Say You Love Me Oppa ( Part 5 )

Untitled

 

Tittle : Say You Love Me Oppa

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad, Romance, Friendship

Type : Chapter

Poster By Margareta

 

[ Main Cast : Park Ji Yeon, Choi Minho]

[ Other Cast : ALL]

 

————————–

Author kembali membawa Fanfiction Abal-abal ini kekek😀 Mian Jika FF nya tambah ngaur😀 Jangan Lupa RCL Yaa!😀

 

————————-

 

 

( Author Pov )

“Mwo! Jadi, yang menyelamatkan Minho beberapa tahun lalu bukan Do Yeon eonni melainkan dirimu” Kaget Sulli saat mendengar curhat Jiyeon. Jiyeon mengangguk dengan mata yang membengkak. Sulli menghela nafas kesal.

“Aish!! Yeoja itu benar-benar licik! Bagaimana bisa ia berbohong setelah sekian lamanya. Mengapa kau tidak pernah mengatakan hal ini!”

“Aku hanya tidak ingin Do Yeon eonni dibenci. Tetapi dengan sifatnya sekarang dan Minho Oppa terlihat benar-benar merasa berutang budi padanya membuatku merasa tertekan. Minho Oppa juga benar-benar tega mengatakan hal itu padaku .. hikz..”

“Aish! Minho Oppa.. Tentang saja Jiyeon-ah, aku tahu bagaimana Oppaku. Walaupun ia bersikap seperti itu padamu, sesungguhnya ia sangat menyukaimu. Tenang saja, Minho Oppa tidak akan pernah terjerat pada kecantikan do yeon eonni. Eomma harus tahu ini semua”

“jangan.. bukankah kau sudah berjanji tidak akan mengatakan rahasia ini pada siapapun”

“Mwo! Ya! Ini sangat penting, bagaimana bisa kau masih merasa kasihan padanya setelah apa yang ia lakukan. Minho Oppa benar-benar harus tahu ini semua, aku tidak ingin melihat Oppa tertipu dengan tipuan bulsyit Do yeon eonni”

 

***

 

( Do Yeon Pov )

 

Aku menatap pantulan diriku dikaca. Aku berdandan selama 2 jam dan aku merasa sangat gugup. Apakah aku sudah cantik? Apakah Minho akan terpesona dan meninggalkan Jiyeon karena melihat kecantikkanku? Bukankah aku lebih cantik dari Jiyeon? Mengapa ia malah memilih Jiyeon? Apakah Minho tidak tahu bagaimana sakitnya saat benda tajam itu mengoyak wajahku. Aku melakukan semua hal untung menjadi cantik dan hasilnya ia malah memilih bocah ingusan itu.

1 Jam

2 Jam

3 Jam

Sudah 3 Jam berlalu dan sekarang hampir pukul 11 Malam dan ia masih belum menampakkan batang hidungnya. Bukankah ia sudah berjanji akan menjemputku? Aku menatap pantulan diriku dicermin dengan wajah sedih.

Tiba-tiba ponselku berdering dan dengan cepat aku mengangkatnya.

“Yoboseyo”

“Do Yeon-ah”

“Minho Gwenchana?” Aku merasa khawatir saat mendengar nada suaranya yang terdengar bergetar dan sedih.

“Aku membentak Jiyeon. Apa yang ku lakukan? Mengapa aku membentaknya” Aku terdiam. Apakah ia bertengkar dengan Jiyeon? Mengapa aku merasa sangat sakit mendengar kesakitan didalam nada suara Minho.

“Minho-ah”

“Mianhae, sepertinya aku tidak bisa pergi denganmu”

“Nde? Minho kau sudah ber-“ aku mencoba protes

“Jiyeon marah padaku. Ia sangat berarti. Aku minta maaf aku benar-benar tidak bisa makan malam denganmu malam ini” Tiba-tiba sambungan telepon terputus membuatku langsung menatap ponselku dengan wajah kecewa. Mengapa kau tidak pernah menatapku? Mengapa Jiyeon harus sangat berarti untukmu. Mengapa bukan aku!!

 

***

( Author Pov )

 

“Minho Oppa pabo! Pabo!” Jiyeon terus merutuki Minho didalam kamarnya. Ia tidak memperdulikan ketukan pintu yang terdengar berkali-kali. Sudah hampir 4 Jam Minho berdiri didepan kamar Jiyeon dan Jiyeon sama sekali tidak menghiraukan panggilannya. Yoona yang berdiri tak jauh dari sana menatap Minho dengan iba. Sepertinya puteranya itu benar-benar sudah bertekuk lutut pada Jiyeon. Yoona tahu bahwa Minho tidak berniat membentak Jiyeon dan mengatakan hal menyakitkan seperti itu pada Jiyeon.

Yoona sudah tahu semua , tentang masalah apa yang membuat Jiyeon dan Minho terlibat pertengkaran dan juga Yoona sudah tahu tentang Jiyeon yang menyelamatkan Minho. Yoona benar-benar tidak menyangka Do Yeon bisa selicik itu. Yoona benar-benar merasa kecewa dengan Do Yeon, yeoja itu telah menipu keluarganya setelah bertahun-tahun.

Yoona masih menatap Minho yang terlihat terduduk didepan pintu kamar jiyeon. Ia tidak pernah melihat puteranya bersikap seperti itu. Minho yang bagaikan seorang robot kini telah berubah menjadi namja normal yang bisa tersenyum, marah, dan sedih. Yoona merasa sangat berterimakasih dengan Jiyeon, berkat Jiyeon.. Minho menjadi namja yang hangat.

“Minho-ah” Yoona menghampiri Minho. Minho menatap Yoona dengan tatapan sedih.

“eomma aku membentaknya. Mian..”

“Gwenchana.. eomma tahu kau tidak sengaja membentaknya. Jiyeon mungkin hanya merasa cemburu karena melihat kau akan pergi berkencan dengan Do Yeon. Eomma yakin setelah ini kalian akan berbaikan..”

“Sebaiknya kau tidur. Eomma yakin belakangan ini kau kurang tidur, terlihat jelas lingkaran hitam dimatamu. Besok eomma akan menjelaskan baik-baik pada Jiyeon semuanya. Dan juga Minho-ah ada hal yang perlu kau tahu”

“Nde?”

“Kau ingat kejadian beberapa tahun yang lalu saat kau hampir tenggelam?”

“Aku ingat eomma. Karena kejadian itu sampai sekarang aku merasa terikat dengan Do Yeon. Aku merasa berhutang budi padanya”

“Bukan Do Yeon yang menyelamatkanmu Minho-ah” Minho langsung menatap eommanya dengan tatapan terkejut bercampur bingung. Yoona menatap Minho dengan tatapan penuh arti lalu menghela nafas.

“Jiyeon lah yang menyelamatkanmu saat itu”

“Mwo!!”

 

***

 

Jiyeon terbangun saat mendengar ketukan. Ia lalu menatap jam dan matanya langsung terbelalak dengan lebar. Ia dengan cepat berdiri dan menemukan Minho berdiri didepan pintu dengan wajah urak-urakkan dan lingkaran hitam dimatanya.

‘Jangan katakan Minho Oppa sudah berdiri disini selama 7 Jam?’ Batin Jiyeon. Ia menatap tidak enak kearah Minho. Minho tersenyum kearah Jiyeon lalu memeluknya. Jiyeon membalas pelukan Minho.

Semarah apapun ia pada Minho, ia pasti akan memaafkan namja ini. Jiyeon sudah sangat mengerti bagaimana sifat Minho. Namja itu selalu menganggap semuanya hal yang normal , dan tidak pernah peka pada perasaannya. Bagi Minho makan malam itu mungkin hanya sekedar makan malam biasanya antara teman. Tetapi tidak bagi Jiyeon.

“Mianhae.. aku tidak sengaja membentakmu”

“Gwenchana Oppa”

“Mengapa kau tidak mengatakan yang sejujurnya? Tentang Do Yeon” Jiyeon langsung terdiam. Ia yakin Sulli sudah mengatakan semuanya pada Yoona dan Minho.

“Anni Oppa.. itu hanya masa lalu” Minho menatap Jiyeon dengan wajah yang merasa bersalah. Minho sadar bahwa sekarang Jiyeon sudah mulai bersikap dewasa. Justru dirinya lah yang sekarang menjadi seperti kekanak-kanakan. Minho menangis ..dan itu membuat Jiyeon terkejut..

Namja seperti Minho menangis didepannya. Minho adalah namja yang kuat menurutnya tetapi sekarang? Minho menunjukkan kelemahannya? Jiyeon merasa bangga bisa melihat hal ini walaupun ia merasa sakit mendengar isakkan Minho

“Aku takut.. aku takut.. kau marah padaku lalu memilih orang lain.. eomma sudah memaksaku untuk tidur tetapi ketakutan itu .. kau belum pernah semarah ini padaku sampai tidak mau membukakan pintu untukku..” Isak Minho.

“Oppa.. jangan menangis. Kau terlihat seperti seorang bocah jika menangis. Tenang saja, bukankah aku sudah mengatakan padamu? Bahwa hatiku hanya untukmu apapun yang terjadi? Jangan khawatirkan hal yang tidak mungkin Oppa” Jiyeon mengelus pundak Minho sambil memeluk tubuh tinggi dihadapannya itu

***

“Bagaimana kalau malam nanti kita makan malam bersama” Do Yeon menatap Minho yang kini tengah tersenyum begitu manis padanya. Do Yeon mengangguk dengan bersemangat, ia tidak menyangka Minho akan datang keruangannya hanya untuk mengajaknya makan malam bersama.

“Arraseo. Kalau begitu aku kembali ke ruanganku” Minho berbalik. Senyumnya seketika menghilang, ia melirik sedikit kearah Do Yeon yang menatap punggungnya yang telah menjauh. Diluar ruangan Do Yeon, Jiyeon berdiri dengan wajah panik.

Saat Minho keluar, Jiyeon langsung menghampiri Minho.

“Oppa.. kau tidak perlu melakukan hal ini. Sudahlah, jangan menambah masalah. Aku sudah melupakan semuanya”

“tetapi tidak denganku Sayang. Kajja, bukankah kau sudah lapar? Kita akan makan siang bersama” Minho menarik tangan Jiyeon sambil menggenggamnya. Beberapa karyawan menatap Jiyeon dan Minho dengan takjub. Dua orang yang sangat serasi dan para Karyawan merasa Jiyeon adalah yeoja yang sangat beruntung.

Jiyeon hanya bisa menghela nafas. Ini lah hal yang tidak ia inginkan, Minho akan berubah sangat jahat jika merasa terbohongi atau merasa terbodohi. Dan Jiyeon merasa itulah sisi yang paling menakutkan didalam diri calon suaminya itu.

 

***

“Oppa” Jerit Jiyeon saat Minho dengan sengaja mencoleknya dengan Ice cream. Minho tertawa melihat kekesalan Jiyeon padanya. Jiyeon dengan wajah jahilnya membalas Minho. Membuat wajah Minho juga terkena ice cream, semua mata menatap mereka dan Jiyeon maupun Minho sama sekali tidak memperdulikan orang-orang yang sedang menatap mereka.

Setelah makan siang bersama. Jiyeon meminta Minho untuk mengantarnya ke Kedai Ice cream karena Jiyeon sudah lama tidak pergi ke Kedai itu.

Jiyeon menatap jam nya dan ia baru menyadari bahwa sebentar lagi kelasnya akan dimulai. Jadi Jiyeon meminta Minho untuk mengantarkannya ke Universitasnya. Karena Minho tidak sibuk, namja itu mengangguk menyetujui permintaan tunangannya yang sangat ia cintai itu.

“Kajja”

Minho dengan santai menyetir mobil mewah miliknya, mobil seharga hampir 100 M itu terlihat sangat-sangat mewah dan juga elegan. Minho bahkan sering menawarkan mobil ini untuk Jiyeon memakainya. Tetapi Jiyeon malah menolaknya dan mengatakan bahwa ia masih senang menggunakan mobilnya yang dulu. Minho benar-benar kaya raya.

“Oppa , bisa kah nanti kau meminta salah satu karyawanmu mengantarkan mobilku ke Universitas?”

“Arraseo. Tentu saja bisa. Dan jangan Lupa.. malam ini kau harus ikut”

“Kau mengajakku?”

“tentu saja.. kau harus melihat apa yang akan ku lakukan”

“Arraseo Oppa. Tetapi kau tidak boleh memperlakukannya dengan kejam”

“Mwo”

“kau harus berjanji”

“Arra..arra” Tanpa mereka sadari. Mereka telah tiba didepan Universitas Biru. Sebelum turun, Jiyeon mencium bibir Minho sekilas. Jiyeon melambaikan tangannya pada Minho yang sudah melaju.

Pipi Jiyeon merona merah. Tanpa ia sadari beberapa siswa yang ada ditempat itu menatapnya.

“Wae?” Tanya Jiyeon saat menyadari tatapan para mahasiswa itu.

“Woah.. Nugu? Siapa yang mengantarmu?”

“Kau gila? Bagaimana bisa kau menaiki mobil semahal itu? Jiyeon daebak”

“Omo! Pengemudi mobil itu sangat tampan. Bukankah itu pengusaha muda , Choi Minho”

“Jiyeon kau beruntung” Jiyeon hanya tersenyum kecil mendengar celetukkan yeoja-yeoja itu. Tetapi Jiyeon juga merasa kesal, Minho mempunyai banyak fans. Bahkan jika bisa dikatakan hampir semua yeoja dikantor Minho, menyukai namja itu.

 

***

( Do Yeon Pov )

 

“Jiyeon”

“Aku membawa Jiyeon kemari” Aku menghela nafas. Aku kira aku akan berduaan makan malam bersama Minho. tetapi ternyata? Mengapa yeoja ini harus ikut? Aish!! Menyebalkan! Jika begini percuma saja aku berdandan cantik jika akhirnya perhatian Minho harus tersita pada Jiyeon. Walaupun Jiyeon hanya memakai baju santai, ia terlihat sangat cantik. Tetapi aku merasa aku lebih cantik darinya. Aku rela pisau bedah itu menembus kulit wajahku hanya karena ingin menandingimu Park Jiyeon!!

Jiyeon duduk disamping Minho lalu tersenyum padaku. Aku membuang muka darinya. Menyebalkan!! Arghh!!

Minho meletakkan sebuah plastik didepan meja. Bukankah plastik itu dibawa oleh Jiyeon tadi?

Aku sedikit terkejut saat melihat Minho mengeluarkan sebuah boneka beruang dari dalamnya. Bukankah boneka beruang itu yang beberapa tahun lalu membuat Minho hampir tenggelam saat mengambilnya. Aku menatap jiyeon dengan tatapan tajam. Ada yang tidak beres.

“Kau ingat boneka ini?” Minho bertanya sambil menatapku. Aku mengangguk kecil

“aHaha.. bukankah saat itu kau tenggelam dan aku menyelamatkanmu” Ucapku mencoba menghilangkan pikiran burukku

“Kau yakin? Kau yang menyelamatkanku?”

Tatapanku langsung terarah pada Jiyeon yang terlihat menggenggam jas Minho dengan erat sambil menghindari tatapanku.

“Kau penipu”

“Mi..Minho aku bisa jelaskan semuanya”

“Mulai besok, kau pergi dari kantorku. Aku akan memberikanmu uang dan aku akan memindahkanmu ke Kantor milik Chinguku. Aku rasa jika kau tetap berada dikantorku , aku tidak berani berjanji jika tidak terjadi apapun denganmu!! Kau tahu? Sekarang hal yang ingin ku lakukan adalah membunuhmu” Aku bergetar. Sakit, betapa sakitnya mendengar Minho mengucapkan hal itu. Aku tidak bisa menahan air mataku

“Jangan pernah muncul dihadapanku!! Kajja Jiyeon-ah” Minho menarik tangan Jiyeon. Aku menatap kepergian mereka dengan tatapan sedih dan terluka. Appo.. Minho tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya padaku.

 

***

( Jiyeon Pov )

 

Aku menggenggam tangan Minho Oppa. Aku tahu bahwa sekarang ia benar-benar merasa marah. Sangat marah. Tubuhnya bergetar dengan hebat menahan rasa marahnya. Aku memeluk Minho Oppa lalu menepuk punggungnya.

Aku juga bersalah , seharusnya aku mengatakan hal ini sejak awal atau seharusnya aku tidak pernah mengatakan hal ini. Aku membuat Do Yeon eonni dibenci oleh Minho. Seharusnya aku tidak mengatakannya. Tetapi aku tidak bisa menahannya lagi, Do yeon eonni sudah sangat kelewatan.

“Jiyeon”Aku menoleh dan menemukan Sulli sedang bersama seorang namja yang tidak lain adalah Daehyun Sunbae!!

“Omo.. kalian berkencan?”Tanyaku.

Minho juga menatap kearah Sulli dan daehyun sunbae. Daehyun sunbae menatapku dengan tatapan yang masih sama, penuh cinta. Tetapi sangat disayangkan, cintaku sudah sepenuhnya kuberikan untuk Minho Oppa.

“Ah, aku dan Sulli hanya makan malam bersama karena aku tidak mempunyai teman. Jadi aku membawanya” Ucap Daehyun Sunbae seolah menjelaskan. Minho Oppa menatap Daehyun sunbae dengan tatapan tajam kemudian beralih menatapku

“Kajja Chagiya.. kita pergi dari tempat ini” Minho Oppa menarik tanganku. Sebelum itu aku melambaikan tangan pada sulli sambil berkata.

“fighthinggg!!”

 

***

 

-Keesokan Harinya

 

Seperti biasa, aku berjalan bersama Sulli melewati koridor kampus.  Sulli menceritakan apa yang terjadi semalam dan ia terlihat benar-benar bahagia. Sepertinya Daehyun sunbae membuat Sulli jatuh cinta. Aku tidak pernah melihat Sulli begitu menginginkan namja seperti ia menginginkan Daehyun Sunbae.

Bruk! Tanpa sengaja aku menabrak seseorang membuat orang itu terjatuh. Aku langsung menutup mulutku lalu membantunya bangun tetapi ia malah menapik tanganku dan berdiri sendiri. Dengan wajah angkuhnya ia menunjuk wajahku

“Kau!! Aish!! Baju mahalku menjadi kotor karena ulahmu!!” Yeoja ini benar-benar sombong. Ia adalah murid pindahan di Universitas ini. Yeoja ini bernama Lee Han Byul. Aku tidak tahu ia berasal dari keluarga mana, tetapi aku rasa ia berasal dari keluarga kaya raya. Yah, mungkin lebih kaya dari Keluargaku. Tetapi sepertinya ia tidak lebih kaya dari Keluarga Choi.

“Ya! Mengapa kau malah membentak Chinguku!!”

“Siapa kau! Kalian rakyat jelata.. aish!! Rakyat jelata seperti kalian pasti membawa banyak kuman” Ia menatapku dan Sulli secara bergantian. Aku berani bertaruh ia mengatakan bahwa kami rakyat jelata karena ia melihat baju yang kami pakai. Aku dan Sulli memang tidak menggunakan barang mahal jika pergi ke Universitas. Lebih tepatnya aku tidak ingin pamer..

“Mwo!! Yak!! Kau tidak tahu siapa aku” Sulli mulai naik darah.

“Nugu? Siapa kau? Huh”

“Sudahlah Sulli-ah, kajja..”

“Ya! Urusan kita belum selesai bodoh!!”

“Mwo!! Bodoh”

Aku dengan segera menarik tangan Sulli sebelum sulli mengamuk. Mungkin hanya ada beberapa siswa yang mengetahui latar belakang kami termasuk latar belakang Sulli. Sulli tidak pernah mengumbar siapa keluarganya. Ia terlalu malas untuk mengumbar kekayaan yang dimiliki keluarganya

 

***

( Lee Han Byul Pov )

 

“Jaekyung Oppa” Aku menatap Oppaku dengan wajah kesal. Aku harus mengatakan apa yang terjadi padaku siang tadi. Kedua yeoja itu harus diberikan pelajaran. Harus! Mereka rakyat jelata yang berani menentangku! Aku Lee Han Byul adik dari Lee Jaekyung pewaris perusahaan Lee yang terkenal kaya nya.

“Wae?”

“Tadi ada dua orang yeoja yang berani padaku dan seorang yeoja malah membentakku” Adu ku pada Oppa.

“Nugu?”

“Aku tidak tahu namanya, kau harus memberikannya pelajaran Oppa”

“Arra.. besok aku akan pergi ke sekolahmu.. lalu memberikan mereka pelajaran..”

“Gomawo Oppa. Mengapa kau terlihat sangat sibuk Oppa”

“Ah, aku sedang menyiapkan berkas-berkas untuk rapat. Hari ini perusahaan kita kedatangan tamu yang sangat berharga”

“Nugu?”

“Choi Minho”

“Choi Minho? Pengusaha kaya raya pewaris Choi’s Group itu bukan?”

“Nde kau benar”

“Omo! Aku dengar ia sangat tampan Oppa”

“Nde, dan kau tahu? Beberapa orang mengatakan bahwa Ia mempunyai dongsaeng yang sangat cantik”

“mwo? Ia mempunyai dongsaeng”

“Nde, kau tak tahu? Mungkin saja dongsaengnya tidak mau terlalu diliput oleh media” Jawab Jaekhyung Oppa. Aku hanya dapat mengangguk. Choi Minho, aku pernah bertemu dengan namja itu dalam beberapa pesta dan ia adalah namja yang sangat tampan. Tetapi sangat disayangkan, ia begitu dingin. Aku sempat berusaha mendekatinya tetapi ia malah mengacuhkanku

“Oppa.. bagaimana kalau kau menjodohkanku dengan Choi Minho”

“Hahaha.. “

“Kau mengapa tertawa Oppa?”

“Mian, tetapi ia sudah mempunyai seorang tunangan”

“Mwo!”

“Walaupun aku tidak terlalu mengenal dekat ia, tetapi aku pernah mendengar bahwa ia mempunyai seorang tunangan. Aku dengar ada yang mengatakan bahwa tunangannya masih kuliah dan mungkin seumuran denganmu. Petunangan mereka dilaksanakan tertutup jadi hanya sebagian orang yang hadir, lebih tepatnya hanya orang-orang penting”

“Mwo”

“Aish! Jangan terlalu berharap saenggie.. keke”

“Oppa, apakah tunangannya cantik”

“Aku tidak pernah bertemu dengan tunangannya. Tetapi aku yakin yeoja itu pasti sangat cantik karena Namja seperti Minho menyukainya” Aku menghela nafas kesal. Aigoo, namja yang ku incar
***

 

( Author Pov )

 

“Minho belum pulang?” Tanya Yoona pada Jiyeon saat mereka memasak bersama. Jiyeon mengangguk pelan

“Nde eommonim. Minho oppa ada rapat hari ini” Jawab Ji Yeon

“Bocah itu , apakah ia tidak merasa kelelahan? Eommonim merasa khawatir dengannya. Ia seperti appanya, jika sudah berbisnis .. tidak akan kenal waktu” Oceh Yoona dan Ji Yeon mengangguk menyetujuinya.

“Bagaimana dengan Do Yeon”Tanya Yoona tiba-tiba

“Begitulah eommonim, sepertinya do yeon eonni ketakutan dengan apa yang Minho oppa katakan. Tubuhnya bergetar saat Minho Oppa mengancamnya”

“Itu setimpal dengan kebohongannya”

“Eommonim.. bagaimana kalau aku berada diposisi Do Yeon dan aku menipu kalian, apakah Minho Oppa akan mengatakan hal yang sama? Dan apakah kau akan membenciku?” Tanya Jiyeon membuat Yoona menatap kearah Jiyeon.

“Anni, aku tidak akan membencimu. Begitupula dengan Minho, kau terlalu berarti Ji Yeon-ah untuk dibenci. Yeoja sebaik dirimu tidak akan pernah pantas untuk dibenci” Jiyeon tersenyum dengan senang mendengar ucapan Yoona

 

***

 

“Ya! Siapa kalian” Sulli dan Ji Yeon menatap aneh kedua namja bertubuh kekar didepan mereka. Namja yang layaknya bodyguard. Beberapa mahasiswa terlihat mengerumbungi mereka dan akhirnya sulli menghela nafas saat tahu siapa dalang dari semua ini.

“Ya!! Jangan sentuh aku!” Marah Jiyeon saat salah satu namja itu mencoba menahan tangannya.

“Itu mereka Oppa” Seorang namja dan seorang yeoja muncul. Sulli dan Jiyeon menatap kedua orang itu dengan wajah kesal

“Mwo! Jadi ini semua ulahmu! Yak Lee Han Byul!! Lepaskan kami, kalau tidak-“

“Kalau tidak apa? Kalian telah mempermalukanku dan sekarang kalian harus menerima akibatnya” Han Byul berjalan kearah Sulli dan Jiyeon. Saat tangannya hampir menampar wajah sulli sebuah tangan menahannya

“Lee Taemin!”Kaget Jiyeon. Taemin dengan wajah tampannya tersenyum dengan amat lebar.

“Annyeong My Princess. Annyeong Sulli.. aku kembali, huft.. di Jepang sangat tidak mengasikkan. Jadi aku memutuskan untuk pindah ketempat ini dan juga, apa yang mereka lakukan pada kalian” Bingung Taemin. Jiyeon memutar bola matanya kesal.

“Sebaiknya kau pergi Taemin, sebelum mereka memperlakukanmu layaknya mereka memperlakukan kami” Ucap Jiyeon sambil tersenyum mengejek.

“Mwo! Ya! Namja-namja ini bagaimana bisa kalian memperlakukan kekasih hatiku seperti ini” Omel Taemin

“Siapa kau”

“Kau yang siapa? Lihatlah Make Up mu seperti seorang ahjumma” Taemin menunjuk wajah Han Byul dengan wajah mengejek

“Mwo!! Apa yang kau katakan pada Dongsaengku”

“A…ani”

“Yak..Yak!! apa yang kalian lakukan” marah taemin saat dua orang bodyguard lagi datang lalu menahan tangannya.

 

***

( Jiyeon Pov )

 

“Yak!! Lepaskan kami , kalau tidak kami akan melapor pihak berwajib” Ancamku. Namja setinggi Minho Oppa itu berjalan mendekatiku. Wajahnya dan han Byul terlihat sangat mirip. Ia menatapku dengan mata tajamnya kemudian melembut

“Lihatlah kau.. bagaimana bisa yeoja secantikmu melawanku.. bagaimana kalau aku memberikanmu sebuah pilihan. Menjadi yeoja simpananku atau kau mau bernasib sama seperti orang-orang sebelumnya yang pernah membuat masalah denganku. Aku akan membuat hidupmu menderita karena telah berurusan dengan keluarga kami. Keluarga Lee , kami mempunyai banyak kekuasaan dan kau-“

Plakkkk!! Aku menampar pipinya lalu melepaskan tanganku dari genggaman tangannya. Namja kurang hajar ini!! Ia kira ia sangat berkuasa..

Aku menarik tangan Sulli dengan segera meninggalkan tempat itu. Napeun namja, ia kira aku yeoja murahan? Aku ingin sekali melemparnya dan Dongsaengnya itu ke Laut!

Aku menoleh sebentar kebelakang dan mereka tidak mengejar kami lagi. Syukurlah.. dan dimana Taemin..

Ah, sudahlah.. lupakan ia, mungkin ia sedang menjerit ketakutan. Atau mungkin ia sedang melarikan diri.

 

 

***

-Choi’s Family House

 

“Jangan ceritakan hal ini pada Minho Oppa. Aku takut ia akan mengambuk” Bisikku pada Sulli dan dijawab dengan anggukan oleh Sulli.

“Apa yang sedang kalian bicarakan” Aku dan Sulli terlonjak kaget lalu menggeleng pelan. Minho Oppa mengangguk pelan seakan percaya akan apa yang kami katakan. Aku berjalan kearah Minho Oppa lalu duduk disampingnya sambil ikut meletakkan kakiku kedalam kolam berenang.

“apa itu Oppa?”

“Rumah”

“Untuk apa?”

“Tentu saja untuk kita. Jika kita menikah nanti, aku ingin aku sudah memiliki rumah untuk kita berdua tinggali. Lihatlah ini, bagus bukan” Aku menatap gambar-gambar rumah itu dengan mata berkaca-kaca. Banyak rumah yang mewah dan indah didalam desain itu.

“Apakah do yeon eonni yang mendesainnya?”tanyaku

“Begitulah, sebelum ia kembali ke Jepang. Ia menitipkan ini “

“Ia sangat berbakat” Pujiku.

“Bagaimana dengan yang ini? Apakah kau suka?” Aku melihat gambar rumah itu dengan wajah kagum. Bagaimana tidak? Desainnya sangat-sangat indah, sebuah rumah mewah dengan taman yang indah dibelakangnya. Rumah impianku

“Nde Oppa.. aku suka yang ini”

“Arra. Aku akan mulai membangunnya”

Aku tersenyum dengan ceria lalu memeluk Minho Oppa dengan erat. Minho Oppa benar-benar namja yang sangat-sangat mengerti keinginanku ya walaupun kadang-kadang ia sangat menyebalkan. Tetapi aku benar-benar sangat mencintainya. Saranghae Minho Oppa..

 

***

“Pesta?”

“Nde, aku berniat mengenalkanmu pada beberapa teman bisnisku. Pesta ini adalah pesta yang diselenggarakan oleh Keluarga Kim. Kau kenal Kim Myungsoo bukan? Sahabatku?”

“Ah, Nde Oppa”

“Ia yang mengadakan pesta ini. Ia benar-benar mengharapkan kehadiran kita karena ini adalah pesta pertunangannya” Minho Oppa menatapku dengan wajah berharap. Akhirnya aku mengangguk setuju, aku tidak akan tega menolak permintaan Minho oppa jika wajahnya sudah berubah menjadi seperti itu kekeke😀

“Baiklah.. pesta itu diadakan malam ini, Oppa harap kau berdandan dengan sangat cantik. Ya, walaupun kau tidak berdandan kau masih akan terlihat cantik ..”

“Oppa” Aku merona merah

 

Aku membuka lemariku memilih pakaian yang akan aku gunakan malam ini. Aku harus tampil cantik malam ini, sangat memalukkan jika aku terlihat jelek malam ini. Aku akan menjadi Nyonya choi dan aku harus menjadi sangat memukau malam ini. Myungsoo Oppa, sudah lama aku tidak mendengar kabarnya.

Myungsoo Oppa adalah Sahabat dari Minho Oppa. Dulu ia selalu menjahiliku dan Minho Oppa selalu membelaku walaupun kadang-kadang mereka sering bekerja sama menjahiliku. Aku sangat merindukan masa itu keke.

Aku benar-benar tidak menyangka bahwa ia akan bertunangan .. aku akan mengejeknya habis-habisaan nanti.

Myungsoo oppa, tunggu pembalasanku hehehe..

 

***

“Kau tunggu disini sebentar nde.. aku ingin pergi ke Toilet dulu” Aku mengangguk lalu duduk disalah satu kursi. Dimana Myungsoo Oppa? Padahal aku berniat menjahilinya. Minho oppa berjalan menjauh dan tidak terlihat sekarang. Coba saja Sulli mau datang, pasti aku tidak akan sendiri sekarang, yeoja itu akhir-akhir ini terus berkencan dengan daehyun sunbae. Berarti mereka akan menjadi sepasang kekasih sebentar lgi.. kekeke

“Park Jiyeon” Aku menoleh dan langsung menghela nafas kesal. Yeoja ini lagi, apa yang ia lakukan disini. Aish!! Dan itu, bukankah itu namja yang kemarin bersamanya. Namja itu benar-benar membuatku sangat kesal. Jangan salahkan aku jika malam ini aku menghajar wajahnya didepan banyak orang jika ia berkatar tidak sopan padaku.

“Ah.. Annyeong .. kita bertemu lagi.. My Honey.. apa yang kau lakukan disini? Jangan bilang kau adalah yeoja simapanan dari salah satu namja disini”

“Omo! Lihat gaunmu sangat-sangat mewah, dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli gaun mahal ini.. omo.. aku tidak menyangka kau sangat beruntung bisa mendapatkan gaun ini..” Komentar Han Byul. Gaun ini adalah gaun yang diberikan Minho Oppa untukku dan aku baru tahu gaun ini sangat mahal.

“Tentu saja ia menjual tubuhnya .. Jika kau mau menjadi kekasih gelapku, aku akan membelikanmu rumah, mobil, baju-baju mahal dan banyak hal yang tidak akan pernah kau bayangkan. Aku yakin aku lebih kaya dibandingkan namja yang menjadi bos mu saat ini. Siapa bos mu saat ini”

PLAK!! Aku menampar wajahnya, cukup! Ini keterlaluan, mereka sudah menuduhku tanpa berpikir. Apakah mereka mengira bahwa mereka hebat? Apakah mereka mengira mereka dapat dengan seenaknya menuduhku seperti itu

“Asal kalian tahu! Aku lebih terhormat dari kalian yang tidak mempunyai rasa malu!” Bentakku. Han Byul tersenyum dengan sinis padaku

“Jeongmalyo? Siapa kau? Anak dari Tuan Choi? Ah atau kau Tunangan dari Choi Minho, pengusaha dengan kekayaan yang berlimpah ? Cih, yeoja sepertimu? Haha.. sepertinya aku membuatmu bermimpi terlalu tinggi” Ucap Han Byul dengan kekehan. Well, tebakkannya tidak meleset. Aku memang benar tunangan Minho Oppa

“Nde! Aku memang tunangan dari Choi Minho! Mau apa kau? Huh? Aku bisa meminta Tunanganku untuk menghancurkan perusahaan kalian” Ucapku dengan kesal ya walaupun itu sekedar gertakkan. Aku bukan yeoja jahat yang dengan tega menghancurkan orang lain hanya karena rasa kesal ya walaupun sekarang aku merasa benar-benar marah.

“Haha.. lihatlah, bagaimana bisa kau bermimpi menjadi tunangan dari seorang Choi Minho? Choi Minho adalah namja terhormat dan ia adalah pengusaha kaya raya yang mempunyai perusahaan dan banyak hotel berbintang dimana-mana dan tidak mungkin ia menyukai yeoja seperti dirimu” Han Byul menatapku dengan tatapan merendahkan. Aish!! Yeoja ini..

“Aku akan membuktikan bahwa aku benar-benar tunangan dari Choi Minho”

“Jeongmal? Ahh, bukankah itu Choi Minho? apakah kau yakin kau adalah tunangannya sedangkan yeoja yang saat ini berada disampingnya jauh lebih cantik darimu” Aku dengan cepat berbalik dan menemukan Minho Oppa sedang mengobrol dengan seorang yeoja. Ah, bukankah itu Soo Hee eonni. Soo Hee eonni adalah sepupu Myungsoo Oppa dan aku mengenalnya dengan sangat baik.

“Aku benar-benar tunangannya!”

“Jeongmal? Jika kau memang tunangannya.. kau pasti tidak akan keberatan menciumnya ditengah-tengah keramaian ini”

“kau gila”

“hahaha.. kau ketakutan? Lihatlah Oppa yeoja ini benar-benar memalukkan.. aku sudah tahu bahwa kau berbohong” Aku menatap kearah Minho Oppa yang sudah menatap kearahku lalu tersenyum.

“Arra!! Lihatlah ini”Dengan kesal aku berjalan kearah Minho Oppa. Untung saja sekarang ada pesta dansa jadi aku bisa menarik Minho Oppa ke lantai dansa lalu menciptakan suasana romantis lalu menciumnya, Minho Oppa sangat menyukai bibirku jadi ia tidak akan masalah jika aku mencium nya.

Aku menarik tangan Minho Oppa, tetapi sebelum itu aku pamit pada Soo Hee eonni. Minho Oppa hanya tersenyum melihat tingkahku dan aku membawanya ke Lantai dansa. Aku memeluk tubuh Minho Oppa dan ia membalas pelukanku dengan erat.

“waeyo?”

“Ada yang menantangku Oppa”

“Nugu?”

“Yeoja menyebalkan yang bersekolah di Universitas yang sama denganku dan Sulli”

“Lalu?”

“Ia tidak percaya bahwa aku adalah tunanganmu jadi ia memberiku taruhan. Jika aku berani menciummu berarti kau benar-benar tunanganku” Aku melihat Minho Oppa tersenyum dengan evil. Minho Oppa benar-benar mengambil kesempatan dalam kesempitan.

“Kemarikan bibirmu Chagiya” Dengan perlahan bibirku dan Minho Oppa saling bertautan. Tubuhku terasa bergetar dan jantungku terasa abnormal saat ini. Beginilah jika aku sedang berciuman dengan Minho Oppa.

 

***

( Han Byul Pov )

 

Yeoja bodoh ini. Bagaimana bisa ia berbohong dengan mengatakan bahwa ia adalah tunangan dari Choi Minho. Haha, aku ingin tertawa melihat wajahnya yang terkejut saat aku memintanya mencium Choi Minho didepan banyak orang. Aku yakin ia tidak akan pernah berani karena ia hanya menipuku dan Oppa.

Tidak mungkin seorang Jiyeon adalah Tunangan dari Choi Minho.

“Arra, Lihatlah ini” Ia berjalan kearah Choi Minho. Aku tidak sabar melihatnya diusir oleh para Bodyguard Minho.

Tetapi tunggu..

Mengapa Minho tidak melawan? Ia tersenyum saat Jiyeon menyeretnya ke Lantai dansa. Tidak mungkin. Apakah Jiyeon? Astagaa..

“Han Byul-ah” Aku melihat wajah Oppa yang sudah berubah pucat

“ Kita didalam masalah besar” Aku melihat Oppa yang berubah panik dan aku mendengar decakan kagum orang-orang. Jiyeon dan Minho berciuman dibawah lampu lantai dansa yang romantis.

“Kedua bocah itu benar-benar. Tetapi aku baru tahu bahwa Minho bisa bersikap romantis seperti itu” Aku mendengar celetukkan dari dua orang yang sedang berdiri disampingku. Bukankah mereka adalah Kim Ki Bum dan Lee Jonghyun. Mereka adalah patner bisnis Oppa.

 

***

“Oppa duduklah dan tenang lah” Ucapku pada Jaekyung Oppa yang sedari tadi berjalan mondar mandir dengan wajah panik.

“Tenang kau bilang!”

“Choi Minho tidak akan berani menyentuhmu bukankah kekayaan kalian sama”

“Sama? Kau bilang sama!! Buka matamu Han Byul! Jangan membual! Kau tahu bahwa Minho jauh berkali-kali lebih kaya dari diriku dan kau tahu! Jika Minho mencabut inventasi dari perusahaanku, dalam waktu satu bulan kau dan aku akan tinggal dijalanan! “ Bentak Oppa. Oppa tidak pernah membentakku selama ini

“jadi apa yang harus kita lakukan Oppa?”

“Sepertinya jiyeon belum memberitahukan Minho tentang penghinaan kita terhadapnya. Besok kita harus bertemu dengan Jiyeon.. kita harus Minta maaf”

“Merendahkan harga diri kita didepan yeoja itu!”

“DIAM!!! Mereka lebih berkuasa! Jika kau tidak mau meminta maaf pada yeoja itu! Aku akan benar-benar membunuhmu karena kau aku terancam akan kehilangan perusahaanku” Aku menghela nafas kesal. Jiyeon kau benar-benar membawa masalah dalam hidupku! Mengapa harus kau yang menjadi tunangan dari Choi Minho!

 

 

TBC
Apakah tambah gak Jelas?
L Mianhae.. semoga Fanfiction ini bagus😀

 

72 thoughts on “Say You Love Me Oppa ( Part 5 )

  1. Wow wow wow, .
    Makin seru ni, eonni. .
    Penasaran banget ama kelanjutannya. .
    Dari kemaren udah nunggu nunggu ff ini. .
    Eonni makin daebak aja buat ff, .
    Makin suka ama semua ff eonni🙂

  2. Omooo eonnie FFnya Semakin Keren,Sangatt Gregettt!!!
    Akhirnya Minho Jiyeon udah baikan skrng do Yeon gak ada lagi!! Tapii datang lagi gadis yang bernama hanbyul yang mlutnyaa itu:O:Oaigooo tapi hanbyul malu sendiri bersama Oppanya:D Siap”aja ya buat Hanbyul dan Jaekyung:P
    Eonnie cepat Post ya:D Pokoknya Selalu Dtunggu semuaa Ff eonnie Hwaiting&Fighting Eonnie!!!

  3. Satu mslah habis , dtang msalah baruu… Hahahaa hwaiting aja buat author yg bkin ni ff…hehee… Juga buat Minji keep together yaa… Jgn pisahkan mreka…

  4. Hahhh *buangnapas*
    Akhirnyaaa keluarga choi tau semuaa sudahh kalo yang nyelamatin minho itu adalah ji..
    Apalagi minhoo, wiss..
    Dia marahh pake bgt tuhh samaa doyeon karna telah membohongi dia selama bertahunn, tapi karna ada ji kemarahannya bisa bertahann..
    Salut dengann perjuangan keras minho, hehehe..
    Dia rela nunggu 7 jam d depan pintu ji untuk mendapatkan kata maap, aigoo..
    Minho so sweet dehhh, hehehe..
    Aiss, songonk tuhh han byul nd kakak nyaa..
    Seenak jidat banget memperlakukan sulli samaa ji kayak gituu!
    Apalagi jaekyung tuhh, tambahh songonk bangett cobaa!!
    Ngina” ji kayak gitu..
    Tapi ngakak guee, kalo ngebayangin muka mereka yang shock gitu pas tau yang sebenarnya tentank siapa ji *evillaugh*
    Mereka langsunk ketakutan tuhh, hahahaa..
    Apakah ji akan ngadu k minho? Or tidak?
    Kalo iyaa mungkin mereka harus siapp” ajaa tuhh..
    Next partnyaa eon d tunggu, palliwaaa!!
    Fightingg nn

  5. Keren thor, duh -.- aku udah komen blm yah untk part ini, rada2 bingung, hehe

    suka-suka thor, lanjut part 6nya😉

  6. aku udh komen belum yaa kmaren, aku lupa –”

    sdah/blum.. yg psti ff ini makin seru & kerenn..
    di tunggu part 6nya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s