One More Time ( Part 1 Of 2 )

wpid-tumblr_ma4pvjGiV61rdy7zvo2_1280.jpeg

Tittle : One More Time

Author : Marsa_Queens

Type : Chaptered

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

( Main Cast )

  • Park Jiyeon
  • Choi Minho

( Other Cast )

  • All

Annyeong ^^ Author Kembali dengan Fanfiction terbaru Author😀 Fanfiction yang tiba-tiba muncul diotak author setelah author melihat wajah seseorang teman.. Semoga ceritanya nyambung dan gak Gaje ^^ Gomawoo.. jangan lupa RCL nde #Peluk 

*

*

*

( Jiyeon Pov )

Apakah aku kurang menarik? Huft.. Sudah semua cara ku lakukan agar Minho mau menyentuhku layaknya kekasih. Aku sudah cukup besar bukan? Minho Sunbae terlalu lama berkencan dengan buku-bukunya itu.

Seperti biasa, aku berjalan menyusuri koridor sekolah Kirin Art School. Sekarang aku sudah duduk dibangku kelas 2, sedangkan Minho sudah duduk dibangku kelas 3 dan itu berarti ia semakin sibuk.

Selama kami menjadi sepasang kekasih, ia tidak pernah sekalipun senyum padaku ataupun membelai rambutku layaknya kekasih,, yah,, walaupun harus ku akui bahwa aku yang lebih dulu mengejarnya dan menyatakan perasaanku padanya.

Aku masuk kedalam perpustakaan yang terlihat sangat hening dan menemukan seorang namja tampan tengah duduk sambil menatap buku ditangannya dengan wajah yang berkonsentrasi.

“Sunbae”

“Kau lagi”

“Kau tidak lapar? Kajja kita makan”

“Kau saja”

“Sunbae”

“Sana pergi.. jangan ganggu”

Aku hanya dapat mendengus pelan, aku duduk didepannya sambil membawa buku yang baru saja ku ambil.

“Sangat cocok padamu.. Dinosaurus membaca buku tentang Dinosaurus”Ucapnya masih dengan nada datar. Apa ia mengejekku? Hey.. hal yang sangat jarang terjadi. Aku menatapnya dengan tatapan kesal..

Aku harus membalas ejekkannya.. ‘Jelek’ Ah, dia tidak jelek sama sekali dan jika aku mengatakan ia tidak keren, ia sebenarnya sangat keren..

***

Hari ini aku pulang bersama Minho, ia hanya diam sepanjang perjalanan. Aku menatap pemandangan diluar dari mobil mewahnya ini, Minho Sunbae memang orang kaya raya dan sangat populer disekolah.

“Sudah sampai”

“Ne”

“Gomawoo Sunbae”

“Ne” Ia hanya menjawab ucapanku dengan kata ‘ne’ benar-benar ! apakah ia masih menganggapku sebagai kekasihnya. Hufttttt…

“Sunbae”

“Ne”

“Apakah kau punya waktu ? Lusa aku, Luna dan Krystal akan mengajak namjachingu kami ke Mal .. kau mau ikut?”

“Aku sibuk”

“Sunbae!”

“Ne,,ne”

“Gomawoooo”

“Jangan menjadi seperti yeoja Hyperaktif dihadapanku.. aku tidak menyukainya”

“Ne Sunbae” Ucapku menunduk lalu keluar dari mobilnya. Tanpa ada senyum, ia langsung berangkat begitu saja. Apa yang harus ku lakukan biar namja itu luluh? Apakah aku harus menggodanya.. tetapi ia sepertinya namja yang tidak bisa tergoda..

Aku masuk kedalam rumahku dengan wajah lesu, Huh! Mengapa kami tidak pernah seperti pasangan lainnya yang bermesra-mesraan? Huftt..

Benar-benar….

***

( Author Pov )

Jiyeon dengan senyum diwajahnya pergi ke ruangan Minho, tetapi langkahnya terhenti saat melihat beberapa yeoja yang terlihat duduk disamping kanan dan kiri Minho. Yeoja-yeoja itu terlihat mengobrol bersama Minho yang terlihat sedang asiknya membaca.

‘Mengapa ia tidak marah ? bukankah biasanya jika aku berada didekatnya ia akan marah’pikir jiyeon dengan cemberut

‘Mengapa? Saat giliran yeoja-yeoja centil itu ia malah terlihat tenang-tenang saja’ Batin Jiyeon lagi. Wajahnya memerah menahan cemburu

“YA! BAE SUZY! LEE JIEUN! Menjauhlah dari SEOBANG-ku”

“MWOYA! PARK JIYEON”Ucap Suzy yang terlihat tidak terima dibentak begitu saja. Minho menatap jiyeon sekilas kemudian kembali terfokus pada bukunya. Bukan hanya sekali ini Jiyeon membuat ulah..

“Ayolah! Kami hanya ingin belajar”Ucap Jieun dengan nada sinis

“BELAJAR! Hey.. kalian pikir aku tidak tahu siapa kalian? Dua yeoja yang selalu menggoda Minho Sunbae! Ya! Kalian lupa jika aku adalah yeojachingunya?”

“Yeojachingu? Tunggu.. bukankah kau yang menyatakan perasaan padanya dan mengejar-ngejarnya? Mungkin karena ia sudah bosan, makanya Minho sunbae menerimamu. Minho Sunbae sudah lelah dengan kau yang setiap hari mendekatinya.. “ Ucapan Jieun terpotong

“Anni, Ia tidak terganggu” Ucap Jiyeon menyangkal

“Aku terganggu! Bisakah berhenti membuat kegaduhan?”

“Minho Sunbae”Ucap Jiyeon

“Kau dengar ? Kau itu hanya penganggu! Seharusnya kau itu sudah menyerah, Minho sunbae tidak menyukaimu”

“MWO! Minho Sunbae menyukaiku”Ucap Jiyeon dengan suara yang mulai mengecil dan mata yang berkaca-kaca sambil menatap Minho dan dua yeoja yang kini tengah menatapnya dengan tatapan merendah.

“Aku ingin tertawa mendengarnya! Apakah kau sadar bahwa selama ini kau itu seperti yeoja yang tidak punya pekerjaan, selalu menganggu namja yang sudah jelas tidak menyukaimu? Apakah kau pernah mendengar Minho Sunbae mengucapkan bahwa ia menyukaimu?” Ucap Suzy sambil menatap Jiyeon sinis

“Su…Sunbae” Jiyeon memanggil Minho.

Minho tidak menatapnya sama sekali dan malah menatap bukunya dengan fokus.

‘apakah ia benar-benar tidak menyukaiku’batin Jiyeon hendak menangis

Jiyeon berbalik dengan bekalnya yang masih berada ditangannya. Rasa sakit itu membuatnya ingin menangis.. tetapi ia menahannya, walaupun begitu .. ia tidak bisa menahan air mata itu lagi,,

Hingga…

Seseorang menarik tangannya membuat menoleh dan menemukan Minho didepannya dengan nafas memburu..

“Wae?”

“Ada apa?”

“Anniya”Jawab Jiyeon

“Kau menangis”

“Anni”

Minho menghapus air mata Jiyeon, ia menatap Jiyeon dengan tatapan yang sangat lembut. Tanpa mereka sadari, mereka menjadi pusat perhatian..

“Jangan menangis, mereka salah jika mengatakan aku tidak menyukaimu. Aku tidak mungkin menerimamu jika aku tidak menyukaimu, jadi jangan menangis karena ucapan mereka. Kau seharusnya yakin bahwa aku menyukaimu”Ucap Minho, mata jiyeon berkaca-kaca.. baru kali ini Minho berbicara dengan kalimat panjang padanya.

“Sunbae”

Jiyeon memeluk minho dengan senyum. Hatinya merasa sangat senang terlebih lagi saat ia merasakan Minho membalas pelukannya..

***

Jiyeon menatap kedua sahabatnya yang tengah bemesraan dengan kekasih mereka. Jiyeon menampilkan wajah iri nya, terlebih lagi saat ia melihat Krystal berciuman dengan Kang Min Hyuk kekasih krystal. Sedangkan luna terlihat dengan senangnya berpelukan mesra dengan namjachingunya Lee Jin Ki

Lagi-lagi Jiyeon menghela nafas, sepertinya Minho tidak akan datang lagi. Namja itu terlalu sibuk dengan bukunya.

Jiyeon mengambil tasnya, dan memutuskan untuk pergi. Dari pada ia menjadi obat nyamuk.

Jiyeon berjalan mengelilingi Mal itu hingga..

Ia menatap seorang namja dan seorang yeoja yang tengah menari dengan tubuh gemulai dan banyak orang yang menonton disana. Jiyeon menatap yeoja yang terlihat sangat lihai dan lincah menari itu dengan baju yang bisa terlihat sangat sexy..

Wahh..bukankah itu Tarian Trouble Make Now, daebakk! Yeoja itu terlihat sangat sexy terlebih lagi bentuh tubuhnya sangat Ideal “ Pikir Jiyeon

Apakah Jika aku memakai baju seperti itu, Minho Sunbae akan menyukaiku? Dan akan menyentuhku layaknya kekasih? >.<Pikir Jiyeon dengan pikiran Yadong-nya. Karena keasikkan melamun Jiyeon tidak menyadari bahwa seseorang tengah memperhatikannya dan sebuah jitakkan mendarat mulus dikepalanya.

“AISH!”kesal jiyeon..

“YAK! JUNG SOO JUNG!”Kesal Jiyeon

“Kekek”Krystal hanya dapat terkekeh geli melihat kekesalan Jiyeon padanya.

“Aku kesana ne”Ucap krystal dan Minhyuk yang berlalu dari hadapan Jiyeon yang masih menampilkan wajah kesal. Tiba-tiba sebuah tangan menutup matanya..

“Aish! Luna-ah, aku tahu itu kau.. jangan mengerjaiku seperti sahabatmu yang Pabo itu! Aku ingin pulang, lepaskan”

“Shirreo”

“M..Minho Sunbae”kaget Jiyeon saat melihat seorang namja tampan dengan wajah tampan berdiri dibelakangnya. Namja itu hanya tersenyum kecil..

“Kau datang”

“Mian, aku ada sedikit urusan di Perpustakaan tadi”

“Nde” Senang Jiyeon.

***

( Jiyeon Pov )

Tidak ada yang istimewa dengan kencan kami. Minho Sunbae lebih senang berkencan dengan buku-bukunya dibandingkan diriku, sedangkan aku hanya dapat menatapnya dengan tatapan bosan. Apakah ia tidak lelah membaca buku membosankan itu? Aku melihatnya saja sudah sangat tidak tertarik..

“Sunbae”

“Ne”

“Apakah kau merasa aku cantik?”

“Biasa saja”

“Mwo! Lebih cantikkan siapa aku dan Suzy”

“Kau”

“Kalau dengan Jieun”

“Entahlah”

“mwo”

“Ia mempunyai suara bagus, sedangkan kau mempunyai suara yang super cempreng ( Sumbang ) apalagi jika kau berteriak, gendang telinga orang yang mendengar mungkin akan tuli”

“Sunbae.. sebenarnya yeojachingumu itu aku atau Jieun”

“Kau”

“Tetapi mengapa kau malah memujinya”

“Fakta”

“YA!”

***

Aku mengajak Minho Sunbae untuk pergi ke Pantai kota, pasti melihat matahari terbenam sangat menyenangkan. Aku tidak sabar..

Minho sunbae terlihat membaca buku tentang sejarah, sedangkan aku menatap matahari yang sebentar lagi terbenam..

“Sunbae,, lihat”

Minho Sunbae terlihat menatap matahari itu, ia tersenyum dengan amat lebar. Senyum yang tidak pernah ku lihat sebelumnya. Aku terus menatapnya dengan lekat, tanpa sadar aku tersenyum melihatnya yang tersenyum cerah..

Sunbae.. aku sangat mencintaimu..

Aku tidak ingin hubungan ini berakhir, aku merasa kita cocok.

***

( Author Pov )

Minho dan Jiyeon terlihat sangat menikmati pemandangan dihadapan mereka. Tetapi tiba-tiba sebuah suara menganggu Jiyeon dan Minho..

“Oppa”Terdengar suara lembut dan halus yeoja yang duduk tidak jauh dari Minho dan Jiyeon. Yeoja itu bersama namjanya yang tampak merangkulnya..

“Ne Chagiya”

“Kau mencintaiku?”

“Tentu saja.. aku sangat mencintaimu”

“Mengapa kau bisa mencintaiku”

“Aku tidak tahu, aku mencintaimu tanpa alasan,, bagiku kau adalah yang terbaik”

“Jeongmal”

“Ne Chagiya”

“Oppa Saranghae..”Yeoja itu memeluk namja tampan disampingnya. Jiyeon menatap dua orang manusia itu dengan tatapan terkagum-kagum. Ia seperti menonton sebuah film. Sedangkan Minho hanya dapat menatap datar kedua orang itu,,

“Sunbae… mereka sangat ROMANTIS”ucap Jiyeon dengan sangat Antusias..

“Biasa saja”

Jiyeon hanya dapat mendengus, bagaimana bisa namja itu tidak kagum dengan kebesaran cinta dua orang yang sekarang menjadi topik pembicaraan mereka.

“Kajja kita pulang.. aku sibuk”

“Ne” Jawab Jiyeon, padahal ia ingin lebih lama bersama namjanya itu..

Sesampai dirumah Jiyeon, Jiyeon hanya diam disebelah Minho tanpa berniat turun sedangkan Minho sudah menatap Jiyeon dengan tatapan bertanya..

“Turun”

“Sunbae”

“hmm..”

“Cium aku”

“Mwo”

“Cium aku, bukankah kau namjachinguku? Aku belum pernah merasakan yang namanya ciuman pertama”

“Shireo”

“Sunbae!”

“Shireo!”

“Wae? Bukankah kau bilang kau menyukaiku. Krystal dan Luna sudah sangat sering berciuman dengan kekasih mereka”

“Turunlah”

“Sunbae! “

“Aku bilang turun”ucap Minho dengan nada datar, karena menurutnya berdebat dengan Jiyeon adalah hal yang membuang banyak waktu. Jiyeon menatap kecewa Minho bagaimana bisa namja itu bersikap sangat dingin padanya? Padahal ia sangat mengharapkan Minho akan menjadi namja yang sangat romantis dan selalu memberikan kehangatan untuknya.

“Arraseo! Jika Sunbae tidak mau menjadi First Kissku.. masih banyak namja yang mau ku cium! Besok aku menghampiri Suho Sunbae saja”Ucap Jiyeon dengan nada sewotnya lalu keluar dari mobil Minho.

Jiyeon berlalu begitu saja masuk kedalam rumahnya, Jiyeon melirik sedikit mobil Minho yang masih terparkir didepan rumahnya.

‘ada apa dengannya? Tumben sekali ia betah didepan rumahku ‘

***

Kirin Art School dihebohkan dengan kedatangan Jiyeon dengan seorang namja. Suho.. salah satu Namja Populer di Kirin Art School, dengan bangganya Jiyeon menggandeng tangan Suho memasuki koridor sekolahnya. Tanpa mereka sadari, mereka berpas-pasan dengan Minho yang terlihat fokus membaca buku.

Jiyeon melirik Minho yang terlihat sama sekali tidak perduli ia menggandeng tangan Suho. Jiyeon menghela nafas pelan..

Ia sudah sangat bingung dengan sifat namjachingunya yang bisa berubah-ubah itu. Kadang Minho baik padanya, tetapi Minho lebih sering bersikap mengabaikannya,,

Jiyeon berbalik dan berjalan disamping Minho..

“Mengapa kau malah mengikutiku”

“Anni , aku tidak mengikutimu”

“Jadi? Apa yang kau lakukan dengan berjalan disebelahku?” Datar Minho

“Aish! Ya sudah”

“Kau mau menghampiri Suho lagi? Hati-hati kau bisa menjadi yeojachingu ke-8 nya” Ucap Minho datar

‘Ige Mwoya! Jadi ia menyadari bahwa tadi aku bergandengan tangan bersama Suho Sunbae? Benar-benar.. apakah ia tidak cemburu T_T Pikir Jiyeon dengan tampang bodohnya.

“Kau tidak cemburu” Tanya Jiyeon

“Anni”

“Aish!”

“Tentu saja”

“Ne?”

“PABO” Minho hanya dapat menghela nafas pelan. Bagaimana ia bisa menerima yeoja Se-Lola Jiyeon menjadii kekasihnya.

***

Jiyeon tercekat, kakinya terasa membeku mendengar ucapan appanya. Ia hanya bisa terdiam sambil menatap kedua bola mata appanya dengan tatapan sedih dan tidak terima .

“eomma benarkah”

“Ne chagiya, sebaiknya segera siapkan barangmu”

“eomma..”

“Appa tidak bisa membantah sayang, Direktur sudah menempatkan appa untuk bekerja di Luar Negeri, kita tidak bisa membantah itu.. Jika kita membantah maka appa akan kehilangan pekerjaan”

“Appa.. bolehkah aku bertemu Minho Sunbae”

“Nde, tetapi jjangan terlalu lama, biar eomma mu yang mengemasi baju-bajumu”

Jiyeon berlari keluar dari rumahnya dengan air mata yang terus berjatuhan. Ia masuk kedalam mobilnya  lalu menuju rumah Minho.

***

Jiyeon sampai di Apartement Minho, ya.. Minho memang memutuskan untuk tinggal sendiri di Apartementnya

“wae?”

“Su..Sunbae”

“Jangan banyak bicara, langsung saja. Aku masih banyak pekerjaan, jika kau berniat mengangguku sebaiknya kau pergi. Aku tidak punya banyak waktu, dan aku mohon untuk sebulan ini jangan mengangguku”Ucap Minho dengan wajah dingin dan menatap Jiyeon.

Jiyeon menatap Minho dengan tatapan berkaca-kaca

“Sunbae kau ingin aku pergi”

“ne, memangnya kau ingin bicara hal apa?”

Jiyeon menggeleng pelan..

“Sunbae, bolehkah aku menciummu. Aku mohon, aku akan tidak bertemu denganmu” Ucap Jiyeon dengan manja

“Aish! Jangan, menjijikkan” Tolak Minho sambil menatap Jiyeon yang terlihat mengeluarkan Puppy Eyesnya. Minho menggeleng, sedangkan Jiyeon menarik tangan Minho manja.

Cup! Jiyeon menarik wajah Minho dan mendaratkan bibirnya pada bibir Minho kemudian melepaskannya. Minho terbelalak kaget..

“Aku hanya ingin first kiss ku bersamamu Sunbae”

“Apa yang kau lakukan! Kau menjijikkan”Marah Minho lalu masuk begitu saja. Jiyeon belum sempat mengucapkan selamat tinggal. Jiyeon hanya dapat menahan tangisnya.

‘mungkin Minho sunbae akan sangat senang dengan kepergianku’

***

( Choi Minho Pov )

Sudah seminggu Jiyeon tidak mengangguku, tumben sekali. Aku memegang bibirku sambil tersenyum, Jiyeon adalah yeoja terbodoh. Apakah ia tidak takut jika tiba-tiba aku menyerangnya? Aku namja normal.. aku tidak mau menyentuhnya karena aku tidak ingin merusak keindahannya.

Aku menatap sekeliling perpustakaan, biasanya perpustakaan ini akan sangat heboh jika Jiyeon datang.

Aku memutuskan untuk beranjak, aku ingin mencarinya. Aku merindukan yeoja paboku..

Saat aku kekelasnya , aku menyerit saat melihat orang lain menempati bangkunya. Pandanganku tertuju pada krystal dan Luna yang terlihat tidak bersemangat, mereka terlihat seperti manusia yang bosan hidup.

“Sunbae, kau mencari siapa”Tanya Jieun dan suzy yang tiba-tiba muncul dihadapanku.

“Jiyeon”

“Jiyeon? Jiyeon bukankah sudah tidak bersekolah disini lagi?” Ucap suzy dan Jieun serempak membuatku terkejut

“Mwo”

“Sudah dari seminggu yang lalu, ia pindah ke Luar Negeri..”

***

 

( Author pov )

 

~5 tahun kemudian

Seorang yeoja cantik dengan senyum merekah berjalan melewati pintu kedatangan dibandara. Yeoja itu menghirup udara Seoul untuk pertama kalinya setelah ia pergi meninggalkan Seoul lima tahun yang lalu.

‘Akhirnya, aku merindukan Negara kelahiranku’ batinnya

Yeoja itu berjalan sambil menyeret kopernya, hingga ia melihat seorang namja tengah menunggunya.

“Permisi, Kim Jong In Imnida, apakah Nona Park Jiyeon?”

“Ah, kau salah satu karyawan yang akan menjemputku? Kau dari Perusahaan Choi’s grup bukan?”

“Ne nona salam kenal..”

“Ne,, Aku Park jiyeon, desainer baru diperusahaan itu”

“Aku sudah tahu Nona”

Kim Jong In menatap Jiyeon dengan tatapan bersahabat lalu membantu Jiyeon membawa koper yang terlihat berat itu.

***

Jiyeon dan kai memasuki sebuah mobil yang terlihat sangat mewah.

“Kau sudah bisa membeli mobil semewah ini?”Tanya Jiyeon

“Ne, gajihku sangat besar. Choi’s Grup memberikan kita gajih yang lebih banyak dari perusahaan biasanya”Cerita Kai

“Jeongmalyo”

“Tetapi kau harus tahu, bahwa sudah lebih dari 20 Desainer yang dikeluarkan dari perusahaan itu. Mereka dikeluarkan dengan alasan tidak becus dan terlambat”

“Separah itu kah peraturannya?”

“Ne, semenjak Perusahaan dipegang oleh anak dari Tuan Choi, perusahaan menjadi sangat disiplin. Bahkan jika kau terlambat semenit pun kau akan dikenakan denda dan mungkin kau bisa dipecat”

Jiyeon bergidik ngeri mendengarnya..

“Aku sudah bisa membayangkan bagaimana disiplinnya direktur itu.. Apakah kalian menyukainya?”

“Ne, selain disiplin ia juga tampan. Tetapi ia juga sangat mengerikan “

“Ne?”

“Ia sangat tidak menyukai hal-hal berbau kotor dan ia juga tidak suka dengan keributan, baru-baru ini seorang desainer baru dipecat karena tanpa sengaja menumpahkan kopi di jasnya”

“Wow! Daebak”

***

( Jiyeon Pov )

Aku memasuki rumahku, sudah lama aku tidak kemari. Aku merindukan kamarku dan.. Lupakan lah. Mungkin ia sudah melupakanku dan mungkin dulu ia tertawa lepas saat aku pergi.

Aku meletakkan koperku didalam kamarku dan berjalan mengitari rumah kami. Eomma dan Appa menetap di New York sedangkan aku bekerja di Seoul. Aku sangat beruntung bisa bekerja di perusahaan sebesar Choi’s grup. Perusahaan terbesar yang ada di Korea.

Aku menatap sekeliling rumahku, rumahku tampak sangat bersih. Karena setiap bulannya eomma dan appa menggajih seseorang untuk membersihkannya.

Aku menghempaskan tubuhku ke kursi lalu duduk..

Aku lelah dengan perasaanku yang tidak pernah bisa hilang, apakah ini yang dinamakan dengan cinta sejati? Aku merindukan Minho Sunbae, tetapi aku sangat takut bertemu dengannya, aku tidak ingin kedatanganku menganggunya.

Huft.. Choi Minho Saranghae..

Apakah sekarang ia sudah memiliki kekasih ataukah ia sudah menikah? Aish, hatiku sakit membayangkannya..

***

Aku terbangun saat merasakan sinar mentari menyinari kamarku. Aku harus segera bangun karena hari ini adalah hari pertamaku bekerja. Setelah selesai mandi, aku memilih-milih baju yang akan kugunakan hari ini, lucu jika aku mempermalukan diriku dihari pertamaku bekerja.

Akhirnya aku mendapatkan baju yang ku rasa cocok untukku. Aku siap untuk bekerja hari ini.

Aku berjalan keluar dari rumahku dan menemukan Kai sudah menungguku. Ia memang namja yang baik, aku dengar darinya ia akan segera menikah.

“Menunggu lama?”

“ne, sekitar 5 menit”

“ya.. itu tidak lama”

“Bagi orang disiplin waktu seperti itu sangat berharga”

“Cih”

Sepanjang perjalanan aku dan Kai terus bercanda, ia bercerita tentang hal yang sangat lucu.

***

Semua Karyawan diperusahaan ini sangat ramah padaku. Mereka sepertinya sangat pandai bergaul, aku sangat bahagia bisa bekerja disini. Aku duduk dimejaku, disebelah mejaku aku melihat seorang yeoja yang tidak asing lagi.

“Jung Soo Jung” Sedari tadi yeoja itu terlihat tidak menanggapi kedatanganku karena ia terlihat sangat sibuk dengan komputer didepannya. Sepertinya ia memang Krystal…

“Ya! Jung Soo Jung”

“Waee”Kesalnya lalu menatap kearahku..

“MWOYA! PARK JIYEON”Tiba-tiba saja ia berteriak dengan kencangnya. Ia sepertinya sangat terkejut dengan kehadiranku, ia bangkit dari kursinya dan berjalan kearahku seakan ingin menerkamku.

“PARK JIYEON!”Ia memelukku dengan sangat kuat membuatku hampir kehilangan nafas.

“jun..g ..So..o ..jun..g ..le..pas..kan”

Aku menghela nafas lega saat ia melepaskan pelukannya yang sangat kuat itu. Aku menatapnya dengan tatapan membunuh..

“YA! Mengapa kau tidak mengabariku”

“Aku sibuk”

“Ya! Kau lupa dengan ku eoh?”

“Ne”Ucapku

Krystal menatapku kesal tetapi kemudian ia tersenyum. Aku mengobrol dengan krystal, ia menceritakan semua yang terjadi saat aku pergi, tetapi ia tidak pernah menyebut nama Minho Sunbae saat ia bercerita. Aku terlalu takut untuk bertanya hal yang menyangkut Namja itu, aku tidak ingin sakit hati..

***

Sudah sebulan aku bekerja di Perusahaan itu, dan hari ini aku mendapatkan gajih pertamaku. Gajih yang sangat besar , pantas saja banyak orang yang bersaing untuk bekerja disini. Sudah sebulan juga aku tidak pernah menatap langsung wajah namja pewaris perusahaan besar ini, aku penasaran dengan namja yang sangat disiplin itu. Aku, Krystal dan Kai merayakan gajih pertamaku di sebuah Restaurant. Aku membayar makanan yang mereka pesan.. Ya diperusahaan itu, aku sangat dekat dengan kai dan Krystal..

“Aku dengar besok Direktur akan kembali”Ucap Kai

“Ne?”

“Ne , kau benar .. Besok aku dengar direktur akan kembali dari paris dan itu berarti kedisiplinan kita harus kita tingkatkan”Ucap krystal

“Ne?”Sedari tadi aku hanya dapat menyerit bingung dengan ucapan mereka.

“Direktur Choi akan kembali dari paris besok, dan itu berarti kau tidak boleh terlambat seperti biasa Nyonya Park”Sindir Krystal membuatku terkekeh. Ya, aku memang sering terlambat, untung saja mereka bisa menutupinya..

“Kalian tahu? Sejak aku bekerja, aku tidak tahu bagaimana rupa bos ku”

“MWO”Kaget Krystal

“Jeongmalyo? Kau tidak tahu?”Kagetnya

“Ne”

“Direktur Choi Adalah Choi Mi-“ Ucapan Krystal terputus karena tiba-tiba saja ponselnya berdering jadi ia harus mengangkat teleponnya. Aku tidak memusingkan ucapannya, aku memutuskan untuk mengobrol dengan Kai.

***

Setelah kembalinya direktur utama Choi, semua pekerjaan terasa bertambah berat dan juga semua karyawan harus datang tepat waktu. Benar-benar sangat disiplin.

Krystal keluar dari ruangan Direktur Choi dengan wajah sedih, jangan bilang desain yang kami buat ditolak lagi? Aish! Apa yang diinginkan namja itu?

“Wae?”

“Desain yang kita buat ditolak”Sedih Krystal, aku hanya dapat menghela nafas pelan. Aku sudah tidak bisa menahan kekesalanku, aku ingin bertemu dengan direktur sok sibuk itu. Ya, ini memang terdengar lucu,, tetapi memang kenyataan bahwa aku tidak pernah bertemu dengannya sekalipun dan hari ini aku akan bertemu dengannya dan langsung menceramahinya.

Aku merampas Desain itu dari tangan Krystal..

“Biar aku saja “

Tanpa mengetuk ruangannya, aku membuka pintu itu dengan kasar. Tetapi seketika langkahku berhenti, seorang namja tengah berdiri membelakangiku. Lagi-lagi jantungku berdetak?

Aku sudah terlanjut membuka pintu ini dan aku harus bisa mengeluarkan suaraku..

“DIREKTUR!”Aku membentaknya. Semua Karyawan berkumpul dipintu sambil menontonku dengan wajah yang sangat ketakutan. Namja ini tidak bisa dengan seenaknya menolak Desain yang kami buat, apakah ia tidak tahu bahwa kami sudah bekerja keras untuk membuatnya?

Namja itu berbalik, kakiku seakan melemas. Aku hanya dapat terpaku menatap namja yang sekarang juga tengah menatapku dengan tatapan datar dan dingin. Tidak mungkin.. Ja..Jadi Direktur Choi adalah Choi Minho??

Semua menatapku seakan menunggu apa yang akan ku katakan selanjutnya.. Jiyeon! Kau harus melupakan perasaanmu, ingat tujuan awalmu! Kau harus bisa mengucapkan apa yang ingin kau ucapkan! Aku mencoba menghilangkan keterkejutanku,,

“Wae?” Ia berjalan pelan mendekatiku, hingga ia tiba didepanku.. Tubuhnya sangat dekat denganku membuatku melangkah sedikit untuk mundur. Tatapan mata kami bertemu

“C..Choi Minhi! apa yang salah dengan Desain yang kami buat! Apakah kau tidak bisa menghargai desain ini? Apakah kau tidak tahu bagaimana perjuangan kami membuatnya? Apakah kau pernah berpikir bagaimana bahagianya kami jika kau memuji hasil desain kami? Bukan malah menghinanya!! Aku sudah tidak tahan dengan sikapmu! Kau seenakmu, kau tidak pernah memikirkan karyawanmu! Kau memang orang yang disiplin, tetapi apakah menurutmu semua orang bisa menjadi disiplin seperti dirimu? “Aku membentaknya..

“Baiklah”

“Ne?”

“Aku menerima desainmu”

“Mwo”

“Bukankah itu yang kau mau Park Jiyeon” Ia menatapku dengan tatapan yang tidak pernah ia tunjukkan padaku. Tatapan lembut yang penuh kerinduan.. ada apa dengannya.

***

Aku berteriak tidak jelas didalam rumahku. Tidak mungkin! Direktur Utama Perusahaan itu adalah Choi Minho Sunbae. Aigoo, aku bisa gila. Aku tidak bisa melupakan perasaan ini jika ia terus berada didekatku. Huftt!!

Apa yang harus ku lakukan? Ah benar,, aku pura-pura tidak mengenalnya dan hubungan kami sekarang hanyalah Direktur dan Karyawan.

Tetapi tidak ada kata putus diantara kami..

Choi Minho, mengapa saat aku berusaha melupakanmu kau malah kembali dan memenuhi otakku.

Tiba-tiba saja ponselku berdering, ternyata dari Kai..

‘Kau daebak! Bagaimana bisa kau membentak Tuan Muda Choi? Daebakk,, sebelumnya tidak ada yang berani membentaknya’

Aku hanya dapat menghela nafas, sudah banyak karyawan yang mengatakan bahwa aku hebat. Mereka belum tahu bahwa aku dan Choi Minho pernah menjadi sepasang kekasih.

***

Aku memasuki kantor dengan wajah tidak bersemangat, hari ini aku terlambat datang 1 jam. Biarlah jika aku akan dipecat, aku merasa sangat terancam dengan terus bertemu Minho. Perasaanku dapat kembali dan aku tidak ingin itu.. Perasaan yang sudah ku kubur kembali seperti semula.

Aku memasuki ruang rapat, Ya.. Hari ini memang ada rapat. Semua Karyawan menatapku termasuk Minho.

“Mian aku terlambat”

“Gwenchana,, duduklah”Ucap Minho datar. Mengapa ia tidak memecatku? Bukankah ia dikenal dengan kata Disiplin? Aish, seterah saja

Aku duduk disamping Krystal dan mengeluarkan beberapa Dokumen yang sudah ku rancang.

Aku menatap Minho yang memulai rapat, ia bertambah tampan dan juga dewasa. Aigoo, semua yeoja pasti menyukai namja sepertinya. Aish! Jiyeon apa yyang kau pikirkan? Kau menyukainya? Pabo  ! Kau tidak boleh menyukainya, ia tidak menyukai kedatanganmmu kau tahu!

***

( Krystal Pov )

Daebak! Minho Sunbae sepertinya benar-benar tahluk akan Jiyeon, buktinya ia tidak membentak ataupun memarah Jiyeo karena Jiyeon terlambat. Padahal baru saja Minho Sunbae memarahi Kai yang terlambat 2 Menit..

Jika Karyawan lain tahu, mereka pasti akan berpikir hal yang sama sepertiku.. Jiyeon dan Minho saling mencintai..

Aku dan Jiyeon meninggalkan ruang rapat, aku mendengar Jiyeon menghela nafas, yeoja ini berusaha melupakan perasaannya pada Minho Sunbae tetapi terlihat Sulit. Apa yang harus ku lakukan? Apakah aku harus membantu mereka?

Dua orang itu tidak akan pernah mengakui perasaan mereka, aku mengenal mereka sejak SMA.

***

( Jiyeon Pov )

Aku turun dari pesawat pribadi Choi’s Grup, hari ini kami akan mengadakan rapat di Jeju. Aku menatap Minho yang sudah berjalan lebih dahulu dari pada kami, seandainya saja aku bisa berjalan disampingnya sambil mengenggam tangannya. OMO! Apa yang ku pikirkan?

Aku memukul kepalaku pelan, otakku ini mengapa terus memikirkan hal itu  ._. Hilangkah pikiran mu Jiyeon, kau tidak akan mungkin bisa bermesraan dengan Minho, kau dan ia berbeda. Ia sekarang adalah atasanmu..

Beberapa menit menempuh perjalanan menggunakan mobil, akhirnya kami tiba disebuah hotel yang sangat mewah. Aku menarik koperku dan masuk kedalam kamar yang memang sudah dipersiapkan.. Sial,, kamarku bersebelahan dengan kamar Minho -_-

Aku masuk dan tersenyum senang, ruangan ini didesain dengan sangat romantis, banyak taburan bunga dimana-mana. Sepertinya hotel ini tempat pengantin baru untuk bulan madu.
Aku merebahkan tubuhku diatas ranjang empukku, jika suatu saat aku menikah aku ingin kemari dan menghabiskan waktuku bersama Nampyeonku berdua ditempat romantis ini. #JiyeonMulaiYAdong

Aku berdiri lalu mengambil koperku, tubuhku terasa bau,, aku harus mandi karena kami akan pergi makan malam.. Kekek.. aku harus terlihat cantik..

***

Aku menganga, ternyata mereka membawaku ke Sebuah Club dan tentu saja Minho juga ikut. Sepertinya setiap ada rapat di Jeju mereka sering pergi ke tempat ini, buktinya beberapa pelayan sepertinya sangat mengenal mereka.

Aku duduk disamping Krystal sambil menatap sekelilingku, banyak yeoja-yeoja menggunakan baju yang kekurangan kain. Mereka terlihat seperti tidak memakai baju saja.

“apa kah kalian sering kemari?”

“Tentu saja, tempat ini adalah Club termewah dan Populer di Jeju.. kau bisa memesan apapun yang kau mau , Tuan Muda Choi akan membayar untuk kita”Bisik Krystal padaku.

Setengah jam kemudian Krystal dan beberapa karyawan yang ikut berjalan kearah lantai dansa dan menyisakan aku bersama Minho. Ia menatapku dengan tatapan lekat dan membuatku merasa tidak enak..

Aku meminum beberapa Wine didepanku, aish! Pabo, kau tidak kuat meminum Wine, mengapa kau malah meminumnya? Jeongmal Paboya..

“Aish!”Rutukku

Aku menyandarkan kepalaku yang mulai terasa berat, jangan sampai aku mabuk. Aish! Siapa yang akan mengangkatku jika aku mabuk? Sepertinya diantara kami hanya Minho yang masih sadar dan juga beberapa bodyguard yang ia bawa..

***

( Author Pov )

Jiyeon berdiri dengan langka yang terhuyung sambil berjalan kearah Minho. Ia menatap Minho dengan tatapan lekat dan tersenyum sexy..

“Minho Sunbae” Jiyeon duduk dipangkuan Minho yang sekarang menatapnya tanpa reaksi, entah apa yang ada dipikiran namja itu. Jiyeon memeluk tubuh atletis Minho sambil mencium bau parpum yang dipakai oleh namja itu..

Beberapa Bodyguard terlihat melirik Minho dan Jiyeon, mereka hanya dapat menatap satu sama lain..

“Yak! Sunbae! Mengapa kau kembali ke hidupku eoh?”

“Apa yang kau bicarakan ? Kau mabuk”Akhirnya Minho membuka suara. Minho mencoba mendorong Jiyeon yang sudah mendekatkan wajahnya pada Minho, yeoja itu menatap Minho dengan tatapan jatuh cinta.

“Sunbae”Jiyeon memanggil Minho dengan suara sexy nya sambil mengelus pelan wajah Minho.

“Pergilah, sebelum aku kehilangan kendali”Ancam Minho ..

Jiyeon bukannya pergi, yeoja itu malah tertawa sambil terus mengelus wajah namja didepannya.

“Sunbae,, kau tahu aku sangat mencintaimu! Tetapi mengapa kau selalu mengacuhkanku dulu eoh? Kau bilang kau menyayangiku, tetapi aku tidak yakin akan hal itu.. kau terlalu cuek denganku, aku hanya ingin melihat perhatian mu sunbae, kau tidak menunjukkan bukti sedikitpun bahwa kau mencintaiku! Aku lelah dengan perasaanku yang tidak pernah kau mengerti Sunbae”

 

TBC

 

Annyeong ^^ jangan Lupa RCL Nde ^^ Gomawooo~

58 thoughts on “One More Time ( Part 1 Of 2 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s