Know Yourself : Why? [ Part 1 ]

1391659_630781880340107_6223247633956075140_n

Tittle : Know Yourself

Author : margaretaisabela

Type : Chaptered

Rating : -16

Genre : Romance , Marriage, School

 

[ Main Cast : Park Ji Yeon, Oh Sehun ]

[ Other Cast : ALL]

 

—————–

 Ini Fanfiction terbaru author dengan cast namja Sehun Exo😀 Author lagi Love-love ama sehun jadi buat FF ini deh😀 Kalau banyak yang menyambut  baik ini FF. Pasti bakal author post part selanjutnya dengan cepat. O iya disini ada perubahan umur nde ^^

—————-

 

 

( Author Pov )

 

Terdengar kicauan burung bernyanyi dengan indah, membangunkan seorang yeoja cantik dari tidur lelapnya. Ia membuka matanya perlahan lalu menatap sekelilingnya dan bangkit dari tidurnya sambil mengucek matanya.

“Hoam..” Jiyeon melirik tempat disampingnya

‘Ia sudah bangun?’ batin Jiyeon lalu mengikat rambutnya ke atas.

Ia bangkit berdiri dan berjalan kearah kamar mandi dengan langkah santai. Wajah cantiknya terlihat sangat bersinar kala ia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian rapi.

Ia menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan..

Ia berjalan kearah kaca yang berada tidak jauh darinya lalu menutup matanya pelan kemudian membukanya.

Dalam hitungan menit, ia menjadi seorang yeoja kutu buku dengan kacamata burung hantunya dan kepang dua. Jiyeon yang cantik , kini menjadi yeoja buruk rupa..

“Huft”

 

***

Jiyeon turun dengan langkah pelan dan menemukan seorang namja tampan dengan tubuh tinggi dan kulit putihnya tengah berdiri sambil menatapnya. Namja itu Oh Sehun, suaminya..

Mereka menikah beberapa bulan lalu karena perjodohan , anni lebih tepatnya appa Jiyeon dengan teganya menjual Jiyeon pada keluarga Oh. Jiyeon adalah anak yang sangat penurut, jadi ia menerima apa yang appanya lakukan , walaupun hatinya sangat kecewa menerima kenyataan bahwa appanya sangat-sangat kejam dengan menjualnya.

Sampai saat ini, Jiyeon belum pernah melihat rupa eommanya. Jiyeon pernah bertanya siapa eommanya, tetapi dengan tegas appanya menjawab bahwa Jiyeon tidak perlu mengetahuinya dan appa Jiyeon mengatakan bahwa eomma Jiyeon hanyalah seorang yeoja yang tidak punya malu dan juga sangat kejam. Tetapi Jiyeon tidak pernah percaya dengan ucapan appanya, karena dari dalam lubuk hatinya.. ia yakin bahwa eommanya adalah yeoja yang baik .. walaupun ia tidak pernah melihatnya..

 

***

“ Bawa tasku” Perintah Sehun dengan dinginnya sambil melemparkan tasnya pada Jiyeon yang berjalan dibelakangnya layaknya seorang pembantu.

Jiyeon dengan cepat menuruti perintah Sehun. Beberapa yeoja yang melewati mereka terlihat memandang Jiyeon dengan tatapan tidak suka. Mereka sangat tidak menyukai Jiyeon yang selalu ada didekat Sehun.

Sehun dan Jiyeon bersekolah ditempat yang sama, yaitu Kirin Art School. Sekolah Internasional yang sangat terkenal dengan kepintaran dan kecerdasan murid-muridnya. Appa Sehun adalah pemilik dari sekolah Kirint Art School..

Sehun sangat ditakuti disekolah itu, selain ia adalah anak dari pemilik sekolah, sehun sangat jago Taewondo. Ia tidak segan-segan menghajar siapapun yang membuatnya merasa marah..

 

***

“Aigoo namja itu, bagaimana bisa ia memperlakukan isterinya seperti ini. Kau juga! Kau terlalu bodoh menuruti peraturannya. Bagaimana bisa ia memintamu berdandan seperti seorang yeoja cupu? Aku benar-benar tidak habis pikir dengannya” Celetuk seorang yeoja cantik sambil mengomeli Jiyeon dengan gaya khasnya. Jiyeon hanya dapat tersenyum pada Jieun.. sahabat dekatnya.

Jiyeon dan Jieun bersahabat sejak kecil, jadi Jieun sangat tahu bagaimana kehidupan Jiyeon dan juga tentang pernikahan Jiyeon dan sehun.

“kau tahu sendiri bukan? Appa telah menjualku dan itu berarti, aku dengan sepenuhnya milik mereka. Walaupun Sehun membunuhku, itu hak miliknya.. sekarang aku adalah milik sehun dan aku tidak bisa menolak peraturannya.. aku tidak akan bisa mengembalikan uang yang telah diambil oleh appa yang entah pergi kemana sekarang” Gumam Jiyeon pelan sambil berusaha tersenyum.

“Apakah kau merasa bahagia denga pernikahanmu? “

“Nde, walaupun aku merasa menderita dengan sikapnya. Aku merasa aman didekatnya dan aku merasa hangat didekatnya. Setidaknya sehun tidak menyiksaku seperti appa menyiksaku..”

 

***

 

Jiyeon berjalan dengan langkah cepat kearah Cafe sekolah. Baru saja Sehun menghubunginya dengan suara yang terdengar murka. Jiyeon lupa memberitahukan pada sehun bahwa ia dan Jieun ditugaskan untuk menyusun buku diperpustakaan. Sesampai di Cafe sekolah, Jiyeon menemukan Sehun tengah duduk disebuah kursi ditemani oleh beberapa namja yang tidak lain adalah teman yang cukup dekat dengan sehun.

“Mianhae , aku-“

“Cukup!.. “ Sehun pergi begitu saja sebelum mendengar penjelasan Jiyeon. Jiyeon menatap kepergian Sehun dengan wajah sedih..

‘Ia pasti akan sangat murka dan mungkin akan menghukumku setelah pulang nanti’ batin Jiyeon sedikit takut. Karena menurutnya, jika sehun sedang murka.. sehun terlihat lebih menakutkan dari appanya.

 

***

Bruk! Sehun mendorong tubuh Jiyeon hingga Jiyeon terhempas keatas ranjang King Size mereka. Jiyeon meneguk liurnya dengan susah payah saat sehun merangkak naik keatas tubuhnya lalu menindihnya.

“Sudah berapa kali aku mengatakan padamu untuk tidak berdekatan dengan namja-namja yang ada disekolah! Kau tahu bukan? Apa yang sudah menjadi milikku , tidak akan pernah pergi dariku. Begitu juga kau.. sekarang kau adalah milikku dan kau tidak bisa mengubah hal itu” Ucap Sehun dengan nada yang terdengar sangat menyeramkan ditelinga Jiyeon.

“A..aku tidak pernah berdekatan dengan namja disekolah.. bukankah kau tahu ? Bahwa aku selalu berada didekatmu saat disekolah? Jadi tid-“

“Diam!”

“Kau kira aku bodoh? Apa yang kau lakukan bersama Lee Joon? Ia mengacak rambutmu dan kau membiarkannya” Geram sehun. Jiyeon menghela nafas, ternyata hanya karena masalah spele.

“Ayolah.. Lee Joon memang  begitu, ia adalah namja yang ramah pada semua orang.. aku dan lee joon tidak mempunyai hubungan khusus, kau seharusnya mendengar penjelasanku dulu” Ucap Jiyeon mencoba memberanikan diri untuk menasehati Sehun.

“Jadi sekarang kau membelanya? Jangan-jangan kau menyukainya!! Cih, namja itu.. aku akan memberi perhitungan padanya!!” Sehun bangkit hendak mengambil ponselnya. Melihat hal itu, dengan cepat Jiyeon menarik lengan sehun.. membuat namja itu kembali menghimpitnya.

Cup! Jiyeon terkejut dengan apa yang ia lakukan. Ini adalah pertama kalinya ia mencium Sehun lebih dahulu..

‘Apa yang ku lakukan? Aish! Aku harus mengalihkan perhatian Sehun.. aku tidak ingin hanya karena kesalah pahaman ini.. lee joon yang malang akan berhadapan dengan sehun’ Batin Jiyeon yang masih mengalungkan tangannya dileher Sehun.

“ahh..” Terdengar desahan Jiyeon saat tangan Sehun dengan nakalnya masuk kedalam rok sekolahnya.

“Sehun-ah..”Panggil Jiyeon dengan suara desahannya. Ciuman Sehun turun ke leher jenjang milik Jiyeon.

 

***

( Jiyeon Pov )

 

Aku menutup mataku setelah melalui aktifitas yang melelahkan. Untung saja Sehun tidak mengeluarkannya didalam..

Aku merasakan, tangan kekarnya membelai punggungku lembut lalu menciumnya membuatku sedikit mendesah.

“Sehun-ah, kau tidak lelah” Tanyaku pelan

“Aku tidak pernah lelah untuk menciummu.. “jawabnya dengan suara pelan.

Aku tersenyum mendengarnya. Walaupun aku tidak tahu bagaimana perasaannya padaku, dengan berada didekatnya .. membuatku merasa sangat nyaman..

“ Kau lelah eum? Kajja , tidurlah” Ucapnya lembut. Aku membalikkan tubuhku yang hanya tertutup selimut lalu memeluk tubuhnya dengan erat. Walaupun Sehun suka seenaknya dan terlihat sangat suka menyiksaku.. ia mempunyai sisi lembut yang hanya muncul kadang-kadang.

Aku mencintainya~

***

Aku menatap nilai ulangan Matematika ku dengan wajah masam. Untuk kesekian kalinya aku mendapatkan nilai merah..

Apa yang harus ku lakukan? Apa aku mencari tutor saja? Aish.. tetapi percuma.. sehun tidak akan mengijinkannya. Atau.. anni.. itu tidak mungkin. Sehun tidak akan mau mengajariku, tetapi bukankah ia sangat cerdas? Apa salahnya aku mencoba meminta  padanya.

Saat Lonceng istirahat berbunyi, aku berjalan kearah kelas Sehun dan menemukannya yang tengah berdiri didepan kelasnya menungguku. Setelah melihatku, ia berjalan kearah kantin dan dengan cepat aku mengekor dibelakangnya.

Kami duduk disalah satu meja yang ada dikantin itu. Aku duduk disampingnya dan itu membuatku selalu mendapatkan tatapan membunuh dari yeoja-yeoja penggemar Sehun.

Aku berdiri untuk memesan makanan untuk sehun.

Perhatianku mengarah pada sebuah minuman. Minuman itu dinamakan Minuman Cinta, minuman yang sangat sering dibeli oleh pasangan kekasih disekolah ini. sudah lama aku ingin merasakan rasanya. Tetapi percuma saja, minuman itu hanya dapat dibeli oleh sepasang kekasih. Jika aku membelinya untuk diriku sendiri, itu bisa membuatku ditertawakan dan dipermalukan.

Setelah selesai memesan makanan, aku kembali berjalan kearah meja tempat sehun berada..

 

***

‘Jiyeon-ah, bukankah hari ini adalah hari libur? Bagaimana kalau kita pergi ke Mall.. ‘ Aku membaca pesan singkat dari Jieun dengan ragu. Aku ingin sekali pergi ke Mall, tetapi Sehun tidak akan mau mengijinkanku.

Tetapi , aku juga tidak sanggup terus berada dirumah. Aku juga  butuh hiburan untuk menghilangkan rasa bosanku.  Apa sebaiknya aku mencoba untuk bertanya.. siapa tahu ia mau mengijinkanku pergi.

Dengan langkah pelan aku berjalan kearah ruang tamu dan menemukan Sehun sedang menonton televisi dengan wajah datarnya. Sepertinya Sehun tidak mempunyai ekspresi lain , selain wajah datarnya itu.

“S..Sehun-ah”Panggilku gugup

“wae?” Tanyanya dingin

“Apakah boleh.. aku.. aku pergi bersama Jieun? Ia mengajakku untuk pergi ke Mall” Ucapku dengan ragu. Aku mendengar Sehun menghela nafas. Apakah ia akan melarangku?

“Aku melarangmu.” Ucapnya singkat tanpa menatap kearahku. Aku hanya dapat mengangguk , biar bagaimana pun aku tidak bisa menolak ucapan Sehun. Aku berjalan kearah kamarku dengan langkah pelan sambil menghela nafas sedih.

 

***

( Author Pov )

 

Seperti hari-hari biasa, Jiyeon berjalan dibelakang sehun sambil membawa setumpuk buku serta tas milik sehun. Mereka berjalan melewati koridor , beberapa yeoja terlihat menatap sehun dengan tatapan terpesona dengan ketampanan sehun.

Sehun berjalan tanpa memperdulikan Jiyeon yang terlihat sangat kesusahan membawa buku-buku miliknya. Jiyeon menghela nafas pelan.

Bruk..brak.. bruk..

Tanpa sengaja, kaki Jiyeon tersandung sesuatu membuat keseimbangannya menghilang dan pantatnya dengan keras membentur lantai. Semua mata menatapnya dengan tatapan mengejek dan sebagian tertawa melihat tingkah konyol Jiyeon

Jiyeon memperbaiki letak kacamatanya lalu kembali memungut buku-buku itu, sedangkan Sehun hanya diam sambil menatap Jiyeon dengan pandangan datar. Akhirnya, Sehun ikut berjongkok memungut buku-buku itu.

 

 

***

 

Jiyeon berjalan masuk ke Apartement Mewah yang ia tinggali bersama Sehun. Jiyeon mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

‘Sepertinya ia sedang mandi’ Gumam Jiyeon lalu membawa masuk satu kantong plastik besar berisi bahan makanan. Jiyeon melepaskan kacamatanya , lalu mengikat rambutnya keatas.

Jiyeon berjalan kearah dapur dan mulai menyiapkan alat-alat memasak..

‘Hari ini aku harus berbicara padanya, semoga saja Sehun mau mengajariku” Batin Jiyeon penuh harap. Jiyeon mulai memotong beberapa sayuran lalu bersenandung dengan riang.

Grep..

Sebuah lengan kekar melingkar diperut Jiyeon, Jiyeon sedikit terkejut.. Tetapi kemudian , senyum muncul dari bibir manisnya. Jiyeon sedikit mendesah geli saat merasakan bibir Sehun mengenai lehernya.

“Sehun-ah”

“Hm..”

“Bukankah kau siswa yang cerdas?”Tanya Jiyeon dengan suara yang sedikit takut.

“Ne Wae?”

“Begini, aku mendapatkan nilai rendah dibeberapa mata pelajaran dan Kim Songsaengnim memintaku mencari tutor.. hmm kau mau menjadi tutorku?” Tanya Jiyeon

“hmm.. Arraseo.. tetapi aku meminta imbalan dari itu semua” Ucap Sehun yang masih menciumi leher Jiyeon.

“Apa itu?”

“Aku ingin bibir manismu” Ucap Sehun lalu membalikkan tubuh Jiyeon. Cup! Dalam hitungan detik, bibir mereka sudah menyatu. Sehun dengan lembutnya melumat bibir Jiyeon.

***

( Jiyeon Pov )

 

“Saranghae”

Sehun hanya diam tanpa menjawab, perlahan pelukannya dipinggangku mulai melonggar. Aku menatapnya dengan tatapan terluka, apakah ia tidak menyukaiku?

“Lanjutkan masakmu” Ucapnya mengalihkan pembicaraan lalu berjalan pergi. Aku menatapnya dengan tatapan pilu. Seharusnya aku sadar, aku hanya tempat pelampiasan nafsunya, ia tidak pernah menyukaiku. Seharusnya aku tidak terlalu berharap ia membalas perasaanku.

Aku mencoba tersenyum ditengah kesakitan yang kurasakan..

 

***

Aku berjalan melewati koridor sekolah dengan langkah pelan. Pagi ini, Sehun tiba-tiba saja pergi lebih dulu tanpa menungguku. Tidak biasanya ia meninggalkanku begitu saja, apa mungkin ia marah padaku karena aku mengucapkan ‘Saranghae’ padanya kemarin?

Langkahku terhenti saat aku melihat banyak siswa yang mengerumbungi ruang musik. Karena penasaran, aku juga ikut melihat. Disana, terlihat seorang yeoja tengah menari dengan sangat lincah.. tubuhnya sangat-sangat gemulai dan ia terlihat sangat mengagumkan.

Sepertinya ia murid baru, aku tidak pernah melihatnya sebelumnya.

“Ia sangat cantik”

“Lihat tubuhnya sangat lentur”

“Aku dengar ia bernama Kim Hyerin”

Aku mendengar beberapa pembicaraan Murid-murid. Jadi yeoja cantik itu bernama Kim Hyerin.

Aku memutuskan untuk pergi dari depan ruangan itu, aku harus segera sampai dikelas untuk mengerjakan PR-ku. Sesampai dikelas aku mendengar beberapa pembicaraan yang menyangkut Kim Hyerin.. sepertinya sangat banyak orang yang menyukainya.

 

***

( Sehun Pov )

 

Aku berjalan kearah ruangan Jiyeon, bel pulang sekolah sudah berbunyi dan berarti sebentar lagi ia akan keluar. Benar saja, sekarang aku dapat melihat Jiyeon yang berjalan bersama Jieun.

Aku berjalan kearahnya dengan wajah dingin..

“Sehun-ah”

“Kajja, eomma ingin bertemu denganmu”

“Ne?”

“Tadi eomma menghubungiku.. “ Ucapku dengan nada dingin. Jiyeon terlihat mengangguk.

“Jieun-ah, aku pulang lebih dulu ne.. Mianhae”

“Arraseo, gwenchana”

Aku berjalan lebih dahulu sedangkan Jiyeon berjalan dibelakangku, seperti biasanya.

Sesampai dimobil tidak ada pembicaraan diantara kami, lagi pula aku sedang tidak tertarik berbicara dengannya. Entah kenapa..

Jiyeon terlihat melepaskan kacamatanya dan kepang dirambutnya.

Sebenarnya Jiyeon bukanlah yeoja kutu buku. Saat eomma mengenalkannya padaku, ia terlihat sangat cantik dengan rambut cokelat yang tergerai indah serta mata yang terlihat sangat cantik. Saat ia menjadi Isteriku dan akan pindah ke sekolah yang sama denganku, aku memintanya untuk merubah penampilannya. Entah mengapa, aku tidak menyukai tatapan namja-namja saat melihatnya, namja-namja itu melihatnya dengan tatapan ingin memilikinya dan itu membuatku merasa hal yang tidak bisa kujelaskan sampai saat ini, karena aku juga tidak tahu mengapa.

 

***

Eomma menyambut kedatanganku dan Jiyeon dengan senyum merekah. Eomma terlihat sangat bahagia dengan kehadiran Jiyeon..

“Kajja masuklah” Ucap eomma sambil menarik tangan Jiyeon lembut.

Kami duduk disalah satu kursi yang ada diruang keluarga rumah besar ini. Eomma dan Jiyeon terlihat berbincang-bincang kecil sedangkan aku hanya dapat diam sambil membalas pesan-pesan dari beberapa yeoja yang menyukaiku.

“Sehun-ah”

“Nde eomma “Jawabku masih fokus dengan ponselku

“Bagaimana jika kau dan Jiyeon tinggal disini” Aku langsung mengalihkan pandanganku pada eomma

“Mwo? Wae?”

“eomma merasa kesepian dirumah besar ini, kau tahu sendiri bukan? Appamu sering pulang malam dan bahkan pergi keluar negeri. Apakah kau tidak kasihan pada eommamu ini” Ucap eomma sambil mengeluarkan Aegyo-nya? Jeongmal? Eomma benar-benar lupa umur -_-“

Jiyeon terlihat tersenyum geli..

“Tapi eomma-“

“Aish ,, oh sehun .. bagaimana bisa kau menolak permintaan eomma .. kau mau menjadi anak yang durhaka” Ucap eomma dengan nada yang mengancam membuatku menghela nafas kesal. Eomma benar-benar keras kepala..

“Arraseo..arraseo” Jawabku dengan nada malas. Eomma terlihat tersenyum dengan amat lebar lalu memeluk Jiyeon. Bagaimana bisa appa menyukai yeoja Hiperaktif seperti eomma -_-“

 

***

-Malam

Aku berbaring disamping Jiyeon yang terlihat menatap atap kamar dengan pandangan kosong.

“Kau tahu?”

“Ne?”Ucapku dengan nada bingung

“Impianku saat ini adalah bertemu dengan eomma.. aku ingin menghabiskan waktuku bersama eomma. Memeluk eomma, lalu tidur dipangkuan eomma.. aku menginginkan itu semua..” Ucapnya dengan suara lemah.

Aku hanya dapat menghela nafas, apakah ia berencana lepas dariku dengan berkata seperti itu? Apakah ia kira aku akan melepaskannya begitu saja? Apa yang sudah menjadi milikku akan tetap milikku..

“Sehun-ah”

“Bolehkan aku pergi untuk mencari eomma?”Tanyanya

“Tidak” Jawabku dengan nada tegas.

“Waeyo?” Jiyeon terdengar bergetar, apakah ia ingin menangis? Aku hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya.

“Bukankah kau juga tidak mencintaiku? Bukankah kau hanya menyukai tubuhku? Jadi apa alasanku untuk bersamamu? Uang? Aku berjanji, setelah aku bertemu dengan eomma dan mendapatkan pekerjaan, aku akan membayar uang yang appa ambil”

 

***

( Author Pov )

 

“Bukankah kau juga tidak mencintaiku? Bukankah kau hanya menyukai tubuhku? Jadi apa alasanku untuk bersamamu? Uang? Aku berjanji, setelah aku bertemu dengan eomma dan mendapatkan pekerjaan, aku akan membayar uang yang appa ambil” Ucap jiyeon mengeluarkan semua isi hatinya.

Sehun yang mendengar ucapan Jiyeon langsung mencengkram keras bahu Jiyeon. Membuat Jiyeon meringis kesakitan..

“Kau sudah keterlaluan Park Jiyeon!! Berapapun uang yang kau beri untuk terbebas dariku! Itu tidak akan cukup!!  Kau sudah menjadi isteriku dan selamanya akan tetap seperti itu.. “ Ucap Sehun dengan bentakannya. Jiyeon menatap Sehun dengan tatapan ketakutan tetapi ia mencoba menghilangkan rasa takutnya.

“Apakah kau mencintaiku” Ucap Jiyeon yang mulai terisak. Sehun menatap Jiyeon lama .. hingga..

“Aku tak tahu” Jiyeon tersenyum pahit mendengarnya. Jiyeon menutup matanya mencoba menahan tangisnya. Sedangkan Sehun menutup matanya.

“Berikan aku waktu” Ucap Sehun membuat Jiyeon terdiam sejenak.. Sehun bangkit lalu berjalan keluar dari kamar yang ia tempati bersama Jiyeon.

 

***

Keesokan paginya..

Tidak ada pembicaraan diantara Jiyeon dan Sehun. Sehun terlihat fokus menyetir, sedangkan Jiyeon fokus dengan bukunya. Hingga..

“ Kapan?” Tanya Sehun tiba-tiba

“Nde?”

“Bukankah kau memintaku untuk menjadi tutormu? Kapan kau ingin mulai belajar?”Tanya Sehun dingin (?)

“Malam ini? Apakah kau bisa”

“Arraseo..” Jawab Sehun singkat. Jiyeon hanya dapat tersenyum kecil dengan wajah kecut.

 

***

Sehun memasuki kelasnya, terdengar teriakan beberapa yeoja yang menyukainya. Seorang yeoja terlihat menatap Sehun dengan tatapan terpesona..

‘Omo, tampan’ Batin Yeoja itu sambil terus menatap Sehun. Sehun berjalan kearah bangkunya yang berada tepat didepan Yeoja itu, lalu duduk dan mengeluarkan beberapa bukunya.

“Annyeong”Sapa yeoja itu dengan gugup, Sehun menoleh dan tersenyum kecil.

“Annyeong”Balas Sehun

“Aku.. Kim Hyerin” Ucap yeoja itu sambil memberikan tangannya untuk berjabatan dengan Sehun

“Ah, Aku Oh Sehun. Kau bisa memanggilku Sehun.. Kau murid baru? Aku tidak pernah melihatmu” Ucap Sehun lalu bersalaman dengan Yeoja bernama Hyerin itu. Hyerin hanya dapat tersenyum kecil lalu mengangguk..

‘Cantik’ Batin Sehun sambil menatap Hyerin.
***

( Jiyeon Pov )

 

Aku keluar dari ruang kelasku dengan langkah cepat. Sehun sudah berdiri didepan kelasnya dan terlihat berbicara dengan akrabnya dengan seorang yeoja? Bukankah itu yeoja yang kemarin ku lihat diruang musik?

“Sehun-ah” Panggilku, Sehun menatap kearahku.

“Nugu?”Tanya Yeoja itu padaku.

“Ah, dia Park Jiyeon.. pengikutku” Jawab Sehun dengan terkekeh. Aku yang mendengarnya hanya dapat menghela nafas pelan. Sudah biasa aku merasakan kesakitan ini..

“Jeongmal? Sepertinya kau benar-benar populer” Gumam Yeoja itu dengan wajah berbinar lalu tersenyum pada Sehun dan Sehun membalas senyumnya dengan lembut (?) Sehun tidak pernah tersenyum selembut itu padaku😦

“Annyeong, aku Kim Hyerin” Ucap Yeoja itu sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum padaku. Aku menyambut uluran tangannya

“Park Jiyeon”

 

 

TBC

 

131 thoughts on “Know Yourself : Why? [ Part 1 ]

  1. jiyeon kasian banget yah
    ceritanya bagus aku suka apalagi castnya bias aku udah deh lope lope banget🙂
    salam kenal aku reader baru
    aku ijin baca ff chap slanjutnya🙂

  2. aaak salam kenal ya thor, yuni imnida. aku readers baru nih.. baru nemu nih ff, eh langsung kepengen banget baca nya. apalagi cast nya Oh Sehun><
    Sehun kok ngaku nya gitu sih didepan Hyerin, jahat banget:( tapi seneng deh sehun kadang so sweet gitu ke Jiyeon:)

  3. Annyeong aku readers baru salam kenal … itu kok sehunnya jahat kasian kan jiyinyaa :’ cantik tapi disuruh jadi cewe kutu buku huft semangat deh buat jiyi/?😄

  4. emm semoga sehun cepet sadar aja ya sama prasaannya sendiri-____- aduuh thehun bikin orang kesel aja deh-_____- dan buat kim hyerin, kamu jangan jadi penghalang plis-____-
    aaaa ga tega sama jiyeon😥

  5. annyeong aku new reader *tebarkiss :*
    uwoaah , aku kirain jiyi emg cupu ternyata …
    ehemehem baca selanjutnya ->

  6. Annyeong thor:-) aku readers baru disini:-)
    salam knal ya..

    kasian banget jiyeon bilang ‘saranghae’ke sehun tapi sehunnya malah kaya gak nanggepin:-(

  7. anyeong thor salam kenal🙂 aku reader baru di sini🙂
    izin baca ne😉
    ………………

    kasihan jiyeon ia di jual oleh appanya hanya karna demi uang😦
    aigoo sehun dari luar terlihat sangat dingin ,kasar,posesif dan cuek tetapi sebenarnya di dalam lubuk hatinya ia adalah seorang pria yg ramah ,lembut dan penyayang🙂

    ceritanya kereenn aku suka apalagi sama karakter sehun di sini🙂

  8. aoooo,,aku reader baru!! aku baru aja tau ff ini beberapa jam yang lalu.. hehehe.. sehun,aku nggak papa sih kalo jadi jiyeon yang penting sama sehun,hahaha!
    bagus thor!keep writing!

  9. sehun kenapa jahat bgt.padahal dia sendiri yg ngk mau jiyeon dekat ma cowo tapi kalau dia yg deket ma cewek ngk apa,egois bgt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s