Tentang margaretaisabela

Aku hanya seorang Mahasiswa yang hobby berhalusinasi dan halusinasi itu aku tuangkan kedalam ff

PENGUMUMAN


Annyeong readers…author punya blog baru nih, tetapi masih dalam proses pengeditan, jadi maksudnya author akan pindah blog, sedangkan blog ini akan author percayakan kepada LEE Elsa, author akan mengepost lanjutan ff author lanjutan dari semua ff di blog baru author….karena menurut author blog ini udah terlanjur berantakan jadi author bikin blog baru untuk ngerapiinnya, untuk author Lee Elsa kalau mau ikut pindah ke blog satunya bisa kok..tinggal Email author yaa ..

kunjungi : http://queensjiyeonfanfiction.wordpress.com/ …..byeeeeee….

Fanfiction Post


Annyeong, dalam post kali ini author mau bertanya sesuatu yaitu menyangkut ff-ff author, menurut readers ff yang perlu dilanjutin yang mana. Dan yang paling banyak terpilih, ff itu akan secepatnya dipost . Entah itu Arranged Marriages atau I like you atau Saranghae my namjachingu? Author akan menunggu komentarnya :D

image

Someone Like You | Part 3 | Chapterd| Minji Couple|


 

Title : Someone Like You

Author : Marsa_Queens

Genre : Romantic, AU+

Type : Chapter

Rating : T

( Main Cast)

  • ·        Park Jiyeon
  • ·        Choi Minho

( Other Cast )

  • ·        Kim Tae Hee as  Nyonya Park ( Eomma Jiyeon)
  • ·        Cho Hyera as Hyera ( Jiyeon palsu)
  • ·        Eunhyuk As Park Hyukjae aka Eunhyuk ( Oppa Jiyeon)
  • ·        IU
  • ·        Victoria
  • ·        Eunjung
  • ·        Tuan Cho
  • ·        Nyonya Cho
  • ·        Tuan Park
  • ·        Key
  • ·        All ( Banyak lagi)

***

 

( Park Jiyeon’s Pow)

 

Aku menatap ahjumma itu yang menatapku dengan tatapan khawatir dan berubah menjadi tatapan benci, aku menunduk takut. Tiba-tiba Minho memegang keningku dan bernafas lega, ia sangat menghawatirkanku, Gomawo Minho_ah kau memang namja yang terbaik untukku, walau pun aku tahu aku tidak dapat memilikimu lebih lama, karena kau adalah Milik Hyera yeoja masa lalumu yang sangat kau cintai. Tapi aku tidak yakin jika Hyera adalah Jiyeon, aku mempunyai rencana bagaimana kalau aku menyelidiki dimana tempat Jiyeon asli sebenarnya, dengan begitu aku akan rela jika Minho bersama yeoa yang benar-benar ia cintai…

“Jiyeon Kau kenapa?” tanya Hyera pura-pura khawatir padaku

“Anniyo” jawabku dingin

“Jaga bicaramu, Hyera akan menjadi Nyonyamu jika ia menikah dengan Minho nantinya” Ucap Ahjumma itu membuatku menunduk lalu beranjak dan keluar dari restaurant itu karena restauran itu tidak jauh dari hotel….aku masuk kedalam kamar hotelku dan mendesah lalu menangis, aku tidak rela jika kehilangan Minho

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan menampilkan eomma tiriku yang sedang tersenyum mengejekku, aku hanya dapat terdiam. Aku akan membalas dendam pada kalian, atas apa yang kalian lakukan padaku , aku akan…kalian telah memisahkanku dari orang tua kandungku…

“ Annyeong anakku”

“Apa yang kau lakukan dikamarku?”

“Apa yang ku lakukan? Tentu saja ingin menemui anak pembangkang ku ini, apakah tidak berterimakasih padaku? Karena telah mempekerjakanmu ditempat Minho, dan membuat kau menikmati semua fasilitas ini?”

“ Aku tidak akan berterimakasih pada yeoja sepertimu, kau menjualku dan sekarang aku akan membalas dendam apa yang telah kalian lakukan padaku…”

“Benarkah? Aku tahu sifatmu Cho Jiyeon, kau sama sekali bukan orang yang sejahat itu, kau menyayangiku kan? Itu kelemahanmu Nyonya” Ucapnya dan benar saja kelemahanku hanya satu, aku terlalu baik pada seseorang….

Aku terdiam, lalu eomma keluar dengan senyum penuh kemenangan setelah ia pergi dengan cepat aku menutup pintunya , aku tidak ingin ada yang masuk kemari dan melihat keadaanku sekarang, aku duduk dipinggir kasur besarku, Minho memang memesan kamar yang terbesar untukku, dan juga dengan fasilitas yang sangat bagus, aku tidak tahu mengapa ia sangat perhatian padaku

“Tokkk…tok..”

“Jiyeon” Ucap seseorang menghentikan tangisku,aku tahu itu Minho tetapi ini bukan waktu yang tepat aku sedang patah hati dan tidak mampu untuk bertemu dengan namja itu, Minho aku mencintaimu kau tahu itu…walaupun akhirnya aku tak dapat memilikimu

“Apakah kau baik-baik saja? “

“Sepertinya kau sudah tidur”

“ Aku harap kau akan baik-baik saja, jangan dengarkan ucapan mereka Nde” setelah itu aku mendengar derap langkah Minho yang semakin menjauh dari kamar hotelku…

 

***

( Author Pow)

 

Jiyeon terbangun dengan mata yang bengkak, hari ini mereka akan meninggalkan kota Paris dan kembali ke Seoul, Jiyeon mencoba sebisa mungkin untuk menghilangkan bengkak dimatanya setelah semalam menangis dengan derasnya, ia mengambil air hangat lalu membasuh diwajahnya, dan berhasil walau pun masih kelihatan jelas, Jiyeon mengambil kacamata hitamnya lalu memakainya

Jiyeon membuka pintu kamarnya dan menyeret koper nya karena sebentar lagi mereka akan berangkat menuju bandara, semua mata tertuju pada Jiyeon saat ia datang. Tak terkecuali Nyonya Park yang memandang Jiyeon dengan tatapan benci, ia sangat membenci Jiyeon karena telah membuat anaknya sedih

“Akhirnya Puteri kita bangun juga” sindir Hyera

“Hyera jaga ucapanmu” Ucap Hyuk Jae lalu menghampiri Jiyeon yang terlihat gontai, ia sangat perhatian pada Jiyeon, dan itu membuat semua orang curiga termasuk minho yang terlihat memasang wajah marahnya, dan berjalan mendahului yang lainnya…

“Ada denganmu? Kau tidak membela adikmu?” tanya Nyonya Park marah

“Apa eomma yakin bahwa ia Jiyeon, wajahnya pun tidak sama dengan eomma, dan juga eomma menemukan bukti yang tidak jelas. Aku merasa Jiyeon lebih mirip dengan eomma dibandingkan puteri kesayangan eomma itu, dan eomma aku tidak pernah menganggap bahwa ia adikku” Ucap Hyukjae dengan sinisnya lalu pergi dengan membantu Jiyeon yang memegangi kepalanya

“Yak kau kurang hajar Park Hyuk jae” Ucap Nyonya Park, dan tiba-tiba ia terdiam memikirkan perkataan anak tertuanya itu, ia mulai memperhatikan Hyera, perasaan aneh muncul padanya.

 

***

Sepanjang perjalanan, Minho tidak membuka mulut sekali pun dan ia juga menjauhi Jiyeon, sedangkan Jiyeon hanya dapat menghela nafas sedih. Sekarang kesehatannya semakin parah, kepalanya benar-benar pusing.

“Eomma, bukankah dahulu eomma bisa merawat Jiyeon saat ia kecil dan eomma bisakah kau merawat Jiyeon ia sedang sakit” Ucap HyukJae membuka pembicaraan pada eommanya sedangkan Nyonya Park hanya memandang Jiyeon dengan malas dan tersenyum mengejek

“Kau menyuruhku memeluk Yeoja yang ku benci? Kau ada-ada saja Park HyukJae”

 

“EOMMA!! Aku mohon”

“Andwee, aku tidak akan memeluk Yeoja itu… aku tidak sudi kau tahu”

“ Eomma, mengapa kau menjadi begini? Bukankah eomma yeoja yang baik hati, Jiyeon sedang membutuhkan eomma” Ucap Hyuk Jae marah, Nyonya Park menghela nafas lalu berjalan dan duduk disebelah Jiyeon lalu memeluknya, Nyonya Park terdiam kaku…ada rasa yang kembali saat ia memeluk Jiyeon, kenangan beberapa tahun lalu teringat dikepalanya, disaat Jiyeon kecilnya bermain bersamanya, disaat mereka bercanda bersama…rasa bahagia dan damai saat ia memeluk Jiyeon

“Eomma…eomma jangan tinggalkan aku”Ucap Jiyeon yang sedari tadi mengigau tidak jelas, Jiyeon menangis dengan derasnya membuat Nyonya Park tersadar dari lamunan indahnya

“Tenang, eomma disini Chagi-ah” ucap Nyonya Park lalu membelai lembut kepala Jiyeon

“Eomma” Ucap Hyera dengan wajah marah

“Ini demi kebaikan “ Ucap Nyonya Park lalu mengangguk meyakini Hyera, sedangkan Minho memandang Jiyeon dengan tatapan khawatir diwajahnya, ia takut terjadi apa-apa dengan yeoja itu

 

***

Jiyeon terbangun dan menemukan dirinya sudah tertidur didalam kamarnya, jiyeon menoleh dan mendapati seorang dokter yang tengah menatapnya dengan tersenyum

“Kau sudah sadar, panasmu sudah menurun”

“Gomawo”

“ Nde, bagaimana apakah kepala mu masih sangat pusing dan apakah kau dapat melihat benda itu” sambil menunjuk sebuah lukisan dikamar Jiyeon, Jiyeon mengangguk

“Sepertinya kau sudah mulai pulih, kalau begitu aku permisi Nde”

“Nde”

Tiba-tiba beberapa pelayan masuk membawa berbagai macam makanan membuat Jiyeon menatap pelayan itu dengan bingung, Jiyeon akhirnya tersadar siapa dibalik semua ini, Minho muncul dengan wajah tampannya dan tersenyum hangat pada Jiyeon…

“Bagaimana? Aku dengar kau sudah lebih baik” Ucap Minho

“Nde…tetapi untuk apa makanan sebanyak itu?”

“Tentu saja untukmu, kau harus banyak makan “

“Tidak perlu repot Minho-ah, aku akan baik-baik saja” Jawab Jiyeon dengan senyum diwajahnya

***

 

“Oppa sebaiknya Oppa jauhi Jiyeon, aku tidak ingin melihat oppa yang sangat perhatian padanya dan aku ingin Oppa lebih menyayangiku. Aku adikmu Oppa” ucap Hyera pada Hyu Jae yang terlihat sedang dengan serius membaca buku ditangannya, sedangkan namja itu hanya dapat menghela nafas

“Jika aku tidak mau, apa yang akan kau lakukan? Apakah kau kira aku mempercayai bahwa kau adalah Dongsaengku?” sindir Hyuk Je, sedangkan Hyera terdiam lalu memandang Hyuk Jae dengan wajah kesal dan dengan cepat meninggalkan Hyuk Jae sendirian

‘aku akan membuktikan bahwa kau bukan Jiyeon yang sebenarnya, lihat saja aku akan mendapatkan bukti itu’ batin Hyuk Jae dengan wajah sinis nya, lalu menutup buku yang ia baca dan beranjak

Seorang namja dengan wajah bahagia turun dari sebuah mobil mewah berwarna hitam miliknya, namja itu adalah Tuan Park ayah dari Hyuk Jae dan Jiyeon, namja itu berlari memasuki rumah mewahnya, ia bertemu dengan Anaenya yang terlihat menunggunya

“Yeobo” Panggilnya

“Aigoo yeobo kau sudah sampai? Aku merindukanmu” ucap Nyonya Park lalu memeluk suaminya dengan mesra

“Dimana Jiyeon?”

“Itu dia” sambil menunjuk Hyera yang sedang duduk disamping Hyuk Jae, Tuan Park terdiam dan menatap Hyera dengan pandangan aneh

“Kau yakin? Ia tidak mirip dengan Jiyeon sama sekali” ucap Tuan Park sambil berbisik pada Nyonya Park, membuat Nyonya Park terdiam dan menatap suaminya dengan pandangan sedih

“Aku hanya bercanda” ucap Tuan park mencoba membuat isterinya kembali bahagia dan ternyata berhasil.

“Oppa aku kira kau benar-benar serius” Ucap Tae Hee, Yoochun menghampiri Hyera lalu memeluknya, tidak ada rasa kasih sayang dari appa untuk anaknya yang dirasakan Yoochun

 

***

 

Jiyeon duduk dengan wajah sedihnya, ia merindukan eomma dan appanya..ia hiri melihat orang-orang yang ditemani oleh orang tuanya, tiba-tiba Minho datang dengan dua ice cream ditangannya, ia tersenyum pada jiyeon sedangkan Jiyeon hanya menampilkan wajah datarnya membuat Minho menyerit bingung

“Wae? Apakah ada yang mengganggu pikiranmu?”

“Aku ingin mencari orang tuaku dan bersama mereka lagi”

“Kau tidak ingat? Kau hanya milikku” Ucap Minho dengan nada serius dan tanpa sengaja ice cream yang baru saja ia beli menjadi hancur karena ia menggenggamnya dengan sangat kuat, Jiyeon ketakutan melihatnya dan dengan cepat menunduk, karena ia tahu bahwa Minho adalah namja yang dingin dan tidak punya perasaan dan bisa saja menyakitinya

“Minhae aku tidak-“

“Sebaiknya kita pulang, aku sudah tidak mood untuk berjalan denganmu, dan juga hari ini aku akan memilih gaun untuk pesta pertunanganku dengan Hyera” Ucap Minho dan bagai tertusuk beribu Jarum Jiyeon terdiam untuk sesaat dan mengangguk sedih, ia yakin bahwa Minho hanya bercanda

“Kau hanya bercandakan?”

“Anni-yo”

“Jadi selama ini kau menganggapku apa? Apakah hanya pelarian sementaramu?”

“Tepat, kau tahu aku sangat mencintai Jiyeon tetapi aku tidak mencintai Hyera entah mengapa? Tetapi mungkin rasa cinta itu dapat kembali jika aku menikah dengannya” Ucap Minho dengan nada seriusnya

“jadi kau tak mencintaiku?”

“Anni , aku tidak akan mencintai seseorang yang akan meninggalkanku!! Jika kau memang mau pergi katakan padaku jangan membuatku berharap “

“Aku..aku”

“Tidak usah berbicara lagi, sebaiknya kita pulang” Ucap minho lalu dengan cepat pergi kearah mobilnya, Minho terdiam sesaat entah mengapa ia tidak ingin kehilangan Jiyeon.

 

***

( Park Jiyeon Pow)

 

Aku memungut pakaianku yang berantakan dilantai kamarku, dan menatap Minho yang tertidur lelap. Mungkin jika aku tidak berpisah dengan eomma dan appa aku tidak akan mengorbankan keperawananku untuk namja yang sama sekali tidak mencintaiku, entah mengapa setiap melihat wajahnya aku selalu menginginkannya, walau pun aku tahu ia tidak mencintaiku

“Jiyeon” Panggil Minho yang ternyata terbangun

“Nde”

“Minhae jika aku menyakitimu semalam, aku memang benar-benar kehilangan kendali” Ucapnya dengan nada menyesal lalu turun dari kasurku dan memeluk tubuh polosku dan mengecup bahuku, apakah aku bisa selalu merasakan ini denganmu? Apakah aku bisa selalu bersamamu? Memasangkan dasi untukmu setiap pagi? Memelukmu saat kau lelah? Menjadi ibu dari anak-anakmu?tetapi sepertinya itu hanyalah perasaanku berbeda denganmu yang hanya menganggapku tempat pelarian semata….

“Aku ingin mandi”

“Ya sudah…hari ini aku akan pergi ke Australia untuk 3 hari ke depan, ini aku sudah membuat kartu Atm untukmu, kau puas berbelanja dengan uang yang ada didalamnya karena aku merasa kau sangat jarang meminta uang denganku…aku janji uang itu tidak akan habis untuk kau membeli kebutuhanmu”

“minho-ah Gomawo”

“ Nde, tenang saja anggap saja aku adalah Nampyeonmu” Ucap Minho membuatku membeku apakah kau tahu Minho dengan mendengarmu mengucapkan hal itu membuatku bahagia…

 

***

 

( Hyera Pow)

Semua yeoja yang ada di Mall ini menatapku dengan pandangan kagum, bagaimana tidak disebelah kanan dan kiriku bodyguard yang membawakan banyak belanjaanku dan juga sekarang aku dapat membeli apa pun yang aku inginkan dengan harta kekayaan Ahjumma tua itu, tiba-tiba aku melihat Jiyeon yang kini tengah sibuk membawa belanjan-belanjaannya , sebuah boneka dan hadiah lainnya…apakah ia anak kecil?

“Hey Jiyeon” Sapaku dengan nada mengejek ia menatapku lalu dengan cepat memalingkan wajahnya

“ Annyeong…Minhae aku tidak bisa lama-lama disini aku harus cepat-cepat mengantar hadiah ini ke panti asuhan” Ucapnya dengan datar lalu berjalan melewatiku, apakah ia mempunyai hati selembut sutra? Betapa baiknya yeoja itu?

Tiba-tiba ponselku berdering dan ternyata ahjuma tua itu meneleponku dan memintaku untuk menghampirinya dipanti asuhan…memang ibu dan anak tidak jauh beda semua membuatku muak…

 

***

 

( Author Pow)

 

Jiyeon berjalan dengan senyum memasuki panti asuhan itu dan tanpa sengaja bertemu dengan Nyonya Park, Jiyeon tersenyum lalu membungkuk.

“Annyeong…senang bertemu kembali” ucap Jiyeon  lalu tersenyum, Nyonya park tersenyum mengejek ia mengira Jiyeon hanya ingin mencari muka didepannya, tiba-tiba ibu panti asuhan  itu datang dan terlihat sangat dekat dengan Jiyeon

“Annyeong jiyeon-ah, apa kabar?”

“Baik ahjumma dimana Keiko? Aku ingin bertemu dengannya” Ucap Jiyeon dan Nyonya Park mendengar pembicaraan kedua orang itu

“Keiko sedang tidur , semalam badannya sangat panas, ia merindukanmu Jiyeon-ah”

“Jinjja aigoo” Ucap jiyeon dengan raut wajah yang khawatir lalu berjalan kearah sebuah kamar

 

***

 

( Tae Hee Pow)

 

“ Annyeong Tae Hee-ah bagaimana kabarmu? Aku dengar kau sudah menemukan anakmu “ Ucap Kim Min ah pemilik dari panti asuhan ini, Min ah memang sahabatku dari aku kecil jadi aku bersahabat dekat dengannya dan juga Min ah tahu bahwa aku kehilangan Jiyeonku saat ia kecil.

“Nde, aku mengajaknya kemari tetapi mungkin beberapa menit lagi ia sampai” Jawabku dengan wajah bahagia, tetapi entah mengapa jika dekat dengan Hyera tidak ada yang ku rasakan hanya perasaan datar tidak seperti saat aku dekat dengan Jiyeon, hatiku terasa sangat hangat

“Aigoo aku tidak sabar melihatnya” ucap Min ah semangat aku hanya tersenyum melihat sahabatku itu

“By the way apakah kau kenal yeoja itu” Ucapku sambil menunjuk Jiyeon yang terlihat sedang bermain bersama beberapa anak

“Oh dia, namanya Cho Jiyeon ia sangat sering kemari dan menyumbang beberapa makanan , kau tahu Tae Hee-ah saat pertama kali melihatnya aku merasa ia mirip seperti dirimu tetapi sayangnya ia bukan anakmu, ia yeoja yang sangat baik, ia sering menyemangati anak-anak dipanti ini. Walau pun hidupnya juga sangat menderita” Ucap Min ah membuatku menyerit dan bingung dengan kata terakhir Min ah

“ Maksudmu?”

“Jiyeon adalah anak angkat dari eomma dan appa tirinya, dan yang paling kasihannya ia sangat sering disiksa bahkan Jiyeon sering menangis setiap malam, karena kebetulan rumahku dan rumahnya berdekatan” ucap Min ah

“Jadi ia adalah anak tiri dari Tuan Cho?”

“Nde “ ucap Min ah entah mengapa hatiku sakit mendengar penderitaan yeoja yang jelas-jelas sudah menyakiti dan merebut tunangan anakku, Tae hee kau tidak boleh tertipu dengan kebusukan yeoja itu, tidak boleh kebaikannya hanya topeng belaka

“Eomma” ucap seseorang membuatku menoleh dan mendapati Hyera yang sedang tersenyum kerahku tiba-tiba wajah Min ah berubah menjadi dingin saat menatap Hyera begitu pun Hyera yang terlihat terkejut melihat Min ah, ada apa dengan mereka?

“Ahjumma” Ucap Hyera tunggu apakah Hyera mengenal Min ah

“Hyera, apa yang kau lakukan disini?” ucap Min ah dengan dingin

“Min ah ini anakku Park Hyera aku baru bertemu dengannya beberapa bulan yang lalu , bagaimana apakah ia cantik sepertiku?” ucapku pada Min ah, sedangkan Min ah malah menggeleng

“Apakah kau yakin?”

“Yakin apa?”

“Pikirkan baik-baik Tae Hee-ah apakah kau memang benar-benar yakin bahwa ia adalah anakmu?” Bisik Min ah padaku lalu dengan cepat berlalu begitu saja , ia menghampiri jiyeon

 

***

 

Aku duduk termenung didepan cermin, aku memikirkan setiap kata-kata yang dikatakan mereka, aku tiba-tiba mengingat sesuatu. Kalung , benar kalung itu, bukankah kalung yang aku berikan untuk Jiyeon tidak dapat terlepas kecuali aku yang membukanya , seharusnya Hyera memiliki kalung itu, jika tidak berarti ia hanya menyamar menjadi anakku…

Dengan cepat aku bangkit dari duduk ku dan berjalan kearah kamar Hyera, apa mungkin kalung itu masih ada dilehernya?

“Hyera-ah” panggilku , ia menoleh. Jujur akhir-akhir ini banyak pemakaian yang ia keluarkan untuk membeli hal-hal yang tidak penting, seperti pergi ke Discotic , Club dan menggunakan uang itu untuk berpoya-poya..

“Nde eomma” ucapnya seakan malas untuk diganggu

“Eomma ingin memelukmu” Ucapku lalu memeluknya, dan betapa terkejutnya aku saat melihat kalung itu tidak ada dilehernya jadi kemana kalung itu, sepertinya apa yang dikatakan mereka benar, Hyera bukanlah anakku

“Dimana kalungmu?” tanyaku dengan nada dingin, yeoja penipu…

“Kalung? Kalung apa?”

“Kalung yang eomma berikan padamu saat kau kecil”

“O..oh kalung itu putus karena tersangkut dibajuku” ucapnya berbohong, hatiku sakit mengetahui yeoja yang selama ini aku anggap anakku adalah pembohong besar, tetapi aku tidak boleh gegabah

“Oh nde” ucapku dengan cepat pergi dari tempat itu, aku harus mendapatkan sample DNA Hyera dengan begitu aku dapat mengetahui apakah ia anakku atau kah tidak??

 

***

 

( Park Jiyeon’s Pow)


Hari ini adalah hari kepulangan Minho, aku tidak sabar bertemu dengannya. Aku berjalan-jalan disekitar taman untuk memetik bunga, untuk memberikannya kepada Nyonya Cho, sekarang keadaannya jauh lebih baik. Bahkan ia sudah mulai dapat berjalan walaupun dengan tertatih

Tiba-tiba sebuah benda keras menghantam tubuhku membuatku kehilangan penglihatan dan tiba-tiba semuanya gelap

 

***

Aku terbangun dan menemukan diriku diikat disebuah gudang, disana telah berdiri Hyera yang terlihat tersenyum licik kearahku dan juga eommanya. Mereka benar-benar licik apa yang akan mereka lakukan padaku?

“Apakah kau bingung?”

“lepaskan aku”

“Tidak bisa…jika aku melepaskanmu kau akan bersama Minho kembali, kau lupa Minho adalah tunangan ku dan kau tidak boleh merampas yang aku punya”

“ Tapi kau bukan Jiyeon” Teriakku di depannya sedangkan Hyera terlihat terdiam sesaat

“Aku memang bukan Jiyeon, kau lah Jiyeon” ucapnya membuatku menyerit bingung mendengarnya

“Apa maksudmu?”

“Kau Park Jiyeon, anak kandung dari Nyonya dan Tuan Park, adik kandung dari Park Hyuk Jae dan juga yeoja yang dicintai Minho” Ucap Hyera membuatku terkejut bukan main, jadi ahjumma yang selama ini membuatku nyaman, Oppa yang selama ini selalu membantuku, dan juga namja yang kucintai adalah milikku, benar aku adalah Park Jiyeon…

“Hyera-ah aku mohon lepaskan aku , aku ingin melihat dan memeluk mereka . Hari ini adalah hari kedatangan Minho, aku mohon” Ucapku dengan menangis, aku merasa ini semua mustahil.

“Sebelum kau bertemu dan membongkar semuanya, aku akan menghilangkan Nyawamu terlebih dahulu, kau dengar?” Ucap hyera lalu menusuk sebuah benda tajam di pipiku, darah segar mengalir. Walaupun luka itu tidak terlalu dalam tapi terlalu perih untukku

“Kau ingat Hyera, aku akan membalasmu”Teriakku dengan meringis kesakitan

“Coba saja kalau kau bisa”

 

TBC

Bagaimana jangan lupa RCL :D

Someone Like You ( Chapter 2) ( Minji Couple )


Title : Someone Like You

Author : Marsa_Queens

Genre : Romantic, AU+

Type : Chapter

Rating : T

( Main Cast)

-Park Jiyeon

-Choi Minho

(Support Cast)

ALL

***

( Park Jiyeon Pow )

Aigooo!!!tubuhku terasa sangat sakit, betapa teganya appa melakukan ini padaku, aku selalu menuruti permintaannya tetapi ia selalu menyiksaku tanpa ampun. Tetapi jika aku melaporkan appa ke kantor polisi, itu sama saja aku menghilangkan rahasia tentang jati diriku selama ini yang diketauhi oleh appa.

Aku mencoba bangun dan melihat hari sudah pagi, berapa lama aku tertidur. Aku berjalan dengan tertatih dan tanpa sengaja melihat Hyera yang sedang menggandeng lengan Minho dengan mesra dan Omo!! Mengapa eomma ada disini?  Aku mempunyai perasaan tidak enak dengan ini semua.

” Ummhhh, Jiyeon~sii kau sudah sadar. Kau ingat tentang yeoja yang ku ceritakan tempo hari, yeoja itu adalah Park Jiyeon yeoja yang sedangku peluk saat ini” Ucap Minho sambil mempererat pelukannya pada Hyera, aku mengangguk mencoba menerima semua ini walau pun aku harus sakit melihat ini semua, Jiyeon kau harus kuat

” jinjja? Aigoo…selamat Tuan saya senang mendengar kabar baik ini” Ucapku sambil memegang punggungku yang masih sangat sakit

” Gwenchana Jiyeon-ah” Tanya Hyera pura-pura baik padaku

” gwenchana-ya Hyera-ah, Chukkae kau sudah bersama namja yang mencintaimu” Ucapku, lalu permisi pergi dari hadapan mereka semua, hatiku sakit melihatnya.

***

Setelah Minho dan Hyera pergi meninggalkan rumah ini, aku dengan cepat berjalan ke lantai atas untuk menemui Ahjumma eommanya Minho.

Aku membuka pintu itu, dan tidak menemukan ahjumna itu di kursi rodanya…kemana ahjumma itu? Aku masuk dan menemukan ahjumma itu sedang berdiri , lebih tepatnya belajar berdiri.

” ahjumma” panggilku, dan ia menoleh lalu tersenyum kepadaku

” apa yang sedang ahjumma lakukan? “

“a…ku…sedang…bel..ajar…ber..diri” Ucapnya dengan tertatih, aku tersenyum lalu membantunya untuk belajar berdiri, aigoo ia semakin banyak perkembangan. Tiba-tiba tubuhku terasa sakit lagi, tetapi rasa sakit itu tak ku hiraukan.

***

Hari-hari pun berlalu aku semakin dekat dengan Minho, bahkan ia sering mengajakku untuk sekedar makan malam berdua, jika ku tanya mengapa ia tidak mengajak Hyera saja?ia menjawab bahwa ia hanya nyaman padaku.

Hari ini adalah hari paling menyakitkan bagiku, Minho dan Hyera berencana akan berlibur bersama ke Kota Paris, kota paling romantic. Aku tidak bisa membayangkannya, itu terlalu menyakitkan.

” Jiyeon apakah kau sudah menyiapkan pakaian mu?” Ucap seseorang membuatku menoleh dan mendapati Eunjung eonni sedanf mengangkat Koper besarnya, Mwo? Apakah ia akan ikut

“Untuk apa eonni?”

” Mwo?kau tidak tahu, Tuan Minho membawa kita ke Paris, aigoooo aku tidak sabar lagiii”

” Mwo? Jinjja?”Kagetku

” Nde, cepat siapkan pakaianmu”

“Nde eonni, Arra” dengan cepat aku masuk kedalam kamarku, dan menyiapkan baju-bajuku setelah itu kami berkumpul dan mendengarkan apa yang Minho katakan, dan satu hal lagi Minho tidak pernah meniduri wanita lagi, setiap malam ia selalu memintaku untuk tidur dikamarnya, dan ujung-ujungnya ia tidur sambil memelukku, ia bilang ia tidak dapat tidur jika tidak memelukku.

Aku membawa banyak baju, dan aku melihat wajah hyera yang sepertinya keberatan jika kami ikut, tiba-tiba seorang namja muncul rambutnya berwarna kekuning-kuningan.

” Annyeong, apakah aku terlambat?” Tanyanya

” Anniyo Oppa!! Oppa kau ingat janjimu akan membelikanku jam tangan” Ucap Hyera, jadi namja ini Oppa dari Hyera

” Aigooo, Nae Dongsaeng kau begitu manja” Ucapnya Lalu mencubit pipi Hyera

” Perkenalkan ini Cho Jiyeon, dan yang ini Victoria, dan yang sana Ham Eunjung, dan disana ada Min” Ucap Minho memperkenalkan kami

” Cho Jiyeon Imnida” Ucapku sopan, namja itu terdiam menatapku seolah ia mengenalku lebih. Aku hanya merasa tidak enak diperhatikannya seperti itu jadi aku menunduk

” Park Hyuk Jae Imnida” Ucapnya lalu membungkuk, aku tersenyum padanya.

***

(Park Hyuk Jae Pow)

Tatapan itu dan senyuman itu, aku sangat merindukannya, itu senyum milik Jiyeon kecilku. Tetapi Hyera tidak memilikinya bukankah ia Jiyeon. Aku bagai memeluk orang jika aku memeluk Hyera, ia seperti orang asing bagiku.

Saat didalam pesawat pribadi Minho, Minho duduj disebelah yeoja bernama Cho Jiyeon itu dan Hyera disebelah Minho tetapi Minho terlihat lebih perhatian pada yeoja bernama Cho Jiyeon itu, membuat Hyera kesal.

Aku ingat dahulu Jiyeon kecilku sangat tidak kuat jika naik pesawat, dalam hitungan lima menit Jiyeon akan berlari ke kamar mandi lalu muntah karena ia mengatakan bahwa ia pusing dan mual, biasa jika ia seperti itu hanya aku, eomma, dan appa yang bisa membuatnya tenang

” Hueekkkkk”terdengar seseorang yang ingin muntah membuatku menoleh dan mendapati yeoja itu berlari ke Toilet disusul oleh Minho dibelakangnya, aku mengikuti mereka, Jiyeon terlihat sangat lemah, dan Minho memijit punggung Jiyeon.

Dengan cepat aku menggenggam lengannya, Jiyeon menoleh kearahku , begitu pun juga Minho.

” Wae Hyung” Tanya Minho sepertinya keberatan dengan kelakuanku

” Biasanya Jiyeon kecilku akan tenang jika lengannya digenggam” Ucapku dan benar saja, Jiyeon terlihat lebih tenang. Mengapa aku merasa aku dan Jiyeon memiliki kontak batin.

***

( Choi Minho Pow)

Tiba-tiba Hyukjae Hyung datang dan menggenggam tangan Jiyeon, tiba-tiba aku merasa keberatan, apakah Hyuk Jae Hyung mau dengan Jiyeon, aigoooop itu tidak boleh terjadi

” Wae Hyung” Tanyaku seolah keberatan

” Biasanya Jiyeon kecilku akan tenang jika lengannya digenggam”Jawabnya, aku hanya terdiam lalu melihat Jiyeon yang lebih tenang dari sebelumnya.

” Jiyeon Gwenchana?”

” Gwenchana-ya, Hyuk Jae sii Gomawo” Ucap Jiyeon lalu berusaha berdiri dan berhasil itu memegangi kepalanya. Aku meletakan kepala Jiyeon dipundakku dan melihat Hyera yang sepertinya cemburu oleh kelakuanku, entah mengapa Hyera berbeda dengan Jiyeon kecil yang aku kenal dulu, jiyeon kecil tidak pernah marah atau cemburu jika aku dekat dengan yeoja lain, karena jiyeon percaya bahwa aku hanya di takdirkan hanya untuknya selamanya.

Aku menatap wajah Jiyeon, entah mengapa aku merasa bahwa Jiyeon sangat mirip dengan ahjumma eomma Jiyeon kecil. Aku mencintai Jiyeon kecilku , tetapi aku dlsangat tidak menyukai Jiyeon sewaktu ia telah kembali.

***

Kami sampai dikota Paris , pemandangannya sangat indah. Tetapi aku sudah sangat sering kemari , bahkan aku pernah tinggal di Paris saat berumur 6 tahun, disaat rumah tangga eomma dan appa masih baik-baik saja.

Keadaan eomma sudah mulai pulih, yang ku dengar dan juga aku pernah melihat Jiyeon menemui eomma, ia terus bercerita mengenai dirinya pada eomma, dan ajaibnya eomma menjawab ucapan Jiyeon walau pun tertatih. Aku pun mengangkat Jiyeon menjadi pelayan pribadi eomma, dan juga pelayan pribadiku.

” Oppa, eomma mengatakan bahwa ia akan menyusul” Ucap Hyera pada Hyikjae Hyung, dan Hyuk Jae Hyung hanya menanggapi Hyera dengan anggukan ia seperti tidak menyukai adiknya itu.

***

Aku berjalan ditengah keramaian paris, disebelahku kini ada Jiyeon. Aku menggenggam lengannya, ya hanya kami berdua, aku diam-diam mengajak Jiyeon, aku tidak ingin ada yang mengganggu kami lagi.

” Minho-ah bagaimana jika Hyera mencarimu?”

” Biarkan saja, aku bosan dengannya, ia terlalu pencemburu” Jawabku acuh, aku melihat Jiyeon tersenyum.

“Wae”

“ah?aniyo”

” Apakah kau lapar?”

” Sedikit! wae”

“Ayo kita makan masakan Itali disana”

” Itu sangat mahal, kau lihat makannya pun ditata serapi itu”

“uang ku tidak akan habis jika seperti itu, bahkan membeli tokonya saja aku sanggup” Jawabku

***

( Hyera Pow )

Aku mengelilingi hotel untuk mencari Minho Oppa, kemana ia bahkan Jiyeon pun tidak ada dikamarnya. Apakah mereka bersama? Aigooo tidak boleh aku harus menyingkirkan Jiyeon dari Hidup Minho Oppa haruss.

“Chagi-ah” Ucap seseorang membuatku menoleh dan mendapati Eomma angkatku berdiri didepan ku

” Annyeong eomma” Ucapku dan ternyata eommaku ikut dengan eomma angkatku, ia tersenyum sinis pada eomma Jiyeon. Satu hal yang ku takut kan, ahjumma tua ini dapat mengenali anaknya, tetapi aku akan membuat ahjumma ini membenci anaknya sendiri

” Annyeong Eomma”Ucapku lagi

” annyeong anakku”

” Bagaimana suasana kota ini anakku? Apakah kau puas”tanya ahjumma itu

” Aku senang eomma, tetapi aku tidak mendapati Minho Oppa. Ia jalan bersama seorang yeoja, kekasih gelapnya. Bukankah eomma bilang Minho Oppa adalah tunanganku?” Ucapku dengan nada sedih

” Mwo? Apakah ia lebih baik dari puteriku ini? Kau tahu sayang , kau adalah yeoja tercantik yang eomma punya” Ucap Ahjumma

” Jinjja eomma”

” Eomma aku mohon pisahkan dia dari hidup Minho Oppa dan juga Hyuk Jae Oppa. Ia merebut perhatian mereka semua”

” Mwo? Jadi oppa mu membela yeoja itu” tanya Ahjumma itu, aku mengangguk

” Eomma sejak kapan kau sampai” Ucap seseorang membuatku terkejut dan menoleh mendapatkan Hyuk Jae Oppa berdiri dibelakangku dengan tatapan tak suka padaku.

***

( Park Jiyeon Pow )

Aku tidak mengerti dengan pikiran namja yang ada dihadapan ku ini, tiba-tiba saja ia membawaku untuk berjalan-jalan. Mengapa ia tidak membawa Hyera saja? Tetapi aku juga senang melihat Minho yang lebih menginginkanku dan lebih memperhatikanku dibandingkan Hyera.

” Ada apa denganmu? Apakah kau skait? Mengapa tersenyum seperti itu? Kau membuatku takut saja”

” Oh, Anniyo apa kau kira aku gila”

” Mungkin”

” Yak Choi Minho”

***

Setelah lelah berjalan kami memutuskan untuk kembali ke Hotel , sesampai disana kami melihat seorang ahjumma dan juga ada Hyera , Hyuk Jae Oppa, dan juga eomma tiriku, eomma menatapku dengan tatapan sinisnya lalu mengalihkan pandangannya.

” Annyeong Ahjumma”Ucap Minho, apakah mungkin ahjumma inu adalah Nyonya Park eomma kandung Hyera? Aku rasa Hyera bukanlah anak kandungnya, hyera mungkin hanya memanfaatkan harta ahjumma ini

” Annyeong calon menantuku, mengapa kau meninggalkan tunanganmu ini”Ucap ahjumma itu lalu menggandeng tangan Hyera dan menatapku sinis, Minho dan Jiyeon telah bertunangan sejak mereka masih kecil dan jiyeon pun tumbuh menjadi hyera

” Ah, Minhae Hyera-ah aku takut kau kelelahan jadi aku membawa Jiyeon, karena ia sepertinya lapar” Jawab Minho, Ahjumma itu menatapku dengan tatapan meremehkan

” Jiyeon, sama seperti nama anakku. Untungnya kau bukan anakku, dan nama Jiyeon terlalu bagus untukmu, dan yang ku dengar kau adalah salah satu pelayan dirumah menantuku” Sindirnya, aku yang mendengarnya hanya dapat menghela nafas lelah, lagi-lagi aku di caci.

” Ahjumma” Ucap Minho mencoba membelaku

” Minho-ah ingat apa yang kau janjikan tempo hari pada Jiyeon kecilku, kau mengatakan akan bersamanya. Dan sekarang kau malah meninggalkannya” Ucap Ahjumma itu, aigoo aku ingin dibela seperti itu oleh eomma kandungku.

” Tidak apa-apa Tuan, lebih baik Tuan membawa Nyonya Hyera mengelilingi kota Paeis bukankah tadi Tuan mengatakan ada pasar malam ditengah kota” Ucapku berusaha tetap tegar

” Tapi, bukankah aku ingin mengajakmu?” Tanya Minho padaku, aku mengangguk lalu mengatakan bahwa aku sedang tidak enak badan.

***

Aku menatap pantulan diriku dicermin, mengapa wajahku dan ahjumma itu sepertinya mirip, matanya, hidungnya, bentuk wajah kami pun sama. Aku yakin ahjumma itu adalah orang yang baik, tetapi ia mencoba membela puteri yang ia sayangi, tetapi aku juga sangat kasihan padanya. Apa baiknya aku memberitahu kan saja padanya bahwa…ia aku harus

” Aigooo…tubuhku sangat lelah” Ucap Minho saat membuka pintu kamar hotelku, untuk apa ia kemari. Dan tadi bukankah ia pergi bersama Hyera? Belum beberapa jam mengapa ia kembali aigooo…tetapi jika bersama ku ia bahkan memaksaku untuk menemaninya lebih lama

” wae?” Tanyaku padanya, ia hanya tersenyum padaku lalu merebahkan tubuhnya ditempat tidurku dan aku baru tersadar bahwa aku hanya memakai handuk yang me lilit tubuhku

” anniyo, kau malu? Tenanglah aku sudah pernah melihatnya”

” Mwo? Kau masih mengingat kejadian itu?” kagetku

” Tentu, itu yang pertama untukku. Sebelumnya aku hanya menciumi para gadis itu, dan aku tidak bisa mengendalikannya jika denganmu, hmmm ngomong-ngomong aku ingin melakukannya malam ini”

“M..Mwo? Andwee” Ucapku lalu menutupi tubuhku

” Kau menolakku? Bukankah kau pelayanku?”

” aigooo…aku belum siapa”Ucapku dengan gagap lalu dengan cepat berbalik ingin berlari kekamar mandi…

” Kau mau kemana”Ucapnya lalu memelukku dan menciumi setiap inci bahu dan tengkukku…ku mohon Minho, sudahi semua ini sebelum aku benar-benar gila akan dirimu

” Ahhhhhhh” Aku mendesah dan terjadi lah malam itu

***

Keesokan harinya aku terbangun dan mendapati Minho yang kini tengah menatapku dengan tatapan evilnya, aigoo namja ini!! Mengapa aku tidak menangis seperti saat itu, aku hanya terdiam datar lalu menatapnya kesal. Tiba-tiba beberapa pelayan masuk membawa berbagai macam makanan

” Untuk apa kau membeli makanan sebanyak ini?”

” Tentu untukmu!! Kau harus banyak makan , karena aku takut tubuhmu akan remuk Jika ku sentuh lagi”

” Aigooooo…Choi Minho” Teriakku, ia hanya tersenyum simpul lalu menggendongku dan mendudukan ku dikursi yang langsung mengahadap makan- makanan itu. Aku menelan ludah pahit melihat berbagai macam makanan yang terhidang didepanku ini…

” Minho~ah Gomawoo”

***

Aku menatap diriku dipantulan cermin hotel ini, aigoo…banyak tanda yang ditinggalkan manusia itu dileherku. Aku tidak habis pikir, apakah ia drakula?

Aku keluar dengan baju yang dibelikan oleh Minho, aku tidak menemukannya dikamar ini. Kemana namja itu pergi? Aku pun keluar dan bertemu dengan Eunjung eonni..

” Annyeong Eonni”

” Oh, Annyeong jiyeonnie”

” Ku dengar hari ini kita akan jalan-jalan mengelilingi kota paris?”

” Jinjja?”

” Nde, kajja semua sudah menunggu”Ucap eunjung eonni sambil menggandeng lenganku, dilobby hotel ini aku melihat wajah hyera yang terlihat kesal menatapku, dan juga wajah Nyonya Park yang terlihat sangat tidak menyukaiku

” Aigoooooo…karenamu kami hampir ke tinggalan Bus” Sindir Nyonya Park padaku, sedangkan aku hanya dapat diam…

***

Kami sampai disebuah Danau, danau berbentuk Love. Danau ini sangatlah indah dan juga dikelilingi bunga-bunga indah disekitarnya, banyak orang yang tidak mengetahui tempat ini. Tentu karena lahan ini milik Minho, aku mengambil kamera yang dibelikan minho untukku lalu memoto pemandangan indah yang ada didepanku saat ini.

“Aigoo…apa itu” Ucapku lalu menghampiri sebuah benda yang mengkilau itu, aku menyerit ini sama sepertiku, bedanya kalung ini berbentuk kinci dan kalungku seperti gembok yang tidak dapat terlepas.

” Kemarikan itu milikki” Ucap seseorang membuatku menoleh dan mendapati Nyonya Park dengan wajah dinginnya menatapku.

” apakah ini milik Nyonya?” Tanyaku

” Nde” Jawabnya dingin lalu merampas kalung itu dan berlalu pergi. Aku hanya dapat melihat kalung itu dengan wajah bingung, aku merasa kunci yang ada dikalung itu dapat membuka kalung yang ada dileherku ini. Apa mungkin? Tidak mungkin kalau Nyonya Park adalah Eommaku, Park jiyeon ,Cho Jiyeon

**

Setelah selesai berjalan melihat-lihat kota paris, kami pergi untuk makan. Minho membawa kami ke Restaurant Korea yang ada di Paris. Karena Jujur aku tidak terlalu suka makanan itali.

” Oppa, mengapa kita tidak memilih restaurant mahal saja” Protes Hyera pada Minho, sedang kan Minbo hanya diam tak menjawab

” Hyera-ah mencobalah untuk hidup sederhana”marah Hyuk Jae

” Yak, jangan begitu pada adikmu Hyuk Jae” marah Nyonya Park. Aku hanya diam dan menatap pertengkaran mereka. Makanan pun datang, aku memakan salah satu diantaranya.

” Hyera-ah bukankah kau tidak dapat memakan udang sewaktu kecil, tetapi mengapa kau makan?”tanya Nyonya Park

” Mungkin aku sudah tidak alergi lagi eomma ” Jawa  Hyera terus memakan makanan dihadapannya. Tanpa sadar aku memakan udah dan tiba…

” Arghhhh…badanku gatar” Tangisku lalu menggaruk-garus badabku.

” Kau kenapa? ” Ucap Minho padaku

” Aku alergi udang, tetapi aku tak ingat jadi aku makan”Ucapku terus menggaruk tubuhku hingga muncul bintik kemerahan.

“Jangan kau garuk, sini “Ucap Nyonya Park padaku lalu mengambil sebuah obat dari kantungnya.

” Kau minum ini, aku yakin selama se jam . Kau tidak akan kesakitan seperti itu” Ucapnya lalu memberiku obat itu, aku memakannya.

***

( Tae hee Pow)

Aku menatap yeoja yang duduk dihadapanku saat ini, ia sudah mulai tenang . Entah mengapa melihatnya seperti tadi membuatku khawatir. Padahal aku tidak menyukainya, ia sudah merebut Minho dari anakku. aku tidak akan membiarkannya menyakiti Hyeraku. lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu Cho Jiyeon.

tbc

jangan lupa RCL Nde, nanti kalau gak RCL author jadi males lanjutinnya jadi like dan rcl nde bye..bye

Because You ( Love-love-love) ( Squel ) ( Tailer)


Title : Because You

Genre : Romantic, humor, Friendship

Rating : T

Author : MarsaQueens

Type : Squel

Poster : By MQ

( Main Cast )

  • Choi Minho Shinee
  • Park Jiyeon 

( Support Cast )

  • Cari Dicerita

 

 

 

“ Minho-ah, Krystal-sii” sapaku pada Minho Sunbae dan Krystal, apa yang mereka lakukan dimakam Jiyeon, saat mereka berbalik awalnya mereka terkejut lalu menampilkan wajah datar kembali, sedangkan Minho Sunbae terdiam datar, aku tahu betapa sakit hatinya

__

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah kami, hari ini adalah hari kelulusan kami, dan aku tidak bersamanya. Jiyeon-ah aku merindukanmu, apakah kau tidak merindukan sahabatmu ini? Aku duduk disalah satu bangku dikoridor sepi itu, semua orang telah pulang merayakan keberhasilannya sedangkan aku hanya dapat menangis kehilangan sahabatku, tiba-tiba sebuah kertas melayang dan terjatuh tepat dihadapanku..aku mendengar derap langkah seseorang yang menjauh . aku memungut kertas itu….

Aku menghubungi Minho untuk bertemu dan ia dengan senang hati ingin menemuiku setelah mendengar aku mendapatkan surat misterius, yang ku duga adalah dari Jiyeon. Saat aku masuk , aku tidak sengaja menabrak seorang yeoja, yeoja itu membungkuk seakan menyembunyikan wajahnya lalu berlalu dengan cepat

“Ini” ucapku lalu memberikan kertas itu pada Minho, ia menatap kertas itu dengan seksama, ia terlihat berpikir sebentar.

“Ini bukan dari Jiyeon, ini tulisan nana…Tulisan Nana dan Jiyeon sama..tidak mungkin jika jiyeon yang menuliskan ini” ucap Minho padaku dengan wajah sedihnya, ternyata bukan Jiyeon. Ternyata kertas ini dari nana sunbae?

^3 Tahun kemudian^

Seorang namja menatap datar pemandangan kota Seoul dihadapannya, pandangan kesepian yang ia tunjukan. Namja itu adalah Minho, ia menjadi seorang pengusaha muda kaya raya, sifatnya sangat dingin padahal banyak sudah yeoja cantik yang mencoba mendekati nya. 

 

Because You ( A Waiting) ( Squel / Minji Couple)


pizap.com13611423277981

Title : Because You ( A Waiting)

Genre : Romantic, humor, Friendship

Rating : T

Author : MarsaQueens

Type : Squel

Poster : MQ^^

( Main Cast )

  • Choi Minho Shinee
  • Park Jiyeon 

( Support Cast )

  • Cari Dicerita

***

( Author Pow)

Jiyeon berjalan dengan senyum menghiasi wajahnya melewati koridor sekolahnya, bagaimana tidak sekarang ia sudah kelas 3 dan setahun lagi akan lulus dan kuliah, Jiyeon merasa sangat bahagia dan lagi pula hari ini adalah hari ulang tahunnya, tetapi satu hal yang mengganjal didalam hatinya, Minho tidak menghubunginya sejak tadi, Nde Minho sudah lulus dan berkuliah di Kyunghee Universitas, akhir-akhir ini Minho memang sangat sibuk dengan tugas kuliahnya yang semakin menumpuk.

Akhir-akhir Jiyeon terlalu protectif terhadap Minho, membuat namja itu merasa tidak enak selalu diperhatikan seperti itu, jadi minho memutuskan untuk menjauhi Jiyeon yang sangat manja dan kekanak-kanakan entah mengapa , Minho merasa bosan pada Jiyeon, tetapi ia sangat mencintai yeoja itu.

Jiyeon mengambil ponselnya dari kantung jaketnya lalu mengetikkan sesuatu dan mengirimkan pesan yang ia kirimkan pada Minho. Jiyeon tersenyum tipis lalu masuk kedalam kelasnya, disana ada iu dengan setia menunggunya dengan senyum menghiasi wajah yeoja itu.

“Chukkae Uri Jiyeon, sekarang kau bertambah Tua, lihat kerutan diwajahmu” Canda IU

“Mwo? aku tidak setua itu umurku baru 18 tahun” Ucap Jiyeon dengan nada pura-pura marah, bukannya merasa bersalah IU malah mencubit pipi Jiyeon dengan kerasnya membuat Jiyeon berteriak kesakitan lalu menjitak kepala sahabatnya itu dengan keras membuat IU merinti kesakitan , lalu mereka tertawa bersama-sama.

” bagaimana hubunganmu dengan Minho Sunbae” Tanya IU tiba-tiba membuat Jiyeon berhenti tertawa dan menatap kearah depan dengan pandangan sedih tiba-tiba Jiyeon menangis

“Aku merasa Minho Oppa sudah tidak mencintaiku lagi, bahkan ia tidak membalas smsku dan ia juga lupa ulang tahunku, aku sedih” tangis Jiyeon

“Mungkin ia sedang sibuk Jiyeonnie”

“Ia tidak sedang sibuk sama sekali, buktinya kemarin aku melihatnya bersama seorang yeoja berjalan di Mall, sepertinya yeoja itu teman kuliahnya. Kau tahu yeoja itu jauh berkali-kali lebih cantik dibandingkanku”

“Anni, Jiyeon adalah yeoja tercantik yang pernah ku kenal, kau sahabatku yang paling baik”

“IU-ah jangan terlalu besar, semua orang memperhatikanmu” bisik Jiyeon ada IU yang berbicara dengan suara besar membuat orang-orang yang ada diruangan itu memperhatikannya.

 

***

( Park Jiyeon’s Pow)

 

Sedih? Ya jelas aku sedih sampai malam ini, Minho Oppa sama sekali tidak menghubungiku. Dimana kau Oppa? Aku merindukanmu beberapa bulan ini kau seperti menjauhiku oppa…apakah kau sudah bosan dengan yeoja manja sepertiku? Apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi ?

Aku berjalan menuju meja dan mencoba menghubunginya kembali dan ya ia mengangkatnya , aku tersenyum

“ Yoboseyo Oppa”

“Jiyeon-ah bisakah kau memahami posisiku saat ini? Kau mengubungiku dari tadi pagi dan kau tahu sekarang aku tidak konsen dengan tugas kuliahku, aku bukan lagi Choi Minho yang selalu menuruti keinginanmu, aku ingin kau berubah dan menghilangkan sifat manjamu itu, jika tidak jangan pernah temui aku” Ucapnya dengan nada marah , aku terkaku lalu mematikan sambungan telepon itu.

Aku kembali menangis, harusnya hari ini adalah hari bahagiaku tetapi hari ini malah menjadi hari terburuk didalam hidupku, aku merasa sudah tidak berarti didunia ini, bahkan Minho Oppa sudah tidak memperdulikanku lagi, bukankah ia dahulu sangat menyayangiku bahkan disaat ia sibuk pun, ia berusaha menemaniku

 

***

 

( Choi Minho Pow )

 

Aku menatap layar ponselku , untuk kesekian kalinya Jiyeon menelepon. Aku bosan dengannya, apakah aku masih mencintainya? Aku pun juga tidak tahu, karena kelakuannya membuatku malas berada didekatnya, aku lelah dengan yeoja itu, ia terlalu protectif terhadapku, aku namja tidak mungkin aku selalu dibatasi seperti itu.

Dibelakang Jiyeon, aku mempunyai seorang yeojachingu benama Jung Krystal , aku bertemunya saat hari pertamaku masuk kuliah, dan ia menyatakan cintanya padaku. Dengan cepat aku menerimanya, tidak ada salahnya juga jika aku berselingkuh, Jiyeon pun tidak tahu. Tetapi krystal sudah mengetahui bahwa aku sudah memiliki yeojachingu atau bisa disebut tunangan, tetapi ia menerimanya, banyak hal yang aku suka darinya. Ia yeoja yang mempunyai sifat keibuan dan juga dewasa.

“Oppa, sepertinya hari sudah malam sebaiknya kita pulang” Ucap Krystal padaku, aku tersenyum lalu menggandeng lengannya keluar dari café tempat kami bertemu, ia tersenyum padaku dengan hangatnya, setelah mengantar krystal pulang aku melajukan mobilku dijalan yang sepi itu, tiba-tiba ponselku bergetar dan menampilkan nama Jiyeon aku menghembuskan nafas kesal.

Lalu mengangkat telepon darinya…

 

“ Yoboseyo Oppa”

“Jiyeon-ah bisakah kau memahami posisiku saat ini? Kau mengubungiku dari tadi pagi dan kau tahu sekarang aku tidak konsen dengan tugas kuliahku, aku bukan lagi Choi Minho yang selalu menuruti keinginanmu, aku ingin kau berubah dan menghilangkan sifat manjamu itu, jika tidak jangan pernah temui aku” Ucapku dengan nada marah, tiba-tiba ia mematikan ponselnya, aku tersenyum sinis lalu kembali melajukan mobilku.

 

***

 

( Park Jiyeon Pow)

 

Dengan langkah gontai aku memasuki halaman sekolahku, bagaimana tidak aku mendengar dari Key Sunbae bahwa minho oppa telah berselingkuh dibelakangku jadi ini yang ia lakukan selama ini? Ia menyelingkuhiku dari belakang? Oppa kau jahat, apakah ia tahu betapa sakitnya aku? Tetapi aku harus bertahan , aku tidak ingin hubunganku dan Minho Oppa hancur , aku tidak mau, aku harus mempertahankan hubunganku dan Minho Oppa, harus. Tiba-tiba aku merasakan jantungku sangat sakit , aku memegangi dadaku yang sangat sakit membuatku terjatuh, semua orang yang ada di koridor menghampiriku dengan wajah kawatir , aku merasakan gelap dan akhirnya aku pingsan.

Aku membuka mataku dan merasakan bau rumah sakit, aku melihat eomma dan appa yang sedang menatapku dengan cemas. Mereka menangis, sebenarnya ada apa denganku? Aku memegang kepalaku yang terasa sangat berat dan mereka akhirnya menyadari bahwa aku sudah sadar.

“Jiyeon~ah, kau sudah sadar sayang”

“Eomma, ada apa sebenarnya denganku?”

“Kau tidak apa-apa chagi~ah kau hanya kelelahan”

“Tetapi mengapa eomma menangis?”

“Anni eomma hanya cemas chagi-ah” ucap eomma, sepertinya eomma berbohong, ada apa sebenarnya denganku?

 

***

 

Hari ini aku akan keluar dari rumah sakit, dan Minho Oppa hanya sekali menjengukku dan itu hanya sebentar. Aku sudah sangat merasa jauh darinya, eomma dan appa pun bingung dengan sifat Minho yang dingin padaku, tetapi mereka dapat memaklumi Minho, karena menurut mereka Minho Oppa sedang sibuk dengan tugas kuliahnya.

Aku memegang ponselku dengan keringat dingin, jantungku kembali sakit. Ada apa sebenarnya denganku? Aku memegang lengan eomma

“Eomma jantungku”

“Jiyeon, cepat kita harus kembali ke rumah sakit” teriak eomma pada appa yang sedang menyetir, eomma menangis sedangkan appa menampilkan wajah yang khawatir, aku semakin bingung dengan apa yang menimpaku?  Sejak kemarin aku selalu menanyakan tentang penyakitku

 

***

 

( 5 Bulan kemudian)

 

( Choi Minho )

Hari ini adalah tepat dimana hari ulang tahunku, disisiku sudah ada krystal yang dengan setia menemaniku sampai meniup lilin, tiba-tiba aku terdiam hatiku terasa sangat sakit, seseorang tidak hadir disini, sudah lama aku tidak berhubungan dengannya terakhir yang ku dengar ia pindah ke jepang mengikuti eomma dan appanya, siapa lagi kalau bukan Park Jiyeon tunanganku.

Bagaimana dengan hubungan kami? Aku juga tidak tahu, eomma dan appa bahkan bungkam jika aku bertanya mengenai Jiyeon, mereka semua bungkam, dan satu hal yang baru ku sadari…aku mencintai Jiyeon, sangat mencintainya. Waktu itu bukan maksudku untuk berselingkuh dibelakangnya, aku namja pasti aku bisa merasakan bosan, tetapi aku juga tidak ingin masalah itu sampai serumit ini, Jiyeon meninggalkanku.

Terakhir kali aku melihatnya dihari itu, dihari dimana aku membuatnya menangis dan menungguku dengan sangat lama, bahkan saat itu aku sangat melukai perasaan lembutnya, aku menyesal. Bukankah saat itu aku mengatakan bahwa aku memilihnya?

 

( Flashback / author pow )

 

Jiyeon mengirimkan pesan singkat pada Minho untuk menemuinya ditaman, air matanya tidak berhenti mengalir dengan deras, sekarang ia sudah mengetahui dengan jelas apa penyakit yang dideritanya, Jiyeon mengalami kebocoran jantung yang membuatnya tidak bisa jauh dari dokter, setiap saat Jiyeon merasa sakit. Didepan minho ia berusaha tegar walau pun itu menyakitkan

Jiyeon duduk ditaman dengan senyum dibibir pucatnya, dari kejauhan ia melihat Minho, Jiyeon menggigit bibirnya agar terlihat merah, dan jiyeon memakai jaket yang tebal agar tubuh kurusnya tidak terlihat oleh Minho. Minho duduk disamping Jiyeon

“Wae ? Chagi~ah”

“Anniyo Oppa, hanya ada yang inginku bicarakan!”

“Apa itu?”

“Aku..ingin…”

“Ingin apa? Kau ingin boneka, kau ingin berkencan…Minhae aku tidak bisa jika menemanimu untuk pergi ke Lottle World atau apa , aku mempunyai banyak pekerjaan”

“aku tahu Oppa, bagaimana dengan yeoja itu? Jung Krystal bukankah ia cantik? Mulai sekarang aku akan melepasmu Oppa, aku akan membiarkan kau memilih jalan hidupmu. Kalau kau bersamaku, kau tidak akan bahagia oppa…”

“Kau…mengetahuinya…aku janji Ji aku akan memutuskan Krystal, aku janji tetapi jangan akhiri hubungan kita, aku janji tidak akan mengecewakanmu lagi”

“Minhae oppa, aku memang tidak bisa, kita cukup sampai disini saja nde”

“Andwe Ji, aku tidak mau, kau lupa kau adalah tunanganku”

“Oppa mengertilah, aku harap Krystal dapat membahagiakanmu. Lusa aku akan pergi ke Jepang, dan mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita, jika memang kita berjodoh , kita akan bertemu lagi”

“Ji”

“Minhae Oppa-ya” Ucap Jiyeon lalu berdiri dan memeluk Minho yang kini terdiam kaku, Minho memeluk Jiyeon dengan erat. Ia mencintai yeoja dihadapannya

“Jiyeon aku mohon jangan tinggalkan aku, aku akan meninggalkan Krystal  demi dirimu”

“Jangan Oppa, ia mencintaimu jangan sakiti perasaannya kau harus berjanji padaku untuk menjaganya , sampai ia mendapatkan namja yang tepat untuknya mengerti”

“Ji-“

Cup!!! Jiyeon mencium bibir Minho, saat Jiyeon akan melepasnya Minho malah memeluknya dan tidak membiarkan tautan bibir mereka terlepas, dengan susah payah jiyeon melepaskannya dan akhirnya bisa terlepas

“Huh, sampai jumpa dilain hari”

 

( Flashback End)

 

Aku menatap sekitarku berharap ia ada diantara mereka yang melihatku, aku merindukanmu. Aku sudah berulang kali pergi ke jepang tetapi appa tidak memberi tahuku dimana alamat tuan park, aku hanya ingin melihat calon isteriku apakah salah?

“ potongan pertama akan diberikan pada yeoja yang sangat berate dikehidupanmu setelah eommamu?” ucap key , ia menjadi pembawa acara dipesta ku, aku terdiam sedangkan krystal terdiam dan menatap sedih diriku, aku berbalik dan memberikan potongan kue itu untuknya. Krystal tersenyum bahagia walau pun ia menyimpan luka karena perbuatanku

Acara pun selesai, aku berjalan kearah kamarku dan melihat banyak kado disana, perhatianku terpusat pada sebuah kado berwarna ungu , ku berjalan kearah kado itu lalu mengambilnya sebuah kertas terjatuh dari kado itu, aku meletakkan kado itu lalu memungut kertas yang terjatuh itu.

To : My Minho

 

Annyeong…

Sudah 5 bulan tidak bertemu Oppa..

Sebelumnya Chukkae atas umurmu yang semakin bertambah..

Bagaimana keadaanmu? Aku harap kau baik

Keadaanku sekarang sangatlah buruk

Mungkin ini surat terakhirku…

Aku tidak boleh lemah..

Oppa aku merekam sebuah video dikamera didalam kotak ungu itu ,aku harap Oppa menontonnya walau pun Oppa sedang sibuk..

Apa hubunganmu dan Krystal sudah sangat dekat? Aku harap ia oppa dan untuk hubungan kita? Aku tutup mulut tentang itu…

 

From : mantan yeojachingumu…Jiyeon

 

Aku terkejut dengan cepat aku mengambil rekaman video itu dan menontonnya disana aku melihat Jiyeon, satu hal yang membuatku terkejut ia memakai baju rumah sakit, tubuhnya mengurus terdapat bulatan hitam dibawah matanya , hatiku sakit melihatnya

“ Annyeong Oppa”

“Aku mencintaimu”

“Hari ini aku akan jujur mengenai apa yang menimpaku” Jiyeon terdiam dan menangis

“Apakah kau masih kuat chagi~ah” Tanya seseorang terdengar , Jiyeon mengangguk dan kembali menatap kamera

“Aku mengalami kebocoran jantung Oppa, ini lah penyakit yang selama ini aku derita, aku kira penyakit itu akan menghilang tetapi ternyata penyakit itu bertambah parah. Oppa umurku mungkin sudah tidak panjang lagi, jadi aku mohon doa kan aku nde” tiba-tiba rekaman itu mati secara tiba-tiba aku menoton video itu berulang-ulang dan dengan cepat aku berjalan ke ruangan appa

 

***

Disinilah aku menangisi sebuah makam, dengan bertuliskan ‘ Park Jiyeon’ ia meninggal sebulan yang lalu, tepat dihari ulang tahunku. Ia meninggalkanku untuk selama-lamanya, seseorang menyentuh bahuku , ia adalah Krystal. Sekarang ia sudah menjadi tunangan Jonghyun, panjang ceritanya mengapa mereka bisa bertunangan mereka dijodohkan seperti diriku dan Jiyeon

“Biarkan ia pergi dengan tenang oppa”

“Tapi-“

“Oppa sebaiknya kau pulang” ucap Krystal lalu menarik lenganku, aku mengangguk, Jiyeon aku mencintaimu sangat mencintaimu, akan ku bawa cinta ini walau pun kau tidak ada didunia ini lagi…

“ Minho~ah, Krystal-sii kalian kemari? “ Ucap seseorang membuat Krystal dan aku menoleh dan… mataku terbelalak

“Kau…” ucap Krystal lalu memegang mulutnya tidak percaya, aku terdiam menatap seseorang dihadapan ku ini…

 

 

END

Gimana ? Ngegantung kah? Kekeke :D dan juga sangat pendek, ini sebagai motivasi untuk author, karena author lagi bosan jadi negbuat ff ini deh, semoga para riders suka Nde, kalau Squelnya, author mikir dulu, dilanjut atau gak, ini sesuai dengan commet para riders, harus yang panjang ya…entah itu berupa motivasi atau kritik..jangan lupa rcl… bye…byeeee …” SARANGHEYOO”

[ FF Protect] [ Someone Like You/ Part 1] [ Minji/ Chapterd]


Title : Someone Like You

Author : Marsa_Queens

Genre : Romantic, AU+

Type : Chapter

 

( Main Cast)

  • Park Jiyeon
  • Choi Minho

 

(Support Cast)

  • ALL

 

 

Annyeong Chingudeul….

Apa kabar , sudah sangat lama aku meninggalkan blog ini karena urusan pribadiku yang sangat rumit, akhirnya aku kembali memegang blog ini setelah 5 bulan chinguku yang memegangnya. Semoga dengan comebacknya aku blog ini bertambah rame…

 

 

 

***

 

( Author Pow)

 

 

Seorang yeoja dengan keringat dingin menahan rasa sakit dilengannya, luka bakar yang sangat parah…yeoja itu menangis, semua itu ulah appanya yang semakin tidak menentu, appa nya sangat suka menyiksanya padahal ia hanya membuat kesalahan sedikit saja, rambutnya rontok tubuh rapuhnya mengurus, ia menangis dan meraung setiap malam merasakan sakit ditubuhnya karena siksaan sang appa…Yeoja itu bernama Cho Jiyeon merupakan anak angkat dari Cho Sang Ju, Saat Jiyeon berumur 5 tahun Jiyeon diculik dari eomma dan appa kandungnya , dan dibesarkan oleh penculik yang dipanggilnya appa…

“Ada apa , apakah ia membuat kesalahan lagi?” Tanya seorang yeoja dari luar kamar Jiyeon, sedangkan Jiyeon hanya dapan menangis dengan derasnya, lengannya sangat sakit dan perih, yeoja itu adalah isteri dari Cho Sang Ju, eomma angkat jiyeon. Mereka memperlakukan Jiyeon layaknya babu, Cho Sang Ju mempunyai seorang anak kandung bernama Cho Hyera…Cho Hyera dan Nyonya Cho bekerja disebuah rumah mewah milik Choi Minho, pengusaha muda yang kaya raya dan juga disukai para yeoja.

Choi Minho merupakan Namja yang sangat suka mempermainkan yeoja, setiap malam ia pasti bersenang-senang dengan perempuan-perempuan dirumahnya, bisa dibilang Minho mempunyai sebuah Club malam, Minho tinggal bersama sodara sepupunya, Key , thunder, Onew, Jonghyun, Mir, mereka semua sangat suka bermain-main dengan para yeoja….tetapi Minho hanya meniduri yeoja itu sekali dan berganti ke yeoja selanjutnya…

“Hari ini aku akan membawanya ke rumah Tuan Choi, ia sudah mulai cukup untuk bekerja disana, karena Tuan Choi, Key, Thunder , dan yang lainnya sedang membutuhkan seorang yeoja untuk mereka cicipi, akhir-akhir ini tidak ada yeoja yang disukai Tuan Choi” Ucap Nyonya Cho

“bawa saja anak sialan itu, dan jangan sampai ia kemari dan aku tidak ingin melihat wajahnya” Ucap Tuan Cho, Jiyeon yang mendengar dirinya akan dijual menangis dengan tambah deras, hatinya sudah sangat sakit…

 

***

@Sebulan kemudian

 

Jiyeon dibawa ke dokter kulit dan bekas-bekas luka ditubuhnya sudah menghilang ia dibawa dan didandani dan sekarang saatnya ia akan dijual oleh eomma angkatnya, sepanjang perjalanan ke rumah Minho Jiyeon terus menangis tanpa henti. Ia sudah membayangkan nasibnya, ia akan dijadikan yeoja murahan dan itu akan lebih sakit bagi Jiyeon.

Mereka memasuki sebuah rumah yang sangat mewah dengan besar bagai istana, Jiyeon terpana melihat betapa besar rumah itu lalu kembali menatap kedepan, ia berpikir apakah ia akan bahagia tinggal disini? Apakah ia akan menemukan  cinta yang selama ini ia impikan?

 

***

 

“Tuan, kami telah membawakan seorang yeoja, ia masih sangat polos dan juga cantik” ucap seorang pelayan pada seorang namja, namja itu adalah Minho namja dengan wajah dingin, Minho hanya tersenyum sinis lalu bangun dari tempat duduk nya, kaki panjangnya berjalan dengan santai menuruni anak tangga rumah besarnya itu

“Apakah kau membawakan yeoja sesuai dengan perintahku, aku akan membayarmu 5x lipat dari biasanya”

“Jinjja…pasti Tuan yeoja ini masih sangat polos, jadi saya meminta bayaran yang lumayan tinggi”

“Aku akan mengirimkan uang nya ke rekeningmu” Ucap Minho dengan dinginnya, Hyera menatap minho dengan pandangan jatuh cinta, ia ingat saat dimana Minho mencumbunya, tetapi itu hanya masa lalu, Minho hanya memakainya sekali…

“Jiyeon~sii masuklah” Ucap Nyonya Cho, seorang yeoja dengan senyum terukir dibibirnya masuk, Minho terdiam menatap yeoja dihadapannya, Minho merasa ia sangat mengenal Yeoja itu tetapi ia tidak ingat dimana ia mengenalnya…

‘Aigoo…ia sangat tampan’ batin Jiyeon

“Perkenalkan dirimu” ucap Minho dengan nada dinginnya

“Annyeong haseyo, Cho Jiyeon Imnida” Ucap Jiyeon lalu membungkuk, sedangkan Minho hanya menatap Jiyeon dengan pandangan datar, lalu berlalu pergi. Jiyeon bingung dengan sikap Minho yang seperti itu, ia merasa Minho adalah namja yang tidak sopan pada yeoja…Jiyeon dibawa sebuah kamar, para pelayan bilang itu adalah kamarnya, saat Jiyeon bejalan-jalan disekitar rumah itu, ia malah tersesat…Jiyeon baru tesadar bahwa dirumah itu bukan hanya ia yeoja, ada 2 yeoja dengan pakaian minim dirumah itu…

‘Jadi mereka mengumpulkan para yeoja ini untuk ditiduri?’

“Annyeong apakah kau yeoja baru disini?” Tanya salah satunya

“Nde, Park Jiyeon imnida”

“Aigoo kau benar-benar polos”

“Tentung Eunjung~ah, ia kan yeoja baru!! perkenalkan namaku Lee Jieun, dan Ia Ham eunjung” Ucap yeoja bernama Lee Jieun dengan wajah manisnya ia tersenyum pada Jiyeon…Sedangkan Jiyeon hanya tersenyum kikuk tiba-tiba datang tiga orang namja dengan senyum evil tersungging dibibir mereka

“Apakah kau yeoja baru?”

“Yak Mir jangan ganggu dia, Tuan saja belum menyentuhnya!! Apakah kau mau jika kau diberi pelajaran oleh Tuan”  Ucap seorang yeoja dengan wajah cantiknya

“Jadi dia belum disentuh sama sekali? Jika sudah aku ingin mencicipinya” Ucap Thunder dengan wajah mesumnya, Victoria yeoja yang baru datang tadi menatap thunder dengan tatapan membunuh dan tisambut dengan wajah ketakutan Thunder

“Kajja, kita berjalan-jalan mengelilingi rumah ini supaya kau lebih tahu” ucap Victoria menggandeng lengan Jiyeon, Victoria membawa Jiyeon ke Taman dan mulai menceritakan siapa Minho..

“Dahulu aku sama sepertimu, bedanya aku menjual diriku sendiri tanpa ada paksaan saat itu eommaku sedang sakit keras jadi aku berusaha mencari uang tetapi hanya ini satu-satunya jalan, Onew membawaku kemari lalu mengenalkanku pada Tuan Choi, yaitu Minho saat pertama melihatnya aku jatuh cinta padanya, malam itu aku melewatkan malam yang indah bersamanya tetapi ada satu hal yang aku bingung”

“Apa”

“Dia-“ Ucap Victoria terputus karena ponselnya tiba-tiba berbunyi, ternyata itu panggilan dari rumah sakit yang mengharuskan ia pergi karena kondisi eommanya yang semakin parah

“Jiyeon Minhae aku tidak bisa menemanimu, eomma ku sedang sakit parah “ ucap Victoria berlari pergi tiba-tiba IU datang dengan wajah panic

“Kemana ia, apakah ia tidak takut disiksa oleh Tuan. Mengapa tidak meminta ijin dahulu” Gerutu IU

“Wae?” Tanya Jiyeon Bingung

 

***

 

“Cari dia, sudah ku bilang jika seseorang yang masuk rumah ini tidak dapat lagi keluar, termasuk dia. Setelah ini aku akan memberikannya pelajaran” Marah Minho dengan suara besar dan menghempas vas bunga yang ada dimejanya, sedangkan onew yang menghadap Minho hanya dapat menelan air ludahnya pahit…

Onew keluar dengan wajah takutnya, sedangkan Jiyeon hanya ikut mendengarkan percakapan mereka, tentang kebiasaan Minho yang suka menyiksa para yeoja dirumah itu. Sebuah mobil memasuki gerbang rumah besar itu, dan ternyata itu adalah Victoria dengan wajah lemahnya. Eommanya tidak dapat diselamatkan dari kanker otaknya, Victoria mengahadap Minho dan mendapatkan siksaan dari namja itu, setelah itu Victoria memohon pada Minho untuk memberinya uang untuk memakamkan eommanya, Minho memberikan uang itu dengan menghamburkan uang-uang itu diatas kepala Victoria…

***

Jiyeon menatap bunga-bunga dihadapannya dengan pandangan sedih, sebentar lagi mahkotanya akan menghilang, diambil oleh seorang namja yang sama sekali tidak mencintainya, jika boleh jujur jiyeon sudah menyukai Minho saat mereka pertama kali bertemu, entah mengapa jantungnya berdebar dengan keras…

Jiyeon memetik salah satu bunga ditaman itu, bunga mawar. Jiyeon sangat menyukai mawar , apa lagi mawar putih. Hanya bunga itu yang dapat menentramkan hatinya. Victoria melewati Jiyeon dengan wajah yang pucat diwajah dan lengannya terdapat banyak luka, bekas pukulan Minho. Jiyeon memandang takut, ia takut nasibnya akan seperti Victoria juga…Jiyeon berpikir bahwa Minho adalah seseorang yang memiliki gangguan Jiwa…

 

 

***

 

Minho memasuki sebuah ruangan, ruangan paling atas dirumah itu, ruangan yang pengap dan gelap, seorang yeoja terduduk dikursi roda , menatap hamparan bunga ditaman, walau pun ia tidak dapat menggapainya..

“Eomma, bagaimana kabarmu?” Tanya Minho lembut, sedangkan yeoja itu hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Minho

“Eomma, apakah eomma sudah makan?” tetap tidak ada jawaban

“Eomma, kapan eomma ingin menjawab pertanyaanku, apakah aku harus memberi pelajaran pada lelaki yang telah membuat eomma begini, aku membencinya eomma , aku membenci appa…karenanya eomma menjadi seperti ini” Tangis Minho

“Eomma , kau tahu sekarang ia telah menikah dengan yeoja lain, yeoja itu hanya tua 2 tahun dariku bahkan yeoja itu seperti anaknya, apakah ia memang sudah gila eomma?” ucap Minho

“Eomma aku tidak sanggup” Minho menangis lalu berlari pergi  meninggalkan yeoja tua yang terlihat rapuh dan berantakan itu, sedangkan air mata keluar dari mata yeoja itu…eomma Minho mengidap kelumpuhan pada anggota tubuhnya tetapi itu hanya sementara, kini mereka hanya menunggu kesembuhannya…entah kapan saatnya…

 

__

 

@Night at Choi Minho Home

 

Jiyeon berjalan mondar-mandir dengan gelisah dikamarnya, hari ini keperawanannya akan hilang, itu berarti ia akan disamakan dengan yeoja murahan lainnya, dan kemudian akan dibuang.

“Jiyeon ini saatnya” Ucap Eunjung, Jiyeon yang mendengar itu Jiyeon membeku lalu menghela nafas berat..Jiyeon berjalan mengikuti eunjung , sampai disebuah kamar.

“Ingat kau harus menjadi yeoja agresif, Tuan sangat menyukai itu. Dan percayalah keperawananmu tidak akan hilang, Tuan hanya menciumimu , bukan mengambil keperawanan”

“Jadi kau..”

“Nde aku masih perawan, tetapi tidak saat ini…keperawananku diambil oleh namjachinguku..Mir”

“Jadi Minho tidak macam-macam”

“Tidak, Tuan Hanya memeluk dan menciumiku, tetapi sebelum itu ia melihat punggung ku entah apa yang ia cari, wajahnya terlihat kecewa ” Jawab eunjung

“Tetapi ia hanya memakai yeoja cuman sekali , setelah itu berganti”

Jiyeon memasuki ruangan itu, Minho tengah duduk sambil menatapnya evil, Jiyeon lagi-lagi terpesona akan ketampanan Namja itu, seandainya saja namja itu benar-benar padanya Jiyeon akan sangat bahagia. Minho menghampiri Jiyeon lalu membelai wajah Jiyeon dengan lembut. Mata mereka saling bertatapan. Minho sempat terhanyut , dimata itu Minho menemukan kelembutan seperti yang eommanya berikan dahulu..Minho semakin menyudutkan Jiyeon kedinding dan mencium bibir Jiyeon, sedangkan Jiyeon hanya diam

‘First Kiss ku’ batin Jiyeon, air matanya jatuh tiba-tiba membuat Minho menghentikan aksinya

“Wae?” Tanya Minho melepas ciumannya

“ apakah kau akan bertanggung jawab, jika aku hamil?”

“Kau tidak akan hamil” ucap Minho lalu menciumi leher Jiyeon, Jiyeon menahan desahannya, tetapi desahan itu tetap saja keluar. Minho tidak pernah seingin ini memiliki yeoja, ia merasa ia ingin memiliki Jiyeon seutuhnya. Minho membuka baju Jiyeon untuk melihat punggung gadis itu betapa terkejutnya ia…

‘Tanda itu’  batin Minho lalu berhenti, membuat Jiyeon mendesah lega. Akhirnya namja itu berhenti membuat kissmark ditubuh Jiyeon

“sejak kapan kau memiliki tanda dipunggungmu?” Tanya Minho dengan wajah tidak yakin

“Sejak aku lahir…Hmmm Wae?”

“Anniyo!!” Ucap Minho lalu melanjutkan aktifitasnya dan terjadilah malam itu, membuat dunia indah jiyeon hancur seketika..

 

***

 

( Jiyeon’s Pow)

 

Aku membuka mataku perlahan, sinar matahari menembus mataku. Aku merasakan seseorang yang memelukku dari belakang, siapa lagi kalau buka namja brengsek itu, ia telah mengambil mahkotaku…aku membencimu Choi Minho!!! Aku melepaskan pelukannya dengan kasar. Bagaimana jika aku hamil? Apakah ia akan bertanggung jawab?

Namja itu menggeliat pelan lalu membuka matanya, ia terbangun lalu duduk dan menatapku dengan tatapan dingin, Minho berlalu begitu saja pergi kekamar mandi.

Saat aku memungut baju-bajuku dengan menangis aku melihat sebuah foto dididing kamar namja itu, foto dua orang bocah. Yang satu yeoja dan yang satu namja, tapi tunggu sepertinya aku mengenali bocah yeoja itu..!!tapi siapa…yeoja itu sangat tidak asing bagiku..dan bocah namja itu, tidak sulit mengenalinya, ia adalah Minho..entah mengapa aku merasa dia adalah namja yang baik…walaupun aku membencinya

PRANGGGG!!!! Terdengar suara pecahan kaca dari dalam kamar mandi membuatku terkejut lalu berlari dan mengetuk pintu kamar mandi itu!!

“Tuan…Tuan” panggilku

“Arghhhhhh…” teriaknya membuatku tambah khawatir, dengan cepat aku pergi keluar dengan tubuh yang hanya dibaluti selimut, aku takut terjadi sesuatu padanya…andwee…

 

***

 

( Minho’s Pow)

 

Apa yang terjadi? Apa yang ku lakukan bersama yeoja itu? Minho Pabo , sekarang aku sudah tidak perjaka lagi, apa mungkin Jiyeon mau padaku, bukankah aku sudah berjanji akan selalu bersamanya??

10 tahun silam aku mempunyai sahabat, Park Jiyeon. Yeoja yang cantik dia adalah cinta pertamaku, dan saat sebelum ia diculik aku berjanji akan selalu bersamanya, tapi sekarang apa yang aku lakukan , aku malah meniduri Cho Jiyeon, yeoja yang sama sekali tidak aku cintai. Park Jiyeon dan Cho Jiyeon , jelas mereka orang yang berbeda. Park Jiyeon adalah cinta sejatiku sedangkan Cho Jiyeon, hanya wanita yang ku pakai hanya sekali…Aku menampar kaca yang ada didepanku, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar mandi , darah dari tanganku mengalir

“Tuan…Tuan” teriak Jiyeon dari luar, sedangkan aku hanya dapat terdiam, menangisi semua ini. Mengapa aku bisa sampai tidak dapat mengendalikan diri, Park Jiyeon Minhae…aku mencintaimu…aku terlanjur sudah meniduri yeoja itu..sekali lagi jeongmal Minhae

“Tuan Muda, Tuan Muda..” dari luar kamar mandi aku mendengar banyak suara, para pelayan tentunya. Apakah yeoja jalang itu memanggil para pelayan? Brengsekk, lihat saja kau akan kubuat menderita…!!! Aku membuka pintu, semua pelayan terkejut melihat lenganku yang banyak mengeluarkan darah..

“Tuan tangamu..” Ucap pelayan Jung

 

***

 

( Jiyeon’s Pow)

 

Aku berjalan-jalan disekitar taman, aku merasa sudah sangat tidak berarti didunia ini, aku hanya ingin menemukan eomma dan appaku yang asli, appa dan eomma angkatku mengatakan bahwa aku dibuang dan dipungut oleh mereka, lalu mengapa mereka membuangku? Apa salahku..? aku tidak bisa mengingat semua yang terjadi padaku, yang aku tahu aku bertemu dengan orang tua angkatku saat aku tersadar dirumah sakit, kepala ku diperban…aku bertanya siapa diriku dan mereka menjawab bahwa aku adalah Cho Jiyeon…

Dari saat itu aku ikut tinggal dirumah mereka dan juga terus disiksa, hingga aku terluka begitu dalam. Hyera dan ibunya juga appanya terus menyiksaku bagaikan aku adalah hewan..dan budak mereka

***

 

(Nyonya’s Park)

 

Aku menuju sebuah rumah kumuh, aku baru saja mendapatkan telepon bahwa anak ku berada ditempat itu, akhirnya setelah penantian yang panjang aku bertemu dengannya, ya tuhan terimakasih. Jiyeon~ah sebentar lagi kita akan bertemu..para pengawal turun dan mengetuk rumah itu sedangkan aku hanya duduk diam didalam mobil, seorang yeoja keluar. Apakah ia Jiyeon? Apakah ia anakku? Sepertinya ia lihat saja ,ia seumuran anakku…

“Dimana eommaku” Ucap yeoja itu tiba-tiba, benar ia jiyeon…Park Jiyeon puteriku..aku keluar dari dalam mobil dan berlari memeluknya. Tetapi aku tidak merasakan kehangatan memeluknya, aku seperti memeluk orang asing..mungkin karena aku baru bertemu dengannya.

“Jiyeon, ini kamu chagi~ah” Ucapku dengan menangis , yeoja itu tersenyum lalu mengangguk, setelah sekian lama kami berpelukan aku melepas pelukannya.

 

***

 

 

( Hyera’s Pow)


Sungguh mengejutkan, mendengar bahwa yeoja pabo itu adalah anak orang kaya, dan dengan ini aku dapat memanfaatkan kekayaan mereka. Dengan menyamar menjadi yeoja pabo itu hahhaa…aku akan merebut semua harta kekayaan yeoja tua ini…aku dan eomma akan hidup bahagia dengan harta mereka…

Bagaimana aku tahu Jiyeon adalah anak orang kaya? Kemarin appa pulang dengan mabuk dan tanpa sengaja membocorkan rahasia, bahwa ia telah menculik Jiyeon yang Notabe nya adalah anak majikannya sendiri, Nyonya Park, tanpa ada yang curiga…aku mencari segala informasi tentang Nyonya Park dan akhirnya, mengatakan bahwa aku adalah Jiyeon lebih tepatnya mengaku-ngaku.

“Eomma, panggil aku Hyera  aku sudah terbiasa dengan nama itu. Sekarang namaku Park Hyera eomma” Ucapku dengan pura-pura menangis terharu, sedangkan yeoja tua ini menatapku dengan tatapan sayang..Cih ia belum tahu saja bahwa aku akan memberinya neraka yang kejam

“ Aku ingin member bukti bahwa aku adalah anak kandung eomma” Ucapku lalu berjalan memasuki rumah kumuh ini, dan mengambil barang-barang milik Jiyeon, dan memperlihatkannya untuk yeoja tua itu, matanya berkaca-kaca melihat boneka Barbie yang sudah lusuh dan memeluknya

“Oh anakku…Jiyeon” ucapnya sambil menangis dan kembali memelukku…

 

 

***

 

( jiyeon’s Pow)

 

 

Aku berjalan disekitar rumah mewah ini, Minho sedang istirahat karena luka dilengannya. Tiba-tiba pandanganku terarah pada sebuah lukisan, aku mendekati lukisan itu, sebuah lukisan yang sangat indah. Gambar sebuah taman. Aku memegang lukisan itu, aku merasa pernah kemari dan tunggu, aku menemukan sebuah tombol. Aku menekan tombol itu, dan tiba-tiba sebuah layar didepanku dan memintaku memasukan kata sandinya, tiba-tiba tanganku bergerak untuk mengetikya. Tunggu bagaimana bisa aku tahu sandinya, sebuah pintu tiba-tiba ada didepanku. Aku memasuki ruangan itu dan dengan otomatis ruangan itu tertutup, aku ingin berteriak tetapi jika mereka tahu dan juga Tuan tahu bisa habis riwayatku…aku semakin berjalan dan menemukan sebuah ruangan yang sepertinya ada penerang.

Aku melihat seorang yeoja tengah duduk disebuah kursi roda dengan wajah murung menatap pemandangan didepannya. Aku berjalan mendekatinya.

“Permisi” ucapku, ku lihat ia menoleh, tetapi tidak berbicara sepatah kata pun padaku. Ia sepertinya lumpuh, ia tidak bergerak sedikit pun. Aku berjalan lalu berdiri dihadapannya, aku tersenyum padanya. Wajahnya mirip sekali dengan Minho…

“Annyeong Haseyo, Cho Jiyeon Imnida. Aku adalah pelayan baru dirumah ini” ucapku sambil menunduk, ia menatap mataku dengan tatapan berkaca-kaca. Ia sepertinya hendak mengatak sesuatu tetapi tidak bisa. Tiba-tiba air mata keluar dari matanya, membuatku terkejut.

“Apa yang kau lakukan disini” suara seseorang mengejutkanku, aku menoleh dan mendapati IU sedang menatapku dengan tatapan hati-hati.

“Kita tidak boleh memasuki ruang-“ ucapan IU terhenti saat melihat yeoja itu, ia menganga tak percaya IU menatapku dengan tatapan takutnya

“Sebaiknya kita keluar dari sini sebelum tuan tahu” ucapnya lalu menarik lenganku

 

***

 

( 12.00 malam)

Aku terbangun dan tidak bisa tidur kembali, aku berjalan keluar dan duduk diteras rumah ini, tidak ada rasa takut pada diriku.aku menatap bintang dilangit, mengapa aku terbayang wajah Minho sedari tadi..? apakah aku jatuh cinta padanya? Aku rasa tidak mungkin…aku tidak boleh menyukainya, aku dan dia tidak sepangkat. Ia kaya dan aku hanya yeoja miskin yang dibelinya. Aku memegang kalung yang ada dileherku. Kalung ini tidak bisa lepas dariku, kalung ini seperti gembok. Dan mungkin orang tuaku yang mempunyai kuncinya, dan mungkin Juga dengan ini aku dapat bertemu dengan mereka…aku menarik-narik kalung itu.

“Apa yang kau lakukan disini” ucap seseorang tiba-tiba membuatku menoleh dan mendapati Minho sedang menatapku dengan tatapan dinginnya, sudah terlihat bahwa ia sehabis dari party temannya. Tetapi lengannya masih terluka.

“Aku tidak bisa tidur” Ucapku, ia tidak menjawab malah duduk dikursi disebelahku, dan ikut menatap bintang sepertiku. Ia tersenyum melihat bintang itu.

“Aku mencintai seorang yeoja, sudah lama aku kehilangannya. Tepatnya ia hilang disaat hari ulang tahunnya. Ini semua salahku, aku membawanya ketaman dan meninggalkannya sebentar demi chinguku yang mengajakku untuk bermain, ia memperbolehkanku. Dan saat aku kembali ia sudah tidak ada, yang ada hanya darah berceceran disana, ada yang mengatakan ia ditabrak karena mencariku, tetapi sampai sekarang ia tidak ketemu” Curhat Minho padaku, sepertinya ia sedikit mabuk

“Aku mencintainya” lanjutnya, membuat aku yang mendengarnya merasakan sakit hati.

“Bintang adalah jalan untuk kita bertemu,itu lah kata-kata terakhirnya padaku, aku berharap ia masih ada didunia ini” ucap Minho lalu menangis dan masuk kedalam rumah, sedangkan aku merasakan apa yang ia rasakan, ternyata ia tidak seberengsek apa yang ku pikirkan.

 

***

 

( Minho Pow)

Aku terbangun karena merasa ponselku yang bergetar, ‘ ternyata dari hyukjae Hyung’ oppa Jiyeon…ada apa ia menghubungiku, dengan mata tertutup aku mengangkat telepon itu.

“Yoboseyo?”

“Yoboseyo..Minho~ah aku mempunyai kabar baik untukmu, Jiyeon sudah ketemu” aku yang mendengarnya langsung terbelalak

“Ap..pa aku tidak salah dengar?”

“anni, sekarang dia sedang tidur dikamarnya”

“Aku akan kesana” Ucapku lalu dengan cepat bangun dari kasurku, Jiyeon kita akan bertemu dan bersama kembali.

***

(Jiyeon’s Pow)

 

Pagi-pagi buta Minho pergi entah kemana, yang ku dengar ia akan menemui yeoja masa lalunya itu, tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang membuatku terkejut lalu berbalik dan ternyata ia adalah key yang sedang tersenyum evil ke arahku

“Jiyeon hari ini, kau layani aku nde, Victoria sedang tidak mood, jadi aku kesepian” Ucapnya padaku, sedangkan aku hanya menatapnya dengan sebal dan menginjak kakinya, enak saja ia mau membeli tubuhku dengan begitu mudah, tidak akan ku biarkan…

“Andwee, aku punya banyak acara. Mengapa tidak IU atau Eunjung saja” ucapu lalu pergi meninggalkan manusia yadong itu. Aku kembali untuk memeriksa ruangan itu, dan menemukan yeoja itu masih pada posisinya. Ia terlihat jauh lebih baik. Aku tersenyum padanya lalu mengajaknya berbicara

“Apakah ahjumma eomma dari Minho? Ahjumma tahu ia adalah namja yang sangat dingin. Tetapi entah mengapa aku merasa sangat mengenalnya. Entah mengapa aku merasa dekat denganku” Ucapku lalu duduk didepannya, dan ia tersenyum. Banyak kemajuan yang datang padanya.

“Sudah lama aku mencari keberadaan orang tua kandungku ahjumma, tetapi aku tidak menemukan mereka. Aku yakin mereka bukannya membuangku mungkin mereka punya alas an lain” Tangisku, tanpa sadar aku menyandarkan kepalaku dipangkuannya. Ia membelai kepalaku dengan tertatih.

“a..k..u…ya…kin…ka…u..a..kan….bert…e..mu..deengan…m…ere…ka” Ucapnya dengan suara yang tidak jelas, aku tambah menangis. Ia sepertinya sangat menyayangiku, dan juga mengenalku. Aku memberikan makanan untuknya karena, tanpa sepengetahuan Minho para pelayan dirumah ini sudah sangat sering menelantarkan eommanya ini, bagaimana aku tahu ini adalah eomma minho.bukan hal yang sulit, fotonya tertampang dengan jelas di kamar Minho.

Setelah lama bersama eommanya Minho aku keluar dari ruangan itu sebelum ada yang menyadari bahwa aku masuk ketempat ini. Jika sampai ada yang tahu, aku bisa mati ditangan Minho. Aku menutup pintu itu lalu turun kebawah mencari penghuni rumah ini…

 

***

 

( Hyera Pow)

 

“jadi kau adalah Jiyeon, park Jiyeon” Tanya Minho, aku tidak menyangka bahwa lelaki yang selama ini aku cintai adalah sahabat masa kecil jiyeon yang sangat mencintainya. Aku harus memanfaatkan ini semua untuk bersama Minho. Aku harus mendapatkannya, karena memang hanya diriku yang cocok untuknya.

“Nde, ini aku Minho~ah” ucapku, tiba-tiba ia memelukku, ia memelukku dengan sangat erat betapa bahagianya diriku saat ini dipeluk oleh orang yang aku sukai, ternyata namja dingin ini sangat baik dan lembut, aku semakin ingin memilikinya.

 

***

 

( Park Jiyeon’s Pow)

 

Sudah dari tadi pagi Minho tidak pulang!! Aigoo itu bukan urusanku, aku hanya yeoja yang ia beli dan ia gunakan sekali saja. Jiyeon jangan terlalu mencintainya, atau kau akan tersakiti. Aku menggetok kepalaku berulang kali lalu melanjutkan kegiatan menyirami bunga ditaman yang luas ini. Tiba-tiba Eunjung memanggilku, ia mengatakan ada yang ingin bertemu denganku.

Aku keluar dan melihat appa tiriku sedang menatapku dengan tatapan penuh arti, aku mundur dan ingin kembali masuk tetapi ia malah memegang lenganku. Ia menampar wajahku hingga aku jatuh tersungkur.

“Anak tak tahu diri, kembalikan uang-uangku yang kau curi”

“Itu hasil kerja kerasku bekerja di café itu , dan itu memang hakku dan kau tidak punya hak untuk menamparku karena aku bukan lagi puterimu” Ucapku lalu bangun dan menyeka darah segar yang mengalir dari bibirku

“Dan kau..aku tidak ingin lagi menggunakan margamu karena aku bukan anak kandungmu, kau tahu aku tidak sudi. Aku bingung mengapa hyera mau mempunyai appa yang sangat gila sepertimu, aku sudah lelah terus kau siksa selama 10 tahun. Aku hanya ingin tahu siapa orang tua kandungku ” ucapku

namja itu menendang tubuhku hingga aku merasakan sakit yang luar biasa . Eunjung eonni menghampiriku dengan tatapan khawatirnya, lalu membawaku masuk, sedangkan namja tua itu pergi begitu saja.

“Apakah kau masih merasakan sakit?”

“Anni, hanya saja aku takut jika ia kembali lagi”

“Kau tenang saja, aku akan mengatakannya kepada Tuan muda, biar Tuan yang mengurus keamanan disini”

“Gomawo Eunjung~ah”

 

***

 

(Minho’s Pow)

 

Aku menyetir mobilku dengan lemas, aku tidak percaya bahwa aku akan bertemu dengannya kembali. Tapi ada satu hal yang tidak dapatku mengerti, ia tidak mempunyai tanda dipunggungnya. Bukankah Jiyeon mempunyai tanda? Yang ia katakana ia mengoprasi tanda itu , karena ia malu. Dan hatiku juga tidak bergetar didekatnya, aku merasa ia bukanlah Jiyeon yang asli.

“aarghhh” Aku menjambak rambutku

Sesampai dirumah aku masuk kedalam dan melihat para pelayan berkumpul dikamar Jiyeon, apa yang terjadi? Apakah terjadi sesuatu pada yeoja itu? Mengapa aku menjadi Khawatir begini? Aku berjalan kearah kamar itu, para pelayan langsung membungkuk saat melihatku, dan aku melihat Jiyeon yang tengah terkulai lemas ditempat tidurnya.

“Ada apa ini?” Tanyaku, ku lihat eunjung menoleh dan menghampiriku.

“Tadi ada seorang namja yang menemui Jiyeon, aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan Tuan muda, tetapi namja itu adalah ayah tiri dari Jiyeon” ucap Eunjung sopan, aku menatap Jiyeon. Entah mengapa aku merasakan sakit melihatnya menderita seperti itu, aku mengepalkan lengaku dengan keras

“Bawa dokter pribadiku untuk mengobatinya, dan kau ketua pelayan Jung aku ingin kau menemaniku untuk melihat rekaman CCTV, untuk melihat kejadian tadi” Ucapku, pelayan Jung mengikutiku dari belakang. Mengapa aku jadi sangat perduli pada yeoja itu?? Sungguh aneh…

Aku melihat kejadian saat Jiyeon dipukul, jadi namja itu adalah ayah tirinya. Aku mendengar rekaman itu dari awal, betapa menderitanya hidup yeoja ini, jadi namja ini appa dari Hyera? Tunggu dulu, aku mulai bingung dengan ini semua, bukti ini menambah aku tidak percaya bahwa Hyera adalah Jiyeon.

TBC

Bagaimana ? janga lupa RCL ya…

[ OneShoot / Because You / Minji Couple ]


Title : Because You

Genre : Romance, Humor

Type : One Shoot

Author : Marsa_Queens

 

( Main Cast)

  • Park Jiyeon
  • Choi Minho


(Support Cast)

  • Cari dicerita

 

 

Note : FF ini terinspirasi dari sebuah film, tetapi bukan maksud author memplagiat, hanya saja karakter si wanita agak mirip dengan karakter wanita di film tersebut, semoga para Riders menyukai FF ini, dan Gomawo untuk Readers yang sangat setia membaca ff-ff author yang Gaje ini :D

 ***

 

 

 

 

( Author Pow)

 

Seorang yeoja dengan riangnya memasuki lapangan Basket untuk mendukung namja incarannya, bisa dibilang namja paling popular disekolah itu, yeoja itu dengan karton besar ditangannya berjalan menuju teman-temannya yang sudah lama menunggunya sedari tadi..

“Annyeong” sapa yeoja itu

“Aigoo!! Jiyeon kau tahu pertandingan sebentar lagi dimulai, dan mengapa kau membawa kertas karton besar ini” ucap teman dari yeoja bernama Jiyeon itu, sedangkan Jiyeon hanya menyengir menunjukan gigi putihnya

“Tentu saja untuk mendukung Minho Sunbae pabo” ucap Jiyeon lalu duduk didekat kedua chingunya itu, sedangkan kedua chingunya hanya menatap Jiyeon sambil menggelengkan kepalanya tanda sangat bingung terhadap sifat chingunya yang semakin hari bertambah gila.

“ Jiyeon~ah apakah kau tidak lelah mengejar Minho Sunbae, apakah kau lupa bahwa Minho Sunbae telah memiliki Yeojachingu, yaitu Nana Sunbae, apakah kau tidak ingat apa yang mereka lakukan padamu minggu lalu, mereka menceburkanmu kekolam ikan, sebaiknya kau tidak mengharapkan Minho sunbae lagi ” nasehat Eunjung , chingu Jiyeon.

“Aku tahu, status nana sunbae kan hanya yeojachingunya dan bukan tunangan atau isterinya berarti kesempatanku masih besar untuk mendapatkan Minho Sunbae” ucap Jiyeon dengan bangganya

“Aku sudah lelah menasehatimu Jiyeon” ucap Hyomin chingu Jiyeon.

“ kalau begitu tidak usah menasehatiku lagi, lihat itu..itu Minho sunbae ia sangat tampan dan Cute” ucap Jiyeon dengan girangnya sedangkan Hyomin dan Eunjung menatap Jiyeon dengan tatapan kasihan, jujur saja mereka sangat kasihan pada Jiyeon. Karena Jiyeon terus mendapatkan terror setiap hari dari Nana yeojachingu Minho, karena Jiyeon selalu mengganggu Minho, itu membuat Nana turun tangan, tetapi Jiyeon tetap bersih keras untuk mendapatkan Minho , walau pun halangan didepannya.

“Minho Sunbae Hwaiting!!!” teriak Jiyeon membuat semua orang dilapangan itu menoleh kearahnya, sedangkan Nana yang tidak jauh dari Jiyeon hanya dapat menatap Jiyeon geram

‘nanti kau lihat saja , aku akan member perhitungan padamu penguntit” batin Nana, Nana terus menatap Minho…Minho member tanda cinta untuk Nana dan malah disambut oleh Jiyeon mmembuat kecemburuan Nana bertambah seribu kali lipat…tetapi Minho tetap tersenyum kearahnya…

Jiyeon tersipu, karena mengira tanda love yang dibuat Minho tertuju padanya, sedangkan Eunjung dan Hyomin hanya menggeleng kepala mereka melihat chingunya itu….

 

***

Jiyeon berlari membawa beberapa air Mineral, saat hendak sampai tanpa sengaja ia melihat Nana yang sudah dahulu membawa air mineral membuat Jiyeon terhenti, Jiyeon menatap kesal kearah Nana lalu berbalik pergi.

Jiyeon duduk dibangku taman , ia menatap kesal air mineral yang baru saja ia beli, lagi-lagi ia kalah cepat dari Nana. Jiyeon mengambil salah satu daun yang gugur, entah mengapa ucapan Eunjung membuatnya patah semangat. Sudah 5 Tahun Jiyeon mengejar Minho, tetapi hasilnya nihil. Minho sama sekali tidak menganggap keberadaannya, malahan Minho berpacaran dengan Nana..

“ Apakah aku harus menyerah” ucap Jiyeon dalam hatinya

 

 

***

 

“ Aku dengar Kapten Tim Basket dan Yeojachingunya putus , apakah benar?” ucap seorang siswa , Jiyeon yang tak jauh dari sana terkejut mendengarnya lalu menghampiri kedua siswa yang sedang mengobrol itu

“Mwo? Jinjja…apakah Minho Sunbae dan Nana Sunbae putus” ucap Jiyeon

“ Sepertinya begitu Jiyeon~sii, dan ini waktunya kau merebut perhatian Minho Sunbae… yang ku dengar mereka putus karena dirimu, entah mengapa ?”

“Karenaku, apa kaitannya denganku…? Bahkan Minho Sunbae terus mengacuhkanku, sepertinya aku tidak tertarik lagi mengejar Minho Sunbae, aku sudah lelah terus diacuhkan seperti itu, kalian seperti tidak tahu saja bagaimana sifat kedua mahluk itu” Ucap Jiyeon lalu pergi dari hadapan kedua temannya itu, dan berjalan menuju kelas eonninya yang bersebelahan dengan kelas Minho

Jiyeon berdiri didepan kelas eonninya dengan senyum mengembang dibibirnya

“Eonni~ah, aku ingin meminta…aku sangat lapar”

“Memang kau tidak membawa jajan yeonni” ucap Eonni Jiyeon

“Yak Boram eonni, aku mohon sekarang perutku berada dalam masa kritis” ucap Jiyeon sambil memelas menampilkan aegyo nya…

“Jangan kau keluarkan, kau tahu dikelas ini banyak namja yang menyukaimu dan itu membuatku kewelahan menghadapi mereka yang meminta nomor ponselmu”

“Yak itu kan sudah kebiasaanku eonni, berikan saja nomor ponselku lagi pula sekarang ini aku ingin mencari namjachingu, aku sudah lelah mengejar Minho Sunbae dan berharap ia juga menyukaiku”

“Akhirnya…kau sadar juga, aku akan membantumu mencarinya tenang saja, aku pastikan kau akan mendapatkan namja yang lebih baik dari Minho tapi tidak setampan Minho atau sepopuler Minho…Bagaimana?”

“Nde “ ucap Jiyeon bersemangat tetapi hatinya bagaikan tersambar petir, setelah diberi uang Jiyeon berjalan meninggalkan kelas Boram dan tanpa sengaja melewati koridor yang sepi. Ia melihat Minho dan Nana yang sedang berpelukan membuat Jiyeon berhenti dan mengintip. Sekarang suasana hatinya bertambah parah dan tidak bisa terobati oleh apa pun.

“Mengapa kau meminta putus dariku Minho~ah, kau tahu aku sangat mencintaimu melebihi yeoja itu” Ucap Nana sambil menangis , sedangkan Minho hanya menatap Nana dengan ekspresi dingin

“Bukankah kau berjanji, tidak akan membuatnya sedih dan ternyata kau dan gengmu terus menyiksanya. Aku menerimamu bukan karena aku benar-benar mencintaimu , aku hanya mencoba melindungi yeoja yang kucintai, tetapi apa ?kau malah menyakitinya” Ucap Minho membuat Jiyeon yang mendengarnya tambah sedih, ternyata Minho sudah mencintai seorang yeoja…

‘jadi mereka putus bukan karenaku? Jadi Minho Sunbae menyukai seorang yeoja, aigoo…Appo mengapa dada ku terasa sesak mengetahuinya, percuma aku mencoba merebut perhatiannya..’ batin Jiyeon sambil memegangi dadanya lalu pergi mendengarkan tempat itu

Nana menatap Minho dengan mata berair, sebentar lagi air matanya akan keluar, dengan cepat Nana memandang kearah lain, sedangkan Minho dengan tatapan kesal menatap Nana

“Jadi apa mau mu? Putus? Aku tidak ingin kita putus”

“Tetapi aku ingin”

“Waeyo? Kau ingin mengejar yeoja itu? Apa bagusnya ia dari pada diriku?”

“Karena ia adalah…Tunanganku”

“Mwo?”

“Ia memang belum mengetahuinya, tetapi cepat atau lambat ia pasti akan mengetahui hal itu” Ucap Minho lalu meninggalkan Nana yang menangis dengan derasnya, Nana merasakan patah hati yang luar biasa, ia sangat mencintai Minhoo.

 

***

 

( Park Jiyeo’s Pow )

 

Sepertinya aku akan berubah pikiran, aku tidak bisa melepaskan Minho Sunbae, ini terlalu sulit aku sangat mencintainya. Aku duduk dibangkuku lalu mengambil bahan melukisku, karena hari ini kami akan ada pelajaran melukis.

“Yak…Jiyeonnie mengapa jalanmu lamban seperti itu” gerutu IU saat melihatku, IU adalah sahabatku dan juga teman sebangkuku..

“ Aku sedang tidak bersemangat hari ini”

“Lihat matamu, mengapa ? apakah kau habis menangis?” Tanya IU padaku,

“Anniyo, antarkan aku kekelas Minho Sunbae aku ingin mengantarkan bekal ini, kasihan ia “ ucapku

“Bukankah kau tidak akan menyukainya lagi?”

“Tidak, aku berubah pikiran” jawabku enteng lalu berjalan mendahuluinya yang mengoceh tidak jelas, Minho sunbae aku pastikan aku dapat mendapatkan dirimu, pasti,

Aku sampai didepan kelas Minho sunbae dan melihatnya yang sedang asik membaca buku, bagaimana ini jika ia marah karena ku ganggu, Nana Sunbae saja pernah dibentak karena mengganggu Minho sunbae saat membaca, aku ingin mencoba apakah ia membentakku?

Aku berjalan mendekati bangku Minho sunbae, para yeoja dikelas itu menatapku dengan tatapan aneh, sedangkan aku hanya tersenyum kaku, aku terus memberikan makanan untuk Minho Sunbae setiap hari kecuali hari minggu, walau pun aku tahu ia tidak memakannya.

“Minho Sunbae” Ucapku

“Aku membawakan bekal untukmu” lanjutku, ia melepaskan bukunya dengan kesal dan…

“Kemari, kau memasak apa hari ini, spageti buatanmu kemarin enak” Ucap Minho Sunbae dengan ramahnya dan aku merasa terbang ke atas langit yang luas, dan juga Minho sunbae memuji makananku aigoo…Minho aku tambah mencintaimu walau pun kau tidak…

“Jinjja~yo Sunbae, Gomawo…kalau begitu aku kekelas dulu, aku tidak ingin mengganggu Sunbae “ Ucapku lalu hendak berbalik, tiba-tiba ada yang menggenggam lenganku dan ternyata itu adalah Minho Sunbae, Tubuhku terasa lemas.

“W…ae…Sun..bae” Ucapku gagap

“Kau mengapa gagap seperti itu? Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih” ucapnya lalu melepaskan lenganku, dengan cepat aku berlari keluar, aku berjalan kearah IU sambil memegang jantungku…

“Arghhhhh….” Teriakku senang

“Kau kenapa?” Tanya IU kaget

“Minho Sunbae memegang lenganku, dan ia memuji masakanku” senangku

“Mwo? bukankah kau bilang ia sangat dingin padamu”

“Ia berubah 180 derajat, ia sangat lembut dan perhatian , betapa tampannya ia…aku tambah mencintai dan menyukainya”Ucapku dengan wajah jatuh cinta

“Jinjja? Aigoo…ayo kita pergi ke ruang melukis Hara Songsaengnim sudah menunggu kita dari tadi” Ucap IU sambil menarik lenganku

 

***

 

( Choi Minho Pow)

 

Aku membuka bekal yang diberi oleh Jiyeon dan itu membuatku tersenyum, itu sebuah Nasi goreng. Ia membuat telurnya menjadi berbentuk love. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku menikah dengannya… awalnya aku tidak menyukai Jiyeon karena menurutku ia yeoja yang terlalu periang, aku tidak suka wanita yang bersifat kekanak-kanakan, aku lebih suka yeoja yang mempunyai sifat dewasa, karena itu tidak akan merepotkanku. Hingga suatu hari appa memberikan ku sebuah foto yeoja, dan betapa terkejutnya aku saat mengetahui yeoja itu adalah Jiyeon, yang akan dijodohkan denganku. Awalnya aku menolak karena sudah memiliki Nana, tetapi aku mencoba untuk memperhatikan Jiyeon dan ternyata ia mempunyai senyum yang manis dan wajahnya menunjukan kepolosannya, dan aku menyukainya…

Aku datang ke kantor appa dan mengatakan aku ingin menikahi puteri Tuan Park itu, tetapi appa mengatakan bahwa kami hanya boleh bertunangan dahulu, karena appa dan Tuan Park tidak ingin terburu-buru, dan yang ku dengar besok adalah pertemuan antara keluargaku dan Keluarga Jiyeon..

Tetapi satu hal yang ku takutkan saat ini, nana akan menyakiti Jiyeon, jika sampai hal itu terjadi jangan harap Nana akan selamat dariku. Aku lalu menyendok nasi itu dan memasukannya ke mulutku, selain cantik jiyeon juga sangat hebat memasak karena yang ku dengar iya mempunyai cita-cita menjadi chef.

“ternyata aku terlambat” Suara seseorang mengagetkanku, aku menoleh dan mendapati Nana dengan semangkuk bekal berdiri disebelahku, jujur aku tidak terlalu suka bekal yang dibuatkan Nana untukku karena ia berbohong, ia mengatakan ia yang membuat bekal itu ternyata ia membelinya…

“Nde kau memang terlambat” jawabku acuh lalu kembali makan

“Minho~ah kau dengar , jiyeon tidak akan selamat dari tanganku..kau dengar itu tidak akan pernah” Ucap Nana padaku

“Jika sampai kau menyakitinya, mungkin aku akan menyakitimu” Ucapku berbisik padanya

“Bukankah dahulu kita saling mencintai “ ucap Nana hendak menangis

“Itu hanya dulu, sekarang tidak” Jawabku lalu membawa bekal yang diberikan oleh Jiyeon keluar, aku berjalan kekantin lalu bergabung bersama teman-temanku..

“Hey Choi Minho, pasti bekal itu diberikan oleh Jiyeon, aku penasaran dengan rasanya hingga kau tidak mau membaginya” Ucap Key padaku dan mencoba merebut makanan itu, aku menjauhkan makanan itu darinya

“Enak saja, ini dibuatkan Jiyeon untukku…bukan untukmu :p” Ucapku lalu menjulurkan lidah

“Yak Minho Jebal…aku ingin merasakannya”

“Kami juga” Onew Hyung dan Jonghyun juga ikut memelas terpaksa aku membagi mereka nasi yang sudah tingga 2/5 ini, dan apa yang ku lihat mereka berteriak…dengan cepat aku mengambil kotak bekal itu

“Aigoo kemarikan kotak bekal itu , makanan ini sangat enak…aku harus mencari Jiyeon” Ucap Onew Hyung lalu bangkit dan disusul oleh Jonghyun dan Key..mereka berlomba mencari Jiyeon sedangkan aku hanya menatap nasi yang tinggal sesendok itu saat aku hendak memakannya tiba-tiba Taemin datang dan memakannya

“Ige Mwoya? Mengapa sangat enak, siapa yang membuatnya” Tanya Taemin dengan wajah yang sangat penasaran

“Jiyeon”

“Aku harus mencarinya” Ucap Taemin lalu pergi, gawat jika beginiterus jiyeon akan berpaling , Andwe itu tidak boleh terjadi…tidak boleh…aku lalu mengejar mereka sebelum mereka menemukan Jiyeon,.

 

 

***

 

( Author Pow )

 

Jiyeon berjalan bersama IU dikoridor sekolah setelah dari kelas melukis tiba-tiba datang 4 orang namja yang terlihat kelelahan…

“Kalian kenapa Sunbae” Tanya IU

“Kami mencari Jiyeon, kami mau minta dibuatkan nasi goreng yang kau buatkan untuk Minho, itu sangat lezat.. jebal buatkan untuk kami”Pinta Onew dengan Aegyo sedangkan Jiyeon hanya menatap Onew dengan wajah yang aneh

“Begini Sunbae, Nasi goreng itu khusus ku buatkan untuk Minho Sunbae, jadi aku tidak bisa membuatkannya untuk kalian, tapi aku bisa memasaka Kimchi untuk kalian, akan ku bawa besok” Ucap Jiyeon dengan Senyum

“Jinjja” Ucap mereka berempat serempak

“Nde Jinjja” Jawab Jiyeon sambil menunjukan “v” nya tiba-tiba Minho datang dengan terengah-engah dan menabrak Key hingga Key tanpa sengaja memeluk IU, semua yang ada ditempat itu terkejut termasuk fans-fans Shinee ( Nama geng Minho)

“Ige Mwoyo? Lepaskan” Marah IU lalu mendorong Key..sedangkan Key hanya memasang wajah tidak bersalahnya

“Aku tidak bersalah, kau lihat tadi Minho yang mendorongku, dan aku juga tidak berniat memelukmu” ucap Key lalu menujulurkan lidahnya pada IU sedangkan IU hanya memasang wajah kesal pada Key.

“Minhae IU~sii, aku tidak sengaja” Ucap Minho sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

“Apa yang kau lakukan disini, pasti kau menemui yeoja idamanmu si Park-“ Ucapan Onew langsung terputus karena dibekap oleh Minho, sedangkan IU dan Jiyeon yang mendengarnya langsung terbelalak

“Park Siapa?” Tanya Jiyeon dan IU antusias

“Rahasia” jawab Minho lalu menyeret Onew yang hampir saja membocorkan rahasianya jika sampai bocor, ia akan sangat malu, Minho hanya takut Jiyeon akan menjauhinya, setelah tahu Minho menyukainya.

‘Aigo…aku harus lebih berjuang sebelum yeoja yang dimaksud onew Sunbae merebut Minho, aku penasaran dengan yeoja itu” Ucap Jiyeon dengan raut wajah penasaran

Minho menarik Onew sampai ke lapangan basket diikuti ketiga chingunya, Minho menatap Onew dengan tatapan kegelapannya, hingga Onew bergidik ngeri melihat tatapan Minho yang seperti hendak menelannya itu.

“Jangan menatapku seperti itu” ucap Onew takut

“Yak, Hyung kau hampir saja membuka semuanya bahwa aku menyukai Jiyeon” ucap Minho dengan nada yang besar dan tentu tidak terdengar, yang mendengarnya hanya tiga orang namja yang mengikuti mereka lagi.

“Sudahlah Minho, Onew Hyung tidak sengaja “ Ucap Taemin

“Nde aku juga tidak sengaja, kau tahu aku mudah keceplosan” Ucap Onew dengan wajah membela dirinya, sedangkan Minho hanya menatap kesal kepada Hyung nya itu

‘Hampir saja’ batin Minho

 

 

***

 

Seperti biasa saat pulang sekolah Jiyeon duduk didepan mobilnya menunggu Minho, untuk mengajak pulang bersama atau hanya sekedar menyapa. Minho muncul dari balik pintu sekolah diikuti seorang yeoja membuat Jiyeon menyipitkan matanya

“Bukankah itu Park Jin Ri, untuk apa ia mengganggu Minho Sunbae” Ucap Jiyeon kesal

“Oppa bagaimana kalau kita pulang bersama” ajak Jin Ri dengan menggandeng lengan Minho Sunbae membuatku hendak naik darah saja, ia lupa bahwa Minho adalah Incaran perempuan cantik sepertiku. Aku dengan cepat masuk ke mobilku dan meninggalkan tempat parker itu, sebelum aku membuat pelajaran untuk Yeoja centil itu…

Saat sampai rumah aku berjalan dengan lesu, eomma melihatku dengan tatapan bingung, sedangkan aku hanya memasang wajah cemberut lalu masuk kekamarku dan membanting tasku ke atas kasur ku yang empuk ini, setelah tasku aku membanting tubuhku keatas kasur, dan menutup mataku hingga aku terlelap…

@Jiyeon Dream

Aku membuka mataku dan dimana aku ? disini hanya dikelilingi sebuah rerumputan dan juga bunga-bunga yang indah…apakah ini mimpi? Apakah ini hanya hayalan…tiba-tiba terdengar suara derapan kaki seseorang membuatku terkejut dan dengan cepat menoleh….

Seorang namja berdiri dibelakangku dengan senyum menghiasi bibirnya, namja itu adalah MINHO SUNBAE…bagaimana bisa aku memimpikan minho sunbae, aku harap ini bukan mimpi…Minho Sunbae berjalan mendekatiku dan mengelus wajahku…aku hanya dapat meneguk air liurku, aku bagaikan terbang diatas awan menembus angkasa, andaikan ini nyata…

“Saranghe Jiyeon~ah?”Ucap Minho Sunbae tiba-tiba tubuhku langsung membeku, senyum lebar hinggap dibibirku

“Nado Sunbae” Ucapku malu-malu tiba-tiba Minho Sunbae mendekatkan wajahnya padaku dan ….

 

@Jiyeon Dream End

“JIYEON bangun” Teriak seseorang ditelingaku membuatku dengan cepat membuka mata dan menatap kesal pada yeoja dihadapanku, siapa lagi kalau bukan Hye Sung Eonni, Aigoo mengganggu saja..

“Wae?” ucapku malas

“Apa yang baru saja kau mimpikan, mengapa bibirmu monyong seperti itu, apa jangan-jangan”

“Yak eonni jangan banyak bertanya, apa tujuanmu kemari”

“Aigoo…kau ini apakah itu hobbymu” Ucap eonni dengan tampang takutnya

“Hari ini akan ada acara makan malam antara keluarga kita dan Tuan Choi pemilik perusahaan besar di Negara ini” ucap eonni dengan antusias sedangkan aku hanya menatap eonni dengan tatapan malas

“Memangnya mengapa jika kita akan mengadakan makan malam?”

“Aigoo kau ini tentu saja ada kaitannya, kau tahu anak Tuan Choi sangat tampan, kalau tidak salah satu kelas denganmu, aku dan Boram eonni pun menyukainya tapi sayang yang ku dengar namja itu dijodohkan denganmu” Ucap eonni membuatku yang semula menutup mata membuka mataku dengan sangat lebar

“Mwo? aku tidak mau, dimana appa?” tanyaku pada Hye Sung Eonni

Aku berjalan keruangan appa dan duduk dengan wajah kesal, sedangkan appa hanya menatapku dengan pandangan bingung, dan akhirnya mengetahui maksudku, dan appa tiba-tiba tertawa ringan membuatku bertambah kesal saja…

“Appa apa maksud ini semua? Dan mengapa aku akan dijodohkan? Aku masih muda appa” protesku sedangkan appa hanya tersenyum

“Kau akan senang jika kau mengetahui siapa namja yang akan dijodohkan denganmu” Ucap Appa

“tetapi tetap saja aku tidak mau”

“Siapakan dirimu, sebentar lagi mereka datang masa kau bertemu mertuamu dengan kondisi seperti itu”

“Appa!!!”

“Jiyeon appa tidak menerima pembantahan, kau sudah tahu bahwa itu sudah menjadi tradisi keluarga ini” dengan cepat aku keluar dari kantor appa, aku mengacak rambutku kesal, semua rencanaku untuk mendapatkan Minho Sunbae akan kacau…

 

***

 

@Night at Park’s House

 

Aku berjalan dengan anggunnya menuruni tangga dimeja makan telah berkumpul anggota keluarga Tuan Choi beserta Putera dan Puterinya, berdasarkan informasi tuan choi mempunyai 2 anak namja dan 1 anak yeoja…

“Annyeong Haseyo, Park Jiyeon Imnida…senang bertemu dengan kalian” Ucapku dengan senyum

“Aigoo…puterimu sangat cantik Ahreum~ah”

“Puteriku memang sangat cantik Qri~ah” Jawab eomma pada ahjumma yang ku yakini adalah Nyonya Choi, aku menatap seorang namja yang duduk disamping Nyonya Choi, apakah namja itu yang akan dijodohkan denganku…?

“Perkenalkan ini adalah Choi Myungsoo putera ke duaku, dan ini puteri ke Tiga ku Choi Seohyun disebelah Myungsoo itu bernama Jung Krystal kekasih Myungsoo “ ucap Nyonya Choi padaku

“Senang bertemu denganmu” Ucap Myungsoo dengan riangnya, aku duduk disebelah eomma dan disebelahku tidak diisi siapapun, eomma dan Nyonya Choi sedang asiknya berbincang, begitu juga dengan appa jadi siapa yang dijodohkan denganku?

“Minhae aku terlambat, jalan sangat macet” ucap seseorang membuatku dan yang lainnya menoleh dan….

“Minho Sunbae” ucapku riang, sedangkan Minho sunbae hanya tersenyum melihat ku, aiggoo….hari ini Minho Sunbae sangat tampan…

“Jiyeon~ah , perkenalkan ini putera pertamaku Choi Minho namja yang akan dijodohkan denganmu Jiyeon~ah” Ucap Nyonya Choi Padaku otomatis aku terkejut, aku dijodohkan dengan Minho Sunbae…MUSTAHILLLL…..aku menepuk pipi ku, tetapi jika ini kenyataan aku akan sangat senang…Minho Sunbae duduk disampingku, sedangkan aku tersenyum dengan lebarnya..

“Kalian sudah saling mengenal bukan” Ucap eomma

“Tentu eomma” Ucapku malu-malu, setelah perbincangan keluarga eomma dan Nyonya Choi meminta Minho untuk membawaku berjalan-jalan lagi pula, hari masih belum terlalu malam, aku dan Minho Sunbae berjalan-jalan ditaman, dan yang lebih gilanya Minho Sunbae menggenggam lenganku…aigoo ige Mwoyaa…aku senang bukan main….

“Minh…o..Sunb…ae” Ucapku gagap

“Minho Sunbae? Aku sudah menjadi tunanganmu masa kau tetap memanggilku ‘ sunbae’?”

“Ja..di a…pa” aigoo sejak kapan aku gagap

“Tidak usah gugup, sekarang aku adalah tunanganmu” Ucapnya dengan tersenyum

“Bagaimana..dengan oppa…jika Sunbae mau” ucapku mencoba menghilangi rasa gugupku

“Boleh juga” aku tersenyum dan Minho Sunbae ah..maksudku Minho Oppa membalas senyumku, aigoo aku tambah mencintai namja sepertinya, aku tidak menyangka Minho Oppa adalah calon Nampyeon ku ini semua seperti mimpi, bagaimana reaksi mereka mendengar hal ini, pasti mereka sangat terkejut kekeke ….:D

Angin malam berhembus, karena memakai gaun tanpa lengan aku merasa kedinginan dan menggigil , minho oppa menyadari bahwa aku sedang kedinginan dan dengan cepat melepaskan jas nya dan memakaikannya padaku membuatku tersenyum, betapa romantic nya…

 

***

 

( Author Pow )

 

Keesokan harinya Jiyeon berjalan keluar rumahnya dan menemukan Minho telah menunggunya dengan mobil mewah Minho, Minho tersenyum lalu menghampiri Jiyeon dan dengan sengaja mencium kening Jiyeon membuat Jiyeon terpaku beberapa saat

“Wae? Apakah ada yang salah” Tanya Minho dengan lembut

“Ah..Anniyo Oppa, bagaimana kalau sekarang kita berangkat” ucap Jiyeon

“Hmm…Kajja” Ucap Minho lalu menggandeng lengan Jiyeon, sepanjang perjalanan Minho dan Jiyeon dengan akrabnya mengobrol entah itu tentang sekolah atau tentang para Chingu mereka…

“ Minho Oppa aku ingin bertanya sesuatu , tetapi aku takut” ucap Jiyeon

“Bertanyalah”

“Begini, saat itu tanpa sengaja aku melihat Minho Oppa dan Nana Sunbae…saat itu kalian sedang bertengkar dan Oppa meminta putus karena mencintai seorang yeoja, pertanyaanku yeoja itu siapa??” Tanya Jiyeon dengan wajah yang sangat penasaran

“Apakah kau tidak menyadarinya, eoh!!! Itu dirimu Chagi~ah” Jawab Minho singkat dengan senyum tersungging dibibirnya , jiyeon tambah terkejut mendengarnya

“Bagaimana bisa?” Tanya Jiyeon, Minho mulai menceritakan apa yang ia lakukan termasuk juga memantai Jiyeon dan mulai menyukai yeoja itu, Jiyeon yang mendengarnya hanya dapat tersipu malu…

Mobil Minho memasuki gerbang sekolah Seoul Art School, semua mata tertuju pada Jiyeon dan Minho saat melihat Jiyeon yang turun dari mobil Minho , Jiyeon tersenyum bangga. Minho menggandeng lengan Jiyeon memasuki sekolah itu, para yeoja yang ada ditempat itu terkejut bukan main , begitu pun Nana yang baru saja datang. Tangannya mengepal hebat, air mata turun membasahi pipinya. Bagaimana bisa Namja yang ia cintai kini sudah milik yeoja lain, apa kurangnya dirinya? Nana merasa sangat sakit, bayangan masa lalu saat ia bersama Minho muncul dibenaknya, disaat mereka pergi berkencan dan disaat pertemuan pertama mereka

 

( Flashback Pow)

 

Nana memasuki gerbang sekolah Seoul Art School dengan langkah lambat, Nana dikenal dengan pribadi yang pendiam , nana memperbaiki letak kacamatanya, Nana juga dikenal dengan ke culunannya , rambut dikepang dua dan kacamata yang besar membuat semua orang disekolah itu terus mengejeknya…`

Nana berjalan terus tanpa memperdulikan orang-orang yang meneriakkinya ‘culun’, Nana berjalan ke lapangan basket , seperti biasa memperhatikan seorang namja yang membuatnya jatuh cinta, namja itu seangkatan dengannya…Choi Minho

Minho telah menolongnya dari para kaka kelas yang sangat usil. Dan juga Minho sekarang resmi menjadi Namjachingu Nana, karena merasa dirinya tidak selevel dengan Minho, Nana merubah gaya dan penampilannya, Nana menjadi terkenal karena kecantikannya dan banyak namja yang menginginkannya, ia di beri gelar yeoja tercantik disekolah itu, itu dulu sebelum Jiyeon datang dan mengambil predikat tersebut

 

(Flashback OFF)

 

Nana berjalan kearah meja Minho, dan terlihat Minho yang tengah membaca buku dengan tenangnya, Nana tersenyum lalu menyapa Minho..

“Minho~ah, aku ingin bicara”

“kau kan sudah tahu bahwa aku sangat tidak suka jika ada yang menggangguku saat aku sedang membaca siapa pun itu termasuk dirimu” Ucap Minho dengan nada dinginnya, sedangkan Nana hanya dapat menahan air matanya, Tiba-tiba Jiyeon datang dan tanpa sengaja juga mendengar Minho membentak Nana, Jiyeon merasa ia yeoja yang jahat karena telah membuat minho berpaling dari Nana, Minho kembali membaca buku dihadapannya,Jiyeon berjalan kearah Minho sambil membawa bekal yang ia buat…

“Oppa” Ucap jiyeon pelan, jujur ia masih takut, ia takut Minho akan membentaknya sama seperti Minho membentak Nana

“Eh…Bagaimana pelajaranmu hari ini apakah menyenangkan Jiyeonnie” Tanya Minho lalu meletakan bukunya didalam laci lalu menghampiri Jiyeon dengan senyum diwajahnya, Jiyeon mengangguk lalu memberikan bekal yang ia buat

“Ini untukku?”

“Nde Oppa, By the way Onew sunbae dan yang lainnya kemana, aku sudah membawakan makanan untuk mereka” ucap Jiyeon

“Kau membuatkan juga untuk mereka?” Ucap Minho dengan ekspresi cemburu

“Jangan cemburu seperti itu Oppa, aku hanya ingin berbuat baik” Ucap Jiyeon lalu menarik lengan Minho untuk mencari onew dan gengnya…

Setelah berhasil menemukan Onew dan para gengnya Jiyeon menemani Minho duduk ditaman sekolah, dan juga menemani Minho makan, Minho menceritakan tentang Hobbynya begitu pun juga dengan Jiyeon, mereka tertawa bersama…

“Yeonnie, makanan yang kau buat sangat enak..apakah kau membelinya?”

“Tentu saja tidak”

“Aku membuatnya, untuk apa aku khursus memasak kalau hanya terus membeli makanan “ jawab Jiyeon

“Jadi kau juga khursus”

“Nde Oppa”

Kring!!!! Bunyi bel sekolah menyadarkan Jiyeon dan Minho, dengan cepat mereka beranjak dan berpisah dipersimpangan menuju kelas mereka masing-masing, Jiyeon tidak menyangka Minho akan menjadi miliknya, benar-benar tidak menyangka..ini semua mustahil, sangat mustahil malahan…

Jiyeon berjalan kekelasnya dengan wajah yang berseri-seri, betapa senangnya ia sekarang dan tanpa sengaja menabrak Saemnya yang sudah berkacak pinggang didepan kelasnya, dengan wajah sinis Saem nya menyuruh Jiyeon mengerjakan soal , dan untung Jiyeon murid yang pintar dengan cepat ia mengerti pelajaran itu…

Jiyeon duduk dibangkunya dengan wajah yang berseri-seri.

“Kau dari mana saja, saat istirahat langsung menghilang” Tanya IU

“Aku pergi keruangan Minho Oppa” Jawab Jiyeon

“Minho Oppa? Kau memanggil Minho Sunbae dengan sebutan Oppa?  Apakah kau sadar?”

“tentu, lagi pula Minho Sunbae adalah Tunanganku”

“Mwo? kau tunangan Minho Sunbae” kaget IU dengan suara keras semua orang yang diruangan itu menoleh kearah dua mahluk yang terlihat saling menyalahkan, mendengar bahwa Jiyeon adalah tunangan Minho semua hanya dapat memuji pasangan itu, Jiyeon yang cantik dan Minho yang tampan… selesai pelajaran para siswa mengerumbungi meja Jiyeon membuat Jiyeon kewalahan dan hanya dapat berlari pergi dan bersembunyi

‘Aku harus menjauhi Minho Oppa beberapa saat’ batin jiyeon lalu berjalan melewati perpustakaan, tanpa sengaja Jiyeon melihat minho yang sepertinya sedang mencarinya, dengan cepat Jiyeon berlari menjauh dari Minho, ia takut Minho akan marah padanya…

‘Lee Jieun Pabo!!!’ batin jiyeon sambil menggetok kepalanya, jiyeon bersembunyi didalam toilet biar tidak ada yang bisa menemukannya, hingga..

Tok!!!tok!!!tok!! Seseorang mengetuk pintu kamar mandi membangunkan Jiyeon yang tertidur, Jiyeon terperanjat…ternyata ia tertidur dikamar mandi, jiyeon keluar dan melihat penjaga sekolah menatapnya bingung

“Apa yang kau lakukan disini? Kau belum pulang? Ini sudah Malam anak muda” ucap penjaga sekolah itu

“Jam berapa sekarang ahjussi?”

“8.30 ”

“Aigoo…aku ketiduran” teriak jiyeon lalu berlari keluar toilet dan kondisi sekolah sudah benar-benar sepi, jiyeon mengecek ponselnya dan banyak sekali panggilan masuk, entah dari eommanya, Jieun, minho, eunjung, hyomin dan masih banyak lagi, Jiyeon sudah yakin bahwa jika ia pulang pasti ia akan mendapatkan omelan karena tidak memberikan kabar…

From : Minho Oppa

( Kau dimana Jiyeon? Aku menunggumu di parkiran)

From : Jieun

( kau dimana Jiyeon, kau tidak kasihan dengan Minho Sunbae yang menunggumu, cepat ke Parkiran)

From : Eomma

(Jiyeon kau dimana ? minho mencarimu)

From : Eunjung

( Yak anak muda dimana kau, kasihan Minho sudah 2 jam ia menunggumu, apakah kau ingin membuatnya membeku?)

From : Minho Oppa

( Kau dimana? Apakah aku berbuat salah? Jeongmal Minhae, aku tidak tahu apa yang aku perbuat tetapi aku tidak sanggup jika kau terus menghindariku)

Jiyeon mebaca sebagian sms yang masuk ke Ponselnya, dan masih banyak lagi yang belum ia baca, dan itu membuat Jiyeon bertambah khawatir, pasti Minho mencarinya…..

 

 

***

 

“Ahjumma, apakah Jiyeon sudah pulang” Tanya IU yang baru saja sampai dirumah Jiyeon, Nyonya Park hanya menggeleng lemah…dirumah itu sudah berkumpul Minho, IU, Eunjung, Hyomin dan banyak lagi..

“Apakah ia diculik, jiyeon tidak pernah pulang sampai semalam ini” Ucap nyonya Park

“Aku sudah mencarinya kemana-mana eommoni, apa mungkin ia marah padaku” Ucap Minho sedih

“Itu tidak mungkin Sunbae…Jiyeon benar-benar menyukai Sunabe, jadi tidak mungkin jika ia marah pada sunbae” Ucap IU

“Aku akan mencarinya” ucap Minho lalu keluar dari rumah besar itu, Minho menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi , betapa khawatirnya ia pada Jiyeon tidak dapat digambarkan sekarang….

Tiba-tiba ponsel Minho bordering dan ternyata itu telepon dari Jiyeon, Jiyeon mengatakan bahwa ia sedang berada diparkiran sekolah dengan cepat Minho menyetir mobilnya pergi ke tempat itu…

Minho menemukan Jiyeon yang tengah meringkuk kedinginan dengan cepat Minho memeluk jiyeon, Betapa khawatirnya ia akan yeoja itu, yeoja yang sudah merebut hati dan cintanya

 

END

Pasti banyak yang mengatakan bahwa ff ini sangat-sangat ngegantung…jangan lupa RCL Gomawoo…:D

I Like You ( Chapter 5 )


Title : I Like You

Author : Marsa_Quuens

Genre : Romantic, Humor, friendship

Rating : T

Type : Chapter

Disclmlair : Tercipta dari hayalan author

No Plagiat!! No Silent Rider

Main Cast

Park Jiyeon

Choi Minho

Other Cast

All

***

( Author’s Pow)

Jiyeon terbangun karena merasakan sinar matahari menusuk matanya…( Note : disini ceritanya Vampire bisa merasa ngantuk) ia menggeliat guling kesana kemari…sedangkan Minho yang baru saja selesai mandi tertawa melihat jiyeon yang tidur kesana kemari…

“Jiyeon~ah, bangunlah ini sudah pagi” ucap Minho lalu menggoyangkan tubuh Jiyeon…Jiyeon menguap dan memperlihatkan gigi taringnya yang tajam…

“Minho~ah, aku sangat mengantuk biarkan aku tidur…aku mohon” pinta Jiyeon

“ Singkirkan benda itu, ia menyilaukan Minho~ah”

“Kau ini ada-ada saja, kajja “ ucap Minho lalu menghampiri Jiyeon dan menggendongnya…

“Ternyata kau juga mempunyai otot perut..” kaget Jiyeon sambil memegang dada Minho

“ Untuk mendapatkannya aku berolahraga” jawab Minho lalu melepaskan baju Jiyeon satu persatu…tak ada nafsu disana yang ada hanya kasih sayang…Minho mengambil beberapa shampoo dan sabun …ia menggosokan shampoo itu kekepala Jiyeon hingga berbusa, Jiyeon menjerit ketakutan melihat busa dikepalanya…dengan cepat Minho menyiramnya….

Jiyeon sekarang seperti seorang anak kecil yang sangat tak tahu akan teknologi canggih. Jiyeon pun mempunyai sifat baru, yaitu suka merengek pada Minho…

“Minho~ah aku suka baju ini”ucap Jiyeon saat ia mengenakan baju dress berawarna merah muda…

“Untunglah jika kau menyukainya” ucap Minho sambil tersenyum…

“Kajja…hari ini kita akan pergi kesebuah desa…mungkin kau akan menyukainya”

“ Nde,Kajja”

***

Minho dan Jiyeon pergi kekamar sulli dan mengetuknya…pintu itu terbuka dan keluarlah Sulli dengan dandanan yang….Luar biasa…Sulli dikenal dengan kekutu bukuannya sekarang menjadi yeoja yang sangat peminim…

“Aigoo Yeopo..dimana kacamatamu?” Tanya Jiyeon tersenyum

“Aku tak memakainya, aku memakai lensa” jawab Sulli singkat…lalu berjalan kearah Minho dan tersenyum

“Minho~ah kau terlihat tampan hari ini” ucap Sulli dengan senyum lebarnya, sedangkan Jiyeon hanya menatap sulli dengan bingung, lalu menggelengkan kepalanya, tanda ia tak mengerti…

“Nde, benarkah Gomawo” ucap Minho lalu mengacak rambut sulli, membuat Jiyeon yang melihatnya menjadi gerah…dan hanya menatap mereka dengan pandangan penuh arti…

***

Sepanjang perjalanan jiyeon merasa sangat diacuhkan, sedari tadi Minho hanya mengobrol dengan sulli, dan yang paling parahnya sulli malah duduk disamping Minho sedangkan ia duduk dikursi bagian belakang…Jiyeon menatap keluar jendela dengan pandangan sedih…benar apa yang ia pikirkan Minho menyukai yeoja itu, ia merasa sangat pabo, mengapa ia mati sangat lama?

“hahaha…kau benar Minho~ah, film itu memang sangat lucu” tertawa sulli dibarengi dengan minho yang juga tertawa cukup keras…

Tibalah mereka disebuah desa..desa yang mempunyai udara yang sangat segar…Sulli dan Jiyeon berdiri bersebelahan dan sama-sama tersenyum lebar ke arah Minho…Jiyeon berbalik dengan senyum diwajahnya dan sulli masih memandang Minho…Minho berjalan kearah dua yeoja itu lalu berjalan ditengahnya…Minho menggengam lengan Jiyeon…

“Apakah kau kedinginan Chagi~ah”Tanya Minho, Jiyeon mengangguk. Minho lalu melepas jaketnya dan memakaikannya pada Jiyeon dan berjalan sambil memeluk Jiyeon dari belakang…

“Apakah sudah jauh lebih hangat?”

“Nde”

***

Jiyeon , minho, dan Sulli berjalan-jalan disekitar desa dan melihat sebuah kuil…

“Minho~ah, bukankah kuil itu…kuil yang dibahas oleh Songsaengnim minggu kemarin” ucap Sulli tiba-tiba

“Nde, benar itu…aku penasaran dengan dalam kuil itu..” ucap Minho, padahal saat songsaengnim menjelaskannya, ia malah tak memperhatikannya…

“Kajja…kita kesana” ucap Sulli lalu menarik lengan Minho, sedangkan Jiyeon malah tertinggal…Jiyeon melihat kuil itu dan menerawangnya…ia terasa kembali ke masa lalu…Didalam bayangannya ia melihat seorang bocah, berlari kesana kemari dengan dikejar seorang raja yang tak lain adalah appa bocah yeoja itu…Jiyeon baru menyadari bahwa bocah perempuan itu dirinya….Jiyeon melihat sekelilingnya…tempat itu sudah berubah…pantas tadi ia tak mengenalinya…Jiyeon berlari memasuki kuil itu, didepan kuil itu tertulis tulisan ‘Park Jung Soo raja ke 3 setelah Park In soo…meninggal 125 tahun yang lalu, mempunyai seorang putrid bernama Park Jiyeon dan isteri bernama Park Tae Hee’

Jiyeon berjalan menyusuri kuil itu, ditengah kuil itu ada sebuah batu Krystal , batu itu akan menyala jika keturunan Park Jungsoo berada ditempat kuil itu, Minho dan Sulli berjalan melihat krystal itu, karena Krystal itu yang membuat banyak pengunjung yang mengunjunginya…

“Lihat…lihat..Krystal itu bersinar” ucap salah satu pengunjung…sambil berteriak senang…

“Mwoya..? mengapa bisa ? apakah keturunan raja ada disini” ucap pengunjung laninnya, Minho yang melihat itu menjadi bingung dan akhirnya ia menyadari suatu hal yang tak ia sadari…Kuil ini adalah kuil tempat Jiyeon dibesarkan…Minho menoleh kesebelahnya dan tak mendapatkan Jiyeon…Minho takut akan ada orang yang menyadarinya…

Sedangkan Jiyeon hanya dapat terdiam melihat tubuhnya yang bersinar sangat terang…begitulah jika Jiyeon sudah berada didekat Krystal itu…Jiyeon merasakan kehangatan dari cahaya itu…Jiyeon terduduk ditempat itu…dan beruntungnya Jiyeon berada ditempat yang sepi..

“Bagaimana jika ada yang melihat” takut Jiyeon, lalu bersembunyi….

“Minho kau dimana”

“Jiyeon….jiyeon…” panggil Minho pelan , Jiyeon mendengar suara Minho mencoba menjawab panggilan Minho

“Minho~ah aku disini”

“Sulli~ah, sebaiknya kau berdiri disini saja, dan jangan mendekat kearah Jiyeon, mengerti” ucap Minho pada sulli yang ada disebelahnya

“Nde , aku mengerti” jawab Sulli datar, ada rasa cemburu didalam hatinya, melihat Minho sangat menghwatirkan Jiyeon…Sulli mengepalkan lengannya dengan keras….Minho melepaskan jaketnya lalu menutupi tubuh Jiyeon…

“Bagaimana ini?” Tanya Jiyeon takut

“ Taka pa…aku akan melindungimu selalu..” ucap Minho mengecup singkat kening Jiyeon lalu menggendongnya…Jiyeon melemah karena Krystal itu mengambil energinya, dahulu Jiyeon selalu dibawa kekuil itu untuk memberikan Krystal itu energinya…membuat Jiyeon harus menahan sakit..tetapi iitu memang kewajibannya sebagai puteri…

***

Didalam Perjalanan Jiyeon terus merintih, tubuhnya tidak bersinar lagi tapi ia meraskan tubuhnya sangat sakit dan lemah…Sedangkan Minho dengan Khawatirnya mencoba meringankan rasa sakit Jiyeon dengan kekuatan yang ia miliki…sedangkan Sulli yang menyupir mobil hanya dapat terdiam melihat itu semua…ini terlalu menyakitkan baginya…Minho adalah Namja yang ia cintai seumur hidupnya

( Flashback)

Seorang bocah yeoja dengan hebatnya memanah hewan didepannya…ia berlari menghampiri hewan itu lalu melihatnya, ia tersenyum dan menampilkan gigi taringnya…tiba-tiba terdengar suara auman dibelakangnya, seorang manusia serigala yang dari dahulu bermusuhan dengan bangsa Vampire tengah menatapnya dengan pandangan siap memangsa…

“jangan dekati aku” ucap bocah itu

“ Bangsa Vampire yang terlalu berani, kau telah melewati perbatasan dan harus mendapatkan hukumannya” ucap serigala besar itu

“Hey…serigala pabo mau kau apakan yeoja itu” ucap seseorang membuat yeoja dan serigala itu menoleh, dan mendapatkan seorang Namja yang berumur sekitar 9 tahun sedang menatap serigala itu dengan mata yang merah

“Sudah lama tak bertemu pangeran, bagaimana dengan lukamu dahulu?” ucap serigala itu

“Luka itu sudah hilang, dan ini saat nya melakukan pembalasan” ucap bocah itu dengan senyum mengembang dan memperlihatkan taringnya yang runcing, ia menerkam serigala itu tanpa ampun…hingga serigala itu mati dengan kehabisan darah

“eoh…darahmu sangatlah tidak enak” ucap Bocah itu lalu menatap yeoja dihadapannya

“ Apakah kau taka pa?”

“Nde, aku tak apa, gomawo sudah menolongku” ucap bocah yeoja itu malu dan saat itu bocah itu mulai menyukai Namja dihadapannya

“ Park Jin Ri Imnida, kau bisa memanggilku Sulli, kau?” ucap yeoja itu

“ Ingat namaku Choi Minho…ingat C-H-O-I-M-I-N-H-O” ucap Namja itu dengan senyum lalu berlari menjauh dengan cepatnya…sedangkan Yeoja itu menatap punggung Namja yang telah menjauh itu dengan pandangan jatuh cinta…Ne Jatuh cinta….

“ Ia sangat tampan” dengan senyum dibibirnya

(Flashback End)

Minho memeluk Jiyeon sampai Jiyeon tertidur..Minho dengan wajah yang sangat khawatir..tetap memeluk Jiyeon…sedangkan Sulli hanya dapat terdiam untuk beberapa saat dan mulai membuka pembicaraan…

“Bagaimana dengan anaemu, apakah ia baik-baik saja” Tanya Sulli

“Nde, dari mana kau mengetahuinya?”

“itu sangat mudah”

“Kau dan ia Seorang Vampire kan?”

( Choi Minho Pow)

“ Kau dan ia seorang Vampire kan” ucap Sulli yang membuatku terkejut bagaimana bisa ia mengetahui hal itu

“Kau…kau mengetahuinya? Bagaimana bisa?”Tanya ku mencoba mengendalikan rasa Syokku..bagaimana pun jika ada yang tahu akan hal ini, kami akan terpuruk dalam bahaya

“Karena aku juga sejenis dengan kalian” jawabnya membuatku tambah terkejut, jadi ia seorang Vampire..betapa hebatnya ia menyembunyikan hal itu…aku tahu sekarang mengapa ia memakai kacamata itu semua untuk menutupi penyamarannya…

“Apakah kau tak mengingatku, aku yeoja dahulu yang kau tolong dari serigala” ucapnya..aku mencoba mengingat-ingat dan benar, aku dahulu pernah menolong seorang yeoja…

“Jadi kau…”

“Nde benar, itu aku yeoja yang kau tolong “ jawabnya, jadi ia yeoja manis itu, memang saat baru pertama kali melihanya aku menyukainya karena pipinya yang merona merah membuatnya tampak sangat cantik, tapi bagiku sekarang yeoja yang sangat cantik adalah yeoja dalam pelukanku ini…yeoja yang dapat menaklukan keras kepalaku…

“ Di zaman modern ini, sangat susah menyembunyikan identitas kita, tetapi mau bagaimana lagi…kesusahanku adalah dimana aku tak dapat menyembunyikan warna mataku yang memerah, itu mengharuskanku memakai lensa” ucap Sulli padaku dengan senyum dibibirnya

“Memang, tetapi bagaimana bisa kau bersikap layaknya manusia dan memakan makanan manusia?” tanyaku, aku heran dengannya ia bersikap layaknya manusia dengan memakan Nasi, padahal jika dibayangkan Vampire lebih menyukai darah

“ Aku belajar berpulu-puluh tahun, dan rasanya tak buruk” jawabnya

***

Aku meletakan Jiyeon dikasurku, lalu mengambil koperku dan membuka dalamnya, sebuah Krystal bening terdapat didalamnya, Krystal warisan keluarga kami, aku akan menyimpan Krystal ini ditubuh Jiyeon, dan ini akan membuat Jiyeon menjadi kuat…Didalam tubuhku terdapat dua buah Krystal seperti ini, krystal ini diberikan oleh eommaku sebelum ia meninggal, dan satu hal yang dapat tak ku percaya…ia masih hidup…apa mungkin itu hanya bualan jiyeon, mungkin yang ia lihat hanyalah reinkarnasi….

Aku berbaring disebelah jiyeon lalu memeluknya, satu hal yang ku takutkan saat ini, aku takut semua ini hanya hayalan dan mimpiku…apakah kau tahu jiyeon cintaku padamu begitu besar, kau satu-satunya yeoja yang dapat menarik perhatian makhluk dingin seperti ku…

Tbc

Jangan lupa RCL ya Guys…