One More Time ( part 2 Of 2 )


549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : One More Time

Author : Marsa_Queens

Type : Chaptered

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

( Main Cast )

  • Park Jiyeon
  • Choi Minho

( Other Cast )

  • All

*

*

*

( Jiyeon Pov )

Aku membuka mataku pelan saat merasakan sinar matahari menembus kamarku. Dimana aku? Aku melihat sekelilingku.. Tunggu dulu! Ini bukan kamar hotelku! Aku menoleh kesana kemari dan menemukan seorang namja tengah duduk dengan santai sambil menikmati sebuah kopi

“ANDWE”Aku berteriak

“Wae?”

“Apa yang kau lakukan padaku”Tanya ku dengan was-was membuat namja itu , Minho. Menatapku dengan tatapan aneh..

“Cih,, kau lupa?”

“Lupa! Apakah kita?”

“Pabo! Tidak, aku tidak sudi menyentuhmu.. mengapa otakmu itu selalu berpikiran hal yang tidak seharusnya eoh? Jika kau bertanya mengapa kau bisa berada disini, jawabannya adalah kau mabuk dan tertidur malam tadi. Kemarin aku berusaha membuka kamar hotelmu tetapi tidak bisa dan kebetulan kamar di Hotel ini sudah penuh, jadi terpaksa aku membawamu kemari”Jelasnya membuatku hanya mengangguk. Babo!! Jiyeon..

Aku senang melihatnya yang berbicara panjang lebar denganku. Dulu ia sangat irit dalam hal berbicara..

Choi Minho memang mempunyai banyak rahasia didalam hidupnya dan ia adalah namja yang sangat sulit ditebak -_-

Aku menggaruk kepalaku dengan tampang bodoh. Dengan cepat aku bangun dari tempat tidurnya. Tetapi sebuah tangan malah menahanku..

“kemana kau?”

“Aa..aku”

“Kemari”Ia malah menarik tanganku dan membuka sebuah pintu..

“Aku tidak ingin orang-orang curiga..”

“Ah Ne” Ucapku.. aku kira ia akan menciumku layaknya drama Korea -_-ternyata aku salah besar..

***

Aku berjalan dibelakang Minho dan disamping Krystal. Kami memasuki ruang rapat, banyak orang-orang penting diruangan ini dan aku dengar jika perusahaan Minho bisa mendapatkan kontrak ini, mereka akan untung sangat besar.

Aku duduk disebelah seorang namja yang sedari tadi melihatku membuatku sedikit tidak nyaman..

Minho berdiri dan mulai menjelaskan dokumen yang sudah ia buat, semua orang-orang itu terlihat tertarik dengan apa yang disampaikan Minho, Namja yang benar-benar daebak..

Aku sangat terkejut saat tiba-tiba sebuah tangan memegang pahaku dan mengelusnya. Aku menatap namja disampingku yang saat ini menatapku dengan tatapan menjijikkan..

“Apa yang kau lakukan!”Aku membentaknya

“Jiyeon”Minho balas membentakku karena aku menganggu jalannya rapat..

“Minho..”

 “Namja ini.. namja ini dengan lancangnya menyentuhku”Aku menangis sambil menunjuk namja keparat itu..

“Ne?”Minho terlihat terkejut, aku berusaha menahan air mataku. Namja tidak tahu sopan santun..

Minho menghentakkan dokumen yang ia pegang dan berjalan kearahku..

BUGH! Minho menampar namja itu hingga namja ittu mengeluarkan darah dari sudut bibirnya. Semua orang yang ada diruangan itu mencoba melerai perkelahian itu termasuk aku yang sudah tidak bisa menahan tangisku

“AKU AKAN MEMBUNUHMU! JIKA KAU BERANI MENYENTUHNYA LAGI !”Minho membentak namja itu lalu menghempaskan tangannya..

***

Sepanjang perjalanan pulang aku terus menangis didalam pelukan Krystal. Aku merasa sangat kesal dengan namja itu,bagaimana bisa ia dengan lancangnya memegang kaki ku..? Aku juga kesal dengan diriku, karenaku Minho tidak mendapatkan kontrak kerja itu.

“Namja tadi memang sangat keterlaluan”Beberapa karyawan terlihat membelaku dan sebagiannya hanya diam.

Sesampai di Hotel aku langsung masuk kedalam kamarku. Aku perlu menenangkan diriku, entah mengapa aku merasa tidak terima dengan perlakuan namja itu..

Aku duduk dipinggir ranjangku sambil mencoba menenangkan diriku. Aku menarik nafasku, tenang Jiyeon. Ia tidak merebut apa yang berharga bagimu. Aku menghembuskan nafas pelan..

Tiba-tiba pintu yang menghubungkan pintu kamarku dan Minho terbuka. Menampilkan Minho yang kini berdiri dengan baju yang sudah berganti..

“kau tak apa?”

“Ne”

“Kau yakin”Ia berjalan kearahku lalu duduk sambil berlutut didepanku. Ia memegang wajahku dengan tangan besar dan hangatnya..

***

( Krystal Pov )

Wajah Jiyeon terlihat lebih ceria, syukurlah.. aku mengambil beberapa daging didepanku. Saat ini kami sedang makan di Restaurant daging di Jeju. Daging yang segar .. Yummy..

Sedari tadi Minho Sunbae terlihat memandang Jiyeon begitupun sebaliknya. Apakah mereka kembali? Wow.. mereka memang pasangan yang sangat serasi. Aku merasa banyak yang berubah semenjak kehadiran Jiyeon. Minho menjadi namja yang santai dan ia tidak akan memecat orang begitu saja karena terlambat. Ia juga sepertinya mengurangi ke disiplinan terhadap dirinya.. dan satu hal yang paling penting, sekarang Minho Sunbae sangat sering makan bersama para Karyawan.. Daebakk

Jiyeon kau memang yeoja pembawa keberuntungan..

“Makanlah”

“Gomawo Krystal”

“Cheonmaneyo”

Jiyeon memakan daging didepannya lalu mengambil beberapa sayur.. saat Jiyeon akan meminum soju, Minho sunbae tiba-tiba melarangnya. Aku semakin curiga..

“kau akan mabuk, Pabo”

“Ne”Jiyeon hanya dapat menekuk wajahnya layaknya anak kecil yang kesal.

***

( Jiyeon Pov )

Besok kami akan kembali ke Seoul, sayang sekali. Padahal aku ingin lebih lama ditempat indah ini. Aku berjalan kearah taman hotel ini, taman terang dengan banyak bunga mengelilinginya.

Aku duduk ditengah-tengah taman, Omo! Kejadian tadi terus terbayang dikepalaku. Saat Minho berlutut didepanku dan membelai lembut wajahku. Apakah kami sudah kembali menjadi sepasang kekasih? Entahlah..

Minho terlalu dingin dan ia sepertinya masih bertahan dengan sifatnya itu, tidak mungkin bukan jika aku kembali ke sifatku yang dulu? Yang terus mengganggunya? Aku sudah dewasa sekarang..

“Apa yang kau lakukan disini?”sebuah suara mengejutkanku

“Kau”

“Aku sedang menikmati pemandangan”Jawabku gugup. Ia duduk disampingku, Choi Minho.

Ia membuka jaketnya lalu menyelimutiku..

“Kau bisa sakit”

Aku menatapnya dengan tatapan lekat.. apakah ini waktunya aku bertanya tentang perasaannya padaku?

“Sunbe”

“Ne?”

“Apakah kau menyukaiku?”

“Mengapa kau bertanya tentang hal itu?” Ia balik menatapku..

“A..Aniyo”

“Perasaanku masih sama , sama seperti beberapa tahun yang lalu saat kau pergi tanpa mengatakannya padaku”

“Ne”

“Mengapa kau pergi tanpa mengatakannya padaku? Apakah kau tahu bahwa aku hampir saja gila saat mendengarmu yang tidak berada di Korea lagi? Apakah kau tahu betapa kesepiannya aku saat aku jauh dari mu? Apakah kau tahu bahwa aku cemburu melihatmu bersama Suho? Dan apakah kau tahu bahwa aku selalu mengendalikan diriku untuk tidak menyentuhmu”  Aku terdiam mendengarkan ucapannya. Mataku berkaca-kaca, apakah ia mencintaiku juga selama ini?

“Sunbae”

“Apakah kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu”Ucapnya sambil menggenggam tanganku membuatku terdiam. Aku menatapnya dengan tatapan lekat, aku tidak menemukan sorot kebohongan dari matanya..

“Kembalilah padaku”Ucapnya..

“ta..pi sunbae, bukankah kau sudah memiliki kekasih?”

“Kekasihku hanya kau Pabo” Ia memelukku dengan erat, aku membalas pelukannya dengan senyum.

“Jangan pergi lagi” Bisiknya lembut..

***

Hari ini kami akan kembali ke Seoul, sayang sekali. Aku menarik koperku, dan saat aku keluar dari kamar hotelku aku menemukan Minho sudah berdiri sambil menatapku. Aku menyerit bingung, bukankah seharusnya ia sudah berangkat?

“apa yang kau lakukan disini?”

“Tentu saja menunggumu.. kajja”

“Kau akan ikut bus kami?”Tanyaku

Ia mengangguk,sangat luar biasa. Bagaimana bisa seorang Choi Minho. Pengusaha muda kaya raya mau satu mobil dengan karyawannya..

Minho berjalan kearahku lalu mengambil koperku dari tanganku..

“Aku akan membawanya”

“Ne? Gomawo”Ucapku memerah, ia menjadi sangat perhatian padaku. Berbeda dengan sifatnya yang dulu.. sekarang aku juga sangat jarang melihatnya memegang buku, apakah kepribadiannya sudah berubah? Entahlah..

Aku berjalan dibelakangnya, semua mata menatap kami saat kami tiba di depan hotel. Mereka seakan terkejut melihat Minho yang membawa koper besarku.. Aku hanya dapat tersenyum tidak enak..

“Apa yang kalian tunggu? Kajja” Ucap Minho lalu mengenggam tanganku dan masuk kedalam Bus.

***

Setelah kepulangan kami dari Pulau Jeju, aku dan Minho resmi menjadi sepasang kekasih lagi. Aku membuka mataku dan menemukan seorang namja didepanku tengah tertidur sambil memelukku..

Minho memang sering menginap dirumahku. Tetapi kami tidak melakukan apapun, hanya tidur bersama dan tidak lebih..

Aku bangun dan menyiapkan sarapan untuknya, aku memasak beberapa makanan.. saat aku sedang memotong kentang , sebuah tangan memelukku .. aku tersenyum saat merasakan nafasnya mengenai kupingku..

“Kau sudah bangun?”

“Ne”

“Apakah tidur mu nyenyak?”

“Tentu saja, karena aku tidur sambil memelukmu. Jiyeon-ah.. bagaimana kalau hari ini kau mengambil libur..”

“Memang kau mau membawaku kemana?”

“Perpustakaan”

“Mwo”

“Aku hanya bercanda, kau tahu? Sejak kepergianmu , perpustakaan adalah tempat paling kubenci. Karena buku-buku itu kau meninggalkanku”

“Aigoo.. Itu tidak ada hubungannya Minho-ah”

“Tetap saja…”

Aku hanya mendengus pelan..

***

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, kami tiba disebuah tempat yang sangat sunyi. Hanya terdengar suara kicauan burung ditempat ini. Aku menatapnya seakan bertanya..

“Tunggu sebentar”

Ia mengeluarkan beberapa alat pancing, aku bertambah menyerit. Apa yang ia lakukan? Ia menarik tanganku , hingga kami tiba disebuah sungai… sungai yang mengeluarkan asap.. aku mencelupkan kakiku.. apakah ini danau air hangat?

“Hangat bukan?”tanyanya dan aku mengangguk..

“Kajja kita memancing”

“Mwo.. Minho kau gila?”

“Anni, beberapa orrang kemari mengatakan bahwa jika seorang namja dan seorang yeoja memancing di Danau ini dan mereka mendapatkan seekor ikan, maka cinta mereka akan menjadi cinta sejati, begitupun sebaliknya”

“Bagaimana jika kita tidak mendapatkan ikan itu? Tidak mungkin ikan hidup di air seperti ini”

“Aku yakin kita akan mendapatkannya..”

1 Menit..

30 Menit…

1 jam…

1 jam 30 menit..

Aku terdiam, Minho tetap tersenyum.. padahal sejak tadi kami tidak mendapatkan ikan. Apakah itu berarti kami bukan cinta sejati? Anniya.. aku dan Minho adalah cinta sejati dan itu tidak bisa di ubah..

“AKHIRNYA”aku terkejut mendengar teriakan Minho, aku menoleh kearahnya dan melihatnya tersenyum senang sambil memegang sebuah ikan besar. Mustahil.. di danau ini ada ikan..

Aku tersenyum dengan senang lalu memeluknya dengan erat.. aku sudah mengatakan bukan? Bahwa Minho adalah cinta sejatiku begitupun sebaliknya. Aku memeluknya sambil menangis terharu..

“Mengapa kau menangis? Sudahlah,, kajja kita pulang”senyumnya lalu menarik tanganku lembut..

***

Perjalanan yang cukup melelahkan, aku membuka mataku perlahan saat mendengar suaranya. Aku menemukannya yang sudah menatapku dengan lekat, mata ku melebar saat merasakan bibirnya menyentuh bibirku. Apa yang harus ku lakukan? Aku hanya diam dan tidak bergerak..

Mataku bergerak kesana kemari, jantungku berdetak dengan sangat kencang. Aku sudah tidak bisa bernafas,, dengan cepat aku mendorong tubuhnya..

“Wae?”

“Aku..aku tidak bisa bernafas “Ucapku malu, ia tersenyum kecil lalu mengecup keningku..

“Kau mau berjanji padaku?”

“Berjanji apa?”

“Kau tidak akan berpindah ke lain hati ataupun pergi lagi dariku.. aku juga ingin kau berjanji, bahwa dihatimu hanya ada diriku”

“Minho-ah”

“Dan satu hal lagi, panggil aku Oppa.. aku lebih tua dari mu”

Aku mengangguk senang sambil terkekeh kecil. Aku memeluk tubuhnya dengan erat, aaku merasa sangat bahagia.. Minho Oppa, kau benar-benar membuatku merasa sangat bahagia..

***

Aku berjalan memasuki Kantor itu, sesampai disana aku melihat Minho Oppa sedang membentak seorang Karyawan. Bukankah itu Taemin? Bukankah ia salah satu Karyawan yang sangat rajin..

“Bagaimana bisa kau memberikanku dokumen seperti itu? Aku menginginkan yang terbaik, kau tahu dokumen seperti itu bahkan bisa ku buat dalam waktu 20 menit”Bentaknya..

“Cukup.. ada apa ini?”Tanyaku

“Taemin-ah kau kembali saja”

“Ya!” Ucap Minho Oppa tidak terima, aku menarik tangannya menjauh dari depan para Karyawan yang sudah sangat takut. Aku mendengar desahan lega Taemin saat ia berhasil lolos dari tangan Minho..

“Oppa..”

“Kau tidak boleh memperlakukan karyawanmu seperti itu, kau adalah orang pintar dan seharusnya kau bisa memberikan kesempatan untuknya”

“Jiyeon-ah”

“Oppa.. kau harus meminta Maaf padanya dan bicara baik-baik dengannya. Kau melukai hatinya Oppa”

“Ne..Ne,, baiklah”

Minho Oppa berjalan keluar sedangkan aku duduk disalah satu Sofa yang ada diruangannya. Beberapa menit kemudian , Minho Oppa masuk dengan wajah datarnya..

“Bagaimana”

“Karena kau yang meminta jadi aku meminta Maaf padanya”

Minho duduk disampingku sambil memeluk tubuhku dari samping. Aku menyandarkaan kepalaku pada tubuhnya..

“Bagaimana kalau kita menikah”Ucapnya membuatku seketika tercengang..

“N..Ne”

“Kita menikah”
***

 

( Author Pov )

~Beberapa Tahun Kemudian

Sebuah rumah mewah terlihat sangat ramai dengan suara teriakan-teriakan seorang yeoja. Ia terlihat mengejar dua orang bocah yang tertawa sambil memanggilnya dengan sebutan ‘eomma’

“Aigoo.. Appa lelah”Seorang namja muncul dari balik pintu sambil memeluk seorang bocah namja sedangkan yeoja yang dipanggil eomma itu menggendong seorang bocah yeoja..

“eomma , appa kita bermain lagi”

Yeoja itu tersenyum lalu mencium pipi yeoja kecilnya dengan sangat lembut serta membelai rambut panjang puterinya itu.

“Eomma dan Appa lelah, bagaimana kalau kalian tidur siang. Ini adalah waktu tidur siang kalian” Ucap seorang namja

Kedua bocah itu mengangguk lalu berlari kearah kamar mereka. Namja dan Yeoja itu adalah Minho dan Jiyeon. Mereka menikah beberapa bulan setelah Minho melamar Jiyeon. Hingga saat ini mereka di karuniai dua orang anak yang sangat tampan dan cantik.. Choi Yoogeun , dan Choi Yong Ji ..

Minho langsung mendaratkan bibirnya pada bibir Jiyeon saat melihat kedua buah hatinya telah hilang dari pandangan.

“oppa”

“Aku sedang menginginkanmu Chagiya”ucap Minho mebuat Jiyeon tersenyum kecil lalu naik ke Gendongan namjanya itu..

“Kajja”
END~

Otthakaeeee?? Apakah ancur ?? Mianhae,, harap R C L Ndeeeee ^^ GUMAWOOOOOO :*

MIANHAE :(


Annyeong ^^

Sebelumnya author pengen Minta Maaf yang sebesar-besarnya :( Karena gak pernah dan jarang membalas komentar para Riders. Ini dikarenakan Author sedang sangat sibuk karena sebuah urusan dan juga pekerjaan yang sudah sangat menumpuk.

Juga, Mianhae author belum bisa Post Fanfiction dalam waktu dekat ini :( Mianhae.. tetapi author usahain bales satu persatu Komentar Kalian :) Dan untuk yang pengen minta Password Fanfiction, harap minta Via Email atau FB Nde.. ^^ Karena Author jarang membuka Twitter..

Atas Perhatiannya Author mengucapkan Terimakasih ^^

[ ONE SHOOT ] Memory Of You ( SQUEL )


549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : Memory Of You

Author : Marsa_Queens

Genre : Romance, Friendship

Type : Squel

Rating : -16

Main Cast : Park Jiyeon, Choi Minho

Other Cast : All

Annyeong ^^ Mimin bawa Squel Memory Of You ni :D Tetapi Cerita kali ini kembali ke Masa Lalu dimana Minho dan Jiyeon bertemu. Semoga cerita ini bagus Ne ^_^ Gomawoo~

 

 ( Author Pov )

~Flashback …

Seorang namja terlihat memantulkan bola ditangannya dengan bersemangat. Seorang yeoja terlihat menatap namja itu dengan tatapan datar tetapi penuh dengan kelembutan. Pandangan yeoja itu teralih pada seorang yeoja cantik berkulit putih yang terlihat sedang menyemangati namja itu.. Lee Ahreum, yeoja tercantik dan merupakan kapten Chiliders di Sekolah ternama SHINWHA HIGH SCHOOL Milik keluarga Choi.

Yeoja dengan kacamata tebal itu berjalan menjauh dari lapangan basket itu dengan buku tebal ditangannya..

Ia sampai disebuah ruangan..

“Pemisi”

“Kau sudah datang, kemarilah Jiyeon” Ucap seorang yeoja yang kira-kira berumur 36 Tahun pada yeoja yang dipanggil Jiyeon itu.

Yeoja bernama Jiyeon itu berjalan perlahan mendekati yeoja yang tengah tersenyum padanya

“Annyeong Songsaengnim”

***

Seorang namja berjalan dengan langkah Cool nya, wajahnya tampak menebarkan pesona yang terkalahkan. Namja itu tersenyum pada semua orang yang ia lewati, namja bernama Choi Minho merupakan anak dari pemilik Sekolah itu dan juga Kapten Tim basket.

Beberapa orang yeoja terlihat berjalan disamping kiri dan kanan namja itu.  Termasuk Lee Ahreum yeoja tercantik di SMA SHINWA HIGH SCHOOL.

“Oppa”

Seorang yeoja tiba-tiba menghampiri Minho dan memberikan sebuah kotak cokelat pada namja itu.

“Gomawoo”Ucap Minho tersenyum kecil lalu mengambil cokelat-cokelat itu dan memberikannya pada yeoja-yeoja yang berjalan disebelah kirinya. Yeoja yang tadi memberikan cokelat itu hanya dapat tersenyum malu dan berlalu pergi dengan cepat.

***

( Jiyeon Pov )

Aku menatap pantulan diriku dikaca Toilet, aigo.. Mengapa aku harus mempunyai wajah sejelek ini? Mengapa aku tidak mempunyai wajah secantik Lee Ahreum? Dengan wajah cantik seperti itu pasti aku bisa mendekati Minho Sunbae yang terkenal dengan ketampanannya itu.

Aku menatap Cokelatku dengan wajah murung, ya hari ini adalah hari Valentine dan aku suka membuat cokelat untuk Minho Sunbae, namja pertama yang membuatku jatuh cinta. Ya, walaupun aku tahu bahwa aku tidak selevel dengannya, apakah salah jika aku berharap?

Aku memasang kembali kacamataku dan keluar dari toilet. Hari sudah mulai sore dan aku akan segera pulang, pasti eomma sangat menghawatirkanku. Aku mempunyai pelajaran tambahan jadi aku pulang paling akhir dari chingu-chinguku yang lain.

Saat aku akan menaiki tangga, tiba-tiba saja tangga itu menjadi sangat licin dan aku terjatuh kebelakang, tetapi aku menabrak seseorang membuat kami sama-sama terjatuh dan aku tidak merasakan sakit apapun karena orang itu memeluk tubuhku.

“Aishhh” Aku mendengar gerutuan kesal seseorang, saat aku membuka mataku aku menemukan seorang namja tengah berada didepan wajahku dan ialah namja yang memelukku, tetapi namja itu adalah CHOI MINHO! Mati aku..

“Mianhae Sunbae”Ucapku langsung bangun dan membantunya berdiri. Sedangkan ia terlihat meringis kesakitan dan aku melihat darah keluar dari tangannya.. Ia terlihat sehabis latihan basket,,

“Omo.. Sunbae”Kagetku sambil menunjuk darah yang ada ditangannya.

“Aish! Semua ini gara-garamu”Ucapnya sambil menatapku tajam. Aku hanya dapat menunduk sedangkan Minho sunbae masih menatapku, hingga tangannya menarik tanganku. Ia menyeretku…

“YA!YA! Sunbae”Kagetku

Ia membawaku menggunakan mobilnya, entah ia membawaku kemana. Beberapa menit kemudian, kami tiba disebuah kawasan Apartement mewah. Apakah Minho sunbae tinggal disini? OMO! Apa yang akan ia lakukan? Mengapa ia membawaku kemari?

Darah masih bercucuran dari tangannya, tetapi ia terlihat biasa saja.. apakah ia tidak kesakitan?

***

( Author Pov )

Minho membawa Jiyeon memasuki sebuah Kamar Apartement yang sangat mewah. Jiyeon akhirnya tahu bahwa namja itu tinggal sendiri, tetapi Jiyeon bingung.. bukankah keluarga Choi memiliki rumah pribadi tetapi mengapa Minho malah membeli sebuah apartement?

“Sunbae”

“Kau duduk disitu dan jangan kemana-mana”Ucap Minho dingin dan ketus lalu berlalu pergi. Jiyeon hanya dapat terdiam..

‘Wow! Sangat luar biasa, yeoja biasa dan kutu buku sepertiku bisa naik ke mobil Minho sunbae dan bisa melihat Apartementnya .. daebakk’ Batin Jiyeon

‘Tetapi aku juga baru mengetahui bahwa Minho Sunbae mempunyai sifat yang dingin, berbeda dengan yang ia tunjukkan disekolah.. disekolah ia akan selalu tersenyum’ batin Jiyeon lagi..

Minho keluar dengan menggunakan baju biasa, dan tangannya terlihat sudah tidak mengeluarkan darah lagi. Ia menatap Jiyeon tajam lalu mendekat kearah yeoja itu .. hingga..

“Ya sunbae”

“Aku merasakan, biasa kau selalu memperhatikanku diam-diam disekolah. Dan aku juga sering menemukan sebuah kertas yang menempel di mejaku dan bertuliskan tentang pusisi-puisi cinta.. dan aku-“

“Mwo.. ya Sunbae! Aku tidak pernah menuliskan puisi cinta untukmu. Jangankan untuk menuliskan puisi cinta, memberikan cokelat ini padamu pun aku tidak berani”Ucap Jiyeon sambil menunjuk cokelat yang ia bawa. Sedetik kemudian ia terdiam..

‘Pabo’rutuknya

Minho tersenyum kecut dan ia semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Jiyeon..

‘Aigoo.. yeoja pabo yang polos. Bagaimana bisa kutu buku sepertinya menyukaiku’batin Minho sambil menatap remeh Jiyeon. Hingga..

Deg! Mata Minho bertemu dengan mata indah Jiyeon, Minho malah merasa terperangkap. Sekarang matanya sudah menatap bibir merah Jiyeon dengan lekat, entah apa yang ia pikirkan.. bibirnya sudah mendarat dengan sempurna dibibir manis dan mungil Jiyeon.

Jiyeon hanya dapat terkejut dengan perlakuan namja itu padanya, tangan Minho tiba-tiba saja sudah melingkar dipinggangnya. Seketika ada rasa bahagia dihati Jiyeon bisa melihat wajah Minho yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya. Ia tidak pernah bermimpi akan dicium namja setampan Minho..

Minho menggigit bibir bawah Jiyeon karena merasakan yeoja itu tiba merespon ciumannya..

Jiyeon terkejut dan tanpa sadar membuka mulutnya dan membuat namja itu lebih leluasa menciumnya. Jiyeon mengalungkan tangannya leher Minho dan ia juga ikut menikmati ciuman itu..

***

Seperti biasa, Jiyeon berjalan menyusuri koridor SHINWA HIGH SCHOOL dengan 2 sahabatnya disamping kanan dan kirinya..

Krystal dan Luna..

Jiyeon lagi-lagi melamun hingga ia tidak sadar, ia akan bertabrakan dengan seorang namja yang terlihat juga sedang bercanda dengan beberapa chingunya.. Hingga..

Bruk! Jiyeon hampir saja terjatuh jika tidak namja itu menahannya..

Deg! Jantung Jiyeon berdetak dengan kencangnya.. wajahnya bersemua merah jika membayangkan kejadian kemarin.

Namja itu juga terlihat menatap Jiyeon dalam, sehingga mereka tersadar.

“Berhati-hatilah.. kau hampir saja mematahkan lehermu”ucap Minho pelan lalu berlalu seakan tidak ada hal apapun terjadi diantara mereka. Semua orang di Koridor memandang Jiyeon dengan tatapan aneh.

“wae?” Ucap Jiyeon merasa aneh dengan Krystal dan Luna yang masih tampak melongo..

“Anniya”Jawab mereka serempak.

***

( Jiyeon Pov )

Aku masuk kedalam apartement Minho Sunbae, seperti hari-hari biasanya. Aku dijadikan pembantu olehnya, membersihkan apartementnya dan juga memasakkan makanan untuknya, dan tentang ciuman itu? Entahhlah.. seharusnya aku bisa saja menolak , tetapi appaku bisa menjadi taruhannya karena keluarga Choi mempunyai saham besar diperusahaan appaku.

Aku melepaskan kacamataku lalu mengikat rambutku keatas. Pekerjaan ini harus selesai dengan cepat, supaya aku tidak bertemu namja yadong itu. Ya, setiap kami bertemu, ia tidak pernah lewat menciumku.. sepertinya ia tergila-gila dengan bibirku..

Walaupun mempunyai sifat pendiam, aku akan menjadi sangat cerewet jika aku penasaran..

Aku mulai menyapu apartement besar itu dan juga mengepelnya, aku juga tidak lupa mencuci beberapa piring kotor yang terlihat menumpuk dan membersihkan majalah yang berhambur kesana kemari.

Namja ini sepertinya sangat suka membuat berantakan apartementnya ini dan ia juga sepertinya sangat sering membuat pesta di Apartementnya ini..

Aku membuka mataku dan aku baru sadar bahwa aku tertidur. Aku menatap sekelilingku, apakah namja itu belum pulang? Syukurlah.. Aku dengan cepat berjalan kearah pintu, tetapi belum sempat aku membuka pintu. Pintu itu sudah terbuka dengan sempurna.

Aku terkejut, saat aku ingin menerobos keluar. Minho malah menahan tanganku, jangan  bilang ia akan menciumku lagi? Andwe..

Saat aku menatap matanya, aku melihat sorot kesedihan disana. Tidak biasanya.. ia tiba-tiba saja menyudutkanku dan menciumku dengan liar, entah mengapa ciumannya kali ini sangat berbeda. Aku mencengkram bajunya kuat, apa yang terjadi padanya? Ciumannya sampai pada leherku, saat tangannya akan membuka kancing seragam sekolahku aku menahannya..

“Wae?”

Bukannya menjawab ia malah melepaskan tangannya dari pinggangku dan berjalan kearah kamarnya.

“WAE” Aku meninggikan suaraku

“Sebaiknya kau pergi”ucapnya dengan nada dingin.. tidak biasanya..

“Minho-ah”ini kali pertama aku memanggilnya dengan menyebut namanya.

Aku berjalan pelan kearahnya, entah keberanian dari mana aku membalikkan tubuhnya. Matanya terlihat memerah. Apakah ia baru saja menangis?

Ia tiba-tiba saja memelukku dan menangis dengan derasnya,apa yang terjadi padanya? Aku merasa sangat sedih melihatnya yang seperti ini. Aku menepuk pundaknya pelan sambil terus memeluknya yang tidak berhenti menangis? Apakah ada yang menyakiti perasaannya?

“Ada hal yang terjadi?”tanyaku

“Hikzz..”Ia hanya dapat menangis..

“Aku bisa merasakan kesakitanmu” Ucapku menepuk pundaknya.

***

( Choi Minho Pov )

 

Aku pulang ke Apartementku dengan keadaan kacau, apakah tidak ada yang menyayangiku dengan tulus didunia ini? Apakah sudah tidak ada yang perduli padaku? Eomma dan Appaku bahwa sudah lupa kapan hari ulang tahunku dan mereka dengan sesuka hati meninggalkanku. Apakah mereka kira dengan uang mereka, mereka dapat memberiku sebuah kebahagiaan? Mereka sangat salah, karena kesibukan mereka. Mereka membuat jarak diantara diriku dan mereka, dan mereka juga membuatku merasa sangat membenci mereka.

Saat aku masuk, aku menemukan yeoja itu. Yeoja tempo hari yang kucium begitu saja dan sekarang ia bagaikan sebuah madu untukku. Aku tidak bisa jauh darinya, lebih tepatnya aku sangat menyukai bibir manisnya. Bibir yang bisa membuatku tenang.. Apakah itu berarti kami jodoh? Tetapi aku tidak mempunyai perasaan apapun padanya..

Saat ia akan menerobos keluar, aku memegang tangannya dan langsung menciumnya. Hatiku merasa sedikit tenang, tetapi ciuman itu tidak bisa menyembuhkan rasa sakit hatiku. Aku ingin menangis dipelukan orang tuaku sekarang.. aku ingin mereka menyayangiku. Aku ingin mempunyai kehidupan normal.. aku ingin..

Aish! Percuma saja,, mereka tidak pernah mementingkanku.. aku tidak berguna untuk mereka. Aku hanya pajangan untuk mereka..

Setelah selesai menikmati bibir yeoja itu ia tiba-tiba saja mendorongku, dan aku berbalik dan menyuruhnya pergi. Hingga sebuah tangan membalikkan tubuhku, dan untuk pertama kalinya seseorang memeluk tubuhku saat aku kesepian dan sedih. Ia menepuk pundakku pelan dan memelukku dengan amat erat.. Hangat! Pelukan yang sangat hangat.

Aku menangis dipelukan hangatnya, apakah Jiyeon menyayangiku? Apakah ia perduli dengan namja tidak berguna sepertiku?

***

( Author Pov )

Minho hanya dapat diam, matanya sedikit berkaca-kaca melihat kue kecil dengan lilin kecil diatasnya. Jiyeon hanya dapat tersenyum malu, karena uang jajan yang diberikan orang tuanya hanya dapat membelikan kue kecil itu.

Jiyeon tahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahun namja itu dan ia tahu bahwa namja itu sangat kesepian walaupun disekolah namja itu terus tersenyum. Minho menampilkan wajah datar didepan Jiyeon walaupun dihatinya ia sangat bahagia,,

“Sunbae..”

“Saengil Chukkae Hamnida, mungkin aku terlambat mengucapkan hal ini dan mungkin kue yang ku beri untukmu tidak seberapa dengan barang yang diberikan oleh para Fansmu”

“Tetapi aku memberikan ini dengan semua uang jajanku dan kau tidak boleh menolak untuk memakannya”Ucap Jiyeon sambil menyodorkan kue kecil itu. Minho masih menatap datar Kue itu.

“Simpan saja disitu”

“Aish! Sunbae”

“Aku sudah tidak lapar , sebaiknya kau pulang”

“Arraseo! Awas saja jika kau tidak memakannya Sunbae”ucap Jiyeon lalu mengambil tasnya dan berlalu begitu saja, sedangkan Minho tersenyum kecil.

 

Jiyeon sampai dirumahnya, hanya kesunyian yang ia dapatkan. Jiyeon akhirnya menepuk dahinya bodoh. Ia lupa bahwa eomma dan appanya akan pergi Ke Pulau Jeju selama 3 hari dan itu artinya ia akan tidur sendiri dirumah sederhananya itu.

Jiyeon masuk dan menyalakan lampu rumahnya, lalu masuk kedalam kamarnya. Ia duduk sambil memegangi jantungnya yang sedari tadi terus berdetak. Ia kembali mengingat bagaimana Minho menciumnya..

‘Aku menyukainya’batin Jiyeon senang. Jiyeon tersenyum amat lebar, senyum yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun. Karena ia adalah orang yang pendiam, tetapi jika sudah kenal dekat dengannya.. Jiyeon bisa dikatakan normal dan suka berbicara.

‘Aku bisa gila’ Batin Jiyeon, sambil menggeleng ..

Wajah Minho terus terbayang diingatannya, saat Minho menangis dan saat Minho menatapnya dan juga saat Minho tertawa dihadapannya. Perlahan senyum Jiyeon muncul..

***

Jiyeon memasang jaket tebalnya, karena musim salju tengah melanda Seoul. Jiyeon menggerutu kesal karena Minho mengajaknya untuk bertemu. Ia keluar dari rumahnya sambil menatap sekitarnya. Semuanya tertutup salju termasuk jalan-jalan disekitar rumahnya.

“Dingin”

Jiyeon berjalan meninggalkan rumahnya dan pergi ke kawasan Apartement Minho. Jiyeon berjalan pelan kearah kamar Minho dan membukanya , saat ia masuk .. Mulutnya hanya dapat menga-nga melihat keadaan Apartement itu.

‘Bersih, apa yang ia inginkan dengan memintaku kemari.. aish! Namja ini,,’

“Sunbae”

Jiyeon berjalan masuk dan tidak menemukan siapapun, ia berjalan mengelilingi Apartement itu. Hanya kesunyian yang ia dapatkan..

“Kemana ia”Gerutu Jiyeon

Jiyeon hanya dapat menghela nafas, jika bukan demi orang tuanya ia tidak akan mau mengikuti semua perintah Minho. Jiyeon menunduk pelan.. tetapi tiba-tiba saja Mantel yang ia pakai terlepas membuat Jiyeon terkejut. Tetapi saat ia hendak berbalik sebuah tangan memeluknya dari belakang.

“Tenanglah Chagi”Bisik seseorang dengan suara lembut membuat Jiyeon merasa sedikit geli

“Sunbae”

“Aku merindukanmu” Ucap Minho, padahal baru kemarin mereka bertemu. Jiyeon mencoba melepaskan dirinya..

“Sunbae.. le..pas”Jiyeon mendesah saat merasakan bibir Minho mulai bermain dilehernya hingga ketelinganya. Jiyeon tidak bisa menahan desahan yang sudah dengan lolos keluar dari mulutnya.

“Aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan ketua Osis itu”

“Sun..Bae”

“Kau milikku Park Jiyeon dan tidak ada yang bisa mengubah hal itu termasuk eomma dan appaku” Suara Minho menjadi sangat menyeramkan menurut Jiyeon. Terlebih lagi tangan namja itu sudah dengan lancangnya menyusup didalam baju Jiyeon..

“Hen…hentikan” dengan susah payah Jiyeon berbicara

***

( Jiyeon Pov )

Aku hanya dapat mendesah, begini kah rasanya? Aku sering mendengar teman-temanku mengatakan tentang hal semacam ini dan mereka mengatakan bahwa mereka pernah mengalaminya.

Semua pakaian atasku semuanya sudah terbuka..

Sedangkan namja itu sepertinya tidak mau menghentikan perbuatannya pada tubuhku. Apa yang harus ku lakukan? Aku tidak mungkin menolak, ia sudah mengancamku dengan ancaman yang sangat menakutkan.

Ia menciptakan banyak bekas dileher dan belahan dadaku. Aku mengangkat wajahnya, aku harus menghentikan ini..

“CUKUP!”

 

Setelah beberapa menit, aku mengatur nafasku dan kembali memakai bajuku. Aku tidak menangis, aku hanya diam sambil menutup wajahku. Aku mendengar suara nafasnya yang memburu. Aku tahu bahwa ia sedang berusaha mengendalikan nafsunya yang mungkin sudah mulai tidak terkontrol olehnya. Wajahnya terlihat memerah dan aku dapat melihat ketampanannya..

“Aku tidak pernah seingin ini dengan seorang yeoja” Ucapnya pelan

“Aku tidak pernah merasa ber Ambisi untuk memiliki seorang yeoja, bagiku semua yeoja sama. Tetapi setelah kau datang, aku merasa ada hal yang berbeda dari dirimu yang membuatku ingin memilikimu”

“Jiyeon… menikahlah denganku”

“MWO”

Aku tidak tahu apa yang harus ku katakan, apakah aku salah dengar? Aku harus segera pergi dari sini,, Aku berdiri dan hendak mengambil kacamataku.. hingga sebuah tangan menahanku.

“Aku bersungguh-sungguh”

“Sunbae”

“Ta..Tapi aku belum lulus”

“Bukankah kau Loncat kelas? Dan berarti Tahun ini kita akan lulus secara bersamaan..” Aku meneguk liur ku pahit. Aku menatapnya yang sekarang sudah menatapku dengan pandangan mata yang tajam dan seakan mengancam. Aku akhirnya mengangguk, aku tidak bisa melakukan apapun. Disisi lain aku juga mencintainya..

~FLASHBACK OFF

 

*

*

*

*

( Author Pov )

Jiyeon menatap Minho dengan tatapan aneh. Setelah mendengar cerita Nampyeonnya itu, ia baru sadar bahwa pernikahan mereka yang berlangsung sangat cepat dahulu adalah ulah Minho yang mengancamnya.

“Oppa.. kau licik”

Minho terkekeh kecil mendengar kekesalan Jiyeon. Minho memeluk Jiyeon dari belakang sambil mencium aroma tubuh gadisnya itu.

“Oppa kau membuatku geli” Ucap Jiyeon saat Minho dengan sengaja memasukkan tangannya pada baju Jiyeon.

Jiyeon berbalik dan memeluk tubuh Minho dengan amat erat, perlahan serpihan ingatan masa lalunya kembali terkumpul dibenaknya.

“Oppa”

“ne”

“Dimana Luna dan Krystal sekarang”

“Kau tidak tahu?”

“Ne”

“Bukankah dulu mereka pergi Ke New York untuk melanjutkan sekolah mereka. Aku yakin jika mereka kembali, mereka akan terkejut melihatmu yang tidak mengingat mereka”Kekeh Minho

“YA”

“Apa yang akan mereka katakan jika melihatmu yang sekarang, super cerewet dan Hyperaktif”

“Oppa.. berhenti mengejekku”

Minho hanya dapat terkekeh geli melihat wajah Jiyeon yang sudah memerah dibuatnya. Jiyeon memeluk Minho kembali..

“Ceritakan lagi Oppa”pinta Jiyeon

*

*

*

*

~Flashback

 

Jiyeon menatap pantulan dirinya didepan cermin dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tidak percaya bahwa ia akan menikah diumur yang bisa dikatakan sangat muda. Seorang namja terlihat muncul dibelakangnya

“Appa”

“ Berat bagi appa dan eomma melepaskanmu, tetapi kami harus. Kami tidak bisa menolak karena itu keinginanmu”

“Appa Mianhae”

“Appa harap kau bahagia bersamanya, jadilah Anae yang baik untuknya”

“Ne Appa”

“Kajja,, kita harus pergi”

Jiyeon berjalan disamping Appanya dengan wajah tegang karena ini adalah pertama kalinya ia menjadi seorang pengantin. Jiyeon berjalan diatas altar dengan wajah cantiknya, seorang namja tengah berdiri sambil menatapnya dengan tersenyum diujung altar..

Acara pun dimulai, acara yang dipenuhi dengan air mata Nyonya Park yang harus melepaskan puterinya.

Kini saat yang ditunggu-tunggu oleh Minho tiba. Perlahan namja itu membuka kain putih yang menutup wajah Jiyeon. Wajah Jiyeon memerah saat melihat wajah Minho yang sudah sangat dengan dengan wajahnya..

Cup!

Bibir Minho sukses mendarat dibibir lembut dan merah milik Jiyeon. Mereka menikmati ciuman mereka, sedangkan orang-orang didepan mereka memotret moment berharga itu termasuk orang tua jiyeon yang terlihat tersenyum tulus melihat puterinya yang sudah mendapatkan namja yang ia impikan.

~Flashback Off

*

*

*

“Oppa, apakah saat kau menikahiku kau sudah mencintaiku”Pertanyaan itu terlontar dengan sukses dari mulut Jiyeon. Minho mengangguk..

“Aku sudah menyukaimu sejak kau tanpa sengaja menabrakku . Dulu saat penerimaan siswa baru, kau terlambat dan karena kau terburu-buru kau tanpa sengaja menabrakku. Awalnya aku hanya menganggapmu sebagai yeoja ceroboh , tetapi tanpaku sadari aku selalu memperhatikanmu. Aku juga selalu pulang sore karena menunggumu, ya walaupun kau tidak tahu. Aku sangat terkejut saat melihatmu yang hampir saja terjatuh dari tangga, jadi aku berlari untuk menolongmu , aku sangat senang saat mengetahui kau tidak apa.. “

“Jadi”

“Jadi aku menggunakan alasan kau harus bertanggung jawab dengan berdarahnya tanganku..”

“cih”

“Wae?”

“Kau licik Oppa, ckckckck”

“Biarpun licik, aku akhirnya mendapatkanmu bukan”Ucap Minho sambil mencium bahu Jiyeon.

“Jangan mulai Oppa, kemarin kau sudah menyerangku”

“Wae? Aku nampyeonmu bukan? Jadi tidak masalah”

“Aku tidak sanggup -,- beri waktu”

“Aigoo”

***

Seorang yeoja dengan anggunnya melangkahkan kakinya di Bandara Seoul, ia tersenyum kecil sambil menatap sekelilingnya..

‘Aku akan menyatakan perasaanku padamu Choi Minho’

Yeoja itu menarik kopernya dengan sambil terus berjalan…

Ia tersenyum kecil sambil membayangkan wajah namja yang ia cintai yang mungkin tidak mencintainya
TBC OR END?

Gomawo udah mau baca Fanfiction Author yang super duper gaje -_- jangan lupa RCL nya Ne ^^ Bye

 

 

One More Time ( Part 1 Of 2 )


wpid-tumblr_ma4pvjGiV61rdy7zvo2_1280.jpeg

Tittle : One More Time

Author : Marsa_Queens

Type : Chaptered

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

( Main Cast )

  • Park Jiyeon
  • Choi Minho

( Other Cast )

  • All

Annyeong ^^ Author Kembali dengan Fanfiction terbaru Author :D Fanfiction yang tiba-tiba muncul diotak author setelah author melihat wajah seseorang teman.. Semoga ceritanya nyambung dan gak Gaje ^^ Gomawoo.. jangan lupa RCL nde #Peluk 

*

*

*

( Jiyeon Pov )

Apakah aku kurang menarik? Huft.. Sudah semua cara ku lakukan agar Minho mau menyentuhku layaknya kekasih. Aku sudah cukup besar bukan? Minho Sunbae terlalu lama berkencan dengan buku-bukunya itu.

Seperti biasa, aku berjalan menyusuri koridor sekolah Kirin Art School. Sekarang aku sudah duduk dibangku kelas 2, sedangkan Minho sudah duduk dibangku kelas 3 dan itu berarti ia semakin sibuk.

Selama kami menjadi sepasang kekasih, ia tidak pernah sekalipun senyum padaku ataupun membelai rambutku layaknya kekasih,, yah,, walaupun harus ku akui bahwa aku yang lebih dulu mengejarnya dan menyatakan perasaanku padanya.

Aku masuk kedalam perpustakaan yang terlihat sangat hening dan menemukan seorang namja tampan tengah duduk sambil menatap buku ditangannya dengan wajah yang berkonsentrasi.

“Sunbae”

“Kau lagi”

“Kau tidak lapar? Kajja kita makan”

“Kau saja”

“Sunbae”

“Sana pergi.. jangan ganggu”

Aku hanya dapat mendengus pelan, aku duduk didepannya sambil membawa buku yang baru saja ku ambil.

“Sangat cocok padamu.. Dinosaurus membaca buku tentang Dinosaurus”Ucapnya masih dengan nada datar. Apa ia mengejekku? Hey.. hal yang sangat jarang terjadi. Aku menatapnya dengan tatapan kesal..

Aku harus membalas ejekkannya.. ‘Jelek’ Ah, dia tidak jelek sama sekali dan jika aku mengatakan ia tidak keren, ia sebenarnya sangat keren..

***

Hari ini aku pulang bersama Minho, ia hanya diam sepanjang perjalanan. Aku menatap pemandangan diluar dari mobil mewahnya ini, Minho Sunbae memang orang kaya raya dan sangat populer disekolah.

“Sudah sampai”

“Ne”

“Gomawoo Sunbae”

“Ne” Ia hanya menjawab ucapanku dengan kata ‘ne’ benar-benar ! apakah ia masih menganggapku sebagai kekasihnya. Hufttttt…

“Sunbae”

“Ne”

“Apakah kau punya waktu ? Lusa aku, Luna dan Krystal akan mengajak namjachingu kami ke Mal .. kau mau ikut?”

“Aku sibuk”

“Sunbae!”

“Ne,,ne”

“Gomawoooo”

“Jangan menjadi seperti yeoja Hyperaktif dihadapanku.. aku tidak menyukainya”

“Ne Sunbae” Ucapku menunduk lalu keluar dari mobilnya. Tanpa ada senyum, ia langsung berangkat begitu saja. Apa yang harus ku lakukan biar namja itu luluh? Apakah aku harus menggodanya.. tetapi ia sepertinya namja yang tidak bisa tergoda..

Aku masuk kedalam rumahku dengan wajah lesu, Huh! Mengapa kami tidak pernah seperti pasangan lainnya yang bermesra-mesraan? Huftt..

Benar-benar….

***

( Author Pov )

Jiyeon dengan senyum diwajahnya pergi ke ruangan Minho, tetapi langkahnya terhenti saat melihat beberapa yeoja yang terlihat duduk disamping kanan dan kiri Minho. Yeoja-yeoja itu terlihat mengobrol bersama Minho yang terlihat sedang asiknya membaca.

‘Mengapa ia tidak marah ? bukankah biasanya jika aku berada didekatnya ia akan marah’pikir jiyeon dengan cemberut

‘Mengapa? Saat giliran yeoja-yeoja centil itu ia malah terlihat tenang-tenang saja’ Batin Jiyeon lagi. Wajahnya memerah menahan cemburu

“YA! BAE SUZY! LEE JIEUN! Menjauhlah dari SEOBANG-ku”

“MWOYA! PARK JIYEON”Ucap Suzy yang terlihat tidak terima dibentak begitu saja. Minho menatap jiyeon sekilas kemudian kembali terfokus pada bukunya. Bukan hanya sekali ini Jiyeon membuat ulah..

“Ayolah! Kami hanya ingin belajar”Ucap Jieun dengan nada sinis

“BELAJAR! Hey.. kalian pikir aku tidak tahu siapa kalian? Dua yeoja yang selalu menggoda Minho Sunbae! Ya! Kalian lupa jika aku adalah yeojachingunya?”

“Yeojachingu? Tunggu.. bukankah kau yang menyatakan perasaan padanya dan mengejar-ngejarnya? Mungkin karena ia sudah bosan, makanya Minho sunbae menerimamu. Minho Sunbae sudah lelah dengan kau yang setiap hari mendekatinya.. “ Ucapan Jieun terpotong

“Anni, Ia tidak terganggu” Ucap Jiyeon menyangkal

“Aku terganggu! Bisakah berhenti membuat kegaduhan?”

“Minho Sunbae”Ucap Jiyeon

“Kau dengar ? Kau itu hanya penganggu! Seharusnya kau itu sudah menyerah, Minho sunbae tidak menyukaimu”

“MWO! Minho Sunbae menyukaiku”Ucap Jiyeon dengan suara yang mulai mengecil dan mata yang berkaca-kaca sambil menatap Minho dan dua yeoja yang kini tengah menatapnya dengan tatapan merendah.

“Aku ingin tertawa mendengarnya! Apakah kau sadar bahwa selama ini kau itu seperti yeoja yang tidak punya pekerjaan, selalu menganggu namja yang sudah jelas tidak menyukaimu? Apakah kau pernah mendengar Minho Sunbae mengucapkan bahwa ia menyukaimu?” Ucap Suzy sambil menatap Jiyeon sinis

“Su…Sunbae” Jiyeon memanggil Minho.

Minho tidak menatapnya sama sekali dan malah menatap bukunya dengan fokus.

‘apakah ia benar-benar tidak menyukaiku’batin Jiyeon hendak menangis

Jiyeon berbalik dengan bekalnya yang masih berada ditangannya. Rasa sakit itu membuatnya ingin menangis.. tetapi ia menahannya, walaupun begitu .. ia tidak bisa menahan air mata itu lagi,,

Hingga…

Seseorang menarik tangannya membuat menoleh dan menemukan Minho didepannya dengan nafas memburu..

“Wae?”

“Ada apa?”

“Anniya”Jawab Jiyeon

“Kau menangis”

“Anni”

Minho menghapus air mata Jiyeon, ia menatap Jiyeon dengan tatapan yang sangat lembut. Tanpa mereka sadari, mereka menjadi pusat perhatian..

“Jangan menangis, mereka salah jika mengatakan aku tidak menyukaimu. Aku tidak mungkin menerimamu jika aku tidak menyukaimu, jadi jangan menangis karena ucapan mereka. Kau seharusnya yakin bahwa aku menyukaimu”Ucap Minho, mata jiyeon berkaca-kaca.. baru kali ini Minho berbicara dengan kalimat panjang padanya.

“Sunbae”

Jiyeon memeluk minho dengan senyum. Hatinya merasa sangat senang terlebih lagi saat ia merasakan Minho membalas pelukannya..

***

Jiyeon menatap kedua sahabatnya yang tengah bemesraan dengan kekasih mereka. Jiyeon menampilkan wajah iri nya, terlebih lagi saat ia melihat Krystal berciuman dengan Kang Min Hyuk kekasih krystal. Sedangkan luna terlihat dengan senangnya berpelukan mesra dengan namjachingunya Lee Jin Ki

Lagi-lagi Jiyeon menghela nafas, sepertinya Minho tidak akan datang lagi. Namja itu terlalu sibuk dengan bukunya.

Jiyeon mengambil tasnya, dan memutuskan untuk pergi. Dari pada ia menjadi obat nyamuk.

Jiyeon berjalan mengelilingi Mal itu hingga..

Ia menatap seorang namja dan seorang yeoja yang tengah menari dengan tubuh gemulai dan banyak orang yang menonton disana. Jiyeon menatap yeoja yang terlihat sangat lihai dan lincah menari itu dengan baju yang bisa terlihat sangat sexy..

Wahh..bukankah itu Tarian Trouble Make Now, daebakk! Yeoja itu terlihat sangat sexy terlebih lagi bentuh tubuhnya sangat Ideal “ Pikir Jiyeon

Apakah Jika aku memakai baju seperti itu, Minho Sunbae akan menyukaiku? Dan akan menyentuhku layaknya kekasih? >.<Pikir Jiyeon dengan pikiran Yadong-nya. Karena keasikkan melamun Jiyeon tidak menyadari bahwa seseorang tengah memperhatikannya dan sebuah jitakkan mendarat mulus dikepalanya.

“AISH!”kesal jiyeon..

“YAK! JUNG SOO JUNG!”Kesal Jiyeon

“Kekek”Krystal hanya dapat terkekeh geli melihat kekesalan Jiyeon padanya.

“Aku kesana ne”Ucap krystal dan Minhyuk yang berlalu dari hadapan Jiyeon yang masih menampilkan wajah kesal. Tiba-tiba sebuah tangan menutup matanya..

“Aish! Luna-ah, aku tahu itu kau.. jangan mengerjaiku seperti sahabatmu yang Pabo itu! Aku ingin pulang, lepaskan”

“Shirreo”

“M..Minho Sunbae”kaget Jiyeon saat melihat seorang namja tampan dengan wajah tampan berdiri dibelakangnya. Namja itu hanya tersenyum kecil..

“Kau datang”

“Mian, aku ada sedikit urusan di Perpustakaan tadi”

“Nde” Senang Jiyeon.

***

( Jiyeon Pov )

Tidak ada yang istimewa dengan kencan kami. Minho Sunbae lebih senang berkencan dengan buku-bukunya dibandingkan diriku, sedangkan aku hanya dapat menatapnya dengan tatapan bosan. Apakah ia tidak lelah membaca buku membosankan itu? Aku melihatnya saja sudah sangat tidak tertarik..

“Sunbae”

“Ne”

“Apakah kau merasa aku cantik?”

“Biasa saja”

“Mwo! Lebih cantikkan siapa aku dan Suzy”

“Kau”

“Kalau dengan Jieun”

“Entahlah”

“mwo”

“Ia mempunyai suara bagus, sedangkan kau mempunyai suara yang super cempreng ( Sumbang ) apalagi jika kau berteriak, gendang telinga orang yang mendengar mungkin akan tuli”

“Sunbae.. sebenarnya yeojachingumu itu aku atau Jieun”

“Kau”

“Tetapi mengapa kau malah memujinya”

“Fakta”

“YA!”

***

Aku mengajak Minho Sunbae untuk pergi ke Pantai kota, pasti melihat matahari terbenam sangat menyenangkan. Aku tidak sabar..

Minho sunbae terlihat membaca buku tentang sejarah, sedangkan aku menatap matahari yang sebentar lagi terbenam..

“Sunbae,, lihat”

Minho Sunbae terlihat menatap matahari itu, ia tersenyum dengan amat lebar. Senyum yang tidak pernah ku lihat sebelumnya. Aku terus menatapnya dengan lekat, tanpa sadar aku tersenyum melihatnya yang tersenyum cerah..

Sunbae.. aku sangat mencintaimu..

Aku tidak ingin hubungan ini berakhir, aku merasa kita cocok.

***

( Author Pov )

Minho dan Jiyeon terlihat sangat menikmati pemandangan dihadapan mereka. Tetapi tiba-tiba sebuah suara menganggu Jiyeon dan Minho..

“Oppa”Terdengar suara lembut dan halus yeoja yang duduk tidak jauh dari Minho dan Jiyeon. Yeoja itu bersama namjanya yang tampak merangkulnya..

“Ne Chagiya”

“Kau mencintaiku?”

“Tentu saja.. aku sangat mencintaimu”

“Mengapa kau bisa mencintaiku”

“Aku tidak tahu, aku mencintaimu tanpa alasan,, bagiku kau adalah yang terbaik”

“Jeongmal”

“Ne Chagiya”

“Oppa Saranghae..”Yeoja itu memeluk namja tampan disampingnya. Jiyeon menatap dua orang manusia itu dengan tatapan terkagum-kagum. Ia seperti menonton sebuah film. Sedangkan Minho hanya dapat menatap datar kedua orang itu,,

“Sunbae… mereka sangat ROMANTIS”ucap Jiyeon dengan sangat Antusias..

“Biasa saja”

Jiyeon hanya dapat mendengus, bagaimana bisa namja itu tidak kagum dengan kebesaran cinta dua orang yang sekarang menjadi topik pembicaraan mereka.

“Kajja kita pulang.. aku sibuk”

“Ne” Jawab Jiyeon, padahal ia ingin lebih lama bersama namjanya itu..

Sesampai dirumah Jiyeon, Jiyeon hanya diam disebelah Minho tanpa berniat turun sedangkan Minho sudah menatap Jiyeon dengan tatapan bertanya..

“Turun”

“Sunbae”

“hmm..”

“Cium aku”

“Mwo”

“Cium aku, bukankah kau namjachinguku? Aku belum pernah merasakan yang namanya ciuman pertama”

“Shireo”

“Sunbae!”

“Shireo!”

“Wae? Bukankah kau bilang kau menyukaiku. Krystal dan Luna sudah sangat sering berciuman dengan kekasih mereka”

“Turunlah”

“Sunbae! “

“Aku bilang turun”ucap Minho dengan nada datar, karena menurutnya berdebat dengan Jiyeon adalah hal yang membuang banyak waktu. Jiyeon menatap kecewa Minho bagaimana bisa namja itu bersikap sangat dingin padanya? Padahal ia sangat mengharapkan Minho akan menjadi namja yang sangat romantis dan selalu memberikan kehangatan untuknya.

“Arraseo! Jika Sunbae tidak mau menjadi First Kissku.. masih banyak namja yang mau ku cium! Besok aku menghampiri Suho Sunbae saja”Ucap Jiyeon dengan nada sewotnya lalu keluar dari mobil Minho.

Jiyeon berlalu begitu saja masuk kedalam rumahnya, Jiyeon melirik sedikit mobil Minho yang masih terparkir didepan rumahnya.

‘ada apa dengannya? Tumben sekali ia betah didepan rumahku ‘

***

Kirin Art School dihebohkan dengan kedatangan Jiyeon dengan seorang namja. Suho.. salah satu Namja Populer di Kirin Art School, dengan bangganya Jiyeon menggandeng tangan Suho memasuki koridor sekolahnya. Tanpa mereka sadari, mereka berpas-pasan dengan Minho yang terlihat fokus membaca buku.

Jiyeon melirik Minho yang terlihat sama sekali tidak perduli ia menggandeng tangan Suho. Jiyeon menghela nafas pelan..

Ia sudah sangat bingung dengan sifat namjachingunya yang bisa berubah-ubah itu. Kadang Minho baik padanya, tetapi Minho lebih sering bersikap mengabaikannya,,

Jiyeon berbalik dan berjalan disamping Minho..

“Mengapa kau malah mengikutiku”

“Anni , aku tidak mengikutimu”

“Jadi? Apa yang kau lakukan dengan berjalan disebelahku?” Datar Minho

“Aish! Ya sudah”

“Kau mau menghampiri Suho lagi? Hati-hati kau bisa menjadi yeojachingu ke-8 nya” Ucap Minho datar

‘Ige Mwoya! Jadi ia menyadari bahwa tadi aku bergandengan tangan bersama Suho Sunbae? Benar-benar.. apakah ia tidak cemburu T_T Pikir Jiyeon dengan tampang bodohnya.

“Kau tidak cemburu” Tanya Jiyeon

“Anni”

“Aish!”

“Tentu saja”

“Ne?”

“PABO” Minho hanya dapat menghela nafas pelan. Bagaimana ia bisa menerima yeoja Se-Lola Jiyeon menjadii kekasihnya.

***

Jiyeon tercekat, kakinya terasa membeku mendengar ucapan appanya. Ia hanya bisa terdiam sambil menatap kedua bola mata appanya dengan tatapan sedih dan tidak terima .

“eomma benarkah”

“Ne chagiya, sebaiknya segera siapkan barangmu”

“eomma..”

“Appa tidak bisa membantah sayang, Direktur sudah menempatkan appa untuk bekerja di Luar Negeri, kita tidak bisa membantah itu.. Jika kita membantah maka appa akan kehilangan pekerjaan”

“Appa.. bolehkah aku bertemu Minho Sunbae”

“Nde, tetapi jjangan terlalu lama, biar eomma mu yang mengemasi baju-bajumu”

Jiyeon berlari keluar dari rumahnya dengan air mata yang terus berjatuhan. Ia masuk kedalam mobilnya  lalu menuju rumah Minho.

***

Jiyeon sampai di Apartement Minho, ya.. Minho memang memutuskan untuk tinggal sendiri di Apartementnya

“wae?”

“Su..Sunbae”

“Jangan banyak bicara, langsung saja. Aku masih banyak pekerjaan, jika kau berniat mengangguku sebaiknya kau pergi. Aku tidak punya banyak waktu, dan aku mohon untuk sebulan ini jangan mengangguku”Ucap Minho dengan wajah dingin dan menatap Jiyeon.

Jiyeon menatap Minho dengan tatapan berkaca-kaca

“Sunbae kau ingin aku pergi”

“ne, memangnya kau ingin bicara hal apa?”

Jiyeon menggeleng pelan..

“Sunbae, bolehkah aku menciummu. Aku mohon, aku akan tidak bertemu denganmu” Ucap Jiyeon dengan manja

“Aish! Jangan, menjijikkan” Tolak Minho sambil menatap Jiyeon yang terlihat mengeluarkan Puppy Eyesnya. Minho menggeleng, sedangkan Jiyeon menarik tangan Minho manja.

Cup! Jiyeon menarik wajah Minho dan mendaratkan bibirnya pada bibir Minho kemudian melepaskannya. Minho terbelalak kaget..

“Aku hanya ingin first kiss ku bersamamu Sunbae”

“Apa yang kau lakukan! Kau menjijikkan”Marah Minho lalu masuk begitu saja. Jiyeon belum sempat mengucapkan selamat tinggal. Jiyeon hanya dapat menahan tangisnya.

‘mungkin Minho sunbae akan sangat senang dengan kepergianku’

***

( Choi Minho Pov )

Sudah seminggu Jiyeon tidak mengangguku, tumben sekali. Aku memegang bibirku sambil tersenyum, Jiyeon adalah yeoja terbodoh. Apakah ia tidak takut jika tiba-tiba aku menyerangnya? Aku namja normal.. aku tidak mau menyentuhnya karena aku tidak ingin merusak keindahannya.

Aku menatap sekeliling perpustakaan, biasanya perpustakaan ini akan sangat heboh jika Jiyeon datang.

Aku memutuskan untuk beranjak, aku ingin mencarinya. Aku merindukan yeoja paboku..

Saat aku kekelasnya , aku menyerit saat melihat orang lain menempati bangkunya. Pandanganku tertuju pada krystal dan Luna yang terlihat tidak bersemangat, mereka terlihat seperti manusia yang bosan hidup.

“Sunbae, kau mencari siapa”Tanya Jieun dan suzy yang tiba-tiba muncul dihadapanku.

“Jiyeon”

“Jiyeon? Jiyeon bukankah sudah tidak bersekolah disini lagi?” Ucap suzy dan Jieun serempak membuatku terkejut

“Mwo”

“Sudah dari seminggu yang lalu, ia pindah ke Luar Negeri..”

***

 

( Author pov )

 

~5 tahun kemudian

Seorang yeoja cantik dengan senyum merekah berjalan melewati pintu kedatangan dibandara. Yeoja itu menghirup udara Seoul untuk pertama kalinya setelah ia pergi meninggalkan Seoul lima tahun yang lalu.

‘Akhirnya, aku merindukan Negara kelahiranku’ batinnya

Yeoja itu berjalan sambil menyeret kopernya, hingga ia melihat seorang namja tengah menunggunya.

“Permisi, Kim Jong In Imnida, apakah Nona Park Jiyeon?”

“Ah, kau salah satu karyawan yang akan menjemputku? Kau dari Perusahaan Choi’s grup bukan?”

“Ne nona salam kenal..”

“Ne,, Aku Park jiyeon, desainer baru diperusahaan itu”

“Aku sudah tahu Nona”

Kim Jong In menatap Jiyeon dengan tatapan bersahabat lalu membantu Jiyeon membawa koper yang terlihat berat itu.

***

Jiyeon dan kai memasuki sebuah mobil yang terlihat sangat mewah.

“Kau sudah bisa membeli mobil semewah ini?”Tanya Jiyeon

“Ne, gajihku sangat besar. Choi’s Grup memberikan kita gajih yang lebih banyak dari perusahaan biasanya”Cerita Kai

“Jeongmalyo”

“Tetapi kau harus tahu, bahwa sudah lebih dari 20 Desainer yang dikeluarkan dari perusahaan itu. Mereka dikeluarkan dengan alasan tidak becus dan terlambat”

“Separah itu kah peraturannya?”

“Ne, semenjak Perusahaan dipegang oleh anak dari Tuan Choi, perusahaan menjadi sangat disiplin. Bahkan jika kau terlambat semenit pun kau akan dikenakan denda dan mungkin kau bisa dipecat”

Jiyeon bergidik ngeri mendengarnya..

“Aku sudah bisa membayangkan bagaimana disiplinnya direktur itu.. Apakah kalian menyukainya?”

“Ne, selain disiplin ia juga tampan. Tetapi ia juga sangat mengerikan “

“Ne?”

“Ia sangat tidak menyukai hal-hal berbau kotor dan ia juga tidak suka dengan keributan, baru-baru ini seorang desainer baru dipecat karena tanpa sengaja menumpahkan kopi di jasnya”

“Wow! Daebak”

***

( Jiyeon Pov )

Aku memasuki rumahku, sudah lama aku tidak kemari. Aku merindukan kamarku dan.. Lupakan lah. Mungkin ia sudah melupakanku dan mungkin dulu ia tertawa lepas saat aku pergi.

Aku meletakkan koperku didalam kamarku dan berjalan mengitari rumah kami. Eomma dan Appa menetap di New York sedangkan aku bekerja di Seoul. Aku sangat beruntung bisa bekerja di perusahaan sebesar Choi’s grup. Perusahaan terbesar yang ada di Korea.

Aku menatap sekeliling rumahku, rumahku tampak sangat bersih. Karena setiap bulannya eomma dan appa menggajih seseorang untuk membersihkannya.

Aku menghempaskan tubuhku ke kursi lalu duduk..

Aku lelah dengan perasaanku yang tidak pernah bisa hilang, apakah ini yang dinamakan dengan cinta sejati? Aku merindukan Minho Sunbae, tetapi aku sangat takut bertemu dengannya, aku tidak ingin kedatanganku menganggunya.

Huft.. Choi Minho Saranghae..

Apakah sekarang ia sudah memiliki kekasih ataukah ia sudah menikah? Aish, hatiku sakit membayangkannya..

***

Aku terbangun saat merasakan sinar mentari menyinari kamarku. Aku harus segera bangun karena hari ini adalah hari pertamaku bekerja. Setelah selesai mandi, aku memilih-milih baju yang akan kugunakan hari ini, lucu jika aku mempermalukan diriku dihari pertamaku bekerja.

Akhirnya aku mendapatkan baju yang ku rasa cocok untukku. Aku siap untuk bekerja hari ini.

Aku berjalan keluar dari rumahku dan menemukan Kai sudah menungguku. Ia memang namja yang baik, aku dengar darinya ia akan segera menikah.

“Menunggu lama?”

“ne, sekitar 5 menit”

“ya.. itu tidak lama”

“Bagi orang disiplin waktu seperti itu sangat berharga”

“Cih”

Sepanjang perjalanan aku dan Kai terus bercanda, ia bercerita tentang hal yang sangat lucu.

***

Semua Karyawan diperusahaan ini sangat ramah padaku. Mereka sepertinya sangat pandai bergaul, aku sangat bahagia bisa bekerja disini. Aku duduk dimejaku, disebelah mejaku aku melihat seorang yeoja yang tidak asing lagi.

“Jung Soo Jung” Sedari tadi yeoja itu terlihat tidak menanggapi kedatanganku karena ia terlihat sangat sibuk dengan komputer didepannya. Sepertinya ia memang Krystal…

“Ya! Jung Soo Jung”

“Waee”Kesalnya lalu menatap kearahku..

“MWOYA! PARK JIYEON”Tiba-tiba saja ia berteriak dengan kencangnya. Ia sepertinya sangat terkejut dengan kehadiranku, ia bangkit dari kursinya dan berjalan kearahku seakan ingin menerkamku.

“PARK JIYEON!”Ia memelukku dengan sangat kuat membuatku hampir kehilangan nafas.

“jun..g ..So..o ..jun..g ..le..pas..kan”

Aku menghela nafas lega saat ia melepaskan pelukannya yang sangat kuat itu. Aku menatapnya dengan tatapan membunuh..

“YA! Mengapa kau tidak mengabariku”

“Aku sibuk”

“Ya! Kau lupa dengan ku eoh?”

“Ne”Ucapku

Krystal menatapku kesal tetapi kemudian ia tersenyum. Aku mengobrol dengan krystal, ia menceritakan semua yang terjadi saat aku pergi, tetapi ia tidak pernah menyebut nama Minho Sunbae saat ia bercerita. Aku terlalu takut untuk bertanya hal yang menyangkut Namja itu, aku tidak ingin sakit hati..

***

Sudah sebulan aku bekerja di Perusahaan itu, dan hari ini aku mendapatkan gajih pertamaku. Gajih yang sangat besar , pantas saja banyak orang yang bersaing untuk bekerja disini. Sudah sebulan juga aku tidak pernah menatap langsung wajah namja pewaris perusahaan besar ini, aku penasaran dengan namja yang sangat disiplin itu. Aku, Krystal dan Kai merayakan gajih pertamaku di sebuah Restaurant. Aku membayar makanan yang mereka pesan.. Ya diperusahaan itu, aku sangat dekat dengan kai dan Krystal..

“Aku dengar besok Direktur akan kembali”Ucap Kai

“Ne?”

“Ne , kau benar .. Besok aku dengar direktur akan kembali dari paris dan itu berarti kedisiplinan kita harus kita tingkatkan”Ucap krystal

“Ne?”Sedari tadi aku hanya dapat menyerit bingung dengan ucapan mereka.

“Direktur Choi akan kembali dari paris besok, dan itu berarti kau tidak boleh terlambat seperti biasa Nyonya Park”Sindir Krystal membuatku terkekeh. Ya, aku memang sering terlambat, untung saja mereka bisa menutupinya..

“Kalian tahu? Sejak aku bekerja, aku tidak tahu bagaimana rupa bos ku”

“MWO”Kaget Krystal

“Jeongmalyo? Kau tidak tahu?”Kagetnya

“Ne”

“Direktur Choi Adalah Choi Mi-“ Ucapan Krystal terputus karena tiba-tiba saja ponselnya berdering jadi ia harus mengangkat teleponnya. Aku tidak memusingkan ucapannya, aku memutuskan untuk mengobrol dengan Kai.

***

Setelah kembalinya direktur utama Choi, semua pekerjaan terasa bertambah berat dan juga semua karyawan harus datang tepat waktu. Benar-benar sangat disiplin.

Krystal keluar dari ruangan Direktur Choi dengan wajah sedih, jangan bilang desain yang kami buat ditolak lagi? Aish! Apa yang diinginkan namja itu?

“Wae?”

“Desain yang kita buat ditolak”Sedih Krystal, aku hanya dapat menghela nafas pelan. Aku sudah tidak bisa menahan kekesalanku, aku ingin bertemu dengan direktur sok sibuk itu. Ya, ini memang terdengar lucu,, tetapi memang kenyataan bahwa aku tidak pernah bertemu dengannya sekalipun dan hari ini aku akan bertemu dengannya dan langsung menceramahinya.

Aku merampas Desain itu dari tangan Krystal..

“Biar aku saja “

Tanpa mengetuk ruangannya, aku membuka pintu itu dengan kasar. Tetapi seketika langkahku berhenti, seorang namja tengah berdiri membelakangiku. Lagi-lagi jantungku berdetak?

Aku sudah terlanjut membuka pintu ini dan aku harus bisa mengeluarkan suaraku..

“DIREKTUR!”Aku membentaknya. Semua Karyawan berkumpul dipintu sambil menontonku dengan wajah yang sangat ketakutan. Namja ini tidak bisa dengan seenaknya menolak Desain yang kami buat, apakah ia tidak tahu bahwa kami sudah bekerja keras untuk membuatnya?

Namja itu berbalik, kakiku seakan melemas. Aku hanya dapat terpaku menatap namja yang sekarang juga tengah menatapku dengan tatapan datar dan dingin. Tidak mungkin.. Ja..Jadi Direktur Choi adalah Choi Minho??

Semua menatapku seakan menunggu apa yang akan ku katakan selanjutnya.. Jiyeon! Kau harus melupakan perasaanmu, ingat tujuan awalmu! Kau harus bisa mengucapkan apa yang ingin kau ucapkan! Aku mencoba menghilangkan keterkejutanku,,

“Wae?” Ia berjalan pelan mendekatiku, hingga ia tiba didepanku.. Tubuhnya sangat dekat denganku membuatku melangkah sedikit untuk mundur. Tatapan mata kami bertemu

“C..Choi Minhi! apa yang salah dengan Desain yang kami buat! Apakah kau tidak bisa menghargai desain ini? Apakah kau tidak tahu bagaimana perjuangan kami membuatnya? Apakah kau pernah berpikir bagaimana bahagianya kami jika kau memuji hasil desain kami? Bukan malah menghinanya!! Aku sudah tidak tahan dengan sikapmu! Kau seenakmu, kau tidak pernah memikirkan karyawanmu! Kau memang orang yang disiplin, tetapi apakah menurutmu semua orang bisa menjadi disiplin seperti dirimu? “Aku membentaknya..

“Baiklah”

“Ne?”

“Aku menerima desainmu”

“Mwo”

“Bukankah itu yang kau mau Park Jiyeon” Ia menatapku dengan tatapan yang tidak pernah ia tunjukkan padaku. Tatapan lembut yang penuh kerinduan.. ada apa dengannya.

***

Aku berteriak tidak jelas didalam rumahku. Tidak mungkin! Direktur Utama Perusahaan itu adalah Choi Minho Sunbae. Aigoo, aku bisa gila. Aku tidak bisa melupakan perasaan ini jika ia terus berada didekatku. Huftt!!

Apa yang harus ku lakukan? Ah benar,, aku pura-pura tidak mengenalnya dan hubungan kami sekarang hanyalah Direktur dan Karyawan.

Tetapi tidak ada kata putus diantara kami..

Choi Minho, mengapa saat aku berusaha melupakanmu kau malah kembali dan memenuhi otakku.

Tiba-tiba saja ponselku berdering, ternyata dari Kai..

‘Kau daebak! Bagaimana bisa kau membentak Tuan Muda Choi? Daebakk,, sebelumnya tidak ada yang berani membentaknya’

Aku hanya dapat menghela nafas, sudah banyak karyawan yang mengatakan bahwa aku hebat. Mereka belum tahu bahwa aku dan Choi Minho pernah menjadi sepasang kekasih.

***

Aku memasuki kantor dengan wajah tidak bersemangat, hari ini aku terlambat datang 1 jam. Biarlah jika aku akan dipecat, aku merasa sangat terancam dengan terus bertemu Minho. Perasaanku dapat kembali dan aku tidak ingin itu.. Perasaan yang sudah ku kubur kembali seperti semula.

Aku memasuki ruang rapat, Ya.. Hari ini memang ada rapat. Semua Karyawan menatapku termasuk Minho.

“Mian aku terlambat”

“Gwenchana,, duduklah”Ucap Minho datar. Mengapa ia tidak memecatku? Bukankah ia dikenal dengan kata Disiplin? Aish, seterah saja

Aku duduk disamping Krystal dan mengeluarkan beberapa Dokumen yang sudah ku rancang.

Aku menatap Minho yang memulai rapat, ia bertambah tampan dan juga dewasa. Aigoo, semua yeoja pasti menyukai namja sepertinya. Aish! Jiyeon apa yyang kau pikirkan? Kau menyukainya? Pabo  ! Kau tidak boleh menyukainya, ia tidak menyukai kedatanganmmu kau tahu!

***

( Krystal Pov )

Daebak! Minho Sunbae sepertinya benar-benar tahluk akan Jiyeon, buktinya ia tidak membentak ataupun memarah Jiyeo karena Jiyeon terlambat. Padahal baru saja Minho Sunbae memarahi Kai yang terlambat 2 Menit..

Jika Karyawan lain tahu, mereka pasti akan berpikir hal yang sama sepertiku.. Jiyeon dan Minho saling mencintai..

Aku dan Jiyeon meninggalkan ruang rapat, aku mendengar Jiyeon menghela nafas, yeoja ini berusaha melupakan perasaannya pada Minho Sunbae tetapi terlihat Sulit. Apa yang harus ku lakukan? Apakah aku harus membantu mereka?

Dua orang itu tidak akan pernah mengakui perasaan mereka, aku mengenal mereka sejak SMA.

***

( Jiyeon Pov )

Aku turun dari pesawat pribadi Choi’s Grup, hari ini kami akan mengadakan rapat di Jeju. Aku menatap Minho yang sudah berjalan lebih dahulu dari pada kami, seandainya saja aku bisa berjalan disampingnya sambil mengenggam tangannya. OMO! Apa yang ku pikirkan?

Aku memukul kepalaku pelan, otakku ini mengapa terus memikirkan hal itu  ._. Hilangkah pikiran mu Jiyeon, kau tidak akan mungkin bisa bermesraan dengan Minho, kau dan ia berbeda. Ia sekarang adalah atasanmu..

Beberapa menit menempuh perjalanan menggunakan mobil, akhirnya kami tiba disebuah hotel yang sangat mewah. Aku menarik koperku dan masuk kedalam kamar yang memang sudah dipersiapkan.. Sial,, kamarku bersebelahan dengan kamar Minho -_-

Aku masuk dan tersenyum senang, ruangan ini didesain dengan sangat romantis, banyak taburan bunga dimana-mana. Sepertinya hotel ini tempat pengantin baru untuk bulan madu.
Aku merebahkan tubuhku diatas ranjang empukku, jika suatu saat aku menikah aku ingin kemari dan menghabiskan waktuku bersama Nampyeonku berdua ditempat romantis ini. #JiyeonMulaiYAdong

Aku berdiri lalu mengambil koperku, tubuhku terasa bau,, aku harus mandi karena kami akan pergi makan malam.. Kekek.. aku harus terlihat cantik..

***

Aku menganga, ternyata mereka membawaku ke Sebuah Club dan tentu saja Minho juga ikut. Sepertinya setiap ada rapat di Jeju mereka sering pergi ke tempat ini, buktinya beberapa pelayan sepertinya sangat mengenal mereka.

Aku duduk disamping Krystal sambil menatap sekelilingku, banyak yeoja-yeoja menggunakan baju yang kekurangan kain. Mereka terlihat seperti tidak memakai baju saja.

“apa kah kalian sering kemari?”

“Tentu saja, tempat ini adalah Club termewah dan Populer di Jeju.. kau bisa memesan apapun yang kau mau , Tuan Muda Choi akan membayar untuk kita”Bisik Krystal padaku.

Setengah jam kemudian Krystal dan beberapa karyawan yang ikut berjalan kearah lantai dansa dan menyisakan aku bersama Minho. Ia menatapku dengan tatapan lekat dan membuatku merasa tidak enak..

Aku meminum beberapa Wine didepanku, aish! Pabo, kau tidak kuat meminum Wine, mengapa kau malah meminumnya? Jeongmal Paboya..

“Aish!”Rutukku

Aku menyandarkan kepalaku yang mulai terasa berat, jangan sampai aku mabuk. Aish! Siapa yang akan mengangkatku jika aku mabuk? Sepertinya diantara kami hanya Minho yang masih sadar dan juga beberapa bodyguard yang ia bawa..

***

( Author Pov )

Jiyeon berdiri dengan langka yang terhuyung sambil berjalan kearah Minho. Ia menatap Minho dengan tatapan lekat dan tersenyum sexy..

“Minho Sunbae” Jiyeon duduk dipangkuan Minho yang sekarang menatapnya tanpa reaksi, entah apa yang ada dipikiran namja itu. Jiyeon memeluk tubuh atletis Minho sambil mencium bau parpum yang dipakai oleh namja itu..

Beberapa Bodyguard terlihat melirik Minho dan Jiyeon, mereka hanya dapat menatap satu sama lain..

“Yak! Sunbae! Mengapa kau kembali ke hidupku eoh?”

“Apa yang kau bicarakan ? Kau mabuk”Akhirnya Minho membuka suara. Minho mencoba mendorong Jiyeon yang sudah mendekatkan wajahnya pada Minho, yeoja itu menatap Minho dengan tatapan jatuh cinta.

“Sunbae”Jiyeon memanggil Minho dengan suara sexy nya sambil mengelus pelan wajah Minho.

“Pergilah, sebelum aku kehilangan kendali”Ancam Minho ..

Jiyeon bukannya pergi, yeoja itu malah tertawa sambil terus mengelus wajah namja didepannya.

“Sunbae,, kau tahu aku sangat mencintaimu! Tetapi mengapa kau selalu mengacuhkanku dulu eoh? Kau bilang kau menyayangiku, tetapi aku tidak yakin akan hal itu.. kau terlalu cuek denganku, aku hanya ingin melihat perhatian mu sunbae, kau tidak menunjukkan bukti sedikitpun bahwa kau mencintaiku! Aku lelah dengan perasaanku yang tidak pernah kau mengerti Sunbae”

 

TBC

 

Annyeong ^^ jangan Lupa RCL Nde ^^ Gomawooo~

My Life ( Chapter 4 )


My Life

Tittle : My Life

Author : Margareta Isabela

Rating : (G)eneral

Type : Chaptered

Genre : Sad, Marriage Life,Happy

Facebook : Margareta Isabela

WordPress : margaretaisabela.wordpress.com

(M)ain Cast

  • (C)hoi Minho
  • (P)ark Jiyeon

(Other Cast)

  • Cari DiCerita

Annyeong ^^ Author Kembali :D Adakah yang menunggu kembalinya author? Mianhae Jika author lama banget gak Post FF ini -_- aigoo. Author belakangan ini lagi sibuk banget jadi author percayakan FF ini untuk dongsaeng author , tapi dia juga lagi mau menghadapi ulangan jadi ff ini kembali lagi ke Author. Jangan Lupa RCL ne.. Gomawoooo~

***

( Jiyeon Pov )

Aku hanya dapat memandang Minho Oppa dengan tatapan tidak nyaman sedari tadi. Bagaimana bisa ia mau tinggal di rumah seperti itu sedangkan ia adalah anak dari Keluarga Choi. Aku tidak menyangka akan hal itu, semuanya terasa sangat mustahil. Minho Oppa adalah namja yang berbeda dari namja lainnya, ia namja yang sangat istimewa bagiku.

“Oppa”

“Ne Chagiya?”

“Karena selama ini kau membohongiku, kau harus membelikan makanan mahal untukku”

“Baiklah”

“Tunggu.. aku hanya bercanda Oppa”Kekehku

“Kau ini”

“Oppa..”

“ne”

“Kau tidak pulang? Menemui orang tuamu? Masa kau tidak mengundang mereka ?”

“Aku akan mengundang mereka setelah semua siap. Aku tidak ingin eomma ikut campur dalam mempersiapkan pesta pernikahan kita, bisa-bisa pernikahan kita menjadi sorotan media”

“Kau tidak boleh begitu Oppa.. pokoknya kau harus menemui mereka”

“Baiklah asalkan kau ikut denganku”

“Mwo”

Aku tidak mungkin ikut, aku terlalu malu untuk bertemu dengan keluarga Minho Oppa yang sangat kaya raya itu, aku merasa tidak pantas menjadi menantu dari Keluarga Choi. Aku hanya dapat tersenyum paksa

“Apakah mereka akan menerimaku Oppa”

“Tentu saja, mereka sudah lama menunggu kedatanganmu”

***

( Author Pov )

Di tempat lain terlihat seorang namja dan yeoja yang tengah bertengkar dengan hebatnya. Seorang namja hanya dapat memperhatikan mereka dengan pandangan sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.

“ DIAM!”

“AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYETUJUI HUBUNGAN MEREKA! KARENA JIYEON HANYA AKAN MENIKAH DENGAN KYUHYUN!” Jungsin membentak Hyomin sambil mencengkram keras pundak Hyomin.

“Pukul aku Oppa! PUKUL!”Hyomin menangis..

“CUKUP!” Akhirnya Jisung bersuara, ia menatap dua orang yang sedang bertengkar itu.

“Hyung! Biarkan puterimu mengatur kehidupannya sendiri! Kau tidak bisa memaksakan kehendakmu seperti itu, ingat ia tidak akan bahagia jika ia bersama namja yang sama sekali tidak ia cintai” Ucap Jisung sambil menatap Jungsin

“Jangan Ikut Campur! Sebaiknya kau keluar”

“Cukup!” Hyomin berjalan keluar dari rumah itu sedangkan Jisung terlihat menatap Jungsin dengan tatapan tajam tetapi tidak disadari oleh jungsin.

“aku benar-benar bingung dengan mereka, apakah mereka tidak tahu bahwa semua ini demi kebaikan mereka”ucap Jungsin, membuat Jisung menatapnya dengan tatapan yang bertambah tajam..

‘Kebaikan? Kebaikan dirimu sendiri, kau tidak pernah memikirkan perasaan puteriku’

***

Jiyeon menghela nafas beberapa kali, ia merasa sangat gugup. Minho mengenggam tangan Jiyeon, Jiyeon memeluk tangan Minho sambil menyandarkan kepalanya pada pundak namja itu.

Jiyeon dan Minho berjalan memasuki sebuah rumah besar bagaikan istana. Jiyeon menatap rumah itu dengan tatapan tidak menyangka, ia masih tidak percaya dengan kenyataan bahwa Minho adalah namja kaya raya.

Seorang yeoja terlihat berdiri didepan pintu dengan senyum diwajah cantiknya. Yeoja itu tersenyum amat tulus..

“Akhirnya kalian tiba”Yeoja itu memeluk Minho dengan amat erat kemudian berganti memeluk Jiyeon.

“Selamat datang Menantuku”

Jiyeon tersenyum senang mendengar ucapan yang terlontar dari bibir Nyonya Choi. Ia merasa sudah diterima dikeluarga itu, Nyonya Choi menggandeng tangan Minho dan jiyeon untuk masuk kesebuah ruangan yang terdapat seorang namja dan seorang yeoja yang tengah menunggu mereka.

“OPPAA!! EONNI”Yeoja itu berteriak dengan keras

“CHOI Sulli”

“Ne eomma Mian” Minho terkekeh melihat kelakuan dongsaengnya itu, Seorang namja menatap Minho dengan senyum kecilnya.

“Choi Minho , akhinya appa bisa melihat senyummu lagi”

“Ne Appa”

“Apakah itu yeoja yang akan menjadi menantu appa? Kau tidak salah pilih Minho”Puji Siwon sambil menatap Jiyeon membuat Jiyeon tersenyum malu. Minho Jiyeon , Sulli, Nyonya dan Tuan Choi duduk dimeja makan.

Mata Jiyeon sedikit melebar melihat berbagai macam makanan kini tengah tersaji didepan mereka.

Sulli duduk disamping Jiyeon dan menyendokkan banyak makanan untuk jiyeon, sulli terlihat sangat menyukai Jiyeon yang mudah berbaur dengan orang-orang disekitarnya.

“Ah,, Jiyeon”

“Ne Nyonya”

“Jangan panggil Nyonya, panggil eomma saja..”

“Ne..eom..eomma”

***

(Hyomin Pov )

Seseorang mengetuk pintu kamarku, beberapa minggu ini aku dan Namja itu memang tidak tidur bersama lagi. Aku tidak sudi..

Aku membukanya dan menemukan Jisung Oppa tengah berdiri, dengan cepat aku menariknya. Aku tidak ingin namja itu tahu bahwa Jisung Oppa sudah mengingat masa lalunya.

Aku memeluk Jisung Oppa dengan erat , aku menangis didalam pelukannya.. Aku tidak ingin berpisah darinya lagi, aku merindukannya.. aku merindukan kasih sayangnya..

“Besok aku harus pergi”

“Oppa”

“Tenang saja, aku akan terus mengunjungimu Chagiya.. aku akan melindungimu dan Jiyeon. Tetapi sekarang bukan saat yang tepat, aku harus mencari bukti bahwa ia bukanlah diriku dengan begitu hartaku bisa kembali ketanganku.. “

“Oppa”

“Aku janji, kita akan bersama lagi..”

“Jaga dirimu Ne” Jisung Oppa mencium keningku dengan lembut. Aku tersenyum kecil ditengah kepedihan hidupku.

***

( Author Pov )

Jiyeon dengan wajah riang memasak beberapa makanan. Ia bahagia Appanya akan tinggal bersamanya, tetapi ada rasa sedih dihatinya mengingat eommanya masih tinggal dengan namja yang sudah memisahkannya dengan Appa kandungnya..

Bel berbunyi..

‘pasti itu appa’batin Jiyeon lalu berjalan kearah pintu dan membukanya..

“Appa, eomma”

Dua orang itu tersenyum lalu masuk kedalam Apartement yang di tinggali oleh Minho dan Jiyeon itu. Jiyeon memeluk eomma dan appanya secara bergantian ..

“Appa , eomma.. kalian ingin makan?”

“Kau memasak apa?” Hyomin berjalan mendekati Jiyeon

“Anak manis, kau mendengarkan ucapan eomma.. kau memang sepertiku” Puji Hyomin sambil tersenyum..

“eomma.. tinggal lah disini”

“Anni”

“wae eomma?”

“Terlalu berbahaya, biar saja eomma disana. Eomma tidak ingin namja itu menyakitimu. Jungsin pernah membunuh orang dan itu berarti bukannya tidak mungkin jika ia membunuh kita, eomma tidak ingin kehilangan kalian”

“tetapi eomma”

“Tenanglah, eomma akan baik-baik saja”

Jiyeon mengangguk dengan sedih. Tiba-tiba pintu apartement itu terbuka dan menampilkan Minho dengan Jas rapinya..

“Oppa kau datang”

“Ah eommonim, abeoji”sapa Minho tersenyum..

***

( Jungsin Pov )

Aku berjalan dengan langkah cepat memasuki sebuah perusahaan. Seorang namja sudah duduk membelakangiku, sambil memegang sebuah surat ditangannya. Aku menatapnya dengan tatapan datar,,

“Apakah kau menyetujuinya?”

“Ne?”

“Aku ingin menikahkan puterimu dengan puteraku”

“Ne? Jeongmal”Kagetku, ini terasa mustahil.. jika jiyeon menikah dengan anak dari namja ini, pasti aku akan mendapatkan untung yang sangat besar. Aku tersenyum kecil..

“Ne.. jika kau menikahkan anakmu itu dengan anakku , aku akan memberikan sebuah perusahaan yang ada di Jeju untukmu secara Cuma-Cuma”

“Ne.. aku menerimanya”Ucapku, membuat namja itu berbalik dengan wajah datarnya sambil menatapku dan tersenyum kecil..

***

( Jiyeon Pov )

Aku tersenyum melihat kedekatan eomma dan appa, sudah lama aku tidak melihat kasih sayang yang mereka tunjukkan. Aku memutuskan untuk meninggalkan mereka, aku tidak ingin menganggu kemesraan mereka. Saat aku keluar, aku menemukan Minho Oppa yang tengah berdiri .. wajahnya terlihat serius menerima telepon itu..

“Apakah ia menyetujuinya, appa?”

“……………”

“Ne, baiklah Appa.. Gomawoo”

“……………….”

“Aku tahu Appa, aku tidak pernah melanggar janjiku padamu bukan? Kau tenang saja”

“…………”

“Ne.. aku akan segera bekerja”

“………….”

“Ne”

Aku dengan cepat berbalik dan masuk ke dalam kamarku, apakah Minho Oppa menyadari bahwa aku menguping? Siapa yang dimaksud oleh Minho Oppa??

***

( Choi Minho Pov )

 

Aku membuka pintu kamar Jiyeon dan melihatnya sedang duduk sambil melamun. Apa yang ia pikirkan? Apakah ia memikirkan Appa dan eommanya..? aku tidak akan tinggal diam dengan semua ini, aku merasa jiyeon dan orang tuanya harus mendapatkan keadilan . Aku merasa sangat sedih, selama ini Jiyeon hidup dengan namja yang selalu memaksakan kehendaknya dan selalu membuat Jiyeon sedih bukanlah Appa kandungnya.

Aku berjalan mendekatinya, lalu berlutut dihadapannya..

“Oppa”

“Wae Chagia”

“Anniyo Oppa”

Aku membelai lembut wajahnya dengan tanganku, aku bersyukur memiliki yeoja sepertinya. Ia adalah yeoja yang sangat istimewa, ia berbeda dari yeoja lainnya.

“oppa.. apa yang harus ku lakukan? Aku tidak ingin eommaku terus tinggal dirumah itu.. aku merasa eomma lebih bahagia jika ia tinggal disini bersama kita dan appa”

“Kau tenang saja”

Ia memelukku dengan manjanya. Aku tidak akan tinggal diam melihat semuanya, siapapun yang membuatnya menangis akan berurusan denganku. Aku memebelai lembut punggungnya.
***

( KyuhyuN Pov )

Aku menatap namja dihadapanku dengan senyum kecut. Ia seperti seorang namja yang menjual puterinya kemana-mana. Sekarang ia duduk didepanku dengan memberikan uang yang telah ku berikan padanya..

Aku mengambil uang itu dengan pelan..

“Wae?”

“Aku tidak akan menjodohkan puteriku padamu, Mianhae”

“waeyo?”

“Ada namja yang lebih layak untuknya..”

“Jadi kau pikir aku tidak pantas?”

Ia tersenyum sinis padaku. Apakah ia tidak takut , aku mengambil dana-dana yang sudah aku berikan pada perusahaan kecilnya itu?

“Sekarang kita sederajat Tuan Cho.. karena sebentar lagi, perusahaan KIRIN akan menjadi milikku”Ucapnya membuatku sedikit tertegun..

“Kirin? Bukankah perusahaan itu, perusahaan terbesar di Jeju”

“Ne..”

“Kau..”

“Sekarang perusahaanmu bergantung pada perusahaan itu dan itu berarti sebentar lagi kau akan bergantung padaku. Jangan main-main padaku anak muda.. Aku pergi” Seketika aku terdiam. Bagaimana bisa? Aku dengan cepat mengambil berkas yang baru saja diberikan oleh sekertarisku..

‘Pemilik perusahaan KIRIN .. Park Jisung’

Aku baru ingat bahwa kemarin perusahaan itu sudah berganti pemilik. Benar-benar diluar dugaan.. bagaimana namja itu bisa mendapatkan perusahaan itu? Apa yang terjadi sebenarnya?

 

***

( Author Pov )

Jungsin memasuki rumahnya dengan wajah datar dan dingin. Ia menatap sekeliling rumahnya dan tidak menemukan yang ia cari, namja itu hanya dapat mengangkat keningnya dengan santai.

‘Pasti ia pergi ke rumah bocah itu lagi’

Jungsi memasuki kamarnya dengan senyum, sekarang ia resmi menjadi pemilik perusahaan KIRIN. Ia menatap langit-langit kamarnya dengan senyum liciknya

‘anak emas’

Jungsin mengambil ponselnya lalu mengetikkan sebuah pesan pada seseorang dengan senyum licik yang masih ia tampilkan..

 

***

Ditempat lain terlihat Hyomin, Jiyeon, Minho dan Jisung tengah menikmati makan malam mereka. Minho beberapa kali melontarkan candaannya membuat Jiyeon, Hyomin dan Jisung tertawa.

“Ahjussii,, apakah saat ini kau mempunyai pekerjaan?”tanya Minho

“Anni, sejak kecelakaan itu aku sudah tidak bekerja.. pekerjaanku hanya memetik buah-buah dikebun”Jawab Jisung dengan seadanya..

“Bagaimana kalau ahjussi bekerja diKantorku? Kebetulan aku sedang membutuhkan beberapa karyawan”Ucap Minho membuat Hyomin terdiam. Pasalnya ia tidak tahu siapa Minho.

“Jeongmalyo?”tanya Jisung dengan bersemangat..

“Aku dengan dari Jiyeon, ahjussi adalah mantan direktur dari perushaan yang sekarang diambil alih oleh sodara ahjussi.. aku akan menempatkan ahjussi di direktur keuangan kantorku”

“Minho-ah, bolehkah ahjumma bertanya sesuatu padamu”

“Nde”

“Sebenarnya kau siapa?”

“Aku?” Minho meletakkan sendok yang tadi ia pegang dan mulai menceritakan semuanya tentang hidupnya. Hyomin hanya dapat menganga tidak percaya dengan apa yang ia dengar begitu pula dengan Jisung yang terlihat terkejut.

“Aigo..aigoo.. jadi kau anak pertama dari keluarga Choi? Ahjumma benar-benar tidak menyangka. Bagaimana bisa kau bekerja keras sedangkan orang tuamu adalah pengusaha yang kaya raya” Celetuk Hyomin dengan wajah yang berbinarnya.

Minho hanya terkekeh kecil, makan malam itu mereka habiskan dengan candaan mereka, mereka terlihat seperti keluarga Bahagia.. Minho tersenyum bahagia melihat senyum lebar Jiyeon dan Minho sangat bahagia bisa melihat kebahagiaan Jiyeon yang beberapa hari ini tidak pernah ia tunjukkan pada Minho..

 

***

 

Keesokan paginya Jiyeon memutuskan untuk bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Minho dan Appanya. Sebuah tangan memeluknya dari belakang membuat senyum jiyeon muncul..

“Oppa kau sudah bangun?”

“Nde, aku mendengar suaramu”

“Apakah aku membangunkanmu?”

“Anni.. aku hanya ingin menghampirimu..”

“Oppa.. sebaiknya kau bersiap-siap. Bukankah mulai hari ini kau adalah pemegang saham terbesar diperusahaan Appamu”

“Nde.. kau benar”

Minho Oppa pergi ke kamarnya, sedangkan aku menyiapkan beberapa piring dimeja makan. Saat aku melewati televisi, aku terdiam saat mendengar siaran berita. Bukankah itu namja jahat itu?

OMO! Bagaimana bisa? Bukankah perusahaan itu milik.. milik keluarga Choi? Setahuku itu perusahaan terbesar yang ada di Jeju.. Aku dengan segera berlari ke kamar Minho Oppa..

“oppa..oppa”

“Nde” Ucap Minho Oppa yang muncul dengan wajah paniknya

“Ada apa denganmu, apakah ada yang menyakitimu?”Tanyanya dengan wajah paniknya sambil mengelilingiku dan melihat-lihatku.

“Anniya,, Oppa.. bagaimana bisa namja jahat itu menjadi pemilik perusahaan milik keluargamu?”

“Perusahaan KIRIN?”Tanya Minho Oppa dengan nada santainya,,

“Tenang saja, perusahaan itu tidak akan membuat kami bangkrut. Perusahaan KIRIN juga tidak terlalu penting untuk perusahaan kami, jadi kami memberikannya dan satu hal lagi.. Oppa sudah mempunyai sebuah rencana”Ucapnya membuatku menyerit

“Rencana apa?”

“Kau tunggu saja, aku juga sudah mempunyai sebuah rencana untuk cho kyuhyun” Ucap Minho Oppa dengan senyum licik yang tidak pernah ia tunjukkan untukku. Aku hanya dapat mengangguk polos, aku yakin Minho Oppa tidak merencanakan hal yang jahat..

 

***

 

Aku menatap eomma dengan tatapan aneh, sekarang eomma berdiri didepanku dengan banyak koper yang ia bawa. Ia tersenyum lebar padaku..

“eomma akan tinggal disini”

“Nde? Bukankah?”

“Minho sudah berjanji akan melindungi kita,, jadi eomma tidak akan takut lagi pada Jungsin.. akhirnya”eomma masuk sambil tersenyum

“Dimana Appamu?”

“Appa sudah berangkat bersama Minho Oppa “Jawabku

“Bukankah seminggu lagi acara pernikahanmu Jiyeon-ah?”Tanya eomma dan kujawab dengan anggukan malu. Eomma terlihat terkekeh geli melihatku..

 

***

 

( Author Pov )

 

“Bagaimana? Apakah aku puas dengan perusahaan yang ku berikan untukmu” Tanya seorang namja dengan nada dinginnya sambil menatap namja didepannya..

“Nde Tuan Choi” Namja yang dipanggil dengan sebutan Tuan Choi itu hanya dapat tersenyum kecil dengan senyum yang licik.

‘Kau sudah masuk jebakkanku jungsin’ batinnya..

“Kapan aku bisa menikahkan puterimu dengan puteraku?”

“Secepatnya, sesudah aku menyingkirkan namja miskin itu dari puteriku.. namja bernama Choi Minho itu seharusnya sadar bahwa ia tiidak pantas untuk Jiyeon” Ucap Jungsin membuat mata namja dihadapannya menatapnya sinis..

“Arraseo.. kajja.. kita ke ruang rapat”

“Untuk apa?”

“Bukankah aku sudah mengatakan padamu bahwa aku akan mewariskan perusahaanku pada puteraku dan ini saatnya. Aku ingin kau langsung mengenal calon menantumu. Ia adalah namja yang hebat dan mungkin lebih hebat dari namja yang kau jodohkan sebelumnya pada anakmu”

“Nde?”

Bukannya menjawab namja itu malah berjalan lebih dulu dengan Jungsin yang masih bingung mencerna perkataannya. Jungsin mengikuti namja itu sampai ruang rapat yang dihadiri banyak orang..

Mata Jungsin bertemu pada seorang namja yang kini tengah menatapnya tajam..

‘bagaimana bisa namja itu disini? Bukankah saat ini ia tidak bekerja lagi’batin Jungsin sambil memandang Jisung yang juga berada ditempat itu.. tidak jauh dari Jungsin seorang namja menatapnya datar..

‘Licik’ Batin namja itu…

 

***

 

 

( Choi Minho Pov )

 

Aku berjalan kearah ruang rapat bersama beberapa karyawan Appa, sedangkan ahjussi sudah lebih dulu pergi ke ruang rapat. Saat aku membuka pintu semua terdiam, aku dengan langkah tegasku berjalan didepan mereka. Aku dapat melihat dengan jelas wajah terkejut Kyuhyun dan namja itu..

“Annyeong Haseyo Choi Minho Imnida, aku adalah anak dari Choi Siwon dan Choi Yoona. Pemimpin Choi’s Group sekarang”Ucapku dengan nada tegasku dan dingin. Appa terlihat tersenyum melihatku,, ini bukan yang kau inginkan selama ini appa? Sekarang aku sudah mengabulkan keinginanmu Appa..

“Mungkin wajahku begitu asing bagi kalian, karena aku memang sangat tidak menyukai keramaian dan aku juga jarang hadir dalam beberapa acara yang appaku buat. Aku merasa bukan anak dari Tuan Choi , karena hubungan kami terbilang jauh sekarang. Aku juga ingin memperkenalkan Direktur bagian keuangan yang baru.. Park Jisung” Ucapku, Namja itu dan Ahjussi berdiri secara bersamaan membuat semua orang menatap mereka.

Ahjussi tersenyum kecut lalu berjalan kearahku , sedangkan namja itu hanya dapat terdiam dengan wajah bodohnya..

 

***

 

Aku berjalan pergi dari ruang rapat setelah rapat selesai, hingga sebuah suara menghentikan langkahku..

“Choi Minho, kau licik”

Aku berbalik dan menemukan Kyuhyun tengah menatapku dengan senyum kebencian dan sinisnya..

“Wae?”

“Kau mendapatkan Jiyeon dengan cara yang licik Tuan Choi Minho. Kau berpura-pura menjadi namja miskin karena kau menyukainya? Cih,, aku heran bagaimana bisa kau berubah dari sifatmu yang dulu” Ucap Kyuhyun membuatku sedikit tertegun

“Bagaimana kau tahu?”

 

“Aku sudah curiga sejak awal, saat aku tanpa sengaja melihatmu memasuki kantor ini dengan gerak-gerik aneh. Aku sangat terkejut mengetahui kebenaran ini, dan aku juga sangat terkejut mengetahui kebenaran bahwa dahulu kau adalah namja yang sejenis denganku.. Licik dan Sombong”

Aku tertawa kecil mendengar penuturannya, jangan bilang ia akan mencoba mengancamku dengan cara itu? Itu tidak akan mempan karena aku akan lebih dulu menghancurkanmu Tuan Cho Kyuhyun

“ Kau kira aku takut? Kau berniat memberitahukan hal ini pada Jiyeon bukan? Percuma saja karena ia telah mengetahuinya”Ucapku dengan nada sinis membuatnya seketika terdiam. Ia menatapku dengan kesal

“Jika saja kau bukan pemilik perusahaan ini.. aku sudah-“

“Sudah apa? Aku ingin melihat seberapa keberanianmu. Aku tiidak akan berpura-pura lagi menjadi namja polos dan lemah, aku sudah tidak tahan dengan sifatmu yang semena-mena Cho Kyuhyun.. sampai kau berani menanggu hidupku apalagi Jiyeon.. kau akan menanggung akibatnya”

 

***

 

( Jiyeon Pov )

 

Sudah tengah malam, appa sudah pulang sedari tadi. Sedangkan Minho Oppa belum pulang, tadi Minho Oppa menghubungiku dan mengatakan bahwa ia akan menemani Ahjussi untuk pergi ke suatu tempat. Aku duduk didepan televisi sambil menatap televisi didepanku dengan wajah yang mengantuk. Aku menghawatirkan keadaannya..

Tok..tok..

Aku mendengar suara ketukan dan aku dengan segera membukanya. Aku menemukan Minho Oppa tengah berdiri didepanku dengan keadaan yang sedikit mabuk..

“oppa apa yang terjadi”

“Appa membawaku untuk pergi ke Club untuk merayakan pengangkatanku sebagai pemegang baru perusahaan itu.. aish! Kepalaku sakit, aku sudah lama tidak meminum itu”Ucap Minho Oppa sambil bergumam..

“Kajja”Aku membantunya hingga sampai dikamarnya. Aku menidurkannya ditempat tidurnya dan mengangkat kakinya yang berat. Aigoo.. seperti inikah jika Minho Oppa mabuk? Kekeke :D Pemandangan yang sangat jarang dilihat..

“Chagiya”

“Nde”

“Mianhae?”

“Untuk apa?”

“Aku sudah mabuk dan aku juga sudah tidak mengabarimu hingga kau tidak tidur. Mianhae ..”Ucapnya sambil berdiri didepanku dan memegangi wajahku. Saat mabuk saja, ia mencoba untuk sadar. Aku yakin kau mencintaiku Oppa….

Aku tersenyum padanya..

“Gwenchana oppa”

Ia tersenyum kemudian berjalan kearah ranjangnya dan menghempaskan tubuhnya hingga aku mendengar dengkurannya. Minho oppa, aku sangat mencintaimu J disaat mabuk kau berusaha sadar….

 

***

 

Keesokan paginya eomma dan aku membuat sarapan untuk Minho dan appa. Mereka sepertinya belum bangun, benar-benar sangat kompak. Tiba-tiba terdengar suara bel,, eomma pergi untuk membukanya..

Semenit kemudian aku mendengar suara benda jatuh, dengan cepat aku menghampiri eomma dan menemukan eomma tengah terduduk dengan namja jahat itu mencoba mencekiknya..

“APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH? BAGAIMANA JUNGSIN BISA MENJADI DIREKTUR KEUANGAN DI PERUSAHAAN KELUARGA CHOI? SEBENARNYA APA PERMAINAN YANG KALIAN MAINKAN? KALIAN MENJEBAKKU”

Aku mencoba menyingkirkan namja itu dari hadapan eommaku, tetapi tetap saja tidak bisa. Aku malah terlempar dan tanpa sengaja kepalaku terbentur dengan meja dan setelah itu semua menjadi gelap, yang sempat ku lihat adalah Minho Oppa memukul namja itu

 

***

 

( Choi Minho Pov )

Aku terkejut mendengar suara teriakan didepan , dengan cepat aku bangun dan menemukan seorang namja tengah mencekik Ahjumma dan Jiyeon terlihat hendak tidak sadarkan diri, Aku menatap namja itu.. ia bukan ahjussi..

BUGH!

Aku menghantam wajah namja itu, aku terus menghajarnya hingga sebuah suara menghentikanku.

“Minho! Cukup”Ahjussi muncul dan menahan tanganku. IA seakan mengatakan untuk tidak menghajar namja itu lebih kuat..

“Bukan seperti ini cara menyelesaikannya” ucap Ahjussi, ia benar-benar namja yang bijaksana. Aku melepaskan cengkramanku pada namja itu, namja itu sekarang berhadapan dengan ahjussi, sedangkan aku membantu ahjumma mengangkat jiyeon.

 

***

( Author pov )

 

Jisung menatap Jungsin dengan tatapan tajam dan sinis..

“Bagaimana ? apakah kau terkejut”

“Ingatanmu sudah kembali rupanya” Jungsi terkekeh kecil sambil menatap Jisung dengan tatapan tajam dan sinisnya juga.

“Kau tertawa? Apakah kau tidak merasa bersalah padaku? Setelah kau memisahkanku bertahun-tahun dengan isteri dan anakku. Kau benar-benar tidak punya hati!!”

“Aku tidak punya hati? Apakah kau tahu bahwa hidupmu itu lebih baik dari hidupku Hyung! Apakah kau tidak pernah menyadari sedari dulu eomma dan appa lebih menyayangi dirimu dibandingkan diriku. Kau mempunyai keluarga yang berkecukupan sedangkan aku? Aku hanya buruh dan petani!! Apakah salah jika aku menginginkan hidupmu!!”

PLAK! Sebuah tamparan mulus tepat mengenai wajah Jungsin. Jisung terkejut dengan kedatangan Hyomin yang tiba-tiba saja menampar wajah Jungsin, Jungsin terlihat sangat murka dan hendak menyerang balik Hyomin, tetapi dengan segera Jisung menghalanginya

“Aku tidak akan memaafkanmu Jika kau berani menyentuh isteriku!”Ancam Jisung dengan tatapan tajam..

 

***

 

Jiyeon membuka matanya pelan, ia menatap sekelilingnya dan menemukan Minho kini tengah duduk ditepi ranjangnya sambil menatapnya.

“Kau sudah sadar?” Minho membantu Jiyeon untuk bangun.

“ aku dimana? Apakah eomma baik-baik saja”Khawatir Jiyeon. Minho tersenyum..

“Tenang saja, ahjumma baik-baik saja.. aigoo.. Oppa sangat menghawatirkanmu” Minho memeluk Jiyeon dengan erat. Jiyeon menatap Minho dengan senyum kecilnya.

“Dimana namja itu?”

“Aku sudah memasukkannya kedalam penjara”

“Mwo”

“Ia sudah membuat tindakan kriminal sayang, dan itu tidak dapat dibiarkan”

“Bagaimana dengan perusahaan KIRIN Yang ia pegang?”Tanya Jiyeon dengan menatap Minho

“Tenang saja, perusahaan itu atas nama Ahjussi dan tentu saja perusahaan itu adalah Milik Ahjussi” Jawab Minho

“oppa, Gomawoo.. aku sudah sangat sering merepotkanmu”Ucap Jiyeon dengan wajah bersalah. Minho menggeleng

“Gwenchana”
***

 

( Suzy Pov )
Aku berjalan diatas trotoar sepi, sudah lebih dari sebulan ia berhenti bekerja dari tempat itu dan ia juga sudah tidak pernah lagi membalas pesanku. Apa yang terjadi padanya? Aku khawatir..

Aku duduk sambil menatap ponselku, apakah aku harus mencoba menghubunginya? Ah benar.. aku harus menghubunginya..

“Yoboseyo”Aku mendengar suara seorang yeoja diujung sana

“Yoboseyo.. “

“Nuguseyo” Ia bertanya dengan suara lembutnya, apakah ini yeoja yang bersama Minho saat itu?

“Oppa ada yang meneleponmu, bangunlah..” Aku mendengar suaranya, apakah mereka tidur ditempat yang sama? Apakah mereka sudah menikah??

 

***

 

( Jiyeon Pov )

Aku tersenyum dibalik gaun indah ini, aku duduk sendiri dengan beberapa orang yang mendandaniku disebuah ruangan besar dan berwarna putih. Pernikahan kami pasti dihadiri oleh orang-orang penting dan juga pasti diliput oleh beberapa media.. OMO >.< aku malu..

Aku menghela nafas tegang.. aku tidak sabar menemui Minho oppa..

Btw.. siapa yeoja yang kemarin menghubunginya? Apakah yeoja itu lagi? Aigoo.. ia tidak tahu bahwa Minho Oppa sudah mempunyai kekasih =_= Aku menatap diriku dengan senyum. Kau yeoja cantik jiyeon >.<

Eomma dan Appa masuk dengan berpakaian rapi. Appa menatapku dengan mata berkaca-kaca seakaan ingin menangis..

“Ya Oppa.. jangan permalukan dirimu dengan menangis” Gerutu eomma

“ Ya Chagiya,, aku tidak mau anakku duluan pergi.. aku masih ingin menimangnya seperti saat ia kecil”

“-_- Oppa Jiyeon bukan anak kecil lagi”Ucap eomma  sambil menarik-narik lengan jas Appa , membuat Appa menampilkan wajah cemberutnya. Aku senang melihat appa kandungku, ia sangat mirip dengan sifatnya beberapa tahun yang lalu.. Aku memeluk mereka secara bergantian. Aku merindukan masa-masa kecilku bersama Appa dan eomma..

 

***

 

Aku dan appa memasuki sebuah ruangan, dimana seorang namja tengah berdiri menungguku dengan senyum dibibirnya. Wajahnya terlihat sangat cerah dan bijaksana membuatku bertambah mencintainya.. Aku berjalan mendekatinya, hingga tangannya terulur untuk menggenggam tanganku. Appa memberikan tanganku untuknya dan aku bersama Minho Oppa berjalan ke hadapan pendeta.

Acara itu berlangsung dengan sangat lancar. Sekarang aku dan Minho Oppa berdiri sambil menyalami tamu-tamu yang hadir. Pengusaha-pengusaha sukses berada disini..

Seorang namja terlihat berjalan kearahku dan Minho Oppa..

“Chukkae..”

“Kau” Ucap Minho Oppa dengan dingin

“Jiyeon-ah , Mianhae Jika aku membuatmu bersedih dengan memaksamu menikah denganku dan aku juga sangat menyesal dengan kelakuanku padamu selama ini”Ucap Kyuhyun

“Gwenchana Oppa”Ucapku..

“Kau memanggilku Oppa”

“Karena kau lebih tua dariku” Ia memelukku , awalnya aku terkejut.. tetapi akhirnya aku tersenyum .. ini adalah pelukan persahabatan. Aku mendengar deheman Minho Oppa

“Maaf Tuan, tetapi bisa kah kau sedikit menjaga jarak”Dingin Minho Oppa

“Oppa-“
TBC

Otthokae?? Apakah tidak sesuai ? Sisa satu part lagi, maka ini FF bakal ENDING :D Gomawooo untuk yang menanti Fanfiction Abal-abal ini ^^ Gomawoooooooooo “* Jangan lupa RCL..

l’ll Be There [ One Shoot ]


collage

Tittle : I’ll be There

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad Romance

Type : One Shoot

Rating : General

( Main Cast )

  • Choi Minho
  • Park Jiyeon
  • Im YooNa

( Other Cast )

  • All

Annyeong ^^ Author kembali membawa Fanfiction One Shoot Milik Author.. Semoga Fanfiction ini berkesan ne ^^ Gomawooo ~

 

***

( Author Pov )

Seorang yeoja terlihat memetik beberapa bunga indah didepannya. Senyum tak lepas dari wajahnya, yeoja yang terlihat sangat ceria..

Yeoja itu berlari kesana kemari dipadang rumput yang menyimpan sejuta kenangan bagi yeoja itu.

Dari kejauhan terlihat seorang namja tengah menggonceng yeoja dibelakangnya membuat yeoja yang berlarian di padang rumput itu terdiam..

Ada rasa sakit dihatinya, tetapi apa daya? Ia hanya teman bagi namja tampan itu. Yeoja itu melambai pada dua orang yang terlihat saling mencintai dan terlihat tidak menanggapinya.

‘Tenanglah Park Jiyeon’Batin yeoja itu menyemangati dirinya..

Perlahan dua orang itu menghilang dari pandangan yeoja bernama Park Jiyeon itu. Jiyeon tersenyum kecil. Ia kembali ke kegiatan awalnya memetik bunga-bunga indah yang ada dipadang rumput besar itu..

***

Aku mencintaimu..

Walaupun kau hanya menganggapku teman..

Yeoja itu, Park Jiyeon menatap namja didepannya dengan senyum yang dipaksakan. Lagi-lagi namja itu menceritakan tentang gadis kota yang datang ke Desa mereka. Jiyeon hanya dapat tersenyum kecil..

‘Dulu kau bilang aku adalah yeoja yang selalu ada dihatimu, Choi Minho kau Pabo’ Batin jiyeon sambil menatap namja didepannya

Namja itu terus bercerita hingga hari sudah semakin larut dan namja bernama Minho itu pamit untuk pergi menemui gadis kota yang datang ke desa mereka bernama , Im Yoona.

Setelah namja itu pergi, Jiyeon menangis dengan derasnya. Hatinya sungguh sakit mendengar cerita dari namja yang sudah lama ia cintai itu, ia sakit mendengar namja itu mengatakan bahwa namja itu mencintai Im Yoona.

‘Babo!Babo! Mengapa kau tidak menyadari perasaanku’ Batin Yeoja itu sambil menghapus air matanya.

‘Babo!Babo! Mengapa kau tidak menyadari perasaanku’ Batin Yeoja itu sambil menghapus air matanya.

Jiyeon berjalan pergi meninggalkan Padang Rumput tempat ia dan Minho sering bertemu. Tempat mereka bertukar cerita dan saling tersenyum satu sama lain. Jiyeon berjalan dengan tertatih..

‘Tuhan, tolong sampaikan pada-nya bahwa aku sangat mencintainya’

***

Please look at me, look at me, look at me

I feel you, I feel you, I feel you like this

I tried to hold onto the way you speak, your smile

I tried to hold on to you

 

Jiyeon terpaku melihat namja didepannya yang tengah tertawa dengan riangnya. Yang terlihat sangat bahagia

“Yoona menerimaku, Gomawoo Jiyeon-ah. Aku yakin semua ini karena doa dan dukunganmu. Kau adalah sahabat terbaikku dan aku tidak akan pernah melupakanmu”Ucap Minho sambil menatap Jiyeon dengan tatapan bahagia dan berterimakasih.

Minho memeluk tubuh mungil Jiyeon dengan erat seakan Jiyeon adalah yeoja yang sangat berjasa akan hubungan percintaannya dan Yoona..

In the place we were together

In the moments that I started to resemble you

I was so happy just by walking in the rain with you

But you’re not here, you’re not here

How can I live as I erase you?

In the times we walked together

In the places where the memories and lingering attachments were made

I’m standing there because I miss you so much

***

( Jiyeon Pov )

08 Desember 2002

Aku duduk sendiri di tengah Padang rumput menunggunya, hari ini adalah hari ulang tahunnya dan ia berjanji akan merayakannya bersamaku. Tetapi aku tidak menemukannya sama sekali, tidak ada tanda-tanda kehadirannya ..

Aku menoleh kesana kemari mencari kehadirannya..

Sudah ku duga,, ia tidak akan datang, ia pasti merayakannya bersama Yoona. Belakangan ini ia jadi melupakanku seolah aku tidak ada, ia sering melanggar janjinya padaku. Aku tahu bahwa aku hanya ‘Sahabatnya’ tetapi apakah ia bisa menghargai diriku sedikit..?

Ada hal yang ingin ku katakan padanya, aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya. Waktu ku tidak lama lagi, aku tidak ingin meninggalkannya saat ia tidak tahu perasaanku padanya.. ia harus tahu perasaanku ..

Sakit! Rasa sakit yang luar biasa, aku memegang jantungku dengan sangat kuat. Aku mengambil sebuah obat dari kantung bajuku.. Obat ini pun sudah tidak berfungsi, rasa sakit itu semakin menjadi.. Minho Jebal.. datanglah

Aku tidak ingin, maut merenggut nyawaku sebelum aku bertemu denganmu..

***

( Author Pov )

“Jangan pergi”

“Yoona-ah , Jebal.. aku harus pergi , Jiyeon menungguku”

“Ia pasti sudah pulang, temani aku disini saja.. aku yeojachingumu sedangkan ia hanya sahabatmu! Ia tidak penting untukmu” Ucap Yoona yang sudah setengah mabuk sambil memegang tangan Minho dengan manja. Ya, sekarang mereka sedang berada dirumah Yoona sambil merayakan ulang tahun Minho dengan Soju..

Ucapan Yoona seakan membuat Minho menyadari sesuatu. Namja itu menatap Yoona dengan lekat. Namja itu terus memandang wajah Yoona seakan mencari sesuatu..

“Lepaskan aku”

“Shireo!”

“Jebal..”

“Kau pilih yeoja itu atau aku”

“Aku… Aku” Minho menghela nafas pelan, ia yakin pilihannya kali ini sangat tepat..

“Aku memilih Jiyeon”

“Mwo”

“Aku..Aku tidak ingin kehilangannya, sejak awal aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Jika aku jatuh cinta, aku tidak akan mengobrankan Jiyeon aku tidak akan ingin kehilangannya, ia satu-satunya orang yang mengerti diriku. Mianhae Yoona-ah”Minho pergi dengan hati yang sakit..

Ia mencintai Yoona, tetapi baginya Jiyeon adalah hal paling berharga didalam hidupnya..

Minho berlari dengan cepat , walaupun udara sangat dingin. Ia yakin bahwa Jiyeon masih menunggu dirinya. Langkahnya terhenti saat melihat seorang yeoja tengah berbaring dengan tangan memegang sebuah kertas..

***

Seorang namja terlihat berjalan ditengah hujan deras yang membasahinya. Tidak ada senyum diwajah namja itu, ia memegang sebuah kertas ditangannya.. kertas yang hampir luntur terkena hujan.

Mianhae Minho-ah aku tidak bisa menunggumu lebih lama lagi. Kau Pabo! Kau membiarkan yeoja menunggumu ditengah malam yang dingin.. hehe aku hanya bercanda ..

Aku senang jika kau memang bahagia dengan pilihanmu.. aku ingin mengatakan sesuatu..

Aku.. Aku menyukaimu.

Ah… aku malu, kau pasti sangat merasa jijik padaku. Aku tahu, dan aku ingin meminta maaf padamu. Maaf jika selama ini aku bukanlah sahabat yang baik untukmu. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu dari kita kecil sampai sekarang..

Mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah tidak disampingmu. Tapi percayalah bahwa aku akan selalu hidup dihatimu.. O Iya.. selama aku pergi, aku berharap kau selalu menjaga Padang Rumput itu dan jangan lupa untuk merawat bunga-bunga yang ada disana..

Aku sangat menyukai bunga-bunga itu, Mian jika merepotkanmu..

Selamat Tinggal..

Namja itu berlari kearah sebuah makam, namja itu menangis diderasnya hujan. Namja itu terduduk disebuah makam yang bertuliskan ‘Park Jiyeon’ ..

“Mianhae..”

“Aku salah..”

“Jiyeon-ah,, Saranghae”

“Jiyeon-ah aku mohon kembalilah, aku janji akan selalu berada disisimu.. jangan tinggalkan aku..”

“Jebal..”

“Tidak ada yang bisa menggantikanmu.. aku mohon kembalilah”Minho terus berbicara sendiri. Seakan ucapannya bisa kembali menghidupkan Jiyeon.Tanpa Minho sadari seorang yeoja memperhatikannya dari jauh… ada sorot kesedihan diwajah yeoja itu..

‘Choi Minho.. cukup.. mengapa kau menangisi yeoja yang belum tentu akan kembali’batin yeoja yang tidak lain adalah Yoona.. Yoona menatap Minho dari kejauhan tanpa berniat mendekatinya.

“Walaupun aku sudah tidak berada didunia, aku akan selalu berada dihatinya. Dihati Choi Minho”-Jiyeon

“Jika aku bisa, aku ingin mengulang waktu. Aku ingin kembali ke Masa lalu yang indah saat aku bersama Jiyeon”-Minho

“Aku mencintainya, tetapi aku sadar bahwa ia hanya menatapku sebagai seseorang yang ia sukai bukan orang yang ia cintai..”-Yoona

END

Akhirnya Fanfiction yang author buat selesai juga, Mian Jika Fanfiction yang Author buat agak sedikit kurang jelas dan kependekkan karena Fanfiction ini Author buat dalam waktu setengah jam..

Mian juga kalau Ada kesamaan cerita, Fanfiction ini benar-benar buatan author dan bukan Plagiat ! Mohon Komentar dan Saran nya Gomawo~

#Buing-Buing

 

 

My Life ( Part 2 )


549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : My Life

Author : Margareta Isabela

Rating : (G)eneral

Type : Chaptered

Genre : Sad, Marriage Life,Happy

Facebook : Margareta Isabela

WordPress : margaretaisabela.wordpress.com

(M)ain Cast

  • (C)hoi Minho
  • (P)ark Jiyeon

(Other Cast)

  • Cari DiCerita

Annyeonggggg.. adakah yang menunggu FF ini? T_T Mianhae jika author sekarang sangat jarang buat dan Ngepost ff.. karena kesibukan yang tidak bisa author katakan#Plak… jangan lupa RCL Ne ^^

****

( Jiyeon Pov )

Kicauan burung membangunkanku, aku merasakan sebuah tangan kekar memelukku. Seketika senyum muncul diwajahku saat tahu siapa yang tidur disampingku. Semalam hujan turun dengan derasnya, karena aku ketakutan jadi terpaksa Minho Oppa tidur bersamaku.. aku sangat takut akan petir, sewaktu kecil.. Jika ada petir eomma akan memelukku dan menenangkanku..

Aku merindukan kasih sayang eomma dan appa..

“Kau mengagumi ketampananku huh?” Tanya Minho dengan suara berat lalu membuka matanya

“Oppa,kau sudah bangun?”Tanyaku malu

“Sudah sejak sejam yang lalu”Ucapnya sambil menatapku lembut.. Aku memeluk tubuh kekarnya dengan sangat erat membuat ia terkekeh..

“Ada apa ? apakah kau memimpikanku?”Kekehnya

“Ne Oppa” Lirihku semakin erat memeluknya..

“Kau memimpikanku ? tetapi mengapa kau malah terlihat sedih?” Tanya Minho Oppa, aku menggeleng dan malah menangis didalam pelukannya. Mimpi yyang sangat buruk dan sangat menyiksaku.. aku masih ingat dengan jelas mimpi itu, mimpi yang sangat tidak ku ingini..

“Ayo ceritakan pada Oppa”Bisik Minho Oppa lembut

“Aku..hikz.. aku mempikan bahwa Oppa akan meninggalkanku, didalam mimpiku Oppa terlihat menatapku dengan pandangan lirih kemudian berbalik dan meninggalkanku sendiri diruangan kosong sendirian.. aku mencoba mengejar Oppa.. tetapi saat aku menggapaimu.. tiba-tiba cho kyuhyun muncul bersama appa dan membawaku pergi”Aduku manja membuat Minho Oppa terdiam lalu mengelus rambutku lembut

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu”

“Cho Kyuhyun atau siapapun yang akan merebutmu dariku tidak akan aku biarkan senang. Aku akan membuatnya menderita”Ucap Minho Oppa dengan serius membuatku terdiam. Aku merasa selama aku tinggal bersamanya ada yang berubah darinya. Minho Oppa semakin membuka sesuatu yang tidak kutahu selama aku menjadi kekasihnya.. yaitu tentang jati dirinya..

“Oppa kapan kau akan membawaku kedepan orang tuamu?”Tanyaku manja

“Tunggu waktu yang tepat, aku akan membawamu kedepan orang tuaku dan mengenalkanmu sebagai calon isteriku”Senyum Minho Oppa sambil memelukku

“Aku tidak sebaik yang ada dipikiranmu Chagiya, aku mempunyai sifatnya yang tidak jauh dari Kyuhyun. Tetapi sekarang aku sadar bahwa yeoja bukan untuk dipermainkan, juga karenamu aku berubah”Lanjut Minho Oppa membuatku bingung, sama seperti Cho Kyuhyun? Apa maksud Minho Oppa?

“Aku tidak mengerti Oppa”Celetukku polos

“Suatu saat kau akan mengerti”Senyumnya

***

@Party

Aku masuk kedalam rumah sambil menggandeng tangan Minho Oppa, semua mata memandang kami. Lebih tepatnya mereka memandang Minho Oppa. Apakah mereka menyukai namjachinguku? Aishh, seharusnya aku tidak membawa Minho Oppa kemari jika banyak yeoja yang menyukainya..

Aku melihat-lihat sekeliling, dimana eomma dan appa? Sepertinya pesta kali ini sangat meriah dan sangat besar. Bagaimana tidak? Banyak pengusaha ternama disini termasuk keluarga Choi…

Keluarga kaya raya yang mempunyai Perusahaan dimana-mana, belum lagi.. hotel berbintang yang mereka miliki. Jika bisa dibilang, keluarga Choi adalah orang paling kaya saat ini diKorea dan mungkin akan menduduki peringkat ke 2 orang paling kaya didunia..Bukankah sangat memukau?

Appa sangat daebakk bisa mengundang mereka kemari. Aku menarik tangan Minho Oppa untuk bertemu appa, karena aku sudah menemukan dimana appa berdiri. Appa terlihat mengobrol bersama beberapa tamu..

“Jiyeon-ah,  Oppa pergi ke Toilet ne”Ucap Minho Oppa seakan menyembunyikan sesuatu dan aku mengangguk..

Aku menepuk pundak appa dan membuat appa menoleh, aku tersenyum lebar pada appa dan langsung memeluknya. Aigoo aku merindukan Appa, untung saja appa sudah tidak marah lagi padaku..

“Bagaimana kabarmu Chagiya”Ucap appa sambil menepuk punggungku

“Aku baik-baik saja appa”Jawabku riang, tetapi senyumku luntur saat melihat Cho Kyuhyun yang berjalan menghampiriku dan appa . Disusul dengan eomma yang terlihat tersenyum lebar padaku..

“Apa yang ia lakukan disini appa?” Tanyaku sinis sambil memandang Kyuhyun yang menatapku dengan tatapan mengerikan

“Tentu saja appa mengundangnya, bagaimanapun Kyuhyun adalah orang paling berjasa didalam perusahaan appa”Ucap appa membuatku hanya dapat mendengus. Aku sedang tidak ingin bertemu dengan namja itu aishh, mengacaukan hatiku saja..Dimana Minho Oppa..?

Sebuah tangan kekar tiba-tiba melingkar dipinggangku dan dengan cepat aku menoleh. Aku menemukan Minho Oppa tersenyum kearahku seakan mengatakan untuk tetap tenang walaupun aku harus melihat Cho Kyuhyun. Appa menatap Minho Oppa dengan tatapan malas dan sinis..

“Perhatian”Ucap appa membuat tamu-tamu yang hadir menatap kearah kami. Mengapa aku merasakan sebuah perasaan yang tidak enak? Apa yang akan terjadi?

Appa mulai tersenyum dan mengucapkan kata terimakasih serta kata-kata yang menyangkut perusahaannya tetapi sebuah kalimat membuatku langsung terbelalak

“Malam ini aku kedatangan seorang namja, namja yang mengatakan bahwa ia sangat mencintai puteriku. Kalau begitu, Choi Minho aku persilahkan kau untuk memperkenalkan siapa dirimu dan apa pekerjaanmu”Sinis Appa membuatku langsung terpaku, jadi ini rencana appa.. eomma terlihat sama terkejutnya sepertiku

“Jisung Oppa apa yang kau lak-“Seketika ucapan eomma terhenti saat melihat Minho Oppa yang malah berjalan kearah appa. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang bisa kulakukan saat ini hanyalah menutup mulut dan menangis. Aku tidak ingin appa menyakiti perasaan Minho Oppa dan mempermalukan Minho Oppa. Minho Oppa adalah namja yang baik..

“Uljima Jiyeon-ah”Ucap Minho Oppa dengan lembut padaku dan tersenyum padaku seakan semua akan baik-baik saja. Semua tidak akan baik-baik saja setelah ini Oppa.. mengapa kau bisa setenang itu?  Aku ingin menghentikan semuanya, tetapi tiba-tiba Kyuhyun menahan tanganku dan itu membuatku tidak bisa berbuat apapun..

“Choi Minho Imnida, kalian bisa memanggilku Minho. Aku adalah namjachingu dari Jiyeon dan aku berencana untuk menikahinya .. Tetapi banyak halangan yang kulalui untuk mendapatkannya. Aku memang namja miskin yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan, walaupun begitu aku mencintainya..”Ucapan Minho Oppa tiba-tiba terhenti, ia menunduk membuat Appa terkekeh sambil memandang Minho Oppa dengan tatapan merendahkan..

“Kau kira dengan cinta kau bisa memberinya makan?”Tiba-tiba Kyuhyun bersuara dengan suara lantang. Semua tamu menatap Minho Oppa dengan tatapan merendahkan membuatku merasa sangat sakit hati. Minho Oppa menatap sekelilingnya dengan pandangan sedih

“BERHENTI!”Aku berteriak dengan air mata yang sudah tidak dapatku tahan. Aku berlari lalu memeluk Minho Oppa..

“Oppa, kita pergi”Aku menangis sambil menarik tangannya..

“Jangan”

“Oppa” Aku memelas sambil berusaha menarik tangannya. Aku tidak mau orang-orang itu semakin menjadi.

“Gwenchana”Ucap Minho Oppa sambil menepuk punggungku.. aku menggeleng sambil terus menarik tangannya..

“Oppa.. Hikzz”aku menangis sambil terus berusaha menarik tangannya

Akhirnya aku berhasil, aku berhasil membawa Minho Oppa pergi dari pesta itu. Sepanjang perjalanan Minho Oppa terlihat terdiam sambil menatap luar..

“Apakah aku memang tidak pantas untukmu”Sedihnya

“Oppa”

“Aku tahu bahwa aku hanya namja miskin, tetapi apakah aku tidak pantas mencintaimu?”Sedihnya sambil menatap mataku dalam.

“Seharusnya aku tahu dari awal tentang hal ini Oppa.. Mianhae.. tidak seharusnya aku membawamu kesana”

“Gwenchana”Minho Oppa memelukku, aku tersenyum didalam pelukan hangatnya

***

( Author Pov )

Hyomin menangis setelah acara selesai, ia menatap Ji Sung dengan tatapan sedih sekaligus marah. Ia tidak menyangka suaminya akan sejahat itu pada calon menantu mereka.

“Oppa kau benar-benar tidak punya perasaan”Tangis Hyomin

“Tidak punya perasan? Aku hanya ingin yang terbaik untuk puteriku! Aku tidak ingin ia menderita.. Hanya itu”

“Oppa..kau”

“Wae?”

“Jika kau memaksa untuk menjodohkan Jiyeon dengan Cho Kyuhyun.. sebaiknya kita bercerai!”Tangis Hyomon sambil menatap Suaminyadengan tatapan mengancam membuat Jisung terdiam lalu menatap Hyomin dengan pandangan yang sulit diartikan

“Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikanmu dan sampai kapanpun juga aku tidak akan membiarkan namja miskin itu memiliki puteriku!”

Jisuung pergi dengan senyum kecilnya, Hyomin yang melihat hal itu hanya dapat menangis. Ia tidak menyangka bahwa suaminya akan berubah sejahat itu

***

Minho duduk sambil menyelimuti Jiyeon. Ia menatap Jiyeon dengan tatapan lembut dan penuh kasih sayang. Sama hal nya seperti Minho, Jiyeon juga menatap Minho dengan tatapan penuh kasih sayang..

Minho mendekatkan wajahnya pada wajah Jiyeon, membuat Jiyeon gugup setengah mati..

“Oppa..”

“Kau tahu? Setiap detik aku selalu ingin memilikimu.. aku ingin menyentuhmu, tetapi aku tidak ingin merusak keindahanmu sebelum aku menikahimu. Aku tidak pernah ingin melihatmu menangis karena perbuatanku” Bisik Minho lembut lalu memeluk Jiyeon

“Biarkan seperti ini Chagiya, aku ingin tertidur dipelukanmu hanya sebentar. Aku merindukan eommaku ”Ucap Minho membuat Jiyeon terdiam. Baru kali ini Minho mengatakan bahwa ia merindukan keluarganya

Jiyeon tersenyum lalu memeluk namjanya itu dengan erat..

“Saranghae Minho Oppa”

***

( JiyeonPov )

Hari ini aku mengantarkan Minho Oppa pergi ketempat kerjanya, aku tersenyum lalu duduk disalah satu tempat para kuli beristirahat. Aku menatap Minho Oppa yang terlihat sangat giat bekerja. Aku beruntung mempunyai kekasih sepertinya , seorang namja tiba-tiba duduk disampingku dan semakin mendekat kearahku membuatku sedikit ketakutan dan duduk menjauh.

“Annyeong Noona , siapa namamu? Mengapa yeoja cantik sepertimu berada disini? Ah aku lupa, perkenalkan aku Kim Jin Jae , pemilik tempat batuan ini. Kau tahu bukan aku sangat kaya”Ucapnya mencoba meraih wajahku tetapi dengan cepat aku menapik tangannya dengan kasar

“Kau menolakku? Apa yang kau lihat dari namja miskin itu? Ia sama sekali tidak bisa membiayai hidupmu”Bentak namja itu padaku, membuatku ketakutan dan Minho Oppa yang tadinya terlihat sibuk tiba-tiba menoleh kearahku dan namja itu..

“Oppa!!”Aku menangis lalu memeluk Minho Oppa yang berkeringat. Minho Oppa memandang namja itu dengan tatapan murka

“WAE!! Kau ingin memukulku? Kau tahu bukan bahwa aku bisa saja memecatmu !! Kau hanya kuli disini !! Kau lupa bahwa aku adalah pemilik tempat ini !! Dasar Namja Miskin”Ucap Namja itu sambil mencibir Minho Oppa dengan wajah sinisnya. Minho Oppa hanya dapat menunduk menahan amarahnya

Aku merasa tangan Minho Oppa yang mengepal kuat dan ingin menghajar namja itu, tetapi dengan cepat aku menahannya dan menariknya pergi. Aku tak ingin Minho Oppa semakin terbebani dengan memukul namja keparat itu

***

Minho Oppa terlihat bersiap-siap. Ia memakai sebuah baju pelayan, ia mengatakan bahwa mulai hari ini ia akan bekerja disebuah Cafe.

“Doakan Oppa Ne?”Ucapnya sambil mengecup keningku

“Ne Oppa, aku akan selalu mendoa’kanmu”Ucapku dengan tersenyum. Aku berjinjit lalu mencium bibirnya sekilas membuatnya menatapku terkejut. Sedangkan aku hanya dapat menampilkan wajah maluku

“mian”

“G..Gwenchana”ucapnya gugup

“Oppa pergi ne”Senyumnya lalu berjalan keluar dari rumah. Sedangkan aku hanya dapat berteriak senang. OMONA! Seperti mimpi saja. Aku tersenyum senang lalu berjalan kearah daput rumah kecil ini dan mulai memasak. Ya, aku sudah mulai belajar memasak dan sekarang aku bisa memasak.

Tok…tok..tok

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah, dengan cepat aku membukanya dan menemukan seorang yeoja tengah menatapku dengan tatapan bingung dan bertanya

“Siapa kau?”Tanyanya, yeoja ini terlihat sangat menawan. Dari gaya berpakaiannya ia, terlihat seperti anak orang kaya

“Aku.. aku yeojachingu Minho”Jawabku pelan

“Jeongmalyo? Apakah Minho Oppa ada”

“Ne, wae? Minho Oppa sedang bekerja”

“Anniyoo.. katakan pada Minho Oppa, aku mencarinya. Bilang saja bahwa namaku adalah Choi Jinri.. senang bisa berkenalan denganmu eonni. Kau sangat cantik”Ucapnya dengan senyum lalu pergi begitu saja. Aku hanya dapat memandangnya dengan tatapan bertanya

***

( Author Pov )

Minho tersenyum senang, ia diterima kerja disebuah Restauran Ramen.. Yang mungkin bisa menghidupi dirinya dan Jiyeon..

Minho mengangkat beberapa mangkuk makanan untuk beberapa pelanggan setia Restaurant Ramen itu.

Seorang yeoja menatap Minho dengan pandangan terpesona. Karena baru kali ini ia menemukan namja setampan Minho..

“Suzy, Gwenchana?”tanya seorang yeoja menegur yeoja yang tadi terpana dengan ketampanan Minho. Yeoja bernama Suzy itu hanya dapat menggeleng pelan

“a..aniyo”

“Kau menyukai namja tampan itu?”

“Anni,, aku tidak menyukainya.. “

“Kau bohong”

“Aku serius”Ucap yeoja bernama Suzy itu sambil menatap Chingunya

“Aku merasa kau menyukainya”

“Son Naeun”

“Kekek”

Minho berjalan kearah meja suzy dan Naeun dengan membawa menu makanan. Minho menatap Suzy dengan senyum..

“Ini menu makanannya Nona..”Senyum Minho

Setelah selesai menuliskan daftar makanan yang Suzy ingini, Minho pergi untuk melayani meja yang lain..

“Ia tampan”Celetuk Naeun

“Diam”

“Kau sudah menyadarinya dari tadi Nyonya Bae”

***

Kyuhyun memandang sebuah foto di Laptopnya , sedari tadi ia hanya dapat mendengus kesal. Pikirannya terus berputar pada yeoja yang telah menarik perhatiannya.. wajahnya terlihat dingin sambil memandang foto yeoja cantik itu

“Apakah namja itu sangat istimewa hingga kau menolakku?”

“Aku tidak akan tinggal diam sayang, aku pastikan akan mendapatkanmu cepat atau lambat”Senyum evil Kyuhyun muncul. Ia terlihat merencanakan sesuatu untuk memisahkan Jiyeon dan minho

“Kita tunggu saja tanggal mainnya”

Kyuhyun berdiri dari kursi yang sedari tadi ia duduki,tangannya bergerak mengambil sesuatu dari saku celananya..

“Yoboseyo?”

“Apakah kau sudah melihat keadaan Jiyeon?”

“Sudah tuan, ia baik-baik saja. Saat ini ia sedang duduk sendirian didepan rumah kumuh itu Tuan.. sepertinya ia sedang menunggu seseorang”

“Baiklah,, pantau terus keadaannya.. aku tidak ingin ada orang yang menyakitinya”

“Baik Tuan”

Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya dan menatap ponselnya dengan tatapan kecewa dan sedih

“Kapan aku bisa mendapatkan hatimu”Gumamnya pelan

 

***

Jiyeon berjalan disamping Minho sambil mengapit tangan namjachingunya itu dengan mesra. Wajahnya tersenyum senang, pasalnya minho mengajak Jiyeon berjalan-jalan untuk menikmati uang hasil kerja Minho selama sebulan ini..

Minho menggenggam tangan Jiyeon untuk masuk ke Bianglala..

Dengan wajah takutnya Jiyeon mengikuti Minho..

“Gwenchana”Ucap minho seakan menyadari ketakutan kekasihnya itu. Minho menggenggam tangan Jiyeon dengan erat, tanpa menyadari seorang yeoja tengah memperhatikan mereka

‘apakah ia sudah memiliki yeojachingu? Aigoo,padahal aku sudah menyukainya’Batin yeoja itu dengan sedih. Wajahnya terlihat murung, yeoja itu berbalik.. awalnya ia ingin menaiki bianglala itu tetapi ia mengurungkan niatnya..

Bae Suzy

“Suzy-ah, mengapa kita malah kembali”Tanya seorang namja pada yeoja itu

“Aish! Diamlah”

“Suzy-ah”

“Wae?”

“Kau sudah mempertimbangkan apa yang ku katakan kemarin?”

“Mianhae Seung gi-ah , sepertinya aku tidak bisa”

“Mwo”

“Aku menyukai seseorang”

“Nugu”

“Namja itu”Ucap Suzy sambil  menunjuk bianglala yang di naiki Minho dan Jiyeon. Mata Lee Seung Gi membulat..

“Namja itu? Kau menyukai namja dengan baju seperti itu? Apakah kau gila?”

“anni, aku masih sangat waras.. ia terlihat sangat tampan”

“Aish jeongmal”Kesal Seung Gi

***

( Choi Minho Pov )

Aku memeluk Jiyeon sambil melihat pemandangan indah dari bianglala ini.  Jiyeon tersenyum senang dan bahagia. Aku sangat menyukai senyumnya, Jiyeon tersenyum dengan sangat indah dan terlihat lepas..

Aku sangat menyukai dan mencintainya..

“Jiyeon-ah”

“Ne Oppa”

“Bagaimana jika suatu saat kita berpisah?”

“Shireo! Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi Oppa.. aku sangat mencintaimu”

“Nado Chagiya..”

“Oppa”

“Ne”

“Apakah kau berpikir appa akan menerima hubungan kita?”

“Ne, aku yakin Ahjussi akan menerima hubungan kita.. Aku yakin 100%. Lagipula aku lebih baik dari Kyuhyun, aku lebih di bidang manapun darinya”Ucapku dengan nada candaan..

“aku tahu Oppa”Kekehnya

“Chagiya”

“Ne oppa”

“Bagaimana kalau kita menikah”

“Mwo”

“Kita menikah”

“Kau serius Oppa?”Tanyanya lalu berbalik dan menatapku dengan mata indahnya yang berkaca-kaca. Aku mengangguk sambil tersenyum kearahnya, wajahnya terlihat sangat bahagia. Jiyeon lalu memelukku tanpa ingin melepaskannya..

“Oppa.. aku menerima lamaranmu”Tangisnya dengan deras

“Aku yakin aku akan bahagia bersamamu Oppa”Ucapnya sambil mempererat pelukannya..

***

( Jiyeon Pov )

Aku dan Minho Oppa berjalan-jalan sambil berpegangan tangan. Hingga kami melewati sebuah toko perhiasan. Aku menatap sebuah kalung yang sangat indah, tetapi sangat disayangkan.. harganya terlalu mahal..

“wae chagi?”

“Anniyo Oppa”

“Kau menginginkannya?”Tanya Minho Oppa

“anni Oppa.. aku hanya berpikir bahwa kalung itu sangat bagus”

Aku tersenyum pada Minho Oppa, ia menatapku dengan tatapan curiga tetapi ia mencoba menyembunyikannya. Aku tidak mau Minho Oppa mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli kalung itu..

Tiba-tiba seorang ahjumma muncul..

“Aigoo.. kalung ini indah”

“Kalung ini baru saja datang dan barangnya pun terbatas.. apakah anda berniat membelinya Nyonya”Tanya Pegawai toko perhiasan itu.. aku bisa mendengarnya karena kami berdiri tidak jauh dari tempat itu..

Aigoo aku merasa sangat sedih, aku sangat menginginkan kalung itu..

“Kajja Oppa”

“Tunggu dulu”

“Ne?”

“Kau tunggu disini sebentar ne.. Oppa akan segera kembali” Minho Oppa berlari pergi .. kemana ia??

***

( Author Pov )

Minho berlari ke Atm terdekat dan mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya..

‘apakah uangku masih ada’ batin Minho..

Senyumnya muncul..

‘Apakah Ahjussi sudah mengirim uang ke Atmku?? Daebak,, syukur saja ahjussi mengirim uang itu pada saat yang tepat.. Gomawoo ahjussii.. aku akan segera mengganti uangmu jika aku sudah mendapatkan banyak uang dari gajihku ’batin Minho menarik beberapa uang..

Minho berlari kembali, Jiyeon menatap namjachingunya itu dengan tatapan bingung seakan bertanya dari mana namja itu..

“Kajja”Minho menarik tangan Jiyeon..

“ Aku ingin membeli kalung ini”Ucap Minho sambil menunjuk kalung yang hampir saja dibeli oleh seorang ahjumma.. ahjumma itu memandang Minho dengan kesal

“Aku akan membayar dua kali lipat jika kau memberikan kalung itu padaku”Ucap Ahjumma itu.. Ahjumma itu memandang minho dan Jiyeon dengan tatapan merendah. Terlebih lagi saat ia melihat baju yang dipakai oleh Minho dan Jiyeon

‘Mereka orang-orang miskin dan mungkin uang mereka tidak akan mampu menandingi uang yang ku tawarkan untuk membeli kalung  itu’batin ahjumma  itu sambil tersenyum kecut..

“Aku akan membayar 3 kali Lipat”Ucap Minho sambil menaruh uang yang baru saja ia ambil tadi diatas meja. Jiyeon yang melihat hal itu hanya dapat menatap Minho dengan tatapan tidak percaya

Pelayan itu terlihat menatap ahjumma yang terlihat sudah mati kutu..

“Oppa..sebaiknya kita pergi.. “

“Jangan”

“Oppa”

“Aku akan membelikannya untukmu”Ucap Minho sambil tersenyum.Pelayan itu membungkus kalung itu lalu memberikannya pada Minho..

“Gomawoo”

***

( Hyomin Pov )

Aku berjalan dengan anggun dengan Jisung Oppa disampingku. Walaupun kami sedang bertengkar, kami tidak akan menunjukkan pertengkaran kami didepan orang-orang yang ada disekitar kami..

Pesta yang sangat mewah, bahkan bisa dibilang ini adalah pesta termewah yang pernah aku kunjungi dan yang pernah ada. Pesta ini adalah pesta yang dirayakan oleh Keluarga Choi dalam rangka merayakan Ulang Tahun putera pertama mereka, Keluarga Choi sangat sempurna dan mereka memiliki segala-galanya..

Rumah sebesar istana, perusahaan besar dimana-mana, Mobil mewah , mereka sangat menawan..

Aku dan Jisung Oppa duduk disalah satu kursi..

Acara dimulai dengan beberapa sambutan dari Nyonya dan Tuan Choi, Nyonya Choi terlihat tampil dengan wajah elegan dan wajah bersahabatnya.. mereka memang dikenal dengan sifat baik yang mereka miliki..

“Seandainya saja putera keluarga Choi tertarik pada jIyeon, aku pasti akan sangat bahagia”Celetuk Jisung Oppa membuatku hanya dapat terdiam. Ia terus memikirkan uang.. apakah diotaknya hanya ada uang eoh??

***

( Jiyeon Pov )

Aku membersihkan rumah kecil yang kutempati bersama Minho  Oppa. Hari ini Minho akan pulang telat karena ia mempunyai sebuah pekerjaan yang entah apa itu.. Padahal hari ini adalah hari ulang tahunnya..

Sebuah kertas tiba-tiba saja jatuh mengenai kakiku..

‘Undangan Ulang Tahun’ Batinku

Aku membukanya dan seketika itu mataku terbelalak..

“Apakah Minho Oppa memiliki hubungan dekat dengan keluarga Choi hingga ia memiliki surat undangan ini? Minho Oppa memang daeebakk”Gumamku..

Aku membuka lemari tua itu, dan menemukan banyak barang-barang. Minho Oppa tidak pernah membiarkanku untuk membuka lemari itu. Karena Minho Oppa mengatakan bahwa isi lemari ini sangat penting untuknya, tetapi tidak apa bukan jika aku membukanya?? Siapa tahu aku dapat mengetahui siapa orang tua Minho Oppa sebenarnya, karena aku memang sangat penasaran dengan jati diri Minho Oppa..

Deg!

Bukankah ini fotoku? Sejak kapan Minho Oppa mengenalku? Bukankah saat itu aku tidak mengenal Minho Oppa..

wpid-Av43cE6CIAEI1kK.jpeg

Aku membuka foto selanjutnya dan menemukan foto seorang yeoja..

Bukan kah ini adalah yeoja tempo hari yang datang kemari?? Aku membalik foto itu dan menemukan sebuah tulisan dibelakangnya

‘Choi Jin ri, anak kedua dari Keluarga Choi’

Aku mulai merasa perasaan yang tidak enak.. apakah Minho Oppa mendapatkan uang dari keluarga Choi? Ataukan Minho Oppa memeras mereka? Apakah minho oppa tahu rahasia terbesar mereka? Apakah Minho Oppa melakukan sebuah kejahatan??

Tetapi itu sangat tidak mungkin, mengingat Minho Oppa adalah namja baik-baik. Jiyeon kau harus berpikir positif, mungkin saja yeoja itu adalah teman dari Minho Oppa.. Lagi pula yeoja itu terlihat tidak ada masalah tempo hari dengan Minho Oppa..

***

( Author Pov )

Seorang Namja dengan wajah dinginnya memasuki sebuah ruangan. Ia berjalan dengan pelan hingga ia melihat seorang yeoja tengah menunggunya dengan tersenyum..

“Oppa.. kau datang” Senyum yeoja itu

“Ne”Jawab dingin namja itu lalu merangkul yeoja itu dengan lembut..

“Oppa aku merindukanmu”

“Nado”

“Aish.. jeongmal! Bagaimana bisa kau memiliki sifat sedingin itu”Omel yeoja itu

“Begitulah”Jawab namja itu tanpa tersenyum..

Yeoja itu hanya dapat memutar matanya kesal, bagaimana tidak? Semenjak ia kecil, ia tidak pernah melihat namja itu tersenyum..

“Aku sudah mengatakan bahwa tidak perlu membuat pesta bukan?”

“Oppa,, kau harusnya menghargai apa yang eomma dan appa siapkan.. mereka menyayangimu”Celetuk yeoja itu

“Kau tahu bukan? Aku tidak suka dengan kemewahan yang kita miliki.. Aku tidak ingin orang-orang mengenaliku” Dingin namja itu

“Oppa.. Bagaimanapun kau adalah pewaris perusahaan appa kelak”

“Apakah aku pernah menyetujui hal itu?”

“Oppa.. Yeoja itu sangat hebat hingga membuatmu bisa tersenyum saat bersamanya.. kau tahu Oppa? Aku tidak menyangka bahwa kau mau mempermalukan dirimu didepan banyak orang hanya karena yeoja itu.. “

“Dia Istimewa.. bukankah kau bisa merasakannya?”

“Ne.. Oppa.. ia memang istimewa”

***

( Choi Minho Pov )

Aku membawa beberapa bungkus makanan. Aku yakin jiyeon lapar saat ini, aku masuk tanpa mengetuk..

“Oppa”Ucap Jiyeon yang terlihat sedang melipat baju, aku tersenyum padanya..

Lalu duduk didepannya..

“Wae Chagiya?”

“Ah..anni”Jawabnya gugup

“Wae?”Aku merasa curiga, aku menganggam tangannya..

Tiba-tiba saja Jiyeon mengeluarkan beberapa barang yang kubelikan selama ini untuknya.. mengapa ia??

“Dari mana kau mendapatkan uang ? “

“Apa maksudmu?”

“Aku bertanya Oppa! Dari mana kau mendapatkan uang? Apa hubunganmmu dengan keluarga Choi? Apakah kau melakukan tindakan kriminal?” Ucapnya sambil menatapku sinis

“Aku..aku”Aku menjadi sangat gugup..

Jiyeon menghempaskan tanganku yang menggenggam tangannya tadi..

 wpid-528153_10151018982280642_722427892_n.jpeg

TBC

Aigoo.. Otthokae?? Apakah jelek?? Aish T_T Mianhae soalnyaa Mood author lagi bener-bener buruk jadi Ffnya ketularan buruk deh.. mohon Kritik dan sarannya .. Gomawoo ^^