Say You Love Me Oppa ( Part 4 )

Untitled

Tittle : Say You Love Me Oppa

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad, Romance, Friendship

Type : Chapter

( Main Cast )

-Park Jiyeon

-Choi Minho

 

( Other Cast )

–          All

“ Annyeong ^^ Ini Part selanjutnya dari Say You Love Me Oppa. Mudahan part ini seru kayak part sebelumnya😀 Mian Jika Ffnya tidak seperti yang kalian harapkan. Gomawo ^^”

***

“Mianhae, tetapi bukan Do Yeon” Ucap Minho sambil berjalan kearah Jiyeon dan berlutut didepan Jiyeon sambil menggenggam tangan Jiyeon dengan hangat. Tangan Minho bergerak untuk menghapus air mata Jiyeon, tetapi Jiyeon malah memalingkan wajahnya.

“Aku benar-benar memalukan” Oceh Jiyeon dengan suara kesal sambil menghapus air matanya sendiri. Jiyeon berusaha melepaskan genggaman tangan Minho dari tangannya, tetapi Minho malam mengeratkan genggamannya..

“Lepaskan Oppa.. Aku harus keluar” Jiyeon mencoba menahan isakkannya..

“Dengarkan aku..” Minho memegang pipi Jiyeon dengan kedua tangan lalu mengapitnya. Sekarang, ia dan Jiyeon saling memandang. Terlihat jelas mata Jiyeon yang sudah memerah karena menangis. Jiyeon menutup matanya tidak sanggup menatap mata Minho. Minho mendekatkan wajahnya pada Jiyeon lalu melumat bibir Jiyeon pelan membuat Jiyeon terbelalak kaget. Tangan Minho bergerak untuk menarik tengkuk Jiyeon lalu membelainya pelan..

“Sejak pertama kali eomma mengenalkanmu padaku dan Sulli, aku langsung jatuh hati padamu. Ya, aku merasa bahwa aku sangat gila, bagaimana bisa aku menyukai seorang gadis kecil yang masih berusia 7 Tahun saat itu. Aku benar-benar tidak mengerti dengan perasaanku, aku selalu merasa jantungku berdetak dengan tidak normal bila berada didekatmu. Jadi aku merasa sangat malu jika harus berada didekatmu dan beberapa tahun kemudian kau mengatakan menyukaiku dan kau tahu? Aku merasa sangat terkejut sekaligus senang saat itu, tetapi aku masih belum bisa mempercayai kata-katamu.. kau masih anak kecil saat itu.. Saat kepergianku ke Luar Negeri, aku sangat sedih melihat raut wajahmu yang terlihat sangat-sangat terpukul saat kau dan keluargamu serta keluargaku mengantarku ke Bandara.. Sejak saat itu aku berjanji, setelah aku pulang.. aku akan menjadikanmu milikku”

“Tetapi .. aku masih belum yakin untuk melamarmu saat kau masih belum lulus dari SMA. Aku sangat takut perasaanmu sudah berubah padaku dan aku takut kau menolakku. Jadi aku mengurungkan niatku untuk melamarmu, saat mendengar ada yang melamarmu .. aku merasa duniaku seakan menggelap.. Untung saja saat itu eomma mengatakan sebuah ide yang memang selalu aku tunggu-tunggu muncul dari bibirnya.. dan Aku sangat bahagia saat Yoochun ahjussi mengatakan bahwa itu adalah hal yang bagus. Tetapi lagi-lagi aku membohongi diriku dengan berpura-pura menolak perjodohan itu..”

“Oppa” Jiyeon menatap Minho dengan tangis bahagia.

“Mianhae jika selama ini aku menjadi namja pengecut yang hanya bisa menyakitimu..”

“Oppa Pabo!!” Kesal Jiyeon sambil memukul dada bidang Minho dengan tangis bahagia. Minho memeluk Jiyeon dengan perasaan lega, akhirnya ia bisa mengungkapkan apa yang ada didalam hatinya.

“Jangan pernah dekat dengan namja lain lagi, kau mau aku terkena serang jantung seperti kemarin? Saat namja bernama Lee Taemin itu tiba-tiba menciummu? Aku hampir saja menghajarnya, tetapi aku malah memukul pohon karena tidak ingin menyulut perkelahian..” Jiyeon mengangguk mengerti. Minho mencium kening Jiyeon dengan lembut lalu menatap bibir merah Jiyeon yang selalu membuatnya ingin menyentuh bibir itu. Perlahan Minho melumat bibir Jiyeon dengan penuh perasaan. Jiyeon merasakan darahnya berdesir saat lidah Minho menyapu mulutnya. Lidah Minho menari-nari diatas lidahnya..

Minho menarik lidah Jiyeon dengan lidahnya lalu mengemut lidah Jiyeon layaknya permen membuat Jiyeon tidak dapat menahan desahannyaa..

***

-Makan Malam

 

“Makanlah ini” Minho menyendokkan beberapa lauk pauk untuk Jiyeon membuat Yoona , Siwon, Sulli dan juga Do Yeon menatap Minho dengan tatapan aneh. Sedangkan Jiyeon hanya dapat mengangguk dengan polosnya..

“Gomawo Oppa” Minho mengangguk lalu tersenyum membuat Yoona lagi-lagi menatap Minho dengan tatapan aneh. Kemudian ia tersenyum dengan evil..

“Ehm.. sepertinya ada pasangan baru disini” Sindir Yoona

“Nugu eomma?”Tanya Sulli dengan senyum yang tak kalah evil dari eommanya. Siwon akhirnya mengerti arah pembicaraan Yoona juga ikut tersenyum geli. Minho menjadi salah tingkah dan wajahnya tiba-tiba memerah seperti tomat.

“Oppa ada apa dengan wajahmu” Ejek Sulli

“Ah.. anniyo” Jawab Minho gelagapan. Yoona benar-benar kagum, bagaimana bisa puteranya itu berubah 360 derajat dari biasanya. Minho tidak tersenyum ataupun berbicara panjang lebar dan sekarang Minho menunjukkan sikap gugup yang tidak pernah ia tunjukkan sama sekali sebelumnya.

“Bagaimana bisnismu di Paris?”

“Berjalan lancar Appa, tadi Seunghyun menghubugiku dan mengatakan bahwa pemegang saham menandatangani kontrak dan itu akan sangat menguntungkan untuk kita” Ucap Minho.

“Kau benar-benar cerdas Minho-ah” Puji Do Yeon

“Gomawo Do Yeon-ah” Do Yeon tersenyum pada Minho dengan senyuman mautnya. Tapi hanya ditanggapi oleh wajah datar Minho. Jiyeon terkekeh kecil melihatnya.

‘Aku sudah menang dari awal eonni’ batin Jiyeon senang..

***

Jiyeon terbangun saat mendengar deburan ombak. Ia lalu menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 1 Malam. Karena merasa tidak bisa tidur lagi, Jiyeon memutuskan untuk berjalan-jalan hanya untuk melihat pemandangan pantai dimalam hari. Tetapi ia merasa sedikit takut Jika berjalan seorang diri.. dengan ragu ia mencoba mengetuk kamar Minho yang memang bersebelahan dengan kamarnya..

“Oppa” Jiyeon mengetuk pintu kamar Minho, tidak sampai semenit. Minho muncul dengan melalap dan rambut yang terlihat acak-acakkan..

“Wae?”

“Aku ingin berjalan-jalan disekitar pantai. Kau mau menemaniku?” Tanya Jiyeon dengan wajah berharap. Minho terlihat berpikir sebentar lalu mengangguk..

“Kau tunggu disini, aku akan mengambil jaket”

Minho dan Jiyeon berjalan dipinggir pantai sambil bergandengan tangan. Minho menguap beberapa kali dan itu membuat Jiyeon merasa sedikit bersalah karena telah membangunkan Minho.

Mereka duduk dipasir , jiyeon memasukkan tangannya kedalam kantung jaket Minho lalu meletakkan kepalanya pada pundak namja itu.

“Oppa, aku baru tahu kau memiliki pulau pribadi seindah ini.. mengapa kau membuatnya menjadi tempat wisata?”

“Sangat disayangkan jika pulau ini ditelantarkan. Kau tahu sendiri bahwa aku adalah namja yang sangat sibuk jadi aku tidak akan terlalu mengurusi pulau ini. Jadi aku merasa apa salahnya jika berbagi keindahan pulau ini pada orang-orang” Jawab Minho. Jiyeon mengangguk pelan.

“Oppa, Mengapa kau malah menyukaiku? Bukan Do Yeon eonni? Bukankah ia cantik dan mempunyai tubuh yang indah , dan juga yeoja yang cocok menjadi sosok seorang ibu.. bukankah-“

“Kau lebih cantik darinya, kau lebih baik darinya dan kau adalah sosok ibu yang terbaik untuk anak-anak kita kelak. Dan juga tubuhmu lebih indah dibandingkan tubuhnya” Pipi Jiyeon merona merah mendengar penuturan Minho. Ia tersenyum malu, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Minho bisa mengatakan kata-kata seperti itu.

“Kau tahu bukan bahwa aku bukanlah namja yang romantis seperti appaku , tetapi satu hal yang harus kau tahu.. aku mencintaimu.. “

“Aku kira ucapanmu saat kau mabuk itu hanya bohongan”

“Apakah saat mabuk aku melakukan hal aneh?”Kaget Minho.. Jiyeon mengangguk dengan wajah malu.

“Kau menciumku lalu kau mengatakan ‘ Aku mencintaimu Yeon-ah’ aku sempat mengira yeon adalah Do Yeon eonni karena selama ini kau bersikap sangat baik padanya Oppa” Ucap Jiyeon. Minho tersenyum lalu memeluk tubuh Jiyeon erat..

“Aku berhutang budi padanya Jiyeon-ah, Do Yeon pernah menyelamatkan nyawa ku” Ucap Minho membuat Jiyeon langsung menatap Minho.

“Menyelamatkan nyawa mu Oppa??”

***

( Jiyeon Pov )

“Menyelamatkan nyawa mu Oppa?”

“Kau ingat? 5 Tahun yang lalu saat eommaku mengajak kita untuk berlibur ke Busan? Bukankah kau ada disana saat kejadian itu terjadi..? Saat dimana aku hampir tenggelam karena mengambil bonekamu yang terlempar karena ulahmu” Ucap Minho Oppa , aku tidak pernah melupakan kejadian it dan karena kejadian itu aku benar-benar tidak bisa melupakan Minho Oppa..

“Bukankah saat itu Do Yeon yang menyelamatkanku? Ia yeoja yang menarikku ke daratan dan eomma juga mengatakan bahwa ia melihat Do Yeon yang berada didekatku dengan keadaan basah kuyup “ Tidak, bukan Do Yeon eonni yang menyelamatkan Minho Oppa saat itu. Tetapi..

*Flashback Pov*

Jiyeon dengan kesal dan cemberut mengikuti Do Yeon dan Minho yang berjalan kearah hutan untuk menikmati udara segar. Tangan kanan Jiyeon memeluk boneka beruangnya sedangkan tangan kirinya digunakannya untuk menggenggam tangan Minho karena Minho mengatakan ia takut Jiyeon tiba-tiba terpisah dari mereka.

Sepanjang perjalanan, Do Yeon dan Minho terus mengobrol tanpa memperdulikannya. Karena ia kesal, Jiyeon tanpa sengaja melempar boneka kesayangannya kearah danau..

“Omo! Boneka ku” Jiyeon hendak menceburkan diri tetapi Minho menahannya. Jiyeon menangis sambil menunjuk bonekanya..

“Itu adalah hadiah terakhir sebelum Halmeoni meninggal , otthokae? Aku menghilangkannya” Tangis Jiyeon

“Aku harus mengambilnya”

Minho menahan tangan Jiyeon..

“Jangan, aku yang akan mengambilnya.. berbahaya untukmu lagipula bukankah kau masih belum bisa berenang?”

“Jangan Oppa.. biar aku saja yang mengambilnya” Ucap Jiyeon dengan putus asa..

“Do Yeon-ah, tahan Jiyeon”

Minho menceburkan dirinya, saat ia bisa meraih boneka itu tiba-tiba saja kakinya keram membuat Minho tenggelam . Jiyeon dan Do Yeon terkejut..

“Tolong”

“Kakiku keram”

“Eonni selamatkan Minho Oppa”

“Aku takut, aku tidak bisa berenang” Tolak Do Yeon.

“Ayo eonni”

“Shireo!!”

Karena panik melihat Minho yang sudah tidak sadarkan diri. Jiyeon dengan tubuh kecilnya menceburkan dirinya, untung saja appanya sempat mengajarkannya sedikit tentang berenang. Jiyeon berhasil menggapai tubuh Minho lalu berusaha menariknya dengan bersusah payah dan akhir ia berhasil membawa Minho. Tetapi tiba-tiba Do Yeon datang dan mendorong tubuhnya lalu menepuk pipi Minho..

Yoona datang dari arah belakang..

“omo apa yang terjadi”

“Minho Oppa tenggelam ahjumma karena mengambil boneka ku” Jawab Jiyeon

“Dan aku-“

“Aku menyelamatkan Minho .. “ Ucap Do Yeon . Jiyeon baru sadar bahwa sekarang tubuh Do Yeon juga basah. Jiyeon menatap Do Yeon dengan wajah bingung, bukankah tadi Do Yeon tidak ikut menolong? Akhirnya Jiyeon mengerti..

‘Do Yeon eonni’ batin Jiyeon

*Flashback Off*

“Jiyeon-ah Gwenchana?” Minho Oppa menepuk pundakku membuatku tersadar dari lamunanku. Aku mengangguk pelan..

“Nan Gwenchana Oppa”

***

“Minho-ah, lihat itu.. begitu indah” Do Yeon eonni melingkarkan tangannya ditangan Minho Oppa sambil menyandarkan kepalanya dipundak Minho Oppa. Aish!! Do Yeon eonni benar-benar centil. Aku mencoba mengalihkan perhatianku pada bunga-bunga yang tumbuh dipadang rumput luas ini.

Minho oppa sangat beruntung mempunyai sebuah pulau seindah dan seluas ini. Pulau ini sepertinya banyak mendatangkan keuntungan.

Aku berjalan disamping Yoona ahjumma dan Sulli berjalan disamping siwon ahjussi dan Minho Oppa dan do Yeon eonni berjalan didepan kami. Aku benar-benar merasa akan terbakar. Minho Oppa hanya milikku..

“ya! Mengapa kau malah menggandeng tangan Do Yeon bukan Jiyeon??” Omel Yoona ahjumma tiba-tiba sambil menjitak kepala Minho Oppa membuat Minho Oppa meringis pelan. Aku hanya dapat tersenyum geli melihat Yoona ahjumma mengomeli Minho Oppa.

“Bukankah Jiyeon mempunyai kaki? Mengapa aku harus menggandengnya” Ucap Minho Oppa dengan nada kesal.

“Do Yeon juga mempunyai kaki, tetapi mengapa kau menggandengnya” Marah Yoona ahjumma sambil menjitak kepala Minho Oppa sekali lagi.

“Mianhae ahjumma, kaki ku tanpa sengaja menginjak pecahan kaca semalam.. jadi aku- “

“Arraseo..arraseo.. Kajja Jiyeon-ah, sebaiknya kita pergi ke Pantai saja” Yoona ahjumma menarik tanganku menjauh membuat mereka menatap kami.

“Yeobo? Apa yang kalian akan lakukan dipantai?” Teriak Siwon ahjussi membuat Yoona ahjumma menghentikan langkahnya

“Anniyo.. aku hanya ingin memperkenalkan Jiyeon dengan para namja yang tadi menatap Jiyeon dengan terpesona. Mungkin Jiyeon akan terpikat pada salah satu dari mereka. Aku yakin jika Jiyeon menikah dengan salah satu namja tampan yang ada disana, anaknya akan sangat tampan” Celetuk Yoona ahjumma membuatku langsung menatap Yoona ahjumma dengan wajah bingung.

“Mwo? bukankah Minho-“

“Anniyo siapa bilang? Apa salahnya? Bukankah Minho belum bertunangan dengan Jiyeon ? Lagipula Minho juga sepertinya masih mengacuhkan Jiyeon, aku malah berpikir Minho menyukai do Yeon? Yak!! Choi Minho mengapa kau tidak Menikahi Do Yeon saja?? Kau sepertinya menyukainya..” Yoona ahjumma sepertinya sedang memanas-manasi Minho Oppa. Aku memutuskan untuk tetap diam.

“eomma” Ucap Minho Oppa dengan nada datar.

“wae?”

“Aku hanya menganggap Do Yeon sebagai sodara”

“Lalu kau menganggap Jiyeon apa?”

“Dongsaengku”

“Mwoo!! Dongsaeng!!”  Aku menatap Minho Oppa dengan tatapan sedih. Jadi selama ini aku hanya dianggap dongsaeng setelah apa yang terjadi? Aku menghela nafas kecewa. Aku berbalik dan berjalan pergi..

“Jiyeon-ah kau mau kemana?” Sulli berjalan mengejarku..

***

“Hikzz…Hikzz… Minho Oppa pabo..” Aku terus mengutuk Minho Oppa. Bagaimana bisa ia berkata seperti itu lagi setelah apa yang terjadi.

“Aigo Jiyeon-ah, aku yakin Minho Oppa tidak bermaksud begitu..”

“Tetapi tetap saja, huaa.. benar-benar kejam” Aku mendengar sulli menghela nafas lalu menepuk pundakku dengan lembut.

“Sudahlah”

“Lihat! Ia lebih mementingkan Do Yeon eonni dibandingkan diriku. Seharusnya ia mengejarku saat ini dan meminta maaf, tetapi apa? Ia malah tidak mengejarku dan ia malah bersama do yeon eonni”

“Minho Oppa memang sangat susah ditebak bukan?”

“Kau benar .. Huaa..” Sulli menatapku dengan prihatin. Semoga saja besok mataku tidak bengkak.

“Sebaiknya kau keluar Sulli-ah, dan aku mohon jika bisa saat makan malam nanti kau membawakan makanan ke kamarku. Aku masih belum ingin bertemu dengan Minho Oppa..”

“Arraseo..” Sulli tersenyum lalu berjalan keluar dari kamarku.

***

( Author Pov )

“Dimana Jiyeon”

“Ia bilang ia tidak enak badan eomma, aku sudah mengantarkan makan malam untuknya”   Jawab Sulli sambil menyendok beberapa lauk pauk. Terdengar helaan nafas Yoona. Sedangkan Minho hanya diam dan terlihat seakan tidak perduli.

“Apakah karena kejadian tadi? Kau benar-benar keterlalu Minho-ah”

“apa yang salah? Bukankah aku menjawab dengan jujur”

“Jangan terus bersikap seperti ini. Eomma tahu bahwa kalian sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Seharusnya kau lebih bisa bersikap lebih baik padanya , bagaimana bisa kau membuatnya melayang lalu kau jatuhkan. Bagi Jiyeon, kau adalah kekasihnya sekarang tetapi semua kandas saat kau bilang kau hanya menganggapnya sebagai dongsaeng”

“Lalu” Minho menjawab dengan wajah datar.

“Hilangkah sifatmu itu. Seperti yang kita tahu, Jiyeon tidak akan bertahan selamanya dengan sikapmu. Eomma hanya tidak ingin kau menyesal suatu saat nanti. Eomma juga tidak ingin melihatmu menangis jika suatu saat Jiyeon akan menikah dengan namja lain karena kebodohanmu..”

“Ia tidak akan menikah dengan siapapun eomma, ia hanya akan menikah denganku”

“Hm.. eomma tahu kau menyayanginya hanya saja kau tidak tahu cara memperlakukannya. Kau adalah namja yang cerdas Choi Minho, seharusnya kau bisa lebih mengerti. Mengapa kau benar-benar bodoh dimasalah Cinta .. ckckckck”

“Lalu apa yang harus ku lakukan eomma” Tanya Minho sambil menatap Yoona membuat semua langsung mengarahkan tatapannya pada Minho. Minho adalah namja yang paling tidak suka jika sudah bertanya. Karena Minho adalah namja yang cerdas, ia tahu semua hal. Tetapi tidak dengan Cinta.

“Bersikap lembut padanya dan buatlah dia merasa bahwa hanya ia yang ada dihatimu. Dan satu hal lagi, jika ada yang bertanya siapa ia untukmu? Kau harus menjawabnya sesuai kata hatimu. Eomma tahu kau hanya mengikuti kata pikiranmu saat kau mengatakan hanya menganggapnya sebagai seorang dongsaeng” Minho mengangguk mengerti sambil memikirkan apa yang yoona katakan

‘Choi Minho Pabo’ rutuknya..

***

Jiyeon terus menggerutu dengan kesal. Sudah hampir larut dan ia masih belum bisa menutup matanya.

“Apa aku harus meminta Minho Oppa untuk mengantarku berjalan-jalan disekitar pantai?”

“Ah.. aku sedang marah padanya..”

Jiyeon menghempaskan tubuhnya keatas ranjang lalu menatap ponselnya. Tepat saat itu ponselnya berdering.

Matanya seketika membulat saat tahu siapa yang mengirimkannya pesan singkat. Jiyeon menatap ponselnya dengan senyum dibibirnya tetapi sedetik kemudian ia menatap ponselnya dengan kesal.

‘Temui aku dipantai’

Jiyeon beranjak lalu mengambil jaket tebalnya. Sebelum itu ia menghela nafas pelan, entah sudah keberapa kalinya ia melakukan hal itu.

Jiyeon terus berjalan , hingga tatapannya mengarah pada seorang namja yang terlihat tengah duduk sendiri sambil menatap pemandangan pantai dimalam hari. Jiyeon menghentikan langkahnya saat tiba-tiba seorang yeoja muncul..

‘Do Yeon eonni’ Batin Jiyeon.

Jiyeon menatap sedih Minho dan Do Yeon yang terlihat mengobrol dengan akrab. Dengan perasaan cemburu, Jiyeon berbalik bermaksud untuk pergi hingga terdengar suara.

“Jiyeon-ah”

Dengan terpaksa Jiyeon membalikkan tubuhnya. Minho dan Do Yeon tengah berjalan  kearahnya.

***

( Minho Pov )

“Jiyeon-ah” Aku memanggilnya. Mengapa Do Yeon harus muncul. Padahal aku hanya ingin bertemu dengan Jiyeon dan membicarakan semuanya. Aku yakin kali ini Gadis Nakal itu salah paham lagi. Salah satu sifat buruknya adalah selalu menyimpulkan sesuatu tanpa bertanya. Itu lah Jiyeon.

“Apa yang ia lakukan disini” Aku mendengar gerutuan Do Yeon.

“Oppa” Jiyeon menyapaku dengan nada suara yang terdengar tidak bersemangat. Aku menggenggam tangannya lalu menariknya pergi hingga sebuah suara menghentikan langkah kami

“Kalian hendak pergi kemana?”

“Aku hanya ingin mengobrol bersama Jiyeon. Bisakah kau kembali ke Penginapan”

“Kau mengusirku” Tanya Do Yeon..

“Anniyo, hanya saja angin malam tidak bagus untuk kesehatan dan kau juga tidak memakai jaket jadi aku sarankan kau untuk kembali ke penginapan”

“Ah Nde.. Kau begitu perhatian padaku”

***

“Mengapa kau tidak mengajak Do Yeon eonni saja Oppa. Kau terlihat nyaman dengannya” Ucap Jiyeon dengan wajah kesalnya. Aku yakin ia cemburu. Aku tersenyum kecil lalu mengelus rambutnya lembut.

“Kau cemburu?”

“Anniyo. Untuk apa aku cemburu ? Bukankah aku hanya ‘Dongsaeng’ bagimu Oppa”

“Aku memang menganggapmu dongsaengku, tetapi aku juga menganggapmu sebagai yeoja yang ku cintai”

“Jeongmalyo Oppa?”

“Mianhae.. eomma benar, aku tidak pernah bisa mengerti bagaimana dirimu dan aku juga tidak pernah berusaha berubah untukmu. Tetapi inilah aku Jiyeon-ah, aku bukanlah namja romantis dan peka tetapi aku benar-benar menyukaimu”

“Oppa” Jiyeon menatapku dengan senyum diwajahnya. Aku membalas senyumnya lalu menariknya kedalam pelukanku sekaligus menghangatkan tubuhnya dari dinginnya malam. Aku benar-benar merasa nyaman dengan memeluk Jiyeon

“Jiyeon-ah”

“Nde Oppa?”

Aku melepaskan pelukannya lalu berlutut didepannya. Aku tersenyum lembut padanya lalu mencium telapak tangannya dengan lembut. Ia menatapku dengan tatapan terkejut sekaligus terharu.

“Oppa”

“Maukah kau bertunangan denganku dan juga mau kah kau menjadi eomma dari anak-anakku dan menjadi isteri yang selalu mencintaiku dan selalu ada disisiku?”

“Oppa.. aku..aku..”

“Nde?” Aku menunggu jawabannya

“aku mau Oppa” Jiyeon langsung berlutut dan memelukku. Kata-kata yang selalu ingin ku ucapkan akhirnya keluar dari bibirku. Benar-benar melegakan.

“Gomawo Jiyeon-ah”

***

( Author Pov )

-2 Bulan Kemudian

 

Jiyeon berjalan dikoridor Universitasnya dengan langkah santai dengan sulli disampingnya. Cincin dengan berlian menghiasinya melingkar dijari manis Jiyeon. Sebulan yang lalu ia telah bertunangan dengan namja yang selama ini ia cintai, Choi Minho.

Belakangan ini Minho sangat sibuk dengan tugas kantornya dan tak jarang ia terlibat pertengkaran kecil dengan Jiyeon karena ia tidak bisa membagi waktu untuk Jiyeon. Jiyeon hanya ingin Minho menunjukkan perhatian yang pernah ia berikan saat mereka dipulau. Sekarang Minho kembali ke sifatnya yang dingin dan mengesalkan.

“Jiyeon-ah, lihatlah namja-namja itu .. mereka memperhatikanmu” Jiyeon mendengus mendengan celetukan sulli. Sejak ia bertunangan dengan Minho, ia memutuskan untuk tinggal di Kediaman Keluarga Choi karena permintaan Yoona. Yoona sepertinya benar-benar menyayangi Jiyeon..

“Aku tidak tertarik dengan mereka”

“Minho Oppa benar-benar sudah mengunci hatimu rupanya” Kekeh Sulli dan dijawab dengan senyum malu oleh Jiyeon.

“Hari ini kau temani aku untuk membeli beberapa sayur”

“Kau dan eomma pasti ingin membuat resep makanan baru” Tebak Sulli

“Nde..” Jawab Jiyeon dengan senyum lebarnya

***

Minho menatap jam ditangannya. Sudah hampir larut malam dan ia masih berkutat dengan berkas-berkas ditangannya. Minho menghela nafas, entah mengapa sekarang pekerjaan kantor begitu melelahkan dan juga membosankan baginya. Padahal dulu ia tidak pernah bosan dan juga ia tidak pernah merasa lelah walaupun harus begadang mengerjakan tugas kantor membuatnya menjadi namja paling disiplin dikantor itu.

Tetapi sekarang? Ia menjadi namja yang suka mendengus dan juga mudah bosan. Penyebab utamanya adalah Jiyeon, yeoja itu membuatnya ingin selalu berada dirumah dan juga Jiyeon selalu muncul setiap saat dipikirannya

“Ya! Gadis Nakal, keluarlah dari pikiranku” Minho memijit keningnya.

Minho berdecak kesal lalu mengambil jaketnya. Ia memutuskan untuk pulang, ia tak akan bisa mengerjakan tugas kantor jika pikirannya melayang kesana kemari. Minho berjalan keluar dari ruangannya.

***

“Oppa kau sudah pulang?” Minho berbalik dan mendapati Jiyeon tengah berdiri dibelakangnya dengan segelas air ditangannya. Minho tersenyum lembut lalu mengangguk dan berjalan kearah Jiyeon.

“Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak menungguku kan?”

“Aku memang sedang menunggumu Oppa” Jawab Jiyeon dengan polos.

“Lain kali kau tidak perlu menungguku. Kau harus tidur , aku tidak suka jika kau tidak tidur hanya karena menungguku. Aku tidak mau tunanganku yang cantik ini sakit hanya karena diriku” Jiyeon bersemu merah. Minho berangkul pundak Jiyeon..

“Oppa temani aku tidur nde”

“Waeyo? Apakah kau bermimpi buruk lagi?”

“Nde Oppa” Jawab Jiyeon dengan wajah kesalnya. Minho mengangguk kecil.

“Aku akan menemanimu..”

“Gomawo Oppa”

Jiyeon melingkarkan tangannya ke tangan Minho dengan mesra.

Jiyeon membuka pintu kamarnya disusul dengan Minho yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah. Ya, sejak mereka bertunangan.. Minho bisa dikatakan sangat sering tidur dikamar Jiyeon karena Jiyeon sering bermimpi hal buruk akhir-akhir ini. Walaupun mereka tidur bersama, Minho tidak pernah sama sekali menyentuh Jiyeon..

Jiyeon tidur sambil memeluk Minho, senyum kecil muncul dibibirnya..

“Oppa.. saranghae”

“Nado Saranghae Gadis Nakal”

Minho mencium kening Jiyeon dengan penuh kasih sayang. Jiyeon sudah menjadi bagian didalam hidupnya, ia tidak akan bisa hidup jika tanpa Jiyeon. Ia mencintai Jiyeon, walaupun kadang Jiyeon sangat menyebalkan baginya. Jiyeon adalah belahan Jiwa nya

***

“Park Jiyeon, mau kah kau menjadi kekasihku” Jiyeon menatap namja didepannya. Sulli yang berdiri disamping Jiyeon hanya dapat menatap Jiyeon menunggu jawaban Jiyeon.

“Daehyun Sunbae.. sebaiknya kau berdiri , sekarang kau menjadi pusat perhatian banyak orang” Jiyeon mencoba menegur namja yang sekarang sedang berlutut didepannya dengan bunga mawar ditangannya. Daehyun seakan tidak perduli, ia terus berlutut berharap Jiyeon menerimanya.

Sulli menatap Daehyun dengan iba dan penuh arti. Daehyun, namja itu adalah namja yang disukai oleh Sulli. Sulli jatuh hati pada pandangan pertama pada Daehyun yang tidak lain adalah Sunbae mereka, saat pertama kali masuk ke Universitas.

“Daehyun Sunbae” Gumam Sulli dengan wajah yang terlihat sedih. Ia menyukai Daehyun tetapi Daehyun malah menyukai Jiyeon. Kadang Sulli merasa sangat iri dengan kecantikan Jiyeon tetapi ia tidak akan membiarkan rasa iri nya membuat persahabatannya dan Jiyeon hancur. Biar bagaimanapun ia sangat menyayangi Jiyeon seperti sodara kandungnya sendiri.

“Mian Sunbae.. kajja sulli.. Minho Oppa mungkin sudah menunggu kita. Bukankah hari ini Minho Oppa berjanji untuk menjemput kita dan makan siang bersama” Jiyeon berusaha menghindar tetapi Daehyun berdiri dan mencengkram lengan jiyeon

“Daehyun Sunbae” Ucap Jiyeon kaget.

Beberapa Mahasiswa terlihat mengerumbungi mereka, membuat Jiyeon menjadi salah tingkah.

“Aku mohon jadilah kekasihku Park Jiyeon. Jebal”

“Sunbae.. aku-“

“Jauhkan tanganmu darinya, yeoja ini adalah tunanganku” Terdengar sebuah suara membuat semua orang menatap kearah Seorang namja dengan jas rapi dan juga wajah yang terlihat sangat tampan. Namja itu menatap Daehyun dengan tatapan menusuk lalu berjalan kearah Daehyun dan Jiyeon. Ia melepaskan genggaman tangan Daehyun dari tangan Jiyeon.

“Minho Oppa” Gumam Sulli.

Terdengar decakan kagum dari beberapa Yeoja. Mereka mengagumi ketampanan Minho.

“Bukankah itu Choi Minho, Pengusaha Muda Kaya Raya?”

“Aku dengar ia adalah Oppa dari Sulli”

“Jiyeon sangat beruntung bisa menjadi tunangannya” Terdengar bisikkan-bisikkan para yeoja. Daehyun menatap Minho dengan tatapan kesal.

“Mian, aku mempunyai urusan dengannya” Daehyun mencoba menggenggam tangan Jiyeon tetapi dengan segera Minho menepisnya. Minho menatap Daehyun dengan tatapan membunuh lalu berkata..

“Jika kau berani menyentuhnya, akan ku bunuh kau!” Daehyun seketika terdiam kaku. Minho menarik tangan Jiyeon diikuti dengan Sulli yang terlihat menatap Daehyun dengan Iba.

‘Daehyun Sunbae’ Gumam Sulli dengan sedih..

***

“Oppa, kau tidak seharusnya mengucapkan hal itu pada Daehyun Sunbae” Protes Jiyeon. Minho hanya diam dan terlihat mencoba untuk fokus menyetir. Jiyeon merasa tidak enak pada Daehyun, biar bagaimanapun Daehyun adalah namja yang baik. Jiyeon juga merasa tidak enak dengan Sulli, ia tahu bahwa Sulli sangat menyukai Daehyun tetapi namja itu malah menyatakan perasaan padanya.

“Aku tidak akan tinggal diam jika ada namja yang berani mendekatimu”

“Tetapi Oppa, aku baru sekali mendengarmu mengancam orang seperti itu” Ucap Sulli yang mulai pulih dari keterkejutannya. Jiyeon menatap Minho dengan tatapan polosnya.

“Mengancam bagaimana?”

“Mengancam ingin membunuh. Kau hanya bercanda kan Oppa?”

“Kau tahu bukan? Aku tidak pernah bercanda dengan ucapanku. Lagipula jika Jiyeon berani meninggalkanku atau berselingkuh, aku akan melakukan hal yang tak pernah ia bayangkan. Karena hanya aku yang pantas untuknya, tidak ada namja lain yang lebih pantas dari diriku untuk Jiyeon” Ucapan Minho membuat Sulli dan Jiyeon bergidik ngeri.

“Ckckck.. kau berubah menjadi namja yang mengerikan Oppa” Komentar Sulli, Minho tersenyum.

“Begitulah aku, aku akan jadi sangat mengerikan jika sesuatu yang sudah menjadi milikku diambil oleh orang lain. Begitu juga dengan Jiyeon, jiyeon adalah yeoja yang sudah lama ku cintai dan jika ia berkhianat .. aku tidak akan tinggal diam.. ini bukan hanya sekedar ancaman” Jiyeon menjadi sedikit ketakutan mendengar ancaman Minho yang terdengar serius

“kau dalam bahaya Ji” Ucap Sulli sedikit berbisik..

***

( Sulli Pov )

Aku duduk sambil melamun. Begitu menyakitkan saat melihat Daehyun Oppa menyatakan perasaan pada Jiyeon. Aku benar-benar menyukai Daehyun Oppa, tetapi ia hanya menganggapku sebagai seorang teman dan sebagai seorang hansaeng..

Aku membuka ponselku, tidak ada pesan dari siapapun. Selalu aku yang lebih dulu menghubungi Daehyun Oppa.. jika ia menghubungiku lebih dulu, berarti ia menanyakan tentang Jiyeon.

Terdengar suara angin berhembus. Aku keluar dan berdiri dibalkon kamarku sambil memeluk boneka teddy bearku. Tatapanku tertuju kearah taman, disana Minho Oppa dan Jiyeon terlihat terlibat pertengkaran kecil.

Begitulah mereka, selalu bertengkar setiap saat. Sekarang, Minho Oppa menjadi namja yang lebih terbuka dan Minho Oppa juga mulai menampilkan sifat aslinya. Minho Oppa mempunyai sifat yang sangat menyebalkan menurutku. Bagaimana bisa Jiyeon menyukai Minho Oppa yang mempunyai rasa cemburu yang tinggi.. keke😀 Mudahan saja aku tidak mendapatkan namja seperti Minho Oppa.. tetapi biarpun begitu, Minho Oppa adalah Oppa terbaik dihidupku.

***

( Jiyeon Pov )

“Kau harus mempunyai dua pengawal…”

“Oppa” Aku berusaha protes tetapi Minho Oppa langsung menatapku dengan tatapan tajam.

“Aku akan membayar Bodyguard untukmu”

“Aku tahu kau cemburu Oppa. Tetapi rasa cemburumu terlalu berlebihan, kami hanya teman. Percayalah” Aku memohon padanya. Sekarang Minho Oppa menjadi terlalu Overprotektif terhadapku. Aku menghela nafas pelan.

“Apakah sekarang kau sudah berpindah kelain hati? Karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaan kantorku? Bukankah kita sudah membahasnya kemarin dan kau bilang kau dapat mengerti..” Minho Oppa sepertinya benar-benar kesal padaku.

“Katakan sejujurnya! Siapa namja yang kau sukai sekarang” Minho Oppa mencengkram bahuku tetapi tidak terlalu keras. Ia masih bisa mengendalikan emosinya sedikit, semarah apapun Minho Oppa.. ia tidak pernah menyakitiku..

“Kau tahu Oppa? Namja yang ku Cintai dan ku sukai adalah kata awal dari kalimat ini” Aku berjalan mendekatkan jarakku dengannya lalu menatap matanya. Mata yang terlihat sangat indah dan juga tegas. Tetapi kadang mata ini bisa menjadi sangat mengerikan dan membuatku merasa ketakutan. Tetapi aku sangat bahagia bisa mengetahui dan bisa mengubahnya, setidaknya ia bukan namja berhati es lagi.

Aku menarik tengkuk Minho Oppa dan mencium bibir Minho Oppa. Aku mencium bibirnya dengan penuh perasaan, berharap ciuman ini bisa mengatakan bahwa ia sangat-sangat berarti bagiku. Minho Oppa menarikku kedalam pelukannya, bibirnya masih bertautan dengan bibirku. Minho Oppa benar-benar namja yang susah ditebak. Kadang ia menjadi dingin, kadang ia menjadi sangat menyeramkan dan kadang ia menjadi namja yang benar-benar baik.

“Oppa, ternyata kau bisa berubah sangat menyeramkan jika cemburu” Ucapku setelah kami melepaskan ciuman kami. Minho Oppa tersenyum dengan amat manis membuatku sangat terpesona.

“aku hanya tidak ingin kehilanganmu”

“Aku tidak akan berpaling oppa. Kau tidak perlu khawatir karena hatiku sudah terikat padamu” Aku memeluknya dengan erat.

***

“Annyeong” Aku menghela nafas kesal saat melihat kemunculan Do Yeon eonni. Ia benar-benar tidak menyerah mendapatkan Minho Oppa -_- Apakah ia lupa bahwa Minho Oppa sudah memilihku. Menyebalkan..

Aku tersenyum dengan kaku padanya. Aku ingin segera lulus dari Universitas lalu bekerja dikantor yang sama dengan Minho Oppa. Sungguh Sial, Do yeon eonni mengapa harus bekerja dikantor yang sama dengan Minho Oppa? Aish!

“Ah, rupanya kau ada disini” Ucap Do Yeon eonni. Aku mengangguk kecil.

Do Yeon eonni berjalan kearah Minho Oppa yang sedang sibuk berkutat dengan berkas-berkas didepannya. Ya, hari ini aku tidak ada mata kuliah dan akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke kantor Minho Oppa. Untuk mengajaknya makan siang bersama. Tetapi Minho Oppa malah mengacuhkanku karena terlalu terfokus dengan kekasihnya, berkas-berkas itu!

“Minho-ah, ini adalah Desain baru yang telah ku buat? Otte” Minho Oppa langsung mengalihkan tatapannya lalu mengambil buku desain yang berada ditangan Do Yeon eonni. Minho Oppa terlihat mengangguk..

“Kau memang selalu jenius dalam menentukan Desain yang cocok. Perusahaan ini sangat beruntung memilikimu. Aku dengar, desain terakhirmu membawa keuntungan besar bagi perusahaan . jadi aku akan mengabulkan satu permintaanmu, karena desain yang kau buat membuatku mendapat keuntungan besar..” Ucap Minho Oppa berbicara panjang lebar.

Aigoo menyebalkan! Sedari tadi aku mengajaknya berbicara dan jawabannya hanya “ Nde” , “Arraseo”, dan ketika Do yeon eonni mengajaknya berbicara, Minho Oppa malah berbicara panjang lebar dan memberi Do Yeon eonni sebuah kesempatan untuk mengabulkan keinginan Do Yeon eonni. Minho Oppa benar-benar menyebalkan. Sebenarnya ia menyukaiku atau tidak !! Aish!!

“Aku ingin..”

“Oppa” Aku memotong ucapan Do Yeon eonni

“Kau mau apa?” Minho Oppa mengacuhkan panggilanku. Ya! Minho Oppa kau benar-benar namja menyebalkan! Namja tidak berperasaan dan namja dingin! Bagaimana bisa kau mempunyai kepribadian yang berubah-ubah!

“Aku ingin makan malam bersamamu” Ucap Do Yeon eonni dengan malu-malu. Mwo! Makan malam bersama Minho Oppa!! Itu berarti mereka akan berkencan.. Aku harus ikut!!

“Arraseo..”

“Oppa aku ikut”

“Aku akan menjemputmu jam 8 malam ini..”

“Oppa!!” Aku tetap diacuhkan

“Arraseo” Do Yeon eonni tersenyum dengan senang lalu menatapku dengan wajah penuh kemenangan. Minho Oppa menyebalkan!! Bagaimana bisa ia memperlakukanku seperti ini! Aish!! Jika saja Minho Oppa tahu bahwa Do yeon eonni tidak pernah menyelamatkan nyawanya. Aish!! Aku yang menyelamatkanmu Oppa, bukan Do Yeon eonni!!

***

( Author Pov )

“Jiyeon, ini hanya makan malam biasa. Bagaimana pun ia berjasa , ia membuat perusahaan mendapat keuntungan yang sangat besar dan aku merasa berutang budi padanya. Kau harus mengerti”

“Tetapi tetap saja kalian berkencan” Minho menghela nafas karena kecemburuan Jiyeon, ya walaupun ia juga sering bersikap seperti itu jika Jiyeon berada didekat Namja-namja yang memang Chingu dari Jiyeon.

“Kau tidak perlu cemburu, Do yeon sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri. Aku tidak mungkin memilihnya karena aku sudah memilikimu”

“Aku harus ikut”

“Tetapi aku merasa tidak enak dengan Do Yeon, ia hanya meminta makan malam denganku. Aku mohon kali ini kau mengerti”

“Berutang budi? Apakah Oppa masih merasa tidak enak dan merasa berutang budi karena ia menyelamatkan nyawa mu Oppa? Apa arti semua itu? Itu tidak berarti karena- ”

“Itu berarti! Kau tahu! Karena boneka bodohmu itu aku hampir mati! Kau tahu bahwa kau hampir saja membunuhku , dan untung saja Do yeon ada disana saat itu!! Kau seharusnya juga berterimakasih padanya” Bentak Minho tanpa sadar. Minho langsung terdiam saat melihat raut wajah Jiyeon.

“Arraseo Oppa. Jika memang ia sangat berjasa dikehidupanmu. Makan malam saja dengannya, jangan perdulikan aku! Aku memang tidak berguna! Aku memang jahat karena sudah membuat kau hampir terbunuh saat itu! Tetapi mengapa saat itu kau mau mengambilkan boneka itu!! “ Jiyeon berlari pergi. Minho menghela nafas pelan, pertengkaran sangat sering terjadi diantara mereka dan baru kali ini ia membentak Jiyeon. Tetapi menurut Minho, Jiyeon terlalu egois. Seharusnya Jiyeon dapat mengerti bagaimana Minho sangat berterimakasih pada Do Yeon karena telah menyelamatkan nyawanya.

TBC

Otte ? Gak Jelas kah? -_- Mianhae, Otak Author lagi gak bekerja dengan baik. Keke😀 Mohon Komentar dan Saran.a Gomawo ^^

70 thoughts on “Say You Love Me Oppa ( Part 4 )

  1. pabo minho..😡
    dijamin bakal nyesel klo tau kebenarannya..
    minho jgn kaya punya kebribadian ganda dong,, gx mau jiyi dideketin namja laen tp minho sndri kaya gitu..
    jiy.. jangan ‘terlalu’ mencintai seseorang,, klo kau sakit krnanya pasti rasanya akan amat sangat menyakitkan #halah bahasa ku
    bela eonnie, jangan bikin jiyi terlalu cinta ma minho dong, perlakuan minho yg gx ngenakin bikin aku nyesek.. di ff ini jd sebel ma minho
    Ok😀
    Ditunggu lanjutannya🙂
    jangan lama” yach😉

  2. Akhirnya nyatu jiga minji
    Tp tu doyeon msi blm nyerah aja
    Aduh doyeon itu licik banget ya. .mana minhonya juga g sensitif juga ama perasaan cewek
    Emang si orang berubah g bisa langsung
    Utang budi tp jg g segitunya juga kali ya.
    Minhoo km kok bentak jiyi si. Cewek plg g suka dibentak tau
    Haduuuuuh thor jd tambah penasaran
    G sabar pengen baca lanjutannya moga uda ad pencerahan d hubungan mereka
    Xoxo

  3. yeayyy akhirnya minho ngakuin kalau suka sama jiyeon.
    senengnyaa.
    romantis jg sih si minjiii..
    haduhh knp jiyeon gak crita jujur aja sih klau dulu dy yg nyelamatin minho..
    kasian jiyii yaahh lama2, kalau do yeon nempel truss sama minho.
    next chapter..
    author fighting ^ ^

  4. Senengnya minho nyatain perasaan nya sama jiyeon,.. Fuffuu😀
    tpi, kesel banget waktu minho malah ngotot bilang doyeon yg jadi penyelamatnya padahal tu cewe’ bohong,.. Sabar dlu aja jiyeon eonnie, nanti minho oppa pasti tau dan sadar,…🙂
    next part ditunggu eon…

  5. Aigo aigo. .
    Baru tau kalo minho oppa itu overprotectif banget. .
    Kira2 dipart 5 bakalan ketahuan gak ya kalo jiyeon yg udah nolongin minho oppa ??
    Eonni, di next partnya buat jiyeon eonni agak cuekan dong ama minho oppa, .
    Suka bgt kalo liat minho oppa frustasi, hehe. .
    Eonni, daebak. .
    Next part jangan lama2 yaa. .

  6. ckck~~ minho oppa jahatt T,T engga mikirin perasaan jiyeon apahh,, bisa”nya dia ngomong begitu,u eonnie bikin minho nyesel se nyesel-nyeselnyaa yaa aku gregetann sama diaaa errr~~~
    ditunggu kelanjutannya eonnie author^^)/

  7. Aigo minho pabo bentak2 jiyi.. Ckck.. Ga peka,cuekin jiyi!! Ah mending jiyi sm namja lain sj!! Makan itu doyeon, yeoja ular.. Pdhl yg selamatin dy jiyi, n bener kt jiyi dy yg ngotot ambil boneka knp mlh bentak2jiyi? Pabo

  8. akhr ny jiyeon jdian jga sma minho, tp ttp aja doyeon ga brhenti buat dketin minho…penasran bnget sm lanjutn ny next thor

  9. ishh .. minho msh aj nganggep do yeon .. dia aj overprotektif ma jiyi tp knp wkt jiyi nglarang dianya mlah ngotot.. mnyebalkan.. dicuekin jiyi bru tau rasa..

  10. , mf thor bru komen
    , tp asli ini ff dr awal bkin akk greget ma minho
    , tp di part ini minhonya dah agak berubah jd dah agak suka ma minho
    , semangatt yya thor ,, semua ffmu DAEEEEBAAAAKK

  11. minho pabo. kenapa si harus bentak jiyeon padahal jiyeon udah mau jelasin kalau yg nolong sebernernya jiyeon.
    eonni cepet di post ya….

  12. Duh minho kl tau kenyataanya pasti dia akan menyesal ,, bahwa yg menyelamatkan minho dulu jiyeon ,,
    gmn reaksi minho kl tau yh ,, ^^

  13. Minho tega bener bentak jiyeon,
    padahal minho aja yang gak tahu kalau yg nyelamet’in dia jiyeon bukan doyeon,
    gedeg amat aq ma doyeon yg sok kecentilan,

  14. minho trnyata jatuh cinta pd pndangan prtama ma anak kecil brumur 7 thun jiyeon .. hahs
    minho sgitunya mau ngmbil boneka jiyeon eh tp malah jiyeon jg yg nolongin minho . tp doyeon bner2 ngmbil kesempatan dlm kesempitan ckck
    tuh minho bkal nyesel deh .. next thor ya😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s