[ One Shoot ] Marriage Parent

IMG_20140420_210632

Tittle : Marriage Parent

Author : Park Shin Ji

Genre : Friendship, Romance

Type : One Shoot

Rating : General

Poster : Shin Ji Art

 

Main Cast :

–          Park Jiyeon

–          Choi Minho

–          Choi Sulli

Support Cast :

–          Other

 

“Annyeong, ini adalah ff pertamaku. Semoga kalia suka para readers, mian jika tidak nyambung.  Maklum inikan ff pertamaku, Mohon Kritik dan Saran-Nya Nde ^^ Gomawo

Happy Reading and Keep RCL :) 

 

 

*******************

Jiyeon pov

 Hari ini aku sudah tiba di Seoul, Korea Selatan. Aku baru tiba di Bandara Seoul Airport, beberapa minggu lalu aku liburan semester pertama kelas tiga untuk SMA, aku sebentar lagi lulus SMA. Dengan adanya liburan ini aku memanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mengunjungi eomma dan appa di Tokyo, Jepang, dan kembali saat mendekati akhir liburan.

Appaku, Park Yoochun adalah seorang pegusaha yang sangat sukses di Tokyo dan oemma, Park Tae hee sorang pengacara yang lumayan sukses, oleh karena itu appa dan oemma tak di Korea karena disini mereka tak sesukses di Jepang.

Aku di Korea bersama dengan ahjussiku Park Junsu dan anaknya Sulli, aku bersekolah yang ditempat yang sama dengan sulli. Ahjussiku, appa sulli adalah seorang Kepala sekolah disekolahku. Meskipun begitu aku dan sulli tetaplah harus berusaha untuk mendapatkan nilai tanpa cara instan, karena ahjussi junsu merupakan orang yang memiliki sifat disiplin, dingin, ketat, dan tak pilih kasih.

Menurutnya semuanya sama dimatanya, tanpa melihat dia anak orang kaya atau miskin, itulah ahjussi junsu. Ia memperlakukan ku sama seperti sulli anaknya.

Tak serasa dua minggu liburan sudah berakhir. Tak terasa kalau kita menjalani dengan senang hati, besok hari aku harus bersekolah kembali.

***

KRIINGG..

Suara jam alarm yang membuatku terkejut dan bangun seketika, dan melihat kearah jam. Dengan kepala tertunduk dan mata yang masih ngantuk aku berjalan dengan perlahan menuju kamar mandi, aku mencuci mukaku dan mandi.

Aku dari lantai atas melewati tangga lalu menuju kedapur, aku melihat ahjussi yang duduk di meja makan bersama sulli dan tersenyum melihat kearah dengan terpaksa aku memasang wajah tersenyum lalu duduk disebelah sulli.

“Morning jiyeon-nnie” Ucap sulli dengan wajah tersenyum manis menatapku. Aku menatap dengan tatapan malas.

“Ne, morning” ucapku malas. Ahjussi melihatku dengan tatapan aneh lalu tersenyum, ia melihat jam di tangannya.

“Aigoo.. kita telat!” teriaknya yang membuat mataku langsung terbelalak.

“Kalian makanlah dulu, aku keatas dan mengambil berkas sekolah.” Aku dan sulli mengangguk tanda mengerti, ahjussi hanya tersenyum lalu berlalu.

“Ne, jiyeon-nnie kenapa kamu tidak makan?. Kamu ingin bawa bekalnya?” tanya kepada ku lalu tersenyum manis. Aku hanya mengangguk, sulli memberikan tempat bekal. Satu-persatu aku memberikan selai dan ceres pada roti ku lalu memasukkan nya ketempat bekal.

Ahjussi turun dengan meneteng tas hitam berisi berkas-berkas penting lalu menuju keluar. Aku dan sulli mengikuti ahjussi berjalan kegarasi lalu masuk kemobil, ahjussi pun mengeluarkan mobil nya dan menggas mobilnya dengan kecepatan normal.

Jiyeon pov end

Author Pov

Jiyeon pun akhirnya sampai di depan gerbang sekolah nya, jiyeon dan sulli keluar dari mobil lalu berjalan menuju kelas masing-masing.

Setelah sampai dikelas jiyeon mengambil kotak bekalnya dan mengambil roti yang ada di dalamnya. Belum saja jiyeon mengambil bekalnya, tiba-tiba minho mengebrak meja nya dengan tatapan sinis dan senyum semirik terpampang dibibir nya.

“Wae?,” tanya jiyeon tanpa menatap minho.

“Kamu sudah tahu keinginanku, kan? Ini ada banyak pr yang belum kukerjakan. Aku meminta kamu untuk menyelesaikan nya hari senin lusa.” Jawab minho sambail menyerakan tumpukun buku lalu berlalu.

“Aiiissshhh.. ini pemerasan otak nama nya!” kesalk jiyeon sambil mengacak-acak rambutnya sendiri dan menundukkan kepalanya kemeja.

Ini karena kesalahan jiyeon juga, karena telah mempermalukan jiyeon didepan banyak orang.

Flashback on

Minho datang dengan gerombolan temannya duduk disebelah jiyeon, tanpa sadar jiyeon tetap melanjutkan makannya.

“Ne, coba kalian lihat? Dia cantik juga ya?” tanya minho keteman-temannya, mereka hanya mengangguk dan sambil tersenyum-senyum melihat jiyeon. Jiyeon tak sama sekali merespons mereka.

“Ku dengar kamu adalah keponakan kepala sekolah?, wah.. enak dong, bisa bolos terus tanpa mengkhawatirkan tentang kehadiran kelas dan nilai. Hahahaha!!” minho tertawa beserta teman-temannya. Jiyeon tetap tidak merespons dan diam.

“Yak!!, kamu menganggap kami yang berbicara ini patung ya!. Kami disini sedang membicarakan kamu!” teriak minho yang sudah membuat jiyeon geram.

Sontak jiyeon berdiri dan mengambil minumannya lalu menyiram minuman keatas kepala minho, mereka yang berada dikantin sontak kaget melihat yang dilakukan jiyeon. Teman-teman minho hanya terdiam dan berani berbicara.

“Ne, jangan sok seenaknya apalagi disekolah. Meskipun aku ini keponakan ahjussi junsu, kepala sekolah kita. Aku tetap harus belajar demi mendapatkan nilai bagus, tak memikirkan cara yang instan seperti pikiranmu!” ucap jiyeon, lalu pergi menuju kelasnya.

“Aaaiiiissshhh!!!!… dasar sialan!, berani sekali kamu memperlakukan aku seperti ini. Lihatlah akan kubuat kau minta maaf denganku!.” Tekad minho sambil berteriak sehingga jiyeon mendengarnya.

“Mwo?, Lakukan saja apa yang kamu mau.” Ucap jiyeon.

*****

“Ji, kenapa kamu bisa berkelahi dengan minho. Minho itu sudah berkuasa disini, jangan sekali-kali kamu melawannya berseta teman-temannya. Jika tidak kamu dalam bahaya besar.” Saran sully.

“Untuk apa aku takut?” tanya jiyeon sambil mengerutkan keningnya. Jiyeon mulai ragu dengan kata-katanya tadi.

Besok paginya..

Akhirnya mereka turun dari mobil, belum juga jiyeon berjalan sampai tempat duduknya ketika jiyeon hendak membuka pintu, tiba-tiba ada guyuran air dari atas sehingga jiyeon basah kuyup. Jiyeon menatap minho yang duduk dibelakang, mereka tertawa terbahak-bahak melihat jiyeon basah kuyup.

“Ne, jiyeon-nnie. Kamu belum mandi? Sini kumandikan. Hahahaha!!” tawa mereka lagi.

“Mwo? Belum mandi?” ucap jiyeon kebingungan. Tanpa pikir panjang jiyeon menuju tempat duduknya, dan mengambil plastik yang ada di dalam tas nya lalu keluar menuju toilet wanita.

*****

“Dasar namja gila, apa dia tidak mencium bau shampoo dan sabunku?” omel jiyeon didalam toilet.

Tap,,tap,,tap,, suara sepatu seseorang berjalan mengarah kedepan pintu toilet yang jiyeon masuki. Dengan cepat jiyeon mengganti bajunya, langsung membereskan semuanya.

Ketika hendak membuka pintu toilet alangkah terkejut nya jiyeon.

“Namja gila!!, apa yang kau lakukan didepan pintu toilet wanita??” ucap jiyeon terkaget-kaget melihat minho sudah berada didepan pintu toilet.

“….”minho hanya diam menatap jiyeon.

“Yak!, kau kenapa?” tanya jiyeon mulai ketakutan, melihat tatapan minho yang seperti ingin memakan jiyeon, jiyeon seperti mengingat sesuatu.

“Aku minta maaf” ujar minho akhirnya berbicara.

“Nde?”

“Aku minta maaf” ulang minho.

“Aku tidak mimpikan?, seorang namja yang berkuasa meminta maaf kepada ku karena telah mengerjaiku?” jiyeon tidakpercaya dengan apa yang minho katakan.

“Ayolah, ucapkan kata ‘Iya, aku memaafkanmu’ apa sulitnya?” rengek minho.

Jiyeon memegang dada bidang minho lalu berlalu.

*****

Minho Pov

“Ayolah, ucapkan kata ‘Iya, aku memaafkanmu’ apa sulitnya?” rengekku dengan jiyeon.

Jiyeon hanya memegang dadaku dan berlalu. Apa maksudnya ini? Aku benar-benar tidak mengerti dengan yeoja itu. Tapi, apa tadi kenapa aku deg deg an disentuh olehnya?,ahh masa bodoh.  Akhirnya aku hanya bisa kembali kekelas dengan gontai.

Pulangsekolah~

“Nde. Kalian pulanglah duluan. Aku ada urusan sebentar.” Ucapku dan langsung berjalan menaiki tangga yang menuju ke atas bagian sekolah.

“Sulli-ah, sulli-ah, kau dimana?” teriakku mencari sulli yeojachinguku. Nde, sulli yeojachinguku. Kami sudah lama menjadi pasangan kekasih sekitar 6bulan yang lalu.

Flashback On

Beberapa hari setelah penerimaan murid baru disekolahku, aku melihat seorang yeoja yang menurutku cantik. Wajah polos, kulit putih dan tinggi. Siapa nama yeoja itu? Apakah dia sudah punya pacar? Aigoo~ aku harus mencari tahu.

Ternyata sulli anak dari kepala sekolah park junsu. Tiba-tiba saja aku merasa jatuh cinta kepada yeoja itu. Tenang saja, aku anak dari tuan Choi kepala yayasan sekolah ini. Untuk apa aku takut ditolak oleh yeoja polo situ? Akhirnya aku memberanikan diri mendekatinya saat dia duduk ditaman sekolah saat isirahat pertama.

“Annyeong, yeoja cantik. Boleh aku duduk disini?” tanya ku dengan memasang wajah handsome.

“Nde, kau boleh duduk disini.” Jawabnya, aigoo.. saat dia tersenyum wajah nya manis sekali.

“Namamu siapa?”

“Nde, Park Sulli imnida”

“Aku Choi Minho, salam kenal yeoja cantik”

“Nde, Choi Minho? Anak kepala yayasan ?” ucapnya terkejut. Aku hanya mengangguk.

Sampai akhirnya kami berkencan dan berpacarn sampai sekarang. Aku bahagia memiliki sully, yeoja yang sangat aku cintai ini.

Flashbacl Off

“Oppa, aku disini” teriak sulli sambil melaimbai tangannya kearahku. Aku berjalan kearah sulli dan duduk disebelahnya.

“Sudah lama menungguku chagi?”

“Nde, aku sudah lama menunggumu. bagaimana, apa jiyeon memaafkanmu?” tanya nya.

“Dia tidak menjawab apa-apa, sulli-ah.” Nde, sulli lah yang meminta ku untuk minta maaf dengan jiyeon. Jika, bukan sulli yang minta mana mungkin aku meminta maaf dengan yeoja aneh itu.

“Aigoo.. jiyeon. Oppa bagaimana kalau kita makan? Aku sudah sangat lapar saat menunggumu” ucap sulli manja sambil mengembungkan pipinya yang chabi.

“Kajja, aku juga sudah sangat lapar” aku menarik tangan sulli dan pergi meninggalkan atap sekolah.

Minho Pov end.

Author Pov

“Nde, sudah kuduga.” Ucap seseorang dibalik tembok pintu atap sekolah. Lalu pergi meninggalkan atap sekolah.

*****

“Aku pulang”Ucap jiyeon membuka pintu rumah.

“Mwo? Kemana orang rumah biasa nya tak sesepi ini? Ya, sudahlah aku ingin istirahat.” Jiyeon melenggang masuk menuju kamarnya.

“Hah.. aku hari ini benar-benar capek. Hari pertama sudah sial begini apalagi hari berikutnya, aku ingin pulang ke Jepang saja rasanya tapi beberapa bulan lagi aku akan menghadapi ujian, hah… jalani sajalah” jiyeon menarik nafas panjang dan beberapa saat kemudian ia tertidur.

*****

‘Hah? Jam berapa ini?’ tanya jiyeon dalam hati. Lalu menengok kearah jam bekernya dan bernafas lega. Karena jarum pendek nya masih menunjukan jam 5 sore.

 “Aigo~ tenggorokan ku sangat kering” ucap nya sambil menguap dan berjalan gontai keluar kamar. Belum saja jiyeon dua langkah dari pintu kamarnya, alangkah terkejutnya dia melihat sulli sedang bercumbu dengan minho diruang tamu rumah dan sedikit mendengar desahan dari mulut sulli.

Jiyeon diam membeku seketika, rasa kering ditenggorakan nya hilang seketika oleh dibasahi air liur yang ia teguk sendiri. Antara percaya antara tidak jiyeon melihat pemandangan itu, sulli yang dikenal sangat lugu itu ternyata sudah bisa bercumbu dengan namjachingu dirumah.

Jiyeon langsung kembali kedalam kamar nya dan mengunci pintu kamar lalu kembali keatas ranjang dan menarik selimut, jiyeon tak tahu apa yang dia rasakan sekarang sakit hati, terkejut, ingin menangis, menyesal dan iri , semua nya bercampur menjadi satu. Tapi yang jiyeon sangat harapkan bahwa ini hanyalah mimpi.

 “Kenapa aku melihat pemandangan itu?” tanya jiyeon pelan. Jujur jiyeon merasa bahwa dia mulai tertarik dengan namja gila itu, yang membuat jiyeon takut dengan tatapan seperti ingin memakan jiyeon, menyuruh jiyeon mengerjakan pr, dia menertawakan jiyeon menurut nya semua itu lah yang membuat jiyeon menyukai namja gila itu.

Cukup lama jiyeon terdiam dibawah selimutnya, entah kemana pikiran jiyeon melayang sampai ia tersadar  bahwa ada seseorang yang mengetuk pintu kamar dan memanggil namanya. Dengan berat hati ia berjalan unutk membuka pintu.

“Oh ahjussi.. ada apa?” tanya jiyeon kaget ternyata ahjussi park yang mengetuk pintu kamarnya.

“Kemana sulli?”

“Nde?, sulli. Kurasa dia tadi sudah pulang.”

“Aku tidak melihatnya dari tadi, kukira dia pulang bersamamu tadi” jiyeon menggeleng.

“Ya sudahlah mungkin sedang kerja kelompok dengan teman-temannyaa” ucap ahjussi mengakhiri pembicaraan dan berlalu. Jiyeon hanya menggangguk lalu kembali menutup pintu kamar.

*****

Jiyeon Pov

Aku dengan cepat mengambil tempat bekal dan memasukkan roti kedalamnya, entah kenapa aku tak ingin melihat wajah ahjussi dan sulli. Lalu berangkat kesekolah.

Sekolah~

“Hah.. untung aku tidak telat” Ucapku, aku tidak telat tapi ini masih pagi. Hanya beberapa murid saja yang datang, bergegas aku kekelasku dan duduk ditempatku lalu memakan bekalku. Baru tiga gigitan, nafsu makanku sudah hilang. Ada namja gila.

“MANA PR KU?” bentak minho didepan meja. Aku hanya diam tanpa melirik wajah nya dan tetap melanjutkan memakan bekalku.

“YAK!! NONA PARK!! AKU BERBICARA DENGANMU” aku masih diam tapi sepertinya minho kehabisan kesabaran. Dengan cepat kuhabiskan makanan ku lalu berdiri meninggaalkan ruang kelas.

Aku benar-benar malas melihat wajah namja gila itu, apalagi melihat wajahnya pasti terbayang kejadian sore itu. Ahh.. jiyeon pabbo. Kenapa kau waktu itu membuka pintu kamar, jiyeon!! Aku benar-benar mengutuk diriku sendiri.

Seseorang memegang bahuku dan dengan respect aku ngambil tangan orang itu lalu memelintirkannya kebelakang tubuh orang itu.

“OMMO?!” astaga, ahjussi! (cerita jiyeon ini juga bisa beladiri)

“Ahjussi?!, eh, Saem! Mianhe..mianhe.. aku tidak tahu itu saem, aku tadi respect” sambil membungkuk 90 derajat dihadapan beliau, beliau hanya mengangguk angguk sambil tersenyum.

“Nde,tidak apa-apa jiyeon. Sehabis pulang sekolah, kau datang keruanganku.” Perintah ahjussi junsu kepada ku, aku mengangguk.

*****

“Nde, kau datang jiyeon?” tanya ahjussi kepadaku, aku mengangguk lagi.

“Duduk, ada yang ingin ku bicarakan” Aku mengikuti perintahnya saja.

“Eommamu kemarin menelpon ahjussi, dia meminta ahjussi menyampaikan pesan. Bahwa, setelah lulus SMA nanti kau langsung saja ke Jepang, kau akan kuliah disana dengan tunanganmu” cerita paman kepadaku, tunggu. TUNANGANKU?! Siapa ?, oemma tidak pernah mengatakannya kepadaku?

“TUNANGAN KU ?! MAKSUD AHJUSSI APA?!”  ucapku setengah teriak.

“Sudah kuduga respon mu akan begini, biar ahjussi ceritakan. Sejak masuk SMP kau sudah ditunangkan dengan anak ketua yayasan SMP-SMA Kirin ini. Karena ketua itu juga teman ayahmu, berarti temanku juga. Aku sih,, setuju saja.” Jelas ahjussi kepadaku. Aku hanya bisa mendengus, kenapa aku tidak tahu.

“Kenapa aku tidak tahu dengan pertunangan ini sejak awal?” tanyaku menyelidik.

“Sekolahmu, jika kau tahu kau pasti stress. Itu akan menganggu kegiatan sekolahmu.” Jawab ahjussi dengan santai sambil mengambil gelas kopi yang dibuatnya tdi.

“Ini juga akan mengangguku, minggu depan aku sudah ujian nasional. Kenapa kau memberitahukan ku kepadaku sekarang, ahjussi. Kau ingin mempermalukan aku didepan tunanganku karena nilaiku jelek, hanya memikirkan masalah ini??” aku melipat tangan didada, sebenarnya aku penasaran dengan siapa aku ditunangkan. Tunggu dulu, anak ketua yayasan sekolah kirin? Siapa, aku tidak pernah tahu. Yang kutahu aku hanya sekolah disini, ahjussi junsu lah yang mengurus semua nya sejak kepergian eomma dan appa ke Jepang. Ah.. peduli apa aku, lebih baik aku pulang untuk istirahat.

“Tunggu dulu, kau mau kemana?” tanya ahjussi junsu mencegatku. Aku hanya menatap malas wajahnya, lalu berlalu untuk pulang kerumah.

*****

Besok adalah hari terakhir ujian, aku merasa beruntung, dengan ketidakperdulian ku terhadap masalah pertuangan ini aku malah merasa enjoy. Aku tidak terasa terbebani, Hanya saja.. aku sangat-sangat penasaran siapa yang menjadi tunanganku, apa dia sanggup dengan sifatku. Hahaha.. jiyeon pabbo.

“Jiyeon-ah..” panggil sulli, aigo.. aku malas sekali melihat wajah bermuka dua nya itu.

“Nde.. ada apa sulli-a? aku sedang sibuk belajar, jangan ganggu aku.” Jawabku ketus. Tanpa melirik wajahnya. Nde, aku dan sulli sekarang tidak seakrab dulu. Semenjak, aku mengetahui sulli bisa seperti itu aku malah merasa minder. Tapi, apa dia sekarang masih menjadi yeojachingu nya namja gila itu? Akhir-akhir ini sulli selalu pulang bersama dengan ahjussi, appanya.

“Aku ingin pulang denganmu, ada yang ingin aku bicarakan. Ini penting, ji. Kumohon.” Mohonnya kepadaku, aku hanya mengangguk. Sekilas aku hanya melihat di tersenyum kecil lalu berlalu Tapi, apa dia sekarang masih menjadi yeojachingu nya namja gila itu? Akhir-akhir ini sulli selalu pulang bersama dengan ahjussi, appanya.

“Aku ingin pulang denganmu, ada yang ingin aku bicarakan. Ini penting, ji. Kumohon.” Mohonnya, kepadaku, aku hanya sekilas melihat dia tersenyum kecil lalu keluar kelasku.

*****

“Sulli-a , kau sudah lama menungguku?” tanyaku kepadanya saat ia menungguku didepan gerbang sekolah, ia hanya menggeleng.

“Jangan bohong, kau kan pintar sudah pasti dengan mudah mengerjakan soal.” Ia hanya tersipu mendengar pengakuanku.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Sepertinya serius sekali?” tanyaku langsung keinti tanpa basa-basi. Kulihat dia menunduk.

“Ji, kau tahu minho? Namja yang ada dikelas mu itu?, yang sering mengganggumu.” Aku mengangguk.

“Di..di..dia..pacarku..” aku hanya diam saja, aku sudah mengetahuinya sulli-a, mian.

“Lalu?”

“Kenapa kau tidak terkejut? Bukankah kau juga menyukainya” Kemarin sulli-a kemarin, dan sekarang tidak lagi semenjak aku melihat kejadian itu. Nde, aku dulu menyukai minho. Tapi, aku menyukai saat aku masih kelas 2 SMP sampai aku sekarang tapi rasa suka ku telah hilang tak berbekas lagi kepadanya.

Flashback On

Saat perjalanan pulang..

“Ji, ada apakah kau menyukai seseorang?” tanya sulli kepadaku. Aku hanya tersipu malu kalau ditanya siapa namja yang kusuka.

“Ayolah, ji. Katakan saja, siapa namja yang kau suka?” rengek sulli.

“Minho” jawab ku pelan.

“Nde?, minho. Apa kau tidaak salah suka dengan idola sekolah?, ah aku lupa dia kan idola sekolah, hehehe..” aku melihat senyum aneh yang sully pasang diwajahnya.

“Kau harus menutup mulutmu, dan..” ucapku terputus.

“dan.. apa?”

“Dan jangan mengungkit-ungkit lagi masalah namja yang kusukai ini” kutatap matanya yang bening itu untuk mencari kepastian didalam dirinya untuk membagi rahasia ku ini.

“Tentu saja, aku bukan sahabat atau sepupu yang tidak baik. Hahaha.. percayalah kepadaku” sulli tertawa lepas. Mulai saat itu aku malah ragu dengannya, untunglah dia tidak pernah lagi mengungkit-ungkit namja gila itu.

Flashback Off

“Aku terkejut, tapi aku lagi malas memasang wajah terkejut”

“Hahaha.. Ji, kau ini bisa saja membuat aku tertawa saat sedang sedih begini.” Greebb.. sulli memelukku. Pelukan yang sudah lama tidak kurasakan dari sully, aku hanya dapat terdiam.

“Aku putus dengannya, Ji. Oppa minho memutuskan ku. aku tidak tahu kenapa dia memutuskanku, Ji.” Sulli melepaskan pelukannya. Aku hanya bisa menatapnya iba, kasihan sulli dia ternyata benar-benar mencintai namja gila itu.

“Sulli-a, yang sabar ya..” sambil mengelus punggungnya.

“Nde, terima kasih Ji.” Dan setelah itu kami berdua terdiam tanpa ada yang memulai berbicara, larut dengan pikiran masing-masing bahkan sampai rumah.

*****

“Ji, jangan lupa denganku nde?. Karena mungkin kau sedang asik dengan tunanganmu disana.” Ucap sully sambil mempoutkan bibirnya lalu memeluk ku, aku mengangguk.

“Kau juga ya?” aku dan sulli saling melempar senyum.

‘KEPADA PENUMPANG TUJUAN JEPANG HARAP NAIK KE PESAWAT, SEKALI LAGI..’

“Sulli-a aku berangkat dulu ne, jangan lupakan aku” sulli mengangguk, Jepang aku datang. Tunggu aku, tunangan ku, eomma dan appa.

Jiyeon Pov End

Author pov

Jiyeon terus memandang kearah luar jendela pesawat, yang dipikirkannya adalah siapa calon suaminya nanti, apa tampan atau malah sebaliknya. Kalau ditanya kaya? Sudah pasti itu. Karena mendengar cerita ahjussi junsu dia anak pemilik yayasan sekolah ku itu.

“Hah,, sebentar lagi aku sampai diJepang” ujarnya sampih menangkup wajahnya.

Beberapa jam kemudian..

“Hallo, eomma. Aku sudah sampai,,” ucap jiyeon berbicara dengan eomma nya ditelpon, jiyeon mengangguk angguk.

Diberjalan keluar Bandara, berdiam sebentar. Tak berapa lama mobil mewah datang, supirnya membuka pintu mobil dan mempersilakan jiyeon masuk.

Jiyeon menikmati perjalanannya pulang kerumahnya di Jepang, sampai akhirnya jiyeon sampai didepan rumah besar supar mewah milik keluarga park. Jiyeon masuk tanpa ragu untuk menemui eomma tersayang nya.

“Eomma… aku rindu sekali dengan eomma” jiyeon menghampiri eommanya yang sedang menunggunya di ruang tamu beserta appanya.

“Ne, eomma juga chagi.” Membalas pelukakan jiyeon.

“Apa kau tidak merindukan appa mu?” tanya tuan park kepada anak semata wayang nya ini.

“Heheh.. sepertinya tidak appa.” Jiyeon memeluk apanya.

“Eomma!!, kenapa engkau tidak memberitahuku tentang pertunangan itu? Aigoo~ untung saja saat ujian kemarn aku tidak stress memikirkan itu” kesal jiyeon sambil mempoutkan bibirnya.

Taehee hanya terkekeh mendengar jiyeon kesal tentang pertunangan itu,

“Ne, eomma minta maaf. Mianhe jiyeon-ah.. eomma tidak ingin membuatmu stress terlebih dahulu. Jadi eomma tidak memberitahukannya kepadamu, maafkan eomma ne?” ranyu park taehee kepada anaknya yang cantik ini.

“Ne, tidak apa-apa eomma. Aku tidak masalah dengan tunanganku siapa. Aku tidak peduli eomma.” Jawab jiyeon dingin. Terdapat sedikit kekecewaan diwajah jiyeon, tapi itu dapat dilihat appanya yang dari tadi memperhatikannya.

“Tidak perlu khawatir, kau sudah mengenalnya.” Ucap park yoochun untuk menenangkan putrinya.

“Nde?, Aku mengenalnya? Aku saat ini tidak pernah dekat atau mengenal namja manapun, appa. Aigoo~ ternyata dunia ini sungguh sempit, bahkan aku menjadi calon istri orang yang aku kenal.” Jiyeon menghela nafas panjang. Lalu pergi meniggalkan ruang tamu, yoochun dan taehee hanya tersenyum melihat tingkah anak nya itu.

“Chagi, aku tidak sabar ingin melihat expresi jiyeon nanti ketika tahu siapa tunangannya” ucap yoochun kepada taehee. Park taehee hanya bisa tertawa pelan mendengar omongan suaminya itu.

Sulli Pov

“Oppa,, ayo angkat teleponnya. Aku ingin meminta kejelasan kepadamu kenapa kamu memutuskan ku..” gumamku sambil melihat layar handphone nya yang terlihat sedang menghubungi minho.

“Yeobseyo.. “ Ujar suara yang berasal dari handphoneku.

“Oppa, ini aku sulli.”

“Nde.. ada apa sulli?” tanya minho

“Aku ingin meminta penjelasan..” ucapku terputus.

“Tidak ada yang bisa kujelaskan, lupakanlah. Itu hanya masa lalu, maaf sekarang aku sedang sibuk.”  Tut..tutt..tut..

Deg.. kenapa oppa begitu dingin kepadaku, bukan seperti oppa biasanya. Ahh.. aku tidak kuat. Sepertinya aku harus meninggalkan minho selamanya, ya itu pasti. Kuharap kau bahagia, Minho-ssi.

Sulli Pov end

Author Pov

Tok.. tok.. tok..

“Ne, masuklah” ucap jiyeon berdiri dari kursi empuknya.

“Ji, malam ini kita akan menemui tunanganmu. Dandanlah yang cantik, ne?” eomma jiyeon tersenyum melihat jiyeon yang sedikt terkejut saat mendengar kata ‘menemui tunanganmu’. Jiyeon hanya bisa mengangguk lalu berjalan kearah kamar mandi.

“Kajima, ji. Tunangan mu, memberikan gaun ini kepadamu. Kau pakai, ne?” jiyeon megangguk.

Setelah mandi, jiyeon langsung mencoba gaun yang diberikan tunangannya.

‘aigoo~ sangat pas, tapi bagaimana dia tahu ukuranku’ Gumam jiyeon. Jiyeon hanya sedikit memelas blash on di pipinya, memakai eyeliner, lipblam, dan eyeshadow warna senada dengan gaunnya, cream.

Jiyeon menuruni tangga rumah, ternyata eomma dan appanya sudah menunggu jiyeon.

“Waw,, putri siapa ini? Apa kau tersesat nona” canda yoochun kepada putrinya yang saat itu memang terlihat elegan dan cantik.

“Appa, jangan buat mood ku rusak.” Ucap jiyeon dingin. Yoochun hanya bisa terkekeh mendengar jiyeon berkata seperti itu, lalu menggandeng tangan taehee dan berjalan keluar rumah untuk makan malam bersama keluarga si tunangan nya jiyeon.

“Kajima, Ji” cegat taehee seketika menghentikan jalan jiyeon.

“Ada apa eomma?” tanya jiyeon penasaran. Taehee mendekati jiyeon, memegang bibir merah jiyeon lalu membentuk lengkungan keatas.

“Cobalah kau tersenyum, eomma akhir-akhir ini jarang melihatmu tersenyum” jiyeon terdiam, lalu mencoba menggerakan bibirnya dan membentuk senyuman. Bagi jiyeon senyuman nya sangat mahal, bahkan sulli saja hampir tidak pernah melihat jiyeon tersenyum.

“Ne, begitu. Kau terliht sangat manis, chagi” keluarga harmonis ini berjalan bersama meninggalkan istana mereka untuk menangdiri makan malam pertunangan jiyeon.

*****

“Annyeong haseyo, Park Jiyeon imnida.” Jiyeon membungkuk 90 derajat didepan kedua calon mertuanya dan memasang senyum yang alami jiyeon keluarkan.

“Aigo~ anak mu cantik sekali Park Taehee, jadi ini yang namanya jiyeon.” Puji calon ibu mertuanya.

Jiyeon Pov

 “Aigo~ anak mu cantik sekali Park Taehee, jadi ini yang namanya jiyeon.” Puji calon ibu mertuaku. Aku hanya diam. Aku malas sekali sebenarnya, tapi karena aku penasaran siapa calon suamiku maka dari itu aku ikut.

Tapi, aku tidak melihat namja selain calon appa mertuaku. Ah.. kalo begini keburu lumutan baru dia datang. Siapa sebenarnya namja itu, kurasa ada tanda tanya besar diatas kepalaku.

“Mana dia?” eomma membuka pembicaraan.

“Ne, sebentar lagi dia datang. Dia tadi baru tiba dari Seoul, belum lagi memesan pakaian yang dia ingin kenakan. Aish.. dasar anak itu.” Omel calon ibu mertuaku.

“Ehem, ngomong-ngomong jiyeon. Marga kami adalah Choi. Ini suamiku, Choi siwon. Dia kepala yayasan Sekolah Kirin tempatmu sekolah, nama anak kami adalah..”

“Mianhe eomma!!, aku terlambat” ucap seseorang dari arah pintu.

JEGEERRR!!!! Kenapa tiba-tiba petir menyambar ku, kurasa aku harus pingsan sekarang. APA NAMJA GILA ITU TUNANGANKU!! Aaaaaa…… aku ingin berteriakk.. tidak mungkin, bangunkan aku dari mimpi ini. Aku hanya dapat diam membeku seketika, eomma yang tadi asik dengan makanannya terusik dengan aku.

“Nah,, ini dia anakku. Choi Minho.” Ucap Choi Shin hye. Minho hanya diam dan duduk diseberangku, Aigoo~ kenapa namja ini, jujur aku tidak pernah berdoa kepada Tuhan meminta minho jadi jodohku. Hah.. aku menghembuskan nafas panjang, sangat panjang..

“Ji, tentu saja kau mengenalnya kan?” tanya appa yang berada disebelahku.

“Ne, aku sangat mengenalnya.” Ucapku pelan.

Kulirik minho, dia hanya menatapku. Tapi bukan tatapan seperti ingin memakanku lagi, sorotan matanya cukup lembut menurutku. Aku sudah tidak lagi merasakan dag dig dug seperti dulu, semua perasaanku sudah hilang, jujur sudah hilang.

“Mianhe, eomma. Aku ingin ketoilet sebentar” ucapku kepada eomma, eomma mengangguk. Akhirnya, aku  bisa menghidarinya sementara. Aku berjalan gontai kearah toilet wanita, seperti semua kekuatanku untuk hidup telah hilang gara-gara namja gila itu.

TAP!

Seseorang memegang tanganku, tunggu. Aku mengenal pegangan ini, namja gila.

“Wae?” tanyaku.

“Kau belum tahu?” minho malah berbalik bertanya kepadaku.

“Tidak” jawabku pendek.

“Sudah kuduga, mianhe. Aku.. aku tidak memberitahukan ini kepadamu, aku tidak ingin sulli juga tahu.” Deg.. sulli ya, namja bodoh. Saat seperti ini masih memikirkan sulli, kau tidak tahu bagaimana hatiku minho-ssi, kau tidak tahu.

“Bukan maksud ku menyinggungmu, tapi saat itu aku ingin melupakan mu untuk sementara. Lalu merasakan  bahagia untuk selamanya.” Kumendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya, iya mengatakannya dengan tulus, sungguh tulus. Tapi apa aku bisa mencintainya lagi? Molla, aku akan coba.

“…” aku hanya bisa membeku, tangannya masih memegang tanganku. Tangannya hangat, sangat hangat.

“Jangan tanya apa-apa denganku. Aku tidak tahu apa-apa soal kau dan sulli, kalian pacaran saja aku tidak tahu. Aku tidak peduli, minho-ssi.” Aku melepaskan tangannya dan pergi ketoilet.

Jiyeon pov end

Minho Pov

“Jangan tanya apa-apa denganku. Aku tidak tahu apa-apa soal kau dan sulli, kalian pacaran saja aku tidak tahu. Aku tidak peduli, minho-ssi.” Dia melepaskan tangannya dan pergi ketoilet.

‘Kurasa aku namja yang benar-benar brengsek, Ji. Aku tahu kau melihat aku dengan sulli saat berada diatap sekolah dan dirumah sulli saat itu. Aku percaya hatimu, akan kembali terbuka untukku. Aku percaya itu’

Jujur aku berpacaran dengan sulli itu tanpa perasaan, awalnya saja aku menyukainya. Karena jiyeon datang dan bersekolah ditempatku sekolah aku mulai menyukai jiyeon untuk pertama kalinya. Aku juga bingunng dengan perasaanku, yang jelas saat SMP mengatakan pertungan ku dengan seorang gadis bermarga park itulak aku mulai yakin aku menyukainya, anhi.. tapi aku mencintainya.

Aku tahu jiyeon belum tahu dengan perjoohanitu, jadi aku iseng saja mengganggu nya dan berpacaran dengan yeoja-yeoja disekolah. Tapi aku tidak sadar bahwa jiyeon tidak cemburu, akhirnya aku bertemu lagi dengan sulli. Ternyata jiyeon dan sulli satu rumah, lalu aku berpacaran dengan sulli. Minho, kau terlalu pabbo. Kau malah mebuat perasaan dihatinya hilang kepadamu dan membuatnya hidup tanpa hati.

“Namja gila, kenapa kau bengong?” jiyeon mengibas-ngibaskan tangan nya didepan wajahkku.

“Aku tidak begong, Ji. Aku sedang memikirkan seseorang.”

“Siapa?” tanya jiyeon lagi.

“Yeoja yang sedang berbicara denganku.” Jiyeon hanya diam, ayolah ji. Jangan begini, hatiku bukan untuk sulli atau siapa. Tapi untukmu seorang, apa kau tidak sadar?

“Sebaiknya kita kembali, aku takut eomma khawatir padaku dan padamu.” Ah.. akhirnya kau mengatakan kata ‘kita’ yang artinya kau mengakui ku.

Minho Pov End

Author pov

“Sebaiknya kita kembali, aku takut eomma khawatir padaku dan padamu.” Ucap jiyeon. Minho hanya tersenyum mendengar kata kita yang diucapkan jiyeon.

“Kajja..” Minho menggandeng tangan jiyeon. Hangat itulah yang jiyeon rasakan, tapi satu yang menganggu jiyeon. Bagaimana nasib sulli, sepupunya. Apakah dia sekarang akan menangis jika dia tahu orang  yang dia cintai sekarang bersama dengan sepupunya yang dipercayainya sebagai sahabatnya.

Minho membuka pintu tempat eomma dan appanya sedang membicarakan tentang hari pernikahannya dengan jiyeon.

“Aigoo~ kalian langsung akrab, ne.. baiklah acara pernikahan kalian akan diadakan minggu depan.” Terang nyonya choi. Jiyeon hanya bisa terdiam, bagaimana tidak. Rasa yang ada didalam hatinya bercampur aduk, minho sekilas melihat jiyeon yang menatap makannya dengan tatapan kosong.

‘Jiyeon, kumohon maafkan aku.’ Itulah yang ingin minho katakan sekarang kepada jiyeon.

 *****

“Wah.. tidak terasa anak eomma sebentar lagi menikah.. eomma senang bisa melihat kau bahagia sayang” Ucap nyonya park kepada jiyeon yang sedang mengambil air minum dikulkas.

“Ne, eomma.”

“Kenapa? Kau tidak senang” tanya eomma jiyeon menyelidik.

“Anhi.. aku senang” jawab jiyeon dengan senyum nya yang cantik, jujur jiyeon memang terlihat senang.

“Kau kenapa belum mandi, sebentar lagi minho datang untuk menjemputmu. Apa kau lupa ?”

“Anhi, aku masih ingat. Nde, aku kekamar dulu eomma.” Jiyeon berjalan perlahan menaiki tangga dan masuk kekamarnya.

Beberapa saat kemudian..

“Omonim, jiyeon mana?” tanya minho dari ambang pintu dapur.

“Aish,, kau ini mengagetkanku saja. Dia lagi mandi, duduklah sebentar disini. Kau ingin minum apa?”

“Air putih saja.”

“Ini.”

“Gomawo, omonim” minho menegak air putih itu sekali tegukan.

Tap.. tap.. tap..

Akhirnya jiyeon turun dari kamarnya, lalu mengarah kedapur.

“Oh, ternyata kau. Kukira tadi siapa, sudah lama menunggu?” tanya jiyeon kepada minho, minho menatap jiyeon kagum. Entah kenapa, padahal baju jiyeon biasa saja. Memakai baju lengan pendek dengan celana pants panjang sambil membawa tas kecil yang menggantung dibahunya.

“Jangan begong begitu, itu akan memakan waktu lama. Kajja, nanti keburu malam. Eomma aku berangkat” Jiyeon menarik tangan minho supaya beranjak dari kursi meja makan.

“Nde, hati-hati ya pengantin baru. Kekekeke”

*****

“Kita mau kemana?” tanya jiyeon kepada minho yang sedang menyupir mobil sport nya.

“Baju pengantin” jawab minho.

“Ah.. iya aku lupa.”

“Ji, kenapa kau tidak memanggilku oppa?”

“Aku malas, seperti anak manja.” Minho hanya dapat mendengus.

“Ayolah ji, panggil aku oppa, ne. jika tidak kau panggil aku oppa, aku akan mencium mu.” Jiyeon melirik kearah minho, minho seperti menantangnya.

“Tidak akan namja gila.”

“Aigo~ kau masih menyebutku dengan sebutan namja gila?!, kau masih ingat rupanya. Hahaha.. aku jadi ingat saat kau ditoilet dimana saat itu aku menatapmu dan wajahmu seperti ketakutan denganku, hahah.. wajahmu sangat lucu.” Minho melirik jiyeon yang diam, deg.. minho melihat jiyeon tersenyum.

“Ne, aku mengingatnya.”

Mereka akhirnya sampai dibutik terkenal diTokyo, Jepang. Tempat mereka memesan baju pengantin mereka yang sebentar lagi akan diadakan. Minho dan jiyeon terlihat sangat serasi, jadi wajar saja orang yang berada dibutik itu terlihat sesekali memperhatikan jiyeon dan minho.

“Ji, apa kau merasa nyaman jika diperhatikan oleh orang sekitarmu?” tanya minho pelan, jiyeon menatap minho sebentar lalu menggeleng.

“Janganlah kau hidup seperti boneka, kau itu manusia.” Kesal minho.

“Ne, arra arra. Cepat kita sudah selesai, aku ingin pulang,” menarik tangan minho untuk memasuki mobilnya.

Sesampai dirumah jiyeon..

“Kau tidak ingin masuk?,” tanya jiyeon.

“Baiklah chagi..”

“Eomma,, aku pulang.. eomma..” jiyeon mencari eommanya didapur.

“Sepertinya mereka tidak ada, Ji. Mau kutemani sampai mereka datang?” tawar minho. Jiyeon mengangkat bahunya dan masuk kekamar untuk mandi.

Jiyeon sempat berpikir saat mandi tadi, bahwa mungkin minho hanya ingin dirinya sakit karena telah memisahkan dirinya dengan sulli.

“Aku saat ini benar-benar bingung, apa aku harus percaya lagi dengan yang namanya cinta?” ucap jiyeon pelan, takut ada yang mendengarnya.

Tok tok tok..  seseorang sedang mengetuk pintu kamar mandi jiyeon.

“Ji, omonim sudah datang. Aku pulang, ne?” ucap minho dari luar. Jiyeon hanya bisa diam,ia takut minho mendengar kata-katanya tadi.

“Ji? Kau mendengarku?”

“Minho-ssi..”

“Ne, ada apa?”

“Jangan pulang dulu, ada yang ingin kubicarakan. Kau duduklah didepan tv, aku sebentar lagi selesai”

“Ne.” Jiyeon segera mengeringkan rambutnya dengan hairdyer, lumayan lama minho menunggu jiyeon keluar.

Jiyeon Pov

‘Hah,, mianhe minho-ssi, Jika kau mendengar kata-kataku tadi. Bukannya aku tak ingin, tapi aku takut’

Ceklek..

“Apa yang sedang kau lakukan!! “ aisshh.. namja gila ini ingin membuatku jatungan dengan cepat. Dia telah menghadangku didepan kamar mandi, untuk kedua kalinya.

Sorot mata itu lagi, apa.. jangan-jangan minho, benar ingin memakanku??

“Hay,,, namja gila. Jangan mengulangi kelakuan mu ini lagi, kau ingin membuatku cepat kena serangan jantung?” tuturku. Ia hanya diam, aku mulai takut sekarang.

CUP…

“Emphhh..minp..hoo..sssii..” aku berontak, tapi sayang kekuatanku tak sebesar kekuatakannya. Minho menekan tengkukku untuk meperdalam ciumannya. Aigoo~ ada apa dengannya.. aku tidak tahu harus melakukan apa, aku.. aku.. aku,.. tiba-tiba bulir bening keluar dari ujung mataku yang membuat minho menghentikan kegiatannya.

“Jangan menangis, Ji. Okay,okay aku minta maaf. Mianhe..” ucapnya sambil tertunduk. Diam membeku hanya itu yang aku lakukan.

“Namja gila, kau mengambil first kiss ku.” akhirnya aku angkat bicara. Dia sudah mengambilnya..

“Mianhe, yeoja aneh. Aku melakukan itu karena..” ucapnya terputus. Aku ingat tentang tantangannya itu.

“Aku tidak memanggilmu dengan sebutan Oppa?”

“Tidak juga”

“Lalu?”

“Karena.. aku. Aku tahu kau belum pernah ciuman, dan aku ingin mengambilnya.” Alasan namja ini, benar-benar tidak masuk akal.

“Hah.. kau ini.”

Cup.. kucium singkat bibirnya lalu keluar kamar. Kulihat dia masih mematung didepan pintu kamar mandiku.

“Yak!! Namja gila, kenapa kau bengong?” teriakku membuyarkan lamunannya.

“Ne” Aku melihat dia tersenyum, aigoo…sepertinya aku kembali jatuh kelubang yang sama.

Kulihat minho sepertinya kaget, karena aku mencium nya. Apakah itu perlakuan aneh? Kurasa itu biasa-biasa saja, namja gila. Aku masih tidak percaya akan menjadi istrinya, aku merasa kasihan dengan sulli. Bagaimana jika ia melihatku dengan minho saat hari pernikahan kami nanti. Aku tidak bisa membayangkan cairan bening itu keluar lagi, ahh.. dunia ini benar-benar sempit.

*****

Hari Pernikahan Minho dan Jiyeon.

Tok,, tok,, tok,,

“Ji, ini eomma. Apakah kau sudah siap?”

“Ne, sebentar lagi eomma.”

“Jika sudah selesai cepat turun kebawah, ne?”

“Ne, eomma.”

Hah.. hari ini benar-benar terjadi, aku tidak bisa membatalkan atau menghentikan apapun sekarang. Ayolah Ji, cobalah untuk menyukainya. Dan kemungkinan kalian bercerai itu kecil sekali, Ji. Kau tidak melihat kejujuran dalam matanya?. Okay, aku akan memberinya kesempatan kedua.

CEKLEK..

“Yak!! Yeoja aneh, sampai kapan kau berdiri disitu?’’ Aishh.. namja gila ini lagi.

“Ne, chagi~ aku akan turun bersamamu. Kajja chagi..” aku memegang tangannya, dia gemetar. Apakah gugup?

“Kenapa kau gemetar, kau sakit?” Dia menggeleng.

“Lalu?”

“Aku hanya saja, masih tidak percaya kau akan menjadi anae ku. itu mimpi terindahku, aku tidak akan melepaskanmu kali ini, chagi.” Aku hanya tersipu, kulihat appa hanya terkekeh melihat kami dibagian belakang mobil.

Jiyeon Pov

Author Pov

“Tuan Choi Minho, Apa kau menerima Park Jiyeon sebagai istrimu. Dalam keadaan suka atau duka, sampai maut memisahkan?” Tanya pastur kepada minho.

“Ya, aku menerimanya.” Tanpa ragu minho mengatakan nya hampir membuat jiyeon ingin menangis.

“Nyonya Park Jiyeon, Apa kau menerima Choi Minho sebagai suamimu. Dalam keadaan suka atau duka, sampai maut memisahkan?” Tanya pastur kepada jiyeon, jiyeon melirik minho dan melempar senyum.

“Ya, aku menerimanya.” Jiyeon merasa lega telah mengatakan hal itu, terasa dengan dia menghembuskan nafas nya. Lalu, mencoba membuat lengkungan dibibirnya dan menunjukannya kepada minho. Minho agak terkejut melihat itu lalu memberikan senyuman terbaikknya kepada jiyeon.

“Sekarang kalian berdua sudah menjadi sepasang suami-istri yang sah, silahkan Tuan Choi.” Semua hadirin yang datang bertepuk tangan atas kelancaran acara pernikahan yang sederhana ini, tapi begitu mengaharukan.

“Ji, saat kau tersenyum. Aku baru menyadari, ternyata senyummu itu sangat mahal.”

Cup.. minho mencium bibir merah jiyeon dengan lembut. Jiyeon hanya tersenyum karena terharu dengan yang dikatakan oleh minho.

“Ne, namja gila. Kan sudah aku katakan kepadamu, kau saja tidak percaya.” Ejek jiyeon.

Bagaimana dengan sulli? Sulli saat itu juga menghadiri pernikahan sederhana jiyeon dan minho. Sulli sudah mendengar cerita dari appanya apa yang terjadi pada jiyeon, sulli bahagia karena namja yang menurut jiyeon gila itu juga lah yang membuatnya tersenyum. Sulli tidak pernah marah atau benci dengan jiyeon, menurut nya itulah takdir yang tidak dapat diganggu gugat. Lagipula, ada seorang namja diSeoul yang sedang menunggunya pulang dari Jepang.

*****

“Yak!! Namja Gila!! Ayo cepat bangun, kau ingin terlambat untuk hari pertama mu menjadi direktur perusahaan appa?!” jiyeon menarik selimut yang digunakan minho untuk menutup dirinya dari dingin.

“….”

“Minho-ssi!! Ireonna..”

Minho menunjuk bibirnya dengan telunjuk bahwa dia meminta morning kiss dari jiyeon.

“Ini morning kiss mu” jiyeon menyerahkan kakinya kepada mulut minho. Seketika minho membuka mata karena menurutnya ada yang tidak beres.

“Aishh!!, yeoja ini. Tidak ada romantis-romantisnya.” Rutuk minho kesal dengan jiyeon.

“Mianhe.. oppa”

“Hah?! Oppa katamu, aku tidak salah dengar. Kau bahkan tidak memanggilku oppa pada saat malam pertama kita” sesal minho, lalu tersenyum evil.

“Nyonya Choi, ini adalah tatapan yang ingin memakanmu” Minho langsung menarik tengkuk jiyeon dan mendaratkan bibirnya dibibir jiyeon.

Fin~

Mianhe,, aku malas bikin tentang jiyeon dan minho yang kuliah😀

42 thoughts on “[ One Shoot ] Marriage Parent

  1. bahasa ada bbrpa yg kurang enak dibaca mianhae itu sih menurut ku aja selebihnya bagus kok hehe jgn marah ya dan ada beberapa tyoo kyak ahjussi junsu bukannya junsi ahjussi dll next ff ^^

  2. , Aigoo So sweet, jd minho sudah tau bhwa Tunangan’y jiyi? mka’y dia selalu ngrja’n jiyi supaya dpt prhtian dan jiyi cmbru, ekh malah jiyi cuek aja.. hahaha

  3. untuk pemula sih idenya bagus,, tapi jujur ya aku bingung ini cerita sumpah aku baca gk nyambung, flasback off gk di tulis trus kenapa Minho bisa nyuruh jiyeon jga, dan masih banyak ke anehan lain di FF ini padahal Ideanya ucah bagus dan ngena banget hanya saja banyak keanehan dan gk nyambungnya,, ok maaf klo comennya nyakitin tp itu pendapat aku ttp bekarya semoga ff selanjutnya lebih bagus lagi dan lebih ngena lagi ttp semangat ok fighting

  4. bingung harus pilih mana. aku pingin bca ff kmu eon. tp film kesayangan ku juga lgi di putrin di tv. dn akhirnya aqu milih konsen bca ff kmu dn ninggalin filem fast five dmi ff kmu…
    aqu suka ffnya. tp kasian sama sully.tp untungnya juga sully bisa ngrelain minho buat jiyeon….. happy ending….
    lagi lagi lagi……

  5. Maksud hatii minho sih pengen bikin jiyeon cemburu ehhh ga tau nya malah bikin jiyeon ilfil kkkk
    Jiyeon parah bgt kasih kaki buat morning kiss heheheee
    Menurut aku koq agak kecepetan ya xD
    Tp gpp yg penting happy ending

  6. Kyaaa!!
    Happyy endingg!! ><
    Ji samaa minho nikahh, kkk..
    Dan yang bikin kagetnyaa..
    Aku nda nyangka ternyataa ji samaa minho sudah d tunangin sejak SMA:O
    Yg tau cuma minho, ji nya nda malahh..
    Nice ff (y)
    D tunggu ff minji yg lainnyaa..
    Fightingg nn

  7. Wuahh Daebak(y) sukaaa sama alur ceritanya:D gak nyangka minho dan jiyeon menikah tapi akhirnya menikah juga:D senang sekali apalagi moment sweet” Minji:D pokoknya Minji Jjang!!
    Ditunggu Ff Oneshoot lainnya,,Hwaiting&Fighting!!

  8. Hyaa! Senyumnya jiyi eonni mahal sekali/? ._. Minho oppa karena kau jiyi eonni seperti itu. Tapi karena mu juga jiyi eonni bisa berubah kembali seperti dulu. Ah, Sweet banget sih. >..< Fighting Author!

  9. ooh ff pertama.. kedepannya diperbaik lg ya authornim #gimana ya ngomongnya
    soalnya aku jd bingung sndri,,
    masih ada kata” yg kurang #halah apa ini
    lebih teliti lg buat next projetc😉
    Fighting..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s