One More Time ( Part 1 Of 2 )


wpid-tumblr_ma4pvjGiV61rdy7zvo2_1280.jpeg

Tittle : One More Time

Author : Marsa_Queens

Type : Chaptered

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

( Main Cast )

  • Park Jiyeon
  • Choi Minho

( Other Cast )

  • All

Annyeong ^^ Author Kembali dengan Fanfiction terbaru Author :D Fanfiction yang tiba-tiba muncul diotak author setelah author melihat wajah seseorang teman.. Semoga ceritanya nyambung dan gak Gaje ^^ Gomawoo.. jangan lupa RCL nde #Peluk 

*

*

*

( Jiyeon Pov )

Apakah aku kurang menarik? Huft.. Sudah semua cara ku lakukan agar Minho mau menyentuhku layaknya kekasih. Aku sudah cukup besar bukan? Minho Sunbae terlalu lama berkencan dengan buku-bukunya itu.

Seperti biasa, aku berjalan menyusuri koridor sekolah Kirin Art School. Sekarang aku sudah duduk dibangku kelas 2, sedangkan Minho sudah duduk dibangku kelas 3 dan itu berarti ia semakin sibuk.

Selama kami menjadi sepasang kekasih, ia tidak pernah sekalipun senyum padaku ataupun membelai rambutku layaknya kekasih,, yah,, walaupun harus ku akui bahwa aku yang lebih dulu mengejarnya dan menyatakan perasaanku padanya.

Aku masuk kedalam perpustakaan yang terlihat sangat hening dan menemukan seorang namja tampan tengah duduk sambil menatap buku ditangannya dengan wajah yang berkonsentrasi.

“Sunbae”

“Kau lagi”

“Kau tidak lapar? Kajja kita makan”

“Kau saja”

“Sunbae”

“Sana pergi.. jangan ganggu”

Aku hanya dapat mendengus pelan, aku duduk didepannya sambil membawa buku yang baru saja ku ambil.

“Sangat cocok padamu.. Dinosaurus membaca buku tentang Dinosaurus”Ucapnya masih dengan nada datar. Apa ia mengejekku? Hey.. hal yang sangat jarang terjadi. Aku menatapnya dengan tatapan kesal..

Aku harus membalas ejekkannya.. ‘Jelek’ Ah, dia tidak jelek sama sekali dan jika aku mengatakan ia tidak keren, ia sebenarnya sangat keren..

***

Hari ini aku pulang bersama Minho, ia hanya diam sepanjang perjalanan. Aku menatap pemandangan diluar dari mobil mewahnya ini, Minho Sunbae memang orang kaya raya dan sangat populer disekolah.

“Sudah sampai”

“Ne”

“Gomawoo Sunbae”

“Ne” Ia hanya menjawab ucapanku dengan kata ‘ne’ benar-benar ! apakah ia masih menganggapku sebagai kekasihnya. Hufttttt…

“Sunbae”

“Ne”

“Apakah kau punya waktu ? Lusa aku, Luna dan Krystal akan mengajak namjachingu kami ke Mal .. kau mau ikut?”

“Aku sibuk”

“Sunbae!”

“Ne,,ne”

“Gomawoooo”

“Jangan menjadi seperti yeoja Hyperaktif dihadapanku.. aku tidak menyukainya”

“Ne Sunbae” Ucapku menunduk lalu keluar dari mobilnya. Tanpa ada senyum, ia langsung berangkat begitu saja. Apa yang harus ku lakukan biar namja itu luluh? Apakah aku harus menggodanya.. tetapi ia sepertinya namja yang tidak bisa tergoda..

Aku masuk kedalam rumahku dengan wajah lesu, Huh! Mengapa kami tidak pernah seperti pasangan lainnya yang bermesra-mesraan? Huftt..

Benar-benar….

***

( Author Pov )

Jiyeon dengan senyum diwajahnya pergi ke ruangan Minho, tetapi langkahnya terhenti saat melihat beberapa yeoja yang terlihat duduk disamping kanan dan kiri Minho. Yeoja-yeoja itu terlihat mengobrol bersama Minho yang terlihat sedang asiknya membaca.

‘Mengapa ia tidak marah ? bukankah biasanya jika aku berada didekatnya ia akan marah’pikir jiyeon dengan cemberut

‘Mengapa? Saat giliran yeoja-yeoja centil itu ia malah terlihat tenang-tenang saja’ Batin Jiyeon lagi. Wajahnya memerah menahan cemburu

“YA! BAE SUZY! LEE JIEUN! Menjauhlah dari SEOBANG-ku”

“MWOYA! PARK JIYEON”Ucap Suzy yang terlihat tidak terima dibentak begitu saja. Minho menatap jiyeon sekilas kemudian kembali terfokus pada bukunya. Bukan hanya sekali ini Jiyeon membuat ulah..

“Ayolah! Kami hanya ingin belajar”Ucap Jieun dengan nada sinis

“BELAJAR! Hey.. kalian pikir aku tidak tahu siapa kalian? Dua yeoja yang selalu menggoda Minho Sunbae! Ya! Kalian lupa jika aku adalah yeojachingunya?”

“Yeojachingu? Tunggu.. bukankah kau yang menyatakan perasaan padanya dan mengejar-ngejarnya? Mungkin karena ia sudah bosan, makanya Minho sunbae menerimamu. Minho Sunbae sudah lelah dengan kau yang setiap hari mendekatinya.. “ Ucapan Jieun terpotong

“Anni, Ia tidak terganggu” Ucap Jiyeon menyangkal

“Aku terganggu! Bisakah berhenti membuat kegaduhan?”

“Minho Sunbae”Ucap Jiyeon

“Kau dengar ? Kau itu hanya penganggu! Seharusnya kau itu sudah menyerah, Minho sunbae tidak menyukaimu”

“MWO! Minho Sunbae menyukaiku”Ucap Jiyeon dengan suara yang mulai mengecil dan mata yang berkaca-kaca sambil menatap Minho dan dua yeoja yang kini tengah menatapnya dengan tatapan merendah.

“Aku ingin tertawa mendengarnya! Apakah kau sadar bahwa selama ini kau itu seperti yeoja yang tidak punya pekerjaan, selalu menganggu namja yang sudah jelas tidak menyukaimu? Apakah kau pernah mendengar Minho Sunbae mengucapkan bahwa ia menyukaimu?” Ucap Suzy sambil menatap Jiyeon sinis

“Su…Sunbae” Jiyeon memanggil Minho.

Minho tidak menatapnya sama sekali dan malah menatap bukunya dengan fokus.

‘apakah ia benar-benar tidak menyukaiku’batin Jiyeon hendak menangis

Jiyeon berbalik dengan bekalnya yang masih berada ditangannya. Rasa sakit itu membuatnya ingin menangis.. tetapi ia menahannya, walaupun begitu .. ia tidak bisa menahan air mata itu lagi,,

Hingga…

Seseorang menarik tangannya membuat menoleh dan menemukan Minho didepannya dengan nafas memburu..

“Wae?”

“Ada apa?”

“Anniya”Jawab Jiyeon

“Kau menangis”

“Anni”

Minho menghapus air mata Jiyeon, ia menatap Jiyeon dengan tatapan yang sangat lembut. Tanpa mereka sadari, mereka menjadi pusat perhatian..

“Jangan menangis, mereka salah jika mengatakan aku tidak menyukaimu. Aku tidak mungkin menerimamu jika aku tidak menyukaimu, jadi jangan menangis karena ucapan mereka. Kau seharusnya yakin bahwa aku menyukaimu”Ucap Minho, mata jiyeon berkaca-kaca.. baru kali ini Minho berbicara dengan kalimat panjang padanya.

“Sunbae”

Jiyeon memeluk minho dengan senyum. Hatinya merasa sangat senang terlebih lagi saat ia merasakan Minho membalas pelukannya..

***

Jiyeon menatap kedua sahabatnya yang tengah bemesraan dengan kekasih mereka. Jiyeon menampilkan wajah iri nya, terlebih lagi saat ia melihat Krystal berciuman dengan Kang Min Hyuk kekasih krystal. Sedangkan luna terlihat dengan senangnya berpelukan mesra dengan namjachingunya Lee Jin Ki

Lagi-lagi Jiyeon menghela nafas, sepertinya Minho tidak akan datang lagi. Namja itu terlalu sibuk dengan bukunya.

Jiyeon mengambil tasnya, dan memutuskan untuk pergi. Dari pada ia menjadi obat nyamuk.

Jiyeon berjalan mengelilingi Mal itu hingga..

Ia menatap seorang namja dan seorang yeoja yang tengah menari dengan tubuh gemulai dan banyak orang yang menonton disana. Jiyeon menatap yeoja yang terlihat sangat lihai dan lincah menari itu dengan baju yang bisa terlihat sangat sexy..

Wahh..bukankah itu Tarian Trouble Make Now, daebakk! Yeoja itu terlihat sangat sexy terlebih lagi bentuh tubuhnya sangat Ideal “ Pikir Jiyeon

Apakah Jika aku memakai baju seperti itu, Minho Sunbae akan menyukaiku? Dan akan menyentuhku layaknya kekasih? >.<Pikir Jiyeon dengan pikiran Yadong-nya. Karena keasikkan melamun Jiyeon tidak menyadari bahwa seseorang tengah memperhatikannya dan sebuah jitakkan mendarat mulus dikepalanya.

“AISH!”kesal jiyeon..

“YAK! JUNG SOO JUNG!”Kesal Jiyeon

“Kekek”Krystal hanya dapat terkekeh geli melihat kekesalan Jiyeon padanya.

“Aku kesana ne”Ucap krystal dan Minhyuk yang berlalu dari hadapan Jiyeon yang masih menampilkan wajah kesal. Tiba-tiba sebuah tangan menutup matanya..

“Aish! Luna-ah, aku tahu itu kau.. jangan mengerjaiku seperti sahabatmu yang Pabo itu! Aku ingin pulang, lepaskan”

“Shirreo”

“M..Minho Sunbae”kaget Jiyeon saat melihat seorang namja tampan dengan wajah tampan berdiri dibelakangnya. Namja itu hanya tersenyum kecil..

“Kau datang”

“Mian, aku ada sedikit urusan di Perpustakaan tadi”

“Nde” Senang Jiyeon.

***

( Jiyeon Pov )

Tidak ada yang istimewa dengan kencan kami. Minho Sunbae lebih senang berkencan dengan buku-bukunya dibandingkan diriku, sedangkan aku hanya dapat menatapnya dengan tatapan bosan. Apakah ia tidak lelah membaca buku membosankan itu? Aku melihatnya saja sudah sangat tidak tertarik..

“Sunbae”

“Ne”

“Apakah kau merasa aku cantik?”

“Biasa saja”

“Mwo! Lebih cantikkan siapa aku dan Suzy”

“Kau”

“Kalau dengan Jieun”

“Entahlah”

“mwo”

“Ia mempunyai suara bagus, sedangkan kau mempunyai suara yang super cempreng ( Sumbang ) apalagi jika kau berteriak, gendang telinga orang yang mendengar mungkin akan tuli”

“Sunbae.. sebenarnya yeojachingumu itu aku atau Jieun”

“Kau”

“Tetapi mengapa kau malah memujinya”

“Fakta”

“YA!”

***

Aku mengajak Minho Sunbae untuk pergi ke Pantai kota, pasti melihat matahari terbenam sangat menyenangkan. Aku tidak sabar..

Minho sunbae terlihat membaca buku tentang sejarah, sedangkan aku menatap matahari yang sebentar lagi terbenam..

“Sunbae,, lihat”

Minho Sunbae terlihat menatap matahari itu, ia tersenyum dengan amat lebar. Senyum yang tidak pernah ku lihat sebelumnya. Aku terus menatapnya dengan lekat, tanpa sadar aku tersenyum melihatnya yang tersenyum cerah..

Sunbae.. aku sangat mencintaimu..

Aku tidak ingin hubungan ini berakhir, aku merasa kita cocok.

***

( Author Pov )

Minho dan Jiyeon terlihat sangat menikmati pemandangan dihadapan mereka. Tetapi tiba-tiba sebuah suara menganggu Jiyeon dan Minho..

“Oppa”Terdengar suara lembut dan halus yeoja yang duduk tidak jauh dari Minho dan Jiyeon. Yeoja itu bersama namjanya yang tampak merangkulnya..

“Ne Chagiya”

“Kau mencintaiku?”

“Tentu saja.. aku sangat mencintaimu”

“Mengapa kau bisa mencintaiku”

“Aku tidak tahu, aku mencintaimu tanpa alasan,, bagiku kau adalah yang terbaik”

“Jeongmal”

“Ne Chagiya”

“Oppa Saranghae..”Yeoja itu memeluk namja tampan disampingnya. Jiyeon menatap dua orang manusia itu dengan tatapan terkagum-kagum. Ia seperti menonton sebuah film. Sedangkan Minho hanya dapat menatap datar kedua orang itu,,

“Sunbae… mereka sangat ROMANTIS”ucap Jiyeon dengan sangat Antusias..

“Biasa saja”

Jiyeon hanya dapat mendengus, bagaimana bisa namja itu tidak kagum dengan kebesaran cinta dua orang yang sekarang menjadi topik pembicaraan mereka.

“Kajja kita pulang.. aku sibuk”

“Ne” Jawab Jiyeon, padahal ia ingin lebih lama bersama namjanya itu..

Sesampai dirumah Jiyeon, Jiyeon hanya diam disebelah Minho tanpa berniat turun sedangkan Minho sudah menatap Jiyeon dengan tatapan bertanya..

“Turun”

“Sunbae”

“hmm..”

“Cium aku”

“Mwo”

“Cium aku, bukankah kau namjachinguku? Aku belum pernah merasakan yang namanya ciuman pertama”

“Shireo”

“Sunbae!”

“Shireo!”

“Wae? Bukankah kau bilang kau menyukaiku. Krystal dan Luna sudah sangat sering berciuman dengan kekasih mereka”

“Turunlah”

“Sunbae! “

“Aku bilang turun”ucap Minho dengan nada datar, karena menurutnya berdebat dengan Jiyeon adalah hal yang membuang banyak waktu. Jiyeon menatap kecewa Minho bagaimana bisa namja itu bersikap sangat dingin padanya? Padahal ia sangat mengharapkan Minho akan menjadi namja yang sangat romantis dan selalu memberikan kehangatan untuknya.

“Arraseo! Jika Sunbae tidak mau menjadi First Kissku.. masih banyak namja yang mau ku cium! Besok aku menghampiri Suho Sunbae saja”Ucap Jiyeon dengan nada sewotnya lalu keluar dari mobil Minho.

Jiyeon berlalu begitu saja masuk kedalam rumahnya, Jiyeon melirik sedikit mobil Minho yang masih terparkir didepan rumahnya.

‘ada apa dengannya? Tumben sekali ia betah didepan rumahku ‘

***

Kirin Art School dihebohkan dengan kedatangan Jiyeon dengan seorang namja. Suho.. salah satu Namja Populer di Kirin Art School, dengan bangganya Jiyeon menggandeng tangan Suho memasuki koridor sekolahnya. Tanpa mereka sadari, mereka berpas-pasan dengan Minho yang terlihat fokus membaca buku.

Jiyeon melirik Minho yang terlihat sama sekali tidak perduli ia menggandeng tangan Suho. Jiyeon menghela nafas pelan..

Ia sudah sangat bingung dengan sifat namjachingunya yang bisa berubah-ubah itu. Kadang Minho baik padanya, tetapi Minho lebih sering bersikap mengabaikannya,,

Jiyeon berbalik dan berjalan disamping Minho..

“Mengapa kau malah mengikutiku”

“Anni , aku tidak mengikutimu”

“Jadi? Apa yang kau lakukan dengan berjalan disebelahku?” Datar Minho

“Aish! Ya sudah”

“Kau mau menghampiri Suho lagi? Hati-hati kau bisa menjadi yeojachingu ke-8 nya” Ucap Minho datar

‘Ige Mwoya! Jadi ia menyadari bahwa tadi aku bergandengan tangan bersama Suho Sunbae? Benar-benar.. apakah ia tidak cemburu T_T Pikir Jiyeon dengan tampang bodohnya.

“Kau tidak cemburu” Tanya Jiyeon

“Anni”

“Aish!”

“Tentu saja”

“Ne?”

“PABO” Minho hanya dapat menghela nafas pelan. Bagaimana ia bisa menerima yeoja Se-Lola Jiyeon menjadii kekasihnya.

***

Jiyeon tercekat, kakinya terasa membeku mendengar ucapan appanya. Ia hanya bisa terdiam sambil menatap kedua bola mata appanya dengan tatapan sedih dan tidak terima .

“eomma benarkah”

“Ne chagiya, sebaiknya segera siapkan barangmu”

“eomma..”

“Appa tidak bisa membantah sayang, Direktur sudah menempatkan appa untuk bekerja di Luar Negeri, kita tidak bisa membantah itu.. Jika kita membantah maka appa akan kehilangan pekerjaan”

“Appa.. bolehkah aku bertemu Minho Sunbae”

“Nde, tetapi jjangan terlalu lama, biar eomma mu yang mengemasi baju-bajumu”

Jiyeon berlari keluar dari rumahnya dengan air mata yang terus berjatuhan. Ia masuk kedalam mobilnya  lalu menuju rumah Minho.

***

Jiyeon sampai di Apartement Minho, ya.. Minho memang memutuskan untuk tinggal sendiri di Apartementnya

“wae?”

“Su..Sunbae”

“Jangan banyak bicara, langsung saja. Aku masih banyak pekerjaan, jika kau berniat mengangguku sebaiknya kau pergi. Aku tidak punya banyak waktu, dan aku mohon untuk sebulan ini jangan mengangguku”Ucap Minho dengan wajah dingin dan menatap Jiyeon.

Jiyeon menatap Minho dengan tatapan berkaca-kaca

“Sunbae kau ingin aku pergi”

“ne, memangnya kau ingin bicara hal apa?”

Jiyeon menggeleng pelan..

“Sunbae, bolehkah aku menciummu. Aku mohon, aku akan tidak bertemu denganmu” Ucap Jiyeon dengan manja

“Aish! Jangan, menjijikkan” Tolak Minho sambil menatap Jiyeon yang terlihat mengeluarkan Puppy Eyesnya. Minho menggeleng, sedangkan Jiyeon menarik tangan Minho manja.

Cup! Jiyeon menarik wajah Minho dan mendaratkan bibirnya pada bibir Minho kemudian melepaskannya. Minho terbelalak kaget..

“Aku hanya ingin first kiss ku bersamamu Sunbae”

“Apa yang kau lakukan! Kau menjijikkan”Marah Minho lalu masuk begitu saja. Jiyeon belum sempat mengucapkan selamat tinggal. Jiyeon hanya dapat menahan tangisnya.

‘mungkin Minho sunbae akan sangat senang dengan kepergianku’

***

( Choi Minho Pov )

Sudah seminggu Jiyeon tidak mengangguku, tumben sekali. Aku memegang bibirku sambil tersenyum, Jiyeon adalah yeoja terbodoh. Apakah ia tidak takut jika tiba-tiba aku menyerangnya? Aku namja normal.. aku tidak mau menyentuhnya karena aku tidak ingin merusak keindahannya.

Aku menatap sekeliling perpustakaan, biasanya perpustakaan ini akan sangat heboh jika Jiyeon datang.

Aku memutuskan untuk beranjak, aku ingin mencarinya. Aku merindukan yeoja paboku..

Saat aku kekelasnya , aku menyerit saat melihat orang lain menempati bangkunya. Pandanganku tertuju pada krystal dan Luna yang terlihat tidak bersemangat, mereka terlihat seperti manusia yang bosan hidup.

“Sunbae, kau mencari siapa”Tanya Jieun dan suzy yang tiba-tiba muncul dihadapanku.

“Jiyeon”

“Jiyeon? Jiyeon bukankah sudah tidak bersekolah disini lagi?” Ucap suzy dan Jieun serempak membuatku terkejut

“Mwo”

“Sudah dari seminggu yang lalu, ia pindah ke Luar Negeri..”

***

 

( Author pov )

 

~5 tahun kemudian

Seorang yeoja cantik dengan senyum merekah berjalan melewati pintu kedatangan dibandara. Yeoja itu menghirup udara Seoul untuk pertama kalinya setelah ia pergi meninggalkan Seoul lima tahun yang lalu.

‘Akhirnya, aku merindukan Negara kelahiranku’ batinnya

Yeoja itu berjalan sambil menyeret kopernya, hingga ia melihat seorang namja tengah menunggunya.

“Permisi, Kim Jong In Imnida, apakah Nona Park Jiyeon?”

“Ah, kau salah satu karyawan yang akan menjemputku? Kau dari Perusahaan Choi’s grup bukan?”

“Ne nona salam kenal..”

“Ne,, Aku Park jiyeon, desainer baru diperusahaan itu”

“Aku sudah tahu Nona”

Kim Jong In menatap Jiyeon dengan tatapan bersahabat lalu membantu Jiyeon membawa koper yang terlihat berat itu.

***

Jiyeon dan kai memasuki sebuah mobil yang terlihat sangat mewah.

“Kau sudah bisa membeli mobil semewah ini?”Tanya Jiyeon

“Ne, gajihku sangat besar. Choi’s Grup memberikan kita gajih yang lebih banyak dari perusahaan biasanya”Cerita Kai

“Jeongmalyo”

“Tetapi kau harus tahu, bahwa sudah lebih dari 20 Desainer yang dikeluarkan dari perusahaan itu. Mereka dikeluarkan dengan alasan tidak becus dan terlambat”

“Separah itu kah peraturannya?”

“Ne, semenjak Perusahaan dipegang oleh anak dari Tuan Choi, perusahaan menjadi sangat disiplin. Bahkan jika kau terlambat semenit pun kau akan dikenakan denda dan mungkin kau bisa dipecat”

Jiyeon bergidik ngeri mendengarnya..

“Aku sudah bisa membayangkan bagaimana disiplinnya direktur itu.. Apakah kalian menyukainya?”

“Ne, selain disiplin ia juga tampan. Tetapi ia juga sangat mengerikan “

“Ne?”

“Ia sangat tidak menyukai hal-hal berbau kotor dan ia juga tidak suka dengan keributan, baru-baru ini seorang desainer baru dipecat karena tanpa sengaja menumpahkan kopi di jasnya”

“Wow! Daebak”

***

( Jiyeon Pov )

Aku memasuki rumahku, sudah lama aku tidak kemari. Aku merindukan kamarku dan.. Lupakan lah. Mungkin ia sudah melupakanku dan mungkin dulu ia tertawa lepas saat aku pergi.

Aku meletakkan koperku didalam kamarku dan berjalan mengitari rumah kami. Eomma dan Appa menetap di New York sedangkan aku bekerja di Seoul. Aku sangat beruntung bisa bekerja di perusahaan sebesar Choi’s grup. Perusahaan terbesar yang ada di Korea.

Aku menatap sekeliling rumahku, rumahku tampak sangat bersih. Karena setiap bulannya eomma dan appa menggajih seseorang untuk membersihkannya.

Aku menghempaskan tubuhku ke kursi lalu duduk..

Aku lelah dengan perasaanku yang tidak pernah bisa hilang, apakah ini yang dinamakan dengan cinta sejati? Aku merindukan Minho Sunbae, tetapi aku sangat takut bertemu dengannya, aku tidak ingin kedatanganku menganggunya.

Huft.. Choi Minho Saranghae..

Apakah sekarang ia sudah memiliki kekasih ataukah ia sudah menikah? Aish, hatiku sakit membayangkannya..

***

Aku terbangun saat merasakan sinar mentari menyinari kamarku. Aku harus segera bangun karena hari ini adalah hari pertamaku bekerja. Setelah selesai mandi, aku memilih-milih baju yang akan kugunakan hari ini, lucu jika aku mempermalukan diriku dihari pertamaku bekerja.

Akhirnya aku mendapatkan baju yang ku rasa cocok untukku. Aku siap untuk bekerja hari ini.

Aku berjalan keluar dari rumahku dan menemukan Kai sudah menungguku. Ia memang namja yang baik, aku dengar darinya ia akan segera menikah.

“Menunggu lama?”

“ne, sekitar 5 menit”

“ya.. itu tidak lama”

“Bagi orang disiplin waktu seperti itu sangat berharga”

“Cih”

Sepanjang perjalanan aku dan Kai terus bercanda, ia bercerita tentang hal yang sangat lucu.

***

Semua Karyawan diperusahaan ini sangat ramah padaku. Mereka sepertinya sangat pandai bergaul, aku sangat bahagia bisa bekerja disini. Aku duduk dimejaku, disebelah mejaku aku melihat seorang yeoja yang tidak asing lagi.

“Jung Soo Jung” Sedari tadi yeoja itu terlihat tidak menanggapi kedatanganku karena ia terlihat sangat sibuk dengan komputer didepannya. Sepertinya ia memang Krystal…

“Ya! Jung Soo Jung”

“Waee”Kesalnya lalu menatap kearahku..

“MWOYA! PARK JIYEON”Tiba-tiba saja ia berteriak dengan kencangnya. Ia sepertinya sangat terkejut dengan kehadiranku, ia bangkit dari kursinya dan berjalan kearahku seakan ingin menerkamku.

“PARK JIYEON!”Ia memelukku dengan sangat kuat membuatku hampir kehilangan nafas.

“jun..g ..So..o ..jun..g ..le..pas..kan”

Aku menghela nafas lega saat ia melepaskan pelukannya yang sangat kuat itu. Aku menatapnya dengan tatapan membunuh..

“YA! Mengapa kau tidak mengabariku”

“Aku sibuk”

“Ya! Kau lupa dengan ku eoh?”

“Ne”Ucapku

Krystal menatapku kesal tetapi kemudian ia tersenyum. Aku mengobrol dengan krystal, ia menceritakan semua yang terjadi saat aku pergi, tetapi ia tidak pernah menyebut nama Minho Sunbae saat ia bercerita. Aku terlalu takut untuk bertanya hal yang menyangkut Namja itu, aku tidak ingin sakit hati..

***

Sudah sebulan aku bekerja di Perusahaan itu, dan hari ini aku mendapatkan gajih pertamaku. Gajih yang sangat besar , pantas saja banyak orang yang bersaing untuk bekerja disini. Sudah sebulan juga aku tidak pernah menatap langsung wajah namja pewaris perusahaan besar ini, aku penasaran dengan namja yang sangat disiplin itu. Aku, Krystal dan Kai merayakan gajih pertamaku di sebuah Restaurant. Aku membayar makanan yang mereka pesan.. Ya diperusahaan itu, aku sangat dekat dengan kai dan Krystal..

“Aku dengar besok Direktur akan kembali”Ucap Kai

“Ne?”

“Ne , kau benar .. Besok aku dengar direktur akan kembali dari paris dan itu berarti kedisiplinan kita harus kita tingkatkan”Ucap krystal

“Ne?”Sedari tadi aku hanya dapat menyerit bingung dengan ucapan mereka.

“Direktur Choi akan kembali dari paris besok, dan itu berarti kau tidak boleh terlambat seperti biasa Nyonya Park”Sindir Krystal membuatku terkekeh. Ya, aku memang sering terlambat, untung saja mereka bisa menutupinya..

“Kalian tahu? Sejak aku bekerja, aku tidak tahu bagaimana rupa bos ku”

“MWO”Kaget Krystal

“Jeongmalyo? Kau tidak tahu?”Kagetnya

“Ne”

“Direktur Choi Adalah Choi Mi-“ Ucapan Krystal terputus karena tiba-tiba saja ponselnya berdering jadi ia harus mengangkat teleponnya. Aku tidak memusingkan ucapannya, aku memutuskan untuk mengobrol dengan Kai.

***

Setelah kembalinya direktur utama Choi, semua pekerjaan terasa bertambah berat dan juga semua karyawan harus datang tepat waktu. Benar-benar sangat disiplin.

Krystal keluar dari ruangan Direktur Choi dengan wajah sedih, jangan bilang desain yang kami buat ditolak lagi? Aish! Apa yang diinginkan namja itu?

“Wae?”

“Desain yang kita buat ditolak”Sedih Krystal, aku hanya dapat menghela nafas pelan. Aku sudah tidak bisa menahan kekesalanku, aku ingin bertemu dengan direktur sok sibuk itu. Ya, ini memang terdengar lucu,, tetapi memang kenyataan bahwa aku tidak pernah bertemu dengannya sekalipun dan hari ini aku akan bertemu dengannya dan langsung menceramahinya.

Aku merampas Desain itu dari tangan Krystal..

“Biar aku saja “

Tanpa mengetuk ruangannya, aku membuka pintu itu dengan kasar. Tetapi seketika langkahku berhenti, seorang namja tengah berdiri membelakangiku. Lagi-lagi jantungku berdetak?

Aku sudah terlanjut membuka pintu ini dan aku harus bisa mengeluarkan suaraku..

“DIREKTUR!”Aku membentaknya. Semua Karyawan berkumpul dipintu sambil menontonku dengan wajah yang sangat ketakutan. Namja ini tidak bisa dengan seenaknya menolak Desain yang kami buat, apakah ia tidak tahu bahwa kami sudah bekerja keras untuk membuatnya?

Namja itu berbalik, kakiku seakan melemas. Aku hanya dapat terpaku menatap namja yang sekarang juga tengah menatapku dengan tatapan datar dan dingin. Tidak mungkin.. Ja..Jadi Direktur Choi adalah Choi Minho??

Semua menatapku seakan menunggu apa yang akan ku katakan selanjutnya.. Jiyeon! Kau harus melupakan perasaanmu, ingat tujuan awalmu! Kau harus bisa mengucapkan apa yang ingin kau ucapkan! Aku mencoba menghilangkan keterkejutanku,,

“Wae?” Ia berjalan pelan mendekatiku, hingga ia tiba didepanku.. Tubuhnya sangat dekat denganku membuatku melangkah sedikit untuk mundur. Tatapan mata kami bertemu

“C..Choi Minhi! apa yang salah dengan Desain yang kami buat! Apakah kau tidak bisa menghargai desain ini? Apakah kau tidak tahu bagaimana perjuangan kami membuatnya? Apakah kau pernah berpikir bagaimana bahagianya kami jika kau memuji hasil desain kami? Bukan malah menghinanya!! Aku sudah tidak tahan dengan sikapmu! Kau seenakmu, kau tidak pernah memikirkan karyawanmu! Kau memang orang yang disiplin, tetapi apakah menurutmu semua orang bisa menjadi disiplin seperti dirimu? “Aku membentaknya..

“Baiklah”

“Ne?”

“Aku menerima desainmu”

“Mwo”

“Bukankah itu yang kau mau Park Jiyeon” Ia menatapku dengan tatapan yang tidak pernah ia tunjukkan padaku. Tatapan lembut yang penuh kerinduan.. ada apa dengannya.

***

Aku berteriak tidak jelas didalam rumahku. Tidak mungkin! Direktur Utama Perusahaan itu adalah Choi Minho Sunbae. Aigoo, aku bisa gila. Aku tidak bisa melupakan perasaan ini jika ia terus berada didekatku. Huftt!!

Apa yang harus ku lakukan? Ah benar,, aku pura-pura tidak mengenalnya dan hubungan kami sekarang hanyalah Direktur dan Karyawan.

Tetapi tidak ada kata putus diantara kami..

Choi Minho, mengapa saat aku berusaha melupakanmu kau malah kembali dan memenuhi otakku.

Tiba-tiba saja ponselku berdering, ternyata dari Kai..

‘Kau daebak! Bagaimana bisa kau membentak Tuan Muda Choi? Daebakk,, sebelumnya tidak ada yang berani membentaknya’

Aku hanya dapat menghela nafas, sudah banyak karyawan yang mengatakan bahwa aku hebat. Mereka belum tahu bahwa aku dan Choi Minho pernah menjadi sepasang kekasih.

***

Aku memasuki kantor dengan wajah tidak bersemangat, hari ini aku terlambat datang 1 jam. Biarlah jika aku akan dipecat, aku merasa sangat terancam dengan terus bertemu Minho. Perasaanku dapat kembali dan aku tidak ingin itu.. Perasaan yang sudah ku kubur kembali seperti semula.

Aku memasuki ruang rapat, Ya.. Hari ini memang ada rapat. Semua Karyawan menatapku termasuk Minho.

“Mian aku terlambat”

“Gwenchana,, duduklah”Ucap Minho datar. Mengapa ia tidak memecatku? Bukankah ia dikenal dengan kata Disiplin? Aish, seterah saja

Aku duduk disamping Krystal dan mengeluarkan beberapa Dokumen yang sudah ku rancang.

Aku menatap Minho yang memulai rapat, ia bertambah tampan dan juga dewasa. Aigoo, semua yeoja pasti menyukai namja sepertinya. Aish! Jiyeon apa yyang kau pikirkan? Kau menyukainya? Pabo  ! Kau tidak boleh menyukainya, ia tidak menyukai kedatanganmmu kau tahu!

***

( Krystal Pov )

Daebak! Minho Sunbae sepertinya benar-benar tahluk akan Jiyeon, buktinya ia tidak membentak ataupun memarah Jiyeo karena Jiyeon terlambat. Padahal baru saja Minho Sunbae memarahi Kai yang terlambat 2 Menit..

Jika Karyawan lain tahu, mereka pasti akan berpikir hal yang sama sepertiku.. Jiyeon dan Minho saling mencintai..

Aku dan Jiyeon meninggalkan ruang rapat, aku mendengar Jiyeon menghela nafas, yeoja ini berusaha melupakan perasaannya pada Minho Sunbae tetapi terlihat Sulit. Apa yang harus ku lakukan? Apakah aku harus membantu mereka?

Dua orang itu tidak akan pernah mengakui perasaan mereka, aku mengenal mereka sejak SMA.

***

( Jiyeon Pov )

Aku turun dari pesawat pribadi Choi’s Grup, hari ini kami akan mengadakan rapat di Jeju. Aku menatap Minho yang sudah berjalan lebih dahulu dari pada kami, seandainya saja aku bisa berjalan disampingnya sambil mengenggam tangannya. OMO! Apa yang ku pikirkan?

Aku memukul kepalaku pelan, otakku ini mengapa terus memikirkan hal itu  ._. Hilangkah pikiran mu Jiyeon, kau tidak akan mungkin bisa bermesraan dengan Minho, kau dan ia berbeda. Ia sekarang adalah atasanmu..

Beberapa menit menempuh perjalanan menggunakan mobil, akhirnya kami tiba disebuah hotel yang sangat mewah. Aku menarik koperku dan masuk kedalam kamar yang memang sudah dipersiapkan.. Sial,, kamarku bersebelahan dengan kamar Minho -_-

Aku masuk dan tersenyum senang, ruangan ini didesain dengan sangat romantis, banyak taburan bunga dimana-mana. Sepertinya hotel ini tempat pengantin baru untuk bulan madu.
Aku merebahkan tubuhku diatas ranjang empukku, jika suatu saat aku menikah aku ingin kemari dan menghabiskan waktuku bersama Nampyeonku berdua ditempat romantis ini. #JiyeonMulaiYAdong

Aku berdiri lalu mengambil koperku, tubuhku terasa bau,, aku harus mandi karena kami akan pergi makan malam.. Kekek.. aku harus terlihat cantik..

***

Aku menganga, ternyata mereka membawaku ke Sebuah Club dan tentu saja Minho juga ikut. Sepertinya setiap ada rapat di Jeju mereka sering pergi ke tempat ini, buktinya beberapa pelayan sepertinya sangat mengenal mereka.

Aku duduk disamping Krystal sambil menatap sekelilingku, banyak yeoja-yeoja menggunakan baju yang kekurangan kain. Mereka terlihat seperti tidak memakai baju saja.

“apa kah kalian sering kemari?”

“Tentu saja, tempat ini adalah Club termewah dan Populer di Jeju.. kau bisa memesan apapun yang kau mau , Tuan Muda Choi akan membayar untuk kita”Bisik Krystal padaku.

Setengah jam kemudian Krystal dan beberapa karyawan yang ikut berjalan kearah lantai dansa dan menyisakan aku bersama Minho. Ia menatapku dengan tatapan lekat dan membuatku merasa tidak enak..

Aku meminum beberapa Wine didepanku, aish! Pabo, kau tidak kuat meminum Wine, mengapa kau malah meminumnya? Jeongmal Paboya..

“Aish!”Rutukku

Aku menyandarkan kepalaku yang mulai terasa berat, jangan sampai aku mabuk. Aish! Siapa yang akan mengangkatku jika aku mabuk? Sepertinya diantara kami hanya Minho yang masih sadar dan juga beberapa bodyguard yang ia bawa..

***

( Author Pov )

Jiyeon berdiri dengan langka yang terhuyung sambil berjalan kearah Minho. Ia menatap Minho dengan tatapan lekat dan tersenyum sexy..

“Minho Sunbae” Jiyeon duduk dipangkuan Minho yang sekarang menatapnya tanpa reaksi, entah apa yang ada dipikiran namja itu. Jiyeon memeluk tubuh atletis Minho sambil mencium bau parpum yang dipakai oleh namja itu..

Beberapa Bodyguard terlihat melirik Minho dan Jiyeon, mereka hanya dapat menatap satu sama lain..

“Yak! Sunbae! Mengapa kau kembali ke hidupku eoh?”

“Apa yang kau bicarakan ? Kau mabuk”Akhirnya Minho membuka suara. Minho mencoba mendorong Jiyeon yang sudah mendekatkan wajahnya pada Minho, yeoja itu menatap Minho dengan tatapan jatuh cinta.

“Sunbae”Jiyeon memanggil Minho dengan suara sexy nya sambil mengelus pelan wajah Minho.

“Pergilah, sebelum aku kehilangan kendali”Ancam Minho ..

Jiyeon bukannya pergi, yeoja itu malah tertawa sambil terus mengelus wajah namja didepannya.

“Sunbae,, kau tahu aku sangat mencintaimu! Tetapi mengapa kau selalu mengacuhkanku dulu eoh? Kau bilang kau menyayangiku, tetapi aku tidak yakin akan hal itu.. kau terlalu cuek denganku, aku hanya ingin melihat perhatian mu sunbae, kau tidak menunjukkan bukti sedikitpun bahwa kau mencintaiku! Aku lelah dengan perasaanku yang tidak pernah kau mengerti Sunbae”

 

TBC

 

Annyeong ^^ jangan Lupa RCL Nde ^^ Gomawooo~

My Life ( Chapter 4 )


My Life

Tittle : My Life

Author : Margareta Isabela

Rating : (G)eneral

Type : Chaptered

Genre : Sad, Marriage Life,Happy

Facebook : Margareta Isabela

WordPress : margaretaisabela.wordpress.com

(M)ain Cast

  • (C)hoi Minho
  • (P)ark Jiyeon

(Other Cast)

  • Cari DiCerita

Annyeong ^^ Author Kembali :D Adakah yang menunggu kembalinya author? Mianhae Jika author lama banget gak Post FF ini -_- aigoo. Author belakangan ini lagi sibuk banget jadi author percayakan FF ini untuk dongsaeng author , tapi dia juga lagi mau menghadapi ulangan jadi ff ini kembali lagi ke Author. Jangan Lupa RCL ne.. Gomawoooo~

***

( Jiyeon Pov )

Aku hanya dapat memandang Minho Oppa dengan tatapan tidak nyaman sedari tadi. Bagaimana bisa ia mau tinggal di rumah seperti itu sedangkan ia adalah anak dari Keluarga Choi. Aku tidak menyangka akan hal itu, semuanya terasa sangat mustahil. Minho Oppa adalah namja yang berbeda dari namja lainnya, ia namja yang sangat istimewa bagiku.

“Oppa”

“Ne Chagiya?”

“Karena selama ini kau membohongiku, kau harus membelikan makanan mahal untukku”

“Baiklah”

“Tunggu.. aku hanya bercanda Oppa”Kekehku

“Kau ini”

“Oppa..”

“ne”

“Kau tidak pulang? Menemui orang tuamu? Masa kau tidak mengundang mereka ?”

“Aku akan mengundang mereka setelah semua siap. Aku tidak ingin eomma ikut campur dalam mempersiapkan pesta pernikahan kita, bisa-bisa pernikahan kita menjadi sorotan media”

“Kau tidak boleh begitu Oppa.. pokoknya kau harus menemui mereka”

“Baiklah asalkan kau ikut denganku”

“Mwo”

Aku tidak mungkin ikut, aku terlalu malu untuk bertemu dengan keluarga Minho Oppa yang sangat kaya raya itu, aku merasa tidak pantas menjadi menantu dari Keluarga Choi. Aku hanya dapat tersenyum paksa

“Apakah mereka akan menerimaku Oppa”

“Tentu saja, mereka sudah lama menunggu kedatanganmu”

***

( Author Pov )

Di tempat lain terlihat seorang namja dan yeoja yang tengah bertengkar dengan hebatnya. Seorang namja hanya dapat memperhatikan mereka dengan pandangan sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.

“ DIAM!”

“AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYETUJUI HUBUNGAN MEREKA! KARENA JIYEON HANYA AKAN MENIKAH DENGAN KYUHYUN!” Jungsin membentak Hyomin sambil mencengkram keras pundak Hyomin.

“Pukul aku Oppa! PUKUL!”Hyomin menangis..

“CUKUP!” Akhirnya Jisung bersuara, ia menatap dua orang yang sedang bertengkar itu.

“Hyung! Biarkan puterimu mengatur kehidupannya sendiri! Kau tidak bisa memaksakan kehendakmu seperti itu, ingat ia tidak akan bahagia jika ia bersama namja yang sama sekali tidak ia cintai” Ucap Jisung sambil menatap Jungsin

“Jangan Ikut Campur! Sebaiknya kau keluar”

“Cukup!” Hyomin berjalan keluar dari rumah itu sedangkan Jisung terlihat menatap Jungsin dengan tatapan tajam tetapi tidak disadari oleh jungsin.

“aku benar-benar bingung dengan mereka, apakah mereka tidak tahu bahwa semua ini demi kebaikan mereka”ucap Jungsin, membuat Jisung menatapnya dengan tatapan yang bertambah tajam..

‘Kebaikan? Kebaikan dirimu sendiri, kau tidak pernah memikirkan perasaan puteriku’

***

Jiyeon menghela nafas beberapa kali, ia merasa sangat gugup. Minho mengenggam tangan Jiyeon, Jiyeon memeluk tangan Minho sambil menyandarkan kepalanya pada pundak namja itu.

Jiyeon dan Minho berjalan memasuki sebuah rumah besar bagaikan istana. Jiyeon menatap rumah itu dengan tatapan tidak menyangka, ia masih tidak percaya dengan kenyataan bahwa Minho adalah namja kaya raya.

Seorang yeoja terlihat berdiri didepan pintu dengan senyum diwajah cantiknya. Yeoja itu tersenyum amat tulus..

“Akhirnya kalian tiba”Yeoja itu memeluk Minho dengan amat erat kemudian berganti memeluk Jiyeon.

“Selamat datang Menantuku”

Jiyeon tersenyum senang mendengar ucapan yang terlontar dari bibir Nyonya Choi. Ia merasa sudah diterima dikeluarga itu, Nyonya Choi menggandeng tangan Minho dan jiyeon untuk masuk kesebuah ruangan yang terdapat seorang namja dan seorang yeoja yang tengah menunggu mereka.

“OPPAA!! EONNI”Yeoja itu berteriak dengan keras

“CHOI Sulli”

“Ne eomma Mian” Minho terkekeh melihat kelakuan dongsaengnya itu, Seorang namja menatap Minho dengan senyum kecilnya.

“Choi Minho , akhinya appa bisa melihat senyummu lagi”

“Ne Appa”

“Apakah itu yeoja yang akan menjadi menantu appa? Kau tidak salah pilih Minho”Puji Siwon sambil menatap Jiyeon membuat Jiyeon tersenyum malu. Minho Jiyeon , Sulli, Nyonya dan Tuan Choi duduk dimeja makan.

Mata Jiyeon sedikit melebar melihat berbagai macam makanan kini tengah tersaji didepan mereka.

Sulli duduk disamping Jiyeon dan menyendokkan banyak makanan untuk jiyeon, sulli terlihat sangat menyukai Jiyeon yang mudah berbaur dengan orang-orang disekitarnya.

“Ah,, Jiyeon”

“Ne Nyonya”

“Jangan panggil Nyonya, panggil eomma saja..”

“Ne..eom..eomma”

***

(Hyomin Pov )

Seseorang mengetuk pintu kamarku, beberapa minggu ini aku dan Namja itu memang tidak tidur bersama lagi. Aku tidak sudi..

Aku membukanya dan menemukan Jisung Oppa tengah berdiri, dengan cepat aku menariknya. Aku tidak ingin namja itu tahu bahwa Jisung Oppa sudah mengingat masa lalunya.

Aku memeluk Jisung Oppa dengan erat , aku menangis didalam pelukannya.. Aku tidak ingin berpisah darinya lagi, aku merindukannya.. aku merindukan kasih sayangnya..

“Besok aku harus pergi”

“Oppa”

“Tenang saja, aku akan terus mengunjungimu Chagiya.. aku akan melindungimu dan Jiyeon. Tetapi sekarang bukan saat yang tepat, aku harus mencari bukti bahwa ia bukanlah diriku dengan begitu hartaku bisa kembali ketanganku.. “

“Oppa”

“Aku janji, kita akan bersama lagi..”

“Jaga dirimu Ne” Jisung Oppa mencium keningku dengan lembut. Aku tersenyum kecil ditengah kepedihan hidupku.

***

( Author Pov )

Jiyeon dengan wajah riang memasak beberapa makanan. Ia bahagia Appanya akan tinggal bersamanya, tetapi ada rasa sedih dihatinya mengingat eommanya masih tinggal dengan namja yang sudah memisahkannya dengan Appa kandungnya..

Bel berbunyi..

‘pasti itu appa’batin Jiyeon lalu berjalan kearah pintu dan membukanya..

“Appa, eomma”

Dua orang itu tersenyum lalu masuk kedalam Apartement yang di tinggali oleh Minho dan Jiyeon itu. Jiyeon memeluk eomma dan appanya secara bergantian ..

“Appa , eomma.. kalian ingin makan?”

“Kau memasak apa?” Hyomin berjalan mendekati Jiyeon

“Anak manis, kau mendengarkan ucapan eomma.. kau memang sepertiku” Puji Hyomin sambil tersenyum..

“eomma.. tinggal lah disini”

“Anni”

“wae eomma?”

“Terlalu berbahaya, biar saja eomma disana. Eomma tidak ingin namja itu menyakitimu. Jungsin pernah membunuh orang dan itu berarti bukannya tidak mungkin jika ia membunuh kita, eomma tidak ingin kehilangan kalian”

“tetapi eomma”

“Tenanglah, eomma akan baik-baik saja”

Jiyeon mengangguk dengan sedih. Tiba-tiba pintu apartement itu terbuka dan menampilkan Minho dengan Jas rapinya..

“Oppa kau datang”

“Ah eommonim, abeoji”sapa Minho tersenyum..

***

( Jungsin Pov )

Aku berjalan dengan langkah cepat memasuki sebuah perusahaan. Seorang namja sudah duduk membelakangiku, sambil memegang sebuah surat ditangannya. Aku menatapnya dengan tatapan datar,,

“Apakah kau menyetujuinya?”

“Ne?”

“Aku ingin menikahkan puterimu dengan puteraku”

“Ne? Jeongmal”Kagetku, ini terasa mustahil.. jika jiyeon menikah dengan anak dari namja ini, pasti aku akan mendapatkan untung yang sangat besar. Aku tersenyum kecil..

“Ne.. jika kau menikahkan anakmu itu dengan anakku , aku akan memberikan sebuah perusahaan yang ada di Jeju untukmu secara Cuma-Cuma”

“Ne.. aku menerimanya”Ucapku, membuat namja itu berbalik dengan wajah datarnya sambil menatapku dan tersenyum kecil..

***

( Jiyeon Pov )

Aku tersenyum melihat kedekatan eomma dan appa, sudah lama aku tidak melihat kasih sayang yang mereka tunjukkan. Aku memutuskan untuk meninggalkan mereka, aku tidak ingin menganggu kemesraan mereka. Saat aku keluar, aku menemukan Minho Oppa yang tengah berdiri .. wajahnya terlihat serius menerima telepon itu..

“Apakah ia menyetujuinya, appa?”

“……………”

“Ne, baiklah Appa.. Gomawoo”

“……………….”

“Aku tahu Appa, aku tidak pernah melanggar janjiku padamu bukan? Kau tenang saja”

“…………”

“Ne.. aku akan segera bekerja”

“………….”

“Ne”

Aku dengan cepat berbalik dan masuk ke dalam kamarku, apakah Minho Oppa menyadari bahwa aku menguping? Siapa yang dimaksud oleh Minho Oppa??

***

( Choi Minho Pov )

 

Aku membuka pintu kamar Jiyeon dan melihatnya sedang duduk sambil melamun. Apa yang ia pikirkan? Apakah ia memikirkan Appa dan eommanya..? aku tidak akan tinggal diam dengan semua ini, aku merasa jiyeon dan orang tuanya harus mendapatkan keadilan . Aku merasa sangat sedih, selama ini Jiyeon hidup dengan namja yang selalu memaksakan kehendaknya dan selalu membuat Jiyeon sedih bukanlah Appa kandungnya.

Aku berjalan mendekatinya, lalu berlutut dihadapannya..

“Oppa”

“Wae Chagia”

“Anniyo Oppa”

Aku membelai lembut wajahnya dengan tanganku, aku bersyukur memiliki yeoja sepertinya. Ia adalah yeoja yang sangat istimewa, ia berbeda dari yeoja lainnya.

“oppa.. apa yang harus ku lakukan? Aku tidak ingin eommaku terus tinggal dirumah itu.. aku merasa eomma lebih bahagia jika ia tinggal disini bersama kita dan appa”

“Kau tenang saja”

Ia memelukku dengan manjanya. Aku tidak akan tinggal diam melihat semuanya, siapapun yang membuatnya menangis akan berurusan denganku. Aku memebelai lembut punggungnya.
***

( KyuhyuN Pov )

Aku menatap namja dihadapanku dengan senyum kecut. Ia seperti seorang namja yang menjual puterinya kemana-mana. Sekarang ia duduk didepanku dengan memberikan uang yang telah ku berikan padanya..

Aku mengambil uang itu dengan pelan..

“Wae?”

“Aku tidak akan menjodohkan puteriku padamu, Mianhae”

“waeyo?”

“Ada namja yang lebih layak untuknya..”

“Jadi kau pikir aku tidak pantas?”

Ia tersenyum sinis padaku. Apakah ia tidak takut , aku mengambil dana-dana yang sudah aku berikan pada perusahaan kecilnya itu?

“Sekarang kita sederajat Tuan Cho.. karena sebentar lagi, perusahaan KIRIN akan menjadi milikku”Ucapnya membuatku sedikit tertegun..

“Kirin? Bukankah perusahaan itu, perusahaan terbesar di Jeju”

“Ne..”

“Kau..”

“Sekarang perusahaanmu bergantung pada perusahaan itu dan itu berarti sebentar lagi kau akan bergantung padaku. Jangan main-main padaku anak muda.. Aku pergi” Seketika aku terdiam. Bagaimana bisa? Aku dengan cepat mengambil berkas yang baru saja diberikan oleh sekertarisku..

‘Pemilik perusahaan KIRIN .. Park Jisung’

Aku baru ingat bahwa kemarin perusahaan itu sudah berganti pemilik. Benar-benar diluar dugaan.. bagaimana namja itu bisa mendapatkan perusahaan itu? Apa yang terjadi sebenarnya?

 

***

( Author Pov )

Jungsin memasuki rumahnya dengan wajah datar dan dingin. Ia menatap sekeliling rumahnya dan tidak menemukan yang ia cari, namja itu hanya dapat mengangkat keningnya dengan santai.

‘Pasti ia pergi ke rumah bocah itu lagi’

Jungsi memasuki kamarnya dengan senyum, sekarang ia resmi menjadi pemilik perusahaan KIRIN. Ia menatap langit-langit kamarnya dengan senyum liciknya

‘anak emas’

Jungsin mengambil ponselnya lalu mengetikkan sebuah pesan pada seseorang dengan senyum licik yang masih ia tampilkan..

 

***

Ditempat lain terlihat Hyomin, Jiyeon, Minho dan Jisung tengah menikmati makan malam mereka. Minho beberapa kali melontarkan candaannya membuat Jiyeon, Hyomin dan Jisung tertawa.

“Ahjussii,, apakah saat ini kau mempunyai pekerjaan?”tanya Minho

“Anni, sejak kecelakaan itu aku sudah tidak bekerja.. pekerjaanku hanya memetik buah-buah dikebun”Jawab Jisung dengan seadanya..

“Bagaimana kalau ahjussi bekerja diKantorku? Kebetulan aku sedang membutuhkan beberapa karyawan”Ucap Minho membuat Hyomin terdiam. Pasalnya ia tidak tahu siapa Minho.

“Jeongmalyo?”tanya Jisung dengan bersemangat..

“Aku dengan dari Jiyeon, ahjussi adalah mantan direktur dari perushaan yang sekarang diambil alih oleh sodara ahjussi.. aku akan menempatkan ahjussi di direktur keuangan kantorku”

“Minho-ah, bolehkah ahjumma bertanya sesuatu padamu”

“Nde”

“Sebenarnya kau siapa?”

“Aku?” Minho meletakkan sendok yang tadi ia pegang dan mulai menceritakan semuanya tentang hidupnya. Hyomin hanya dapat menganga tidak percaya dengan apa yang ia dengar begitu pula dengan Jisung yang terlihat terkejut.

“Aigo..aigoo.. jadi kau anak pertama dari keluarga Choi? Ahjumma benar-benar tidak menyangka. Bagaimana bisa kau bekerja keras sedangkan orang tuamu adalah pengusaha yang kaya raya” Celetuk Hyomin dengan wajah yang berbinarnya.

Minho hanya terkekeh kecil, makan malam itu mereka habiskan dengan candaan mereka, mereka terlihat seperti keluarga Bahagia.. Minho tersenyum bahagia melihat senyum lebar Jiyeon dan Minho sangat bahagia bisa melihat kebahagiaan Jiyeon yang beberapa hari ini tidak pernah ia tunjukkan pada Minho..

 

***

 

Keesokan paginya Jiyeon memutuskan untuk bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Minho dan Appanya. Sebuah tangan memeluknya dari belakang membuat senyum jiyeon muncul..

“Oppa kau sudah bangun?”

“Nde, aku mendengar suaramu”

“Apakah aku membangunkanmu?”

“Anni.. aku hanya ingin menghampirimu..”

“Oppa.. sebaiknya kau bersiap-siap. Bukankah mulai hari ini kau adalah pemegang saham terbesar diperusahaan Appamu”

“Nde.. kau benar”

Minho Oppa pergi ke kamarnya, sedangkan aku menyiapkan beberapa piring dimeja makan. Saat aku melewati televisi, aku terdiam saat mendengar siaran berita. Bukankah itu namja jahat itu?

OMO! Bagaimana bisa? Bukankah perusahaan itu milik.. milik keluarga Choi? Setahuku itu perusahaan terbesar yang ada di Jeju.. Aku dengan segera berlari ke kamar Minho Oppa..

“oppa..oppa”

“Nde” Ucap Minho Oppa yang muncul dengan wajah paniknya

“Ada apa denganmu, apakah ada yang menyakitimu?”Tanyanya dengan wajah paniknya sambil mengelilingiku dan melihat-lihatku.

“Anniya,, Oppa.. bagaimana bisa namja jahat itu menjadi pemilik perusahaan milik keluargamu?”

“Perusahaan KIRIN?”Tanya Minho Oppa dengan nada santainya,,

“Tenang saja, perusahaan itu tidak akan membuat kami bangkrut. Perusahaan KIRIN juga tidak terlalu penting untuk perusahaan kami, jadi kami memberikannya dan satu hal lagi.. Oppa sudah mempunyai sebuah rencana”Ucapnya membuatku menyerit

“Rencana apa?”

“Kau tunggu saja, aku juga sudah mempunyai sebuah rencana untuk cho kyuhyun” Ucap Minho Oppa dengan senyum licik yang tidak pernah ia tunjukkan untukku. Aku hanya dapat mengangguk polos, aku yakin Minho Oppa tidak merencanakan hal yang jahat..

 

***

 

Aku menatap eomma dengan tatapan aneh, sekarang eomma berdiri didepanku dengan banyak koper yang ia bawa. Ia tersenyum lebar padaku..

“eomma akan tinggal disini”

“Nde? Bukankah?”

“Minho sudah berjanji akan melindungi kita,, jadi eomma tidak akan takut lagi pada Jungsin.. akhirnya”eomma masuk sambil tersenyum

“Dimana Appamu?”

“Appa sudah berangkat bersama Minho Oppa “Jawabku

“Bukankah seminggu lagi acara pernikahanmu Jiyeon-ah?”Tanya eomma dan kujawab dengan anggukan malu. Eomma terlihat terkekeh geli melihatku..

 

***

 

( Author Pov )

 

“Bagaimana? Apakah aku puas dengan perusahaan yang ku berikan untukmu” Tanya seorang namja dengan nada dinginnya sambil menatap namja didepannya..

“Nde Tuan Choi” Namja yang dipanggil dengan sebutan Tuan Choi itu hanya dapat tersenyum kecil dengan senyum yang licik.

‘Kau sudah masuk jebakkanku jungsin’ batinnya..

“Kapan aku bisa menikahkan puterimu dengan puteraku?”

“Secepatnya, sesudah aku menyingkirkan namja miskin itu dari puteriku.. namja bernama Choi Minho itu seharusnya sadar bahwa ia tiidak pantas untuk Jiyeon” Ucap Jungsin membuat mata namja dihadapannya menatapnya sinis..

“Arraseo.. kajja.. kita ke ruang rapat”

“Untuk apa?”

“Bukankah aku sudah mengatakan padamu bahwa aku akan mewariskan perusahaanku pada puteraku dan ini saatnya. Aku ingin kau langsung mengenal calon menantumu. Ia adalah namja yang hebat dan mungkin lebih hebat dari namja yang kau jodohkan sebelumnya pada anakmu”

“Nde?”

Bukannya menjawab namja itu malah berjalan lebih dulu dengan Jungsin yang masih bingung mencerna perkataannya. Jungsin mengikuti namja itu sampai ruang rapat yang dihadiri banyak orang..

Mata Jungsin bertemu pada seorang namja yang kini tengah menatapnya tajam..

‘bagaimana bisa namja itu disini? Bukankah saat ini ia tidak bekerja lagi’batin Jungsin sambil memandang Jisung yang juga berada ditempat itu.. tidak jauh dari Jungsin seorang namja menatapnya datar..

‘Licik’ Batin namja itu…

 

***

 

 

( Choi Minho Pov )

 

Aku berjalan kearah ruang rapat bersama beberapa karyawan Appa, sedangkan ahjussi sudah lebih dulu pergi ke ruang rapat. Saat aku membuka pintu semua terdiam, aku dengan langkah tegasku berjalan didepan mereka. Aku dapat melihat dengan jelas wajah terkejut Kyuhyun dan namja itu..

“Annyeong Haseyo Choi Minho Imnida, aku adalah anak dari Choi Siwon dan Choi Yoona. Pemimpin Choi’s Group sekarang”Ucapku dengan nada tegasku dan dingin. Appa terlihat tersenyum melihatku,, ini bukan yang kau inginkan selama ini appa? Sekarang aku sudah mengabulkan keinginanmu Appa..

“Mungkin wajahku begitu asing bagi kalian, karena aku memang sangat tidak menyukai keramaian dan aku juga jarang hadir dalam beberapa acara yang appaku buat. Aku merasa bukan anak dari Tuan Choi , karena hubungan kami terbilang jauh sekarang. Aku juga ingin memperkenalkan Direktur bagian keuangan yang baru.. Park Jisung” Ucapku, Namja itu dan Ahjussi berdiri secara bersamaan membuat semua orang menatap mereka.

Ahjussi tersenyum kecut lalu berjalan kearahku , sedangkan namja itu hanya dapat terdiam dengan wajah bodohnya..

 

***

 

Aku berjalan pergi dari ruang rapat setelah rapat selesai, hingga sebuah suara menghentikan langkahku..

“Choi Minho, kau licik”

Aku berbalik dan menemukan Kyuhyun tengah menatapku dengan senyum kebencian dan sinisnya..

“Wae?”

“Kau mendapatkan Jiyeon dengan cara yang licik Tuan Choi Minho. Kau berpura-pura menjadi namja miskin karena kau menyukainya? Cih,, aku heran bagaimana bisa kau berubah dari sifatmu yang dulu” Ucap Kyuhyun membuatku sedikit tertegun

“Bagaimana kau tahu?”

 

“Aku sudah curiga sejak awal, saat aku tanpa sengaja melihatmu memasuki kantor ini dengan gerak-gerik aneh. Aku sangat terkejut mengetahui kebenaran ini, dan aku juga sangat terkejut mengetahui kebenaran bahwa dahulu kau adalah namja yang sejenis denganku.. Licik dan Sombong”

Aku tertawa kecil mendengar penuturannya, jangan bilang ia akan mencoba mengancamku dengan cara itu? Itu tidak akan mempan karena aku akan lebih dulu menghancurkanmu Tuan Cho Kyuhyun

“ Kau kira aku takut? Kau berniat memberitahukan hal ini pada Jiyeon bukan? Percuma saja karena ia telah mengetahuinya”Ucapku dengan nada sinis membuatnya seketika terdiam. Ia menatapku dengan kesal

“Jika saja kau bukan pemilik perusahaan ini.. aku sudah-“

“Sudah apa? Aku ingin melihat seberapa keberanianmu. Aku tiidak akan berpura-pura lagi menjadi namja polos dan lemah, aku sudah tidak tahan dengan sifatmu yang semena-mena Cho Kyuhyun.. sampai kau berani menanggu hidupku apalagi Jiyeon.. kau akan menanggung akibatnya”

 

***

 

( Jiyeon Pov )

 

Sudah tengah malam, appa sudah pulang sedari tadi. Sedangkan Minho Oppa belum pulang, tadi Minho Oppa menghubungiku dan mengatakan bahwa ia akan menemani Ahjussi untuk pergi ke suatu tempat. Aku duduk didepan televisi sambil menatap televisi didepanku dengan wajah yang mengantuk. Aku menghawatirkan keadaannya..

Tok..tok..

Aku mendengar suara ketukan dan aku dengan segera membukanya. Aku menemukan Minho Oppa tengah berdiri didepanku dengan keadaan yang sedikit mabuk..

“oppa apa yang terjadi”

“Appa membawaku untuk pergi ke Club untuk merayakan pengangkatanku sebagai pemegang baru perusahaan itu.. aish! Kepalaku sakit, aku sudah lama tidak meminum itu”Ucap Minho Oppa sambil bergumam..

“Kajja”Aku membantunya hingga sampai dikamarnya. Aku menidurkannya ditempat tidurnya dan mengangkat kakinya yang berat. Aigoo.. seperti inikah jika Minho Oppa mabuk? Kekeke :D Pemandangan yang sangat jarang dilihat..

“Chagiya”

“Nde”

“Mianhae?”

“Untuk apa?”

“Aku sudah mabuk dan aku juga sudah tidak mengabarimu hingga kau tidak tidur. Mianhae ..”Ucapnya sambil berdiri didepanku dan memegangi wajahku. Saat mabuk saja, ia mencoba untuk sadar. Aku yakin kau mencintaiku Oppa….

Aku tersenyum padanya..

“Gwenchana oppa”

Ia tersenyum kemudian berjalan kearah ranjangnya dan menghempaskan tubuhnya hingga aku mendengar dengkurannya. Minho oppa, aku sangat mencintaimu J disaat mabuk kau berusaha sadar….

 

***

 

Keesokan paginya eomma dan aku membuat sarapan untuk Minho dan appa. Mereka sepertinya belum bangun, benar-benar sangat kompak. Tiba-tiba terdengar suara bel,, eomma pergi untuk membukanya..

Semenit kemudian aku mendengar suara benda jatuh, dengan cepat aku menghampiri eomma dan menemukan eomma tengah terduduk dengan namja jahat itu mencoba mencekiknya..

“APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH? BAGAIMANA JUNGSIN BISA MENJADI DIREKTUR KEUANGAN DI PERUSAHAAN KELUARGA CHOI? SEBENARNYA APA PERMAINAN YANG KALIAN MAINKAN? KALIAN MENJEBAKKU”

Aku mencoba menyingkirkan namja itu dari hadapan eommaku, tetapi tetap saja tidak bisa. Aku malah terlempar dan tanpa sengaja kepalaku terbentur dengan meja dan setelah itu semua menjadi gelap, yang sempat ku lihat adalah Minho Oppa memukul namja itu

 

***

 

( Choi Minho Pov )

Aku terkejut mendengar suara teriakan didepan , dengan cepat aku bangun dan menemukan seorang namja tengah mencekik Ahjumma dan Jiyeon terlihat hendak tidak sadarkan diri, Aku menatap namja itu.. ia bukan ahjussi..

BUGH!

Aku menghantam wajah namja itu, aku terus menghajarnya hingga sebuah suara menghentikanku.

“Minho! Cukup”Ahjussi muncul dan menahan tanganku. IA seakan mengatakan untuk tidak menghajar namja itu lebih kuat..

“Bukan seperti ini cara menyelesaikannya” ucap Ahjussi, ia benar-benar namja yang bijaksana. Aku melepaskan cengkramanku pada namja itu, namja itu sekarang berhadapan dengan ahjussi, sedangkan aku membantu ahjumma mengangkat jiyeon.

 

***

( Author pov )

 

Jisung menatap Jungsin dengan tatapan tajam dan sinis..

“Bagaimana ? apakah kau terkejut”

“Ingatanmu sudah kembali rupanya” Jungsi terkekeh kecil sambil menatap Jisung dengan tatapan tajam dan sinisnya juga.

“Kau tertawa? Apakah kau tidak merasa bersalah padaku? Setelah kau memisahkanku bertahun-tahun dengan isteri dan anakku. Kau benar-benar tidak punya hati!!”

“Aku tidak punya hati? Apakah kau tahu bahwa hidupmu itu lebih baik dari hidupku Hyung! Apakah kau tidak pernah menyadari sedari dulu eomma dan appa lebih menyayangi dirimu dibandingkan diriku. Kau mempunyai keluarga yang berkecukupan sedangkan aku? Aku hanya buruh dan petani!! Apakah salah jika aku menginginkan hidupmu!!”

PLAK! Sebuah tamparan mulus tepat mengenai wajah Jungsin. Jisung terkejut dengan kedatangan Hyomin yang tiba-tiba saja menampar wajah Jungsin, Jungsin terlihat sangat murka dan hendak menyerang balik Hyomin, tetapi dengan segera Jisung menghalanginya

“Aku tidak akan memaafkanmu Jika kau berani menyentuh isteriku!”Ancam Jisung dengan tatapan tajam..

 

***

 

Jiyeon membuka matanya pelan, ia menatap sekelilingnya dan menemukan Minho kini tengah duduk ditepi ranjangnya sambil menatapnya.

“Kau sudah sadar?” Minho membantu Jiyeon untuk bangun.

“ aku dimana? Apakah eomma baik-baik saja”Khawatir Jiyeon. Minho tersenyum..

“Tenang saja, ahjumma baik-baik saja.. aigoo.. Oppa sangat menghawatirkanmu” Minho memeluk Jiyeon dengan erat. Jiyeon menatap Minho dengan senyum kecilnya.

“Dimana namja itu?”

“Aku sudah memasukkannya kedalam penjara”

“Mwo”

“Ia sudah membuat tindakan kriminal sayang, dan itu tidak dapat dibiarkan”

“Bagaimana dengan perusahaan KIRIN Yang ia pegang?”Tanya Jiyeon dengan menatap Minho

“Tenang saja, perusahaan itu atas nama Ahjussi dan tentu saja perusahaan itu adalah Milik Ahjussi” Jawab Minho

“oppa, Gomawoo.. aku sudah sangat sering merepotkanmu”Ucap Jiyeon dengan wajah bersalah. Minho menggeleng

“Gwenchana”
***

 

( Suzy Pov )
Aku berjalan diatas trotoar sepi, sudah lebih dari sebulan ia berhenti bekerja dari tempat itu dan ia juga sudah tidak pernah lagi membalas pesanku. Apa yang terjadi padanya? Aku khawatir..

Aku duduk sambil menatap ponselku, apakah aku harus mencoba menghubunginya? Ah benar.. aku harus menghubunginya..

“Yoboseyo”Aku mendengar suara seorang yeoja diujung sana

“Yoboseyo.. “

“Nuguseyo” Ia bertanya dengan suara lembutnya, apakah ini yeoja yang bersama Minho saat itu?

“Oppa ada yang meneleponmu, bangunlah..” Aku mendengar suaranya, apakah mereka tidur ditempat yang sama? Apakah mereka sudah menikah??

 

***

 

( Jiyeon Pov )

Aku tersenyum dibalik gaun indah ini, aku duduk sendiri dengan beberapa orang yang mendandaniku disebuah ruangan besar dan berwarna putih. Pernikahan kami pasti dihadiri oleh orang-orang penting dan juga pasti diliput oleh beberapa media.. OMO >.< aku malu..

Aku menghela nafas tegang.. aku tidak sabar menemui Minho oppa..

Btw.. siapa yeoja yang kemarin menghubunginya? Apakah yeoja itu lagi? Aigoo.. ia tidak tahu bahwa Minho Oppa sudah mempunyai kekasih =_= Aku menatap diriku dengan senyum. Kau yeoja cantik jiyeon >.<

Eomma dan Appa masuk dengan berpakaian rapi. Appa menatapku dengan mata berkaca-kaca seakaan ingin menangis..

“Ya Oppa.. jangan permalukan dirimu dengan menangis” Gerutu eomma

“ Ya Chagiya,, aku tidak mau anakku duluan pergi.. aku masih ingin menimangnya seperti saat ia kecil”

“-_- Oppa Jiyeon bukan anak kecil lagi”Ucap eomma  sambil menarik-narik lengan jas Appa , membuat Appa menampilkan wajah cemberutnya. Aku senang melihat appa kandungku, ia sangat mirip dengan sifatnya beberapa tahun yang lalu.. Aku memeluk mereka secara bergantian. Aku merindukan masa-masa kecilku bersama Appa dan eomma..

 

***

 

Aku dan appa memasuki sebuah ruangan, dimana seorang namja tengah berdiri menungguku dengan senyum dibibirnya. Wajahnya terlihat sangat cerah dan bijaksana membuatku bertambah mencintainya.. Aku berjalan mendekatinya, hingga tangannya terulur untuk menggenggam tanganku. Appa memberikan tanganku untuknya dan aku bersama Minho Oppa berjalan ke hadapan pendeta.

Acara itu berlangsung dengan sangat lancar. Sekarang aku dan Minho Oppa berdiri sambil menyalami tamu-tamu yang hadir. Pengusaha-pengusaha sukses berada disini..

Seorang namja terlihat berjalan kearahku dan Minho Oppa..

“Chukkae..”

“Kau” Ucap Minho Oppa dengan dingin

“Jiyeon-ah , Mianhae Jika aku membuatmu bersedih dengan memaksamu menikah denganku dan aku juga sangat menyesal dengan kelakuanku padamu selama ini”Ucap Kyuhyun

“Gwenchana Oppa”Ucapku..

“Kau memanggilku Oppa”

“Karena kau lebih tua dariku” Ia memelukku , awalnya aku terkejut.. tetapi akhirnya aku tersenyum .. ini adalah pelukan persahabatan. Aku mendengar deheman Minho Oppa

“Maaf Tuan, tetapi bisa kah kau sedikit menjaga jarak”Dingin Minho Oppa

“Oppa-“
TBC

Otthokae?? Apakah tidak sesuai ? Sisa satu part lagi, maka ini FF bakal ENDING :D Gomawooo untuk yang menanti Fanfiction Abal-abal ini ^^ Gomawoooooooooo “* Jangan lupa RCL..

l’ll Be There [ One Shoot ]


collage

Tittle : I’ll be There

Author : Margareta Isabela

Genre : Sad Romance

Type : One Shoot

Rating : General

( Main Cast )

  • Choi Minho
  • Park Jiyeon
  • Im YooNa

( Other Cast )

  • All

Annyeong ^^ Author kembali membawa Fanfiction One Shoot Milik Author.. Semoga Fanfiction ini berkesan ne ^^ Gomawooo ~

 

***

( Author Pov )

Seorang yeoja terlihat memetik beberapa bunga indah didepannya. Senyum tak lepas dari wajahnya, yeoja yang terlihat sangat ceria..

Yeoja itu berlari kesana kemari dipadang rumput yang menyimpan sejuta kenangan bagi yeoja itu.

Dari kejauhan terlihat seorang namja tengah menggonceng yeoja dibelakangnya membuat yeoja yang berlarian di padang rumput itu terdiam..

Ada rasa sakit dihatinya, tetapi apa daya? Ia hanya teman bagi namja tampan itu. Yeoja itu melambai pada dua orang yang terlihat saling mencintai dan terlihat tidak menanggapinya.

‘Tenanglah Park Jiyeon’Batin yeoja itu menyemangati dirinya..

Perlahan dua orang itu menghilang dari pandangan yeoja bernama Park Jiyeon itu. Jiyeon tersenyum kecil. Ia kembali ke kegiatan awalnya memetik bunga-bunga indah yang ada dipadang rumput besar itu..

***

Aku mencintaimu..

Walaupun kau hanya menganggapku teman..

Yeoja itu, Park Jiyeon menatap namja didepannya dengan senyum yang dipaksakan. Lagi-lagi namja itu menceritakan tentang gadis kota yang datang ke Desa mereka. Jiyeon hanya dapat tersenyum kecil..

‘Dulu kau bilang aku adalah yeoja yang selalu ada dihatimu, Choi Minho kau Pabo’ Batin jiyeon sambil menatap namja didepannya

Namja itu terus bercerita hingga hari sudah semakin larut dan namja bernama Minho itu pamit untuk pergi menemui gadis kota yang datang ke desa mereka bernama , Im Yoona.

Setelah namja itu pergi, Jiyeon menangis dengan derasnya. Hatinya sungguh sakit mendengar cerita dari namja yang sudah lama ia cintai itu, ia sakit mendengar namja itu mengatakan bahwa namja itu mencintai Im Yoona.

‘Babo!Babo! Mengapa kau tidak menyadari perasaanku’ Batin Yeoja itu sambil menghapus air matanya.

‘Babo!Babo! Mengapa kau tidak menyadari perasaanku’ Batin Yeoja itu sambil menghapus air matanya.

Jiyeon berjalan pergi meninggalkan Padang Rumput tempat ia dan Minho sering bertemu. Tempat mereka bertukar cerita dan saling tersenyum satu sama lain. Jiyeon berjalan dengan tertatih..

‘Tuhan, tolong sampaikan pada-nya bahwa aku sangat mencintainya’

***

Please look at me, look at me, look at me

I feel you, I feel you, I feel you like this

I tried to hold onto the way you speak, your smile

I tried to hold on to you

 

Jiyeon terpaku melihat namja didepannya yang tengah tertawa dengan riangnya. Yang terlihat sangat bahagia

“Yoona menerimaku, Gomawoo Jiyeon-ah. Aku yakin semua ini karena doa dan dukunganmu. Kau adalah sahabat terbaikku dan aku tidak akan pernah melupakanmu”Ucap Minho sambil menatap Jiyeon dengan tatapan bahagia dan berterimakasih.

Minho memeluk tubuh mungil Jiyeon dengan erat seakan Jiyeon adalah yeoja yang sangat berjasa akan hubungan percintaannya dan Yoona..

In the place we were together

In the moments that I started to resemble you

I was so happy just by walking in the rain with you

But you’re not here, you’re not here

How can I live as I erase you?

In the times we walked together

In the places where the memories and lingering attachments were made

I’m standing there because I miss you so much

***

( Jiyeon Pov )

08 Desember 2002

Aku duduk sendiri di tengah Padang rumput menunggunya, hari ini adalah hari ulang tahunnya dan ia berjanji akan merayakannya bersamaku. Tetapi aku tidak menemukannya sama sekali, tidak ada tanda-tanda kehadirannya ..

Aku menoleh kesana kemari mencari kehadirannya..

Sudah ku duga,, ia tidak akan datang, ia pasti merayakannya bersama Yoona. Belakangan ini ia jadi melupakanku seolah aku tidak ada, ia sering melanggar janjinya padaku. Aku tahu bahwa aku hanya ‘Sahabatnya’ tetapi apakah ia bisa menghargai diriku sedikit..?

Ada hal yang ingin ku katakan padanya, aku ingin mengatakan bahwa aku mencintainya. Waktu ku tidak lama lagi, aku tidak ingin meninggalkannya saat ia tidak tahu perasaanku padanya.. ia harus tahu perasaanku ..

Sakit! Rasa sakit yang luar biasa, aku memegang jantungku dengan sangat kuat. Aku mengambil sebuah obat dari kantung bajuku.. Obat ini pun sudah tidak berfungsi, rasa sakit itu semakin menjadi.. Minho Jebal.. datanglah

Aku tidak ingin, maut merenggut nyawaku sebelum aku bertemu denganmu..

***

( Author Pov )

“Jangan pergi”

“Yoona-ah , Jebal.. aku harus pergi , Jiyeon menungguku”

“Ia pasti sudah pulang, temani aku disini saja.. aku yeojachingumu sedangkan ia hanya sahabatmu! Ia tidak penting untukmu” Ucap Yoona yang sudah setengah mabuk sambil memegang tangan Minho dengan manja. Ya, sekarang mereka sedang berada dirumah Yoona sambil merayakan ulang tahun Minho dengan Soju..

Ucapan Yoona seakan membuat Minho menyadari sesuatu. Namja itu menatap Yoona dengan lekat. Namja itu terus memandang wajah Yoona seakan mencari sesuatu..

“Lepaskan aku”

“Shireo!”

“Jebal..”

“Kau pilih yeoja itu atau aku”

“Aku… Aku” Minho menghela nafas pelan, ia yakin pilihannya kali ini sangat tepat..

“Aku memilih Jiyeon”

“Mwo”

“Aku..Aku tidak ingin kehilangannya, sejak awal aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Jika aku jatuh cinta, aku tidak akan mengobrankan Jiyeon aku tidak akan ingin kehilangannya, ia satu-satunya orang yang mengerti diriku. Mianhae Yoona-ah”Minho pergi dengan hati yang sakit..

Ia mencintai Yoona, tetapi baginya Jiyeon adalah hal paling berharga didalam hidupnya..

Minho berlari dengan cepat , walaupun udara sangat dingin. Ia yakin bahwa Jiyeon masih menunggu dirinya. Langkahnya terhenti saat melihat seorang yeoja tengah berbaring dengan tangan memegang sebuah kertas..

***

Seorang namja terlihat berjalan ditengah hujan deras yang membasahinya. Tidak ada senyum diwajah namja itu, ia memegang sebuah kertas ditangannya.. kertas yang hampir luntur terkena hujan.

Mianhae Minho-ah aku tidak bisa menunggumu lebih lama lagi. Kau Pabo! Kau membiarkan yeoja menunggumu ditengah malam yang dingin.. hehe aku hanya bercanda ..

Aku senang jika kau memang bahagia dengan pilihanmu.. aku ingin mengatakan sesuatu..

Aku.. Aku menyukaimu.

Ah… aku malu, kau pasti sangat merasa jijik padaku. Aku tahu, dan aku ingin meminta maaf padamu. Maaf jika selama ini aku bukanlah sahabat yang baik untukmu. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu dari kita kecil sampai sekarang..

Mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah tidak disampingmu. Tapi percayalah bahwa aku akan selalu hidup dihatimu.. O Iya.. selama aku pergi, aku berharap kau selalu menjaga Padang Rumput itu dan jangan lupa untuk merawat bunga-bunga yang ada disana..

Aku sangat menyukai bunga-bunga itu, Mian jika merepotkanmu..

Selamat Tinggal..

Namja itu berlari kearah sebuah makam, namja itu menangis diderasnya hujan. Namja itu terduduk disebuah makam yang bertuliskan ‘Park Jiyeon’ ..

“Mianhae..”

“Aku salah..”

“Jiyeon-ah,, Saranghae”

“Jiyeon-ah aku mohon kembalilah, aku janji akan selalu berada disisimu.. jangan tinggalkan aku..”

“Jebal..”

“Tidak ada yang bisa menggantikanmu.. aku mohon kembalilah”Minho terus berbicara sendiri. Seakan ucapannya bisa kembali menghidupkan Jiyeon.Tanpa Minho sadari seorang yeoja memperhatikannya dari jauh… ada sorot kesedihan diwajah yeoja itu..

‘Choi Minho.. cukup.. mengapa kau menangisi yeoja yang belum tentu akan kembali’batin yeoja yang tidak lain adalah Yoona.. Yoona menatap Minho dari kejauhan tanpa berniat mendekatinya.

“Walaupun aku sudah tidak berada didunia, aku akan selalu berada dihatinya. Dihati Choi Minho”-Jiyeon

“Jika aku bisa, aku ingin mengulang waktu. Aku ingin kembali ke Masa lalu yang indah saat aku bersama Jiyeon”-Minho

“Aku mencintainya, tetapi aku sadar bahwa ia hanya menatapku sebagai seseorang yang ia sukai bukan orang yang ia cintai..”-Yoona

END

Akhirnya Fanfiction yang author buat selesai juga, Mian Jika Fanfiction yang Author buat agak sedikit kurang jelas dan kependekkan karena Fanfiction ini Author buat dalam waktu setengah jam..

Mian juga kalau Ada kesamaan cerita, Fanfiction ini benar-benar buatan author dan bukan Plagiat ! Mohon Komentar dan Saran nya Gomawo~

#Buing-Buing

 

 

My Life ( Part 2 )


549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : My Life

Author : Margareta Isabela

Rating : (G)eneral

Type : Chaptered

Genre : Sad, Marriage Life,Happy

Facebook : Margareta Isabela

WordPress : margaretaisabela.wordpress.com

(M)ain Cast

  • (C)hoi Minho
  • (P)ark Jiyeon

(Other Cast)

  • Cari DiCerita

Annyeonggggg.. adakah yang menunggu FF ini? T_T Mianhae jika author sekarang sangat jarang buat dan Ngepost ff.. karena kesibukan yang tidak bisa author katakan#Plak… jangan lupa RCL Ne ^^

****

( Jiyeon Pov )

Kicauan burung membangunkanku, aku merasakan sebuah tangan kekar memelukku. Seketika senyum muncul diwajahku saat tahu siapa yang tidur disampingku. Semalam hujan turun dengan derasnya, karena aku ketakutan jadi terpaksa Minho Oppa tidur bersamaku.. aku sangat takut akan petir, sewaktu kecil.. Jika ada petir eomma akan memelukku dan menenangkanku..

Aku merindukan kasih sayang eomma dan appa..

“Kau mengagumi ketampananku huh?” Tanya Minho dengan suara berat lalu membuka matanya

“Oppa,kau sudah bangun?”Tanyaku malu

“Sudah sejak sejam yang lalu”Ucapnya sambil menatapku lembut.. Aku memeluk tubuh kekarnya dengan sangat erat membuat ia terkekeh..

“Ada apa ? apakah kau memimpikanku?”Kekehnya

“Ne Oppa” Lirihku semakin erat memeluknya..

“Kau memimpikanku ? tetapi mengapa kau malah terlihat sedih?” Tanya Minho Oppa, aku menggeleng dan malah menangis didalam pelukannya. Mimpi yyang sangat buruk dan sangat menyiksaku.. aku masih ingat dengan jelas mimpi itu, mimpi yang sangat tidak ku ingini..

“Ayo ceritakan pada Oppa”Bisik Minho Oppa lembut

“Aku..hikz.. aku mempikan bahwa Oppa akan meninggalkanku, didalam mimpiku Oppa terlihat menatapku dengan pandangan lirih kemudian berbalik dan meninggalkanku sendiri diruangan kosong sendirian.. aku mencoba mengejar Oppa.. tetapi saat aku menggapaimu.. tiba-tiba cho kyuhyun muncul bersama appa dan membawaku pergi”Aduku manja membuat Minho Oppa terdiam lalu mengelus rambutku lembut

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu”

“Cho Kyuhyun atau siapapun yang akan merebutmu dariku tidak akan aku biarkan senang. Aku akan membuatnya menderita”Ucap Minho Oppa dengan serius membuatku terdiam. Aku merasa selama aku tinggal bersamanya ada yang berubah darinya. Minho Oppa semakin membuka sesuatu yang tidak kutahu selama aku menjadi kekasihnya.. yaitu tentang jati dirinya..

“Oppa kapan kau akan membawaku kedepan orang tuamu?”Tanyaku manja

“Tunggu waktu yang tepat, aku akan membawamu kedepan orang tuaku dan mengenalkanmu sebagai calon isteriku”Senyum Minho Oppa sambil memelukku

“Aku tidak sebaik yang ada dipikiranmu Chagiya, aku mempunyai sifatnya yang tidak jauh dari Kyuhyun. Tetapi sekarang aku sadar bahwa yeoja bukan untuk dipermainkan, juga karenamu aku berubah”Lanjut Minho Oppa membuatku bingung, sama seperti Cho Kyuhyun? Apa maksud Minho Oppa?

“Aku tidak mengerti Oppa”Celetukku polos

“Suatu saat kau akan mengerti”Senyumnya

***

@Party

Aku masuk kedalam rumah sambil menggandeng tangan Minho Oppa, semua mata memandang kami. Lebih tepatnya mereka memandang Minho Oppa. Apakah mereka menyukai namjachinguku? Aishh, seharusnya aku tidak membawa Minho Oppa kemari jika banyak yeoja yang menyukainya..

Aku melihat-lihat sekeliling, dimana eomma dan appa? Sepertinya pesta kali ini sangat meriah dan sangat besar. Bagaimana tidak? Banyak pengusaha ternama disini termasuk keluarga Choi…

Keluarga kaya raya yang mempunyai Perusahaan dimana-mana, belum lagi.. hotel berbintang yang mereka miliki. Jika bisa dibilang, keluarga Choi adalah orang paling kaya saat ini diKorea dan mungkin akan menduduki peringkat ke 2 orang paling kaya didunia..Bukankah sangat memukau?

Appa sangat daebakk bisa mengundang mereka kemari. Aku menarik tangan Minho Oppa untuk bertemu appa, karena aku sudah menemukan dimana appa berdiri. Appa terlihat mengobrol bersama beberapa tamu..

“Jiyeon-ah,  Oppa pergi ke Toilet ne”Ucap Minho Oppa seakan menyembunyikan sesuatu dan aku mengangguk..

Aku menepuk pundak appa dan membuat appa menoleh, aku tersenyum lebar pada appa dan langsung memeluknya. Aigoo aku merindukan Appa, untung saja appa sudah tidak marah lagi padaku..

“Bagaimana kabarmu Chagiya”Ucap appa sambil menepuk punggungku

“Aku baik-baik saja appa”Jawabku riang, tetapi senyumku luntur saat melihat Cho Kyuhyun yang berjalan menghampiriku dan appa . Disusul dengan eomma yang terlihat tersenyum lebar padaku..

“Apa yang ia lakukan disini appa?” Tanyaku sinis sambil memandang Kyuhyun yang menatapku dengan tatapan mengerikan

“Tentu saja appa mengundangnya, bagaimanapun Kyuhyun adalah orang paling berjasa didalam perusahaan appa”Ucap appa membuatku hanya dapat mendengus. Aku sedang tidak ingin bertemu dengan namja itu aishh, mengacaukan hatiku saja..Dimana Minho Oppa..?

Sebuah tangan kekar tiba-tiba melingkar dipinggangku dan dengan cepat aku menoleh. Aku menemukan Minho Oppa tersenyum kearahku seakan mengatakan untuk tetap tenang walaupun aku harus melihat Cho Kyuhyun. Appa menatap Minho Oppa dengan tatapan malas dan sinis..

“Perhatian”Ucap appa membuat tamu-tamu yang hadir menatap kearah kami. Mengapa aku merasakan sebuah perasaan yang tidak enak? Apa yang akan terjadi?

Appa mulai tersenyum dan mengucapkan kata terimakasih serta kata-kata yang menyangkut perusahaannya tetapi sebuah kalimat membuatku langsung terbelalak

“Malam ini aku kedatangan seorang namja, namja yang mengatakan bahwa ia sangat mencintai puteriku. Kalau begitu, Choi Minho aku persilahkan kau untuk memperkenalkan siapa dirimu dan apa pekerjaanmu”Sinis Appa membuatku langsung terpaku, jadi ini rencana appa.. eomma terlihat sama terkejutnya sepertiku

“Jisung Oppa apa yang kau lak-“Seketika ucapan eomma terhenti saat melihat Minho Oppa yang malah berjalan kearah appa. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang bisa kulakukan saat ini hanyalah menutup mulut dan menangis. Aku tidak ingin appa menyakiti perasaan Minho Oppa dan mempermalukan Minho Oppa. Minho Oppa adalah namja yang baik..

“Uljima Jiyeon-ah”Ucap Minho Oppa dengan lembut padaku dan tersenyum padaku seakan semua akan baik-baik saja. Semua tidak akan baik-baik saja setelah ini Oppa.. mengapa kau bisa setenang itu?  Aku ingin menghentikan semuanya, tetapi tiba-tiba Kyuhyun menahan tanganku dan itu membuatku tidak bisa berbuat apapun..

“Choi Minho Imnida, kalian bisa memanggilku Minho. Aku adalah namjachingu dari Jiyeon dan aku berencana untuk menikahinya .. Tetapi banyak halangan yang kulalui untuk mendapatkannya. Aku memang namja miskin yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan, walaupun begitu aku mencintainya..”Ucapan Minho Oppa tiba-tiba terhenti, ia menunduk membuat Appa terkekeh sambil memandang Minho Oppa dengan tatapan merendahkan..

“Kau kira dengan cinta kau bisa memberinya makan?”Tiba-tiba Kyuhyun bersuara dengan suara lantang. Semua tamu menatap Minho Oppa dengan tatapan merendahkan membuatku merasa sangat sakit hati. Minho Oppa menatap sekelilingnya dengan pandangan sedih

“BERHENTI!”Aku berteriak dengan air mata yang sudah tidak dapatku tahan. Aku berlari lalu memeluk Minho Oppa..

“Oppa, kita pergi”Aku menangis sambil menarik tangannya..

“Jangan”

“Oppa” Aku memelas sambil berusaha menarik tangannya. Aku tidak mau orang-orang itu semakin menjadi.

“Gwenchana”Ucap Minho Oppa sambil menepuk punggungku.. aku menggeleng sambil terus menarik tangannya..

“Oppa.. Hikzz”aku menangis sambil terus berusaha menarik tangannya

Akhirnya aku berhasil, aku berhasil membawa Minho Oppa pergi dari pesta itu. Sepanjang perjalanan Minho Oppa terlihat terdiam sambil menatap luar..

“Apakah aku memang tidak pantas untukmu”Sedihnya

“Oppa”

“Aku tahu bahwa aku hanya namja miskin, tetapi apakah aku tidak pantas mencintaimu?”Sedihnya sambil menatap mataku dalam.

“Seharusnya aku tahu dari awal tentang hal ini Oppa.. Mianhae.. tidak seharusnya aku membawamu kesana”

“Gwenchana”Minho Oppa memelukku, aku tersenyum didalam pelukan hangatnya

***

( Author Pov )

Hyomin menangis setelah acara selesai, ia menatap Ji Sung dengan tatapan sedih sekaligus marah. Ia tidak menyangka suaminya akan sejahat itu pada calon menantu mereka.

“Oppa kau benar-benar tidak punya perasaan”Tangis Hyomin

“Tidak punya perasan? Aku hanya ingin yang terbaik untuk puteriku! Aku tidak ingin ia menderita.. Hanya itu”

“Oppa..kau”

“Wae?”

“Jika kau memaksa untuk menjodohkan Jiyeon dengan Cho Kyuhyun.. sebaiknya kita bercerai!”Tangis Hyomon sambil menatap Suaminyadengan tatapan mengancam membuat Jisung terdiam lalu menatap Hyomin dengan pandangan yang sulit diartikan

“Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikanmu dan sampai kapanpun juga aku tidak akan membiarkan namja miskin itu memiliki puteriku!”

Jisuung pergi dengan senyum kecilnya, Hyomin yang melihat hal itu hanya dapat menangis. Ia tidak menyangka bahwa suaminya akan berubah sejahat itu

***

Minho duduk sambil menyelimuti Jiyeon. Ia menatap Jiyeon dengan tatapan lembut dan penuh kasih sayang. Sama hal nya seperti Minho, Jiyeon juga menatap Minho dengan tatapan penuh kasih sayang..

Minho mendekatkan wajahnya pada wajah Jiyeon, membuat Jiyeon gugup setengah mati..

“Oppa..”

“Kau tahu? Setiap detik aku selalu ingin memilikimu.. aku ingin menyentuhmu, tetapi aku tidak ingin merusak keindahanmu sebelum aku menikahimu. Aku tidak pernah ingin melihatmu menangis karena perbuatanku” Bisik Minho lembut lalu memeluk Jiyeon

“Biarkan seperti ini Chagiya, aku ingin tertidur dipelukanmu hanya sebentar. Aku merindukan eommaku ”Ucap Minho membuat Jiyeon terdiam. Baru kali ini Minho mengatakan bahwa ia merindukan keluarganya

Jiyeon tersenyum lalu memeluk namjanya itu dengan erat..

“Saranghae Minho Oppa”

***

( JiyeonPov )

Hari ini aku mengantarkan Minho Oppa pergi ketempat kerjanya, aku tersenyum lalu duduk disalah satu tempat para kuli beristirahat. Aku menatap Minho Oppa yang terlihat sangat giat bekerja. Aku beruntung mempunyai kekasih sepertinya , seorang namja tiba-tiba duduk disampingku dan semakin mendekat kearahku membuatku sedikit ketakutan dan duduk menjauh.

“Annyeong Noona , siapa namamu? Mengapa yeoja cantik sepertimu berada disini? Ah aku lupa, perkenalkan aku Kim Jin Jae , pemilik tempat batuan ini. Kau tahu bukan aku sangat kaya”Ucapnya mencoba meraih wajahku tetapi dengan cepat aku menapik tangannya dengan kasar

“Kau menolakku? Apa yang kau lihat dari namja miskin itu? Ia sama sekali tidak bisa membiayai hidupmu”Bentak namja itu padaku, membuatku ketakutan dan Minho Oppa yang tadinya terlihat sibuk tiba-tiba menoleh kearahku dan namja itu..

“Oppa!!”Aku menangis lalu memeluk Minho Oppa yang berkeringat. Minho Oppa memandang namja itu dengan tatapan murka

“WAE!! Kau ingin memukulku? Kau tahu bukan bahwa aku bisa saja memecatmu !! Kau hanya kuli disini !! Kau lupa bahwa aku adalah pemilik tempat ini !! Dasar Namja Miskin”Ucap Namja itu sambil mencibir Minho Oppa dengan wajah sinisnya. Minho Oppa hanya dapat menunduk menahan amarahnya

Aku merasa tangan Minho Oppa yang mengepal kuat dan ingin menghajar namja itu, tetapi dengan cepat aku menahannya dan menariknya pergi. Aku tak ingin Minho Oppa semakin terbebani dengan memukul namja keparat itu

***

Minho Oppa terlihat bersiap-siap. Ia memakai sebuah baju pelayan, ia mengatakan bahwa mulai hari ini ia akan bekerja disebuah Cafe.

“Doakan Oppa Ne?”Ucapnya sambil mengecup keningku

“Ne Oppa, aku akan selalu mendoa’kanmu”Ucapku dengan tersenyum. Aku berjinjit lalu mencium bibirnya sekilas membuatnya menatapku terkejut. Sedangkan aku hanya dapat menampilkan wajah maluku

“mian”

“G..Gwenchana”ucapnya gugup

“Oppa pergi ne”Senyumnya lalu berjalan keluar dari rumah. Sedangkan aku hanya dapat berteriak senang. OMONA! Seperti mimpi saja. Aku tersenyum senang lalu berjalan kearah daput rumah kecil ini dan mulai memasak. Ya, aku sudah mulai belajar memasak dan sekarang aku bisa memasak.

Tok…tok..tok

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah, dengan cepat aku membukanya dan menemukan seorang yeoja tengah menatapku dengan tatapan bingung dan bertanya

“Siapa kau?”Tanyanya, yeoja ini terlihat sangat menawan. Dari gaya berpakaiannya ia, terlihat seperti anak orang kaya

“Aku.. aku yeojachingu Minho”Jawabku pelan

“Jeongmalyo? Apakah Minho Oppa ada”

“Ne, wae? Minho Oppa sedang bekerja”

“Anniyoo.. katakan pada Minho Oppa, aku mencarinya. Bilang saja bahwa namaku adalah Choi Jinri.. senang bisa berkenalan denganmu eonni. Kau sangat cantik”Ucapnya dengan senyum lalu pergi begitu saja. Aku hanya dapat memandangnya dengan tatapan bertanya

***

( Author Pov )

Minho tersenyum senang, ia diterima kerja disebuah Restauran Ramen.. Yang mungkin bisa menghidupi dirinya dan Jiyeon..

Minho mengangkat beberapa mangkuk makanan untuk beberapa pelanggan setia Restaurant Ramen itu.

Seorang yeoja menatap Minho dengan pandangan terpesona. Karena baru kali ini ia menemukan namja setampan Minho..

“Suzy, Gwenchana?”tanya seorang yeoja menegur yeoja yang tadi terpana dengan ketampanan Minho. Yeoja bernama Suzy itu hanya dapat menggeleng pelan

“a..aniyo”

“Kau menyukai namja tampan itu?”

“Anni,, aku tidak menyukainya.. “

“Kau bohong”

“Aku serius”Ucap yeoja bernama Suzy itu sambil menatap Chingunya

“Aku merasa kau menyukainya”

“Son Naeun”

“Kekek”

Minho berjalan kearah meja suzy dan Naeun dengan membawa menu makanan. Minho menatap Suzy dengan senyum..

“Ini menu makanannya Nona..”Senyum Minho

Setelah selesai menuliskan daftar makanan yang Suzy ingini, Minho pergi untuk melayani meja yang lain..

“Ia tampan”Celetuk Naeun

“Diam”

“Kau sudah menyadarinya dari tadi Nyonya Bae”

***

Kyuhyun memandang sebuah foto di Laptopnya , sedari tadi ia hanya dapat mendengus kesal. Pikirannya terus berputar pada yeoja yang telah menarik perhatiannya.. wajahnya terlihat dingin sambil memandang foto yeoja cantik itu

“Apakah namja itu sangat istimewa hingga kau menolakku?”

“Aku tidak akan tinggal diam sayang, aku pastikan akan mendapatkanmu cepat atau lambat”Senyum evil Kyuhyun muncul. Ia terlihat merencanakan sesuatu untuk memisahkan Jiyeon dan minho

“Kita tunggu saja tanggal mainnya”

Kyuhyun berdiri dari kursi yang sedari tadi ia duduki,tangannya bergerak mengambil sesuatu dari saku celananya..

“Yoboseyo?”

“Apakah kau sudah melihat keadaan Jiyeon?”

“Sudah tuan, ia baik-baik saja. Saat ini ia sedang duduk sendirian didepan rumah kumuh itu Tuan.. sepertinya ia sedang menunggu seseorang”

“Baiklah,, pantau terus keadaannya.. aku tidak ingin ada orang yang menyakitinya”

“Baik Tuan”

Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya dan menatap ponselnya dengan tatapan kecewa dan sedih

“Kapan aku bisa mendapatkan hatimu”Gumamnya pelan

 

***

Jiyeon berjalan disamping Minho sambil mengapit tangan namjachingunya itu dengan mesra. Wajahnya tersenyum senang, pasalnya minho mengajak Jiyeon berjalan-jalan untuk menikmati uang hasil kerja Minho selama sebulan ini..

Minho menggenggam tangan Jiyeon untuk masuk ke Bianglala..

Dengan wajah takutnya Jiyeon mengikuti Minho..

“Gwenchana”Ucap minho seakan menyadari ketakutan kekasihnya itu. Minho menggenggam tangan Jiyeon dengan erat, tanpa menyadari seorang yeoja tengah memperhatikan mereka

‘apakah ia sudah memiliki yeojachingu? Aigoo,padahal aku sudah menyukainya’Batin yeoja itu dengan sedih. Wajahnya terlihat murung, yeoja itu berbalik.. awalnya ia ingin menaiki bianglala itu tetapi ia mengurungkan niatnya..

Bae Suzy

“Suzy-ah, mengapa kita malah kembali”Tanya seorang namja pada yeoja itu

“Aish! Diamlah”

“Suzy-ah”

“Wae?”

“Kau sudah mempertimbangkan apa yang ku katakan kemarin?”

“Mianhae Seung gi-ah , sepertinya aku tidak bisa”

“Mwo”

“Aku menyukai seseorang”

“Nugu”

“Namja itu”Ucap Suzy sambil  menunjuk bianglala yang di naiki Minho dan Jiyeon. Mata Lee Seung Gi membulat..

“Namja itu? Kau menyukai namja dengan baju seperti itu? Apakah kau gila?”

“anni, aku masih sangat waras.. ia terlihat sangat tampan”

“Aish jeongmal”Kesal Seung Gi

***

( Choi Minho Pov )

Aku memeluk Jiyeon sambil melihat pemandangan indah dari bianglala ini.  Jiyeon tersenyum senang dan bahagia. Aku sangat menyukai senyumnya, Jiyeon tersenyum dengan sangat indah dan terlihat lepas..

Aku sangat menyukai dan mencintainya..

“Jiyeon-ah”

“Ne Oppa”

“Bagaimana jika suatu saat kita berpisah?”

“Shireo! Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi Oppa.. aku sangat mencintaimu”

“Nado Chagiya..”

“Oppa”

“Ne”

“Apakah kau berpikir appa akan menerima hubungan kita?”

“Ne, aku yakin Ahjussi akan menerima hubungan kita.. Aku yakin 100%. Lagipula aku lebih baik dari Kyuhyun, aku lebih di bidang manapun darinya”Ucapku dengan nada candaan..

“aku tahu Oppa”Kekehnya

“Chagiya”

“Ne oppa”

“Bagaimana kalau kita menikah”

“Mwo”

“Kita menikah”

“Kau serius Oppa?”Tanyanya lalu berbalik dan menatapku dengan mata indahnya yang berkaca-kaca. Aku mengangguk sambil tersenyum kearahnya, wajahnya terlihat sangat bahagia. Jiyeon lalu memelukku tanpa ingin melepaskannya..

“Oppa.. aku menerima lamaranmu”Tangisnya dengan deras

“Aku yakin aku akan bahagia bersamamu Oppa”Ucapnya sambil mempererat pelukannya..

***

( Jiyeon Pov )

Aku dan Minho Oppa berjalan-jalan sambil berpegangan tangan. Hingga kami melewati sebuah toko perhiasan. Aku menatap sebuah kalung yang sangat indah, tetapi sangat disayangkan.. harganya terlalu mahal..

“wae chagi?”

“Anniyo Oppa”

“Kau menginginkannya?”Tanya Minho Oppa

“anni Oppa.. aku hanya berpikir bahwa kalung itu sangat bagus”

Aku tersenyum pada Minho Oppa, ia menatapku dengan tatapan curiga tetapi ia mencoba menyembunyikannya. Aku tidak mau Minho Oppa mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli kalung itu..

Tiba-tiba seorang ahjumma muncul..

“Aigoo.. kalung ini indah”

“Kalung ini baru saja datang dan barangnya pun terbatas.. apakah anda berniat membelinya Nyonya”Tanya Pegawai toko perhiasan itu.. aku bisa mendengarnya karena kami berdiri tidak jauh dari tempat itu..

Aigoo aku merasa sangat sedih, aku sangat menginginkan kalung itu..

“Kajja Oppa”

“Tunggu dulu”

“Ne?”

“Kau tunggu disini sebentar ne.. Oppa akan segera kembali” Minho Oppa berlari pergi .. kemana ia??

***

( Author Pov )

Minho berlari ke Atm terdekat dan mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya..

‘apakah uangku masih ada’ batin Minho..

Senyumnya muncul..

‘Apakah Ahjussi sudah mengirim uang ke Atmku?? Daebak,, syukur saja ahjussi mengirim uang itu pada saat yang tepat.. Gomawoo ahjussii.. aku akan segera mengganti uangmu jika aku sudah mendapatkan banyak uang dari gajihku ’batin Minho menarik beberapa uang..

Minho berlari kembali, Jiyeon menatap namjachingunya itu dengan tatapan bingung seakan bertanya dari mana namja itu..

“Kajja”Minho menarik tangan Jiyeon..

“ Aku ingin membeli kalung ini”Ucap Minho sambil menunjuk kalung yang hampir saja dibeli oleh seorang ahjumma.. ahjumma itu memandang Minho dengan kesal

“Aku akan membayar dua kali lipat jika kau memberikan kalung itu padaku”Ucap Ahjumma itu.. Ahjumma itu memandang minho dan Jiyeon dengan tatapan merendah. Terlebih lagi saat ia melihat baju yang dipakai oleh Minho dan Jiyeon

‘Mereka orang-orang miskin dan mungkin uang mereka tidak akan mampu menandingi uang yang ku tawarkan untuk membeli kalung  itu’batin ahjumma  itu sambil tersenyum kecut..

“Aku akan membayar 3 kali Lipat”Ucap Minho sambil menaruh uang yang baru saja ia ambil tadi diatas meja. Jiyeon yang melihat hal itu hanya dapat menatap Minho dengan tatapan tidak percaya

Pelayan itu terlihat menatap ahjumma yang terlihat sudah mati kutu..

“Oppa..sebaiknya kita pergi.. “

“Jangan”

“Oppa”

“Aku akan membelikannya untukmu”Ucap Minho sambil tersenyum.Pelayan itu membungkus kalung itu lalu memberikannya pada Minho..

“Gomawoo”

***

( Hyomin Pov )

Aku berjalan dengan anggun dengan Jisung Oppa disampingku. Walaupun kami sedang bertengkar, kami tidak akan menunjukkan pertengkaran kami didepan orang-orang yang ada disekitar kami..

Pesta yang sangat mewah, bahkan bisa dibilang ini adalah pesta termewah yang pernah aku kunjungi dan yang pernah ada. Pesta ini adalah pesta yang dirayakan oleh Keluarga Choi dalam rangka merayakan Ulang Tahun putera pertama mereka, Keluarga Choi sangat sempurna dan mereka memiliki segala-galanya..

Rumah sebesar istana, perusahaan besar dimana-mana, Mobil mewah , mereka sangat menawan..

Aku dan Jisung Oppa duduk disalah satu kursi..

Acara dimulai dengan beberapa sambutan dari Nyonya dan Tuan Choi, Nyonya Choi terlihat tampil dengan wajah elegan dan wajah bersahabatnya.. mereka memang dikenal dengan sifat baik yang mereka miliki..

“Seandainya saja putera keluarga Choi tertarik pada jIyeon, aku pasti akan sangat bahagia”Celetuk Jisung Oppa membuatku hanya dapat terdiam. Ia terus memikirkan uang.. apakah diotaknya hanya ada uang eoh??

***

( Jiyeon Pov )

Aku membersihkan rumah kecil yang kutempati bersama Minho  Oppa. Hari ini Minho akan pulang telat karena ia mempunyai sebuah pekerjaan yang entah apa itu.. Padahal hari ini adalah hari ulang tahunnya..

Sebuah kertas tiba-tiba saja jatuh mengenai kakiku..

‘Undangan Ulang Tahun’ Batinku

Aku membukanya dan seketika itu mataku terbelalak..

“Apakah Minho Oppa memiliki hubungan dekat dengan keluarga Choi hingga ia memiliki surat undangan ini? Minho Oppa memang daeebakk”Gumamku..

Aku membuka lemari tua itu, dan menemukan banyak barang-barang. Minho Oppa tidak pernah membiarkanku untuk membuka lemari itu. Karena Minho Oppa mengatakan bahwa isi lemari ini sangat penting untuknya, tetapi tidak apa bukan jika aku membukanya?? Siapa tahu aku dapat mengetahui siapa orang tua Minho Oppa sebenarnya, karena aku memang sangat penasaran dengan jati diri Minho Oppa..

Deg!

Bukankah ini fotoku? Sejak kapan Minho Oppa mengenalku? Bukankah saat itu aku tidak mengenal Minho Oppa..

wpid-Av43cE6CIAEI1kK.jpeg

Aku membuka foto selanjutnya dan menemukan foto seorang yeoja..

Bukan kah ini adalah yeoja tempo hari yang datang kemari?? Aku membalik foto itu dan menemukan sebuah tulisan dibelakangnya

‘Choi Jin ri, anak kedua dari Keluarga Choi’

Aku mulai merasa perasaan yang tidak enak.. apakah Minho Oppa mendapatkan uang dari keluarga Choi? Ataukan Minho Oppa memeras mereka? Apakah minho oppa tahu rahasia terbesar mereka? Apakah Minho Oppa melakukan sebuah kejahatan??

Tetapi itu sangat tidak mungkin, mengingat Minho Oppa adalah namja baik-baik. Jiyeon kau harus berpikir positif, mungkin saja yeoja itu adalah teman dari Minho Oppa.. Lagi pula yeoja itu terlihat tidak ada masalah tempo hari dengan Minho Oppa..

***

( Author Pov )

Seorang Namja dengan wajah dinginnya memasuki sebuah ruangan. Ia berjalan dengan pelan hingga ia melihat seorang yeoja tengah menunggunya dengan tersenyum..

“Oppa.. kau datang” Senyum yeoja itu

“Ne”Jawab dingin namja itu lalu merangkul yeoja itu dengan lembut..

“Oppa aku merindukanmu”

“Nado”

“Aish.. jeongmal! Bagaimana bisa kau memiliki sifat sedingin itu”Omel yeoja itu

“Begitulah”Jawab namja itu tanpa tersenyum..

Yeoja itu hanya dapat memutar matanya kesal, bagaimana tidak? Semenjak ia kecil, ia tidak pernah melihat namja itu tersenyum..

“Aku sudah mengatakan bahwa tidak perlu membuat pesta bukan?”

“Oppa,, kau harusnya menghargai apa yang eomma dan appa siapkan.. mereka menyayangimu”Celetuk yeoja itu

“Kau tahu bukan? Aku tidak suka dengan kemewahan yang kita miliki.. Aku tidak ingin orang-orang mengenaliku” Dingin namja itu

“Oppa.. Bagaimanapun kau adalah pewaris perusahaan appa kelak”

“Apakah aku pernah menyetujui hal itu?”

“Oppa.. Yeoja itu sangat hebat hingga membuatmu bisa tersenyum saat bersamanya.. kau tahu Oppa? Aku tidak menyangka bahwa kau mau mempermalukan dirimu didepan banyak orang hanya karena yeoja itu.. “

“Dia Istimewa.. bukankah kau bisa merasakannya?”

“Ne.. Oppa.. ia memang istimewa”

***

( Choi Minho Pov )

Aku membawa beberapa bungkus makanan. Aku yakin jiyeon lapar saat ini, aku masuk tanpa mengetuk..

“Oppa”Ucap Jiyeon yang terlihat sedang melipat baju, aku tersenyum padanya..

Lalu duduk didepannya..

“Wae Chagiya?”

“Ah..anni”Jawabnya gugup

“Wae?”Aku merasa curiga, aku menganggam tangannya..

Tiba-tiba saja Jiyeon mengeluarkan beberapa barang yang kubelikan selama ini untuknya.. mengapa ia??

“Dari mana kau mendapatkan uang ? “

“Apa maksudmu?”

“Aku bertanya Oppa! Dari mana kau mendapatkan uang? Apa hubunganmmu dengan keluarga Choi? Apakah kau melakukan tindakan kriminal?” Ucapnya sambil menatapku sinis

“Aku..aku”Aku menjadi sangat gugup..

Jiyeon menghempaskan tanganku yang menggenggam tangannya tadi..

 wpid-528153_10151018982280642_722427892_n.jpeg

TBC

Aigoo.. Otthokae?? Apakah jelek?? Aish T_T Mianhae soalnyaa Mood author lagi bener-bener buruk jadi Ffnya ketularan buruk deh.. mohon Kritik dan sarannya .. Gomawoo ^^

[ Trailer ] DEAD!


Untitlednnnnnnn

Annyeong ^^ Author kembali dengan membawa poster FF terbaru Author .. Ini FF Horror pertama Author dan semoga berhasil ^^ 

Author sengaja nunjukin Posternya , kalau banyak yang berminat.. Bakal Author lanjutin tuh FF..Tapi kalau sedikit T_T Ya terpaksa Author gak post-in. Gomawoo~

***

*^Trailer^*

Seorang yeoja terlihat berjalan dengan langkah cepat menyusuri koridor sepi. Keringat terlihat keluar dengan derasnya dari wajahnya. Ia menatap sekelilingnya dengan perasaan was-was… hingga

Hush! Tiba-tiba ia merasakan seseorang melintas dibelakangnya membuatnya menoleh dan tidak mendapati siapapun. Tetapi ia merasakan seseorang tengah memperhatikan dirinya

***

( Jiyeon Pov )

Saat aku masuk kedalam Apartementku, aku merasakan hawa itu lagi. Hawa yang tidak biasa, aku tidak mengerti. Akhir-akhir ini aku merasakan sedang diikuti dan aku tidak tahu itu siapa yang mengikutiku.

Aku menatap televisi didepanku dengan tatapan datar. Mataku seketika melebar saat melihat berita yang ada ditelevisi

‘Seorang yeoja ditemukan mati mengenaskan di Apartementnya karena gantung diri’

Seketika itu hawa aneh kembali mengelilingiku, aku kembali menatap televisi itu.

OMO!

Bukankah yeoja itu adalah penghuni kamar didepan kamarku? Tidak mungkin! Ia telah meninggal? Setahu ku ia adalah yeoja baik..

***

“Hey”sapanya

“Apakah kau menunggu lama?”

“Anni, tadi ada yeoja cantik menemaniku”Ucapnya dengan senyum sombongnya

“Yeoja mana yang mau menemanimu? Eoh”

“Yeoja yang tinggal dikamar ini”Ia menunjuk kamar yang ada didepan kamarku. Seketika nafasku tercekat..

“Ka..Kau yakin?”

“Ne”

“Ia mempunyai wajah yang cantik, tetapi ia sedikit pucat.Suaranya pun hampir tidak terdengar”Kekeh Kai, dengan cepat aku menarik tangannya hingga sampai diparkiran.

“Ada apa?”Tanya saat melihat wajah ketakutanku

“Kau tahu? Yeoja yang ada dikamar itu beberapa hari yang lalu ditemukan tewas bunuh diri”

“MWOOO!!”Kagetnya

“K..Kau bohong”

“Anni, aku melihat sendiri bahwa banyak garis polisi. Mungkin garis polisi sudah dilepas dari kamar itu”Ceritaku, wajah Kai seketika memucat. Ia hanya diam sepanjang perjalanan ke Kantor

***

Aku berjalan dengan kaki terpincang , lalu menepuk pundaknya.. saat ia berbalik aku sangat terkejut melihat wajahnya. Wajah pucat dengan mata merah yang menatapku dengan tatapan benci..

Aku terduduk , yeoja itu berjalan mendekatiku.. Ia memegang wajahku dengan kuku hitam panjangnya membuatku berteriak…

**

( Choi Minho Pov )

Aku memandang Laptop didepanku dengan wajah lelah. Sudah 2 hari ini aku pergi ke Jeju untuk meeting dengan beberapa Client. Jonghyun menatapku dengan tatapan khawatir

“Minho, sebaiknya kau tidur. Sudah semalaman kau tidak tidur, besok kita akan kembali ke Seoul dan aku tidak ingin kau pulang dalam keadaan sakit. Aku tidak ingin Ahjussi memarahiku karena menemukan puteranya yang pulang dalam keadaan sakit dan pucat”

“Ne..ne”

Aku berjalan kearah kamar hotelku lalu membukanya dan merebahkan tubuhku..

Hingga..

“Oppa”

“Oppa”Aku membuka mataku saat mendengar suara..

Seketika mataku terbelalak saat melihat Jiyeon kini tengah berada didepanku dengan wajah pucatnya..

“Kau..bagaimana bisa kau?”Kagetku

“Oppa”Bukannya menjawab, ia malah menaiki tempat tidurku dan menghimpitku. Wajahnya sangat dekat denganku, tetapi aku merasa perasaan yang berbeda.. Aku merasa tidak tertarik dengan yeoja yang ada dihadapanku saat ini.. Aku merasa ia bukan Jiyeon..

Aku merasakan bibirnya menyentuh bibirku, entah dorongan dari mana.. aku malah mendorong tubuhnya..

Deg!

Tiba-tiba aku melihat Yuri, kemana Jiyeon? Mengapa malah Yuri.. ia menatapku dengan mata merah dan bibir pucatnya..

“MENGAPA?”Ia membentakku

“MENGAPA KAU MENOLAKKU!! Mengapa saat dengan Jiyeon kau terlihat menikmatinya!!”Ia berteriak dengan suara aneh, aku merasa ia berbeda dari biasanya..

“Apa yang kau lakukan disini?? Sebaiknya kau keluar! Bukankah aku sudah mengakhiri hubungan kita”

“KAU JAHAT!”

“DIAM!”Aku membentaknya, aku merasa sedikit ketakutan melihat wajahnya. Wajahnya sangat pucat , ia seperti..seperti mayat..

CKLEK! Jonghyun tiba-tiba membuka pintu lalu menatapku bingung. Saat aku menoleh, aku tidak mendapati Yuri .. kemana ia??

“Wae?”

“Tadi.. tadi aku melihat Yuri”

“Yuri? Kau gila, sedari tadi kau disini sendiri”Ucapnya

Aku lagi..lagi terdiam. Aku merasa aku memang melihat Yuri, ada hal aneh yang terjadi belakangan ini..

^DEAD^

Diatas adalah potongan cerita dari FF yang author buat.. Mudahan FF itu gak ancur -_- Untuk sekedar Info, Cast Utamanya adalah Jiyeon, Yuri, Minho, Kai.. Mohon pendapatnya nee ^^ Gomawooo .. Mian Kalau Trailernya gak jelas dan membosankan #Ngangisdipojokkan T_T

My Life ( Part 1 )


549690_533914473318002_30262162_n

Tittle : My Life

Author : Margareta Isabela

Rating : (G)eneral

Type : Chaptered

Genre : Sad, Marriage Life,Happy

Facebook : Margareta Isabela

WordPress : margaretaisabela.wordpress.com

(M)ain Cast

  • (C)hoi Minho
  • (P)ark Jiyeon

(Other Cast)

  • Cari DiCerita

Annyeong ^^ Author bawa Fanfiction baru nih :D Mian Jika author sudah sangat jarang mengurus Wp ini, dikarenakan kesibukan author yang semakin menjadi. Untuk readers sekalian author minta maaf jika ada yang menunggu comeback author yan sangat lama :D Gomawoo~

***

( Jiyeon Pov )

Aku menangis sambil menatap pantulan diriku dicermin, hari ini aku akan menikah dengan namja yang sama sekali tidak ku Cintai,Cho Kyuhyun. Aku menatap lekap pantulan diriku, andai saja namja yang ku nikahi adalah Minho Oppa, mungkin aku tidak akan menangis dan merasa sesedih ini.

417636_325656824143769_1530048439_n

Aku adalah Park Jiyeon, anak dari Park Jisung dan Park Hyomin. Eomma dan appa adalah orang yang tegas dan bijaksana tetapi mereka terus memaksaku untuk menikah dengan Cho Kyuhyun, namja playboy yang suka mempermainkan yeoja dengan harta yang ia punya.

Padahal eomma dan appa tahu bahwa aku sudah mempunyai kekasih bernama Choi Minho, aku mengenalnya saat ia menolongku dari beberapa pereman dijalan sepi. Setelah kejadian itu, aku semakin dekat dengan Minho Oppa dan memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih. Kami saling mencintai tetapi..

Eomma dan appa tidak menyukai Minho Oppa, karena pekerjaan Minho Oppa yang hanya seorang kuli bangunan. Biarpun seperti itu, aku sangat mencintainya. Ia adalah namja mandiri yang sangat jujur..

Minho Oppa tidak pernah membuatku menangis, ia juga tidak pernah menyentuhku karena menurutnya aku adalah harta yang paling berharga yang pernah ia miliki. Tidak pernah terpikir satu kalipun untuk meninggalkannya.

Cklek!! Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan Minho Oppa dengan dandanan yang berantakan. Apa yang ia lakukan? Ia memberi kode untukku , supaya aku tidak berisik. Aku berjalan mendekatinya dan memeluknya dengan erat

“OPPA”Aku menangis dengan deras didalam pelukannya

“Aku akan membawamu pergi dari tempat ini Chagiya, aku yakin Cho Kyuhyun bukanlah namja yang baik untukmu. Aku tidak ingin terjadi apapun padamu, kau adalah harta yang sangat berharga dan sangat perlu dijaga”Ucap Minho Oppa dengan yakin membuatku terdiam seketika. Apa yang harusku lakukan? Apakah aku harus mengikuti Minho Oppa ataukah tetap disini?

“Oppa”

“Apakah kau tidak mau pergi bersamaku?dan memilih untuk menikah dengan Kyuhyun?”Tanya Minho Oppa yang mulai serius

“Apa kau yakin?”

“Aku sangat yakin Chagiya, aku akan membawamu pergi. Aku berjanji akan membuatmu selalu bahagia”Ucap Minho Oppa sambil memandang mataku dengan tatapan tajam dan dalam. Aku mengangguk menyetujuinya, dengan cepat aku dan Minho Oppa pergi dari ruangan ini..

***

( Hyomin Pov )

Aku bersembunyi dibalik tembok dan menatap kepergian puteriku dengan senyum, aku tidak ingin ia menangis hanya karena keegoisan Jisung Oppa. Bagaimanapun Jiyeon pantas untuk bahagia. Aku memang sengaja menghubungi Minho dan membantunya untuk masuk kedalam ruang Make Up Jiyeon.

Aku tahu Minho bukanlah namja kaya raya, tetapi aku yakin puteriku akan sangat bahagia bersamanya. Aku menghapus air mata yang sempat mengalir dari mataku dan dengan cepat berjalan kearah Jisung Oppa yang terlihat sedang berbincang bersama beberapa tamu

“Dimana Jiyeon”Tanyanya

“Jiyeon, ia pergi bersama Minho”Ucapku dengan datar membuat Jisung Oppa seketika menatapku dengan pandangan terkejut dan dengan cepat berlari ke arah ruangan yang dipakai oleh Jiyeon tadi. Jisung Oppa kembali dengan wajah marah dan menatapku dengan tatapan murka

“APA YANG KAU LAKUKAN? DIMANA JIYEON”teriaknya sambil mencengkram bahuku keras membuatku hanya dapat terdiam dan menangis.

Jiyeon-ah, eomma senang jika kau bahagia.Eomma sangat menyayangimu dan mencintaimu, eomma harap Minho bisa membahagiakanmu. Karena eomma tahu bahwa Cho Kyuhyun bukanlah namja yang baik dan cocok untukmu

***

( Author Pov )

Jiyeon menatap ponselnya dengan wajah takut, ia sudah menerima banyak telepon dari appanya. Ia tahu bahwa saat ini appanya sedang sangat kesal dan murka. Minho yang menyadari kepanikan Jiyeon mengelus punggung terbuka yeoja yang sedang duduk disampingnya itu

“Waeyo Chagiya”

“Oppa? Eottokhae? Aku takut appa akan mencarimu dan meminta anak buahnya untuk membunuhmu”Takut Jiyeon sambil memeluk Minho

“Tenanglah, aku tidak akan takut selagi kau masih ada disampingku”

“Oppa”

Jiyeon menatap Minho dengan mata berkaca-kaca lalu mencoba tersenyum dihadapan namja itu.

“Oppa aku mencintaimu” Ucap Jiyeon sambil mengelus wajah Minho lembut, tanpa mereka sadari jarak diantara mereka sudah sangat dekat. Tetapi saat bibir mereka tinggal beberapa centi lagi. Minho dengan cepat memalingkan wajahnya.

“Belum saatnya, aku tidak mau menyentuhmu sebelum kita sudah resmi. Sebaiknya kau ganti bajumu Chagiya, Oppa sudah menyiapkan baju untukmu”Ucap Minho memecahkan kegugupan membuat senyum Jiyeon mengembang

“NE OPPA”Ucap Jiyeon dengan riang

***

Jiyeon duduk disamping Minho sambil menatap langit malam yang gelap, Jiyeon memutuskan untuk tinggal dirumah Kontrakan Minho. Rumah yang terlihat sangat kumuh dan tidak terurus dan juga terlihat sangat kotor

“Mian aku tidak bisa memberikan hidup yang layak untumu Chagiya”Ucap Minho sambil mengelus rambut panjang Jiyeon.

“Bagiku , Kau sudah ada disampingku itu sudah cukup Oppa”Jiyeon memeluk tangan Minho dengan erat dan lembut. Cinta tanpa memandang harta, itulah cinta mereka saat ini. Minho sangat bahagia menemukan yeoja yang dengan setia menemaninya.

“Oppa,  sejak pertama bertemu denganmu. Aku tidak pernah mendengarmu membicarkan tentang keluargamu”Celetuk Jiyeon membuat Minho langsung terdiam dan menatap wajah kekasihnya itu dengan serius

“Tidak ada, suatu saat nanti kau akan mengetahui dimana mereka. Sekarang bukan saatnya kau tahu”Ucap Minho lembut membuat Jiyeon terdiam, sejak ia kenal dengan Minho. Namja itu terlihat sangat enggan untuk membahas masalah keluarga dengannya, Jiyeon merasa sedikit ganjil dengan namja bernama Choi Minho yang tidak lain adalah kekasihnya itu. Tetapi ia berusaha menutupinya.

“Oppa”

“Umh”

“Oppa”

“Ne Chagi”

“Oppa”

“Waeyo? Ada apa denganmu Chagiya. Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu” Tanya Minho panik sambil memperhatikan kekasihnya itu

“Kau serius denganku Oppa? Aku takut kau akan meninggalkanku”Tangis Jiyeon

“Aigoo ada apa denganmu? Aish jangan-jangan kau menonton film korea lagi. Aku sudah bilang beribu kali bahwa aku tidak akan meninggalkanmu Chagiya. Jika aku berniat seperti itu, dari awal aku tidak akan membawamu kabur”

“Jincha Oppa”

“Aku tidak pernah berbohong Chagiya”

***

Minho membawa Jiyeon ketempat ia bekerja,terlihat banyak pemuda yang ikut mengangkut batu-batuan. Jiyeon menatap para pekerja itu dengan tatapan kasihan, ia sangat kasihan saat melihat tangan salah satu pekerja yang berdarah.

Minho melepaskan bajunya dan mulai bekerja,Jiyeon hanya dapat memandang kekasihnya itu dengan tatapan kasihan, tetapi ia tidak ingin mengatakan bahwa ia sedang bersedih saat melihat Minho seperti itu. Ia tidak ingin menyakiti perasaan Minho

“Oppa, kau lelah”Ucap Jiyeon sambil menghampiri kekasihnya itu

“Aku tidak akan lelah selama kau ada disini” Ucap Minho lalu mengambil air yang sudah disiapkan oleh Jiyeon. Jiyeon terlihat membongkar tasnya lalu mengambil sesuatu..

“Oppa tanganmu berdarah, pakai ini”Ucap Jiyeon sambil memberikan plester membuat senyum muncul diwajah Minho. Minho menatap Plester itu dengan tatapan bahagia lalu menempelkannya pada tangannya yang terluka

“Kau sangat memperhatikanku Chagiya, Gomawoo. Tapi luka sekecil ini tidak akan menyulitkanku untuk terus bekerja menghidupimu. Aku bekerja dulu ne”Ucap Minho tersenyum lalu mengelus rambut panjang Jiyeon dengan lembut..

***

Dari kejauhan terlihat seorang namja memperhatikan mereka dengan tatapan marah dan datar , ia menatap Minho dengan tatapan membunuh. Tetapi saat ia menatap Jiyeon, tatapannya seakan melembut.

“Apakah kau tidak menyadari perubahanku selama ini? Apakah aku begitu jahat dimatamu? Aku berubah demimu tetapi mengapa  kau malah meninggalkanku tepat dihari pernikahan kita?”Lirih namja itu, tetapi kemudian senyum jahat muncul dibibirnya

“Aku tidak akan membiarkanmu dimiliki olehnya, tunggu saja tanggal mainnya Nyonya Park”Kyuhyun masuk kedalam mobilnya lalu mengendarainya dengan kecepatan yang kencang.

Kyuhyun mengambil ponselnya dan menatap foto yeoja yang terdapat didalam ponselnya, ia tersenyum sedih menatap foto yeoja yang tidak lain adalah Jiyeon. Ia masih mengingat betul saat ia menolak untuk dijodohkan tetapi saat bertemu dengan Jiyeon, ia langsung jatuh cinta pada yeoja itu

( Flashback On )

“Mwo ? dijodohkan? Apakah appa Gila? Aku tidak mau dijodohkan, biarkan aku menemukan yeoja yang kusukai. Aku tidak mau menikah! Itu akan membuatku tidak bebas”Tolak Kyuhyun pada Appanya yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam

“CHO KYUHYUN!! Berani sekali kau denganku. Bagaimanapun aku adalah Appamu kau harus menghormati setiap keputusanku, besok kita akan bertemu dengan calon isterimu. Jadi appa harap kau tidak akan pergi ke Club malam itu lagi setelah kau mengenalnya” Bentak Tuan Cho

“Cih, lihat saja Appa. Aku akan membuatnya menderita jika menikah denganku, appa akan menyesal sudah menjodohkanku”Sinis Kyuhyun

“Kita lihat saja, kau akan jatuh cinta pada yeoja itu”Gumam Tuan Cho tak kalah sinis, Kyuhyun bangkit lalu meninggalkan ruangan appanya dengan wajah kesal bercampur marah. Ia sangat tidak ingin menjalankan hubungan yang serius, karena menurutnya sebuah pernikahan adalah hal yang sangat rumit dan tidak membuatnya bebas karena terikat..

**

Kyuhyun bersama Appa dan eommanya pergi ke Sebuah Restaurant mewah yang memang sudah mereka sewa untuk pertemuan dua keluarga. Kyuhyun duduk dengan manisnya karena memang ia sudah diceramahi panjang lebar oleh appanya untuk menjaga kelakuannya didepan Nyonya dan Tuan Park

Seorang yeoja bersama seorang namja masuk dengan disusul oleh gadis cantik dibelakang mereka. Kyuhyun terdiam seketika saat melihat yeoja yang akan dinikahkan dengannya. Matanya tidak lepas dari Jiyeon sedikitpun

“Annyeong Haseyo Park Jiyeon Imnida”Ucap Jiyeon dengan wajah datar dan sedih, tetapi ia mencoba tersenyum.

“Nan Yeoppo”Gumam Nyonya Cho Sambil memperhatikan Jiyeon yang tersenyum lebih tepatnya tersenyum terpaksa.

Sejak hari itu, Kyuhyun tidak henti-hentinya mengganggu Jiyeon,hingga ia mengetahui bahwa Jiyeon sudah memiliki seorang kekasih bernama Choi Minho. Namja yang tampan dan juga baik hati

( Flashback Off )

***

( Jiyeon Pov )

Sudah dua bulan setelah kepergianku dari rumah, hari ini aku memutuskan untuk berkunjung kerumah, ini semua karena permintaan Minho Oppa yang memintaku untuk mengunjungi eomma dan appa. Sebenarnya tujuanku kemari adalah meminta persetujuan pada eomma dan appa , persetujuan untuk aku menikah dengan Minho Oppa. Beberapa hari yang lalu Minho Oppa melamarku dan tanpa pikir panjang aku menerimanya.

Aku masuk , semua pelayan terkejut melihatku, Minho Oppa berjalan disampingku. Aku kemari bersama Minho Oppa, karena jujur aku takut appa akan sangat murka dan ingin memukulku.

“eomma”panggilku pada eomma yang terlihat menyirami bunga, eomma berbalik dan terkejut melihat kehadiranku

“Aigoo Uri Jiyeon”Ucap eomma sambil memelukku erat lalu melepaskannya dan berganti memeluk Minho Oppa.

“Menantuku”Ucap eomma dengan senyum lebar.

Tiba-tiba appa muncul dan menatap kami penuh dengan kebencian membuatku langsung menatap eomma dengan takut, aku bersembunyi dibelakang eomma. Eomma terlihat menatap appa tajam..

“APA YANG KALIAN LAKUKAN DISINI? AKU TIDAK SUDI KALIAN MENGINJAKKAN KAKI DIRUMAH INI” Bentak Appa membuatku menangis seketika, mengapa uang bisa merubah appa.. appa tidak pernah membentakku dulu, tetapi sekarang? Appa sudah gila akan harta

“appa”Tangisku

“Aku bukan appamu lagi, kau sudah mengecewakan appa dengan pergi bersama namja ini. Karena namja ini kau menjadi anak durhaka”Ucap appa membentakku , membuat tangisku semakin deras

“Cukup Oppa!! Kau terlalu egois memaksakan Jiyeon menikah dengan namja yang sama sekali tidak ia cintai. Cinta tidak bisa dipaksakan Oppa.. Kau mengukur cinta namja dengan harta kekayaan? Aku tahu minho bukan namja kaya raya, setidanya ia mencintai Jiyeon dengan tulus”Tangis eomma pecah

Appa membanting koran yang ia pegang dengan keras membuatku dan eomma terkejut , tetapi tidak dengan Minho yang terlihat menunduk tetapi kemudian mengangkat wajahnya.

“Apa yang kau punya hingga kau berani membawa pergi puteriku dan ingin melamarnya? Kau kira aku tidak tahu apa tujuan kalian kemari”Bentak Appa sambil menarik kerah baju Minho Oppa membuatku semakin menangis dengan deras. Minho Oppa hanya dapat menampilkan wajah sedih dan terlihat sangat kecewa

“Aku mempunyai cinta yang tulus untuk Jiyeon”Jawab Minho Oppa dengan tegas sambil menatap mata appa dengan dalam. Seketika appa terdiam lalu tersenyum kecut

“Cinta? Apakah puteriku membutuhkan cinta? Apakah ia bisa memakan cintamu itu? Apakah puteriku bisa bahagia bersamamu? Baru dua bulan puteriku meninggalkan rumah ini, wajahnya terlihat mengurus belum lagi bajunya yang terlihat kotor dan Kumal” appa benar-benar mengeluarkan unek-uneknya. Minho oppa terlihat memandangiku, terlihat dengan jelas bahwa ia termakan ucapan appa..

“Sudahlah Appa, kajja Oppa kita pergi dari tempat ini”Ucapku mencoba menarik tangannya tetapi tiba-tiba Minho Oppa menggenggam tanganku dan menatapku dengan tatapan sedih. Aku menarik tangan Minho Oppa, aku masih mendengar dengan jelas teriakan Appa yang memintaku untuk kembali.. Tetapi aku tidak menghiraukannya..

***

Aku duduk ditaman bersama Minho Oppa, sedari tadi Minho Oppa terus merenung entah apa yang ia pikirkan. Aku menggenggam tangannya hangat, membuatnya tersadar dan menatap kearahku dengan tatapan lembut.

“Apa yang kau pikirkan Oppa?”

“Anni aku tidak memikirkan apapun, kau mau ku belikan Ice Cream?” Tanya masih tersenyum dan aku mengangguk. Minho Oppa memang bukan namja yang romantis tetapi ia adalah namja yang sangat menyayangiku dan melindungiku

Selama aku tinggal bersama Minho Oppa, aku tidak pernah merasa kekuarangan. Ini terasa sedikit ganjil, Minho Oppa sangat sering membelikan makanan yang menurutku lebih mahal dari gajih yang ia dapat. Upah yang Minho Oppa dapat sehari tidak akan bisa membeli makanan sebanyak itu.. Tetapi aku tidak pernah menanyakan dari mana ia mendapatkan uang itu, aku tidak ingin menyakiti perasaannya..

Lamunanku buyar begitu saja saat seseorang memegang pundakku, ternyata itu adalah Minho Oppa. Aku menatapnya dengan senyum lalu mengambil es Cream yang ada ditangannya. Minho Oppa memang tahu apa yang kusukai.. aku bahagia bisa mempunyai namjachingu sepertinya. Aku memakan Ice Cream yang kupegang dengan lahap, Ice Cream Caramel. Sangat enak.. Tetapi tunggu dulu.. bukankah Ice Cream ini adalah Ice Cream paling mahal yang ada ditoko Ice Cream itu, aku tahu karena dulu setelah pulang sekolah.. aku bersama sahabat-sahabatku suka pergi ke toko itu. Tetapi aku tidak membeli Ice Cream yang semahal ini, aku hanya membeli Ice Cream yang berharga murah..

“Oppa, dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli Ice Cream ini?  Bukankah Ice Cream ini harganya mahal?”Tanyaku pelan, aku takut ia tersinggung. Ia tersenyum kearahku..

“Aku menabung, karena aku tahu kau menyukai Ice Cream ini”Ucapnya

“Oppa”Ucapku dengan mata berkaca-kaca, ia rela menabung dan membuang uangnya dengan percuma untuk membelikan Ice Cream yang harganya sangat mahal.

1235995_605353986174050_545699545_n1.jpg

“Jangan menampilkan wajah seperti itu”Kekehnya padaku..

***

( Hyomin Pov )

Aku terus membujuk Jisung Oppa untuk menyetujui hubungan Minho dan Jiyeon. Aku merasa mereka memang saling mencintai. Aku tidak ingin Jiyeon kembali menangis seperti tadi karena suamiku yang egois ini.. yang hanya memikirkan harta..

“Oppa”

“Umh”

“Tidak bisakah kau menerima Minho? Apakah kau tidak memikirkan kebahagiaan Jiyeon?”Tanyaku lembut, membuat Jisung Oppa langsung menatapku dan menghembuskan nafas berat

“Ya sudah, besok aku akan merayakan pesta keberhasilanku . Aku sudah tidak sanggup berjauhan dengan puteriku jadi terpaksa aku menerima namja miskin itu, pergi temui mereka dan katakan bahwa aku mengundang mereka untuk pergi ke Pesta besok, pastikan mereka tidak mempermalukan kita”Ucap Jisung Oppa membuat senyumku merekah

“Gomawoo Oppa” Aku mengecup bibirnya kilat lalu berjalan mengambil tasku.. aku akan pergi menemui puteriku

***

( Jisung Pov )

Aku tersenyum sinis saat melihat kepergian Hyomin, mereka kira aku akan semudah itu menerima namja miskin yang tidak mempunyai apa-apa itu? Aku tidak mau mempunyai menantu yang pekerjaannya hanyalah kuli bangunan.. apa yang akan dikatakan oleh teman-temanku nantii?

Aku sudah mempunyai rencananya untuk namja itu besok, aku pastikan setelah itu.. Ia tidak akan berani menampilkan wajahnya dihadapanku lagi , ataupun dihadapan puteriku. Karena puteriku akan aku nikahkan pada Cho Kyuhyun, namja tampan kaya raya yang bisa membantu perusahaanku..

“Yoboseyo..”

“Bagaimana Ahjussi? Apakah semua berjalan sesuai rencana?” Tanya seorang namja diujung telepon dengan suara beratnya

“Tenang saja Kyuhyun-ah, semua sudah berjalan sesuai rencana kita. Ahjussi jamin namja itu tidak akan bisa mengelak besok”Sinisku

“Baguslah Ahjussi, aku akan mengirimkan uang ke rekeningmu. Tunggu saja”Ucapnya dan aku mengangguk lalu menatap ponselku dengan tatapan santai. Bersiap-siaplah Choi Minho, kau tidak akan bertahan lama bersama puteri kecilku..

***

( Choi Minho Pov )

Saat aku bersama Jiyeon sedang duduk sambil bercanda didepan rumah, tiba-tiba Nyonya Park datang dengan senyum diwajahnya. Aku membalas senyumnya sambil menatap Jiyeon untuk menatap eommanya..

“eomma” panggil Jiyeon lalu memeluk eommanya membuatku teringat akan eomma. Bagaimana keadaannya sekarang? Aku merindukannya..

“eomma , apa yang kau lakukan disini?” tanya Jiyeon

“Appamu sudah bisa menerima Minho, dan ia mau mengundang kalian untuk menghadiri acara yang ia adakan besok. Apakah kalian bisa datang? Eomma harap kalian bisa datang, terutama kau Minho. Kau harus bisa menarik simpati Jisung Oppa”Ucap Nyonya Park dan aku mengangguk.. benarkah? Apakah Tuan Park sudah bisa menerimaku? Akhirnya doaku dan Jiyeon terkabulkan

“Jeongmalyo eomma? “

“Ne, eomma sudah membelikan setelan jas dan gaun untuk kalian”Ucap Nyonya Park sambil memberikan kami sebuah kotak dengan baju didalamnya..

“Khamsamnida ahjumma”Ucapku memberi hormat dan dijawab dengan anggukan olehnya..

“Aku pasti akan datang eomma”Ucap Jiyeon dengan senyum mengembang..

***

( Author Pov )

Jiyeon menatap gaun yang diberikan oleh eommanya dengan tatapan bahagia, karena gaun itu adalah gaun yang ia inginkan sejak lama. Minho keluar dengan menggunakan jas yang diberikan oleh calon mertuanya itu..

“Bagaimana apakah cocok denganku?”Tanya Minho, Jiyeon berbalik dan terdiam sejenak menatap namjachingunya itu dengan tatapan terpanah

“Oppa kau sangat tampan”Puji jiyeon sambil melihat Minho dan mengelilingi namja itu. Sedangkan Minho terlihat salah tingkah kemudian tersenyum malu. Membuat Jiyeon terkekeh yang melihat pipi Minho memerah

“Aku baru tahu kau bisa memerah Oppa”Goda Jiyeon lalu memeluk Namjachingunya itu dengan lembut dan Minho membalas pelukan Jiyeon..

“Ganti bajumu, nanti baju indahmu rusak. Bukankah acaranya akan diadakan esok”Senyum Minho sambil mengelus punggung terbuka Jiyeon membuat Jiyeon menatapnya dan mengangguk lalu berjalan kearah kamarnya dan mengganti bajunya..

“Chagiyaa”Panggil Minho

“Ne oppa” Jawab Jiyeon dari kamarnya

“Bagaimana kalau hari ini kita berkencan di Lottle World”Ucap Minho membuat Jiyeon seketika terdiam. Jika ia menolak , ia akan menyakiti perasaan Minho

“Baiklah Oppa”Ucap Jiyeon sambil memilih-milih baju yang akan ia gunakan..

***

Minho menggandeng tangan Jiyeon dengan erat, mereka memasuki Lottle World dengan senyum bahagia. Tidak memperdulikan banyak orang yang melihat mereka dengan pandangan merendahkan karena baju mereka yang lusuh..

Minho dan Jiyeon menaiki beberapa wahana yang menurut mereka sangat menantang, setelah selesai menaiki wahana-wahanan itu.. Minho mengajak Jiyeon untuk pergi kesebuah Cafe dan itu membuat Jiyeon lagi-lagi terdiam..

‘Bagaimana bisa Minho Oppa membawaku ke Restauran mahal ini? Dari mana ia mendapatkan banyak uang’batin Jiyeon sambil menatap Minho dengan tatapan yang sedikit bingung

“Chagiya, kau mau makan? Silahkan pilih makanan yang kau mau”Ucap Minho sambil tersenyum pada Jiyeon.

Jiyeon mulai memilih makanan yang menurutnya paling murah dan itu membuat Minho menatap Jiyeon dengan tatapan yang tidak dapat diartikan oleh Jiyeon..

“Wae Oppa?”

“Mengapa kau menanyakan harga makanan itu? Tenang saja, aku bisa membayarnya. Kau tidak usah menanyakan harganya, kalau kau mau.. kau bisa memilih makanan yang paling mahal direstaurant ini Chagiyaa”Ucap Minho dengan datar, membuat Jiyeon terdiam. Ia tahu bahwa saat ini Minho merasa tersinggung..

“Baiklah Oppa, aku memesan makanan ini dan ini”

“Hanya itu Nyonya”Tanya pelayan itu dan Jiyeon mengangguk..Minho terlihat enggan berbicara membuat Jiyeon menunduk sedih, seharusnya tadi ia tidak memilih-milih makanan yang hanya akan membuat Minho sakit hati.

“Oppa”

“Umh”

“Kau marah padaku? Mian”

“Aku tidak marah padamu Chagiya, aku hanya tidak suka kau mengasihaniku”Senyum Minho sambil mengelus tangan Jiyeon lembut membuat senyum jiyeon mengembang..

“Mianhae Oppa, aku hanya tidak ingin kau mengorbankan banyak uang hanya untukku”Gumam Jiyeon sambil menatap Minho dengan lirih

“Tenang saja, uangku tidak akan habis hanya untuk membelikanmu makanan di Restaurant ini”Senyum Minho..

“Maksud Oppa?”

“Abaikan saja “

***

( Jiyeon Pov )

Hari sudah mulai malam, aku bersama Minho Oppa memutuskan untuk pulang. Kami menaiki Bus yang terlihat sangat sepi. Kami duduk disalah satu kursi dan saling menggenggam tangan satu sama lain. Aku tidak ingin suatu saat nanti kami akan terpisah.. aku terlalu mencintainya hingga tidak ingin berpisah darinya. Aku tidak akan bisa menemukan namja sebaik dirinya didunia ini..

“Chagiya”Panggilnya padaku

“Aku merasa hal buruk yang akan terjadi padaku esok”Gumamnya lirih membuatku langsung menatapnya

“Kau bicara apa Oppa? Aku jamin tidak akan terjadi apa-apa besok”Gumamku sambil memeluk tubuhnya erat..

Aku menatapnya dengan tatapan lembut, hingga tanpa sadar ia sudah melumat bibirku lembut membuatku terdiam. Ini pertama kalinya ia menciumku, sebelumnya ia tidak pernah mau menciumku. Aku menutup mataku dan mulai membalas ciumannya.. Hingga..

“Chogiyo, kita sudah sampai dipemberhentian selanjutnya”Ucap supir bus, aku merasa pipiku memerah dan dengan cepat keluar dari Bus, aishhhh!!Jinchaaa, apa yang baru saja kami lakukan!! Aaa, aku bisa gila jika begini . Omooo!! Jantungkuu

“Chagiyaa, tunggu” teriak Minho Oppa mengejarku lalu menggenggam tanganku membuat jantungku bertambah bedetak dengan kencangnya..

“Mengapa kau berlari dengan sangat kencang”Celetuknya sambil menghembuskan nafasnya..

“Anni Oppa, aku hanya ingin berolahraga”

“Jincha? Aku kira terjadi sesuatu , membuatku khawatir saja. Hari sudah malam, kajjja.. kita harus cepat-cepat pulang, aku tidak ingin kau sakit”Ucap Minho Oppa sambil menarik tanganku. Aku hanya dapat tersenyum lalu mengikutinya dari belakang..

TBC

Jangan Lupa RCL Ne ^^ Gomawoo~

Love Is Like A Time ( Part 3 )


Untitledbbbj

Tittle : Love is like a time

Author : MarsaQueens

Genre : Romance, School Life

Rating : Normal

Type : Chaptered

 

( Main Cast )

·         Park Jiyeon

·         Kim Myungsoo

( other Cast )

·         Cari dicerita

Annyeong ^^ Udah berapa tahun ini ff gak dilanjutin yha? Entahlah XD Kekek XD Baiklah sekarang menuju kecerita XD Selamat membaca

*Tidakuntukplagiat*

***

Part Sebelumnya

( Jiyeon Pov )

Hyo Joon Oppa berteriak kegirangan saat melihat jam itu sudah sampai ditangannya membuatku menatapnya dengan tatapan aneh. Dasar namja mata duitan, aku hanya dapat menggeleng dan ingin masuk kekamarku.. Tetapi..

“Jiyeon-ah”

“Ne eomma”

“Ada seseorang mencarimu”

“Nugu eomma?”Tanyaku penasaran, tetapi eomma hanya menunjuk kearah pintu. Aku membuka pintu dan menemukan seorang yeoja berdiri sambil membelakangiku

“Kau..”

***

( Jiyeon Pov )

Aku menatap yeoja dihadapanku dengan senyum, Ia adalah Naeun sepupuku yang baru saja datang dari Amerika. Aku sangat merindukannya, bisa dibilang kami adalah sahabat. Walaupun kami sepupu

“Aigoo Jiyeonnie aku merindukanmu”Ucapnya sambil memelukku

“Nado”

“Bagaimana? Apakahkau sudah memiliki namjachingu”Tanyanya terkekeh dan kujawab dengan anggukan malu

“Jincha?”

“Nugu?”Lanjutnya sambil menatapku dengan pandangan bertanya

“Dia Kim Myung-“ Ucapanku terhenti karena tiba-tiba Hyo Joon Oppa masuk dengan teh ditangannya. Ia memang sangat baik pada Naeun tetapi ia jauh lebih baik padaku. Jelas saja karena aku adiknya

“Minumlah, Bagaimana sekolahmu”Tanya Hyo Joon Oppa duduk dihadapanku dan Naeun

“Baik Oppa, Aku memutuskan untuk pindah ke Seoul lagi. Karena Oppa tahu bahwa eomma dan appa sibuk disana dan tidak sempat mengurusku”Ucap Naeun dan dijawab dengan anggukan oleh Hyo Joon Oppa

“Aku juga ingin bertemu dengan seseorang di Seoul”

“Mantan Namjachingumu Ne?”Tanyaku dan dijawab dengan anggukan olehnya. Naeun pernah bercerita bahwa ia memiliki seorang namjachingu yang tampan. Tetapi ia malah meninggalkan namjachingunya itu demi namja yang sekarang telah mencampakannya

“Apakah ia masih mau menerimaku”Ucapnya dengan nada sedih

“Ia pasti akan menerimamu , jika kau butuh bantuan. Aku dapat membantumu”Ucapku dengan nada riang

“Gomawo Jiyeonnie”Ucap Naeun lalu tersenyum kearahku..

***

( Myungsoo Pov )

Aku duduk dimeja makan bersama eomma dan appa.

Mereka terlihat sangat romantis , membuatku hiri saja. Aku memakan makanan didepanku dengan cepat

“Myungsoo-ah”

“Ne eomma?”

“Kau sudah mendengar berita tentang kembalinya Naeun, mantan yeojachingumu? Baru saja eomma dan appanya menghubungi eomma bahwa Mantan yeojachingumu itu telah kembali ke Korea.. Kau tidak berniat kembali padanya kan?”

Deg! Aku terdiam cukup lama, rasa sakit itu terasa terbuka kembali

“Aku tidak akan kembali padanya, bukankah eomma tahu bahwa aku sudah memiliki Jiyeon?”Tanyaku datar

“Ne eomma tahu, dan eomma harap kau selalu mempertahankan Jiyeon”Ucap eomma sambil tersenyum padaku

“Jiyeon? Nugu?”Tanya appa

“Yeojachingu Myungsoo, ia yeoja cantik yeobbo.. eomma dan appanya juga sangat ramah”Ucap eomma menceritakan tentang Jiyeon dengan wajah bersinar

“Jincha? Berarti yeoja itu dari keluarga baik-baik. Kalau begitu, kapan-kapan kau harus mengajaknya kemari Myungsoo”Ucap appa dan kujawab dengan anggukan kecil dan senyum.

Mengapa Naeun harus kembali, saat aku sudah menemukan penggantinya?

***

( Author Pov )

“Omo! Dari mana kau mendapatkan kalung mahal ini Jiyeon-ah? “Ucap Naeun takjub saat melihat kalung yang dipakai Jiyeon

“Namjachinguku memberikannya”

“Namjachingumu ternyata sangat kaya”Puji Naeun sambil memakan Ice Cream dihadapannya

“Biasa saja, aku tidak memintanya. Tetapi ia memaksaku untuk menerimanya”Ucap Jiyeon dengan malu

“Aku jadi teringat dengan mantan namjachinguku.. ia adalah namja yang sangat baik padaku. Ia juga selalu menuruti kemauanku , tetapi aku terlalu bodoh karena meninggalkan namja sebaik dirinya”Ucap Naeun dengan nada sedih

“ Aigoo, jangan menampilkan wajah sedih itu. Sebaiknya kau meminta maaf padanya, mungkin ia akan menerimamu kembali”

“Gomawo Jiyeon-ah, kau paling mengerti aku”

***

( Myungsoo Pov )

Pagi ini aku menjemput Jiyeon, aku berjalan memasuki rumah Jiyeon dan menemukannya sedang sarapan pagi bersama Hyo Joon Hyung dan juga kedua orang tuanya..

“Myungsoo-ah”Sapanya

“Nugu?”Tanya seorang namja yang ku yakini adalah appa Jiyeon

“Ini Kim Myungsoo anak dari Nyonya Kim pelanggan setia toko kita, dan Myungsoo adalah namjachinguku”

“Jincha? Aigoo, Nyonya Kim tidak pernah bercerita bahwa ia memiliki anak setampan ini”Puji eomma dan appa Jiyeon membuatku tersenyum malu.

“Kemari,duduk disebelah kami”Ucap Ahjussi

“Ne”

***

( Naeun Pov )

Setelah selesai mandi, aku memutuskan untuk turun dan sarapan bersama ahjussi dan ahjumma. Saat aku turun aku menemukan Jiyeon serta ahjumma dan ahjussi sedang berbicara dengan seorang namja yang membelakangiku.

“Naeun-ah”Sapa Hyo Joon Oppa

“Annyeong”

Namja itu berbalik dan pandangan kami bertemu membuatku langsung terdiam kaku sambil menatap namja yang sudah sangat lamaku rindukan

Pandangan matanya sangat tajam seakan mengatakan bahwa ia sangat membenciku.Aku hanya dapat menunduk dan duduk disebelah Hyo Joon Oppa

“Naeun-ah, kenalkan ini Kim Myungsoo namjachinguku”Ucap Jiyeon dengan bangganya membuatku terdiam

Jadi..?

Myungsoo adalah namja yang dimaksud oleh Jiyeon? Seketika hatiku terasa sangat sakit mengetahui kenyataan menyakitkan ini. Aku mencoba tetap tersenyum

“Son Naeun Imnida”Ucapku memperkenalkan diriku

“Dia Naeun, sepupuku. Eomma dari Naeun adalah saudara kandung appaku”Ucap Jiyeon dengan nada riangnya

“Kim Myungsoo Imnida”Jawab Myungsoo datar, bahkan sangat datar. Aku hanya dapat terdiam dan menunduk.

“Kajja Myungsoo-ah, nanti kita terlambat”Ucap Jiyeon memecahkan keheningan setelah kami sarapan pagi. Myungsoo hanya menjawab dengan anggukan

“Kami permisi, Ahjumma, ahjussi, Hyung dan Naeun-sii”Ucap Myungsoo sedikit tersenyum lalu berjalan bersama Jiyeon keluar.

“Mereka pasangan serasi”Celetuk Joon Oppa

***

( Jiyeon Pov )

Aku merasa ada yang aneh pada Myungsoo, tumben ia tidak mengajakku berbicara

“Pabo!”

“Ne?”

“Ada apa denganmu?”

“Anniyo, wae?”

“Kau menjadi lebih pendiam”Ucapku jujur membuatnya langsung menatapku dan terdiam sebentar lalu menujukan senyumnya

“Memang kau tidak suka diriku yang pendiam? Kau mau aku yang bagaimana ? Romantis?”Tanyanya dengan smirik evilnya

“A..anni”Jawabku gugup

“Jincha?”Ucapnya lalu memjukan tubuhnya mendekat kearahku.. Membuatku tersudut dan seketika itu aku sadar bahwa kami sudah sampai diparkiran sekolah.

“Ya! Jangan macam-macam “Ancamku, tetapi wajahnya sudah sangat dekat membuatku langsung menutup mata dan merasakan benda basah mengenai bibirku. Benda itu bukan bibir melainkan sebuah minuman kaleng yang ia tempelkan dibibirku

“YAK!”

***

Aku memasuki rumahku dengan senyum riang. Tetapi aku tidak menemukan siapapun dirumah. Kemana mereka? Saat aku ingin membuka kamar Hyo Joon Oppa.. aku mendengar suara aneh

Aku memutuskan untuk mengintip..

OMO! Apa yang mereka lakukan? Dengan cepat aku masuk kedalam kamarku sambil memegang jantungku. Hyo Joon Oppa terlihat memeluk yeoja itu mesra, dan mencium bibir yeoja itu. Membuatku terkejut saja..

“Jiyeonnie, aku berjalan-jalan sebentar . Aku ingin melihat-lihat kota seoul”Aku membaca pesan dari Naeun

“Ne, berhati-hatilah”Balasku lalu membuka bajuku dan menggantinya dengan baju rumah. Aku memutuskan turun dan pergi ke Toko untuk berjualan.

***

( Author Pov )
Myungsoo menyetir mobilnya dengan wajah yang tidak bisa berkonsentrasi. Ia memikirkan Naeun yang telah kembali, tetapi ia juga merasa sangat tidak nyaman dengan kehadiran Naeun disekitarnya dan Jiyeon

“Mengapa ia kembali”Decak Myungsoo kesal lalu memukul stirnya, hingga..

Drttt! Ponsel Myungsoo bergetar menandakan sebuah pesan masuk. Myungsoo terdiam saat melihat nomor yang masuk ke ponselnya itu..

“Myungsoo-ah dapatkah kita bertemu?” Myungsoo mendengus pelan membaca pesan singkat dari Naeun

“Ne, wae?”

“Aku ingin bicara”

“Dimana?”

“cafe yang kita sering kunjungi dahulu. Otthe?”

“Ne”Balas Myungsoo singkat, entah dari mana.. ia malah menyetujuinya..

***

“Krystal-ah makanlah, eomma tidak mau melihatmu yang terus sakit seperti ini”Ucap Nyonya Jung sambil menatap prihatin puterinya

“Aku tidak apa eomma, eomma sudah lihat bukan? Bahwa   aku baik-baik saja? “

“Kau sedang tidak baik chagiya”

“Eomma”

“eomma hanya tidak ingin kehilanganmu”
“Aku tidak akan pernah meninggalkan eomma, percaya padaku”Ucap Krystal sambil memeluk yeoja dihadapannya dengan erat

“eomma menyayangimu Soo Jung-ah”

***

Naeun duduk dengan harap-harap cemas sambil memegangi botol air mineral dihadapannya. Hingga seorang namja duduk dihadapannya

Naeun merasa sangat terpana melihat ketampanan Myungsoo sekarang, ia lebih tampan dari dahulu.

“Apa yang ingin kau bicarakan padaku? Cepat katakan karena aku tidak punya banyak waktu”Ucap Myungsoo dingin

“Aku ingin meminta maaf padamu, aku tahu aku salah. Aku ingin memperbaiki semuanya”

“Aku sudah memaafkanmu”

“Mau kah kau kembali padaku?”

“Mian, bukankah kau sudah tahu bahwa kau sudah tergantikan dihatiku oleh Jiyeon?”

“Jadi, kausudah melupakanku?”

“Bisa dibilang begitu”

“Kau tega”

“Mian, bukankah kau yang lebih dulu meninggalkanku? Apakah aku pernah menyakitimu saat itu?bukankah semua keinginanmu aku turuti saat itu? Tetapi mengapa dahulu kau malah meninggalkanku dan sekarang ingin kembali padaku?Kau ingin menyakiti hati Jiyeon”Myungsoo mencoba meredam emosinya

“Anniyo, aku sangat menyayangi Jiyeon. Aku sudah menganggapnya sebagai saudara kandungku sendiri. Aku tidak pernah berniat menyakitinya, aku hanya mencoba mengujimu tadi. Aku harap kau bisa menjaganya dengan baik”

“Jadi apa tujuan mu kemari?”

“Meminta maaf padamu, walaupun awalnya tujuanku memang untuk kembali padamu… tetapi aku sadar bahwa itu tidak akan pernah mungkin”

“Mian”

***

Jiyeon memasuki rumah sederhananya dengan langkah pelan. Rumah itu terlihat sangat sepi, hanya suara beberapa ekor cicak terdengar.

“Sepi”Gumam Jiyeon lalu masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya

“Apakah Myungsoo mau menemaniku?”Pikir Jiyeon

“Tidak ada salahnya mencoba”Gumamnya lalu memencet beberapa digit nomor diponselnya dan menempelkan ponsel itu ketelinganya..

“Yoboseyo? Waeyo Jiyeon-ah?”

“Kau sibuk?”

“Anni, wae?”

“Temani aku”

“Memang dirumah mu tidak ada orang”

“ne, eomma dan appa sedang mengurus tokok. Naeun dan Hyo Joon Oppa sedang memiliki keperluan masing-masing”

“Baiklah,aku akan kesana”

***

-Canteen

Jiyeon memapah Krystal yang masih tampak sangat lemah. Krystal tersenyum kecil. Ia sangat beruntung mempunyai sahabat sebaik Jiyeon. IU dan Luna juga dengan setia membantunya.

“Kau duduk disini, kau ingin memesan apa?”

“Seperti biasa”Jawab Krystal dengan senyumnya

“Ne , tunggu disini” Jiyeon pergi. Yang tersisa dimeja itu adalah Luna, IU dan Krystal. Hingga Luna dan IU pamit untuk mengejar Jiyeon.

Myungsoo tiba-tiba duduk dihadapan Krystal membuat Krystal terkejut bukan main dan degupan jantungnya semakin bergerak kencang.

“Sunbae”

“Dimana Jiyeon?”

“Tadi ia sedang berbelanja”Jawab krystal

“Bagaimana keadaanmu”Tanya Myungsoo berbasa-basi

“Ba..baik”

“Sebaiknya kau tidak turun sekolah. Kau membuat semua orang khawatir, kau itu harusnya dirumah dan beristirahat”

“Mian Sunbae”

“Gwenchana, jaga kesehatanmu”Ucap Myungsoo ..

“Myungsoo-ah”ucap Jiyeon lalu duduk disamping Myungsoo dan memberikan napan berisi makanan pada Krystal

“Kau sudah membuatkanku bekal?”tanya Myungsoo

“Tentu, bukankah aku sudah memberikannya pada Mir?”

“Mwo!! Jeongmalyo?? Tetapi ia tidak memberikannya padaku”Ucap Myungsoo sambil menatap Jiyeon

“Jangan bilang ia memakannya”Lanjut Myungsoo dan berlari pergi mencari Mir membuat tawa Jiyeon pecahh

“Ada-ada saja mereka”Tawa Krystal kecil

***

( Myungsoo Pov )

Yak! Namja itu bagaimana bisa ia menghabiskan bekalku. Aku melempar kotak makan siang itu dengan emosi sambil menatapnya dengan tatapan membunuh

“Ya! Jangan menatapku seperti itu.. aku merasa lapar jadi aku memakannya”Ucapnya dengan tampang tidak bersalah

“YAK!! MIR PABOOOOOOO”Aku benar-benar merasa sangat kesal hingga Jiyeon datang sambil menyodorkan sekotak bekal

“tenanglah, aku sudah menyiapkan bekal untuk mu, aku sudah menebak hal ini bisa terjadi”

“Aigoo Gomawoo”Ucapku sambil mengambil bekal itu

“Jika tidak Jiyeon membawakan bekal ini unttukku.. aku pastikan kau tidak akan selamat”Ucapku sambil menunjuk Mir

“Ya! Mianhae Myungsoo-ah aku tadi sangat lapar”

“Aish!”

“Sudahlah, aku sudah membawakan bekal untukmu lagi bukan? Jadi jangan menatap Mir dengan tatapan seperti itu “

***

( Jiyeon Pov )

Aku duduk sambil menatap layar ponselku, huftt..

Hari libur yang membosankan..

Apa yang aku lakukan selama 2 minggu ini..

Aku lebih senang sekolah dari pada libur, libur hanya membuatku bosan dan tidak bersemangat karena tidak bisa bertemu dengan para chinguku disekolah. Lebih parahnya lagi aku harus menjaga toko eomma..

Sedangkan Hyo Joon Oppa , dengan seenaknya membawa yeojachingunya kerumah saat eomma dan appa sedang pergi.

“Hey”Aku menoleh saat mendengar seseorang menyapaku

“Myungsoo.. apa yang kau lakukan kemari?”

“Bertemu denganmu..”

“Dalam rangka apa?”

“Aku ingin mengajakmu ke pulau milik keluargaku, karena kebetulan eomma dan appa baru saja mendirikan sebuah hotel disana”

“Aigoo.. Jeongmalyo?? Apakah hanya kita berdua yang pergi kesana?”

“Anni, aku membawa banyak orang. Sahabat-sahabatmu dan anggota tim basket. Kau juga boleh kalau mau membawa Hyo Joon Hyung”

“Jeongmayo?”

“ne”

“Gomawoo Myungsoo-ah “Ucapku sambil tersenyum senang dan memeluknya sambil meloncat-loncat girang.

***

 

( Author Pov )

Jiyeon, IU , Luna dan Krystal terlihat menyeret koper mereka. Terlihat Myungsoo dan beberapa anak tim basket sedang mengobrol

“Myungsoo”Panggil Jiyeon

“Wae?”

“Hyo Joon Oppa membawa yeojachingunya dan Naeun juga ikut karena ia tidak mempunyai teman dirumah , apakah tidak apa?”

“Gwenchana..”Ucap Myungsoo tersenyum pada Jiyeon

“Gomawoo”

Hyo Joon datang dengan gaya santainya sambil menggandeng seorang yeoja yang tidak lain adalah yeojachingunya Hyomin.

Seorang namja menatap kedekatan Jiyeon dan Myungsoo dengan tatapan terluka dan tatapan tidak sukanya. Wajahnya tampak dingin dan tidak bersemangat. Namja itu adalah Sanghyun..

Walaupun Myungsoo tidak menyukainya, Myungsoo tetap membawa Sanghyun karena sanghyun adalah bagian dari tim basket dan ia takut jiyeon akan curiga dengannya dan Sanghyun..

“Mian , aku terlambat “Ucap Naeun yang baru saja datang

“Gwenchana..Kajja”ucap Myungsoo lalu berjalan lebih dulu sambil menggenggam tangan Jiyeon.

“Annyeong”sapa mir pada Luna dan dijawab dengan tatapan tidak suka oleh luna

“aigoo”

***

( Myungsoo Pov )

Setelah menempuh perjalanan berjam-jam akhirnya kami sampai dipulau indah itu. Pulau yang banyak dikunjungi untuk berwisata , karena pulau milik keluarga kami ini sangat indah.

Aku turun dari pesawat sambil menggenggam tangan Jiyeon, aku dapat melihat wajah pucatnya karena ia baru pertama kali ini menaiki pesawat dan wajahnya benar-benar sangat lucu.

Membuatku gemas saja..

“Kim Myungsoo.. daebakk!”Ucap Mir padaku dan ku jawab dengan senyum

“Siapa dulu”

“Sombong”Ucap Kim bum padaku dan kujawab dengan smirik kecilku..

Kami sampai disebuah jembatan panjang dengan banyak kamar disetiap sisi jembatan ini. ( Bayangin aja penginapan di BBF waktu mereka ke pulau milik keluarga Jun pyo)

“Ambil lah kunci ini dan kalian bisa menentukan kamar yang kalian mau, dan kau Jiyeon. Kamarmu bersebelahan dengan kamarku”

“Ne”

Hyo Joon terlihat sangat senang, ia menarik tangan yeoja yang ku ketahui adalah kekasihnya itu.

Aku hanya menggeleng pelan kemudian tersenyum kecil kemudian menarik tangan Jiyeon untuk pergi ke kamarnya.

“Kemana kita?”

“Tentu saja menunjukkan dimana kamarmu”

“Ambillah” Ucapku

“Ini kunci kamarmu”Lanjutku

Ia mengambil kunci kamar itu dengan senyum diwajahnya , lalu mengecup pipiku singkat.Wajahnya bersemu kemerahan.

“Gomawo”

Ia berjalan dengan cepat kearah kamarnya membuatku tersenyum. Sangat manis, aku menyeret koperku kedalam kamarku dan membukanya. Sangat mewah, aku memutuskan untuk membawa mereka ke Kamar yang ada dipinggir pantai, karena kalau kami menginap dihotel , kami tidak bisa melihat pemandangan indah ini.

Aku menghempaskan tubuhku lalu memejamkan mataku..Hingga..

“Huaaaa”Baru beberapa detik aku memejamkan mataku, aku mendengar teriakan. Dengan cepat aku bangun dan menemukan Jiyeon tengah berdiri sambil menatap pantai.

“Wae?”

“Anni, sangat indah”

“Aigoo.. aku kira kau kenapa”

“Masuklah, tidak baik diluar dengan cuaca yang mulai dingin”Aku menarik tangannya dan menyeretnya kekamar yang ia tempati

“Tapi Myungsoo-ah”

“Tidak ada tapi-tapian”

“Ne”

***

( Sanghyun Pov )

Aku duduk sendiri sambil memandang laut , walaupun hari sudah malam. Aku tidak takut sama sekalii. Pikiranku terus melayang pada Jiyeon dan Myungsoo

Hatiku sangat sakit saat melihat tangan Myungsoo menggenggam tangan Jiyeon. Aku cemburu. Aku sudah sangat menyukai Jiyeon… Tetapi aku tidak tahu bagaimana perasaan Jiyeon padaku.

“Hey”Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku. Membuatku menoleh dan mendapati Naeun kini menatapku dengan tatapan yang sulitku artikan. Ia lalu duduk disebelahku

“Apa kabar?”

“Baik”Jawabku singkat

“Apakah kau tidak merindukanku eoh?”

“Anni”

“Aku masih sangat menyayangimu”Ucap Naeun membuatku terdiam. Tetapi saat ini hatiku tidak terarah padanya. Hatiku saat ini hanya tertuju pada Jiyeon

“Lebih baik kau kembali”

“Sanghyun-ah”

Aku melepaskan genggaman tangannya dari tanganku dan berjalan pergi. Aku dapat mendengar teriakannya yang memanggilku dan aku tidak memperdulikan teriakannya..

 

***

 

 

( Jiyeon Pov )

Sinar matahari membangunkanku. Aish.. menganggu saja, mengapa hari sangat cepat muncul padahal aku masih sangat lelah dan mengantuk.

Dengan malas aku bangun dan menatap pantulan diriku dicermin, disekeliling mataku terlihat warna hitam.

“Aiggoo” Gumamku kecil sambil menatap pantulan diriku dicermin.

Setelah selesai bersiap-siap aku keluar dan tidak menemukan siapapun kecuali seorang namja yang kini tengah menatapku dengan senyumnya. Hey, ia terlihat sangat berbeda

“apa yang terjadi padamu eoh?”Tanyanya sambil menatapku

“Kau memakai mantel tebal dipantai”Tanyanya dengan nada tidak percaya dan kujawab dengan anggukan malu.

“Kajja”

“Kemana?”

“Membeli baju pantai untukmu”

“Mwo?”

“Kajja, mereka sudah menunggu kita”

***

Setelah membeli baju pantai yang lumayan tertutup, aku dan Myungsoo pergi ke pinggir pantai dan menemukan Krystal, Luna, IU sedang mengobrol dengan beberapa anak tim basket sedangkan Naeun terlihat sedang menatap pemandangan pantai lalu melukisnya..

“Kajja Chagiyaa”Aku mendengar suara teriakan dari arah belakangku dan menemukan Hyo Joon Oppa sedang menarik tangan Hyomin eonni yeojachingunya.

“Kita akan menikmati libur ini”Teriak Myungsoo dengan nada senang lalu menarik tanganku.. aku tersenyum senang

TBC
Mianhae.. jika author sangat jarang post ff -_- dikarenakan kesibukan yang semakin menjadi.. Gomawoo~ Cupp!! :D

 

 

Waiting You Love Me [ One Shoot ] ( Lee Jin Hyun )


Untitlednnnnnnnnn

Anyeonghaseo reader…..
Ini adalah ffku yang pertama, mian jika geje, jelek + gak nyambung, banyak typo berserakan + bahasanya kurang pas dan alurnya or ceritanya pasaran… tapi ini asli imajinasi ku…!!!!
Umumnya, ini kupersembahkan untuk seluruh manusia didunia (?) dan cerita ini mengangkat pesan bertemakan cinta + kesetiaan + kesadaran atas sebuah pengkhianatan dan ujung sebuah penantian.
Ku harap kalian menyukainya. Untuk margareta eonni… khususnya kupersembahkan untukmu… mian jika tidak suka dll, tpi ini dg tulus kupersembahkan untukmu J yaudah langsung aja.. *capcuz*
Happy Reading All ^^

Author : Lee Jin Hyun

Title  : OS/?

Main cast : Choi Minho aka Choi Minho

Park Jiyeon aka Park Jiyeon

(Find yourself)

Summary : Menantikan cintamu adalah ujian kesabaranku, aku berharap kamu
pahami diriku dan…

‘ Cobalah balas perasaanku……………..  ‘

[]

Disebuah rumah mewah, tetapi minimalis nan elegant itu duduklah seorang yeoja yang sedari tadi gelisah menunggu seseorang.
“Kemana dia?? Apa dia tidak pulang?? Selalu seperti ini.”gumamnya
Tidak lama terdengar suara mobil yang masuk kehalaman rumahnya, mobil audi hitam yang mewah itu menuju garasi rumahnya. Seorang namja tampan keluar dari mobil itu dan berjalan masuk kedalam rumah. Belum sampai ia membuka pintu, seorang yeoja sudah membukanya.
—–CEKREK—– (suara pintu)
“Oppa sudah pulang?” tanyanya. Tetapi yang ditanya hanya berjalan cuek masuk ke dalam.
“Oppa pasti lelah? Oppa sudah makan ?? Ah ani…. Biar kusiapkan air hangat untuk Oppa mandi dulu lalu akan kusiapkan juga makanannya”
Namja itu menjawab “KAU…….TIDAK USAH PERHATIAN PADAKU.SUDAH KUPERINGATKAN BERKALI-KALI, KAU MENGERTI HAH!!” bentaknya

“Mi…mi..mianhae Oppa”
“Aku hanya memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri saja Oppa”jawabnya dengan suara bergetar
Namja itu pun melirik “KAU HANYA MENDAPATKAN STATUS SEBAGAI ISTRIKU SAJA BUKAN DIHATIKU” jawab namja itu dan menatap tajam yeoja itu.
Namja itu pun berjalan menaiki anak  tangga, ia memasuki kamarnya dan menutup pintu dengan kasar. Kini yeoja itu hanya bisa menangis terduduk dilantai.

JIYEON POV
‘Selalu seperti ini, tapi sampai kapan pun hanya dirimu yang tetap kucintai untuk selamanya. Kumohon bukalah pintu hatimu untukku.’ Ucapku dalam hati.
Namaku adalah Park Jiyeon yang kini menyandang marga Choi pada namaku. Usiaku 23 tahun dan aku bekerja menjadi seorang manager diperusahaan appaku. Aku sudah menikah bahkan usia pernikahanku sudah hampir 3 tahun. Pernikahan bagiku adalah suatu yang sakral dan jembatan menuju bahagianya dua manusia. Orang-orang berpikir bahwa  kehidupanku bahagia, apalagi menjadi ‘Nyonya Muda Choi’. Istri seorang Choi Minho, pengusaha muda yang sukses  putra tunggal dari pasangan Choi Siwon dan Im Yoona, yang merupakan pewaris utama “Hyundai Coorporation”.
Berbanding terbalik dengan semua itu. Pernikahan ini mungkin adalah bagai sebuah pajangan karena tidak ada rasa cinta didalamnya. Semua bermula dari perjodohan kedua orang tua kami, tentu saja aku tidak bisa menolaknya karena alasanku adalah melihat kebahagiaan orang tuaku. Mereka bahagia jika melihat putri semata wayangnya mendapatkan yang terbaik. Terbaik?? Mungkin aku tertawa jika mengatakannya. Aku terperangkap dalam cinta tak berbalas. Aku mencintai suamiku walaupun ia tak mencintaiku bahkan tidak menganggapku sebagai seorang istri. Parahnya ia juga tak mau tidur sekamar denganku.

[]
Seperti biasa, aku menyiapkan sarapan untuk suamiku. Walaupun ia tidak pernah sekalipun menyentuh makanan buatanku, sebagai istri aku tetap harus melakukan kewajibanku. Kudengar derap langkah kaki menuruni anak tangga, “tepat waktu” batinku.
“Minho oppa, mari sarapan dulu. Kau harus makan sebelum bekerja” ucapku.
Namun ia hanya memberikan tatapan tajamnya kepadaku pertanda ia tidak suka dengan ajakanku. Aku hanya bisa mengangguk tanpa berucap sedikitpun.

JIYEON POV END

MINHO POV

Ketika aku menuruni tangga dan akan berjalan kearah pintu, kudengar suara memanggilku “Oppa, mari sarapan dulu. Kau harus makan sebelum bekerja” ucapnya.
Aku hanya memberikan tatapan tajamku padanya dan ia hanya mengangguk. Aku tahu dia mengerti apa yang ku isyaratkan. Sebenarnya aku memiliki kekasih namanya Jung Krystal. Awal aku bertemu dengannya kurang lebih 4 tahun silam, saat ia menjadi sekretaris baruku. Dan entah bagaimana ceritanya, aku dan Krystal akhirnya berpacaran. Tepat 1 tahun berpacaran dengannya aku dijodohkan dengan Park Jiyeon. Jelas aku menolak mentah-mentah hal itu, tapi appa mengancamku untuk mencoret namaku sebagai anaknya.
Itulah awal aku hanya setengah hati menjalani ini semua. Dan aku juga masih berpacaran dengan Krystal, walau ia tahu aku sudah menikah, anehnya aku lebih memilih mendengarkan kata-kata Krystal, tapi tepat satu minggu yang lalu ia memutuskanku karena ia akan bertunangan dengan namja yang bernama Key. Awalnya aku tak bisa mempercayai ini semua, namun ia melepaskanku. Aku tak bisa berbuat apa-apa, lagipula aku juga sudah merasa jauh darinya akhir-akhir ini. Aku belum seutuhnya menghapus bayang-bayang Krystal dipikiranku, sampai saat ini aku masih belum bisa menerima Jiyeon sebagai istriku.

MINHO POV END

AUTHOR POV

Dimalam ini Jiyeon hanya berteman dengan  televisi dan makanan ringan sebagai camilannya.
“hmmmm…..”
“Rumah ini sepi jika aku sendiri dirumah. Seandainya ada malaikat kecil diantara kami.”  “ah….ani.. itu tidak mungkin terjadi, lagipula suamiku sendiri saja tidak pernah menyentuhku”
Larut dalam pikirnya, ia pun segera tersadar dan melanjutkan acara nontonnya. Karena terlalu mengantuk, Jiyeon akhirnya tertidur.
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka kasar dan mampu membangunkan Jiyeon. Dia berlari menuju pintu depan
“Oppa…”kaget jiyeon. “uhuk uhuk…. Kau mabuk Oppa?” ucapnya sambil menutup hidung dan mulutnya karena bau alkohol yang menyengat.
Ia segera memapah tubuh Minho dan membawanya kekamar. Dengan telaten Jiyeon melepas sepatu, menyeka badan dan mengganti baju Minho. Ia memperhatikan setiap lekuk wajah suaminya, sebuah dorongan menginginkannya untuk menyentuh wajah suaminya itu.
“Oppa…kenapa kau mabuk? Tak biasanya kau sampai seperti ini”batinnya sambil menyeka air matanya.
Jelas saja, wanita mana yang tidak sedih ketika suaminya mabuk dan hanya menyebut nama orang lain. Minho meracau dan selalu menyebut nama Krystal. Jiyeon hanya mampu menangis mendengarnya. Jiyeon bangkit dari duduknya, baru selangkah ia berjalan sebuah tangan menahannya dan menariknya hingga jatuh diatas tubuh kekar suaminya. Minho yang setengah sadar itu mencium bibir manis istrinya. Jiyeon yang terlalu kaget hanya bisa diam tanpa membalasnya. Awalnya ini adalah sebuah ciuman lembut tapi kini tangan Minho mulai liar, tangannya mulai menjamah tubuh indah istrinya. Jiyeon hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi, toh ia melayani suaminya ‘bukankah itu kewajiban istri?’pikirnya. ……………..

Sinar matahari menembus jendela kamar yang bernuansa putih itu. Dua insan yang masih tertidur bagaikan pasangan yang serasi dan penuh cinta. Tapi mungkin semua hal itu berkata lain. Merasa silau, salah satu dari mereka menggeliat dan mulai membuka matanya. Yeoja cantik itu sadar dari alam bawahnya. Yeoja itu merasa badannya remuk redam, ia juga merasa selangkangannya perih dan ia melihat banyak bercak darah dikasur. Tak berapa lama namja yang tidur disebelahnya terbangun, ia tidak memperdulikan yang lain. Ia hanya memunguti bajunya dan menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap kekantor. Jiyeon hanya bisa memakai bajunya dan lagi-lagi menangis, terlalu sedih pada sikap Minho.

1 Bulan Kemudian

Pagi ini adalah pagi yang mengejutkan bagi Jiyeon. Tak tahu harus berkata apa, ia sangat terkejut ketika melihat benda persegi panjang menunjukkan dua garis merah yang berada digenggamannya. Bulir-bulir air mata mulai mengalir membentuk sungai dipipinya.
“i..ni tidak mungkin. Eotokke??”
Bercampur perasaan yang sedang menghinggapi hatinya, antara sedih, senang, bahagia dan terharu. Jiyeon mulai mengusap perut yang masih rata itu “apa kau memang malaikat yang dikirimkan Tuhan padaku? Eomma akan menjagamu sampai kau lahir” tanpa terasa bibirnya tersenyum kecil walau masih diiringi dengan air mata yang kian deras.
Malamnya ia mengatakan hal ini pada Minho. Sebenarnya ia sedikit ragu mengatakannya pada Minho, tapi bagaimanapun juga ini anaknya. Itulah kata yang selalu ia ucapkan walau mungkin Minho tak pernah menganggapnya. Tepat ketika ia memberitahu Minho, ia hanya bisa bersedih karena jawaban Minho
“Aku tak mau repot mengurusmu. Urus saja diri kalian sendiri”
Jiyeon tak bisa berkata sedikitpun, lidahnya terasa kelu untuk berucap. Air mata yang sedari tadi ditahannya tak bisa ia bendung lagi.

AUTHOR POV

Waktu terus berjalan, tak terasa sebentar lagi genap 7 bulan sudah Jiyeon mengandung. Hari Minggu ini ia bersiap-siap untuk pergi menemani ibu mertuanya berbelanja. Ya, 1 bulan setelah itu ia memberitahu kabar kehamilannya kepada orangtua dan mertuanya. Mereka tampak bahagia karena akan mendapatkan seorang cucu, apalagi ini adalah cucu pertama bagi mereka. Para ibu sangat antusias mendengarnya, mereka juga sangat intensif menjaga Jiyeon. Bayangkan saja, usia kandungan Jiyeon baru 2 bulan tapi mereka sudah mempersiapkan segala peralatan dan baju-baju bayi. Seakan rumahnya sudah seperti ‘Baby Shop’.
“Pilihlah yang kau suka Yeonni~ya. Kau juga harus belanja untuk dirimu sendiri” kata Im Yoona, ibu mertua Jiyeon sambil memilihkan baju untuknya.
“ Ne eommonim”
Sehari mereka menghabiskan waktu untuk berbelanja, bahkan Jiyeon tiba dirumah malam hari demi menemani ibu mertuanya.

[]

Malam ini  lagi-lagi Jiyeon dibuat bangun oleh aegy, ia mendadak ingin sekali memakan kimchi yang ada direstoran ujung komplek rumahnya. Ia ingin meminta Han ahjumma membelinya tapi ia sudah pulang sejak 3 jam yang lalu. Memang sudah sebulan ini Han ahjumma menjadi pembantunya tapi ia hanya datang pagi dan pulang sore hari. Ia melirik jam dinding ’22.00 kst’. Tak perlu berpikir lama ia segera menyambar jaket dan tasnya. Ia akhirnya memutuskan untuk membelinya sendiri. Begitulah setiap ia mengidam. Ia hanya bisa membeli sendiri atau menyuruh maidnya. ‘Minho’? ia sama sekali tak peduli, Minho juga sering pulang larut malam, bahkan mungkin pulang hanya untuk mengganti baju saja. Sebenarnya Ia sangat sedih dengan sikap Minho tapi ia tak bisa berbuat apapun. . Ketika baru sampai dirumah, Hpnya bergetar, Jiyeon menyipitkan matanya karena ini nomor suamiku Choi Minho. Awalnya ragu untuk mengangkatnya tapi pada akhirnya Jiyeon mengangkat telepon itu.
“Yeobseo….”
“Yeobseo, apakah ini keluarga pemilik handphone ini? Ia sekarang mabuk berat agashi”
“Mwo?? Dia dimana??”
“Di club XXX. Sebaiknya anda segera kemari agashi”
“Ne Arraseo.Tunggu Sebentar”
Begitulah kira-kira percakapan Jiyeon dengan seorang yang diyakini waitress di club tsb.

Sampai dirumah, ia memapah tubuh minho dan membawanya kekamarnya. Dengan susah payah Jiyeon melakukan itu ditambah kondisi hamil tuanya.

————-FLASHBACK———–

“Dimana dia??” batin Jiyeon sambil mencari keberadaan Minho
“Ah itu dia..”
“Permisi, apakah agashi yang menelepon saya??”
“Oh ne, itu saya agashi”
“nde, cheonmaneyo. Aku akan membawanya pulang. Bisakah anda membantu saya membawanya kemobil?”
“Arraseo agashi, saya akan membantu”

———–FLASHBACK END———

Minho mabuk berat apalagi ditambah sekarang ia demam tinggi. Sesaat setelah Jiyeon membersihkan tubuh Minho, malam ini ia berniat untuk menjaga Minho. Walaupun ia belum sempat membersihkan dirinya sendiri. Sampai-sampai ia tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya bersandar disamping tempat tidur. Sungguh istri yang setia, dengan sikap Minho yang bagai Kutub dan keadaan hamilnya, ia rela hanya merawat suaminya bahkan sampai tidur dengan posisi seperti itu.

—-MINHO POV—-

“engghhhhh…. Dimana ini? Kenapa aku berada disini??”
“oppa.. kau sudah bangun? Jangan bergerak dulu oppa. Kau masih demam” ucap seorang yeoja yang mengagetkanku, ternyata dia Jiyeon ‘istriku’
“Mian oppa, aku ketiduran. Akan kubuatkan bubur untukmu. Kau istirahatlah dulu” lanjutnya dengan senyum.
“Oppa..makanlah dulu. Mungkin oppa tidak pernah menyentuh makanan buatanku, tapi sekarang aku mohon makanlah, karena kondisimu yang sedang sakit. Jika kau tak mau, aku akan membelikan makanan untukmu” tuturnya lembut.
“Baiklah,,aku akan makan” Jawabku padanya
Kulihat ia tersenyum dengan mata yang berbinar. Setelah selesai ia menyuruhku meminum obat dan istirahat kembali. Entah perasaan apa, jantungku serasa berhenti melihat senyumnya. Dia benar-benar berbeda dengan Krystal. ‘Ani… hanya ada Krystal’ sanggahku pada diriku sendiri.

—-MINHO POV END—-

#2 Bulan

JIYEON POV

Menjadi seorang ibu, tak pernah terbayangkan dalam benakku. Merasa menjadi wanita seutuhnya ketika sedang mengaandung dan kelak akan melahirkannya. Tiga minggu lagi, perkiraan dimana aku berjuang membawanya lahir dan bisa menimangnya. Kuelus perutku yang mulai membuncit, merasakan anugerah yang Tuhan berikan padaku. Tapi selalu terlintas dalam pikirku…Minho tak menganggap kehadirannya. ‘Kau boleh tak menganggapku tapi jangan nanti kau tak menganggapnya apalagi membencinya.’ Batinku tersenyum miris.
“Agashi…ini yang anda cari” kutolehkan kepalaku mendengar teguran seseorang. “Oh..ne gomawo.” Balasku padanya. “Cheonmaneyo agashi. Itu sudah menjadi tugas saya.”
Aku membalasnya dengan senyum. Kini kulangkahkan kakiku menuju kasir untuk membayar belanjaanku. Begitu inginnya aku, ketika melihat pasangan suami istri yang juga sedang berbelanja dipusat perbelanjaan bayi. Pantaskah aku iri? Tentu. Tapi aku hanya bisa tersenyum miris meratapinya. Mungkin terlalu asyik aku melihatnya sampai aku melupakan sesuatu. Kulirik jam tanganku “Omoo.. Aku harus segera mengantarkan berkas tadi, pasti dia mencarinya”

JIYEON POV END

[]

Kaki indah itu berjalan menuju sebuah ruangan dengan bertuliskan ‘Direktur Utama’. Tangannya terulur memutar knop pintu setelah ia mendengar kata “masuk” dari dalam. “Apakah ada hal penting Yuri-ssi?” Tanya namja yang masih sibuk membolak balik kertas ditangannya. “Oppa…” Namja itu menoleh kearah sumber suara “Oppa..mian menganggumu. Aku hanya mengantarkan berkas ini” “Oh… gomawo…” balasnya datar dan mengambil berkas dari tangan yeoja itu. Jiyeon hanya tersenyum membalasnya.Ia membalikkan badannya dan pergi dari ruangan itu, tapi…ketika hendak melangkah ia merasakan sakit dari perut bawahnya. Tanpa bersuara, Jiyeon terus melangkah dan keluar dari ruangan itu. Tepat ketika menutup pintu, ia sangat merasa sakit dan akhirnya… pandangannya gelap.

Kini tangan namja itu terulur memutar knop pintu. Bau obat menyeruak masuk kedalam hidungnya. Ruangan serba putih itu terdapat seorang yeoja yang masih tak sadarkan diri di atas ranjang yang berada disana. ‘Nyonya Choi hanya kelelahan dan stress berat. Sebenarnya bukan kali pertama Nyonya Choi kemari. Sekitar satu bulan yang lalu, ia sempat perdarahan karena kandungannya yang lemah. Kini hanya kram perut dan tidak terlalu berbahaya dari yang sebelumnya. Saya sarankan agar anda lebih memperhatikannya. Supaya hal ini tidak terulang kembali’(bener. Hal ini author ngarang) ucap seorang dokter menjelaskan pada namja itu. Choi Minho.

Kalimat itu masih terngiang ditelingaku. Begitukah aku? Sampai tak tahu keadaannya selama ini?

—-flashback—-

“Yuri-ssi, apa jadwalku selanjutnya”
“Meeting untuk membahas rencana kerja kita yang kemarin sajangnim”
“Oh, begitukah? Baiklah kita kembali kekantor sekarang” ucap Minho pada sekretarisnya setelah menemui investor di daerah Gangnam. Ketika ia keluar dari tempat pertemuannya, ia melihat Jiyeon disalah satu pusat perlengkapan bayi. Terlihat ia sedang berbicara dengan salah satu pramuniaga disana. Tapi raut wajahnya berubah ketika Jiyeon melihat sepasang suami istri yang berada disana. Minho hanya tersenyum getir. ‘Sejauh itukah aku? Selalu mengacuhkannya, tidak pernah memperhatikannya. Padahal jelas ia tengah mengandung anakmu.’ Jangan egois kau Choi Minho, ada yang sangat membutuhkanmu. Akui bahwa kau mulai menerimanya.

—-flashback end—-

Minho berjalan mendekati Jiyeon yang kini masih terbaring lemah diranjang itu. Perlahan mengenggam jemari tangan anaenya itu.

“Mian” “Mian…Karena aku ini terjadi” “Harusnya aku tak mengikuti egoku yang mengorbankanmu dan  anak kita” ada jeda ketika ia mengatakan kalimat terakhir itu. Dibawanya genggaman tangan itu dan mengecupnya lembut.Perlahan pasti, ia mulai mengelus lembut perut Jiyeon. Merasakan calon buah hatinya disana. Seulas senyum terlukis dibibirnya. “Mianhae chagi, atas perlakuan appa padamu dan eommamu” ucapnya tersenyum miris. Perlahan jemari itu bergerak dan mata sipit Jiyeon mulai membuka, menandakan ia telah sadar. Jiyeon mulai melihat kesebelah kanannya, merasa tangannya digenggam seseorang. Deg . Mata mereka bertemu pandang. Memompa gejolak cinta dijantungnya. “Kau sudah sadar?” Tanya Minho pada anaenya. Jiyeon hanya tersenyum membalasnya. “Baiklah. Akan kupanggilkan uisanim”

“Bagaimana?” Tanya Minho pada uisa setelah memeriksa Jiyeon. “Keadaannya sudah membaik. Namun ia masih lemah, masih membutuhkan istirahat” ujar uisa itu “Khamsa uisanim” ucap Minho membungkukan badannya.

[]

Hari ini Jiyeon diperbolehkan pulang. Keadaannya pun membaik dari sebelumnya. Kini mereka berada dalam mobil audi hitam suaminya. Atmosfer hening menyelimuti mobil itu. Baik Minho maupun Jiyeon tak memulai pembicaraan. Jiyeon hanya melihat keluar jendela, memandangi jalanan yang dilaluinya. Sementara itu, Minho hanya sekali kali mencuri pandang pada istrinya. Walau kini Minho telah mengakui kata hatinya namun ia masih enggan mengutarakannya. Mungkin ia masih canggung lantaran dari awal menikah ia jarang mengajak Jiyeon berkomunikasi. Lebih bertahan pada topeng esnya.

#skip

Entah mengapa malam ini Jiyeon belum bisa memejamkan matanya padahal ia sudah sangat merasa lelah tapi ia masih terjaga, mungkin bawaan bayi’ pikirnya. Jiyeon melangkah kakinya ke balkon rumahnya sembari merentangkan tangannya, ia menikmati udara di malam hari. Sampai hingga sebuah tangan hangat memeluknya dari belakang. Sontak Jiyeon membuka matanya, sesaat kemudian ia tersenyum. Minho membalikkan badannya *its show time*.
“Jiyeon~ya” panggil Minho sambil meletakkan lututnya kebawah.
“ Op..oppa.. Apa yang kau lakukan? Bangunlah!!”
“ Jiyeon~ya dengarkan aku!” potong Minho dan menggenggam tangan Jiyeon
“Jiyeon~ya… maafkan atas kesalahanku padamu. Aku tahu aku terlalu pengecut baru mengatakannya. Aku memang namja bodoh yang menyia-nyiakan hati sebaik malaikat seperti dirimu. Aku memang namja bodoh yang baru menyadari ketulusanmu. Aku memang bukan namja yang pandai merangkai kata-kata…. Aku ingin kita mengulang kisah dari awal, aku ingin membahagiakan kalian. Mungkin dulu egoku mengalahkan hati untuk membuka ruang untukmu. Kumohon berikanlah aku kesempatan kedua. Kini,,,,,kusadari bahwa aku juga mencintaimu, ‘Saranghae Jiyeon~ya’”
Jiyeon yang mendengarnya pun menangis. Sungguh diluar dugaan, seorang Choi Minho meminta maafnya dan menangis..???
“Oppa…….Asal kau tahu, dari dulu aku sudah memaafkanmu. Setiap orang menurutku layak mendapatkan kesempatan kedua, pasti aku mau mengulang kisah kita dari awal dengan buah hati kita dan ‘Saranghae Oppa’…. Kumohon jangan seperti ini, bangunlah oppa..”
“Gomawo Yeonni~ya…”
Mereka berpelukan, saling menyalurkan kasih suci yang abadi dan disaksikan sang rembulan mereka menyalurkannya dengan ciuman lembut dan penuh kehangatan.
“Chagi…Appa berjanji akan selalu membahagiakanmu dan eommamu. Cepatlah lahir sayang” ucap Minho mengelus lembut perut Jiyeon
Malam ini adalah malam terindah bagi mereka. Malam menuju awal dari kebahagiaan sesungguhnya.

_pagi hari_

Dua sejoli yang sangat serasi itu (betul? –bow-) masih ada dalam alam mimpinya. Perlahan sang namja membuka matanya merasa silau sinar matahari yang masuk melalui celah kamarnya. Bibirnya menyunggingkan senyum, mendapati dirinya memeluk tubuh sang istri. Perlahan tangannya menyibakkan anak rambut yang menutupi wajah sang istri. Matanya tak henti memandang wajah cantiknya. Tangannya juga tak henti menelusuri bagian wajah itu. Sang yeoja mulai menggeliat pelan merasa terusik oleh kegiatan yang dilakukan sang namja. Matanya bertemu pandang. “Morning” “Morning”

“Oppa sudah lama bangun?” “Anii… lama memandangmu” “Oppa…” balas Jiyeon menutup mukanya malu. “Hei…kenapa malu yeobo? Itu memang benar” ucap Minho menggoda Jiyeon. Jiyeon hanya tersenyum malu pada Minho. “Oppa…lepaskan. Aku mau membuat sarapan untuk kita” “Anii…Aku masih ingin seperti ini. Ada ahjumma yang akan membutkan srapan untuk kita.” Balas Minho mengeratkan pelukannya. “Tapi oppa..a.” belum sempat melanjutkan ucapannya, bibirnya lebih dulu dibungkam Minho. Sukses membuat Jiyeon terkejut. “Oppa apa yang kau lakukan?” Tanya Jiyeon gugup. “Morning kiss dariku yeobo” jawab Minho mencubit hidung Jiyeon. Semburat merah menghiasi pipi Jiyeon. “Oppa kau ini. Oppa lepaskan, kau harus berangkat kekantor.” “Anii” kekeh Minho

Mendengar itu membuat Jiyeon sebal. Minho yang melihatnya hanya gemas dengan sang istri. “Arrayeo. Aku lepaskan. Tapi kita mandi bersama.” Minho langsung menggendong Jiyeon ala bridal style. Jiyeon hanya tersenyum geli melihat keinginan suaminya. Ia menalungkan tangannya keleher sang suami. Tanpa melepas senyum dari bibir mereka, kini mereka melanjutkan aktivitasnya, mandi bersama.

#skipp

Hari ini Minho harus berangkat pagi karena ia akan melakukan meeting dengan para investor Jepang. Ditengah jalan berkas yang akan ia gunakan untuk presentasinya tertinggal dirumah.
“Aishh…. Berkas itu tertinggal.Sebaiknya aku kembali.” Ucap Minho dan memutar balik mobilnya.
>>> Back Jiyeon
Setelah Minho pergi, seperti biasanya Jiyeon menuju ruang tengah untuk sekedar membaca majalah. Sekarang hal ini sudah menjadi kebiasaannya, setelah ia cuti atas perintah Minho. Merasa haus, ia menuju dapur dan mengambil minuman. Ketika hendak melangkah, perutnya terasa sakit sekali.
“Ahh…Appo…” Semakin lama rasa itu semakin sakit
“Ahjumma… tolong aku” panggil Jiyeon pada Han ahjumma. Ahjumma yang mendengarnya berteriak kesakitan menghampiri Jiyeon
“Aaaigoo. Nyonya Muda.. Ada apa dengan anda”
“Ahjumma, perutku..sa..kit..se..kali..” ucap Jiyeon merintih. Ahjuma melihat disela kaki Jiyeon, mendapati air ketuban mengalir disana.
“Nyonya Muda, sepertinya anda akan melahirkan. Sebaiknya saya segera membawa anda ke Rumah Sakit”  Han ahjumma dibantu oleh beberapa maid pun memapah Jiyeon menuju mobil. Ketika sampai di ruang tamu mereka berpapasan dengan Minho.
“Ahjumma.. Ada apa?” Ucap Minho khawatir melihat Jiyeon
“Tuan Muda, sepertinya Nyonya Muda akan melahirkan”
“Jinjja… Baiklah.. aku yang akan membawanya ke Rumah Sakit” Minho mengambil alih Jiyeon dan menggendongnya ala bridal style.
“Pak Lee tolong bawa mobilnya. Bawa kami ke Seoul Internasional Hospital. Sekarang” titah  Minho pada supir pribadinya.
“Baik Tuan Muda”
Minho membawa Jiyeon masuk ke mobil, kini mereka berada di jok belakang. “Chagi..bersabarlah”
“Oppa….Kau pulang?” karena tadi Jiyeon hanya merintih jadi ia tak tahu kalau Minho pulang kerumah.
“Iya…Bersabarlah…Sebentar lagi kita sampai.”  Tidak ada jawaban dari Jiyeon, ia hanya bisa merintih. Minho yang melihatnya hanya bisa memandangnya tidak tega yang merintih kesakitan apalagi darah kini mulai mengalir disela kaki Jiyeon. Sesampainya disana, Jiyeon dibawa ke ruang bersalin dan dengan setia Minho terus menemani dan menyemangatinya. ‘Kau bisa chagi’ bisik Minho. Didalam Jiyeon terus berteriak kesakitan, ia sudah mencakar-cakar tangan Minho. Minho tak bisa berkutik, walau ia juga sakit tapi masih ada yang lebih sakit darinya. Dengan segenap perjuangan Jiyeon, tangisan bayi kini menggema diruangan tersebut. Jiyeon hanya bisa menitikkan air matanya. Sama halnya dengan Jiyeon, Minho juga menangis haru. Mereka sama-sama terharu dengan kehadiran malaikat kecil yang berjenis kelamin laki-laki itu. ‘Gomawo Yeonni~ya’ bisik Minho ditelinga Jiyeon.

******************

Setelah bersalin, Jiyeon dipindahkan keruang rawat. “Chagi.. jeongmal gomawo” ucap Minho kesekian kalinya pada Jiyeon dan mencium bibirnya. “Ne Oppa,, aku juga berterimakasih padamu. Karena kau menjadikanku menjadi seorang eomma sekarang” jawab Jiyeon disertai senyumannya. “Anni.. aku harusnya yang berterimakasih”
Jiyeon hanya bisa tersenyum membalasnya. “Oppa.. bukankah kau ada meeting sekarang?”
“Benar.. tapi aku sudah menyuruh sekretaris Kim menghandlenya”
“Maafkan aku…Karenaku kau jadi menghandle meetingmu” ucap Jiyeon merasa bersalah
“Anni… Kau tak perlu begitu. Sudah jadi tugasku yang menemanimu Chagiya..”
“Gomawo Oppa. Oppa.. anak kita mirip sepertimu” ucap Jiyeon sambil membelai lembut putranya yang berada di gendongannya.
“Tentu saja…. Aku kan appanya” balas Minho narsis
“Aishh… kau tidak berubah”
“Aku tidak akan berubah, hanya untukmu aku berubah” lagi-lagi mereka berciuman, tapi sebuah suara mengagetkan mereka.
“Yeonni~ya……”
“Appa .. Eomma..” ucap Minho dan Jiyeon bersama
“Aigoo… cucuku tampan sekali, mirip denganmu Minho” ucap eomma Minho mengelus pipi cucunya
“Kurasa kamu benar Yeobo. Aku suka dengan mata dan bibirnya, benar-benar mewarisi ayahnya” balas appa Jiyeon diangguki yang lainnya.
“Kau benar Yoong, aku bahagia sekali” balas eomma Jiyeon
“Abeonim eommonim….appa eomma… Kapan kalian pulang? Bukankah kalian berada di Jeju sekarang?” Tanya Minho
“Kami pulang setelah mendengar kabar dari sekretaris Kim. Dia bilang kau menghandle meeting hari ini dan Jiyeon akan melahirkan, jadi kami langsung take off kemari” jawab Eomma Minho
“Itu benar, mendengar itu kami langsung mengambil penerbangan hari ini juga. Kami sungguh bahagia” tambah appa Jiyeon
“Kalian akan memberi nama siapa anak ini??” Tanya appa Minho
“Kami memberi nama ‘Choi Yoogeun’” balas Minho yang diangguki Jiyeon
“Ne, kami akan memberi nama ‘Choi Yoogeun’” ucap Jiyeon
“Choi Yoogeun… nama yang indah” sahut eomma Minho
“Itu benar..”sahut appa Minho
“Selamat datang dikeluarga kami ‘Choi Yoogeun’” ucap appa Minho

Sebuah penatiaan akan berujung bahagia, jika kita terus bersabar dan berdoa.
Jikalau bukan didunia ini tempatnya, mungkin kita meraihnya di kehidupan mendatang.

Jikalau kau memberikan kesempatan pada seseorang, jangan pernah kau sia-siakan karena pada akhirnya jika kau yang menanamnya terlebih dulu maka kau juga akan memanennya.
Kesempatan kedua hanya datang satu kali…..
Buah kesabaran adalah kebahagiaan. Percayalah itu akan terjadi walau tak tahu tepatnya…
Suatu saat pasti akan mendapatkan itu
Jika Takdir-Nya menggariskan itu berbuah, kasihi ia dengan balutan kasih sayangmu.

Tanpa kasih sayang tidak akan pernah terlahir cinta, tanpa cinta tidak akan pernah terlahir bahagia. Kini  mengerti akan indahnya ketulusan yang terpancar disetiap cinta yang ada. Walau aral yang menghadang pasti bisa dilewati. Kebahagiaan adalah buah kesabaran, kesabaran adalah buah penantian.

 

~~~~~~~~~~~END~~~~~~~~~~~~

     Eotokke?? Gimana critanya?? Mian ne jika ada kesalahan atau dll, tolong dimaklumi J Awalnya gak ada feel di endingnya tapi semoga kalian puas ya? Karna sengaja kubuat seperti ini, masalahnya aku gak tega sama JiYi eonni*kok jadi curhat (?) abaikan*. Mian jika kalian gak dapet feel bacanya ato apalah gitu (?), seperti yang dikatakan Minppa, aku memang gak terlalu pandai merangkai kata, Jadi sekali lagi mian jika kata-katanya campur aduk J