My Life ( Part 1 )

549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : My Life

Author : Margareta Isabela

Rating : (G)eneral

Type : Chaptered

Genre : Sad, Marriage Life,Happy

Facebook : Margareta Isabela

WordPress : margaretaisabela.wordpress.com

(M)ain Cast

  • (C)hoi Minho
  • (P)ark Jiyeon

(Other Cast)

  • Cari DiCerita

Annyeong ^^ Author bawa Fanfiction baru nih😀 Mian Jika author sudah sangat jarang mengurus Wp ini, dikarenakan kesibukan author yang semakin menjadi. Untuk readers sekalian author minta maaf jika ada yang menunggu comeback author yan sangat lama😀 Gomawoo~

***

( Jiyeon Pov )

Aku menangis sambil menatap pantulan diriku dicermin, hari ini aku akan menikah dengan namja yang sama sekali tidak ku Cintai,Cho Kyuhyun. Aku menatap lekap pantulan diriku, andai saja namja yang ku nikahi adalah Minho Oppa, mungkin aku tidak akan menangis dan merasa sesedih ini.

417636_325656824143769_1530048439_n

Aku adalah Park Jiyeon, anak dari Park Jisung dan Park Hyomin. Eomma dan appa adalah orang yang tegas dan bijaksana tetapi mereka terus memaksaku untuk menikah dengan Cho Kyuhyun, namja playboy yang suka mempermainkan yeoja dengan harta yang ia punya.

Padahal eomma dan appa tahu bahwa aku sudah mempunyai kekasih bernama Choi Minho, aku mengenalnya saat ia menolongku dari beberapa pereman dijalan sepi. Setelah kejadian itu, aku semakin dekat dengan Minho Oppa dan memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih. Kami saling mencintai tetapi..

Eomma dan appa tidak menyukai Minho Oppa, karena pekerjaan Minho Oppa yang hanya seorang kuli bangunan. Biarpun seperti itu, aku sangat mencintainya. Ia adalah namja mandiri yang sangat jujur..

Minho Oppa tidak pernah membuatku menangis, ia juga tidak pernah menyentuhku karena menurutnya aku adalah harta yang paling berharga yang pernah ia miliki. Tidak pernah terpikir satu kalipun untuk meninggalkannya.

Cklek!! Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan Minho Oppa dengan dandanan yang berantakan. Apa yang ia lakukan? Ia memberi kode untukku , supaya aku tidak berisik. Aku berjalan mendekatinya dan memeluknya dengan erat

“OPPA”Aku menangis dengan deras didalam pelukannya

“Aku akan membawamu pergi dari tempat ini Chagiya, aku yakin Cho Kyuhyun bukanlah namja yang baik untukmu. Aku tidak ingin terjadi apapun padamu, kau adalah harta yang sangat berharga dan sangat perlu dijaga”Ucap Minho Oppa dengan yakin membuatku terdiam seketika. Apa yang harusku lakukan? Apakah aku harus mengikuti Minho Oppa ataukah tetap disini?

“Oppa”

“Apakah kau tidak mau pergi bersamaku?dan memilih untuk menikah dengan Kyuhyun?”Tanya Minho Oppa yang mulai serius

“Apa kau yakin?”

“Aku sangat yakin Chagiya, aku akan membawamu pergi. Aku berjanji akan membuatmu selalu bahagia”Ucap Minho Oppa sambil memandang mataku dengan tatapan tajam dan dalam. Aku mengangguk menyetujuinya, dengan cepat aku dan Minho Oppa pergi dari ruangan ini..

***

( Hyomin Pov )

Aku bersembunyi dibalik tembok dan menatap kepergian puteriku dengan senyum, aku tidak ingin ia menangis hanya karena keegoisan Jisung Oppa. Bagaimanapun Jiyeon pantas untuk bahagia. Aku memang sengaja menghubungi Minho dan membantunya untuk masuk kedalam ruang Make Up Jiyeon.

Aku tahu Minho bukanlah namja kaya raya, tetapi aku yakin puteriku akan sangat bahagia bersamanya. Aku menghapus air mata yang sempat mengalir dari mataku dan dengan cepat berjalan kearah Jisung Oppa yang terlihat sedang berbincang bersama beberapa tamu

“Dimana Jiyeon”Tanyanya

“Jiyeon, ia pergi bersama Minho”Ucapku dengan datar membuat Jisung Oppa seketika menatapku dengan pandangan terkejut dan dengan cepat berlari ke arah ruangan yang dipakai oleh Jiyeon tadi. Jisung Oppa kembali dengan wajah marah dan menatapku dengan tatapan murka

“APA YANG KAU LAKUKAN? DIMANA JIYEON”teriaknya sambil mencengkram bahuku keras membuatku hanya dapat terdiam dan menangis.

Jiyeon-ah, eomma senang jika kau bahagia.Eomma sangat menyayangimu dan mencintaimu, eomma harap Minho bisa membahagiakanmu. Karena eomma tahu bahwa Cho Kyuhyun bukanlah namja yang baik dan cocok untukmu

***

( Author Pov )

Jiyeon menatap ponselnya dengan wajah takut, ia sudah menerima banyak telepon dari appanya. Ia tahu bahwa saat ini appanya sedang sangat kesal dan murka. Minho yang menyadari kepanikan Jiyeon mengelus punggung terbuka yeoja yang sedang duduk disampingnya itu

“Waeyo Chagiya”

“Oppa? Eottokhae? Aku takut appa akan mencarimu dan meminta anak buahnya untuk membunuhmu”Takut Jiyeon sambil memeluk Minho

“Tenanglah, aku tidak akan takut selagi kau masih ada disampingku”

“Oppa”

Jiyeon menatap Minho dengan mata berkaca-kaca lalu mencoba tersenyum dihadapan namja itu.

“Oppa aku mencintaimu” Ucap Jiyeon sambil mengelus wajah Minho lembut, tanpa mereka sadari jarak diantara mereka sudah sangat dekat. Tetapi saat bibir mereka tinggal beberapa centi lagi. Minho dengan cepat memalingkan wajahnya.

“Belum saatnya, aku tidak mau menyentuhmu sebelum kita sudah resmi. Sebaiknya kau ganti bajumu Chagiya, Oppa sudah menyiapkan baju untukmu”Ucap Minho memecahkan kegugupan membuat senyum Jiyeon mengembang

“NE OPPA”Ucap Jiyeon dengan riang

***

Jiyeon duduk disamping Minho sambil menatap langit malam yang gelap, Jiyeon memutuskan untuk tinggal dirumah Kontrakan Minho. Rumah yang terlihat sangat kumuh dan tidak terurus dan juga terlihat sangat kotor

“Mian aku tidak bisa memberikan hidup yang layak untumu Chagiya”Ucap Minho sambil mengelus rambut panjang Jiyeon.

“Bagiku , Kau sudah ada disampingku itu sudah cukup Oppa”Jiyeon memeluk tangan Minho dengan erat dan lembut. Cinta tanpa memandang harta, itulah cinta mereka saat ini. Minho sangat bahagia menemukan yeoja yang dengan setia menemaninya.

“Oppa,  sejak pertama bertemu denganmu. Aku tidak pernah mendengarmu membicarkan tentang keluargamu”Celetuk Jiyeon membuat Minho langsung terdiam dan menatap wajah kekasihnya itu dengan serius

“Tidak ada, suatu saat nanti kau akan mengetahui dimana mereka. Sekarang bukan saatnya kau tahu”Ucap Minho lembut membuat Jiyeon terdiam, sejak ia kenal dengan Minho. Namja itu terlihat sangat enggan untuk membahas masalah keluarga dengannya, Jiyeon merasa sedikit ganjil dengan namja bernama Choi Minho yang tidak lain adalah kekasihnya itu. Tetapi ia berusaha menutupinya.

“Oppa”

“Umh”

“Oppa”

“Ne Chagi”

“Oppa”

“Waeyo? Ada apa denganmu Chagiya. Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu” Tanya Minho panik sambil memperhatikan kekasihnya itu

“Kau serius denganku Oppa? Aku takut kau akan meninggalkanku”Tangis Jiyeon

“Aigoo ada apa denganmu? Aish jangan-jangan kau menonton film korea lagi. Aku sudah bilang beribu kali bahwa aku tidak akan meninggalkanmu Chagiya. Jika aku berniat seperti itu, dari awal aku tidak akan membawamu kabur”

“Jincha Oppa”

“Aku tidak pernah berbohong Chagiya”

***

Minho membawa Jiyeon ketempat ia bekerja,terlihat banyak pemuda yang ikut mengangkut batu-batuan. Jiyeon menatap para pekerja itu dengan tatapan kasihan, ia sangat kasihan saat melihat tangan salah satu pekerja yang berdarah.

Minho melepaskan bajunya dan mulai bekerja,Jiyeon hanya dapat memandang kekasihnya itu dengan tatapan kasihan, tetapi ia tidak ingin mengatakan bahwa ia sedang bersedih saat melihat Minho seperti itu. Ia tidak ingin menyakiti perasaan Minho

“Oppa, kau lelah”Ucap Jiyeon sambil menghampiri kekasihnya itu

“Aku tidak akan lelah selama kau ada disini” Ucap Minho lalu mengambil air yang sudah disiapkan oleh Jiyeon. Jiyeon terlihat membongkar tasnya lalu mengambil sesuatu..

“Oppa tanganmu berdarah, pakai ini”Ucap Jiyeon sambil memberikan plester membuat senyum muncul diwajah Minho. Minho menatap Plester itu dengan tatapan bahagia lalu menempelkannya pada tangannya yang terluka

“Kau sangat memperhatikanku Chagiya, Gomawoo. Tapi luka sekecil ini tidak akan menyulitkanku untuk terus bekerja menghidupimu. Aku bekerja dulu ne”Ucap Minho tersenyum lalu mengelus rambut panjang Jiyeon dengan lembut..

***

Dari kejauhan terlihat seorang namja memperhatikan mereka dengan tatapan marah dan datar , ia menatap Minho dengan tatapan membunuh. Tetapi saat ia menatap Jiyeon, tatapannya seakan melembut.

“Apakah kau tidak menyadari perubahanku selama ini? Apakah aku begitu jahat dimatamu? Aku berubah demimu tetapi mengapa  kau malah meninggalkanku tepat dihari pernikahan kita?”Lirih namja itu, tetapi kemudian senyum jahat muncul dibibirnya

“Aku tidak akan membiarkanmu dimiliki olehnya, tunggu saja tanggal mainnya Nyonya Park”Kyuhyun masuk kedalam mobilnya lalu mengendarainya dengan kecepatan yang kencang.

Kyuhyun mengambil ponselnya dan menatap foto yeoja yang terdapat didalam ponselnya, ia tersenyum sedih menatap foto yeoja yang tidak lain adalah Jiyeon. Ia masih mengingat betul saat ia menolak untuk dijodohkan tetapi saat bertemu dengan Jiyeon, ia langsung jatuh cinta pada yeoja itu

( Flashback On )

“Mwo ? dijodohkan? Apakah appa Gila? Aku tidak mau dijodohkan, biarkan aku menemukan yeoja yang kusukai. Aku tidak mau menikah! Itu akan membuatku tidak bebas”Tolak Kyuhyun pada Appanya yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam

“CHO KYUHYUN!! Berani sekali kau denganku. Bagaimanapun aku adalah Appamu kau harus menghormati setiap keputusanku, besok kita akan bertemu dengan calon isterimu. Jadi appa harap kau tidak akan pergi ke Club malam itu lagi setelah kau mengenalnya” Bentak Tuan Cho

“Cih, lihat saja Appa. Aku akan membuatnya menderita jika menikah denganku, appa akan menyesal sudah menjodohkanku”Sinis Kyuhyun

“Kita lihat saja, kau akan jatuh cinta pada yeoja itu”Gumam Tuan Cho tak kalah sinis, Kyuhyun bangkit lalu meninggalkan ruangan appanya dengan wajah kesal bercampur marah. Ia sangat tidak ingin menjalankan hubungan yang serius, karena menurutnya sebuah pernikahan adalah hal yang sangat rumit dan tidak membuatnya bebas karena terikat..

**

Kyuhyun bersama Appa dan eommanya pergi ke Sebuah Restaurant mewah yang memang sudah mereka sewa untuk pertemuan dua keluarga. Kyuhyun duduk dengan manisnya karena memang ia sudah diceramahi panjang lebar oleh appanya untuk menjaga kelakuannya didepan Nyonya dan Tuan Park

Seorang yeoja bersama seorang namja masuk dengan disusul oleh gadis cantik dibelakang mereka. Kyuhyun terdiam seketika saat melihat yeoja yang akan dinikahkan dengannya. Matanya tidak lepas dari Jiyeon sedikitpun

“Annyeong Haseyo Park Jiyeon Imnida”Ucap Jiyeon dengan wajah datar dan sedih, tetapi ia mencoba tersenyum.

“Nan Yeoppo”Gumam Nyonya Cho Sambil memperhatikan Jiyeon yang tersenyum lebih tepatnya tersenyum terpaksa.

Sejak hari itu, Kyuhyun tidak henti-hentinya mengganggu Jiyeon,hingga ia mengetahui bahwa Jiyeon sudah memiliki seorang kekasih bernama Choi Minho. Namja yang tampan dan juga baik hati

( Flashback Off )

***

( Jiyeon Pov )

Sudah dua bulan setelah kepergianku dari rumah, hari ini aku memutuskan untuk berkunjung kerumah, ini semua karena permintaan Minho Oppa yang memintaku untuk mengunjungi eomma dan appa. Sebenarnya tujuanku kemari adalah meminta persetujuan pada eomma dan appa , persetujuan untuk aku menikah dengan Minho Oppa. Beberapa hari yang lalu Minho Oppa melamarku dan tanpa pikir panjang aku menerimanya.

Aku masuk , semua pelayan terkejut melihatku, Minho Oppa berjalan disampingku. Aku kemari bersama Minho Oppa, karena jujur aku takut appa akan sangat murka dan ingin memukulku.

“eomma”panggilku pada eomma yang terlihat menyirami bunga, eomma berbalik dan terkejut melihat kehadiranku

“Aigoo Uri Jiyeon”Ucap eomma sambil memelukku erat lalu melepaskannya dan berganti memeluk Minho Oppa.

“Menantuku”Ucap eomma dengan senyum lebar.

Tiba-tiba appa muncul dan menatap kami penuh dengan kebencian membuatku langsung menatap eomma dengan takut, aku bersembunyi dibelakang eomma. Eomma terlihat menatap appa tajam..

“APA YANG KALIAN LAKUKAN DISINI? AKU TIDAK SUDI KALIAN MENGINJAKKAN KAKI DIRUMAH INI” Bentak Appa membuatku menangis seketika, mengapa uang bisa merubah appa.. appa tidak pernah membentakku dulu, tetapi sekarang? Appa sudah gila akan harta

“appa”Tangisku

“Aku bukan appamu lagi, kau sudah mengecewakan appa dengan pergi bersama namja ini. Karena namja ini kau menjadi anak durhaka”Ucap appa membentakku , membuat tangisku semakin deras

“Cukup Oppa!! Kau terlalu egois memaksakan Jiyeon menikah dengan namja yang sama sekali tidak ia cintai. Cinta tidak bisa dipaksakan Oppa.. Kau mengukur cinta namja dengan harta kekayaan? Aku tahu minho bukan namja kaya raya, setidanya ia mencintai Jiyeon dengan tulus”Tangis eomma pecah

Appa membanting koran yang ia pegang dengan keras membuatku dan eomma terkejut , tetapi tidak dengan Minho yang terlihat menunduk tetapi kemudian mengangkat wajahnya.

“Apa yang kau punya hingga kau berani membawa pergi puteriku dan ingin melamarnya? Kau kira aku tidak tahu apa tujuan kalian kemari”Bentak Appa sambil menarik kerah baju Minho Oppa membuatku semakin menangis dengan deras. Minho Oppa hanya dapat menampilkan wajah sedih dan terlihat sangat kecewa

“Aku mempunyai cinta yang tulus untuk Jiyeon”Jawab Minho Oppa dengan tegas sambil menatap mata appa dengan dalam. Seketika appa terdiam lalu tersenyum kecut

“Cinta? Apakah puteriku membutuhkan cinta? Apakah ia bisa memakan cintamu itu? Apakah puteriku bisa bahagia bersamamu? Baru dua bulan puteriku meninggalkan rumah ini, wajahnya terlihat mengurus belum lagi bajunya yang terlihat kotor dan Kumal” appa benar-benar mengeluarkan unek-uneknya. Minho oppa terlihat memandangiku, terlihat dengan jelas bahwa ia termakan ucapan appa..

“Sudahlah Appa, kajja Oppa kita pergi dari tempat ini”Ucapku mencoba menarik tangannya tetapi tiba-tiba Minho Oppa menggenggam tanganku dan menatapku dengan tatapan sedih. Aku menarik tangan Minho Oppa, aku masih mendengar dengan jelas teriakan Appa yang memintaku untuk kembali.. Tetapi aku tidak menghiraukannya..

***

Aku duduk ditaman bersama Minho Oppa, sedari tadi Minho Oppa terus merenung entah apa yang ia pikirkan. Aku menggenggam tangannya hangat, membuatnya tersadar dan menatap kearahku dengan tatapan lembut.

“Apa yang kau pikirkan Oppa?”

“Anni aku tidak memikirkan apapun, kau mau ku belikan Ice Cream?” Tanya masih tersenyum dan aku mengangguk. Minho Oppa memang bukan namja yang romantis tetapi ia adalah namja yang sangat menyayangiku dan melindungiku

Selama aku tinggal bersama Minho Oppa, aku tidak pernah merasa kekuarangan. Ini terasa sedikit ganjil, Minho Oppa sangat sering membelikan makanan yang menurutku lebih mahal dari gajih yang ia dapat. Upah yang Minho Oppa dapat sehari tidak akan bisa membeli makanan sebanyak itu.. Tetapi aku tidak pernah menanyakan dari mana ia mendapatkan uang itu, aku tidak ingin menyakiti perasaannya..

Lamunanku buyar begitu saja saat seseorang memegang pundakku, ternyata itu adalah Minho Oppa. Aku menatapnya dengan senyum lalu mengambil es Cream yang ada ditangannya. Minho Oppa memang tahu apa yang kusukai.. aku bahagia bisa mempunyai namjachingu sepertinya. Aku memakan Ice Cream yang kupegang dengan lahap, Ice Cream Caramel. Sangat enak.. Tetapi tunggu dulu.. bukankah Ice Cream ini adalah Ice Cream paling mahal yang ada ditoko Ice Cream itu, aku tahu karena dulu setelah pulang sekolah.. aku bersama sahabat-sahabatku suka pergi ke toko itu. Tetapi aku tidak membeli Ice Cream yang semahal ini, aku hanya membeli Ice Cream yang berharga murah..

“Oppa, dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli Ice Cream ini?  Bukankah Ice Cream ini harganya mahal?”Tanyaku pelan, aku takut ia tersinggung. Ia tersenyum kearahku..

“Aku menabung, karena aku tahu kau menyukai Ice Cream ini”Ucapnya

“Oppa”Ucapku dengan mata berkaca-kaca, ia rela menabung dan membuang uangnya dengan percuma untuk membelikan Ice Cream yang harganya sangat mahal.

1235995_605353986174050_545699545_n1.jpg

“Jangan menampilkan wajah seperti itu”Kekehnya padaku..

***

( Hyomin Pov )

Aku terus membujuk Jisung Oppa untuk menyetujui hubungan Minho dan Jiyeon. Aku merasa mereka memang saling mencintai. Aku tidak ingin Jiyeon kembali menangis seperti tadi karena suamiku yang egois ini.. yang hanya memikirkan harta..

“Oppa”

“Umh”

“Tidak bisakah kau menerima Minho? Apakah kau tidak memikirkan kebahagiaan Jiyeon?”Tanyaku lembut, membuat Jisung Oppa langsung menatapku dan menghembuskan nafas berat

“Ya sudah, besok aku akan merayakan pesta keberhasilanku . Aku sudah tidak sanggup berjauhan dengan puteriku jadi terpaksa aku menerima namja miskin itu, pergi temui mereka dan katakan bahwa aku mengundang mereka untuk pergi ke Pesta besok, pastikan mereka tidak mempermalukan kita”Ucap Jisung Oppa membuat senyumku merekah

“Gomawoo Oppa” Aku mengecup bibirnya kilat lalu berjalan mengambil tasku.. aku akan pergi menemui puteriku

***

( Jisung Pov )

Aku tersenyum sinis saat melihat kepergian Hyomin, mereka kira aku akan semudah itu menerima namja miskin yang tidak mempunyai apa-apa itu? Aku tidak mau mempunyai menantu yang pekerjaannya hanyalah kuli bangunan.. apa yang akan dikatakan oleh teman-temanku nantii?

Aku sudah mempunyai rencananya untuk namja itu besok, aku pastikan setelah itu.. Ia tidak akan berani menampilkan wajahnya dihadapanku lagi , ataupun dihadapan puteriku. Karena puteriku akan aku nikahkan pada Cho Kyuhyun, namja tampan kaya raya yang bisa membantu perusahaanku..

“Yoboseyo..”

“Bagaimana Ahjussi? Apakah semua berjalan sesuai rencana?” Tanya seorang namja diujung telepon dengan suara beratnya

“Tenang saja Kyuhyun-ah, semua sudah berjalan sesuai rencana kita. Ahjussi jamin namja itu tidak akan bisa mengelak besok”Sinisku

“Baguslah Ahjussi, aku akan mengirimkan uang ke rekeningmu. Tunggu saja”Ucapnya dan aku mengangguk lalu menatap ponselku dengan tatapan santai. Bersiap-siaplah Choi Minho, kau tidak akan bertahan lama bersama puteri kecilku..

***

( Choi Minho Pov )

Saat aku bersama Jiyeon sedang duduk sambil bercanda didepan rumah, tiba-tiba Nyonya Park datang dengan senyum diwajahnya. Aku membalas senyumnya sambil menatap Jiyeon untuk menatap eommanya..

“eomma” panggil Jiyeon lalu memeluk eommanya membuatku teringat akan eomma. Bagaimana keadaannya sekarang? Aku merindukannya..

“eomma , apa yang kau lakukan disini?” tanya Jiyeon

“Appamu sudah bisa menerima Minho, dan ia mau mengundang kalian untuk menghadiri acara yang ia adakan besok. Apakah kalian bisa datang? Eomma harap kalian bisa datang, terutama kau Minho. Kau harus bisa menarik simpati Jisung Oppa”Ucap Nyonya Park dan aku mengangguk.. benarkah? Apakah Tuan Park sudah bisa menerimaku? Akhirnya doaku dan Jiyeon terkabulkan

“Jeongmalyo eomma? “

“Ne, eomma sudah membelikan setelan jas dan gaun untuk kalian”Ucap Nyonya Park sambil memberikan kami sebuah kotak dengan baju didalamnya..

“Khamsamnida ahjumma”Ucapku memberi hormat dan dijawab dengan anggukan olehnya..

“Aku pasti akan datang eomma”Ucap Jiyeon dengan senyum mengembang..

***

( Author Pov )

Jiyeon menatap gaun yang diberikan oleh eommanya dengan tatapan bahagia, karena gaun itu adalah gaun yang ia inginkan sejak lama. Minho keluar dengan menggunakan jas yang diberikan oleh calon mertuanya itu..

“Bagaimana apakah cocok denganku?”Tanya Minho, Jiyeon berbalik dan terdiam sejenak menatap namjachingunya itu dengan tatapan terpanah

“Oppa kau sangat tampan”Puji jiyeon sambil melihat Minho dan mengelilingi namja itu. Sedangkan Minho terlihat salah tingkah kemudian tersenyum malu. Membuat Jiyeon terkekeh yang melihat pipi Minho memerah

“Aku baru tahu kau bisa memerah Oppa”Goda Jiyeon lalu memeluk Namjachingunya itu dengan lembut dan Minho membalas pelukan Jiyeon..

“Ganti bajumu, nanti baju indahmu rusak. Bukankah acaranya akan diadakan esok”Senyum Minho sambil mengelus punggung terbuka Jiyeon membuat Jiyeon menatapnya dan mengangguk lalu berjalan kearah kamarnya dan mengganti bajunya..

“Chagiyaa”Panggil Minho

“Ne oppa” Jawab Jiyeon dari kamarnya

“Bagaimana kalau hari ini kita berkencan di Lottle World”Ucap Minho membuat Jiyeon seketika terdiam. Jika ia menolak , ia akan menyakiti perasaan Minho

“Baiklah Oppa”Ucap Jiyeon sambil memilih-milih baju yang akan ia gunakan..

***

Minho menggandeng tangan Jiyeon dengan erat, mereka memasuki Lottle World dengan senyum bahagia. Tidak memperdulikan banyak orang yang melihat mereka dengan pandangan merendahkan karena baju mereka yang lusuh..

Minho dan Jiyeon menaiki beberapa wahana yang menurut mereka sangat menantang, setelah selesai menaiki wahana-wahanan itu.. Minho mengajak Jiyeon untuk pergi kesebuah Cafe dan itu membuat Jiyeon lagi-lagi terdiam..

‘Bagaimana bisa Minho Oppa membawaku ke Restauran mahal ini? Dari mana ia mendapatkan banyak uang’batin Jiyeon sambil menatap Minho dengan tatapan yang sedikit bingung

“Chagiya, kau mau makan? Silahkan pilih makanan yang kau mau”Ucap Minho sambil tersenyum pada Jiyeon.

Jiyeon mulai memilih makanan yang menurutnya paling murah dan itu membuat Minho menatap Jiyeon dengan tatapan yang tidak dapat diartikan oleh Jiyeon..

“Wae Oppa?”

“Mengapa kau menanyakan harga makanan itu? Tenang saja, aku bisa membayarnya. Kau tidak usah menanyakan harganya, kalau kau mau.. kau bisa memilih makanan yang paling mahal direstaurant ini Chagiyaa”Ucap Minho dengan datar, membuat Jiyeon terdiam. Ia tahu bahwa saat ini Minho merasa tersinggung..

“Baiklah Oppa, aku memesan makanan ini dan ini”

“Hanya itu Nyonya”Tanya pelayan itu dan Jiyeon mengangguk..Minho terlihat enggan berbicara membuat Jiyeon menunduk sedih, seharusnya tadi ia tidak memilih-milih makanan yang hanya akan membuat Minho sakit hati.

“Oppa”

“Umh”

“Kau marah padaku? Mian”

“Aku tidak marah padamu Chagiya, aku hanya tidak suka kau mengasihaniku”Senyum Minho sambil mengelus tangan Jiyeon lembut membuat senyum jiyeon mengembang..

“Mianhae Oppa, aku hanya tidak ingin kau mengorbankan banyak uang hanya untukku”Gumam Jiyeon sambil menatap Minho dengan lirih

“Tenang saja, uangku tidak akan habis hanya untuk membelikanmu makanan di Restaurant ini”Senyum Minho..

“Maksud Oppa?”

“Abaikan saja “

***

( Jiyeon Pov )

Hari sudah mulai malam, aku bersama Minho Oppa memutuskan untuk pulang. Kami menaiki Bus yang terlihat sangat sepi. Kami duduk disalah satu kursi dan saling menggenggam tangan satu sama lain. Aku tidak ingin suatu saat nanti kami akan terpisah.. aku terlalu mencintainya hingga tidak ingin berpisah darinya. Aku tidak akan bisa menemukan namja sebaik dirinya didunia ini..

“Chagiya”Panggilnya padaku

“Aku merasa hal buruk yang akan terjadi padaku esok”Gumamnya lirih membuatku langsung menatapnya

“Kau bicara apa Oppa? Aku jamin tidak akan terjadi apa-apa besok”Gumamku sambil memeluk tubuhnya erat..

Aku menatapnya dengan tatapan lembut, hingga tanpa sadar ia sudah melumat bibirku lembut membuatku terdiam. Ini pertama kalinya ia menciumku, sebelumnya ia tidak pernah mau menciumku. Aku menutup mataku dan mulai membalas ciumannya.. Hingga..

“Chogiyo, kita sudah sampai dipemberhentian selanjutnya”Ucap supir bus, aku merasa pipiku memerah dan dengan cepat keluar dari Bus, aishhhh!!Jinchaaa, apa yang baru saja kami lakukan!! Aaa, aku bisa gila jika begini . Omooo!! Jantungkuu

“Chagiyaa, tunggu” teriak Minho Oppa mengejarku lalu menggenggam tanganku membuat jantungku bertambah bedetak dengan kencangnya..

“Mengapa kau berlari dengan sangat kencang”Celetuknya sambil menghembuskan nafasnya..

“Anni Oppa, aku hanya ingin berolahraga”

“Jincha? Aku kira terjadi sesuatu , membuatku khawatir saja. Hari sudah malam, kajjja.. kita harus cepat-cepat pulang, aku tidak ingin kau sakit”Ucap Minho Oppa sambil menarik tanganku. Aku hanya dapat tersenyum lalu mengikutinya dari belakang..

TBC

Jangan Lupa RCL Ne ^^ Gomawoo~

82 thoughts on “My Life ( Part 1 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s