeon dan hal itu membuat Ji Yeon menegang.

“Akhirnya aku bisa merasa lega” Minho terdengar menghela nafas dan semakin memeluk Ji Yeon dengan erat.

Dua orang yeoja yang bersama Minho tadi menatap Rian dan Ji Yeon secara bergantian. Mereka hanya merasa sangat terkejut, bagaimana bisa Minho mengabaikan seorang Rian yang begitu seksi dan memilih memeluk Ji Yeon yang hanya memakai baju tidur dengan jaket teddy bear?

***

Minho terbangun dan menatap sekelilingnya. Sekarang ia sudah berada diapartementnya. Ia menatap sekitarnya mencari Ji Yeon.

‘Apakah aku berhayal lagi? Apakah mungkin hanya hayalanku Ji Yeon datang dan membawaku pulang?’ Batin Minho sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.

“Kau sudah bangun”

“Ji Yeon”

“Makanlah..”  Jiyeon duduk disamping ranjang Minho sambil mengaduk bubur ditangannya.

“Apakah kau berniat untuk bunuh diri..? Jika aku tidak menjadi sekertarismu lagi, kau harus berjanji tidak akan membuat kesehatanmu bertambah buruk dengan minuman-minuman itu dan satu hal lagi, jangan membuang uangmu untuk hal yang tidak berharga” Omel Ji Yeon lalu menyuapi Minho.

“Minumlah susu ini, ini bisa membuat sakit kepalamu berkurang”

“Kapan kau akan menikah dengan Im Jaebum?”

“Mungkin beberapa minggu lagi, jadi..” Ji Yeon menarik nafas dalam..

“Besok aku berencana untuk menyerahkan surat pengunduran diri” Ucap Ji Yeon dengan yakin. Membuat Minho terdiam pelan, matanya memancarkan rasa sakit yang dapat dilihat dengan jelas oleh Ji Yeon.

“Tenang saja, aku berjanji tidak akan melupakan boss sebaik dirimu. Kalau kau pergi ke Jepang kau bisa bertemu denganku , aku tidak akan melupakanmu” Ji Yeon tersenyum dengan paksa tidak membayangkan hal itu akan terjadi.

“Bagaimana jika aku mau menikahimu” Ji Yeon menghentikan adukannya dibubur yang sedang ia pegang. Ia terdiam sebentar lalu menatap Minho yang sudah menatapnya dengan tatapan yang sangat serius.

“Apa maksudmu”

“Aku akan menikah denganmu”

***

( Ji Yeon Pov )

“Aku akan menikah denganmu” Jantungku terasa berhenti berdetak, sebuah perasaan lega dan bahagia merasuki jantungku. Aku sudah tidak bisa berkata apapun sekarang, yang ku tahu sekarang Minho sedang menggenggam tanganku dengan hangatnya.

“Aku sudah memikirkan hal ini, dan aku memang tidak bisa melepaskanmu. Aku tidak bisa hidup tanpamu dan aku tidak bisa melihatmu bersama namja lain”

“Minho”

Minho bangkit dari kasurnya dan membuka lemarinya lalu mengambil kotak kecil berwarna hitam dan tiba-tiba saja berlutut didepanku.

“Aku tahu bahwa aku brengsek selama ini karena telah mempermainkanmu dan juga membuatmu menangis dengan kata-kataku , tetapi aku sadar bahwa hanya kau yang menyayangiku dengan tulus dan hanya kau yang ku cintai. Jadi, mau kah kau menikah denganku” Aku menatap wajah pucat Minho dengan senyum senang lalu mengangguk dengan bahagia.

“Aku mau..aku mau”

Minho menggenggam tanganku lalu membuka kotak itu, sebuah cincin berlian yang begitu indah. Minho mengambil cincin itu lalu memasangkannya dijari manisku lalu mencium tanganku dengan lembut.

“Berjanjilah padaku bahwa kau akan selalu berada disisiku” Minho menatapku dengan tatapan yang sangat lembut

“aku berjanji Minho-ah, aku berjanji” Minho tersenyum lalu memelukku dengan erat.

“Aku mencintaimu Ji Yeon-ah”

***

“Kau akan menikah dengan Minho” Aku mengangguk pelan.

Jaebum terlihat tersenyum kecil..

“Aku sudah tahu apa yang akan terjadi. Untung saja namja itu menyadari perasaannya tepat waktu”

“Mianhae Jaebum-ah”

“Gwenchana” Jaebum menggenggam tanganku dengan lembut. Aku tahu bahwa ia sekarang sangat sakit dengan kabar ini, tetapi aku yakin bahwa Jaebum akan mendapatkan yeoja yang lebih baik dibandingkan diriku.

“ehmm..ehmm.. sudah lebih dari 30 Menit, sekarang aku harus membawa kekasihku pergi” Ucap Minho yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Jaebum melepaskan genggaman tangannya dariku kemudian bangkit berdiri.

“Jagalah Ji Yeon, ia sangat berarti untukku. Aku akan selalu memperhatikan kalian, aku akan membunuhmu jika kau menyakitinya” Ancam jaebum. Minho hanya bisa tersenyum kecut.

“Aku tidak akan menyakitinya”

“Aku akan memegang janjimu Choi Minho”

***

( Author Pov )

“Kau ingin pernikahan kita diselenggarakan di Korea?” Tanya Ji Yeon.

“Nde, bagaimana menurutmu?” Minho memeluk Ji Yeon dari belakang sambil ikut memandang pemandangan seoul melalui balkon Apartement miliknya.

“Tidak begitu buruk. Aku akan mengatakannya pada eomma” Ucap Ji Yeon dengan senyumnya lalu memegang tangan Minho yang melingkar diperutnya.

“Apakah kau akan mengundang appamu”

“Aku tidak akan mengundangnya, lagi pula walaupun aku mengundangnya ia tidak akan pernah datang”

“lalu eommamu?”

“Aku saja tidak tahu dimana ia sekarang”

Ji Yeon berbalik lalu menatap wajah Minho yang sudah menampakkan ekspresi terluka dan sedih.

“Jangan sedih Minho-ah, aku berjanji aku tidak akan meninggalkanmu dan melukaimu dan kau juga harus berjanji padaku akan berubah” Ji Yeon tersenyum dengan tulus pada Minho lalu mencium leher Minho membuat Minho terkekeh geli. Bibir Ji Yeon berpindah ke Bibirnya lalu melumat bibir Minho pelan dan melepaskannya.

Jiyeon tersenyum nakal..

“Dari mana kau belajar menggoda namja” Minho terkekeh lalu memeluk Ji Yeon.

“Jangan membuatku kehilangan kendali sebelum pernikahan kita sayangku”

***

“Eumm.. hmm..” Ji Yeon membuka matanya perlahan , merasakan hidungnya yang terasa gatal. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah Minho tengah tertawa sambil memegang tisu ditangannya. Ji Yeon memegangi hidungnya gatal.

“Minho.. kau mengerjaiku”

“Hehehe, bangunlah sayang.. hari ini adalah hari yang sangat cerah..” Ucap Minho dengan bersemangat, sedangkan Ji Yeon hanya bisa tersenyum dengan wajah yang mengantuk. Minho menarik tangan Ji Yeon untuk membantu Ji Yeon bangun.

“Ada apa Minho-ah”

“aku akan mengajakmu memancing bersama”

“Nde”

“Kajja.. mandi dan ganti bajumu”

“Tapi-“

“Ayolah” Ji Yeon tersenyum kecil kemudian mengangguk menyetujui keinginan Minho.

***

“Hentikan.. ya..ya” Ji Yeon berteriak geli saat Minho dengan sengaja menunjukkan ulat kecil pada Ji Yeon. Ji Yeon berlari sambil tertawa begitu juga dengan Minho yang masih mengejar Ji Yeon. Beberapa orang yang berada ditempat pemancingan itu menatap mereka dengan senyum. Dua pasangan yang saling mencintai..

“Cukup..cukup” Ji Yeon memegang perutnya ngos-ngosan sedangkan Minho hanya bisa tertawa.

“Kau membuat kita menjadi pusat perhatian Minho-ah”

“Hahaha.. ekspresimu begitu menggemaskan sayang”

Ji Yeon berjalan mendekati Minho lalu melingkarkan tangannya di lengan Minho.

“Jangan menakut-nakutiku dengan itu Oppa”

“Oppa”

“Ada yang salah?”

“Anni , hanya saja baru kali ini kau memanggilku dengan panggilan itu” Kekeh Minho.

“Kau lebih tua dariku dan memang seharusnya aku memanggilmu dengan panggilan itu”

“Aku lebih suka kalau kau memanggilku dengan panggilan Yeobo”

“Itu menggelikan Oppa”

“Hahaha..”

***

Jaebum tersenyum pilu , ia duduk sambil menatap pemandangan sungai han dimalam hari. Hatinya terasa sangat sesak dan ia merasa hampir mati karena kesesakkan yang ia rasakan saat ini. Jaebum mengacak rambutnya frustasi, begitu sangat kehilangan Ji Yeon. Senyum Ji Yeon yang manis, sangat sulit untuk ia lupakan.

“Hei”

“Rian” Jaebum menatap yeoja didepannya yang kini tengah duduk disampingnya

“Aku sudah lama tidak melihatmu di Club, kemana saja kau”

“Aku ada sedikit urusan” Jawab Jaebum, Rian tersenyum kecil..

“Jaebum-ah, apakah kau memiliki pekerjaan yang bisa diberikan untukku”

“Waeyo? Bukankah gajihmu sangat besar di Club?”

“Aku merasa ingin berhenti dari pekerjaan itu, aku ingin menjadi yeoja baik-baik dan mendapatkan namja yang benar-benar mencintaiku.. Aku ingin menjadi yeoja yang lebih baik” Ucap Rian.

“Bagaimana jika kau bekerja sebagai sekertarisku? Kebetulan sekertaris lamaku mengundurkan diri karena akan melahirkan”

“Ah.. Arra.. Gomawo Jaebum-ah”

“Cheonmaneyo”

Rian terdiam sejenak lalu menatap wajah Jaebum yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. Rian tersenyum kecil kemudian menepuk pundak Jaebum.

“Apa yang sedang kau pikirkan eum? Hingga kau terlihat tersiksa?” Tanya Rian pelan, Jaebum tersenyum kecil kemudian menatap Sungai Han.

“Yeoja yang aku cintai akan menikah dengan namja lain”

“Mwo”

“Hehehe.. Aku tidak apa selagi ia bahagia, aku yakin kebahagiaannya adalah bersama namja itu. Aku melepaskannya demi kebahagiaannya”

***

Ji Yeon terbangun dan menemukannya tertidur dipelukan Minho. ia menatap wajah Minho yang terlihat amat tenang saat tertidur. Ji yeon tersenyum dengan amat lembut, ia tidak pernah menyangka Minho akan melamarnya dan bersedia menikah dengannya. Ia tidak pernah menyangka Minho akan mencintainya mengingat namja itu benar-benar seorang playboy.

Ji Yeon memainkan tangannya dihidung mancung Minho dan dada bidang Minho dengan lembut.

“Kau membuatku merasa terangsang” Bisik Minho yang entah sejak kapan terbangun. Ji Yeon tersenyum menggoda dan malah terus meletakkan tangannya didada Minho. Minho menutup matanya erat dengan tangan kekarnya yang mengelus punggung Ji Yeon.

“Hahaha, kau begitu lucu Minho-ah”

“Apakah kau ingin aku kehilangan kendali sebelum pernikahan kita?”

“Hahaha” Bukannya menjawab, Ji Yeon malah tertawa. Melihat reaksi Minho terhadap sentuhannya.

Ji Yeon mendekatkan wajahnya ke leher Minho lalu menciumnya lembut. Well, Ji yeon lebih berani dari yang kelihatan. Minho benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, Ji Yeon membuatnya sangat gila. Ji Yeon membuatnya benar-benar gila sekarang.

“He…Hentikan” Terdengar desahan dari nada suara Minho. Ji Yeon benar-benar menyiksanya. Ji Yeon terus menghujani leher minho dengan ciuman-ciumannya seakan ia ingin mempermainkan Minho.

Minho membalikkan tubuhnya membuatnya sekarang berada diatas tubuh Ji Yeon. Minho menatap mata Ji Yeon dengan matanya yang sudah menggelap menahan sesuatu yang sebentar lagi mungkin akan membuatnya tidak bisa menahan diri.

Minho mencium bibir Ji Yeon dengan lembut. Tangannya bergerak untuk menyentuh perut Ji Yeon dan hal itu membuat Ji Yeon menjadi tegang dan merasa panas diperutnya. Ciuman Minho turun ke Leher jenjang milik Ji Yeon.

“Cukup.. cukup” Desah Ji Yeon

“Ah.. Kau benar-benar gadis nakal” Minho melepaskan ciumannya lalu menatap mata Ji Yeon. Ji Yeon menatap Minho dengan tatapan polos dan tidak bersalah lalu terkekeh kecil.

“Jangan membuatku hamil Minho” Ucap Ji Yeon

“ Aku tidak akan membuatmu hamil saat ini sayang tetapi setelah menikah, kau akan memberikanku anak-anak yang lucu dan akan mewariskan ketampananku” Minho bangkit dengan senyum dibibirnya.

“Ji Yeon-ah, aku mencintaimu”

“Aku juga mencintaimu Minho “ Ji Yeon memeluk Minho dengan sangat erat

 

 

 

-Selesai-

 

 

60 thoughts on “Destiny [ 2 of 2 ]

  1. snagnya akhrnay minpa sdar jg klu dia cnta mati ma jiyi unn…
    tpi sedihnya knpa end smpai di ditu thor…knpa g’ smpai pernikahan…huhu
    tpi yasudahlah…yg pntg jiyi unn g’ sdih lagi hehe

  2. . eonni .. part 3nya dprotect yya ???? tau gak eon demi baca ffmu akk rela beli kuota modem meski lg gk punya uang #plakkk abaikan
    . akk ampe gk bisa tidur … boleh gk eon akk minta pw,ya ?
    . gmn caranya agar bsa dpet pw.ya eon ???/
    #depresii akkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s