One More Time ( part 2 Of 2 )

549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : One More Time

Author : Marsa_Queens

Type : Chaptered

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

( Main Cast )

  • Park Jiyeon
  • Choi Minho

( Other Cast )

  • All

*

*

*

( Jiyeon Pov )

Aku membuka mataku pelan saat merasakan sinar matahari menembus kamarku. Dimana aku? Aku melihat sekelilingku.. Tunggu dulu! Ini bukan kamar hotelku! Aku menoleh kesana kemari dan menemukan seorang namja tengah duduk dengan santai sambil menikmati sebuah kopi

“ANDWE”Aku berteriak

“Wae?”

“Apa yang kau lakukan padaku”Tanya ku dengan was-was membuat namja itu , Minho. Menatapku dengan tatapan aneh..

“Cih,, kau lupa?”

“Lupa! Apakah kita?”

“Pabo! Tidak, aku tidak sudi menyentuhmu.. mengapa otakmu itu selalu berpikiran hal yang tidak seharusnya eoh? Jika kau bertanya mengapa kau bisa berada disini, jawabannya adalah kau mabuk dan tertidur malam tadi. Kemarin aku berusaha membuka kamar hotelmu tetapi tidak bisa dan kebetulan kamar di Hotel ini sudah penuh, jadi terpaksa aku membawamu kemari”Jelasnya membuatku hanya mengangguk. Babo!! Jiyeon..

Aku senang melihatnya yang berbicara panjang lebar denganku. Dulu ia sangat irit dalam hal berbicara..

Choi Minho memang mempunyai banyak rahasia didalam hidupnya dan ia adalah namja yang sangat sulit ditebak -_-

Aku menggaruk kepalaku dengan tampang bodoh. Dengan cepat aku bangun dari tempat tidurnya. Tetapi sebuah tangan malah menahanku..

“kemana kau?”

“Aa..aku”

“Kemari”Ia malah menarik tanganku dan membuka sebuah pintu..

“Aku tidak ingin orang-orang curiga..”

“Ah Ne” Ucapku.. aku kira ia akan menciumku layaknya drama Korea -_-ternyata aku salah besar..

***

Aku berjalan dibelakang Minho dan disamping Krystal. Kami memasuki ruang rapat, banyak orang-orang penting diruangan ini dan aku dengar jika perusahaan Minho bisa mendapatkan kontrak ini, mereka akan untung sangat besar.

Aku duduk disebelah seorang namja yang sedari tadi melihatku membuatku sedikit tidak nyaman..

Minho berdiri dan mulai menjelaskan dokumen yang sudah ia buat, semua orang-orang itu terlihat tertarik dengan apa yang disampaikan Minho, Namja yang benar-benar daebak..

Aku sangat terkejut saat tiba-tiba sebuah tangan memegang pahaku dan mengelusnya. Aku menatap namja disampingku yang saat ini menatapku dengan tatapan menjijikkan..

“Apa yang kau lakukan!”Aku membentaknya

“Jiyeon”Minho balas membentakku karena aku menganggu jalannya rapat..

“Minho..”

 “Namja ini.. namja ini dengan lancangnya menyentuhku”Aku menangis sambil menunjuk namja keparat itu..

“Ne?”Minho terlihat terkejut, aku berusaha menahan air mataku. Namja tidak tahu sopan santun..

Minho menghentakkan dokumen yang ia pegang dan berjalan kearahku..

BUGH! Minho menampar namja itu hingga namja ittu mengeluarkan darah dari sudut bibirnya. Semua orang yang ada diruangan itu mencoba melerai perkelahian itu termasuk aku yang sudah tidak bisa menahan tangisku

“AKU AKAN MEMBUNUHMU! JIKA KAU BERANI MENYENTUHNYA LAGI !”Minho membentak namja itu lalu menghempaskan tangannya..

***

Sepanjang perjalanan pulang aku terus menangis didalam pelukan Krystal. Aku merasa sangat kesal dengan namja itu,bagaimana bisa ia dengan lancangnya memegang kaki ku..? Aku juga kesal dengan diriku, karenaku Minho tidak mendapatkan kontrak kerja itu.

“Namja tadi memang sangat keterlaluan”Beberapa karyawan terlihat membelaku dan sebagiannya hanya diam.

Sesampai di Hotel aku langsung masuk kedalam kamarku. Aku perlu menenangkan diriku, entah mengapa aku merasa tidak terima dengan perlakuan namja itu..

Aku duduk dipinggir ranjangku sambil mencoba menenangkan diriku. Aku menarik nafasku, tenang Jiyeon. Ia tidak merebut apa yang berharga bagimu. Aku menghembuskan nafas pelan..

Tiba-tiba pintu yang menghubungkan pintu kamarku dan Minho terbuka. Menampilkan Minho yang kini berdiri dengan baju yang sudah berganti..

“kau tak apa?”

“Ne”

“Kau yakin”Ia berjalan kearahku lalu duduk sambil berlutut didepanku. Ia memegang wajahku dengan tangan besar dan hangatnya..

***

( Krystal Pov )

Wajah Jiyeon terlihat lebih ceria, syukurlah.. aku mengambil beberapa daging didepanku. Saat ini kami sedang makan di Restaurant daging di Jeju. Daging yang segar .. Yummy..

Sedari tadi Minho Sunbae terlihat memandang Jiyeon begitupun sebaliknya. Apakah mereka kembali? Wow.. mereka memang pasangan yang sangat serasi. Aku merasa banyak yang berubah semenjak kehadiran Jiyeon. Minho menjadi namja yang santai dan ia tidak akan memecat orang begitu saja karena terlambat. Ia juga sepertinya mengurangi ke disiplinan terhadap dirinya.. dan satu hal yang paling penting, sekarang Minho Sunbae sangat sering makan bersama para Karyawan.. Daebakk

Jiyeon kau memang yeoja pembawa keberuntungan..

“Makanlah”

“Gomawo Krystal”

“Cheonmaneyo”

Jiyeon memakan daging didepannya lalu mengambil beberapa sayur.. saat Jiyeon akan meminum soju, Minho sunbae tiba-tiba melarangnya. Aku semakin curiga..

“kau akan mabuk, Pabo”

“Ne”Jiyeon hanya dapat menekuk wajahnya layaknya anak kecil yang kesal.

***

( Jiyeon Pov )

Besok kami akan kembali ke Seoul, sayang sekali. Padahal aku ingin lebih lama ditempat indah ini. Aku berjalan kearah taman hotel ini, taman terang dengan banyak bunga mengelilinginya.

Aku duduk ditengah-tengah taman, Omo! Kejadian tadi terus terbayang dikepalaku. Saat Minho berlutut didepanku dan membelai lembut wajahku. Apakah kami sudah kembali menjadi sepasang kekasih? Entahlah..

Minho terlalu dingin dan ia sepertinya masih bertahan dengan sifatnya itu, tidak mungkin bukan jika aku kembali ke sifatku yang dulu? Yang terus mengganggunya? Aku sudah dewasa sekarang..

“Apa yang kau lakukan disini?”sebuah suara mengejutkanku

“Kau”

“Aku sedang menikmati pemandangan”Jawabku gugup. Ia duduk disampingku, Choi Minho.

Ia membuka jaketnya lalu menyelimutiku..

“Kau bisa sakit”

Aku menatapnya dengan tatapan lekat.. apakah ini waktunya aku bertanya tentang perasaannya padaku?

“Sunbe”

“Ne?”

“Apakah kau menyukaiku?”

“Mengapa kau bertanya tentang hal itu?” Ia balik menatapku..

“A..Aniyo”

“Perasaanku masih sama , sama seperti beberapa tahun yang lalu saat kau pergi tanpa mengatakannya padaku”

“Ne”

“Mengapa kau pergi tanpa mengatakannya padaku? Apakah kau tahu bahwa aku hampir saja gila saat mendengarmu yang tidak berada di Korea lagi? Apakah kau tahu betapa kesepiannya aku saat aku jauh dari mu? Apakah kau tahu bahwa aku cemburu melihatmu bersama Suho? Dan apakah kau tahu bahwa aku selalu mengendalikan diriku untuk tidak menyentuhmu”  Aku terdiam mendengarkan ucapannya. Mataku berkaca-kaca, apakah ia mencintaiku juga selama ini?

“Sunbae”

“Apakah kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu”Ucapnya sambil menggenggam tanganku membuatku terdiam. Aku menatapnya dengan tatapan lekat, aku tidak menemukan sorot kebohongan dari matanya..

“Kembalilah padaku”Ucapnya..

“ta..pi sunbae, bukankah kau sudah memiliki kekasih?”

“Kekasihku hanya kau Pabo” Ia memelukku dengan erat, aku membalas pelukannya dengan senyum.

“Jangan pergi lagi” Bisiknya lembut..

***

Hari ini kami akan kembali ke Seoul, sayang sekali. Aku menarik koperku, dan saat aku keluar dari kamar hotelku aku menemukan Minho sudah berdiri sambil menatapku. Aku menyerit bingung, bukankah seharusnya ia sudah berangkat?

“apa yang kau lakukan disini?”

“Tentu saja menunggumu.. kajja”

“Kau akan ikut bus kami?”Tanyaku

Ia mengangguk,sangat luar biasa. Bagaimana bisa seorang Choi Minho. Pengusaha muda kaya raya mau satu mobil dengan karyawannya..

Minho berjalan kearahku lalu mengambil koperku dari tanganku..

“Aku akan membawanya”

“Ne? Gomawo”Ucapku memerah, ia menjadi sangat perhatian padaku. Berbeda dengan sifatnya yang dulu.. sekarang aku juga sangat jarang melihatnya memegang buku, apakah kepribadiannya sudah berubah? Entahlah..

Aku berjalan dibelakangnya, semua mata menatap kami saat kami tiba di depan hotel. Mereka seakan terkejut melihat Minho yang membawa koper besarku.. Aku hanya dapat tersenyum tidak enak..

“Apa yang kalian tunggu? Kajja” Ucap Minho lalu mengenggam tanganku dan masuk kedalam Bus.

***

Setelah kepulangan kami dari Pulau Jeju, aku dan Minho resmi menjadi sepasang kekasih lagi. Aku membuka mataku dan menemukan seorang namja didepanku tengah tertidur sambil memelukku..

Minho memang sering menginap dirumahku. Tetapi kami tidak melakukan apapun, hanya tidur bersama dan tidak lebih..

Aku bangun dan menyiapkan sarapan untuknya, aku memasak beberapa makanan.. saat aku sedang memotong kentang , sebuah tangan memelukku .. aku tersenyum saat merasakan nafasnya mengenai kupingku..

“Kau sudah bangun?”

“Ne”

“Apakah tidur mu nyenyak?”

“Tentu saja, karena aku tidur sambil memelukmu. Jiyeon-ah.. bagaimana kalau hari ini kau mengambil libur..”

“Memang kau mau membawaku kemana?”

“Perpustakaan”

“Mwo”

“Aku hanya bercanda, kau tahu? Sejak kepergianmu , perpustakaan adalah tempat paling kubenci. Karena buku-buku itu kau meninggalkanku”

“Aigoo.. Itu tidak ada hubungannya Minho-ah”

“Tetap saja…”

Aku hanya mendengus pelan..

***

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, kami tiba disebuah tempat yang sangat sunyi. Hanya terdengar suara kicauan burung ditempat ini. Aku menatapnya seakan bertanya..

“Tunggu sebentar”

Ia mengeluarkan beberapa alat pancing, aku bertambah menyerit. Apa yang ia lakukan? Ia menarik tanganku , hingga kami tiba disebuah sungai… sungai yang mengeluarkan asap.. aku mencelupkan kakiku.. apakah ini danau air hangat?

“Hangat bukan?”tanyanya dan aku mengangguk..

“Kajja kita memancing”

“Mwo.. Minho kau gila?”

“Anni, beberapa orrang kemari mengatakan bahwa jika seorang namja dan seorang yeoja memancing di Danau ini dan mereka mendapatkan seekor ikan, maka cinta mereka akan menjadi cinta sejati, begitupun sebaliknya”

“Bagaimana jika kita tidak mendapatkan ikan itu? Tidak mungkin ikan hidup di air seperti ini”

“Aku yakin kita akan mendapatkannya..”

1 Menit..

30 Menit…

1 jam…

1 jam 30 menit..

Aku terdiam, Minho tetap tersenyum.. padahal sejak tadi kami tidak mendapatkan ikan. Apakah itu berarti kami bukan cinta sejati? Anniya.. aku dan Minho adalah cinta sejati dan itu tidak bisa di ubah..

“AKHIRNYA”aku terkejut mendengar teriakan Minho, aku menoleh kearahnya dan melihatnya tersenyum senang sambil memegang sebuah ikan besar. Mustahil.. di danau ini ada ikan..

Aku tersenyum dengan senang lalu memeluknya dengan erat.. aku sudah mengatakan bukan? Bahwa Minho adalah cinta sejatiku begitupun sebaliknya. Aku memeluknya sambil menangis terharu..

“Mengapa kau menangis? Sudahlah,, kajja kita pulang”senyumnya lalu menarik tanganku lembut..

***

Perjalanan yang cukup melelahkan, aku membuka mataku perlahan saat mendengar suaranya. Aku menemukannya yang sudah menatapku dengan lekat, mata ku melebar saat merasakan bibirnya menyentuh bibirku. Apa yang harus ku lakukan? Aku hanya diam dan tidak bergerak..

Mataku bergerak kesana kemari, jantungku berdetak dengan sangat kencang. Aku sudah tidak bisa bernafas,, dengan cepat aku mendorong tubuhnya..

“Wae?”

“Aku..aku tidak bisa bernafas “Ucapku malu, ia tersenyum kecil lalu mengecup keningku..

“Kau mau berjanji padaku?”

“Berjanji apa?”

“Kau tidak akan berpindah ke lain hati ataupun pergi lagi dariku.. aku juga ingin kau berjanji, bahwa dihatimu hanya ada diriku”

“Minho-ah”

“Dan satu hal lagi, panggil aku Oppa.. aku lebih tua dari mu”

Aku mengangguk senang sambil terkekeh kecil. Aku memeluk tubuhnya dengan erat, aaku merasa sangat bahagia.. Minho Oppa, kau benar-benar membuatku merasa sangat bahagia..

***

Aku berjalan memasuki Kantor itu, sesampai disana aku melihat Minho Oppa sedang membentak seorang Karyawan. Bukankah itu Taemin? Bukankah ia salah satu Karyawan yang sangat rajin..

“Bagaimana bisa kau memberikanku dokumen seperti itu? Aku menginginkan yang terbaik, kau tahu dokumen seperti itu bahkan bisa ku buat dalam waktu 20 menit”Bentaknya..

“Cukup.. ada apa ini?”Tanyaku

“Taemin-ah kau kembali saja”

“Ya!” Ucap Minho Oppa tidak terima, aku menarik tangannya menjauh dari depan para Karyawan yang sudah sangat takut. Aku mendengar desahan lega Taemin saat ia berhasil lolos dari tangan Minho..

“Oppa..”

“Kau tidak boleh memperlakukan karyawanmu seperti itu, kau adalah orang pintar dan seharusnya kau bisa memberikan kesempatan untuknya”

“Jiyeon-ah”

“Oppa.. kau harus meminta Maaf padanya dan bicara baik-baik dengannya. Kau melukai hatinya Oppa”

“Ne..Ne,, baiklah”

Minho Oppa berjalan keluar sedangkan aku duduk disalah satu Sofa yang ada diruangannya. Beberapa menit kemudian , Minho Oppa masuk dengan wajah datarnya..

“Bagaimana”

“Karena kau yang meminta jadi aku meminta Maaf padanya”

Minho duduk disampingku sambil memeluk tubuhku dari samping. Aku menyandarkaan kepalaku pada tubuhnya..

“Bagaimana kalau kita menikah”Ucapnya membuatku seketika tercengang..

“N..Ne”

“Kita menikah”
***

 

( Author Pov )

~Beberapa Tahun Kemudian

Sebuah rumah mewah terlihat sangat ramai dengan suara teriakan-teriakan seorang yeoja. Ia terlihat mengejar dua orang bocah yang tertawa sambil memanggilnya dengan sebutan ‘eomma’

“Aigoo.. Appa lelah”Seorang namja muncul dari balik pintu sambil memeluk seorang bocah namja sedangkan yeoja yang dipanggil eomma itu menggendong seorang bocah yeoja..

“eomma , appa kita bermain lagi”

Yeoja itu tersenyum lalu mencium pipi yeoja kecilnya dengan sangat lembut serta membelai rambut panjang puterinya itu.

“Eomma dan Appa lelah, bagaimana kalau kalian tidur siang. Ini adalah waktu tidur siang kalian” Ucap seorang namja

Kedua bocah itu mengangguk lalu berlari kearah kamar mereka. Namja dan Yeoja itu adalah Minho dan Jiyeon. Mereka menikah beberapa bulan setelah Minho melamar Jiyeon. Hingga saat ini mereka di karuniai dua orang anak yang sangat tampan dan cantik.. Choi Yoogeun , dan Choi Yong Ji ..

Minho langsung mendaratkan bibirnya pada bibir Jiyeon saat melihat kedua buah hatinya telah hilang dari pandangan.

“oppa”

“Aku sedang menginginkanmu Chagiya”ucap Minho mebuat Jiyeon tersenyum kecil lalu naik ke Gendongan namjanya itu..

“Kajja”
END~

Otthakaeeee?? Apakah ancur ?? Mianhae,, harap R C L Ndeeeee ^^ GUMAWOOOOOO :*

62 thoughts on “One More Time ( part 2 Of 2 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s