[ TwoShoot ] Destiny [ 1 Of 2 ]

wpid-tara+jiyeon.png

 

 

Tittle : Destiny

Author : Margareta Isabela

Type : Two Shoot

Rating : -17

Genre : Sad, Romance, Friendship

 [ Main Cast : Park Ji Yeon , Choi Minho, Im Jaebum ]

[ Other Cast ] : All

 

—————————

 

Annyeong ^^ Author kembali dengan membawa Fanfiction terbaru😄 Ide dalam fanfiction ini author dapatkan saat author sedang membaca sebuah Novel. Tetapi tidak semua cerita dari novel itu author ambil bahkan mungkin author cuman mengambil sifat tokoh dalam novel itu kekek😀

Yaudah dari pada banyak bicara , lebih baik langsung cusss.. ke FF

—————————-

 

( Author Pov )

 

 

“Choi Sajangnim .. bangunlah, kau ada rapat hari ini” Seorang yeoja dengan pakaian rapi berusaha membangunkan namja dihadapannya yang sedang tertidur pulas. Yeoja itu menatap yeoja yang tidur disamping namja itu. Yeoja berpakaian rapi bernama Park Jiyeon itu menghela nafas pelan melihat kelakuan boss nya yang semakin menjadi.

‘Ia merayu yeoja lagi?’ Batin Jiyeon sambil menggeleng pelan.

Minho membuka matanya pelan dengan wajah kesalnya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Jiyeon, Asisten sekaligus sekertarisnya sedang berdiri dihadapannya dengan setumpuk berkas. Minho mendengus kesal, seharusnya pagi harinya yang indah ia habiskan bersama yeoja yang ia rayu semalam hingga mau tidur bersamanya. Ya, walaupun Minho tidak sepenuhnya menyentuh yeoja itu. Ia membuat yeoja itu terangsang tetapi ia tidak pernah memasukkan miliknya pada yeoja manapun. Mungkin ia hanya mencium dan tidak lebih.

“Aish! Ji Yeon-ah, apakah kau tidak bisa pergi sendiri. Aku sangat lelah hari ini..” Minho menutup wajahnya menggunakan selimut. Jiyeon menghela nafas lagi lalu menatap yeoja yang tertidur disamping Minho dengan tatapan tidak suka. Yeoja itu langsung memungut baju-bajunya dan keluar dari Apartement Minho.

“Ya Park Ji Yeon! Kau mengusir yeojaku! Sampai kapan kau terus merecoki kebahagiaanku” Kesal Minho. Jiyeon hanya tersenyum kecil kemudian menarik tangan Minho untuk bangun. Jiyeon sudah mengenal Minho selama 6 Tahun sejak SMA. Saat SMA Minho adalah Sunbae jiyeon dan selama itu juga Ji Yeon menyukai Minho. Namja tampan itu membuatnya selalu terpesona sekaligus sakit hati.

***

“Pasangkan dasiku” Jiyeon meletakkan berkas ditangannya lalu berjalan kearah Minho. Ji Yeon dengan lincah memasangkan dasi untuk Minho. Minho adalah pengusaha Muda kaya raya yang manja dan juga Playboy dan Ji Yeon tidak habis pikir, bagaimana bisa ia menyukai namja itu.

“Bagaimana dengan mobilmu yang sebulan lalu aku belikan?” Tanya Minho , membuat Jiyeon langsung menatap namja itu.

“Mobil mahal itu masih bagus dan masih terparkir didepan rumahku bersebelahan dengan banyak mobil yang kau belikan untukku. Choi Sajangnim, sebaiknya kau tidak membuang uang-uangmu”

“Tetapi aku hanya ingin membelikanmu mobil baru, aku dengar ada mobil keluaran terbaru dan aku berniat membelikannya satu untukmu dan satu untukku”

“Sajangnim, kau lupa bahwa mobil yang baru kau belikan untukku sebulan yang lalu seharga 20  M itu masih dalam keadaan mulus”

“Aish! Arra, arra.. aku tidak akan membuang uang untuk hal yang tidak penting” ucap Minho dengan kesal.

***

Minho dan Ji Yeon memasukki ruang rapat. Minho yang selalu tidak serius menjadi serius jika sudah memasukki ruang rapat. Mungkin Minho menunjukkan sisi lain dari dirinya hanya pada Jiyeon. Minho yang dingin, Tegas dan Bijaksana ternyata hanyalah namja cerewet, pemaksa dan Playboy dihadapan Jiyeon. Kadang Ji Yeon bingung, bagaimana bisa namja itu mempunyai dua kepribadian berbeda.

Minho memulai rapat dan semua orang sangat menyukai apa yang di usulkan oleh Minho. Minho adalah namja yang sangat-sangat cerdas.

Ji Yeon tidak bisa melepaskan tatapan matanya pada namja itu, setiap detik terasa berharga bagi Jiyeon. Ia takut suatu saat, ia tidak akan lagi menjadi sekertaris Namja itu. Ya, Ji Yeon memutuskan untuk pergi Ke Jepang beberapa bulan lagi. Ia merasa, ia telah membuang-buang waktu dengan bersama Minho dan mengharapkan namja itu selama 6 Tahun.

Ji Yeon merasa bahwa ia harus sadar diri bahwa ia tidak akan mendapatkan Minho dan ia tidak yakin Minho akan berubah. Ji Yeon berharap dalam waktu beberapa bulan ini, Minho bisa menyukainya dan melarangnya pergi. Ji Yeon sudah berumur 23 Tahun saat ini dan seharusnya ia sudah akan menikah tetapi ia terlalu serius untuk menunggu seorang Choi Minho. Jadi Ji Yeon berjanji pada eomma dan appanya, jika dalam waktu 6 Bulan ia tidak bisa mendapatkan namja yang ia cintai, ia harus menerima perjodohan yang akan dibuat oleh orang tuanya.

***

“Menyebalkan! Untung saja aku cerdas” Minho melonggarkan dasinya dengan wajah kesal. Ji Yeon yang berjalan dibelakangnya tersenyum

“Wae?”

“Kau Lupa? Namja brengsek itu, Im Jaebum. Ia memojokkanku tadi. Ia kira ia siapa? Ia bahkan tidak lebih kaya dariku! Ia bahkan Playboy dan lebih parah dariku..” Gerutu Minho. Ji Yeon tertawa kecil dibelakangnya.

“Jeongmalyo? Padahal aku merasa bahwa kalian sama didalam urusan yeoja. Walaupun aku harus akui bahwa kau lebih kaya dibandingkan dirinya”

“Mwo! Kau mau ku pecat”

“Haha.. silahkan saja” Jiyeon terkekeh kecil sambil berjalan melalui Minho yang sudah mulai mengeluarkan kata-kata kesalnya.

“Aku tidak bercanda Park Ji Yeon” Ancam Minho dan membuat Ji Yeon tertawa dengan bertambah nyaring. Sudah hampir berpuluh-puluh kali ia mengancam Ji Yeon seperti itu dan ia tidak akan pernah bisa memecat Ji Yeon karena Ji Yeon adalah sekertaris paling bisa mengerti dan bisa menjaga rahasianya.

***

( Ji Yeon Pov )

 

Aku menatap namja didepanku dengan wajah datar. Im Jaebum, ialah namja yang akan di jodohkan denganku dan ia selalu berusaha mendekatiku. Aku merasa muak dengannya tetapi aku sadar bahwa seharusnya aku harus mendekatkan diri padanya karena aku sudah tidak percaya bahwa aku bisa mendapatkan Minho. Mungkin Jaebum bisa berubah karena ia menyukaiku.

Well, akhir-akhir ini ia memang membuktikan perkataannya bahwa ia akan berubah demiku dan ia akan menjadi tunangan yang baik untukku walaupun kami belum bertunangan. Jaebum sekarang sangat jarang bahkan tidak pernah terlihat bersama yeoja lagi dan ia bahkan setiap hari mengirimkan bunga mawar untukku. Seandainya saja minho bisa menyadari perasaanku.

“waktumu hanya tersisa 4 Bulan Nyonya, dan kau akan menjadi milikku jika kau tidak bisa mendapatkan namja yang kau maksud selama ini” Jaebum tersenyum dengan penuh kemenangan. Sebenarnya aku sudah mengenal Jaebum jauh sebelum aku mengenal Minho, bisa dibilang Jaebum adalah teman masa kecilku karena rumah kami bersebelahan saat di Jepang.

Ya, walaupun kami adalah warga korea kami menetap di Jepang karena urusan bisnis appa dan aku pindah ke Seoul untuk tinggal bersama Halmeoniku dan Halmeoniku meninggal 3 Tahun yang lalu karena penyakit yang ia derita.

***

Aku berjalan memasukki Apartement Minho. Namja ini benar-benar senang sekali membuatku menderita. Ia kira sekarang sudah jam berapa? Sekarang sudah hampir tengah malam dan ia mengambil waktu tidurku. Aku masuk dan menemukannya tengah duduk dengan yeoja-yeoja disamping kiri dan kanannya.

Hey! Apakah ia berniat membuatku menangis dan memamerkan yeoja-yeoja itu padaku..? Napeun Namja..

“Annyeong Sekertaris Park” Sapanya , aku hanya tersenyum kecut kemudian berjalan masuk.

“Wae?”

“Anniyo.. aku hanya perlu sedikit bantuanmu” Ucapnya. Aku sedikit menyerit bingung kemudian aku tahu apa yang ia maksud. Namja ini -_-

“Permisi nona-nona, sepertinya kalian harus pulang sekarang karena aku ingin membicarakan suatu hal dengan Namja chinguku” Ucapku , yeoja-yeoja itu saling menatap kemudian menghela nafas dan dengan kesal mereka keluar dari Apartement Minho.

“Yeoja-yeoja itu mengerikan. Yang benar saja? Mereka mengerubutiku dan menciumku” Celetuk Minho.

“Kau memanggilku tengah malam hanya karena ini? Aish!! Aku sudah pernah mengatakannya padamu Sajangnim bahwa jika kau ingin yeoja , kau harus memilih salah satu diantara mereka.”

“Aku bosan . Tidak ada dari mereka yang bisa membuatku betah” Aku mendengar helaan nafas Minho. Aku duduk disampingnya seperti biasa, walaupun ia bos ku aku sudah sangat dekat dengannya. Bahkan aku tidak takut untuk memarahinya. hehehe

“Mungkin jika suatu saat kau menikah dan mencintai seorang yeoja. Kau akan tahu bagaimana rasanya mempunyai seorang pasangan dan aku berani bertaruh bahwa kau tidak akan pernah merasa bosan” Celetukku tanpa berpikir.

“Jeongmalyo? Tetapi sayangnya aku tidak tertarik dengan yang namanya pernikahan. Aku lebih menyukai hubungan sebagai sepasang kekasih..”  Ucap Minho, ia lalu mengambil berkas ditanganku dan membukanya.

“Bagaimana jika kau mencintai seorang yeoja? Apakah kau tetap tidak ingin menikahinya?”Tanyaku dengan pelan. Perlahan Minho mengangkat wajahnya dan menatapku.

“Tergantung, kau tahu? Aku tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Sama sekali tidak pernah” Ucapnya. Aku hanya mengangguk. Tidak pernah jatuh cinta? Yang benar saja?

“Kau tidak akan bisa selamanya bermain dengan para yeoja Minho-ah. Kau harus mencari seorang yeoja yang akan menjadi yeoja yang selalu ada disampingmu. Apakah kau tidak pernah membayangkan , saat kau terbangun kau melihatnya disampingmu dengan senyum diwajahnya. Apakah kau tidak pernah membayangkan mempunyai anak-anak yang berlarian sambil memanggilmu appa?” Ada apa denganku? Mengapa aku malah tersulut emosi begini

“Aku ingin seperti itu, tetapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa menikah. Aku tidak ingin jika suatu saat aku memiliki seorang anak, aku tidak bisa membahagiakannya. Aku tidak ingin ia bernasib sama sepertiku. Aku tidak ingin ia merasa sendiri karena eomma dan appanya yang sibuk. Kau tahu bukan bagaimana kehidupanku, itu terlalu kelam” Aku menghela nafas mendengarkannya. Apakah aku tidak punya kesempatan lagi? Apakah aku tidak bisa membuat Minho mau menikahiku?

***

Hari ini aku dan Minho menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh Tuan Kim. Minho terlihat sangat tegas dan sangat serius jika ada pesta seperti ini, tidak seperti dirinya yang biasa ia tunjukkan didepanku.

Beberapa orang penting menyapa Minho dan Minho balik menyapanya. Hingga seorang yeoja muncul dengan gaun biru laut dengan bagian punggung yang terbuka berjalan dengan sangat anggun kearah kami. Yeoja itu bernama Kim Seung Ah , ia adalah anak dari Tuan Kim. Aku dengar ia adalah lulusan dari New York dan sekarang menjadi seorang desainer ternama.

Minho menatap Seung Ah dengan tatapan nakal. Jangan katakan ia berniat merayu seung ah? Namja ini benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak merayu yeoja. Ckck..

“Annyeong Minho Sajangnim”

“Haha.. kau tidak perlu berbicara se-formal itu padaku. Bukankah kita seumuran “ Minho terkekeh dan Seung Ah terlihat terdiam sambil menatap Minho dengan tatapan terpesona. Minho benar-benar mempunyai kharisma yang besar. Aku harus pergi dari sini, karena aku tahu bahwa ujung-ujungnya aku akan diacuhkan seperti yang terjadi sebelumnya.

Aku berjalan pergi dan menyapa beberapa pengusaha yang memang mengenalku karena aku adalah sekertaris Minho. Aku menghela nafas saat melihat Jaebum yang tengah tersenyum lebar sambil melambai kearahku dengan menampakan gigi putihnya. Huft, seharusnya aku tidak kemari. Namja itu mengapa juga harus hadir, ah aku lupa bahwa jaebum adalah pengusaha yang lumayan penting.

“Annyeong Sekertaris Park” Sapa Jaebum dengan senyum bodohnya. Aku hanya membalas senyumnya dengan terpaksa

“Annyeong Im Sajangnim” Jawabku dengan sopan.

“Maukah kau berdansa denganku?” Aku menatap sekelilingku dan benar saja, sekarang adalah pesta dansa dan aku tidak menemukan Minho ditempat ia berdiri tadi. Pasti ia sudah mengajak Seung Ah ketempat yang gelap lalu melancarkan aksinya.

Aku mengangguk pelan menerima permintaan Jaebum. Aku tidak tega melihat wajahnya yang menyedihkan itu. Perlahan aku mendekatkan tubuhku pada Jaebum dan ia tiba-tiba saja menarikku kedalam pelukannya dan aku dapat mendengar dengan jelas degup jantungnya.

“Kau sangat cantik Chagiya, dengan balutan baju putih yang mempesona” Minho yang membelikanku gaun ini walaupun harus ku akui bahwa Minho namja yang Yadong. Ia membelikanku Gaun yang terbuka dengan lebar dibagian punggung dan mungkin menampilkan punggung putihku. Tetapi aku rasa milik Seung Ah lebih terbuka dari milikku.

Alunan lagu terdengar sangat lembut membuatku terasa sangat rileks. Aku merasa melayang diatas udara dan aku menutup mataku. Jaebum masih memelukku dengan erat. Saat aku membuka mataku, wajah jaebum sudah berjarak beberapa senti dari wajahku hingga.

Seseorang menarik tanganku dan ternyata itu adalah Choi Minho! Hei, apa yang ia lakukan disini? Apakah ia tidak menyesal meninggalkan Seung Ah yang seksi itu sendiri..?

“Sekertaris Park, kau tahu? Aku sudah hampir 1 Jam memutar tempat ini mencarimu . ternyata kau disini bersama namja brengsek itu” Minho menarik tanganku menjauh dari Jaebum yang hanya diam sambil menatap Minho dengan tidak suka. Minho terus menarikku hingga kami sampai didalam mobilnya

“Bukankah bersama Seung Ah tadi? Aku hanya tidak ingin menganggumu melancarkan aksimu”

“Aku memang berniat merayunya tetapi aku langsung khawatir saat tidak menemukanmu dimanapun. Kau tahu bahwa banyak namja berhidung belang disana dan kau berdansa bersama salah satu dari mereka” Omel Minho. ada apa dengan namja ini?

“Memang kau bukan?”

“Tetapi tetap saja, aku tidak suka kau berdekatan dengan Jaebum ia bukan namja yang baik untukmu”

“Biarpun kau berkata begitu, aku pasti akan bersamanya” Aku menghela nafas

“Mwo! Jangan katakan kau berpacaran dengannya”

“Aku tidak berpacaran dengannya tetapi aku akan bertunangan dengannya. Eomma dan appaku akan menjodohkanku dengan Im Jaebum” Seketika Minho menekan rem secara mendadak membuatku hampir terlempar ke depan. Aku langsung menatap Minho yang juga terlihat menatapku.

“Kau bercanda?”

“Aku serius. Sebenarnya aku tidak menyukainya tetapi ia adalah pilihan terakhirku. Aku tidak mau menjadi seorang perawan tua” Ucapku dengan wajah lelah.  Aku menghela nafas pelan

“Apakah kau yakin dengan pilihanmu?” Minho bertanya dengan wajah yang serius.

“Tentu saja. Jika eomma dan appaku memilihnya, berarti ia adalah namja yang baik” Jawabku.

“Arra. Tetapi aku hanya ingin memberimu nasihat. Jaebum bukan namja yang baik untukmu”

“Kau sok Tahu”

***

Aku duduk disamping Minho sambil menatap layar Laptopku. Hari ini aku harus lembur menemaninya menyelesaikan beberapa proposal. Melelahkan sekali, tetapi aku sangat menyukai saat dimana aku bersama dengannya.

“Im Ji Yeon, bisa kah kau buatkan untukku Capuccino?”

“Mwo? Im Ji Yeon?”

“Nde wae? Bukankah kau sebentar lagi akan menjadi Isteri dari Im Jaebum. Haha, aku tidak menyangka bahwa kau akhirnya menikah setelah sekian lama tidak mempunyai pasangan” Aku menatapnya dengan kesal lalu bangkit berjalan menuju kearah dapur, ia masih tertawa dengan suara nyaring.

***

( Choi Minho Pov )

“Nde wae? Bukankah kau sebentar lagi akan menjadi Isteri dari Im Jaebum. Haha, aku tidak menyangka bahwa kau akhirnya menikah setelah sekian lama tidak mempunyai pasangan” Aku tertawa tetapi bukan tawa yang biasanya. Kali ini aku merasa memaksakan tawaku.

Mengapa terasa begitu berat memanggilnya dengan panggilan Im Ji Yeon. Tetapi Jiyeon lebih bagus jika dipanggil dengan sebutan Choi Ji Yeon. Apa yang aku pikirkan ! Haha, sepertinya aku mulai tidak waras. Tetapi ia memang lebih cocok jika menggunakan marga milikku. Tetapi aku tidak mungkin menikah dengan Ji Yeon, yang benar saja ! Haha.. Jiyeon sama sekali tidak memiliki body.. Tunggu.. Dia mempunyai body dan mengapa aku baru menyadarinya sekarang. Jiyeon sudah tumbuh menjadi wanita dewasa.

“Ini”

“Gomawo” ucapku saat ia meletakkan secangkir Cappucino didepanku. Ia mengikat rambutnya keatas dan menampakkan leher putih nya yang jenjang! Hey! Ada apa denganku!

“Apakah kau yakin?”

“Kau sudah menanyakannya dua kali Choi Min-“ Aku tidak menyadari bahwa sekarang wajahku dan wajahnya berdekatan hingga saat ia menoleh, otomatis bibir kami bersentuhan. Ia membelalak matanya. Aku ingin menjauhkan bibirku darinya tetapi hatiku tidak bisa bekerja sama dengan pikiranku.

Aku menahan tangan Jiyeon saat ia mencoba mendorongku. Bibirnya terlalu manis untuk dilewatkan. Aku dengan lembut melumat bibir merahnya, kemana saja aku? Bagaimana bisa aku melewatkan yeoja mempesona ini selama ini. Aku tidak pernah merasa menginginkan sesuatu selama ini dan sekarang aku sangat menginginkan Ji Yeon. Aku menginginkannya ditempat tidurku.

Aku ingin merasakan kulit lehernya yang jenjang dan juga aku ingin menciumi setiap inci tubuhnya. Aku menginginkan Ji Yeon.

Ciumanku berpindah ke Pipi lalu telinganya. Aku menggigit kecil pipinya dengan lembut lalu beralih ke telinganya dan ia mendesah. Hentikan desahanmu Ji Yeon, aku sudah tidak bisa mengendalikan diriku. Kau yeoja pertama yang membuatku merasa gila seperti ini dan aku rasa aku sudah tidak bisa berhenti.

“Ahh..” Jiyeon mendesah dengan sangat nyaring saat ciumanku turun ke leher putihnya. Oh Tuhan, aku tidak bisa berhenti.

Tanganku bergerak untuk membuka kancing bajunya. Dalam waktu kurang dari semenit, Ji Yeon sudah hampir naked. Aku menggendong tubuhnya kearah sofa lalu membaringkannya. Aku kembali menciumi lehernya dengan liar hingga..

Aku berhenti, tubuhku berhenti dengan sendirinya. Aku menatap wajah Ji Yeon yang sudah memerah. Apa yang ku lakukan pada Ji Yeon? Ji Yeon perlahan membuka matanya dan mata kami saling bertatapan

“Wae?”

“Mianhae Ji Yeon-ah, seharusnya aku tidak begini. Mianhae, aku hampir saja merusakmu” Aku dengan cepat bangkit lalu berjalan mengambil selimut dan menutupi tubuhnya. Ji Yeon menatapku dengan wajah yang kecewa.

“Jika hal ini terjadi , aku takut aku akan meninggalkanmu dan bukannya bertanggung jawab. Kau harus mencari namja yang lebih baik. Aku tahu kau menyukaiku selama ini tetapi aku tidak pantas untukmu dan aku masih tidak ingin menikah sampai kapanpun. Aku harap kau mengerti. Sebaiknya kau pergi dari Apartementku” Aku berbalik dan aku dapat mendengar isakkannya

“Kau mengetahui tentang perasaanku dan kau hanya diam? Mengapa kau tidak menolakku sejak awal!! Mengapa malah membuatku seperti orang bodoh yang menunggumu!” Jiyeon memasang bajunya sambil terisak. Aku hanya dapat diam sambil menunduk

“Mian”

“Hikz.. Aku membencimu Choi Minho!!” Ji Yeon menatapku dengan tatapan marah dan entah mengapa tatapannya membuat hatiku terasa tertusuk sesuatu. Apa yang terjadi padaku?

Sebelum ia keluar ia berhenti sejenak

“aku harap kau datang di acara pertunanganku Tuan Choi yang terhormat” Ji Yeon berlari pergi. Ada apa denganku? Mengapa aku merasa kacau? Bukankah aku sering melihat yeoja yang menangis didepanku karena aku tinggalkan. Mengapa aku merasa sakit sekarang?

***

( Author Pov )

Ji Yeon berjalan dengan langkah gontai kearah Apartementnya. Air mata terus menetes dari mata indahnya. Wajahnya terlihat sangat tidak bersemangat. Ji Yeon terjatuh sambil berlutut. Mengapa ia harus jatuh cinta pada Minho? namja yang tidak tahu arti cinta yang sesungguhnya? Mengapa ia harus sangat mencintai Minho? Ji Yeon terus menyalahkan takdir yang mempertemukan mereka hingga membuatnya jatuh cinta pada namja itu.

“Aku harus membencimu tetapi mengapa kata hatiku selalu bertolak belakang dengan apa yang ada dipikiranku. Pikiranku selalu memintaku untuk melupakanmu sedangkan kata hatiku selalu memintaku untuk mempertahankan cintaku” Isak Ji Yeon.

Ji Yeon menekan pasword Apartementnya dengan tangan lemah. Bahkan ia merasa tidak bertenaga saat ini. Ucapan Minho terus terngiang dikepalanya, ia tidak menyangka bahwa namja itu menyadari semuanya dan malah memutuskan untuk diam. Ji Yeon merasa benar-benar kecewa pada Minho , namja itu sudah membuatnya berharap lalu menjatuhkannya.

“Aku benci kau!”

***

“Jiyeon”

“Mian Sajangnim, aku harap kau tidak membahas masalah kemarin. Anggap hal itu tidak pernah ada dan aku akan berusaha melupakanmu” Ji Yeon menatap Minho dengan wajah datar kemudian ia tersenyum dengan terpaksa.

“Arra”

“Aku akan bersikap profesional sekarang jadi aku harap kau tidak mengingatkanku dengan kejadian semalam. Bersikap seperti biasanya akan lebih baik” Ucap Ji Yeon sambil membuka berkas-berkasnya lalu memberikannya pada Minho

“Hari ini kau ada rapat dengan beberapa pemegang saham”

“Arra”

“Baiklah, rapat akan dimulai 2 Jam lagi. Apakah kau ingin atau makan sesuatu Sajangnim” Tanya Ji Yeon. Minho menggeleng pelan.

“Arraseo. Kalau begitu aku kembali ke ruanganku” Ji Yeon berlalu dari hadapan Minho dan Minho langsung menghela nafas pelan. Ia mengacak rambutnya dengan frustasi, ia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi padanya? Mengapa ia merasa kehilangan Ji Yeon? Bukankah Ji Yeon sama seperti yeoja lainnya? Yeoja yang menyukainya? Anni, Ji Yeon berbeda. Ji Yeon mempunyai sebuah tempat khusus dihatinya dan Minho tidak menyadari itu.

Ji Yeon adalah yeoja yang selalu menemaninya saat ia sedih beberapa tahun belakangan ini. Ya walaupun kadang ia menghabiskan waktunya dengan bermain dengan para yeoja. Tetapi Minho benar-benar tidak mengerti, bagaimana Ji Yeon bisa tahan melihatnya dikelilingi para yeoja? Seharusnya yeoja itu marah, tetapi Ji Yeon hanya diam dan tersenyum.

***

Minho menatap Ji Yeon dengan tatapan penuh arti. Ji Yeon menyadari bahwa Minho tengah menatapnya tetapi ia memutuskan untuk tetap diam. Saat ini mereka sedang berada disebuah restaurant untuk makan malam.

Tiba-tiba pandangan mereka teralih pada dua orang yeoja dan satu namja yang duduk tepat di meja yang berada dibelakang meja mereka.

“Lihatlah namja itu dan lihatlah yeoja yang sedang hamil itu. Sepertinya namja itu adalah suami dari ibu hamil itu tetapi mengapa namja itu malah memeluk yeoja yang berambut blonde itu? Dan lihat wajah ibu hamil itu terlihat sedih tetapi mengapa ia malah tersenyum” Minho mengoceh mengomentari dua yeoja dan satu namja itu. Jiyeon menghela nafas kemudian menatap Minho

“Kau ini. Itu lah yang namanya Cinta. Walaupun ia sakit, ia akan bahagia jika melihat namja yang ia cintai bahagia walaupun itu membuatnya sangat sakit” Ucap Ji Yeon dengan bijaknya.

“Tetapi namja itu sudah kurang hajar. Bagaimana bisa ia tidak peka dengan perasaan Isterinya? Napeun namja”

“Hehehe, ternyata kau bisa perduli pada orang?”

“Tentu saja”

“Begitu juga aku..”

“Nde?”

“Karena aku mencintaimu, aku akan tersenyum walaupun aku merasa sangat sakit saat melihatmu menciumi yeoja-yeoja itu dan saat aku mendengar desahan mereka dikamarmu” Celetuk Ji Yeon dengan nada santai. Minho hanya dapat diam lalu berdehem kecil.

“Walaupun aku merasa marah padamu. Aku masih menyimpan perasaan itu Minho-ah. Aku masih menunggumu karena manusia hidup berpasangan. Aku akan menerimamu apa adanya. Aku akan melupakan masa lalumu”

“Tetapi aku tidak ingin menikah. Kau tahu itu Ji Yeon-ah, aku minta maaf tetapi aku tidak bisa membalas perasaanmu” Ji Yeon menunduk dengan sedih kemudian menatap Minho dengan air mata yang sudah hampir keluar.

“Arra, aku tahu. Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa aku akan menunggumu “ Ji Yeon tersenyum dengan air mata yang sudah menetes. Minho hanya diam dan memandang Ji Yeon tanpa ekspresi.

***

“Apa yang kau lakukan diruanganku Im Jaebum” Minho menatap namja didepannya dengan wajah tidak berteman dan tatapan tajam.

“Anniyo. Aku hanya ingin meminta ijin padamu untuk membawa Ji Yeon pergi. Aku ingin mengajaknya untuk memilih cincin pertunangan kami. Ah, aku benar-benar tidak menyangka Ji Yeon akan bertunangan denganku. Untung saja namja bodoh yang disukai oleh Ji Yeon, menolaknya. Jika namja itu menerima cinta Ji Yeon, pasti Ji Yeon aka menolakku” Jaebum terkekeh dengan wajah bahagia

“Sepertinya kau benar-benar mencintai sekertaris Park” Sindir Minho dengan wajah yang masih datar dan dingin

“Nde, awalnya aku hanya menyukai kecantikannya. Tetapi aku sadar, aku telah jatuh cinta bukan hanya pada kecantikannya tetapi pada hatinya. Ia adalah sosok eomma dan isteri yang baik dan aku rasa aku akan menyesal jika menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku berubah karena Jiyeon. Ia membuatku hanya terfokus padanya dan cinta mengubahku menjadi namja yang lebih baik” Jaebum tersenyum dengan amat bahagia

“Arra. Bawa dia pergi”

“2 Bulan lagi pesta pertunangan kami dan aku hanya ingin memberitahukan sejak awal untukmu. Ji Yeon akan berhenti menjadi sekertarismu jika ia sudah bertunangan denganku. Aku dan Ji Yeon akan menetap di Jepang dan aku berencana membangun sebuah Villa dipegunungan dan kami akan hidup bersama “

“Kau berhayal terlalu tinggi”

“Itu bukan hayalan Choi Minho. Aku akan mempunyai anak dengan Ji yeon dan kami akan bahagia bersama. Baiklah, kalau begitu aku akan membawa Ji Yeon pergi. Gomawo” Jaebum keluar dari ruangan Minho. Minho menggenggam pulpen nya dengan sangat keras. Hingga terdengar bunyi patahan, darah segar keluar dari tangannya.

“Arghhh” Minho berteriak dengan frustasi.

***

“ Choi Sajangnim bukankan itu sekertaris Park?” Celetuk salah satu karyawan pada Minho saat Minho membawa para karyawan dikantornya untuk makan bersama. Minho dengan cepat menoleh dan benar saja, Ji Yeon terlihat tersenyum kearah namja didepannya, im jaebum.

“Apakah mereka berkencan?”

“Sepertinya mereka memang berkencan”

“Sekertaris Park benar-benar beruntung”

“Ia selalu dekat dengan para namja tampan” terdengar celetukkan para Karyawan yeoja. Minho memalingkan wajahnya . Para karyawan mengikuti langkah Minho menuju meja yang memanjang yang memang sudah dipesan oleh Minho.

Selama makan malam, Minho tidak bisa melepaskan tatapannya dari Jaebum dan Ji Yeon. Jaebum dan Ji Yeon terlihat serius membicarakan sesuatu dan kemudian Ji Yeon tertawa. Minho menatap garpu ditangannya dengan kesal

‘Ada apa denganku! Bukankah aku tidak menyukainya? Tetapi mengapa sekarang aku merasa tidak suka? Aish! Jeongmal!!’ Batin Minho sambil menghela nafas. Beberapa karyawan melihat wajah Minho yang tidak bersemangat hanya bisa saling menatap.

***

( Ji Yeon Pov )

“Tetaplah bersama Minho, kau menyukainya bukan?” Aku menatap Jaebum dengan wajah terkejut. Ia mengetahuinya?

“Jaebum-ah Mianhae”

“Nan Gwenchana. Aku akan membantu mu, aku rasa namja itu menyukaimu. Hanya saja ia terus menolak perasaannya. Aku rela, walaupun aku harus tersakiti. Aku rela, demi kebaikan dan kebahagiaanmu. Karena aku mencintaimu , aku ingin kau bahagia” Jaebum menatapku dengan air mata yang hampir terjatuh

“Kau namja yang baik. Mianhae aku tidak bisa membalas perasaanmu. Mianhae Jaebum-ah” Aku menatap Jaebum dengan wajah menyesal.

Jaebum menggenggam tanganku dengan lembut lalu menciumnya.

“Aku harap aku mendapatkan yeoja seperti dirimu”

Jaebum mengelus tanganku dan aku tersenyum padanya. Tetapi tiba-tiba mataku bertemu dengan mata seseorang yang tengah menatap kami dengan sangat tajam.

Sedang apa Minho disini? Bersama para karyawan? Ah, aku lupa. Kemarin Minho memang berencana membawa para karyawan untuk makan malam bersama sebagai ucapan terimakasih.

“Minho disini” Bisikku pada Jaebum. Jaebum mengikuti arah pandanganku lalu ia tersenyum.

“Kau lihat? Ia bahkan menatap kita tajam. Tenang saja Ji Yeon-ah, dalam waktu 2 Bulan ia akan berlutut melamarmu” Jaebum tersenyum padaku dengan senyuman tulus. Aku mengangguk dengan bahagia

TBC

70 thoughts on “[ TwoShoot ] Destiny [ 1 Of 2 ]

  1. mian eon bru comen krang…kmren q coba comen lwat hp tpi g’ bisa…,,7h comen g’ da yg muncul…:(
    ceritanya seru bgt eon …syang cuma 2shoot…:(
    jiyi unn sbar bgt…ya ampun ikut nyesek bcanya….,minpa lom sdar klu dia jg cnta ma jyi unn…
    igooo jb di sni baik hti bgt….,,:D
    nextnya jgn lma” nde….

  2. Nahlohhh..
    Ji diam” ternyataa mencintai minho..
    Bahkan ji tahan aja ketika dia melihat minho bermesraan dengan yeoja lainn :”
    Dann lebihh parahnyaa apaa cobaa!!
    Minho tau kalo ji sukaa samaa dia nd minho malahh cumaa diemin ajaa or nda ada tanggapannya k ji!!
    Aisss, minho parah bangett nihh :”
    Padahal senenk bangett pas minho ngenyium ji nd hampirr melakukan ituu, tapiii..
    Huaaa, d bagian itu gue nyesekk bangett dahh bacanyaaa :”
    Minho nihh kayaknyaa sukaa deh samaa ji, sikapnyaa mulaii kayakk gimana gitu soalnyaa samaa ji..
    Geutjii?
    Wahh, jaebum baik bangett nihh (y)
    Dia ℳά̲υ͡ nolonk ji nd ℳά̲υ͡ bikin minho cemburu sepertinyaa dengan kedekatan merekaaa..
    Yaa walaupun jaebum tersakiti u.u
    Dia rela untuk ji, salut gue samaa jaebumm (y)
    Penasaraannnn!!
    Apakah minho akan takluk samaa ji or tetep samaa pendiriannyaa yahh –‘ hehehe
    Next partnyaa d tunggu eon, palliwaa!!
    Fightingg nn

  3. hmmmm…. ff eonni bagus bagus aku sll suka. eonni part selanjutnya jgan trll lama… kkkk~ maksa bgt aku… mianhae… eonni l..

  4. Aigo eonni.. Kekekek next nya mna eon?? Kekek minho cemburu.. Daebak!! Untung jaebum baik ya.. Kasian jaebum.. Kasian uri jiyi😦 minho ah cptlah sadar pabo!! Ish..

  5. Minho & jb emang playboy tp liat aja jiyeon bisa bkin mrk bertekuk lutut!! Hahahay? Minho ayo lah masa ga sadar klo sbnernya suka ma jiyeon. Jiyeon kyanya hrs kerjain blik minho ayo jb bantu jiyeon. Tp klo dipikir2 minho jahat jg ya udah tau sblmny klo jiyeon suka ma dia tp pura2 ga tau, malah phpin doang. Mna maen2 ma cwe spn jiyeon lg. Penasaran abissas kelanjutanya???

  6. wah jae bum mau berubah demi jiyeon,so sweet.
    kasian jiyeon walaupun minho ngk ngebalas perasaannya tetapi dia tetap menunggu.
    semoga jae bum bisa dapetin yeoja yg lebih baik dari jiyeon.jiyeon JB fighting

  7. wah kmna aja choi minho kau selama ini?!! baru sadar ya kalo jiyeon itu cantik bgt,, ayo rebut hatinya jiyeon sblum telat!!

  8. aigo.. karakter minho yg author tulis semuanya sama, ne? sama” tdk percaya cinta dan pernikahan. kkk.. gomawo ffnya.

  9. Ternyata jaebum udah berubah menjadi namja yg baik, buktinya dia mau bantuin jiyeon meskipun dia juga suka sama jiyeon…

    Minho aja tu yg bego gak bisa peka sama perasaanya sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s