[ ONE SHOOT ] Memory Of You ( SQUEL )

549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : Memory Of You

Author : Marsa_Queens

Genre : Romance, Friendship

Type : Squel

Rating : -16

Main Cast : Park Jiyeon, Choi Minho

Other Cast : All

Annyeong ^^ Mimin bawa Squel Memory Of You ni😀 Tetapi Cerita kali ini kembali ke Masa Lalu dimana Minho dan Jiyeon bertemu. Semoga cerita ini bagus Ne ^_^ Gomawoo~

 

 ( Author Pov )

~Flashback …

Seorang namja terlihat memantulkan bola ditangannya dengan bersemangat. Seorang yeoja terlihat menatap namja itu dengan tatapan datar tetapi penuh dengan kelembutan. Pandangan yeoja itu teralih pada seorang yeoja cantik berkulit putih yang terlihat sedang menyemangati namja itu.. Lee Ahreum, yeoja tercantik dan merupakan kapten Chiliders di Sekolah ternama SHINWHA HIGH SCHOOL Milik keluarga Choi.

Yeoja dengan kacamata tebal itu berjalan menjauh dari lapangan basket itu dengan buku tebal ditangannya..

Ia sampai disebuah ruangan..

“Pemisi”

“Kau sudah datang, kemarilah Jiyeon” Ucap seorang yeoja yang kira-kira berumur 36 Tahun pada yeoja yang dipanggil Jiyeon itu.

Yeoja bernama Jiyeon itu berjalan perlahan mendekati yeoja yang tengah tersenyum padanya

“Annyeong Songsaengnim”

***

Seorang namja berjalan dengan langkah Cool nya, wajahnya tampak menebarkan pesona yang terkalahkan. Namja itu tersenyum pada semua orang yang ia lewati, namja bernama Choi Minho merupakan anak dari pemilik Sekolah itu dan juga Kapten Tim basket.

Beberapa orang yeoja terlihat berjalan disamping kiri dan kanan namja itu.  Termasuk Lee Ahreum yeoja tercantik di SMA SHINWA HIGH SCHOOL.

“Oppa”

Seorang yeoja tiba-tiba menghampiri Minho dan memberikan sebuah kotak cokelat pada namja itu.

“Gomawoo”Ucap Minho tersenyum kecil lalu mengambil cokelat-cokelat itu dan memberikannya pada yeoja-yeoja yang berjalan disebelah kirinya. Yeoja yang tadi memberikan cokelat itu hanya dapat tersenyum malu dan berlalu pergi dengan cepat.

***

( Jiyeon Pov )

Aku menatap pantulan diriku dikaca Toilet, aigo.. Mengapa aku harus mempunyai wajah sejelek ini? Mengapa aku tidak mempunyai wajah secantik Lee Ahreum? Dengan wajah cantik seperti itu pasti aku bisa mendekati Minho Sunbae yang terkenal dengan ketampanannya itu.

Aku menatap Cokelatku dengan wajah murung, ya hari ini adalah hari Valentine dan aku suka membuat cokelat untuk Minho Sunbae, namja pertama yang membuatku jatuh cinta. Ya, walaupun aku tahu bahwa aku tidak selevel dengannya, apakah salah jika aku berharap?

Aku memasang kembali kacamataku dan keluar dari toilet. Hari sudah mulai sore dan aku akan segera pulang, pasti eomma sangat menghawatirkanku. Aku mempunyai pelajaran tambahan jadi aku pulang paling akhir dari chingu-chinguku yang lain.

Saat aku akan menaiki tangga, tiba-tiba saja tangga itu menjadi sangat licin dan aku terjatuh kebelakang, tetapi aku menabrak seseorang membuat kami sama-sama terjatuh dan aku tidak merasakan sakit apapun karena orang itu memeluk tubuhku.

“Aishhh” Aku mendengar gerutuan kesal seseorang, saat aku membuka mataku aku menemukan seorang namja tengah berada didepan wajahku dan ialah namja yang memelukku, tetapi namja itu adalah CHOI MINHO! Mati aku..

“Mianhae Sunbae”Ucapku langsung bangun dan membantunya berdiri. Sedangkan ia terlihat meringis kesakitan dan aku melihat darah keluar dari tangannya.. Ia terlihat sehabis latihan basket,,

“Omo.. Sunbae”Kagetku sambil menunjuk darah yang ada ditangannya.

“Aish! Semua ini gara-garamu”Ucapnya sambil menatapku tajam. Aku hanya dapat menunduk sedangkan Minho sunbae masih menatapku, hingga tangannya menarik tanganku. Ia menyeretku…

“YA!YA! Sunbae”Kagetku

Ia membawaku menggunakan mobilnya, entah ia membawaku kemana. Beberapa menit kemudian, kami tiba disebuah kawasan Apartement mewah. Apakah Minho sunbae tinggal disini? OMO! Apa yang akan ia lakukan? Mengapa ia membawaku kemari?

Darah masih bercucuran dari tangannya, tetapi ia terlihat biasa saja.. apakah ia tidak kesakitan?

***

( Author Pov )

Minho membawa Jiyeon memasuki sebuah Kamar Apartement yang sangat mewah. Jiyeon akhirnya tahu bahwa namja itu tinggal sendiri, tetapi Jiyeon bingung.. bukankah keluarga Choi memiliki rumah pribadi tetapi mengapa Minho malah membeli sebuah apartement?

“Sunbae”

“Kau duduk disitu dan jangan kemana-mana”Ucap Minho dingin dan ketus lalu berlalu pergi. Jiyeon hanya dapat terdiam..

‘Wow! Sangat luar biasa, yeoja biasa dan kutu buku sepertiku bisa naik ke mobil Minho sunbae dan bisa melihat Apartementnya .. daebakk’ Batin Jiyeon

‘Tetapi aku juga baru mengetahui bahwa Minho Sunbae mempunyai sifat yang dingin, berbeda dengan yang ia tunjukkan disekolah.. disekolah ia akan selalu tersenyum’ batin Jiyeon lagi..

Minho keluar dengan menggunakan baju biasa, dan tangannya terlihat sudah tidak mengeluarkan darah lagi. Ia menatap Jiyeon tajam lalu mendekat kearah yeoja itu .. hingga..

“Ya sunbae”

“Aku merasakan, biasa kau selalu memperhatikanku diam-diam disekolah. Dan aku juga sering menemukan sebuah kertas yang menempel di mejaku dan bertuliskan tentang pusisi-puisi cinta.. dan aku-“

“Mwo.. ya Sunbae! Aku tidak pernah menuliskan puisi cinta untukmu. Jangankan untuk menuliskan puisi cinta, memberikan cokelat ini padamu pun aku tidak berani”Ucap Jiyeon sambil menunjuk cokelat yang ia bawa. Sedetik kemudian ia terdiam..

‘Pabo’rutuknya

Minho tersenyum kecut dan ia semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Jiyeon..

‘Aigoo.. yeoja pabo yang polos. Bagaimana bisa kutu buku sepertinya menyukaiku’batin Minho sambil menatap remeh Jiyeon. Hingga..

Deg! Mata Minho bertemu dengan mata indah Jiyeon, Minho malah merasa terperangkap. Sekarang matanya sudah menatap bibir merah Jiyeon dengan lekat, entah apa yang ia pikirkan.. bibirnya sudah mendarat dengan sempurna dibibir manis dan mungil Jiyeon.

Jiyeon hanya dapat terkejut dengan perlakuan namja itu padanya, tangan Minho tiba-tiba saja sudah melingkar dipinggangnya. Seketika ada rasa bahagia dihati Jiyeon bisa melihat wajah Minho yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya. Ia tidak pernah bermimpi akan dicium namja setampan Minho..

Minho menggigit bibir bawah Jiyeon karena merasakan yeoja itu tiba merespon ciumannya..

Jiyeon terkejut dan tanpa sadar membuka mulutnya dan membuat namja itu lebih leluasa menciumnya. Jiyeon mengalungkan tangannya leher Minho dan ia juga ikut menikmati ciuman itu..

***

Seperti biasa, Jiyeon berjalan menyusuri koridor SHINWA HIGH SCHOOL dengan 2 sahabatnya disamping kanan dan kirinya..

Krystal dan Luna..

Jiyeon lagi-lagi melamun hingga ia tidak sadar, ia akan bertabrakan dengan seorang namja yang terlihat juga sedang bercanda dengan beberapa chingunya.. Hingga..

Bruk! Jiyeon hampir saja terjatuh jika tidak namja itu menahannya..

Deg! Jantung Jiyeon berdetak dengan kencangnya.. wajahnya bersemua merah jika membayangkan kejadian kemarin.

Namja itu juga terlihat menatap Jiyeon dalam, sehingga mereka tersadar.

“Berhati-hatilah.. kau hampir saja mematahkan lehermu”ucap Minho pelan lalu berlalu seakan tidak ada hal apapun terjadi diantara mereka. Semua orang di Koridor memandang Jiyeon dengan tatapan aneh.

“wae?” Ucap Jiyeon merasa aneh dengan Krystal dan Luna yang masih tampak melongo..

“Anniya”Jawab mereka serempak.

***

( Jiyeon Pov )

Aku masuk kedalam apartement Minho Sunbae, seperti hari-hari biasanya. Aku dijadikan pembantu olehnya, membersihkan apartementnya dan juga memasakkan makanan untuknya, dan tentang ciuman itu? Entahhlah.. seharusnya aku bisa saja menolak , tetapi appaku bisa menjadi taruhannya karena keluarga Choi mempunyai saham besar diperusahaan appaku.

Aku melepaskan kacamataku lalu mengikat rambutku keatas. Pekerjaan ini harus selesai dengan cepat, supaya aku tidak bertemu namja yadong itu. Ya, setiap kami bertemu, ia tidak pernah lewat menciumku.. sepertinya ia tergila-gila dengan bibirku..

Walaupun mempunyai sifat pendiam, aku akan menjadi sangat cerewet jika aku penasaran..

Aku mulai menyapu apartement besar itu dan juga mengepelnya, aku juga tidak lupa mencuci beberapa piring kotor yang terlihat menumpuk dan membersihkan majalah yang berhambur kesana kemari.

Namja ini sepertinya sangat suka membuat berantakan apartementnya ini dan ia juga sepertinya sangat sering membuat pesta di Apartementnya ini..

Aku membuka mataku dan aku baru sadar bahwa aku tertidur. Aku menatap sekelilingku, apakah namja itu belum pulang? Syukurlah.. Aku dengan cepat berjalan kearah pintu, tetapi belum sempat aku membuka pintu. Pintu itu sudah terbuka dengan sempurna.

Aku terkejut, saat aku ingin menerobos keluar. Minho malah menahan tanganku, jangan  bilang ia akan menciumku lagi? Andwe..

Saat aku menatap matanya, aku melihat sorot kesedihan disana. Tidak biasanya.. ia tiba-tiba saja menyudutkanku dan menciumku dengan liar, entah mengapa ciumannya kali ini sangat berbeda. Aku mencengkram bajunya kuat, apa yang terjadi padanya? Ciumannya sampai pada leherku, saat tangannya akan membuka kancing seragam sekolahku aku menahannya..

“Wae?”

Bukannya menjawab ia malah melepaskan tangannya dari pinggangku dan berjalan kearah kamarnya.

“WAE” Aku meninggikan suaraku

“Sebaiknya kau pergi”ucapnya dengan nada dingin.. tidak biasanya..

“Minho-ah”ini kali pertama aku memanggilnya dengan menyebut namanya.

Aku berjalan pelan kearahnya, entah keberanian dari mana aku membalikkan tubuhnya. Matanya terlihat memerah. Apakah ia baru saja menangis?

Ia tiba-tiba saja memelukku dan menangis dengan derasnya,apa yang terjadi padanya? Aku merasa sangat sedih melihatnya yang seperti ini. Aku menepuk pundaknya pelan sambil terus memeluknya yang tidak berhenti menangis? Apakah ada yang menyakiti perasaannya?

“Ada hal yang terjadi?”tanyaku

“Hikzz..”Ia hanya dapat menangis..

“Aku bisa merasakan kesakitanmu” Ucapku menepuk pundaknya.

***

( Choi Minho Pov )

 

Aku pulang ke Apartementku dengan keadaan kacau, apakah tidak ada yang menyayangiku dengan tulus didunia ini? Apakah sudah tidak ada yang perduli padaku? Eomma dan Appaku bahwa sudah lupa kapan hari ulang tahunku dan mereka dengan sesuka hati meninggalkanku. Apakah mereka kira dengan uang mereka, mereka dapat memberiku sebuah kebahagiaan? Mereka sangat salah, karena kesibukan mereka. Mereka membuat jarak diantara diriku dan mereka, dan mereka juga membuatku merasa sangat membenci mereka.

Saat aku masuk, aku menemukan yeoja itu. Yeoja tempo hari yang kucium begitu saja dan sekarang ia bagaikan sebuah madu untukku. Aku tidak bisa jauh darinya, lebih tepatnya aku sangat menyukai bibir manisnya. Bibir yang bisa membuatku tenang.. Apakah itu berarti kami jodoh? Tetapi aku tidak mempunyai perasaan apapun padanya..

Saat ia akan menerobos keluar, aku memegang tangannya dan langsung menciumnya. Hatiku merasa sedikit tenang, tetapi ciuman itu tidak bisa menyembuhkan rasa sakit hatiku. Aku ingin menangis dipelukan orang tuaku sekarang.. aku ingin mereka menyayangiku. Aku ingin mempunyai kehidupan normal.. aku ingin..

Aish! Percuma saja,, mereka tidak pernah mementingkanku.. aku tidak berguna untuk mereka. Aku hanya pajangan untuk mereka..

Setelah selesai menikmati bibir yeoja itu ia tiba-tiba saja mendorongku, dan aku berbalik dan menyuruhnya pergi. Hingga sebuah tangan membalikkan tubuhku, dan untuk pertama kalinya seseorang memeluk tubuhku saat aku kesepian dan sedih. Ia menepuk pundakku pelan dan memelukku dengan amat erat.. Hangat! Pelukan yang sangat hangat.

Aku menangis dipelukan hangatnya, apakah Jiyeon menyayangiku? Apakah ia perduli dengan namja tidak berguna sepertiku?

***

( Author Pov )

Minho hanya dapat diam, matanya sedikit berkaca-kaca melihat kue kecil dengan lilin kecil diatasnya. Jiyeon hanya dapat tersenyum malu, karena uang jajan yang diberikan orang tuanya hanya dapat membelikan kue kecil itu.

Jiyeon tahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahun namja itu dan ia tahu bahwa namja itu sangat kesepian walaupun disekolah namja itu terus tersenyum. Minho menampilkan wajah datar didepan Jiyeon walaupun dihatinya ia sangat bahagia,,

“Sunbae..”

“Saengil Chukkae Hamnida, mungkin aku terlambat mengucapkan hal ini dan mungkin kue yang ku beri untukmu tidak seberapa dengan barang yang diberikan oleh para Fansmu”

“Tetapi aku memberikan ini dengan semua uang jajanku dan kau tidak boleh menolak untuk memakannya”Ucap Jiyeon sambil menyodorkan kue kecil itu. Minho masih menatap datar Kue itu.

“Simpan saja disitu”

“Aish! Sunbae”

“Aku sudah tidak lapar , sebaiknya kau pulang”

“Arraseo! Awas saja jika kau tidak memakannya Sunbae”ucap Jiyeon lalu mengambil tasnya dan berlalu begitu saja, sedangkan Minho tersenyum kecil.

 

Jiyeon sampai dirumahnya, hanya kesunyian yang ia dapatkan. Jiyeon akhirnya menepuk dahinya bodoh. Ia lupa bahwa eomma dan appanya akan pergi Ke Pulau Jeju selama 3 hari dan itu artinya ia akan tidur sendiri dirumah sederhananya itu.

Jiyeon masuk dan menyalakan lampu rumahnya, lalu masuk kedalam kamarnya. Ia duduk sambil memegangi jantungnya yang sedari tadi terus berdetak. Ia kembali mengingat bagaimana Minho menciumnya..

‘Aku menyukainya’batin Jiyeon senang. Jiyeon tersenyum amat lebar, senyum yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun. Karena ia adalah orang yang pendiam, tetapi jika sudah kenal dekat dengannya.. Jiyeon bisa dikatakan normal dan suka berbicara.

‘Aku bisa gila’ Batin Jiyeon, sambil menggeleng ..

Wajah Minho terus terbayang diingatannya, saat Minho menangis dan saat Minho menatapnya dan juga saat Minho tertawa dihadapannya. Perlahan senyum Jiyeon muncul..

***

Jiyeon memasang jaket tebalnya, karena musim salju tengah melanda Seoul. Jiyeon menggerutu kesal karena Minho mengajaknya untuk bertemu. Ia keluar dari rumahnya sambil menatap sekitarnya. Semuanya tertutup salju termasuk jalan-jalan disekitar rumahnya.

“Dingin”

Jiyeon berjalan meninggalkan rumahnya dan pergi ke kawasan Apartement Minho. Jiyeon berjalan pelan kearah kamar Minho dan membukanya , saat ia masuk .. Mulutnya hanya dapat menga-nga melihat keadaan Apartement itu.

‘Bersih, apa yang ia inginkan dengan memintaku kemari.. aish! Namja ini,,’

“Sunbae”

Jiyeon berjalan masuk dan tidak menemukan siapapun, ia berjalan mengelilingi Apartement itu. Hanya kesunyian yang ia dapatkan..

“Kemana ia”Gerutu Jiyeon

Jiyeon hanya dapat menghela nafas, jika bukan demi orang tuanya ia tidak akan mau mengikuti semua perintah Minho. Jiyeon menunduk pelan.. tetapi tiba-tiba saja Mantel yang ia pakai terlepas membuat Jiyeon terkejut. Tetapi saat ia hendak berbalik sebuah tangan memeluknya dari belakang.

“Tenanglah Chagi”Bisik seseorang dengan suara lembut membuat Jiyeon merasa sedikit geli

“Sunbae”

“Aku merindukanmu” Ucap Minho, padahal baru kemarin mereka bertemu. Jiyeon mencoba melepaskan dirinya..

“Sunbae.. le..pas”Jiyeon mendesah saat merasakan bibir Minho mulai bermain dilehernya hingga ketelinganya. Jiyeon tidak bisa menahan desahan yang sudah dengan lolos keluar dari mulutnya.

“Aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan ketua Osis itu”

“Sun..Bae”

“Kau milikku Park Jiyeon dan tidak ada yang bisa mengubah hal itu termasuk eomma dan appaku” Suara Minho menjadi sangat menyeramkan menurut Jiyeon. Terlebih lagi tangan namja itu sudah dengan lancangnya menyusup didalam baju Jiyeon..

“Hen…hentikan” dengan susah payah Jiyeon berbicara

***

( Jiyeon Pov )

Aku hanya dapat mendesah, begini kah rasanya? Aku sering mendengar teman-temanku mengatakan tentang hal semacam ini dan mereka mengatakan bahwa mereka pernah mengalaminya.

Semua pakaian atasku semuanya sudah terbuka..

Sedangkan namja itu sepertinya tidak mau menghentikan perbuatannya pada tubuhku. Apa yang harus ku lakukan? Aku tidak mungkin menolak, ia sudah mengancamku dengan ancaman yang sangat menakutkan.

Ia menciptakan banyak bekas dileher dan belahan dadaku. Aku mengangkat wajahnya, aku harus menghentikan ini..

“CUKUP!”

 

Setelah beberapa menit, aku mengatur nafasku dan kembali memakai bajuku. Aku tidak menangis, aku hanya diam sambil menutup wajahku. Aku mendengar suara nafasnya yang memburu. Aku tahu bahwa ia sedang berusaha mengendalikan nafsunya yang mungkin sudah mulai tidak terkontrol olehnya. Wajahnya terlihat memerah dan aku dapat melihat ketampanannya..

“Aku tidak pernah seingin ini dengan seorang yeoja” Ucapnya pelan

“Aku tidak pernah merasa ber Ambisi untuk memiliki seorang yeoja, bagiku semua yeoja sama. Tetapi setelah kau datang, aku merasa ada hal yang berbeda dari dirimu yang membuatku ingin memilikimu”

“Jiyeon… menikahlah denganku”

“MWO”

Aku tidak tahu apa yang harus ku katakan, apakah aku salah dengar? Aku harus segera pergi dari sini,, Aku berdiri dan hendak mengambil kacamataku.. hingga sebuah tangan menahanku.

“Aku bersungguh-sungguh”

“Sunbae”

“Ta..Tapi aku belum lulus”

“Bukankah kau Loncat kelas? Dan berarti Tahun ini kita akan lulus secara bersamaan..” Aku meneguk liur ku pahit. Aku menatapnya yang sekarang sudah menatapku dengan pandangan mata yang tajam dan seakan mengancam. Aku akhirnya mengangguk, aku tidak bisa melakukan apapun. Disisi lain aku juga mencintainya..

~FLASHBACK OFF

 

*

*

*

*

( Author Pov )

Jiyeon menatap Minho dengan tatapan aneh. Setelah mendengar cerita Nampyeonnya itu, ia baru sadar bahwa pernikahan mereka yang berlangsung sangat cepat dahulu adalah ulah Minho yang mengancamnya.

“Oppa.. kau licik”

Minho terkekeh kecil mendengar kekesalan Jiyeon. Minho memeluk Jiyeon dari belakang sambil mencium aroma tubuh gadisnya itu.

“Oppa kau membuatku geli” Ucap Jiyeon saat Minho dengan sengaja memasukkan tangannya pada baju Jiyeon.

Jiyeon berbalik dan memeluk tubuh Minho dengan amat erat, perlahan serpihan ingatan masa lalunya kembali terkumpul dibenaknya.

“Oppa”

“ne”

“Dimana Luna dan Krystal sekarang”

“Kau tidak tahu?”

“Ne”

“Bukankah dulu mereka pergi Ke New York untuk melanjutkan sekolah mereka. Aku yakin jika mereka kembali, mereka akan terkejut melihatmu yang tidak mengingat mereka”Kekeh Minho

“YA”

“Apa yang akan mereka katakan jika melihatmu yang sekarang, super cerewet dan Hyperaktif”

“Oppa.. berhenti mengejekku”

Minho hanya dapat terkekeh geli melihat wajah Jiyeon yang sudah memerah dibuatnya. Jiyeon memeluk Minho kembali..

“Ceritakan lagi Oppa”pinta Jiyeon

*

*

*

*

~Flashback

 

Jiyeon menatap pantulan dirinya didepan cermin dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tidak percaya bahwa ia akan menikah diumur yang bisa dikatakan sangat muda. Seorang namja terlihat muncul dibelakangnya

“Appa”

“ Berat bagi appa dan eomma melepaskanmu, tetapi kami harus. Kami tidak bisa menolak karena itu keinginanmu”

“Appa Mianhae”

“Appa harap kau bahagia bersamanya, jadilah Anae yang baik untuknya”

“Ne Appa”

“Kajja,, kita harus pergi”

Jiyeon berjalan disamping Appanya dengan wajah tegang karena ini adalah pertama kalinya ia menjadi seorang pengantin. Jiyeon berjalan diatas altar dengan wajah cantiknya, seorang namja tengah berdiri sambil menatapnya dengan tersenyum diujung altar..

Acara pun dimulai, acara yang dipenuhi dengan air mata Nyonya Park yang harus melepaskan puterinya.

Kini saat yang ditunggu-tunggu oleh Minho tiba. Perlahan namja itu membuka kain putih yang menutup wajah Jiyeon. Wajah Jiyeon memerah saat melihat wajah Minho yang sudah sangat dengan dengan wajahnya..

Cup!

Bibir Minho sukses mendarat dibibir lembut dan merah milik Jiyeon. Mereka menikmati ciuman mereka, sedangkan orang-orang didepan mereka memotret moment berharga itu termasuk orang tua jiyeon yang terlihat tersenyum tulus melihat puterinya yang sudah mendapatkan namja yang ia impikan.

~Flashback Off

*

*

*

“Oppa, apakah saat kau menikahiku kau sudah mencintaiku”Pertanyaan itu terlontar dengan sukses dari mulut Jiyeon. Minho mengangguk..

“Aku sudah menyukaimu sejak kau tanpa sengaja menabrakku . Dulu saat penerimaan siswa baru, kau terlambat dan karena kau terburu-buru kau tanpa sengaja menabrakku. Awalnya aku hanya menganggapmu sebagai yeoja ceroboh , tetapi tanpaku sadari aku selalu memperhatikanmu. Aku juga selalu pulang sore karena menunggumu, ya walaupun kau tidak tahu. Aku sangat terkejut saat melihatmu yang hampir saja terjatuh dari tangga, jadi aku berlari untuk menolongmu , aku sangat senang saat mengetahui kau tidak apa.. “

“Jadi”

“Jadi aku menggunakan alasan kau harus bertanggung jawab dengan berdarahnya tanganku..”

“cih”

“Wae?”

“Kau licik Oppa, ckckckck”

“Biarpun licik, aku akhirnya mendapatkanmu bukan”Ucap Minho sambil mencium bahu Jiyeon.

“Jangan mulai Oppa, kemarin kau sudah menyerangku”

“Wae? Aku nampyeonmu bukan? Jadi tidak masalah”

“Aku tidak sanggup -,- beri waktu”

“Aigoo”

***

Seorang yeoja dengan anggunnya melangkahkan kakinya di Bandara Seoul, ia tersenyum kecil sambil menatap sekelilingnya..

‘Aku akan menyatakan perasaanku padamu Choi Minho’

Yeoja itu menarik kopernya dengan sambil terus berjalan…

Ia tersenyum kecil sambil membayangkan wajah namja yang ia cintai yang mungkin tidak mencintainya
TBC OR END?

Gomawo udah mau baca Fanfiction Author yang super duper gaje -_- jangan lupa RCL nya Ne ^^ Bye

 

 

55 thoughts on “[ ONE SHOOT ] Memory Of You ( SQUEL )

  1. Ya ya ya kok gantung lagi onn, bikin penasaran aja deh,
    itu cewek syapa ya? duuuh jangan sampe deh minji berantem gegara tu cewe!
    Onn lanjutannya dah ada blm??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s