Say You Love Me Oppa ( Part 2 )

1235995_605353986174050_545699545_n1.jpg

Tittle : Say You Love Me Oppa

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad, Romance, Friendship

Type : Chapter

( Main Cast )

-Park Jiyeon

-Choi Minho

 

( Other Cast )

–          All

–           

***

Annyeong ^^ Author kembali dengan membawa Part ke-2 Dari Say You Love Me Oppa. Karena banyak yang Komentar dan gak jadi Silent Riders, untuk part ini gak jadi author Protect.

Dan juga author sangat senang, karena banyak yang menyambut Fanfiction Author kali ini dengan sangat baik. Semoga saja, Part kali ini sama berhasilnya seperti Part sebelumnya. Dan untuk pertanyaan dipart 1 yang banyak bertanya tentang mengapa tangan Minho berdarah dan apa arti kata “Melahapmu gadis nakal” Akan terjawab dipart-part selanjutnya.. Terimakasih~

 

 

***

( Author Pov )

 

“Sudahlah , Jangan terus menangis” Sulli menepuk pundak jiyeon yang kini tengah menangis dengan wajah patah hati. Jiyeon menggeleng pelan tanda ia tidak kuat menahan tangisnya, hatinya benar-benar sakit mendengar ucapan Minho. Ternyata selama ini Minho menganggapnya adalah seorang pengganggu. Seharusnya ia sadar bahwa namja itu tidak menyukainya. Ia merasa sangat malu..

“Oppa benar-benar, bagaimana bisa ia berkata seperti itu padamu” Kesal Sulli.

“Gwenchana Sulli-ah, kajja kita pulang. Hari sudah mulai sore dan Gomawo sudah menemaniku pergi kemari”

“apakah kau yakin suasana hatimu sudah membaik”Tanya Sulli dengan wajah tidak yakin. Jiyeon mencoba tersenyum lalu mengangguk. Sulli menatap sahabatnya itu dengan iba lalu berjalan sambil memegang tangan Jiyeon.

“Suatu saat nanti Minho Oppa pasti akan sangat menyesal telah menyia-nyiakanmu” Jiyeon menganggu dengan wajah sedihnya

“Oppamu benar-benar seperti es” Gumam Jiyeon pelan.

“Memang begitulah dia”

***

Suasana makan malam malam itu dipenuhi dengan kecanggungan. Hanya terdengar bunyi sendo dan garpu.

Yoona menatap kearah Jiyeon, Sulli, Minho dan Siwon dengan tatapan kesal terlebih pada Minho. Ia tidak suka makan malam yang terlihat dingin seperti ini, biasa ada beberapa obrolan diantara mereka..

“Aku sudah selesai” Jiyeon bangkit

“Kau baru makan Jiyeon-ah.. Ahjumma yakin kau hanya memakan beberapa sendok makanan. Kau bisa sakit ..” Yoona menatap Jiyeon dengan penuh perhatian. Jiyeon tersenyum pada Yoona.

“Gwenchana ahjumma.. aku sudah merasa kenyang .. “ jawab Jiyeon seadanya.

Yoona akhirnya mengangguk, Jiyeon membungkuk pelan lalu berjalan kearah lantai atas dimana kamarnya berada.

Terdengar suara dengusan Sulli yang saat ini sedang menatap Minho dengan tatapan kesal dan marah

***

( Jiyeon Pov )

Aku terbangun saat merasakan matahari menembus kamarku. Perlahan mataku terbuka . Aku merenggangkan otot-ototku yang terasa kaku lalu berjalan kearah teras kamarku untuk menghirup udara segar.

Karena kamarku yang langsung berhadapan dengan taman, aku dapat melihat Minho Oppa yang sedang berolahraga kecil. Minho Oppa adalah namja yang sangat tampan dengan tubuh yang lumayan kekar dan juga garis wajah yang mengambarkan ketampanannya yang diwariskan dari Siwon ahjussi. Yeoja yang bisa mendapatkannya adalah yeoja yang sangat beruntung. Sayang sekali ia tidak menyukaiku😦

‘Deg!!’ Tatapan kami bertemu karena tanpa sengaja ia melihatku. Untuk beberapa saat kami saling menatap hingga ia tersenyum padaku. Ia tersenyum? Apakah aku tidak salah lihat? Sepertinya mataku salah..

Aku dengan segera berbalik untuk masuk kedalam kamarku. Omo.. Jantungku benar-benar terasa hendak terlepas dari sarangnya T^T

***

Aku turun dengan menggunakan seragam lengkap, dimeja makan sudah ada Yoona ahjumma, siwon ahjussi, Sulli dan tentu saja Minho Oppa. Mereka tersenyum pada ku kecuali Minho Oppa yang hanya memasang wajah dingin. Jadi mengapa tadi ia tersenyum padaku? Wae?

“Selamat pagi, ahjumma, Ahjussi, Sulli, dan Minho Oppa” Sapaku dengan wajah riang. Aku tidak ingin Minho Oppa terus disalahkan karena telah menyakiti hatiku. Yoona ahjumma tersenyum padaku lalu memberikanku roti.

“Jiyeon-ah, kau sudah tahu akan masuk ke universitas mana?”Tanya Siwon ahjussi disela sarapan kami. Aku mengangguk dengan bersemangat..

“Aku berencana mendaftar di Universitas Biru, Ahjussi” Jawabku dengan riang. Siwon ahjussi menangguk pelan dengan senyum  diwajahnya, mengingatkanku pada minho. Jika saja Minho bisa tersenyum seperti siwon ahjussi, ia pasti akan sangat tampan..

“Baguslah kalau begitu” Ucap Siwon Ahjussi.

Ya, sebentar lagi aku akan lulus dan itu berarti aku akan menjadi seorang Mahasiswa. Tetapi ada rasa sedih harus berpisah dari teman-temanku di Shinhwa High School. Minggu depan adalah hari kelulusanku, eomma dan appa sudah berjanji akan pulang saat itu. Biarpun eomma dan appa sibuk, mereka tidak pernah mengabaikanku. Sesibuk apapun mereka, mereka akan terus mencoba untuk membuatku selalu merasa nyaman.

“Aku berharap bisa masuk ke Universitas yang sama denganmu Jiyeon-ah” Ucap Sulli

“ Tentu saja kau bisa” Ucapku dengan senyum

“Minho-ah, apakah tanganmu belum sembuh?”Tanya Yoona ahjumma tiba-tiba.

“Belum eomma”

“Bagaimana bisa kau terjatuh..? eomma rasa kau bukanlah orang yang ceroboh” Minho Oppa hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Yoona ahjumma, membuat Yoona ahjumma mendengus melihat kelakuan puteranya itu.

***

Aku dan Sulli berjalan dikoridor sekolah dengan langkah pelan sambil mengobrol tentang beberapa hal. Beberapa namja menyapaku dan aku balas menyapanya. Aku harus menikmati saat-saat terakhirku disekolah ini, aku akan sangat merindukan sekolah ini dan semua hal yang ada ditempat ini termasuk para pengagumku.

“Kring!!” Terdengar suara ponsel Sulli yang bergetar.

“Yoboseyo Oppa”

“……………..”

“Ah Nde, arraseo.. aku akan kesana saat aku pulang..”

“……………..”

“Aku akan pulang sekitar jam 12 Siang tepat saat makan siang”

“……………..”

“Arra, apakah aku boleh membawa Jiyeon?”

“……………..”

“Oppa” Terdengar suara Sulli yang terdengar kesal..

“……………..”

“kekeke😀 Gomawo Oppa.. Annyeong”  Sulli menutup sambungan teleponnya lalu menatapku.

“Pulang sekolah , kita akan pergi ke Kantor Minho Oppa..” Ucap Sulli.

“Untuk apa?”

“Entahlah, Oppa mengatakan bahwa ada seseorang yang ingin bertemu denganku. Aku sangat penasaran siapa orang yang mau bertemu denganku” Gumam Sulli membuatku hanya dapat mengangguk.

***

( Author Pov )

Jiyeon dan sulli berjalan memasuki Gedung Megah didepan mereka, gedung yang tidak lain adalah Gedung CHOI’S GROUP. Perusahaan yang saat ini dipegang oleh Choi Minho yang telah menjadi CEO atau Direktur utama di Perusahaan tersebut.

Beberapa orang karyawan memberi hormat pada Sulli dan sebagiannya menyapa sulli dengan nada sopan. Sulli balas menyapa dan tersenyum pada karyawan-karyawan yang memang sudah mengenalnya.

Sesampai didepan ruangan Minho, seorang yeoja dengan rok pendek dan make up yang terlihat tebal tengah duduk dengan wajah angkuhnya sambil menatap Jiyeon dan Sulli. Jiyeon menatap sekertaris Minho itu dengan tatapan yang balas menatap tidak suka. Sulli tersenyum, ia yakin yeoja ini adalah sekertaris baru Minho jadi tidak tahu bahwa ia adalah Dongsaeng dari Minho.

“Aku ingin bertemu Choi Minho” Ucap Sulli

“Direktur sedang kedatangan tamu dan direktur adalah orang yang sibuk jadi tidak sembarangan orang yang ingin bertemu dengannya. Sebaiknya kalian pulang, aku yakin kalian adalah salah satu fans dari Direktur” Jiyeon menghela nafas kesal

“Siapa yang mengatakan kami adalah Fans dari Minho Oppa? Yeoja yang bersamaku adalah Choi Jinri dongsaeng dari Minho Oppa..” Kesal Jiyeon

“J..Jeong..mal” Sekertaris baru Minho itu terlihat tidak berkutik. Sulli terkikik geli lalu menarik tangan Jiyeon untuk masuk kedalam ruangan Minho.

“Oppa..” Teriak Sulli dengan nada riang. Hingga tatapannya berpindah pada seorang yeoja yang tengah duduk disamping Minho. perlahan senyum dibibir Sulli muncur, sedangkan Jiyeon terlihat terkejut..

‘Sial’ batin Jiyeon

“Do Yeon Eonni” Teriak Sulli dengan senang lalu berjalan kearah yeoja yang dipanggilnya eonni itu lalu memeluknya.

***

( Jiyeon Pov )

“Bogoshipo eonni” Sulli memeluk Do Yeon eonni dengan erat. Yeoja itu adalah Kim Do Yeon, anak dari Ahjussi Kim, yang tidak lain adalah Patner kerja dari Siwon ahjussi dan appaku.Bisa dibilang Do Yeon eonni adalah teman masa kecilku, sama seperti Sulli dan Minho Oppa. Yang lebih menyebalkan lagi, Do yeon eonni adalah sainganku dulu dan mungkin sekarang ia akan tetap menjadi sainganku.

Beberapa tahun yang lalu, Do Yeon eonni pernah mengatakan padaku bahwa ia menyukai Minho Oppa dan mengancamku untuk tidak dekat-dekat dengan Minho Oppa . Karena mendengar hal itu, aku menantangnya untuk mendapatkan Minho Oppa. Ya, walaupun harus ku akui , Minho Oppa sangat dekat dengan Do Yeon eonni karena mereka seumuran dan Minho Oppa terlihat memperlakukan Do Yeon eonni lebih baik dibandingkan diriku.

Aku merasa posisiku semakin terancam dengan kehadiran Do Yeon eonni yang kembali dari Jepang. Ya, sama seperti Minho Oppa.. Do yeon eonni melanjutkan sekolahnya diluar negeri dan dari penampilannya aku yakin ia sudah mendapatkan Gelar Desainer terkenal.

“Kau? Park Jiyeon” Aku tersadar dari lamunanku.

“Nde eonni” Jawabku dengan senyum canggungku

Do Yeon eonni berjalan kearahku lalu memelukku dan berbisik..

“Kau masih ingat taruhan yang kau ajukan bukan?” Aku menegang mendengarnya. Aku hanya dapat mengangguk lemah.

“Aku akan mendapatkan Minho.. ia semakin tampan dan ia juga menjadi namja yang sangat hebat. Yeoja yang sangat beruntung bisa menjadi Anaenya dan aku akan mendapatkan gelar Nyonya Choi segera” Ia menepuk pundakku pelan.

“Senang bertemu denganmu Jiyeon-ah” aku hanya dapat tersenyum canggung untuk kedua kalinya. Do yeon eonni bertambah mengerikan menurutku.

“Oppa sudah waktunya makan siang, kajja.. aku sudah lapar” Suara sulli mengalihkan perhatian kami. Sulli merengek seperti anak kecil sambil menarik tangan Minho Oppa yang terlihat sedang sibuk dengan beberapa berkas.

“Kalau begitu kau dan Do Yeon pergi lebih dulu ke Restaurant tempat biasa kita makan siang. Oppa janji akan menyusul.. Masih ada beberapa berkas yang harus Oppa tanda tangani” Ucap Minho Oppa. Sulli mengangguk pelan lalu berjalan kearahku dan Do Yeon Eonni.

“Arraseo Oppa.. kau harus datang. Aku akan sangat marah jika kau tidak menepati janji. Kajja Jiyeon dan do Yeon eonni” Saat Sulli hendak menarikku tiba-tiba Minho Oppa berkata.

“Tunggu, Jiyeon kau tetap tinggal disini” Aku berbalik dengan wajah bingung. Sulli tersenyum sambil mengedipkan matanya padaku.

“Ta..Tapi”

“Ada hal yang ingin kusampaikan dari appamu” Aku mengangguk mengerti.

“Mengapa kita tidak pergi bersama saja, aku rasa sulli bisa menunggu sebentar” Ucap Do Yeon eonni mencoba mencegah. Minho Oppa langsung mengalihkan perhatiannya pada Do Yeon eonni.

“Anni, Sulli sudah lapar.. Benarkan?”

“Nde Oppa” Jawab Sulli dengan wajah pura-pura kelaparan. Aku terkekeh kecil melihat tingkahnya. Akhirnya Do Yeon eonni mengangguk lemah dan dengan semangat Sulli menariknya keluar hingga hanya tersisa aku dan Minho Oppa diruangan ini.

Aku duduk disalah satu sopa dengan canggung. Hingga terdengar suara Minho Oppa..

“Tentang ucapanku beberapa hari yang lalu..”

“Aku tidak bermaksud melukai hatimu, aku juga tidak pernah memintamu untuk menjauh dariku. Aku hanya tidak ingin terjadi kesalah pahaman saat itu, dengan melihat tingkahmu akhir-akhir ini aku merasa sangat terganggu. Kau bersikap seperti bukan dirimu, aku lebih menyukaimu yang dulu” Jantungku berdetak dengan kencang. Mendengar ucapan Minho Oppa membuatku sangat-sangat bahagia. Aku tersenyum kecil, aku kira Minho Oppa benar-benar tidak menyukaiku. Ternyata itu hanyalah pemikiranku saja..

“Bersikaplah seperti dirimu yang dulu Gadis Nakal”

“N..Nde Oppa” jawabku gagap. Sekali lagi aku melihat senyum dibibirnya. Aku bisa pingsan jika terus seperti ini.

“bagus, kalau begitu kita pergi. Sulli bisa mengamuk jika kita lambat pergi Ke Restaurant”

“Nde Oppa” Aku mengangguk lalu berjalan dibelakangnya dengan kepala menunduk.

“Berjalanlah disampingku, kau mau Karyawanku mengira kau adalah Pembantuku”

“Ah Nde Oppa” Aku menunduk. Aku merasa hubungan kami ada sedikit kemajuan, sekarang Minho Oppa terlihat lebih banyak bicara padaku. Sulli pasti akan senang mendengar berita ini. Jantungku..

***

( Author Pov )

“Oppa” Panggil Sulli sambil melambaikan tangannya saat melihat Minho muncul dengan Jiyeon disampingnya. Minho berjalan kearah Sulli dan Do Yeon dengan langkah pelan dan wajah datar yang biasa ia tunjukkan.

Do Yeon terlihat menampilkan senyum menawannya untuk menyambut Minho tetapi ia langsung menatap datar saat tatapannya bertemu dengan Jiyeon. Mereka benar-benar seperti dua orang yeoja yang sedang berlomba dan saling tidak menyukai.

Minho duduk disamping Sulli sedangkan Jiyeon duduk disamping Do Yeon.

“Kebetulan aku dan Do Yeon eonni belum memesan makanan untuk menunggu kalian. Kajja, kita pesan makanan” ucap Sulli dengan riangnya. Jiyeon mengangguk dengan semangat, sekarang suasana hatinya sangat-sangat baik.

“Minho bukankah ini makanan kesukaaanmu? Aku masih ingat beberapa tahun yang lalu saat kau mentraktirku dan saat pulang kita berteduh dibawah pohon dan-“ Belum sempat Do Yeon menceritakan semuanya..

“Ehmm.. aku pesan makanan ini”

“Arra Oppa” jawab Sulli dengan polos. Jiyeon menatap Do Yeon dengan tatapan aneh.

“Dan kau mengatakan siapa yeoja yang kau suka” Lanjut Do Yeon tidak memperdulikan wajah Minho yang kini tengah menegang. Kini tatapan Sulli dan Jiyeon berpindah pada Do Yeon.

“Nugu!” Tanya Sulli dan Jiyeon serempak.

“Tentu saja aku, benarkan Minho-ah” Ucap Do Yeon dengan senyum dan menatap Minho dengan tatapan yang seakan mengatakan pada Minho untuk mengatakan kata ‘iya’ Akhirnya Minho mengangguk dengan terpaksa. Ada sedikit ancaman dari tatapan Do Yeon untuknya.

“Nde” Jawab Minho datar

Sulli langsung menatap Jiyeon yang terlihat menampilkan wajah sedih sekaligus kecewa.

“Apakah kalian pernah menjadi sepasang kekasih” Tanya Jiyeon pelan ..

“Tentu saja-“ Belum sempat Do Yeon berbicara, lagi-lagi Minho memotongnya.

“Tentu saja tidak” Minho mengatakan hal itu sambil menatap Jiyeon yang memang duduk berhadapan dengannya. Jiyeon menunduk , jadi ia tidak menyadari bahwa Minho kini tengah menatapnya.

“Aku menyukai Do Yeon sebagai seorang sahabat” Lanjut Minho. Do Yeon mendengus kesal, padahal ia berencana membuat Jiyeon cemburu. Jiyeon langsung mengangkat kepalanya mendengar hal itu, Jiyeon tersenyum kecil mendengarnya.

Do Yeon menatap Minho dengan tatapan penuh arti. Sedangkan Minho menatap Do Yeon seolah mengatakan

‘Jangan katakan hal apapun lagi!’

***

( Sulli Pov )

“Oppa makanan ini enak, kau harus mencobanya..” –Jiyeon

“Minho-ah bukankah kau suka Sup ini? Dan Jiyeon, kau lupa bahwa Minho sangat tidak menyukai kerang?”-Do Yeon

Aku menatap kedua yeoja itu dengan tatapan bingung. Sama halnya denganku, Minho Oppa juga terlihat bingung. Lalu menatap kearahku, aku menjawab dengan tanda aku tidak mengerti dengan sikap Do Yeon eonni dan Jiyeon sekarang.

“Ehmm.. Arraseo.. kemarikan Kerangnya Jiyeon dan Do Yeon aku akan mencoba Sup itu” Akhirnya Minho Oppa menerima makanan itu. Lagi-lagi Do Yeon eonni dan Jiyeon menunjukkan tingkah laku aneh..

“Kau harus minum Oppa, nanti kau tersedak” ucap Jiyeon dengan perhatian. “ Jiyeon, Minho sudah minum banyak sekali. Kau mau Minho muntah karena meminum banyak air” Komentar Do Yeon eonni membuat Jiyeon menggerutu kesal. Aku terkekeh geli melihat tingkah mereka, begitu juga dengan pengunjung yang terlihat sangat terhibur dengan tingkah laku Jiyeon dan Do Yeon eonni.

Jika sudah bertemu, mereka tidak pernah akur. Sama seperti beberapa tahun yang lalu, mereka selalu memperebutkan Minho Oppa. Ya, walaupun beberapa Tahun yang lalu Jiyeon masih menjadi gadis kecil yang bisa dikatakan bukan saingan berat untuk Do Yeon eonni. Tetapi saat ini, Jiyeon telah tumbuh menjadi gadis yang mempesona.. Ia akan menjadi saingan terberat untuk Do Yeon eonni.

Aku sangat penasaran, Siapa dari mereka yang akhirnya akan dipilih oleh Minho Oppa? Minho Oppa tidak pernah menunjukkan ekspresi yang mengatakan ia menyukai Jiyeon dan juga Minho Oppa tidak pernah menunjukkan ekspresi bahwa ia menyukai Do Yeon eonni. Minho Oppa terlalu datar..

Ataukah? Itu tidak mungkin, Aku rasa hanya kami yang dekat dengan Minho Oppa. Lagipula.. ah, itu bisa saja.. bisa saja Minho Oppa menyukai yeoja lain..

 ( Author Pov )

-Seminggu Kemudian

Jiyeon tersenyum bahagia saat melihat namanya didaftar kelulusan. Jiyeon dengan bahagia memeluk eomma, dan appanya serta Yoona , Sulli dan Siwon secara bergantian. Tetapi ia langsung terpaku seakan ragu untuk memeluk Minho saat ia sampai didepan Minho yang tengah berdiri dengan wajah dingin. Do Yeon yang berdiri disamping Minho hanya dapat tersenyum remeh, hingga..

“Kemarilah” Minho memeluk Jiyeon membuat Jiyeon terkejut. Kemudian Jiyeon tersenyum. Setelah memeluk Jiyeon, Minho juga memeluk Sulli yang hari itu juga lulus dari SMA.

“eomma aku lulus” Isak Jiyeon dengan wajah bahagianya.

“Aigoo kau memang benar-benar puteri eomma Jiyeon. Aigoo, eomma sudah tahu bahwa yeoja cantik eomma ini akan lulus” Tae Hee memeluk puterinya dengan erat. Yoochun tersenyum dengan hangat pada Tae Hee dan Jiyeon.

“Appa bangga padamu Jiyeon” Ucap Yoochun. Sama halnya dengan Sulli, Sulli menangis sambil memeluk eommanya dengan bahagia. Siwon tersenyum sama hangatnya dengan Yoochun saat melihat puterinya lulus dengan nilai memuaskan..

“BAIKLAH!! Untuk merayakan kelulusan Puteri-Puteri kita.. mari kita pergi ke Restaurant untuk merayakannya” Ucap Siwon dan disetujui oleh Yoochun, tae hee, dan yoona

***

Terdengar gelak tawa yang memenuhi ruangan Restaurant. Jiyeon dan Sulli terlihat mengobrol dengan sangat akrab, Minho , Yoochun, Siwon dan Do Yeon mengobrol tentang bisnis. Sedangkan Tae Hee dan Yoona sedang beradu pendapat seperti biasa. Ada npertengkaran kecil antara dua sahabat itu.

“Ah Jiyeon-ah appa lupa memberitahukan sesuatu padamu. Seminggu yang lalu, Appa bertemu seorang pengusaha muda disalah satu Acara pesta. Ia mengatakan pada appa bahwa ia tertarik padamu saat ia bertemu denganmu pertama kali tepat pada acara dirumah keluarga Jang beberapa bulan yang lalu. Appa rasa, appa akan menjodohkanmu dengannya, ia namja baik dan sopan. Kalian akan menjadi pasangan yang sangat serasi” Ucapan Yoochun seketika membuat keramaian tadi berubah menjadi hening. Semua mata menatap kearahnya. Yoochun hanya tersenyum dengan polos seakan tak terjadi apa-apa

“Appa, seharusnya kau mengatakannya saat kita hanya bertiga dengan eomma” Omel Jiyeon dengan wajah yang sudah memerah.

“Nugu Ahjussi?”Tiba-tiba saja Minho bertanya dengan suara dinginnya. Membuat Semua berpaling menatap kearah Minho.

“ah , Namja itu bernama Kim Jang Woo. Ia tampan dan juga-“

“ Ia tidak cocok dengan Jiyeon, ia terlalu bebas dan juga Playboy” Ucap Minho memotong ucapan Yoochun. Membuat Semua lagi-lagi terheran, tidak biasanya Minho banyak bicara atau bertanya seperti itu. Yoona tersenyum dengan penuh rahasia sambil menatap Minho.

“Anniyo, saat ia bertemu dengan ahjussi.. Ahjussi dapat melihat ia adalah Namja yang baik” Jawab yoochun dengan wajah polosnya

“Anniyo ahjussii, aku pernah memergokinya berciuman di Lobby Hotel saat aku pergi ke Jeju untuk rapat pemegang saham. Kebetulan ia adalah salah satu pemegang saham saat rapat itu berlangsung” Ucapan Minho membuat Yoochun terdiam lalu menatap kearah Yoona dan siwon.

“Begitukah”

“Yoochun-ah, bagaimana kalau aku melamar Puterimu untuk puteraku” Celetuk Yoona membuat Semua lagi-lagi terdiam. Jiyeon memegang pipinya yang sudah benar-benar memerah. Sulli terkekeh geli.

“Ehmm.. apa salahnya, jika memang mereka saling menyukai .. aku akan sangat senang merestui hubungan mereka. Lagipula aku sudah mengenal baik puteramu” Jawab Yoochun dengan bijaknya.

“Kedengarannya rencana yang bagus jika mereka dijodohkan” Komentar Siwon. Do Yeon menatap Jiyeon dengan kesal, seketika Moodnya hancur. Ia tidak akan rela jika Minho akan ditunangkan dengan Jiyeon. Karena ia sudah berambisi memenangkan Minho.

“ Tetapi, Jiyeon masih kecil untuk dijodohkan. Lagipula saat ini aku masih belum memikirkan pernikahan. Aku masih ingin sendiri, dan juga Jiyeon harusnya menghabiskan masa mudanya untuk bersenang-senang bukannya terikat pada hubungan pernikahan” Tolak Minho dengan halus sambil menatap Jiyeon yang sudah menatapnya dengan sedih.

“Tetapi apa salah nya jika kita melamarnya lebih dulu. Lagipula kau bisa bertunangan dengan Jiyeon lebih dulu, jika kalian siap kalian bisa menikah. Ingat Choi Minho, banyak namja yang sudah mengincar Jiyeon”

“eomma”

“Arraseo jika itu mau mu, jangan harap kau akan mendapatkan Jiyeon. Yoochun-ah, lebih baik kau terima saja pinangan dari namja bernama Jang Woo itu. Aku rasa Jiyeon akan jatuh cinta pada namja itu dan melupakan puteraku yang keras kepala ini. Lagipula Jang Woo namja yang baik, aku pernah bertemu dengannya beberapa kali dalam pesta, Minho mungkin salah mengenali orang” Ucap Yoona dengan nada kesal sambil menatap Minho.. Minho menghela nafas..

“Begitukah? Sepertinya Minho memang salah mengenali Orang, Jang Woo namja yang baik. Semua ada ditangan puteriku, bagaimana Jiyeon? Apakah kau-“

“Arraseo jika itu keinginan kalian” Seketika suasana menjadi hening. Semua orang seakan berusaha mencerna apa yang dikatakan Minho.

“Kau menerima perjodohan ini” Kaget Yoona tidak menyangka sarannya akan disetujui oleh Minho. Minho mengangguk pelan..

Beberapa detik semua orang terdiam… Hingga..

“KYAAAA!!!!” Yoona dan Tae Hee berteriak secara bersamaan membuat semua yang ada ditempat itu menutup telinga mereka hinggaa… suasana lagi-lagi terdiam karena sulli tiba-tiba saja berteriak

“Jiyeon, kau mimisan!!” Jiyeon dengan cepat menutup hidungnya dengan wajah yang malu. Jiyeon memang akan mimisan jika ia terlalu gugup atau terkejut.

***

Jiyeon dengan gugup menatap Minho yang sedang mengemudi dengan serius disampingnya. Jiyeon benar-benar gugup harus berduaan dengan Minho setelah kejadian tadi, eommanya dan Yoona benar-benar sudah membuatnya dalam masalah yang sulit.

“Mengapa kau menerima perjodohan itu Oppa” Tanya Jiyeon memecahkan keheningan.

“Aku hanya ingin menjadi anak yang berbakti pada eomma dan appaku dan juga aku hanya tidak ingin kau jatuh ketangan namja seperti Jang Woo” jawab Minho dingin.

“kau merasa kasihan padaku Oppa? Apakah kau mau bersamaku meskipun kau tidak mencintaiku karena kasihan?” Tanya Jiyeon dengan suara bergetar. Minho menghela nafas pelan. Minho mengangguk pelan.

‘Jadi ia menerima perjodohan itu karena rasa kasihan?’ Batin Jiyeon terluka.

“Aku akan membuktikan bahwa aku akan menjadi orang yang kau cintai oppa” Ucap Jiyeon bersungguh-sungguh. Sedangkan Minho hanya diam lalu berdehem kecil. Jiyeon menghela nafas berat lalu menghapus air mata yang mengalir dari mata indahnya. Walaupun ia tahu Minho hanya terpaksa karena merasa kasihan, ia tidak akan melepaskan Minho yang memang sudah sangat lama ia impikan.

‘aku akan terus bertahan’ Batin Jiyeon

***

Yoona dengan wajah riang berjalan masuk kedalam rumah mewahnya dengan siwon disampingnya. Siwon tersenyum saat melihat kebahagiaan diwajah Yoona. Sedangkan Do Yeon bersama Sulli dibelakang tengah menampilkan wajah sedih, Sulli hanya dapat diam karena ia tahu bahwa Do Yeon juga menyukai Oppanya. Do Yeon tinggal dikediaman keluarga Choi , karena rumahnya yang berada di Seoul sudah dijual saat ia dan keluarganya pindah ke jepang.

Karena Yoona terlalu baik hati dan sudah menganggap Do Yeon seperti keluarga ia mengijinkan Do Yeon untuk tinggal dikediaman mereka.

“Eonni bagaimana kalau kita pergi ke Mall bersama?” Tawar Sulli

“Hmm.. Arraseo sekalian saja ajak Minho. Bagaimana kalau kita langsung pergi ke Lottle World” Tawar Do Yeon. Sulli tersenyum lalu mengangguk, Sulli yakin Do yeon mempunyai rencana lain untuk mendapatkan hati Minho.

‘Semoga saja Minho Oppa tidak menyakiti hati Jiyeon’

“Aku juga akan mengajak Jiyeon”

“Untuk apa?”Tanya Do Yeon dengan cepat

“Tentu saja untuk ikut ke Lottle World, Jiyeon sangat senang pergi kesana”

“a.. a .. nde”

“Bukankah Jiyeon akan ikut bersama eomma dan appanya?”

“Anni, Tae Hee Ahjumma dan Yoochun Ahjussi sudah terbang ke Paris. Mereka kemari hanya untuk menghadiri acara kelulusan Jiyeon. Jadi Jiyeon masih menginap dirumah kami, toh Jiyeon juga akan menjadi tunangan Minho Oppa” Ada rasa sakit dihati Do Yeon saat mendengar kata tunangan..

***

Setelah bersusah payah untuk memaksa Minho, akhirnya Minho luluh untuk ikut bersama ketiga yeoja itu untuk pergi Lottle World.

Jiyeon berdecak kesal, karena saat sampai di Lottle World Minho terlihat berjalan disamping Do Yeon dan tidak memperdulikannya dan Sulli. Sulli hanya dapat tersenyum geli melihat kecemburuan Jiyeon.

Hingga mereka tiba didepan bianglala, Jiyeon dengan mata yang berkaca-kaca menatap bianglala itu. Jiyeon memang selalu begitu jika ia melihat bianglala, ia sangat menyukai bianglala tetapi tidak dengan Minho yang sangat takut akan ketinggian.

“Oppa kaj-“

“Kau saja bersama sulli, aku dan Do Yeon akan bermain Ice Skating disana” Tolak Minho. Jiyeon hanya mengangguk dengan wajah kecewa.

“Kajja Sulli-ah”

“Kajja Jiyeon-ah” Sulli menarik tangan Jiyeon menjauh , sedangkan Do Yeon menarik tangan Minho untuk pergi ke Area Ice Skating.

 

TBC~

 

Otte? Rencananya Fanfiction ini akan habis diantara part 5 atau Part 6. Tergantung Ide cerita yang sekarang lagi author kumpulkan.. Oo iya, di Fanfiction kali ini Author memberikan kesempatan untuk Riders menyarankan bagaimana cerita selanjutnya, sekedar untuk menambah ide Author.. kekekek😀

73 thoughts on “Say You Love Me Oppa ( Part 2 )

  1. Aaa~ semakin kesini semakin seru, ah minho semoga kau tidak menyakiti hati jiyeon terlalu dalam,😀 walau tanpa sengaja emang udah xD, jiyeon ada sainganmu tuh #lirik doyeon
    Lanjut thor.

  2. wah minho itu sikanya aneh ..kdang baik .kdang dingin..apa dia gengsi klo d dpan orang lain klo sbenrnya dya suka ma jiyeon..ada do yeon .pacarnya myungsoo tuh..udah sm myungsoo aja dya…biar minho ma jiyeon hehe..#kesel.
    jiyeon semangat buat ngeluluhin bang minho ya..

  3. anyeong author reader baru nich mau ijin baca,,q sempet bingung nich pas mau komen soalnya kn pas buka itukan berlanjut kebawah ada tulisan lain,,akhirnya q diberitau sama teman bisa dech🙂 minho sebenarnya suka gk sih sama jiyeon kasihan dia makan hati mulu atas perkata’n&sikap minho.

  4. annyeong thor..aq readers bru disini mian bru komen.,soalnya sebelum2nya ga tau crnya komen🙂 semoga aja minho jg sk ma jiyeon..kyknya ada yg disembunyiin dr minho ?

  5. hwaa trxt udh d post..,,iss q sebel ma dinginya minpa..kchan jiyi unn.,,klu emg suka ma jyi unn 7h jgn dingin g7 donk..,,ah minpa xebelin..
    Next eon..,,

  6. Keterlaluan minho oppa buat jiyeon jatuh bangun lalu jatuh lagi.
    Andai ada cwok ganteng nyamperin jiyeon di depan mata minho, ntar biar minho CU setengah mati. Biar rada confliknya tingkat dewa.

  7. Ahhh minho jiyeon mau tunangann .yeyeeyeee sneng sih .
    Tpi msh seri kaya crta part pertama .. minho yg cuek dan susah di tebak .
    Klo skrg udh mlai keliatan dri ekspresi dia .
    Hahaja lucu bgt sih moment minji ….
    Ahhh moga cpt s publiah ..

  8. Aisshh jinjja minho oppa…
    Kalo suka bilang suka membohongi diri sendiri huhhh😦
    Kasian kan jiyi eonni…
    Jiyi eonii fightingg!!

  9. Aigooo ada doyeon -___- jadi keinget si myungsoo😥
    Minho.. gak rela jiyi dijodohin wkwkk bilang ajh kalo udah suka.sama jiyi ~~ dasarr namja dingin’.’ *tabokminho*

  10. Minho tu sebenarnya suka kan ma jiyeon?
    Tp kenapa dia lebih milih doyeon sich buat main ice skyting daripada nemen’in jiyeon naik biang lala,
    buat minho cemburu thor,

  11. Minho orangnya gak jelas!!!
    Ngegantungin jiyeon mulu, trus aja kasih harapan k jiyeon tp ujung2nya nyakitoin juga kan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s